Articles by "Islam Timur Tengah"

Voice Of Muslim - Kaum Muslim seluruh dunia biasanya merayakan Idul Adha dengan bersuk acita, menikmati makanan yang enak serta menyantap daging kurban.   Akan tetapi di belahan yang lain, rakyat Suriah yang sangat kelaparan disuruh makan anjing, kucing dan keledai untuk bertahan hidup di negara yang dilanda perang tersebut.

Seorang Imam di kamp pengungsi Yarmouk ibukota Damaskus menfatwakan bahwa anjing, kucing dan keledai bisa dimakan “dalam keadaan darurat dan toko-toko makanan tidak cukup untuk memberi makan penduduk di bawah pengepungan.” Fatwa tersebut dikeluarkan saat shalat Jumat lalu di kamp Yarmouk yang telah dikepung selama berbulan-bulan oleh pasukan pemerintah Suriah.

Ummat Muslim yang mampu secara finansial diwajibkan untuk mengorbankan satu domba atau kambing atau bergabung dengan enam orang lainnya untuk mengorbankan unta atau sapi sebagai suatu tindakan ibadah selama empat hari perayaan Idul Adha. Idul Adha merupakan ritual memperingati bagaimana keikhlasan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah sebagai tindakan ketaatan dan kepatuhan.  IdulAdha adalah momen dimana Ummat Muslim seharusnya bersuka cita.
Akan tetapi kenyataan menyedihkan terlihat di kamp pengungsian di provinsi Idlib, Suriah utara. Idul Fitri dan Idul Adha dianggap seorang “tamu asing” yang datang ke daerah miskin.

“Sebelum krisis seperti ini kami bisa pergi ke toko dan membeli barang-barang, kami sangat senang,” kata Suad Zein salah satu warga di pengungsian. “Idul Fitri adalah liburan yang indah. Tetapi sekarang saya bahkan tidak bisa membelikan anakku celana, atau sepatu, atau bahkan sepotong roti.”
Suad Zein memiliki delapan anak, dia tidak dapat menafkahi mereka semua.  Mereka hidup dalam keputusasaan.

“Kami tidak punya apa-apa untuk merayakan Idul Adha. Dulu kami merayakan dengan makanan, minuman dan kue.  Sekarang kami tidak punya apa-apa,” kata warga Suriah yang lain dengan putus asa.

Kasus buruk serupa juga terjadi di kamp-kamp pengungsi di luar Suriah.  Di kota pesisir Libanon, Sidon, rasa putus asa sangat terasa di antara pengungsi miskin Suriah. Mereka tidak bisa merayakan lebaran seperti halnya Ummat Islam yang lain.

“Saya tidak ingin meninggalkan rumah,” Fatima bercerita sambil terisak. Fatima (32), ibu dari empat orang yang meninggalkan Aleppo setelah anggota keluarga tewas dan bisnis suaminya hancur oleh perang tahun lalu. Fatima sekarang tinggal di sebuah sekolah yang penuh sesak dengan keluarga Suriah lainnya di kamp pengungsi Ein volatil al- Helweih, pemukiman terbesar Libanon yang dibuat untuk pengungsi Palestina lebih dari 60 tahun yang lalu.

“Saya sangat bersimpati terhadap rakyat Palestina karena mereka hidup dalam kondisi yang buruk, dan saya tahu bahwa kita membuat situasi semakin buruk,” katanya dengan sedih.
Dalam keadaan putus asa dan sangat membutuhkan uang, Fatima terpaksa menjual dua selimut keluarganya seharga 15 dolar.

“Anak-anak saya tidak memiliki sepatu dan aku tidak dapat membelinya. Guru-guru mereka mengatakan bahwa mereka harus datang dengan sepatu yang layak. Anakku secara psikologis telah terkoyak. Dia duduk sendirian di sekolah sementara anak-anak lain bermain bersama . Dia tidak seperti ini sebelumnya. Fatima berharap bahwa ummat Muslim di seluruh dunia bisa melihat bagaimana kesedihan yang menimpa mereka. (M1/haninmazaya/arrahmah.com)

Voice Of Muslim - Pemerintah Iran menegaskan mereka tidak akan membiarkan Barat melancarkan serangannya ke Suriah. Presiden Iran Hassan Rohani mengatakan, Iran akan melakukan segala upaya mencegah agresi militer terhadap rezim Bashar al-Assad yang mereka dukung.

Diberitakan Al-Jazeera yang mengutip Press TV, Kamis 29 Agustus 2013, hal ini disampaikan Rohani pada Presiden Rusia Vladimir Putin melalui sambungan telepon. Kedua negara ini memang dikenal sebagai pendukung nomor wahid rezim Suriah.

"Aksi militer akan memiliki dampak yang besar terhadap kawasan. Penting sekali untuk menerapkan seluruh upaya untuk mencegahnya," kata Rohani.

Dalam laporan percakapan kedua kepala negara, Rohani mengatakan bahwa Iran dan Rusia sama-sama berupaya agar serangan militer tidak dilakukan. Rohani bahkan menyebut agresi militer terhadap Suriah adalah "pelanggaran terbuka" terhadap hukum internasional.

Barat yang digawangi Amerika Serikat, Inggris dan Prancis sebelumnya menggelontorkan wacana aksi militer. Hal ini juga disampaikan Inggris dalam draft resolusi di Dewan Keamanan PBB yang akhirnya ditolak.

Barat menganggap pihak Assad sudah keterlaluan karena menyerang warga sipil dengan senjata kimia, menewaskan 1.700 orang. Kesimpulan penggunaan senjata kimia ini disampaikan para kepala negara, termasuk Barack Obama.

Rohani mengatakan bahwa Iran juga mengutuk penggunaan senjata kimia. Namun dia menghimbau semua pihak untuk berkepala dingin dan mencari fakta soal digunakannya senjata itu di wilayah Ghouta. Hal serupa disampaikan Rusia saat menolak draft resolusi Inggris di DK PBB.

"Penilaian yang terlalu dini sangat berbahaya, sebelum adanya klarifikasi yang menunjukkan bahwa Suriah benar-benar menggunakan senjata kimia," kata Rohani.

Voice Of Muslim - Eskalasi krisis keamanan di Suriah terus meningkat, seiring dengan pernyataan pejabat Amerika Serikat tentang niat negeri adidaya itu untuk melakukan aksi militer terhadap Suriah, Selasa lalu (27/8/2013).



Tapi bagaimana dengan negara-negara lain? Siapa yang mendukung aksi militer AS terhadap Suriah, dan siapa pula yang menentang?





Pendukung

Amerika Serikat
Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry menuding rezim Assad menggunakan senjata kimia untuk menyerang rakyatnya. Kapal-kapal perang Amerika pun telah berada di kawasan Mediterania sehingga spekulasi serangan Amerika ke Suriah terus menguat. Para analis percaya bahwa aksi militer Amerika akan dilakukan dari laut, dan menargetkan penghancuran instalasi-instalasi militer Suriah.

Inggris
Sebagai sekutu utama Amerika, Inggris pun menyatakan dukungannya terhadap aksi militer terhadap Suriah. Alasan utama pembenaran ide serangan militer terhadap Suriah adalah bahwa penggunaan senjata kimia "tidak bisa digunakan secara bebas dan lepas dari hukuman".

Prancis
Prancis adalah negara barat pertama yang mengakui koalisi oposisi Suriah, dan mengakuinya sebagai perwakilan resmi Suriah. Bahkan Prancis melobi agar Uni Eropa boleh menyuplai lebih banyak senjata ke pemberontak yang berniat menjungkalkan rejim Assad.

Turki
Negara ini sudah sejak awal mendukung upaya penggulingan Presiden Bashar al-Assad. Sehari sebelum Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel mengatakan pasukan negaranya siap melancarkan serangan terhadap rezim Suriah atas tuduhan serangan-serangan dengan menggunakan senjata kimia, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu menyatakan negaranya siap bergabung dengan koalisi internasional yang ingin menyerang Suriah, bahkan tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB sekalipun.

Saudi Arabia

Negara monarki ini secara terang-terangan membiayai dan memasok barisan oposisi sekuler untuk menggulingkan rezim Assad. Bahkan mantan Dubes Saudi untuk Amerika Pangeran Bandar bin Sultan dikabarkan giat menggalang dukungan internasional untuk membantu pasukan oposisi di Suriah.

Israel
Israel telah melancarkan serangan terhadap Suriah, sedikitnya 3 kali pada tahun ini. Pejabat Israel mengutuk penggunaan senjata kimia yang dikabarkan dipakai oleh rezim Assad. Spekulasi serangan militer Amerika terhadap Suriah membuat sipil Israel memborong masker gas.


Penentang

Lebanon
Menteri Luar Negeri Lebanon Adana Mansour menilai aksi militer terhadap Suriah tidak akan memberikan solusi perdamaian bagi kawasan. Di Lebanon, terdapat pengungsi Suriah dengan jumlah terbanyak dibandingkan negara-negara lain. Kalangan Syiah mendukung rezim Assad dengan turut berperang di Suriah, sementara penganut Sunni berperang bersama pasukan oposisi.

Iran
sebagai negara Syiah, Iran adalah negara pendukung utama rezim Assad. Menurut Iran, justru "pemberontaklah" yang menggunakan senjata kimia. Pejabat Iran pun mengingatkan petinggi PBB yang berkunjung ke Teheran bahwa serangan militer terhadap Suriah hanya akan mengakibatkan kerugian sangat serius bagi negeri itu.

Rusia
Dalam hal ini, Rusia lebih menghendaki adanya solusi yang bersifat politis daripada militer. Rusia secara tajam mengkritik ide-ide Barat yang ingin menyerang Suriah. Menurut Rusia, setiap aksi yang dilakukan di luar persetujuan Dewan Keamanan PBB akan menimbulkan kehancuran yang luar biasa bagi negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara.

China
Seperti halnya Rusia, China juga menolak ide serangan militer terhadap Suriah di Dewan Keamanan PBB. Kantor Berita Xinhua menyebutkan bahwa kekuatan negara Barat terlalu terburu-buru membuat kesimpulan tentang siapa yang sebenarnya menggunakan senjata kimia di negeri itu, karena tim investigasi dari PBB pun belum rampung menyelesaikan inspeksinya.

sumber: antara

Voice Of Muslim - Mengenakan jaket loreng, celana kargo khaki, dan bersepatu boot, beberapa wanita ini tidak kenal takut. Menyandang senapan pemburu, dia siap meledakkan kepala-kepala tentara pembantaian suruhan rezim Bashar al-Assad di Suriah.
Para penembak jitu ini seakan menentang anggapan umum: Wanita jangan dekat-dekat medan perang. Bertindak sebagai penembak jitu alias sniper. Para wanita ini menjadi andalan pemberontak di beberapa kota di Suriah itu untuk membunuh para tentara Assad.

Tugas ini, ujarnya, membutuhkan kesabaran, kecepatan dan kecerdasan. Dia mengaku harus duduk berjam-jam menunggu warga sipil menyingkir dari jalan dan tentara Suriah masuk dalam kekerannya. Masuk dalam jangkauan tembak, pelatuk ditarik, beberapa tentara tertembus peluru.

PBB mencatat, lebih dari dua tahun konflik Suriah berlangsung, korban tewas melampaui 60.000 orang. Bashar al-Assad bersikeras tidak akan turun tahta dan tetap menggempur warga sipil, dengan dalih mencari pemberontak. Sementara itu upaya komunitas internasional juga belum membuahkan hasil.

Berikut salah satu kisah Guevara, Sniper Wanita di Medan Perang Suriah.

"Guevara", wanita di kota Aleppo, mengambil nama tokoh revolusi Argentina, bekas guru bahasa Inggris ini sering bertempur bersama dengan sekitar 30 orang pria menghadapi tentara yang beringas.
Dia tergerak turun ke medan juang setelah dua anaknya yang berusia 10 dan tujuh tahun tewas terbunuh beberapa bulan lalu. Saat itu, rumahnya digempur jet tempur pemerintah Suriah. Guevara ingin menuntut balas.

Dia mengatakan, sangat ingin membunuh para tentara Suriah di kotanya. "Saya suka berperang. Ketika saya melihat teman saya di katiba (salah satu divisi pemberontak) terbunuh, saya ingin mengambil senjata dan balas dendam," kata Guevara


 Posnya adalah di berbagai gedung yang telah kosong di Aleppo. Dengan senapan di tangan dan mata setajam elang, Guevara membidik calon korbannya.

Guevara mengatakan dia telah menembak sedikitnya empat atau lima orang tentara. "Ini membuat kami senang. Ketika tembakan saya mengenai salah satu dari mereka, saya teriak 'Yes!'," kata dia.

Wanita cantik ini berasal dari Palestina dan pernah menjalani latihan militer yang digelar Hamas di Lebanon. Dia bahkan tergabung dengan partai bawah tanah warga Palestina untuk menggulingkan Bashar al-Assad.

Pernikahannya dengan suaminya yang pertama gagal karena dia menganggap lelaki itu kurang militan. Dia juga mengancam meninggalkan suaminya yang baru, seorang komandan brigade tempur pemberontak, jika tidak diizinkan terjun berperang.

Dia pernah melihat lebih dari 100 mayat dalam beberapa bulan terakhir. Dia sendiri sering bersinggungan dengan malaikat maut. Salah satunya saat sebuah bom meledak dekat mobil yang dikendarainya beberapa waktu lalu.


Video-video para sniper wanita di Suriah


Voice Of Muslim - 27 Juli 2013 adalah hari yang tak akan dilupakan oleh orang Mesir selamanya, peristiwa pembantaian itu telah membuat lubang besar dalam memori sejarah orang-orang Mesir yang mulia.

Saat aparat kementerian dalam negeri rezim pemerintahan kudeta militer dengan bantuan para preman-yang didirikan dan dipersiapkan oleh aparat keamanan di era rezim Mubarak untuk hari naas seperti saat ini di Mesir- Mereka membunuh lebih dari dua ratus orang Mesir dalam pembantaian yang disaksikan oleh mata dunia.


Peristiwa pembantaian itu berlangsung di saat media mainstrem Mesir dan media Arab memainkan peran penting dalam menciptakan ketegangan dan menyalakan bara api dalam masyarakat yang menyerang seluruh rumah-rumah rakyat Mesir, jadilah rakyat Mesir terjatuh dalam benturan sesama mereka.
Berikut adalah video-video yang akan menjadi catatan sejarah dan akan menjadi saksi kekejaman dan penumpahan darah yang disebabkan oleh elit-elit politik, media, militer yang rusak dan korup yang disaksikan oleh dunia dengan menjadi agen Amerika dan Israel, kunjungan El-Baradae ke Israel pasca kudeta masih segar dalam ingatan kita. Syuhada pertama pada pembantain Rabaa


Tindakan medis rumah sakit lapangan Rabaa korban penembakan peluru panas

kepala menjadi sasaran sniper aparat keamanan pemerintahan kudeta militer

Seorang demonstran yang bisu menuliskan kalimat syahadat setelah menderita dengan kepala retak pada pembantaian Rabaa 
 

Korban-korban sekarat setelah aparat kudeta melepaskan tembakan ke arah demonstran Rabaa

Salah seorang demonstran yang kehilangan salah satu matanya menceritakan bagaimana awal mula serangan aparat polisi dan preman ke demonstran Rabaa

Voice Of Muslim - Sebuah video yang merekam penembakan jama’ah shalat di sebuah masjid di Mesir beredar, Sabtu (6/7). Tampak dalam video berdurasi 6 menit 31 detik itu jama’ah shalat berhamburan setelah mereka ditembaki dalam posisi sujud. Mereka membatalkan shalatnya demi menyelematkan diri, termasuk orang-orang yang mengenakan kaos bergambar Presiden Mursi.

Setelah suara rentetan tembakan selesai, tampak umat Islam menyerbu ke arah tembakan. Terdengar kemarahan warga atas serangan itu, tetapi kemudian datang jet-jet (helikopter) tempur berputar-putar di atas mereka pada menit ke 5:30.

Lebih jelasnya, silahkan simak video di bawah ini:

Di negara ini, Rohingya dimuliakan dan dilindungi negara.

Voice Of Muslim - Tidak diakui Bangladesh dan Myanmar, orang-orang Rohingya juga tidak diterima di beberapa negara. Mereka terpaksa hidup sebagai imigran gelap, dipenjara dan dihinakan. Ini memang lebih baik ketimbang tetap di Myanmar, jadi sasaran kekerasan dan perkosaan.

Namun hal berbeda dialami oleh para pengungsi Rohingya di Arab Saudi. Etnis Rohingya sudah mengungsi ke negara ini sejak 45 tahun lalu, kebanyakan di kota Mekkah. Raja Abdul Aziz saat itu justru menawari etnis Rohingya untuk berlindung di negaranya.

Sejak itulah mereka mendapatkan kewarganegaraan sementara. Kegembiraan ratusan ribu orang Rohingya di Saudi semakin lengkap saat pada Maret lalu Saudi memberikan status kewarganegaraan gratis pada 250.000 orang Rohingya.
Berarti, kini mereka berhak atas fasilitas kesehatan, pendidikan dan pekerjaan yang setara dengan warga setempat.
"Dunia baru menyadari penderitaan Rohingya di Burma kurang dari setahun lalu. Tapi Arab Saudi adalah negara satu-satunya yang peduli penderitaan mereka sejak lama," kata Abdullah Marouf, sekretaris jenderal komunitas BUrma dan kepala Global Rohingya Center di Jeddah, dilansir Arab News.

"Arab Saudi telah mendukung kami Rohingya tahun 1968, saat Raja Abdul Aziz menerima imigran pertama imigran Burma. Izin tinggal tetap telah dikeluarkan untuk Rohingya tahun 1980 saat pemerintah Raja Saud," lanjut Marouf lagi saat berbicara pada forum Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah.

Selain itu, Rohingya juga telah melebur bersama warga Saudi. Ibrahim adalah salah satu orang Rohingya yang berhasil menyatu di Mekkah. "Alhamdulillah kami belajar bahasa Arab di sini, tumbuh di sini. Namun kami tidak melupakan bahasa asli kami, termasuk bahasa Rohingya," kata Ibrahim, dilansir Al Arabiya, Rabu 8 Mei 2013.

"Adik perempuanku menikah dengan orang Saudi. Dan saya, Alhamdulillah, telah tunangan dengan wanita Saudi," ujar pemuda ini lagi.

Pemerintah Saudi telah memasukkan komunitas Rohingya sebagai pendatang yang harus dilindungi negara. Artinya, Rohingya kebal beberapa hukum dan peraturan kependudukan dan tidak ada yang boleh menyakitinya.

Tidak hanya melindungi Rohingya di negaranya, pemerintah Saudi memberikan bantuan kepada etnis Muslim Rohingya di Myanmar. Agustus tahun lalu, atas perintah Raja Abdullah, Saudi menggelontorkan bantuan sebesar US$50 juta (Rp486 miliar) kepada Rohingya yang terkena konflik di Rakhine.

Voice Of Muslim - Kepala Anti-Teror Uni Eropa, Gilles de Kerchove menyebutkan, sedikitnya 500 orang yang berasal dari Eropa ditemukan tengah terlibat perperangan melawan Pasukan Pemerintah Suriah.
Kebanyakan mereka berkewarganegaraan Inggris, Irlandia, dan Prancis.

"(Para Teroris) ini ternyata tidak semuanya menjadi radikal ketika meninggalkan negaranya. Namun sebagian besar mereka ini dididik di sana (Suriah). Mereka terus dilatih disana," papar De Kerchove, seperti dikutip BBC, Rabu (24/4).

De Kerchove mengatakan kecemasannya jika mereka yang datang ke Suriah tersebut pulang ke kampung halamannya di Eropa. Dikhawatirkan mereka akan menjadi radikal dan melancarkan sejumlah teror di Eropa.

Menurut de Kerchove, warga Eropa yang datang ke Suriah tersebut bergabung dengan jaringan ekstrimis dan kelompok Al Qaedah. Mereka dilatih untuk melakukan teror dan serangan sebelum diikutkan untuk melawan tentara pro Assad.

"Kami melihat ini bisa memicu ancaman besar ketika mereka kembali ke negaranya," tambah De Kerchove.

De Kerchove memberikan perumpamaan seperti Belanda. Di negeri tulip itu, banyak warganya yang kembali dari Suriah telah menjadi radikal dan membuat ancaman teror di negaranya.

Sumber : ROL

DAMASKUS - Setidaknya 68 pria yang terdiri dari pemuda dan remaja tewas dieksekusi dengan tembakan di kepala dan leher di kota Aleppo, Suriah. Mayat-mayat tersebut ditemukan di sungai Quweiq, yang memisahkan kota Bustan Al-Qasr kabupaten Ansari di barat daya kota Suriah.

Seperti dilansir AFP, Rabu (30/1), seorang kapten Tentara Suriah, Abu Sada di tempat kejadian mengatakan, sedikitnya 68 mayat telah ditemukan dan masih banyak lagi korban yang harus diseret dari dalam air.

"Sampai sekarang kami telah mengangkut 68 mayat, sebagian dari mereka remaja. Tapi masih ada 100 orang lagi di dalam air dan kami berusaha untuk memulihkan mereka," ujar kapten Abu Sada.

Seorang relawan sambil membantu memuat salah satu mayat di truk mengatakan ,"Kami tidak tahu siapa mereka karena tidak ada ID pada mereka,". Setidaknya 15 mayat sudah diangkut ke dalam truk. Abu Sada mengatakan, mereka akan dibawa ke rumah sakit agar para keluarga dan kerabat dapat mengidentifikasi mereka. "Bagi yang tidak teridentifikasi akan dimakamkan di pemakaman umum," katanya.

Pekan lalu, organisasi aktivis Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) melaporkan lebih dari 100 orang dibantai di kota Homs oleh pasukan rezim pemerintah Suriah. Menurut laporan yang dikutip Reuters, para korban ditembaki, ditikam atau dibakar hingga tewas oleh para tentara Presiden Bashar al-Assad.

Menurut organisasi yang berbasis di Inggris ini, sebanyak 106 tewas terbunuh, termasuk wanita dan anak-anak di wilayah Basatin al-Hasawiya, pinggiran kota Homs, Selasa pekan lalu.

Pembantaian ini terjadi berbarengan harinya dengan dua ledakan di kampus Aleppo yang  menewaskan lebih dari 80 orang. Hal ini akan memperparah kondisi warga di Aleppo yang juga sedang berjuang melawan dingin di musim salju.

Aktivis mengatakan di antara para korban adalah keluarga besar Khazam yang berjumlah 17 orang. Rumah mereka di Basati al-Hasawiya dibom oleh pasukan Suriah. "Organisasi kami telah mempublikasikan nama 14 orang dalam satu keluarga, termasuk tiga anak kecil, dan kami dapat informasi satu keluarga besar terbunuh," ujat Rami Abdelrahman, kepala Syrian Observatory for Human Rights.

Banyaknya korban tewas tidak ayal akan memperpanjang angka kematian yang dirilis PBB beberapa waktu lalu. Menurut laporan PBB, sejak 22 bulan konflik, telah lebih dari 60.000 orang yang tewas.

Pemerintah Assad bergeming dengan tuntutan internasional dan menolak menyerahkan tampuk kekuasaannya pada kehendak rakyat. Dengan dalih menggempur sarang pemberontak, dia dengan bala tentaranya membunuh warga sipil, termasuk anak-anak tidak berdosa. dtc, viv

Mayat Syi'ah
SURIAH. – Kamis, 24 Januari 2013, salah seorang perwira Bashar Al-Asad yang membelot yang berada bandara militer Kwers mengatakan bahwa jasad pasukan Bashar Al-asad memenuhi bandara.

Komando Umum Tentara Pembebasan Suriah , melalui halaman di jejaring sosial Facebook, bahwa perwiran Al-Asad yang membelot itu berhasil keluar dengan selamat dari bandara. Di mana di tempat itu berlangsung pertempuran mereka dengan pasukan oposisi, dalam upaya pembebasan bandara tersebut dari pasukan Bashar Al-Assad.

Halaman tersebut menukil perkataan seorang perwira tersebut bahwa jasad dan mayat para perwira dan tentara memenuhi tempat itu dan bagian tubuh mmereka berserakan di sudut – sudut bandara, dan kondisi di sana susah untuk di gambarkan serta tentara pemerintah tidak akan bertahan dan bisa bangkit dalam waktu yang lama.

Nasib Presiden Bashar al-Assad hanyalah akan menghitung jari tangan, dan kekuatan militer terus rontok, akibat pembelotan, dan terus bergabung dengan para pejuang oposisi yang berjuang menggulingkan Bashar al-Assad yang sangat biadab dan keji. (usama/imo)

Mujahidin Irak
SAMARA'  – Rezim Syiah Irak melancarkan serangan gabungan terhadap mujahidin Daulah Islam Irak pada Senin (21/1/2013) pagi di distrik Samara'. Operasi gabungan itu melibatkan Pasukan Divisi IV, Komando Operasi Samara' dan milisi Shahwat loyalis rezim Syiah Irak untuk wilayah Samara', Hadidi dan Jazirah.
Operasi gabungan itu diikuti oleh lebih dari seribu tentara dan milisi loyalis rezim Syiah Irak. Namun pasukan besar dengan persenjataan lengkap itu terperangkap dalam jebakan kesatuan-kesatuan mujahidin di distrik Samara'. Mereka masuk dalam killing zone mujahidin dan menjadi sasaran empuk penyergapan mujahidin yang lebih menguasai medan pertempuran di wilayah tersebut.
Baku tembak sengit terjadi antara mujahidin Irak dan pasukan gabunan rezim Syiah Irak. Pasukan rezim Syiah Irak mengalami kerugian sangat besar. Puluhan tentara tewas dan kendaraan militer mereka hancur.
Kendaraan Land Cruiser yang dikendarai oleh Panglima Komando Operasi Samara', letjen Shakir Halil Muawin hancur total dan terbakar oleh tembakan mujahidin. Letjen Shakir sendiri mengalami luka parah dan dilarikan ke Rumah Sakit Samara' untuk mendapatkan perawatan medis. Perwira tinggi lainnya yang tewas dalam pertempuran itu adalah Letkol Mahdi Ja'far, Perwira Intelijen Komando Operasi Samara', laporan harian Sumeria News.
Pasukan gabungan rezim Syiah Irak didesak oleh serangan mujahidin ke kawasan Khuzaimi, sebuah kawasan gurun yang terbuka. Mereka menjadi sasaran empuk serangan mujahidin. Lebih dari 100 perwira, tentara dan milisi Shahwat tewas dalam baku tembak sengit tersebut. Komandan milisi Shahwat wilayah Samara', Majid Al-Bazi Abu Faruq, tewas dalam pertempuran dan kendaraan Salvador yang dikendarainya hancur terkena roket mujahidin.
Setelah beberapa jam menjadi bulan-bulanan mujahidin, pesawat tempur rezim Syiah Irak dikerahkan untuk menyelamatkan sisa-sisa pasukan yang terjebak di kawasan Al-Khuzaimi. Pesawat tempur membombardir wilayah sekitar jalan raya Syaikh Muhammad di pinggiran Al-Khuzaimi. Bombardir udara itu ditujukan kepada rumah-rumah penduduk sehingga menewaskan banyak warga sipil setempat. (muhib almajdi/arrahmah.com)

GAZA (Arrahmah.com) – Para pejuang Palestina menegaskan bahwa mereka mampu menghancurkan tujuh tank tempur Israel jenis Merkava dengan menggunakan bom dan misil peluncur roket. Akibatnya, sejumlah serdadu Israel tewas dan luka-luka. Mereka menegaskan bahwa semua tank Israel yang menyerang Gaza akan dihancurkan seluruhnya.
Jubir Batalion Al-Quds, sayap militer Jihad Islami, Abu Hamd menegaskan bahwa para pejuang Palestina di wilayah perkampungan Zaitun berhasil menghancurkan tujuh tank dan ada puluhan serdadu Israel tewas dan lainnya luka-luka. Ia menegaskan bahwa serdadu Israel terjebak dalam banyak ranjau bom.
Sebelumnya, Batalion Izzuddin Al-Qassam menegaskan bahwa mereka berhasil menghancurkan sedikitnya dua tank dengan menggunakan roket anti tank jenis B29.
Abu Hamd menambahkan dalam pernyataannya bahwa perang hakiki belum dimulai dan ribuan personel kelompok perlawanan Palestina menyebar di seluruh penjuru. Ia menyatakan bahwa perlawanan Palestina baik-baik saja. Tidak banyak perlawanan Palestina yang gugur. Justru Israel membantai rakyat sipil untuk menutupi kegagalan mereka. Sementara perlawanan Palestina memiliki kesiapan jika operasi serangan diperluas.
Ia mengisyaratkan bahwa satuan pemantau perlawanan memberikan isyarat bahwa musuh Israel mulai mengevakuasi sejumlah besar pasukannya yang terbunuh dan luka-kuka di timur Gaza dengan menggunakan mobil pengangkut dan pesawat ke RS mereka. Ini menunjukkan Israel mengalami kerugian besar. (Hanin Mazaya/infopalestina)

Permusuhan antara Israel dan Hamas telah menemukan medan perang baru: Media sosial.
Asap membubung menyusul serangan Israel di kota Gaza, Kamis (15/11). (AP/Hatem Moussa)


Israel melancarkan lebih dari 200 serangan udara atas Jalur Gaza hari Sabtu, selagi tembakan roket militan Hamas terus melumpuhkan Israel selatan.
Asap hitam mengepul ke udara setelah pesawat-pesawat tempur Israel menyerang kantor perdana menteri, kantor polisi, dan kediaman komandan militer, serta gudang dan terowongan penyelundupan senjata di Gaza. (foto: 11/17/2012).



​​Hamas yang diserang habis-habisan terus berusaha menyerang balik. Suara sirine serangan udara bergema di Israel selatan, ketika orang-orang Palestina menembakkan puluhan roket ke seberang perbatasan Gaza. Suara sirine itu membuat warga Israel berlarian ke tempat-tempat perlindungan , sehingga jalan-jalan menjadi lengang.

Khalil al Hayya, seorang pemimpin Hamas di Gaza, mengatakan, Palestina bertindak untuk membela diri dan tidak akan menyerah. Ia mengatakan, “negara Zionis membunuh laki-laki, perempuan, dan anak-anak … dan perang tidak akan berakhir sampai Palestina dan Yerusalem merdeka.’

Operasi udara Israel dimulai Rabu dengan membunuh pemimpin militer Hamas dalam sebuah serangan udara, setelah serangan roket beberapa hari. Setelah itu, serangan udara Israel di Jalur Gaza dan serangan roket Hamas ke Israel semakin gencar.

Konflik itu meningkat hari Jumat, ketika Palestina menembakkan roket yang jatuh di dekat Yerusalem untuk pertama kalinya. Beberapa roket juga ditembakkan ke Tel aviv. Kedua kota itu sebelumnya tidak bisa dicapai oleh roket-roket Palestina. Namun, Hamas menyelundupkan roket-roket jarak jauh buatan Iran.

Karena roket-roket yang ditembakkan dari Gaza tidak henti-hentinya, kabinet Isreal mengizinkan militer untuk mengaktifkan 75.000 tentara cadangan.

Israel telah menempatkan tank-tank dan berbagai kendaraan lain berlapis baja di perbatasan serta menutup jalan-jalan utama di sekitar Jalur Gaza. Itu mengisyaratkan Israel siap melancarkan serangan darat ke wilayah Palestina.

Pejabat-pejabat Palestina mengatakan sudah 40 orang tewas di Gaza, termasuk militan dan warga sipil, sejak Israel memulai serangan-serangan udaranya beberapa hari lalu. Roket-roket Hamas menewaskan tiga warga sipil Israel. Sekitar 10 warga Israel termasuk sejumlah tentara luka-luka akibat serangan roket hari Sabtu.

Selagi pertempuran hari keempat berkobar, Presiden Amerika Barack Obama terus menekan Mesir, Turki dan negara-negara lain yang mampu mempengaruhi Hamas agar membantu mewujudkan gencatan senjata. Berbicara kepada wartawan yang menyertai Presiden ke Asia Tenggara, Deputi Penasihat Keamanan Nasional Ben Rhodes mengulangi sikap Amerika bahwa Israel berhak mempertahankan diri terhadap serangan roket dari Gaza. Ia mengatakan, presiden telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui telepon serta Presiden Mesir Mohamad Morsi dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan.

Sabtu malam, menteri-menteri luar negeri Liga Arab di Kairo bertemu dalam sidang darurat guna membahas tanggapan Arab terhadap pertempuran itu. Secara terpisah, Presiden Mesir Morsi menjadi tuan rumah pertemuan hari Sabtu dengan para pemimpin Turki dan Qatar guna mengoordinasikan pengiriman bantuan darurat ke Gaza. 


Asap membumbung di Kota Gaza dari ledakan yang disebabkan serangan udara Israel.
 
BERLIN -- Seorang legislator Jerman dari partai oposisi The Left (Die Linke) mengutuk serangan brutal Israel di jalur Gaza. Menurutnya serangan tersebut sebagai pembantaian baru terhadap warga Palestina dan harus dihentikan.  Berpidato di depan aksi solidaritas pro-Gaza di Berlin pada Ahad (18/11) waktu setempat, Annette Groth menyuarakan keprihatinan mendalam akan terulangnya serangan militer 2008/9 Israel di Gaza yang menewaskan dan melukai ribuan orang, di antaranya banyak wanita dan anak-anak.
Dia mendesak gencatan senjata segera diterapkan dalam konflik Gaza.
Groth menuduh rezim Zionis memperalat agresi militer Gaza untuk tujuan pemilu. Dia juga mengecam ekspor senjata Jerman ke Israel sebagai 'tidak dapat diterima'.
Ribuan orang berdemonstrasi di Kreuzberg, kawasan Berlin yang dominan warga Arab dan Turki pada Ahad waktu setempat, menyuarakan kemarahan atas kekejaman tentara negara Yahudi itu yang sedang berlangsung di Gaza.
Jerman telah menjadi tempat berbagai protes-protes anti-Israel selama beberapa hari terakhir ini.
Redaktur: Yudha Manggala P Putra
Sumber: Antara
 

Reruntuhan Masjid di Gaza yang hancur akibat agresi Israel
GAZA -- Tidak hanya membunuh ratusan nyawa tak berdosa di Gaza, agresi zionis Israel juga meluluhlantakkan puluhan masjid di otoritas yang dipimpin Hamas tersebut.

Menteri urusan agama Gaza Ismail Radwan mencatat selama enam hari serangan brutal Israel, 25 masjid seantero Gaza rusak dan hancur.

"Israel tidak hanya melakukan kejahatan dengan membunuh warga sipil namun juga menghancurkan masjid, kuburan dan tempat ibadah," kecam Radwan dalam konferensi pers di depan masjid Abbas, seperti dinukil maanews, Selasa (20/11).

Masjid-masjid besar seperti masjid Ribat di Gaza City dan masjid Al Rahman di pusat Jalur Gaza tak luput dari target roket Israel. Berdalih menargetkan pejuang Hamas, namun justru Israel lebih dulu menghancurkan kantor pers, kantor PM Ismail Haniya dan perumahan penduduk.

"Musuh menargetkan masjid besar di Gaza dan langsung menghancurkannya, bahkan pemakaman Sheikh Shaban pun dihancurkan," imbuh Radwan.

Radwan menyerukan ulama dan imam di Palestina dan seluruh dunia untuk berdoa bagi para pejuang yang terluka dan Palestina.

Radwan bahkan secara khusus meminta imam besar Al-Azhar, Syeikh Ahmad al-Tayeb dan semua kerabat ulama untuk langsung mendatangi Gaza dan berdiri bersama rakyat Palestina.
 

Kewujudan para pemuda yang memperjuangkan kemuliaan Islam secara ketenteraan di bumi Gaza dan Tebing Barat bukanlah satu yang rahsia lagi. Merekalah sebenarnya yang merupakan ketumbukan angkatan tentera yang menjadi perisai di barisan depan yang akan mempertahankan Palestin daripada terus dijajah dan diratah oleh regim Zionis Israel selama ini.
Briged Izzuddin al-Qassam atau lebih dikenali sebagai al-Qassam adalah barisan pejuang bersenjata Palestin yang telah diasaskan penubuhannya oleh Sheikh Ahmad Yassin (Pengasas HAMAS), Dr Ibrahim al Maqadema dan Sheikh Salah Shehada sejak tahun 1984 lagi.
Iz Adin Al Qassam 225x300 Briged al Qassam   Generasi muda perindu syahid...
Sheikh Izzuddin al Qassam
Pasukan bersenjata HAMAS yang begitu digeruni oleh Israel ini telah diberikan nama sebagai Briged al-Qassam bersempena dengan nama Sheikh Izzuddin al-Qassam, seorang tokoh pejuang yang berasal dari Syria yang telah terkorban syahid di Ya’bad, Palestin bagi mempertahankan bumi ini daripada penjajahan Inggeris pada tahun 1935.
Di kesempatan yang ada ketika menyertai misi kemanusiaan di Gaza kali ini, saya telah mendapatkan seberapa banyak maklumat mengenai pergerakan ini daripada masyarakat setempat di sana.
Beberapa kali mendengar bunyi letupan di sana sini sepanjang keberadaan kami di Gaza, Namun masyarakat umum termasuk Israel juga amat mengetahui bahawa Briged al Qassam adalah satu pergerakan ketenteraan yang bekerja dengan kerahsiaan yang kuat dan mampu membuat pelbagai kejutan.
Alhamdulillah dengan takdir yang ditentukanNya pula, saya berpeluang untuk mengenali Briged al-Qassam ini dengan lebuh dekat melalui kunjungan ke pusat latihan mereka setelah mendapat jemputan daripada pimpinan kerajaan yang memerintah Semenanjung Gaza. Saya berpeluang menyaksikan sebuah satu demonstrasi latihan ketenteraan yang jarang-jarang sekali dibuka kepada rakyat Palestin apatah lagi kepada pengunjung dari luar Negara.
Objektif penubuhan al Qassam
Objektif  utama penubuhan al Qassam adalah untuk menaikkan semangat jihad di kalangan orang-orang Palestin, orang-orang Arab dan juga umat Islam sejagat. Briged ini bertanggung-jawab untuk mempertahankan tanah suci Palestin daripada penjajahan dan kezaliman Zionis dan seterusnya membebaskan Palestin dan keseluruhan tanahnya yang telah dirampas oleh penjajah Zionis Israel.
Pada peringkat awalnya mereka enggan memberikan maklumat lanjut mengenai kekuatan sebenar briged ini tetapi akhirnya menjelaskan bahawa mereka mempunyai ahli battalion yang terlatih seramai kira0kira 25,000 orang di kalangan pemuda-pemuda yang berumur antara 18-30 tahun.  Sejak intifadah al Aqsa yang berlaku pada tahun 2000, seramai kira-kira 800 ahli briged ini telah syahid bagi mempertahankan Palestin.
Briged al Qassam amat mementingkan latihan dan kualiti ahli Briged yang menjadi tulang belakang perjuangan pembebasan Palestin.
Di antara syarat utama yang dikenakan sebelum mereka dipilih ialah :

1-Gigih berpegang dengan ajaran Islam
2-Kuat mengamalkan sunnah Rasulullah saw
3-Menjaga solat 5 waktu secara berjamaah                                                                                                                  4-Mengimani perjuangan pembebasan al Aqsa dan Palestin
5-Berdisiplin dan mentaati kepimpinan
6-Mencintai dan bersedia untuk syahid
Saya telah diberitahu bahawa briged ini juga mempunyai skuad wanita walau pun mereka tidak berada di barisan depan ketenteraan. Pernah sekali tentera al Qassam yang berpakaian lengkap ketenteraan dikepung oleh tentera Israel di dalam sebuah masjid, mereka telah menghantar tentera wanita yang tidak berpakaian seragam pada ketika itu untuk masuk ke masjid bagi menyerahkan baju lain kepada anggota yang terkepung, Tentera al Qassam ini kemudiannya berjaya keluar dengan berlakon sebagai orang-orang awam. Walau pun Briged al Qassam kehilangan tiga anggota wanitanya dalam operasi tersebut tetapi mereka tetap Berjaya kerana ramai di kalangan anggota utamanya yang dapat diselamatkan.
Sudah menjadi perkara biasa apabila kedengaran letupan dan bunyi tembakan di wilayah Gaza bukan kerana serangan ketentaraan Israel sebaliknya adalah daripada sesi latihan al Qassam.
Briged al Qassam ini juga sangat terkenal dengan roket artileri al-Qassam yang merupakan roket buatan sendiri. Roket ini sering membawa kemusnahan musuh di tanah suci Palestin yang dijajah serta memberikan kesan trauma mental kepada masyarakat penjajah Israel.
Saya juga berkesempatan menyaksikan satu sesi latihan ketenteraan Brideg al Qassam ini yang menggunakan peluru hidup, bom tangan, senapang AK-47, mesingan dan roket grenad. Bergegar rasanya hati kecil ini ketika menyaksikan demonstrasi yang cukup membuktikan kehebatan generasi muda Palestin ini.
sujud syukur 300x96 Briged al Qassam   Generasi muda perindu syahid...
Bersujud syukur selepas menjalani operasi
Sesudah sesi latihan itu, kesemua pemuda-pemuda ini berkumpul dan bersujud syukur sebagai satu amalan penting pada setiap kali tamat satu pertempuran melawan tentera Zionis.
Dengan pelbagai maklumat dan diikuti oleh pertemuan yang bermakna ini, saya pasti bahawa mereka adalah generasi pemuda perindu syahid yang begitu digeruni oleh pasukan tentera penjajah Israel yang berjumlah seramai 720,000 orang yang turut mempunyai pelbagai  kelengkapan teknologi ketenteraan yang canggih
Pemuda Briged Al-Qassam melakukan sujud syukur setiap kali pulang daripada bertempur dengan tentera Israel.
Sebelum berpisah, seorang pemuda al Qassal menghampiri saya dan bertanya asal usul kami. Apabila diberitahu daripada Malaysia, dia lantas menjawab bahawa tanah ini juga milik umat Islam di Malaysia. Tentunya jawapan ini begitu mendalam dan menggugah hati sanubari saya.
Ketika berpeluang untuk mengajukan soalan kepada beberapa anak muda Palestin di Gaza samada mereka adalah daripada al Qassam atau tidak, kebanyakan mereka hanya tersenyum kerana mereka biasanya mengistiharkan diri mereka sebagai al Qassam secara terbuka.
al qassam yang digeruni1 300x225 Briged al Qassam   Generasi muda perindu syahid...
Pemuda al Qassam - generasi pemburu syahid
Subhanallah…merekalah generasi anak muda yang merindui kemuliaan mati syahid dan masing-masing bekerja kuat bagi menagih keistimewaan syahid seperti maksud sabdaan Rasulullah :
“Bagi orang yang mati syahid ada 6 keistimewaan iaitu:
1-diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya meluncur keluar
2-melihat tempatnya di dalam surga
3-dilindungi dari azab kubur
4-terjamin keamanannya dari malapetaka besar
5-merasakan kemanisan iman,
6-dikahwinkan dengan bidadari,
7-dan diperkenankan memeberikan syafa’at bagi 70 orang kerabatnya”
(Hadis Riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
MK-8 AP ke Gaza, 16hb April 2012

Sumber : http://zainurrashid.com/briged-al-qassam-generasi-pemuda-perindu-syahid/

Mayat bocah empat tahun itu masih hangat, namun pucat. Matanya membelalak, mulutnya ternganga. Darah-darah di wajahnya sudah mulai mengering. Perdana Menteri Mesir, Hisham Kandil, tak kuasa menahan air matanya saat merengkuh mayat bocah Gaza yang tewas diterjang mortir Israel itu.

Jumat pekan lalu itu, 16 November 2012, Kandil tengah berkunjung ke sebuah rumah sakit Shifa di kota Gaza bersama Per
dana Menteri Palestina dari Hamas, Ismail Haniyeh. Mereka didatangi seorang lelaki yang menggendong bocah martir bernama Mahmoud Sadallah. Dia lalu menyerahkan mayat belia itu kepada dua petinggi negara itu.


Ayah Mahmoud, Iyad, tampak lunglai, menyandar di tembok sambil menangis sesenggukan. Bibi Mahmoud, Hanan Sadallah, mengatakan adalah Israel yang merenggut nyawa keponakannya.


"Yang saya lihat hari ini di rumah sakit, bocar yang terluka itu dan menjadi martir, yang darahnya masih menempel di tangan dan pakaian saya ini, adalah sesuatu yang tidak bisa dibiarkan," kata Perdana Menteri Kandil, sebagaimana dilansir Washington Post.


Keluarga Sadallah mengatakan bocah itu tengah bermain di sebuah gang dekat rumah ketika terbunuh. Bersama dia, tewas juga seorang pemuda berusia 20 tahunan. Tidak ada saksi mata yang menyaksikan tragedi itu. Namun, di tempat kejadian, terlihat bekas pecahan mortir di tembok dan kaca-kaca yang pecah berantakan.


Sepupu Mahmoud yang berusia 12 tahun, Fares, juga terluka. Pecahan mortir menancap di kakinya. "Sangat menakutkan. saya tidak bisa tidur semalaman," kata Fares, gemetar.


Selama lima hari serangan Israel terhadap Gaza, belasan anak tak berdosa tewas. Menurut Reuters, hingga Minggu dini hari, 18 November, telah 47 orang kehilangan nyawa, di mana 12 di antaranya adalah anak-anak berusia 1-14 tahun. Lebih dari 300 orang terluka.


Sejak Rabu, Israel melancarkan Operasi Pilar Pertahanan dan meluncurkan 950 roket ke lebih dari 200 titik di wilayah Gaza. Negeri Zionis ini berdalih serangan ini adalah semata aksi balasan atas serangan roket Hamas yang menewaskan tiga serdadu Israel.


Israel rupanya murka bukan buatan. Menteri Dalam Negeri Israel, Eli Yishai, sampai bersumpah akan menghancurkan seluruh infrastruktur Gaza, seperti jaringan listrik dan air, jalanan, transportasi dan komunikasi. "Tujuan dari operasi ini adalah mengembalikan Gaza ke Abad Pertengahan. Hanya dengan cara ini, Israel akan tenang selama 40 tahun," kata Yishai, berapi-api.


Bocah-bocah martir


Tragisnya, bocah-bocah seperti Mahmoud ikut jadi korban. Selama 24 jam pertama serangan Israel, lima orang tewas, di antaranya anak-anak. Salah satunya adalah Omar, 11 bulan, bocah warga kota Zaytoun, dekat perbatasan utara Israel.


Ayahnya, Jihad Misharwi, kaget bukan kepalang saat pulang menemui rumahnya telah rata dengan tanah. "Orang-orang bilang semua baik-baik saja. Saya minta mereka untuk menunjukkan di mana anak saya," kata Misharwi, dikutip Telegraph.


Dan ternyata situasinya sungguh tidak baik-baik saja. Misharwi mendapati Omar telah membujur di kamar mayat. Adik iparnya juga tewas, sementara putra sulungnya, Ali, 4, mengalami luka-luka.


"Memangnya apa yang dilakukan anak saya? Kami tidak tergabung di faksi politik apapun. Tidak ada Hamas di wilayah ini, tidak ada tempat latihan militer, tidak ada roket yang diluncurkan," kata Mishrawi tersedu-sedan, sambil menggendong jenazah Omar.


Masih di kota ini, Naeema Dalloul terpaksa tinggal bersama 15 anggota keluarganya di satu kamar untuk berlindung. "Semua anak dan orangtua di keluarga kami berdesakan di satu tempat tidur ketika malam tiba," kata ibu tujuh anak ini, kepada ElectronicIntifada.net.


Sebelumnya, Dalloul bersama anak-anaknya tinggal di kota Tal al-Hawa, sebelah barat Gaza. Namun kota ini digempur militer Israel sejak Rabu. Akhirnya, mereka sekeluarga memutuskan mengungsi.


Namun, keputusan ini ternyata tidak menguntungkan mereka. Pasalnya, tentara Israel mulai menembak sembarangan, membabi buta. "Serangan mereka mulai menyebar, tidak ada yang aman," katanya.


Kengerian yang sama dialami anak-anaknya. "Putri saya yang berusia empat tahun, Tala, bersembunyi di balik saya ketika serangan Israel terdengar," kata Dalloul.


Akibat perang berkepanjangan, bocah-bocah di Gaza menderita trauma hebat. Hussam Nunu, Kepala Komunitas Gaza untuk Program Kesehatan Mental, mengatakan setiap tahun hampir sepertiga dari 1.500 pasiennya adalah anak-anak.


Anak-anak ini umumnya menderita stres dan menjadi korban kekerasan. "Setelah serangan besar Israel empat tahun lalu, jumlah anak-anak yang mengalami post-traumatic stress disorder meningkat," katanya.


Kala itu, antara tahun 2008-2008, serangan Israel selama tiga minggu telah menewaskan 1.400 warga Palestina. Kebanyakan adalah warga sipil. Di seberang sana, hanya 13 tentara Israel yang kehilangan nyawa.


"Sejak saat itu, kami sering melakukan banyak langkah pendekatan. Tapi, ketika serangan besar terjadi lagi seperti sekarang, tidak ada yang bisa dilakukan," kata Nunu, pasrah.


Namun, tak semua bocah menangis ketakutan. Kendati kematian mengintai di mana-mana. Banyak juga yang membuat mereka menjadi tak kenal kata takut.


"Saya tidak takut roket yang ditembakkan Yahudi," kata Mohammed Bakr, 10 tahun, saat diwawancara di depan kamar mayat rumah sakit Shifa, pekan lalu.


Bakr dan sepupunya, Udai, 12 tahun, telah sering melihat mayat, terutama saat gempuran Israel empat tahun lalu. Orangtua keduanya tidak mampu melarang anak-anak ini menjauhi wilayah konflik.


"Orangtua memerintahkan kami tinggal di rumah, tapi kami tidak mau. Kami ingin melihat para martir," kata Mohammed, sambil tersenyum lebar.

Surat kabar “New York Times” AS menyebutkan bahwa Israel telah membuat kesalahan strategis yang tidak dapat bertanggung jawab dengan mengambil keputusan untuk membunuh Kepala sayap militer Hamas, Ahmed Jabari.
Times menyebut, “pembunuhan al-Jabari akan menghentikan gencatan senjata dalam jangka yang panjang.”
Gerson Baskin -Kepala Pusat Pnelitian dan Informasi Israel Palestina, dan juga seorang kolumnis di Jerussalem Post – mengatakan dalam   mengatakan sebuah artikel bahwa pembunuhan Jabari akan mempengaruhi gencatan senjata serta perjanjian damai Israel dengan Mesir.
Gershon mempertanyakan apakah pemimpin Israel telah memikirkan dengan matang sebelum mengambil keputusan membunuh Jabari tentang siapa yang akan menggantikannya.
Gershon menggambarkan al-Jabari sebagai seorang aktivis yang kuat bertanggung jawab atas penculikan Gilad Shalit dan realisasi perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir.
Ia mengatakan bahwa Israel tidak membunuh Jabari agar tidak mengancam kehidupan Shalit, ini menunjukan bahwa Israel telah salah dengan menghubungkan kehidupan Jabari sebagai syarat dengan keselamatan Shalit. (hr)

Gaza - Sebuah bom Israel meledak sekitar 100 meter dari lokasi Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Rabu sore waktu setempat atau Rabu malam waktu Indonesia, menewaskan dua orang serta melukai sejumlah warga sekitarnya lainnya.

"Ada 17 relawan Indonesia lainnya yang mengamankan diri di lantai dasar bangunan rumah sakit," kata Mohammad Husain, salah satu relawan Indonesia pekerja RS Indonesia-Gaza, yang dihubungi ANTARA Rabu malam dari Jakarta dengan telepon internasional.

Sementara 11 relawan lain yang sedang melaksanakan ru'yatul hilal penetapan awal Muharram di pantai Gaza terjebak di Masjid Gaza City menunggu situasi aman untuk kembali ke lokasi rumah sakit yang dibangun Medical Emergency Rescue Comittee (MER-C) tersebut.

Saat ini ada 32 relawan Indonesia yang ditugaskan Pondok Pesantren Al Fatah, Cileungsi, untuk menyelesaikan pembangunan RS Indonesia-Gaza, sebagai dukungan terhadap proyek kemanusiaan yang dilaksanakan oleh MER-C tersebut.

Sebelumnya, Ahmed Al Jabbari pimpinan tertinggi sayap militer Hamas, Brigade Izzudin Al Qassam, syahid dalam serangan Israel ke Gaza. Serangan tersebut menyebabkan sembilan warga Gaza tewas dan melukai lebih dari 13 orang, tujuh di antaranya mengalami luka serius.

Sampai berita ini diturunkan pesawat-pesawat tanpa awak dan F-16 Israel masih terus menggempur Jalur Gaza di beberapa daerah.

Serangan Rabu malam merupakan serangan susulan Israel ke Gaza setelah serangan pertama Selasa malam. Dalam berbagai pernyataannya, militer Israel menyatakan serangan-serangan yang telah dilaksanakan hanya merupakan pembuka bagi serangan darat.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget