Articles by "Mujahidin"

Voice Of Muslim - Mengenakan jaket loreng, celana kargo khaki, dan bersepatu boot, beberapa wanita ini tidak kenal takut. Menyandang senapan pemburu, dia siap meledakkan kepala-kepala tentara pembantaian suruhan rezim Bashar al-Assad di Suriah.
Para penembak jitu ini seakan menentang anggapan umum: Wanita jangan dekat-dekat medan perang. Bertindak sebagai penembak jitu alias sniper. Para wanita ini menjadi andalan pemberontak di beberapa kota di Suriah itu untuk membunuh para tentara Assad.

Tugas ini, ujarnya, membutuhkan kesabaran, kecepatan dan kecerdasan. Dia mengaku harus duduk berjam-jam menunggu warga sipil menyingkir dari jalan dan tentara Suriah masuk dalam kekerannya. Masuk dalam jangkauan tembak, pelatuk ditarik, beberapa tentara tertembus peluru.

PBB mencatat, lebih dari dua tahun konflik Suriah berlangsung, korban tewas melampaui 60.000 orang. Bashar al-Assad bersikeras tidak akan turun tahta dan tetap menggempur warga sipil, dengan dalih mencari pemberontak. Sementara itu upaya komunitas internasional juga belum membuahkan hasil.

Berikut salah satu kisah Guevara, Sniper Wanita di Medan Perang Suriah.

"Guevara", wanita di kota Aleppo, mengambil nama tokoh revolusi Argentina, bekas guru bahasa Inggris ini sering bertempur bersama dengan sekitar 30 orang pria menghadapi tentara yang beringas.
Dia tergerak turun ke medan juang setelah dua anaknya yang berusia 10 dan tujuh tahun tewas terbunuh beberapa bulan lalu. Saat itu, rumahnya digempur jet tempur pemerintah Suriah. Guevara ingin menuntut balas.

Dia mengatakan, sangat ingin membunuh para tentara Suriah di kotanya. "Saya suka berperang. Ketika saya melihat teman saya di katiba (salah satu divisi pemberontak) terbunuh, saya ingin mengambil senjata dan balas dendam," kata Guevara


 Posnya adalah di berbagai gedung yang telah kosong di Aleppo. Dengan senapan di tangan dan mata setajam elang, Guevara membidik calon korbannya.

Guevara mengatakan dia telah menembak sedikitnya empat atau lima orang tentara. "Ini membuat kami senang. Ketika tembakan saya mengenai salah satu dari mereka, saya teriak 'Yes!'," kata dia.

Wanita cantik ini berasal dari Palestina dan pernah menjalani latihan militer yang digelar Hamas di Lebanon. Dia bahkan tergabung dengan partai bawah tanah warga Palestina untuk menggulingkan Bashar al-Assad.

Pernikahannya dengan suaminya yang pertama gagal karena dia menganggap lelaki itu kurang militan. Dia juga mengancam meninggalkan suaminya yang baru, seorang komandan brigade tempur pemberontak, jika tidak diizinkan terjun berperang.

Dia pernah melihat lebih dari 100 mayat dalam beberapa bulan terakhir. Dia sendiri sering bersinggungan dengan malaikat maut. Salah satunya saat sebuah bom meledak dekat mobil yang dikendarainya beberapa waktu lalu.


Video-video para sniper wanita di Suriah


Voice Of Muslim - Kepala Anti-Teror Uni Eropa, Gilles de Kerchove menyebutkan, sedikitnya 500 orang yang berasal dari Eropa ditemukan tengah terlibat perperangan melawan Pasukan Pemerintah Suriah.
Kebanyakan mereka berkewarganegaraan Inggris, Irlandia, dan Prancis.

"(Para Teroris) ini ternyata tidak semuanya menjadi radikal ketika meninggalkan negaranya. Namun sebagian besar mereka ini dididik di sana (Suriah). Mereka terus dilatih disana," papar De Kerchove, seperti dikutip BBC, Rabu (24/4).

De Kerchove mengatakan kecemasannya jika mereka yang datang ke Suriah tersebut pulang ke kampung halamannya di Eropa. Dikhawatirkan mereka akan menjadi radikal dan melancarkan sejumlah teror di Eropa.

Menurut de Kerchove, warga Eropa yang datang ke Suriah tersebut bergabung dengan jaringan ekstrimis dan kelompok Al Qaedah. Mereka dilatih untuk melakukan teror dan serangan sebelum diikutkan untuk melawan tentara pro Assad.

"Kami melihat ini bisa memicu ancaman besar ketika mereka kembali ke negaranya," tambah De Kerchove.

De Kerchove memberikan perumpamaan seperti Belanda. Di negeri tulip itu, banyak warganya yang kembali dari Suriah telah menjadi radikal dan membuat ancaman teror di negaranya.

Sumber : ROL

JAKARTA  - Pihak mujahidin di LP Salemba Jakarta Pusat menyayangkan sikap diskriminatif petugas LP terkait pengeroyokan yang dilakukan preman Ambon kafir.
Menurut, salah seorang mujahidin yang menghuni LP Salemba, sejak awal kedatangan preman Ambon kafir kelompok Edo yang terlibat kasus Narkoba dan penyerangan di RSPAD, mereka sudah begitu pongah.
Namun pihak LP justru menyambutnya dan seolah memberikan perlakuan istimewa tak seperti narapidana yang lain.

“Mereka masuk dengan membawa tas seperti orang yang mau camping aja,” kata Hanzholah, salah seorang mujahidin di LP Klas II A Salemba.
Menurut informasi, preman Ambon di Blok A juga kerap melakukan pesta sabu-sabu.
Bukan hanya itu, mereka juga berani memarahi sipir dan sempat bersitegang hingga menyobek surat mutasi di depan sipir.
Apalagi usai insiden pengeroyokan mujahidin, tak ada satu pun dari mereka yang diproses hukum namun hanya dipindahkan ke LP Klas I Tangerang.
Preman Ambon  yang dipindahkan ke LP Klas I Tangerang diantaranya: Toni Poce Rattu (vonis 3 tahun ), Jhon Robet Palyamu (vonis 3 tahun), Abraham Tuhenay (vonis 3 tahun), Youngky Maslebo (vonis 2,6 tahun) dan Rein Pentury (vonis 2,5 tahun).
Termasuk sweeping senjata tajam pun tak dilakukan pihak LP. Padahal Hendra Ali yang menjadi korban pengeroyokan ratusan preman Ambon kafir tersebut mendapatkan luka sobek di perut akibat senjata tajam.
Kelompok preman Ambon di Blok A memang dikenal sewenang-wenang, tak jarang mereka meneror napi lainnya. Salah seorang napi yang hanya ikut menolong Hendra Ali untuk dibawa ke klinik pun dianiaya ketika kembali ke Blok A.
Bahkan hingga saat ini, preman Ambon kafir Blok A masih mengancam akan kembali menyerang mujahidin dan siapa pun yang membelanya.
Kemudian, pihak LP Salemba juga bertindak diskriminatif bahkan cenderung zalim. Kelompok mujahidin yang menjadi korban penganiayaan kini malah dimasukkan ke sel tikus (sel isolasi) dengan alasan mereka melakukan aksi balasan.
Menurut informasi dari salah seorang istri mujahidin, kemungkinan besar mereka akan dipindah ke Nusakambangan. Ia pun menyatakan kekecewaannya dan tetap menuntut qishash terhadap preman Ambon tersebut.

“Bismillah, ini benar-benar penzaliman terhadap kaum Muslimin. Setelah dibiarkan oleh thaghut laknatullah dianiaya oleh kafir Ambon dan konco-konconya, suami ana dan ikhwan-ikhwan di Salemba akan dipindah ke Nusakambangan. Mohon doa dan bantuan kaum muslimin agar mengqishash mereka. QISHASH! ALLAHU AKBAR!” demikian isi pesan singkat tersebut yang diforward ke redaksi voa-islam.com.
Perkembangan terbaru dari kasus penganiayaan preman Ambon kafir, siang ini kelompok Ambon di luar melakukan aksi balasan mendatangi LP Klas I Tangerang untuk menekan petugas LP. Mereka kecewa teman-temannya dipindahkan ke tempat lain dan meminta agar mujahidin saja yang dipindahkan dari LP. [Ahmed Widad]

Sumber : voa-islam.com

PATANI, THAILAND SELATAN - Pejuang Islam Patani melancarkan hampir 50 serangan pemboman dan pembakaran terkordinasi sejak Sabtu hingga Ahad di distrik Muang dan Yaring di Patani dalam rentetan serangan yang dipercaya oleh para pengamat sebagai pembalasan atas kematian 16 rekan mereka dalam serangan di pangkalan militer Thailand di Narathiwat pekan lalu.
Serangan-serangan tersebut termasuk ledakan bom di luar sebuah restoran di kota Patani sekitar tengah hari yang menewaskan tiga anggota paramiliter Thailand yang bertugas di sebuah menara jam. Ledakan itu juga melukai puluhan lainnya.

Ledakan itu merupakan bagian dari serangkaian serangan terkoordinasi yang dilakukan oleh pejuang Islam di distrik Muang dan Yaring Patani yang dimulai pada hari Sabtu (16/2/2013) pukul 6 sore.

Ledakan mematikan itu terjadi tepat sebelum tengah hari di luar sebuah restoran tiga lantai dekat lingkaran menara jam di wilayah kota tempat pasukan paramiliter Thailand berjaga.

Dua pasukan paramiliter, Wirot Janthasiri dan Sukree Duereh, tewas di tempat. Korban ketiga, Itthipol Ahsae, dinyatakan meninggal di rumah sakit. Ledakan itu juga merusak sebuah mobil dan 10 sepeda motor.

Pihak berwenang mengatakan dua bom disiapakan untuk meledak. Salah satunya meledak namun tidak berfungsi sepenuhnya. Kedua bom, yang beratnya masing-masing 10kg berat, tersembunyi di dalam tabung pemadam kebakaran.

Sekitar satu jam kemudian, sebuah bom ditemukan di dekat supermarket Diana dan berhasil dijinakkan sebelum meledak.

Supermarket tersebut, terletak di Udom Vithi Road, rusak 12 jam sebelumnya dalam kobaran api yang dipicu oleh ledakan bom.

Perangkat peledak lain ditemukan pukul 6:40 malam pada hari Sabtu di luar toko Paisal di Udom Vithi Road. Bom ini disiapkan untuk meledak sesaat sebelum tengah malam.

Bom lain meledak sekitar pukul 7 malam di dekat sebuah bar karaoke di Jalan Ramkomut, melukai satu orang. Bom tersebut tidak berfungsi sepenuhnya.

Sebuah perangkat ketiga, sepeda motor sarat dengan bom seberat 50kg, berhasil dijinakkan. Polisi mengumpulkan sidik jari untuk pemeriksaan.

Dua bom molotov ditemukan dan dijinakkan di dua toko yang berbeda sebelum Diana supermarket terbakar.

Bersamaan dengan itu, bom meledak di sebuah toko peralatan masak di Jalan Mongkol Suwan..

Sebuah pos pasukan paramiliter, menara sinyal telepon seluler dan kamera CCTV dibakar dalam tiga serangan pembakaran di distrik Yarang Ahad pagi, ketika rentetan serangan dari para pejuang Islam terus berlanjut.

Api pertama di Yaring dilaporkan sekitar 3:30 pagi ketika tempat tinggal dari tim anggota paramiliter Ban Pulato Rayo dibakar dengan penyerang menggunakan ban sepeda motor yang direndam  dengan bensin.

Pada saat yang sama, menara sinyal telepon seluler di Ban Posan dibakar dengan ban sepeda motor tua. Kerusakan diperkirakan sebesar 8 juta baht.

Lima kamere CCTV di tiga lokasi dibakar, termasuk satu di depan Yarang Rumah Sakit.

Pitak Korkiatpitak, walikota distrik Muang Patani mengatakan ia enggan untuk menghubungkan serangan akhir pekan dengan kematian dari 16 pejuang Islam di Narathiwat pekan lalu. "Para pejuang Islam menyerang setiap kali mereka melihat kesempatan. Kita harus meningkatkan keamanan dan pengawasan," katanya.

Sekitar 50 pria bersenjata menyerbu bersenjata sebuah pangkalan militer di Narathiwat, Rabu tetapi digagalkan dalam serangan balik yang menewaskan 16 penyerang.

Beberapa pengamat percaya bahwa para pejuang Islam akan meningkatkan lebih banyak serangan untuk membalas kematian rekan-rekan mereka.

Mayat Syi'ah
SURIAH. – Kamis, 24 Januari 2013, salah seorang perwira Bashar Al-Asad yang membelot yang berada bandara militer Kwers mengatakan bahwa jasad pasukan Bashar Al-asad memenuhi bandara.

Komando Umum Tentara Pembebasan Suriah , melalui halaman di jejaring sosial Facebook, bahwa perwiran Al-Asad yang membelot itu berhasil keluar dengan selamat dari bandara. Di mana di tempat itu berlangsung pertempuran mereka dengan pasukan oposisi, dalam upaya pembebasan bandara tersebut dari pasukan Bashar Al-Assad.

Halaman tersebut menukil perkataan seorang perwira tersebut bahwa jasad dan mayat para perwira dan tentara memenuhi tempat itu dan bagian tubuh mmereka berserakan di sudut – sudut bandara, dan kondisi di sana susah untuk di gambarkan serta tentara pemerintah tidak akan bertahan dan bisa bangkit dalam waktu yang lama.

Nasib Presiden Bashar al-Assad hanyalah akan menghitung jari tangan, dan kekuatan militer terus rontok, akibat pembelotan, dan terus bergabung dengan para pejuang oposisi yang berjuang menggulingkan Bashar al-Assad yang sangat biadab dan keji. (usama/imo)

SHAN'A  – Mujahidin Al-Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) atau dikenal juga dengan nama Anshar Shariah Yaman memainkan strategi diplomasi dan militer yang sama-sama brilian. Arahan umum syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah kepada Amir AQAP, syaikh Abu Bashir Nashir bin Abdul Karim Al-Wuhaisyi, untuk menghindari konflik bersenjata dengan militer rezim Yaman dan mengajukan tawaran "gencatan senjata" benar-benar dijalankan dengan cantik.

Diawali dengan "melepaskan" propinsi Abyan yang telah mereka kuasai selama pertengahan 2011 sampai pertengahan 2012, lalu menarik mundur seluruh pasukan AQAP yang berjumlah lebih dari 10.000 mujahid demi menghindari jatuhnya korban warga sipil Abyan oleh serangan pesawat tempur AS dan Arab Saudi; AQAP kembali bergerilya di wilayah gurun dan pegunungan. Serangan-serangan cerdas yang menargetkan para instruktur militer AS, perwira tinggi militer dan pejabat penting rezim boneka Yaman menjadi taktik jitu AQAP. Pesawat tempur AS dan Arab Saudi sendiri masih terus membombardir dan membunuhi rakyat sipil muslim yang tak berdosa di Yaman Selatan, dengan dalih membunuhi anggota AQAP.
Dalam suasana demikian, para ulama Yaman memfasilitasi tawaran gencatan senjata antara AQAP dan rezim boneka Yaman. AQAP menghentikan serangan yang menargetkan para pejabat tinggi militer dan pemerintahan Yaman, sementara rezim Yaman harus menstop serangan pesawat tempur AS di Yaman Selatan.
Rezim boneka Yaman pimpinan presiden Abdu Rabbih Manshur Hadi berharap AQAP tidak akan mau menanda tangani gencatan senjata yang difasilitasi oleh sejumlah ulama Yaman tersebut. Jika AQAP tidak menanda tangani gencatan senjata, maka rezim Yaman memiliki alasan kuat untuk melanjutkan serangan pesawat tempur AS dan Arab Saudi di Yaman Selatan.
Dugaan dan keinginan presiden boneka AS itu meleset total. AQAP menanda tangani tawaran gencatan senjata dan membuktikan kepada rakyat Yaman dan public dunia bahwa mereka melancarkan serangan terhadap pejabat tinggi militer dan pemerintahan Yaman karena membela diri belaka. AQAP bukan kelompok haus darah yang membunuh orang tanpa alasan syariat yang membenarkannya.
Presiden boneka AS Abdu Rabbih Manshur Hadi justru menjadi pihak yang menolak gencatan senjata tersebut. Lebih dari dua puluh hari sejak AQAP menanda tangani surat gencatan senjata yang difasilitasi para ulama Yaman, Manshur Hadi tetap ngotot menolak tanda tangan. Ia justru melanjutkan "izin" serangan pesawat tempur AS dan Arab Saudi di Yaman Selatan. Serangan udara itu benar-benar digelar kembali pada Sabtu (19/1/2013) dan menewaskan sedikitnya sembilan warga sipil muslim yang tak berdosa di propinsi Ma'rib dan melukai belasan lainnya.
Presiden boneka Yaman Abdu Rabbih Manshur Hadi sowan kepada tuan besar Barack Obama di Washington
Terbukti sudah di depan rakyat Yaman dan dunia internasional, rezim boneka Yamanlah sesungguhnya pihak yang haus darah dan rela membantai rakyatnya sendiri, demi langgengnya singgasana kekuasaan mereka dan restu tuan besar penjajah salibis AS.
Dua hari setelah serangan pesawat tempur AS di Ma'rib tersebut, wartawan lapangan harian Al-Quds Al-Arabi, Abdur Razzaq Al-Jamal, menurunkan laporan lapangan dan analisa terbarunya dengan judul "Berakhirnya gencatan senjata antara Amir Al-Qaeda dan presiden Manshur Hadi". Tulisannya dimuat oleh koran Al-Yaman Al-Yaum edisi Senin (21/1/2013) dan kemudian dirilis ulang oleh koran-koran utama Yaman lainnya, seperti Al-Balad News, Aden Gulf News dan Sahafah News. Berikut ini terjemahan tulisan wartawan Abdur Razzaq Al-Jamal tersebut.
Gencatan senjata antara Al-Qaeda Semenanjung Arab dan rezim Yaman sudah berakhir
Menuruti keinginan banyak ulama Yaman, di antaranya Syaikh Abdul Majid Ar-Reimi, Syaikh Muhammad Al-Wadhi'i, Syaikh Shalih Al-Wadi'i dan Syaikh Aiman bin Ja'far, maka Amir Al-Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) Nashir bin Abdul Karim Al-Wuhaisyi menyetujui gencatan senjata antara tanzhimnya dengan presiden Abdu Rabbih Manshur Hadi.
Inti gencatan senjata tersebut adalah rezim Yaman menghentikan serangan udara (terhadap Anshar Shariah/AQAP dan rakyat Yaman Selatan) dan Al-Qaeda menghentikan pembunuhan (terhadap para pejabat rezim sekuler Yaman).
Sementara itu para ulama lainnya enggan memfasilitasi gencatan senjata dengan alasan Al-Qaeda Semenanjung Arab dan rezim Abdu Rabbih Manshur Hadi tidak menaruh kepercayaan kepada mereka, menurut ungkapan ulama salafi Syaikh Muhammad Al-Hasyidi.
Sejumlah ulama itu mengupayakan gencatan senjata dengan sepengetahuan presiden Yaman sendiri, yang tak pernah membayangkan Al-Qaeda Semenanjung Arab akan menyetujui gencatan senjata tersebut. Bahkan presiden Yaman mengharapkan Al-Qaeda Semenanjung Arab akan menolak gencatan senjata tersebut. Dengan begitu presiden Yaman akan bisa meyakinkan kepada para ulama bahwa serangan pesawat tempur Amerika adalah solusi satu-satunya dan solusi terakhir.
Oleh alasan inilah presiden Yaman Abdu Rabbih Manshur Hadi tidak mau menanda tangani surat gencatan senjata yang tidak pernah ia bayangkan tersebut, meskipun Amir Al-Qaeda Semenanjung Arab Nashir Al-Wuhaisyi telah lebih dahulu menanda tanganinya. Meski begitu, hal itu sempat menghentikan serangan-serangan pesawat tempur Amerika dan pembunuhan-pembunuhan terhadap pejabat rezim sekuler Yaman selama lebih dari 20 hari.
Dengan menanda tangani gencatan senjata tersebut, Amir Al-Qaeda Semenanjung Arab Nashir Al-Wuhaisyi telah menghilangkan peluang presiden Yaman Manshur Hadi untuk menjustifikasi serangan-serangan pesawat tempur Amerika dengan alasan pihak lain ~yaitu Al-Qaeda Semenanjung Arab~ tidak menghendaki perdamaian.
Demikian analisa seorang mantan jihadis Al-Qaeda, Rashad Muhammad Sa'id Abul Fida', sebelum kembalinya presiden Manshur Hadi pada Sabtu lalu dan kemudian mengizinkan serangan-serangan pesawat tempur Amerika tanpa alasan. Bukannya Al-Qaeda Semenanjung Arab yang menolak penanda tanganan gencatan senjata sehingga menjadi alasan bagi presiden Manshur Hadi (untuk mengizinkan serangan-serangan pesawat tempur Amerika), justru presiden Manshur Hadi yang menolak penanda tanganan gencatan senjata sehingga menjadi alasan bagi Nashir Al-Wuhaisyi, yang melempar bola ke tengah lapangan para penengah gencatan senjata, menurut analisa Abul Fida'.
Gencatan senjata yang belum ditanda tangani oleh presiden Manshur Hadi itu telah dicederai kemarin lusa dengan jatuhnya sembilan warga sipil di propinsi Ma'rib yang gugur oleh serangan drone Amerika, maka bisa diperkirakan pihak lainnya ~Al-Qaeda Semenanjung Arab~ akan mencederainya pula dengan caranya sendiri. Seperti yang telah terjadi pada gencatan senjata sebelumnya, dengan membunuh enam perwira tinggi militer Yaman, setelah serangan pesawat tempur Amerika membunuh enam anggota Al-Qaeda di propinsi Hadramaut dan Baidha' .
Karena peristiwanya saat ini terjadi dalam kondisi seperti ini, maka bisa jadi operasi pembalasan yang dilakukan oleh Al-Qaeda Semenanjung Arab tidak akan mendapatkan kemarahan rakyat Yaman, berbeda halnya dengan operasi pembunuhan terhadap perwira militer Yaman sebelumnya. Bahkan, sekalipun operasi-operasi pembalasan Al-Qaeda Semenanjung Arab akan meluas, khususnya karena kemarahan rakyat Yaman meningkat terhadap serangan-serangan drone Amerika di Yaman Selatan. Sebelumnya rakyat Yaman diam saja sehingga Amerika meningkatkan secara tajam kwantitas serangan-serangan dronenya di Yaman Selatan.
Memuncaknya kemarahan rakyat Yaman itu diekspresikan dengan pemblokiran jalan raya oleh penduduk kota Radda', di mana mereka juga mengangkat panji-panji hitam yang biasa dibawa oleh Al-Qaeda Semenanjung Arab, sebagai bentuk protes atas serangan-serangan drone AS. Tindakan serupa dilakukan oleh penduduk propinsi Ma'rib, setelah serangan drone AS terakhir pada lusa kemarin.
Rakyat Yaman Selatan memblokir jalan dan memprotes serangan biadab drone AS yang dilegalkan oleh rezim boneka Manshur Hadi
Hanya beberapa jam sebelum drone-drone AS kembali membombardir Yaman Selatan, pemerintah Yaman melakukan pengamanan ekstra ketat di ibukota Shan'a sebagai bentuk antisipasi atas kemungkinan serangan balasan atas bombardir drone-drone AS. Hal itu membuktikan adanya koordinasi terpadu antara rezim Yaman dengan tentara AS dalam melakukan serangan-serangan drone di Yaman Selatan.
Wilayah udara kawasan Qaifah, kota Radda' dalam propinsi Baidha' telah menjadi ajang berputar-putarnya secara massif pesawat-pesawat tempur AS, baik pesawat mata-mata maupun pesawat-pesawat pembom. Ada kemungkinan serangan-serangan pesawat tempur AS dalam beberapa waktu ke depan akan terjadi di lebih dari satu propinsi di Yaman Selatan, khususnya di propinsi Hadramaut, Ma'rib, Baidha' dan Shabwah.
Setelah melakukan tindakan-tindakan pengamanan ekstra ketat di ibukota Shan'a selama beberapa minggu terakhir, pemerintah Yaman dan militer Amerika mungkin ingin mengetahui sejauh mana Al-Qaeda Semenanjung Arab masih mampu memberikan serangan balasan.
Namun Al-Qaeda Semenanjung Arab tidak tergesa-gesa melakukan serangan balasan ketika pengamanan sedemikian ketat seperti kondisi saat ini. Menunda operasi balasan jauh lebih penting dari melaksanakan operasi balasan yang menurut perhitungannya akan gagal atau skalanya tidak sebanding dengan besarnya operasi serangan yang dilakukan oleh musuh. Terkadang, Al-Qaeda Semenanjung Arab mengesankan kepada musuh-musuhnya bahwa serangan-serangan musuhnya melemahkan Al-Qaeda, sehingga perhitungan musuh akan keliru sepenuhnya.
Di samping Al-Qaeda Semenanjung Arab mendapatkan dukungan sangat luas dari rakyat Yaman, akibat serangan-serangan pesawat tempur Amerika, khususnya di wilayah-wilayah  persukuan; Al-Qaeda Semanjung Arab juga menegaskan hal yang selama ini selalu mereka ulang, yaitu penjajahan Amerika atas Yaman. Rakyat yang hidup di wilayah-wilayah yang selalu menjadi ajang perputaran dan bombardir pesawat-pesawat tempur AS bisa membaca pesan Al-Qaeda tersebut sesuai apa yang diinginkan oleh Al-Qaeda.
Sesungguhnya serangan-serangan pesawat tempur AS telah mengusung pemikiran dan membuka pintu lebar-lebar bagi banyak rakyat Yaman untuk bergabung dengan Al-Qaeda Semenanjung Arab. Serangan-serangan pesawat tempur AS telah menjadikan AS sebagai musuh bersama bagi suku-suku Yaman yang anggotanya gugur oleh serangan pesawat tempur AS dan Al-Qaeda yang anggotanya berasal dari suku-suku tersebut.
Meskipun sejak lebih dari setahun lalu AS sengaja membunuh setiap orang yang "dicurigai" menjadi anggota Al-Qaeda, meskipun ia bukan termasuk jajaran komandan Al-Qaeda, untuk mencegah kemajuan Al-Qaeda dan menghalangi sambutan suku-suku terhadap Al-Qaeda; namun AS telah menciptakan kondisi yang justru mendekatkan Al-Qaeda dengan rakyat, sehingga bergabung dengan Al-Qaeda merupakan jalan pintas untuk menuntut balas atas kerabat-kerabat mereka yang dibunuh oleh serangan pesawat-pesawat tempur AS.
Ismail atau Abdurrahman bin Jamil yang dibunuh oleh pesawat tempur AS pada Sabtu lalu di propinsi Ma'rib adalah saudara kandung dari salah seorang komandan Al-Qaeda Semenanjung Arab, Ali bin Said bin Jamil atau yang lebih dikenal dengan panggilan Muwaahid Al-Ma'ribi, yang dibunuh oleh drone AS pada 2011 lalu di propinsi Abyan, saat kelompok Anshar Syariah memerintah propinsi tersebut.
Drone AS secara brutal membombardir pemukiman warga sipil muslim di Yaman Selatan
Hal yang memperparah keadaan adalah Amerika, tidak seperti biasanya dalam melakukan serangan pesawat udara di Yaman, membombardir kawasan-kawasan padat penduduk jika di kawasan-kawasan tersebut ada target yang sedang diincar. Seperti yang terjadi dalam serangan pesawat tempur AS baru-baru ini di propinsi Ma'rib. Amerika mengira dengan bombardier seperti itu maka penduduk wilayah tersebut akan mengusir para pejuang Al-Qaeda.
Ternyata serangan brutal pesawat tempur AS itu hanya mendorong masyarakat setempat untuk memblokir jalan-jalan raya, sebagai protes atas serangan brutal pesawat tempur AS. Jika serangan-serangan brutal itu tidak berhenti, tidak menutup kemungkinan akan ada reaksi lebih besar lagi dari rakyat Yaman, seperti yang terjadi pasca terbunuhnya Syaikh Jabir Asy-Syabhwani oleh serangan pesawat tempur AS.
Dukungan Ikhwanul Muslimin memotivasi pasukan AS untuk berperang
Untuk meraih tujuan-tujuannya secara lebih mudah dari waktu-waktu sebelumnya dan guna mengintensifkan operasi militernya di Yaman tanpa khawatir atas reaksi apapun, AS mengandalkan dukungan media massa yang dipersembahkan oleh media massa Hizbut Tajammu' Al-Yamani lil-Ishlah "Partai Persatuan Yaman untuk Reformasi" (Ikhwanul Muslimin di Yaman) dan dukungan informasi yang diberikan oleh partai yang sama. Hal itu setelah dicapai kesepakatan yang tidak diumumkan kepada publik, yang menuntut dukungan Ikhwanul Muslimin Yaman kepada Amerika dalam memerangi Al-Qaeda, sebagai imbalan dari dukungan Amerika kepada Ikhwanul Muslimin Yaman dalam menghadapi rezim mantan Presiden Ali Abdullah Shalih.
Meskipun Amerika belum mendukung Ikhwanul Muslimin Yaman dalam skala yang diharapkan, sehingga hal itu mendorong Abdurrahman Bafadhil mengajak wakil-wakil rakyat Hadramaut untuk memboikot rapat-rapat Parlemen Yaman sampai pesawat-pesawat tempur AS menghentikan serangannya, padahal sebelumnya Abdurrahman Bafadhil termasuk kelompok orang yang menyambut hangat kehadiran Amerika dan pesawat-pesawat tempurnya, seperti pernyataan yang ia berikan di stasiun TV Al-Jazeera; namun Ikhwanul Muslimin Yaman ternyata berdiri di samping Amerika dengan sebuah dukungan yang Amerika sendiri belum pernah membayangkannya.
Dukungan media massa Ikhwanul Muslimin terhadap Amerika diwujudkan dalam pemberitaan media massa-media massanya yang secara terus-menerus menyatakan bahwa Al-Qaeda Semenanjung Arab loyal kepada rezim Ali Abdullah Shalih, sehingga rakyat Yaman bisa menerima operasi serangan pesawat tempur Amerika terhadap Al-Qaeda, seperti halnya penerimaan rakyat Yaman operasi politik AS terhadap rezim Ali Abdullah Shalih. Dalam pandangan media massa Ikhwanul Muslimin Yaman, Al-Qaeda adalah alat di tangan rezim Ali Abdullah Shalih.
Adapun dukungan militer terhadap Amerika memiliki banyak bentuk. Selain memberikan pasokan informasi kepada pesawat tempur tanpa awak (drone) AS dan pesawat tempur berawak AS, Hizbut Tajammu' Al-Yamani lil-Ishlah dan letjend Ali Muhsin Al-Ahmar panglima militer kawasan Barat Laut Yaman memiliki peranan besar dalam memobilisasi gerakan Shahwat atau yang mereka namakan Al-Lijan Asy-Sya'biyah (komite milisi rakyat) di propinsi Abyan untuk memerangi Al-Qaeda.
Mayoritas anggota yang dimobilisasi di distrik Mawadiyah, propinsi Abyan untuk bergabung dalam barisan Al-Lijan Asy-Sya'biyah adalah anggota-anggota Ikhwanul Muslimin Yaman. Itulah sebabnya beberapa kali Al-Qaeda menargetkan beberapa tokoh dalam marga 'Asyal di distrik Mawadiyah, propinsi Abyan yang menjadi pimpinan-pimpinan Hizbut Tajammu' Al-Yamani lil-Ishlah.
Konvoi mujahidin AQAP / Anshar Shari'ah Yaman menyambut delegasi ulama yang memfasilitasi negosiasi pembebasan tawanan puluhan tentara rezim Yaman di distrik Waqar propinsi Abyan
Sumber-sumber dalam kelompok Al-Qaeda melaporkan bahwa peperangan-peperangan terakhir yang terjadi di propinsi Ma'rib, yang diberitakan sebagai peperangan antara Al-Qaeda melawan suku-suku, sebenarnya adalah peperangan antara pejuang Al-Qaeda dengan kelompok bersenjata yang memiliki kaitan dengan Hizbut Tajammu' Al-Yamani lil-Ishlah.
Sumber-sumber itu menyatakan Hizbut Tajammu' Al-Yamani lil-Ishlah menerjuni peperangan-peperangan di Yaman dengan memakai nama 'suku-suku Yaman", sama persis dengan peperangan-peperangan yang diterjuninya di pinggiran Shan'a, tepatnya di wilayah Nahm dan Arhab, melawan Garda Republik Yaman dengan mengatas namakan "suku-suku pendukung revolusi". Berbeda halnya dengan peperangan-peperangan yang diterjuninya di propinsi Jauf melawan kelompok Syiah Houtsi selama masa yang dinamakan "revolusi", karena dalam pertempuran-pertempuran tersebut Al-Qaeda berperan serta aktif, bahkan pasukan Ikhwanul Muslimin di propinsi Jauf tidak meraih kemajuan penting apapun kecuali dengan ikut sertanya Al-Qaeda dalam pertempuran mereka.
Kembali kepada hal-hal yang disebutkan di awal tulisan ini, nampaknya hari-hari mendatang akan menyaksikan tindakan kekerasan-kekerasan dalam bentuk yang berlainan. Ada kecenderungan yang kuat dari pihak Amerika untuk menggunakan kekuatan militer dan inteijen sebagai solusi, diimbangi oleh kepatuhan resmi rezim Yaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di sisi lain ada ketidak percayaan dari Al-Qaeda yang akan menghalangi proses "perundingan damai" apapun yang mungkin terpaksa akan diambil oleh AS dan rezim Yaman, saat pilihan militer dan intelijen membuktikan kegagalannya.
Bagi Amerika sendiri yang masih terus membunuhi warga-warga Yaman lainnya selama bulan-bulan yang telah lalu, maka semua korban yang gugur pada akhirnya adalah warga Yaman juga. Amerika tak akan peduli jika pembunuhan terhadap warga Yaman terus berlanjut, sekalipun akhirnya seluruh rakyat Yaman terbunuh.

Abdur Razzaq Al-Jamal
Harian Al-Yaman Al-Yaum
Senin, 21 Januari 2013 M
(muhib almajdi/arrahmah.com)

Mujahidin Irak
SAMARA'  – Rezim Syiah Irak melancarkan serangan gabungan terhadap mujahidin Daulah Islam Irak pada Senin (21/1/2013) pagi di distrik Samara'. Operasi gabungan itu melibatkan Pasukan Divisi IV, Komando Operasi Samara' dan milisi Shahwat loyalis rezim Syiah Irak untuk wilayah Samara', Hadidi dan Jazirah.
Operasi gabungan itu diikuti oleh lebih dari seribu tentara dan milisi loyalis rezim Syiah Irak. Namun pasukan besar dengan persenjataan lengkap itu terperangkap dalam jebakan kesatuan-kesatuan mujahidin di distrik Samara'. Mereka masuk dalam killing zone mujahidin dan menjadi sasaran empuk penyergapan mujahidin yang lebih menguasai medan pertempuran di wilayah tersebut.
Baku tembak sengit terjadi antara mujahidin Irak dan pasukan gabunan rezim Syiah Irak. Pasukan rezim Syiah Irak mengalami kerugian sangat besar. Puluhan tentara tewas dan kendaraan militer mereka hancur.
Kendaraan Land Cruiser yang dikendarai oleh Panglima Komando Operasi Samara', letjen Shakir Halil Muawin hancur total dan terbakar oleh tembakan mujahidin. Letjen Shakir sendiri mengalami luka parah dan dilarikan ke Rumah Sakit Samara' untuk mendapatkan perawatan medis. Perwira tinggi lainnya yang tewas dalam pertempuran itu adalah Letkol Mahdi Ja'far, Perwira Intelijen Komando Operasi Samara', laporan harian Sumeria News.
Pasukan gabungan rezim Syiah Irak didesak oleh serangan mujahidin ke kawasan Khuzaimi, sebuah kawasan gurun yang terbuka. Mereka menjadi sasaran empuk serangan mujahidin. Lebih dari 100 perwira, tentara dan milisi Shahwat tewas dalam baku tembak sengit tersebut. Komandan milisi Shahwat wilayah Samara', Majid Al-Bazi Abu Faruq, tewas dalam pertempuran dan kendaraan Salvador yang dikendarainya hancur terkena roket mujahidin.
Setelah beberapa jam menjadi bulan-bulanan mujahidin, pesawat tempur rezim Syiah Irak dikerahkan untuk menyelamatkan sisa-sisa pasukan yang terjebak di kawasan Al-Khuzaimi. Pesawat tempur membombardir wilayah sekitar jalan raya Syaikh Muhammad di pinggiran Al-Khuzaimi. Bombardir udara itu ditujukan kepada rumah-rumah penduduk sehingga menewaskan banyak warga sipil setempat. (muhib almajdi/arrahmah.com)

CILACAP  - Para mujahidin yang menjadi tahanan kembali mendapat perlakuan zalim petugas Lembaga Pemasyarakatan. Setelah beberapa waktu lalu terjadi penganiayaan petugas LP Cipinang terhadap mujahidin yang ditahan, hal yang sama terjadi di LP Permisan, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Achmad Michdan, koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM) menyampaikan kronologis penganiayaan oleh petugas LP Kembang Kuning terhadap ustadz Amir dan ustadz Suparjo alias Sarwo Edi di LP Permisan, Nusakambangan.

Pada hari Rabu (16/1/2013) di LP Permisan ada pertandingan futsal antar napi, diantaranya tim tamu dari LP Kembang Kuning. Pertandingan ini sudah sering, kadang tim futsal LP Permisan pun ke LP Batu.
Ketika pertandingan berlangsung, tim dari LP Kembang kuning mulai main kasar, ketika ada pelanggaran keras, salah satu napi ustadz Sarwo Edi berteriak, ini pelanggaran, kartu kuning! Tetapi wasitnya tidak mengeluarkan kartu kuning. Wasitnya itu adalah petugas LP dari Kembang Kuning. Maka supporter dari LP Permisan pun kecewa karena wasit seolah membela timnya sendiri.

Lalu ustadz Amir protes dan sempat terjadi adu mulut. Tiba-tiba ustadz Amir diserbu dan dipukuli oleh petugas pengawal dari LP Kembang Kuning. Jadi dua orang memegang ustadz Amir dan satu orang memukulinya hingga tersungkur.

Lalu datanglah ustadz Sarwo Edi untuk membantu ustadz Amir yang dianiaya sipir. Namun akhirnya ustadz Sarwo Edi pun dipukuli juga. Akibatnya, kedua orang tersebut menderita luka-luka, bibirnya pecah, memar-memar, kepalanya bengkak dan lehernya kaku.

Pihak napi sudah minta supaya discan di Rumah Sakit tetapi sampai saat ini tidak dikabulkan. Pihak sipir hanya mendatangkan dokter dari LP Batu. Tetapi menurut napi, mereka khawatir ada luka dalam akibat korban penganiayaan. Ustadz Amir misalnya, kepalanya dipukuli dan pagi harinya mual-mual.    
Identitas sipir LP Kembang Kuning yang melakukan pemukulan itu adalah; Shodiq, Andi, Moko dan Sukisno. Kejadian penganiayaan itu di aula tempat pertandingan futsal. Demikian kronologis singkat yang dipaparkan TPM.

Rencananya, pihak TPM akan melakukan investigasi terhadap kasus penganiayaan tersebut dan akan menindaklanjuti dengan proses hukum. Sementara itu, ustadz Amir dan Sarwo Edi selaku korban penganiayaan dikabarkan akan menghadapi persidangan di PN Cilacap, pada Rabu (23/1/2013), sekitar pukul 09.00 WIB.  [El Raid]

Sumber : (voa-islam.com)

GAZA (Arrahmah.com) – Para pejuang Palestina menegaskan bahwa mereka mampu menghancurkan tujuh tank tempur Israel jenis Merkava dengan menggunakan bom dan misil peluncur roket. Akibatnya, sejumlah serdadu Israel tewas dan luka-luka. Mereka menegaskan bahwa semua tank Israel yang menyerang Gaza akan dihancurkan seluruhnya.
Jubir Batalion Al-Quds, sayap militer Jihad Islami, Abu Hamd menegaskan bahwa para pejuang Palestina di wilayah perkampungan Zaitun berhasil menghancurkan tujuh tank dan ada puluhan serdadu Israel tewas dan lainnya luka-luka. Ia menegaskan bahwa serdadu Israel terjebak dalam banyak ranjau bom.
Sebelumnya, Batalion Izzuddin Al-Qassam menegaskan bahwa mereka berhasil menghancurkan sedikitnya dua tank dengan menggunakan roket anti tank jenis B29.
Abu Hamd menambahkan dalam pernyataannya bahwa perang hakiki belum dimulai dan ribuan personel kelompok perlawanan Palestina menyebar di seluruh penjuru. Ia menyatakan bahwa perlawanan Palestina baik-baik saja. Tidak banyak perlawanan Palestina yang gugur. Justru Israel membantai rakyat sipil untuk menutupi kegagalan mereka. Sementara perlawanan Palestina memiliki kesiapan jika operasi serangan diperluas.
Ia mengisyaratkan bahwa satuan pemantau perlawanan memberikan isyarat bahwa musuh Israel mulai mengevakuasi sejumlah besar pasukannya yang terbunuh dan luka-kuka di timur Gaza dengan menggunakan mobil pengangkut dan pesawat ke RS mereka. Ini menunjukkan Israel mengalami kerugian besar. (Hanin Mazaya/infopalestina)

AMERIKA SERIKAT.(voa-islam.com) – Senin , 19 November 2012, harian Amerika mengungkapkan bahwa brigade Izuddina Al-Qassam, sayap militer Hamas, semakin terorganisir dan professional. New York Times menambahkan dalam pernyataannya bahwa Al-Qassam mengaku hal tersebut semenjak sistem pelatihan diautur oleh komadan Ahmad Al-Ja’bary , mata rantai komandao semakin jelas, juga menjadi lebih institusional.
Al-Ja’bary menikmati persenjataan militer yang senantiasa meluas yang dapat mencakupi 15 ribu pejuang  yang merupakan simbol upaya Hamas untuk mencapai keseimbangan ketika ia menjadi gerakan perlawanan dan perannya sebagai pemerintah di jalur Gaza semenjak tahun 2007.
Harian tersebut mengutip perkataan Adnan Abu Umar, dejan jurnalisme dan dosen dalam ilmu politik di universitas Al-Ummah “Bukanrahasia lagi kalau Al-Qassam memiliki kata-kata terakhir di Gaza” tuturnya. Harian tersebut menambahkan Al-Ja’bary selama beberapa tahun terakhir memperkuat kekuatan politik brigade Al-Qassam , sebagaimana ia juga menjadi pahlawan rakyat yang mana fotonya menghiasi poster – poster dan spanduk – spanduk di seluruh sector Gaza, yang membuatnya bekerja dengan struktur yang desentralisasi sampai ia meninggalkan kepemimpinananya”.
Brigade Al-Qassam menyebutkan pembagian – pembagian selnya di enam wilayah geografis. Setiap daerah yang menentukan pemimpinnya adalah Al-Ja’bary, dan setiap daerah memiliki artileri, anti-tank dan peawat. Begitu juga dengan personal, setiap daerah memiliki sniper, infantry, detasmen khusus komunikasi, logistik, iteligen, persenjataan dan hubungan masyrakat.(usamah/islam) 



Apakah anda mengenali Izzuddin al Qassam?
 
Nama lengkap beliau adalah Muhamad Izzuddin Abdul Qadir al Qassam. Dilahir pada tahun 1882 M di Jabalah, Syria. Datang dari keluarga yang kuat berpegang kepada Islam. Bapanya seorang guru Quran yang mengajar anak-anak di kampung mereka membaca dan menghafal al-Quran. Dia pernah belajar di Universiti Al-Azhar di Mesir ketika berumur seawal 14 tahun dan di sana dia belajar daripada tokoh terkenal, Sheikh Muhammad Abduh. Semasa di zaman menuntut lagi beliau telahpun gigih melakukan usaha dakwah.
Sheikh Al Qassam adalah seorang imam, guru dan juga sheikh Tareekat Ash-Shazaliyah di Jilah Al-Adhamiyah, sebuah wilayah di bahagian utara Syria. Beliau menggunakan ilmu dan kedudukannya untuk menerangkan kepada umat bahawa tugasnya bukan sekadar asas-asas agama Islam semata-mata tetapi juga menerangkan setiap isu yang menyentuh kepentingan umat dan Negara dari sudut pandangan Islam. Kepimpinannya telah menyedarkan masyarakat untuk kembali kepada Islam. Pentarbiyahan beliau telah berjaya merubah pemikiran masyarakat.
Semasa perang dunia pertama, dia mengambil bahagian secara aktif di dalam Revolusi Syria memerangi penjajahan Perancis. Revolusi tersebut berakhir dengan berlakunya pertempuran Melson pada tahun 1920.
Perjuangan di Syria menjadi semakin rumit apabila penjajah Perancis menjatuhkan hukuman mati kepadanya. Beliau yanghanya mempunyai dua pilihan iaitu hukuman mati atau tunduk dengan kehinaan telah membuat keputusan untuk berhijrah ke Haifa di Palestin. Tujuan lain perpindahannya ke kota Haifa adalah kerana kewujudan pendatang haram Yahudi yang semakin bertambah besar di bumi Palestin.
Kedatangan pendatang haram Yahudi beramai-ramai dari Eropah.
jews arrival 297x300 Kenali Panglima Izzuddin al Qassam
Kenapa Izzuddin berhijrah ke Palestin?
Izzudin Al Qassam datang ke Palestin sebagai mujahid kerana dia benar-benar memahami rancangan jahat yahudi yang mengerikan yang telah dibuat oleh Organisasi Zionis Antarabangsa di Basel, Swizland pada 29-30hb Ogos 1896. Mereka telah membuat resolusi untuk mendirikan sebuah negara nasional untuk orang Yahudi di Palestin. Beliau juga melihat pakatan sulit antarabangsa yang mendapat sokongan kaum penjajah umumnya dan British khususnya. Sheikh Izzudin juga melihat penghijrahan orang Yahudi secara besar-besaran ke bumi Palestin dan para pemuda Yahudi bersenjata datang dari pelbagai penjuru dunia untuk merebut tanah dengan kekerasan mahupun dengan pujuk-rayu.
Di Haifa dia tinggal di rumah Haji Amin Nuruddin dan bergiat dengan aktiviti mengajar dan berceramah di Masjid An Nasr. Beliau kemudiannya bertugas di Masjid Al Istiqlal iaitu masjid terbesar di Haifa pada masa itu. Pada tahun 1927 dia mendirikan pejabat cawangan  Jam’iyah Asy-Syubban Al-Muslimin (Persatuan pemuda Muslim) di Kota Haifa dan beliau sendiri bertindak sebagai pemimpinnya.
Beliau mengajak para warga Arab Palestin berbincang mengenai ancaman Yahudi ini walaupun ada sebahagian daripada mereka yang mempunyai pendapat yang aneh. Ada di antara mereka yang bepandangan bahawa cukup untuk menghadapi mereka dengan demonstrasi dan sebahagiannya mengatakan cukup dengan perundingan sahaja. Bahkan ada yang pergi ke Britain untuk mencari jalan penyelesaian permasalahan ini.
Selama tujuh tahun digunakan oleh beliau untuk mengadakan hubungan dengan orang ramai, mengenali identiti mereka, mengadakan pembinaan, latihan organisasi dan mempersiapkan mereka untuk berhadapan dengan saat yang bakal menentukan masa depan mereka. Dalam tempoh tersebut beliau menjalankan pelbagai tugasan; guru di sekolah, pembimbing rohani di masjid, pekerja di Pejabat Syariat dan ketua pergerakan. Hubungan dengan berbagai kalangan masyarakat juga mengizinkan beliau memiliki dana kewangan.
old quds 5 300x217 Kenali Panglima Izzuddin al Qassam 
Apakah fokus perjuangan Izzuddin al Qassam?
Perjuangannya sangat menitikberatkan kepada tiga perkara utama.
  1. Kewaspadaan terhadap ancaman Yahudi secara berterusan.
  2. Ajakan untuk berjihad.
  3. Memilih orang-orang yang berkualiti dan dibekalkan dengan pemikirian yang benar serta kemahiran ketenteraan.
Mempersiapkan generasi pendokong kebenaran menurut Izzudin memerlukan
  1. Mengadakan hubungan baik dengan setiap orang, baik yang mempunyai komitmen pada agama mahupun tidak. Jika orang ini berubah, maka ia akan menjadi pejuang yang hebat dan dapat menjalankan tugas-tugasnya untuk memelihara hubungan yang luas.
  2. Menanamkan rasa cinta di antara sesama manusia kerana penjajah dan yahudi telah banyak menyebarkan bibit-bibit perpecahan di kalangan masyarakat.
  3. Mengajak orang yang dianggap baik dengan berkunjung ke rumahnya. Sheikh Izzudin saling membina suasana keakraban dan persaudaraan sehingga mencapai tahap berterus-terang untuk menyatakan tujuan perjuangan iaitu menyelamatkan Palestin.
  4. Izzudin berkeyakinan bahawa Palestin tidak akan dapat diselamatkan kecuali jika rakyatnya dibangkitkan rasa tanggung-jawabnya samada lelaki, perempuan, orang awam ataupun ulama mesti meyakininya dan bangun berjuang.
Pada tahun 1931, pasukan yang beliau bentuk telah menyerang perkampungan Yahudi di Yagur. Dalam penyerangan tersebut tiga orang tentera Yahudi telah terbunuh. Pasukan Izzuddin Al-Qassam meneruskan penyerangannya dan menyebarkannya ke seluruh wilayah pergunungan.
Setelah pasukan Inggeris yang bekerjasama erat dengan Zionis bertindak mempersempitkan ruang geraknya di Haifa, maka Sheikh Al Qassam bersama enam sahabat rapatnya berpindah ke daerah pergunungan pada tahun 1935.
Pasukan ketenteraan yang beliau bentuk mencapai jumlah seramai 200 orang. Dari jumlah tersebut dia membahagikannya kepada beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri daripada lima orang dan salah seorang daripada mereka akan diangkat sebagai pemimpin dan pemberi arahan. Dalam tempoh yang agak singkat, pasukannya bertambah banyak dan mencapai keanggotaan seramai 800 pejuang. Setiap unit yang asalnya terdiri daripada lima orang membesar menjadi sembilan orang.
Rancangan berjalan sebagaimana yang diharapkan. Di tahun 1935, Izzudin Al Qassam dalam usianya yang telah mencapai enam puluh tahun keluar pada satu malam dengan mengenakan pakaian pejuang setelah meninggalkan pakaian tokoh agama. Dia mengumpulkan anggota keluarganya untuk memberitahukan niatnya dan menjanjikan keazaman untuk berjumpa dengan mereka di syurga kelak.
Pasukan Inggeris dengan senjata yang lengkap dan dibantu dengan pesawat tempur telah menyerang pasukan Izzuddin Al-Qassam di Ya’bad. Dalam pertempuran tersebut Izzuddin Al-Qassam gugur sebagai syahid bersama dua orang pejuang lainnya pada 20hb November 1935.
Orang-orang Palestin di seluruh negara melakukan solat jenazah ghaib untuk beliau. Jenazah as Syahid Izzudin al Qassam dengan bajunya yang berlumuran darah dibawa oleh ribuan orang ke makam di kampungnya. Kesyahidan tiga pejuang tersebut telah mencetuskan lebih banyak penentangan, pergolakan dan permogokan terhadap penjajahan Inggeris dan Zionis terhadap bumi palestin.

palestine12 213x300 Kenali Panglima Izzuddin al Qassam 
Jasa Sheikh Izzuddin Al Qassam sentiasa dikenangi oleh orang-orang Islam terutamanya di Palestin malahan sebuah sayap ketenteraan HAMAS (Harakah Muqawamah Islamiyah), mengabadikan namanya dalam unit dan bendera mereka.
Berbicara mengenai tradisi pergerakan Islam moden dan sejarahnya, nama Izzudin Al Qassam tidak dapat dipisahkan; beliau memiliki cara yang tersendiri dalam pembinaan generasi Islam dengan menggunakan pendekatan pendidikan, kesiap-sagaan, organisasi dan jihad. Jika diamati lagi, dalam aliran pergerakan Islam terdapat seorang tokoh besar yang mempunyai kaedah pergerakan yang pelbagai dan dia adalah salah seorang tokohnya.


Rujukan :
  • Mohsein M.Soleh. History of Palestine. A Methodical Study of the Palestinian Struggle. Al Falah Foundation. Cairo 2005.

  • Mohsein M.Soleh. Kertas Kerja Seminar Isu Palestin. TTS, Kuala Lumpur 2005
  • Muhammad Sa’id Mursi. Tokoh-tokoh besar Islam sepanjang sejarah. Versi Indonesia Pustaka Al kauthar, Jakarta 2007

  • Mustafa Muhamad Tahhan. Tokoh Pergerakan Islam masa kini. Al Hidayah Publishers, Kuala Lumpur 2002
  • Tareq M. Suwaidan. Palestine – Yesterday, today and tomorrow. Ebbad Co. Kuwait. 2006.

Kewujudan para pemuda yang memperjuangkan kemuliaan Islam secara ketenteraan di bumi Gaza dan Tebing Barat bukanlah satu yang rahsia lagi. Merekalah sebenarnya yang merupakan ketumbukan angkatan tentera yang menjadi perisai di barisan depan yang akan mempertahankan Palestin daripada terus dijajah dan diratah oleh regim Zionis Israel selama ini.
Briged Izzuddin al-Qassam atau lebih dikenali sebagai al-Qassam adalah barisan pejuang bersenjata Palestin yang telah diasaskan penubuhannya oleh Sheikh Ahmad Yassin (Pengasas HAMAS), Dr Ibrahim al Maqadema dan Sheikh Salah Shehada sejak tahun 1984 lagi.
Iz Adin Al Qassam 225x300 Briged al Qassam   Generasi muda perindu syahid...
Sheikh Izzuddin al Qassam
Pasukan bersenjata HAMAS yang begitu digeruni oleh Israel ini telah diberikan nama sebagai Briged al-Qassam bersempena dengan nama Sheikh Izzuddin al-Qassam, seorang tokoh pejuang yang berasal dari Syria yang telah terkorban syahid di Ya’bad, Palestin bagi mempertahankan bumi ini daripada penjajahan Inggeris pada tahun 1935.
Di kesempatan yang ada ketika menyertai misi kemanusiaan di Gaza kali ini, saya telah mendapatkan seberapa banyak maklumat mengenai pergerakan ini daripada masyarakat setempat di sana.
Beberapa kali mendengar bunyi letupan di sana sini sepanjang keberadaan kami di Gaza, Namun masyarakat umum termasuk Israel juga amat mengetahui bahawa Briged al Qassam adalah satu pergerakan ketenteraan yang bekerja dengan kerahsiaan yang kuat dan mampu membuat pelbagai kejutan.
Alhamdulillah dengan takdir yang ditentukanNya pula, saya berpeluang untuk mengenali Briged al-Qassam ini dengan lebuh dekat melalui kunjungan ke pusat latihan mereka setelah mendapat jemputan daripada pimpinan kerajaan yang memerintah Semenanjung Gaza. Saya berpeluang menyaksikan sebuah satu demonstrasi latihan ketenteraan yang jarang-jarang sekali dibuka kepada rakyat Palestin apatah lagi kepada pengunjung dari luar Negara.
Objektif penubuhan al Qassam
Objektif  utama penubuhan al Qassam adalah untuk menaikkan semangat jihad di kalangan orang-orang Palestin, orang-orang Arab dan juga umat Islam sejagat. Briged ini bertanggung-jawab untuk mempertahankan tanah suci Palestin daripada penjajahan dan kezaliman Zionis dan seterusnya membebaskan Palestin dan keseluruhan tanahnya yang telah dirampas oleh penjajah Zionis Israel.
Pada peringkat awalnya mereka enggan memberikan maklumat lanjut mengenai kekuatan sebenar briged ini tetapi akhirnya menjelaskan bahawa mereka mempunyai ahli battalion yang terlatih seramai kira0kira 25,000 orang di kalangan pemuda-pemuda yang berumur antara 18-30 tahun.  Sejak intifadah al Aqsa yang berlaku pada tahun 2000, seramai kira-kira 800 ahli briged ini telah syahid bagi mempertahankan Palestin.
Briged al Qassam amat mementingkan latihan dan kualiti ahli Briged yang menjadi tulang belakang perjuangan pembebasan Palestin.
Di antara syarat utama yang dikenakan sebelum mereka dipilih ialah :

1-Gigih berpegang dengan ajaran Islam
2-Kuat mengamalkan sunnah Rasulullah saw
3-Menjaga solat 5 waktu secara berjamaah                                                                                                                  4-Mengimani perjuangan pembebasan al Aqsa dan Palestin
5-Berdisiplin dan mentaati kepimpinan
6-Mencintai dan bersedia untuk syahid
Saya telah diberitahu bahawa briged ini juga mempunyai skuad wanita walau pun mereka tidak berada di barisan depan ketenteraan. Pernah sekali tentera al Qassam yang berpakaian lengkap ketenteraan dikepung oleh tentera Israel di dalam sebuah masjid, mereka telah menghantar tentera wanita yang tidak berpakaian seragam pada ketika itu untuk masuk ke masjid bagi menyerahkan baju lain kepada anggota yang terkepung, Tentera al Qassam ini kemudiannya berjaya keluar dengan berlakon sebagai orang-orang awam. Walau pun Briged al Qassam kehilangan tiga anggota wanitanya dalam operasi tersebut tetapi mereka tetap Berjaya kerana ramai di kalangan anggota utamanya yang dapat diselamatkan.
Sudah menjadi perkara biasa apabila kedengaran letupan dan bunyi tembakan di wilayah Gaza bukan kerana serangan ketentaraan Israel sebaliknya adalah daripada sesi latihan al Qassam.
Briged al Qassam ini juga sangat terkenal dengan roket artileri al-Qassam yang merupakan roket buatan sendiri. Roket ini sering membawa kemusnahan musuh di tanah suci Palestin yang dijajah serta memberikan kesan trauma mental kepada masyarakat penjajah Israel.
Saya juga berkesempatan menyaksikan satu sesi latihan ketenteraan Brideg al Qassam ini yang menggunakan peluru hidup, bom tangan, senapang AK-47, mesingan dan roket grenad. Bergegar rasanya hati kecil ini ketika menyaksikan demonstrasi yang cukup membuktikan kehebatan generasi muda Palestin ini.
sujud syukur 300x96 Briged al Qassam   Generasi muda perindu syahid...
Bersujud syukur selepas menjalani operasi
Sesudah sesi latihan itu, kesemua pemuda-pemuda ini berkumpul dan bersujud syukur sebagai satu amalan penting pada setiap kali tamat satu pertempuran melawan tentera Zionis.
Dengan pelbagai maklumat dan diikuti oleh pertemuan yang bermakna ini, saya pasti bahawa mereka adalah generasi pemuda perindu syahid yang begitu digeruni oleh pasukan tentera penjajah Israel yang berjumlah seramai 720,000 orang yang turut mempunyai pelbagai  kelengkapan teknologi ketenteraan yang canggih
Pemuda Briged Al-Qassam melakukan sujud syukur setiap kali pulang daripada bertempur dengan tentera Israel.
Sebelum berpisah, seorang pemuda al Qassal menghampiri saya dan bertanya asal usul kami. Apabila diberitahu daripada Malaysia, dia lantas menjawab bahawa tanah ini juga milik umat Islam di Malaysia. Tentunya jawapan ini begitu mendalam dan menggugah hati sanubari saya.
Ketika berpeluang untuk mengajukan soalan kepada beberapa anak muda Palestin di Gaza samada mereka adalah daripada al Qassam atau tidak, kebanyakan mereka hanya tersenyum kerana mereka biasanya mengistiharkan diri mereka sebagai al Qassam secara terbuka.
al qassam yang digeruni1 300x225 Briged al Qassam   Generasi muda perindu syahid...
Pemuda al Qassam - generasi pemburu syahid
Subhanallah…merekalah generasi anak muda yang merindui kemuliaan mati syahid dan masing-masing bekerja kuat bagi menagih keistimewaan syahid seperti maksud sabdaan Rasulullah :
“Bagi orang yang mati syahid ada 6 keistimewaan iaitu:
1-diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya meluncur keluar
2-melihat tempatnya di dalam surga
3-dilindungi dari azab kubur
4-terjamin keamanannya dari malapetaka besar
5-merasakan kemanisan iman,
6-dikahwinkan dengan bidadari,
7-dan diperkenankan memeberikan syafa’at bagi 70 orang kerabatnya”
(Hadis Riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
MK-8 AP ke Gaza, 16hb April 2012

Sumber : http://zainurrashid.com/briged-al-qassam-generasi-pemuda-perindu-syahid/

GAZA.PALESTINA. - Tahukah anda apa nama roket milik Izuddin Al-Qassam? Ya, namanya adalah M75. Apa yang melatarbelakangi huruf dan angka dalam penamaan roket tersebut. Jum’at, 16 November 2012, Brigade Izuddin Al-Qassam mengumumkan rahasia penamaan roket ini dengan nama M75.
Hal disebabkan karena roket itu telah menghantam kota Yerusalem dan Tel Aviv pada siang sore hari Jum’at. Al-Qassam dalam sebuah pernataan singkat mengatakan bahwa huruf M yang berada pada penamaan itu adalah sebagai inisial dari Muqodimah yaitu yang menunjukkan nama salah satu pendiri brigade Izuddin Al-Qassam.
Nama lengkap beliau adalah Ibrahim Ahmad Al-Muqodimah, lahir di Asqollan tahun 1950, merupakan salah satu pentolah Hamas di Palestina. Keluarganya hijrah bersama para keluarga warga Palestina yang lain pada tahun 1948 (bertepatan dengan pendudukan Israel). Dua tahun sedah peristiwa itu lahirlah beliau.
Beliau memiliki prestasi akedemi yang gemilang. Beliau lulus SMA dengan predikat mumtaz (nilai rata – rata 9) dan melanjutkan studi ke dokteran di Mesir. Kemudian setelah lulus, beliau bekerja di rumah sakit Al-Syifa di Gaza. Pada saat studi di kampus, beliau bergabung dengan gerakan Islam di Mesir, Ikhwanul Muslimin.
Singkat cerita, beliau syahid pada Sabtu pagi, 8 Maret 2003, dimana roket Pesawat Apache Israel menghantam mobil beliau yang mengakibatkan syahidnya beliau dan tiga penumpang lainnya, termasuk anak kecil.
Adapaun angka 75, itu merupakan simbol dari jarak jangkau roket tersebut, dimana roket tersebut dapat menjangkau target ke 75 km atau 80 km. pada hari Sabtu, sekitar 14 roket M75 lebih yang ditembakkan ke Israel, sisanya puluhan roket yang digunakan adalah roket Grad dan 107. Roket ini pun, untuk pertama kalianya telah menghantam kota Yerusalem dan Tel Aviv.(usamah/islam)

DAMASKUS - Kelompok-kelompok Mujahidin Suriah bertambah lagi, sebuah brigade baru yang dinamai Al-Masih 'Alaihissalam (Nabi Isa 'Alaihissalaam) resmi dibentuk di Damaskus dan sedang berperang bersama Mujahidin lainnya dalam melawan pasukan rezim Bashar Assad dan sekutunya.
Peresmian brigade tersebut dipublikasikan melalui internet dalam sebuah video yang dipublikasikan di Youtube pada Ahad (21/10/2012).Yang menarik adalah penamaan nama Al-Masih itu sendiri. Mereka memilih nama Al-Masih berdasarkan keyakinan Aqidah Islam bahwa Nabi Isa 'Alaihissalam akan turun kembali ke bumi menjelang hari kiamat nanti di Damaskus, berdasarkan hadits dari Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam.
Dua brigade baru lainnya juga baru saja diresmikan, yaitu brigade Ansar Al-Syariah yang berbasis di Aleppo dan brigade Tuhid Al Islam yang berbasis di timur Ghouta.


 
Brigade Ansar al-Syariah

Brigade Tuhid Al Islam
 
Sementara itu pertempuran terus berlangsung di Damaskus dan Aleppo, dua wilayah yang sering menjadi target serangan-serangan pasukan rezim dan meletusnya pertempuran sengit antara Mujahidin dan pasukan loyalis Assad.
Pekan ini pertempuran meletus sejak Senin pagi ketika pasukan rezim berusaha menyerbu daerah Harasta, pinggiran kota Damaskus. Di Aleppo, pertempuran berkecamuk di barat daya distrik Salahuddin, di utara Iza'a dan di pusat kota tua.

DEIR EZZUR – Peristiwa mengharukan terjadi di wilayah Suyuf, pinggiran Deir Ezzur pada Sabtu (10/11). Jasad seorang warga bernama Yasin Abdul Karim Thaukan berhasil dievakuasi kaum muslimin setelah terbaring selama tiga bulan di dekat posko keamanan Suyuf. Jenazahnya hanya menyisakan tulang belulang dan sisa pakaian.
Yasin Abdul Karim Thaukan ditembak mati oleh sniper militer rezim Suriah di dekat posko pemeriksaan desa Suyuf, pinggiran Deir Ezzur tiga bulan yang lalu. Jenazahnya ditelantarkan begitu saja. Tidak seorang pun warga yang berhasil mengevakuasi jenazahnya karena keganasan militer rezim Suriah di posko keamanan setempat.
Mujahidin FSA baru berhasil memukul mundur pasukan rezim Suriah dari posko tersebut pada Sabtu kemarin. Saat itulah mujahidin FSA dan warga sekitar berhasil mengevakuasi jenazah Yasin. Terbaring tiga bulan penuh di tanah, jenazah Yasin tinggal menyisakan bentuk tulang-belulang dan sisa-sisa pakaiannya saja. Warga setempat bisa mengidentifikasi jenazah tersebut dari kartu identitas yang ada di saku pakaiannya.
Inilah salah satu bukti kebiadaban rezim Nushairiyah Suriah. Mereka membunuhi warga sipil muslim yang tak berdosa. Mereka membunuh korban dan mencegah warga untuk mengevakuasi jenazahnya.



RAQQA  – Rezim Nushairiyah Suriah kembali menunjukkan kebiadaban dan dendam yang telah mendarah daging kepada muslim sunni. Salah satu buktinya, tentara rezim Suriah mencincang dan memutilasi jenazah mujahidin FSA yang gugur dalam pertempuran di kota Raqqa, propinsi Idlib pada Jum'at (2/11).
Jenazah seorang mujahidin FSA tergeletak di tengah ladang saat baku tembak masih berkecamuk dengan sengit di kota Raqqa pada hari Jum'at. Beberapa tentara rezim Suriah kemudian datang ke lokasi tersebut. Beberapa orang di antara mereka nampak berjaga-jaga dan masih bersiap menembak.
Salah seorang di antara mereka kemudian mendekati jenazah sang mujahid. Dengan kuat, berulang kali ia menghunjamkan bayonetnya ke dada jenazah sang mujahid. Ia meluapkan kemarahan dan kedengkiannya dengan berteriak-teriak.
"Lihatlah, lihatlah, kami tidak takut dengan Allahu akbar," kata tentara tersebut dengan congkak.
Tak puas dengan menusuk-nusuk bagian dada, ia kembali menghujani wajah jenazah sang mujahid dengan tikaman bayonet secara berulang kali. Tapi ia belum puas juga. Rompi di dada jenazah itu dilepaskannya dan ia kembali menusuknya berulang kali dengan bayonet. Tak lama kemudian ia mengiris leher jenazah sang mujahid.
Penistaan dan mutilasi terhadap jenazah para syuhada' mujahidin Islam dan FSA juga dilaporkan para aktivis kemanusiaan di sejumlah wilayah Suriah lainnya. Dalam akidah agama Syiah Rafidhah dan Syiah ekstrim seperti Nushairiyah, membunuh muslim sunni merupakan bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Inilah akhlak perang agama Rafidhah dan Nushairiyah.
Video: 



00.32
DAMASKUS  – Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha' akhirnya merilis video operasi spesial dan heroik menaklukkan Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus. Video Bidayat An-Nihayah # 2 (Awal berakhirnya [rezim Nushairiyah Suriah] bagian 2) itu diberi judul Ghazwatu Nasfil Arkan (Serangan meluluh lantakkan Gedung Markas Besar Militer) dan berdurasi 31 menit 35 detik.Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus adalah salah satu pihak yang paling bertanggung jawab atas semua operasi militer, kepolisian dan intelijen rezim Suriah di seluruh wilayah Suriah. Ia juga tempat mengantornya ratusan perwira militer dan ribuan tentara rezim, tempat merencanakan strategi, teknik dan taktik operasi militer rezim Suriah terhadap revolusi rakyat muslim Suriah. Gedung Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus dikelilingi oleh sejumlah markas militer, kepolisian dan intelijen yang penting dan strategis.
Survei lapangan terhadap target
Video diawali dengan kegiatan mujahidin Jabhah Nushrah melakukan survey lapangan terhadap target serangan. Gedung Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus terletak di depan Umayyah Square. Beberapa puluh meter di sebelah kanannya berdiri kokoh gedung Departemen Pertahanan Suriah. Sekitar dua ratusan meter di sebelah tenggara darinya berdiri kokoh gedung Asrama Perwira Militer.
Sekitar seratus meter di sebelah kiri Gedung Markas Besar Tentara Nasional Suriah berdiri tegak gedung stasiun TV Nasional Suriah dan Radio Nasional Suriah, dipisahkan oleh jalan raya. Sekitar dua ratus meter ke arah selatan dari gedung TV dan Radio Nasional berdiri kokoh gedung Markas Keamanan Kriminal. Dan hanya sekitar dua ratus meter di sebelah barat dari gedung Markas Keamanan Kriminal berdiri kokoh gedung markas kesatuan-kesatuan keamanan lainnya.
Latihan militer bagi regu mujahid calon pelaku serangan syahid

Para mujahidin Jabhah Nushrah yang akan melaksanakan serangan terhadap gedung Markas Besar Tentara Nasional Suriah menjalani latihan yang serius dan keras. Latihan fisik di jalanan dan lahan pertanian mereka lahap dengan tekun. Pembinaan iman dan penguatan mental mereka jalani. Pun latihan militer dengan menggunakan beragam senjata, latihan menyerbu ke dalam gedung dan latihan mundur dari medan pertempuran. Video juga mengabadikan persiapan terakhir saat bom dirangkai dan dimasukkan dalam mobil, serta wawancara terhadap para mujahid yang akan melakukan serangan.
Pesan-pesan terakhir para mujahid pelaku serangan
Sebelum berangkat melakukan operasi serangan heroik tersebut, keempat mujahid Jabhah Nushrah menyampaikan wasiat terakhir mereka kepada kaum muslimin dan rezim Nushairiyah Suriah.
1. Abu Mush'ab Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya mengatakan:
"Adapun kalian wahai orang-orang Nushariyah, Rafidhah yang pendengki! Kami selamanya tidak akan pernah tinggal diam selama jantung kami masih berdetak, selama darah masih mengalir dalam tubuh kami. Kami tidak akan pernah tinggal diam, kami tidak akan pernah tinggal diam, wahai orang-orang Nushariyah, Rafidhah yang pendengki! Kami telah memutuskan untuk mengajukan permasalahan ini dengan warna baru, yaitu warna darah, dengan air baru, yaitu air kemuliaan, dan dengan tekad orang yang bertekad untuk meraih surga."
2. Abu Hafsh Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya berkata:
"Ini adalah pesan saya kepada orang-orang Nushairiyah para pendengki dan milisi Syiah  Shabihah. (Pada waktu-waktu yang lalu) Kami telah mendatangi kalian dengan mobil-mobil penuh bom uuntuk meledakkan isi perut kalian, dengan para sniper untuk mencabut jantung kalian, dan dengan tubuh-tubuh kami untuk memotong-motong anggota badan kalian. Maka tunggulah kami, karena kami akan mendatangi kalian! Demi Allah Yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya kami adalah sebuah umat yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan. Kami tidak berangkat (dalam operasi serangan ini) kecuali untuk menolong agama Islam ini, menegakkan panji Laa Ilaha Illallahu Muhammad Rasulullah dan menerapkan syariat Allah di muka bumi."
Dari atas mobil penuh bahan peledak mujahid yang membawa mobil pertama dan meledakkannya di sisi luar gedung Mabes Tentara Nasional Suriah ini tidak lupa menghasung semangat umat Islam untuk membela Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam yang dinistakan oleh film anti-Islam (Innocence of Muslims).
Kepada orang-orang muslim namun tidak membela Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam, mujahid ini mengingatkan, "Saya katakan kepada mereka bahwa demi Allah, mereka akan dimintai pertanggung jawaban pada hari kiamat. Maka mereka tidak akan menemukan jawaban untuk mereka sampaikan kepada Allah dan Rasul-Nya, karena Rasulullah telah dihinakan dengan ucapan-ucapan dan karikatur-karikatur, namun mereka tidak bergerak (untuk membela beliau)."
3. Abu Khalid Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya berkata:
"Adapun kalian para musuh Allah, hai orang-orang Nushairiyah dan orang-orang Rafidhah yang murtad, atas kalian laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia. Bergembiralah kalian dengan kabar buruk yang akan mendatangi kalian! Bergembiralah kalian dengan pembunuhan! Bergembiralah kalian dengan pembunuhan! Bergembiralah kalian dengan pembunuhan! Bergembiralah kalian dengan pembunuhan, pengusiran dan pembalasan! Demi Allah, dalam membunuh kalian, kami tidak takut celaan orang-orang yang mencela. Beritanya bukanlah hal yang akan kalian dengar, melainkan apa yang akan kalian lihat, insya Allah. Ya Allah, berilah kami taufiq dan ketepatan! Ya Allah, berilah kami taufiq dan ketepatan!"
4. Abu Muhannad Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya mengatakan:
"Kesyahidan adalah pohon yang ditanam dalam dada seorang mujahid, pohon itu tumbuh dan berkembang dengan matang, sehingga jika telah berbuah dan tiba saatnya untuk memanen, maka Allah akan mengizinkan kepadanya sehingga ia menjadi orang yang syahid dan berbahagia dalam lindungan Ar-Rahman."
Tentang sebab keikut sertaannya dalam operasi serangan ini, ia mengatakan, "Sesungguhnya saya melakukan amalan ini, dengan meletakkan tujuanku adalah meninggikan kalimat Laa Ilaaha Illallahu, Yang Maha Suci, Maha Agung urusan-Nya dan Maha Mulia ketetapan-Nya…demi meninggikan panji Laa Ilaaha Illallahu, membela agama Islam ini, membalaskan derita saudara-saudaraku kaum muslimin yang ditindas dan sebagai balasan atas kejahatan-kejahatan yang berulang kali ditujukan kepada sosok Nabi kita, Muhammad shallallahu 'alaihi wa salam, di berbagai penjuru dunia."
Proses pelaksanaan serangan  
Empat orang mujahid Jabhah Nushrah berhasil menaklukkan Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus pada Rabu (26/9/2012). Serangan heroik mereka telah mempermalukan militer rezim Nushairiyah Suriah yang didukung oleh para penasehat militer komunis Rusia, pasukan khusus brigade Al-Quds rezim Syiah Iran dan ribuan milisi Syiah Hizbullah Lebanon.
Serangan heroik itu dilakukan dalam dua tahapan:
1. Bom syahid dengan mobil pertama
Pada pagi hari Rabu tanggal 10 Dzulqa'dah 1433 H bertepatan dengan 26 September 2012 M jam 07.00 pagi, sang ksatria pelaku serangan bom syahid, Abu Muhannad Asy-Syami berhasil membawa mobil bermuatan penuh bom ke arah yang sejajar dengan tembok pagar gedung Markas Besar Tentara Nasional dari arah selatan.
Saat ia telah mencapai titik terdekat yang tepat dengan bagian tengah tembok pagar bangunan, ia meledakkan dirinya sehingga mengakibatkan kehancuran hebat di bagian gedung Markas Besar dari arah tersebut. Ledakan berkekuatan dahsyat itu mencapai bagian dalam gedung, menewaskan banyak tentara, melukai banyak tentara lainnya dan menimbulkan kepanikan serta ketakutan luar biasa terhadap tentara yang lolos dari ledakan.
2. Bom mobil kedua dan regu kecil penyerbu ke dalam gedung
Sebuah mobil kedua yang juga penuh bom mengangkut regu penyerbu berkekuatan tiga orang mujahid Jabhah Nushrah pelaku serangan syahid; Abu Hafsh Asy-Syami, Abu Khalid Asy-Syami dan Abu Mush'ab Asy-Syami. Mobil itu meluncur ke pintu gerbang utama Markas Besar Tentara Nasional Suriah. Suasana kacau di kompleks gedung dimanfaatkan oleh ketiga orang tersebut untuk memerintahkan para tentara yang piket di pintu gerbang untuk membuka pintu gerbang.
Para tentara tersebut mengira ketiga orang itu adalah para perwira tinggi yang bertanggung jawab atas keamanan Markas Besar. Mereka meyakini hal itu setelah melihat ketiga orang itu memakai seragam tentara yang sama dengan seragam yang mereka kenakan. Para tentara yang piket segera membuka pintu gerbang, maka mobil dan ketiga mujahid tersebut masuk ke dalam halaman gedung.
Ketiga mujahid itu lantas menembak mati setiap tentara di depan mereka dan mereka mulai menyerbu masuk ke dalam gedung Markas Besar Tentara. Mereka menguasai lantai pertama gedung tersebut, dengan karunia dan pertolongan Allah semata, menembak mati setiap tentara dan perwira yang mereka temui dan kemudian membakar bagian dalam lantai satu gedung. Mereka lantas meledakkan mobil penuh bom yang mereka parkir di pintu gerbang utama dengan remote control dari kejauhan. Akibatnya ledakan keras dan api melahap bagian depan gedung. Kebakaran di bagian depan gedung berlanjut sampai jam 16.00 sore, bahkan setelahnya.
Ketiga mujahid itu kemudian naik ke lantai dua gedung untuk menguasai lantai dua. Mereka menembak mati setiap tentara dan perwira yang mereka temukan, kemudian mereka membakar ruangan lantai dua gedung.
Setelah itu mereka naik ke lantai tiga dan bertahan di lantai paling atas gedung tersebut, setelah mereka menembak mati semua tentara dalam lantai itu dan para tentara yang berjaga di halaman gedung. Mereka mulai menahan gempuran sengit pasukan rezim Bashar Asad yang berbondong-bondong datang sebagai bala bantuan bagi pasukan di Mabes itu.
Ketiga mujahid itu bertahan dalam lantai paling atas gedung dengan menggunakan DShk, roket RPG, senapan mesin dan senapan serbu. Pertempuran sengit berlangsung selama tiga jam penuh, antara sebuah pasukan dengan persenjataan dan amunis lengkap  melawan tiga orang mujahid saja! Ya, hanya empat orang mujahid Jabhah Nushrah saja. Namun sungguh jauh perbedaan antara orang-orang yang berperang di jalan thaghut dan orang-orang yang berperang di jalan Allah ta'ala. Pertempuran itu baru berhenti saat masing-masing mujahid berpulang kepada rahmat Allah, semoga Allah menerima mereka dalam barisan para syuhada'.
Komunikasi komandan mujahidin dengan ketiga mujahid dalam gedung Mabes
Hal baru yang sangat mengesankan dalam video ini adalah komunikasi via HP antara ketiga mujahid yang telah bertempur dan bertahan dalam gedung Mabes dengan komandan mujahidin Jabhah Nushrah yang mengepalai operasi heroik tersebut.
Komandan mujahidin meminta ketiga mujahid dalam gedung Mabes untuk menceritakan setiap perkembangan mereka dalam gedung tersebut. Abu Khalid Asy-Syami mulai menceritakan peristiwa sejak mereka bertiga sampai di pintu gerbang gedung sampai mereka berhasil mencapai lantai tiga gedung.
"Mereka sangat pengecut dan penakut. Begitu kami memerintahkan mereka untuk membuka pintu gerbang, maka tentara yang berjaga langsung membukakan pintu untuk kami. Mobil bisa kami bawa masuk ke halaman gedung dengan mudah, segala puji bagi Allah semata, "kata Abu Khalid Asy-Syami via HP.
Saat mobil yang diparkir di halaman gedung mereka ledakkan dengan remote control dari dalam gedung Mabes dan mereka berhasil membakar ruangan-runganan dan kantor-kantor dalam lantai satu dan dua gedung Mabes, ketiga mujahid itu masih menjalin kontak dan memberitahukan setiap perkembangan kepada komandan mujahidin.
Abu Hafsh Asy-Syami dan Abu Khalid Asy-Syami melaporkan dari dalam gedung bahwa jumlah perwira militer dan tentara yang telah mereka tembak mati di lantai satu, dua dan tiga gedung Mabes berjumlah lebih dari seratus orang. Setiap lantai gedung terdiri dari sekitar 26 ruangan dan kantor. Ketiga mujahid itu membakar semua dokumen dan berkas serta isi setiap ruangan dan kantor. Kebakaran melahap seluruh isi lantai satu, dua dan tiga gedung mabes.
"Ada banyak peta, berkas, dokumen dan program-program. Al-hamdulillah, kami telah membakar semuanya sampai ludes." Lapor Abu Hafsh Asy-Syami via HP.
Ketika ruangan-ruangan dan kantor-kantor di lantai empat mulai mereka bakar, dan baku tembak dengan pasukan rezim Suriah semakin gencar, Abu Mush'ab Asy-Syami mulai memberikan laporan kepada komandan Jabhah Nushrah. Ketiga mujahid itu merasakan pertolongan, ketenangan dan kedamaian dari Allah menghadapi gencarnya hujan peluru pasukan rezim Suriah.
"Wahai syaikh, saya bersumpah dengan nama Allah, kami merasakan ketenangan dan kedamaian. Tidak ada kekhawatiran apapun. Alhamdulillh rabbil 'alamin. Allah meneguhkan kami, wahai syaikh."
"Allahu akbar. Walhamdu lillah. Allahu akbar. Kami berdoa semoga tempat kembali kalian adalah surga bersama para nabi, shiddiqin, syuhada' dan shalihin."jawab komandan via HP.
"Bagaimana suasana pertempuran?" tanya komandan lagi.
"Al-hamdulillah, setiap kali mereka mencoba merangsek maju, kami habisi mereka, "jawab Abu Mush'ab Asy-Syami.
Sebelum kesyahidannya, ketiga mujahid itu sempat ditanya oleh komandan mujahidin Jabhah Nushrah. "Nanti media massa rezim yang batil, rezim Nushairiyah akan menuduh kalian membunuh warga sipil yang tidak berdosa?"
"Demi Allah, wahai syaikh, tidak ada yang kami bunuh selain tentara. Al-hamdulillah kami hanya menembak mati para perwira dan tentara. Al-hamdulillah, kami juga melihat pegawai-pegawai perempuan di gedung yang lain (dalam kompleks Mabes), namun kami tidak menembak mereka sama sekali. Kami tidak membunuh seorang pun dari para pegawai sipil, al-hamdulillah." Jawab Abu Hafsh Asy-Syami.
Tembakan semakin gencar terdengar. Ketiga mujahid lantas memberikan wasiat terakhir mereka kepada kaum muslimin. Kembali tembakan gencar terdengar. Setelah itu komunikasi ketiga mujahid di lantai empat gedung Mabes dengan komandan mujahidin terputus.
Hasil pertempuran
Ketiga mujahidin Jabhah Nushrah di lantai empat gedung Markas Besar akhirnya meraih syahid, insya Allah. Namun rezim Suriah harus mengerahkan ribuan tentara dan terlibat pertempuran dahsyat dengan persenjataan ringan, menengah dan berat untuk merebut kembali gedung tersebut.
Baku tembak telah berlangsung lebih dari tiga jam. Namun ribuan tentara rezim Suriah begitu penakut dan pengecutnya sampai-sampai mereka tidak berani menyerbu ke dalam gedung. Mereka menghujani markas mereka sendiri dengan roket RPG dan senapan mesin berat, sehingga kerusakan gedung tersebut semakin parah. Kobaran api semakin besar membakar ruangan-ruangan dan kantor-kantor dalam gedung.
Suara reporter stasiun TV Syiah Al-Manar yang menyertai ribuan tentara rezim Suriah nampak jelas bergetar karena ketakutan luar biasa. "Kami saat ini berada di lantai tiga gedung, semuanya terbakar. Pasukan telah menaklukklan lantai satu dan dua, dan kini sedang mencoba untuk merebut lantai empat." kata reporter itu.
Dunia internasional mampu melihat bagaimana empat orang mujahid Islam lewat serangan heroik itu mampu mempecundangi kekuatan militer hebat Suriah, Rusia dan Iran di jantung kekuasaan mereka di Damaskus. Sebuah pasukan nasional terpaksa harus mengakui kehebatan tiga orang mujahid yang menduduki gedung Mabes mereka dan memaksa mereka berjuang sangat keras untuk merebutnya kembali. Seakan-akan para mujahid itulah pemilik gedung Mabes empat lantai itu.
*** 

Link download
Kwalitas sangat tinggi
ً486,83 MB4

Kwalitas tinggi
190,72 MB

Kwalitas mobile
76,12 MB\

 Live streaming

(muhib almajdi/arrahmah.com)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget