Articles by "Islam Eropah"

Voice Of Muslim - Jakarta - Muda, cerdas, cantik, enerjik, bertemu berbagai idola dunia dan diidolakan anak muda. Itulah Kristiane Backer pada akhir 1980-an. Saat itu dia berusia 24 tahun dan menjadi VJ MTV pertama di Eropa. Namun di tengah gemerlap dunia dan karier impian anak muda, Kristiane malah merasa hampa dan merindukan hidup jauh yang lebih memberi makna. Dia pun berkelana mencari Tuhan.
 "Sebenarnya Tuhanlah yang menemukan saya. Saya justru mengalami krisis setelah menjadi presenter di MTV Eropa sekitar 2 tahun. Tekanan gaya hidup yang tinggi, bekerja dan berpesta dengan keras sudah saya alami dan saya merasa depresi walaupun mendapatkan pekerjaan impian ini," jelas Kristiane Backer saat berbincang melalui surat elektronik, yang ditulis detikcom Rabu (16/10/2013).

Saat menjadi VJ MTV Eropa, dirinya mewawancarai hampir sebagian besar selebritis idola anak-anak muda di dunia. Bila Anda menjadi remaja yang tumbuh pada kurun 1990-an, sebutkan saja idola Anda waktu itu. Mulai dari Rolling Stone, U2, Lenny Kravitz, Annie Lennox, Prince, Take That dan sederet nama musisi tenar lainnya. Bahkan, Kristiane bersahabat dekat dengan beberapa musisi idola itu.

Kristiane Backer saat menjadi VJ MTV (kristianebacker.com)
Tak cuma menjadi presenter, karena lama disorot oleh MTV yang menjadi trendsetter video klip musik hingga gaya hidup remaja, lama-lama Kristiane ikut menjadi selebriti dan idola. Kristiane menjadi saksi kehidupan musisi yang glamor, pentas dari satu kota ke kota lain, dari satu negara ke negara lain, dipuja dan dielukan fans namun di waktu lain mendapati kesendirian di kamar hotel, minuman keras dan narkoba menjadi pelarian.

Kristiane menganalogikan kehidupan musisi dunia itu sebagai 'roller coaster emosional', yang dialaminya juga dalam skala yang kecil. Di situlah Kristiane menyadari dirinya mengalami depresi.

 Hingga kemudian, dia bertemu dengan bintang olahragawan kriket asal Pakistan, Imran Khan, yang dinilai Kristiane sebagai sosok yang 'tinggi, berkulit gelap dan tampan' pada tahun 1992. Dari situlah Kristiane sering berdiskusi tentang kehidupan dan maknanya bersama Imran. Kristiane kagum bahwa Imran yang masyhur, sukses, dan kaya, melakukan kerja amal bagi orang miskin di negerinya.

"Iman! Yakinlah pada Tuhan, lalu lakukan perbuatan baik, itu yang selalu dikatakan Alquran," demikian ujar Imran kepada Kristiane.

Kristiane lantas penasaran akan nilai-nilai agama yang dianut Imran, Islam. Kristiane yang lantas menjadi teman dekat Imran berkunjung ke Pakistan. Perjalanan itu, menurut Kristane, menggugah kesadaran spiritualnya.

"Saya dikenalkan kepada Islam bukan oleh imam yang memakai atribut relijius namun oleh bintang olahraga yang ganteng yang juga berproses mencari Tuhan dalam keyakinannya. Dia memberiku buku-buku untuk dibaca, memperkenalkan Islam yang menyentuh saya dengan kemurahan hati dan martabat dalam menghadapi kesulitan," jelas perempuan kelahiran Hamburg, Jerman, 13 Desember 1965 ini.

Saat itu Kristiane juga mengagumi musik sufi dan kesenian Islam saat mengunjungi berbagai negara yang dia kunjungi seperti Maroko, Turki dan Mesir. Mengagumi kisah Nabi Muhammad SAW, dan karya para sufi seperti Jalaluddin Rumi, Abdul Qadir Jailani dan sebagainya. Menurutnya, musik dan segala seni Islam merujuk hanya kepada 'Yang Satu'.

Kendati kemudian tak menjadi teman dekat Imran lagi, namun pencarian Kristiane berlanjut. Seperti dituntun Tuhan, Kristiane bertemu dengan sederet cendekiawan Muslim di London, termasuk diplomat Inggris yang sudah memeluk Islam lebih dulu, Gai Eaton.

Hingga akhirnya Kristiane meneguhkan pencariannya akan Tuhan dalam Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat pada tahun 1995 di London.

"Saya menyadari Islam itu bukan latihan akademis, jika saya ingin merasakan dan membawa Tuhan dalam hidup saya, hanya ada satu cara, bersujud di atas sajadah dan mulai berdoa," kata Kristiane.
Menjadi muslimah yang baik menjadi tantangan Kristiane berikutnya. Salah satunya dengan menjalankan puasa wajib di bulan Ramadan. Kristiane mengatakan fase ini cukup menjadi godaan terberat baginya. Dalam dunianya menjadi VJ MTV, makan enak, minum alkohol dan clubbing lumrah mewarnai.

"Saya sih oke-oke saja dengan spaghetti carbonara dan alkohol hingga Ramadan pertama saya menjadi bencana karena saya clubbing malam sebelumnya dan sangat layu keesokan harinya karena tak boleh makan-minum. Namun Ramadan berikutnya, saya tak lagi minum alkohol. Alhamdulillah," ujar Kristiane saat ditanya godaan terbesarnya pasca menjadi mualaf.

Namun perubahan besar yang dirasakannya, Kristiane kini bisa setiap saat berdialog dengan Tuhan. Melalui salat, puasa dan nilai-nilai kebaikan yang diamalkan.

"Perubahan terbesar yang saya rasakan adalah sekarang saya menjalani kehidupan saya terkait hubungan dengan Tuhan. Saya memiliki waktu berdialog khusus dengan Tuhan. Dan kekosongan yang saya rasakan sebelumnya sekarang diisi dengan Tuhan," tutur Kristiane.

Kristiane mencari guru spiritual dalam pencariannya setelah menjadi mualaf, guru yang mengajarkan agama dalam kebaikan dan kedamaian, alih-alih menyalahkan dan mengutuk. Dia lantas memilih jalan sufi mulai dari membaca buku tasawuf karya Jalaludin Rumi, Al Gazali, Abdul Qadir Jaelani hingga guru spiritual di dunia nyata atas bantuan para sahabatnya. Guru yang sekaligus cendekiawan Islam Inggris itu adalah Dr Martin Lings atau yang juga dikenal sebagai Syaikh Abu Bakar Siraj ad Din di London.

Sosok populer anak muda yang menjadi mualaf pun disorot media Eropa. Kristiane juga sempat kehilangan pekerjaan karena keputusannya menjadi mualaf. Wacana benturan peradaban antara Barat dan Islam pun selalu menjadi bahasan yang ditujukan kepadanya.

Apalagi pada saat tragedi 9/11 di AS pada 2001. Terakhir, kasus penusukan militer Inggris Lee Rigby di jalanan London pada Mei 2013 lalu. Setiap kali ada peristiwa yang menimbulkan Islamofobia, setiap kali itu pula Kristiane berbicara meluruskan keyakinan yang dianutnya.

Apakah dirinya pernah merasa begitu frustasi dan lelah setiap meluruskan pandangan orang kala peristiwa Islamofobia timbul?

"Ya tentu saja saya pernah frustasi dan sedih berkali-kali saat meluruskan tendensi Islamofobia itu," kata Kristiane menjawab detikcom.

Kristiane Backer berkampanye tentang hak-hak perempuan dalam Islam (kristianebacker.com)
 Namun di tengah lelah dan frustasi, dia langsung membuka Alquran. Saat itulah, Kristiane merasakan bimbingan Allah yang berbicara kepadanya melalui ayat-ayat yang sedang dibukanya menjadi jawaban pertanyaan yang akan disampaikannya dengan sabar. Namun tak jarang, bila dia menghadapi orang yang ngeyel dan terus menyerangnya, Kristiane memilih pergi menjauh.

"Saya hanya meninggalkan mereka dan berdoa supaya mereka bisa mengerti dengan lebih baik," kata Kristiane yang telah menunaikan ibadah haji sekitar 10 tahun sejak menjadi mualaf.

Dia juga berlatih mencontoh nilai Islam dan pribadi Nabi Muhammad SAW, membalas perbuatan jahat dengan kebaikan. Kini, dia ingin tetap menjadi jembatan komunikasi dialog lintas agama mewakili Islam.

"Idealnya sih punya TV program sendiri yang ingin saya kembangkan, seperti gaya hidup muslim dan program hiburan. Namun jika hal lain terjadi yang mengizinkan saya melayani kemanusiaan dan Tuhan dalam jalan yang berbeda, saya sudah senang. Saya juga berdoa untuk memiliki pernikahan yang stabil dengan suami yang baik," kata Kristiane yang pernah 2 kali bercerai dari 2 pernikahannya ini.

Pesan damai dan perjalanan spiritualnya itu dia tuangkan dalam buku 'A Thousand Miles of Faith' Perjalanan Seorang VJ MTV Eropa Menemukan Hidayah Islam'. Dengan buku yang di Indonesia diterbitkan oleh Noura Books ini, Kristiane berharap bisa meluruskan citra negatif Islam yang diakibatkan para teroris memanfaatkan orang-orang tak berdosa atas nama Allah menjadi konsumsi media internasional, melalui pengalaman spiritual pribadinya.

"Tujuan saya adalah menyibak tirai itu dan menjelaskan dari pengalaman pribadi saya, bagaimana agama yang telah sangat difitnah ini sangat memberi saya, seorang perempuan Barat yang modern di media, menemukan kedamaian diri, pencerahan dan tujuan hidup. Saya juga ingin menginspirasi orang untuk melihat sisi spiritual mereka, yang seringkali terabaikan," tulis Kristiane.
Kristiane Backer saat meluncurkan bukunya From MTV to Mecca' (kristianebacker.com)
 Suatu saat, Kristiane mengaku ingin datang ke Indonesia, negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Kristiane mengirimkan pesan damai agar Islam di Indonesia tidak terpecah antara Sunni dan Syiah.

"Itu berlawanan dengan semangat dan pengajaran Islam untuk melawan yang lain, Muslim lawan Muslim. Itu harus dihentikan segera. Menyedihkan bagi saya melihat umat Islam dunia terpecah-pecah. Kita tidak menyenangkan Tuhan yang menjadi satu-satunya tujuan kita. Mari bekerja bersama dalam kebaikan, kebersamaan, kedamaian, cahaya dan cinta," pesan dia.

Kristiane saat menghadiri Sharjah Book Fair 2012 (kristianebacker.com)


Voice Of Muslim - Seorang gadis remaja muslim Prancis dilaporkan mencoba bunuh diri setelah diserang oleh dua pria dekat Lapangan Berlioz pada 12 Agustus kemarin. Gadis yang tidak diketahui namanya itu mencoba melompat dari lantai empat rumahnya di kota Trappes, Paris, Prancis pada hari Senin 26 Agustus 2013.

Laman Dailymail, Selasa 27 Agustus 2013 melansir motif bunuh diri sesungguhnya remaja berusia 16 tahun itu belum diketahui dengan pasti.

Beruntung dia masih dapat diselamatkan. Remaja itu kemudian dilarikan ke RS terdekat untuk memperoleh pertolongan medis.

Peristiwa itu berawal saat remaja itu diserang oleh dua pria berwajah orang Eropa pada pukul 17.45 waktu setempat. Saat itu dia baru pulang dari rumah temannya. Usai peristiwa itu dia melapor kepada polisi.

Gadis itu menceritakan, kedua pria itu meneriakkan kalimat anti-Muslim dan bernada rasis kepadanya.

Kemudian kedua pria mengeluarkan sebuah pisau cutter yang digunakan untuk membuka cadarnya. Tidak hanya itu, salah satu pria bahkan melakukan pelecehan seksual kepada gadis itu.

"Pria pertama mulai menyentuh dada saya, namun saya berhasil menampar wajahnya. Tidak terima, dia lalu meninju saya di bagian dada," kata gadis itu kepada laman Huffington Post.

Sementara pisau cutter yang digunakan pria lainnya berhasil mengenai wajah dan tenggorokan si gadis. Akibatnya dia mengalami luka.

Kedua pria itu akhirnya kabur dengan menggunakan sebuah mobil, saat seorang warga lain muncul. Polisi di Yveslines saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut.

Mereka memeriksa potongan rekaman video CCTV yang ada di sekitar lapangan untuk memperoleh bukti, karena saat peristiwa itu terjadi tidak ada satu pun saksi. Khawatir kasus bunuh diri gadis remaja itu akan kembali memicu konflik dan kemarahan umat Muslim di kota Trappes, maka polisi menyiagakan anggotanya di sekitar kota itu pada Senin malam.

Menurut media Perancis, Le Parisien, aksi bunuh diri gadis itu bukan kali ini saja. Dia juga pernah melakukan upaya bunuh diri pekan lalu dengan menenggak obat-obatan sehingga over dosis.

Aksi kerusuhan sebelumnya pernah terjadi di kota Trappes pada bulan Juli lalu.

Hal itu dipicu aksi polisi yang memaksa untuk memeriksa seorang wanita muslim yang mengenakan cadarnya. Sementara sang suami yang mencoba melarang pemeriksaan itu malah ditahan polisi.

Alhasil, ratusan orang berunjuk rasa di depan kantor polisi menuntut pembebasan pria tersebut. Unjuk rasa itu berakhir ricuh yang menyebabkan remaja berusia 14 tahun mengalami luka serius di bagian mata.

Sementara empat petugas polisi dilaporkan ikut terluka. Kontroversi mengenai jilbab penutup wajah atau burka terus muncul sejak Pemerintah Perancis memberlakukan larangan penggunaannya tahun 2011 silam.

Bagi wanita yang melanggar, maka dapat dikenai denda senilai 150 Euro atau Rp2,1 juta dan dipaksa mengikuti kelas kewarganegaraan.

Voice Of Muslim - INGGRIS – Ujung tombak klub bola terkenal di Eropa, Demba Ba, sangat peduli dengan penderitaan sesama Muslim di Myanmar. Untuk membantu musibah Muslim Rohingnya, striker Chelsea ini menjual mobil Ferrari kesayangannya untuk infaq.

Demikian rilis kantor berita Rohingnya, Kamis (09/05/10). Sebagian laporan berita mengungkapkan, striker The Blues menjual mobil mewahnya dan uangnya untuk disumbangkan Muslimin Burma yang menjadi sasaran kekerasan oleh orang-orang Budha.

Demba Ba sangat dermawan untuk dakwah Islam di Eropa, seperti menyumbang pembangunan salah satu masjid di London. Dia juga selalu mengekspresikan keislaman kepada dunia dari lapangan bola, seperti sujud syukur tiap kali mencetak gol. Hal itu dilakukannya semenjak berada di New Castle United sebelum pindah ke Chelsea.

Tak hanya itu, Demba Ba bahkan menghafal bebrapa juz dari Al-Qur’an dan memiliki peran menjelaskan Islam di kalangan rekan-rekannya se-tim.

Voice Of Muslim - Vienna, Austria - Data resmi menunjukkan adanya pertumbuhan drastis dan dramatis dalam berpindahnya pemeluk Kristen ke Islam di Austria, bertolak belakang dengan meningkatnya diskriminasi terhadap agama minoritas di negara-negara Eropa yang berbeda.

"Kami melihat bahwa masyarakat memiliki kerinduan spiritual yang mereka merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidup mereka, jika tidak ada dimensi, tidak ada cakrawala untuk akhirat, atau di mana saya? Mengapa saya di sini? kata Carla Amina Baghajati, juru bicara Komunitas Islam Austria, kepada Press TV pada hari Jumat pekan lalu.

Mencari kenyamanan dalam ajaran Islam, banyak warga Austria yang masuk Islam di negara berpenduduk mayoritas Katolik.

Namun, setelah terungkapnya skandal pelecehan di gereja Katolik menjadikan hal ini peranan utama dalam eksodus warga Austria untuk masuk Islam.

"Jika gereja kecil dalam keanggotaan, maka akan menjadi lebih kecil dalam pengaruh sosial," kata Michael Pruller, juru bicara Keuskupan Agung, kepada Press TV.

Muslim Austria diperkirakan mencapai 400.000 atau hampir 4 persen dari 8 juta penduduk di negara Eropa tersebut.
Estimasi menunjukkan bahwa hampir setengah juta warga Kristen Austria telah masuk Islam sejak sekitar dua tahun lalu, dengan jumlah konversi semakin berkembang, Press TV mengatakan.

Pada tahun 2007, Muslim Austria telah memperjuangkan kampanye nasional untuk memperkenalkan Nabi dan ajaran-ajarannya untuk rekan senegara mereka.

Kampanye ini bergema setelah diluncurkan oleh Muslim seluruh Eropa sebagai tanggapan terhadap pelecehan kartun Nabi Denmark pada tahun 2005.

Meskipun gelombang anti-Muslim yang tumbuh di seluruh negara Eropa, umat Islam Austria percaya kampanye mereka ini memberi mereka kesempatan yang lebih baik untuk membangun jembatan dengan masyarakat.

"Ketika saya melangkah masuk Islam saya memiliki kesan pribadi bahwa ada langkah maju di diri saya," kata Baghajati kepada Press TV.

"Ini adalah mengapa saya merasa bahwa ada kemungkinan yang baik untuk membangun lebih banyak jembatan di antara warga karena kami berbagi jauh lebih banyak dengan orang pikirkan.

Voice Of Muslim - Kepala Anti-Teror Uni Eropa, Gilles de Kerchove menyebutkan, sedikitnya 500 orang yang berasal dari Eropa ditemukan tengah terlibat perperangan melawan Pasukan Pemerintah Suriah.
Kebanyakan mereka berkewarganegaraan Inggris, Irlandia, dan Prancis.

"(Para Teroris) ini ternyata tidak semuanya menjadi radikal ketika meninggalkan negaranya. Namun sebagian besar mereka ini dididik di sana (Suriah). Mereka terus dilatih disana," papar De Kerchove, seperti dikutip BBC, Rabu (24/4).

De Kerchove mengatakan kecemasannya jika mereka yang datang ke Suriah tersebut pulang ke kampung halamannya di Eropa. Dikhawatirkan mereka akan menjadi radikal dan melancarkan sejumlah teror di Eropa.

Menurut de Kerchove, warga Eropa yang datang ke Suriah tersebut bergabung dengan jaringan ekstrimis dan kelompok Al Qaedah. Mereka dilatih untuk melakukan teror dan serangan sebelum diikutkan untuk melawan tentara pro Assad.

"Kami melihat ini bisa memicu ancaman besar ketika mereka kembali ke negaranya," tambah De Kerchove.

De Kerchove memberikan perumpamaan seperti Belanda. Di negeri tulip itu, banyak warganya yang kembali dari Suriah telah menjadi radikal dan membuat ancaman teror di negaranya.

Sumber : ROL

Voice Of Muslim - Jakarta - Simbol kekaisaran Romawi-Konstatinopel yang sudah ditaklukan oleh Sultan Muhamad al-Fatih, berupa gereja yang sangat megah, diubah menjadi sebuah masjid.
Kemudian, di zaman Kemal at-Turk, masjid itu dijadikan museum, akibat tekanan yang hebat dari Eropa.  Sekarang sesudah, Turki dipegang oleh Partai AKP yang condong kepada Islam, dipimpin Perdana Menteri Recep Tayyib Erdogan, rakyatnya menuntuk kembali agar Hagia Shopia (Aya Sophia) dibuka kembali sebagai masjid, dan menjadi tempat sholat bagi rakyat Turki.

Sekarang di Turki, muncul gerakan dari kalangan pemuda Turki, yang sangat mencintai Islam, menginginkan agar Hagia Shopia, difungsikan kembali sebagai masjid, dan dibuka untuk shalat di setiap waktu shalat. Asosiasi Pemuda Anatolia telah melancarkan kampanye, dan mengumpulkan tanda tangan meminta Hagia Sophia dibuka kembali dan dapat digunakan untuk shalat. Setiap waktu, termasuk shalat Jum'at.

Para akitivis pemuda Islam itu, melakukan berbagai kegiatan, seperti melakukan konferensi pers, seminar, dan melakukan promosi melalui konferensi yang bertujuan mengkampanyekan Masjid Hagia Shopia, agar dibuka kembali. Mereka mengumpulkan tanda tangan berjudul "Chains Break dengan Signatures," kata  Presiden Anatolia Youth Association  Salih Turhan.  Salih menegaskan, bahwa Istanbul  simbol keadilan bagi semua agama, ungkapnya.

Turhan, yang menyatakan bahwa pihak berwenang dari negara-negara Muslim telah dihubungi untuk mendukung kampanye dimulai di Turki, mengatakan:

"The Hagia Sophia diubah menjadi masjid setelah penaklukan Istanbul. Pada 24 November, 1934 itu berubah menjadi museum. Keinginan nasional diabaikan dalam transformasi ini. Hagia Sophia bukanlah batu atau bangunan. Hagia Sophia harus diubah menjadi masjid dan harus diselamatkan dari keadaannya yang menyedihkan. pembukaan masjid Hagia Sophia  akan menjadi langkah pertama di Istanbul, guna mendukung hak kaum Muslimin yang bersifat abadi. "

Tanda tangan yang dikumpulkan selama sebulan "Chains Break dengan Signatures" kampanye akan dikirim kepada Perdana Menteri, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan pihak berkepentingan lainnya.

Langkah ini merupakan tanggungjawab para pemuda Muslim, di mana Hagia Shopia, warisan Daulah Otmaniyah yang sangat berharga, sesudah berhasil mengalahkan Imperium Romawi-Konstinopel, dan mengubah gerej agung itu, kemudian menjadi sebuah masjid yang sangat indah.
Tetapi, sesudah jatuhnya Khilafah Turki Otsmani, yang dihancurkan oleh seorang keturunan Yahudi, bernama Jenderal Kemal at-Turk, yang kemudian mendapatkan julukan sebagai, "Young Turk" itu, merupakan tokoh sekulerisme itu mengubah Turki menjadi Republik.
Kemal at-Turk menghancurkan Khilafah Turki Otsmani, dan bukan  hanya mengganti Turki menjadi Republik, tetapi juga menghancurkan seluruh bangunan Islam di   Turki, para ulama, tokoh-tokoh, pemimpin Islam semuanya dihancurkan oleh Kemal, dan bahasa Arab dilarang, semua simbol-simbol Islam dilarang, termasuk masjid Hagia Shopia.
Sekarang kalangan muda Turki, menuntut dihidupankannya kembali Hagia Shopa sebagai tempat ibadah. af/hh

LONDON -- Pascahijrah menjadi seoarang muslimah, Jayne Kemp giat mempelajari ajaran Islam.

Ketika mendalami ajaran Islam, Jayne melihat ada satu hal yang membuatnya termotivasi. Ia berpikir untuk ambil bagian dalam usaha meluruskan kesalahpahaman tentang Islam dan muslim.

Karenanya, ia tidak mau membuang waktu memberikan sumbangsihnya.

"Aku berharap bisa membantu umat Islam meluruskan kesalahpahaman," kata dia seperti dinukil dari onislam.net, Jumat (1/2).

Jayne mengungkap profesinya sebagai satuan tugas pendukung kepolisian, memungkinkannya berhubungan dengan banyak orang.

Untuk itu, ia memanfaatkan segala kesempatan yang ada untuk mempromosikan ajaran Islam kepada masyarakat.

"Dengan profesiku sebagai aparat keamanan, tentu secara langsung mengubah stereotip tentang Islam," kata Jayne yang memutuskan memeluk Islam pada April tahun lalu itu.

Usai mendalami Islam pada April tahun lalu, Jayne Kemp memutuskan memeluk Islam.

Kini, petugas pendukung Kepolisian yang biasa beroperasi di Eccles, Salford, Inggris itu masih aktif berpatroli. Tapi setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, ia mulai menggenakan jilbab.

Perubahan itu memang mengejutkan banyak pihak. Namun, Jayne dengan lemah lembut coba memberikan penjelasan kepada Keluarga dan lingkungannya.

"Awalnya, aku khawatir dengan apa yang dipikirkan keluarga dan lingkungan. Tapi Alhamdulillah, mereka sangat pengertian," katanya seperti dikutip onislam.net, Jumat (1/2).

Menurut Jayne keluarga dan lingkungannya sangat mendukung apa yang diputuskannya. Bagi mereka, selama itu pilihan dan bukan paksaan, maka tidak ada masalah dengan hal itu.

"Adikku bahkan mengatakan diriku sangat bahagia, jauh lebih bahagia dengan sebelumnya," ungkapnya.

Kendati telah diterima menjadi muslim, Jayne tidak berniat memaksakan ajaran Islam kepada kedua anaknya.

"Aku serahkan putusan itu kepada mereka," sebut dia.

Sumber : ROL
Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Karta Raharja Ucu


Islamfobia mulai menyebar luas di negara-negara Eropa seperti Prancis, Belgia, Swiss, Belanda, dan Spanyol. Mulai pertengahan tahun ini, berbagai tindakan rasial menyudutkan umat Islam di sana. Kelompok hak asasi Amnesty International melansir fakta mengejutkan, banyaknya muslim memakai atribut agamanya seperti jilbab atau memelihara janggut mendapat perlakuan tidak menyenangkan.

Masyarakat Eropa memandang Islam sebagai kanker harus dimusnahkan. Perempuan muslim dan anak-anak menggunakan busana tertutup dilarang bersekolah, bahkan kaum hawa berjilbab tidak bisa mendapat pekerjaan, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya (11/12).

Kondisi tidak jauh berbeda juga terjadi pada lelaki muslim di sejumlah negara Eropa. Mereka menumbuhkan janggutnya langsung dipecat dari pekerjaan. Banyak perusahaan melarang penggunaan budaya atau simbol keagamaan dengan alasan menganggu citra perusahaan. "Ini bertentangan dengan hukum Uni Eropa melarang diskriminasi dengan alasan agama dan keyakinan dalam hal pekerjaan. Mereka tidak menanggapi ini dan pengangguran umat muslim semakin tinggi," ujat Marco Perolini, pakar diskriminasi dari Amnesty Internasional seperti dilansir BBC (24/4).

Di Prancis tindakan rasis ini dalam batas mengkhawatirkan, seperti dilansir situs france24.com. Lembaga nasional untuk menangani Islamfobia mencatat para anti-Islam tahun ini meningkat menjadi 42% dibanding 2011.

Ketua lembaga untuk penanganan Islamfobia Abdullah Zekri mengatakan kenaikan kasus rasial pada umat muslim ini lantaran kebangkitan sayap kanan Partai Front Nasional Anti-Imigran dan majunya sang ketua Marine Le Pen ke parlemen dengan perolehan suara cukup tinggi yakni 17,9 persen.

Zekri juga menuding pemerintah Prancis sengaja memelihara ketegangan rasial ini dengan meluncurkan perdebatan. Masih segar dalam ingatan saat mantan Presiden Nicolas Sarkozy mengeluarkan pernyataan mengenakan cadar bukan budaya Negeri Anggur itu. Ini membuat Prancis terpecah menjadi dua kubu dan lebih banyak mereka yang anti-Islam.

Pandangan sengit ke arah muslim ketambahan saat kelompok teroris Al-Qaidah membunuh tujuh orang di Kota Toulouse, Maret lalu, termasuk seorang rabi dan tiga bocah Yahudi. "Peristiwa ini membuat tokoh politik menargetkan kekerasan pada kelompok muslim, padahal kami juga mengutuk pembunuhan ini," ujar Zekri.

Zekri tengah mengusulkan mereka phobia Islam mendapat ganjaran hukuman sama seperti mereka anti-semit di Prancis. Kekerasan pada agama mana pun tidak dibenarkan dan harus mendapat pengadilan sesuai.

Setali tiga uang, Swiss pernah melarang pembangunan menara-menara masjid baru tiga tahun lalu lantaran tidak cocok dengan budaya setempat. Baru belakangan setelah pegiat anti-Islam dari Partai Sayap Kanan Swiss (SVP), Daniel Streich, justru berpindah haluan menjadi seorang muslim, negara ini mulai terbuka untuk mendirikan kubah rumah Tuhan itu. Malah akhirnya anggota parlemen memperbolehkan perempuan muslim bercadar.

Tidak kalah garang pada agama Nabi Muhammad, pemerintah Spanyol selalu menolah permohonan pembangunan masjid. Di Kota Katalunia misalnya banyak muslim salat di tempat terbuka dan pinggir jalan.

Alasan konyol dikemukakan pemerintah Negeri Matador tidak jauh beda dengan Swiss, masjid bukan tradisi dan budaya negara itu. Padahal Islam pernah berkembang sangat pesat pada abad kedelapan dan meninggalkan beberapa masjid cantik. Satu masih tersisa yakni Masjid Granada. Sementara masjid cantik lainnya yakni Masjid Kordoba telah beralih fungsi menjadi katedral.

Islamfobia butuh penanganan serius dari mereka duduk di pemerintahan sebab jika tidak, diperkirakan gerakan anti-Islam terus meningkat.


Gelombang protes anti-Amerika yang mengguncang Timur Tengah telah merembet ke London, dan seorang pemula Muslim kuatir akan tercetus kekerasan.
Ratusan warga Muslim berkumpul di luar kedutaan Amerika di London sementara demonstrasi yang diwarnai kekerasan terus terjadi di Timur Tengah memprotes film itu.
 
Seusai sholat Jumat di mesjid Regent's Park, sekitar 200 orang jemaah ikut dalam pawai protes menuju kedutaan Amerika.
 
Mereka membawa poster bertuliskan "Amerika musuh Islam dan Muslim", dan "Islam akan mendominasi dunia".
 
"Jangan diam saja kalau mereka menghina nabimu," kata pemimpin protes itu kepada massa.
 
Protes di London itu tetap tertib, tapi para demonstran membakar bendera Amerika dan Israel di luar kedutaan Amerika.
 
Saiful Islam, jurubicara kelompok yang menamakan diri Pembela Nabi, memperkirakan akan digelar lagi demonstrasi lebih lanjut di Inggris dan Eropa.
 
"Kita semua harus bersatu dalam menyatakan kecaman terhadap tindakan orang-orang ini," katanya kepada ABC.
 
Ia mengatakan, tindak kekerasan yang terjadi --termasuk pembunuhan dutabesar Amerika untuk Libya-- mestinya sudah bisa diperkirakan.
 
Katanya, hal seperti itu jelas akan mencetuskan dan menimbulkan kekerasan.
 
"Saya sama sekali tidak heran. Saya perkirakan akan terjadi lebih banyak pertumpahan darah dan kekerasan, dan itu akan meningkat."
 
Film  Innocence of Muslims yang dibuat dengan biaya kecil itu mencemoohkan Nabi Muhammad dan agama Islam.
 
Seorang pemrotes di London mengatakan, film itu menunjukkan ketidak-tahuan tentang Islam.
 
"Orang-orang yang ikut berpartisipasi dalam film ini agaknya tidak punya bayangan mengenai Nabi Muhammad dan betapa kami mencintainya," katanya.
 
Ia mengatakan yakin akan dilancarkan protes di seluruh dunia, bukan saja di seluruh Eropa.
 
Akan tetapi sebagian Muslim lainnya di London berpendapat protes yang diwarnai kekerasan itu sudah terlalu jauh, dan mengatakan kata-kata hendaknya dilawan dengan kata-kata pula.
 
Seorang warga Muslim yang tidak ikut berdemonstrasi mengecam serangan terhadap kedutaan.
 
Katanya, hal itu bisa menyebabkan kaum Muslim kehilangan dukungan, dan juga tidak memberikan gambaran yang benar mengenai seorang Muslim sejati, yang harusnya beradab.

BRUSSEL  – Media massa Belgia memprediksikan jumlah warga muslim di negara tersebut akan meningkat pesat. Laporan media massa di Belgia menyebutkan jumlah warga muslim Belgia saat ini sampai tahun 2030 diperkirakan meningkat sampai sepuluh persen.
"Jumlah warga muslim di ibukota Brussel saat ini mencapai 22 persen dari total jumlah warga. Pada tahun 2030, jumlah tersebut akan mencapai angka 30 persen." Bunyi laporan sejumlah media massa di Belgia.
Sebuah penelitian yang dilakukan Uni versitas Katolik Louvain, Belgia menemukan fakta bahwa lebih dari 250 ribu penduduk Brussels memiliki akar Muslim. Jumlah ini berarti seperempat dari jumlah seluruh penduduk kota itu yang mencapai satu juta orang lebih.
Laporan sejumlah media massa itu menambahkan, "Jumlah warga muslim di Belgia lebih dari 627 ribu jiwa pada tahun 2012. Jumlah mereka akan mencapai satu juta seratus tujuh puluh ribu jiwa pada tahun 2030."
Gelombang migrasi warga muslim ke Belgia terjadi pada awal 1960an dari Maroko dan Turki. Pada akhir 1960an, gelombang migrasi warga muslim ke Belgia mengalir dari Aljazair. Berdasar data resmi pemerintah Belgia pada tahun 2004, umat muslim Belgia memiliki 328 masjid; 162 masjid di wilayah Flanders, 80 masjid di wilayah Wallonia dan 77 masjid di ibukota Brussel.
Jumlah masjid dan umat Islam di Belgia pada saat ini telah meningkat pesat dibanding data resmi tahun 2004 tersebut. Peningkatan jumlah warga muslim diikuti oleh peningkatan jumlah restoran dan toko halal, warga muslimah berjilbab dan aktivitas dakwah keislaman lainnya.
Warga muslim Belgia saat ini juga mulai terlibat dalam kegiatan politik. Pada pemilihan umum 14 Oktober lalu, Amir Kier (44), warga muslim Belgia keturunan Turki  terpilih sebagai walikota muslim pertama distrik San Jose, wilayah mayoritas muslim di ibukota Brussel.

JAKARTA — World Assembly of Muslim Youth (WAMY) atau Liga Pemuda Muslim Dunia, Inggris tidak menyia-nyiakan kesempatan berdakwah di momentum pelaksanaan pesta Olahraga Bangsa-Bangsa se-Dunia (Olimpiade) tahun 2012 yang digelar di London, Inggris.
Een Sukana, mantan Ketua Korps HMI Wati Cabang Jakarta yang kini berdomisili di New Castle, Inggris, kepada Harian Terbit menuturnya, hasil kerja keras tim dakwah WAMY ini sudah terlihat. Tidak kurang dalam seminggu sejak acara olimpiade itu diresmikan tanggal 27 Juli 2012, sudah 17 orang menyatakan bersedia masuk Islam, dan mengucapkan dua kalimah syahadat, sebagai tanda mereka memeluk Islam.
Menurut Een, sejak jauh-jauh hari, WAMY UK bertekad menjadikan momen besar itu untuk memperkenalkan Islam melalui jalur dakwah. Mereka membentuk Team Islamic Dakwah, dan mengadakan persiapan dakwah dengan merekrut sejumlah volunteer untuk melakukan dakwah di perhelatan akbar tersebut.
Volunteer itu kemudian diberikan kursus dakwah singkat yang disebut Olympic Da’wah Training. Dalam kursus Volunteers dipersiapan untuk bagaimana mempersiapkan diri dan mental mereka untuk menghadapi orang-orang non-muslim yang tidak memiliki pengetahuan tentang Islam , yang arogan terhadap kebenaran.
Volunteers juga dipersiapkan untuk bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan umum yang biasa di lontarkan oleh kaum non-muslim dengan baik dan sopan. Ini dipersiapkan untuk menghindari argumen yang panas.
Team Dakwah membuka stand di Olympic Village dimana semua volunteers memberikan Leaflets (literatur) tentang Islam yang dibagikan kepada pengunjung Olympide. Aktivis Dakwah dari WAMY yang tergabung dalam tim dakwah ini secara sporadis dan tidak segan-segannya melaksanakan salat di tempat umum dan terbuka.
Een juga melaporkan selain membagi-bagikan leaflet, aktivis dakwah WAMY juga mempersiapkan acara berbuka puasa bersama dengan pengunjung muslim, dan juga orang-orang non Islam di base camp mereka. Tim Dakwah berbaur dengan kaum muslimin dari berbagai Negara, dan juga mereka mengajak orang-orang non Islam untuk menikmati iftar (makanan berbuka) bersama-sama dengan mereka.
“Tim dakwah WAMY ini semakin hari semakin kompak, dan semakin mendapat apresiasi dari kalangan masyarakat Inggris, yang selama ini alergi terhadap Islam,” tutur Een. Een juga merasa bersyukur bisa menikmati kehidupan beragama yang enak di negeri Inggris, tanpa adanya tekanan dari mana pun. Allahu Akbar.

KAIRO, MESIR  - Pihak berwenang di Kairo telah memerintahkan penangkapan tujuh Kristen Koptik Mesir yang yang tinggal di AS karena dugaan keterlibatan mereka dalam sebuah video anti-Islam.

Film yang diposting di YouTube itu telah memicu protes kekerasan dan kerusuhan di seluruh dunia Muslim karena penggambaran yang sangat menghina Nabi Muhammad dan Islam.

Tidak jelas siapa yang membuat film tersebut, tetapi itu telah dikaitkan dengan kehidupan Kristen Koptik Mesir di Amerika Serikat.

Surat perintah penangkapan juga telah dikeluarkan untuk pendeta Kristen AS Terry Jones.

Seorang wanita dan tujuh laki-laki, termasuk Terry Jones, dituduh "menghina agama Islam, menghina Nabi Muhammad dan menghasut perselisihan sektarian", menurut kantor kejaksaan Mesir.

Dikatakan polisi internasional Interpol akan diberitahu surat perintah penangkapan tersebut. Sebuah permintaan juga akan diajukan kepada otoritas pengadilan di Amerika Serikat.

Kantor itu menambahkan bahwa semua terdakwa bisa menghadapi hukuman mati jika terbukti bersalah.

Nakoula Basseley Nakoula, seorang Kristen Koptik penipu yang tinggal di California telah diinterogasi oleh polisi di sana, adalah di antara mereka menghadapi dakwaan, kantor jaksa mengatakan.

Film tersebut, sebuah gambaran sangat kasar dan menghina dari kehidupan Nabi Muhammad memicu protes keamarahan pekan lalu, sebagian besar di luar Amerika Serikat dan lainnya di kantor-kantor diplomatik Barat.

Kerusuhan di Kairo satu di antara yang paling keras. Para demonstran ada berhasil memanjat kedutaan besar AS, meruntuhkan bendera AS dan menggantinya dengan yang bendera tauhid.

Misteri telah menyelimuti individu di belakang film yang berjudul Innocence of Muslim tersenut.

Pendeta Terry JOnes yang tinggal di Florida dikatakan telah dipromosikan film itu.

Dia juga telah memicu protes dua tahun lalu ketika ia berjanji untuk melakukan pembakaran massal Alqura
n di Florida. (by/bbc)



MESIR. – Beberapa gerakan Islam di Mesir mengajak pada hari Rabu 19 September 2012,  untuk aksi “million” pada hari Jum’at, 21 September 2012, di depan kedutaan Perancis sebagai protes atas publikasi karikatur melecehkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di harian “Charlie Hebdo” .
Khalid Saeed, jubir Front Salafi, mengatakan bahwa Front Salafi akan demo di depan kedutaan Perancis , Jum’at, karena harus ada penolakan keras terhadap pelecehan tersebut. Ia mengatakan bahwa penghinaan ini adalah perpanjangan dari perang salib baru yang telah dikumandangkan oleh mantan presiden AS George  W Bush. Saeed juga mengajak untuk memutuskan hubungan politik dengan Perancis.
Sebagaiman juga yang diumumkan oleh Jamal Shabir, penanggung jawab harokah “Hazimun” tentang partisipasi gerakannya dalam unjuk rasa di depan kedubes Perancis, Kairo untuk mengajak gambar yang melecehkan Nabi itu seraya mengajak ummat untuk memutuskan hubungan politik, ekonomi, sosial dan budaya dengan Perancis.
Di pihak lain, Ashim Abdul Majid, anggota syuro Jama’ah Islamiyah Mesir, mengecam penghinaan terhadap Nabi yang terus menerus dilakukan. Ia menuntut kepada Negara Islam Arab untuk mengambil langkah internasional tegas terhadap Negara-negara yang melanggengkan unsure-unsur pelecehan tersebut.(usamah/islam

PERANCIS. – Belum turun “temperature” ummat Islam yang terbakar kemarahan ghiroh Islam akibat video klip “Innocence of Muslim” oleh kafir Amerika, pendeta Terry Jones, kini Perancis bikin ulah lagi menyirami bensin di tenga-tengah kobaran krisis ini.
Sebuah majalah Perancis mingguan, Charlie Hebdo, membuat ulah yang akan menerbitkan Rabu, 19 September  2012, majalah dengan gambar yang melecehkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Redaktur majalah tersebut mengatakan bahwa gambar yang akan dipublikasikan di halaman dalam dan terakhir itu tidak seprovokatif biasanya.
Situs elektronik majalah tersebut mempublikasikan foto sampul edisi terbaru dengan karikatur seorang muslim yang duduk dikursi roda dan orang yahudi ekstrim mendorong kursi tersebut. Karikatur tersebut berjudul “intouchables 2” .
Di halaman dalam majalah tersebut memuat gambar yang melecehkan Rasulullah SAW. Tokoh agama dan politik Perancis menyerukan agar bertanggung jawab terhadap hal tersebut dan berhati-hati pada waktu tertentu. Mengenai berita ini, perdana Menteri Perancis, Jean Marc Areault berkomentar  bahwa dia menolak segala sesuatu yang bersifat bekstrim kaitanya denga karikatur yang dipublikasikan oleh Charlie Hebdo. Amerika Serikat belum selesai urusannya dengan ummat Islam, Perancis malah bikin gara-gara lagi. Wallahul Musta’an.(usmah/islam)

komunitas_muslim_inggris
GAZA – Anne William Kennedy menjadi orang Inggris paling anyar masuk Islam. Anne menjadi bagian dari gelombang besar orang Inggris pindah agama dan memilih menjadi muslim.
Anne memiliki dua gelar sarjana yakni ilmu ekonomi dan ilmu politik. Dia juga meraih gelar master di bidang filsafat, sebelumnya ia mengajar agama di London. Dia menyatakan masuk Islam pada Sabtu, 21 Juli 2012, di kantor pusat Palestine Scholars Association di Gaza, Palestina.
Identitas lama pun ia tanggalkan. Anne berganti jadi Khadijah Hassan, terinspirasi nama istri Nabi Muhammad. Seperti dimuat Press TV, Khadijah menyatakan keputusannya masuk Islam setelah ia mendapatkan informasi tentang Allah, dan bahwa Islam adalah agama yang unik, damai, dan mencerahkan.
Begitu masuk Islam, dia kontan mengenakan jilbab dan ikut menunaikan ibadah puasa. Karenanya, Ramadhan ini menjadi kali pertama baginya menahan lapas dan haus dari pagi hingga petang selama sebulan.
Pilihan kepada Islam tampaknya memang fenomenal. Untuk kasus Inggris, seperti dikabarkan situs Al Jazeera awal Januari 2011 lalu, laporan Kevin Brice of Swansea University di Inggris mengungkapkan jumlah warga Britania Raya yang masuk Islam hampir dua kali lipat dari dekade sebelumnya, sekitar 100.000 orang di tahun 2010. Dibandingkan 60.000 orang pada 2001.
Setengah dari para mualaf adalah perempuan kulit putih, dan rata-rata berusia 27 tahun. Fiyaz Mughal, pendiri dan direktur Faith Matters me-ngatakan, di usia itu menunjukkan mereka telah berpikir panjang untuk memeluk Islam. Membantah anggapan banyak orang Barat bahwa para mualaf adalah mereka yang “muda dan gampang dimanipulasi”.
Satu dari mualaf itu adalah Lauren Booth, ipar mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Wartawan Press TV itu masuk Islam pada Oktober 2010. “Jalan saya menuju Islam bermula dari sebuah kesadaran dari adanya kesenjangan dari informasi tentang dunia Islam yang dijejalkan dalam otak saya, dan kenyataan yang saya saksikan,” kata Booth.
Saat berkunjung ke Iran pada September 2012, Booth menyaksikan umat muslim berwudu, bersujud, dan melantunkan doa-doa di masjid. Sebuah adegan yang membuat bulu kuduknya berdiri. “Apa yang saya saksikan sangat berbeda dengan pandangan barat selama ini.” //agus wahyudin


salat
ATHENA — Para jamaah muslim terpaksa melaksanakan salat di ruang bawah tanah. Sejak dulu umat Islam mendambakan sebuah masjid agung untuk mengakomodasi kebutuhan agama di kalangan minoritas muslim.
Sekalipun mendapat keberatan dari Gereja Ortodoks, pemerintah berjanji akan membangun sebuah masjid di Athena untuk melayani minoritas muslim yang terus berkembang. Semua umat agama lain termasuk Yahudi dan Budha, memiliki tempat ibadah sendiri, hanya umat Islam yang tak punya.
Namun krisis ekonomi dan kebencian publik terhadap masjid yang berkaitan dengan Kesultanan Ottoman membuat pemerintah tak dapat memenuhi janji untuk membangun masjid. Akibatnya muslim Yunani tak punya pilihan lain selain menggunakan lantai bawah tanah apartemen, kedai kopi, garasi dan gudang untuk salat.
Sejak kekuasaan Ottoman berakhir pada awal 1800-an, Athena tak punya masjid. Sekitar 130 basement atau gudang tanpa jendela dan ventilasi di Athena menjadi masjid darurat untuk 200.000 umat Islam. Puluhan ribu imigran salat di rumah dan harus berjalan ratusan kilometer ke utara Yunani untuk pernikahan, pemakaman dan seremoni lain. Muslim mewakili sekitar 1,3 persen. Athena dihuni sekitar 100.000 muslim keturunan Albania, Mesir, Pakistan, Bangladesh, Maroko, Suriah dan Nigeria.//onislam/meidia


Sunatan Masal
LONDON — Berbagai kelompok Muslim dan Yahudi Eropa bersatu dalam membela praktek sunat bagi anak laki-laki untuk alasan agama setelah sebuah pengadilan wilayah di Jerman memutuskan bahwa sunat dapat membahayakan tubuh.
Dua kelompok umat beragama dalam pernyataan bersama menegaskan bahwa praktek ini adalah hal pokok dalam agama mereka dan menyerukan agar sunat mendapat perlindungan hukum.
Putusan yang dikeluarkan pengadilan Koln tidak berlaku untuk seluruh wilayah Jermah. Putusan ini juga dikecam parlemen Israel. Namun Asosiasi Medis Jerman memberitahu para dokter agar tidak melakukan sunat.
Ribuan anak laki-laki Muslim dan Yahudi menjalani sunat di Jerman setiap tahun. Kesepakatan bersama ini ditandatangani oleh para pemimpin berbagai kelompok termasuk Pusat Rabbi Eropa, Parlemen Yahudi Eropa, Asosiasi Yahudi Eropa, Serikat Orang Islam-Turki untuk Urusan Agama dan Pusat Islam Brussels.
Mereka menganggap larangan sunat bertentangan dengan hak-hak agama dan kemanusiaan. Menurut dua pemimpin Islam dan Yahudi, sunat adalah ritual kuno yang menjadi hal utama dalam Islam dan Yahudi.
Para pemimpin Islam dan Yahudi mendesak parlemen dan seluruh partai politik Jerman untuk campur tangan dalam membatalkan keputusan pengadilan Koln.
Mereka juga bertemu dengan anggota parlemen Eropa dan Bundestag Jerman untuk mengungkapkan kemarahan mereka dan mendesak parlemen Jerman untuk membuat proteksi hukum yang jelas untuk sunat.
Putusan pengadilan Koln dikeluarkan menyusul kasus hukum yang melibatkan seorang dokter yang melakukan sunat atas permintaan orangtua terhadap seorang bocah laki-laki berusia empat tahun yang berakibat komplikasi medis.
Menurut pengadilan, anak berusia empat tahun belum cukup usia untuk memberikan persetujuan bila bagian tubuhnya disunat dan orangtua semestinya menunggu anak berusia lebih tua lagi agar anak dapat membuat keputusan.
Pengadilan memutuskan bahwa hak anak untuk keutuhan fisik melebihi hak agama dan hak orangtua. Namun pengadilan tidak memberikan batas usia minimum untuk sunat.
Dokter yang terlibat kasus itu akhirnya dibebaskan dari tuntutan dan putusan itu tidak bersifat mengikat. Namun berbagai kritik muncul karena kuatir bila kasus ini dapat menjadi preseden yang akan diikuti oleh pengadilan wilayah lain di Jerman.
Umat Islam di Jerman mencapai 4 juta jiwa dan Yahudi 120.000 jiwa. Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperkirakan hampir satu dari tiga pria di bawah usia 15 tahun telah disunat.(bbc/onislam/meidia)


sejarah islam di tv inggris
LONDON — Sebuah program televisi terbaru di Inggris tentang sejarah Islam telah memicu kontroversi dan kemarahan umat Muslim karena pengarang program dituding telah mengabaikan bukti-bukti sejarah tentang asal mula ajaran Islam.
Diprakarsai oleh sejarawan Tom Holland, program baru yang berisi sejarah Islam ditayangkan pekan lalu di saluran Channel 4.
Badan Akademi Riset dan Edukasi Islam, Islamic Education and Research Academy menilai bahwa Holland telah mengabaikan dan tidak mempedulikan kekayaan tradisi sejarah Islam.
Program bertajuk “Islam: the Untold Story” menampilkan Tom Holland dengan pakaian bergaya film Indiana Jones, dan tampak berjalan melintasi Semenanjung Arab, berbicara dengan suku Beduin lokal dan memeriksa berbagai artefak sejarah tentang asal mula Islam.
Dari hasil pengamatannya, Tom Holland menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW mungkin bukan berasal dari Mekah dan mengklaim bahwa kitab suci Alquran hanya sedikit atau tidak memiliki referensi dengan kota suci umat Muslim itu.
Ia juga mempertanyakan apakah Islam memang benar-benar eksis sebagai ajaran khusus dan masuk akal selama kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.
Namun program itu memicu kemarahan publik. Banyak pengguna jejaring sosial Twitter menuding pengarang Inggris itu mencoba menghancurkan sejarah Islam. Banyak juga yang menuduh Holland berpikiran ‘bodoh’ karena menganggap Islam sebagai sebuah agama buatan.
Program ini langsung memicu 500 pengaduan baik terhadap pihak regulator televisi Ofcom dan saluran Channel 4. Ini bukan pertama kalinya ditayangkan program tentang orang Muslim di televisi Inggris yang memicu kontroversi.
Pekan lalu, sebuah serial komedi sitkom produksi BBC, “Citizen Khan’ telah memicu pro dan kontra di kalangan umat Muslim Inggris. Sebagian menilai sitkom itu bertujuan untuk memperbaiki stereotip negatif. Namun sebagian lainnya menuduh acara itu telah menghina dan mempermalukan Islam.
Holland sendiri ngotot mempertahankan argumen dengan menganggap Islam sebagai sebuah subyek penelitian yang sah. Namun Islamic Academy Inggris menuding Holland telah mengabaikan bukti-bukti sejarah yang jelas tentang asal mula ajaran Islam, beberapa di antaranya termasuk di dalam sejarah awal ajaran Kristen pada abad ketujuh.
“Penegasan Tom Holland bahwa tidak ada bukti sejarah tentang asal mula ajaran Islam pada abad ketujuh jelas bukanlah pernyataan yang akurat secara historis. Presentasinya cenderung berat sebelah dalam program itu karena ia mengabaikan pandangan para ahli lain,” demikian pernyataan dari badan akademi Islam ini.
Umat Muslim di Inggris mencapai sekitar 2,5 juta jiwa. Mereka kerap mengeluh tentang kampanye media barat yang mencemarkan citra Islam dan umat Muslim. Sebuah studi terkini yang diselenggarakan pemerintah menunjukkan bahwa berbagai kisah negatif dan tidak seimbang di media massa Inggris telah memburukkan citra minoritas Muslim dan Islam dengna penyebaran berbagai prasangka negatif dan menganggap mereka sebagai musuh dari dalam.
Studi sebelumnya juga menuding media massa dan industri film telah sengaja meningkatkan Islamfobia dan prasangka buruk dengan menggambarkan orang Muslim sebagai orang yang berbahaya dan suka kekerasan.

MANCHESTER -- Roberto Mancini bisa bernafas lega. Itu setelah di laga pembuka Liga Primer Inggris anak asuhnya mengalahkan Southampton, 3-2 di Etihad Stadium, Ahad (19/8) malam. Namun sorotan pertandingan itu tertuju pada selebrasi yang dilakukan Samir Nasri. Gol ketiganya menjadi penentu raihan tiga angka Manchester City.
Usai mencetak gol, gelandang asal Perancis tersebut berlari ke pojok lapangan sembari membuka jersey. Dia menunjukkan kepada kamera sebuah pesan di kaos dalam yang dikenakannya. "Ied Mubarak," begitu bunyi pesan itu.
Nasri merayakan golnya di hari ketika dia tengah merayakan Idul Fitri. Kebahagiaan di tengah momen lebaran mampu dikonversikannya dengan bermain penuh determinasi di lapangan. Tidak salah dia menjadi penyelamat the Citizen di laga perdana resmi mereka.
Sekitar tiga jam sebelum kick off, Nasri sudah menyampaikan pesan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada penggemarnya. Lewat akun twitter-nya, @SamNasri19, ia berbagi kebahagiaan menyambutnya datangnya hari kemenangan dan penuh kemuliaan. "Aid mabrouk a tous les musulman, Eid Mubarak to all the Muslims (Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi semua kaum Muslim di dunia)" kicau mantan pemain Arsenal itu.
Cara Samir Nasri Ucapkan Selamat Idul Fitri
Samir Nasri saat merayakan gol ke gawang Southampton

Kebahagiaan juga dirasakan Edin Dzeko. Pencetak gol kedua City tersebut juga sedang merayakan lebaran. "Bajram Serif Mubarek Olsun! Eid Mubarak! May Allah bless you and your families with happines (Semoga Allah memberkati kita dan keluarga kita dengan .penuh kebahagiaan)," ujar pemain timnas Bosnia itu.

Masjid Zakariyya

Di Peace Street 20 Bolton Inggris, berdiri sebuah gedung besar berkubah yang amat berwibawa, yang lengkap dengan menara. Tempat itu ramai dikunjungi warga Bolton, terutama yang memeluk Islam, bahkan tiap pekannya, ribuan umat Islam hadir di tempat ini, guna melaksanakan shalat Jumat. Gedung itu tidak lain adalah Masjid Zakariyya.
 
Sejarah berdirinya masjid itu, bukanlah kisah yang singkat. Kala itu antara tahun 1965 hingga 1967 umat Islam Bolton dan Balckburn belum memiliki tempat permanen untuk melaksanakan shalat.

Untuk melakukan shalat Jumat saja, mereka melaksanakannya di The Aspinal, sebuah diskotik dan tempat dansa yang digunakan di malam hari, sedang siangnya di hari Jumat tempat itu dibersihkan para relawan guna dijadikan sebagai tempat melaksanakan shalat Jumat.
 
Karena jumlah jama'ah semakin bertambah, maka diperlukan tempat besar yang permanen. Dan dimulailah pencarian bangunan yang bisa digunakan sebagai masjid sekaligus islamic center. Pada tahun 1967, ada penawaran pembelian gedung bekas gereja komunitas Metodis, yang terpaksa dijual karena terbakar. Dengan dana sebesar 2750 pound sterling dari komunitas Muslim lokal, akhirnya bangunan itu menjadi milik umat Islam. Bangunan itulah yang kini disebut Masjid Zakariyya itu.
 
Tidak hanya Masjid Zakariyya, beberapa masjid Inggris pun memiliki kisah yang hampir sama dengan kisah masjid kebanggan Muslim Bolton itu, yakni sama-sama berasal dari gereja yang dijual, baik karena kehilangan pengikut, atau karena sebab lainnya. 
 
Berikut ini masjid-masjid yang dulunya merupakan gereja:
 

Masjid Brick Lane

Masjid Jami' London
Tempat ibadah ini juga dikenal dengan sebutan masjid Brick Lane, karena posisinya di Brick Lane 52. Bangunan berdinding bata merah itu, merupakan masjid terbesar di London, yang mampu menampung 4000 jama'ah. Walau demikian luas, masjid ini belum bisa menampung seluruh anggota jama'ah shalat Jumat, hingga sering kali jama'ah meluber ke jalan raya. Mayoritas anggota jama'ah merupakan keturunan Banglades, hingga wilayah tersebut disebut Banglatow.
 
Masjid ini memiliki sejarah yang sangat unik dan panjang. Awalnya, bangunan yang didirikan sejak tahun 1743 ini adalah gereja Protestan. Dibangun oleh komunitas Huguenot, atau para pemeluk Protestan yang lari dari Prancis untuk menghindari kekejaman penganut Katolik. Akan tetapi, karena jama'ahnya menurun, maka gereja ini dijual.
 
Di tahun 1809, bangunan ini digunakan masyarakat London untuk mempromosikan Kristen kepada para pemeluk Yahudi, dengan cara mengajarkan Kristen dengan akar ajaran Yahudi. Tapi, program ini juga gagal. Dan bangunan diambil oleh komunitas Metodis pada tahun 1819.
 
Komunitas Metodis cukup lama "memegang" gereja ini. Walau demikian, pada tahun 1897, tempat ini diambil oleh komunitas Ortodok Independen dan berbagi dengan Federasi Sinagog yang menempati lantai dua.
 
Tapi tahun 1960-an komunitas Yahudi menyusut, karena mereka pindah ke wilayah utara London, seperti Golders Green dan Hendon, sehingga bangunan ditutup sementara, dan hal itu berlanjut hingga tahun 1976. Setelah itu gedung itu dibuka kembali, dengan nama barunya, Masjid Jami' London.

Masjid Didsburry

Masjid Didsbury
Masjid ini terletak di Burton Road, Didsbury Barat, Manchester. Gedung yang digunakan sebelumnya merupakan bekas gereja komunitas Metodis, yang bernama Albert Park. Gedung ini tergolong bangunan kuno, karena telah beroprasi sejak tahun 1883. Akan tetapi, pada tahun 1962 gereja ditutup, dan beralih menjadi masjid dan islamic center. Masjid ini, kini mampu menampung 100 jama'ah, dan yang bertanggung jawab sebagai imam dan khatib hingga kini adalah Syeikh Salim As Syaikhi.
 

Masjid Brent

Masjid Brent
Terletak di Chichele Road, London NW2, dengan kapasitas 450 orang, dan dipimpin oleh Syeikh Muhammad Sadeez. Awalnya, bangunan itu merupakan gereja. Hingga kini ciri bentuknya tidak banyak berubah. Hanya ditambah kubah kecil berwarna hijau di beberapa bagian bangunan dan puncak menara.
 
Masjid New Peckham
Didirikan oleh Syeikh Nadzim Al Kibrisi. Terletak di dekat Burgess Park, tepatnya di London Selatan SE5. Kini masjid ini berada di bawah pengawasan Imam Muharrim Atlig dan Imam Hasan Bashri. Sebelumnya, gedung masjid ini merupakan bekas gereja St Marks Cathedral.

Masjid Sentral Wembley 

Masjid Sentral Wembley
Masjid ini terletak di jantung kota Wembley, dekat dengan Wembley Park Station. Daerah ini memiliki komunitas Muslim besar dan banyak toko Muslim yang berada di sekitarnya. Gedung masjid ini sebelumnya juga merupakan bekas gereja. Walau sudah terpasang kubah di puncak menaranya, tapi kekhasan bangunan gereja masih nampak jelas. Dengan demikian, siapa saja yang melihatnya, akan mengetahui bahwa bangunan itu dulunya adalah gereja.
 
Masjid Jami Essex
Selain masjid-masjid di atas, sebuah gereja bersejarah di Southend juga sudah dibeli oleh Masjid Jami' Essex dengan harga 850 ribu pound sterling. Gereja dijual, karena jama'ah berkurang, sehingga kegiatan peribadatan dipusatkan di Bournemouth Park Road. Konseskuensinya, gereja ini sudah tidak beroperasi sejak tahun 2006 lalu. Rancananya gereja akan dijadikan apartemen, tapi gagasan itu ditolak oleh Dewan Southend. Akhirnya, gereja kosong itu dibeli oleh komunitas Muslim yang tinggal di kota itu, yang juga sedang membutuhkan tempat untuk melaksanakan ibadah.
 
Saat itu jumlah komunitas ini mencapai 250 orang, "gereja bekas" itu merupakan tempat yang sesuai, karena mampu menampung 300 jamaah. Tidak banyak dilakukan perubahan pada bentuk bangunan yang telah berumur 100 tahun lebih itu, hanya perlu menambah tempat untuk berwudhu dan sebuah menara.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget