2012

09.29
H.M. Syarif Siangan Tanudjaya, S.H. saat ini merupakan salah satu Pengurus DPP PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) sebagai Sekertaris Jenderal untuk Periode 2000-2005. Di rumah beliau, Jl Tegalan III (IA) No.15, RT 001, RW 04, Kel Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur (Seberang Toko Buku Gramedia Matraman), digelar pengajian walaupun tidak untuk rutin membahas dan mengkaji tentang Islam dan bertukar penglaman ber Syariah Islam bagi mualaf dan calon mualaf, dan yang ingin mengikuti pengajian tersebut dapat menghubungi redaksi.
SEGALA puji bagi Allah SWT karena siapa yang mendapat petunjuk-Nya, maka tidak ada yang bisa menyesatkan. Juga sebaliknya, bagi mereka yang disesatkan oleh Allah SWT, tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. "Aku bersaksi tidak ada tuhan melainkan Allah, Allah Maha Esa, tidak ada sekutubagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, penutup segala nabi, dan tidak ada nabi lagi sesudahnya."
Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat ini, saya memberikan pernyataan resmi masuk agama Islam di hadapan kelompok pengajian yang dipimpin oleh guru Erwin Saman. Tepatnya pada tahun 1975. Kini, nama saya bukan lagi Tan Lip Siang. Nama saya sekarang lengkapnya H.M. Syarif Siangan Tanudjaya, S.H.

Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, menjelang usia saya ke-55, tidak ada salahnya dalam kesempatan baik ini, saya manfaatkan untuk bercerita tentang kisah hidup saya menuju jalan yang diridhai Allah SWT. Saya adalah pejabat notaris yang diangkat oleh pemerintah untuk wilayah kerja Kodya Bekasi, Jawa Barat.


Dalam kisah ini, saya tidak bermaksud untuk mencela, atau menghina agama (kepercayaan) yang saya anut sebelumnya. Berawal dari hati yang selalu resah, disebabkan penderitan hidup -- dari hidup yang biasa senang, berbalik menderita. Saya mulai dari agama Kristen, yang saya imani pada saat itu.


Pada ajaran agama Kristen, saya temukan dan saya ketahui adalah ketentuan-ketentuan akan dosa warisan. Maksudnya, akibat dosa Adam dan Hawa, mengakibatkan manusia menanggung "dosa warisan". Artinya, sekalipun bayi yang baru dilahirkan, sudah harus dianggap tidak suci lagi, akibat "dosa warisan" Adam dan Hawa itu.


Namun, apabila kita menyimak dengan lebih teliti pada ayat-ayat Alkitab selanjutnya, setelah saya baca, ada hal yang sulit dipahami menyangkut "dosa warisan". Misalnya, ketika Yesus ditanya oleh seorang Farisi, "Apakah yang menyebabkan anak tersebut menjadi cacat? Mungkinkah karena dosa kedua orang tuanya atau dosa siapa?"


Yesus menjawab kepada orang Farisi tersebut, "Anak ini menjadi cacat, akibat dosa ibu-bapaknya dan bukan dosanya sendiri. Tetapi karena Allah akan memperlihatkan kasih-Nya."


Dua ketentuan dalam kandungan Alkitab ini, sungguh membuat saya bingung. Sehingga pada saat itu saya sempat berpikir, mengapa Tuhannya orang Kristen membuat umatnya menjadi resah, hingga saya merasa kesulitan untuk menyimpulkan makna yang terkandung dalam ayat-ayat Alkitab?


Demikianlah, yang saya temukan dan saya ketahui mengenai ketentuan-ketentuan pokok dalam ajaran agama Kristen yang saya imani. Hakikat permasalahan hidup juga saya temukan adalah bagaimana caranya saya menghadapi dan lepas dari permasalahan hidup.


Saya tidak berkonsultasi lagi kepada pendeta, karena menurut saya, pendeta tidak pernah mampu memberikan solusi untuk permasalahan hidup saya. Pada akhirnya, iman saya kepada Yesus sirna, sebab belum mampu membuat hati saya tenteram dan mantap.



Kembali ke Budha


Cerita selanjutnya, saya berbalik kepada agama Budha dan Konghucu. Mulailah saya bersembahyang di vihara, lalu belajar meditasi, dan tidak makan daging atau yang bernyawa pada waktu-waktu tertentu (Cia-Cay), sembahyang penghormatan kepada arwah leluhur, kemudian sembahyang ke klenteng Toapekong (tempat penyembahan atau tempat ibadah kepada Tian, dewa-dewa orang Cina), untuk memohon Popi Peng An (keselamatan) dan hoki (peruntungan yang baik).


Sudah sedemikian jauh saya melangkah, ternyata petualangan saya menuju prinsip keimanan yang sesungguhnya, belum juga saya temukan. Sementara, perjalanan hidup saya saat itu, dari waktu ke waktu makin terasa sangat mencekam. Sebagai leveransir bahan bangunan, alat tulis kantor (ATK), dan pemborong, ternyata relasi saya banyak yang beragama Islam.


Dari mereka, saya mulai mengenal tata cara ibadah Islam. Misalnya, sebelum menunaikan ibadah shalat, seseorang harus terlebih dulu mengambil air wudhu (bersuci). Dan, yang lebih menarik perhatian saya adalah tentang kewajiban umat Islam menunaikan ibadah puasa, zakat, dan tentang pokok ajaran (akidah) ketuhanannya, yakni tauhid (mengesakan Allah), yaitu Allah itu Maha Esa (tunggal). la tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.



Mimpi Berkelahi


Sebelum saya menyatakan diri masuk agama Islam, lebih baik saya ceritakan pengalaman saya yang sungguh unik ini melalui mimpi.

Dengan penuh rasa takut saya berlari, dikejar oleh lima orang bersenjata yang hendak membunuh saya. Saya terpojok di suatu sudut. Para penjahat itu makin mendekat ke arah saya, dan tanpa saya sadari, tangan saya terasa menggenggam senjata sejenis keris. Lalu, dengan satu dorongan, entah mendapat kekuatan dari mana, saya berteriak, "Allahu Akbar" tiga kali. Sungguh menakjubkan, kelima penjahat bersenjata itu, semuanya musnah dan hangus bagaikan lembaran-lembaran kertas terbakar. Apa makna mimpi tersebut?

Tahap selanjutnya dan yang sangat utama, setelah membulatkan pendirian dan keyakinan, saya ingin memeluk agama Islam. Hal ini saya rundingkan terlebih dulu dengan kekasih saya. Keputusannya, Vera, kekasih saya itu, tidak keberatan saya memilih agama Islam.


Sejalan dengan perjalanan saya sebagai mualaf, dengan tuntunan taufik dan hidayah Allah SWT., Vera, pada tahun 1983 mendapat petunjuk ke jalan yang lurus. la menjadi muslimah dengan kesadarannya sendiri.


Kini, lengkap dan utuhlah sudah keluarga saya sebagai keluarga muslim, sebagai awal perjalanan hidup kami untuk mengukuhkan serta memantapkan pengabdian dan ibadah kami kepada Allah SWT, sebagaimana doa iftitah dalam shalat yang berbunyi : "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku semata-mata hanya untuk Allah seru sekalian alam. " (Yusuf Syahhbudin Maramis/Albaz) (dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein, Penerbit Gema Insani Press website :
http://www.gemainsani.co.id/)


Tamara Nathalia Christina Mayawati Bleszynski, itulah nama lengkap saya. Tapi saya lebih dikenal dengan nama Tamara Bleszynski. Papa saya berasal dari Polandia, Eropa Timur. Ia beragama Kristen Katolik. Sekangkan mama bernama Farida Gasik, orang jawa Barat, beragama Islam. Karena orang tua saya bercerai, akhirnya saya ikut papa dan sekaligus mengikuti agamanya.
Ketertarikan saya pada agama Islam, juga terpaut pada sisi ketaatan pemeluknya. Hal semacam ini menurut saya jauh berbeda dibanding dengan keyakinan saya yang lama. Saya juga penasaran dengan gambaran sosok Tuhan dan nabi dalam Islam. Saya mengamati, dalam agama lain, sosok Tuhan dan nabi digambarkan secara konkret. Walau pun demikian Tuhan dan Nabi sangat dekat dengan mereka, lebih dekat dari urat leher manusia.

Berawal dari rasa penasaran dan ketertarikan itulah saya mulai mempelajari beberapa buku mengenai Islam. Saya juga membaca Al-Qur'an untuk mengetahui dan membandingkan ajaran yang saya peluk dahulu. Ternyata ajaran-ajaran Al Kitab itu ada juga dalam AlQur'an, seperti kisah Nabi Isa. Namun Al-Qur'an lebih komplit, dan sisi pandangannya berbeda dengan keyakinan yang selama ini saya anut. Setelah melalui proses pengamatan dan belajar selama beberapa bulan, akhirnya saya putuskan untuk memeluk agama Islam.

Masuk Islam
Keinginan saya untuk masuk Islam saya sampaikan kepada mama. Keputusan itu membuat mama bahagia. Mama menyambut baik keputusan saya itu. Papa pun tak menghambat niat baik saya itu. Beliau memahami keputusan saya. Keluarga kami memang sangat demokratis. Walaupun papa seorang Katolik, toh ia sudah tinggal di Indonesia selama 40 tahun, dan memahami budaya kaum muslim. Papa sering menyumbang untuk pembangunan masjid, dan pada bulan puasa papa suka menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa. Hal inilah yang membuat saya bangga kepada papa. Singkat cerita, pada tahun 1995 lalu saya mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat.

Selanjutnya, dalam proses perpindahan agama, awalnya saya akui cukup berat melakukan penyesuaian dengan agama baru itu. Berbagai cara saya lakukan untuk mempelajari Islam, terutama shalat. Antara lain membaca berbagai buku yang berisi tuntunan shalat. Saya juga menggunakan kaset penduan shalat. Mula-mula saya shalat memakai earphone, sambil mendengarkan petunjuk dari tape recorder. Tak sampai satu bulan saya sudah hafat semua bacaan dan gerakan shalat. Alhamdulillah, saya sudah dapat menjalankan shalat lima waktu.

Setelah masuk Islam saya merasakan berbagai perubahan yang mencolok dalam hidup saya. Pikiran saya lebih tenang dan terbuka, karena saya punya pedoman dalam menilai yang benar dan salah, yang haram dan halal, juga yang baik dan yang buruk.

Mendapat Jodoh
Perubahan yang mencolok saya akui pada perubahan rezeki. Saya merasa rezeki yang diberikan Allah SWT setelah masuk Islam, lebih memadai. Inilah yang patut saya syukuri. Dan terbesar yang saya dapatkan adalah jodoh yang sesuai dengan doa saya selama ini. Saya berdoa agar dapat jodoh yang seiman dan mampu membimbing saya dalam beragama. Ternyata Allah mengabulkan doa saya. Saya mendapatkan seorang pemuda muslim dari keluarga keturunan Arab-Aceh. Namanya Teuku Rafli Pasha, 24 tahun, anak kedua dari lima saudara. Rafli anak dari Teuku Syahrul, mantan anggota DPR RI dan Ibu Cut Ida Syahrul. Saya tak menyesal kawin muda, karena itu ibadah. Dan, suami saya ini sangat berperan dalam memberikan pemahaman tentang Islam kepada saya.

Saya dan Rafli akhirnya melangsungkan pernikahan di Tanah Suci Mekah dengan restu orang tua kami, setelah kami selesai melakukan Ibadah Umrah. Akad nika berlangsung di Masjidil Haram, disaksikan mama, serta H. Cecep, guru ngaji saya selama ini.

Saya dan Rafli sudah lama saling mengenal. Waktu itu kami bertemu di sebuah restoran di Jakarta. Sejak perkenalan itu, dalam tempo satu bulan kami mulai akrab, dan berusaha untuk lebih mengenal satu sama lain.

Akhirnya kami saling mencintai, dan juga mendapat restu dari orang tua kami, sehingga kami memutuskan untuk sekalian meresmikan pernikahan menjadi suami istri di Tanah Suci. Saya mendapatkan figur Rafli seorang yang ulet bekerja walau ia adalah lulusan Nortuidge Military College dia meraih gelar master dari Boston University, Amerika Serikat Tapi ia sangat taat beribadah. Ini yang saya dambakan . Kini suami saya bekerja di Uninet Jakarta.

Suami saya menyadari bahwa saya yang dipersunting telah memiliki karir yang cukup mapan sebagai model, model iklan, dan bintang sinetron, sehingga ia tidak melarang karier yang sedang saya jalani ini. Walaupun demikian, saya harus membatasi diri. Apa yang baik atau tidak baik untuk keluarga. Untuk itu saya memohon doa dari para pembaca, semoga saya menjadi muslimah yang baik dan dapat membina keluarga yang sakinah.

Allah SWT memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki. Begitulah yang terjadi pada diri Cindy Claudia Harahap, putri sulung dari musisi Rinto Harahap. Saat usia belasan tahun, hidup Cindy terombang-ambing di tengah-tengah keluarga Muslim dan non-Muslim. Keluarga ayahnya non-Muslim, sementara keluarga dari ibu beragama Islam.
Hingga suatu saat, sekitar tahun 1991, penyanyi kelahiran Jakarta pada 5 April 1975 ini, sedang tidur-tiduran di tengah malam di atas rumput halaman asrama di Australia. Saat itu, Cindy bersama sahabat karibnya yang juga artis Indonesia, Tamara Blezinsky, sedang menempuh pendidikan di St Brigidf College. Setiap hari mereka ngobrol karena hanya mereka berdua orang Indonesia.
Mereka juga mempunyai kondisi yang sama tentang orang tua. Suatu malam Cindy benar-benar diperlihatkan keagungan Allah. Ketika memandang ke langit yang cerah terlihat bulan sabit yang bersebelahan dengan bintang yang indah sekali. ''Saya bilang sama Tamara, kayaknya saya pernah lihat ini di mana ya, kok bagus banget. Kayaknya lambang sesuatu, apa ya?'', kenang penyanyi dan pencipta lagu ini. 

Tamara lantas menjawab kalau itu lambang masjid. ''Jangan-jangan ini petunjuk ya, kalau kita harus ke masjid,'' tukas Cindy selanjutnya. Ia memang jarang sekali melihat masjid selama di Australia. Mungkin karena dalam dirinya sudah mengalir 'Islam' dari darah ibunya, hal itu membuat Cindy tak perlu membutuhkan proses yang panjang untuk mengenal Islam. Cindy pun berfikir untuk masuk Islam sekaligus mengajak sahabatnya, Tamara. ''Suatu hari saya terpanggil untuk memeluk agama Islam,'' kata sulung tiga bersaudara.

Setelah kembali ke Indonesia, Cindy dan Tamara pun lama berpisah. Saat kemudian bertemu lagi di Jakarta, ternyata mereka sudah sama-sama menjadi mualaf. Pelantun tembang melankolis ini mengungkapkan, inti dirinya masuk Islam lebih pada panggilan jiwa dan hati. Karena, orang memeluk agama itu sesuatu yang tidak bisa dipaksakan, tergantung diri masing-masing.

Selain dari diri sendiri adakah pihak lain yang ikut membuatnya jatuh cinta kepada Islam? Cindy mengatakan, selain mamanya juga Mas Thoriq (Thoriq Eben Mahmud, suaminya). Dari awal saat pacaran, Cindy banyak belajar tentang Islam dari Thoriq, laki-laki keturunan Mesir. Mereka sering berdiskusi dan Thoriq pun menjelaskan dengan bijaksana dan kesabaran. Menurut Cindy, Thoriq tidak pernah memaksanya, bahkan dia sering membelikan buku-buku tentang Islam.

''Terkadang seperti anak TK, dibelikan juga buku cerita yang bergambar. Tapi justru jadi tertarik, sampai akhirnya saya dibelikan Alquran dan benar-benar saya baca apa artinya,'' tutur artis yang menikah 4 juli 1998. Cindy melisankan Dua Kalimat Syahadat di hadapan seorang guru agama Islam SMA 34 Jakarta. ''Di sebuah tempat yang sangat sederhana, tepatnya di mushalla kecil sekolah itu, saya mulai memeluk Islam,'' katanya.

Dalam proses mempelajari Islam, istri mantan pilot Sempati ini mengakui tidak menghadapi banyak kendala yang berarti, cuma memang harus menyesuaikan diri. Cindy sudah terbiasa melihat ibadah keluarganya yang beragama Islam. Bahkan sebelum masuk Islam, ia sudah sering ikut-ikutan puasa. Keluarganya sangat toleran terhadap perbedaan agama karena pada dasarnya semua agama itu sama, mengajarkan yang baik dan hanya caranya yang berbeda-beda. ''Papa pernah bilang apapun agama yang saya putuskan untuk dianut itu terserah,'' tuturnya. ''Yang penting dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.''

Sebelum menjadi mualaf, Cindy sempat berfikir menjadi Muslimah sepertinya repot sekali. Kalau mau masuk masjid untuk shalat, misalnya, harus wudhu dan harus pakai mukena dulu. ''Mau shalat saja harus repot. Apalagi ada bulan Ramadhan yang harus puasa. Saya sempat berfikir kalau Islam agama yang repot,'' ujarnya.

Namun, setelah mempelajari Islam dengan benar, Cindy menyadari itulah kelebihan Islam bila dibandingkan dengan agama lain. ''Kalau kita hendak menghadap Allah, kita harus benar-benar dalam kondisi yang bersih. Bersih jiwa dan bersih diri,'' tuturnya. ''Alangkah bahagianya kita sebagai umat Islam dikasih bulan Ramadhan, di mana kita diberi kesempatan untuk membenahi diri. Menurut saya, bulan Ramadhan itu bulan bonus dan setiap tahun saya merasa kangen dengan Ramadhan.''

Cindy mengisahkan, beberapa bulan setelah menikah diberi hadiah pernikahan oleh mertua berupa umrah bersama suami. Ia merasa sangat berkesan saat pertama melihat Ka'bah karena sebelumnya hanya bisa menyaksikan melalui televisi atau gambar saja. Waktu itu, dia berangkat umrah bulan Ramadhan dan ia pun sedang hamil enam bulan. Cindy mengaku justru bisa menunaikan ibadah puasa di sana yang tadinya di Jakarta tidak bisa puasa. ''Alhamdulillah, sampai di sana tidak ada kendala atau kejadian buruk apapun.'' (Sumber: Republika Online)


08.41
Paquita Wijaya, itulah namaku. Sejak lahir aku memeluk agama Kristen Protestan. Kesempatan pernah mengenyam pendidikan Barat di Parsons School of Design New York, membuat cara berpikirku sangat rasional. Apalagi aku dibesarkan dalam kultur keluarga yang demokratis. Termasuk dalam menyikapi agama. Namun setelah rasioku ditundukkan oleh kenyataan bahwa kekuasaan Allah itu benar ada, aku pun bersyahadat dan masuk Islam.
Sudah lama aku tertarik dengan Islam. Kupikir, ini agama yang paling rasional. Perlahan, aku tertarik dengan ritual Islam yang dijalankan Tanteku, seorang muslimah yang sempat tinggal bersama keluargaku. Tapi hingga suatu saat aku suting di pulau Nias, Sumatera Utara, aku belum juga memeluk Islam.

Inilah awalnya.... Pulau Nias tiap hari diguyur hujan lebat, disertai angin dan badai. Dua bulan tim kami terperangkap di pulau itu. Tak ada pesawat yang berani terbang di tengah cuaca buruk. Padahal, aku harus segera ke Jakarta.

Kepada teman-teman aku bilang, "Kalau hujannya berhenti, aku akan sholat." Pernyataan itu muncul spontan. Eh, tiba-tiba saja hujan berhenti. Sungguh menakjubkan. Hujan sederas itu benar-benar berhenti sama sekali, dan cuaca langsung cerah.

Akupun bisa tiba di Jakarta tanpa kesulitan. Walaupun aku berulang-ulang ditunjukkan 'sesuatu' yang sebelumnya tidak kupercayai, toh aku tidak langsung masuk Islam. Rasioku berkata, "Bukankah semua itu terjadi karena kebetulan saja." Hari-hari pun berjalan lagi. Membuat musik, mengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) serta rutinitas lainnya. Namun sejak itu aku kerap memimpikan hal yang menurutku aneh. Misalnya aku mimpi bertemu, bersapa-sapa dengan ayah temanku yang sudah meninggal.

Meski aku mengenalnya dengan baik, menurutku ini agak aneh. Yang paling seram, aku mimpi dicekik berkali-kali, sampai sesak nafas tanpa bisa berbuat apa-apa. Gara-gara itu, tiga hari aku tak berani memicingkan mata.

Kutemui teman-temanku yang muslim. Kutanya mereka tentang cara ampuh mengusir mimpi buruk. "Surat apa yang kamu hafal?" tanya mereka, sambil menyebut beberapa nama surat dari Al-Quran. Kujawab, "Kecuali Al-Fatihah, tak ada yang lain." Lantas mereka menyuruhku membaca Al-Fatihah tujuh kali menjelang tidur. Sungguh, sejak saat itu aku tak mimpi aneh-aneh lagi.

Lain waktu aku bermimpi didatangi banyak orang. Mereka minta bantuanku. Ingin sekali aku menolong mereka tapi tidak berdaya. Tahu-tahu, dalam mimpi itu seperti ada yang menggerakkanku untuk sholat, hal yang sebelumnya tidak pernah kulakukan. Entah bagaimana, setelah sholat, aku jadi mempunyai kekuatan menolong orang-orang malang tadi. Dan ada kelegaan sesudahnya.

Akhirnya aku sampai pada suatu perasaan kekeringan hati. Dalam agamaku saat itu, aku tak merasakan suatu spirit. Katakanlah keimanan. Aku teringat saat-saat aku mengikuti tanteku berpuasa di bulan Ramadhan, saat itu aku masih seorang Kristen. Tapi pengalaman batin yang kurasakan sungguh istimewa.

Demikian pula pengalaman batin yang kurasakan saat pelan-pelan aku mulai lancar melafalkan Al Fatihah, karena kerap menyaksikan Tanteku menunaikan Sholat. Aku pun sampai pada kesimpulan yang bulat. Iman Islam inilah yang mengantarkanku pada sebuah kedamaian batin. Kesejukan iman Islam ini menyirami jiwaku.

Dua tahun kujalani proses perenungan itu, akhirnya aku mengikrarkan keIslamanku di sebuah masjid kecil di Jalan Kenari. Di hadapan seorang ustadz, kenalan seorang teman. Saat kuucapkan dua kalimat syahadat, aku tak mengalami kesulitan.

Selesai bersyahadat, hatiku lega. Hari-hari selanjutnya, semakin intens aku memperdalam Islam lewat buku karena aku tak sempat ke pengajian. Selain itu, aku juga belajar dari ibu pacarku yang memang seorang mubalighah di Solo.

Semula orang tuaku mengira aku masuk Islam lantaran pacarku, yang kebetulan seorang muslim. Demi menjaga niat keIslamanku, aku putus dengan pacarku ini. Hingga akhirnya aku menikah dengan seorang muslim lainnya. Ia pun rajin beribadah. Melihat dia sholat, rasanya hati ini senang tak terperi. Aku bangga memilih dan dipilih menjadi muslimah. [pesantren.net]


Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh hikmah buat saya. Saat itu, saya memulai hidup baru sebagai seorang muslimah. Ini adalah hidayah Allah pada saya dan saya sangat mensyukurinya. Sekarang, saya semakin mantap dengan pilihan hati nurani saya itu. Saya siap lahir batin. Termasuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Saya ingin segera bisa menunaikan ibadah umrah. Insya Allah.
Nama saya Monica Oemardi, lahir di Jakarta, 24 tahun lalu. Papa saya berasal dari Blitar dan beragama Islam. Sedangkan mama berasal dari Cekoslowakia dan beragama Kristen Protestan. Mungkin, sebagian pembaca tak asing lagi dengan debut saya selama ini di dunia sinetron. Di antara sinetron yang telah saya bintangi adalah Delima, Takhta, Intrik, Warteg, Misteri Gunung Merapi, Angling Darma, dan lain sebagainya.
Saya berasal dari keluarga Kristen Protestan yang cukup taat. Meskipun demikian, keluarga kami sangat demokratis dalam masalah agama. Setelah menikah, saya pindah agama ke Kristen Katolik, mengikuti suami saya yang pertama. Sebenarnya, agama Islam tak asing lagi bagi saya. Sebab, kebanyakan keluarga papa beragama Islam. Pada waktu kecil, pernah saya ikut-ikutan shalat Id pada Hari Raya Idul Fitri di Bandung. Walaupun hanya sekadar gerakan shalat saja, tapi kegiatan ritual itu sangatberkesan di dalam hati saya. Setelah shalat Id, saya jugs mengikuti nyekar (ziarah) ke makam leluhur papa dan mengikuti tahlilan.

Mulai Tertarik

Memang, saya sudah lama ingin masuk Islam, tepatnya sekitar bulan Februari-Maret 1998 lalu. Ketika itu, sahabat saya sesama artis, Vinny Alvionita dan Dian Nitami, mengunjungi saya di rumah kos. Ketika kami sedang asyik ngobrol, tiba-tiba terdengar suara azan magrib dari masjid sekitar rumah kos.
Sahabat saya, Dian Nitami yang muslimah itu, langsung ingin shalat. Tapi, terlebih dulu ia meminta izin kepada saya. Saya dan Vinny beringsut dari tempat duduk untuk menggelar sajadah, karena tempat kos memang sempit. Di dalam kamar kos yang kecil itu, saya perhatikan Dian ketika usai mengambil air wudhu, ia mengeluarkan mukenah putih, kemudian memakainya. Hal itu membuat saya terkesima dan berpikir, Islam itu amat suci, mau menghadap Allah harus menyucikan diri terlebih dulu. Saya amati terus saat Dian melakukan shalat. Hingga tiba-tiba dari mulut Saya terlontar permintaan kepada sahabat saya, Vinny, untuk mengajarkan saya tata cara shalat.
Tentu saja Vinny terkejut mendengar permintaan saya itu. Saya pun tak mengerti apa yang mendorong saya hingga melontarkan ucapan demikian. Dengan wajah tak percaya, Vinny memandangi saya. Saya disuruhnya mengulangi lagi permintaan saya tadi itu.
Mungkin Vinny tak percaya, karena selama ini saga tak pernah minta diajari shalat kepada teman-teman yang sering datang ke tempat kos saya. Tetapi, tiba giliran Dian yang shalat, saya malah minta diajari. irni mungkin hidayah bagi saya melalui kedua sahabat saya itu.
 
Sejak itu, Vinny memberi saya beberapa buku bacaan. Salah satunya berjudul, "Lentera Hati" yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Quraish Shihab, MA. Setelah membaca buku tersebut, saya semakin terpukau dan mengagumi Islam. Saya pun semakin mendalami Islam lewat buku-buku yang diberikan Vinny, di samping bertanya kepada mamanya Dian Nitami dan keluarga Vinny.
 
Walaupun saya terus mempelajari Islam melalui bukubuku yang diberikan oleh Vinny, saya masih sering ke gereja. Bahkan, yang mengantarkannya adalah Vinny sendiri: Memang, dalam bersahabat kami saling menghargai, terutama coal agama. la pernah berpesan kepada saya bahwa tak ada paksaan dalam Islam. Kalau ingin masuk Islam, harus dengan pikiran dan hati yang bersih dan sesuai dengan hati nurani.
Hari demi hari, saya terus mempelajari Islam secara mendalam, hingga setelah tak ada keraguan sedikit pun di hati, pada bulan puasa, Januari 1998, hati saya semakin bergetar. Saya menunggu-nunggu kapan waktu yang tepat untuk memeluk Islam.
Gelora hati untuk memeluk Islam mengalahkan segala kesibukan dan persiapan untuk menyambut Hari Natal. Dulu, saya paling suka mempersiapkannya. Bahkan, sebulan sebelumnya saya sudah sibuk merapikan runah, mencari kado buat mama dan keluarga, dan selalu siap membantu mama mempersiapkan kue-kue Natal. Tetapi, pada saat itu, saga tak melakukan semua itu. Walaupun saya belum nmemeluk Islam, tapi saya sudah menjalani ibadah puasa.

Masuk Islam

Pada malam menjelang Tahun Baru, 31 Desember 1998 lalu, saya mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat dibimbing oleh Prof.Dr. H. Quraish Shihab di kediaman seorang pengusaha elektronik, Rachmat Gobel, di kawasan Jalan Saharjo, Jakarta Selatan, dalam acara buka puasa bersama.

Setelah membaca rukun Islam yang pertama itu, saya tak dapat menahan rasa haru, sehingga saya tak mampu lagi membendung air mata. Rasanya dada ini plong sekali, seperti bayi yang baru lahir. Jadi, tahun 1999 itu, buat saya, merupakan tahun untuk memulai "hidup baru" sebagai seorang muslimah.

Walaupun sudah resmi masuk Islam, tapi Pak Quraish Shihab dalam kesempatan itu, juga berpesan agar saya segera meresmikan status keislaman saya itu. Katanya, mengucapkan dua kalimat syahadat berkali-kali, tak apa-apa. Maka, pada hati Jumat tanggal 8 Desember 1999, dengan dilengkapi prosedur administratif, saya mengucapkan ikrar dua kaliniat syahadat di hadapan para saksi di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Mengetahui saya masuk Islam, mama sempat marah. Bukan apa-apa, tapi karena beliau ingin supaya saya dalam hidup ini mempunyai prinsip. Setelah saya jelaskan, beliau pun akhimya menerima keputusan saya itu. Beliau berpesan supaya saya benar-benar menjaga keislaman saya. Tidak simpang siur dan tidak boleh main-main.

Setelah masuk Islam, kehidupan saya terasa lebih tenang. Apalagi setelah perceraian dengan suami pertama yang membawa kabur anak saya, Antonius Joshua (6 tahun). Selama bulan suci Ramadhan tersebut, saya terus menjalankan ibadah puasa. Dan ternyata, puasa dengan dilandasi niat, berbeda sekali dengan puasa tanpa niat. Saya rasakan puasa tanpa niat itu terasa sangat berat. Jangankan menjalaninya, untuk bangun sahur saja berat sekali. Tapi, setelah masuk Islam, saya selalu membaca niat puasa setiap sahur, puasa pun menjadi terasa ringan.

Selama ini saya sahur sendiri. Anehnya, saya bisa dengan mudah terbangun, tanpa ada perasaan yang berat. Dan setelah sahur, saya tidak langsung tidur. Saya hidupkan teve dan mengikuti kuliah subuh. Dari siaran tersebut, saya banyak memperoleh masukan-masukan yang bermanfaat. Saya bertekad untuk menjadi muslimah yang baik, tentunya dengan diiringi doa para pembaca. Insya Allah. (Ages Salami Albaz)
 (dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein, Penerbit Gema Insani Press website : http://www.gemainsani.co.id/)

MALAM mulai turun di sebuah kamar kost di bilangan Depok, Jawa Barat, tahun 1993. Seorang perempuan cantik, hatinya bergejolak. Malam itu, seorang mahasiswi Sastra Belanda Universitas Indonesia (UI), baru saja berdiskusi antarteman, masing-masing mempertahankan pendapatnya. Sharing pendapat ini bukan hal baru dilakukan, tetapi sudah sering berlangsung.
Hingga akhirnya, perdebatan itu menyisakan kepenasaran dan melahirkan sebuah pemikiran logis. Di suatu malam itulah, wanita bersuara merdu itu harus mengambil sebuah keputusan penting dalam hidupnya. Perempuan yang dimaksud adalah artis penyanyi terkenal, Iga Mawarni, putri kelahiran Bogor, tetapi berdarah Solo. Lagu Kasmaran sempat melambungkan nama Iga Mawarni di tahun 1991. Tanpa dipengaruhi orang ketiga, penyanyi bersuara jezzi ini, akhirnya memutuskan meninggalkan kepercayaan lamanya dan memeluk Islam dengan pendekatan rasional. Ia melakukannnya dengan sepenuh hati, tanpa emosi sedikit pun.

Tidak ada pengalaman khusus yang saya temui untuk pindah keyakinan ini, misalnya mendengarkan azan sayup-sayup lalu hati saya bergetar. Bukan peristiwa itu. Keyakinan mengkristal justru berangkat dari lingkungan di mana saya tinggal. Sebagai anak kost kami sering berdebat, ketika kami masih kuliah di UI, cerita Iga Mawarni mengenang masa lalunya, ketika dihubungi PR, Rabu (13/10), ia tengah berlibur di Yogyakarta bersama anaknya Rajasa (3.5).

Setelah berikrar memeluk Islam, persoalan pun muncul, terutama dari keluarganya. Tadinya saya tidak ingin mengatakannya terus terang, tetapi semakin saya tutupi, justru perasaan bersalah saya muncul, desahnya.

Keputusan untuk berterus terang kepada kedua orang tuanya itu, bukan tanpa risiko. Semua orang tua pasti tidak rela anaknya berkhianat terhadap agamanya. Saya memakluminya ketika ayah dan ibu saya menjauhi saya. Saya harus kuat, Allah sedang menguji kekuatan saya saat itu. Dan saya berhasil menerima ujian itu, kata Iga sedikit tersendat.

Yang membuat saya terharu, ketika pikiran saya mengingat mereka sebagai orang tua yang telah melahirkan saya. Begitu kuat rasa hormat itu muncul, tetapi di sisi lain saya seperti memperoleh kekuatan yang maha dahsyat untuk tetap bersikukuh, berdiri berseberangan dalam menegakkan keyakinan. Tadinya ada keinginan, semoga apa yang telah saya lakukan ini ditiru lingkungan keluarga besarku di Solo, tetapi tentu itu tidak mudah, tetapi Alhamdulillah adik kandung saya, sejak dua tahun silam telah mengikuti jejak saya menjadi pengikut Muhammad saw., kisah pengagum tokoh B.J. Habibie ini bahagia.

Dianggap tersesat
Konsekuensi memeluk Islam secara sadar, adalah perlakuan dari keluarga di Solo yang tidak lagi ramah. Hubungan komunikasi pun nyaris putus, bahkan suplai dana untuk biaya hidup di Jakarta dihentikan. Padahal saya butuh biaya untuk kuliah, skripsi, biaya hidup. Tetapi Tuhan selalu memberi jalan pada umatnya. Saat itu saya terus berdoa, semoga diberi kekuatan. Maka timbul ide untuk bekerja secara part time di Jakarta. Tawaran nyanyi juga mengalir meski tidak gencar. Dari sana saya semakin meyakini kebenaran itu selalu ada, tegas Iga.

Tujuh tahun, ia harus saling menjaga jarak dengan keluarga. Jika tidak dihadapi dengan kepala dingin, mungkin segalanya bisa porak poranda. Iga berhasil meredam semuanya dengan tanpa gembar-gembor. Tujuh tahun saya lewati hari-hari saling menjaga perasaan, tidak pernah ada rasa gentar, atau takut. Saya pernah dianggap sebagai anak tersesat oleh keluargaku di Solo. Saya tetap menikmatinya sambil terus mempelajari kedalaman keyakinan saya lewat Alquran, buku-buku penunjang lainnya, sehingga saya mengetahui mana yang menjadi larangan dan mana yang dibolehkan, terang Iga.

Dalam pencarian memahami Islam itulah pada akhirnya ia dipertemuakan dengan seorang laki-laki yang kemudian menjadi suaminya sekarang, Charlie R. Arifin (pengusaha) yang satu ihwan. Saya bersyukur Tuhan mengutus laki-laki pendamping yang setia, saleh dan punya masa depan. Saat itu semakin teguh keyakinan saya memeluk Islam secara tulus ihlas.

Iga tak lagi sendiri mendirikan salat, atau berpuasa. Ia sudah menemukan imam dalam rumah tangganya. Bersama Charlie dan Rajasa, buah kasih mereka, terkadang melakukan salat berjamaah di rumah. Bila bulan Ramadan tiba, mereka melaksanakan salat tarawih di masjid raya. Dipilihnya Masjid At-Tien TMII Jakarta Timur, sebagai tempat salat terdekat dari rumah tinggalnya, di kawasan Jakarta Timur.

Saat puasa tiba, sebenarnya bukan hal asing bagi saya. Karena ketika masih menganut Nasrani, ada juga instruksi mendirikan puasa. Saya juga suka melakukan puasa, hanya caranya yang berbeda, papar Iga yang mengaku semoga tahun ini ia bisa melaksanakan puasa dengan tanpa kekalahan yang berarti dan mendapat ampunan dosa-dosa dari Allah SWT. (Ratna Djuwita)***


11.12
Dengan diberkati oleh Guru Buddha, Shih Chao-Hwei, pasangan wanita bernama Yu Ya-ting dan Huang Mei-yu resmi menjadi pasangan lesbian pertama yang menikah secara legal di Taiwan, yang menikah secara resmi dalam sebuah upacara Budha di hadapan 100-an tamu undangan pada 11 Agustus 2012 yang lalu.
Pernikahan berlangsung di sebuah biara Budha di Guanyin Township, Taoyuan county. Meskipun pernikahan dihadiri oleh banyak dari kalangan tamu undangan, tatapi kedua orang tua pasangan ini menolak untuk hadir di acara kontroversial ini. Ketidakhadiran orang tua pasangan ini mengingatkan mereka bahwa pernikahan sesama jenis ini tidak begitu diterima secara luas oleh kebanyakan masyarakat.



"Orang tua saya sudah tahu orientasi seksual saya selama bertahun-tahun, namun pada awalnya, mereka tidak bisa benar-benar menerimanya," kata Huang kepada media sebelum acara prosesi pernikahan berlangsung. "Orang tua kami awalnya setuju untuk datang ke pernikahan kami, tetapi mereka merasa tidak siap untuk ekspos media, sehingga mereka memutuskan untuk tidak datang," kata Huang sebagaimana dikutip TaipeiTimes.com




Walaupun pernikahan mereka direstui oleh seorang guru Budha, tetapi pernikahan mereka ini tidak diakui secara legal secara hukum kenegaraan setempat. Pasangan ini telah menulis sebuah surat terbuka kepada Presiden Ma Ying-jeou dan mendesak pemerintah untuk mengakui pernikahan sesama jenis sesegera mungkin.





11.02 ,
Pada postingan ini akan dibahas beberapa jejak kaki raksasa yang telah ditemukan dan banyak bukti lain mengenai raksasa yang telah ditemukan di seluruh dunia. Penulis mempersilahkan anda untuk memutuskan benar tidaknya bukti bukti ini.

Mari kita mulai dengan Goliat Jejak di Afrika Selatan. Sebuah gambar Jejak Goliat bisa dilihat di bagian atas artikel ini. Sahabat Remaja Gembira jejak raksasa ini terletak dekat kota Mpaluzi, dekat perbatasan Swaziland. Jejak ini sekitar empat kaki panjangnya dan mulai mendapatkan banyak publisitas di seluruh dunia.
Berikut ini adalah video dari jejak yang menakjubkan. Jika Anda perhatikan dengan teliti, Anda bahkan dapat melihat bahwa ada lima jari kaki dan jempol kaki adalah yang terbesar dari jari-jari kaki. Video ini benar-benar menakjubkan ....

Orang yang ada di video diatas mengatakan bahwa jejak ini berumur antara 200 juta dan 3 milyar tahun. Tentu saja hal ini tidak masuk akal, tetapi ini mengarahkan kita kepada sesuatu yang sangat menarik. Selama bertahun-tahun, telah banyak "jejak kaki manusia" ditemukan di lapisan batuan yang seharusnya berusia jutaan tahun.

Sebagai contoh, berikut ini berasal dari sebuah artikel tentang penemuan jejak kaki manusia di 70 lapisan batu yang "seharusnya" berusia 3,6 juta tahun.
Pada tahun 1976 antropolog terkenal Maria Leaky menemukan 70 jejak kaki manusia pada batu di Tanzania yang dikenal sebagai trek Laetoli. Karena berfikir bahwa tidak ada kaki sebesar itu, Leaky berkesimpulan bahwa jejak kaki ini dibuat oleh manusia modern, namun masalahnya, depresi yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita bertanggal di 3,6 juta tahun lalu, dan menurut evolusi, tidak ada manusia modern saat itu.

Jari Patah yang Membatu
Jari membatu ini ditemukan di batukapur cretaceous, milik manusia "prasejarah". Jari yang patah dari sendi tengah ini ukuran panjangnya 7,6 cm (3 inci). Diperkirakan panjang aslinya jika tidak patah akan mencapai sekitar 15 cm (6 inci). Dalam foto tersebut, jari itu dibandingkan dengan jari utuh manusia modern. Penggalian batu kapur ini juga mengungkapkan gigi dan rambut manusia. Sectioning mengungkapkan struktur tulang khas seperti dalam jari manusia. Cat-scan dan MRI mengiidentifikasi sendi dan tendon melalui panjang fosil.
Cat-scan menunjukkan area gelap yang ditafsirkan sebagai interior dan sumsum tulang. Daerah yang kurang padat dari batu di sekitarnya, dengan mudah melewati X-ray, menyebabkan gelap pada gambar. Wilayah hitam disebabkan oleh sectioning.

San Jose Footprint

Tapak kaki raksasa juga banyak ditemukan di amerika. Sebagai contoh, berikut ini berasal dari sebuah artikel yang muncul di Hayward Semi-Weekly pada 29 September 1925 ....
Tapak kaki prasejarah ditemukan oleh James Higgins pada formasi batuan di Bushy Peak. Warga lokal mengklaim juga menemukan "jejak" yang mirip dengan gambaran yang diberikan oleh Higgins dari salah satu puncak di Bushy Peak, hanya ukurannya lebih besar dapat dilihat di peternakan Bunting Yohanes dekat Mission San Jose. Jejak ini panjangnya hampir delapan kaki. dan sangat tertanam dalam di batuan padat.

Jejak Adam
Samanalakanda - "gunung kupu-kupu", adalah gunung kanonis dengan tinggi 2.243 meter (7.359 kaki) yang terletak di sentral Sri Lanka. Gunung ini dikenal karena terdapat "jejak suci" atau Sri Pada panjangnya1,8 meter (5 ft 11 in) pada formasi batuan di dekat puncaknya, Umat Budha menganggapnya itu adalah jejak sang budha, umat hindu menganggapnya jejak siwa dan umat Muslim srilangka menganggapnya itu adalah jejak Adam as.

Glen Rose Footprint

Batu seberat 140-pon dibawah ini ditemukan pada bulan Juli tahun 2000 dari sungai kecil yang menuju Sungai Paluxy dekat Glen Rose, 53 mil selatan Fort Worth, Texas. Tayangan menunjukkan dinosaurus melewati sepanjang jalurnya setelah manusia, menunjukkan pria dan dinosaurus hidup bersama. Fosil tersebut dapat dilihat di Museum Bukti Penciptaan, milik Dr Carl Baugh


Jejak raksasa dengan dinosaurus juga ditemukan di Taman Dinosaurus di Glen Rose. Dibandingkan dengan kaki manusia modern, panjangnya melebihi 45 cm (18 inci). Dilihat dari potongan Cross-sectional maka diperkirakan kaki ini adalah jejak kaki wanita. Perkiraan menunjukkan perawakan nya kira-kira 305 cm (10 kaki) dan berat sekitar 454 kg (1.000 lbs). Beberapa jejak kaki manusia dengan jejak kaki dinosaurus telah digali di taman ini.


Jejak kaki ini menjadi bagian dari 'perang' antara penganut creationism dan kaum evolutionis. Para ilmuwan menganggap ini bukti palsu atau buatan para penganut creationis.

Raksasa Irlandia


Sebuah artikel dari majalah Strand (Desember, 1895) dicetak ulang dalam "Jejak nenek moyang Irlandia" oleh WG Wood-Martin menyebutkan bahwa fosil raksasa ini ditemukan selama operasi penambangan di County Antrim, Irlandia: "Obyek yang paling luar biasa yang pernah dimiliki oleh Perusahaan kereta api adalah fosil raksasa Irlandia, yang saat ini terbaring di London dan North - Western Railway Company's Broad street goods depot, dan foto yang direproduksi di sini... Sahabat Remaja Gembira figur raksasa ini telah digali oleh Mr Dyer yang menambang biji besi di County Antrim. Ukuran raksasa ini adalah:....... panjangnya, 12ft 2in; lingkar dada 6ft 6in, dan panjang lengan, 4ft 6in. Ada enam jari-jari kaki di kaki kanan Berat kotor adalah 2 ton 15cwt, sehingga butuh setengah lusin pria dan derek yang kuat untuk menempatkan fosil ini dalam posisi seperti didalam foto. setelah menunjukkan raksasa ini di Dublin, Dyer membawanya ke Inggris dan memamerkannya di Liverpool dan Manchester.

Raksasa Georgia


Pada tahun 2008 tulang seorang pria raksasa kuno digali dekat Borjomi, di Georgia (Kaukasus) dan dilaporkan dalam berita. Raksasa ini diperkirakan tingginya mencapai 2,50 hingga 3 meter (Sekitar 9 sampai 10 kaki) dan memiliki tengkorak sekitar 3 kali ukuran normal.

Temuan raksasa di pegunungan Kaukasus bukanlah hal baru. Kerangka manusia Empat meter ditemukan oleh dua arkeolog amatir di Georgia dekat desa Udabno pada musim panas tahun 2000, dan tengkorak raksasa juga ditemukan di sebuah gua dekat Gora Kazbek, Georgia pada tahun 1920-an, belum lagi penemuan oleh ilmuwan Soviet di tahun 1950.

Raksasa Turki


Dan yang dibawah ini adalah tulang paha manusia sepanjang 120cm yang ditemukan di Turki. 




Jakarta (SI ONLINE) - Ada perbedaan antara ilmuwan Islam dengan ilmuwan Barat. Bedanya, kata Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Prof Dr Rokhmin Dahuri, ilmuwan Barat sering mendasarkan hipotesisnya dari Al-Quran dan Hadits sedangkan ilmuwan Islam malah jarang membaca apalagi memdasarkan hipotesisnya pada Al Quran dan Hadits.

Demikian diungkapkan Rokhmin Dahuri yang juga merupakan anggota Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), dalam diskusi "Penataan Iptek Bagi Pembangunan Peradaban Bangsa" di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (19/12/2012).

Ia mengatakan Al Quran surat Ali Imran misalnya, banyak bidang keilmuan yang tersirat dalam surat tersebut seperti merenungkan kejadian alam. Tujuannya, agar umat Islam menguasai teknologi.

"Namun ilmuwan Barat banyak yang tidak jujur dan anehnya kita malah alergi dengan Al Quran dan Hadits," tandasnya.

Fenomena yang terjadi saat ini, kata Rokhmin, ilmuwan Muslim banyak yang menelan mentah-mentah Iptek Barat, padahal kemajuan Iptek yang dilakukan Barat terbukti gagal, berbeda dengan pada saat masa kejayaan Iptek Islam yang terbukti berhasil.

"Kalau Barat berpikirnya bagaimana mematenkan dan menjualnya. Kalau Islam berbeda, ilmu itu harus disebarluaskan tanpa harus dijual," lanjut dia.

Rokhmin juga mendorong agar umat Islam tidak berhenti sebatas dengan pengetahuan yang dimilikinya. Dia yakin kejayaan Iptek sesungguhnya adalah bermanfaat bagi seluruh umat manusia.

Frassminggi Kamasa
Penulis adalah mahasiswa S2 jurusan Hubungan Internasional di Victoria University of Wellington, New Zealand.

Israel telah menggempur Gaza sejak hari Rabu (14/11/2011) melalui operasi militer Pillar of Defence. Aksi militer ini dilakukan lewat serangan udara dan laut yang hingga Rabu (21/11/2011) telah menewaskan 130 orang, 27 di antaranya anak-anak, dan korban luka-luka mencapai lebih dari 1000 orang. Sementara dari pihak Israel, lima orang tewas dan belasan lainnya luka-luka.[1]

Aksi militer Israel ini mendapat dukungan dari negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa karena dianggap sebagai hak Israel untuk membela diri.[2]  Hal ini berdasarkan klaim dari Israel bahwa mereka harus menyerang untuk mempertahankan diri dari serangan roket Hamas seminggu sebelum operasi militer.

Hal ini bertentangan dengan fakta bahwa Israel menyerang terlebih dahulu sejak Rabu (14/11/2011) dengan tewasnya komandan Hamas Ahmed Jabari setelah dibom oleh serangan udara tentara Israel hanya beberapa jam setelah ia menerima rancangan perjanjian gencatan senjata jangka panjang dengan Israel.[3]  Israel justru lebih memilih aksi militer daripada perjanjian damai.

Klaim bahwa Israel membela diri juga sulit untuk diterima karena faktanya mereka menjajah Palestina dan kini berusaha mempertahankan wilayah jajahannya melawan penduduk yang telah mereka jajah. Ini adalah kejahatan perang.

Kejahatan perang adalah tindakan yang melanggar hukum internasional, perjanjian, kebiasaan, dan praktek-praktek yang mengatur konflik militer antara negara-negara atau pihak-pihak yang berperang. Kejahatan perang dapat dilakukan oleh angkatan bersenjata suatu negara atau angkatan bersenjata yang tidak teratur.

Kejahatan perang dapat jatuh dalam tiga kategori: kejahatan terhadap perdamaian, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang tradisional. Sulit dibantah Israel terlibat dalam tiga jenis kejahatan perang tersebut.

Selama 66 tahun, rakyat Palestina terus menerus terbunuh karena dunia internasional gagal menetapkan resolusi untuk menghentikan masalah di Palestina atau mengkriminalisasikan pelaku pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang dilakukan militer Israel terhadap rakyat Palestina.

Jika kita melihat dengan cermat ke belakang, tidak ada kejahatan perang atau gerakan sistematik terorisme di luar Eropa sebelum bangsa Eropa dan bangsa Yahudi mendirikan negara Zionis Yahudi di tanah Palestina. Aksi kejahatan perang dalam bentuk terorisme negara justru pertama kali dilakukan oleh Haganah dan Irgun Zeva’i Le’umi untuk  membujuk Inggris agar mendirikan Israel.

Rakyat Palestina kemudian diusir dari tanah airnya dan dipaksa untuk menjalani hidup sengsara sebagai pengungsi  selama lebih dari 50 tahun. Karena perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan kembali tanah mereka inilah terjadi perang konvensional, kemudian protes sipil, dan pada akhirnya demonstrasi dengan kekerasan.

Israel menuntut Eropa dan dunia internasional untuk menebus kejahatan terhadap mereka di masa lalu tetapi mereka terus menerus melakukan kejahatan perang di Palestina. Dalam keadaan putus asa, rakyat Palestina terpaksa menggunakan apa yang disebut sebagai aksi teror.

Dunia pun mengutuknya. Tetapi dunia tidak mengutuk aksi teror yang lebih mengerikan yang dilakukan oleh Israel seperti pembantaian di Sabra dan Shatila, penembakan dan pembunuhan anak-anak, penggunaan peluru yang dilapisi uranium terdeplesi yang apabila terkena satu objek akan meledak dan mengeluarkan 40 persen uranium radioaktif yang menyebabkan partikelnya menyebar di atmosfer bertahun-tahun setelah perang usai, merusak DNA sperma dan sel telur sehingga menyebabkan cacat pada bayi yang baru lahir hingga kematian fatal, bom fosfor putih yang ketika meledak maka fosfor putih yang mematikan akan tumpah dan mengenai penduduk sipil yang akhirnya akan memakan korban dalam jumlah besar, penghancuran rumah warga Palestina sementara penghuninya berada di dalam, serangan pesawat dan helikopter tempur Israel, dan bahkan kini Israel mengancam menggunakan senjata nuklir.

Impunitas dan kebiadaban Israel tidak boleh dibiarkan berlanjut terus menerus. Karena apabila ini terjadi, maka akan menunjukkan kejelasan standard ganda yang digunakan Barat dengan paradigma HAM-nya dan akibatnya justru akan menimbulkan reaksi teror yang tiada habisnya.

Penindasan dan ketidakadilan yang dirasakan rakyat Palestina akan terus berlanjut dan tak terperikan, konflik akan terus memanas, dan ekskalasinya semakin menajam. Komunitas internasional termasuk juru damai, seperti Indonesia, dapat mengambil peran penting dalam konflik ini.

Pertama, Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia dapat membuat pernyataan jelas dan tegas kepada Israel agar menghentikan serangan militer ke Gaza. Setelah itu kemudian dapat menindaklanjutinya dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina, khususnya Gaza, untuk menunjukkan bahwa Indonesia mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina.

Hal ini sesuai dengan amanat UUD 1945 bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Sebagai umat Islam, kita meyakini bahwa “sesungguhnya orang Mukim itu bersaudara...” (surah al-Hujurat (49): 10) dan sabda Rasulullah SAW bahwa “perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur” (HR. Bukhari, Muslim).

Kedua, Indonesia dapat mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah cepat dan nyata untuk menghentikan aksi militer Israel ini agar tidak berkembang menjadi invasi seperti yang terjadi di tahun 2008-2009. Invasi ini dilakukan dengan dalih yang sama untuk membela diri guna merespons terorisme yang dilakukan oleh Hamas dari Gaza.

Invasi tiga minggu ini telah membumihanguskan kota Gaza, memakan korban sebanyak 1417 orang, 926 warga sipil tewas termasuk 313 anak-anak dan 116 wanita, dan 5303 orang terluka. Sementara dari pihak Israel 13 orang tewas, tiga di antaranya warga sipil, dan 518 orang terluka.[4]  Kali ini harus ada sanksi yang tegas kepada Israel agar tercipta efek jera dan kejahatan perang tidak terulang lagi.

Ketiga, komunitas internasional harus memperjelas bahwa aksi militer Israel dianggap sebagai kejahatan perang karena telah melakukan serangan secara indiskriminatif. Israel harus diseret ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk mempertanggungjawabkan penjajahan dan penindasan yang mereka lakukan terhadap bangsa Palestina.

Meski Indonesia belum menjadi negara pihak dalam ICC, namun Indonesia dapat mendorong komunitas internasional agar kejahatan Israel diselidiki dan ditindak tegas karena telah melanggar hukum humaniter internasional dan hukum HAM.

Bentuk dukungan terhadap Pengadilan Kejahatan Perang di Kuala Lumpur yang telah mengadili secara simbolis G.W. Bush dan T. Blair sebagai penjahat perang, yang diinisiasi oleh mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad, dapat dijadikan bentuk alternatif dukungan untuk melawan kejahatan perang.[5]

Instrumen hukum humaniter internasional yang utama adalah Konvensi Jenewa (I-IV) tahun 1949. Konvensi Jenewa 1949 adalah pranata hukum internasional yang pada pokoknya mengatur cara memperlakukan tentara yang cedera, sakit atau mengalami kecelakaan di medan perang. Konvensi ini disepakati pada 12 Agustus 1949 di Jenewa, Swiss. Pada tahun 1977, sejumlah negara sepakat membuat aturan tambahan terhadap Konvensi itu, kemudian dikenal sebagai Protokol Tambahan I tentang Perlindungan Terhadap Korban Sengketa Bersenjata Internasional, dan Protokol Tambahan II tentang Perlindungan Terhadap Korban Sengketa Bersenjata Non Internasional.[6] 

Indonesia sendiri adalah negara pihak dalam Konvensi Jenewa 1949 setelah diratifikasi tahun 1958, tetapi hingga saat ini masih belum meratifikasi Protokol Tambahan tersebut.
Indonesia dapat mendorong agar komunitas internasional yang termasuk dalam negara pihak Konvensi Jenewa memenuhi kewajiban hukum mereka, seperti yang diatur dalam pasal 146 Konvensi Jenewa Keempat, untuk menghukum setiap orang yang diduga melakukan pelanggaran berat terhadap Konvensi Jenewa.

Keempat, Indonesia dapat menggalang solidaritas internasional untuk membuka perbatasan di jalur Gaza agar bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi internasional bisa masuk. Ini penting untuk memulihkan kehidupan warga sipil yang hancur akibat aksi militer Israel. Indonesia dapat mendorong dunia internasional untuk mendesak Israel mematuhi kewajiban hukum pasal 55 Konvensi Jenewa agar penjajah (Israel) menyediakan barang yang diperlukan untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan warga sipil karena sumber daya yang terbatas di Gaza.

Terakhir, agar pemerintah Indonesia juga bersikap konsisten melihat permasalahan lain terhadap umat Islam, seperti di Rohingya, Myanmar, misalnya.

Perlu diberikan catatan penting juga agar umat Islam tidak lupa dengan saudara-saudaranya di tanah air yang sedang membutuhkan uluran tangan kita semua. Kita dapat membantu saudara-saudara kita, tidak hanya umat Islam, secara bersamaan di tanah air dan dunia internasional tanpa harus mempermasalahkan kedua-duanya.

Skala prioritas memang ada di tanah air tetapi tidak sewajarnya kita berdiam diri di saat krisis kemanusiaan saat ini sedang terjadi di Gaza. Setidaknya kita bisa berdoa, memberikan sumbangan apabila memungkinkan, peduli dengan mengikuti perkembangannya, dan mendorong agar pemerintah kita aktif membantu perjuangan bangsa Palestina yang saat ini sedang dijajah dan ditindas oleh Israel.

Komunitas internasional sessungguhnya mengetahui bahwa bangsa Palestina, baik yang Muslim dan yang non-Muslim, sedang dijajah oleh Israel dan pemukiman Yahudi di wilayah yang dijajah Israel jelas ilegal. Sudah banyak hukum internasional atau norma universal sebagai bangsa beradab yang dilanggar Israel.

Israel jelas melanggar Konvensi Jenewa Keempat pasal 49 yang menyebutkan bahwa “penjajah tidak akan mendeportasi atau mentransfer sebagian penduduknya sendiri ke wilayah yang dijajah.” Kenyataannya, Israel telah menjajah di Tepi Barat, Jerusalem Timur, Jaluar Gaza, dan Dataran Tinggi Golan. Fakta ini didukung oleh Palang Merah Internasional, PBB, dan Mahkamah Internasional.[7]  Tetapi apa daya mereka tak berkutik di hadapan Israel.

Catatan Akhir:
[1] http://news.xinhuanet.com/english/world/2012-11/21/c_123977769.htm, http://www.tehrantimes.com/component/content/article/103493
[2]  http://www.guardian.co.uk/world/2012/nov/16/us-full-backing-israel-gaza, http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/middleeast/israel/9679747/Israel-to-take-whatever-action-necessary-in-Gaza.html, http://www.jpost.com/DiplomacyAndPolitics/Article.aspx?id=292602.
[3] http://www.globalresearch.ca/israel-approved-killing-of-hamas-commander-amid-talks-on-long-term-truce/5311922
[4] http://web.archive.org/web/20090612193512/http://www.pchrgaza.org/files/PressR/English/2008/36-2009.html
[5] http://www.stuff.co.nz/world/americas/6924694/George-W-Bush-guilty-of-war-crimes, http://www.globalresearch.ca/breaking-historic-judgment-bush-associates-found-guilty-of-torture/30816
[6] http://hukumonline.com/berita/baca/hol17528/indonesia-berniat-ratifikasi-protokol-konvensi-jenewa-1949, http://www.icrc.org/ihl.nsf/full/380 
[7] http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/1682640.stm

GAZA (Arrahmah.com) – Para pejuang Palestina menegaskan bahwa mereka mampu menghancurkan tujuh tank tempur Israel jenis Merkava dengan menggunakan bom dan misil peluncur roket. Akibatnya, sejumlah serdadu Israel tewas dan luka-luka. Mereka menegaskan bahwa semua tank Israel yang menyerang Gaza akan dihancurkan seluruhnya.
Jubir Batalion Al-Quds, sayap militer Jihad Islami, Abu Hamd menegaskan bahwa para pejuang Palestina di wilayah perkampungan Zaitun berhasil menghancurkan tujuh tank dan ada puluhan serdadu Israel tewas dan lainnya luka-luka. Ia menegaskan bahwa serdadu Israel terjebak dalam banyak ranjau bom.
Sebelumnya, Batalion Izzuddin Al-Qassam menegaskan bahwa mereka berhasil menghancurkan sedikitnya dua tank dengan menggunakan roket anti tank jenis B29.
Abu Hamd menambahkan dalam pernyataannya bahwa perang hakiki belum dimulai dan ribuan personel kelompok perlawanan Palestina menyebar di seluruh penjuru. Ia menyatakan bahwa perlawanan Palestina baik-baik saja. Tidak banyak perlawanan Palestina yang gugur. Justru Israel membantai rakyat sipil untuk menutupi kegagalan mereka. Sementara perlawanan Palestina memiliki kesiapan jika operasi serangan diperluas.
Ia mengisyaratkan bahwa satuan pemantau perlawanan memberikan isyarat bahwa musuh Israel mulai mengevakuasi sejumlah besar pasukannya yang terbunuh dan luka-kuka di timur Gaza dengan menggunakan mobil pengangkut dan pesawat ke RS mereka. Ini menunjukkan Israel mengalami kerugian besar. (Hanin Mazaya/infopalestina)

Muslimahzone.com -  Bila Allah menghendaki, Allah akan membuka hati seseorang untuk berlapang dada menerima Islam. Dan tak ada yang dapat menghalangi Kehendak Allah Subahanahu wa Ta'ala.
Hidayah Islam telah menyapa seorang wanita yang memiliki pekerjaan sebagai perwira polisi Amerika Serikat (AS) di Detroit. Dalam sebuah wawancara di Youtube pada  September 2011, ia menceritakan bagaimana ia memeluk Islam. Berikut adalah singkat cerita tentangnya yang diterjemahkan dari trasnkrip Onislam.
***
Assalamu'alaykum, Namaku Raquel. Aku masuk Islam sepekan yang lalu. Aku adalah seorang perwira polisi di kota Detroit. Aku bekerja di sana dari 1996 hingga 2004, dan aku ditembak pada tahun 2002. Aku ditembak ketika sedang bekerja pada pekerjaan itu. Aku hampir meninggal dan aku tahu bahwa aku memiliki sebuah awal baru dan sebuah hidup baru.
Aku agaknya tidak tahu bagaimana untuk mengikuti Tuhan. Aku hanya tidak tahu agama apa untuk diyakini hingga aku bertemu beberapa teman Muslim yang benar-benar berbicara padaku dan menjelaskan banyak hal kepadaku. Hal itu sangat mengubah hidupku dan aku tidak takut mati lagi.
Satu-satunya hal adalah kita untuk takut kepada Allah dan kita tidak pernah tahu kapan hari berikutnya bagi kita, jadi lebih baik kita mengatakan Syahadat sekarang dan memiliki iman itu, karena hanya ada satu Tuhan, dan aku tahu itu.
Aku benar-benar hampir mati, dan jika aku telah mati pada hari itu, aku tidak tahu apakah aku akan pergi ke Neraka atau tidak. Tetapi sekarang, aku telah memiliki kepercayaan diri dan kedamaian serta kebahagaian yang aku tahu kemana aku akan pergi jika sesuatu terjadi padaku hari ini.
Sebelum aku menjadi Muslim, aku benar-benar tidak memiliki pendapat yang kuat sejauh ini tentang umat Islam. Aku bukan seorang yang pro-Muslim atau anti-Muslim atau apapun semacamnya. Aku selalu menjadi tipe orang yang seperti itu, aku benar-benar open-minded (berpikiran terbuka). Dan itu adalah satu hal yang sangat berbeda tentangku dari keluargaku, bahwa aku sangat open-minded dan aku menghormati orang-orang atas apa yang mereka yakini.
Aku sebenarnya marah dalam pekerjaanku sebagai seorang polisi karena orang-orang menyerang Muslim di Detroit atas kesalahan yang tidak ada alasannya sama sekali, terutama setelah serangan 9/11.  Dan itu sangat menyakiti hatiku untuk melihat semua ini dan benar-benar setelah itu aku menjadi sangat tertarik dengan keyakinan Islam setelah 9/11 karena aku sangat terganggu oleh hal-hal yang aku lihat sebagai petugas polisi di jalanan.
Menjadi Seorang Muslim Baru di Las Vegas
Raquel yang kemudian tinggal di Las Vegas sebagai seorang Muslim yang baru, berusaha untuk mempelajari Islam lebih dalam dan berusaha menunjukkan sikap baik seorang Muslim.
Aku di sini di Las Vegas di Masjid ku dan aku memberikan beberapa pakaian kepada orang-orang yang membutuhkan. Apa yang kita lakukan adalah hanya meninggalkannya di atas meja untuk mereka dan mereka datang serta berharap mereka dapat mendapatkan sesuatu yang mereka sukai. Jadi aku hanya pergi untuk meninggalkan pakaian-pakaian untuk lingkungan sekitar dan mereka dapat mengambil apa yang mereka butuhkan, dan berharap ada beberapa sweater yang bagus di sini yang mereka dapat gunakan karena di Vegas cukup dingin.
Sebagai seorang wanita yang baru saja menjadi Muslimah sepekan (ketika itu), Raquel masih belum lancar mengucapkan do'a-do'a atau surat yang harus ia baca ketika shalat. Sehingga ia membaca dari kertas apa-apa yang harus ia baca (yang telah ia salin ke dalam tulisan latin) ketika shalat. Ia hanya belajar melalui internet dengan mendengarkan audio, kemudian ia mencari kalimat yang bertuliskan latin dan terjemahan bahasa inggris. 
Aku tahu bagi beberapa orang mungkin berkecil hati untuk belajar bahasa baru. Pada dasarnya ini adalah sebuah budaya. Ini (Islam) bukan hanya sekedar agama, ini adalah jalan hidup. Bagiku, ini tidak menakutkan. Hanya saja bahwa aku ingin belajar lebih cepat dan aku ingin bisa melakukannya sendiri. Tetapi sulit karena aku di rumah sendiri dan aku belajar hampir semuanya melalui internet, bahkan bagaimana aku mengikat (memakai) kerudungku dan segalanya. Aku harus belajar semuanya sendiri. Tetapi ini telah menjadi pengalaman sangat indah dan ada banyak kedamaian padanya dan banyak kebahagiaan yang kalian tidak pernah pelajari dan mendapatkannya. ini adalah sebuah pengalaman yang luar biasa!
Aku sepenuhnya tahu bahwa aku melakukan hal yang benar. Aku telah mempertimbangkannya selama dua tahun. Aku memiliki banyak teologi dan pengetahuan tetapi aku belum pernah mengalaminya. Akut tidak pernah pergi ke sebuah Masjid dan tidak juga berpengalaman, tetapi aku memiliki banyak teman Muslim dan bahkan aku memilik seorang teman kerja Muslima di pasukan kepolisian yang menjelaskan (tentang Islam) banyak kepadaku.
Dalam video itu, Raquel melakukan sholat dengan membaca bacaan-bacaan sholat dengan masih terbata-bata, namun ia terlihat menikmatinya.
Ketika aku sholat, meskipun aku tidak begitu mengerti do'a-do'a itu, apa yang aku lakukan ada di internet, aku mengetahui beberapa situs di mana setelah ada bahasa Arabnya, aku akan mendapatkannya dalam bahasa Inggris (tulisan latin) juga. Jadi aku akan membacanya dalam versi Inggris (maksudnya dalam tulisan latin -red) dan ini begitu kuat dan aku merasa dilindungi, dan aku tahu bahwa di dunia ini tidak ada yang harus aku takutkan kecuali Allah. Sangat menyenangkan. Ini baru dalam hidupku dan aku baru saja mengenal kedamaian dan sebuah kebahagiaan baru yang datang padaku.
Hal yang paling utama yang aku sukai tentang Islam adalah aku benar-benar tertutup (menutup tubuh), aku lakukan. Jujur saja aku benar-benar menikmatinya, terutama di sini di Las Vegas karena para pria melihat kepada wanita dengan sangat menyeramkan dan aku benar-benar merasa aman. Satu hal lainnya yang aku suka adalah bahwa aku belajar banyak. Aku belajar banyak dan aku senang belajar. Dan aku selalu yakin bahwa kehidupan adalah sebuah pengalaman belajar. Dan aku sangat mencintai tentang ini (Islam), aku belajar sesuatu yang baru setiap hari.
Ada banyak kedamaian dan banyak kebahagaiaan yang aku tidak pernah rasakan sebelumnya.
(muslimahzone.com)

21.01 , , ,
Dr.Sameera Moussa. Alamogordo, Amerika Serikat, selasa 16 Juli 1945. Waktu menunjuk tepat jam 05:30. Dipagi hari yang indah itu sebuah sejarah diukir di pangkalan udara Alamogordo.Percobaan peledakan bom nuklir, dibawah pimpinan J.Robert Oppenheimer, berhasil dengan gemilang. Sorak sorai pun bergemuruh “menyambut” hasil penelitian yang diulakukan di sebuah laboratorium di Los Alamos tersebut.Namun kurang dari sembilan bulan kemudian, tepatnya pad atanggal 6 dn 7 Agustus 1945, hasil perecobaan itu telah merenggut korban pertamanya.Ratusan ribu anak manusia mati dan luka,dan dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki menjadi rata dengan tanah.

Ternyata “korban” dari Manhattan Project tidak berhenti disini. Dalam rentang waktu empat dasawarsa , dari 1952 sampai 1989, enam doktor Muslim ahli nuklir dibunuh secara misterius. Inilah kisah kematian Dr.SAmirah musa, Dr.Samir Naguib, Dr.Nabil al-Qalini, Dr. Yahya el-Meshad,Dr.Ahmad Nabil dan Dr.Said Sayyid Badir yang penuh misteri.

Sameera Moussa dilahirkan di Gharbia Governorat. Mesir pada tahun 1917. Ibunya meninggal akibat penyakit kanker. Sepeninggal ibunya, ayahnya memutuskan membawa putrinya Sameera pindah ke Kairo. Di kota ini, ayahnya membuka usaha penginapan berupa hotel kecil di wilayah El-Hussein . Atas desakan ayahnya, Sameera menempuh pendidikan sekolah dasar Kaser El-Shok salah satu sekolah tertua di Kairo. Setelah dia menyelesaikan pendidikan dasar ia bergabung dengan Banat El-Ashraf, sebuah sekolah yang dibangun dan dikelola oleh Nabawya Moussa, aktivis politik yang terkenal.

Pada tahun 1939, Sameera Moussa memperoleh gelar B.Sc. bidang radiologi dengan derajat First Class Honours setelah meneliti efek radiasi X-ray pada berbagai material .Karena kepandaiannya, Dr Moustafa Mousharafa, dekan fakultas mengangkatnya menjadi Asisten Profesor.Ia merupakan muslimah pertama yang menduduki posisi tersebut di universitas Kairo dan menjadi muslimah yang pertama pula yang menyabet gelar Ph.D. dalam bidang radiasi atom.

Sameera Moussa menerima beasiswa dari Fullbright Atomic Program untuk berkenalan dengan fasilitas penelitian nuklir modern di Universitas California.Ia diberi izin untuk mengunjungi fasilitas atom rahasia AS. Kunjungan ke faslitas nuklir tersebut menyulut perdebatan keras di kalangan akademik Amerika Serikat .Sameera adalah orang “asing” pertama yang memiliki akses ke fasilitas rahasia tersebut.
Dia menolak beberapa tawaran untuk tinggal di Amerika Serikat dan akan diberikan Amerika kewarganegaraan. Ia mengatakan “Mesir, tanah air sayangku, sedang menunggu saya “.

San Fransisco ,California ,Jum’at 16 Agustus 1952.Pagi itu Dr. Sameera Mousa, wanita ahli nuklir jebolan Universitas Kairo Mesir yang sedang melakukan riset di Pusat Reaktor Nuklir San Fransisco menerima undangan yang diantar oleh seorang kurir.Tanpa perasaan curiga sedikitpun, muslimah pertama yang ahli di bidang fisika nuklir ini berangkat ke kantornya naik mobil yang dikendarai si kurir tersebut.Ketika mobil yang dinaiki doctor ini melewati jalan yang menanjak dan ketika meluncur turun, sikurir tiba-tiba membuka pintu mobil dan meloncat keluar.Sementara mobil yang dikendarai Dr. Sameera Moussa meluncur kencang tidak terkendali dan menabrak sebuah trailer yang tiba-tiba muncul di depan.Tanpa ampun mobil Dr.Sameera Moussa melesat kedalam jurang sedalam 54 meter dan doktor nuklir pertama muslimah itu tewas seketika.

Spekulasi berkembang, pembunuhan Dr.Sameera Moussa diskenario dinas inteljen Israel .Operasi inteljen khas mossad meghabisi ilmuwan-ilmuwan muslin yang dianggap membahayakan Israel.

Dr.Sameer Naguib (Diburu Trailer)

Kematian Dr. Samirah Musa yang diwarnai misteri membuat pemerintah Mesir berhati-hati mengiirm putera-putera terbaiknya belajar ke Amerika Serikat. Pada Wktu itu belum banyak anak-anak muda berbakat yang menggeluti bidang yang berkaitan dengan fisika nuklir.Pada awal tahun enam puluhan Universitas Kairo kembali mengajukan putera terbaiknya, Dr.Sameer Nagubi ,untuk melanjutkan studi mengenai nuklir di Amerika Serikat.

Sameer Naguib menyabet gelar doktor d bidang yang digelutinya dan menunjukkan kemampuan ilmiah yang menonjol .Bukan luar biasa ketika Universitas Detroit membutuhkan associate professor di bidang fisika, dialah yang terpilih di antara dua ratus pelamar dari berbagai bangsa. Segera pula penelitian yang ia lakukan mengundang perhatian banyak pihak.Ia lalu mendapat banyak tawaran ,dengan imbalan materi yang tinggi untuk mengembangkan hasil-hasil penelitian.

Berbagai tawaran menarik tidak membuat Dr. Sameer Naguib tergiur.Sebulan setelah Mesir kalah da;am Perang Juni 1967,ia memesan tiket pesawat menuju Kairo pada tanggal 13 Agustus 1967.Merasakan getirnya kekalahan yang diderita negerinya dan bangsanya dalam prang tersebut,ia merasa terpanggil untuk segera pulang ke Mesir.Begitu ia menyatakan maksudnya untuk”pulang kampung”,berbagai pihak di Amerika serikat dan beberapa negara barat “merayu” Dr.Sameer Naguib untuk tidak pulang.Namun ia telah mengambil sikap bulat,ia akan tetap “pulang kampung”untuk mendarmabaktikan diri pada negeri dan bangsanya.

Sabtu 13 Agustus 1967,Dr. Sameer Naguib bersiap-siap menuju andara Detroit.

Segera setelah semuanya beres, iapun mengemudikan mobilnya menuju bandara dengan perasaan gembira. Tidak lama lagi ia akan bertemu kembali dengan tanah kelahiaran dan keluarganya yang lama ia tinggalkan.Ketika mobil Dr.Sameer Naguib memasuki high-way ,tiba-tiba sebuah trailer memburu mobil yang sedang dikendarainya. Semula Dr.Sameer mengira trailer tersebut tidak mengejarnya. Namun trailer itu semakin kencang jalannya, Dr.Sameer pun menggerakkan mobilnya ke pinggir. Triler itu tetap memburunya dan mempercepat jalannya. Dr.Sameer Naguib berusaha keras menghindar.Tetapi ia terlambat. Tidak lama kemudian trailer itu benar-benar menabrak dan mencabik-cabik mobil doktor muda tersebut beserta isianya Dr.Sameer naguib pun tewas seketika.Kembali dunia Islam kehilangan seoarang ahli nuklirnya dan Universitas Kairo sekali lagi mengibarkan bendera hitam setengah tiang.

20.31 ,
Anda yang gemar membaca komik Asterix dan anda yang pernah menonton film ‘Pirates of The Carribean’, tentu ingat karakter jahat ‘Barbarossa’ bukan? Sejak zaman pertengahan, aneka macam karya fiksi Eropa dan Amerika biasa menggunakan nama Barbarossa untuk menamai karakter seorang penjahat –biasanya seorang bajak laut jahat. Makna negatif Barbarossa terus dipropagandakan hingga zaman sekarang, meski di dalam setting-setting yang berbeda. Tak ada asap jika tak ada api, kebiasaan para penulis fiksi Eropa dan Amerika ini tentu ada sebabnya.
The Barbarosa Brothers
 
Pada abad ke-15 masehi, di Laut Mediterania ada dua bajak laut bersaudara yang disebut The Barbarossa Brothers. Kedua tokoh ini menjadi legenda dalam dunia ‘per-bajak-laut-an’ dan merupakan tokoh bahari yang sangat ditakuti orang-orang Eropa pada zamannya. Kebiasaannya ialah membajak barang-barang berharga yang diangkut oleh kapal-kapal milik kerajaan-kerajaan Eropa yang melintasi Laut Mediterania. Awak kapal yang dibajak biasanya diberi dua pilihan; mati karena melawan atau hidup dengan menyerah secara sukarela.


Siapakah sebenarnya Barbarossa yang sangat ditakuti oleh orang-orang Eropa selama berabad-abad itu? Mengapa hingga zaman sekarang nama itu terus menghantui benak dan pikiran mereka?


Barbarossa bukanlah sebuah nama. Barbarossa merupakan kata dalam bahasa Latin –gabungan dari kata barber (janggut) dan rossa (merah). Jadi Barbarrossa berarti janggut merah. Barbarossa merupakan julukan yang diberikan oleh para pelaut Eropa kepada kakak-beradik Aruj dan Khairuddin dari Turki. Kedua kakak beradik ini hanyalah pelaut-pelaut biasa yang rutin berlayar di wilayah perairan Yunani dan Turki.


Awal Gerakan Barbarosa


Pada suatu hari, tanpa sebab yang jelas, kapal milik keluarga mereka diserang secara brutal oleh kapal militer Knight of Rhodes. Dalam peristiwa ini, adik bungsu Aruj dan Khairuddin tewas terbunuh. Aruj dan Khairuddin sangat terpukul dengan kematian adik bungsu mereka. Sejak saat itu, mereka melakukan aksi bajak laut kepada semua kapal-kapal militer milik kerajaan-kerajaan Kristen. Aksi-aksi mereka sangat menggemparkan dan membuat mereka ditakuti militer Kristen. Aruj dan Khairuddin pun kemudian dikenal sebagai The Barbarossa Brothers Pirates karena keduanya berjanggut merah.


Kaum Eropa menyebut Barbarossa sebagai bajak laut, meskipun tidak ada bendera hitam dan tengkorak yang menjadi simbol bajak laut. Bendera yang dipasang Aruj dan Khairuddin di kapal mereka adalah sebuah bendera berwarna hijau berisi kaligrafi doa Nashrun minallaah wa fathun qariib wa basysyiril mu’miniin, ya Muhammad, empat nama khulafaur rasyidin, pedang Zulfikar dan bintang segi enam Yahudi (Bintang David). Awak kapal yang dipimpin kedua bersaudara ini terdiri atas orang-orang Islam dari bangsa Moor, Turki, dan Spanyol, serta beberapa orang Yahudi.


Pada tahun 1492 M, Andalusia yang sejak tahun 756 M dikuasai oleh Daulah Khilafah Islamiyah, jatuh ke tangan Pasukan Salib yang terdiri atas pasukan gabungan Aragon dan Spanyol. Dalam peristiwa penaklukan Andalusia ini, jutaan orang Islam dan Yahudi tewas dibantai pasukan yang dipimpin Raja Ferdinand II dari Aragon.


Perjuangan Jihad Barbarosa
Peristiwa itu mengubah haluan misi dendam Aruj dan Khairuddin menjadi misi Jihad Islam. Bahu-membahu bersama sekelompok milisi bangsa Moor, mereka kemudian menyelamatkan puluhan ribu Umat Islam dari Spanyol ke Afrika utara (Maroko, Tunisia dan Aljazair). Kemudian mereka membangun basis pertahanan laut di Aljazair untuk menghadang gelombang serangan Pasukan Salib dari jalur Afrika Utara menuju Tanah Suci Palestina.


Khalifah Islam saat itu, Sulaiman I, mendengar cerita-cerita heroik Barbarossa bersaudara. Sulaiman I sangat kagum pada heroisme mereka. Karena prestasi mereka di lautan, akhirnya Sulaiman I mengangkat Aruj dan Khairuddin sebagai Kapudan Pasha (Panglima Angkatan Laut) Khilafah Islamiyyah untuk membenahi Angkatan Laut Daulah Khilafah Islamiyah yang amburadul.


Adu Domba Pihak Spanyol


Pada tahun 1518 Spanyol berhasil menghasut Amir kota Tlemcen (Tilmisan) untuk melancarkan pemberontakan kepada kepemimpinan Aruj. Aruj kemudian menyerahkan pemerintahan Aljazair kepada Khairuddin untuk sementara. Lalu ia memimpin pasukan untuk berangkat ke Tlemcen. Hati Aruj sangat pilu karena ia malah berperang dengan saudara sendiri sesama Muslim. Akibatnya ia kurang berkonsentrasi dan pasukannya kocar-kacir. Aruj sempat lolos, namun banyak pasukannya yang tertangkap. Karena hubungan emosionalnya dengan anak buahnya, Aruj kembali ke Tlemcen untuk bertempur dan ia gugur dalam pertempuran tersebut.


Dengan gugurnya Aruj, kepemimpinan Angkatan Laut Daulah Khilafah Islamiyah beralih ke tangan Khairuddin. Spanyol mengira bahwa era kejayaan Barbarossa di Laut Tengah telah berakhir. Lalu, dengan percaya dirinya, Spanyol mengirim 20.000 tentaranya ke Aljazair. Pertempuran hebat pun terjadi, namun Khairuddin berhasil menghajar pasukan laut tersebut.


Sejarah dan Kehebatan Pasukan Janissary


Guna meminimalisir ancaman dari negeri sekitar Aljazair, selain ancaman utama Spanyol, Khairuddin kemudian meminta kepada Khalifah Sulaiman I agar kekuasaan Amir Tunisia dan Tlemcen dialihkan kepadanya. Sulaiman I pun setuju. Pada 1519, Khalifah mengangkat Khairuddin sebagai beylerbey (Bakhlair Baik) atau wakil Khalifah untuk wilayah Aljazair dan sekitarnya. Kemudian Khairuddin juga ditugasi memimpin pasukan-pasukan elit Daulah Khilafah Islamiyah, Pasukan Janissary.
Dalam masa kepemimpinan Khairuddin, Pasukan Janissary berhasil melakukan banyak penyelamatan Umat Islam di Andalusia. Tercatat mereka melakukan 7 kali pelayaran dengan 36 buah kapal untuk mengangkut Umat Islam Spanyol yang diburu bagai hewan oleh Ferdinand II dan Pasukan Salibnya.


Pertengahan dekade 1520-an, Pasukan Darat Janissary yang dipimpin langsung Khalifah Sulaiman I berhasil memenangkan semua pertempuran darat. Pada saat bersamaan, Pasukan Laut Janissary di bawah pimpinan Khairuddin juga berhasil mengontrol lalu lintas pelayaran di Laut Tengah sepenuhnya. Kondisi ini membuat Pasukan Salib Kristen Eropa menjadi pusing tujuh keliling.


Awal Mula Minuman Capucchino
Dalam suasana putus asa, pada tahun 1529 di pulau Penon, Spanyol menembakkan meriam ke menara masjid saat Adzan sedang berkumandang. Maka terjadilah peperangan hebat di Penon dan setelah 20 hari pulau tersebut berhasil dikuasai kembali oleh Khairuddin. Sementara di daratan, Sulaiman I membombardir Wina (Ibukota Austria) dengan dua kali serangan namun keduanya gagal. Pasukan Islam yang mundur dari pertempuran meninggalkan beberapa karung kopi yang kemudian mengubah aturan Paus Roma yang sebelumnya mengharamkan minuman yang biasa diminum kaum muslim itu. Kemudian mereka menyebut minuman itu sebagai dengan nama cappuccino.


Pada tahun 1535 Pasukan Salib Gabungan Spanyol dan Genoa di bawah pimpinan Charles V dan Andrea Doria (Knight of Malta) menyerang Tunisia dengan kekuatan 25.000 orang pasukan dan 500 kapal. Pertempuran pun berjalan tidak imbang hingga Tunisia pun jatuh ke tangan Spanyol. Pada tahun-tahun selanjutnya, Khairuddin Sang Barbarossa mengalami banyak kekalahan. Namun ia berhasil menduduki kepulauan Beleares dan merampas kapal-kapal Portugis dan Spanyol di selat Gibraltar.


Akhir Gemilang Barbarosa Sebelum Tutup Usia


Tahun 1538, Pasukan Salib Gabungan Italia-Spanyol menyerang Preveza yang saat itu merupakan pelabuhan penting di Laut Tengah. Andrea Doria memimpin 40 kapal dan Barbarossa hanya memimpin 20 kapal. Namun dengan kecerdikannya, Barbarossa memecah armadanya ke tiga arah dan menjebak Pasukan Andrea Doria di tengah untuk kemudian membombardir armada Andrea Doria habis-habisan. Andrea Doria dan armada lautnya pun lari dari pertempuran. Walau begitu, Khairuddin tak mengejarnya karena ia tak ingin berperang di laut lepas, mengingat kapal-kapal armada laut Spanyol mempunyai peralatan yang lebih canggih. Apalagi ia hanya memimpin 20 kapal.


Tiga tahun kemudian, Pasukan Salib Gabungan Spanyol-Genoa kembali menyerang Aljazair dengan kekuatan 200 kapal. Mereka sengaja melancarkan serangan di luar musim berlayar, untuk menghindari pertemuan dengan Pasukan Barbarossa. Rakyat Aljazair di bawah komando Hasan Agha berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan Aljazair. Charles V dan Andrea Doria yang memimpin serangan tak mengira bahwa pertahanan dan strategi perang Hasan Agha sangat matang, sehingga armadanya pun kacau-balau. Ketika itu pula tiba-tiba badai laut dahsyat menghantam Laut Mediterania. Andrea Doria dan Charles V berhasil selamat, dan kembali ke negerinya dengan kekalahan pahit.


Tahun 1565, dalam usia senja, Khairuddin Barbarossa memimpin pasukan untuk merebut Malta dari tangan Knight of St. John. Namun dalam pertempuran itu, Khairuddin gugur. Kemudian Khairuddin dimakamkan di Istanbul. Di dekat kuburannya didirikan masjid dan madrasah untuk mengenangnya. Hingga kini makam tersebut masih terawat untuk menjadi bukti kepahlawanan Khairuddin alias Barbarossa yang namanya masih ditakuti bangsa Eropa hingga zaman sekarang.


Sumber: http://www.eocommunity.com/showthread.php?tid=30615

18.39 , ,
Jika kristen benar-benar mengikuti ajaran kitab sucinya maka kristen harus berdoa seperti apa yang Muslim lakukan yaitu dengan cara bersujud,bukan hanya berdiri saja apa lagi menghadap ke patung,sebab tak ada dalam bible bahwa tua-tua berdoa menghadap ke patung:

Di bawah ini adalah sebuah video yang menjelaskan bagaimana orang kristen seharusanya berdoa:

Baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru banyak terdapat nabi-nabi yang melakukan Sujud,Wudhu..

Sebelum menyaksikan videonya alangkah baiknya kita lihat dahulu ayat-ayat dalam Bible tentang cara berdoa yang di lakukan oleh para Nabi dalam Bible:

II Samuel 12:20 Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan.

Keluaran 30:21 haruslah mereka membasuh tangan dan kaki mereka, supaya mereka jangan mati. Itulah yang harus menjadi ketetapan bagi mereka untuk selama-lamanya, bagi dia dan bagi keturunannya turun-temurun."

Keluaran 40:31 Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya.

Mazmur 48:1. Nyanyian. Mazmur bani Korah. (48-2) Besarlah TUHAN dan sangat terpuji di kota Allah kita!

Kejadian 17:3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
Bilangan 20:6 Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka.

Yosua 7:6. Yosuapun mengoyakkan jubahnya dan sujudlah ia dengan mukanya sampai ke tanah di depan tabut TUHAN hingga petang, bersama dengan para tua-tua orang Israel, sambil menaburkan debu di atas kepalanya.

II 7:3 Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi TUHAN: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."

Nehemia 8:6 (8-7) Lalu Ezra memuji TUHAN, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan: "Amin, amin!", sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah.

Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Matius 17:6 Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan.

I Raja-raja 18:42 Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.

II Tawarikh 7:3 Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi TUHAN: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."

Wahyu 7:11 Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,

Mazmur 95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
Mazmur 22:29 (22-30) Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang turun ke dalam debu, dan orang yang tidak dapat menyambung hidup.

Hakim2 13:20 Sedang nyala api itu naik ke langit dari mezbah, maka naiklah Malaikat TUHAN dalam nyala api mezbah itu. Ketika Manoah dan isterinya melihat hal ini, sujudlah mereka dengan mukanya sampai ke tanah.

I Raja-Raja 18:39 Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"

Yehezkiel 9:8 Sedang mereka memukuli orang-orang sampai mati--waktu itu aku tinggal di belakang--aku sujud dan berseru, kataku: "Aduh, Tuhan ALLAH, apakah Engkau memusnahkan seluruh sisa Israel di dalam mencurahkan amarah-Mu atas Yerusalem?"

I 20:41 Maka pulanglah budak itu, lalu tampillah Daud dari sebelah bukit batu; ia sujud dengan mukanya ke tanah dan menyembah tiga kali. Mereka bercium-ciuman dan bertangis-tangisan. Akhirnya Daud dapat menahan diri.

Josua 5:14 Jawabnya: "Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang." Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: "Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?"

Kejadian 24:52 Ketika hamba Abraham itu mendengar perkataan mereka, sujudlah ia sampai ke tanah menyembah TUHAN.

Dan setelah membaca ayat-ayat di atas mari kita sama-sama menyaksikan video tersebut:

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget