Juni 2012

oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
 
Orang-orang biasa menuduh "wahabi" kepada setiap orang yang melanggar tradisi, kepercayaan dan bid'ah mereka, sekalipun kepercayaan-kepercayaan mereka itu rusak, bertentangan dengan Al-Quranul Karim dan hadits-hadits shahih. Mereka menentang dakwah kepada tauhid dan enggan berdoa (memohon) hanya kepada Allah semata.
Suatu kali, di depan seorang Syaikh penulis membacakan hadits riwayat Ibnu Abbas yang terdapat dalam kitab Al-Arba'in An-Nawawiyah. Hadits ini berbunyi:
"Jika engkau memohon maka mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih)
Penulis sungguh kagum dengan terhadap keterangan Imam Nawawi ketika beliau mengatakan, "Kemudian jia kebutuhan yang dimintanya --menurut tradisi-- di luar batas kemampuan manusia, seperti meminta hidayah (petunjuk), ilmu, kesembuhan dari sakit dan kesehatan, maka hal-hal itu (mesti) memintanya hanya kepada Allah semata. Dan jika hal-hal di atas dimintanya kepada makhluk maka itu amat tercela."
Lalu kepada Syaikh tersebut penulis katakan, "Hadits ini berikut keterangannya menegaskan tidak dibolehkannya meminta pertolongan kepada selain Allah." Ia lalu menyergah, "Malah sebaliknya, hal itu dibolehkan."
Penulis lalu bertanya, "Apa dalil anda?" Syaikh itu ternyata marah sambil berkata dengan suara tinggi, "Sesungguhnya bibiku berkata, wahai Syaikh Sa'd" (1) dan Aku bertanya padanya, "Wahai bibiku, apakah Syaikh Sa'd dapat memberi manfaat kepadamu?!" Ia menjawab, "Aku berdoa (meminta) kepadanya, sehingga ia menyampaikannya kepada Allah, lalu Allah menyembuhkanku."
Lalu penulis berkata, "Sesungguhnya engkau adalah seorang alim. Engkau banyak habiskan umurmu untuk membaca kitab-kitab. Tetapi sungguh mengherankan, engkau justru mengambil aqidah dari bibimu yang bodoh itu."
Ia lalu berkata, "Pola pikirmu adalah pola pikir wahabi. Engkau pergi berumrah lalu datang dengan membawa kitab-kitab wahabi."
Padahal penulis tidak mengenal sedikitpun tentang wahabi, kecuali sekadar yang penulis dengar dari para Syaikh. Mereka berkata tentang wahabi, "Orang-orang wahabi adalah mereka yang melanggar tradisi orang kebanyakan. Mereka tidak percaya kepada wali dan karamah-karamahnya, tidak mencintai Rasul dan berbagai tuduhan dusta lainnya."
Jika orang-orang wahabi adalah mereka yang percaya hanya kepada pertolongan Allah semata, dan percaya yang menyembuhkan hanyalah Allah, maka aku wajib mengenal wahabi lebih jauh.
Kemudian penulis tanyakan jama'ahnya, sehingga penulis mendapat informasi bahwa pada setiap Kamis sore mereka menyelenggarakan pertemuan untuk mengkaji pelajaran tafsir, hadits, dan fiqh.
Bersama anak-anak penulis dan sebagian pemuda intelektual, penulis mendatangi majelis mereka kami masuk ke sebuah ruangan yang besar. Sejenak kami menanti, sampai tiada berapa lama seorang Syaikh yang sudah berusia masuk ruangan. Beliau memberi salam kepada kami dan menjabat tangan semua hadirin dimulai dari sebelah kanan, lalu beliau duduk di kursi dantak seorang pun berdiri untuknya. Penulis berkata dalam hati, "Ini adalah seorang Syaikh yang tawadhu' (rendah hati), tidak suka orang berdiri untuknya (dihormati)."
Lalu Syaikh membuka pelajaran-pelajaran dengan ucapan, "Sesungguhnya segala puji adalah untuk Allah. Kepada Allah kami memuji, memohon pertolongan dan ampunan...", dan selanjutnya hingga selesai, sebagaimana Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam biasa membuka khutbah dan pelajarannnya.
Kemudian Syaikh itu memulai bicara dengan menggunakan bahasa Arab. Beliau menyampaikan hadits-hadits seraya menjelaskan derajat shahih-nya dan para perawinya. Setiap kali menyebut nama Nabi, beliau mengucapkan shalawat atasnya. Di akhir pelajaran, beberapa soal tertulis diajukan kepadanya. Beliau menjawab soal-soal itu dengan dalil dari Al-Quranun Karim dan sunnah Nabi shalallahu 'alaihi wasallam. Beliau berdiskusi dengan hadirin dan tidak menolak setiap penanya. Di akhir pelajaran, beliau berkata, "Segala puji bagi Allah bahwa kita termasuk orang-orang Islam dan salaf.(2) Sebagian orang menuduh kita orang-orang wahabi. Ini termasuk tanaabuzun bil alqab (memanggil dengan panggilan- panggilan yang buruk). Allah melarang kita dari hal itu dengan firman-Nya, "Dan janganlah kamu panggil-mamanggil dengan gelar-gelaran yang buruk." (Al-Hujurat: 11)
Dahulu, mereka menuduh Imam Syafi'i dengan rafidhah. Beliau lalu membantah mereka dengan mengatakan, "Jika rafidhah (berarti) mencintai keluarga Muhammad. Maka hendaknya jin dan manusia menyaksikan bahwa sesungguhnya aku adalah rafidhah."
Maka, kita juga membantah orang-orang yang menuduh kita wahabi, dengan ucapan salah seorang penyair, "Jika pengikut Ahmad adalah wahabi. Maka aku berikrar bahwa sesungguhnya aku wahabi."
Ketika pelajaran usai, kami keluar bersama-sama sebagian para pemuda. Kami benar-benar dibuat kagum oleh ilmu dan kerendahan hatinya. Bahkan aku mendengar salah seorang mereka berkata, "Inilah Syaikh yang sesungguhnya!"

A. Pengertian wahabi

Musuh-musuh tauhid memberi gelar wahabi kepada setiap muwahhid (yang mengesakan Allah), nisbat kepada Muhammad bin Abdul Wahab. Jika mereka jujur, mestinya mereka mengatakan Muhammadi nisbat kepada namanya, yaitu Muhammad. Betapa pun begitu, ternyata Allah menghendaki nama wahabi sebagai nisbat kepada Al-Wahhaab (Yang Maha Pemberi), yaitu salah satu dari nama-nama Allah yang baik (Asmaa'ul Husnaa).

B. Muhammad bin Abdul Wahab

Beliau dilahirkan di kota 'Uyainah, Nejed pada tahun 1115 H. Hafal Al-Quran sebelum berusia sepuluh tahun. Belajar kepada ayahandanya tentang fiqih Hanbali, belajar hadits dan tafsir kepada para Syaikh dari berbagai negeri, terutama di kota Madinah. Beliau memahami tauhid dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Memelihara kemurnian tauhid dari syirik, khurafat dan bid'ah, sebagaimana banyak ia saksikan di Nejed dan negeri-negeri lainnya. Demikian juga soal menyucikan dan mengkultuskan kubur, suatu hal yang bertentangan dengan ajaran Islam yang benar.
Ia mendengar banyak wanita di negerinya ber-tawassul dengan pohon kurma yang besar. Mereka berkata, "Wahai pohon kurma yang paling agung dan besar, aku menginginkan suami sebelum setahun ini."
Di Hejaz, ia melihat pengkultusan kuburan para shahabat, keluarga Nabi, (ahlul bait), serta kuburan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam,hal yang sesungguhnya tidak boleh dilakukan, kecuali kepada Allah semata.
Di Madinah, Ia mendengar permohonan tolong (istighaatsah) kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, serta berdoa (memohon) kepada selain Allah, hal yang sungguh bertentangan dengan Al-Quran dan sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Al-Quran menegaskan,
"Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi madharat kepadamu selain Allah, sebab jika berbuat (yang demikian itu), sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim." (Yunus: 106)
Zhalim dalam ayat ini berarti syirik. Suatu kali, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam berkata kepada anak pamannya, Abdullah bin Abbas:
"Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan mintalah pertolongan kepada Allah." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata hasan shahih)
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab menyeru kaummnya kepada tauhid dan berdoa (memohon) kepada Allah semata, sebab Dialah Yang Mahakuasa dan Yang Maha Menciptakan, sedangkan selainNya adalah lemah dan tak kuasa menolak bahaya dari dirinya dan dari orang lain. Adapun mahabbah (cinta kepada orang-orang shalih), adalah dengan mengikuti amal shalihnya, tidak dengan menjadikannya perantara antara manusia dengan Allah, dan juga tidak menjadikannya sebagai tempat bermohon selain daripada Allah.

1. Penentangan orang-orang batil terhadapnya:

Para ahli bid'ah menentang keras dakwah tauhid yang dibangun oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Ini tidak mengherankan, sebab musuh-musuh tauhid telah ada sejak zaman Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Bahkan mereka merasa heran terhadap dakwah kepada tauhid. Allah berfirman:
"Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan." (Shaad: 5)
Musuh-musuh Syaikh memulai perbuatan kejinya dengan memerangi dan menyebarluaskan berita-berita bohong tentangnya. Bahkan mereka bersekongkol untuk membunuhnya dengan maksud agar dakwahnya terputus dan tak berkelanjutan. Tetapi Allah Subhana wa Ta'ala menjaganya dan memberinya penolong sehingga dakwah tauhid tersebar luas di Hejaz, dan di negara-negara Islam lainnya.
Meskipun demikian, hingga saat ini, masih ada pula sebagian manusia yang menyebarluaskan berita-berita bohong. Misalnya, mereka mengatakan dia (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab) adalah pembuat madzhab yang kelima(3), padahal dia adalah seorang penganut madzhab Hanbali. Sebagian mereka mengatakan, orang-orang wahabi tidak mencintai Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam serta tidak bershalawat di atasnya. Mereka anti bacaan shalawat.
Padahal kenyataannya, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab - rahimahullah- telah menulis kitab Mukhtashar Siiratur Rasul shalallahu 'alaihi wasallam. Kitab ini bukti sejarah atas kecintaan Syaikh kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Mereka mengada-adakan berbagai cerita dusta tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, suatu hal yang karenanya mereka bakal dihisab pada hari Kiamat.
Seandainya mereka mau mempelajari kitab-kitab beliau dengan penuh kesadaran, niscaya mereka akan menemukan Al-Quran, hadits dan ucapan shahabat sebagai rujukannya.
Seseorang yang dapat dipercaya memberitahukan kepada penulis, bahwa ada salah seorang ulama yang memperingatkan dalam pengajian-pengajiannya dari ajaran wahabi. Suatu hari, salah seorang dari hadirin memberinya sebuah kitab karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Sebelum diberikan, ia hilangkan terlebih dahulu nama pengarangnya. Ulama itu membaca kitab tersebut dan amat kagum dengan kandungannya. Setelah mengetahui siapa penulis buku yang dibaca, mulailah ia memuji Muhammad bin Abdul Wahab.

2. Dalam sebuah hadits disebutkan;

"Ya Allah, berilah keberkahan kepada kami di negeri Syam, dan di negeri Yaman. Mereka berkata, 'Dan di negeri Nejed.' Rasulullah berkata, 'Di sana banyak terjadi berbagai kegoncangan dan fitnah, dan di sana (tempat) munculnya para pengikut setan." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Ibnu Hajar Al-'Asqalani dan ulama lainnya menyebutkan, yang dimaksud Nejed dalam hadits di atas adalah Nejed Iraq. Hal itu terbukti dengan banyaknya fitnah yang terjadi di sana. Kota yang juga di situ Al-Husain bin Ali radhiallahu 'anhuma dibunuh.
Hal ini berbeda dengan anggapan sebagian orang, bahwa yang dimaksud dengan Nejed adalah Hejaz, kota yang tidak pernah tampak di dalamnya fitnah sebagaimana yang terjadi Iraq. Bahkan sebaliknya, yang tampak di Nejed Hejaz adalah tauhid, yang karenanya Allah menciptakan alam, dan karenanya pula Allah mengutus para rasul.

3. Sebagian ulama yang adil sesungguhnya menyebutkan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah salah seorang mujaddi (pembaharu) abad dua belas Hijriyah.

Mereka menulis buku-buku tentang beliau. Di antara para pengarang yang menulis buku tentang Syaikh adalah Syaikh Ali Thanthawi. Beliau menulis buku tentang "Silsilah Tokoh-Tokoh Sejarah", di atanra mereka terdapat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan Ahmad bin 'Irfan.
Dalam buku tersebut beliau menyebutkan, aqidah tauhid sampai ke India dan negeri-negeri lainnya melalui jama'ah haji dari kaum muslimin yang terpengaruh dakwah tauhid di kota Makkah. Karena itu, kompeni Inggris yang menjajah India ketika itu, bersama-sama dengan musuh-musuh Islam memerangi aqidah tauhid tersebut. Hal itu dilakukan, karena mereka mengetahui bahwa aqidah tauhid akan menyatukan umat Islam dalam melawan mereka.
Selanjutnya mereka mengomando kepada kaum Murtaziqah (orang-orang bayaran) agar mencemarkan nama baik dakwah kepada tauhid. Maka mereka pun menuduh setiap muwahhid yang menyeru kepada tauhid dengan kata wahabi. Kata itu mereka maksudkan sebagai padanan dari tukang bid'ah sehingga memalingkan umat Islam dari aqidah tauhid yang menyeru agar umat manusia berdoa hanya semata-mata kepada Allah. Orang-orang bodoh itu tidak mengetahui bahwa kata wahabi adalah nisbat kepada Al-Wahhaab (Yang Maha Pember), yaitu salah satu dari Nama-nama Allah yang paling baik (Asma'ul Husna) yang memberikan kepadanya tauhid dan menjanjikananya masuk Surga.

Catatan kaki:

(1) Dia memohon pertolongan kepada Syaikh Sa'd yang dikuburkan di dalam masjidnya.
(2) Orang-orang salaf adalah mereka yang mengikuti jalan para salafus shaleh. Yaitu Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, para shahabat dan tabi'in.
(3) Sebab yang terkenal dalam dunia fiqih hanya ada empat madzhab: Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali.
(Jalan Golongan yang Selamat, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, Darul Haq, Cetakan II, hal. 55-62)

Pembantaian Srebrenica (disebut juga Genosida Srebrenica) merujuk kepada pembunuhan sekitar 8000 lelaki dan remaja etnis Muslim Bosniak pada Juli 1995 di daerah Srebrenica, Bosnia oleh pasukan Serbia Bosnia pimpinan Jenderal Ratko Mladić. Jenderal Mladic kini menjadi buronan internasional yang telah didapati bersalah karena genosida dan berbagai kejahatan perang lain di Yugoslavia. Pada 27 Februari 2007, Mahkamah Internasional menetapkan kejadian ini sebagai sebuah genosida. Selain pasukan Serbia Bosnia, pasukan paramiliter Serbia Scorpion (kalajengking) juga turut bersalah atas pembantaian ini.

Meskipun demikian, dalam keputusan Mahkamah Internasional tersebut disebutkan bahwa Serbia tidak bersalah atas tindakan genosida. Namun, MI tetap mengecam Serbia karena gagal mencegah ataupun mengadili pelaku pembantaian ini, sekalipun Serbia memiliki hubungan erat dengan militer Serbia Bosnia.

Menurut Komisi Federal untuk Orang Hilang, jumlah korban yang dikonfirmasi sampai saat ini mencapai 8.373 jiwa. Pembantaian Srebrenica dianggap secara meluas sebagai pembunuhan massal terbesar di Eropa Perang Dunia II. Ia juga merupakan kejadian pertama yang ditetapkan sebagai genosida secara hukum. Akibat bentuk kejadian ini, jumlah sebenarnya, butiran terperinci, dan sebab kejadian dipertikaikan sampai kini. Kejadian ini dianggap sebagai kejadian paling menakutkan dan kontroversial dalam sejarah Eropa modern pasca Perang Dunia II. semenjak 

Peristiwa
Pada tahun 1992, peperangan pecah antara Serbia dan Bosnia. Karena kekejaman dan pembersihan etnis yang dilakukan para tentara Serbia, umat Muslim Bosnia harus mengungsi ke kamp-kamp pengungsian. Srebrenica adalah salah satu kamp terbesar dan dinyatakan oleh PBB sebagai zona aman. Kamp itu sendiri dijaga oleh 400 penjaga perdamaian dari Negeri Belanda.

Gambar yang menunjukkan dua anak dan 4 remaja yang dibariskan di tanah sebelum dieksekusi
Pada tanggal 6 Juli 1995, pasukan Korps Drina dari tentara Serbia Bosnia mulai menggempur pos-pos tentara Belanda di Srebrenica. Pada tanggal 11 Juli pasukan Serbia memasuki Srebrenica. Anak-anak, wanita dan orang tua berkumpul di Potocari untuk mencari perlindungan dari pasukan Belanda. Pada 12 Juli, pasukan Serbia mulai memisahkan laki-laki berumur 12-77 untuk "diinterogasi". Pada tanggal 13 Juli pembantaian pertama terjadi di gudang dekat desa Kravica. Pasukan Belanda menyerahkan 5000 pengungsi Bosnia kepada pasukan Serbia, untuk ditukarkan dengan 14 tentara Belanda yang ditahan pihak Serbia. Pembantaian terus berlangsung. Pada 16 Juli berita adanya pembantaian mulai tersebar. Tentara Belanda meninggalkan Srebrenica, dan juga meninggalkan persenjataan dan perlengkapan mereka. Selama 5 hari pembantaian ini, 8000 Muslim Bosnia telah terbunuh.

Ratko Mladic (AP Photo
Pemerintah Serbia telah menangkap Ratko Mladic, seorang jenderal pasukan Serbia-Bosnia yang terkenal kejam dalam perang di Balkan dekade 1990an. Mladic bertanggungjawab atas pembantaian ribuan umat Muslim Bosnia. Dia sudah lama menjadi buronan Pengadilan Internasional di Den Haag, Belanda.

Menurut
VOA News, penangkapan Mladic diumumkan oleh Presiden Serbia, Boris Tadic, Kamis 26 Mei 2011. "Atas nama Republik Serbia, saya bisa umumkan penangkapan Ratko Mladic. Proses ekstradisi tengah berlangsung," kata Tadic dalam jumpa pers di Belgrade. Dia segera dibawa ke penjara di Den Haag untuk diadili.

Mladic selama ini diburu oleh penegak hukum Mahkamah Kriminal PBB atas kejahatan perang yang dia lakukan di bekas pecahan Yugoslavia. Mahkamah telah mendakwa Mladic pada 1995 atas kekejaman dilakukan pasukannya selama tiga tahun mengepung Kota Sarajevo di Bosnia.


Mladic, yang kini berusia 69 tahun, juga bertanggungjawab atas pembunuhan 8.000 umat Muslim Bosnia, baik laki-laki dewasa dan anak-anak, di dekat kota Srebrenica. "Penangkapan ini memupuskan beban berat dari Serbia dan menutup lembaran sejarah kelam kami," kata Tadic.


Pekan lalu, Kepala Tim Penuntut untuk Mahkamah Kriminal PBB, Serge Brammertz, mengritik Serbia karena tidak optimal memburu Mladic maupun buronan lain yang juga didakwa melakukan kejahatan perang, Goran Hadzic.


Kalangan pejabat Uni Eropa juga telah mengatakan bahwa penangkapan Mladic bisa jadi penentu bagi Serbia agar bisa masuk menjadi kandidat anggota baru Uni Eropa.

Sumber: wikipedia, VIVAnews

Seorang saksi mata yang juga membantu pembantaian Muslim Bosnia dihadirkan oleh jaksa penuntut dalam pengadilan pemimpin perang Serbia-Bosnia Radovan Karadzic, di depan Mahkamah Kejahatan Internasional untuk bekas negara Yugoslavia. Pada sidang Selasa lalu, saksi mata yang dihadirkan menjelaskan secara rinci bagaimana dirinya membantu pembantaian lebih dari 1.000 Muslim di kota timur Srebrenica pada Juli 1995.

Saksi itu Drazen Erdemovic, asal Kroasia yang ikut dalam perang Serbia Bosnia selama tahun 1992-1995 mengatakan, ia dan tujuh tentara Serbia membunuh antara 1.000 dan 1.200 Muslim di sebuah peternakan di desa Pilica pada pertengahan Juli 1995.

Erdemovic mengatakan, kelompoknya dipimpin ke lokasi eksekusi oleh seorang letnan kolonen dari Serbia yang "tinggi dan gemuk". Namun Erdemovic tidak ingat nama letkol itu dan mengatakan bahwa semua pria Muslim Srebrenica yang ditawan dibawa dengan bus ke desa Pilica untuk dibunuh.

Saksi dan pelaku ini mengatakan, para tawanan menggunakan pakaian sipil, beberapa dari mereka dengan mata tertutup kain dan tangan terikat. Mereka dibawa dalam kelompok-kelompok yang berisi sepuluh orang dan dieksekusi oleh Erdemovic dan anak buahnya.

Sekitar 15 hingga 20 bus berisi tawanan warga Bosnia Muslim tiba di desa Pilice dan dieksekui pada sekitar pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore.

Dalam sidang kemarin, Erdemovic mengatakan ia dan algojo lainnya membuat identitas palsu untuk menyembunyikan identitas mereka. Tapi ia ditangkap di Serbia pada tahun 1996, setelah ia menceritakan pembantaian itu kepada seorang jurnalis Amerika yang dibawa ke pengadilan Den Haag.

Erdemovic mengaku bersalah dan dalam kesepakatan dengan jaksa, ia dijatuhi hukuman hanya lima tahun penjara. Namun ia hanya menjalani empat tahun saja di penjara Norwegia.

Sementara itu terdakwa utama Radovan Karadzic sendiri didakwa dengan sebelas tuduhan genosida (pembunuhan massal), yang dilakukan anak buahnya dibawah komandonya. Dakwaan itu fokus pada pembantaian lebih dari 7.000 Muslim Srebrenica dan pengepungan selama 44 bulan dan pengeboman ibukota Sarajevo.

Karadzic yang bersikukuh tidak bersalah ditangkap di Beograd pada tahun 2008 dan membantah seluruh tuduhan. Alasan Karadzic adalah sangat tidak mungkin dirinya membunuh begitu banyak orang dalam waktu singkat.

10.28


Tuhan memerintahkan untuk membuat patung untuk keperluan ibadah:

Marilah kita melihat beberapa kutipan dimana Tuhan memerintahkan untuk membuat patung yang digunakan sebagai lambang yang memberikan gambaran/menunjuk kepada kehadiran Yesus pada Perjanjian Baru dan kekal, sebagai yang terkandung dalam ‘Tabut Perjanjian baru’ itu sendiri, dan Putera Allah yang ditinggikan

1. Keluaran 25:1,18-20
Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Dan haruslah kau buat dua kerub (English: cherubims/angels) dari emas, kau buatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu. Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini, dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya”. Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu.”
2. Ketika raja Daud memberikan rencana pembuatan bait Allah kepada Salomo
2. 1 Tawarikh 28:18-19
”..juga emas yang disucikan untuk mezbah pembakaran ukupan seberat yang diperlukan dan emas yang diperlukan untuk pembentukan kereta yang menjadi tumpangan kedua kerub yang mengembangkan sayapnya sambil menudungi tabut perjanjian Tuhan. Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh Tuhan yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.”
Lihatlah bahwa semua yang tertulis di atas diilhami oleh Tuhan sendiri.
Memang bukan raja Daud yang membangun bait Allah, melainkan raja Salomo pada tahun ke-empat setelah ia menjadi raja atas Israel. Dan dia melakukan yang diperintahkan oleh raja Daud, seperti yang tertulis dalam kitab 1 Raja-raja 6:23-35, “selanjutnya di dalam ruang belakang itu dibuatnya dua kerub dari kayu minyak, masing-masing sepuluh hasta tingginya ……..”

(Dua kerub yang terdapat pada bait Allah ini menunjuk kepada kehadiran Allah di dalam tabut perjanjian; dan Yesuslah yang kemudian menjadi pemenuhan dari perjanjian Allah ini).

3. Yehezkiel 41:17-18
dan di seluruh dinding bagian dalam dan bagian luar, terukir gambar-gambar kerub dan pohon-pohon korma, di antara dua kerub sebatang pohon korma, dan masing-masing kerub itu mempunyai dua muka.

4. Bilangan 21:8
Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa:”Buatlah (sebuah patung) ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.”

Patung Ular ini yang ditinggikan Musa menjadi ilham dari sebuah pembuatan patung yesus

Yoh 3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan (Patung) ular (Tembaga) di padang gurun, demikian juga (Patung) Anak Manusia harus ditinggikan,
Berdasarkan dasar-dasar tersebut di atas maka sudah jelas KRISTEN AGAMA PAGAN

NB:
Rumah yang suci yang bertuhankan ROH tentunya ROH itu tidak berwujud apa pun..dan otomatis rumah itu bersih dari segala tuhan yang BERWUJUD seperti PATUNG DAN GAMBAR..


Saya tidak tau menurut kalian PATUNG hanyalah bentuk media kepada sang khalik,atau sebaliknya kalian justru malah mengagungkan patung tersebut..

Kalian tidak akan pernah tau wujud tuhan yang sebenernya..sebab wujud tuhan kalian adalah ROH..

YOHANES 4:24 “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Dan patung adalah sebuah IMAJINASI manusia yang seolah2 bentuk tuhan itu seperti demikian adanya..

Hal tersebut bisa kita contohkan misalnya anda belum pernah melihat JIN dan anda hanya tau bentuk JIN itu dari gambar2 atau patung yang ada padahal belum tentu bentuk JIN itu seperti pada gambar dan patung tersebut..

Pada kenyataannya kalian belum pernah melihat wujud YESUS yang sebenarnya tetapi kalian hanya tau dari gambar dan patung tersebut padahal belum tentu bentuk dan wajah yesus seperti itu..

Jadi dimanapun kalian berada jika mau berdoa kepada tuhan maka sudah tentu anda akan mengingat wajah yesus yang ada pada patung tersebut..

Maka dengan demikian anda2 semua menganggap patung atau gambar yesus itu adalah TUHAN kalian..

Dalih Katolik tentang patung adalah bukan menyembah patungnya tapi image dari patung tsb atau hanya menghormati.dan untuk membantu kita membayangkan oknum dari image patung (diwakilkan). seperti melihat foto orgtua dsb.Apakah tanpa foto, kita lupa orangtua kita? Apakah tanpa patung kita susah berdoa kepada Tuhan? Bukankah iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kelihatan? Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Coba renungkan dengan hati busuk kalian..

Semoga otak kalian makin tidak waras.

09.35

Pelaku perampokan bersenjata api di minimarket 
JAKARTA,  Aksi perampokan minimarket Alfamart di dua wilayah di Jakarta Timur, Senin (18/6/2012) dini hari, diduga telah dipersiapkan. Komplotan pelaku baru melancarkan aksinya seusai petugas kepolisian sektor setempat berpatroli di sekitar tempat kejadian.
Kepala Polsek Kramat Jati Komisaris Imran Gultom mengatakan, beberapa saat sebelum kejadian, sebenarnya ada dua orang anggota Polsek Kramat Jati berada di lokasi untuk melakukan patroli. Pelaku baru melancarkan aksinya beberapa saat setelah anggota meninggalkan minimarket.
"Anggota kita sebenarnya berpatroli di situ, tapi beberapa saat setelah anggota pergi, baru mereka beraksi," ujarnya kepada wartawan di kantornya sesaat setelah kejadian.
Alfamart tersebut berada di lokasi ramai karena dekat pertigaan mengarah ke Cililitan dan Kalibata, Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur. Dalam peristiwa itu, uang senilai Rp 20 juta di dalam brankas raib digasak pelaku yang berjumlah lima orang.
Hal serupa terjadi di Alfamart, Jalan Wijaya Kusuma, Duren Sawit, Jakarta Timur selang satu jam kemudian. Perwira Unit Reserse Kriminal Polsek Duren Sawit Iptu Suwardi mengungkapkan, pelaku yang berjumlah tiga orang telah melakukan pengintaian terhadap minimarket 24 jam tersebut.
"Ada dua orang patroli di minimarket itu sebenarnya. Terus ada peristiwa di tempat tak jauh dari situ. Pas petugasnya pergi, langsung pelaku beraksi. Mungkin sudah diintai sebelumnya itu," ujarnya.
Dalam aksinya, pelaku menggunakan modus yang hampir serupa. Pelaku membawa senjata dan mengancam dan melumpuhkan karyawan toko dengan mengikat kaki dan tangan. Setelah melumpuhkan karyawan toko, pelaku pun meminta agar brankas dibuka dan menjarah isi brankas. Uang hasil penjualan selama tiga hari sebesar Rp 65 juta pun dijarah oleh pelaku.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Dian Perri secara terpisah mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan fakta-fakta dari saksi. Namun, dugaan awal, komplotan pelaku saling kenal.
"Bisa jadi mereka satu komplotan, ya. Indikasinya dari waktu kejadian sama, semua korbannya diikat, senjata tajamnya golok. Semuanya tengah diselidiki," ujarnya.

09.28
Fabian Januarius Kuwado Sejumlah aparat kepolisian dari Polsek setempat tampak melakukan penjagaan di mini market yang buka 24 jam di Jl. Condet Raya, Jakarta Timur, Selasa (19/6/2012). Usaha tersebut merupakan langkah pihak kepolisian untuk mengantisipasi serangkaian perampokan beberapa waktu terakhir.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemandangan berbeda tampak di depan minimarket yang buka 24 jam di wilayah Jakarta Timur, Selasa (19/6/2012) dini hari. Tidak seperti biasanya, sejumlah aparat kepolisian dan masyarakat setempat tampak berjaga-jaga di depan toko.
Kegiatan tersebut merupakan langkah antisipasi Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur untuk melakukan pengamanan karena maraknya aksi perampokan yang menyasar minimarket 24 jam beberapa waktu terakhir. Tercatat, setidaknya tiga kali aksi perampokan dengan modus yang sama terjadi pada waktu nyaris bersamaan.
Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Dian Perri mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait ketiga kasus perampokan yang diduga dilakukan satu komplotan tersebut. Semua kepolisian sektor di wilayah Jakarta Timur pun diinstruksikan untuk melakukan patroli lebih intensif, khususnya di wilayah yang terdapat minimarket 24 jam.
"Semua lokasi akan kita adakan patroli, yang penting tindakan preventif tetap ada," ujarnya. Meski demikian, ia enggan menyebutkan berapa jumlah pasukan yang diterjunkan. "Ya rahasia itu," lanjutnya.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di sepanjang Jalan Raya Condet, setidaknya terdapat empat minimarket yang buka 24 jam. Tak ada yang berubah, kecuali suasana di depan toko. Sedikitnya dua orang petugas kepolisian tampak siaga bersama beberapa orang lainnya. "Iya, kita amanin saja semuanya," ujar salah seorang petugas polisi.
Dihubungi terpisah, Neta S Pane, Presidium Indonesia Police Watch (IPW), mengapresiasi langkah tersebut. Pihak kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, harus mampu menjadikan kepolisian sektor sebagai ujung tombak pengamanan terhadap masyarakat, terutama di daerah rawan. "Polda Metro harus jadikan polsek sebagai ujung tombak pengamanan di lingkungannya dengan supervisi polres. Pihak kepolisian juga harus kembali mengaktifkan Babin Kamtibmas untuk menjalankan fungsinya dengan melakukan sistem keamanan lingkungan (siskamling)," ujarnya.
Neta melanjutkan, kejadian yang terjadi berulang ini merupakan kelengahan polisi dalam melakukan penjagaan keamanan di lokasi, khususnya yang berada di pinggiran kota. Dalam kondisi inilah, peran sistem keamanan berdasarkan aktivitas manusia dirasa sangat penting.
Sebelumnya diberitakan, aksi perampokan terjadi di tiga tempat di wilayah Jakarta Timur dalam selang waktu satu malam. Perampokan pertama terjadi di Alfamart, Jl Pahlawan Revolusi, Klender, Jakarta Timur, pada Minggu (17/6/2012) dini hari. Pelaku yang berjumlah empat orang menggunakan masker dan membawa senjata api serta senjata tajam berhasil menjarah uang tunai sebanyak Rp 30 juta yang tersimpan di dalam brankas dan meja kasir.
Selang satu malam, kawanan perampok bersenjata tajam kembali beraksi di minimarket Alfamart Dewi Sartika, Jakarta Timur, Senin (18/6/2012) dini hari sekitar pukul 01.20. Dalam peristiwa ini uang di brankas senilai Rp 20 juta raib digasak pelaku yang berjumlah lima orang. Hanya berselang satu jam kemudian, sebuah minimarket Alfamart di Jl Wijaya Kusuma, Duren Sawit, pun dijarah tiga orang perampok.
Modusnya hampir serupa, membawa senjata, dan mengancam karyawan toko lalu melumpuhkannya. Seusai melumpuhkan karyawan toko, pelaku pun meminta agar brankas dibuka dan menjarah isi brankas. Uang hasil penjualan sebesar Rp 65 juta yang ada di dalam brankas pun dijarah habis oleh pelaku.

09.19

Tari Pendet
JAKARTA, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Windu Nuryanti mengatakan, sepanjang 2007-2012, Malaysia tujuh kali mengklaim budaya Indonesia sebagai warisan budaya negara itu.
"Melihat sejarah klaim-mengklaim itu memang cukup panjang, dalam catatan saya sudah tujuh kali," kata Windu Nuryanti di Jakarta, Selasa (19/6/2012).
Windu menjabarkan, klaim Malaysia dimulai pada November 2007 terhadap kesenian reog ponorogo, selanjutnya pada Desember 2008 klaim atas lagu "Rasa Sayange", lalu klaim batik pada Januari 2009.
Tari pendet dari Bali diklaim Malaysia pada Agustus 2009, yang muncul dalam iklan pariwisata negeri jiran tersebut, selanjutnya musik angklung pada Maret 2010.
Selain kesenian, Malaysia juga mengklaim beras asli Nunukan, Kalimantan Timur, yaitu beras adan krayan yang merupakan beras organik. Beras tersebut dijual Malaysia dengan merek Bario Rice.
Yang terbaru adalah klaim Malaysia atas tari tortor dan gordang sambilan, yang merupakan kesenian asli dari Sumatera Utara.
"Mereka menyatakan tidak mengklaim tari tortor, tapi hanya mencatat. Kami minta secara tertulis maksud mereka mencatat itu dalam kategori apa," kata Windu.
Malaysia merupakan negara tetangga dekat Indonesia dengan populasi sekitar 25 juta jiwa, terdiri dari etnis China, Melayu, dan India. Sejumlah suku di Indonesia, seperti Mandailing, Jawa, dan Bugis, juga sudah sejak lama bermigrasi ke Malaysia dan mereka tetap menjaga adat istiadat hingga saat ini.
Sumber :
ANT

14.36
SILAHKAN BUKA FOLDER-FOLDER DOWNLOAD CENTER DI BAWAH INI, ADA RIBUAN FILE DI DALAMNYA (AL-ILMU.NET @2006-2011)


MATERI DARI WEB ILMOE.COM:


MATERI DARI WEB PROBLEMA MUSLIM.WORDPRESS.COM:








14.22
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta, Jabar, menilai pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) tentang pemberantasan maksiat di Purwakarta Jawa Barat, tak berjalan.

"Bukan lamban lagi, tapi hampir tidak dilaksanakan Perda itu. Tempat-tempat maksiat masih banyak di Purwakarta," ujar Ketua MUI Kabupaten Purwakarta, KH Abu Bunyamin, Selasa, di Purwakarta.

Perda Kabupaten Purwakarta tentang pemberantaan maksiat atau Perda nomor 13 itu telah berumur lebih kurang tiga tahun, namun di lapangan tidak ada hasil yang signifikan.

Bunyamin mengatakan, disamping masih maraknya tempat-tempat maksiat seperti tempat pelacuran, di Purwakarta juga perederan obat-obat terlarang dan berbahaya (narkoba) dan minuman keras, terkesan dibiarkan.

"Saya tidak tahu persis, kenapa Perda tentang pemberantasan maksiat itu hampir tidak dlaksanakan, padahal sudah berumur tiga tahun," ucapnya.

Akan tetapi Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta itu menyebutkan tidak sungguh-sungguhnya pelkaksanaan Perda tersebut membuktikan pemerintah kurang respon terhadap program MUI.

"Kalau dari sudut kedekatan, ya dekat antara pemerintah dengan ulama, seperti rapat bareng. Tapi program ulama, kurang direspon," katanya, dengan mencontohkan pembangunan patung tokoh pewayangan Bima di Purwakarta, yang tanpa terlebih dahulu koordinasi dengan ulama.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purwakarta, Saepudin, mengatakan pihaknya terus berupaya melaksanakan Perda tentang pemberantasan maksiat itu degan cara menggelar operasi secara terus menerus.

Sat Pol PP juga telah membentuk tim khusus pemberantasan minuam keras dan pelacuran, dan tim itu beranggotakan berbagai kalangan termasuk kalangan ulama. Dengan tim yang beranggotakan lebih seratus orang itu diharapkan pelaksanaan Perda tentang pemberantasan maksiat akan lebih efektif.

Saepudin mengaku ada kendala di lapangan dalam pelaksanaan Perda tersebut, antara lain adanya oknum-oknum tertentu yang menjadi beking dan bahkan menitipkan penjualan minuma keras di warung-warung jamu.

" Kendala dilapanagn serpeti itu tapi kami akan terus menggelar operasi, untuk pemeliharaan Kamtibmas di Purwakarta, terlebih selama bulan puasa," tuturnya, dan menambahkan Sat Pol PP Purwakarta telah menyita ratusan botol minuman keras, dan menggaruk belasan wanita PSK dalam beberapa hari terakhir.
Sumber: Antara,

14.21
Geng motor kembali menebar teror. Kali ini memakan korban tewas yaitu Afif(18) dan Ricky (20). Seorang lagi yaitu Syukur Zebua (18) masih kritis dan dirawat di Instalasi Gawat Darurat RS HS Bandung. Sementara seorang korban lainnya selamat dan masih menjalani pemeriksaan di kepolisian.
Berdasarkan data yang diperoleh wartawan, peristiwa itu terjadi Selasa (8/6) kira-kira pukul 2.00 WIB. Kejadian bermula ketika keempat korban hendak pulang dari daerah Sukajadi dan Gegerkalong. Afif dan Rizky pulang duluan memakai motor Yamaha Nouvo.
Di fly over Pasupati (sekitar Balubur), Afif dan Ricky dicegat sekitar 10 motor yang diduga geng motor. Korban diduga dipaksa menyerahkan kendaraannya tapi berusaha melawan. Pelaku pun menghajar kedua korban memakai golok dan tongkat.
Syukur dan Agus yang datang belakangan, melihat Ricky dan Afif dalam kondisi terkapar di jalan. Keduanya berusaha menolong korban dengan menabrakkan motor ke pelaku. Keduanya juga menjadi sasaran para pelaku yang berjumlah lebih banyak. Namun Agus berhasil meloloskan diri.
Berhasil menghabisi korbannya, para pelaku membawa motor Jupiter Z milik korban. Sementara motor Yamaha Nouvo milik Ricky, tak sempat dibawa.
Afif dan Ricky tewas di tempat. Afif mengalami 1 luka tusukan di dada sedangkan Ricky mendapat 3 luka tusukan di dada. Syukur mengalami dua luka tusukan di bawah tulang iga bagian kiri. Tusukan tersebut mengenai paru-paru Syukur dan kini korban masih dalam perawatan intensif di IGD RSHS
Sumber: Pikiran rakyat

14.16
Video mesum tiga remaja pria dan seorang Anak Baru Gede (ABG) yang diduga siswi sebuah SMP tersebar luas di wilayah Singkawang Timur, Kalimantan Barat.
Diduga adegan mesum itu dilakukan di sebuah pinggiran Sungai Hang Moy, Singkawang Timur. Kawasan wisata yang terletak sekitar 15 kilometer dari Kota Singkawang itu memang telah sering dijadikan sebagai lokasi pasangan yang sedang dilanda asmara.
Rekaman video itu kini telah beredar dan meresahkan masyarakat sekitar. Dalam rekaman video berformat 3gp berjudul ‘Hangmoy’ itu diperankan empat remaja pria dan satu gadis ABG. Satu di antaranya bertindak sebagai perekam. Dalam video berdurasi 4,45 menit ini, seorang perempuan muda yang diduga pelajar sekolah menengah pertama (SMP) digauli tiga remaja pria. Pakaian putih biru terlihat tergantung di sekitar lokasi adegan mesum.
Bahasa yang digunakan para ABG sangat kentara logat Melayu Sambas, seperti kata-kata ‘ngape kau tutupi muka mu wak’ atau ‘kau beh..ngacau tolen’. Dalam adegan itu, remaja pria secara bergantian melakukan hubungan badan dengan seorang perempuan yang terbaring di tepian sungai.
Kuat dugaan, rekaman video mesum itu direkam dengan menggunakan handphone (HP) yang beresolusi tinggi. Pasalnya, adegan demi adegan dalam video gambarnya terlihat jernih.
Sang perempuan tampaknya sadar dan mengetahui bahwa adegan mesum yang mereka lakukan itu direkam. Pasalnya, gadis ABG itu tampak malu dan hanya menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Tidak diketahui secara pasti siapa yang mengedarkan pertama kali rekaman itu, namun hingga kini vedio mesum tersebut telah beredar di Kota Singkawang.
Sumber: Tribun, Go Two On

Tak lahir dari komunitas Arab di negara muslim, wanita muslim Amerika punya cara sendiri memperlihatkan identitas keislaman mereka. Tren mode pakaian muslim di Amerika yang sedang tumbuh pesat tak sekadar gaya, tetapi diakui sebagai bagian pergeseran budaya Islam di Amerika.
Perancang busana asal Corona, Jamesa Nikiema, mencipta tren pakaian unik yang menjaga kesederhanaan sekaligus menjaga tradisi berpakaian muslimah.
Desain pakaian yang dia pasarkan lewat situs www.rebirthofchic.com, lebih dari sekadar gaya baru pakaian. “Untuk pertama kalinya saat generasi muslim keempat kita mencari identitas muslim Amerika,” kata Nikiema seperti dimuat Press Entreprise.
Bagi wanita muslim yang lahir di Amerika, pakaian tradisional Islam terasa sangat asing. Sehingga dalam beberapa tahun terakhir, berbagai mode pakaian muncul memenuhi kebutuhan muslimah Amerika. Popularitas pakaian muslimah gaya baru mulai naik daun sekitar lima tahun lalu, terutama di kalangan generasi muda.
“Generasi muda mencoba menangkap kesederhanaan pakaian muslim tetapi dengan sentuhan barat.”
Bersamaan meluasnya kesadaran berpakaian trendi namun sesuai syariat islam memunculkan blog-blog mode muslimah yang kini kian populer di berbagai komunitas keislaman di negeri Paman Sam tersebut.
Nikiema menyatakan mulai merancang busama muslim sejak 2004. Seiring meningkatnya permintaan, ia lalu mendirikan toko pakaian serta penjualan dalam jaringan.
Pakaian rancangannya menutupi aurat sesuai islam, dengan sentuhan pemberontak dengan unsur punk rock. Tunik kotak-kotak dengan inset kotak-kotak sebetis dengan sapuan warna Jamaika membuat rancangan terkesan berani. Atau, kombinasi favorit lainnya sebuah rok A-line dengan blus balon seperti masa renaisans di Eropa.
“Saya senang tampil berbeda dan wanita muslim juga pantas tampil beda,” katanya menegaskan.
Sumber: VIVA, Go Two On

 

14.03

Sri Lanka, 2,000 umat Buddha yang dikompor-kompori oleh 300 biksu anarkis mendatangi sebuah Masjid di Dambulla, Sri Lanka, pada Jumat (20/4) ketika ibadah Shalat Jumat sedang berlangsung.

Tak ayal lagi jika kemudian Shalat Jumat harus dibatalkan karena umat Buddha yang arogan tersebut meminta agar Masjid segera ditutup dan dihancurkan karena berada di kawasan ‘sakral’ agama Buddha.

Salah satu biksu anarkis, Inamaluwe Sri Sumangala, mengatakan bahwa Masjid tersebut tepat berada di dalam zona sakral agama Buddha.

Biksu anarkis ini dan biksu-biksu lainnya juga meminta agar pemerintah Buddha Sri Lanka menutup Masjid tersebut dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Klaim umat Buddha bahwa area tersebut adalah kawasan sakral agama buddha dibantah oleh takmir Masjid setempat.

Ustadz M. Rahmatullah, salah satu pengurus takmir Masjid tersebut, memaparkan fakta sejarah bahwa Masjid tersebut telah berdiri sejak 50 yang lalu.

Hal ini kemudian menjadi aneh jika baru hari ini dikatakan bahwa Masjid tersebut berada di kawasan sakral agama buddha.

“Kami sangat tidak setuju dengan klaim mereka. Masjid ini telah berada di area ini selama lebih dari 50 tahun,” kata Ustadz Rahmatullah.

Beliau juga menegaskan bahwa hampir setiap malam Masjid tersebut selalu mendapat ancaman berupa lemparan bom Molotov, namun Alhamdulila tak satu pun terluka.


Peristiwa Jumat (20/4) kemarin menambah panjang daftar kedzhaliman umat buddha terhadap umat Islam di Sri Lanka setelah pada September 2011 silam, sekelompok biksu anarkis dan pengikutnya merubuhkan sebuah Masjid di Anuradhapura.

Anuradhapura sendiri berada sangat dekat dengan Dambulla, tempat kejadian perkara penyerangan umat buddha terhadap jamaah Shalat Jumat yang terjadi kemarin (20/4).

Beginilah keadaan umat Islam jika menjadi minoritas di suatu daerah yang didominasi oleh umat agama lain, terlebih umat buddha yang sangat getol melakukan perlawanan terhadap umat Islam.

Hal ini juga terlihat di Burma, dimana pada 12 April lalu sekelompok biksu anarkis dan ratusan umat buddha menghancurkan calon bangunan Masjid di Kachin, Burma.

Umat Islam sendiri merupakan tujuh persen dari sekitan 20 juta total populasi di Sri Lanka yang didominasi oleh umat buddha (74%).

14.02

Burma, Pembangunan Masjid di Kachin, Burma utara harus dihentikan pada 12 April lalu setelah ada intervensi dari sekelompok biksu dan pendukungnya.

Harian Kachin News melaporkan bahwa 30 biksu dan puluhan pengikutnya memasuki area pembangunan Masjid di wilayah yang kaya batu giok tersebut, dan kemudian merusak beberapa bagian dari Masjid yang telah dibangun.

Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa para biksu anarkis tersebut datang ke lokasi kejadian di Seng Tawng pada pukul 16.00, dan mendesak pembangunan Masjid dihentikan.

Mereka kemudian menghancurkan beberapa bagian yang telah dibangun, dan dalam delapan jam kemudian seluruh calon bangunan Masjid tersebut telah luluh lantak.

Kini lokasi kejadian berada dalam pengawasan pihak keamanan Burma.

Beberapa pihak mengira bahwa ulah para biksu anarkis tersebut didalangi oleh pemerintah Burma dengan alasan bahwa pemerintah Burma sering menolak ijin pembangunan Masjid dan Gereja.

Seperti diketahui, penganut agama Buddha adalah terbesar di Burman, kemudian diikuti oleh populasi umat Kristiani dan tentunya umat Islam.

Meskipun wilayah Kachin sendiri didominasi oleh warga Kristiani, namun pengaruh Buddha dan hegemoni kaum Buddha sangat kuat, sehingga umat Kristiani maupun umat Islam sering berbenturan dengan umat Buddha.

Pemerintah Burma, setelah mendapat kemerdekaannya, cenderung mengintimidasi umat selain umat Buddha, dan yang paling sering mendapat kedzhaliman adalah umat Islam.

Pemerintah Burma tidak sudi memberikan hak kewarganegaraan kepada warga Burma yang memeluk agama Islam, hingga kemudian membuat banyak warga Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh atau Aceh, Indonesia.

Kewarganegaraan umat Islam Rohingya sering dijarah oleh kafir harbi Buddha dari etnik Arakanese.

Maka tidak heran kemudian sering terjadi gesekan antara umat Islam Rohingya dengan kafir harbi Buddha dari suku etnik Arakanese.

Dan yang lebih parah lagi adalah ulah para kafir harbi Buddha ini yang merubah sebuah Masjid menjadi tempat pemujaan umat Buddha, yang kini dikenal dengan Pagoda Mrauk U. Wallahu’alam bish shawwab. (KachinNews/Wikipedia/Mukminun)

Birmingham, Seorang bocah sekolah di Birmingham, Inggris, ditangkap oleh kepolisian setempat menyusul ulahnya menyerang sebuah Masjid.

Seorang jamaah Masjid tersebut kemudian terluka parah menyusul insiden tersebut.

Bocah 15 tahun dari Small Heath, Birmingham, ini ditangkap oleh detektif pada Ahad (3/6) karena aksinya menyerang seorang pria 22 tahun pada Jumat (1/6) lalu.

Bocah ini kiranya akan segera disidangkan, tinggal menunggu waktu yang akan ditentukan oleh kepolisian setempat.

Penyerangan terjadi di luar Masjid, di persimpangan jalan antara jalan Somerville dan St. Oswald's.

Dua orang pria, masing-masing 42 dan 20 tahun, ditangkap pada Jumat lalu juga dari area yang sama bocah sekolah ini berasal, Small Heath.

Untuk sementara, kedua pria ini ditahan di penjara kepolisian setempat dan akan dibebaskan Juli mendatang.

Satu korban jamaah Masjid tersebut kini menderita cidera yang serius di bagian kepala dan sedang menerima perawatan di rumah sakit terdekat.

Kepolisian mengumumkan kepada publik untuk memberikan informasi terkait penyerangan tersebut.

Denmark, MelodramaticMind.com- Sebuah percobaan dari kelompok sayap kanan untuk meluncurkan ‘Aliansi Anti-Islam untuk Eropa’ mendekati kegagalan.

Hal ini dikarenakan dalam sebuah aksinya yang diselenggarakan di Denmark beberapa hari kemarin hanya mampu mengumpulkan masa sebanyak 200 orang, meleset dari perkiraan jumlah semula yakni 700 orang. Alhamdulila…

Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian rakyat Eropa tidak setuju dengan konsep Aliansi Anti-Islan untuk Eropa tersebut meski pihak panitia sendiri telah mempublikasikan acara tersebut dengan sangat rapi.

Dalam reli yang diselenggarakan oleh Liga Pertahanan Inggris (English Defence League-EDL) tersebut, secara implisit sang promotor menyatakan dukungan terhadap Anders Breivik yang telah mempelopori aksi ‘permulaan dari sebuah gerakan Eropa sejagat melawan Islamisasi Eropa.’

Perlu diketahui bahwa Anders Breivik sendiri adalah seorang penganut Kristen garis keras yang melakukan penembakan secara membabi buta terhadap 90-an lebih warga Norwegia, namun dalam persidangannya Breivik dikatakan tidak normal alias gila.

Namun Stephen Lennon, ketua EDL, menegaskan bahwa dirinya dan EDL tidak mendukung aksi yang dilakukan oleh Breivik, namun pada saat bersamaan ia tidak bisa membiarkan jutaan orang yang mempunyai perhatian melawan Islam sebagai orang gila layaknya Breivik.

Beruntung kontra dukungan terhadap EDL dan aksinya kini juga mendapat penolakan dari Unite Against Fascism (UAF) yang berpendapat bahwa aksi EDL tersebut justru akan menimbulkan sebuah bahaya baru bagi benua Eropa lantaran orang akan senantiasa ingat bahwa Liga Pertahanan Norwegia (Norwegian Defence League-NDL) lah yang mencetak kader seperti Breivik.

“Pertumbuhan Liga Eropa ketika krisis ekonomi justru akan memunculkan kelompok-kelompok fasis jalanan seperti mereka yang meluluhlantakkan demokrasi Eropa pada tahun 1930-an,” kata Bennet.

Dengan demikian, di pihak Eropa sendiri memang tidak ada kepaduan atau kekompakan lantaran ada satu kelompok yang mengusung slogan Anti-Islam namun di sisi lain ada pula kelompok yang anti dengan gerakan Anti-Islam.

"Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. yang demikian itu Karena Sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti," (Al-Hasyr: 14). (Care2/MelodramaticMind.com)

Tunis, Situasi kini aman terkendali di Tunisia pada Rabu (13/6) setelah sebelumnya terjadi keributan antara ribuan umat Islam dengan kepolisian Tunisia yang berakibat pada penangkapan 162 Muslim negara tersebut.

Ribuan umat Islam ini terlibat bentrok dengan polisi Tunisia sebagai sebuah jawaban atas penghinaan terhadap Islam yang dilakukan oleh para seniman dalam sebuah pameran seni di kawasan La Marsa.

Polisi yang diturunkan mengaku terpaksa melakukan kedzhaliman dengan menembakkan gas air mata ke arah umat Islam.

Umat Islam sendiri tak mau kalah, mereka menyerang pos-pos polisi di seluruh negara tersebut hingga 62 anggota polisi Tunisia dilaporkan menderita luka-luka.

Cerita bermula ketika Ahad (10/6) kemarin sekelompok seniman sekuler menggelar sebuah pameran seni yang di dalamnya terdapat pameran lukisan Masjidil Haram dengan seorang wanita telanjang di dalamnya.

Tak cukup dengan itu, seorang seniman lain juga melecehkan Islam dengan menampilkan lukisan ejaan Allah dari rentetan semut. Naudzubillahi min dzalik!

Tunisia sendiri merupakan sebuah negara yang dalam 50 tahun terakhir dipimpin oleh seorang kafir sekuler, Ben Ali, yang akhirnya tumbang setelah desakan dahsyat dari umat Islam di seantero negeri tersebut.

Menyusul tumbangnya Ben Ali dan digelarnya pemilu pertama di negara tersebut, terpilihlah partai Enhada sebagai peraih suara terbanyak sehingga berhak atas mayoritas kursi di parlemen Tunisia.

Partai Enhada sendiri adalah sebuah partai politik yang mengklaim dirinya sebagai sebuah parpol “Islami” karena mereka tumbuh berdasarkan pemikiran gerakan Islam “Ikhwanul Muslimin” yang telah melenceng dari patron pendirinya Sheikh Hasan Al-Bana.

Melencengnya partai “Islami” Enhada dari ajaran Islam nampak dalam ulah mereka yang lebih memilih hukum selain hukum Islam untuk dijadikan konstitusi atau dasar negara Tunisia.

Hal inilah yang kemudian menyulut perhatian Amir gerakan jihad Al-Qaeda, Sheikh Ayman Al-Zawahiri, untuk menyeru kepada umat Islam di Tunisia untuk berjihad sekuat tenaga demi tegaknya syariat Islam di Tunisia.

Pesan Sheikh Ayman Al-Zawahiri inilah yang sering dikambinghitamkan oleh banyak pihak, terutama para sekuleris, sebagai biang kerok keributan di Tunisia yang berujung pada penangkapan 162 umat Islam tersebut.

Namun begitu, hal ini dapat ditampik dengan mudah menyusul sikap dari menteri kebudayaan setempat, Mehdi Mabrouk, yang meminta agar pameran seni yang menghina Islam tersebut segera ditutup.

Selain itu, alhamdulilah, para pegiat liberalisme dan sekularisme pun juga telah dituntut di mata hukum atas dakwaan memprovokasi umat Islam dengan menyerang simbol-simbol suci agama Islam. Wallahu’alam bish shawwab.

13.41
Islamabad, Seorang ulama di Muzaffargarh, Pakistan, mengeluarkan fatwa bahwa kampanye vaksinasi polio sebagai program yang “tidak Islami.”

Oleh karena itu, beliau menyeru kepada umat Islam yang menghadiri jamaah pengajiannya untuk melakukan jihad melawan kehadiran sebuah tim vaksinasi polio di daerahnya.

Menurut sebuah harian lokal, sekelompok orang yang hendak mensosialisasikan vaksin (baca racun) polio tersebut hendak memasuki kawasan pinggiran di Khan Pur Bagga Sher.

Mereka mengumumkan kepada masyarakat awam warga sekitar untuk menghadiri acara sosialisasi tersebut sebelum akhirnya memberikan vaksin yang konon lebih ampuh daripada “vaksin alami” yang telah diciptakan oleh Allah ta’ala.

Mengetahui info tentang kedatangan tim tersebut, Sheikh Maulvi Ibrahim Chisti, bergegas menuju masjid terbesar di kawasan tersebut dan mendeklarasikan bahwa vaksinasi polio sama dengan “racun.”

Selain itu, beliau juga menyebut bahwa upaya vaksinasi merupakan sebuah upaya yang digalakkan oleh negara-negara barat tempo dulu untuk “melawan Islam.”

Sheikh Maulvi kemudian mengatakan bahwa jika tim vaksinasi tersebut nekat menjalankan agendanya, maka ulama tersebut menyeru bahwa jihad adalah “satu-satunya pilihan.”

Gentar mendengar seruan ulama tersebut, tim vaksinasi polio ini akhirnya membubarkan diri, dan kembali ke kota Muzaffargarh dengan hasil nol besar.

Sesampainya di kota, tim ini dengan cengeng mengeluh kepada dinas kesehatan setempat untuk kemudian dilanjutkan kepada pemerintah kota Muzaffargarh.

Meski sukses menggagalkan upaya penanaman racun kepada jasad bayi umat Islam di kawasannya, Sheikh Maulvi Ibrahim Chisti, sempat hendak dikepung oleh kepolisian setempat.

Alhamdulila, beliau mampu diamankan oleh jamaahnya yang membawa lari ulama tersebut dari kepungan polisi setempat. Wallahu’alam bish shawwab.

Palestina, Federasi sepakbola dunia (FIFA) Selasa (12/6) kemarin mengeluarkan pernyataan resmi terkait penahanan beberapa pesepakbola Muslim Palestina oleh teroris israel laknatullah.

Surat tersebut konon telah dikirimkan kepada menteri olahraga Inggris, Hugh Robertson, dan juga presiden federasi sepakbola Eropa (UEFA), Michael Platini.

Dalam pernyataan tersebut, presiden FIFA menegaskan dukanya yang mendalam atas penahanan beberapa pesepakbola Palestina, termasuk diantaranya Mahmoud Sarsak, yang telah ditahan selama tiga tahun tanpa dakwaan yang jelas.

Sarsak sendiri ditangkap saat meninggalkan Jalur Gasza hendak menuju Ramallah di Tepi Barat dalam kapasitasnya sebagai perwakilan tim nasional sepakbola Palestina.

Selama menjalani proses penahanan, Sarsak juga ikut bergabung dengan ribuan tahanan Muslim lainnya dalam aksi mogok makan, dimana Sarsak telah memasuki hari ke-87.

Kini Sarsak mengalami kekurangan nutrisi dalam jumlah yang banyak serta kehilangan berat badan yang sangat signifikan.

Surat yang dikirimkan oleh FIFA kepada dua pihak tersebut juga ditandatangani oleh beberapa tokoh seperti mantan bomber Manchester United, Eric Cantona, professor linguistik Noam Chomsky, serta sutradara film Ken Loach. Wallahu’alam bish shawwab.

Dearborn, Imam Mohamad Mardini dari American Muslim Center mengabarkan bahwa kepolisian Dearborn, AS, pada Selasa (12/6) telah menangkap seorang bocah seusia SMA yang telibat dalam aksi vandalisme terhadap sebuah masjid di kota tersebut.

FBI kini sedang melakukan investigasi terhadap kasus yang melibatkan aksi pembakaran dan grafiti anti-Arab pada dua bangunan milik lembaga dakwah American Muslim Center of Dearborn.

Menurut laporan, sebuah grafiti dengan tulisan “Arabs” ditemukan di salah satu bagian dinding bangunan American Muslim Center di Kota Dearborn yang merupakan kawasan imigran asal Arab dan Timur Tengah.

Sesaat setelah ditemukan coretan di bangunan tersebut, satu bangunan lain milik lembaga Muslim Community Center ditemukan sengaja dibakar oleh orang tak dikenal.

Ketika mendatangi lokasi kedua ini, Imam Mardini menemukan semprotan pilok gambar (maaf) alat kelamin perempuan dan lagi-lagi tulisan “Arabs” pada salah satu dinding bangunan.

Kepolisian Dearborn sendiri tidak mau gegabah menentukan motif aksi vandalisme tersebut, apakah benar atau tidak terkait dengan kejahatan kebencian terhadap Islam.

Lembaga ke-Islaman Council of American Islamic Relations (CAIR) cabang Dearborn mendesak FBI untuk menuntaskan penyelidikan tentang motif terkati aksi vandalisme tersebut.

CAIR menyeru kepada FBI untuk mencari tahu kemungkinan adanya dua motif yang berbeda dalam dua aksi vandalisme terhadap Islam tersebut, yakni pembakaran dan grafiti tersebut.

“Jika benar ada dua motif berbeda dalam kejadian tersebut, FBI seharusnya menambahkan lebih banyak sumber dayanya untuk otoritas-otoritas penegak hukum di kawasan tersebut untuk membantu membawa para penyerang tersebut ke meja hukum,” ungkap Dawud Walid, eksekutif direktur CAIR cabang Michigan.

Imam Mardini mengatakan bahwa sering terdapat kesalahpahaman tentang Islam yang menyebar ke masyarakat awam AS yang berakibat pada aksi-aksi serupa.

Beliau juga mengunkapkan bahwa seringkali para calon legislatif yang akan bertarung dalam pemilihan umum menggunakan isu-isu negatif tentang Islam untuk menarik simpati para pemilik suara dari mayoritas umat non-Muslim. Wallahu’alam bish shawwab. (Arabamericannews/Mukminun)

13.35
Padang, Satu calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, Alexander An (Aan), yang terbukti menghina simbol-simbol Islam via facebook hanya divonis penjara 2,5 tahun berikut denda 100 juta rupiah.

Vonis yang dijatuhkan pada Kamis (14/6) tersebut dinilai terlalu ringan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan dianggap terlalu berat oleh pengacara si atheis Alex Aan hingga kedua belah pihak menyatakan banding.

Hakim Ketua Prasetya Budi Dharma yang memimpin jalannya sidang di Pengadilan Negeri Muaro Sijunjung dalam pembacaan vonis juga menambahkan bahwa jika denda sebesar 100 juta rupiah tersebut bisa diganti dengan penambahan masa kurungan selama tiga bulan.

Atheis Alex Aan ditahan sejak Februari 2012 silam oleh Polres Dharmasraya sebelum kemudian dititipkan di penjara Muaro Sijunjung dengan dakwaan “penistaan agama.”

Dijerat dengan pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama, Alex Aan seharusnya dihukum maksimal lima tahun penjara.

Bahkan hukuman Aan si atheis bisa lebih berat, yakni penjara 6 tahun dan denda sebesar satu milyar rupiah jika ia berhasil dijerat dengan Pasal 27 Ayat 3 UU No. 8 tahun 2011 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Atau, bisa juga Alex Aan si atheist ini dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat karena pencantuman “Islam” di KTP Aan, meski sebenarnya ia tidak mempercayai satu agama apapun.

Sebagaimana diketahui, Alex Aan yang setiap harinya “nongkrong” di kantor Bappeda Dharmasraya ini terbukti melontarkan komentar-komentar negatif tentang keberadaan Tuhan, hingga ia berkesimpulan bahwa Tuhan tidaklah ada. Naudzubillahi min dzalik!

“Update Status-nya” yang sering mengundang emosi umat beragama di Sumatera Barat ini kemudian diketahui oleh sekelompok pemuda Sungai Kambuik Pulau Punjung yang akhirnya mendatangi kantor Bupati Dharmasraya, menuntut pencekalan terhadap Alex Aan.

Rabu 18 Januari 2012 silam dirinya hampir menjadi bulan-bulanan warga Minangkabau sebelum akhirnya diamankan oleh Polsek Kecamatan Pulau Punjung.

Alex Aan menganggap apa yang ia lakukan dan ia yakini tersebut benar adanya, dengan menambahkan bahwa dirinya telah memikirkan hal tersebut sejak dirinya masih “ingusan” di Sekolah Dasar (SD).

Nuraina, ibu dari atheis Alex Aan, mengatakan bahwa sehari setelah ditahan oleh kepolisian setempat, anaknya telah kembali menjalankan ibadah shalat, minta disyahadatkan serta akan tetap memeluk Islam.

“Udah, mama jangan nangis. Aan ga apa-apa. Biar Aan tanggung ini semua. Mulai saat ini kemanapun Aan pergi, Aan akan tetap memeluk Islam sebagai agama yang diterima masyarakat. Sekarang Aa ingin disyahadatkan lagi,” kata Nuraini kepada wartawan.

13.28
Jakarta, Banyak orangtua moderen saat ini yang mulai memberikan pendidikan seks pada anaknya sejak dini agar si anak paham. Namun yang terjadi banyak orangtua yang salah kaprah tentang pendidikan seks pada anak.

Yang banyak terjadi pendidikan seks yang diberikan orangtua sampai ke hubungan seksual karena maraknya informasi seks di media. Padahal yang lebih dibutuhkan anak adalah pengetahuan tentang jenis kelamin, apa fungsinya, bagaimana merawatnya dan melindunginya.

Pendidikan seks yang benar adalah mengajarkan dan memberikan informasi tentang masalah seksual dengan menanamkan moral, etika, komitmen agama agar tidak terjadi penyalahgunaan. Karena pendidikan seks merupakan cikal bakal dari pendidikan berkeluarga.

"Tapi saat ini banyak orangtua yang salah kaprah tentang konsep dari pendidikan seks. Seks itu artinya adalah jenis kelamin, jadi pendidikan seks adalah pendidikan tentang jenis kelamin dan bukan tentang hubungan seksual," ujar Sani B Hirawan, MPsi dalam acara konferensi Smart Parents Membantu Orangtua Gali Potensi Anak Pada Golden Periode di Annex Building Wisma Nusantara Complex, Kamis (22/7/2010).

Pendidikan seks tentang jenis kelamin ini juga penting agar anak terhindar dari pelecehan seksual karena orangtua mengajarkan bagaimana melindungi alat kelaminnya.

"Pendidikan seks dimulai sejak dini hingga seseorang menikah. Bagusnya pendidikan seks ini diberikan jika sudah terbangun dialog dua arah antara orangtua dengan anak, yaitu sekitar usia 2-3 tahun," ungkap psikolog dengan 3 orang anak ini.

Saat usia itu anak-anak dimulai dengan penyebutan alat kelamin yang benar, lalu dilanjutkan dengan fungsinya untuk apa. Jika anak sudah mengerti ajarkan bagaimana cara merawat dan memelihara alat kelamin.

Saat berusia remaja, maka pendidikan seks yang diberikan adalah untuk mengetahui bagaimana anak memahami tentang pubertas misalnya tentang mimpi basah, tumbuhnya jakun atau menstruasi untuk anak perempuan.

Saat berusia pranikah, baru pendidikan seks yang diberikan berisi tentang bagaimana melakukan hubungan seks yang sehat. Sedangkan untuk orang yang sudah menikah, maka pendidikan seks yang diberikan adalah bagaimana agar hubungan seks tetap berkualitas.

"Daripada anak mencaritahu sendiri, lebih baik kita atau orangtua yang memberitahu. Karenanya pendidikan seks sebaiknya dimulai sejak kecil sehingga nantinya tidak canggung lagi, terutama jika anak sudah remaja," ujarnya.

Tapi pemberian pendidikan seks ini juga banyak hambatan karena beberapa faktor seperti:

  1. Budaya timur yang cenderung masih tabu dalam membicarakan tentang seks.
  2. Ketidaktahuan orangtua untuk memulai dialog.
  3. Adanya rasa malu dan juga canggung.
  4. Belum memahami sepenuhnya mengenai manfaat yang diperoleh.
  5. Bingung mengenai media atau materi yang akan diinformasikan.
  6. Khawatir anak akan semakin tertarik dengan masalah seksual.

10.15

TEMPO.CO, Jakarta -Pilot senior Garuda Indonesia Jeffrey Adrian mengungkapkan keluhan banyak pilot asing saat terbang di langit Indonesia. Area udara Indonesia, dalam penilaian para pilot asing itu bagai neraka bagi mereka. “Mereka bilang seperti masuk neraka,” kata dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu, 12 Mei 2012. " Disebut neraka karena banyak kebocoran frekuensi radio dan telepon seluler"


Karenanya, menurut Jeffrey, banyak rembesan siaran radio dan telepon masuk ke ruang kemudi pesawat. Akibatnya, aktivitas penerbangan pilot terganggu. “Kami sering dengar lagu dangdut, drama, jazz, masuk frekuensi kami" kata  Jeffrey, yang juga pilot pembalap. "Pembicaraan tertentu antara orang per orang juga terdengar. Malah saya pernah dengar suara sex phone di atas, dari ruang kemudi pesawat,”

Bocornya frekuensi itu mau tak mau membuat pilot harus ekstrakonsentrasi saat berkoordinasi dengan menara pengatur lalu lintas udara (ATC). “Sudah masuk pintu neraka, harus konsentrasi penuh mendengarkan petunjuk ATC,”  ujarnya.

Jeffrey menjelaskan, frekuensi bisa bocor karena banyak pemancar radio yang lebih memilih menguatkan sinyal, dibanding menambah stasiun pemancar. Sebaliknya, ATC pada umumnya hanya memiliki tiga frekuensi back-up. Hal ini menyebabkan pilot kerap mendapati “blank spot”.

Gangguan sinyal telepon seluler dinilai Jeffrey tak seberapa dibandingkan kebocoran frekuensi. Menurutnya, sinyal telepon seluler memang kadang mengganggu sistem kemudi. Tapi, kata dia, sejak awal pilot sudah dididik untuk tidak terpengaruh gangguan semacam itu.

“Bagi kami, kondisi seekstrim sekalipun, tanpa instrumen yang membantu, kami harus tetap mengendalikan pesawat. Kami tidak boleh terpengaruh pada sinyal handphone yang menyala,” kata dia.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget