Articles by "Timur Tengah"

Voice Of Muslim - KANDAHAR, AFGHANISTAN - Para pejabat lokal dan sekutu mengatakan tiga tentara Amerika Serikat tewas akibat bom jalanan di provinsi Kandahar, Afghanistan, pada Selasa (14/5/2013). Insiden mematikan yang terjadi sehari setelah tiga tentara Georgia tewas di Helmand.
Angka terbaru tersebut menjadikan jumlah korban tewas dari militer AS dalam konflik di Afghanistan di tahun ini menjadi 49.

Juru bicara provinsi
Jawid Ahmad Faisal mengatakan bahwa insiden itu terjadi setelah sebuah konvoi kendaraan patroli pasukan AS menghantam bom pinggir jalan di distrik Zhari, Kandahar.
Ledakan tersebut juga melukai beberapa prajurit lainnya.
Seorang juru bicara Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO mengatakan kepada AFP, "Kami dapat mengkonfirmasi bahwa tiga tentara tewas dalam ledakan bom pinggir jalan di Afghanistan selatan hari ini (Selasa)."

Mayor Bryan Purtell, juru bicara ISAF mengatakan korban tewas sebelumnya dari empat telah direvisi menjadi tiga dan operasi pemulihan sedang berlangsung di tempat kejadian.

Koalisi dan pejabat lokal Afghanistan menegaskan bahwa semua korban adalah orang Amerika.
Bulan Mei telah terbukti menjadi bulan yang sangat berdarah bagi anggota Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin NATO, yang sedang mempersiapkan untuk menarik semua pasukan tempur pada akhir tahun depan, dengan jumlah total korban tewas mencapai 65 tentara dengan perincian 49 berasal dari AS, 6 orang berasal dari Inggris dan 10 sisanya dari negara lain.

Voice Of Muslim - SURIAH  Selasa (14/05/13) Aktivis Oposisi Suriah mengungkapkan, lebih daritiga puluh lima ribu shabiha alawi (tentara loyalis Bashar Assad) tewas selama dua tahun revolusi berlangsung.

Observatorium Suriah untuk HAM menegaskan, oposisi dari sekte alawiyah dari berbagai pinggiran kota Tartus, Lattakia, Jabalah, Homs dan Baniyas yang dipenjara pada masa rezim Hafez Assad menyamaikan bahwa jumlah korban di barisan pasukan Assad  dari sekte Alawi melebihi jumlah yang telah disebutkan.

Observatorium telah menyebutkan dalam laporannya waktu lalu, telah didokumentasikan korban jiwa  berjumlah 70257 orang sejak meletusnya revolusi , ditambah 12 ribu lebih korban tewas dari shabihah dan pasukan Assad.[usamah/imo]

Voice Of Muslim - Kebakaran di sejumlah wilayah Israel selama tiga hari berturut-turut di awal pekan ini membuat negara penjajah Yahudi itu tampak seperti dikepung api. Selain itu, ratusan titik kebakaran di hutan Israel dipastikan menghanguskan pohon ghorqod yang telah ditanam bertahun-tahun.

Seperti dilaporkan The Jerusalem Post, kebakaran hutan terjadi –diantaranya- di Kfar Uriya, dekat Beit Shemesh sejak Ahad (28/4) lalu.

Kebakaran hutan juga terjadi di Ben Shemen, dekat Modiin, mengakibatkan sedikitnya dua orang terluka. Mereka kemudian dikirim ke Rumah Sakit Asaf Harofeh untuk menjalani perawatan.

Ynetnews menambahkan, api pecah di Aminadav hutan Barat Yerusalem. Enam awak pemadam kebakaran tiba di lokasi. Selain itu, dua jet pemadam kebakaran dipanggil untuk membantu memadamkan kobaran api.

Otoritas pemadam kebakaran Israel mengklaim mereka telah berhasil memadamkan 600 titik kebakaran.

"Kami telah memadamkan lebih dari 600 titik kebakaran yang telah berkorbar sejak Sabtu (27/4)," kata Shachar Ayalon dari Regu Pemadam, seperti dilansir dari Xinhua, Rabu (1/5).

Meski 600 titik kebakaran telah dipadamkan, belum ada laporan kebakaran akan segera bisa diatasi, mengingat suhu tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah itu.

"Penyebab kebakaran terutama adalah gabungan panas yang luar biasa, angin kencang, situasi kelembaban yang menimbulkan masalah dan api unggun yang dinyalakan sebagai bagian dari hari libur nasional," tambah Ayalon.

Belum ada laporan resmi berapa jumlah pohon Ghorqod yang musnah akibat kebakaran dalam pekan ini. Namun, sebagai perbandingan, jewishjournal melansir 5 juta pohon mati dalam kebakaran tahun 2011 lalu.

Seperti diketahui, Yahudi Israel gencar menanam pohon Ghorqod di sejumlah hutan. Tidak tanggung-tanggung, website resmi Israel menyebutkan angka 240 juta pohon telah ditanam atas nama "penghutanan dan penyelamatan ekologi." Disinyalir, gencarnya Yahudi Israel menanam pohon Ghorqod karena mereka mempercayai "ramalan" Nabi Muhammad bahwa kelak di akhir zaman pohon Ghorqod akan melindungi mereka ketika berperang melawan pasukan Islam.

Voice Of Muslim - Prajurit Amerika yang bertugas di Afghanistan mengalami depresi dan delusi berat, menurut pendeta dari dua batalyon AS yang telah menghabiskan sembilan bulan di garis depan perang melawan Taliban.

Banyak yang merasa bahwa mereka mempertaruhkan hidup mereka -dan teman-temannya meninggal- untuk misi yang sia-sia dan penduduk Afghanistan tidak melakukan apapun untuk membantu mereka, kata para pendeta militer kepada The Times di basis militer mereka yang penuh dengan debu di sebuah lembah barat daya Kabul.

“Mereka merasa sia-sia dan kemarahan berada di sini. Mereka benar-benar dalam keadaan depresi dan putus asa dan hanya ingin kembali ke keluarga mereka,” kata Kapten Jeff Masengale, dari Divisi Pegunungan ke-10 Batalyon 2-87.

“Mereka merasa mereka mempertaruhkan hidup mereka untuk kemajuan yang sangat sulit diwujudkan,” kata Kapten Sam Rico, dari Divisi 4-25 Batalyon . “Mereka lelah, tegang, bingung dan hanya ingin melewati apa yang mereka hadapi di depan mereka.”

Namun, ungkapan para penasihat spiritual ini dinilai para petinggi militer tidak berdasar. Menurut militer, para tentara itu didorong oleh rasa tanggung jawab yang kuat, dan mereka berusaha melakukan pekerjaan mereka sebaik mungkin. Padahal beberapa orang yang didekati oleh The Times, bagaimanapun, mengakui bahwa semangat mereka telah merosot.

“Kami telah kehilangan segalanya – itulah yang saya rasakan. Aku tidak tahu pasti mengapa kami ada di sini,” kata Raquime Mercer (20) yang teman terdekatnya ditembak mati oleh polisi Afghanistan Jumat lalu.

“Saya perlu sebuah tujuan jelas kalau suatu saat saya terluka atau mati di sini.”

Sersan Christopher Hughes (37) dari Detroit, telah kehilangan enam rekannya dan selamat dari dua bom tepi jalan. Saat ditanya apakah misi itu berharga, ia menjawab: “Jika saja saya tahu persis apa misi itu, mungkin begitu, tapi nyatanya saya tidak mengetahui.”

Satu-satunya pasukan yang mengatakan bahwa aksi mereka berjalan lancar “bekerja di kantor, bukan di medan tempur”. Menurut pendapat Hughes “semua pelosok negara ini semakin tidak bersahabat.”

Batalyon yang terdiri dari 1.500 itu telah berada selama sembilan bulan dari waktu penyebaran satu tahun yang telah terbukti sangat sulit bagi mereka. Mereka ditugaskan untuk mengamankan provinsi Wardak dan kemudian meraih simpati penduduk Afghanistan melalui pembangunan dan pemerintahan yang baik. Yang terjadi justru sebaliknya, mereka menemukan diri mereka terjebak dalam pertempuran yang semakin kejam melawan mujahidin Taliban.

Mereka diincar oleh sedikitnya 300 bom tepi jalan, sekitar 180 di antaranya telah meledak. Sembilan belas orang tercatat telah tewas dalam aksi tersebut, dan sejumlah lainnya melakukan bunuh diri. Kira-kira seratus orang telah dipulangkan dengan kaki teramputasi, luka bakar dan cedera lainnya yang kemungkinan besar akan menyebabkan cacat permanen, dan banyak dari mereka yang pulang belum digantikan. Lebih dari dua lusin kendaraan penyergap (MRAPs) milik mereka hancur.

Sersan Erika Cheney, spesialis kesehatan mental Airborne, menyatakan keprihatinan tentang keadaan mental mereka – khususnya mereka yang berada di pos-pos yang tersebar. Ia pun percaya bahwa banyak yang mengalami post traumatic stress disorder (PTSD). “Mereka lelah, frustrasi, takut. Banyak dari mereka takut untuk pergi keluar, tapi harus tetap pergi,” katanya.

Letnan Petrus Hjelmstad, Pimpinan Medis Platoon 2-87 mengatakan bahwa kesulitan tidur dan mudah marah merupakan gejala umum yang sering terjadi pada tentara.

“Ini misi yang sangat menimbulkan frustrasi,” kata Letnan Hjelmstad. “Rata-rata, seorang prajurit mau bertempur karena ingin membalas rekan mereka yang tewas, dan itulah yang menurut mereka merupakan alasan yang lebih nyata dan berharga.”

Kapten Masengale, seorang prajurit yang selama 12 tahun sebelumnya menjadi seorang pendeta, mengatakan: “Kami ingin percaya pada suatu tujuan, tetapi kita tidak tahu apa yang menyebabkan hal tersebut.”

Para prajurit mengeluh bahwa diberlakukannya aturan untuk meminimalkan korban sipil akan membuat mereka seperti melawan dengan satu tangan terikat di belakang punggung mereka. “Mereka (para petinggi militer) bergurau,” kata salah seorang prajurit. “Anda tertembak tetapi dapat berbuat apa-apa tentang hal itu. Anda harus mencari orang yang membawa senjata. Tidak cukup hanya dengan dari rumah yang mana penembakan tersebut datang.”

Para prajurit membuat lelucon mengenai lencana ISAF yang menempel di lengan baju mereka. ISAF tidak diartikan sebagai International Security Assistance Force (Pasukan Bantuan Keamanan Internasional), tapi “I Suck At Fighting” (Saya benci berperang) atau “I Support Afghan Farmers” (Saya mendukung para petani Afghanistan).

Para pendeta ini kesulitan untuk menangani masalah yang mereka temui dalam tubuh militer Amerika Serikat. Salah satu upaya yang mereka lakukan di antaranya adalah mengumandangkan lagu-lagu pujian tiap layanan pagi pada hari Minggu disertai dengan cuplikan-cuplikan video dari danau yang indah, samudra dan sungai, untuk meningkatkan semangat mereka kembali di tengah keputusasaan yang berkecamuk dan tentu saja mengakibatkan kekuatan militer AS melemah. (althaf/timol/arrahmah.com)

TEL AVIV -- Zionis Israel mengaku telah melakukan serangan militer ke Suriah.  Menteri Peperangan Rezim Zionis Israel, Ehud Barak dalam Konferensi Keamanan Munich secara tersirat membenarkan adanya serangan jet tempur ke Suriah.

Barak menyatakan serangan itu ditujukan untuk mencegah relokasi sistem militer canggih Suriah ke Lebanon.

Laman Irib mengutip FNA dan Koran Yediot Aharonot melaporkan, Barak secara tersirat hari ini membenarkan serangan pesawat tempur Tel Aviv ke Suriah.

"Saya tidak dapat menambahkan apapun terkait peristiwa beberapa hari lalu di Suriah yang Anda baca dari berbagai media. Saya secara transparan dan seperti yang sebelumnya saya katakan, kami berpendapat bahwa harus dicegah proses relokasi sistem militer canggih dari Suriah ke Lebanon, '' ujarnya seperti dikutip laman Irib dari sebuah surat kabar Israel.

Jet-jet tempur Israel Rabu pekan lalu melanggar zona udara Suriah dan menyerang sebuah pusat riset militer. Agresi ini menewaskan serta menciderai tujuh orang. Media Zionis mengutip sumber-sumber militer mengklaim, serangan ini ditujukan untuk menghancurkan kiriman militer Suriah ke Lebanon.

Ehud Barak kembali mengklaim Bashar al-Assad, Presiden Suriah dalam waktu dekat akan lengser dan ini bakal menjadi pukulan telak bagi Republik Islam Iran.

DAMASKUS -- Ketegangan Israel dan Suriah kembali terbuka. Presiden Suriah, Bashar al-Assad, mengatakan Otoritas Yahudi di Tel Aviv mencari gara-gara dengan mengirimkan jet tempur masuk ke wilayahnya.

Assad mengatakan serangan jet tempur zionis beberapa waktu lalu adalah agresi dan ajakan perang. ''Kami sanggup menghadapi ancaman ini,'' kata Assad, saat menjamu Sekretaris Keamanan Iran, Saeed Jalili, di ibu kota, Damaskus, Ahad (3/2).

Satu skuadron jet tempur Israel nekat menyeberang ke perbatasan Suriah, Rabu (30/1). Burung besi pembunuh itu menghantam perkampungan di Jamraya. Dua warga tewas dalam insiden dini hari waktu setempat itu. Sedangkan lima lainnya terluka parah.

Israel mengatakan serangan tersebut adalah keharusan dan pembelaan diri dari ancaman. Negara Yahudi itu menyinyalir adanya konvoi militer Suriah menuju Lebanon. Rombongan itu, menurut laporan Aljazirah, mengangkut persenjataan berat di dekat dataran Tinggi Golan. Israel curiga konvoi adalah kegiatan transfer persenjataan canggih milik rezim ke tangan Hizbullah.

Konvoi tersebut dikatakan membawa rudal SA-17 buatan Rusia. Rudal canggih itu semula barang hibah dari Moskow untuk rezim di Damaskus.

Posisi Assad yang mulai lemah lantaran perang sipil, membuat rezim 12 tahun itu mengalihkan sistem persenjataannya ke Faksi Syiah di Lebanon. Transfer persenjataan diduga untuk mengimbangi kekuatan persenjataan Israel.

Alasan tersebut dimentahkan Assad. Kata dia, serangan sepihak itu menargetkan Pusat Penelitian Militer Suriah. Sebanyak 12 unit pesawat itu juga melepaskan peluru kendali di Perkampungan Nabi Chat. Target sasaran adalah wilayah yang saling diperebutkan antara rezim dan pemberontak. Assad meyakini, serangan tersebut adalah untuk memperkeruh situasi sekaligus membantu kelompok pemberontak.

Rusia mengecam serangan tersebut. Kremlin meminta Israel tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri Suriah. Kementerian Luar Negeri di Moskow mengatakan serangan terhadap negara berdaulat adalah pelanggaran hukum internasional. Kegeraman juga dinyatakan Hizbullah. Fraksi Syiah di Lebanon ini mengatakan siap membantu Suriah untuk membalas setiap agresi militer zionis Israel. 

Sumber : ROL
Reporter : Bambang Noroyono
Redaktur : Dewi Mardiani

Frassminggi Kamasa
Penulis adalah mahasiswa S2 jurusan Hubungan Internasional di Victoria University of Wellington, New Zealand.

Israel telah menggempur Gaza sejak hari Rabu (14/11/2011) melalui operasi militer Pillar of Defence. Aksi militer ini dilakukan lewat serangan udara dan laut yang hingga Rabu (21/11/2011) telah menewaskan 130 orang, 27 di antaranya anak-anak, dan korban luka-luka mencapai lebih dari 1000 orang. Sementara dari pihak Israel, lima orang tewas dan belasan lainnya luka-luka.[1]

Aksi militer Israel ini mendapat dukungan dari negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa karena dianggap sebagai hak Israel untuk membela diri.[2]  Hal ini berdasarkan klaim dari Israel bahwa mereka harus menyerang untuk mempertahankan diri dari serangan roket Hamas seminggu sebelum operasi militer.

Hal ini bertentangan dengan fakta bahwa Israel menyerang terlebih dahulu sejak Rabu (14/11/2011) dengan tewasnya komandan Hamas Ahmed Jabari setelah dibom oleh serangan udara tentara Israel hanya beberapa jam setelah ia menerima rancangan perjanjian gencatan senjata jangka panjang dengan Israel.[3]  Israel justru lebih memilih aksi militer daripada perjanjian damai.

Klaim bahwa Israel membela diri juga sulit untuk diterima karena faktanya mereka menjajah Palestina dan kini berusaha mempertahankan wilayah jajahannya melawan penduduk yang telah mereka jajah. Ini adalah kejahatan perang.

Kejahatan perang adalah tindakan yang melanggar hukum internasional, perjanjian, kebiasaan, dan praktek-praktek yang mengatur konflik militer antara negara-negara atau pihak-pihak yang berperang. Kejahatan perang dapat dilakukan oleh angkatan bersenjata suatu negara atau angkatan bersenjata yang tidak teratur.

Kejahatan perang dapat jatuh dalam tiga kategori: kejahatan terhadap perdamaian, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang tradisional. Sulit dibantah Israel terlibat dalam tiga jenis kejahatan perang tersebut.

Selama 66 tahun, rakyat Palestina terus menerus terbunuh karena dunia internasional gagal menetapkan resolusi untuk menghentikan masalah di Palestina atau mengkriminalisasikan pelaku pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang dilakukan militer Israel terhadap rakyat Palestina.

Jika kita melihat dengan cermat ke belakang, tidak ada kejahatan perang atau gerakan sistematik terorisme di luar Eropa sebelum bangsa Eropa dan bangsa Yahudi mendirikan negara Zionis Yahudi di tanah Palestina. Aksi kejahatan perang dalam bentuk terorisme negara justru pertama kali dilakukan oleh Haganah dan Irgun Zeva’i Le’umi untuk  membujuk Inggris agar mendirikan Israel.

Rakyat Palestina kemudian diusir dari tanah airnya dan dipaksa untuk menjalani hidup sengsara sebagai pengungsi  selama lebih dari 50 tahun. Karena perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan kembali tanah mereka inilah terjadi perang konvensional, kemudian protes sipil, dan pada akhirnya demonstrasi dengan kekerasan.

Israel menuntut Eropa dan dunia internasional untuk menebus kejahatan terhadap mereka di masa lalu tetapi mereka terus menerus melakukan kejahatan perang di Palestina. Dalam keadaan putus asa, rakyat Palestina terpaksa menggunakan apa yang disebut sebagai aksi teror.

Dunia pun mengutuknya. Tetapi dunia tidak mengutuk aksi teror yang lebih mengerikan yang dilakukan oleh Israel seperti pembantaian di Sabra dan Shatila, penembakan dan pembunuhan anak-anak, penggunaan peluru yang dilapisi uranium terdeplesi yang apabila terkena satu objek akan meledak dan mengeluarkan 40 persen uranium radioaktif yang menyebabkan partikelnya menyebar di atmosfer bertahun-tahun setelah perang usai, merusak DNA sperma dan sel telur sehingga menyebabkan cacat pada bayi yang baru lahir hingga kematian fatal, bom fosfor putih yang ketika meledak maka fosfor putih yang mematikan akan tumpah dan mengenai penduduk sipil yang akhirnya akan memakan korban dalam jumlah besar, penghancuran rumah warga Palestina sementara penghuninya berada di dalam, serangan pesawat dan helikopter tempur Israel, dan bahkan kini Israel mengancam menggunakan senjata nuklir.

Impunitas dan kebiadaban Israel tidak boleh dibiarkan berlanjut terus menerus. Karena apabila ini terjadi, maka akan menunjukkan kejelasan standard ganda yang digunakan Barat dengan paradigma HAM-nya dan akibatnya justru akan menimbulkan reaksi teror yang tiada habisnya.

Penindasan dan ketidakadilan yang dirasakan rakyat Palestina akan terus berlanjut dan tak terperikan, konflik akan terus memanas, dan ekskalasinya semakin menajam. Komunitas internasional termasuk juru damai, seperti Indonesia, dapat mengambil peran penting dalam konflik ini.

Pertama, Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia dapat membuat pernyataan jelas dan tegas kepada Israel agar menghentikan serangan militer ke Gaza. Setelah itu kemudian dapat menindaklanjutinya dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina, khususnya Gaza, untuk menunjukkan bahwa Indonesia mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina.

Hal ini sesuai dengan amanat UUD 1945 bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Sebagai umat Islam, kita meyakini bahwa “sesungguhnya orang Mukim itu bersaudara...” (surah al-Hujurat (49): 10) dan sabda Rasulullah SAW bahwa “perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur” (HR. Bukhari, Muslim).

Kedua, Indonesia dapat mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah cepat dan nyata untuk menghentikan aksi militer Israel ini agar tidak berkembang menjadi invasi seperti yang terjadi di tahun 2008-2009. Invasi ini dilakukan dengan dalih yang sama untuk membela diri guna merespons terorisme yang dilakukan oleh Hamas dari Gaza.

Invasi tiga minggu ini telah membumihanguskan kota Gaza, memakan korban sebanyak 1417 orang, 926 warga sipil tewas termasuk 313 anak-anak dan 116 wanita, dan 5303 orang terluka. Sementara dari pihak Israel 13 orang tewas, tiga di antaranya warga sipil, dan 518 orang terluka.[4]  Kali ini harus ada sanksi yang tegas kepada Israel agar tercipta efek jera dan kejahatan perang tidak terulang lagi.

Ketiga, komunitas internasional harus memperjelas bahwa aksi militer Israel dianggap sebagai kejahatan perang karena telah melakukan serangan secara indiskriminatif. Israel harus diseret ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk mempertanggungjawabkan penjajahan dan penindasan yang mereka lakukan terhadap bangsa Palestina.

Meski Indonesia belum menjadi negara pihak dalam ICC, namun Indonesia dapat mendorong komunitas internasional agar kejahatan Israel diselidiki dan ditindak tegas karena telah melanggar hukum humaniter internasional dan hukum HAM.

Bentuk dukungan terhadap Pengadilan Kejahatan Perang di Kuala Lumpur yang telah mengadili secara simbolis G.W. Bush dan T. Blair sebagai penjahat perang, yang diinisiasi oleh mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad, dapat dijadikan bentuk alternatif dukungan untuk melawan kejahatan perang.[5]

Instrumen hukum humaniter internasional yang utama adalah Konvensi Jenewa (I-IV) tahun 1949. Konvensi Jenewa 1949 adalah pranata hukum internasional yang pada pokoknya mengatur cara memperlakukan tentara yang cedera, sakit atau mengalami kecelakaan di medan perang. Konvensi ini disepakati pada 12 Agustus 1949 di Jenewa, Swiss. Pada tahun 1977, sejumlah negara sepakat membuat aturan tambahan terhadap Konvensi itu, kemudian dikenal sebagai Protokol Tambahan I tentang Perlindungan Terhadap Korban Sengketa Bersenjata Internasional, dan Protokol Tambahan II tentang Perlindungan Terhadap Korban Sengketa Bersenjata Non Internasional.[6] 

Indonesia sendiri adalah negara pihak dalam Konvensi Jenewa 1949 setelah diratifikasi tahun 1958, tetapi hingga saat ini masih belum meratifikasi Protokol Tambahan tersebut.
Indonesia dapat mendorong agar komunitas internasional yang termasuk dalam negara pihak Konvensi Jenewa memenuhi kewajiban hukum mereka, seperti yang diatur dalam pasal 146 Konvensi Jenewa Keempat, untuk menghukum setiap orang yang diduga melakukan pelanggaran berat terhadap Konvensi Jenewa.

Keempat, Indonesia dapat menggalang solidaritas internasional untuk membuka perbatasan di jalur Gaza agar bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi internasional bisa masuk. Ini penting untuk memulihkan kehidupan warga sipil yang hancur akibat aksi militer Israel. Indonesia dapat mendorong dunia internasional untuk mendesak Israel mematuhi kewajiban hukum pasal 55 Konvensi Jenewa agar penjajah (Israel) menyediakan barang yang diperlukan untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan warga sipil karena sumber daya yang terbatas di Gaza.

Terakhir, agar pemerintah Indonesia juga bersikap konsisten melihat permasalahan lain terhadap umat Islam, seperti di Rohingya, Myanmar, misalnya.

Perlu diberikan catatan penting juga agar umat Islam tidak lupa dengan saudara-saudaranya di tanah air yang sedang membutuhkan uluran tangan kita semua. Kita dapat membantu saudara-saudara kita, tidak hanya umat Islam, secara bersamaan di tanah air dan dunia internasional tanpa harus mempermasalahkan kedua-duanya.

Skala prioritas memang ada di tanah air tetapi tidak sewajarnya kita berdiam diri di saat krisis kemanusiaan saat ini sedang terjadi di Gaza. Setidaknya kita bisa berdoa, memberikan sumbangan apabila memungkinkan, peduli dengan mengikuti perkembangannya, dan mendorong agar pemerintah kita aktif membantu perjuangan bangsa Palestina yang saat ini sedang dijajah dan ditindas oleh Israel.

Komunitas internasional sessungguhnya mengetahui bahwa bangsa Palestina, baik yang Muslim dan yang non-Muslim, sedang dijajah oleh Israel dan pemukiman Yahudi di wilayah yang dijajah Israel jelas ilegal. Sudah banyak hukum internasional atau norma universal sebagai bangsa beradab yang dilanggar Israel.

Israel jelas melanggar Konvensi Jenewa Keempat pasal 49 yang menyebutkan bahwa “penjajah tidak akan mendeportasi atau mentransfer sebagian penduduknya sendiri ke wilayah yang dijajah.” Kenyataannya, Israel telah menjajah di Tepi Barat, Jerusalem Timur, Jaluar Gaza, dan Dataran Tinggi Golan. Fakta ini didukung oleh Palang Merah Internasional, PBB, dan Mahkamah Internasional.[7]  Tetapi apa daya mereka tak berkutik di hadapan Israel.

Catatan Akhir:
[1] http://news.xinhuanet.com/english/world/2012-11/21/c_123977769.htm, http://www.tehrantimes.com/component/content/article/103493
[2]  http://www.guardian.co.uk/world/2012/nov/16/us-full-backing-israel-gaza, http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/middleeast/israel/9679747/Israel-to-take-whatever-action-necessary-in-Gaza.html, http://www.jpost.com/DiplomacyAndPolitics/Article.aspx?id=292602.
[3] http://www.globalresearch.ca/israel-approved-killing-of-hamas-commander-amid-talks-on-long-term-truce/5311922
[4] http://web.archive.org/web/20090612193512/http://www.pchrgaza.org/files/PressR/English/2008/36-2009.html
[5] http://www.stuff.co.nz/world/americas/6924694/George-W-Bush-guilty-of-war-crimes, http://www.globalresearch.ca/breaking-historic-judgment-bush-associates-found-guilty-of-torture/30816
[6] http://hukumonline.com/berita/baca/hol17528/indonesia-berniat-ratifikasi-protokol-konvensi-jenewa-1949, http://www.icrc.org/ihl.nsf/full/380 
[7] http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/1682640.stm

Yahudi menghina ajaran kristen,tetapi kristen malah memuja yahudi...
Itulah mengapa Islam sangat mengutuk perbuatan yahudi,karena sudah jelas bahwa sampai kapanpun yahudi akan berbuat sewenang-wenang.

Sebuah kelompok Yahudi dalam beberapa minggu terakhir ini membuat onar di Kota Yerusalem. Selain melakukan perusakan dan pembakaran, mereka juga mengancam akan membunuh warga Kristen dan juga melakukan vandalisme dengan mencoreti tembok sebuah gereja.
Diberitakan oleh Reuters Rabu (5/9), juru bicara Kepolisian Israel Micky Rosenfeld mengatakan pihaknya sedang mengusut kasus ini. Mereka berpendapat bahwa tindakan itu berhubungan dengan rencana pengosongan permukiman Yahudi ilegal Migron dekat Kota Ramallah ini. "Kami tengah menyelidiki insiden itu," ujarnya.
Selain membakar Biara Latrun di Kota Yerusalem, kelompok itu juga menghina Tuhan Yesus dengan mencoreti tulisan dinding kompleks gereja Katolik, menggunakan bahasa Ibrani yang berbunyi "YESUS ITU MONYET".
Hal tersebut tentu mengundang reaksi keras dari otoritas Palestina dan Israel sendiri yang menyayangkan hal tersebut terjadi.
Pemerintah palestina sendiri sebelumnya telah memperingatkan warganya untuk berhati-hati terhadap kelompok Yahudi menjelang pengosongan permukiman Migron. Akademisi Palestina beragama Kristen Bernard Sabella mengatakan serangan itu dilakukan Yahudi yang tidak menginginkan umat Kristen dan Islam tinggal di Yerusalem.

GAZA - Pantas saja roket Fajr-5 pejuang Palestina menembus wilayah Jerussalem dan Tel Aviv. Terungkap fakta bahwa Israel sudah mengalami kekurangan sistem pertahanan udara anti roket yang biasa disebut Iron Dome.

Qodsna (21/11) mengutip Reuters melaporkan, pabrik tersebut menyatakan meski proses produksi roket untuk Iron Dome itu terus beroperasi selama 24 jam, akan tetapi permintaan dari militer Israel sangat banyak dan mendesak. Sehingga cadangan roket penghadang serangan udara itu menipis dengan cepat.

Seperti dilansir Radio Iran, IRIB, meski seluruh sektor di pabrik itu dioperasikan secara maksimal, tingkat produksi roket tetap tidak sanggup memenuhi permintaan militer Israel. Oleh karena itu, para pengelola pabrik berusaha menyiasatinya dengan membangun pabrik dadakan.

"Pabrik alutsista Rafael yang dioperasikan maksimal ternyata hanya memperoduksi roket Iron Dome sebanyak 12 roket. Padahal, untuk menjatuhkan roket pejuang Palestina, Iron Dome minimal menembakkan dua roket," tulis Irib.

Selain Rafael, perusahaan Alta membantu memproduksi roket-roket untuk memenuhi kebutuhan Iron Dome. Sebelum memulai agresinya ke Jalur Gaza, militer  Israel menimbun roket tersebut. Namun, karena salah perhitungan dalam jumlah kemampuan roket Hamas, timbunan roket itu tidak mencukupi.

Pembuatan roket Iron Dome ini juga sangat memberatkan anggaran militer Israel. Sebab untuk satu roket saja, Israel harus menghabiskan USD40 ribu atau setara Rp384 juta dengan kurs USD1 = Rp9.600). Selama peperangan beberapa hari ini, Israel sudah meluncurkan 360 roket Iron Dome. Artinya, Israel sudah mengeluarkan dana USD14,4 juta atau setara Rp138,1 miliar hanya untuk memproduksi roket.

Militer Israel mengklaim bahwa Iron Dome digunakan untuk menembak jatuh roket-roket yang diperkirakan meledak di kawasan permukiman. Akan tetapi mengingat banyaknya roket yang menghantam kawasan permukiman, klaim tersebut dilontarkan militer Israel untuk menutupi kelemahan sistem pertahanan Iron Dome.

GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) - Orang-orang bersenjata Palestina menembak mati enam kolaborator Israel di Jalur Gaza yang "tertangkap basah", menurut sebuah sumber keamanan yang dikutip oleh radio Hamas Aqsa pada hari Selasa (20/11/2012).

"Mereka memiliki peralatan canggih dan peralatan syuting untuk mengambil rekaman dari berbagai posisi," kata radio Aqsa dalam siarannya.

Radio Hamas mengatakan, para pria tersebut, yang dicurigai bekerja untuk Israel, ditembak mati. Radio ini tidak merinci lebih lanjut.

Dari gambar yang diperoleh wartawan Reuters menunjukkan, selain menembak mati, para pria bersenjata tersebut juga merantai tubuh salah satu kolaborator dengan sepeda motor dan menyeretnya sepanjang jalan-jalan utama Kota Gaza.

Sebelumnya pada Jum'at (18/11/2012) Sayap militer kelompok perlawanan Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam juga telah mengeksekusi mati seorang pria warga Gaza atas tuduhan  berkolaborasi dengan Israel.

Izzuddin Al-Qassam mengatakan bahwa pria yang dieksekusi itu telah berpartisipasi dengan Israel dalam pembunuhan lebih dari 15 para pemimpin rakyat Palestina ketika pesawat-pesawat tempur negara Zionis Yahudi membombardir Gaza. (by/Reuters)

AMERIKA SERIKAT.(voa-islam.com) – Senin , 19 November 2012, harian Amerika mengungkapkan bahwa brigade Izuddina Al-Qassam, sayap militer Hamas, semakin terorganisir dan professional. New York Times menambahkan dalam pernyataannya bahwa Al-Qassam mengaku hal tersebut semenjak sistem pelatihan diautur oleh komadan Ahmad Al-Ja’bary , mata rantai komandao semakin jelas, juga menjadi lebih institusional.
Al-Ja’bary menikmati persenjataan militer yang senantiasa meluas yang dapat mencakupi 15 ribu pejuang  yang merupakan simbol upaya Hamas untuk mencapai keseimbangan ketika ia menjadi gerakan perlawanan dan perannya sebagai pemerintah di jalur Gaza semenjak tahun 2007.
Harian tersebut mengutip perkataan Adnan Abu Umar, dejan jurnalisme dan dosen dalam ilmu politik di universitas Al-Ummah “Bukanrahasia lagi kalau Al-Qassam memiliki kata-kata terakhir di Gaza” tuturnya. Harian tersebut menambahkan Al-Ja’bary selama beberapa tahun terakhir memperkuat kekuatan politik brigade Al-Qassam , sebagaimana ia juga menjadi pahlawan rakyat yang mana fotonya menghiasi poster – poster dan spanduk – spanduk di seluruh sector Gaza, yang membuatnya bekerja dengan struktur yang desentralisasi sampai ia meninggalkan kepemimpinananya”.
Brigade Al-Qassam menyebutkan pembagian – pembagian selnya di enam wilayah geografis. Setiap daerah yang menentukan pemimpinnya adalah Al-Ja’bary, dan setiap daerah memiliki artileri, anti-tank dan peawat. Begitu juga dengan personal, setiap daerah memiliki sniper, infantry, detasmen khusus komunikasi, logistik, iteligen, persenjataan dan hubungan masyrakat.(usamah/islam) 

BETHLEHEM, ISRAEL (voa-islam.com) - Seorang tentara Israel tewas pada Selasa (20/11/2012) oleh roket yang ditembakkan para pejuang Palestina dari Jalur Gaza, militer Israel mengatakan.

Mereka mengidentifikasi korban sebagai Yosef Fartuk, 18-tahun, dari Immanuel permukiman Israel di Tepi Barat utara.

Dia tewas oleh sebuah roket yang ditembakkan yang dari Gaza ke Eshkol Regional Council, kata pernyataan militer.

Seorang pria Israel lain, pekerja konstruksi  untuk kementerian pertahanan Israel, juga tewas pada Selasa setelah sebuah roket meledak di dekat Beersheba, The Times of Israel melaporkan.

Seorang pria lain dilaporkan terluka dalam serangan itu.

Tentara mengklaim sebelumnya bahwa lima tentara Israel luka ringan hingga sedang oleh sebuah roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza, tanpa menentukan lokasi. (an/mn)

Permusuhan antara Israel dan Hamas telah menemukan medan perang baru: Media sosial.
Asap membubung menyusul serangan Israel di kota Gaza, Kamis (15/11). (AP/Hatem Moussa)


Israel melancarkan lebih dari 200 serangan udara atas Jalur Gaza hari Sabtu, selagi tembakan roket militan Hamas terus melumpuhkan Israel selatan.
Asap hitam mengepul ke udara setelah pesawat-pesawat tempur Israel menyerang kantor perdana menteri, kantor polisi, dan kediaman komandan militer, serta gudang dan terowongan penyelundupan senjata di Gaza. (foto: 11/17/2012).



​​Hamas yang diserang habis-habisan terus berusaha menyerang balik. Suara sirine serangan udara bergema di Israel selatan, ketika orang-orang Palestina menembakkan puluhan roket ke seberang perbatasan Gaza. Suara sirine itu membuat warga Israel berlarian ke tempat-tempat perlindungan , sehingga jalan-jalan menjadi lengang.

Khalil al Hayya, seorang pemimpin Hamas di Gaza, mengatakan, Palestina bertindak untuk membela diri dan tidak akan menyerah. Ia mengatakan, “negara Zionis membunuh laki-laki, perempuan, dan anak-anak … dan perang tidak akan berakhir sampai Palestina dan Yerusalem merdeka.’

Operasi udara Israel dimulai Rabu dengan membunuh pemimpin militer Hamas dalam sebuah serangan udara, setelah serangan roket beberapa hari. Setelah itu, serangan udara Israel di Jalur Gaza dan serangan roket Hamas ke Israel semakin gencar.

Konflik itu meningkat hari Jumat, ketika Palestina menembakkan roket yang jatuh di dekat Yerusalem untuk pertama kalinya. Beberapa roket juga ditembakkan ke Tel aviv. Kedua kota itu sebelumnya tidak bisa dicapai oleh roket-roket Palestina. Namun, Hamas menyelundupkan roket-roket jarak jauh buatan Iran.

Karena roket-roket yang ditembakkan dari Gaza tidak henti-hentinya, kabinet Isreal mengizinkan militer untuk mengaktifkan 75.000 tentara cadangan.

Israel telah menempatkan tank-tank dan berbagai kendaraan lain berlapis baja di perbatasan serta menutup jalan-jalan utama di sekitar Jalur Gaza. Itu mengisyaratkan Israel siap melancarkan serangan darat ke wilayah Palestina.

Pejabat-pejabat Palestina mengatakan sudah 40 orang tewas di Gaza, termasuk militan dan warga sipil, sejak Israel memulai serangan-serangan udaranya beberapa hari lalu. Roket-roket Hamas menewaskan tiga warga sipil Israel. Sekitar 10 warga Israel termasuk sejumlah tentara luka-luka akibat serangan roket hari Sabtu.

Selagi pertempuran hari keempat berkobar, Presiden Amerika Barack Obama terus menekan Mesir, Turki dan negara-negara lain yang mampu mempengaruhi Hamas agar membantu mewujudkan gencatan senjata. Berbicara kepada wartawan yang menyertai Presiden ke Asia Tenggara, Deputi Penasihat Keamanan Nasional Ben Rhodes mengulangi sikap Amerika bahwa Israel berhak mempertahankan diri terhadap serangan roket dari Gaza. Ia mengatakan, presiden telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui telepon serta Presiden Mesir Mohamad Morsi dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan.

Sabtu malam, menteri-menteri luar negeri Liga Arab di Kairo bertemu dalam sidang darurat guna membahas tanggapan Arab terhadap pertempuran itu. Secara terpisah, Presiden Mesir Morsi menjadi tuan rumah pertemuan hari Sabtu dengan para pemimpin Turki dan Qatar guna mengoordinasikan pengiriman bantuan darurat ke Gaza. 


Asap membumbung di Kota Gaza dari ledakan yang disebabkan serangan udara Israel.
 
BERLIN -- Seorang legislator Jerman dari partai oposisi The Left (Die Linke) mengutuk serangan brutal Israel di jalur Gaza. Menurutnya serangan tersebut sebagai pembantaian baru terhadap warga Palestina dan harus dihentikan.  Berpidato di depan aksi solidaritas pro-Gaza di Berlin pada Ahad (18/11) waktu setempat, Annette Groth menyuarakan keprihatinan mendalam akan terulangnya serangan militer 2008/9 Israel di Gaza yang menewaskan dan melukai ribuan orang, di antaranya banyak wanita dan anak-anak.
Dia mendesak gencatan senjata segera diterapkan dalam konflik Gaza.
Groth menuduh rezim Zionis memperalat agresi militer Gaza untuk tujuan pemilu. Dia juga mengecam ekspor senjata Jerman ke Israel sebagai 'tidak dapat diterima'.
Ribuan orang berdemonstrasi di Kreuzberg, kawasan Berlin yang dominan warga Arab dan Turki pada Ahad waktu setempat, menyuarakan kemarahan atas kekejaman tentara negara Yahudi itu yang sedang berlangsung di Gaza.
Jerman telah menjadi tempat berbagai protes-protes anti-Israel selama beberapa hari terakhir ini.
Redaktur: Yudha Manggala P Putra
Sumber: Antara
 

Reruntuhan Masjid di Gaza yang hancur akibat agresi Israel
GAZA -- Tidak hanya membunuh ratusan nyawa tak berdosa di Gaza, agresi zionis Israel juga meluluhlantakkan puluhan masjid di otoritas yang dipimpin Hamas tersebut.

Menteri urusan agama Gaza Ismail Radwan mencatat selama enam hari serangan brutal Israel, 25 masjid seantero Gaza rusak dan hancur.

"Israel tidak hanya melakukan kejahatan dengan membunuh warga sipil namun juga menghancurkan masjid, kuburan dan tempat ibadah," kecam Radwan dalam konferensi pers di depan masjid Abbas, seperti dinukil maanews, Selasa (20/11).

Masjid-masjid besar seperti masjid Ribat di Gaza City dan masjid Al Rahman di pusat Jalur Gaza tak luput dari target roket Israel. Berdalih menargetkan pejuang Hamas, namun justru Israel lebih dulu menghancurkan kantor pers, kantor PM Ismail Haniya dan perumahan penduduk.

"Musuh menargetkan masjid besar di Gaza dan langsung menghancurkannya, bahkan pemakaman Sheikh Shaban pun dihancurkan," imbuh Radwan.

Radwan menyerukan ulama dan imam di Palestina dan seluruh dunia untuk berdoa bagi para pejuang yang terluka dan Palestina.

Radwan bahkan secara khusus meminta imam besar Al-Azhar, Syeikh Ahmad al-Tayeb dan semua kerabat ulama untuk langsung mendatangi Gaza dan berdiri bersama rakyat Palestina.
 

AS berdalih, kapal-kapal ini bukan untuk berperang.

Tiga kapal perang amfibi Amerika Serikat tengah menuju perairan Mediterania timur untuk merapat ke perairan antara Israel dan Gaza. Kapal-kapal perang ini disiagakan untuk mengevakuasi warga AS di Israel jika diperlukan.

Diberitakan CNN, Senin 19 November 2012, hal ini disampaikan oleh dua pejabat tinggi militer AS yang tidak disebutkan namanya. Keduanya mengatakan, walaupun Presiden Barack Obama belum menyerukan evakuasi, namun pengiriman kapal jika ada perintah darurat yang mendesak.

Untuk saat ini, warga Amerika yang ingin meninggalkan Israel masih bisa menggunakan pesawat komersil. Namun, jika situasi semakin parah, maka kemungkinan warga AS bisa terjebak di antara konflik Israel-Gaza.

"Lebih baik bersiap-siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan," kata salah seorang sumber. Kedua pejabat militer ini menegaskan bahwa kehadiran kapal perang AS di dekat Israel adalah untuk keperluan evakuasi bukan penyerangan.

Akibat perintah merapat ini, sebanyak 2.500 pelaut di dalam kapal-kapal itu tidak mendapatkan libur Thanksgiving. Kapal yang diturunkan adalah USS Iwo Jima, USS New York, dan USS Gunston Hall. Pekan lalu, ketiga kapal ini berada di perairan Gibraltar.

Sebelumnya, militer AS juga telah menyiagakan tiga sampai empat kapal penembak rudal balistik di pantai Israel. Penempatan kapal-kapal ini diperpanjang selama beberapa bulan lagi untuk menghadapi ancaman serangan Iran.

 

Anak-anak Palestina menuntut jawab, kenapa mereka harus jadi korban.

Seorang ibu histeris ketika mengetahui anaknya tewas akibat terkena serangan roket israel di Gaza, Palestina. Anak-anak dan perempuan memang menjadi korban tewas paling banyak dalam serangan Israel sejak Rabu pekan lalu.

Sampai saat ini, genap sepekan konflik berdarah Israel-Palestina, sudah 14 anak meninggal dunia dan 709 anak lainnya terluka. Anak-anak Palestina pun menuntut jawab, mengapa mereka yang harus menjadi korban serangan Israel.

“Kepada dunia dan seluruh dunia, kenapa kami yang harus terbunuh? Apa yang telah kami lakukan sehingga kami harus mengalami ini semua?” kata Nawal Azard, seorang anak perempuan Palestina.
Pertanyaan itu seolah menggantung di udara, seiring roket-roket Israel yang menghujami tanah tempat mereka berpijak. Lihat video bocah-bocah malang Palestina itu di tautan video ini.

Sementara itu, upaya diplomasi masih terus dilakukan sejumpah pihak untuk menghentikan kekerasan di Gaza. Hari ini, Selasa 20 November 2012, Sekretaris Jenderal PBB dijadwalkan tiba di Mesir untuk membicarakan upaya gencatan senjata antara Israel dan Palestina.

“Saya mendesak kedua pihak untuk bekerja sama mencapai gencatan senjata yang dimediasi Mesir secepatnya,” kata Ban seperti dilansir Reuters. Sehari sebelumnya, Minggu, 19 November 2012, Mesir telah bertemu dengan pihak Israel dan Palestina. Mesir pun telah mengirim delegasi ke Kairo untuk melakukan perundingan.

Hamas disebut setuju melakukan gencatan senjata jika Israel menghentikan agresinya, menghentikan pembantaian, dan menghapuskan blokade Gaza.
Di sisi lain, Wakil Perdana Menteri Israel Moshe Yaloon menulis di akun twitter-nya, “Jika tidak ada roket dan rudal yang ditembakkan ke warga Israel, atau serangan teroris dari Jalur Gaza, kami tidak akan menyerang.”

Gaza (ANTARA News) - Jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel ke Gaza yang Minggu 10 orang bertambah menjadi 87 orang.

Petugas medis dan keamanan Palestina menyebutkan, kasus kematian terakhir terjadi di sepanjang Jalur Gaza setelah serangan udara malam hari dan tembakan terus menerus dari kapal angkatan laut yang juga meratakan sebuah kantor polisi.

Pada saat kekerasan meningkat, usaha internasional untuk menjadi perantara gencatan senjata terus berlangsung.

Menurut laporan AFP, seorang pejabat senior HAMAS di Kairo menyatakan bahwa pembicaraan dengan Israel yang dimediasi Mesir pada Senin berjalan "positif" dan sekarang difokuskan pada perlunya menjamin pemenuhan persyaratan gencatan senjata.

Presiden Mesir Mohamed Moursi telah ditekan untuk menggunakan pengaruhnya pada penguasa HAMAS untuk mengembalikan perdamaian.

Kantor Presiden Moursi menyatakan Presiden Moursi telah bertemu dengan pemimpin HAMAS Khaled Meshaal dan pemimpin Jihad Islam, Abdullah Shalah, untuk mendikusikan "usaha Mesir mengakhiri agresi."

Pejabat Palestina sendiri menyatakan, kesepakatan mungkin akan diraih pada Senin, meskipun Israel berencana untuk memperluas wilayah operasinya ke serangan darat.

Sementara para pengamat memperkirakan pemimpin Israel siap untuk melakukan gencatan senjata karena puas dengan Operasi Pilar Pertahanan yang dilancarkan sejak Rabu lalu untuk menghentikan tembakan roket Palestina.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget