Articles by "Kriminal"


Voice Of Muslim - Seorang gadis remaja muslim Prancis dilaporkan mencoba bunuh diri setelah diserang oleh dua pria dekat Lapangan Berlioz pada 12 Agustus kemarin. Gadis yang tidak diketahui namanya itu mencoba melompat dari lantai empat rumahnya di kota Trappes, Paris, Prancis pada hari Senin 26 Agustus 2013.

Laman Dailymail, Selasa 27 Agustus 2013 melansir motif bunuh diri sesungguhnya remaja berusia 16 tahun itu belum diketahui dengan pasti.

Beruntung dia masih dapat diselamatkan. Remaja itu kemudian dilarikan ke RS terdekat untuk memperoleh pertolongan medis.

Peristiwa itu berawal saat remaja itu diserang oleh dua pria berwajah orang Eropa pada pukul 17.45 waktu setempat. Saat itu dia baru pulang dari rumah temannya. Usai peristiwa itu dia melapor kepada polisi.

Gadis itu menceritakan, kedua pria itu meneriakkan kalimat anti-Muslim dan bernada rasis kepadanya.

Kemudian kedua pria mengeluarkan sebuah pisau cutter yang digunakan untuk membuka cadarnya. Tidak hanya itu, salah satu pria bahkan melakukan pelecehan seksual kepada gadis itu.

"Pria pertama mulai menyentuh dada saya, namun saya berhasil menampar wajahnya. Tidak terima, dia lalu meninju saya di bagian dada," kata gadis itu kepada laman Huffington Post.

Sementara pisau cutter yang digunakan pria lainnya berhasil mengenai wajah dan tenggorokan si gadis. Akibatnya dia mengalami luka.

Kedua pria itu akhirnya kabur dengan menggunakan sebuah mobil, saat seorang warga lain muncul. Polisi di Yveslines saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut.

Mereka memeriksa potongan rekaman video CCTV yang ada di sekitar lapangan untuk memperoleh bukti, karena saat peristiwa itu terjadi tidak ada satu pun saksi. Khawatir kasus bunuh diri gadis remaja itu akan kembali memicu konflik dan kemarahan umat Muslim di kota Trappes, maka polisi menyiagakan anggotanya di sekitar kota itu pada Senin malam.

Menurut media Perancis, Le Parisien, aksi bunuh diri gadis itu bukan kali ini saja. Dia juga pernah melakukan upaya bunuh diri pekan lalu dengan menenggak obat-obatan sehingga over dosis.

Aksi kerusuhan sebelumnya pernah terjadi di kota Trappes pada bulan Juli lalu.

Hal itu dipicu aksi polisi yang memaksa untuk memeriksa seorang wanita muslim yang mengenakan cadarnya. Sementara sang suami yang mencoba melarang pemeriksaan itu malah ditahan polisi.

Alhasil, ratusan orang berunjuk rasa di depan kantor polisi menuntut pembebasan pria tersebut. Unjuk rasa itu berakhir ricuh yang menyebabkan remaja berusia 14 tahun mengalami luka serius di bagian mata.

Sementara empat petugas polisi dilaporkan ikut terluka. Kontroversi mengenai jilbab penutup wajah atau burka terus muncul sejak Pemerintah Perancis memberlakukan larangan penggunaannya tahun 2011 silam.

Bagi wanita yang melanggar, maka dapat dikenai denda senilai 150 Euro atau Rp2,1 juta dan dipaksa mengikuti kelas kewarganegaraan.

Voice Of Muslim - Media lokal Myanmar (Burma) M-Mediagroup, yang fokus pada hak-hak kaum minoritas Muslim dan etnis minoritas lainnya di Burma, melaporkan bahwa dalam sebuah pidato keagamaan Buddha yang disampaikan oleh Bhiksu U Wirathu pada 20-22 April 2013 malam di vihara Me-Baung di kota Pha-An, Karen State (Kayin State). Dan di sepanjang ceramahnya, hanya sentimen anti-Islam yang banyak dibicarakan. Karena saat ceramahnya menggunakan speaker, semua penduduk sekitar bisa mendengar apa yang dia katakan.
Bhiksu U Wirathu
Ceramah U Wirathu benar-benar menghina dan memfitnah Islam serta memprovokasi kebencian terhadap Islam. Warga lokal Pha-An yang mendengar ceramah U Wirathu melaporkan kepada M-Media penggalan ceramah U Wirathu yang menyingung Muslim, berikut terjemahannya.

1. Masjid-masjid dibangun oleh musuh, jadi tidak berdosa untuk menghancurkan Masjid karena berarti hanya bangunan musuh itu yang dihancurkan.

2. Menurut ajaran Islamjika seorang Muslim Kalar (Kalar adalah istilah yang digunakan untuk merendahkan yang dalam bahasa Burma mengacu pada Muslim, M-Mediagroup memperkosa seorang gadis Buddhis, dia akan sangat tinggi derajatnya. (U  Wirathu menuduh)

3. Karena Presiden U Thein Sein mengatakan menentang orang-orang Rohingya (Muslim) secara terang-terangan, dia patut dikagumi. Wanita yang disebut Ibunda Su (mengacu pada Daw Aung San Suu Kyi) tidak melakukan atau mengatakan apapun. Oleh karena itu, doa mendukung kata-kata Presiden digelar di Mandalay, untuk mendukung apa yang presiden kita katakan.,

4. Mereka yang menghancurkan Masjid-masjid di Pegu (Bago) membuat saya malu. Ini benar-benar tidak adil.

5. Mereka (Muslim) tinggal di Myanmar, dan mereka tidak memakan daging babi. Di Myanmar hanya babi yang tersedia sebagai daging, jadi mereka harus memakan itu. Sekarang mereka tidak memakan babi, tetapi mereka mengejar gadis-gadis Burma yang memiliki mulut yang telah memakan babi (U Wirathu menuduh pria Muslim mengejar gadis musyrik Buddhis, red). Jadi bagaimana bisa Saya memahami mereka (Muslim)?

6. Para gadis Muslim mengerudungi seluruh tubuh mereka. Sebagian bahkan menutup mata mereka. Hal itu seperti neraka bagi mereka pada saat musim panas. Mereka bahkan mengatakan bahwa gadis-gadis Burma tidak beradab. Tidakkah kita beruntung memiliki agama dengan kebebasan? (klaim U Wirathu)

7. Ada orang-orang dengan janggut dan memakai Taik Pone (Jaket tradisional Myanmar) di NLD. Mereka terlihat seperti kambing dan sangat menjijikan! Mereka tidak tahu cara memakai Taik Pone yang baik, dan itu membuat mereka benar-benar aneh.

8. Salah satu gadis Buddhis sangat jatuh cinta pada seorang pria Muslim, bahkan dia meracuni orang tuanya. Kemudian dia dipaksa untuk menginjak gambar Buddha, dan untuk memeluk Islam.

9. Kita harus bersatu seperti orang-orang Meikhtila. Apakah kalian ingin Karen State akan untuk orang-orang Kalar (Muslim) suatu hari nanti?

10. Orang-orang menyerang saya di Facebook. Saya tidak mempedulikan mereka sama sekali (Sebenarnya, dia menggunakan istilah merendahkan dalam bahasa Burma, serupa dengan “Saya tidak pedulikan itu”). Saya adalah pejuang agama.

11. Kita tidak perlu takut akan orang-orang hitam itu (mengacu pada Muslim), Saya bersumpah; suatu hari nanti, hanya mereka akan merendahkan kepala mereka ketika mereka melihat orang-orang Burma (Buddhis).

12. Orang-orang Kalar (Muslim) datang kepada saya hanya ketika mereka tidak berdaya. Jangan berinteraksi dengan mereka, kalian juga akan secara otomatis kasar seperti mereka.

Menurut laporan warga lokal, sepanjang acara tiga malam itu isi ceramah U Wirathu hanya menghasut konflik keagamaan dan menuduh Islam serta Muslim dengan peenghinaan dan tuduhan yang keji dan palsu.

JAKARTA  - Pihak mujahidin di LP Salemba Jakarta Pusat menyayangkan sikap diskriminatif petugas LP terkait pengeroyokan yang dilakukan preman Ambon kafir.
Menurut, salah seorang mujahidin yang menghuni LP Salemba, sejak awal kedatangan preman Ambon kafir kelompok Edo yang terlibat kasus Narkoba dan penyerangan di RSPAD, mereka sudah begitu pongah.
Namun pihak LP justru menyambutnya dan seolah memberikan perlakuan istimewa tak seperti narapidana yang lain.

“Mereka masuk dengan membawa tas seperti orang yang mau camping aja,” kata Hanzholah, salah seorang mujahidin di LP Klas II A Salemba.
Menurut informasi, preman Ambon di Blok A juga kerap melakukan pesta sabu-sabu.
Bukan hanya itu, mereka juga berani memarahi sipir dan sempat bersitegang hingga menyobek surat mutasi di depan sipir.
Apalagi usai insiden pengeroyokan mujahidin, tak ada satu pun dari mereka yang diproses hukum namun hanya dipindahkan ke LP Klas I Tangerang.
Preman Ambon  yang dipindahkan ke LP Klas I Tangerang diantaranya: Toni Poce Rattu (vonis 3 tahun ), Jhon Robet Palyamu (vonis 3 tahun), Abraham Tuhenay (vonis 3 tahun), Youngky Maslebo (vonis 2,6 tahun) dan Rein Pentury (vonis 2,5 tahun).
Termasuk sweeping senjata tajam pun tak dilakukan pihak LP. Padahal Hendra Ali yang menjadi korban pengeroyokan ratusan preman Ambon kafir tersebut mendapatkan luka sobek di perut akibat senjata tajam.
Kelompok preman Ambon di Blok A memang dikenal sewenang-wenang, tak jarang mereka meneror napi lainnya. Salah seorang napi yang hanya ikut menolong Hendra Ali untuk dibawa ke klinik pun dianiaya ketika kembali ke Blok A.
Bahkan hingga saat ini, preman Ambon kafir Blok A masih mengancam akan kembali menyerang mujahidin dan siapa pun yang membelanya.
Kemudian, pihak LP Salemba juga bertindak diskriminatif bahkan cenderung zalim. Kelompok mujahidin yang menjadi korban penganiayaan kini malah dimasukkan ke sel tikus (sel isolasi) dengan alasan mereka melakukan aksi balasan.
Menurut informasi dari salah seorang istri mujahidin, kemungkinan besar mereka akan dipindah ke Nusakambangan. Ia pun menyatakan kekecewaannya dan tetap menuntut qishash terhadap preman Ambon tersebut.

“Bismillah, ini benar-benar penzaliman terhadap kaum Muslimin. Setelah dibiarkan oleh thaghut laknatullah dianiaya oleh kafir Ambon dan konco-konconya, suami ana dan ikhwan-ikhwan di Salemba akan dipindah ke Nusakambangan. Mohon doa dan bantuan kaum muslimin agar mengqishash mereka. QISHASH! ALLAHU AKBAR!” demikian isi pesan singkat tersebut yang diforward ke redaksi voa-islam.com.
Perkembangan terbaru dari kasus penganiayaan preman Ambon kafir, siang ini kelompok Ambon di luar melakukan aksi balasan mendatangi LP Klas I Tangerang untuk menekan petugas LP. Mereka kecewa teman-temannya dipindahkan ke tempat lain dan meminta agar mujahidin saja yang dipindahkan dari LP. [Ahmed Widad]

Sumber : voa-islam.com

09.11 ,
Paus
Diam bisa berarti emas. Namun bungkam versi Vatikan dalam kasus pelecehan seksual oleh para pastor terhadap anak altar sungguh menyebalkan.

Saking sebalnya, monsignor Charles Scicluna menyamakan diamnya pihak gereja terhadap gelombang pelecehan seksual di wilayah mereka seperti omerta, budaya diam ala mafia Italia. Ini merupakan tuduhan serius. "Ajaran agama...kebenaran itu berdasarkan keadilan menjelaskan kenapa budaya diam atau omerta itu salah dan tidak adil," katanya saat menyampaikan sambutan dalam simposium di Ibu Kota Roma, seperti dilansir kantor berita Reuters Februari tahun lalu.

Simposium empat hari itu berlangsung di the Jesuit Pontifical Gregorian University, Ibu Kota Roma, Italia. Pertemuan untuk pertama kali ini membahas cara menangani gelombang pelecehan seksual di gereja-gereja Katolik di Eropa dan Amerika Serikat satu dekade terakhir. Sekitar 200 orang hadir meliputi uskup, pemimpin ordo, korban, dan ahli kejiwaan.

Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Benediktus XVI telah menunjuk Scicluna dari departemen doktrin Vatikan untuk menangani aib ini. Menurut Scicluna, strategi mencegah pelecehan terjadi lagi tidak bakal berhasil tanpa komitmen dan keterbukaan. Dia dan sejumlah pejabat Vatikan yang hadir berpesan para pemimpin gereja harus bekerja sama dengan aparat keamanan setempat buat mengatasi kasus-kasus pedofilia.

Skandal seks ini menjadi alasan bagi para penganut Katolik menjadi murtad di sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, tanah kelahiran Paus Benediktus XVI. Noda ini juga telah menghancurkan kebanggaan moral gereja di negara-negara mayoritas Katolik, seperti Irlandia.

Sebuah asosiasi korban pelecehan seksual pastor konferensi monumental itu sekadar membersihkan coreng di wajah vatikan. mereka mendesak pemimpin umat katolik sejagat menyerahkan dokumen pelecehan seksual itu kepada Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag, Belanda. "Setelah bertahun-tahun berjanji, menggelar pertemuan-pertemuan dan pelbagai permintaan maaf kosong, Vatikan tidak mampu melakukan tindakan paling mudah, murah, dan paling dikenal anak-anak: mengumumkan kepada masyarakat soal dokumen rahasia kasus pelecehan itu," ujar Joelle Casteix dari Jaringan Korban Pelecehan pastor (SNAP).

Korban pelecehan seksual asal irlandia, Marie Collins, panduan mengatasi kasus pedofilia ini perlu memasukkan hukuman buat uskup yang tidak mau menerapkan hal itu. Tanpa sanksi, kasus mencuat mudah menguap dan diselesaikan di bawah karpet. Alhasil, pastor-pastor pedofil kian ganas.

Irlandia termasuk salah satu negara memiliki kasus pedofilia gereja terparah. Skandal ini meretakkan hubungan negara ini dengan Vatikan.

Vatikan pada Juli 2011 menarik duta besarnya dari Irlandia setelah Perdana Menteri Enda kenny menuding Vatikan menghalangi penyelidikan kasus pelecehan seksual oleh para pastor. Empat bulan kemudian, Irlandia membalas dengan menutup kedutaan besar mereka di Vatikan.

09.07 ,
Pastor Neil Doherty
Pastor Neil Doherty bungkam saat Hakim Kenneth Gillesple dari Pengadilan Brodward, selatan Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, Senin lalu membacakan vonis. Lelaki 69 tahun ini terlihat ringkih, berdiri dengan badan bongkok dan tangan terborgol.

Doherty mendapat hukuman 15 tahun penjara setelah dua pekan sebelumnya mengajukan banding. Dia terbukti bersalah menyodomi seorang anak altar pada pertengahan hingga akhir 1990-an. "Ini hukuman maksimum bisa saya jatuhkan," kata Gillesple, seperti dilansir surat kabar the Miami Herald dua hari lalu.

Doherty masih harus menghadapi dua kasus lagi di pengadilan terbuka soal trauma akibat pelecehan seksual dia lakukan terhadap sejumlah anak beberapa dekade lalu. Kalau di pengadilan kriminal, korban tidak dihadirkan. Mereka hanya memberi keterangan melalui surat.

Sedangkan untuk dua dakwaan lagi, korban bersaksi langsung di ruang sidang. Keduanya adalah Dennis Montero, 43 tahun, dan Jorge Soler, 39 tahun.

Montero mengungkapkan dia bertemu Doherty yang dikenal sebagai pastor suka menolong pemuda bermasalah. Bukannhya membantu, pastor bejat ini malah mencekoki korban dengan anggur dan narkotik hingga pingsan. "Ketika saya bangun, saya telah telanjang dan disodomi," ujar Montero.

Pastor bersyhawat sesat bukan hanya Doherty. Ada ribuan pastor bejat di lingkungan gereja Katolik terlibat skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak. Kasus pedofilia ini merambah Eropa dan Amerika. Noda ini mengguncang Takhta Suci Vatikan ketika terkuak dua tahun lalu.

Angka ini muncul dalam simposium empat hari di the Jesuit Pontifical Gregorian University, Ibu Kota Roma, Italia, Februari tahun lalu. Pertemuan untuk pertama kali ini membahas cara menangani gelombang pelecehan seksual di gereja-gereja Katolik di Eropa dan Amerika Serikat satu dekade terakhir. Sekitar 200 orang hadir meliputi uskup, pemimpin ordo, korban, dan ahli kejiwaan.

Kardinal Joseph William Levada asal Amerika mengungkapakan Vatikan sedang menyelidiki lebih dari empat ribu kasus pedofilia melibatkan pastor di seluruh dunia dalam satu dekade terakhir. Dia menggambarkan data ini sebagai peningkatan dramatis dan telah merusak citra Takhta Suci sehingga memaksa Paus benediktus XVI meminta maaf secara terbuka.

Catatan berbeda diungkap oleh monsignor Charles Scicluna dari departemen doktrin Vatikan dalam wawancara dua tahun lalu. Dia menyebut telah terjadi tiga ribu kasus pedofilia oleh pastor dalam setengah abad belakangan, seperti ditulis koran the Daily Mail Februari tahun lalu.

Bukan sekadar pengakuan dibutuhkan oleh korban. Mereka ingin melihat para pastor perusak masa depan anak-anak altar itu mendekam di tahanan, seperti nasib Doherty.

Dua pria telah ditahan dan narkoba bernilai $237 juta disita dalam razia "signifikan" terhadap jaringan narkoba internasional yang beroperasi di Australia.
Polisi mengatakan, seorang pria Kanada dan seorang Amerika yang ditangkap minggu ini adalah gembong-gembong utama dalam suatu jaringan kejahatan terorganisir internasional yang merencanakan untuk mengimpor narkoba ke Australia dengan disembunyikan dalam mesin-mesin berat.
Penjabat Komisaris Kepolisian Federal Australia, David Sharpe, mengatakan, narkoba yang disita terdiri dari 235 kg methamphetamine dan 115 kg kokain dengan nilai jual hingga $237 juta.
Pada hari Minggu kepolisian menggerebek sebuah di Avalon, utara Sydney, dan menahan pria Kanada berusia 34 tahun itu.
Ia dihadapkan ke pengadilan dan dikenai sejumlah dakwaan yang berkaitan dengan impor narkoba.
Dalam penggerebekan di sebuah rumah di Leichhardt pada hari Selasan, polisi menahan seorang pria Amerika berusia 34 tahun dan menemukan uang tunai $150,000.
Orang itu telah dikenai beberapa dakwaan yang berkaitan dengan pelanggaran impor.
Pada bulan September tahun ini, Kepolisian Federal Australia menemukan 350 kg narkoba ilegal yang disembunyikan dalam sebuah mesin berat dari Cina ke Port Botany.
Penjabat Komisaris David Sharpe mengatakan, penangkapan lebih jauh mungkin akan dilakukan.

14.31 ,
tawuran-di-depok
Tawuran pelajar di Depok
JAKARTA — Pelaku pengeroyokan Didik Triyuda alias Abu, 17 hingga tewas masih diburu polisi. Pelajar kelas 2 SMK Baskara Kota Depok, tewas akibat diserang oleh sekelompok pelajar di Jalan Raya Sawangan, perempatan Masjid Mampang, Pancoran Mas, Depok, kemarin.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Abu sempat dilarikan rekannya ke rumah sakit terdekat. Namun, karena luka yang diderita cukup parah membuatnya meninggal dunia. Korban tewas di sekitar Apotek Depok Dua, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Kota Depok.
Informasinya, korban saat itu bersama 11 rekannya dari SMK Baskara naik truk pengangkut semen. Namun tiba-tiba mereka dihadang dan diserang pelajar lain, diduga dari SMK Pancoran Mas. Penyerangan terhadap siswa SMK Baskara melukai beberapa siswa dan menewaskan Abu. Korban menderita luka karena lemparan batu di kepala dan luka tusuk di selangkangan, paha kiri.
Petugas Polsek Metro Pancoran Mas yang mendapat laporan tawuran antar pelajar kemudian datang ke lokasi. Ppolisi mencari saksi dan meminta keterangan mereka. Di lokasi tawuran di persimpangan Kodim, Jalan Raya Sawangan, polisi menemukan besi lengkung seperti celurit sepanjang 50 cm, semprotan sejenis piloks, dan batu-batu yang diduga dilemparkan saat tawuran.
“Hingga kini ada 25 saksi yang kami periksa, mereka adalah 13 siswa SMK Baskara, 6 siswa SMK Pancoran Mas, sisanya dari warga dan petugas keamanan yang melihat peristiwa itu. Kami masih mencari barang bukti yang belum kami dapatkan,” kata Wakil Kepala Polsek Metro Pancoran Mas Ajun Komisaris polisi Ibnu Salim, kepada wartawan, Kamis (13/9) pagi.
____________________________________________________________

01.56 ,

Warren Jeffs, Pendeta dari Gereja Kristen Fundamentalis Amerika diadili dengan dakwaan pemerkosaan.
Pemimpin gereja Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter-day Saints ini dikenal sebagai pendeta pelaku poligami. Jefts didakwa dengan kekerasan seksual dan bigami oleh pengadilan Texas, Amerika Serikat.
Jeff yang diekstradisi dari negara bagian Utah, tidak mendapat tawaran dari hakim untuk mengaku bersalah dan kepada hakim dia mengatakan butuh waktu untuk menemukan penasihat hukum.
Pria berusia 53 tahun ini sebenarnya sudah didakwa dua tahun lalu setelah sebuah operasi penggrebekan atas sebuah sekte yang dituduh menikahkan perempuan muda dengan pemimpin gerejanya.
Dia sebenarnya sedang menanti pengadilan ulang setelah vonisnya dibalikkan oleh Mahkamah Agung Utah bulan Juli tahun ini.
Oleh pengadilan Utah, pemimpin gereja sempalan Kristen Mormon ini sempat dinyatakan bersalah pada tahun 2007 karena dua dakwaan konspirasi dalam pemerkosaan.
....pemimpin gereja sempalan Kristen Mormon ini sempat dinyatakan bersalah pada tahun 2007 karena dua dakwaan konspirasi dalam pemerkosaan....
Para pejabat kehakiman di Utah mengatakan dia tetap bisa diadili di Texas sebelum pengadilan ulang di Utah ditempuh.
Adapun sidang di negara bagian Texas ini berkaitan dengan tuduhan di sebuah peternakan Yearning For Zion di Eldorado dan akan dimulai pada tanggal 24 Januari. [taz/bbc]


(Arrahmah.com) – Demonstrasi umat Islam di depan gedung Kedutaan Besar AS di Kairo dan depan gedung Konsulat Jendral AS di Benghazi pada Selasa (11/9/2012) dipicu oleh film rilisan pastor Terry Jones yang sangat menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW.
Dalam rangka memperingati serangan 11 September yang menjadi hari naas bangsa AS, pastor Terry Jones membuat sebuah situs dengan nama http://www.standupamericanow.org. Situs provokatif dan anti-Islam itu memamerkan pengadilan dan pelaksanaan hukuman gantung terhadap "Nabi Muhammad SAW". Nabi Muhammad SAW digambarkan seperti sosok Usamah bin Ladin lengkap dengan jubah tuanya, dengan wajah seekor anjing.
Sikap anti-Islam pastor Terry Jones itu jelas menunjukkan kebencian dan dendam kesumat para pemimpin Kristen. Tak heran apabila kaum muslimin di seluruh dunia marah atas ulah penghinaan yang kelewat batas terhadap agama Islam itu.
Belum cukup sampai di situ, pastor Terry Jones juga merilis sebuah video yang diup load di situs Youtube. Pastor Jones menyebut serangan 11 September sebagai "International Judge Mohammed Day", hari pengadilan internasional terhadap nabi Muhammad. Lewat video tersebut, pastor yang terkenal karena ulahnya membakar mushaf Al-Qur'an ini kembali melakukan pelecehan terhadap Islam dan nabi Muhammad SAW.
Nampaknya stress dan depresi tidak hanya melanda para jendral dan tentara AS yang pulang dari perang di Irak dan Afghanistan. Kini stress dan depresi telah melanda para tokoh pemimpin agama Kristen dan pemerintahan AS. Tak mampu meraih kemenangan di medan perang Irak dan Afghan, mereka melampiaskan stresnya dengan merilis film-film penghinaan terhadap Islam.
Video lengkap Pastor gila melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wassalam..


21.08 ,
Solo – Terkait peristiwa penyergapan dan penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror, Jumat malam (31/08/2012) di Solo, pengurus Laskar Umat Islam Solo (LUIS), Selasa (4/9/2012) kemarin, pukul 13.30 WIB, mendatangi Polres Surakarta.
Dikatakan, bahwa Densus 88 telah melakukan pembunuhan keji terhadap orang-orang yang diduga teroris sebanyak 56 kali. “Tidak hanya sekali, peristiwa serupa sudah terjadi sebanyak 56 kali di Indonesia,” kata Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Edi Lukito di Polresta Solo, Selasa (4/9).
Dalam pertemuan itu, Edi Lukito mengungkapkan pembunuhan yang dilakukan Densus 88 terhadap Farhan dan Mukhsin tidak bisa dibenarkan. Ia juga mengatakan, penyitaan barang bukti yang tanpa surat sita dan penangkapan itu menimbulkan trauma bagi anak-anak.
Selain itu, Edi Lukito menyoroti tindakan Densus 88 yang menghajar sampai babak belur mertua Bayu Setyono, Wiji Siswosuwito. “Protap Densus harus dievaluasi. Anggota yang melakukan pelanggaran harus ditindak tegas,” papar Edi Lukito.
Selanjutnya, surat pernyataan itu diserahkan ke Kapolresta Solo Kombes Pol Asdjimain. Menurut Asdjimain, ia tidak mempunyai wewenang dalam permasalahan itu. Oleh karenanya, ia menerima surat pernyataan sikap tersebut untuk kemudian dilanjutkan kepada atasan. “Terus terang, saya tak punya wewenang soal tindakan Densus kemarin. Pernyataan sikap ini akan saya teruskan ke pimpinan agar menjadi bahan evaluasi,” ujarnya.
Pengurus LUIS yang hadir dalam pertemuan ini adalah Ketua, Sekretaris dan Humas Endro Sudarsono. LUIS menyerahkan Surat Pernyataan kepada Kapolres Solo sehubungan dengan aksi Densus 88 pada Jumat malam (31/8/2012) lalu.
Berikut Pernyataan Sikap Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS):
Terkait dengan peristiwa di jalan Veteran Tipes Solo hari Jumat, 31 Agustus 2012 yang berakibat terbunuhnya F dan M dengan luka tembak bertubi-tubi serta peristiwa penangkapan Bayu dengan menganiaya Bapak Mertua Mbah Wiji Siswo Suwito dengan luka parah pada bagian muka, Giginya tanggal 4 buah, merusak pintu, marampas 3 HP dan Kendaraan dengan ini kami dari Laskar Umat Islam Surakarta, menyatakan:
  1. Pembunuhan yang dilakukan Densus 88 Anti Teror terhadap F dan M tidak bisa dibenarkan. Menghilangkan nyawa seseorang harus dengan putusan tetap pengadilan. Saksi melihat tembakan mencapai 20 kali, untuk mengeksekusi 2 orang. Hal ini telah berlangsung hingga 56 kali kejadian di Indonesia.
  2. Penangkapan dengan disertai penganiayaan, pengrusakan yang disaksikan anak di bawah umur jelas-jelas mengganggu mental anak yang hingga sekarang masih trauma.
  3. Perampasan HP dan Kendaraan yang tidak disertai surat sita, adalah menyalahi prosedur, dan merupakan perbuatan melawan hukum.
  4. Hasil dari analisis Kami, sebagian besar Tim yang diterjunkan Densus 88 Anti Teror dilapangan adalah dari kelompok Non-Muslim untuk menangkap dan mangeksekusi kelompok yang sebagian besar adalah Muslim.
  5. Apa yang dilakukan Densus 88 Anti Teror di Solo kemarin, maupun di Indonesia pada umumnya mengundang antipati dari masyarakat pada umumnya, tokoh agama, maupun di kalangan akademisi.
Dengan demikian kami meminta kepada Kapolri untuk:
Menindak Oknum Pelaku dari Densus 88 Anti Teror yang telah menganiaya keluarga Mbah Wiji Siswo Suwito dan merusak sebagian isi rumahnya. Mengevaluasi dan meninjau kembali SOP Densus 88, karena memunculkan arogansi dan diskriminasi.
Berpegang pada aturan yang ada, jangan sampai ada upaya menghilangkan nyawa seseorang untuk kepentingan lain selain penegakan hukum.
Surakarta, 3 September 2012
Ketua: Edi Lukito, SH
Sekretaris: Drs. Yusuf Suparno

22.19 ,


PHILADELPHIA Monsignor William Lynn, uskup senior Gereja Katolik di Amerika Serikat (AS) dihukum tiga sampai enam tahun penjara karena menutupi-nutupi kasus pelecehan seksual terhadap anak (pedofili) yang dilakukan para pastor anak buahnya. Uskup Lynn menjadi pejabat pertama dalam Gereja Katolik AS yang dihukum karena menutupi-nutupi klaim pelecehan seksual oleh para imam.
 “Uskup Lynn membiarkan para monster dalam jubah para klerus yang  menghancurkan jiwa anak-anak,” ujar Teresa Sarmina, hakim dalam kasus itu.
Uskup Lynn, mantan sekretaris para imam di Keuskupan Agung Philadelphia, menangani penugasan para imam dan keluhan tentang kekerasan seksual terhadap anak pada 1992-2004. Ia dituduh telah memindahkan para imam bermasalah di salah satu paroki terbesar di negara itu dan menutup-nutupi keluhan terkait pelecehan seks itu dari mata publik.
...Uskup Lynn membiarkan para monster dalam jubah para klerus yang  menghancurkan jiwa anak-anak...
“Anda tentu tahu baik apa yang benar, Monsignor Lynn. Namun, Anda memilih yang salah,” kata Hakim Teresa Sarmina.
Lynn menjadi pejabat pertama dalam Gereja Katolik AS yang dihukum karena penanganannya terhadap klaim pelecehan seksual, yang mengguncang Gereja Katolik selama lebih dari satu dekade.
Ia divonis pada Selasa (24/7). Juri telah menyatakan bahwa Lynn (61 tahun) bersalah bulan lalu karena kejahatan yang membahayakan anak-anak atas kelalaiannya dalam menangani orang yang kini jadi mantan imam, yaitu Edward Avery. Avery kini menjalani hukuman lima tahun penjara setelah mengaku bersalah sudah melakukan penyerangan seksual seorang putra altar di gereja.
Tahun 1992, seorang dokter melapor ke kantor Lynn bahwa Avery telah melecehkan dia beberapa tahun sebelumnya. Lynn lalu mengirim Avery untuk menjalani perawatan. Namun, fasilitas yang dikelola gereja mendiagnosis bahwa Avery punya masalah dengan alkohol, bukan dengan kelainan seksual. Avery kemudian kembali melayani umat dan dikirim untuk tinggal di paroki di tempat putra altar itu kemudian diserang pada 1999.
“Saya tidak bermaksud untuk mendatangkan kemalangan apa pun bagi (korban Avery),” kata Lynn. “Upaya terbaik saya tidak cukup baik untuk menghentikan kebejatan itu.”
Skandal tersebut telah memaksa sejumlah perubahan dalam tubuh gereja, yang telah menghabiskan puluhan juta dollar untuk pemeriksaan latar belakang para pekerja, program-program bantuan bagi para korban, serta pelatihan bagi anak-anak dan para guru dalam mengidentifikasi penyimpangan seksual.
...Uskup Lynn mengunci nama-nama para imam pedofil dalam sebuah lemari besi. Dia mengunci nama-nama pria yang ia tahu telah melecehkan anak-anak. Sekarang dia akan dikurung karena menyimpan rahasia itu dalam lemari besi tersebut...

Para uskup juga telah berjanji untuk menyingkirkan semua imam yang jadi tertuduh dari pelayanan umum gereja.
Para jaksa yang menghabiskan waktu satu dekade untuk menyelidiki keluhan pelecehan seksual yang tersimpan dalam file-file rahasia di keuskupan agung itu berpendapat, Lynn dan sesama konspirator yang tidak didakwa dalam hierarki gereja telah menempatkan anak-anak dalam bahaya. “Uskup Lynn mengunci nama-nama para imam pedofil dalam sebuah lemari besi. Dia mengunci nama-nama pria yang ia tahu telah melecehkan anak-anak. Sekarang dia akan dikurung karena menyimpan rahasia itu dalam lemari besi tersebut,” kata Jaksa Seth Williams.

09.35

Pelaku perampokan bersenjata api di minimarket 
JAKARTA,  Aksi perampokan minimarket Alfamart di dua wilayah di Jakarta Timur, Senin (18/6/2012) dini hari, diduga telah dipersiapkan. Komplotan pelaku baru melancarkan aksinya seusai petugas kepolisian sektor setempat berpatroli di sekitar tempat kejadian.
Kepala Polsek Kramat Jati Komisaris Imran Gultom mengatakan, beberapa saat sebelum kejadian, sebenarnya ada dua orang anggota Polsek Kramat Jati berada di lokasi untuk melakukan patroli. Pelaku baru melancarkan aksinya beberapa saat setelah anggota meninggalkan minimarket.
"Anggota kita sebenarnya berpatroli di situ, tapi beberapa saat setelah anggota pergi, baru mereka beraksi," ujarnya kepada wartawan di kantornya sesaat setelah kejadian.
Alfamart tersebut berada di lokasi ramai karena dekat pertigaan mengarah ke Cililitan dan Kalibata, Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur. Dalam peristiwa itu, uang senilai Rp 20 juta di dalam brankas raib digasak pelaku yang berjumlah lima orang.
Hal serupa terjadi di Alfamart, Jalan Wijaya Kusuma, Duren Sawit, Jakarta Timur selang satu jam kemudian. Perwira Unit Reserse Kriminal Polsek Duren Sawit Iptu Suwardi mengungkapkan, pelaku yang berjumlah tiga orang telah melakukan pengintaian terhadap minimarket 24 jam tersebut.
"Ada dua orang patroli di minimarket itu sebenarnya. Terus ada peristiwa di tempat tak jauh dari situ. Pas petugasnya pergi, langsung pelaku beraksi. Mungkin sudah diintai sebelumnya itu," ujarnya.
Dalam aksinya, pelaku menggunakan modus yang hampir serupa. Pelaku membawa senjata dan mengancam dan melumpuhkan karyawan toko dengan mengikat kaki dan tangan. Setelah melumpuhkan karyawan toko, pelaku pun meminta agar brankas dibuka dan menjarah isi brankas. Uang hasil penjualan selama tiga hari sebesar Rp 65 juta pun dijarah oleh pelaku.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Dian Perri secara terpisah mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan fakta-fakta dari saksi. Namun, dugaan awal, komplotan pelaku saling kenal.
"Bisa jadi mereka satu komplotan, ya. Indikasinya dari waktu kejadian sama, semua korbannya diikat, senjata tajamnya golok. Semuanya tengah diselidiki," ujarnya.

09.28
Fabian Januarius Kuwado Sejumlah aparat kepolisian dari Polsek setempat tampak melakukan penjagaan di mini market yang buka 24 jam di Jl. Condet Raya, Jakarta Timur, Selasa (19/6/2012). Usaha tersebut merupakan langkah pihak kepolisian untuk mengantisipasi serangkaian perampokan beberapa waktu terakhir.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemandangan berbeda tampak di depan minimarket yang buka 24 jam di wilayah Jakarta Timur, Selasa (19/6/2012) dini hari. Tidak seperti biasanya, sejumlah aparat kepolisian dan masyarakat setempat tampak berjaga-jaga di depan toko.
Kegiatan tersebut merupakan langkah antisipasi Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur untuk melakukan pengamanan karena maraknya aksi perampokan yang menyasar minimarket 24 jam beberapa waktu terakhir. Tercatat, setidaknya tiga kali aksi perampokan dengan modus yang sama terjadi pada waktu nyaris bersamaan.
Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Dian Perri mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait ketiga kasus perampokan yang diduga dilakukan satu komplotan tersebut. Semua kepolisian sektor di wilayah Jakarta Timur pun diinstruksikan untuk melakukan patroli lebih intensif, khususnya di wilayah yang terdapat minimarket 24 jam.
"Semua lokasi akan kita adakan patroli, yang penting tindakan preventif tetap ada," ujarnya. Meski demikian, ia enggan menyebutkan berapa jumlah pasukan yang diterjunkan. "Ya rahasia itu," lanjutnya.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di sepanjang Jalan Raya Condet, setidaknya terdapat empat minimarket yang buka 24 jam. Tak ada yang berubah, kecuali suasana di depan toko. Sedikitnya dua orang petugas kepolisian tampak siaga bersama beberapa orang lainnya. "Iya, kita amanin saja semuanya," ujar salah seorang petugas polisi.
Dihubungi terpisah, Neta S Pane, Presidium Indonesia Police Watch (IPW), mengapresiasi langkah tersebut. Pihak kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, harus mampu menjadikan kepolisian sektor sebagai ujung tombak pengamanan terhadap masyarakat, terutama di daerah rawan. "Polda Metro harus jadikan polsek sebagai ujung tombak pengamanan di lingkungannya dengan supervisi polres. Pihak kepolisian juga harus kembali mengaktifkan Babin Kamtibmas untuk menjalankan fungsinya dengan melakukan sistem keamanan lingkungan (siskamling)," ujarnya.
Neta melanjutkan, kejadian yang terjadi berulang ini merupakan kelengahan polisi dalam melakukan penjagaan keamanan di lokasi, khususnya yang berada di pinggiran kota. Dalam kondisi inilah, peran sistem keamanan berdasarkan aktivitas manusia dirasa sangat penting.
Sebelumnya diberitakan, aksi perampokan terjadi di tiga tempat di wilayah Jakarta Timur dalam selang waktu satu malam. Perampokan pertama terjadi di Alfamart, Jl Pahlawan Revolusi, Klender, Jakarta Timur, pada Minggu (17/6/2012) dini hari. Pelaku yang berjumlah empat orang menggunakan masker dan membawa senjata api serta senjata tajam berhasil menjarah uang tunai sebanyak Rp 30 juta yang tersimpan di dalam brankas dan meja kasir.
Selang satu malam, kawanan perampok bersenjata tajam kembali beraksi di minimarket Alfamart Dewi Sartika, Jakarta Timur, Senin (18/6/2012) dini hari sekitar pukul 01.20. Dalam peristiwa ini uang di brankas senilai Rp 20 juta raib digasak pelaku yang berjumlah lima orang. Hanya berselang satu jam kemudian, sebuah minimarket Alfamart di Jl Wijaya Kusuma, Duren Sawit, pun dijarah tiga orang perampok.
Modusnya hampir serupa, membawa senjata, dan mengancam karyawan toko lalu melumpuhkannya. Seusai melumpuhkan karyawan toko, pelaku pun meminta agar brankas dibuka dan menjarah isi brankas. Uang hasil penjualan sebesar Rp 65 juta yang ada di dalam brankas pun dijarah habis oleh pelaku.

14.21
Geng motor kembali menebar teror. Kali ini memakan korban tewas yaitu Afif(18) dan Ricky (20). Seorang lagi yaitu Syukur Zebua (18) masih kritis dan dirawat di Instalasi Gawat Darurat RS HS Bandung. Sementara seorang korban lainnya selamat dan masih menjalani pemeriksaan di kepolisian.
Berdasarkan data yang diperoleh wartawan, peristiwa itu terjadi Selasa (8/6) kira-kira pukul 2.00 WIB. Kejadian bermula ketika keempat korban hendak pulang dari daerah Sukajadi dan Gegerkalong. Afif dan Rizky pulang duluan memakai motor Yamaha Nouvo.
Di fly over Pasupati (sekitar Balubur), Afif dan Ricky dicegat sekitar 10 motor yang diduga geng motor. Korban diduga dipaksa menyerahkan kendaraannya tapi berusaha melawan. Pelaku pun menghajar kedua korban memakai golok dan tongkat.
Syukur dan Agus yang datang belakangan, melihat Ricky dan Afif dalam kondisi terkapar di jalan. Keduanya berusaha menolong korban dengan menabrakkan motor ke pelaku. Keduanya juga menjadi sasaran para pelaku yang berjumlah lebih banyak. Namun Agus berhasil meloloskan diri.
Berhasil menghabisi korbannya, para pelaku membawa motor Jupiter Z milik korban. Sementara motor Yamaha Nouvo milik Ricky, tak sempat dibawa.
Afif dan Ricky tewas di tempat. Afif mengalami 1 luka tusukan di dada sedangkan Ricky mendapat 3 luka tusukan di dada. Syukur mengalami dua luka tusukan di bawah tulang iga bagian kiri. Tusukan tersebut mengenai paru-paru Syukur dan kini korban masih dalam perawatan intensif di IGD RSHS
Sumber: Pikiran rakyat

14.16
Video mesum tiga remaja pria dan seorang Anak Baru Gede (ABG) yang diduga siswi sebuah SMP tersebar luas di wilayah Singkawang Timur, Kalimantan Barat.
Diduga adegan mesum itu dilakukan di sebuah pinggiran Sungai Hang Moy, Singkawang Timur. Kawasan wisata yang terletak sekitar 15 kilometer dari Kota Singkawang itu memang telah sering dijadikan sebagai lokasi pasangan yang sedang dilanda asmara.
Rekaman video itu kini telah beredar dan meresahkan masyarakat sekitar. Dalam rekaman video berformat 3gp berjudul ‘Hangmoy’ itu diperankan empat remaja pria dan satu gadis ABG. Satu di antaranya bertindak sebagai perekam. Dalam video berdurasi 4,45 menit ini, seorang perempuan muda yang diduga pelajar sekolah menengah pertama (SMP) digauli tiga remaja pria. Pakaian putih biru terlihat tergantung di sekitar lokasi adegan mesum.
Bahasa yang digunakan para ABG sangat kentara logat Melayu Sambas, seperti kata-kata ‘ngape kau tutupi muka mu wak’ atau ‘kau beh..ngacau tolen’. Dalam adegan itu, remaja pria secara bergantian melakukan hubungan badan dengan seorang perempuan yang terbaring di tepian sungai.
Kuat dugaan, rekaman video mesum itu direkam dengan menggunakan handphone (HP) yang beresolusi tinggi. Pasalnya, adegan demi adegan dalam video gambarnya terlihat jernih.
Sang perempuan tampaknya sadar dan mengetahui bahwa adegan mesum yang mereka lakukan itu direkam. Pasalnya, gadis ABG itu tampak malu dan hanya menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Tidak diketahui secara pasti siapa yang mengedarkan pertama kali rekaman itu, namun hingga kini vedio mesum tersebut telah beredar di Kota Singkawang.
Sumber: Tribun, Go Two On

05.57

Sungguh tidak terbanyangkan betapa buruknya wajah dunia pendidikan di Indonesia. Lihat saja perilaku anak-anak SMU/SMK yang berhasil lulus ujian nasional, mereka mengalami euforia/ kegembiraan yang berlebihan. Hal ini bisa dilihat dari cara mereka merayakan lulus ujian nasional dengan mencoret-coret baju sekolah, berkonvoi dijalan yang bukan saja membahayakan keselamatan mereka (karena sering tidak memakai helm dan melanggar rambu-rambu lalulintas) tetapi juga mengganggu lalulintas. Sehingga tidak jarang pak polisi harus turun tangan dan bahkan ada yang dikawal polisi saat konvoi (padahal polisi punya banyak tugas lain yang lebih penting).

Tetapi ada berita yang lebih membuat tercengang tentang perilaku anak SMU/SMK dalam merayakan kelulusan mereka. Ditengarai banyak anak SMU/SMK/MA merayakan kelulusan dengan berhubungan intim. Woooow kalau hal ini benar sungguh sangat memalukan dan harus dipertanyakan kualitas pendidikan kita.

Kecurigaan bahwa banyak anak-anak SMU/SMK/MA merayakan kelulusan ujian nasional dengan berhubungan intim diketahui dari adanya peningkatan penjualan kondom dibeberapa apotik di kota Malang sehari sebelum pengumuman ujian nasional. Seperti yang dikutip dari kompas.com, bahwa sejak minggu (15/5/2011), menjelang pengumuman kelulusan siswa SMA/SMK/MA, pembelian kondom di beberapa apotek di Kota Malang meningkat, dan mayoritas pembelinya adalah anak muda.


Perilaku anak SMU/SMK/MA ini ternyata bukan hal yang baru karena menurut penuturan pemilik apotik di Kota Malang pembelian kondom oleh anak-anak muda selalu mengalami peningkatan setiap menjelang pengumuman ujian nasional /kelulusan.

Sudah bisa ditebak jika anak-anak muda membeli kondom pasti digunakan untuk berhubungan intim dan bukan untuk ditiup jadi balon he..he..

Kebiasaan anak SMU/SMK/MA dalam merayakan kelulusan dengan berhubungan intim juga diakui oleh salah seorang siswa bernama Recky seperti yang dikutip dari kompas.com, bahwa beberapa siswa memang merayakan kelulusan dengan berhubungan intim bersama pacarnya. Menurut Recky, lokasi favorit untuk merayakan kelulusan adalah di Kota Batu karena di kota wisata tersebut banyak vila.

Merayakan sebuah keberhasilan memang wajar dilakukan, tetapi jika dilakukan dengan cara-cara yang kurang baik apalagi sampai membahayakan diri sungguh sebuah tindakan kurang terpuji. Apalagi mereka merayakannya dengan berhubungan intim sungguh perilaku yang berlebihan untuk merayakan kelulusan. Mereka (anak SMU/SMK/MA) seharusnya sadar bahwa perjalanan mereka masih sangat panjang untuk mencapai sebuah kesuksesan.

13.09
Kompas.com/M.Agus Fauzul Hakim Mustakim dan Adi Kristanto, dua pelaku perampokan saat ekspose kasus di Mapolsek Pesantren, Resor Kediri Kota, Jawa Timur, Rabu (13/6/2012). 


KEDIRI,Kepolisian Sektor Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur mengamankan empat pelaku perampokan dengan modus menggunakan perempuan sebagai umpan terhadap korbannya, Selasa kemarin. Selain perampokan, pelaku juga terlibat kejahatan lain di beberapa tempat.

Para tersangka yang diamankan adalah Adi Kristanto (20), Mustakim (22), serta dua pelaku perempuan masing-masing adalah Luki Meri Hartanti (19), serta Ani Prasetyo (42).  Para tersangka berasal dari Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Selain empat tersangka, masih ada tiga pelaku lain yang kini masih dalam pengejaran polisi.

Kepala Seksi Humas Polsek Pesantren, Aiptu Supeni mengatakan, kasus perampokan bermula saat Ay (54), korban, pada Minggu (25/12/2011) tengah malam diundang kencan oleh Luki Meri Hartanti di lapangan desa setempat. Di lokasi itu ternyata tengah menunggu beberapa tersangka lain. "Para pelaku mengambil uang sebesar Rp.1.75 juta yang disimpan didalam dompet, serta telepon genggam merek Nokia," kata Supeni, Rabu (13/6/2012).

Tersangka Adi Kristanto mengakui perbuatannya didasari kekecewaan karena korban dianggap telah merebut teman wanita dari Ari Kurniawan, kakak sekaligus tersangka yang kini masih DPO. "Awalnya spontanitas saja, karena dia (korban) telah merebut pacar kakak saya. Waktu itu memang ada yang ambil uangnya lalu dibagi rata," kata pemuda yang berprofesi sebagai kenek ini.

Selain perampokan, Aiptu Supeni menguraikan, mayoritas pelaku juga terlibat kejahatan yang sama di dua lokasi berbeda. Sasarannya adalah muda-mudi yang tengah berkencan hingga larut malam. "Juga ada dua TKP lainnya. Selain menganiaya korbannya, pelaku juga mengambil helm, telepon genggam, serta uang tunai Rp.400 ribu," imbuh Supeni.

Petugas mengamankan barang bukti berupa sebuah telepon genggam, dua motor yang digunakan beraksi serta sebuah jaket milik korban. Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Perampokan dengan ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara.

Sementara Jenia Kusuma (16), salah satu korban menuturkan, ia didatangi tiga pelaku saat menikmati akhir pekan dengan teman prianya di lapangan Banaran pada Minggu (10/6/2012), malam. Saat itu pelaku menganiaya teman prianya, merampas telepon genggam serta berupaya menjebaknya dengan meletakkan narkoba jenis dobel l di dalam jok motornya. "Hape saya simpan di jaket, mereka ambil paksa hingga jaket saya robek," tutur Jenia. 
KOMPAS.com



16.36

Situbondo: Seorang remaja putri berusia 14 tahun melapor ke Mapolres Situbondo, Jawa Timur, Rabu (6/6). Korban kesal karena video mesum yang diperankannya disebarluaskan oleh sang pacar.

Remaja yang tinggal di Desa Sumberpinang, Situbondo, itu kini tak lagi berani keluar rumah. Dia malu karena perbuatannya kini diketahui masyarakat luas.

Dia mengakui bahwa wanita dalam video mesum itu adalah dirinya. Adegan mesum dilakukan bersama sang pacar, TF (22), yang berstatus guru honor sekolah dasar. Adegan mesum dilakukan di rumah nenek korban.

Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Mardjuki mengatakan, TF akan diproses secara hukum jika terbukti menyebarluaskan video berbau pornografi. Dia bisa dijerat Undang-Undang Pornografi dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.(ULF)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget