Articles by "Islam"

06.47 , ,
Voice Of Muslim - (15) Bahwa seorang Nabi dari tengah-tengah kamu, dari antara segala saudaramu, dan yang seperti aku ini, yaitu akan dijadikan oleh Tuhan Allahmu bagi kamu, maka Dia patutlah kamu dengar.
(16) Setuju dengan segala yang telah kamu pinta kepada Tuhan Allahmu di Horeb, pada masa orang banyak itu ada berhimpun, katamu: Jangan kiranya kami mendengar pula bunyi suara Tuhan Allah kami dan api yang besar ini jangan kiranya kami lihat lagi, supaya jangan kami mati !
(17) Maka pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepadaku: Benarlah kata mereka itu:

(18) Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau; dan Aku akan memberi segala firmanku dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan kepadanya segala, yang kusuruh akan dia.
(19) Bahwa sesungguhnya barangsiapa yang tiada mau dengar akan segala firmanku, yang akan dikatakan olehnya dengan Namaku, niscaya Aku menuntutnya kelak kepada orang itu.
(20) Tetapi adanya Nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan Namku, yang tiada kurusuh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang nabi itu akan mati dibunuh hukumnya.

(21) Maka jikalau kiranya kamu berkata dalam hatimu demikian: Dengan apakah boleh kami ketahui akan perkataan itu bukannya firman Tuhan adanya ?
(22) Bahwa jikalau nabi itu berkata dengan Nama Tuha, lalu barang yang dikatankannya itu tiada jadi atau tiada datang, yaitulah perkataan yang bukan firman Tuhan adanya, maka nabi itupun telah berkata dengan sombongnya, janganlah kamu takut akan dia.
(Ulangan 18:15 - 22)

Ayat-ayat diatas ini adalah perkataan Nabi Musa yang diucapkannya dihadapan Bani Israil, tersebut dalam kitab Ulangan atau Taurat. Menurut keterangan Nabi Musa itu, Tuhan telah berjanji kepada Bani Israil akan menjadikan seorang Nabi dari antara segala saudaranya yang seperti Musa. Penulis-penulis dari kalangan umat Islam telah menyatakan bahwa Nabi yang dijanjikan Tuhan itu ialah Nabi Muhammad s.a.w. Keterangannya sebagai berikut:
Setelah Nabi Musa menyampaikan janji itu, Bani Israil telah menunggu-nunggu kedatangan Nabi tersebut. Hingga berapa lama mereka menunggu kedatangannya, dapat diketahui dari penjelasan Injil Yahya pasal 1 yang berikut:

(19) Maka inilah kesaksian Yahya itu, tatkala orang Yahudi menyuruhkan beberapa imam dan orang Lewi dari Jerozalem akan bertanya kepadanya demikian: Siapakah engkau ?
(20) Maka mengakulah ia, dan tiada ia bersankal; maka mengakulah ia demikian: "Aku ini bukannya Kristus itu".
(21) Maka bertanyalah mereka itu kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Engkaukah Elias?" Maka katanya: "Bukan".
Soal jawab diatas ini terjadi ketika Nabi Yahya datang sebagai utusan Tuhan. Orang-orang Yahudi menyuruh utusannya datang menemui Nabi Yahya hendak bertanyakan, siapakah dia. Dari tanya-jawab itu ternyata bahwa orang-orang Yahudi pada waktu kedatangan Nabi Yahya itu masih menunggu-nunggu kedatangan tiga orang yang telah dijanjikan Tuhan, yaitu: Kristus, Elias dan Nabi itu.

Dalam Injil Yahya pasal 1 tersebut lagi:
(24) Adapun orang yang disuruh itu orang Parisi.
(25) Maka mereka itu menanya dia, serta berkata kepadanya: "Jikalau engkau ini bukan Kristus, dan bukan Elias, dan bukan nabi itu, apakah sebabnya engkau membaptiskan orang?"
Pertanyaan orang Parisi kepada Nabi Yahya diatas ini menunjukkan juga bahwa orang Yahudi dizaman Nabi Yahya masih menunggu kedatangan tiga orang yang tersebut tadi, yaitu: Kristus, Elias dan Nabi itu. Diantara pertanyaan yang dimajukan utusan itu masih disebut: "Engkaukah Nabi itu?" Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Nabi "itu", yakni Nabi yang ditunggu-tunggu orang Yahudi kedatangannya karena telah dinubuatkan Nabi Musa, masih belum datang hingga pada zaman Nabi Yahya, karena mereka masih menanyakan kepadanya. Nabi Yahya hidup semasa dengan Yesus.

Menurut kepercayaan orang Kristen, Kristus itu telah datang yaitu Nabi Isa atau Yesus. Dan menurut Injil, Elias itu telah datang juga, yaitu Nabi Yahya sendiri. Yesus memberi keterangan menurut Injil sebagai berikut: "Dan jikalau kamu menerima itu: ia inilah Elias, yang akan datang itu". (Matius 11:14)
Dalam Injil Matius tersebut lagi:
(10) Maka murid-muridnyapun bertanya kepadanya sambil berkata: "Apakah sebabnya segala ahli Torat mengatakan, bahwa tak dapat tiada Elias akan datang dahulu?"

(11) Maka jawab Yesus, katanya: memang Elias itu sudah datang, maka tiadalah dikenal orang akan dia, melainkan mereka itu melakukan keatasnya sekehendak hainya. Demikian juga Anak-manusiapun akan dianiayakan orang".
(13) Maka barulah murid-murid itu mengerti, bahwa ia mengatakan keapdanya tentang hal Yahya Pembaptis.
Dari pada keterangan diatas ini diketahui bahwa menurut Injil dua orang diantara tiga orang yang ditunggu-tunggu mereka kedatangannya itu telah datang, yaitu Kristus dan Elias. Yang masih belum datang, seorang lagi yaitu: "Nabi itu". Dengan demikian diketahui bahwa Nabi itu masih belum datang hingga pada zaman Nabi Yahya dan Yesus, Dan kedatangannya itu diketahui dari keterangan diatas sesudah zaman Nabi Yahya dan zaman Yesus. Hal ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. karena ia datang sesudah zaman mereka yang tersebut.

Apakah tanda Nabi itu? Dalam keterangan yang telah dikemukakan diatas, disebutkan: "Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka seorang Nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau". Keterangan ini menyatakan bahwa Nabi yang akan dijadikan itu, ialah: "Dari antara segala saudaranya", yaitu dari antara segala saudara Bani Israil. Dan "yang seperti engkau", yaitu yang seperti Nabi Musa.
Daripada keterangan itu diketahui bahwa Nabi yang akan dibangkitkan itu adalah dari antara segala saudara Bani Israil, tidak dari Bani Israil. Bani Ismail adalah bersaudara dengan Bani Israil. Dalam kitab Kejadian pasal 16 dan pasal 17 diterangkan bahwa Nabi Ibrahim telah mendapat seorang anak dari Hagar, dinamai ismail. Kemudian Nabi Ibrahim mendapat anak lagi dari Sarah, dinamai Ishak. Seterusnya Ishak mendapat anak dari isterinya Ribkah, dinamai Yakub. (Lihat Kejadian 25:26). Kemudian Tuhan mengganti nama Yakub dengan Israil. (Lihat Kejadian 35:10). Turunan Nabi Ibrahim dari anaknya Ismail disebut Bani Ismail. Dan turunnya dari cucunya Israil *Yakub) disebut Bani Israil. Daripada keterangan ini diketahui bahwa Bani Ismail bersaudara dengan Bani Israil. Dengan demikian nyatalah bahwa tanda ini telah sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena ia adalah turunan dari Bani Ismail yang bersaudara dengan Bani Israil. Dan seterusnya hal ini telah sesuai lagi dengan janji Tuhan yang menyatakan bahwa Ia akan menjadikan Ismail "suatu bangsa yang besar". (Lihat Kejadian 17:20 dan 21:18).

Tanda yang kedua ialah Nabi itu seperti Nabi Musa. Tanda ini telah sesuai kepada nabi Muhammad s.a.w. karena ia serupa dengan Nabi Musa. Mereka sama-sama ber-ibu dan berbapa. Sama-sama beristeri dan beranak. Sama-sama menjadi Nabi dan Rasul. Sama-sama mempunyai kitab suci, yaitu Taurat dan Al Qurän. Sama-sama wafat tidak terbunuh. Sama-sama dikuburkan dibumi. Dan banyak lagi keserupaannya.
Firman Tuhan dalam Al Quran:

Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu seorang Rasul (Nabi Muhammad) yang menjadi saksi atas kamu, seperti Kami telah mengutus kepada Fir'aun seorang Rasul (Nabi Musa). (Surah Al Muzammil 15).

Dalam ayat 15 tersebut bahwa Nabi itu akan dijadikan Tuhan "dari tengah-tengah kamu". Yaitu dari tengah-tengah Bani Israil atau bangsa Yahudi. Hal itu sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena negeri Medinah tempat Nabi Muhammad s.a.w. adalah terletak di tengah-tengah kampung-kampung orang Yahudi, yaitu suku Bani Nadlir, suku Bani Quraizhah dan suku Bani Qainuqa'
Dalam ayat 18 tersebut "Aku akan memberi segala firmanku dalam mulutnya". Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Firman itu diberikan kepadanya hanya merupakan bacaan yang dihafalkan pada mulutnya, karena ia tidak tahu membaca. Kemudian barulah orang disuruhnya menulikannya.

Dalam ayat 19 tersebut "segala firmanku, yang akan dikatakan olehnya dengan Namaku". Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Kitab suci Al Qurän sebagai firman Tuhan telah dikatakannya dan dimulainya surah-surahnya sebanyak 113 surah dengan nama Tuhan, yaitu:
Artinya: Dengan nama Allah yang Pengasih yang Penyayang.
Dalam ayat 20 tersebut "Nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan Namaku, yang tiada kusuruh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang Nabi itu akan mati dibubuh hukumnya". Menurut keterangan ini Nabi yang tidak benar akan mati dibunuh hukumnya. Nabi Muhammad s.a.w. tidak mati dibunuh, maka nyatalah bahwa ia seorang Nabi yang benar. Bahkan Al Qurän telah memberikan jaminan bahwa ia tidak akan mati dibunuh manusia. FirmanNya.

Artinya: Dan Allah, memeliharakan engkau dari pada manusia. (Surah Al Maidah 70)
Dalam sejarah telah dinyatakan bahwa musuh-musuh Islam telah berkali-kali mencoba hendak membunuh Nabi s.a.w., baik pada waktu aman maupun pada waktu perang, tetapi semuanya itu tidak berhasil. Tuhan telah memenuhi janjiNya, Nabi Muhammad s.a.w. diselamatkanNya dari pembunuhan manusia, sesuai dengan janji yang telah tersebut didalam Al Qurän dan kitab Ulangan tadi.
Dalam ayat 22 diterangkan tanda Nabi yang yang dusta "bahwa jikalau nabi itu berkata dengan Nama Tuhan, lalu barang yang dikatakannya itu tiada jadi atau tiada datang, yaitulah perkataan yang bukan firman Tuhan adanya".

Tanda Nabi dusta ini amat jauh daripada Nabi Muhammad s.a.w. Segala sesuatu yang dikatakannya atas Nama Tuhan, semuanya telah datang dan telah jadi, kecuali yang waktunya belum tiba, seperti terjadinya hari kiamat. Hal-hal yang akan datang yang disabdakan Nabi Muhammad s.a.w. atau yang tersebut didalam Al Qurän yang telah jadi amat banyak. Sebagai contohh akan dikemukakan sebagian diantaranya pada Lampiran II pasal XIII ini.
Penolakan pendapat pihak Kristen
Pihak Kristen menyebut Nabi yang dijanjikan Tuhan dalam kitab Ulangan itu ialah Yesus Kristus. Dr. D. Bakker menulis: "Hal Tuhan Yesus menjadi nabi itu disebutkan dalam kitab Ulangan 18:15 - 18 dan Kisah Rasul-Rasul 3:22"1) Pendapat pihak Kristen ini tidak benar.

Diatas telah diterangkan, Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu adalah: "dari antara segala saudara Bani Israil" dan "yang seperti Musa".
Menurut Injil, Yesus Kristus adalah turunan Bani Israil. Lihat silsilah turunannya dalam Injil Matius pasal 1 dan Injil Lukas pasal 3. Dalam Injil Matius 1:1 tersebut: "Maka inilah silsilah Yesus Kristus, yaitu anak Daud". Daud adalah Bani Israil, sebab itu yesus Kristus adalah Bani Israil juga. Sedang Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu bukan dari Bani Israil, tetapi dari antara segala saudara Bani Israil. Dengan demikian diketahui bahwa Nabi yang akan dijadikan itu bukan Yesus Kristus.

Seterusnya, Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu adalah: "yang seperti Musa." Menurut Alkitab, diantara Bani Israil tidak akan dibangkitkan lagi seorang Nabi yang seperti Musa. Dalam kitab Ulangan tersebut:
"Maka diantara orang Israil tiada berbangkit pula seorang nabi yang seperti Musa, yang dikenal Tuhan muka dengan muka". (Ulangan 34:10).
Oleh karena Yesus dari Bani Israil, maka nyatalah bahwa Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu bukan Yesus.
Seterusnya lagi, berdasarkan kepercayaan orang Kristen Yesus tidak seperti Nabi Musa. Menurut kepercayan orang Kristen Yesus adalah Tuhan, mati tersalib dan terkutuk. (Lihat Galatia 3:13). Sedang Musa tidak demikian. Nabi Musa hanya seorang hamba Allah, tidak mati tersalib dan tidak terkutuk. Nabi Musa adalah berbapa, sedang Yesus sebagai manusia tidak berbapa. Dan banyak perbedaannya yang lain-lain lagi.

Menurut ayat 20 dinyatakan Nabi yang mengatakan firman dengan Nama Tuhan yang tidak disuruhNya katakan akan mati dibunuh hukumnya. Nabi Muhammad s.a.w. tidak mati dibunuh, sedang Yesus menurut kepercayan orang Kristen mati dibunuh. Jika nubuat tersebut digunakan untuk Yesus, maka jadilah Ia Nabi yang tidak benar karena ia telah mati dibunuh.
Dr. Mr. D.C. Mulder menulis: "Perlu diperhatikan disini peraturan tentang nabi dalam ps 18:15 - 22. Ayat-ayat ini sering ditafsirkan oleh penafsir-penafsir Kristen sebagai nubuat tentang Nabi Muhammad. Akan tetapi bagian ini tidak membicarakan seorang nabi yang khusus, melainkan jabatan nabi pada umumnya; diterangkan disini bagaimana seorang nabi benar dapat dibedakan dari pada seorang nabi palsu".

Apabila uraian yang telah dikemukakan diatas diperhatikan, nyatalah bahwa apa yang dikemukakan oleh Dr. Mulder itu tidak benar. Ayat-ayat kitab Ulangan tersebut adalah menubuatkan kedatangan seorang Nabi yang khusus dengan menerangkan sifat-sifat dan tanda-tandanya. Orang Yahudi sendiri telah menunggu-nunggu kedatangannya hingga berabad-abad lamanya sesudah Nabi Musa seperti yang dinyatakan oleh ayat-ayat Injil yang telah dikemukakan diatas. Nubuatan itu tidak diraggukan lagi adalah mengenai kedatangan Nabi Muhammad s.a.w.

Dengan keterangan diatas ini nyatalah bahwa Nabi yang dinubuatkan Nabi Musa dalam kitab Ulangan itu ialah Nabi Muhammad s.a.w., bukan Yesus.

(1) Bermula, maka inilah berkat yang telah diberi oleh Musa, khalil Allah, kepada segala Bani Israil dahulu dari pada matinya:
(2) Maka katanya: Bahwa Tuhan telah datang dari Torsina dan telah terbit bagi mereka itu dari Sierl; kelihatanlah ia dengan gemerlapan cahayanya dari gunung Paran, lalu datang hampir dari bukit Kedes; maka pada kanannya tiang api bagi mereka itu.(Ulangan 33: 1 - 2)
Syech Rahamatullah menerangkan dalam Izhar-ul Haqq 2:137 bahwa yang dimaksudkan dengan "Tuhan telah datang dari Torsina, ialah Tuhan memberikan Taurat kepada Nabi Musa. Dan yang dimaksudkan dengan "telah terbit bagi mereka itu dari Seir", ialah Tuhan memberi Injil kepada Isa. Dan yang dimaksudkan dengan "kelihatanlah Ia dengan gemerlapan cahayanya dari gunung Paran", ialah Tuhan menurunkan Al Qurän kepada Nabi Muhammad s.a.w. Jadi "Torsina", "Seir" dan "Paran" adalah nama tempat-tempat Nabi-nabi tersebut menerima ajaran dari Tuhan.

Gunung Paran ialah sebuah gunung di negeri Mekah. Dalam kitab Kejadian diceritakan tentang hal Hagar dengan anaknya Ismail sebagai berikut:
(19) Maka dicelikkan Allah akan mata Hagar, sehingga terlihatlah ia akan suatu mata air, lalu pergilah ia mengisikan kirbat itu dengan air, diberinya minum akan budak itu.
(20) Maka diserrtai Allah akan budak itu sehingga besarlah ia, lalu iapun duduklah dalam padang belantara dan menjadi seorang pemanah.
(21) Maka duduklah ia dalam padang belantara Paran dan diambil oleh ibunya akan dia seorang perempuan dari tanah Mesir akan isterinya.

(Kejadian 21: 19 - 21)
dalam ayat-ayat yang tersebut diatas ini diceritakan tentang Hagar dengan anaknya, yaitu Nabi Ismail. Dalam ayat 21 diterangkan bahwa Ismail duduk dipadang belantara Paran. Menurut sejarah, Ismail tinggal duduk di negeri Mekah. Mata air yang dilihat Hagar itu ialah "mata air Zamzam" yang hingga kini terus menerus mengeluarkan airnya sebagai sebuah telaga di dekat Bait Allah didalam mesjid Mekah. George Zaidan, seorang pengarah Kristen Katolik di Mesir, menerangkan didalam bukunya "Al Arab gabl-al Islam" (Arab sebelum Islam), bahwa Paran itu adalah padang belantara Paran itu ialah negeri Mekah. Dan gunung Paran itu nama gunung di Mekah.

Seterusnya dalam kitab Habakuk tersebut lagi sebagai berikut:
(3) Bahwa Allah datang dari Teman dan Yang Maha Suci dari pergunungan Paran. Salah ! Maka kemuliannya menudungilah segala langit dan bumipun adalah penuh dengan pujinya. (Habakuk 3:3).
Dalam ayat ini dinyatakan lagi bahwa Yang Maha Suci datang dari pergunungan Paran. Dan bumipun penuh dengan pujinya. Nabi Muhammad s.a.w. telah datang dari pergunungan Paran di tanah Mekah dan umat Islam telah memenuhi seluruh permukaan bumi dengan pujinya, sesuai dengan apa yang telah diterangkan dalam kitab Perjanjian Lama diatas. 

Voice Of Muslim - Analisis Silsilah Yesus , Siapa orang tua MARIA..??? ELI atau IMRAN..??
Misionaris Kristen terkenal paling jago berkata bohong dan memutarbalikkan perkataan. Di bawah ini adalah beberapa klaim bohong Kristen mengenai silsilah Yesus:
1. Tidak ada kontradiksi antara Injil Matius dan Injil Lukas dalam menceritakan silsilah Yesus.
2. Silsilah versi Injil Matius adalah milik Yusuf, sedangkan silsilah versi Injil Lukas adalah milik Maria.
3. Talmud kitab Hagigah 2:4 dan Hagigah 77:4 mencatat bahwa Maria anak perempuan Eli.
Melalui artikel inilah saya akan membantah klaim bohong Kristen tsb berdasarkan bukti dan fakta tak terbantahkan. Anda adalah penilai atau hakim dalam artikel ini. Siapa yang berbohong dan siapa yang benar!

Penipuan Kristen:  Apakah benar Maria adalah Anak Eli berdasarkan Kitab Hagigah 2:4,,???
Untuk memperkuat bukti bahwa Maria anak perempuan Eli, misionaris Kristen menyampaikan bukti “kuat” dibawah ini:
Silsilah yang disajikan oleh Lukas menurut garis keturunan Yesus melalui kaum pria dalam garis keturunan Maria (yang juga dari keturunan Daud). Lukas menekankan bahwa Yesus adalah anak kandung Maria sehingga menjadi sama seperti kita. Dengan demikian para penulis kitab Injil menegaskan bahwa Yesus berhak menjadi Mesias baik secara hukum maupun secara biologis
Menurut Talmud Yerusalem yaitu Kitab Hagigah 2:4, Maria adalah anak perempuan Eli, sesuai dengan ayat di bawah ini:
 * Lukas 3:23-24,
“Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli, anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf.”

Sumber:
-BP, http://sarapanpagi.org/kontradiksi-perjanjian-baru-vt543.html

Mari kita kaji bersama :
Inilah kebohongan misionaris Trinitarian. Nampaknya kedustaan Kristen tersebut  sudah tersosialisasi dengan baik, dimana kita dapat dengan mudah menemukan pernyataan seperti itu di banyak website Kristen.
Perhatikan Kebohongan Kristen dibawah ini:
“The Jerusalem Talmud recognised this genealogy to be that of Miriam and not of Joseph. It refers to Miriam as the daughter of Heli in Hagigah 2:4.” http://english.logon.org/english/s/p119.html
“The absence of Mary’s name is quite in keeping with the Jewish practices on genealogies. The Jerusalem Talmud recognized this genealogy to be that of Mary and not Joseph and refers to Mary as the daughter of Heli (Hagigah 2:4).” http://www.matsati.com/genealogy.html
“Furthermore, although many translations of Luke 3:23 read: “…being supposedly the son of Joseph, the son of Eli…,” because of the missing Greek definite article before the name of Joseph, that same verse could be translated as follows: “Being the son (as was supposed) of Joseph the son of Heli…”.1 In other words, the final parenthesis could be expanded so that the verse reads that although Y’shua was “supposed” or assumed to be the descendant of Joseph, he was really the descendant of Heli. Heli was the father of Miriam. The absence of Miriam’s name is quite in keeping with the Jewish practices on genealogies. The Jerusalem Talmud recognized this genealogy to be that of Miriam and not Joseph and refers to Miriam as the daughter of Heli (Hagigah 2:4).” http://jewsforjesus.org/publications/issues/5_6/genealogy
“Was Jacob (Matthew 1:16) or Heli (Luke 3:23) the father of Joseph and husband of Mary? (Category: misunderstood the Hebrew usage) The answer to this is simple but requires some explanation. Most scholars today agree that Matthew gives the genealogy of Joseph and Luke gives that of Mary, making Jacob the father of Joseph and Heli the father of Mary. This is shown by the two narrations of the virgin birth. Matthew 1:18-25 tells the story only from Joseph’s perspective, while Luke 1:26-56 is told wholly from Mary’s point of view. A logical question to ask is why Joseph is mentioned in both genealogies? The answer is again simple. Luke follows strict Hebrew tradition in mentioning only males. Therefore, in this case, Mary is designated by her husband’s name. This reasoning is clearly supported by two lines of evidence. In the first, every name in the Greek text of Luke’s genealogy, with the one exception of Joseph, is preceded by the definite article (e.g. ‘the’ Heli, ‘the’ Matthat). Although not obvious in English translations, this would strike anyone reading the Greek, who would realize that it was tracing the line of Joseph’s wife, even though his name was used. The second line of evidence is the Jerusalem Talmud, a Jewish source. This recognizes the genealogy to be that of Mary, referring to her as the daughter of Heli (Hagigah 2:4)”. (Fruchtenbaum 1993:10-13) http://debate.org.uk/topics/apolog/contrads.htm
v  Catatan :

·         Hagigah dapat ditulis Chagigah, Khagigah, Hagiga, Khagiga, atau Chagiga.

Daripada kita menggantungkan diri kepada gerombolan penipu para Pendeta, mengapa kita tidak melihat secara langsung Talmud kitab Hagigah 2:4. Sekarang silahkan Anda membuka website kitab Talmud Hagigah Bab 2 dibawah ini: 
- http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Talmud/hagiga2.html
- http://www.sacred-texts.com/jud/t03/hgg03.htm
 Dibawah ini saya salin kembali Kitab Hagigah 2:4.
“In the case of Pentecost, which falls upon the eve of a Sabbath, the House of Shammai say: The day for sacrificing is after the Sabbath. But the House of Hillel say: There is no day for sacrificing after the Sabbath. Both, however, admit that if it fall upon a Sabbath the day for sacrificing is the day after the Sabbath. And on that day (which is called the day of sacrificing) a high-priest is not to clothe himself in his costly garments, unless in case of a mourning or of a fast. The prohibition was in order not to confirm the words of those who say, Pentecost is after the Sabbath (only).” (Mishna Hagigah 2:4) (http://www.sacred-texts.com/jud/t03/hgg03.htm )
Sekarang, apakah Anda dapat menemukan kata “MARY” atau “MIRIAM” di Talmud kitab Mishna Hagigah 2:4 diatas?
Dapatkah Anda menemukan kalimat “Mary is daughter of Heli” pada Talmud Hagigah 2:4 diatas?
v  Catatan :
Bila Anda ingin mengetahui siapa House of Shammai dan House of Hillel, silahkan baca Ensiklopedia Yahudi online di sini (http://www.jewishencyclopedia.com/view.jsp?artid=956&letter=B )
Ø  Masihkan Anda meyakini omong kosongnya pemuka agama Kristen ?
Ø  Penipuan Kristen: Apakah benar Maria adalah Anak Eli berdasarkan Kitab Hagigah 77:4,,???
Selain penipuan atas nama kitab Hagigah 2:4, Kristen juga memamerkan penipuan lainnya yang saya kutip dibawah ini.
Secara hukum Yahudi — bukan secara darah-daging — Yusuf adalah ayah dari Yesus Kristus. Ayat di atas pun tidak menulis bahwa Yusuf “memperanakkan” Yesus, tetapi menekankan bahwa Maria yang melahirkan Yesus Kristus. 
* Lukas 3:23
“Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,”
Nama Eli tidak muncul dalam silsilah Matius karena Eli bukanlah ayah Yusuf melainkan mertua. Eli adalah ayah Maria dan hal ini dicatat dalam kitab Agama Yahudi Misyna Khagigah 77:4. Kalangan Yahudi menanti kedatangan Sang Mesias dari keturunan Daud sehingga silsilah baik Yusuf (dari keturunan Salomo) dan Maria (dari keturunan Natan) tidak luput dari pengamatan mereka.
.(BP, op.cit.) 

Komentar
Klaim bohong Kristen tsb karena mereka merujuk sebuah buku ngawur berjudul “Horae Hebraicae” karangan John Lightfoot 400 tahun silam. Apakah “ELI” adalah berasal dari terjemahan “LYBSLYM” dalam bahasa Ibrani
Kita lihat dahulu The Talmud of the Land of Israel Vol. 20: “Hagigah and Moed Qatan.” Tr. Jacob Neusner. University of Chicago Press, 1986 Passage: “L.”:
“R. Eliezer bar Yos’e said that he saw Miriam, the daughter of ‘LYBSLYM[Jastrow—the leeklike sprouts of onions], hanging the nipples of her breasts. R. Yost b. Hanina said, “The pin of the gate of Gehenna was fastened to her ear.”

Tanggapan :
 Bahasa Ibrani aslinya tidak mengenal huruf vokal. ‘LYBSLYM adalah delapan huruf konsonan bahasa Ibrani.
Eli atau Heli jika diconvert kedalam bahasa Ibrani adalah ‘eLiY. ‘eLiY hanya terbentuk dari tiga huruf bahasa Ibrani yaitu ‘-L-Y. Jadi klaim Kristen bahwa Hagigah 77:4 atau Hagigah 77:d yang menyatakan LYBSLYM sebagai ‘LY (Eli) adalah sangat tidak tepat!
Dr. David Kraemer menafsirkan “LYBSLYM” sebagai “alei betzalim” atau “alei betsalim”, yang artinya adalah “leaves of onions” dalam bahasa Inggris. Selain itu, banyak sarjana yang meyakini bahwa Mary atau Miriam yang diceritakan dalam Hagigah 77:4 bukan Maria ibunda Yesus.
Jika Anda penasaran bagaimana asal mula atau duduk perkara dari penipuan umat Kristen yang kini telah tersosialisasi dengan baik oleh para antek Trinitarian tak tahu malu, silahkan baca website dibawah ini:
http://frontline-apologetics.com/QA8_talmud_mary.htmrecommended
atau di Benarkah Maria Anak Eli dalam Talmud kitab Hagigah 77:4
 Ternyata Bukan Pandangan Kristen Abad Pertama, Tetapi Abad 15
“Nevertheless, the genealogy does not actually mention Mary: making it her genealogy is therefore a “daring” interpretation. More problematically, the Early Christians preserve no tradition identifying Luke’s genealogy as Mary’s. It was not until the 15th century AD, when Annius of Viterbo first suggested this reassignment of the genealogy to Mary.” (Wikipedia, Genealogy of Jesus, online source) (http://en.wikipedia.org/wiki/Genealogy_of_Jesus )
(Tetapi, silsilah sebenarnya tidak menyebutkan Maria: pembuatan ini adalah silsilah Maria adalah sebuah interpretasi “nekad”. Lebih problematis lagi, orang Kristen generasi awal tidak mengenal tradisi bahwa silsilah versi Lukas sebagai milik Maria. Klaim ini tidak ada sampai dengan abad 15 M, ketika Annius of Viterbo pertama kali menyarankan pengalihan silsilah kepada Maria.)
“According to Patrizi, the view that St. Luke gives the genealogy of Mary began to be advocated only towards the end of the fifteenth century by Annius of Viterbo, and acquired adherents in the sixteenth. St. Hilary mentions the opinion as adopted by many, but he himself rejects it” (Catholic Encyclopedia, Genealogy of Christ, online source) (http://www.newadvent.org/cathen/06410a.htm )
(Menurut Patrizi, pandangan bahwa St. Lukas memberikan silsilah Maria mulai diadvokasi hanya pada akhir abad ke 15 oleh Annius dari Viterbo, dan memperoleh pengikut di abad ke 16. St. Hillary menyebut opini ini karena diadopsi oleh banyak orang, tetapi ia sendiri menolak opini ini.)
Alhamdulillah misteri kebohongan dan penipuan Kristen akhirnya terbongkar. Kini, kita dapat menyimpulkan bahwa apology Kristen yang mengalamatkan Injil Lukas sebagai silsilah untuk Maria adalah baru terjadi di abad ke 15. Lalu bagaimana silsilah Yesus menurut tradisi atau pandangan umat Kristen generasi awal, simak dibawah ini.
=========Catatan Tradisi Kristen Generasi Awal benar-benar kompleks karena mencakup tradisi Yahudi Levirate marriage.  (http://en.wikipedia.org/wiki/Levirate_marriage )
Augustine mempelajari tradisi ini dari Julius Africanus dan menerima tradisi ini sebagai authoritative. (Eusebius dari Caesaria, Church History 1:7, 6:31; Augustine dari Hippo, De Consensu Evangelistarum 2.)
Tradisi orang Kristen mengidentifikasi seorang wanita bernama Estha sebagai nenek dari Yusuf. Estha menikah dengan Matan, keturunan Salomo (Sulaiman) bin Daud, dan menjadi ibu dari Yakub.
Tetapi setelah Matan mati, Estha menikah lagi dengan Matat, keturunan Natan bin Daud, dan menjadi ibu dari Eli. Jadi, Yakub dan Eli adalah saudara tiri yang memiliki ibu kandung yang sama.
Eli menikah, tetapi mati tanpa mempunyai anak, jadi jandanya memikul tanggung jawab terhadap tradisi kuno levirate marriage, dan menikah dengan Yakub sehingga memperoleh anak bernama Yusuf.
Jadi, Yusuf adalah anak biologis dari Yakub keturunan Salomo bin Daud maupun anak legal dari Eli keturunan Natan bin Daud. Jadi ada dua silsilah yang diabadikan. Meskipun secara legal adalah anak Eli, Yusuf dan ibunya tetap berada dalam keluarga Yakub, menurut tradisi, dan Yusuf secara legal mendapat waris dari Yakub.
=====Jadi tradisi umat Kristen generasi awal memandang bahwa silsilah Yesus versi Injil Lukas adalah berdasarkan silsilah Yusuf, bukan Maria. Bahwa orang-orang Kristen memberitahu kita silsilah Lukas secara tradisi adalah milik Maria adalah kebohongan yang nyata dipihak agama Kristen. Yang sangat disayangkan adalah bahwa kebohongan Kristen ini sudah tersosialiasi dengan baik, sehingga kita sebagai muslim harus mensosialisasikan kebenaran yang sesungguhnya mengenai pandangan umat Kristen generasi awal dalam hal silsilah Yesus versi Injil Lukas.
 Pandangan Injil-injil Apokrip
 Injil-injil apokrip (yang ditolak oleh Gereja Katholik) seperti Injil Kelahiran Maria (the Gospel of Nativity of Mary) dan Injil James (The Gospel of James atau the Infancy Gospel of James) mengatakan bahwa ayah kandung Maria adalah Joachim (Ioacim) dan ibu kandung Maria adalah Anna (Anne).
Dibawah ini adalah website Injil Kelahiran Maria dan Injil James:
- http://www.earlychristianwritings.com/text/infancyjames-mrjames.html
- http://www.theworkofgod.org/Library/catholic/nativity_of_mary.htm
 Orang Tua Maria menurut Al-Qur’an
 QS Ali ‘Imran
35. ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
36. Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.”
37. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.
 Kesimpulan 
Sekarang kita semua sudah tahu bahwa penjelasan Kristen mengenai silsilah Yesus ternyata Omong kosong alias Bohong kuadrat. Ternyata, setelah kita teliti, umat Kristen generasi pertama hanya mengetahui Silsilah Yesus versi Injil Lukas adalah milik Yusuf, bukan Maria.

Orang tua Maryam yang benar adalah IMRAN  bukan ELI

10.04 ,
Voice Of Muslim - PADA suatu waktu, seorang putri terkemuka anggota kerajaan Inggris dari wangsa Saxe-Coburg, berdialog dengan seorang pria Jawa gelap berwajah kearab-araban. Mereka berdua berkenalan baik, meski berasal dari dua budaya yang jauh berseberangan penuh perbedaan. Sang putri ingin sekali sahabatnya itu mau mengikuti keyakinannya.

“Bagaimana saya bisa seperti itu, kalau penganutnya melakukan kekejian terhadap bangsa saya”, jawab si pria dengan jujur, yang lama menetap di benua Eropa. Sang putri tidak bisa meyakinkan keinginannya kepada sahabatnya itu. Padahal secara genealogis, kedua sahabat itu bersaudara atau masih pertalian darah. Lho koq bisa?

Sang putri itu bernama Victoria dari keluarga bangsawan terhormat Saxe-Coburg. Dia menantu dari Raja George III dari Inggris. Suaminya adalah Edward, yang bergelar Duke of Kent. Dengan demikian Victoria bergelar Duchess of Kent sekaligus ibu kandung Ratu Victoria, ratu Inggris terbesar dan terlama dalam monarki Inggris. Menurut ahli genealogis keduanya bersaudara sedarah berjauhan sekali. Victoria adalah keturunan Nabi Muhammad, melalui para khalifah yang berkuasa di Spanyol (lihat silsilah seri 22). Sedangkan Raden Saleh bernama asli Sayyid Shaleh bin Husain bin Yahya atau sering dipanggil Raden Saleh Syarif Bustaman. Ayahnya bernama Sayyid Hussein bin Alwi bin Awal bin Yahya dan ibunya adalah cucu Sayyid Abdullah Bustaman dari keluarga Bustaman yang terkenal. Raden Saleh berasal dari keluarga bin Yahya yang merupakan satu dari banyak keluarga atau marga Alawiyah di Indonesia, yaitu keluarga keturunan Nabi Muhammad. Raden Saleh sering diasuh pamannya yang juga menjadi menantu raja Jawa, KGPAA Mangkunegara I. Pengakuan atas pembuktian para ahli silsilah di barat, bahwa Nabi Muhammad menurunkan anak-anak cucu pada kalangan bangsawan di Eropa, banyak mendapat tanggapan yang cenderung menihilkan pendapat itu. Meskipun banyak yang yakin hal itu mungkin terjadi. Bahkan kalangan yang meyakinkan darah Nabi mengalir di setiap anggota kerajaan Eropa, tetap berkukuh akan ada selalu cara membuktikannya. Kalau misalnya bangsawan Eropa bukan merupakan keturunan Nabvi Muhammad melalui si A, mereka dapat membuktikannya melalui si B. Jika tidak bisa atau tidak diterima sejarah, mereka akan membuktikannya melalui si C tetapi melalui dinasti A atau B atau C. Ada banyak kemungkinan untuk hal itu. Dan mereka selalu berlomba untuk melakukan hal itu berikut pembuktian ilmiah dengan mempertaruhkan kredibilitasnya.
Misalnya, banyak ahli yang meributkan status Putri Zaida (lihat silsilah seri 22). Ada yang berpendapat dia bukan anak Muhammad II al Mutamid, si Emir di Sevilla. Dia adalah keponakan sang Emir atau anak dari saudara kandungnya. Hal ini secara genealogis tidak masalah, karena anak atau bukan tetap memiliki hubungan darah, selama sang putri dianggap sebagai keponakannya.
Yang menjadi masalah lagi adalah status Putri Zaida sendiri. Zaida memang bukan pasangan tunggal dari Raja Alfonso VI dari Leon dan Castile. Si Alfonso memiliki beberapa istri, yang menurut catatan sejarah ada lima orang istri. Bonusnya, dia juga punya selir diantaranya adalah Zaida. Jadi Zaida itu menurut pendapat beberapa sejarahwan adalah selir Alfonso VI. Zaida dibaptis dengan nama Isabelle dan hanya memberikan seorang anak untuk Alfonso VI, yang mati muda dan diberi nama Infante Don Sancho yang tewas dalam Pertempuran Ucles bulan Mei 1108.
Pertengkaran tentang status Putri Zaida, bukan berarti menghilangkan banyak upaya orang untuk mencari hubungan darah antara Nabi Muhammad dengan bangsawan Eropa. Ada beberapa ahli genealogi bersikukuh adanya pertalian darah antara Nabi dengan bangsawan Eropa itu. Misalnya ada yang menyebut bahwa ada dua anak perempuan Nabi yang menikah dengan Khalifah Usman bin Affan secara berturut-turut (turun ranjang). Dari perkawinan itu membuah anak yang menjadi istri Marwan. Marwan adalah sekretaris pribadinya Khalifah Usman bin Affan dan akhirnya menjadi Khalifah ke 3 dalam dinasti Ummayah. Dari perkawinan dengan anak Nabi itu, Marwan menurunkan para khalifah dinasti Ummayah, hingga berkuasa di Spanyol.
Selama di Spanyol itu, ada keturunan mereka yang bernama Abu Nazar Lovesendes, yang menetap di dekat kota Oporto di bagian utara Portugal. Di sana Abu Nazar mendirikan biara Santo Tirso de Ribadave. Yang menarik disini, dia dan banyak anggota keluarganya menggunakan ‘cid’, yang berasal dari kata as-Sayyid, sebuah gelar yang sering digunakan para keluarga Ummayah. Sebuah buku yang diterbitkan pada abad 13 di Portugal, menggambarkan Abu Nazar itu sebagai cucu dari cucunya Aboail Rey de Cordova. Sekarang ini keturunan mereka memakai nama keluarga de Maya, yang mungkin berasal dari nama nenek moyang mereka yaitu dinasti Ummayah. Keluarga de Maya menguasai daerah utara Portugal yang keturunannya kini menjadi anggota keluarga kerajaan Portugal dan Brazil, yaitu Braganca. Brasil adalah jajahan Portugal yang dulunya berbentuk monarki sebelum menjadi republik.
Dan anehnya, para pangeran lokal di Brasil yang kakek moyangnya pernah menjadi raja Brasil, begitu bangga dapat ditelusuri bahwa moyang mereka adalah Nabi Muhammad, melalui Abu Nazar.
Banyak memang celah untuk mencari jejak para nenek moyang bangsawan Eropa hingga ke Nabi Muhammad. Ini disebabkan karena para penguasa Arab terlalu lama berkuasa di Sppanyol untuk rentang selama 800 tahun. Selama masa itu, sangat mustahil tidak terjadi perkawinan antara pendatang dengan penguasa local yang berlainan agama. Apalagi saat Islam berkuasa lama di Spanyol dan Portugal, sering terjadi perkawinan silang antara Islam dan Kristen. Ini dilakukan untuk sekedar konsolidasi kekuatan agar kekuasaan mereka tetap utuh dan tidak goyah.
Apapun jalur silsilah yang ingin dicari dari Nabi Muhammad sampai kepada bangsawan Eropa, banyak akan melalui Ratu Victoria. Dari sang ratu ini, menurunkan para anggota kerajaan di banyak negara monarki Eropa. Jadi tak mengherankan Ratu Victoria sering disebut “Mother of Europe” dalam arti yang sebenarnya. Dalam monarki Inggris, dia adalah nenek dari kakeknya Ratu Elizabeth II.

Anak tertua Ratu Victoria, yaitu Putri Victoria menikah dengan Kaisar Jerman Frederick III. Putranya, Arthur yang bergelar Duke of Connaught menikah dengan Putri Louise Margaret dari Prussia. Pasangan ini dikarunia putri bernama Margaret yang dipersunting oleh Raja Swedia Gustav VI Adolf, yang kemudian memiliki seorang putri yang menikah dengan Frederik IX, raja Denmark, sekaligus ibunda dari Ratu Margrethe II dari Denmark yang berkuasa sekarang. Denmark adalah negeri yang pernah bermasalah dengan masalah penghinaan terhadap Nabi Muhammad beberapa waktu lalu. Ratu Victoria juga menurunkan raja-raja Norwegia, melalui anaknya yang juga menjadi raja Inggris, Edward VII. Sang raja punya putri bernama Maud yang menikah dengan Raja Norwegia Haakon VII, yang menjadi ayah Raja Olav V dan kakek dari raja Norwegia sekarang, Harald V. Cucu Ratu Victoria yang bernama Margaret pernah menjadi istri pertama dari Raja Swedia Gustav VI Adolf, yang kemudian menjadi kakek dari Raja Carl XVI Gustal, raja Swedia sekarang. Ratu Victoria juga mempunyai seorang cucu, seorang putri bernama Victoria Eugenia yang dinikahi oleh Raja Spanyol Alfonso XIII. Pasangan ini menjadi nenek kakek dari Raja Juan Carlos I, raja Spanyol sekarang.
Ratu Beatrix dari Belanda juga sedarah dengan Ratu Victoria melalui Raja George II dari Inggris. Kakek Ratu Victoria, yaitu Raja George III adalah cucu dari Raja George II. Nah, George II ini punya seorang putri bernama Anne yang menikah dengan Willem V, Pangeran Oranje. Cicit mereka adalah Raja Belanda yang bernama Willem II, yang akhirnya dikarunia juga cicit yang bernama Juliana, ibunda Ratu Beatrix, ratu Belanda sekarang. Begitupun dengan wangsa Romanov yang berkuasa di Rusia sebelum tsar mereka yang terakhir dieksekusi mati oleh kaum Bolshevik tahun 1917.
Tsar Nikolas II dari Rusia menikah dengan cucu Ratu Victoria yang bernama Alexandra. Mereka dikarunia beberapa anak, namun yang paling controversial adalah Anastasia. Banyak yang menduga Anastasia lolos dari eksekusi dan menjadi legenda hidup sampai sekarang. Masih banyak lagi anggota bangsawan Eropa, seperti Liechtenstein, Monako, Yunani, Yugoslavia, bahkan keluarga Grimaldi dari Monako, yang beberapa menjadi keturunan Ratu Victoria dan bisa ditelusuri sampai ke nenek moyang mereka dari Arab, Nabi Muhammad.
Dengan demikian, silsilah Nabi Muhammad sampai kepada anggota keluarga kerajaan negara-negara monarki Eropa dapat ditelusuri dengan baik, meskipun selalu ada perdebatan terhadap beberapa tokoh yang selalu dipertanyakan oleh ahli silsilah. Seperti dalam silsilah pada serial 22, dari Nabi Muhammad sampai pada generasi ke 18, masih bisa diterima oleh sejarah. Artinya tidak banyak yang mempertanyakan status perkawinan atau status anak dari mereka. Begitupun juga dari generasi ke 22 hingga generasi ke 31, yaitu keluarga Plantagenet, yang menjadi moyang banyak monarkis Eropa. Sedangkan dari generasi 31 sampai sekarang, tidak ada penolakan sama sekali dari para ahli sejarah maupun genenlogi. Artinya keabsahan keturunan itu diterima dengan baik oleh semua pihak dan tentunya oleh sejarah sebagai sebuah kebenaran.
Hanya saja masalah Putri Zaida selalu menjadi perdebatan hangat hingga kini. Namun, seperti saya tulis, tetap saja ada upaya untuk menghubung-hubungkan antara Nabi Muhammad dengan kaum bangsawan Eropa dengan kajian sejarah yang amat luas dengan kredibilitas serta keabsahan yang tinggi.
Kalau kenyataannya mereka saling bersaudara, mengapa mereka saling berseteru. Jerman yang jelas-jelas kaisarnya menjadi menantu Ratu Victoria, berani-beraninya berperang dan menyerang Inggris pada perang jagat awal tahun 1940an. Padahal Adolf Hitler pernah memuji kecantikan Ratu Elizabeth II ketika dia masih anak-anak, tetapi memberi julukan yang sebaliknya kepada ibu suri (ibunda Ratu Elizabeth II), sebagai “the most dangerous woman in Europe”.

SHAN'A  – Mujahidin Al-Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) atau dikenal juga dengan nama Anshar Shariah Yaman memainkan strategi diplomasi dan militer yang sama-sama brilian. Arahan umum syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah kepada Amir AQAP, syaikh Abu Bashir Nashir bin Abdul Karim Al-Wuhaisyi, untuk menghindari konflik bersenjata dengan militer rezim Yaman dan mengajukan tawaran "gencatan senjata" benar-benar dijalankan dengan cantik.

Diawali dengan "melepaskan" propinsi Abyan yang telah mereka kuasai selama pertengahan 2011 sampai pertengahan 2012, lalu menarik mundur seluruh pasukan AQAP yang berjumlah lebih dari 10.000 mujahid demi menghindari jatuhnya korban warga sipil Abyan oleh serangan pesawat tempur AS dan Arab Saudi; AQAP kembali bergerilya di wilayah gurun dan pegunungan. Serangan-serangan cerdas yang menargetkan para instruktur militer AS, perwira tinggi militer dan pejabat penting rezim boneka Yaman menjadi taktik jitu AQAP. Pesawat tempur AS dan Arab Saudi sendiri masih terus membombardir dan membunuhi rakyat sipil muslim yang tak berdosa di Yaman Selatan, dengan dalih membunuhi anggota AQAP.
Dalam suasana demikian, para ulama Yaman memfasilitasi tawaran gencatan senjata antara AQAP dan rezim boneka Yaman. AQAP menghentikan serangan yang menargetkan para pejabat tinggi militer dan pemerintahan Yaman, sementara rezim Yaman harus menstop serangan pesawat tempur AS di Yaman Selatan.
Rezim boneka Yaman pimpinan presiden Abdu Rabbih Manshur Hadi berharap AQAP tidak akan mau menanda tangani gencatan senjata yang difasilitasi oleh sejumlah ulama Yaman tersebut. Jika AQAP tidak menanda tangani gencatan senjata, maka rezim Yaman memiliki alasan kuat untuk melanjutkan serangan pesawat tempur AS dan Arab Saudi di Yaman Selatan.
Dugaan dan keinginan presiden boneka AS itu meleset total. AQAP menanda tangani tawaran gencatan senjata dan membuktikan kepada rakyat Yaman dan public dunia bahwa mereka melancarkan serangan terhadap pejabat tinggi militer dan pemerintahan Yaman karena membela diri belaka. AQAP bukan kelompok haus darah yang membunuh orang tanpa alasan syariat yang membenarkannya.
Presiden boneka AS Abdu Rabbih Manshur Hadi justru menjadi pihak yang menolak gencatan senjata tersebut. Lebih dari dua puluh hari sejak AQAP menanda tangani surat gencatan senjata yang difasilitasi para ulama Yaman, Manshur Hadi tetap ngotot menolak tanda tangan. Ia justru melanjutkan "izin" serangan pesawat tempur AS dan Arab Saudi di Yaman Selatan. Serangan udara itu benar-benar digelar kembali pada Sabtu (19/1/2013) dan menewaskan sedikitnya sembilan warga sipil muslim yang tak berdosa di propinsi Ma'rib dan melukai belasan lainnya.
Presiden boneka Yaman Abdu Rabbih Manshur Hadi sowan kepada tuan besar Barack Obama di Washington
Terbukti sudah di depan rakyat Yaman dan dunia internasional, rezim boneka Yamanlah sesungguhnya pihak yang haus darah dan rela membantai rakyatnya sendiri, demi langgengnya singgasana kekuasaan mereka dan restu tuan besar penjajah salibis AS.
Dua hari setelah serangan pesawat tempur AS di Ma'rib tersebut, wartawan lapangan harian Al-Quds Al-Arabi, Abdur Razzaq Al-Jamal, menurunkan laporan lapangan dan analisa terbarunya dengan judul "Berakhirnya gencatan senjata antara Amir Al-Qaeda dan presiden Manshur Hadi". Tulisannya dimuat oleh koran Al-Yaman Al-Yaum edisi Senin (21/1/2013) dan kemudian dirilis ulang oleh koran-koran utama Yaman lainnya, seperti Al-Balad News, Aden Gulf News dan Sahafah News. Berikut ini terjemahan tulisan wartawan Abdur Razzaq Al-Jamal tersebut.
Gencatan senjata antara Al-Qaeda Semenanjung Arab dan rezim Yaman sudah berakhir
Menuruti keinginan banyak ulama Yaman, di antaranya Syaikh Abdul Majid Ar-Reimi, Syaikh Muhammad Al-Wadhi'i, Syaikh Shalih Al-Wadi'i dan Syaikh Aiman bin Ja'far, maka Amir Al-Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) Nashir bin Abdul Karim Al-Wuhaisyi menyetujui gencatan senjata antara tanzhimnya dengan presiden Abdu Rabbih Manshur Hadi.
Inti gencatan senjata tersebut adalah rezim Yaman menghentikan serangan udara (terhadap Anshar Shariah/AQAP dan rakyat Yaman Selatan) dan Al-Qaeda menghentikan pembunuhan (terhadap para pejabat rezim sekuler Yaman).
Sementara itu para ulama lainnya enggan memfasilitasi gencatan senjata dengan alasan Al-Qaeda Semenanjung Arab dan rezim Abdu Rabbih Manshur Hadi tidak menaruh kepercayaan kepada mereka, menurut ungkapan ulama salafi Syaikh Muhammad Al-Hasyidi.
Sejumlah ulama itu mengupayakan gencatan senjata dengan sepengetahuan presiden Yaman sendiri, yang tak pernah membayangkan Al-Qaeda Semenanjung Arab akan menyetujui gencatan senjata tersebut. Bahkan presiden Yaman mengharapkan Al-Qaeda Semenanjung Arab akan menolak gencatan senjata tersebut. Dengan begitu presiden Yaman akan bisa meyakinkan kepada para ulama bahwa serangan pesawat tempur Amerika adalah solusi satu-satunya dan solusi terakhir.
Oleh alasan inilah presiden Yaman Abdu Rabbih Manshur Hadi tidak mau menanda tangani surat gencatan senjata yang tidak pernah ia bayangkan tersebut, meskipun Amir Al-Qaeda Semenanjung Arab Nashir Al-Wuhaisyi telah lebih dahulu menanda tanganinya. Meski begitu, hal itu sempat menghentikan serangan-serangan pesawat tempur Amerika dan pembunuhan-pembunuhan terhadap pejabat rezim sekuler Yaman selama lebih dari 20 hari.
Dengan menanda tangani gencatan senjata tersebut, Amir Al-Qaeda Semenanjung Arab Nashir Al-Wuhaisyi telah menghilangkan peluang presiden Yaman Manshur Hadi untuk menjustifikasi serangan-serangan pesawat tempur Amerika dengan alasan pihak lain ~yaitu Al-Qaeda Semenanjung Arab~ tidak menghendaki perdamaian.
Demikian analisa seorang mantan jihadis Al-Qaeda, Rashad Muhammad Sa'id Abul Fida', sebelum kembalinya presiden Manshur Hadi pada Sabtu lalu dan kemudian mengizinkan serangan-serangan pesawat tempur Amerika tanpa alasan. Bukannya Al-Qaeda Semenanjung Arab yang menolak penanda tanganan gencatan senjata sehingga menjadi alasan bagi presiden Manshur Hadi (untuk mengizinkan serangan-serangan pesawat tempur Amerika), justru presiden Manshur Hadi yang menolak penanda tanganan gencatan senjata sehingga menjadi alasan bagi Nashir Al-Wuhaisyi, yang melempar bola ke tengah lapangan para penengah gencatan senjata, menurut analisa Abul Fida'.
Gencatan senjata yang belum ditanda tangani oleh presiden Manshur Hadi itu telah dicederai kemarin lusa dengan jatuhnya sembilan warga sipil di propinsi Ma'rib yang gugur oleh serangan drone Amerika, maka bisa diperkirakan pihak lainnya ~Al-Qaeda Semenanjung Arab~ akan mencederainya pula dengan caranya sendiri. Seperti yang telah terjadi pada gencatan senjata sebelumnya, dengan membunuh enam perwira tinggi militer Yaman, setelah serangan pesawat tempur Amerika membunuh enam anggota Al-Qaeda di propinsi Hadramaut dan Baidha' .
Karena peristiwanya saat ini terjadi dalam kondisi seperti ini, maka bisa jadi operasi pembalasan yang dilakukan oleh Al-Qaeda Semenanjung Arab tidak akan mendapatkan kemarahan rakyat Yaman, berbeda halnya dengan operasi pembunuhan terhadap perwira militer Yaman sebelumnya. Bahkan, sekalipun operasi-operasi pembalasan Al-Qaeda Semenanjung Arab akan meluas, khususnya karena kemarahan rakyat Yaman meningkat terhadap serangan-serangan drone Amerika di Yaman Selatan. Sebelumnya rakyat Yaman diam saja sehingga Amerika meningkatkan secara tajam kwantitas serangan-serangan dronenya di Yaman Selatan.
Memuncaknya kemarahan rakyat Yaman itu diekspresikan dengan pemblokiran jalan raya oleh penduduk kota Radda', di mana mereka juga mengangkat panji-panji hitam yang biasa dibawa oleh Al-Qaeda Semenanjung Arab, sebagai bentuk protes atas serangan-serangan drone AS. Tindakan serupa dilakukan oleh penduduk propinsi Ma'rib, setelah serangan drone AS terakhir pada lusa kemarin.
Rakyat Yaman Selatan memblokir jalan dan memprotes serangan biadab drone AS yang dilegalkan oleh rezim boneka Manshur Hadi
Hanya beberapa jam sebelum drone-drone AS kembali membombardir Yaman Selatan, pemerintah Yaman melakukan pengamanan ekstra ketat di ibukota Shan'a sebagai bentuk antisipasi atas kemungkinan serangan balasan atas bombardir drone-drone AS. Hal itu membuktikan adanya koordinasi terpadu antara rezim Yaman dengan tentara AS dalam melakukan serangan-serangan drone di Yaman Selatan.
Wilayah udara kawasan Qaifah, kota Radda' dalam propinsi Baidha' telah menjadi ajang berputar-putarnya secara massif pesawat-pesawat tempur AS, baik pesawat mata-mata maupun pesawat-pesawat pembom. Ada kemungkinan serangan-serangan pesawat tempur AS dalam beberapa waktu ke depan akan terjadi di lebih dari satu propinsi di Yaman Selatan, khususnya di propinsi Hadramaut, Ma'rib, Baidha' dan Shabwah.
Setelah melakukan tindakan-tindakan pengamanan ekstra ketat di ibukota Shan'a selama beberapa minggu terakhir, pemerintah Yaman dan militer Amerika mungkin ingin mengetahui sejauh mana Al-Qaeda Semenanjung Arab masih mampu memberikan serangan balasan.
Namun Al-Qaeda Semenanjung Arab tidak tergesa-gesa melakukan serangan balasan ketika pengamanan sedemikian ketat seperti kondisi saat ini. Menunda operasi balasan jauh lebih penting dari melaksanakan operasi balasan yang menurut perhitungannya akan gagal atau skalanya tidak sebanding dengan besarnya operasi serangan yang dilakukan oleh musuh. Terkadang, Al-Qaeda Semenanjung Arab mengesankan kepada musuh-musuhnya bahwa serangan-serangan musuhnya melemahkan Al-Qaeda, sehingga perhitungan musuh akan keliru sepenuhnya.
Di samping Al-Qaeda Semenanjung Arab mendapatkan dukungan sangat luas dari rakyat Yaman, akibat serangan-serangan pesawat tempur Amerika, khususnya di wilayah-wilayah  persukuan; Al-Qaeda Semanjung Arab juga menegaskan hal yang selama ini selalu mereka ulang, yaitu penjajahan Amerika atas Yaman. Rakyat yang hidup di wilayah-wilayah yang selalu menjadi ajang perputaran dan bombardir pesawat-pesawat tempur AS bisa membaca pesan Al-Qaeda tersebut sesuai apa yang diinginkan oleh Al-Qaeda.
Sesungguhnya serangan-serangan pesawat tempur AS telah mengusung pemikiran dan membuka pintu lebar-lebar bagi banyak rakyat Yaman untuk bergabung dengan Al-Qaeda Semenanjung Arab. Serangan-serangan pesawat tempur AS telah menjadikan AS sebagai musuh bersama bagi suku-suku Yaman yang anggotanya gugur oleh serangan pesawat tempur AS dan Al-Qaeda yang anggotanya berasal dari suku-suku tersebut.
Meskipun sejak lebih dari setahun lalu AS sengaja membunuh setiap orang yang "dicurigai" menjadi anggota Al-Qaeda, meskipun ia bukan termasuk jajaran komandan Al-Qaeda, untuk mencegah kemajuan Al-Qaeda dan menghalangi sambutan suku-suku terhadap Al-Qaeda; namun AS telah menciptakan kondisi yang justru mendekatkan Al-Qaeda dengan rakyat, sehingga bergabung dengan Al-Qaeda merupakan jalan pintas untuk menuntut balas atas kerabat-kerabat mereka yang dibunuh oleh serangan pesawat-pesawat tempur AS.
Ismail atau Abdurrahman bin Jamil yang dibunuh oleh pesawat tempur AS pada Sabtu lalu di propinsi Ma'rib adalah saudara kandung dari salah seorang komandan Al-Qaeda Semenanjung Arab, Ali bin Said bin Jamil atau yang lebih dikenal dengan panggilan Muwaahid Al-Ma'ribi, yang dibunuh oleh drone AS pada 2011 lalu di propinsi Abyan, saat kelompok Anshar Syariah memerintah propinsi tersebut.
Drone AS secara brutal membombardir pemukiman warga sipil muslim di Yaman Selatan
Hal yang memperparah keadaan adalah Amerika, tidak seperti biasanya dalam melakukan serangan pesawat udara di Yaman, membombardir kawasan-kawasan padat penduduk jika di kawasan-kawasan tersebut ada target yang sedang diincar. Seperti yang terjadi dalam serangan pesawat tempur AS baru-baru ini di propinsi Ma'rib. Amerika mengira dengan bombardier seperti itu maka penduduk wilayah tersebut akan mengusir para pejuang Al-Qaeda.
Ternyata serangan brutal pesawat tempur AS itu hanya mendorong masyarakat setempat untuk memblokir jalan-jalan raya, sebagai protes atas serangan brutal pesawat tempur AS. Jika serangan-serangan brutal itu tidak berhenti, tidak menutup kemungkinan akan ada reaksi lebih besar lagi dari rakyat Yaman, seperti yang terjadi pasca terbunuhnya Syaikh Jabir Asy-Syabhwani oleh serangan pesawat tempur AS.
Dukungan Ikhwanul Muslimin memotivasi pasukan AS untuk berperang
Untuk meraih tujuan-tujuannya secara lebih mudah dari waktu-waktu sebelumnya dan guna mengintensifkan operasi militernya di Yaman tanpa khawatir atas reaksi apapun, AS mengandalkan dukungan media massa yang dipersembahkan oleh media massa Hizbut Tajammu' Al-Yamani lil-Ishlah "Partai Persatuan Yaman untuk Reformasi" (Ikhwanul Muslimin di Yaman) dan dukungan informasi yang diberikan oleh partai yang sama. Hal itu setelah dicapai kesepakatan yang tidak diumumkan kepada publik, yang menuntut dukungan Ikhwanul Muslimin Yaman kepada Amerika dalam memerangi Al-Qaeda, sebagai imbalan dari dukungan Amerika kepada Ikhwanul Muslimin Yaman dalam menghadapi rezim mantan Presiden Ali Abdullah Shalih.
Meskipun Amerika belum mendukung Ikhwanul Muslimin Yaman dalam skala yang diharapkan, sehingga hal itu mendorong Abdurrahman Bafadhil mengajak wakil-wakil rakyat Hadramaut untuk memboikot rapat-rapat Parlemen Yaman sampai pesawat-pesawat tempur AS menghentikan serangannya, padahal sebelumnya Abdurrahman Bafadhil termasuk kelompok orang yang menyambut hangat kehadiran Amerika dan pesawat-pesawat tempurnya, seperti pernyataan yang ia berikan di stasiun TV Al-Jazeera; namun Ikhwanul Muslimin Yaman ternyata berdiri di samping Amerika dengan sebuah dukungan yang Amerika sendiri belum pernah membayangkannya.
Dukungan media massa Ikhwanul Muslimin terhadap Amerika diwujudkan dalam pemberitaan media massa-media massanya yang secara terus-menerus menyatakan bahwa Al-Qaeda Semenanjung Arab loyal kepada rezim Ali Abdullah Shalih, sehingga rakyat Yaman bisa menerima operasi serangan pesawat tempur Amerika terhadap Al-Qaeda, seperti halnya penerimaan rakyat Yaman operasi politik AS terhadap rezim Ali Abdullah Shalih. Dalam pandangan media massa Ikhwanul Muslimin Yaman, Al-Qaeda adalah alat di tangan rezim Ali Abdullah Shalih.
Adapun dukungan militer terhadap Amerika memiliki banyak bentuk. Selain memberikan pasokan informasi kepada pesawat tempur tanpa awak (drone) AS dan pesawat tempur berawak AS, Hizbut Tajammu' Al-Yamani lil-Ishlah dan letjend Ali Muhsin Al-Ahmar panglima militer kawasan Barat Laut Yaman memiliki peranan besar dalam memobilisasi gerakan Shahwat atau yang mereka namakan Al-Lijan Asy-Sya'biyah (komite milisi rakyat) di propinsi Abyan untuk memerangi Al-Qaeda.
Mayoritas anggota yang dimobilisasi di distrik Mawadiyah, propinsi Abyan untuk bergabung dalam barisan Al-Lijan Asy-Sya'biyah adalah anggota-anggota Ikhwanul Muslimin Yaman. Itulah sebabnya beberapa kali Al-Qaeda menargetkan beberapa tokoh dalam marga 'Asyal di distrik Mawadiyah, propinsi Abyan yang menjadi pimpinan-pimpinan Hizbut Tajammu' Al-Yamani lil-Ishlah.
Konvoi mujahidin AQAP / Anshar Shari'ah Yaman menyambut delegasi ulama yang memfasilitasi negosiasi pembebasan tawanan puluhan tentara rezim Yaman di distrik Waqar propinsi Abyan
Sumber-sumber dalam kelompok Al-Qaeda melaporkan bahwa peperangan-peperangan terakhir yang terjadi di propinsi Ma'rib, yang diberitakan sebagai peperangan antara Al-Qaeda melawan suku-suku, sebenarnya adalah peperangan antara pejuang Al-Qaeda dengan kelompok bersenjata yang memiliki kaitan dengan Hizbut Tajammu' Al-Yamani lil-Ishlah.
Sumber-sumber itu menyatakan Hizbut Tajammu' Al-Yamani lil-Ishlah menerjuni peperangan-peperangan di Yaman dengan memakai nama 'suku-suku Yaman", sama persis dengan peperangan-peperangan yang diterjuninya di pinggiran Shan'a, tepatnya di wilayah Nahm dan Arhab, melawan Garda Republik Yaman dengan mengatas namakan "suku-suku pendukung revolusi". Berbeda halnya dengan peperangan-peperangan yang diterjuninya di propinsi Jauf melawan kelompok Syiah Houtsi selama masa yang dinamakan "revolusi", karena dalam pertempuran-pertempuran tersebut Al-Qaeda berperan serta aktif, bahkan pasukan Ikhwanul Muslimin di propinsi Jauf tidak meraih kemajuan penting apapun kecuali dengan ikut sertanya Al-Qaeda dalam pertempuran mereka.
Kembali kepada hal-hal yang disebutkan di awal tulisan ini, nampaknya hari-hari mendatang akan menyaksikan tindakan kekerasan-kekerasan dalam bentuk yang berlainan. Ada kecenderungan yang kuat dari pihak Amerika untuk menggunakan kekuatan militer dan inteijen sebagai solusi, diimbangi oleh kepatuhan resmi rezim Yaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di sisi lain ada ketidak percayaan dari Al-Qaeda yang akan menghalangi proses "perundingan damai" apapun yang mungkin terpaksa akan diambil oleh AS dan rezim Yaman, saat pilihan militer dan intelijen membuktikan kegagalannya.
Bagi Amerika sendiri yang masih terus membunuhi warga-warga Yaman lainnya selama bulan-bulan yang telah lalu, maka semua korban yang gugur pada akhirnya adalah warga Yaman juga. Amerika tak akan peduli jika pembunuhan terhadap warga Yaman terus berlanjut, sekalipun akhirnya seluruh rakyat Yaman terbunuh.

Abdur Razzaq Al-Jamal
Harian Al-Yaman Al-Yaum
Senin, 21 Januari 2013 M
(muhib almajdi/arrahmah.com)

08.17 , ,
Banyak terdapat kata KAMI di dalam Al-Qur'an sehingga hal tersebut menjadi senjata andalan bagi Kristen untuk menyerang akidah Muslim:

Mereka berpendapat bahwa kata KAMI dalam Al-Qur'an menunjukkan ada lebih dari satu oknum artinya ada lebih dari satu Tuhan..

Memang benar kata KAMI baik dalam Al-Qur'an maupun KBBI kata KAMI menunjukkan ada lebih dari satu oknum..

Berhubung penjelasan kata KAMI dalam Al-Qur'an sudah di share sebelumnya:

Sekarang mari kita lihat persamaan dan perbedaan kata KAMI dalam kitab Islam dan kristen:

Kebanyakan orang kristen ngotot bahwa kata kami dalam Al-Qur'an menunjukkan adanya Tuhan lebih dari satu tetapi anehnya kristen sendiri tidak mau mengakui bahwa kata KAMI dalam kitab sucinya menunjukkan lebih dari satu Tuhan,dan mereka kebanyakan tidak menyangka bahwa di dalam kitabnya sendiri terdapat kata KAMI:

Dalam Islam malaikat bukanlah Tuhan dan Muhammad bukanlah Tuhan juga tetapi hanya sebatas Utusan saja,dan Tuhan yang sesungguhnya hanyalah Allah SWT.

Dalam kristen Yesus di anggap Tuhan,Roh Kudus Di anggap Tuhan, dan Allah bapanya yesus di anggap Tuhan pula..

Kalo kristen masih ngotot bahwa kata KAMI itu menunjukkan ada Tuhan lebih dari satu maka di bawah ini bukti bahwa kristen punya Tuhan lebih dari satu:

Yohanes 14:23
Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan KAMI akan datang kepadanya dan diam BERSAMA-SAMA DENGAN DIA.

Perhatikan kata "KAMI" dan "BERSAMA-SAMA DENGAN DIA" ayat satu di atas menunjukkan bahwa kristen punya Tuhan lebih dari satu.

Bukti bahwa yesus di anggap tuhan adalah:

I Korintus 8:6
namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Lihat perkataan paulus sang rasul yang di cintai setengah mati oleh kristen,terdapat tambahan perkataan "satu Tuhan saja yaitu Yesus Kristeus".

Bukti tambahan ayat di atas adalah :

Yakobus 2:19
Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Dalam Yakobus 2:19 di atas tidak terdapat kata "SATU TUHAN SAJA YAITU YESUS KRISTUS" tetapi "HANYA ADA SATU ALLAH SAJA" ga di sebutkan nama yesus di situ.

NB:
Jadi intinya jika kristen menganggap kata KAMI dalam Islam menunjukkan bahwa Islam punya Tuhan lebih dari satu adalah salah besar karena yang mempunyai Tuhan lebih dari satu adalah Kristen sendiri..

Inilah bukti lebih lanjut bahwa Yesus dan Allah itu adalah dua tuhan yang di sembah kristen:

Markus 16:19.
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

22.23 , ,
Roh (bahasa Arab: روح, ruuh) adalah unsur non-materi yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan.

Pandangan Islam

Ruh-ruh manusia ketika berada di alam ruh

Menurut agama Islam, manusia merupakan makhluk terakhir yang diciptakan Allah Ta'ala, setelah diciptakan-Nya makhluk lain seperti malaikat, jin (Iblis), alam semesta, hewan (binatang), tumbuhan dan lainnya. Allah menciptakan manusia dengan dipersiapkan untuk menjadi makhluk yang paling sempurna. Karena, manusia diciptakan untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi dan memakmurkannya.
Pada persiapan pertama, Allah mengambil perjanjian dan kesaksian dari calon manusia, yaitu ruh-ruh manusia yang berada di alam arwah. Allah mengambil sumpah kepada mereka sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an di dalam surah Al A'raf, yang berbunyi
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul, (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al A’raf: 172)
Dengan kesaksian dan perjanjian ini maka seluruh manusia lahir ke dunia dianggap sudah memiliki nilai, yaitu nilai fitrah beriman kepada Allah dan ajaran yang lurus.

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. QS. al-isra 85

Ruh Manusia

Alqur’an sendiri telah menegaskan, bahwa Ruh itu adalah urusan-Nya, Kita tidak tahu melainkan sedikit, akan pengetahuan manusia.

Ruh ibarat Energi, ruh dalam lafadz arab, berasal dari kata “riih” رياح yang maknanya angin.

Contoh:
Dalam ilmu pengetahuan eksak, gerakan angin itu terjadi karena reaksi energi elektromagnetic, yang terus bergerak, energi elektromagnetic ini dalam unsur atom di sebut elektron yang kita rasakan sebagai energi aliran listrik. Dan ternyata, tiada satupun profesor di dunia yang dapat menjelaskan apakah listrik itu dengan paten, seperti halnya tiada seorang ulama’ yang dapat menjelaskan apakah ruh itu.

Yang kita tahu, hanyalah sebatas pengertian bahwa, ruh itu adalah energi yang dapat menghidupkan benda organik, sedangkan listrik itu adalah energi yang dapat menghidupkan benda anorganik.

Jadi, ruh itu bukanlah seperti di film atau yang biasa di sebut oleh orang kristen yang mengatakan bahwa allah itu roh yang berbentuk bayangan, atau asap, sungguh berlepas diri tentang hal itu.

Begitu juga listrik, bukan lah petir yang berapi, terang, seperti dalam gambar, itu hanyalah reaksi percikan api, yang panas, sedangkan listrik sendiri tidak berwarna, tidak terlihat, juga bukan kalor atau panas.

Kesimpulanya

RAGA itu di kendalikan oleh AQAL dan NAFSU yang terletak dalam QOLBU yang dapat hidup karena ada RUH dengan KUASA Allah 

Pandangan Kristen

Roh atau roh ( Ibrani רוח baca: ru-ach ) adalah unsur ketiga yang membentuk kehidupan manusia. Paulus menyebutkan bahwa manusia terdiri dari tiga unsur: roh, jiwa dan tubuh (1 Tes 5:23). Unsur tubuh jasmani adalah wadag yang dapat kita raba, jiwa disebut juga nyawa ada di dalam darah, sedangkan unsur ketiga yaitu roh adalah yang memberi manusia kesadaran. Tubuh jasmani dapat binasa, tetapi roh manusia bersifat kekal.

Allah adalah Roh

Kepercayaan Kristen mengakui bahwa Allah adalah Roh (Yohanes 4:24). Yesus Kristus menyebut Allah sebagai bapa Bapa sehingga dalam pemahaman Kristen, maka Bapa juga adalah Roh.

Roh Kudus

Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri, atau Roh TUHAN itu sendiri. Roh Kudus tidak diciptakan, melainkan keluar dari Bapa (Yohanes 15:26). Roh Kudus hanya satu, namun dapat sekaligus memenuhi sejumlah besar manusia dan memberikan rupa-rupa karunia Roh (1 Korintus 12:4)

Arwah

Arwah adalah roh manusia yang sudah meninggal dunia. Kristen mempercayai bahwa setiap arwah orang benar, ketika mereka meninggal, arwahnya ditempatkan oleh Malaikat Tuhan ke Firdaus Allah yaitu ke pangkuan Abraham(Lukas 16:23), sedangkan orang yang tidak benar maka arwahnya akan ditempatkan di Hades.

Roh-roh jahat

  • Iblis disebut juga Satan dipercayai Kristen sebagai seorang pribadi roh (tunggal, bukan jamak) yang berasal dari penghulu malaikat yang memberontak kepada Allah, lalu diusir dari Sorga.
  • Setan-setan yang juga disebut roh-roh jahat bermakna banyak, adalah sepertiga jumlah malaikat yang terpengaruh Iblis, ikut memberontak, dan lalu diusir dari Sorga, dan dijatuhkan ke Bumi. Baik Iblis maupun roh-roh jahat mempunyai kecenderungan menggoda umat manusia supaya berbuat dosa agar kelak mendapat hukuman Tuhan di Neraka setelah Hari Penghakiman
Menurut KBBI online yang merefleksikan gagasan penguasa mengenai definisi kata “roh”, kata “roh” bermakna sebagai berikut:
roh n 1 sesuatu (unsur) yg ada dl jasad yg diciptakan Tuhan sbg penyebab adanya hidup (kehidupan); nyawa: jika — sudah berpisah dr badan, berakhirlah kehidupan seseorang; 2 makhluk hidup yg tidak berjasad, tetapi berpikiran dan berperasaan (malaikat, jin, setan, dsb); 3 ki semangat; spirit: kedamaian bagi seluruh warga sesuai dng — Islam;
Kudus Rohulkudus
Menurut kode bahasa umum yang digunakan dalam bahasa Indonesia formal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, roh adalah ciptaan atau roh adalah makhluk.
Berbeda dengan kode bahasa resmi yang digunakan dalam KBBI online, kode bahasa LAI, sebagaimana yang digunakan oleh Alkitab terjemahan bahasa Indonesia terbitan LAI, kata “ruh” dapat merujuk kepada makhluk (ciptaan), seperti ruh manusia, ruh jahat, ruh di udara, dsb; selain itu, kata “Ruh” juga dapat merujuk kepada bukan makhluk (bukan ciptaan), seperti merujuk ke substansi Allah atau wujud Allah. Penyebab dari hal ini adalah karena kata “ruh” digunakan untuk menerjemahkan kata πνευμαpneuma‘ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata רוחrûaħ‘ (Alkitab bagian Perjanjian Lama). Kedua kata dari Alkitab bahasa asli tersebut dapat merujuk kepada makhluk (ciptaan), seperti ruh manusia, ruh jahat, ruh di udara, dsb; tapi kata “Ruh” juga dapat merujuk kepada bukan makhluk (bukan ciptaan), seperti merujuk ke substansi Allah atau Dzat Allah.
Perbedaan kode bahasa khusus LAI dengan kode bahasa umum KBBI online menyebabkan Alkitab terjemahan LAI relatif sulit dipahami oleh masyarakat non-pengguna kode bahasa LAI. Alangkah lebih baik bila LAI menerjemahkan Alkitab dengan kode bahasa umum Indonesia yang mudah dipahami oleh masyarakat, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, atau kalau pun tidak, perlu mencantumkan kamus istilah dalam Alkitab terjemahannya.
Bila menggunakan kode bahasa umum, maka kata πνευμαpneuma‘ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata רוחrûaħ‘ (Alkitab bagian Perjanjian Lama) sebaiknya diterjemahkan dengan kata “dzat”, yang punya makna yang serupa dengan kata πνευμα ‘pneuma’ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata רוח ‘rûaħ’ (Alkitab bagian Perjanjian Lama) saat merujuk ke substansi atau wujud Allah. Penulisan kata “dzat” (dengan huruf “d”) perlu digunakan untuk membedakannya dari kata “zat” (tanpa huruf “d”). Kata “zat” (tanpa huruf “d”) merujuk ke zat dalam ilmu fisika, seperti zat cair dan zat padat. Sementara kata “dzat” adalah substansi atau wujud Allah yang sama sekali berbeda makna dengan kata “zat”.
Penulisan kata “dzat” (dengan huruf “d”) perlu digunakan untuk membedakannya dari kata “zat” (tanpa huruf “d”) untuk meminimalkan resiko salah paham dari masyarakat umum Indonesia yang asing dengan kode bahasa khusus LAI. Dengan kode bahasa yang umum, sejenis dengan yang digunakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kesimpulan
Penyebab istilah “Roh Kudus” dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia LAI sulit sekali dipahami oleh masyarakat pengguna kode bahasa umum adalah karena kata “roh” dalam kode bahasa umum KBBI online berarti ciptaan atau makhluk, sedangkan kata “roh” dalam kode bahasa khusus LAI dapat berarti ciptaan atau makhluk bila merujuk ke manusia, malaikat, roh jahat; tapi juga dapat berarti bukan ciptaan atau bukan makhluk, bila merujuk kepada substansi Allah atau wujud Allah. Agar Alkitab terjemahan LAI mudah dipahami oleh masyarakat luas pengguna kode bahasa umum, maka LAI perlu menerjemahkan Alkitab menggunakan kode bahasa umum. Praktisnya, kata πνευμα ‘pneuma’ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata רוח ‘rûaħ’ (Alkitab bagian Perjanjian Lama) diterjemahkan “ruh” saat merujuk ke ruh manusia,  dan diterjemahkan “dzat” saat merujuk ke substansi atau wujud Allah.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget