Articles by "Islam Amerika"

Voice Of Muslim - Amerika  - Sebanyak 24 karyawan Muslim dari perusahaan jasa ekspedisi DHL terpaksa harus kehilangan pekerjaan mereka di Hebron Amerika Serikat karena melakukan aktivitas shalat.
Insiden pemecatan ini terjadi pada tanggal 9 Oktober lalu setelah supervisor DHL menerapkan kebijakan waktu istirahat yang tidak memungkinkan karyawan Muslim untuk beribadah. Hal ini memicu protes karyawan Muslim.

Sedikitnya 11 pengaduan diajukan kepada komisi kesetaraan kerja AS yang menyatakan bahwa DHL Global Mail telah melanggar hak keagamaan para karyawan Muslim yang sebenarnya dilindungi secara hukum.

Kelompok hak sipil Muslim AS, CAIR lewat pengacaranya Booker Washington mengatakan, “Kami meminta semua upaya hukum yang diperbolehkan menurut Bab VII (Undang-Undang Hak Sipil federal 1964) serta Undang-undang Hak Sipil Kentucky, dan meminta adanya kepastian bahwa hak-hak sipil semua pekerja dihormati.”

Voice Of Muslim - Setelah berhasil mendirikan masjid pertama di Kutub Utara, Muslim Kanada mengungkapkan kebahagiaan mereka karena berhasil menambahkan menara di masjid yang berwarna kuning yang berlokasi di kota Winnipeg-Inuvik itu.

“Inilah menara masjid yang dibangun di Kutub Utara. Menara itu sangat indah ketika kami nyalakan lampu-lampunya di tengah kegelapan,” kata Amier Suliman, anggota komite masjid dengan bangga, Kamis (28/10).

Menara itu menjulang dengan tinggi sekitar 10 meter, menambah kemegahan masjid yang dibuat dari bahan-bahan fabrikasi itu. Komunitas Muslim di Inuvik–kota yang berjarak 200 kilo meter dari Kutub Utara–sudah lama menginginkan sebuah tempat yang memadai untuk menjalankan peribadahan mereka. Tapi impian itu sempat lama tertunda karena harga bahan bangunan dan ongkos tukang bangunan yang sangat mahal.

Sampai akhirnya sebuah perusahaan pemasok bahan bangunan di Manitoba mengatakan bahwa mereka bisa membuat struktur masjid itu di pabriknya, dan setelah bangunan masjid jadi, ditarik dengan kapal ke Inuvik. Perusahaan itu hanya mengenakan biaya setengah dari harga yang seharusnya dibayar.
Setelah melalui proses dan perjalanan panjang melewati daratan dan sungai di sepanjang wilayah Barat Kanada, masjid kecil berukuran 140 meter per segi yang terbuat dari bahan kayu itu akhirnya sampai di Inuvik pada bulan Agustus kemarin. Di kota itu komunitas Muslim berkembang pesat dan jumlahnya bertambah banyak, yang membuat mereka merasa perlu memiiki sebuah masjid. Komunitas Muslim di Inuvik yang berpenduduk sekitar 4.000 jiwa itu, kebanyakan berasal dari Sudan, Lebanon dan Mesir.
Penambahan menara masjid disambut gembira oleh komunitas Musim di Inuvik. “Sebagian orang akan mengatakan ini adalah sebuah garis depan terbaru bagi Islam. Tapi bagi kami, yang terpenting adalah kaum Muslimin di sini yang biasanya melaksanakan salat Jumat menumpang di sebuah gereja Katolik, sekarang sudah punya tempat yang layak untuk beribadah, lengkap dengan menaranya,” tandas Suliman. (oi/eramuslim/Dz)

Voice Of Muslim - Dia berusia 23 Tahun. Bernama Peter Casey, atau Abdulmalik. Pada usia 15 tahun, lulusan Queens College ini memutuskan bersyahadat masuk Islam.

Namanya dikenal secara luas baik di negerinya, Amerika Serikat, maupun dunia internasional setelah pengakuannya memilih Islam tersebar luas di jagat maya. Alih-alih takut akan keselamatan nyawanya mengingat fobia Islam kembali mengental di AS menjelang peringatan tragedi 11 September, ia malah rajin menunjukkan keyakinan barunya di depan publik.  (Tidak semua muslim mampu lakukan hal itu di negeri non muslim  walau oleh ‘yang sudah Muslim’ sejak lahir)

Ia misalnya, selalu pergi ke masjid setiap hari dengan ‘menumpang’ skateboard-nya — gaya khas anak muda AS. Ia juga jarang berpikir dua kali untuk melakukan ibadah shalat di Starbuck, jika kebetulan ia tengah nongkrong di sana dan waktu shalat telah tiba.
Pria bermata biru ini mengaku pantang menyembunyikan identitas keislamannya. Sebaliknya, ia mengatakan ia berusaha untuk “menantang stereotip dan kesalahpahaman” orang lain di sekitarnya tentang Islam.

Sebagai seorang mualaf yang dibesarkan di pinggiran kota dengan latar belakang Yudeo-Kristen, Casey dibesarkan di pinggiran Long Island oleh ibu yang beragama Yahudi dan ayah Katolik. Ia tumbuh dalam keluarga yang bertolak belakang dalam melihat Yesus.
Di satu sisi, kekristenan berbicara tentang Yesus (Tuhan) sebagai Allah Putra, Allah Bapa, dan roh Kudus (3 Pribadi tapi Satu/trinitas). Di sisi lain, Yudaisme (Agama Yahudi) berbicara tentang Yesus sebagai seorang mesias/seorang yang diurapi/juru selamat palsu.
“Saya merasa ada dua hal ekstrem di sana, dan saya mempelajari keduanya,” kata  Casey.
Pasca-serangan 11 September 2001, pemahaman mulai berubah. Ia berusia 13 tahun saat dua menara kembar WTC itu runtuh. Sejak itu!, ia rajin berselancar di dunia maya mengorek isi ajaran Islam — yang “Pada awalnya” dituduhkan berada di balik serangan itu. Ia menemukan dalam penelusurannya doktrin yang lebih masuk akal dalam Islam tentang Yesus: Dia Seorang Nabi, Seorang Pria yang menyampaikan firman Allah. Tidak lebih dari itu.
“Aku sedang mencari agama Yesus dan murid-muridnya,” kata Casey mengatakan. “Dan ketika saya mulai belajar tentang Islam, saya seperti:” Ini dia. Ini adalah agama itu.” . (The New York Times,12/9/2011)
Dua tahun kemudian, pada usia 15 tahun, ia masuk Islam.
Sejak itu, Ia telah berupaya untuk meluruskan kecurigaan publik AS pada Islam. Tak hanya melalui perbuatan – seperti bershalat di tempat umum dan ramah pada siapa saja — ia juga aktif berdakwah melalui blog-nya yang bertajuk ‘Dawah Addict’. Tema-tema seperti ‘Muhammad dalam Alkitab’ dan ‘Bagaimana Menjadi Seorang Muslim’ diulasnya tanpa canggung.
“Ketika saya pertama kali menjadi Muslim, dan ini masih terdengar hingga hari ini, orang-orang berkata,”Mengapa tidak ada Muslim di luar sana mengatakan tentang Islam yang sebenar-benarnya?” Kata Mr Casey. “Dan saya pikir, yah, Saya akan Melakukannya jika tidak ada orang lain yang akan melakukannya.”
Ia bahkan mempunyai saluran/channel You Tube sendiri yang ia pergunakan untuk Dakwah dan menyampaikan islam dengan jumlah pendengar yang terus tumbuh dengan 5000 pelanggan dan hampir setengah juta pengunjung.
sumber,
The New York Times,(http://cityroom.blogs.nytimes.com/2011/09/12/l-i-bred-muslim-convert-challenges-stereotypes/?partner=rss&emc=rss)
semoga bermanfaat,….
———————————————-
إِلّا مَن تابَ وَءامَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صٰلِحًا فَأُولٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّـٔاتِهِم حَسَنٰتٍ ۗ وَكانَ اللَّهُ غَفورًا رَحيمًا

kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 25. Al Furqaan : 70)


mesjid
JOPLIN — Serangan pembakaran masjid yang kedua kalinya di negara bagian Missouri, AS, pekan ini, telah memicu kemarahan para pemimpin agama. Mereka menyerukan perlindungan tempat ibadah.
Sebuah masjid di tenggara Missouri telah dibakar hingga rata dengan tanah pada Senin pagi dalam serangan pembakaran yang kedua kali atas tempat ibadah Muslim dalam sebulan ini.
Atap masjid itu sebelumnya hancur dalam serangan pembakaran serupa pada 4 Juli lalu. Tak seorang pun cedera dalam serangan Senin kemarin. Namun bangunan Islamic Society of Joplin rusak berat.
Menyusul insiden itu, FBI, Bureau of Alcohol Tobacco and Firearms dan departemen Jasper County Sheriff langsung mengadakan investigasi.
Kini bangunan itu tinggal puing-puing. FBI menawarkan imbalan sebesar 15.000 dolar AS untuk informasi yang mengarah pada pelaku pembakaran.
Imbalan lain sebesar 10.000 dolar AS untuk informasi atas insiden terakhir juga ditawarkan lembaga payung Dewan Hubungan Amerika-Islam CAIR. CAIR juga menyerukan peningkatan perlindungan polisi untuk semua rumah ibadah setelah kasus kebakaran dan penembakan mematikan pada Minggu lalu di sebuah kuil Sikh di Wisconsin yang menewaskan 8 orang.
Jubir CAIR, Ibrahim Hooper menegaskan bahwa banyak kelompok yang membenci Islam, termasuk Act for America, Stop Islamization of America dan Jihad Watch, telah memicu berbagai insiden seperti di Joplin.
Di seluruh Amerika, masjid kerap diserang. Sekurangnya 35 proyek masjid, mulai dari Mississippi hingga Wisconsin, terhambat dan tak bisa dibangun dengan berbagai alasan, termasuk alasan kemacetan lalulintas dan kekuatiran akan terorisme. Bahkan beberapa masjid telah dirusak termasuk pembakaran masid di Wichita pada 2011.
(onislam)
____________________________________________________________


alquaran dibakar1
WASHINGTON — Para penganut ateis mengancam akan membakar Alquran bila parlemen mengesahkan UU yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang keberagaman agama di negara bagian Pennsylvania, AS. Ancaman itu memicu kemarahan sejumlah warga.
Ernest Perce, direktur Ateis Amerika cabang Pennsylvania mengancam akan membakar Alquran di gedung parlemen pada September nanti bila UU “Tahun Diversifikasi Agama” disahkan parlemen.
Usulan UU itu menyebutkan bahwa Alquran, Injil dan kitab suci lainnya menanamkan kebajikan dan keindahan yang besar kepada para penganutnya dan diapresiasi dan juga dihargai oleh mereka yang tidak menganut keyakinan agama.
Perce menjadi pusat perhatian setelah ia berpakaian zombie versi Nabi Muhammad SAW. Penganut ateis ini mengeluh bahwa ia diserang oleh seorang pria Muslim karena berparade di jalan dengan memakai zombi Nabi Muhammad SAW.
Namun klaimnya itu ditolak seorang hakim Amerika. Ia bahkan dikecam karena telah melukai kepekaan umat Muslim dengan memakai pakaian zombie seperti nabi Muhammad. Aktivis ateis ini juga dituduh telah memasang baliho bergambar seorang budak Afrika di Harrisburg, Pennsylvania.
Umat Muslim sangat menjaga kesucian Alquran. Penajisan Alquran termasuk salah satu bentuk penghujatan paling buruk.
Pada 2010 lalu, Terry Jones, seorang pastor dari Florida telah memicu kemarahan dunia setelah mengumumkan rencana untuk membakar Alquran pada peringatan tragedi serangan berdarah 11 September.
Rencana itu memicu berbagai aksi protes penuh kekerasan di Afganistan dan negara Muslim lainnya dan menyebabkan beberapa orang tewas. Pastor radikal itu akhirnya membakar Alquran pada Maret 2011 menyusul serangan di sebuah gedung PBB di Afganistan yang menewaskan beberapa orang. Namun rencana pembakaran Alquran oleh para ateis memicu kemarahan di Pennsylvania.
Survei yang dilakukan American Religious Identification menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengklaim tidak beragama meningkat dua kali lipat selama 18 tahun terakhir dan membentuk 15 persen populasi di Amerika. Di beberapa negara bagian seperti South Carolina, jumlah ateis bahkan lebih dari tiga kali lipat. Studi lain juga menunjukkan jumlah penganut ateis berkembang di Amerika.
Banyak orang percaya bahwa pertumbuhan berbagai organisasi ateis dalam beberapa tahun ini terjadi karena kemarahan mereka atas kebijakan mantan Presiden George W. Bush yang merangkul hak beragama dan kebijakan yang condong pada agama. //onislam/meidia


muslim-as
WASHINGTON — Kelompok Muslim Amerika Dewan Muslim Amerika CAIR menyerukan seluruh umat Muslim di dunia untuk mengabaikan film yang menghina Nabi Muhammad SAW yang memicu berbagai serangan di kedubes Amerika hingga menewaskan Dubes AS untuk Libia J Christopher Stevens setelah kedubes diserang.
Film yang diproduksi dan disutradarai developer real-estat Amerika-Israel, menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai orang bodoh, perayu dan pemalsu agama.
Film bertajuk “Innocence of Muslims” mengambil setting di era modern dengan menggambarkan seorang Kristen Koptik Mesir melarikan diri dari massa Muslim yang marah. Polisi hanya melihat saja sementara massa menghancurkan sebuah klinik dimana seorang dokter Kristen bekerja.
Lalu, dokter itu berbicara kepada putrinya tentang apa yang membuat seorang teroris Islam. Setelah itu, klip itu berganti ke berbagai peristiwa sejarah dari masa Nabi Muhammad SAW, kebanyakan mengambil setting dengan latar belakang padang pasir.
Pada peristiwa lain, Nabi Muhammad digambarkan sebagai seorang pemimpin yang haus darah, dan mendorong para pengikutnya untuk menjarah tempat-tempat yang mereka serang. Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan agar pengikutnya dapat memanfaatkan anak-anak sesuai keinginan mereka.
Film ini telah beredar di internet selama beberapa pekan sebelum aksi protes pecah. nabi Muhammad digambarkan sebagai perayu wanita, homoseksual dan penyiksa anak.
Media massa AS menyebutkan bahwa film itu diproduksi seorang pengembang properti Amerika keturunan Israel. Berbagai sumber di internet menyebutkan bahwa pembuatnya adalah Sam Bacile, sebuah nama dari keturunan Mesir.
Gereja Koptik Ortodoks Mesir mengutuk beberapa orang Koptik Kristen Mesir yang tinggal di luar negeri dan mendanai produksi film yang menghina itu.
Film ini telah diposting di situs YouTube pada Juni lalu, namun baru memikat perhatian dunia pekan lalu ketika seorang Koptik Amerika keturunan Mesir membuat sebuah karavan dalam posting blog berbahasa Arab dan laporan berkala imel yang mempublikasikan film itu.
Film ini dipromosikan oleh pastor AS Terry Jones, yang pernah memicu kemarahan umat Muslim pada 2010 lalu dengan rencana untuk membakar Alquran.
Jones menyebut film itu sebagai film satire tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW dan
mengatakan bahwa ia menunjukkan karavan video promosi itu setelah menggelar ‘persidangan’ simbolis terhadap nabi Muhammad SAW.

Ini berita dari Liputan CNN...
Ini kisah nyata dan terjadi di Amerika. Seorang pemilik toko yang sedang menjaga tokonya masuk dalam tajuk utama pemberitaan di berbagai media masa cetak dan elektronik; setelah pertemuan tidak terduga dengan seorang perompak yang bersenjatakan pemukul Baseball masuk ke tokonya. Uniknya, dalam kejadian tersebut sang perompak kemudian akhirnya masuk Islam di tangan si pemilik toko tersebut!



Muhammad Sohail, 47 (sang pemilik toko), kala itu tengah bersiap-siap untuk menutup tokonya “Express Convenience” tepat pada tengah malam ketika tiba-tiba – “terlihat dalam kamera CCTV/pengawas” – ada seorang pria yang datang menghampirinya dengan membawa tongkat pemukul Baseball dan meminta Muhammad Sohail untuk menyerahkan sejumlah uang.

Tidak mau tunduk kepada penjahat tersebut, Sohail langsung meraih senapan Shotgun yang diletakkan di bawah laci kasir tokonya.

Merasa kalah dalam hal senjata, pria bertopeng tersebut langsung kehilangan nyali; seketika itu juga dia menjatuhkan tongkat pemukulnya ke tanah dan berlutut memohon ampun sambil menangis.

Perampok tersebut mengatakan bahwa dia terpaksa merampok untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang tengah kelaparan.

“Tolong jangan panggil polisi, jangan tembak saya. Saya tidak punya uang, saya tidak punya makanan di rumah saya”, tutur Sohail menirukan kata-kata perampok tersebut.

“Dia menangis tersedu-sedu seperti seorang bayi kecil”, tambah Sohail.

Tidak seperti kebanyakan warga kulit putih Amerika Serikat lainnya yang langsung memanggil polisi jika berada dalam situasi seperti itu, sang pemilik toko justru membuka dompetnya lalu mengulurkan uang tunai sebanyak $40 berikut sebungkus roti; namun dengan satu syarat, pria tersebut harus berhenti sama sekali dan tidak pernah merampok lagi!

Seraya memberikan uang Sohail berkata, “Pulanglah, kembalilah kepada keluargamu!”

Terlihat saat menerima uang $40 tersebut, sang perampok tampak sangat terkesima. Perampok itu tertegun atas uang yang ia terima, kemudian secara tidak terduga ia mengatakan kepada Sohail bahwa dia ingin menjadi seorang Muslim seperti Sohail.

Sohail dengan disertai rasa takjub kembali berkata, “Apakah kamu serius dengan ucapanmu itu?”

Sang perampok dengan yakin menjawab, “Ya. Saya ingin menjadi Muslim sepertimu!”

Sohail menuturkan bahwa dirinya kemudian meminta perampok tersebut untuk ikut mengucapkan dua kalimat syahadat seperti yang dia ucapkan sembari mengangkat sebelah tangannya, kemudian keadaan tersebut diakhiri dengan berjabatan tangannya sang perampok dan pemilik toko yang akan dirampoknya.

Kemudian Sohail berkata, “Tunggulah di sini sebentar, saya akan ke belakang mencarikan sesuatu untuk anda, mungkin terdapat susu di belakang yang juga bisa anda bawa pulang.” Namun ketika Sohail kembali, sang perampok sudah hilang meninggalkan tokonya.

Setelah beberapa bulan kemudian, sang perampok mengirim surat kepada Sohail, dan di dalam surat nya itu berisi uang 40 US Dollar; dengan maksud mengembalikan uang yang telah diberikan Sohail sewaktu dirampoknya dahulu.

Isi judul surat itu menyebut: “You Change My Life“. Maksudnya bahwa Sohail telah mengubah hidup sang Perampok tersebut. Walau pada kenyataannya, Sohail tak pernah tahu dan mengenal siapa pria yang telah merampoknya itu.

Di akhir suratnya, sang mantan perampok itu mengakhiri coretan suratnya dengan kalimat: “by Your Muslim Brothers“(dari Saudara Semuslim Anda), sang mantan perampok benar-benar telah menjadi Muslim.


Inilah Adab di Hari Raya Idul Fitri (1) 

WASHINGTON - Muslim muda AS mendekorasi kendaraan mereka dengan tulisan 'Ucapan Selamat Idul Fitri'. Dekorasi ini merupakan bagian dari inisiatif dari Muslim muda untuk mengkampanyekan Islam merupakan bagian integral dari AS.
"Setiap Idul Fitri, umat Islam berkumpul untuk menegaskan kembali keimanan mereka melalui shalat Id," papar Hasan Gilani, pendiri lamam Rad Talks seperti dikutip The Houston Chronicle, Jumat (17/8).
Gilani berharap melalui kampanye ini masyarakat AS akan mencari tahu apa itu Idul Fitri. Selanjutnya, mereka akan mengetahui bahwa Idul Fitri merupakan satu dari dua perayaan utama umat Islam.
"Selama Idul Fitri, kami bersama keluarga dan kerabat saling berkunjung. Ini serupa dengan tradisi perayaan hari besar keagamaan lain di AS," papar dia
Menurut Gilani, ketika masyarakat paham dengan perayaan Idul Fitri maka akan menjadi kekuatan pemersatu berbagai agama di bawah bendera persahabatan dan kerja sama. "Proyek seperti 'Idul Mobile' yang menggunakan humor dan media populer membantu menyampaikan kebenaran tentang Islam dengan positif," kata dia.

Hari Libur Nasional

Sejak tahun 1996, perayaan Idul Fitri sudah diakui pemerintah AS. Namun, pemerintah AS belum memutuskan Hari Raya Idul Fitri sebagai hari libur nasional AS. Komunitas Muslim berharap, di masa depan, Hari Raya Idul Fitri bakal menjadi hari libur nasional AS.
Hasan Asma, Muslim asal Houston mengatakan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha serupa dengan Thanksgiving dan Natal. Karena itu, wajar komunitas Muslim mengharapkan Idul Fitri menjadi hari libur nasional. "Ini menjadi pengakuan simbolik Islam di AS," kata dia.
Gilani mengatakan ada jutaan Muslim di AS. Eksistensi Muslim telah diakui. Hal itu tampak dari munculnya iklan Idul Fitri. "Ini menjadi perkembangan yang luar biasa sekaligus menunjukan kepada semua orang bahwa ada banyak umat Islam di sini dan sebagian dari kita tidak berbahaya," pungkasnya.

 Masjid Terbakar tak Halangi Muslim Joplin Laksanakan Shalat Id
Sisa kebakaran Masjid Joplin, Missouri Amerika Serikat
 
JOPLIN -- Komunitas Muslim Joplin akhirnya menemukan tempat untuk melaksanakan shalat Id setelah masjid mereka terbakar beberapa waktu lalu. Mereka akan mengelar shalat Id di Inn Convention Center, Joplin.

Juru bicara Dewan Masjid, Kimberly Kester, mengatakan bagi umat Islam Idul Fitri merupakan perayaan penting setelah berpuasa sebulan penuh. "Kami telah mempersiapkan segalanya," papar Kester seperti dikutip joplinglobe.com, Rabu (15/8).

Sementara itu, warga lokal dalam aksi damai telah mengumpulkan sejumlah uang guna membantu komunitas Muslim untuk membayar asuransi, sewa, retribusi kebersihan dan sistem suara masjid. "Saat ini sudah terkumpul 2.500 dollar AS," papar Ashlet Carter, Mahasiswa Christian College Ozark.

Aksi damai ini berlangsung hingga 25 Agustus mendatang. Dalam acara itu, hadir sejumlah musisi guna menggalang bantuan yang ditujukan kepada komunitas Muslim.

Halaman depan akun Facebook komunitas Muslim Joplin menjelaskan aksi damai ini adalah tidak hanya kembali membangun masjid melainkan menyatukan komunitas dari kebencian dan kekerasan

Masjid Joplin terbakar pada 6 Agustus lalu. Hingga saat ini, Biro Penyelidik Federal tengah menyelidik siapa pelaku dan penyebab kebakaran itu. Guna mempercepat proses penyelidikan, FBI menawarkan hadiah 15 ribu Dollar AS kepada masyarakat yang memberikan informasi terkait pelaku pembakaran.

Hal serupa juga dilakukan Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) yang menawarkan hadiah sebesar 10 ribu Dollar AS bagi masyarakat yang mengetahui informasi tentang pelaku tersebut.

Mantan pekerja restoran di Disneyland menuntut Walt Disney Co dengan tuduhan bahwa ia dipecat karena memakai jilbab saat bekerja.

Mantan pekerja Disney Imane Boudlal (dua dari kanan) menuntut Disney karena diskriminasi dan pelecehan terhadap agamanya. (Foto: Reuters)

Seorang mantan pekerja restoran di Disneyland menuntut Walt Disney Co pada Senin (14/8) karena pelecehan dan diskriminasi agama, dengan mengatakan bahwa ia dipecat karena ingin memakai jilbab saat bekerja.

Imane Boudlal, 28 dan seorang Muslim, bekerja sebagai pelayan di Storytellers Cafe, restoran di Grand California Hotel & Spa di lingkungan Disneyland di Anaheim, California, menurut data di pengadilan federal.

Setelah bekerja selama dua tahun, Boudlal meminta ijin memakai jilbab saat bekerja. Ia mengatakan ia menawarkan memakai jilbab dengan warna senada dengan seragam bekerja atau yang memiliki logo Disney.

Di dalam berkas tuntutannya, para manajer Disney disebutkan menolak permintaan tersebut, dengan mengatakan hal tersebut melanggar kebijakan perusahaan mengenai penampilan para pegawai saat bekerja. Termasuk dalam kebijakan perusahaan adalah larangan memperlihatkan tato dan kuku tangan yang melebihi seperempat inci, menurut pernyataan dalam berkas tuntutan.

Boudlal mengatakan bahwa ia diberi pilihan untuk bekerja di kantor belakang dan tidak berhubungan dengan pelanggan, atau memakai topi fedora di atas jilbabnya. Saat Boudlal menolak, ia dipecat.

Boudlal, seorang warga negara AS yang lahir di Maroko, mengatakan bahwa ia juga menjadi sasaran cemoohan anti-Arab dan anti-Muslim, termasuk mendapat panggilan “teroris” dan “unta” dari para kolega dan atasan. Menurutnya, ia telah melaporkan peristiwa-peristiwa tersebut pada para manajer, namun mereka tidak pernah mengambil tindakan.

“Disneyland menyebut dirinya tempat paling menyenangkan di Bumi, namun saya menghadapi pelecehan dari saat saya mulai bekerja,” ujar Boudlal dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Serikat Kemerdekaan Sipil Amerika di California Selatan. “Situasi bertambah buruk saat saya memutuskan memakai jilbab.”

Pihak Disney mengatakan bahwa mereka menawarkan beberapa opsi kostum yang dapat mengakomodasi agama Boudlal, termasuk empat jabatan berbeda dimana ia dapat memakai jilbab.

“Walt Disney Parks and Resorts memiliki sejarah mengakomodasi permintaan berdasarkan agama pekerja dari semua keyakinan,” ujar juru bicara Disneyland Resort Suzi Brown dalam pernyataan tertulis.

“Sayangnya, [Boudlal] menolak semua upaya kami dan sejak itu menolak kembali bekerja,” ujar Brown.

Tuntutan Boudlal meminta tindakan hukum atas kerugian yang ia derita dan perintah bahwa Disney tidak boleh melarang pekerjanya memakai jilbab. Ia juga meminta Disney diperintahkan untuk mengadakan pelatihan anti-pelecehan untuk para pegawai mengenai isu-isu terkait Muslim. (Reuters/Lisa Richwine)

Muslimah Writers Alliance, organisasi penulis perempuan mualaf Amerika, selama Ramadan berkampanye untuk mengimbau para muslim agar berhenti merokok.
Melalui program ini 'Ramadan Buddy' atau Teman Ramadan, organisasi penulis perempuan muallaf AS (MWA) mengimbau para muslim agar berhenti merokok (foto: Dok)..
Muslimah Writers Alliance (MWA), organisasi penulis perempuan mualaf yang berbasis internet, memiliki banyak program sepanjang bulan Ramadan. Salah satunya adalah kampanye Teman Ramadan atau Ramadan Buddy. Melalui program ini, MWA mengimbau Muslim agar berhenti merokok.

Aishah Schwartz, warga Amerika keturunan Mesir yang menjadi mualaf tahun 2002, Direktur MWA, mengatakan,Tujuan kampanye ini adalah untuk mengingatkan warga Muslim Amerika bahwa ada teman kita yang baru memeluk agama Islam. Agar mereka tahu, mereka tidak sendiri dalam bulan Ramadan ini."

Aishah Schwartz menambahkan, "Jadi itulah gagasan awalnya. Demikian adanya dalam dua tahun pertama kampanye ini. Lalu, pada tahun ketiga, saya punya gagasan untuk sekaligus mendorong orang agar berhenti merokok melalui kampanye ini. Insya Allah.”

Seorang Ramadan Buddy adalah saudari Muslim yang juga ingin berhenti merokok, sehingga dua orang yang baru berteman ini dapat saling mengingatkan untuk meninggalkan kebiasaan buruk itu, sementara saling mendukung dalam menghadapi tantangan berpuasa dan dalam menjalani hidup sebagai muslim.

Saya mengimbau warga muslim, terutama mereka yang dilahirkan sebagai Muslim, dibesarkan di lingkungan keluarga Muslim, atau tumbuh di negara mayoritas Islam, agar lebih sadar dengan adanya orang-orang yang baru memeluk Islam. Juga bagi mereka yang ingin mengajak orang untuk menjadi Islam, apa yang dapat kita lakukan setelah orang itu menjadi Islam? Mari kita dukung mereka, kita beri semangat, dan kita upayakan agar mereka merasa bagian dari keluarga. Karena banyak orang yang pindah agama, menjadi tidak dipedulikan oleh keluarga mereka sendiri. Jika sebuah kampanye seperti Ramadan Buddy dapat memberi sedikit saja dampak positif agar dapat membuat para mualaf tidak merasa seorang diri, maka menurut saya, itulah sukses, ” papar Schwartz lagi.

Seseorang yang berpartisipasi dalam program ini, hanya perlu bertemu Ramadan Buddy-nya dua sampai tiga kali seminggu. Yang perlu dilakukan hanyalah menghubungi Ramadan Buddy. Dengan demikian para mualaf tidak merasa sendiri dalam menjalani ibadah puasa dan lebih berkomitmen untuk berhenti merokok. 

 

Mantan veteran Korpd Marinir Amerika Serikat (AS) mengungkap fakta bahwa Israel mendalangi serangan 9/11. Ia menyatakan jika AS mengetahui hal ini maka Rezim Zionis di Israel pasti akan dimusnahkan.

Penulis, konsultan dan mantan veteran yang mengkhususkan diri pada masalah keamanan nasional dan internasional, Alan Sabrosky mengisahkan percakapannya dalam dua minggu terakhir dengan salah seorang rekannya di Kampus Army War, di Markas Korps Marinir.

Ia menyatakan, tragedi 9/11 yang selama ini identik dengan serangan teroris jaringan Alqaidah pada dasarnya merupakan ulah Zionis Israel.

"Saya sudah melakukan perbincangan selama dua pekan dengan salah satu rekan di Markas Korps Marinir. Saya yakin 100 persen serangan 9/11 adalah bagian dari operasi Mossad yang dilakukan Zionis Israel,' ujar Sabrosky di situs Youtube.

Salah satu yang paling meyakinkan Sabrosky adalah mengenai runtuhnya gedung ketiga saat terjadi serangan 9/11. Menurut Sabrosky runtuhnya gedung ke tiga ini bukan akibat dari tabrakan pesawat yang kemudian meledak, namun ada kontrol lain yang disambungkan ke dalam gedung hingga membuat gedung ini runtuh.

Hal ini diungkapkan Sabrosky setelah sebelumnya mewawancarai ahli penghancuran dari Denmark bernama Danny Jowenko. "Bangunan ketiga tidak ditabrak pesawat, tetapi ada kabel yang menghubungkan dengan gedung tersebut dan dikendalikan, terlihat dari runtuhnya bangunan yang teratur dari bawah," ungkap dia.

Sabrosky mengatakan jika orang Amerika tahu tentang kebenaran di balik serangan 9/11, mereka tidak akan ragu untuk memusnahkan Israel, berapapun biaya yang harus mereka keluarkan.

Pada tanggal 11 September 2001, serangkaian serangan yang selama ini dianggap kegiatan terorisme menyebabkan hampir tiga ribu warga AS tewas. Selama ini pemerintah AS menyatakan bahwa 19 teroris, yang diduga berafiliasi dengan jaringan Alqaidah di Afghanistan membajak empat pesawat jet komersil dan melakukan serangan ke Gedung World Tread Center (WTC).

Atas dasar itu pula Pemerintah AS di bawah pimpinan Presiden Bush menginvasi Afganistan pada 2001. AS juga kemudian menyerang Irak pada 2003, mereka bersikeras bahwa begara kaya minyak tersebut bertanggung jawab atas kepemilikan senjata pemusnah massal.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget