Articles by "Amerika"

Voice Of Muslim -BOSTON – Saluran televisi Al Arabiya melaporkan bahwa Dzhokhar Tsarnaev, yang dituduh oleh otoritas kafir AS telah melakukan serangan bom kembar di Boston pada 15 April lalu, berhasil, hanya beberapa jam sebelum penangkapannya, melakukan laporan di halaman facebooknya yang menyatakan bahwa ia tidak ada hubungannya dengan insiden itu dan semuanya telah disetting, demikian dilansir Kavkaz Center.

Sebuah screenshot dari halaman facebook telah diposting online dan kemudian dihapus oleh administrasi Facebook.  Dzhokhar Tsarnaev menulis kepada ayahnya :

“Ini akan menjadi pesan terakhir sebelum polisi mendapatkan saya.  Saya tidak pernah melakukannya.  Mereka menjebakku.  Ayah, maafkan saya.  Saya minta maaf untuk hal ini.”

Dia menulis pesan ini saat ribuan polisi memburunya di seluruh Boston.

Al-Arabiya mengatakan terkait hal ini, bahwa ibu kandung dari dua bersaudara Tsarnaev mengatakan kepada wartawan bahwa anak sulungnya, Tamerlan, telah dimata-matai oleh FBI selama lebih dari 5 tahun.  Mereka tahu tentang semua gerakannya dan memantau website yang ia kunjungi.

Ayah dan ibu Tsarnaev bersaksi bahwa putra-putra mereka telah dijebak, dan seluruh cerita telah dibuat.  Mereka  menuduh badan intelijen menyembunyikan aksi mata-mata mereka terhadap Tamerlan dari publik.

Sementara itu kisah insiden Boston dan pengejaran keduanya yang disajikan media arus utama Amerika dalam gaya klasik Hollywood, terus mengeluarkan pernyataan baru.

Sebagai contoh, sebuah video penangkapan Tamerlan Tsarnaev yang baru-baru ini muncul.  Dia dalam keadaan hidup dan sehat.  Polisi menelanjanginya dan tampaknya mereka takut Tsarnaev mengenakan bom rompi.  Mereka memborgolnya dan menggiringnya ke dalam mobil.
 
 
Kemudian, polisi mengklaim Tamerlan melepaskan tembakan dan bahkan melemparkan beberapa granat ke arah mereka.  Dan FBI Hollywood ini mengklaim bahwa Dzhokhar konon melindas tubuh saudaranya sendiri untuk melarikan diri dari pengepungan polisi.

Ada pertanyaan yang harus dijawab :

FBI mengklaim Dzhokhar bersembunyi di perahu, melepaskan tembakan balasan dan akhirnya mencoba bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri di dalam mulut.  Oleh karena itu, mereka mengatakan ia tidak lagi mampu berbicara dan tidak bisa diinterogasi.

Namun gambar ini jelas menunjukkan bahwa Dzhokhar Tsarnaev meninggalkan perahu sendiri dan menyerah.  Jika seseorang menembak mulut dan lehernya tidak mungkin ia dapat bergerak tanpa bantuan dari luar.

Voice Of Muslim - HIDUP SEGAN MATIPUN TAK RELA Demikianlah pepatah mengatakan dan pepatah itu sangat pantas di sandang bagi para tentara kafir (Kristen) yang suka menindas kaum Muslimin dan Muslimah di seluruh negri..


Di bawah ini adalah kumpulan photo-photo para tentara kafir (Kristen) yang kehidupannya sudah tidak lengkap lagi:

Keluarga tentara ini tentunya merasa sedih karena salah satu keluarganya pulang dalam keadaan cacad karena perang,tetapi keluarga tentara ini tentunya tidak ada rasa sedih ketika para tentara ini menindas kaum Muslimin dan Muslimah.










Tim SWAT berada lingkungan di pinggiran kota Boston untuk mencari tersangka yang diduga bersembunyi di sebuah apartemen di Watertown, Jumat (19/4).
Voice Of Muslim - Serangan bom saat perlombaan lari marathon di Boston, AS, (15/4), telah menewaskan tiga orang dan mencederai lebih dari 140 orang. Indikasi serangan tersebut sebagai sebuah kegiatan terorisme telah diungkapkan oleh beberapa senator AS, namun pernyataan pertama Obama atas serangan tersebut justru tidak menggunakan kata teroris.

Hal ini mendapat tanggapan, baik dari dalam maupun luar AS, khususnya mengenai bagaimana pendapat Obama terhadap persoalan terorisme. Pada saat itu, seorang pejabat Gedung Putih langsung menyatakan bahwa apa yang dimaksudkan oleh Obama atas serangan ini sebenarnya adalah tindakan teroris, yang kemudian diiyakan oleh Obama pada pernyataan keduanya.

Menarik untuk dibahas ketika muncul pertanyaan mengapa Obama pada pernyataan pertama tidak menyebut kata teroris itu. Terlepas dari perdebatan yang menyatakan bahwa serangan tersebut sebagai aksi teror dengan pernyataan yang menerangkan bahwa Obama berhati-hati dalam pernyataannya, itu memperlihatkan bagaimana garis besar kebijakan AS terorisme saat ini. Untuk melihat gambaran ini, akan lebih mudah bila dibandingkan kebijakan terorisme pada pemerintahan Bush dan Obama.

Administrasi Bush-Chenney merumuskan kebijakan terorisme AS yang mendunia dengan war against terrorism, yang berubah menjadi global war on terrorism. Oleh Byford (McDonnell:2010), pengungkapan istilah ini dianggap tidak tepat dan hanya merupakan kegiatan retorika yang dibesar-besarkan serta berimplikasi untuk disalahgunakan secara berlebihan.

Untuk istilah itu sendiri, ia menyatakan, "Wars have typically been fought against proper nouns (Germany, say) that proper nouns can surrender… not to do it again. Wars against …poverty, crime, drugs… less successful. Such opponents never give up. The war on terrorism, unfortunately, falls into the second category".

Namun demikian, bagi Bush-Chenney, program ini memberi pembenaran untuk membuat kebijakan terorisme yang lebih bebas dan keleluasan penggunaan militer. Selain itu, program ini juga dibuat sebagai justifikasi AS ketika menyerang Irak dengan alasan bahwa Saddam Hussein adalah pendukung Alqaidah meski banyak fakta memperlihatkan Saddam justru dibenci oleh Usamah bin Ladin atau oleh fundamentalis Alqaidah lainnya seperti Al-Zawahiri.

Meski pada awalnya program ini dikumandangkan oleh AS, masyarakat negara tersebut dan komunitas internasional gembira akan harapan penanggulangan terorisme dan tingkat keamanan membaik, implementasi war on terrorism justru sering tidak mengindahkan aturan hukum internasional. Pelaksanaan program tersebut juga sering dianggap berlebihan, sehingga justru dikhawatirkan menjadi bumerang bagi tingkat keamanan masyarakat AS itu sendiri serta tidak menuntaskan kegiatan terorisme internasional. Terlebih ketika masyarakat internasional menduga bahwa AS ternyata mempunyai maksud penguasaan potensi minyak ketika menyerang Irak.

Kebijakan terorisme AS
Buruknya reputasi AS dalam program war on terrorism diupayakan berubah oleh administrasi Obama dengan mencoba memberi kesan positif dalam penyelenggaraan kebijakan terorisme. Upaya Obama untuk menutup Penjara Guantanamo Bay serta menjanjikan kegiatan CIA untuk tidak menggunakan penyiksaan pada tahanan Guantanamo di tahun pertama pemerintahannya ternyata efektif memberi citra yang lebih baik bagi AS dalam kebijakan terorisme serta perlindungan hak asasi manusia.

Selain itu, Obama juga memperbaiki hubungan dengan negara-negara berpenduduk Muslim untuk membantah pandangan yang selama ini mengatakan bahwa Islam sebagai akar terorisme, serta tidak banyak mempertontonkan promosi kebijakan AS dalam menumpas kegiatan terorisme. Kebijakan terorisme yang dijalankan oleh Obama ini justru membingungkan kalangan politik AS sebab tidak memperlihatkan arah yang lebih jelas.

Hal ini terlihat dengan tidak jelasnya bagaimana bentuk penanganan para bekas tahanan terorisme dari Guantanamo Bay. Selain itu, Obama juga tidak merespons dengan baik ketika ada argumen untuk memperbarui keputusan kongres untuk Justifikasi Penggunaan Tindakan Militer (AUMF-2001) dalam menghadapi tindakan terorisme bagi masa depan AS karena cenderung bertentangan dengan rule of law.

Sehubungan dengan serangan bom di Boston, Obama kembali memperlihatkan bagaimana tidak jelasnya kebijakan AS dalam hal terorisme ini dengan berhati-hati menyatakan bahwa serangan tersebut sebagai tindakan terorisme pada awal komentarnya. Dari gambaran ini, dapat dilihat dari alasan bahwa, pertama, Obama kembali memperlihatkan upaya AS dalam memperbaiki reputasi Amerika sebagai negara yang tetap menindak upaya terorisme namun sesuai dengan hukum internasional serta penghormatan pada hak asasi manusia.

Hal ini dilakukan agar euforia war on terrorism-oriented policy seperti yang dilakukan pada pemerintahan Bush-Chenney yang cenderung berdampak negatif tidak terulang. Kedua, mungkin ada kekhawatiran Obama bila menggunakan kata teroris akan memperlemah kebijakan yang telah pernah diambilnya sehubungan dengan tidak gencarnya kebijakannya dalam mengawasi ancaman terorisme, yang sekaligus akan memperlihatkan kerapuhan tingkat keamanan AS.

Ini tentunya akan mengganggu stabilitas politik dan ekonomi AS. Namun demikian, bila hasil penyelidikan serangan bom di Boston dinyatakan sebagai tindakan terorisme, maka dapat diestimasi bahwa eskalasi kebijakan terorisme AS di bawah administrasi Obama akan mengalami perubahan.

Fokus kebijakan Obama terhadap ancaman terorisme yang tadinya hanya bersifat simbolis semata akan berubah pada substansi kebijakan yang lebih jelas. Dapat pula dibayangkan bahwa konteks dan lingkup kebijakan terorisme AS seperti yang tercantum dalam AUMF akan menjadi lebih luas dan jelas.

Dosen Universitas Negeri Makassar

07.31
Voice Of Muslim - Rantai kaki melingkar di atas mata kaki Abdella Ahmad Tounisi, Rabu (24/4). Remaja 18 tahun ini gontai melangkah ke ruang sidang. Rambutnya botak. Kulit putihnya berbalut pakaian berwarna jeruk segar. Tounisi adalah tertuduh teroris.

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menuduhnya sebagai anggota kelompok berbahaya. Hari itu adalah sidang perdana Tousini setelah sepekan berada dalam interogasi tinggi dan berada dalam tahanan. Tentu saja dalam keamanan maksimum.

Aljazirah melansir lembaga intelijen dalam negeri AS menjebak remaja asal Aurora, Chicago ini, lantaran mengunjungi laman website radikalis Muslim buatan FBI. Kunjungan via internet itu membuat Tounisi diseret ke peradilan.

FBI menuduh Tounisi hendak bergabung dengan sel Alqaidah bernama Jabhat al-Nusra. Sel tersebut adalah kelompok bersenjata yang sedang perang di Suriah melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Aljazirah mengatakan situs bikinan FBI itu adalah perbuatan yang melampaui batas. FBI semestinya tidak memanfaatkan gerakan keagamaan untuk memberantas aksi menyimpang dari ajaran agama tersebut.  Teroris tidak perlu mendaftarkan diri ke website. Apalagi dijebak untuk bergabung menjadi anggota teroris.

Kini, Tousini terancam hukuman 15 tahun penjara. Hakim Persidangan Daniel Martin mengatakan, putusan hari ini adalah menunda persidangan. Martin tidak menyebutkan alasan penundaan. Tapi, mengutip Chicago Tribune persidangan akan dilanjutkan 2 Mei mendatang, di Gedung Persidangan Dirksen, Chicago.

Tounisi ditangkap FBI di Bandara internasional O'Hare, Chicago, saat Jumat (19/4) lalu. Kejaksaan mengatakan, Tounisi hendak memulai leg pertama perjalanan ke medan perang ke Suriah. Penerbangan pertama akan menyambangi Turki sebelum dirinya melaju ke Damaskus, Suriah.

Banyak tuduhan dialamatkan jaksa kepada Tounisi. Media lokal mengutip dakwaan jaksa sebagai berikut: Tounisi diduga terlibat dalam rencana ledakan di sebuah bar di Chicago, September 2012.

FBI menggagalkan rencana itu dan menarik sebuah nama Adel Daoud.Aksi Daoud juga berawal dari komunikasi melalui chatroom website bikinan FBI. Tidak disebutkan nama komunitas teroris gadungan itu. Tapi salah seorang di website tersebut mengajari Daoud merakit bom dan cara meledakkannya. FBI menemukan komunikasi lancar antara Daoud dan Tounisi.

Namun aktivitas Tounisi sempat menghilang dari chatroom. FBI kembali memancing Tounisi melalui tampilan website yang berbeda. Umpan FBI menarik Tounisi. Seseorang di chatroom mengaku mencari relawan pemberani untuk bergabung bersama Jabhat al-Nusra di Suriah.Tounisi mengirimkan aplikasi dirinya.

Termasuk kelemahannya menggunakan senjata dan bahan peledak. Chicago Tribune melansir, kontak langsung antara Tounisi dan perekrutnya itu terjadi saat 1 April lalu. Keduanya bertemu dan menyusun rencana untuk terbang ke medan perang di Suriah.

Dalam kenyataannya, perekrut tersebut adalah seorang intelijen FBI. Mantan Jaksa Federal Phil Turner mengatakan, merayu atau memanipulasi pikiran pemuda dengan iming-iming ikut dalam kekerasan (terorisme) adalah kejahatan.

''Tindakan mereka memicu fantasi,'' ujar Turner. Pengacara Molly Armour menyatakan bersedia membela Tounisi. Armour adalah pengacara negara yang ditunjuk membela remaja tanggung ini. Kata dia, penundaan persidangan adalah jawaban keraguan hakim atas kasus tersebut.

 Akan tetapi kata dia, pihaknya bersama keluarga Tounisi akan punya waktu membalikkan tuduhan FBI dan Kejaksaan. Keluarga menyatakan, Tounisi adalah korban jebakan  agen intelijen. Sementara itu, Juru Bicara FBI di Chicago, Joan Hyde menolak berkomentar tentang tuduhan menjebak tersebut.

Senin (15/4/2013), Boston, Amerika Serikat (AS) dibuat “panik” dengan meledakkan bom di garis finish lomba Marathon ke-117. Ledakan besar tersebut dilaporkan telah menewaskan beberapa orang dan melukai sejumlah lainnya, ada yang menyebutkan 3 tewas dan lebih dari 180 luka-luka. Kabar ledakan ini sontak menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia dengan berbagai spekulasi tentang siapa pelaku pemboman itu. Tak sedikit yang curiga atau bahkan menuduh pelaku pemboman itu adalah orang Muslim yang Amerika katakan sebagai “teroris,” meskipun tak ada bukti kuat.

Para pengguna situs atau Web Users telah menjadi detektif pasca tragedi bom di lomba Marathon Boston, mencari ratusan foto untuk menemukan siapa orang dibalik peledakan besar itu.

Pihak berwenang AS memang melakukan penyelidikan terkait bom ini, tetapi para user Reddit dan 4Chan melakukan penelusuran mendalam sendiri, mencoba mencari orang mencurigakan yang menurut mereka FBI harus menyelidikinya.

Pasalnya, media-media pro-pemerintah AS menutup-nutupi orang-orang yang memakai seragam berlogo “The Craft International” -kontraktor militer swasta AS- yang terungkap dalam beberapa foto.

Mari kita lihat gambar-gambar berikut:

 Gambar 1 (setelah ledakan terjadi)
Seorang pria tertangkap kamera sedang mencoba melarikan diri saat ledakan terjadi.  Para user di Reddit mengklaim bahwa pria tersebut gelagatnya mencurigakan, di saat semua orang terjebak dalam ledakan, pria ini lari menjauh ke arah yang berlawanan. Apakah dia pelakunya? tidak ada yang bisa membuktikannya.
 Berikut adalah gambar-gambar yang lebih mencurigakan lagi. Jejak intelijen di area TKP sebelum dan setelah ledakan terjadi. 
 Gambar 2 (sebelum ledakan terjadi)
Gambar 2 menunjukkan sisi lain saat ledakan belum terjadi. Terlihat dua orang pria mencurigakan dengan peralatan komunikasi yang biasa digunakan intelijen kepolisian atau militer, mengenakan jaket hitam, celana panjang ala militer, dan tas ransel yang mirip.

Dengan menggunakan informasi dan sejumlah foto, para user menunjukkan beberapa orang yang mengenakan tas ransel dan pakaian yang sama atau orang-orang yang terlihat mencurigakan sebelum ledakan terjadi.

Gambar 3
User 4Chan menduga bahwa kemungkinan pria di Gambar 3 ini adalah seorang polisi rahasia alias intel yang menyamar.

Untuk lebih jelas, mari kita lihat gambar selanjutnya yang diambil dari laporan NaturalNews.com dan Infowars.com:


Gambar 5
Gambar 4 dan 5 dipublikasikan oleh NaturalNews.com, terlihat topi yang dikenakan pria mencurigakan itu terdapat logo yang mirip dengan logo “The Craft”, logo yang juga digunakan oleh “Blackwater” . Kebetulankah?

Gambar 6 (Image by: Naturalnews)
Dalam foto-foto terlihat, pria mencurigakan itu dengan tas rasel hitam di punggungnya tidak tertarik dengan perlombaan, tidak menonton.

Gambar 7
Dalam investigasi foto yang dipublikasikan oleh NaturalNews.com, terlihat sekelompok pria mencurigakan memakai seragam yang mirip dan menggunakan alat-alat intelijen yang tidak biasa digunakan warga sipil, termasuk logo “The Craft”, kontraktor militer swasta AS.

NaturalNews.com mencatat bahwa foto-foto tersebut -yang menunjukkan logo “The Craft” – dilarang beredar di media-media mainstream AS.

NaturalNews.com and InfoWars.com telah mempublikasikan banyak foto yang membuktikan ada sejumlah anggota Navy SEALs yang terlihat aktif di sekitar garis finish di lomba Marathon itu.


Gambar 8 (Image by: Infowars.com)
Dalam Gambar 8, terlihat ada tas ransel mencurigakan yang diletakkan oleh seseorang di sekitar tempat ledakan. Dan dua orang mencurigakan berjaket hitam, salah satunya mengenakan topi berlogo “The Craft” terlihat tak jauh di belakang.



 

Gambar 9 (Image by: NaturalNews.com)
Siapa pria di Gambar 9? Dia berada di garis finish dan apa yang ada di tangannya? Mari lihat lebih dekat lagi.
ambar 10
Mari cocokkan dengan gambar berikut:

Gambar 11
NaturalNews.com mengkonfirmasi bahwa alat yang dipegang pria mencurigakan itu adalah alat yang bisa mendeteksi radiasi yang dihasilkan dalam sebuah ledakan bom atau serangan nuklir.


Gambar12 (Image by: Infowars.com)
Gambar 12 menunjukkan situasi setelah ledakan terjadi, dua pria berjaket hitam dan membawa tas ransel yang sebelumnya terlihat di samping tempat ledakan, nampak berada di jalan, keduanya menggunakan alat komunikasi mencurigakan. Foto ini telah tersebar beberapa kali di internet.




Gambar 13 (Image by: Infowars.com)
Gambar di atas menunjukkan mobil SUV tanpa pengenal dengan sejumlah peralatan komunikasi di atasnya tiba-tiba datang ke TKP. Dan dua pria yang diduga kuat anggota “The Craft” tampak sibuk berkomunikasi dan ada satu anggota lainnya yang juga berkeliaran di sekitar tempat ledakan.

Gambar 14 (Image by: Infowars.com)
Seorang pria yang diduga kuat adalah orang “The Craft” terlihat turut membongkar tempat duduk penonton bersama staf acara, sementara satu lainnya terlihat sedang mencari sesuatu di atas tempat duduk penonton di saat para korban masih dievakuasi.

Gambar 15 (Image by: Infowars.com)
Di Gambar 15 menunjukkan pria yang diduga kuat anggota “The Craft’ berada di sebuah truk, dan di sampingnya squad bom FBI tiba.

Dilihat dari seragam mereka yang sama. Benarkah mereka anggota militer “The Craft”?

Mari bandingkan gambar berikut:

Gambar 16 (Image by: Infowars.com) 
Gambar 17 (Image by: Infowars.com)
 
Gambar 18


(Mantan Sniper NAVY SEAL dan moto logo “The Craft” – “Violence does solve problems”)
Foto-foto di atas dilarang beredar di beberapa media pro-pemerintah AS. Bahkan, Infowars.com melaporkan bahwa postingannya tentang para pria mencurigakan memakai ransel yang diduga anggota Navy SEALs yang beroperasi di lomba Marathon itu diblokir Facebook, http://www.infowars.com/facebook-blocks-infowars-post-on-suspicious-men-wearing-backpacks/.

Pertanyaannya untuk apa orang-orang ini beroperasi di tengah-tengah perlombaan Marathon? apakah untuk sekedar mengamankan acara perlombaan?

Dari investigasi yang ada sejauh ini, diduga bom yang meledak di sisi garis finish perlombaan Marathon itu adalah bom rakitan yang dikendalikan remote, jadi bukan “bom bunuh diri”.

Yang dituduh sebagai “tersangka”

Hanya berselang empat hari dari hari ledakan, FBI langsung merilis foto dan video terduga tersangka peledakan. FBI menuding dua pemuda, yaitu Dzhokhar (19) dan Tamerlan Tsarnayev (26), sebagai tersangka pelaku peledakkan hanya dengan bukti rekaman CCTV dan foto yang menangkap gerak-gerik kedua pemuda itu di sekitar area ledakan. “Lucunya”, ransel mereka adalah salah satu hal utama yang dicurigai, padahal banyak juga selain mereka yang mengunakan tas punggung.
Gambar 18 (Mantan Sniper NAVY SEAL dan moto logo “The Craft” – “Violence does solve problems”)
Foto-foto di atas dilarang beredar di beberapa media pro-pemerintah AS. Bahkan, Infowars.com melaporkan bahwa postingannya tentang para pria mencurigakan memakai ransel yang diduga anggota Navy SEALs yang beroperasi di lomba Marathon itu diblokir Facebook, http://www.infowars.com/facebook-blocks-infowars-post-on-suspicious-men-wearing-backpacks/.

Pertanyaannya untuk apa orang-orang ini beroperasi di tengah-tengah perlombaan Marathon? apakah untuk sekedar mengamankan acara perlombaan?

Dari investigasi yang ada sejauh ini, diduga bom yang meledak di sisi garis finish perlombaan Marathon itu adalah bom rakitan yang dikendalikan remote, jadi bukan “bom bunuh diri”.

Yang dituduh sebagai “tersangka”

Hanya berselang empat hari dari hari ledakan, FBI langsung merilis foto dan video terduga tersangka peledakan. FBI menuding dua pemuda, yaitu Dzhokhar (19) dan Tamerlan Tsarnayev (26), sebagai tersangka pelaku peledakkan hanya dengan bukti rekaman CCTV dan foto yang menangkap gerak-gerik kedua pemuda itu di sekitar area ledakan. “Lucunya”, ransel mereka adalah salah satu hal utama yang dicurigai, padahal banyak juga selain mereka yang mengunakan tas punggung.

Sebuah kontes ciuman sekarang sedang marak untuk memperingati Valentine atau Hari Kasih Sayang. Tapi, kontes ciuman ini bukan kontes seperti biasanya. Kontes ciuman unik ini dilakukan dengan seekor anjing.
Kontes Ciuman bersama anjing ini diselenggarakan di toko Planet Dog di Portland, Maine, Amerika Serikat (AS).
 Seperti dilansir Oddity Central, S), aturan dalam kontes ciuman ini adalah membiarkan anjing peliharaan mereka menjilati wajah pemiliknya. Sebelumnya para peserta diharuskan membayar uang pendaftaran sebesar USD5 atau sekira Rp48 ribu (Rp9.662 per USD).

 
Pemenangnya adalah yang melakukan ciuman paling lama dan berhak mendapatkan sertifikat serta uang tunai sebesar USD75 atau sekira Rp724 ribu.
Kontes ciuman ini diselenggarakan untuk memperlihatkan kasih saying anjing terhadap pemiliknya dan juga untuk amal, semua keuntungan dari kontes ini akna disumbangkan ke Yayasan Dog Planet.
Pemenang kontes pada tahun ini adalah anjing bernama Yorkie yang berusia 12 tahun dan pemiliknya, Linda Walton. Ciuman mereka berlangsung selama 45,8 detik.
Ditempat kedua adalah anjing bernama Sunny, asal Staffordshire beserta pemiliknya, Casey Mountain asal Staffordshire. Ciuman Sunny dan Mountain berlangsung selama 16,8 detik. Sedangkan Django dan pemiliknya, Erik Boucher berada di posisi ketiga dengan 11,7 detik.
 

08.54 , ,
WASHINGTON -- Sebuah laporan kongres Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menyebut peretas Cina telah meningkatkan serangan terhadap perusahaan-perusahaan asing dan lembaga pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Cina telah menjadi aktor paling mengancam di dunia maya.

Dikutip dari voanews, Jumat (1/2), peretas Cina juga diyakini telah memata-matai pemerintah AS dan kegiatan militer. Laporan itu juga mengatakan, Cina sering memilih mencari celah ketika ‘Hacktivists’ atau penjahat cyber independen, melakukan serangan terhadap bisnis AS atau kepentingan pemerintah. Laporan itu juga menyebutkan, masalah ini diperumit dengan perusahaan milik negara di Cina, sering menggunakan peretas untuk mencuri rahasia  untuk mendapatkan keuntungan dari pesaing asing.

Para pejabat AS dalam beberapa bulan terakhir telah memperingatkan ancaman mengerikan yang ditimbulkan oleh peretas komputer asing, termasuk di Cina.  Untuk mengatasi ancaman, AS meningkatkan kekuatan personel keamanan cyber menjadi lebih dari 4.000 orang.

Muslimahzone.com -  Bila Allah menghendaki, Allah akan membuka hati seseorang untuk berlapang dada menerima Islam. Dan tak ada yang dapat menghalangi Kehendak Allah Subahanahu wa Ta'ala.
Hidayah Islam telah menyapa seorang wanita yang memiliki pekerjaan sebagai perwira polisi Amerika Serikat (AS) di Detroit. Dalam sebuah wawancara di Youtube pada  September 2011, ia menceritakan bagaimana ia memeluk Islam. Berikut adalah singkat cerita tentangnya yang diterjemahkan dari trasnkrip Onislam.
***
Assalamu'alaykum, Namaku Raquel. Aku masuk Islam sepekan yang lalu. Aku adalah seorang perwira polisi di kota Detroit. Aku bekerja di sana dari 1996 hingga 2004, dan aku ditembak pada tahun 2002. Aku ditembak ketika sedang bekerja pada pekerjaan itu. Aku hampir meninggal dan aku tahu bahwa aku memiliki sebuah awal baru dan sebuah hidup baru.
Aku agaknya tidak tahu bagaimana untuk mengikuti Tuhan. Aku hanya tidak tahu agama apa untuk diyakini hingga aku bertemu beberapa teman Muslim yang benar-benar berbicara padaku dan menjelaskan banyak hal kepadaku. Hal itu sangat mengubah hidupku dan aku tidak takut mati lagi.
Satu-satunya hal adalah kita untuk takut kepada Allah dan kita tidak pernah tahu kapan hari berikutnya bagi kita, jadi lebih baik kita mengatakan Syahadat sekarang dan memiliki iman itu, karena hanya ada satu Tuhan, dan aku tahu itu.
Aku benar-benar hampir mati, dan jika aku telah mati pada hari itu, aku tidak tahu apakah aku akan pergi ke Neraka atau tidak. Tetapi sekarang, aku telah memiliki kepercayaan diri dan kedamaian serta kebahagaian yang aku tahu kemana aku akan pergi jika sesuatu terjadi padaku hari ini.
Sebelum aku menjadi Muslim, aku benar-benar tidak memiliki pendapat yang kuat sejauh ini tentang umat Islam. Aku bukan seorang yang pro-Muslim atau anti-Muslim atau apapun semacamnya. Aku selalu menjadi tipe orang yang seperti itu, aku benar-benar open-minded (berpikiran terbuka). Dan itu adalah satu hal yang sangat berbeda tentangku dari keluargaku, bahwa aku sangat open-minded dan aku menghormati orang-orang atas apa yang mereka yakini.
Aku sebenarnya marah dalam pekerjaanku sebagai seorang polisi karena orang-orang menyerang Muslim di Detroit atas kesalahan yang tidak ada alasannya sama sekali, terutama setelah serangan 9/11.  Dan itu sangat menyakiti hatiku untuk melihat semua ini dan benar-benar setelah itu aku menjadi sangat tertarik dengan keyakinan Islam setelah 9/11 karena aku sangat terganggu oleh hal-hal yang aku lihat sebagai petugas polisi di jalanan.
Menjadi Seorang Muslim Baru di Las Vegas
Raquel yang kemudian tinggal di Las Vegas sebagai seorang Muslim yang baru, berusaha untuk mempelajari Islam lebih dalam dan berusaha menunjukkan sikap baik seorang Muslim.
Aku di sini di Las Vegas di Masjid ku dan aku memberikan beberapa pakaian kepada orang-orang yang membutuhkan. Apa yang kita lakukan adalah hanya meninggalkannya di atas meja untuk mereka dan mereka datang serta berharap mereka dapat mendapatkan sesuatu yang mereka sukai. Jadi aku hanya pergi untuk meninggalkan pakaian-pakaian untuk lingkungan sekitar dan mereka dapat mengambil apa yang mereka butuhkan, dan berharap ada beberapa sweater yang bagus di sini yang mereka dapat gunakan karena di Vegas cukup dingin.
Sebagai seorang wanita yang baru saja menjadi Muslimah sepekan (ketika itu), Raquel masih belum lancar mengucapkan do'a-do'a atau surat yang harus ia baca ketika shalat. Sehingga ia membaca dari kertas apa-apa yang harus ia baca (yang telah ia salin ke dalam tulisan latin) ketika shalat. Ia hanya belajar melalui internet dengan mendengarkan audio, kemudian ia mencari kalimat yang bertuliskan latin dan terjemahan bahasa inggris. 
Aku tahu bagi beberapa orang mungkin berkecil hati untuk belajar bahasa baru. Pada dasarnya ini adalah sebuah budaya. Ini (Islam) bukan hanya sekedar agama, ini adalah jalan hidup. Bagiku, ini tidak menakutkan. Hanya saja bahwa aku ingin belajar lebih cepat dan aku ingin bisa melakukannya sendiri. Tetapi sulit karena aku di rumah sendiri dan aku belajar hampir semuanya melalui internet, bahkan bagaimana aku mengikat (memakai) kerudungku dan segalanya. Aku harus belajar semuanya sendiri. Tetapi ini telah menjadi pengalaman sangat indah dan ada banyak kedamaian padanya dan banyak kebahagiaan yang kalian tidak pernah pelajari dan mendapatkannya. ini adalah sebuah pengalaman yang luar biasa!
Aku sepenuhnya tahu bahwa aku melakukan hal yang benar. Aku telah mempertimbangkannya selama dua tahun. Aku memiliki banyak teologi dan pengetahuan tetapi aku belum pernah mengalaminya. Akut tidak pernah pergi ke sebuah Masjid dan tidak juga berpengalaman, tetapi aku memiliki banyak teman Muslim dan bahkan aku memilik seorang teman kerja Muslima di pasukan kepolisian yang menjelaskan (tentang Islam) banyak kepadaku.
Dalam video itu, Raquel melakukan sholat dengan membaca bacaan-bacaan sholat dengan masih terbata-bata, namun ia terlihat menikmatinya.
Ketika aku sholat, meskipun aku tidak begitu mengerti do'a-do'a itu, apa yang aku lakukan ada di internet, aku mengetahui beberapa situs di mana setelah ada bahasa Arabnya, aku akan mendapatkannya dalam bahasa Inggris (tulisan latin) juga. Jadi aku akan membacanya dalam versi Inggris (maksudnya dalam tulisan latin -red) dan ini begitu kuat dan aku merasa dilindungi, dan aku tahu bahwa di dunia ini tidak ada yang harus aku takutkan kecuali Allah. Sangat menyenangkan. Ini baru dalam hidupku dan aku baru saja mengenal kedamaian dan sebuah kebahagiaan baru yang datang padaku.
Hal yang paling utama yang aku sukai tentang Islam adalah aku benar-benar tertutup (menutup tubuh), aku lakukan. Jujur saja aku benar-benar menikmatinya, terutama di sini di Las Vegas karena para pria melihat kepada wanita dengan sangat menyeramkan dan aku benar-benar merasa aman. Satu hal lainnya yang aku suka adalah bahwa aku belajar banyak. Aku belajar banyak dan aku senang belajar. Dan aku selalu yakin bahwa kehidupan adalah sebuah pengalaman belajar. Dan aku sangat mencintai tentang ini (Islam), aku belajar sesuatu yang baru setiap hari.
Ada banyak kedamaian dan banyak kebahagaiaan yang aku tidak pernah rasakan sebelumnya.
(muslimahzone.com)

AMERIKA SERIKAT.(voa-islam.com) – Senin , 19 November 2012, harian Amerika mengungkapkan bahwa brigade Izuddina Al-Qassam, sayap militer Hamas, semakin terorganisir dan professional. New York Times menambahkan dalam pernyataannya bahwa Al-Qassam mengaku hal tersebut semenjak sistem pelatihan diautur oleh komadan Ahmad Al-Ja’bary , mata rantai komandao semakin jelas, juga menjadi lebih institusional.
Al-Ja’bary menikmati persenjataan militer yang senantiasa meluas yang dapat mencakupi 15 ribu pejuang  yang merupakan simbol upaya Hamas untuk mencapai keseimbangan ketika ia menjadi gerakan perlawanan dan perannya sebagai pemerintah di jalur Gaza semenjak tahun 2007.
Harian tersebut mengutip perkataan Adnan Abu Umar, dejan jurnalisme dan dosen dalam ilmu politik di universitas Al-Ummah “Bukanrahasia lagi kalau Al-Qassam memiliki kata-kata terakhir di Gaza” tuturnya. Harian tersebut menambahkan Al-Ja’bary selama beberapa tahun terakhir memperkuat kekuatan politik brigade Al-Qassam , sebagaimana ia juga menjadi pahlawan rakyat yang mana fotonya menghiasi poster – poster dan spanduk – spanduk di seluruh sector Gaza, yang membuatnya bekerja dengan struktur yang desentralisasi sampai ia meninggalkan kepemimpinananya”.
Brigade Al-Qassam menyebutkan pembagian – pembagian selnya di enam wilayah geografis. Setiap daerah yang menentukan pemimpinnya adalah Al-Ja’bary, dan setiap daerah memiliki artileri, anti-tank dan peawat. Begitu juga dengan personal, setiap daerah memiliki sniper, infantry, detasmen khusus komunikasi, logistik, iteligen, persenjataan dan hubungan masyrakat.(usamah/islam) 

Puluhan wanita sambil bertelanjang dada berjalan di pusat kota New York menuntut hak kebebasan menunjukkan payudara, Minggu kemarin. Bersama para rekan, yang juga berdemo di kota-kota lain, mereka membuat petisi untuk mendesak pemerintah AS melegalkan telanjang dada bagi wanita di muka umum.

Aksi ini dilakukan untuk memperingati "Hari Telanjang Dada Nasional" yang digelar oleh National Go Topless Day, sebuah organisasi yang didirikan pada 2007. Mereka mempertanyakan persamaan hak di hadapan konstitusi AS antara pria dan wanita.

Kelompok ini perlu 25.000 tandatangan untuk petisi yang mereka buat. "Setiap negara bagian yang melarang wanita untuk telanjang dada berarti melanggar konstitusi, tapi tidak banyak yang tahu. Kami menuntut perhatian presiden untuk masalah ini. Hak telanjang dada diatur di amandemen ke 14 persamaan gender," kata Presiden GoTopless, Nadine Gary, di laman kelompok itu.

Tidak banyak yang tahu bahwa para pengikut organisasi ini kebanyakan adalah penganut sekte Rael yang menyembah alien. Bahkan di situs mereka, yang banyak menampilkan wanita setengah telanjang, titah pemimpin Rael dicantumkan dan pengunjung bisa mengunduh buku-buku soal sekte ini.


Sekte Rael atau yang juga disebut Raelisme ini memiliki pengikut hingga 65.000 orang di 86 negara. Ajaran ini diprakarsai oleh mantan wartawan Prancis dan pembalap Claude Vorilhon yang kini dijuluki Rael, pemimpin tertinggi sekte, pada tahun 70an.

Rael mengajarkan bahwa kehidupan di bumi diciptakan oleh makhluk luar angkasa alias alien, yang disebutnya dengan nama Elohim. Alien ini menyerupai manusia dan sering melakukan kontak dengan manusia. Kadang mereka, menurut Rael, dianggap sebagai malaikat atau tuhan.

Penganut Raelisme percaya, nabi dan rasul yang dipercaya manusia saat ini adalah alien. Rael yakin, pesan terakhir para alien ini adalah untuk menciptakan perdamaian agar dapat diterima oleh para alien di angkasa. sekte ini juga punya Kedutaan Besar Alien di Lebanon.

Pijat Sensual
Salah satu ajaran sekte berlambangkan bintang daud dan swastika ini adalah persamaan gender yang sangat ekstrem. sekte ini membebaskan wanita melakukan hubungan seks dengan siapapun. Bahkan, pekerjaan pelacur dan penari telanjang dihalalkan, karena berhubungan dengan hak individu.

Media Inggris, Daily Telegraph, menuliskan bahwa Rael punya "serdadu wanita" yang dinamakan Ordo Malaikat. Ratusan wanita di Ordo ini dibentuk untuk menjadi aktivis gerakan persamaan hak atau feminis.

Mereka juga siap jadi tameng untuk membela Rael. Telegraph menuliskan, ordo ini juga bertugas untuk memuaskan hasrat seksual Rael, sekaligus menyumbangkan telur mereka untuk keperluan kloning.

Dalam buku karangan Rael, "Sensual Mediation (1980)," salah satu ritual mereka adalah pijat sensual yang salah satu lakunya adalah saling memijat antara pria dan wanita atau sesama jenis, disarankan bugil atau pakai baju tipis. Tujuannya, untuk menyadari bentuk tubuh manusia dan melancarkan peredaran darah.

Rael dalam situs GoTopless menyatakan dukungannya atas gerakan tersebut. "Selama lelaki diperbolehkan telanjang dada di depan publik, wanita juga seharusnya memiliki konstitusional yang sama. Atau jika tidak, lelaki harus mengenakan sesuatu untuk menutupi dada mereka," tulis dia.

AS berdalih, kapal-kapal ini bukan untuk berperang.

Tiga kapal perang amfibi Amerika Serikat tengah menuju perairan Mediterania timur untuk merapat ke perairan antara Israel dan Gaza. Kapal-kapal perang ini disiagakan untuk mengevakuasi warga AS di Israel jika diperlukan.

Diberitakan CNN, Senin 19 November 2012, hal ini disampaikan oleh dua pejabat tinggi militer AS yang tidak disebutkan namanya. Keduanya mengatakan, walaupun Presiden Barack Obama belum menyerukan evakuasi, namun pengiriman kapal jika ada perintah darurat yang mendesak.

Untuk saat ini, warga Amerika yang ingin meninggalkan Israel masih bisa menggunakan pesawat komersil. Namun, jika situasi semakin parah, maka kemungkinan warga AS bisa terjebak di antara konflik Israel-Gaza.

"Lebih baik bersiap-siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan," kata salah seorang sumber. Kedua pejabat militer ini menegaskan bahwa kehadiran kapal perang AS di dekat Israel adalah untuk keperluan evakuasi bukan penyerangan.

Akibat perintah merapat ini, sebanyak 2.500 pelaut di dalam kapal-kapal itu tidak mendapatkan libur Thanksgiving. Kapal yang diturunkan adalah USS Iwo Jima, USS New York, dan USS Gunston Hall. Pekan lalu, ketiga kapal ini berada di perairan Gibraltar.

Sebelumnya, militer AS juga telah menyiagakan tiga sampai empat kapal penembak rudal balistik di pantai Israel. Penempatan kapal-kapal ini diperpanjang selama beberapa bulan lagi untuk menghadapi ancaman serangan Iran.

 

16.04 ,


California - Seorang aktris mengatakan dia merasa ditipu untuk tampil di sebuah film Innocence of Muslim, yang memicu protes di seluruh dunia Muslim, dan aktris itu  mengambil langkah hukum ke pengadilan federal sebagai upaya baru memaksa off YouTube, Kamis.
Gugatan diajukan oleh Cindy Lee Garcia berkaitan ditayangkannya video di situs online YouTube, dan perusahaan induknya Google Inc sebagai terdakwa, bersama dengan  Koptik Kristen Mesir dari California diyakini berada di balik pembuatan film.
Pekan lalu, hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles  menolak permintaan Garcia melakukan penahanan sementara yang akan diperlukan terhadap YouTube untuk menghentikan postingan video yang berdurasi 13menit, yang sangat kasar dan menghina. Namun nampaknya aktris itu tidak mungkin menang terkait dengan dari kasusnya di pengadilan negara.
Seperti dalam gugatan sebelumnya, Garcia menuduh pembuat film melakukan penipuan, fitnah dan praktik bisnis yang tidak adil. Tapi, hakim federal dari klaim hak cipta, yang  menegaskan mempunyai hak  penampilannya dalam video, berjudul "The Innocence Muslim."
Kasus Garcia adalah gugatan hukum sipil pertama yang diketahui berasal dari video, yang berasal dari sebuah trailer film. Klip video memicu kemarahan anti-Amerika, di seluruh dunia Islam, termasukdi Mesir, Libya, Tunisia, Yaman, Yordania, Pakistan, Afghanistan,  yang berlangsung lebih  dua minggu.
Pecahnya kekerasan itu, kemudian timbul serangan terhadap fasilitas diplomatik AS di Benghazi yang menewaskan empat orang Amerika, termasuk duta besar AS Christopher Stevens.

Google  menolak  menghapus film dari YouTube. Meskipun ada tekanan dari Gedung Putih.Meskipun perusahaan itu telah memblokir trailer di Mesir, Libya dan negara-negara Muslim lainnya.
Masalah Hak Cipta
Pengacara Garcia berargumen di pengadilan pekan lalu bahwa kliennya, yang berasal dari Bakersfield, California, telah menderita kerugian yang mirip dengan orang yang privasinya dilanggar oleh rilis yang tidak sah. Tapi pengacara Google mengatakan bahwa tidak melindungi hak-hak seorang aktor yang dianggap dirugikan.

Dalam gugatan terbarunya diajukan di Pengadilan Distrik AS di Santa Clara, California, Garcia mengatakan bahwa Google melanggar hak cipta pada dia memegang untuk penampilannya dalam film dengan mendistribusikan video tanpa persetujuannya melalui YouTube.
Gugatan Garcia mengidentifikasi Nakoula Basseley Nakoula, 55, Los Angeles-area pria Koptik yang telah melayani waktu di penjara federal untuk penipuan bank, sebagai produser film.
Pada hari Sabtu, seorang ulama Pakistan menawarkan hadiah $ 100.000 untuk siapa saja yang membunuh pembuat film. Garcia mengatakan dalam gugatan bahwa seorang ulama Mesir telah mengeluarkan fatwa, atau perintah agama, terhadap siapapun yang menjabat sebagai sutradara, produser atau aktor dalam video.
Menurut Garcia, Nakoula yang menggunakna nama samaran Sam Bacile, menyesatkan dan aktor lainnya dalam muncul dalam sebuah film yang mereka percaya adalah sebuah drama petualangan yang disebut "Desert Warrior."
Tetapi, perubahan yang dilakukan itu, terlihat seperti Garcia "dilakukan secara sukarela dalam produksi, yang berisi kebencian anti-Islam," kata gugatan itu, dan menambahkan bahwa ia telah "menjadi sasaran ancaman pembunuhan, dan selalu hidup dalam ketakutan", tambanya.

Nakoula (Sam Bacile)  bersembunyi selama lebih dua minggu  setelah diperiksa oleh otoritas federal. Apakah Nakoula telah melanggar ketentuan hukuman percobaannya akibat membuat atau mempromosikan video itu. tk/f

KABUL, AFGHANISTAN (voa-islam.com) - Sebuah serangan berani pejuang Islam Taliban di pangkalan yang dijaga sangat ketat di Afghanistan selatan menyebabkan kerusakan jauh lebih dari yang dilaporkan sebelumnya, menghancurkan atau membuat kerusakan parah delapan jet tempur Amerika dalam serangan tunggal paling merusak pada material Barat dalam perang 11 tahun, kata para pejabat militer Ahad (17/9/2012).
Sementara serangan-serangan lainnya telah menyebabkan kerugian yang lebih besar dari nyawa pasukan asing dan Afghanistan, serangan Jumat malam di Camp Bastion di Provinsi Helmand, salah satu pos terbesar dan dipertahankan secara baik di Afghanistan, telah sangat mengganggu NATO karena penyerang mampu menembus markas tersebut, menewaskan dua Marinir dan menyebabkan kerugian lebih dari 200 juta dolar (-+Rp. 19 Trilyun). "Kami mengatakan itu adalah serangan yang sangat canggih," kata seorang pejabat militer sekutu di Afghanistan. "Kami pernah kehilangan pesawat dalam pertempuran, tapi tidak seperti ini."

Serangan kompleks tersebut, yang kata para pejabat NATO dilakukan oleh tiga tim dari pejuang Islam yang mengenakan seragam Angkatan Darat Amerika, adalah sebuah pengingat bahwa Taliban tetap mampu melakukan serangan serius meskipun "gelombang" ofensif melawan mereka. Apalagi sekarang dimana ofensif telah berakhir, dan hampir 10.000 Marinir Amerika telah meninggalkan Provinsi Helmand, sebuah markas penting bagi Taliban, selama beberapa bulan terakhir.

Bersama dengan sejumlah serangan oleh pasukan keamanan Afghanistan terhadap pasukan NATO - termasuk dua serangan selama akhir pekan yang menewaskan setidaknya enam anggota layanan koalisi- Taliban telah memberikan tekanan baru pada rencana penarikan warga Amerika, yang menyerukan percepatan penarikan pasukan seluruhnya sampai dengan 2014, sementara melatih pasukan Afghanistan untuk mengambil alih tanggung jawab tersebut.

Pada saat yang sama, ketegangan dengan pemerintah Afghanistan juga berkobar pada Ahad ketika Presiden Hamid Karzai mengutuk kematian perempuan Afghanistan dalam serangan udara AS dan mengkritik Amerika atas ratusan tahanan Afghanistan yang masih mereka tahan.

Penyelidikan militer ke serangan di Bastion kini berusaha mengungkap apakah pejuang Islam telah dibantu dari dalam kamp dan apakah mereka dilatih atau dibantu oleh negara-negara tetangga, seperti Pakistan atau Iran, yang telah memungkinkan Taliban untuk berlindung di wilayah mereka . Namun para pejabat militer dan analis Afghanistan mengatakan bahwa pejuang Islam mungkin telah menyiapkan  untuk misi mereka dalam ukuran yang signifikan dengan mempelajari citra satelit yang dengan mudah tersedia di Internet. "Kami tidak meremehkan musuh," kata pejabat militer, berbicara dalam kondisi anonimitas karena penyelidikan masih berelangsung. "Kami tahu musuh memiliki kemampuan terbatas untuk melakukan ini, tetapi mereka bukan sejumlah besar yokels yang berjalan di seluruh negeri."

Ke 15 pejuang Islam yang melakukan serangan itu tidak kehilangan waktu dari saat mereka meledakkan sebuah lubang di perimeter di salah satu titik paling dekat dengan lapangan terbang, kata para pejabat militer. Mereka kemudian berlari menuju target mereka, menembak dan membakar jet Harrier AV-8B Angkatan Laut yang diparkir dan menghancurkan tiga stasiun pengisian bahan bakar, bahkan ketika kekuatan reaksi cepat dihimpun untuk melawan mereka, kata seorang pejabat militer. "Itu adalah baku tembak yang berjalan untuk sementara waktu, dua setengah jam, namun mereka bisa sampai ke pesawat sebelum kita bisa mencegat mereka," kata seorang pejabat militer, mencatat bahwa karena hal itu terjadi pada malam hari, itu menjadi sangat sulit kecuali sampai siang hari untuk memastikan bahwa semua pejuang Islam telah gugur atau ditangkap. Semua pejuang Islam tersebut gugur kecuali satu orang, sedangkan pejuang Islam yang tersisa berada dalam tahanan, kata militer.

Dua Marinir Amerika tewas dalam serangan itu, dan sembilan personil koalisi, termasuk kontraktor sipil, terluka, kata militer dalam sebuah pernyataan. Pangeran Harry, yang merupakan pewaris ketiga dalam tahta Inggris, sedang melakukan perjalanan dinas sebagai pilot helikopter dan ditempatkan di Kamp Bastion pada saat serangan, namun tidak terluka. Kamp Bastion adalah rumah sebagian besar untuk tentara Inggris, sementara kamp tetangga, yang dikenal sebagai Leatherneck, milik Marinir Amerika dan anggota layanan lainnya.

Enam dari jet tersebut, yang masing-masing berharga antara 23 hingga 30 juta dolar (-+ Rp.219-285 Miliar) ketika mereka pertama kali dibeli oleh Angkatan Laut Amerika Serikat, menurut laporan Kantor Akuntansi Umum, benar-benar telah hancur dan dua lagi begitu rusak parah hingga tidak mungkin mereka bisa diperbaiki. Juga yang termasuk rusak parah adalah tiga stasiun pengisian bahan bakar dan tiga hanggar pesawat, militer mengatakan dalam sebuah rilis berita.

Menentukan bagaimana hal itu mungkin bagi para pejuang Islam untuk menembus dan merusak parah sebuah markas militer yang pertahankan secara baik, terutama satu tempat dengan garis yang jelas terlihat di seluruh mil dari dataran sebagian besar rata, akan menjadi penting dalam menentukan apakah ini adalah serangan yang unik atau yang bisa direplikasi baik dalam menargetkan pangkalan Barat atau Afghanistan, para ahli militer mengatakan.

"Taliban menjaga komando dan infrastruktur perencanaan militer untuk mengumpulkan serangan-serangan kompleks dan canggih," kata Stephen Biddle, seorang profesor di George Washington University dengan keahlian dalam studi pertahanan.

"Jika ini adalah sebuah kejutan pintar, serangan ini tidak bisa terjadi dua kali, serangan ini memberitahu  Anda orang-orang itu pintar dan dapat melakukan perencanaan yang rumit, menggunakan akal dan kemungkinan seragam-seragam yang diambil," kata Biddle. "Ini akan menjadi hal yang berbeda jika mereka berhasil meledakkan sebuah lubang dalam perimeter yang sangat dipertahankan. Maka Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan sedang melihat sebuah masalah yang sangat-sangat besar"

Wahid Mujda, seorang analis Afghanistan yang melacak Taliban, mengatakan bahwa meskipun pernyataan Taliban bahwa serangan itu sebagai pembalasan atas sebuah video anti-Muslim, video yang mereka perlihatkan menunjukkan hampir pasti tidak ada hubungannya dengan itu.

"Saya tidak berpikir bahwa serangan Kamp Bastion ada hubungannya dengan film anti-Nabi," kata Mujda. "Mengingat kecanggihan serangan yang dapat dikatakan dengan banyak keyakinan bahwa Taliban telah melatih, berlatih dan mempersiapkan itu selama berpekan-pekan dan bahkan berbulan-bulan. Semuanya tidak direncanakan dan diputuskan semalam. "

Dia memperkirakan bahwa pemerintah Afghanistan dan pasukan militer internasional di negara itu akan melihat serangan serupa di masa mendatang.

"Pejuang Islam Taliban memiliki para ahli, para strategi, para perencana dan para desainer, mereka memiliki pengetahuan yang besar dari teknologi modern," kata Mujda.

"Sumber-sumber saya di Taliban memberitahu saya bahwa setiap kali mereka ingin menyerang target penting mereka menggunakan Google Maps dan sarana lain yang tersedia untuk belajar dan memahami target mereka." (by/nyt)

04.17 , ,


Walau sudah wafat Ahad pekan lalu, Neil Armstrong satu dari tiga manusia pertama - Buzz Aldrin dan Michael Collins - mendarat di Bulan, masih menyisakan misteri. Apakah benar lelaki yang mengembuskan napas terakhir di usia 82 tahun ini sudah memeluk Islam?
Apalagi sepanjang hidupnya, selepas misi pendaratan di Bulan 43 tahun lalu, dia tidak pernah mau terbuka terhadap media. Armstrong semakin dikenal sebagai muslim lantaran berbagai forum memuat mengenai perjalanan dia ke Mesir.
Berbagai sumber mengungkapkan dalam liburannya ke Negeri Piramida itu pada 1970, Armstrong mendengar suara azan. Ketika itu, dia sedang makan di restoran di Ibu Kota Kairo. Kepada pelayan, dia mengaku mendengar panggilan salat wajib itu waktu di Bulan. Setelah itu, dia masuk Islam.
Namun ayah tiga anak ini tidak pernah mengumumkan secara terbuka soal keislamannya itu. Dia pun tidak pernah membenarkan atau menyanggah kalau ada yang menanyakan soal keyakinan barunya itu.
Sejumlah media, seperti Jurnal Arabia, answering-islam.org, dan wiki-islam menulis berita kontroversi Armstrong masuk Islam adalah cerita bohong. Mereka menuding kabar itu merupakan cara Barat buat membodohi umat muslim.
Hingga tujuh tahun lalu Armstrong membuka mulut soal kontroversi itu saat berbincang dengan astronot Malaysia, Zaid Zahari. Seperti dikutip thestar.com, dia membantah mendengar suara azan di Bulan. Dia juga menolak telah disebut menjadi mualaf. "Satu-satunya hal yang sulit dalam misi Apollo adalah berupaya membantah kebenarannya," kata Armstrong kepada Zahari.
Sayangnya, banyak kaum muslim terlanjur percaya dengan cerita Armstrong mendengar suara azan di Bulan dan dia sudah berpindah agama.
Alhasil, keyakinan Armstrong akan Tuhan tetap misterius. Misteri itu sepertinya bakal terkubur seiring pemakamannya secara tertutup Jumat pekan ini. Wallahu'alam.

03.49

WASHINGTON  - Pemerintah teroris Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang mempersiapkan serangan udara terkoordinasi ke Libya menyusul serangan roket terhadap gedung konsulatnya di Benghazi pada Selasa (11/9/2012).
Barack Obama yang marah besar akibat serangan tersebut dilaporkan sedang mengirim drone untuk terbang ke Benghazi dan lokasi lainnya di timur Libya sebagai aksi pembalasan terhadap para penyerang yang telah menewaskan empat pejabatnya, yang salah satunya adalah duta besar untuk Libya, seperti yang dilansir Anti War.
Pada Selasa malam, rakyat Muslim Libya menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Konsulat Jenderal AS di Benghazi untuk memprotes film produksi AS yang melecehkan Islam dan menghina Nabi Muhammad (shalallahu 'alaihi wa sallam). Di antara para demonstran ada yang menembakkan roket ke arah gedung tersebut, Christopher Stevens yang sedang dalam mobil bersama staf lainnya yang hendak dievakuasi ke tempat yang lebih "aman" terkena serangan hingga tewas.
Baku tembak pun terjadi dengan pasukan keamanan, menurut TV Al Arabiya Brigade Ansar Asy-Syariah terlibat dalam baku tembak.
Menurut AS, serangan yang bertepatan pada peringatan 9/11 itu adalah serangan yang mungkin sudah direncanakan. AS menuding Mujahidin Al-Qaeda dan kelompok Jihad yang berafiliasi kepada Al-Qaeda dibalik serangan itu untuk memperingati serangan 9/11 dan balasan bagi gugurnya Syaikh Abu Yahya al-Libi (rahimahullah).
Pemerintahan Obama dilaporkan meyakini bahwa insiden di Benghazi tersebut bukanlah protes yang spontan, tetapi serangan yang terencana, yang mungkin dilakukan oleh Al-Qaeda.
Dengan dalih tersebut, AS memutuskan untuk menerbangkan drone ke Benghazi untuk "mencari Mujahidin Al-Qaeda". Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa drone hanya akan digunakan untuk "operasi mata-mata", untuk membantu mencari informasi bagi otoritas Libya untuk melakukan serangan udara terhadap target.
Selain itu, AS juga dilaporkan akan mengirim Marinir tambahan ke Libya, sebagai bagian dari "tim keamanan anti-teroris" yang bertujuan untuk "meningkatkan keamanan" di Libya. Tetapi nampaknya langkah tersebut ditujukan untuk melakukan operasi pembalasan atas insiden di gedung konsulatnya.
"Jangan salah, 'keadilan' akan ditegakkan," kata Obama dalam sebuah pernyataan pada Rabu (12/9).
Sementara itu, tudingan AS terhadap Al-Qaeda terkait serangan tersebut belum dapat diverifikasi.

02.41 ,

(Arrahmah.com) – Mengenang serangan 11 September yang penuh berkah, situs Anshar Al-Mujahidin menurunkan sebuah artikel berjudul Ghazwatu Sabtimbar Malhamah Al-'Ashr. Artikel itu sejumlah pesan sukses disampaikan oleh mujahidin Al-Qaeda kepada masyarakat dunia. Artikel itu juga mengupas hasil "sementara" yang diraih oleh blok aliansi salibis internasional dan blok mujahidin Islam dari peperangan besar yang dinamakan "perang global melawan terorisme" ini. Berikut ini terjemahannya dengan tambahan beberapa catatan kaki.
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Serangan 11 September, awal perang besar abad ini

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga, sahabat dan setiap orang yang setia mengikutinya. Amma ba'du…
Kekuatan kafir internasional dan antek-anteknya telah bekerja keras untuk memalingkan dunia internasional dari hakekat serangan 11 September dan pesan yang hendak dikirimkan oleh kelompok mujahidin Al-Qaeda lewat serangan terhadap simbol-simbol kekuatan AS tersebut. Meski demikian, kekuatan kafir internasional tetap saja tidak mampu menyembunyikan sebuah hakekat bahwa serangan 11 September merupakan sebuah deklarasi tentang dimulainya satu fase baru dalam pertarungan dengan kekuatan kafir internasional yang dipimpin oleh AS.
Selama ini AS menjadi super power dunia yang menguasai sepenuhnya dunia dari segala aspeknya, sampai akhirnya terjadi serangan 11 September yang penuh berkah untuk merubah bentuk pertarungan dan memulai sebuah fase baru di mana mujahidin menjadi sebuah kekuatan yang sangat sulit ditaklukkan.
Jika kita menengok kembali serangan 11 September yang penuh berkah itu, sesungguhnya kelompok mujahidin Al-Qaeda melakukan serangan itu untuk menyampaikan sejumlah pesan. Bukan pesan kepada AS semata, namun juga kepada seluruh dunia, termasuk di dalamnya dunia Islam meskipun target utamanya tetaplah AS. Sejumlah pesan tersebut adalah:
Pesan pertama:
Menghancurkan berhala yang berwujud patung Hubal modern, yaitu AS, di mana banyak umat manusia mengangkat AS sebagai berhala yang mereka sembah selain Allah.
Ternyata benar, keinginan Al-Qaeda itu terealisasi. "Patung" AS itu telah hancur, berhala Hubal itu telah runtuh, sehingga seluruh dunia terkejut dan bertanya-tanya: "Siapa orang yang berani melawan AS, sang super power yang sekedar namanya disebut saja membuat negara-negara lain gemetar ketakutan, negara yang sangat diperhitungkan dalam skala internasional dan regional?"
Foto kronologis serangan dan runtuhnya gedung WTC
Pada tahun 2001, AS menjadi satu-satunya penguasa dunia setelah terpecahnya Uni Soviet. Sementara serangan 11 September yang penuh berkah itu menargetkan lambang-lambang dominasi AS atas dunia, yaitu Pentagon sebagai lambang kekuatan militer dan WTC sebagai lambang kekuatan ekonomi. Serangan itu merupakan peristiwa yang sangat besar, sementara target yang diserang adalah kekuatan super power di dunia. Tiada pilihan lain bagi AS selain menempuh taktik gertakan dan ancaman, demi menjaga mukanya dan mempertahankan wibawanya yang telah hilang oleh serangan 11 September.             
Untuk itu AS mengerahkan aliansi terbesar dalam sejarah manusia dengan mengusung slogan perang melawan apa yang mereka sebut terorisme. Abu Jahal-nya AS, si bodoh Bush meniti jejak langkah Abu Jahl-nya kaum kafir Quraisy pada perang Badar. George W. Bush ngotot untuk melancarkan peperangan, karena ia mengira perang tersebut sekedar sebuah piknik belaka, terlebih ia telah menyatukan aliansi seluruh dunia untuk memerangi satu kelompok belaka. Ya, sebuah kelompok belaka yang sama sekali tidak memiliki sebuah negara dengan tentara nasional, pesawat-pesawat tempur dan tank-tanknya.
Abu Jahal-nya AS, George W. Bush
Al-Qaeda sukses memancing AS untuk keluar dari negaranya, sehingga tentara AS mulai terbunuh, terluka dan cacat seumur hidup. Hal iu belum pernah dialami lagi oleh AS pasca perang Vietnam. Apalagi setelah langkah bodoh yang diambil oleh George W. Bush dengan menyerang Irak. Akibatnya invasi militer terhadap Afghan dan Irak menyempurnakan serangan 11 September dalam menghancurkan AS dan luka-luka AS terus mengucurkan darahnya dari seluruh persendiannya.
Kini semua pihak telah mengetahui bahwa AS pasca serangan 11 September bukan lagi AS sebelum terjadinya serangan 11 September. AS tidak lagi mampu menerjuni peperangan baru setelah mengalami kekalahan pahit di tangan mujahidin di Afghanistan dan Irak. Serangan 11 September, disusul oleh invasi militer ke Afghanistan dan Irak telah menjadi sebab terbesar bagi badai krisis ekonomi yang melanda AS, sehingga berdampak terhadap realita sosial dan realita ekonomi rakyat AS. Sampai-sampai hal itu menimbulkan dimulainya revolusi dalam sejarah AS, dengan adanya gerakan massa sipil yang menguasai Wall Street.[1]
Intinya, serangan 11 September yang penuh berkah menjadi sebab bagi kemunduran besar bagi peranan dan dominasi AS di dunia internasional. Banyak negara di dunia mulai membebaskan dirinya dari penghambaan kepada AS. Bahkan ada beberapa negara yang dalam kancah dunia internasional tidak memiliki pengaruh apapun, kini mulai berani secara terang-terangan menentang kebijakan AS, seperti Venezuela, Bolivia dan lain-lain. Dunia internasional mulai menyadari bahwa selama ini mereka memberikan kepada AS melebihi apa yang seharusnya diterima oleh AS.
Inilah pesan penting yang hendak disampaikan oleh kelompok Al-Qaeda melalui serangan 11 September. Melalui serangan 11 September, Al-Qaeda telah menyampaikan pesan yang sangat penting kepada dunia Islam, bahwa AS berada di bawah kekuasaan Allah dan tentara-tentara Allah mampu menimpakan kerugian besar terhadap AS. Tidak seperti rezim-rezim kriminal (rezim-rezim antek AS di dunia Islam, pent) yang selalu menggambarkan kepada bangsa-bangsa Islam bahwa AS adalah kekuatan yang tidak bisa dikalahkan, tidak bisa diserang, bahkan sekedar berfikir untuk menyerangnya akan mengakibatkan bencana, kehancuran dan kematian.
Muhammad Atta, salah satu mujahid penyerang WTC
Dengan serangan 11 September yang penuh berkah, Al-Qaeda telah menyingkirkan sekat rasa takut yang selama ini membelenggu umat Islam. Bangsa-bangsa muslim pun segera memulai usahanya untuk membebaskan diri dari kekalahan mental yang dideritanya. Apalagi para mujahid yang menghinakan AS di jantung negaranya sendiri bukanlah pasukan raksasa yang memiliki pesawat-pesawat tempur, rudal-rudal balistik antar benua, bom atom dan bom nuklir. Mereka "hanyalah" 19 orang singa Islam, yang melalui tangan mereka Allah mencatatkan kemenangan bagi Islam dan kaum muslimin serta kehinaan bagi kekafiran dan kemunafikan.
Sebagaimana ditegaskan oleh singa Islam, Usamah bin Ladin, setelah serangan 11 September dunia terbagi menjadi dua pihak; blok keimanan yang tidak dicampuri oleh kemunafikan, dan blok kekafiran yang tidak memiliki keimanan. Goerge W. Bush sendiri menegaskan hal itu ketika ia menyatakan kepada dunia internasional: "Tidak ada jalan tengah. Jika tidak bersama kami, maka berarti musuh kami."
Sejak hari itu dalam hati dan perasaan umat Islam mulai terbentuk sebuah pemahaman tentang bentuk lain dari perlawanan terhadap kezaliman dan kediktatoran. Khususnya setelah mereka melihat dalam perang Afghanistan dan Irak, mujahidin memiliki kemampuan untuk menyerang kendaraan-kendaran tempur AS sehingga berhamburan pecah di udara bersamaan dengan pecahan-pecahan jasad tentara-tentara AS, akibat dihantam oleh ranjau-ranjau darat dan mobil-mobil penuh bom yang dikendarai oleh mujahidin.
Allah Ta'ala kemudian menakdirkan pemahaman tersebut terealisasikan dalam realita, dengan terjadinya revolusi-revolusi bangsa Arab terhadap rezim-rezim diktator yang didukung oleh AS. Jika Al-Qaeda telah menghantam berhala AS yang telah dijadikan Tuhan oleh para rezim diktator, maka tidak diragukan lagi bahwa revolusi melawan kezaliman para antek AS akan lebih mudah lagi.
As Syahid -kamaa nahsabuh- Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah
Dan itulah yang benar-benar dan bisa kita saksikan dengan kedua mata kita. Syainul Fasiqin (kotoran orang-orang fasiq, nama plesetan bagi Zainal Abidin, pent) bin Ali kabur dari Tunisia. Qaddafi sang kriminal tewas setelah bersembunyi di selokan yang kotor. Husni Barak duduk dengan hina di atas kursinya di belakang jeruji besi penjara. Dengan izin dan pertolongan Allah, kita juga akan melihat keruntuhan thaghut Syam, Bashar Asad dan rezim kriminalnya. Serangan 11 September dan peristiwa-peristiwa yang terjadi sesudahnya berupa kekalahan telak AS dan sekutunya di Afghanistan dan Irak merupakan sebab yang sebenarnya dari terjadinya revolusi-revolusi rakyat Arab. Hal itu akan diakui oleh orang yang mau mengakuinya dan tentu saja akan diingkari oleh orang yang mengingkarinya.
Pesan kedua:
Barangsiapa menyerang kami, maka kami akan menyerangnya. Barangsiapa membantai anak-anak kami, maka kami akan membantai anak-anaknya.    
AS telah menyerang umat kita. AS telah memberikan dukungan sangat besar kepada kaum Yahudi untuk menjajah Palestina, membantai dan menawan kaum muslimin Palestina. Maka Al-Qaeda ingin menyampaikan sebuah pesan yang kuat kepada AS: "Hentikanlah dukungan kalian kepada kaum Yahudi! Keluarkanlah seluruh tentara kalian dari Jazirah nabi Muhammad shallallahu 'Alaihi wa salam! Cabutlah tangan kalian dari membackingi rezim-rezim diktator yang membantai rakyatnya sendiri! Jika kalian tidak mengindahkan peringatan ini, tiada pilihan selain perang dan pembunuhan!"
Serangan 11 September adalah balasan alami atas orang-orang yang menyerang umat kita. AS telah bekerja keras untuk memalsukan kenyataan ini lewat kampanye massif media massa global untuk memburukkan citra Al-Qaeda dan menggambarkan Al-Qaeda melakukan serangan tersebut sekedar untuk membunuh warga sipil belaka.
Maka keluarlah pesan-pesan para pemimpin Al-Qaeda, melalui lisan syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah, yang secara tegas dan terang menjelaskan bahwa Al-Qaeda menargetkan AS karena ada alasan-alasan dan landasan-landasan obyektif yang melatar belakanginya, di mana alasan-alasan obyektif tersebut tidak bisa diabaikan atau diingkari.
Pembunuhan kaum muslimin di Gaza, Palestina
Karena para politikus AS berupaya keras menyembunyikan alasan-alasan sebenarnya yang melatar belakangi Al-Qaeda menyerang AS, maka syaikh Usamah ---dengan kebijaksanaannya yang sudah sangat terkenal--- mulai menyampaikan sejumlah pesan kepada bangsa AS secara langsung untuk menempatkan mereka kepada tanggung jawab mereka atas kejahatan yang dilakukan oleh para politikus mereka terhadap kaum muslimin tanpa ada alasan yang membenarkannya. Itulah yang membuat Al-Qaeda menyerang AS.
Kita bisa melihat rakyat AS sedikit demi sedikit mulai merubah pandangannya terhadap pertarungan ini, sampai pada taraf mereka keluar ke jalanan dalam aksi-aksi demonstrasi menuntut penghentian perang di Afghanistan dan Irak, setelah mereka yakin bahwa para pemimpin AS telah membohongi mereka dan peperangan itu yang dipimpin oleh AS itu sebenarnya untuk kepentingan Yahudi, meski mengatas namakan keselamatan nasional bangsa AS.
Pesan ketiga:
Menarik perhatian dunia internasional terhadap persoalan-persoalan kaum muslimin yang tidak dipedulikan oleh siapa pun sebelum peristiwa serangan 11 September.
Jimmy Carter, Presiden Amerika Serikat ke-39
Jimmy Carter sendiri telah menegaskan hal itu, bahkan dalam setiap kali pertemuannya dengan para pemimpin negara-negara Arab selama masa kepresidennya. Carter menyatakan bahwa tidak ada seorang pun di antara mereka yang mengutarakan persoalan kaum muslimin di Palestina kepadanya.
Maka terjadilah serangan 11 September yang penuh berkah untuk mengingatkan seluruh dunia bahwa kaum muslimin memiliki sejumlah persoalan yang menuntut keadilan, sementara tangan-tangan para durjana dan konspirasi-konspirasi jahat terhadap kaum muslimin harus dihentikan. Untuk menegaskan hal ini, syaikh Usamah muncul dalam video pertamanya pasca serangan 11 September dengan sumpahnya yang sangat terkenal bahwa AS tidak akan merasakan ketenangan dan rakyat AS tidak akan merasakan keamanan sampai kaum muslimin benar-benar merasakan keamanan di Palestina, dan sampai seluruh tentara kafir keluar dari Jazirah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa salam.
Syaikh Usamah meringkas sebab-sebab dilancarkannya serangan 11 September dengan sumpahnya ini, untuk dimulainya fase baru pertarungan yang tak diragukan lagi merupakan pertarungan yang lebih besar. Sebab syaikh Usamah telah mengancam akan mengusik keamanan kaum Yahudi, sedangkan keamanan kaum Yahudi merupakan lampu merah bagi AS, AS tidak akan membiarkan siapa pun melanggarnya. Maka AS pun melancarkan serangan massif terhadap Al-Qaeda dan Taliban di Afghanistan. Tujuan yang diumumkan secara terang-terangan kepada dunia internasional adalah mencabut "teroris" Al-Qaeda dan Taliban sampai ke akar-akarnya setelah mullah Umar menolak untuk menyerahkan syaikh Usamah kepada AS.
Begitu tertipunya Abu Jahal-Nya AS, George W. Bush, dengan kekuatannya sampai-sampai ia tidak menerima tertangkap atau terusirnya syaikh Usamah dari Afghanistan sebagai target peperangan. Bush hanya mau menerima terbunuhnya syaikh Usamah dan tercabutnya Al-Qaeda dan Taliban sampai ke akar-akarnya sebagai target perang yang ia lancarkan.
Hal itu ternyata menjadi bencana yang menghantam Bush sendiri, AS dan sekutu-sekutunya, dengan karunia Allah semata. Perang di Afghanistan pun menjadi sebab utama kekalahan Bush dalam pemilihan presiden AS, setelah ia gagal dalam perang atas apa yang ia namakan sebagai terorisme.
Pada saat yang sama, Al-Qaeda justru sukses menarik perhatian dunia internasional terhadap persoalan-persoalan kaum muslimin. Khususnya setelah invasi militer AS dan sekutunya ke Irak dan kemajuan proyek umat Islam yang dipimpin oleh Al-Qaeda dengan menyebar luaskan mujahidin di banyak tempat di luar Afghanistan. Jika sebelumnya mujahidin hanya berada di Afghanistan saja, akhirnya dunia internasional mulai melihat eksistensi Al-Qaeda di Yaman, Jazirah Arab, Maghrib Islami, Irak, Somalia, Mali dan lain-lain.
Mujahidin Taliban
Dunia internasional mulai memperhitungkan 1000 kali kekuatan Al-Qaeda. Sampai-sampai AS sendiri yang dahulu menganggap pembicaraan tentang perundingan dengan Al-Qaeda sebagai sebuah kejahatan, kini mulai mencari-cari sarana untuk berunding dengan Al-Qaeda dan Taliban. Hal itu setelah AS yakin telah mengalami kekalahan dalam perang melawan "terorisme". AS mulai mencari-cari sarana-sarana lain agar bisa keluar dengan minimal menjaga mukanya, terkhusus lagi setelah ikatan aliansinya di Afghanistan dan Irak mulai lepas.
Pesan keempat:
Menegaskan konsep umat Islam adalah umat yang satu
Al-Qaeda yang memiliki para pemimpin dan anggota dari seluruh negara di dunia ingin menyampaikan sebuah pesan kepada dunia Islam bahwa membela persoalan-persoalan kaum muslimin merupakan kewajiban seluruh umat Islam. Tidak ada tempat untuk paham kedaerahan yang dibenci oleh Islam. Seorang muslim di Yaman akan membela saudaranya sesama muslim di Palestina, seorang muslim di AS akan membela saudaranya sesama muslim di Somalia. Umat Islam adalah satu, cita-citanya satu, kemuliaan sebagian umat Islam adalah kemuliaan bagi seluruh umat Islam lainnya, dan kehinaan yang dialami sebagian umat Islam adalah kehinaan bagi seluruh umat Islam lainnya.
Sudah kita ketahui bersama bahwa pesan yang mulia ini telah datang pada waktunya yang tepat saat kekuatan kafir menindas kaum muslimin di Palestina dan Irak, ketika kekuatan kafir dan rezim thaghut bekerja sama untuk menanamkan paham kebangsaan dan kedaerahan yang dibenci oleh Islam. Serangan 11 September yang penuh berkah telah mengembalikan konsep persatuan umat Islam. Buktinya, pasca invasi militer terhadap Afghanistan dan Irak, kita mulai melihat perubahan yang jelas dalam cara kaum muslimin memandang pertarungan. Kita melihat putra-putra Islam berdatangan dari segala penjuru dunia ke medan-medan pertempuran untuk menolong agama dan umat mereka. Irak telah menyaksikan keberangkatan mujahidin kaum muslimin yang datang dari belahan bumi timur dan barat. Sampai-sampai kita menyaksikan seorang muslim AS berangkat ke Irak dan Afghanistan untuk memerangi tentara salibis. Hal itu belum pernah terjadi sebelumnya kecuali di Afghanistan semasa perang melawan Uni Soviet.
Kekuatan kafir internasional pada saat itu bekerja keras untuk mensosialisasikan globalisasi kriminal (perang gobal melawan "terorisme", pent) yang tidak mempedulikan kehormatan manusia dan bertujuan untuk menguasai dunia, khususnya dunia Islam. Pada saat yang sama, Al-Qaeda juga bekerja keras untuk mensosialisasikan globalisasi yang bertolak belakang. Namanya adalah globalisasi jihad, menjadikan jihad berskala global yang diikuti oleh seluruh kaum muslimin sehingga membela agama menjadi tanggung jawab seluruh umat Islam.
Hal itulah yang sukses dilakukan oleh Al-Qaeda, tanpa diragukan lagi, lewat serangan 11 September dan peperangan-peperangan setelahnya. Kita mulai melihat front-front jihad melawan kekuatan kafir internasional dibuka di setiap tempat. Kita melihat Al-Qaeda sukses memperkokoh ikatan persaudaraan iman (ukhuwah imaniyah) antara putra-putra kaum muslimin. Kita melihat seorang mujahid Aljazair, mujahid Palestina, Mujahid Maroko, mujahid Suriah, mujahid Mesir dan mujahid negeri dua tanah suci (Biladul Haramain) di manapun mereka berada menyadari sepenuhnya bahwa mereka adalah satu tubuh, mereka berperang bersama di Irak, Afghanistan dan Jazirah Arab. Maka Al-Qaeda menggagalkan kampanye-kampanye busuk yang mengajak kepada nasionalisme dan kedaerahan yang dibenci oleh Islam, yang telah memecah-belah umat Islam. Dengan kesuksesan itu, maka mereka menyadari bahwa derita sebagian unsur umat Islam merupakan derita seluruh umat Islam lainnya.
***
Ada banyak pesan yang hendak disampaikan oleh Al-Qaeda melalui serangan 11 September yang penuh berkah. Hari ini bisa dikatakan bahwa serangan 11 September yang penuh berkah itu telah membentuk permulaan peperangan besar yang sesungguhnya, yang akan berakhir dengan kemuliaan Islam dan kaum muslimin, dengan izin Allah.
Apa yang hari ini terjadi memiliki kaitan yang sangat erat dengan serangan 11 September yang penuh berkah. Kita tidak bisa melihat peristiwa hari ini dan apa yang akan ditimbulkan oleh revolusi Syam tanpa kita melihat awal perubahan yang sesungguhnya, yang dimulai dari serangan 11 September 2001, disusul oleh invasi militer salibis internasional terhadap  Afghanistan dan Irak. Peristiwa-peristiwa itu saling berkaitan erat satu sama lainnya, dan merupakan wujud dari kehendak Allah untuk merubah realita dunia.
Serangan 11 September telah "meringkas" zaman, mendekatkan peperangan dan dalam skala yang lebih besar telah mendefinisikan bentuk dan hakekat peperangan serta menegaskan kebenaran manhaj mujahidin yang dipimpin oleh kelompok Al-Qaeda, yang memilih target paling besar dan mematahkan punggungnya, dengan izin Allah semata. Akibat selanjutnya adalah dipatahkannya punggung para thaghut lokal. Peristiwa itu menjadi pertanda-pertanda yang sebenarnya dari semakin dekatnya al-malhamah al-kubra (peperangan terbesar) melawan kaum Yahudi dan antek-anteknya kaum Syiah Rafidhah pendengki.[2]
Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada singa umat dan guru umat, syaikh Usamah bin Ladin, dan menerimanya di surga Firdaus yang tertinggi. Sungguh beliau adalah seorang tokoh yang nilainya setara dengan sebuah umat. Ia dan saudara-saudaranya kelompok mujahidin memimpin perahu keselamatan bagi umat Islam, maka mereka menjadi jaminan keselamatan bagi umat Islam pada saat kewajiban perjuangan ditinggalkan oleh banyak manusia dan kelompok-kelompok Islam.
Kita bersaksi kepada Allah bahwa kita bersama Al-Qaeda dan para mujahidin Al-Qaeda, karena kita mendapatkan pada diri mereka kejujuran manhaj dan keteguhan prinsip. Cukuplah sebagai bukti bahwa para pemimpin Al-Qaeda berada pada barisan terdepan dalam mengorbankan tumpahan darah dan ceceran tubuh mereka demi agama mereka. Demikian kami menyangka tentang mereka dan kami tidak menganggap seseorang suci di hadapan Allah, Allah semata yang mengetahui hakekat mereka.
Enyahlah AS dan antek-antek AS! Kita semua adalah Usamah, dan setiap umat Islam akan menjadi Al-Qaeda bagi Islam sebagaimana yang diinginkan oleh Usamah. Orang yang rela akan rela atas hal itu dan orang yang benci akan benci atas hal itu.
Berikut ini beberapa angka dan kalkulasi biaya yang dikeluarkan oleh AS akibat serangan 11 September dan disusul oleh invasi militer ke Afghan dan Irak. Biaya tersebut menunjukkan bahwa melalui serangan 11 September Al-Qaeda telah menempatkan AS dalam kesulitan yang serius:
(1). Miliaran dolar telah dikeluarkan oleh Washington untuk menjaga keamanan AS dan melindungi wilayah AS.
Hal itu mengakibatkan AS yang semula mengalami surplus 2 % dari Produk Domestik Bruto-nya pada masa terpilihnya George W. Bush sebagai presiden AS pada 2000 M, kini telah mengalami defisit keuangan yang sangat berat dan beban hutang yang sangat besar sehingga berperan besar dalam melemahkan ekonomi AS secara total.
Parahnya kemunduran ekonomi dan besarnya beban hutang AS disebutkan secara detail oleh Joseph E. Stiglitz dan Linda J. Bilmes dalam bukunya yang berjudul PERANG 3 TRILIUN DOLAR.[3]
Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Joseph E. Stiglitz tentang beban ekonomi yang harus diitanggung AS akibat serangan 11 September, Stiglitz menyebutkan bahwa setiap keluarga AS harus menanggung biaya sebesar 17.000 dolar dari biaya keamanan AS. Biaya tersebut senantiasa meningkat sebesar 50 % sebagai akibat dari melonjaknya biaya perang Washington di Afghan dan Irak serta operasi-operasi militer AS di luar negeri yang belum dihitung sampai saat ini.
Secara global, kerugian yang dialami oleh kota New York akibat serangan 11 September adalah US $ 95 milyar. Jumlah ini termasuk pekerjaan yang hilang, kerugian pajak, biaya renovasi bangunan yang rusak dan operasi pembersihan gedung yang hancur.
Sumber: Institut Studi dan Kajian Keamanan Internasional, 2004.
(2). Kerugian yang dialami oleh perusahaan penerbangan AS akibat penutupan jalur penerbangan dan pembatasan-pembatasan lainnya yang diterapkan pasca serangan 11 September mencapai US $ 10 billion.
Sumber: Institut Studi dan Kajian Keamanan Internasional, 2004.[4]
(3). Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para pakar ekonomi dan militer tentang besarnya biaya yang dikeluarkan oleh AS dalam perang di Afghanistan dan Irak. Sejak tiga tahun yang lalu, Joseph E. Stiglitz dan Linda J. Bilmes menghitung biaya yang harus dikeluarkan oleh AS dalam perang di Irak berkisar antara 3 sampai 5 triliun dolar. Dan angka itu terus meningkat. Sementara itu majalah News Week menyebutkan bahwa operasi militer AS di Pakistan, Afghanistan dan Irak menelan biaya sebesar 2,6 triliun dolar. Dengan demikian, menurut majalah News Week total biaya penjagaan keamanan nasional AS memakan biaya sebesar 3,228 triliun dolar.
Sumber: Koran Al-Ahram, Mesir.
(4). Sebuah laporan ekonomi AS menyebutkan bahwa defisit perdagangan AS selama sepuluh tahun terakhir meningkat sebesar 25 %.
Biaya perang di Irak sampai tahun 2008 mencapai 3 triliun dolar, dan dunia internasional mengalami kerugian ekonomi dalam jumlah yang sama besar dengan kerugian AS tersebut. Sejak 2006, AS sendiri telah menyiapkan anggaran khusus dalam upaya melawan ranjau-ranjau darat yang dipasang oleh mujahidin di Irak dan didistribusikan sebagai berikut:
  • Sebesar 3,3 miliar dolar untuk tahun 2006
  • Sebesar 4,3 miliar dolar untuk tahun 2008
  • Sebesar 3,1 miliar dolar untuk tahun 2009
  • Sebesar 1,8 miliar dolar untuk tahun 2010
  • Sebesar 3,3 miliar dolar untuk tahun 2011 bersamaan dengan besarnya kerugian perang di Afghanistan.
Sumber: Koran Al-Ahram, Mesir.
(5). Departemen Urusan Veteran AS menyebutkan bahwa jumlah tentara AS yang terbunuh sejak perang Teluk (perang Irak) sampai tahun 2007 saja mencapai 73.000 orang tentara. Adapun jumlah tentara yang terluka selama operasi perang mencaai 1,6 juta orang tentara. Departemen Urusan Veteran kemudian menghilangkan laporan tersebut untuk menyembunyikan besarnya kerugian jiwa AS dalam perang di Irak.
Sebelum menutup artikel ini, saya hadiahkan kepada kalian sebuah video indah di mana sang singa syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah berbicara tentang serangan 11 September dan mengenalkan kepada dunia internasional sosok 19 pahlawan pelaku serangan 11 September yang penuh berkah. Video ini hanya berdurasi enam menit:
http://www.youtube.com/watch?v=PU-Wa5yvYxc
Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada syaikh Usamah bin Ladin dan sembilan belas singa tersebut. Semoga Allah menjaga Al-Qaeda, para pemimpinnya, pasukannya dan simpatisannya.
Ditulis oleh Nashir Al-Qaidah

Catatan kaki
  1. Aksi demonstrasi anti Wall Street menggeliat sejak awal Oktober di New York dan kemudian mulai meluas ke Eropa. Di Amerika, awalnya hanya dihadiri ratusan demonstran yang umumnya mahasiswa. Dipicu oleh krisis ekonomi, dan keresahan atas ketamakan korporasi serta korupsi para elit bisnis, aksi itu kian membesar dari hari ke hari.
    Di New York, aksi pada Sabtu 15 Oktober 2011 diikuti puluhan ribu demonstran. Para pengunjuk rasa memenuhi Times Square, pusat bisnis dan perbelanjaan di New York. Mereka adalah bagian dari "Hari Protes Global" untuk Gerakan Kuasai Wall Street. Pada hari sama, puluhan ribu orang lainnya juga berkumpul di berbagai kota lain di penjuru dunia. Mereka juga menentang praktik serakah korporasi, dan peran Wall Street dalam krisis keuangan. Selain New York, sejumlah kota lain adalah Madrid, London, Roma, Frankfurt, Sidney dan Hongkong.
  2. Kemenangan mujahidin di Irak dan Suriah dengan izin  akan menjadi awal bagi pembebasan bumi Islam Palestina dari penjajahan zionis Yahudi. Kemenangan telak kaum muslimin atas kaum Yahudi dalam peperangan di Palestina telah ditegaskan dalam hadits-hadits shahih. Di antaranya hadits dari Abu Hurairah Rhadiyallau 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallu 'alaihi wa salam bersabda:
    لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ، فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ، فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي، فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ، إِلَّا الْغَرْقَدَ، فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ
    "Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi dan kaum muslimin (meraih kemenangan sehingga) membunuhi mereka. Sampai-sampai orang Yahudi bersembunyi di balik pohon dan batu, namun pohon atau batu akan mengatakan, 'Wahai muslim, wahai hamba , inilah orang Yahudi berada di belakangku, Kemarilah dan bunuhlah dia!' Hanya pohon Gharqad yang tidak mengatakan seperti itu, karena ia termasuk tanaman kaum Yahudi.  (HR. Bukhari no. 2926 dan Muslim no. 2922 dengan lafal Muslim)
  3. Buku best-seller internasional berjudul The Three Trillion Dollar War: The True Cost of the Iraq Conflict ditulis oleh Joseph Eugene Stiglitz dan Linda J. Bilmes pada 2008. Joseph Eugene Stiglitz adalah ekonom Amerika dan profesor pada Columbia University. Ia meraih penghargaan Nobel Ekonomi 2001 dan John Bates Clark Medal 1979. Adapun Linda J. Bilmes adalah professor pada Harvard University. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Perang Tiga Triliun Dolar: Bencana Ekonomi di Balik Invasi Amerika ke Irak, diterbitkan oleh penerbit Mizan Bandung pada 2009.
    Buku Joseph E Stiglitz dan Linda J. Belmes ini secara khusus menyelidiki biaya yang dikeluarkan AS untuk perang Irak selama 5 tahun, dari 2003 saat invasi militer sampai 2008 saat buku itu ditulis. Biaya yang ditanggung Depkeu AS berkisar antara 1,7 trilun hingga 2,7 triliun dolar. Ditambah biaya ''sosial'' substansial, yakni biaya-biaya yang tak tertangkap dalam anggaran pemerintah federal, tapi sebenarnya mencerminkan beban sesungguhnya yang dipikul warga AS berkisar antara 300 miliar hingga 400 miliar dolar AS. Total biaya berkisar antara 2 triliun hingga 3,1 triliun dolar, dengan rata-rata per tahunnya 400 miliar dolar sampai 600 miliar dolar.
    Biaya 3 triliun dolar itu setara dengan Rp 28.000 triliun, sama dengan 12 tahun biaya perang di Vietnam dan dua kali lipat dibandingkan dengan biaya perang di Korea! Dan biaya tersebut ditanggung oleh rakyat pembayar pajak di AS.
    Padahal dengan 1 triliun dolar saja, AS itu bisa membangun 8 juta unit rumah, menggaji 15 juta guru selama setahun, membayar asuransi kesehatan 530 juta anak selama setahun, memberikan beasiswa empat tahun pada 43 juta mahasiswa di universitas negeri. Terlebih dengan dana 3 triliun dolar.
    Stiglitz dan Bilmes membagi biaya perang itu menjadi dua: biaya perang saat ini dan biaya perang masa datang. Biaya perang masa datang dihitung sebab para pembayar pajak AS berutang miliaran dolar kepada para veteran yang memenuhi syarat mendapat kompensasi cacat, perawatan dan tunjangan medis. Rata-rata pembayaran pada veteran Perang Irak dan Perang Afganistan 542 dolar per bulan per orang. Belum lagi tunjangan veteran berupa penyesuaian biaya hidup yang setara jaminan sosial.
    Pada 2003 Departemen Urusan Veteran menanggung biaya perawatan 13.800 orang veteran Irak dan Afganistan. Pada 2008, sudah ada 263.000 veteran Irak dan Afganistan yang harus ditanggungnya. Untuk para veteran dua perang ini, pemerintah AS harus mengeluarkan 398 miliar dolar. Rinciannya, 121 miliar dolar untuk perawatan kesehatan dan 277 miliar dolar untuk tunjangan cacat.
    Perang akan terus memakan dolar jika tak selekas mungkin dihentikan. Bukan itu saja, sederet persoalan kejiwaan menghantui para veteran Irak dan Afganistan. Survei terhadap 2.000 veteran dua perang ini menemukan hampir sepertiganya menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD), depresi mayor, cedera otak traumatik atau kombinasinya. Riset the RAND Corporation bahkan menaksir sekitar 300 ribu tentara menderita PTSD atau depresi mayor dan 320 ribu mengalami cedera otak traumatik.
    Tak heran jika banyak pakar ekonomi menyatakan saat ini AS tengah mengalami krisis ekonomi yang sepadan dengan masa Great Depression pada 1930an, atau bahkan lebih buruk lagi. AS telah mengalami kemunduran ekonomi, militer, politik dan ideologi yang dahsyat pasca serangan 11 September yang penuh berkah, yang disusul oleh jihad di Afghanistan dan Irak.
  4. Wartawan Stasiun TV Al-Jazera, Taisir Alllouni, pada 21 Oktober 2001 melakukan wawancara eksklusif dengan syaikh Usamah bin Ladin. Dalam wawancara tersebut, syaikh Usamah antara lain membicarakan kerugian AS akibat serangan 11 September. Berikut petikannya.
    Taiser Allouni: Kembali lagi kepada permasalahan serangan yang terjadi di New York dan Washington, apa penilaian Anda dengan apa yang telah terjadi? Apa pengaruhnya terhadap Amerika dan dunia Islam? Pertanyaan ini dari dua sisi jika anda berkenan!
    Syaikh Usamah bin Ladin: Saya katakan, peristiwa yang terjadi pada hari Selasa, 11 September di New York dan Washington, ini adalah peristiwa yang sangat besar sekali dipandang dari sisi manapun. Dampak-dampak yang ditimbulkannya belum berhenti sampai sekarang ini dan akan terus berlanjut. Karena runtuhnya gedung terutama gedung kembar, adalah suatu peristiwa yang sangat besar sekali, namun sesungguhnya dampak-dampak yang ditimbulkannya lebih besar lagi. Kami akan membicarakan mengenai dampak-dampak perekonomian yang terus berlanjut.
    Menurut pengakuan mereka sendiri, kerugian yang mereka derita di WTC mencapai 16 %. Dan mereka mengatakan, angka ini belum pernah terjadi sebelumnya sama sekali, semenjak pasar tersebut dibuka, lebih dari 230 tahun yang lalu, belum pernah terjadi kerugian sebesar ini. Jumlah keseluruhan modal pokok di pasar tersebut mencapai US $ 4 trilyun. Lalu kalau kita lihat 16% dari US $ 4 trilyun, untuk mengetahui berapa jumlah kerugian pada saham mereka, adalah mencapai US $ 640 milyar kerugian mereka. Itu semua terjadi atas karunia Alloh. Dan sebagai contoh, jumlah ini senilai anggaran belanja negara Sudan selama 640 tahun. Kerugian ini mereka terjadi akibat serangan selama satu jam, atas karunia dan bimbingan Alloh.
    Perputaran keuntungan uang harian rakyat Amerika adalah US $ 20 milyar dollar. Padahal pada satu minggu pertama mereka tidak bekerja sama sekali lantaran shock mental. Sampai hari ini mereka di sana tidak pergi ke tempat kerja mereka lantaran shock dengan serangan tersebut. Kalau kita kalikan US $ 20 milyar kali 7 hari dalam seminggu, maka akan mencapai US $ 140 milyar. Dan sebenarnya lebih daripada jumlah tersebut. Kalau jumlah itu kita tambahkan dengan US $ 640 milyar tadi maka akan kita dapatkan hasil berapa? Kira-kira kita dapatkan US $ 780 milyar. Ditambah lagi dengan kerugian bangunan-bangunan dan gedung-gedung yang runtuh, kami telah katakan lebih dari US $ 30 milyar.
    Kemudian sampai hari ini, atau dua hari yang lalu, mereka mereka memecat lebih dari 170 ribu pekerja mereka dari perusahaan-perusahaan penerbangan, baik perusahaan pesawat pengangkut atau perusahaan pesawat penumpang. Sebuah penyelidikan di Amerika menyebutkan bahwa 70% rakyat Amerika hingga kini menderita trauma dan gangguan jiwa setelah terjadi serangan dua gedung WTC dan Departemen Pertahanan (Pentagon), atas karunia Alloh SWT. Salah satu perusahaan perhotelan yang terkenal di Amerika, yakni Intercontinental Company telah memecat 20 ribu pekerjanya, atas karunia Alloh SWT. Dan kerugian-kerugian yang terus berlanjut itu tidak tidak ada seorang pun yang dapat memastikan nominalnya lantaran besarnya. Dan kerugian itu terus bertambah, atas karunia Alloh SWT. Jadi, minimal jumlah total kerugian mecapai lebih dari US $ 1 trilyun, atas karunia Alloh SWT, akibat serangan yang penuh berkah tersebut. Semoga Alloh SWT menerima ikhwan-ikhwan yang melakukan serangan tersebut diterima Alloh SWT sebagai syuhada' dan dimasukkan ke dalam syurga Firdaus yang paling tinggi.
    Akan tetapi saya katakan, di sana terjadi kerugian lain yang sangat berbahaya, lebih besar dan lebih berbahaya daripada runtuhnya gedung, yaitu runtuhnya peradaban Barat yang dipimpin oleh Amerika. Hancurlah keperkasaannya, dan hancurlah gedung peradabannya yang  menjulang, yang berbicara tentang kebebasan, hak asasi manusia dan kemanusiaan, semuanya berubah menjadi debu yang berhamburan.
    Dan nampaklah secara jelas, tatkala pemerintah Amerika campur tangan dan melarang kantor-kantor berita untuk mempublikasikan beberapa kata dari kami yang tidak lebih dari beberapa detik saja. Karena mereka mulai menyadari, bahwasanya kebenaran telah mulai dipahami oleh rakyat Amerika, dan bahwa sebenarnya kami bukanlah kelompok teroris sebagaimana yang mereka maksudkan. Akan tetapi sesungguhnya kami telah dianiaya di Palestina, Irak, Lebanon, Sudan, Somalia, Kasymir, Filipina dan di setiap tempat. Dan sesungguhnya serangan tersebut merupakan reaksi balasan yang dilakukan oleh para pemuda dari umat Islam terhadap penganiayaan yang dilakukan oleh pemerintah Inggris (munggin beliau salah bicara, mungkin yang beliau maksud adalah pemerintah Amerika -ed). Oleh karena itu mereka mengeluarkan pernyataan semacam ini, dan mengeluarkan perintah semacam ini, dan lupa terhadap segala apa yang mereka katakan mengenai kebebasan berbicara dan lainnya.
    Maka saya katakan, sesungguhnya kebebasan dan berbagai kebebasan di Amerika serta hak asasi manusia, telah membuahkan pisau guillotin tanpa dapat menarik kembali kecuali jika Amerika merubah sikap dengan cepat. Pemerintah Amerikan akan memasukkan rakyatnya, dan bangsa Barat secara umum juga akan masuk ke dalam kehidupan yang suram dalam neraka Jahim, yang tidak akan mungkin dapat ditanggung, lantaran para penguasa di sana mempunyai hubungan yang kuat, dan berada di bawah kekuasaan dan loby Zionis yang menyokong kepentingan Israel, yang membunuh anak-anak kami tanpa alasan yang benar, supaya mereka tetap memegang kekuasaan.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget