Articles by "Ormas"

Massa FPI
Voice Of Muslim - Front Pembela Islam meminta segala bentuk penindasan yang dialami oleh muslim Rohingya segera dihentikan. Bahkan, FPI siap untuk terjun langsung berjihad di Myanmar jika tuntutan ini tidak diindahkan oleh pemerintah Myanmar.

"Kalau tuntutan ini tidak diselesaikan dan genoside tetap terjadi, FPI, Majelis Muslim Indonesia, Jamaah Anshar Tauhid, dan seluruh ormas Islam di Indonesia bahkan ASEAN akan mengobarkan jihad," ujar Ketua Front Pembela Islam, Habib Rizieq, Jumat 3 Mei 2013.

Selain itu, FPI menuntut agar pemerintah Myanmar membatalkan undang-undang yang mencabut kewarganegaraan penduduk Rohingya. UU ini, Habib melanjutkan, yang memicu terjadinya konflik horizontal hingga terjadinya pembantaian besar-besaran penduduk Rohingya di Myanmar.

"Mereka (Rohingya) dibunuh, dibantai, diperkosa, dan banyak diusir dari pengungsian. Ini adalah kejahatan kemanusiaan yang luar biasa," lanjut Habib.

Menurut Habib, Persatuan Bangsa-Bangsa sudah mengakui adanya genoside di Myanmar, namun ternyata tidak melakukan apa-apa. Sementara itu, negara-negara Timur Tengah dinilai tutup mata dengan adanya peristiwa ini.

"Kalau PBB tidak mampu melakukan apa-apa dan negara Arab menutup mata dari kedzaliman yang ada di Myanmar, kami umat Islam yang akan memutuskan dengan cara kami. Tidak ada jalan lain kecuali jihad ke Myanmar," kata Habib.

Dalam aksi tersebut, Habib Rizieq berusaha menemui Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, namun gagal. Duta Besar tidak ada di tempat, karena sedang mengikuti rapat di Sekretariat Jenderal ASEAN.

"Kami hanya bertemu dengan orang-orang kepercayaannya, mereka tidak dapat memberikan kepastian. Tapi, insya Allah dalam dua hari ini akan ada dialog antara Duta Besar dan ormas-ormas Islam," ujar Habib.

Habib mengatakan, jika Duta Besar Myanmar menutup pintu dialog, FPI siap untuk melakukan unjuk rasa dengan massa yang lebih besar.

"Apapun yang terjadi dengan kedutaan ini, kami tidak tanggung jawab kalau mereka menutup pintu dialog," sambung Habib.

Terkait penangkapan teroris tadi malam yang diduga akan meledakkan Kedubes Myanmar, Habib menyatakan FPI tidak ada kaitannya dengan itu. "Tidak ada kaitan demo ini dengan tindak teroris hari ini," kata Habib Rizieq.

Ia menyampaikan, unjuk rasa hari ini murni bentuk keprihatinan terhadap permasalahan yang terjadi pada muslim Rohingya di Myanmar.

Salah satu film perusak aqidah adalah Film “?” yang disutradarai oleh HANUNG BRAMANTYO dan diproduseri oleh ERICK TOHIR pimpinan MAHAKA PICTURE dan MAHAKA MEDIA yang menerbitkan HARIAN REPUBLIKA. Film “?” diiklankan seperempat halaman berwarna di Republika hari Kamis 7 April 2011 dengan tulisan besar di tengah iklan : “Masih pentingkah kita berbeda ?” Dan dalam deretan sponsor tertera logo tulisan “Republika”. Sehari sebelumnya, dalam Wawancara Eksklusif Republika yang menghabiskan satu halaman penuh, Hanung Bramantyo mempropagandakan film “?” dan menolak stempel pluralis mau pun liberalis untuk filmnya tersebut, dengan dalih “maksud” yang ada dalam hati dan benaknya tidak seperti yang “dipahami” orang lain.
Dalam kesempatan lain, sang sutradara menyebutkan hal- hal positif dalam filmnya untuk “menjustifikasi” hal-hal negatif dalam film tersebut yang disorot dan diprotes keras oleh masyarakat. Sang sutradara lupa atau pura-pura lupa bahwa pokok persoalannya bukan terletak pada hal-hal yang sudah positif, tapi justru terletak pada hal-hal negatif yang diprotes umat Islam. Lagi pula, walau dalam film tersebut ada berjuta kebaikan, namun jika dengan sengaja diselipkan suatu propaganda kesesatan, maka tetap sesat dan tetap akan jadi persoalan. Bahkan berjuta kebaikannya akan dipahami sebagai kamuflase untuk menutupi kesesatannya, sekaligus untuk dijadikan alasan justifikasi atas kesesatan tersebut.
Masyarakat awam adalah tingkatan kelompok orang yang lugu dan polos dengan pola pikir yang sangat sederhana. Mereka hanya “memahami” dari apa yang mereka dengar, lihat, tonton dan saksikan dari film tersebut, bukan “menafsirkan” apa yang dimaksud sang sutradara atau produsernya. Film “?” telah menyajikan sejumlah statement dan agenda yang memberi kesan kepada masyarakat awam sebagai berikut :
  • 1. Dalam film “?” ada adegan pendeta ditusuk, gereja dibom, restoran Cina diserang secara anarkis oleh sekelompok masyarakat muslim di Hari Lebaran, dan sekelompok pemuda muslim bersarung dan berpeci mencerca seorang Cina yang dibalas dengan bahasa Jawa yang artinya “Dasar Teroris Anjing”.
Kesan untuk masyarakat awam bahwasanya orang Islam itu bengis, biadab dan jahat. Walau pun dalam adegan penusukan pendeta dan pengeboman gereja tidak jelas pelaku dan motifnya, namun dengan rentetan adegan lainnya tersebut mengarahkan kesan kepada umat Islam.
  • 2. Dalam film “?” ada cerita tentang Rika yang semula muslimah, kemudian murtad masuk nashrani karena kecewa suami berpolygami. Rika pun berdalih bahwa kemurtadannya bukan berarti membenci atau pun mengkhianati Tuhan. Sepanjang cerita Rika ditampilkan sebagai sosok yang ideal, toleran, arif dan bijak. Ibu dan anak Rika yang semula menentang kemurtadan Rika, akhirnya bisa menerima. Dalam cerita ini ada narasi : “…semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama; mencari satu hal yang sama, dengan satu tujuan yang sama, yaitu Tuhan.”
Kesan untuk masyarakat awam bahwasanya :
a. Syariat polygami itu buruk karena merusak rumah-tangga dan menyebabkan orang murtad.
b. Murtad itu bukan mengkhianati Tuhan, sehingga tidak mengapa orang murtad.
c. Rika murtad tapi ideal, toleran, arif dan bijak, sehingga orang murtad pantas untuk diterima secara baik.
d. Sikap Ibu dan anak Rika yang menentang kemurtadan Rika adalah sikap “tidak toleran”, sehingga akhirnya dikalahkan oleh sikap “toleran” dengan menerima kemurtadan Rika.
e. Semua agama benar dan sama menuju Tuhan yang satu. (-Pluralisme-).
  • 3. Dalam film “?” ada cerita tentang Surya yang bermain drama pada Hari Raya Paskah di gereja dengan peran menjadi Yesus. Sebelum pentas, Surya latihan Yesus disalib di dalam masjid, lalu direstui oleh Ustadz yang mengajar di masjid tersebut. Saat pentas di gereja pun banyak orang berpenampilan muslimin dan muslimat yang ikut berpatisipasi menonton dan membagikan bingkisan Paskah kepada jemaat gereja.
Kesan untuk masyarakat awam bahwasanya :
a. Orang Islam main drama di gereja dan berperan sebagai Yesus tidak mengapa.
b. Latihan drama Yesus disalib dalam masjid juga tidak mengapa.
c. Orang Islam ke gereja untuk ikut merayakan Paskah pun tidak mengapa.
d. Islam ke gereja , Yesus dan Salib ke Masjid sama saja. (-Pluralisme).
  • 4. Dalam film “?” ada cerita tentang Menuk, seorang wanita muslimah berjilbab, yang kerja di restoran Cina yang menjual dan menyajikan Babi. Saat shalat Menuk melaksanakan shalat di tempat kerjanya, dan saat tugas Menuk menghidangkan Babi dengan nyaman tanpa ada sikap galau atau pun riskan.
Kesan untuk masyarakat awam bahwasanya menjadi seorang muslim tidak harus menjadi halangan untuk menjual / memotong / menghidangkan Babi. Bahkan ada kesan untuk mengajak masyarakat untuk menghalalkan Babi. Walau pun pemilik restoran menyatakan dalam film tersebut bahwa alat masak untuk Babi harus dipisah dengan alat masak untuk Udang, Cumi dan Ayam, tapi ia juga menyatakan bahwa Daging Babi itu “lebih gurih”, tidak perlu bumbu apa pun seperti memasak Udang, Cumi dan Ayam.
  • 5. Dalam film “?” ada cerita tentang Tan Kat Sun pemilik restoran Cina penjual Babi, yang toleran terhadap karyawan muslimnya dengan mempersilahkan shalat, namun akhirnya mati pasca penyerangan restoran Cinanya oleh sekelompok orang Islam. Diceritakan juga bahwa restoran Cina penjual Babi tersebut di bulan puasa ramadhan merugi karena sepi pengunjung.
Kesan untuk masyarakat awam bahwa orang non muslim sangat toleran terhadap umat Islam, tapi tidak sebaliknya. Dan juga mengesankan bahwa pelanggan restoran Cina penjual Babi tersebut adalah umat Islam, sehingga ketika umat Islam sedang puasa Ramadhan maka restoran menjadi sepi pengunjung.
Selain itu semua, masih ada lagi adegan Asmaul Husna dibaca dengan nada sinis dan melecehkan oleh pendeta di dalam gereja. Lalu ibu kost berjilbab yang judes dan bakhil.
Berdasarkan itu semua maka Front Pembela Islam mengingatkan segenap umat Islam :
1. Bahwa agama yang benar adalah Islam, selain Islam tidak benar.
2. Bahwa Islam sangat menghargai perbedaan agama (Pluralitas), tapi menolak pencampur-adukan agama (Pluralisme).
3. Bahwa Islam menolak segala bentuk penodaan terhadap agama apa pun.
4. Bahwa “Murtad” bukan bagian kebebasan beragama, tapi merupakan penodaan agama.
5. Bahwa “Murtad” adalah perbuatan terkutuk dan merupakan dosa besar yang haram dilakukan oleh umat Islam. Pelakunya wajib bertaubat atau dihukum mati.
6. Bahwa Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) adalah paham sesat dan menyesatkan bukan dari ajaran Islam.
7. Bahwa umat Islam haram mencampur-adukan aqidah dan ibadah dengan agama apa pun, termasuk merayakan hari besar umat beragama di luar Islam.
8. Bahwa Liberal adalah musuh besar Islam dan pembangkangan Liberal terhadap Allah SWT lebih Iblis daripada Iblis.
9. Bahwa umat Islam wajib tunduk dan patuh kepada Hukum Allah SWT.
10. Bahwa umat Islam wajib membela agamanya dari segala bentuk penodaan.

Selanjutnya Front Pembela Islam menyatakan :
  • 1. Bahwa Film “?” adalah FILM LIBERAL yang sesat dan menyesatkan, sehingga haram ditonton oleh umat Islam dan harus dilarang pemutarannya oleh pemerintah RI.
  • 2. Bahwa Erick Tohir dengan Mahaka Picture dan Mahaka Media serta Republikanya harus menarik film “?” dari peredaran, dan meminta maaf kepada umat Islam, serta berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahannya. Jika tidak, maka umat Islam diserukan untuk memboikot Erick Tohir dan semua medianya.
  • 3. Bahwa Hanung Barmantyo harus menghentikan peredaran film “?”, dan bertaubat kepada Allah SWT, serta menyudahi sikap Liberalnya selama ini yang selalu menyerang Islam. Jika tidak, maka umat Islam diserukan untuk menjadikannya sebagai musuh Islam.
  • 4. Bahwa Lembaga Sensor Film (LSF) tidak boleh meloloskan film apa pun yang merusak aqidah dan akhlaq umat Islam, termasuk film “?”, serta wajib melakukan reformasi kepengurusan agar tidak disusupi atau ditunggangi oleh unsur-unsur Liberal dari kelompok mana pun. Jika tidak, maka bubarkan LSF dan kembalikan wewenang perfilman kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi atau kementerian lain yang berkompeten.
  • 5. Bahwa semua anggota masyarakat diserukan untuk tidak membeli / menyewa / memutar / menonton / mensponsori film apa pun yang merusak aqidah dan akhlaq umat Islam, termasuk film “?”, dan diserukan pula kepada segenap anggota masyarakat untuk memboikot semua pihak yang terlibat dalam pembuatan dan peredaran film yang merusak aqidah dan akhlaq umat Islam, termasuk film “?”.
Akhirnya, Front Pembela Islam menyatakan perang terhadap semua film yang merusak aqidah dan akhlaq umat Islam.
                   Allahu Akbar !                         Allahu Akbar !                         Allahu Akbar !
Jakarta, 28 Ramadhan 1432 H / 28 Agustus 2011 M
[slm/fpi]


Sumber :FPI

06.07 ,
Pontianak – FPI: Keberadaan Media sekuler yang Islamophobia, selalu bersemangat memukul Islam dengan pemberitaan yang menyudutkan, diskriminatif dan tendensius. Peranan media-media sekuler ini sangat membahayakan Islam dan kaum Muslimin. 

Sikap mereka dalam memberitakan memang benar-benar anti Islam dan tidak bersikap adil layaknya media yang jujur-obyektif, menyampaikan berita sesuai kode etik jurnalistik. Belum lagi tindakan stasiun televisi swasta sekuler yang menjadi corong gerombolan SEPILIS (Sekularis, Pluralis dan Liberalis), yang jelas tampak berat sebelah ketika memberitakan tentang Islam.
Oleh karena itu, ustadz Ahmad Shobri Lubis dalam ceramahnya di Pondok Pesantren Habib Soleh Al-Haddad Pontianak, menyinggung media-media yang tidak jujur dalam pemberitaan dan selalu menyudutkan Islam (ormas Islam) khususnya FPI. Beliau mencontohkan, bagaimana da’wah baginda Nabi Muhammad SAW, yang jelas-jelas adalah utusan Allah Ta’ala pun dihina, dicaci dan didustakan oleh orang-orang kafir.
"Sunnah perjuangan Nabi Muhammad SAW itu didustakan dan didiskreditkan oleh kaum kafir. Beliau yang terkenal As-Shodiq Al-Amin dicap sebagai tukang dusta, tukang sihir, dan lain-lain. Demikian juga dakwah Islam dan amar makruf nahi munkar yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) yang dikomandani Habib Rizieq Syihab, selalu difitnah dan dikampanyekan negatif". Demikian disampaikan oleh Sekjen FPI, KH. Ahmad Shobri Lubis di Pontianak, Ahad (16/12/2012).
Ketika Habib Rizieq Syihab beserta 3000 relawan FPI dan berbagai ormas Islam berhasil mengevakuasi 70 ribu mayat dalam bencana Tsunami Aceh, itu tidak pernah  diungkap oleh media sekuler. "Padahal itu pencapaian terbesar dari kelompok sukarelawan yang ada, alhamdulillah ditambah oleh TNI yang mengevakuasi 35 ribu dan PMI mengevakuasi 25 ribu mayat." ujar Ustadz Shobri.
Bahkan media televisi ketika itu memfitnah dengan dengan menyebut, "mana orang-orang yang berteriak lantang mau membantu saudara yang di Palestina, kok nggak nongol menolong saudara-saudaranya di Aceh yang dekat dan perlu pertolongan?" Ocehan dan cacian TV itu dilakukan secara jahil padahal ribuan relawan FPI dan ormas-ormas Islam sudah bekerja keras untuk mengevakuasi puluhan ribu mayat di Aceh.
Demikian juga ketika Kepala Humas Polda Aceh Kombes Sayyid Husaini ditemukan oleh Ustadz Shobri dan kawan-kawan, media-media sekuler membuat laporan tanpa menyebut bahwa yang menemukan adalah relawan FPI. "Tayangan televisi malah menyebut mayat pembesar Polda Aceh itu ditemukan warga, padahal di tempat tersebut tidak ada warga. Hanya ada relawan. Demikian kelakuan media televisi sekuler selalu menutupi dan menyembunyikan kebaikan FPI," papar pimpinan pondok pesantren An-Nur ini.
Selain membantu korban bencana Aceh, ribuan relawan FPI juga turut membantu korban gempa Yogya. Sekalipun dengan terpaksa televisi menayangkan video evakuasi mayat oleh aktivis FPI, tapi tetap  sekali lagi tanpa menyebut-nyebut bahwa mereka adalah aktivis FPI. "Bahkan warga Yogya heran melihat kecekatan aktivis FPI membantu pengungsi memperbaiki rumah mereka. Warga bertanya-tanya kok FPI katanya anarkis sekarang malah memperbaiki rumah-rumah mereka," cerita Sekjen FPI ini.
Sedemikian buruk gambaran media sekuler tentang FPI sehingga masyarakat yang berhak atas informasi jujur tak diberikan haknya oleh media-media sekuler anti Islam ini. Tiap amal baik FPI tak pernah diberitakan. "Bukannya kami menolong untuk minta diliput, kami bekerja ridho untuk Allah. Namun kami minta kejujuran dan profesional media agar menayangkan yang sebenarnya dan tidak selalu memfitnah, menjelekkan FPI dan ormas-ormas Islam" tambahnya.
Setiap sikap tegas FPI dalam nahi munkar selalu diberitakan dengan pelintiran bahwa FPI sebagai organisasi Islam garis keras yang anarkis. Memecahkan botol dan gelas-gelas minuman keras dianggap meresahkan warga. Padahal gelas dan botol minuman syetan itulah yang meresahkan warga.
Gelas dan botol miras mainan syetan itu memang harus dipecahkan untuk mencegah orang-orang dari dosa kemaksiatan meminum khamr, yakni melanggar larangan Allah SWT dalam surat Al-Maidah 90-91, maksud firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr (minuman keras), berjudi berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syetan. Maka jahuilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan. Sesungguhnya syetan itu hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (minuman) khamr dan berjudi,” papar Ustadz Shobri menyampaikan ayat Al-Qur’an.
Jelas sudah, ternyata kaum muslimin memang tidak mendapat tempat dalam pemberitaan media. Upaya diskriminatif sudah jelas dilakukan, hingga kebaikan apa pun yang dilakukan FPI tidak akan pernah terdengar atau terlihat oleh masyarakat. Bahkan bila media sudah kehabisan bahan untuk memojokkan FPI yang notabene adalah ormas islam, mereka akan mengungkit kembali PERISTIWA MONAS dan tetap berusaha menanamkan opini bahwa islam itu anarkis dan membahayakan, tanpa sedikitpun berusaha melihat hal baik yang dilakukan FPI.
THEY WANT TO EXTINGUISH THE LIGHT OF ALLAH WITH THEIR MOUTHS, BUT ALLAH WILL PERFECT HIS LIGHT, ALTHOUGH THE DISBELIEVERS DISLIKE IT. (As-Shaf : 8)
[slm/fpi]


Sumber : FPI/Suara Islam

06.01
Habib Muhammad Rizieq Syihab: Sikap beberapa tokoh Islam di Indonesia yang memberi ucapan Natal kepada Umat Kristiani jelas-jelas menjerumuskan umat Islam. Tidak ada alasan bagi tokoh Islam untuk menghalalkan Natal dengan dalih ASAL AQIDAH KUAT. Bahkan ketokohan mereka semestinya membuat mereka lebih hati-hati dalam bersikap, karena mereka adalah teladan yang akan diikuti umat islam.

Belakangan ini tampil sejumlah "TOKOH ISLAM" yang menggulirkan "Fatwa" bahwa Natal Bersama bagi umat Islam hukumnya boleh dengan menyampaikan sejumlah argumentasi yang dinilainya tidak lepas dari manipulasi hujjah dan KORUPSI dalil. Fatwa Kontroversial mereka tersebut sangat digandrungi oleh kaum Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme), bahkan dijadikan Rujukan Utama hingga kini. Fatwa aneh tersebut telah menebar SYUBHAT yang melahirkan FITNAH di tengah umat Islam.
Syariat Islam buat semua lapisan umatnya, Ulama dan Awam, Pejabat dan Rakyat, Kaya dan Miskin. Karenanya, apa pun yang menjadi MAZHONNATUL FITAN diharamkan, baik bagi yang imannya kuat, apalagi yang imannya lemah. Lebih-Iebih jika MAZHONNATUL FITAN-NYA menyangkut AQIDAH. Jika seorang Muslim terlanjur mendapat ucapan Selamat Natal dari siapa pun, maka mesti dijawab dengan Surat AL-IKHLASH yang berintikan Keesaan Allah SWT yang tidak BERANAK dan tidak DIPERANAKKAN.
Ingat! merayakan Hari NATAL bukan bentuk toleransi antar umat beragama, tapi bentuk pencampur-adukkan AQIDAH antara HAQ dengan BATHIL dan menjerumuskan kalangan awam dari umat Islam yang kebanyakan lemah iman dan hal itu tidak akan menyuburkan keharmonisan hubungan antar Islam dengan Nashrani, tapi akan menyuburkan PENDANGKALAN AQIDAH yang bisa mengantarkan kepada pemurtadan.
Berikut ini adalah kebijakan DPP Front Pembela Islam (FPI), tentang Natal dan Tahun Baru:
Bahwa FPI menolak keras pelibatan umat Islam dalam perayaan Natal dan Tahun Baru dalam bentuk apa pun, termasuk PENGAMANAN dan PENGAWALAN, serta mengecam keras anjuran/ pemaksaan pemakaian ATRIBUT Natal kepada masyarakat/ pegawai muslim di instansi mana pun. Namun FPI tetap sepenuhnya mendukung Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban baik dalam suasana Natal dan Tahun Baru mau pun tidak.
  1. Hukum mengucapkan selamat Natal bagi PEJABAT MUSLIM adalah HARAM.
  2. POLRI wajib menjaga keamanan seluruh wilayah dan semua tempat ibadah SETIAP SAAT, baik saat Natal mau pun bukan.
  3. Negara wajib menjaga dan membantu semua tempat ibadah sesuai kebutuhan SETIAP SAAT, khususnya MASJID karena mayoritas penduduk negeri adalah MUSLIM.
Demikian pesan Habib Muhammad Rizieq Syihab, semoga bermanfaat bagi umat Islam pada umumnya. Untuk lebih jelas tentang larangan mengucapkan selamat Natal, silahkan baca artikel sebelumnya di web resmi FPI berjudul “Syubhat Natal”. [slm/fpi]

Makassar – FPI: Curah hujan deras yang mengguyur Kota Makassar sejak Kamis 3 Januari 2013 lalu, mengakibatkan banjir pada sejumlah kawasan di Kota Makassar. Ketinggian banjir yang mencapai hampir 2 meter ini, menggugah keprihatinan dari semua kalangan. Banjir paling parah terletak di Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, terutama di Blok 7, 8, 9 hingga Blok 10.

Pasca banjir akibat luapan Sungai Manggala tersebut, hingga kini masih ada di sebagian lokasi yang belum surut dan merendam sejumlah wilayah di empat kabupaten di Sulawesi Selatan, antara lain Kecamatan Manggala, Kecamatan Biringkanaya, Kecamatan Tanah Kukang, dan Kecamatan Tamanlarea.
Sebanyak ribuan kepala keluarga (KK) di Perumnas Antang, terutama warga Kampung Nipa-nipa menjadi korban banjir dan harus diungsikan ke posko-posko penanggulangan bencana yang sudah disiapkan oleh Pemkot Makassar. Namun, posko induk terletak di Perumnas Antang Blok 8, tepatnya di Masjid Al Mutaqqin. Hingga kini, uluran tangan hanya disalurkan Pemerintah Kota Makassar dan Yayasan Kalla. Yang tidak kalah mendesak, yakni distribusi kebutuhan pokok.
Andi Suhardjo, salah seorang warga Perumnas Antang Blok 10, mengatakan kepada wartawan, bantuan kebutuhan pokok berupa makanan sangat mendesak. Pasalnya, kondisi warga tidak memungkin untuk keluar mencari makanan lantaran kawasannya terkepung banjir. Akses pun terbatas dan tentu tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. "Yang paling dibutuhkan sembako, di samping air bersih," ujarnya.
Sementara itu Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI), Sulawesi Selatan, Habib Muhsin Alhabsy mengkoordinir puluhan relawan FPI bersama LPI dan Hilal Merah untuk menyalurkan bantuan sembako berupa beras, mie instan dan makanan siap saji serta bantuan sandang berupa pakaian. Bantuan disebar di 4 titik lokasi antara lain Pesantren, perkampungan warga dan Kampung Nipa-nipa.
“Front Pembela Islam (FPI), bersama LPI dan Hilal Merah menyalurkan bantuan sembako dan pakaian di 4 titik yang terkena banjir bandang di kecamatan manggala kota makassar”, kata Habib Muhsin kepada redaksi fpi.or.id, Kamis 27 Shafar 1434/ 10 Januari 2013.
Selain itu, Ketua DPW FPI Sulawesi Selatan, Ustadz Agus Salim bertugas memimpin pasukan tandhif (pembersihan) di beberapa lokasi terutama wilayah Pondok Pesantren Rabbani Makassar, termasuk menyalurkan bantuan berupa alat tulis dan kasur. “Ustadz Agus salim bersama 50 laskar dikhususkan untuk membersihkan pondok pesantren Rabbani Makassar yang terletak di dataran rendah sekaligus menyalurkan bantuan alat tulis dan kasur”, lanjut Habib Muhsin. [slm/fpi]


Sumber :FPI

09.08 ,
Fron Pembela Islam
JAKARTA  - Sejak hari Kamis lalu, wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya lumpuh terkena bencana banjir. Kawasan strategis pun tak ketinggalan tergenang banjir, seperti istana negara dan bundaran HI. Belum lagi sejumlah titik lainnya yang begitu parah terkena dampak banjir, seperti Kampung Pulo dan Petamburan Jakarta Pusat.
Terkait bencana banjir, Front Pembela Islam sebenarnya telah melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan posko-posko penanggulangan banjir pada 21 titik di wilayah kota Jakarta, sejak seminggu sebelum puncak bencana banjir pada hari Kamis.
Kini banjir mulai surut, walaupun di beberapa tempat masih tergenang seperti di daerah Pluit, Jakarta Utara.
Masalah berikutnya usai banjir adalah menumpuknya sampah dan lumpur yang tersisa, baik di jalan-jalan, perkampungan, rumah warga dan tempat ibadah.
...Instruksi DPP FPI, segera kerahkan semua laskar FPI untuk membantu masyarakat membersihkan lumpur dan sampah akibat banjir
Hal tersebut harus segera diatasi agar para pengungsi bisa cepat kembali ke rumah mereka masing-masing dan tidak menimbulkan penyakit.
Menyikapi hal itu, Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Syihab menginstruksikan seluruh laskar FPI agar membantu masyarakat membersihkan lumpur dan sampah akibat banjir.
“Instruksi DPP FPI, segera kerahkan semua laskar FPI untuk membantu masyarakat membersihkan lumpur dan sampah akibat banjir dari rumah warga dan perkampungan,” seru Habib Rizieq Syihab melalui pesan singkat yang diterima redaksi voa-islam.com, Senin (21/1/2013).
FPI amat berperan dalam membantu korban banjir di sejumlah tempat di Jakarta, hal ini ditunjukkan dengan sikap cepat tanggap FPI sejak awal sebelum bencana banjir memuncak hingga membantu masyarakat pasca banjir surut. [Ahmed Widad]

18.14 ,
JAKARTA  – Penolakan konser Lady Gaga sejatinya bukan hanya kepentingan umat Islam, namun seluruh komponen umat beragama. Pasalnya diantara alasan penolakan Lady Gaga yang mengemuka adalah lantaran penyanyi asal AS itu menghina umat beragama.
“Seperti di Filipina dan tempat-tempat lainnya, ini bukan cuma permasalahan umat Islam  tapi ini permasalahan umat beragama karena kita ini berdasarkan Tuhan Yang Maha Esa. Maka hal-hal yang bertentangan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa ini harus kita tolak,” kata ustadz Bernard kepada voa-islam.com saat pemanasan aksi sejuta umat menolak Lady Gaga, Jum’at (25/5/2012).
Jika di Filipina gelombang protes penolakan Lady Gaga disuarakan umat Kristen lantaran pelecehan artis asal AS terhadap agama Kristen, namun anehnya di Indonesia umat Kristiani justru tak bereaksi.
“Itulah yang menjadi keheranan saya, agama mereka dilecehkan, dihina tetapi mereka tidak ada upaya untuk menolak Lady Gaga kecuali segelintir orang. Justru mereka yang dilecehkan kita umat Islam yang membela,” ungkap ustadz Bernard, mantan misionaris yang sekarang menjadi da’i.

Menurut ustadz Bernard yang menjadi koordinator aksi siang itu, bentuk pelecehan Lady Gaga adalah lewat lagu yang dinyanyikannya dengan judul Judas. Selain itu, yang paling parah Lady Gaga juga meletakkan simbol salib (mungkin tepatnya salib terbalik, red) di atas kemaluannya.  
“Bentuk pelecehannya itu pertama, dengan bentuk lagu berjudul Judas yang dinyatakan bahwa Judas ini kedudukannya lebih tinggi dari Yesus Kristus. Kedua, lambang simbol salib itu ada di atas kemaluan Lady Gaga,” tandasnya.
Pelecehan Lady Gaga terhadap Kristen
Seperti diketahui, dalam iman Kristen, Yudas adalah salah satu dari 12 murid Yesus yang telah berkhianat dengan menyerahkan Yesus demi 30 keping uang perak. “Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, u  kepada imam-imam kepala. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus,” (Matius 26 : 14-16).
Sedangkan Lady Gaga justru mencintai Judas (Yudas) yang mengkhianati Yesus dan menyebabkan kematiannya, hal ini tertera dalam lirik lagunya berjudul “Judas.”

In the most Biblical sense,
I am beyond repentance
Fame hooker, prostitute wench, vomits her mind
But in the cultural sense
I just speak in future tense
Judas kiss me if offenced,
Or wear an ear condom next time
I wanna love you,
But something's pulling me away from you
Jesus is my virtue,
And Judas is the demon I cling to
I cling to
Terjemahnya kurang lebih:

aku jatuh cinta pada Yudas
dari sudut pandang alkitabiah
aku jauh dari pertobatan
pelacur terkenal, wanita pelacur yang memuntahkan pikirannya
namun dari sudut pandang budaya
aku hanya berbicara dalam konteks masa depan
Yudas, cium aku saat terluka
atau pakailah kondom telinga lain waktu
aku ingin mencintaimu
tetapi sesuatu menjauhkanku darimu
Yesus adalah kebajikanku
Yudas adalah setan yang kupegang teguh

Sementara itu dalam video klipnya berjudul Alejandro inilah diperlihatkan bagaimana Lady Gaga mengenakan simbol salib terbalik  yang merupakan lambang setan di atas alat kelaminnya.

Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi telah menunjukkan KETINGGIAN SIKAP TOLERANSI dan KEBESARAN JIWA terhadap Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan membiarkan jemaatnya melakukan kebaktian setiap Ahad di rumah tinggal seorang warga perumahan Mustika Jaya - Ciketing - Bekasi.

Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tidak pernah keberatan, apalagi usil dan mengganggu ibadah Jemaat HKBP di tempat tersebut.

Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tetap tidak protes dengan adanya Jemaat HKBP yang datang dari luar perumahan, bahkan luar Bekasi, ke tempat tersebut.

Namun, setelah dua puluh tahun, seiring dengan makin banyaknya Jemaat HKBP yang datang ke tempat tersebut dari berbagai daerah, maka Jemaat HKBP  mulai tidak terkendali. Bahkan Jemaat HKBP mulai arogan, tidak ramah lingkungan, tidak menghargai warga sekitar yang mayoritas muslim, seenaknya menutup jalan perumahan untuk setiap kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa, merusak tatanan kehidupan bertetangga, menciptakan berbagai problem sosial dan hukum. Puncaknya, HKBP ingin menjadikan rumah tinggal tersebut sebagai GEREJA LIAR.

Setelah dua puluh tahun, umat Islam Bekasi, khususnya warga perumahan Mustika Jaya - Ciketing, mulai gerah dan merasa terganggu dengan pola tingkah Jemaat HKBP yang semakin hari semakin arogan, bahkan nekat memanipulasi perizinan warga sekitar untuk GEREJA LIAR mereka.

Sekali pun kesal, kecewa dan marah, umat Islam Bekasi tetap patuh hukum dan taat undang-undang. GEREJA LIAR HKBP di Ciketing diprotes dan digugat melalui koridor hukum yang sah, sehingga akhirnya GEREJA LIAR tersebut disegel oleh Pemkot Bekasi. Tapi HKBP tetap ngotot dengan GEREJA LIAR nya, bahkan solusi yang diberikan Pemkot Bekasi untuk dipindahkan ke tempat lain secara sah dan legal pun ditolak.

HKBP menebar FITNAH bahwa umat Islam Bekasi melarang mereka beribadah dan mengganggu rumah ibadah mereka. Lalu secara demonstratif jemaat HKBP setiap Ahad keliling melakukan KONVOI RITUAL LIAR dengan berjalan kaki, dari GEREJA LIAR yang telah disegel ke lapangan terbuka dalam perumahan di depan batang hidung warga muslim Ciketing, dengan menyanyikan lagu-lagu gereja, tanpa mempedulikan perasaan dan kehormatan warga muslim disana.

Akhirnya, terjadi insiden bentrokan antara HKBP dengan warga muslim Ciketing pada Ahad 8 Agustus 2010, tiga hari sebelum Ramadhan 1431 H. Dalam insiden tersebut, dua pendeta HKBP sempat mengeluarkan PISTOL dan menembakkannya.

Selanjutnya, tatkala umat Islam Bekasi masih dalam suasana Idul Fithri, pada Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 September 2010 M, Pendeta dan Jemaat HKBP kembali melakukan provokasi dengan menggelar KONVOI RITUAL LIAR sebagaimana yang dulu sering mereka lakukan. Kali ini terjadi insiden bentrokan antara 200 orang HKBP dengan 9 IKHWAN WARGA BEKASI yang berpapasan saat konvoi. Peristiwa tersebut DIDRAMATISIR oleh HKBP sebagai penghadangan dan penusukan pendeta.

Media pun memelintir berita peristiwa tersebut, sehingga terjadi PENYESATAN OPINI. Akhirnya, banyak anggota masyarakat menjadi KORBAN MEDIA, termasuk Presiden sekali pun.

Peristiwa Bekasi Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 Sept 2010 M, BUKAN perencanaan tapi insiden, BUKAN penghadangan tapi perkelahian, BUKAN penusukan tapi tertusuk, karena 9 warga Bekasi yang dituduh sebagai pelaku adalah IKHWAN yang sedang lewat berpapasan dengan KONVOI RITUAL LIAR yang dilakukan 200 HKBP bersama beberapa pendetanya di lingkungan perkampungan warga muslim Ciketing. Lalu terjadi perkelahian, saling pukul, saling serang, saling tusuk dan saling terluka.

Pendeta dan jemaat HKBP yang dirawat di Rumah Sakit dibesuk pejabat tinggi, mendapat perhatian khusus Presiden dan Menteri, namun siapa peduli dengan warga Bekasi yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit ? Bahkan salah seorang dari 9 warga Bekasi tersebut, justru ditangkap saat sedang dirawat di sebuah Rumah Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP.

Mari gunakan LOGIKA SEHAT : Jika peristiwa tersebut PERENCANAAN, mana mungkin 9 ikhwan melakukannya secara terang-terangan dengan busana muslim dan identitas terbuka ! Jika peristiwa tersebut PENGHADANGAN, mana mungkin 9 orang menghadang 200 orang, apa tidak sebaliknya ?! Jika peristiwa tersebut PENUSUKAN, mana mungkin 9 ikhwan lebam-lebam, luka, patah tangan, bahkan ada yang tertusuk juga !

Soal PENON-AKTIFAN Ketua FPI Bekasi Raya oleh DPP-FPI bukan karena salah, tapi untuk melancarkan roda organisasi FPI Bekasi Raya yang teramat BERAT tantangannya, sekaligus meringankan beban tugas sang Ketua yang sedang menghadapi UJIAN BERAT dalam menghadapi tuduhan dan proses hukum. Jadi, putusan tersebut sudah tepat, dan merupakan langkah brillian dari DPP mau pun DPW FPI Bekasi.

Langkah tersebut bukan saja cerdas, tapi menjadi bukti TRADISI FPI yang berani, tegas dan bertanggung-jawab. Ketua FPI Bekasi Raya, baru disebut-sebut namanya saja oleh pihak kepolisian, sudah dengan gagah langsung serahkan diiri ke Polda Metro Jaya secara sukarela didampingi DPP-FPI untuk diperiksa. Dan siap menjalani proses hukum bila dinilai bertanggung-jawab dalam insiden Bekasi, walau pun beliau tidak ada di lokasi kejadian. Bandingkan dengan SIKAP PENGECUT Pemred Palyboy Erwin Arnada yang melarikan diri dari VONIS DUA TAHUN PENJARA yang sudah ditetapkan Mahkamah Agung sejak 29 Juli 2009. Bandingkan dengan sikap pengecut DEWAN PERS dan LSM KOMPRADOR yang berusaha melindungi dan membantu Sang TERORIS MORAL tersebut dari putusan tetap Mahkamah Agung.

Bagi segenap pengurus, anggota, aktivis, laskar dan simpatisan FPI dari Pusat hingga ke Daerah, bahwa Ketua FPI Bekasi Raya adalah PEJUANG bukan pecundang. Beliau TIDAK ADA DI LOKASI kejadian saat peristiwa. Beliau hanya kirim SMS AJAKAN kepada umat Islam untuk membela warga Ciketing beberapa hari sebelum peristiwa, tapi dituduh sebagai provokator, sedang Para Pendeta HKBP yang mengajak, membawa dan memimpin massa Kristen serta memprovokasi warga muslim dengan KONVOI RITUAL LIAR, tak satu pun diperiksa.

Kini yang menjadi pertanyaan adalah :
  1. Kenapa Para Pendeta HKBP yang jadi PROVOKATOR dan PENGACAU tidak diperiksa ?
  2. Kenapa kegiatan HKBP setiap Ahad di Ciketing yang menggelar KONVOI RITUAL LIAR keliling  perumahan warga muslim dengan lagu2 Gereja secara demonstratif dibiarkan ?
  3. Kenapa dua pendeta yang bawa PISTOL &  menembakannya ke warga pada insiden 8 Agustus 2010 tidak ditangkap ?
  4. Kenapa dua jemaat HKBP, Purba &  Sinaga, yang bawa PISAU saat insiden 12 September 2010 sudah ditangkap lalu  dilepas kembali ?
  5. Kenapa jemaat HKBP yang memukul dan  menusuk 9 ikhwan warga Bekasi tidak ditangkap ?
  6. Kenapa Presiden dan Para Menteri serta pejabat dan sederetan Tokoh Nasional memberikan simpatik kepada PENGACAU sambil menyalahkan warga muslim Bekasi ?
  7. Kenapa banyak pihak senang mengambil  kesimpulan dan keputusan hanya berdasarkan OPINI dan ISSUE media ?
  8. Kenapa di Indonesia yang merupakan negeri mayoritas muslim terbesar di dunia, justru yang terjadi adalah MAYORITAS TERTINDAS OLEH TIRANI MINORITAS ?
  9. Kenapa MINORITAS di Indonesia terlalu dimanjakan, sehingga mereka jadi tidak tahu diri, bahkan menjadi angkuh dan sok jago ?
  10. Kenapa ketika terjadi insiden kecil terhadap SEORANG PENDETA semua teriak  nyaring, tapi ketika RIBUAN umat Islam dibantai di Ambon, Sampit dan Poso teriakan macam itu tak terdengar ? Bahkan saat sebuah Masjid dibakar di Medan belum lama ini tidak ada satupun media nasional meliputnya, kemana suara yang selalu mengatasnamakan kebebasan beragama dan beribadah ?

Laa ilaaha illallaah, Muhammadur Rasuulullaah. Jawablah semua pertanyaan tersebut dengan jiwa bersih dan akal sehat serta argumentasi Syariat.

Oleh sebab itu, Keadilan harus ditegakkan ! Hukum tidak pilih kasih ! Jika 9 Ikhwan warga Bekasi sudah ditahan karena dituduh terlibat langsung dalam perkelahian tersebut, dan Ketua FPI Bekasi Raya pun sudah ditahan karena dituduh terlibat secara tidak langsung, maka mereka yang terlibat langsung mau pun tidak langsung dari kelompok HKBP harus ditahan juga !
Karenanya, segenap pengacara Bantuan Hukum Front (BHF) dari DPP-FPI dan Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB) akan tetap dan terus berjuang melakukan pembelaan hukum terhadap Ketua FPI Bekasi Raya dan seluruh warga Bekasi yang ditahan akibat peristiwa tersebut. Tekad Bulat BHF dan KUIB adalah membuktikan bahwa mereka TIDAK BERSALAH, karena mereka hanya KORBAN AROGANSI HKBP dan OPINI SESAT MEDIA MASSA. Bahkan BHF dan KUIB akan tetap dan terus berjuang membela hak-hak warga Ciketing yang selama ini dirampas dan dirusak oleh HKBP.

Bekasi kota religi. Bekasi kota Islami. Siapa ingin kotori atau kacaukan Bekasi silakan keluar dari Bekasi !

Sebar luaskan berita ini agar umat Islam tidak menjadi KORBAN MEDIA !

Hasbunallaahu wa Ni'mal Wakiil, Ni'mal Maulaa wa Ni'man Nashiir.
Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !

JAKARTA (voa-islam.com) - Ketua FPI DKI Jakarta, Habib Salim Alatas atau yang biasa dipanggil Habib Selon mengklarifikasi beredarnya pesan singkat tentang masuk Islamnya Ahok jelang Pilkada DKI putaran ke-2 dengan judul ‘muallaf politik’.
Untuk diketahui isi pesan singkat tersebut; “pada hari Kamis 6 September 2012. Djan Farid (Menteri Perumahan Rakyat) dan Habib Mahdi Condet meminta kepada Habib Selon FPI (tawaran uang miliaran rupiah) dalam rangka kemenangan Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI putaran ke-2, supaya mengislamkan Ahok dan dipublikasikan oleh media Jakarta,” demikian kutipan pesan tersebut.
...Saya maupun Habib Rizieq tidak pernah buat SMS provokatif tentang ‘muallaf politik’ tersebut
Atas maraknya pesan singkat tersebut yang menyebut namanya, maka Habib Selon menegaskan bahwa ia tak pernah membuat apalagi menyebarkan SMS tersebut.  
“Assalamu’alaikum. Saya maupun Habib Rizieq tidak pernah buat SMS provokatif tentang ‘muallaf politik’ tersebut,” ungkapnya melalui pesan singkat yang diterima redaksi voa-islam.com, Kamis (13/9/2012).
...Soal saya ditawari uang milyaran, itu benar, memang sejak dari awal hingga kini tapi saya tolak mentah-mentah dan saya sudah lapor ke Habib Rizieq
Namun demikian, ia tak menyangkal jika dirinya pernah ditawari uang miliaran rupiah tapi ia tolak mentah-mentah.
“Soal saya ditawari uang milyaran, itu benar, memang sejak dari awal hingga kini tapi saya tolak mentah-mentah dan saya sudah lapor ke Habib Rizieq,” jelasnya.
Ia juga tak tahu-menahu soal Ahok yang ingin masuk Islam (menjadi muallaf) meskipun pernah ada yang mendatangi Habib Rizieq dan mengaku orang dekat Ahok bertanya-tanya tentang Islam.  
“Soal Ahok mau masuk Islam saya tidak tahu, hanya saja memang ada orang datang ke Habib Rizieq mengaku orang dekat Ahok nanya-nanya soal Islam, apa dan bagaimana? Itu saja. Semoga ini jadi klarifikasi semua pihak. Syukron,” tutupnya. [Ahmed Widad]  ____________________________________________________________

JAKARTA (voa-islam.com) - Hanung Bramantyo kembali meresahkan umat Islam lewat film yang dibuatnya. Kali ini Hanung memproduksi film kisah 2 orang gay yang diangkat dari sebuah puisi esay, karya karya Danny JA.

Film dengan inisial CTBDR ini menceritakan percintaan sejenis (homo seks) dua orang santri bernama Amir dan Bambang. Di pesantren, Amir dan Bambang selalu bersama hingga akhirnya mereka saling jatuh cinta.
Rencananya film ini secara luas akan diputar pada bulan Oktober 2012 untuk menyambut Hari Anti Diskriminasi Nasional, namun sebuah organisasi yang memayungi Lesbian, Gay, Biseks dan Transeksual/Transjender (LGBT) yang bergerak di bidang media, telah memutar film ini dalam komunitas LGBT. Ironisnya pemutaran film tersebut dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2012 jelang 10 hari terkhir di bulan Ramadhan.
...Kalangan pondok pesantren sudah mesti melakukan protes dan juga menuntut supaya film ini dibatalkan

Menyikapi film homo karya Hanung Bramantyo itu Sekjen FPI, KH. Ahmad Shabri Lubis menyerukan kepada seluruh kalangan pondok pesantren untuk protes terhadap pemutaran film tersebut.

“Kalangan pondok pesantren sudah mesti melakukan protes dan juga menuntut supaya film ini dibatalkan,” tegasnya saat dihubungi voa-islam.com, Kamis (13/9/2012).

“Ini adalah agenda untuk merusak citra pondok pesantren,” tambahnya.

Ustadz Shabri menyatakan jika pelecehan terhadap Nabi Muhammad di luar negeri saja umat Islam bisa marah, maka jangan sampai ada film yang merusak citra Islam yang membuat umat Islam di Indonesia marah.
Selain itu, ia juga meminta ketegasan pemerintah khususnya Lembaga Sensor Film jika film yang seperti itu masih beredar maka  FPI akan menggugatnya.
“kita minta ketegasan pemerintan dan Lembaga Sensor Film, jika film seperti ini yang merusak akhlak, mengandung pelecehan pondok pesantren dan santri masih beredar akan kita gugat,” tutupnya. [Ahmed Widad]
____________________________________________________________

00.46 ,
JAKARTA (voa-islam.com) - Front Pembela Islam memuji para pejuang Libya yang dengan berani membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dari pelecehan orang-orang kafir melalui sebuah film.

Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Syihab menyampaikan bahwa penghinaan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah masalah serius maka wajar jika kaum Muslimin Libya marah dan menyerang Kedubes Amerika Serikat di Benghazi hingga terbunuhnya Dubes AS untuk Libya J Christopher Stevens.

“Penghinaan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah masalah serius, sehingga wajar saja jika kaum muslimin di Libya marah besar dan menyerang Kedubes AS serta membunuh Dubes dan sejumlah stafnya karena masalah film AS yang menghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,” ungkap Habib Rizieq Syihab dalam pesan singkat yang diterima voa-islam.com, Kamis (13/9/2012).
...FPI acungkan jempol buat pejuang Libya yang dengan gagah berani membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dari penghinaan...


FPI menilai pejuang Libya telah gagah berani membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dari penghinaan. “FPI acungkan jempol buat pejuang Libya yang dengan gagah berani membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dari penghinaan,” imbuhnya.

FPI berharap hendaknya negara Barat mengambil pelajaran, agar tak lagi membiarkan penghinaan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.  “Semoga itu menjadi pelajaran penting bagi seluruh negara Barat agar tidak lagi membiarkan penghinaan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di negeri mereka dalam bentuk apapun,” tutupnya. [Ahmed Widad]
____________________________________________________________

07.36
 
Ormas Islam tolak Lady Gaga
Tribunnews.com – Kamis, 24 Mei 2012 18:01 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah ormas dan lembaga dakwah Islam se DKI Jakarta menolak konser Lady Gaga. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi Pers di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (24/5/2012).
Dalam pernyatannya, mereka menekankan dua hal. Pertama, mendukung kepolisian Republik Indonesia dalam hal ini Kapolda DKI Jakarta untuk tidak memberi izin segala macam bentuk keramaian yang menampilkan pornografi, karena jelas bertentangan dengan undang-undang dan ketentuan hukum yang berlaku termasuk penyelenggaraan konser Lady Gaga.
Kedua, menghimbau ormas dan lembaga Islam serta seluruh komponen masyarakat Islam untuk bersatu padu menolak pornografi yang sengaja dilakukan oleh musuh-musuh Islam dan negara untuk merusak moral dan akhlak warga bangsa khususnya generasi muda.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan oleh Agus Suradika, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta.
Ormas yang hadir antara lain Muslimat NU DKI, PW (Pengurus Wilayah) Wanita Islam, PW Aisyiah, Imami DKI Jakarta, Persis (Persatuan Islam) DKI Jakarta, Kaum Syarikat Islam, Wahdah Islamiyah, PW Matlaul Anwar, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia.
Penulis: Eri Komar Sinaga  |  Editor: Johnson Simanjuntak  |  Sumber: Tribun Jakarta

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget