Agustus 2012

13.09

Islam dan Kristen di Mata Craig Abdurrohim OwensbyWarga kota sejuk Chiang Mai, Thailand, yang hadir memenuhi sebuah gereja besar itu kira-kira 3.000 orang. Pembicaranya pendeta muda yang jauh-jauh datang dari Amerika bernama Craig Owensby. Retorika dan penampilannya mempesona. Orang berteriak-teriak, menangis histeris ketika mendengarnya berdoa, sambil melambai-lambaikan tangan.
Padahal, di dalam hati saya sedang berkecamuk perasaan aneh. Ya Tuhan, orang-orang ini mendengarkan sesuatu yang saya sendiri sudah semakin tidak percaya, Craig mengenang kejadian tahun 1992 itu.

Dalam perjalanan missi yang sama, mobil van yang ditumpangi rombongan Craig dan pendeta lainnya berhenti di sebuah desa kecil. Sementara mengisi bensin, salah satu kawannya memasuki warung kelontong. Penjaganya seorang gadis Thai dan ayahnya, agamanya Budha. Percakapan terjadi. Sejurus kemudian, si Kawan keluar dari warung, dan minta agar Craig dan yang lain mendoakan gadis itu, karena ia mau memeluk Kristen asalkan ayahnya yang keras juga ikut.

Setelah mereka berkumpul dan berdoa, Craig memasuki warung itu, tanpa sepatah katapun. Mungkin karena melihat saya botak mirip Budha Gautama, ayah gadis itu tiba-tiba berlutut dan memandangi wajah saya, kisah Craig. Tangannya terbuka lebar, dan bilang siap masuk Kristen. Pikiran saya semakin kacau. Jika saya sesat, maka akan semakin banyak orang yang saya sesatkan. Saya harus berhenti. Maka Craig pun berhenti jadi pendeta.

Menjadi Muslim tak pernah terbayangkan oleh Craig. Keluarganya penganut Kristen Prebisterian yang sangat taat. Setelah bertahun-tahun merintis karir bisnis, ia memutuskan untuk belajar Bible di sekolah teologi di Princeton Theological Seminary.

Di saat yang sama, pria jangkung ini diam-diam mempelajari Islam dan Al-Quran. Setelah tidak jadi pendeta, dan melakukan bisnis di Jakarta, Craig kembali tertarik belajar Islam. Waktu itu ia sering jalan-jalan di kampung miskin dan kumuh Muara Baru, Jakarta Utara. Putra pendeta Walter Owensby ini kemudian memelihara dan menyekolahkan beberapa anak asuh dari kampung itu.

Keputusan besar untuk bersyahadat diambil justru gara-gara anak asuhnya. Suatu subuh, ia terbangun oleh suara-suara di lantai atas rumah kontrakannya. Saat diperiksa, ia menemukan kelima anak asuhnya sedang shalat berjamaah. Saya pikir, mereka ini bandel dan gila, tapi masih tetap shalat. Saya sendiri mau kemana? katanya. Craig pun bersyahadat.

Selama dua tahun menjadi Muslim, Presiden Direktur PT Spotcast Consulting Al-Quran Seluler ini mengakui ada banyak kekurangan para da'i dan khatib Indonesia dibandingkan kalangan Evangelis (misionaris). "Orang-orang Kristen sangat efektif dan pintar mengambil hati orang."

Berikut ini wawancara wartawan Majalah Hidayatullah, Cholis Akbar, Pambudi Utomo, dan Dzikrullah dengan suami Lilis Fitriyah dan ayah dari Sarah Zata Amani Owensby ini selama setengah hari di rumahnya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Di lantai atas rumahnya yang besar itu, tinggal juga 10 orang anak asuh, berusia 17-20 tahun. Semua laki-laki.

Apa hal yang paling susah saat menghadapi anak-anak asuh Anda?

Soal menegakkan disiplin. Sekali Anda membuat peraturan, Anda harus konsisten menerapkannya. Karena itu saya bikin sedikit peraturan supaya masalahnya juga sedikit.

Contohnya, piring dan gelas tidak boleh ada di lantai atas. Kalau mau makan di atas, sesudahnya piring dan gelas harus dibawa turun. Itu peraturan mudah, setiap orang bisa melakukan. Karenanya, bila dilanggar, bisa jadi saya pukul. Supaya dia malu. Tapi kalau saya memukulnya, pasti akan ada masalah dengan keluarga. Karena itu saya tidak melakukan itu.

Berapa bantuan yang Anda berikan?

Saya memberi 300 ribu per bulan untuk masing-masing 10 keluarga dan 200 ribu untuk jajan 10 anak. Mereka sekarang seperti anak saya.

Mengapa harus repot-repot mengambil anak asuh tinggal bersama Anda?

Sejak masih menjadi pendeta Kristen, saya terbiasa menolong orang lain. Sebelum saya Muslim, saya ingin memberikan sedikit kepada orang lain karena saya mampu dan mereka tidak. Karena itu saya pergi ke Muara Baru, Jakarta, perkampungan nelayan yang sangat kumuh dan miskin. Dari situlah saya mengambil anak asuh.

Datang ke sana untuk missi Kristen?

Tidak. Tadinya saya memang seorang Kristen dan mengabdi untuk gereja. Belakangan saya menemukan banyak masalah dalam ajaran Kristen. Jika mempelajari dengan benar orang akan tahu Kristen tidak datang dari Yesus. Agama Kristen yang sekarang merupakan hasil kreativitas Kaisar Kostantin di zaman kekaisaran Roma. Waktu itu ummat Kristen terpecah-pecah. Untuk menyatukan dan mengokohkan kekuasaannya, Konstanstin memilih salah satu aliran untuk dibesarkan dan dijadikan satu-satunya aliran yang dianggap benar. Aliran itu yakin Yesus adalah Tuhan, dibawa oleh Paulus.

Prebisterian itu sekte apa?

Bagi saya aliran ini lebih mirip Islam dibandingkan semua aliran Kristen lainnya. Prebisterian itu mirip Protestan klasik. Mereka mau semua hal harus pasti, logis, dan rasional. Semuanya harus percaya doktrin Injil, tidak boleh lainnya. Prebisterian juga percaya trinitas seperti halnya Protestan.

Mereka meyakini Yesus adalah Sang Pencipta yang bisa membuat orang masuk surga atau neraka dan bisa berbuat apa saja sesuai keinginan Yesus. Mereka juga yakin Tuhan bisa memberi kekuatan kepada siapa saja, termasuk pada Anda atau saya. Itulah Prebisterian. Saya sendiri percaya bahwa Tuhan bisa memberikan kita kekuasannya.

Namun mereka juga percaya Tuhan punya tiga orang yakni, tuhan Bapak, Isa, dan roh kudus. Mereka juga percaya ada dosa warisan.

Apa yang Anda permasalahkan dari Kristen?

Masalahnya jika Yesus tidak diangkat menjadi tuhan oleh Konstantin, apa yang akan terjadi dengan agama Kristen? Apakah Anda percaya hal itu? Di masa Paulus, Kristen masih dalam proses, tapi semakin rusak ketika zaman Konstantin.

Ada dua masalah penting dalam Kristen. Keyakinan bahwa Yesus sebagai Tuhan dan dosa warisan. Jika tidak ada dua hal ini, mereka mirip Islam. Jadi secara praktik dan ideologi mereka seperti Islam.

Karena itu, Islam harus memiliki ambisi besar menyebarkan kebenaran terhadap orang Kristen. Jika kita punya komunikasi bagus dan efektif pada mereka, maka tidak ada alasan baginya untuk tidak mau memeluk Islam.

Masalahnya apakah mereka masih percaya kebenaran Islam?

Saat Nabi Muhammad datang dan Islam berekspansi ke luar wilayah Arab, rata-rata pemeluk Islam tadinya orang-orang Kristen. Karena sebenarnya, Islam merupakan reformasi terhadap dunia Kristen. Kristen merupakan reformasi atas Yahudi. Tetapi reformasi yang paling benar tentu saja Islam.

Masalahnya, kultur orang Islam dan orang Kristen sangat lain. Terutama kultur orang Kristen yang datang dari Barat. Orang Barat hanya mengenal Islam karena melihat jilbab. Bukan karena mengenal shalat, zakat, atau hal lainnya.

Bagi AS nilai keadilan bagi pria dan wanita itu penting. Jadi saya akan mengatakan, wanita juga boleh ke masjid seperti pria, meski orang-orang Arab mengatakan wanita tidak harus datang ke masjid. Sebab, saya melihatnya itu hanya masalah kultur. Tak ada larangan dalam Islam.

Contoh lainnya, meski saya menyukai sarung, masyakat Amerika kurang akrab dengan budaya sarung karena itu akan dianggap sebagai pakaian wanita. Orang AS menganggap kurang baik bagi pria bila mengenakan kopiah (penutup kepala). Bagi orang AS itu dianggap semacam superstition (tahayul). Harus diingat, banyak orang AS Katolik tetapi sikapnya seperti Protestan. Mereka percaya, tidak terlalu penting pakaian sebab Allah hanya melihat apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu, jika Anda tetap mendesak mereka memakai topi seperti itu, maka Anda akan dianggap sedikit gila. Termasuk pandangan aneh mereka melihat jilbab.

Jika ada kultur yang tak akrab dengan Anda, maka saya tak harus mengenalkannya. Ini hanya masalah kultur. Insya Allah, dengan berjalannya waktu banyak taktik yang bisa dibawa untuk mengenalkan Islam.

Bagaimana Anda menjelaskan kepada orang Amerika tentang jilbab istri Anda?

Saya percaya jilbab adalah rahmat Allah kepada masyarakat Islam ketika diturunkan di Madinah. Kepada komunitas Amerika, saya akan mengatakan istri saya memilih jilbab karena itu adalah keputusannya sendiri.

Kami meyakini dunia sekarang ini memandang wanita hanya sebagai objek. Dengan jilbab, orang akhirnya bisa memandang isinya dan siapa dia sesungguhnya, bukan semata-mata objek tubuh yang bisa dilihat.

Waktu memilih calon istri, Anda menjadikan jilbab sebagai kriteria?

a. Kriteria saya saat memilih istri sangat sederhana: Muslimah yang baik. Anda tahu, begitu saya bilang ingin menikah, semua orang membantu saya mencarikan. Aa Gym, Arifin Ilham, Ihsan Tanjung, Didin Hafiduddin, ada yang cool dan ada pula yang charming. Ustadz Ihsan misalnya memilihkan saya yang terlalu tua dan memberi saya wanita yang umurnya seperti saya. Oh.. tidak. Saya mau wanita yang lebih muda dan berumur 25 tahun. Ha ha ha

Sekian tahun mendalami Islam, Craig mengaku belum merasa sempurna dan puas menjadi Muslim. Untuk mengejar ketertinggalan ibadahnya setelah disibukkan rutinitas berbisnis dan semangatnya mendakwahkan Islam, tahun 2001, awal mula ia menunaikan Ramadhan, muncullah niat mengembangkan bisnis Al-Quran Seluler. Ini sebuah layanan mempelajari Al-Quran melalui Short Message System (SMS) dengan menampilkan empat da'i terkemuka; Abdullah Gymnastiar, M Ihsan Tanjung, M Arifin Ilham, dan Didin Hafidhuddin. Dengan pengisi modal cukup besar, 250 ribu USD, kini Al-Quran Seluler telah berkembang dan memiliki tidak kurang dari 60 ribu pelanggan. "Tapi ini bukan pure business, ini diniatkan nilai ibadah," ujarnya.

Ibnu Battuta : Kisah Sang PengembaraPencapaian Ibnu Battuta yang luar biasa itu, konon dirampas dan disembunyikan Kerajaan Prancis saat menjajah benua Afrika. ''Aku tinggalkan Tangier, kampung halamanku, pada Kamis 2 Rajab 725 H/ 14 Juni 1325 M. Saat itu usiaku baru 21 tahun empat bulan. Tujuanku adalah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci di Makkah dan berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah,'' kisah Ibnu Battuta - pengembara dan penjelajah Muslim terhebat di dunia -- membuka pengalaman perjalanan panjangnya dalam buku catatannya.
Dengan penuh kesedihan, ia meninggalkan orangtua serta sahabat sahabatnya di Tangier. Tekadnya sudah bulat untuk menunaikan rukun iman kelima. Perjalananya menuju ke Baitullah telah membawanya bertualang dan menjelajahi dunia. Seorang diri, dia mengarungi samudera dan menjelajah daratan demi sebuah tujuan mulia.

''Kehebatan Ibnu Battuta hanya dapat dibandingkan dengan pelancong terkemuka Eropa, Marcopolo (1254 M -1324 M),'' ujar Sejarawan Brockelmann mengagumi ketangguhan sang pengembara Muslim itu.

Selama hampir 30 tahun, dia telah mengunjungi tiga benua mulai dari Afrika Utara, Afrika Barat, Eropa Selatan, Eropa Timur, Timur Tengah, India, Asia engah, Asia Tenggara, dan Cina.

Perjalanan panjang dan pengembaraannya mengelilingi dunia itu mencapai 73 ribu mil atau sejauh 117 ribu kilometer. Tak heran, bila kehebatannya mampu melampaui sejumlah penjelajah Eropa yang diagung-agungkan Barat seperti Christopher Columbus, Vasco de Gama, dan Magellan yang mulai berlayar 125 setelah Ibnu Battuta.

Sejarawan Barat, George Sarton, mencatat jarak perjalanan yang ditempuh Ibnu Battuta melebihi capaian Marco Polo. Tak heran, bila Sarton geleng-geleng kepala dan mengagumi ketangguhan seorang Ibnu Battuta yang mampu mengarungi lauatan dan menjelajahi daratan sepanjang 73 ribu mil itu. Sebuah pencapaian yang tak ada duanya di masa itu.

Lalu siapakah sebenarnya pengembara tangguh bernama Ibnu Battuta itu? Pria kelahiran Tangier 17 Rajab 703 H/ 25 Februari 1304 itu bernama lengkap Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim At-Tanji, bergelar Syamsuddin bin Battutah. Sejak kecil, Ibnu Battuta dibesarkan dalam keluarga yang taat menjaga tradisi Islam. Ibnu Battuta begitu tertarik untuk mendalami ilmu-ilmu fikih dan sastra dan syair Arab.

Kelak, ilmu yang dipelajarinya semasa kecil hingga dewasa itu banyak membantunya dalam melalui perjalanan panjangnya. Ketika Ibnu Battuta tumbuh menjadi seorang pemuda, dunia Islam terbagi-bagi atas kerajaan-kerajaan dan dinasti. Ia sempat mengalami kejayaan Bani Marrin yang berkuasa di Maroko pada abad ke-13 dan 14 M.

Latar belakang Ibnu Battuta begitu jauh berbeda bila dibandingkan Marco Polo yang seorang pedagang dan Columbus yang benar-benar seorang petualang sejati. Meski Ibnu Battuta adalah seorang teologis, sastrawan puis,i dan cendekiawan, serta humanis, namun ketangguhannya mampu mengalahkan keduanya.

Meski hatinya berat untuk meninggalkan orang-orang yang dicintainya, Ibnu Battuta tetap meninggalkan kampung halamannya untuk menunaikan ibadah haji ke Makkah yang berjarak 3.000 mil ke arah Timur. Dari Tangier, Afrika Utara dia menuju Iskandariah. Lalu kembali bergerak ke Dimyath dan Kaherah.

Setelah itu, dia menginjakkan kakinya di Palestina dan selanjutnya menuju Damaskus. Ia lalu berjalan kaki ke Ladzikiyah hingga sampai di Allepo. Pintu menuju Makkah terbuka dihadapannya setelah dia melihat satu kafilah sedang bergerak untuk menunaikan ibadat haji ke Tanah Suci. Ia pun bergabung dengan rombongan itu. Beliau menetap di Makkah selama dua tahun.

Setelah cita-citanya tercapai, Ibnu Battuta, ternyata tak langsung pulang ke Tangier, Maroko. Ia lebih memilih untuk meneruskan pengembaraannya ke Yaman melalui jalan laut dan melawat ke Aden, Mombosa, Timur Afrika dan menuju ke Kulwa. Ia kembali ke Oman dan kembali lagi ke Makkah untuk menunaikan Haji pada tahun 1332 M, melaui Hormuz, Siraf, Bahrin dan Yamama.

Itulah putaran pertama perjalanan yang tempuh Ibnu Battuta. Pengembaraan putara kedua, dilalu Ibnu Battuta dengan menjelajahi Syam dan Laut Hitam. I lalumeneruskan pengembaraannya ke Bulgaria, Roma, Rusia, Turki serta pelabuhan terpenting di Laut Hitam yaitu Odesia, kemudian menyusuri sepanjang Sungai Danube.

Ia lalu berlayar menyeberangi Laut Hitam ke Semenanjung Crimea dan mengunjungi Rusia Selatan dan seterusnya ke India. Di India, ia pernah diangkat menjadi kadi. Dia lalu bergerak lagi ke Sri Langka, Indonesia, dan Canton. Kemudian Ibnu Battuta mengembara pula ke Sumatera, Indonesia dan melanjutkan perjalanan melalui laut Amman dan akhirnya eneruskan perjalanan darat ke Iran, Irak, Palestina, dan Mesir.

Beliau lalu kembali ke Makkah untuk menunaikan ibadah hajinya yang ke tujuh pada bulan November 1348 M. Perjalanan putaran ketiga kembali dimulai pada 753 H. Ia terdampar di Mali di tengah Afrika Barat dan akhirnya kembali ke Fez, Maroko pada 1355 M.

Ia mengakhiri cerita perjalannya dengan sebuah kalimat, ''Akhirnya aku sampai juga di kota Fez.'' Di situ dia menuliskan hasil pengembaraannya. Salah seorang penulis bernama Mohad Ibnu Juza menuliskan kisah perjalanannya dengan gaya bahasa yang renyah. Dalam waktu tiga bulan, buku berjudul Persembahan Seorang pengamat tentang Kota-Kota Asing dan Perjalanan yang Mengagumka, diselesaikannya pada 9 Desember 1355 M.

Secara detail, setiap kali mengunjungi sebuah negeri atau negara, Ibnu Battuta mencatat mengenai penduduk, pemerintah, dan ulama. Ia juga mengisahkan kedukaan yang pernah dialaminya seperti ketika berhadapa dengan penjahat, hampir pingsan bersama kapal yang karam dan nyaris dihukum penggal oleh pemerintah yang zalim. Ia meninggal dunia di Maroko pada pada tahun 1377 M.

Kisah pencapaian Ibnu Battuta yang luar biasa itu, konon dirampas dan disembunyikan Kerajaan Prancis saat menjajah benua Afrika. Buktinya, Barat baru mengetahui kehebatannya setelah tiga abad meninggalnya sang pengembara.

Dari Tangier ke Samudera Pasai
Petualangan dan perjalanan panjang yang ditempuh Ibnu Battuta sempat membuatnya terdampar di Samudera Pasai - kerajaan Islam pertama di Nusantara pada abad ke-13 M. Ia menginjakkan kakinya di Aceh pada tahun 1345. Sang pengembara itu singgah di bumi Serambi Makkah selama 15 hari.

Dalam catatan perjalanannya, Ibnu Battuta melukiskan Samudera Pasai dengan begitu indah. ''Negeri yang hijau dengan kota pelabuhannya yang besar dan indah,'' tutur sang pengembara berdecak kagum. Kedatangan penjelajah kondang asal Maroko itu mendapat sambutan hangat dari para ulama dan pejabat Samudera Pasai.

Ia disambut oleh pemimpin Daulasah, Qadi Syarif Amir Sayyir al-Syirazi, Tajudin al-Ashbahani dan ahli fiqih kesultanan. Menurut Ibnu Battuta, kala itu Samudera Pasai telah menjelma sebagai pusat studi Islam di Asia Tenggara. Penjelajah termasyhur itu juga mengagumi Sultan Mahmud Malik Al-Zahir -- penguasa Samudera Pasai.

''Sultan Mahmud Malik Al-Zahir adalah seorang pemimpin yang sangat mengedepankan hukum Islam. Pribadinya sangat rendah hati. Ia berangkat ke masjid untuk shalat Jumat dengan berjalan kaki. Selesai shalat, sultan dan rombongan biasa berkeliling kota untuk melihat keadaan rakyatnya,'' kisah Ibnu Battuta.

Menurut Ibnu Battuta, penguasa Samudera Pasai itu memiliki ghirah belajar yang tinggi untuk menuntut ilmu-ilmu Islam kepada ulama. Dia juga mencatat, pusat studi Islam yang dibangun dii lingkungan kerajaan menjadi tempat diskusi antara ulama dan elit kerajaan.

Selama berpetualang mengelilingi dunia dan menjejakkan kakinya di 44 negara, dalam kitab yang berjudul Tuhfat al-Nazhar, Ibnu Battuta menuturkan telah bertemu dengan tujuh raja yang memiliki kelebihan yang luar biasa.

Ketujuh raja yang dikagumi Ibnu Battuta itu antara lain; raja Iraq yang dinilainya berbudi bahasa; raja Hindustani yang disebutnya sangat ramah; raja Yaman yang dianggapnya berakhlak mulia; raja Turki dikaguminya karena gagah perkasa; Raja Romawi yang sangat pemaaf; Raja Melayu Malik Al-Zahir yang dinilainya berilmu pengetahuan luas dan mendalam, serta raja Turkistan.

Setelah berkelana dan mengembara di Samudera Pasai selama dua pekan, Ibnu Battuta akhirnya melanjutkan perjalannnya menuju Negeri Tirai Bambu Cina. Catatan perjalanan Ibnu Battuta itu menggambarkan pada abad pertengahan, peradaban telah tumbuh dan berkembang di bumi Nusantara.

Abadi di Kawah Bulan
Nama besar dan kehebatan Ibnu Battuta dalam menjelajahi dunia di abad pertengahan hingga kini tetap dikenang. Bukan hanya umat Islam saja yang mengakui kehebatannya, Barat pun mengagumi sosok Ibnu Battuta. Tak heran, karya-karyanya disimpan Barat.

Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya, International Astronomy Union (IAU) mengabadikan Ibnu Battuta menjadi nama salah satu kawah bulan. Bagi orang Astronomi, Ibnu Battuta bukan hanya seorang pengembara dan penjelajah paling termasyhur, namun juga sebuah kawah kecil di bulan yang berada di Mare Fecunditas.

Kawah Ibnu Battuta terletak di Baratdaya kawah Lindenbergh dan Timurlaut kawah bulan terkenal Goclenius. Di sekitar kawah Ibnu Battuta tersebar beberapa formasi kawah hantu. Kawah Ibnu Battuta berbentuk bundar dan simetris.

Dasar bagian dalam kawah Ibnu Battuta terbilang luas. Diameter kawah itu mencapai 11 kilometer. Dasar kawah bagian dalamnya terbilang gelap, segelap luarnya. Kawah Ibnu Battuta awalnya bernama Goclenius A. Namun, IAU kemudian memberinya nama Ibnu Battuta.

Selain dijadikan nama kawah di bulan, Ibnu Battuta juga diabadikan dan dikenang masyarakat Dubai lewat sebuah mal atau pusat perbelanjaan bernama Ibnu Battuta Mall. Di sepanjang koridor mal itu dipajangkan hasil penelitian dan penemuan Ibnu Battuta. Meski petualangan dan pengembaraannya telah berlalu enam abad silam, namun kebesaran dan kehebatannya hingga kini tetap dikenang.

( heri ruslan ) Sumber lain wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Batutah

“..ketika bosan, kami sering memukuli seseorang hingga babak belur"

Akhir pekan lalu sejumlah media internasional seperti The Independent (Inggris) dan Aljazeera (Qatar) menerbitkan laporan detil tentang cara-cara tentara Zionis Israel menyiksa dan menteror anak-anak Palestina. Laporan tersebut mengutip sebuah panjang dan rinci yang dikeluarkan oleh organisasi bernama Breaking the Silence, perkumpulan bekas tentara Zionis Israel yang ingin mengungkapkan kezaliman militer Zionis Israel sendiri. Laporan itu diberi judul Children and Youth, Soldiers’ Tertimonies 2005-2011.
Laporan dibawah ini kami terjemahkan dari The Independent. Hari itu, Hafez Rajabi menunjukkan bekas-bekas lukanya yang tak akan pernah hilang sepanjang hidupnya. Salah satu bekas lukanya didapat ketika ia bertempur dengan militer ‘Israel’, Brigade Kfir lima tahun lalu.

Remaja berusia 21 tahun ini menunjukkan bekas luka di atas mata kanannya. Seorang serdadu ‘Israel’, ia berkisah, memukul keras mata kanannya dengan majalah saat rumah neneknya kedatangan patroli militer pada 28 Agustus 2007 pagi.

Ia memiliki bekas luka lainnya. Saat ia mengangkat kaosnya, terlihatlah bekas lukas sekitar 6 cm di punggungnya yang memanjang dari bahu kirinya. Luka ini akibat hantaman keras ke sebuah bagian yang tajam di pagar besi.

Tubuhnya juga diseret hingga 300 meter oleh pasukan militer yang mengancam akan membunuhnya jika ia tidak mengaku telah melempar bebatuan ke arah tentara. Saat itu, ia tidak berhenti dipukuli dan kepalanya ditodongkan sebuah pistol. “Tentara itu terlihat sangat marah. Saat itu saya sangat yakin ia akan membunuh saya,” ujar Hafez.

Kisah ini, tentu hanya salah satu contoh saja. Masih banyak lagi kisah kejam lainnya yang dilakukan oleh serdadu Zionis ‘Israel’. Dan hal ini, salah satunya terungkap dari sejumlah testimoni para mantan prajurit ‘Israel’.

Seorang sersan satu dalam testimoninya mengatakan, “Kami memiliki seorang komandan. Ia memukuli seorang anak hingga babak belur. Ia lalu berkata pada anak itu, ‘Kamu mau mati? Kamu mau mati di sini?’. Anak itu serta merta menjawab, ‘Tidak, tidak…’. Anak itu kemudian dibawa ke sebuah gedung yang sedang diperbaiki. Komandan tadi mengambil tongkat dan memukulkannya pada anak itu. Komandan itu bener-benar tidak memiliki rasa kasihan. Anak laki-laki itu sudah tidak bisa lagi berdiri dan ia terus menangis. Bukannya kasihan, komandan itu malah meneriakinya, menyuruh anak itu berdiri. Namun anak itu sudah benar-benar tidak berdaya. Komandan itu lalu bilang, ‘Jangan berpura-pura’, kemudian kembali memukulinya’”.

Dua bulan lalu, sebuah laporan dari tim pengacara Inggris yang dikepalai Sir Stephen Sedley dan didanai oleh Kantor Luar Negeri Inggris, menyatakan bahwa ‘Israel’ melanggar serangkaian hukum internasional terkait perlakuan anak-anak dalam tahanan. Laporan itu difokuskan pada proses interogasi dan penahanan terhadap anak-anak sebelum digelar pengadilan militer. Penangkapan anak-anak ini sendiri umumnya disebabkan karena melempar batu.

Selama delapan tahun terakhir, laporan “Breaking the Silence” selalu memuat testimoni dari para mantan serdadu yang menyaksikan ataupun terlibat dalam pelanggaran HAM di wilayah-wilayah jajahan Zionis ‘Israel’. Di sana disebutkan juga bahwa jaksa militer ‘Israel’ melabeli setiap anak Palestina sebagai bibit teroris.

Beberapa serdadu mengaku tidak sepaham dengan penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh ‘Israel’. “Kami tidak sepaham. (Penyiksaan) Ini sudah menjadi kebiasaan. Pemukulan patroli sudah menjadi kegiatan sehari-hari. Hanya dengan memberikan kami tatapan tidak suka, kami akan langsung melayangkan pukulan,” ujar salah seorang serdadu.

Beberapa waktu lalu, setelah ia memberi testimoni untuk laporan “Breaking the Silence”, serdadu itu diinterviu. Ia memilih lokasi yang tidak umum supaya tak ada yang tahu ia tengah diwawancara. Pagi itu, ia duduk dengan penuh kecemasan. Dia lalu memutar kembali ingatannya. Tapi tidak semua kesaksiannya cocok dengan yang disampaikan warga Palestina. Hafez, misalnya, ia masih ingat ketika salah seorang tentara menodongkan pistol ke tubuhnya sementara versi serdadu, pistol itu dipukulkan ke mulutnya.

Namun ada beberapa kesaksian yang cocok. Kedua belah pihak sama-sama mengatakan bahwa Hafez sembunyi di rumah neneknya ketika ia tahu sedang dicari oleh serdadu-serdadu ‘Israel’. Dalam kesaksiannya, Hafez menunjukkan kamar di rumah neneknya yang dulu dipakainya untuk bersembunyi ketika para serdadu datang. Dan para serdadu yang mengetahui tempat persembunyian Hafez mengakui bahwa mereka memporakporandakan rumah nenek Hafez dan menemukan Hafez sedang bersembunyi dengan kondisi sangat ketakutan.

Tante Hafez, Fathia Rajabi, 57 juga memberikan kesaksian. Semula ia tidak menyadari bahwa pemuda yang diseret serdadu ‘Israel’ saat itu adalah keponakannya. “Saya menangis saat itu dan berkata, ‘Allah melarang untuk memukul dia,’. Ternyata Hafez mengenali suara tantenya. Ia kemudian berteriak memanggil tantenya. Rajabi yang lalu mengetahui bahwa itu adalah keponakannya, mencoba mendekatinya namun dua orang serdadu menodongkan pistol ke arahnya dan menyuruhnya pergi. Sepuluh menit kemudian, setelah serdadu-serdadu itu pergi, ia dan keluarga Hafez lainnya masuk ke dalam kamar tempat persembunyian Hafez. Mereka lalu mendapati Hafez dalam keadaan berdarah-darah, mulai dari hidung, kepala hingga punggungnya.

Kesaksian lain disampaikan saudara Hafez, Mousa, 23. Ia ingat ketika mobil tentara yang lainnya tiba di rumah dan salah seorang serdadu memeriksa denyut nadi Hafez. Serdadu itu lalu memberikan sebotol air kepada Mousa yang kemudian dibasuhkannya ke wajah Hafez. Serdadu itu kemudian bicara dalam bahasa Ibrani kepada komandannya.

Mousa mengerti bahwa dalam percakapan itu, serdadu tadi memprotes tindakan yang sudah dilakukan kepada Hafez. Ia kemudian meminta agar Hafez berhenti dipukuli. Komandannya kemudian berkata, ‘Ada apa dengan kamu, kenapa jadi pembelot?’.

Serdadu itu menjawab, ‘Tidak. Hanya saja semua yang kamu lakukan pada keluarga ini akan membuat mereka menciptakan para pengebom bunuh diri. Jika saya adalah anak ini, saya pasti akan melakukan balas dendam’.

Tapi faktanya, Hafez tidak pernah menjadi pengebom bunuh diri seperti yang disangkakan serdadu ‘Israel’ itu. Dan ia pun tidak pernah masuk penjara. Dan kini, setelah semua peristiwa itu berlalu, Hafez tidak lagi mengalami mimpi buruk. Namun peristiwa yang menimpanya memengaruhi kecakapannya dalam bekerja. Hafez yang dulu terbiasa bekerja sebagai mekanik, kini tidak memiliki pekerjaan karena lukanya yang belum sembuh total membuatnya tidak bisa membawa alat-alat berat. Selain alasan itu, Hafez juga terkadang merasa tidak ingin lagi bekerja.

“Breaking the Silence”: Testimoni Para Serdadu

1. Sersan Satu Brigade Kfir, Salfit 2009
“Kami mengambil alih sebuah sekolah dan menculik semua warga desa yang berusia antara 17 dan 50 tahun. Ketika para tahanan ini diminta pergi ke kamar mandi dan para serdadu membawa pergi, mereka dipukuli dan dimaki-maki tanpa sebab. Ada warga Arab yang dibawa ke kamar mandi dan seorang serdadu menamparnya dan menjatuhkannya ketika ia dalam keadaan terikat dan tertutup matanya. Padahal pria itu tidak berbuat apapun. Alasannya hanya karena ia orang Arab. Biasanya orang-orang di sekolah akan dijemur selama berjam-jam di bawah terik matahari. Mereka boleh sekali mendapatkan air, tapi ketika ada yang minta air sampai lima kali, prajurit ‘Israel’ akan mendatanginya dan menamparnya dengan enteng. Saya melihat banyak serdadu yang memakai lututnya untuk memukuli para tahanan ketika sedang bosan. Dan karena para serdadu berdiri selama sepuluh jam tanpa melakukan apapun, mereka akhirnya bosan lalu memukuli tahanan.

2. Sersan Satu, Korps Artileri, Ramallah 2006-2007
“Ada suatu kejadian di Qalandiya. Saat itu para serdadu yang sengaja memancing kericuhan, meminta orang-orang di sekitarnya untuk berlari. Karena ketakutan banyak dari mereka yang jatuh. Dan anak-anak yang terjatuh dan tidak cepat berlari akan menjadi sasaran pukulan serdadu-serdadu itu. Aturan yang ditetapkan serdadu itu, orang-orang yang berlari lambat dan jatuh akan dipukuli.

3. Sersan Satu, Brigade Kfir, Hebron 2006-2007

“Kami seringkali memancing kerusuhan. Ketika sedang berpatroli, berjalan di desa, ketika bosan, kami membuat kerusuhan di toko-toko, memukuli seseorang hingga babak belur. Atau jika kami ingin melakukan kerusuhan lainnya, kami tinggal menghancurkan teralis-teralis di jendela masjid, melemparkan granat setrum dan membuat ledakan besar. Setiap hari kami menculik anak-anak Arab, menodongkan senjata ke tubuhnya. Mereka benar-benar tidak berdaya dan hanya bisa berkata, ‘Tidak, tidak, prajurit’. Dan mereka hanya membatu ketika kami memukuli mereka dengan keras sepanjang waktu. Saat itu, batu-batu beterbangan dan kami benar-benar kehilangan semua rasa belas kasihan.

4. Laporan prajurit-prajurit dengan pangkat dan unit tidak teridentifikasi, Hebron 2007-2008
“Pada suatu malam, kami diberi tahu telah terjadi kerusuhan di desa Idna (kota kecil sekitar 13 km dari Hebron Barat yang berpenduduk 20.000 orang). Kami diminta segera ke sana. Setibanya di sana, bebatuan menghujani kami dan kami belum tahu apa yang tengah terjadi. Tapi tiba-tiba itu semua berhenti ketika seorang komandan turun dari kendaraannya. Dan tiba-tiba juga saya melihat seorang anak laki-laki yang terikat dan matanya ditutup. Komandan yang tadi turun dari kendaraan lalu menembakkan peluru karet kepada para pelempar batu dan memukul anak laki-laki itu. Beberapa tentara berkata ingin memukul wajah anak itu dengan lutut mereka. Saat itu saya berdebat dengan mereka dan berkata, ‘Jika ada darah yang menetes atau rambut jatuh dari anak itu, kamu tidak akan bisa tidur selama tiga hari. Saya akan membuat kamu menderita’. Tetapi para tentara itu malah menertawai saya. Salah satu dari mereka berkata, ‘Jika kita tidak seperti ini, mereka akan terus melakukan ini (melempar batu)’. Saya masih terus berdebat dengannya dan mengatakan bahwa anak itu dalam keadaan terikat dan tidak bisa melakukan apapun’”.*
Sumber : Sahabat al-Aqsha
Red: Cholis Akbar

Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
“Hak muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin”.
(HR. Al-Bukhari no. 1240 dan Muslim no. 2162)
Dari Tsauban -budak- Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang menjenguk orang yang sakit, maka orang itu senantiasa berada dalam khurfah surga.” Beliau ditanya, “Apa itu khurfah surga wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Kebun yang penuh dengan buah-buahan yang dapat dipetiknya.”
(HR. Muslim no. 2568)
Ali -radhiallahu 'anhu- berkata: Aku telah mendengar Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
“Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lainnya pada pagi hari, kecuali 70000 malaikat akan bershalawat untuknya hingga sore hari. Jika dia menjenguknya di sore hari, maka 70000 malaikat akan bershalawat untuknya hingga pagi. Dan dia akan mendapatkan kebun yang penuh berisi buah-buahan di surga kelak.”
(HR. At-Tirmizi no. 969 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 5767)
Makna shalawat dari malaikat adalah malaikat akan mendoakan agar Allah mengampuni dan merahmatinya.
Penjelasan ringkas:
Di antara akhlak mulia yang dituntunkan oleh Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- kepada umatnya adalah menjenguk saudaranya yang sakit, karena hal itu bisa meringankan penyakit yang diderita oleh saudaranya tersebut dan juga bisa menghibur hatinya. Bahkan menjenguk muslim yang sakit hukumnya adalah wajib karena Nabi -shallallahu alaihi wasallam- menjadikannya sebagai hak seorang muslim atas saudaranya muslim yang lain. Dan ini berlaku umum baik yang sakit adalah anak-anak maupun dewasa, lelaki maupun wanita, karib kerabat maupun bukan, hanya saja jika yang sakit itu adalah karib kerabat maka kewajibannya lebih ditekankan.
Adab-adab bagi para penjenguk:
1. Mengingatkan orang yang sakit untuk selalu bersabar atas takdir Allah atas dirinya.
2. Mewasiatkan kepada orang yang sakit untuk banyak-banyak bertaubat dan beristighfar kepada Allah.
3. Dibolehkan menjenguk orang kafir. Ini berdasarkan hadits Anas bin Malik riwayat Al-Bukhari no. 5657 dimana Nabi -shallallahu alaihi wasallam- menjenguk seorang pemuda Yahudi -yang menjadi pelayan beliau- ketika dia sakit.
4. Menjenguk orang yang sakit boleh kapan saja selama tidak mengganggu orang yang sakit tersebut.
5. Tidak terlalu lama menjenguk karena bisa mengganggu istirahat orang yang sakit, kecuali jika orang yang sakit meminta dia untuk tinggal lebih lama.
6. Dianjurkan untuk duduk di samping kepala orang yang sakit.
Abdullah bin Abbas -radhiallahu anhuma- berkata, “Jika Nabi -shallallahu alaihi wasallam- saat menjenguk orang yang sakit, beliau duduk di samping kepalanya”.
(HR. Al-Bukhari no. 536 dalam Al-Adab Al-Mufrad dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Adab no. 416)
7. Menanyakan keadaan orang yang sakit, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- ketika menjenguk Abu Bakar Ash-Shiddiq yang tengah sakit. (HR. Al-Bukhari no. 5654 dan Muslim no. 1376)
8. Mendoakan kebaikan dan kesembuhan untuk orang yang sakit, karena para malaikat akan mengaminkannya.
Dari Ummu Salamah -radhiallahu 'anha- dia berkata: Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:
“Apabila kalian menjenguk orang yang sedang sakit atau yang telah meninggal maka ucapkanlah ucapan-ucapan yang baik, karena sesungguhnya para malaikat akan mengaminkan apa yang kalian katakan.” (HR. Muslim no. 1527)
9. Di antara doa-doa yang disunnahkan untuk diucapkan adalah:

لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Tidak mengapa, insya Allah penyakit ini penyuci (dari dosa-dosa).”
(HR. Al-Bukhari no. 3616)
“Ya Allah, sembuhkanlah si fulan.”
(HR. Al-Bukhari no. 5659 dan Muslim no. 1628)
Atau dia boleh meruqyah orang yang sakit tersebut dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur`an kepadanya.
10. Tidak membawakan bunga kepada orang yang sakit karena itu merupakan kebiasaan orang-orang non muslim. Sebaiknya dia membawakan makanan atau hal lain yang dia senangi.
11. Jika sakitnya terlihat sangat parah dan dikhawatirkan akan meninggal, maka disyariatkan bagi penjenguk untuk mentalqin kalimat ‘laa ilaha illallah’ kepada yang sakit.
[Diringkas dari risalah Adab 'Iyadah Al-Maridh karya Majid bin Su'ud Al-'Ausyan]

Oleh: Badrul Tamam
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat-Nya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.
Ramadhan telah menemani kita sebulan penuh. Tiba saatnya dia pergi. Kita pun harus rela berpisah dengannya. Padahal, di bulan itu banyak kebaikan, rahmat, dan keberkahan yang ditawarkan. Di dalamnya, hamba Allah yang beriman, memiliki kesempatan besar mengejar ketertinggalan pahala pada hari-hari sebelumnya. Ia pun bisa mengubur dosa-dosa dan kesalahannya di hari-hari lalu. Bahkan, ada Lailatul Qadar, di mana satu malam lebih mulia dari seribu bulan. Amal kebaikan di dalamnya nilainya lebih baik daripada amal serupa dikerjakan selama seribu bulan yang tak ada Lailatul Qadar di dalamnya. Subhanallah, anugerah besar bagi kaum mukminin. Namun, ternyata tak semua orang Islam bisa menyukurinya. Juga tak semua bisa sabar menahan diri dari kesibukannya terhadap dunia dan aktifitas dosa-dosa, guna mengisinya dengan meningkatkan ibadah, shaum, shalat, tilawah, sedekah dan lainnya. Sehingga saat Ramadhan pergi ia menjadi manusia yang merugi. Kenapa bisa? Karena ia tak mampu memetik pahala dan memanen ganjaran yang berlimpah. Bahkan kesalahan-kesalahannya tak juga dihapuskan, sedangkan dosa-dosanya belum jua diampuni.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah naik ke atas mimbar. Lalu beliau mengucapkan Amiin sebanyak tiga kali. Sebagian sahabat bertanya, "Engaku mengaminkan apa?" Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memberikan jawabannya, salah satunya:
وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
"Amat merugi/hina seseorang yang Ramadhan masuk padanya kemudian Ramadhan pergi sebelum diampuni dosanya." (HR. al-Tirmidzi, Ahmad, al-Baihaqi, al-Thabrani, dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jaami', no. 3510)
Ya, orang yang merugi adalah mereka yang dosanya belum terampuni setelah Ramadhan pergi. Mereka itu yang saat berpuasa, namun tidak bisa meninggalkan berkata dusta, berbuat nista, menyia-nyiakan waktu dan kesempatan serta yang semisalnya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَه
"Siapa yang tak meninggalkan berkata dan berbuat dusta serta perbuatan bodoh, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. al-Bukhari dan Abu Dawud dengan lafadz miliknya) ini merupakan kinayah/kiasan bahwa Allah tiak menerima puasa semacam itu, sebagaimana yang diutarakan Ibnu Bathal dalam Subulus Salam.
Tanda Sukses Ramadhan
Sesungguhnya orang yang gagal dalam mengarungi Ramadhan adalah mereka yang tak terbangun ketakwaan dalam dirinya. Padahal tujuan dan hikmah utama dari puasa Ramadhan agar agar pelakunya senantiasa bertakwa. Yakni bertakwa saat menjalankan puasa dan takwa itu berlanjut sesudahnya. Oleh sebab itu, kalimat yang digunakan dalam ayat shiyam adalah Fi'il Mudhari', kata kerja yang menunjukkan masa sekarang dan akan datang yang memiliki faidah lil istimrar (untuk sesuatu yang kontinyu). Artinya takwa itu berlanjut dan terjaga hingga sesudah Ramadhan berlalu.
Sesungguhnya balasan terbesar yang diberikan kepada hamba beriman dan beramal shalih adalah Allah memberinya petunjuk untuk mengerjakan amal shalih lainnya. Ini pula yang akan didapatkan orang yang diterima amal puasanya. Keterangan ini kita dapatkan dari balasan sabar, di mana orang yang sabar saat ditimpa musibah, ridha akan ketetapan Allah, dan berharap pahala atas musibah itu, maka Allah akan memberinya petunjuk.
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ
"Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya." (QS. Al-Thaghabun: 11)
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam menafsirkan ayat di atas, "Maksudnya: dan siapa yang ditimpa musibah, lalu ia menyadari itu terjadi dengan qadha' Allah dan qadar-Nya, lalu ia bersabar, berharap pahala, dan menerima dengan lapang terhadap ketetapan Allah itu, maka Allah beri petunjuk kepada hatinya dan memberikan ganti yang lebih baik dari dunia yang luput darinya dengan petunjuk dalam hatinya serta keyakinan yang benar. Boleh jadi, Allah memberi ganti dari apa yang telah diambil-Nya yang lebih baik darinya."
Cukup jelas dari ayat di atas, bersabar menjadi sebab datangnya petunjuk. Dan balasan terbaik dari kesabaran adalah dilimpahkannya petunjuk dari Allah Ta'ala. Sementara shaum dan sabar, ibarat dua mata uang yang tak bisa dipisahkan. Bahkan dalam pelaksanaan shaum terkumpul tiga macam kesabaran, yaitu sabar dalam melaksanakan perintah Allah, sabar dalam meninggalkan larangan-Nya, dan sabar atas musibah yang datang dari-Nya. Dan siapa yang berpuasa Ramadhan dengan benar maka Allah akan senantiasa melimpahkan hidayah kepada-Nya untuk menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan-larangan. Dengan kata lain, Allah akan membantunya untuk bertakwa kepada-Nya. Ini sangat selaras dengan tujuan dan hikmah puasa di atas.
Hidayah Adalah Balasan Terbesar
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman;
إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan." (QS. Yunus: 9)
Perpaduan antara iman dengan konsekuaensi dan tuntutannya, berupa amal shalih, -yang mancakup amal dzahir dan batin- yang dikerjakan dengan ikhlash dan mutaba'ah (mengikuti sunnah) akan menjadi sebab datangnya hidayah, "mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya". Maksudnya: Dengan adanya iman yang benar dalam diri mereka tersebut, Allah membalas dengan pahala teragung untuk mereka, yaitu hidayah. Sehingga Allah mengajarkan kepada mereka apa saja yang berguna untuk mereka dan menganugerahkan amal-amal shalih yang menetas dari hidayah itu. Dengan hidayah tersebut, ia bisa memahami ayat-ayat Allah yang kauniyah maupun qur'aniyah. Sementara dalam mengarungi hidup di dunia, ia terbimbing untuk meniti shirathal mustaqim dan komitmen di atasnya. Adapun hidayah yang akan diraihnya di akhirat, negeri pembalasan, ia terbimbing untuk meniti jalan yang menghantarkan ke Jannatun Na'im. Sehingga sempurnalah hidayah yang ia peroleh sebagai balasan dari keimanan yang berpadu dengan amal shalih tadi.
Dalam pelaksanaan shaum Ramadhan juga demikian, Allah panggil hamba-hamba-Nya yang akan dikenakan kewajiban shiyam dengan panggilan iman. Artinya, bahwa keimanan merekalah yang distimulun untuk menjalankan shiyam. Pembenaran mereka kepada Allah dan syariat-Nya yang penuh dengan hikmah dan kebaikan yang bidik agar mendorongnya untuk menegakkan perintah dan menjauhi larangan dalam pelaksanaan shiyam.
Allah Ta'ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)
Hadits tentang amal-amal Ramadhan juga menunjukkan, iman dan hanya berharap pahala kepada Allah semata menjadi syarat untuk mendapatkan pahala besar dan ampunan. Misalnya dalam Shahihain, syarat seseorang mendapatkan pahala berlipat tanpa batas karena ia meninggalkan kesenangan dan makannya karena Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan dalam hadits di Shahihain lainnya, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Siapa berpuasa Ramadhan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan siapa shalat pada Lailatul Qadar imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
. . . yang merugi sesudah Ramadhan pergi adalah siapa yang gagal dalam melaksanakan ibadah Ramadhan sehingga ia tak mendapat ampunan dosa dan tak mendapatkan hidayah yang membimbingnya untuk lebih baik dan bertakwa. . .
Walhasil, kesuksesan seseorang dalam pelaksanaan shiyam Ramadhan adalah dengan ia mendapatkan hidayah dari Allah untuk menjadi hamba Allah yang bertakwa. Hamba Allah yang senantiasa dibimbing oleh hidayah Islam, dengan ia dipahamkan akan urusan dien dan diberi taufik untuk menjalankannya. Karena hidayah yang hakiki adalah yang mengandung dua hal ini; Ma'rifatul Haq Wal 'Amal Bihi (mengetahui kebenaran dan mengamalkannya). Oleh karena itu, seseorang yang merugi sesudah Ramadhan pergi adalah siapa yang gagal dalam melaksanakan ibadah Ramadhan sehingga ia tak mendapat ampunan dosa dan tak mendapatkan hidayah yang membimbingnya untuk lebih baik dan bertakwa. Semoga Allah tidak menjadikan kita sebagai bagian dari orang-orang yang merugi saat Ramadhan pergi.

10.31 , ,


Oleh: Ust. Abu Misykah Tamam
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga, para sahabatnya, dan umatnya yang senantiasa berpegang dengan sunnah-sunnahnya.
Pagi-pagi buta sampai kabar kepada kami, tadi malam ada kerusuhan antara Sunni-Syi'ah di Puger, Jember. Kabar yang dikirimkan seorang Ustad Alumnus Al-Azhar, Kairo menyebutkan, "Sekitar habis Maghrib, 7 orang Syi'ah mendatangi 4 orang Sunni yang berencana mengadakan pengajian tanggal 7 Juni besok dengan pembicara Habib Muhdhor al-Hamid, ulama Sunni yang anti Syi'ah. ketujuh orang Syi'ah tersebut meminta agar pengajian Ustadz Muhdhor digagalkan. Akhirnya terjadi perang mulut dan berakhir dengan pembacokan oleh orang-orang Syi'ah terhadap orang Sunni, sampai berdarah-darah."
"Setelah pembacokan, massa berdatangan. Akhirnya 7 orang Syi'ah itu kabur. 2 sepeda motor mereka ada yang tertinggal, kemudian dibakar massa. Tadi malam 2 orang Syi'ahnya sudah tertangkap Polisi," kelanjutan pesan yang dikirim kepada kami.
Sebenarnya konflik Sunni–Syi'ah bukan persoalan baru. Sejak beberapa abad yang lalu sudah terjadi. Hal itu di antara sebabnya, karena prinsip dari ajaran Syi'ah yang bersifat antagonis dan kemarahan terhadap pihak yang berseberangan paham dari kalangan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Mereka, kaum Syi'ah menghina dan mengafirkan Abu Bakar as-Sidiq, Umar bin Khathab, dan Utsman bin Affan, dan mayoritas sahabat Nabi Ridhwanullah 'Alaihim. Kebencian terhadap para sahabat tadi berimbas dan diberlakukan kepada siapa saja yang loyal kepada mereka. Bahkan takfir (hukum kafir) kepada sahabat juga mereka berlakukan kepada umat yang mencintai dan mengikuti mereka, khususnya  dari kalangan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.  
Masyarakat muslim Indonesia mayoritas bermadhab Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (Sunni). Maka saat faham Syi'ah berkembang di negeri ini dan semakin banyak pengikutnya gesekan pasti tak bisa dihindarkan. Dan terlebih ajaran Syi'ah sendiri mengajarkan untuk menunjukkan kebencian kepada Ahlus Sunnah. Contoh kasusnya seperti penyerangan terhadap Pesantren Syi’ah YAPI di Desa Kenep, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (15/2/2011), beberapa knflik di Jember dan tempat lainnya.
Biasanya saat terjadi perseteruan antara Sunni-Syi'ah selalu yang dianggap tidak toleran adalah kelompok mayoritas. Padahal tidak demikian. Sebaliknya, ajaran akidah Syi'ah-lah yang mengajarkan untuk memusuhi dan membenci kelompok mayoritas. Bahkan sampai menghalalkan darah dan harta mereka, seperti menyikapi orang kafir harbi. Sehingga jika ingin terjadi hubungan yang harmonis, kelompok Syi'ah harus meninggalkan ajaran mereka yang menghina ajaran dan keyakinan kaum muslimin Ahlus Sunnah.
Berikut ini kami paparkan akidah dan ajaran syi’ah –yang tergolong minoritas- terhadap Ahlus sunnah yang menjadi mayoritas? Apakah ajaran golongan minoritas tersebut tidak berisi kebencian dan pengafiran terhadap selain mereka, khususnya Ahlussunnah wal Jama’ah? Mari kita melihat bagaimana ajaran Syi’ah terhadap Ahlus Sunnah dari kitab-kitab yang ditulis para ulama Syi’ah dan diakui sebagai rujukan agama mereka.
Akidah Syi’ah Terhadap Ahlussunnah
Akidah Syi’ah terhadap kaum muslimin Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah akidah kebencian dan cacian, bahkan sampai pengafiran dan penghalalan darah dan harta. Menurut keyakinan mereka, kekufuran Ahlus Sunnah lebih besar daripada kekufuran Yahudi dan Nashrani. Kenapa bisa begitu? Menurut mereka, kekafian Yahudi dan Nashrani adalah kekafiran asli, sedangkan kekafiran ahlus sunnah adalah karena murtad. Dan menurut ijma’, kekafiran karena murtad lebih besar daripada kekafiran asli.
Berikut ini kami sebutkan beberapa keyakinan mereka tentang Ahlus Sunnah yang berasal dari ucapan ulama-ulama mereka yang tertulis dalam kitab-kitab mereka sendiri.
1. Syaikh Husain bin Ali ‘Ushfur al-Darari al-Bahrani dalam kitabnya, al-Mahasin al-Nafsaniyyah fii Ajwibah al-Masaa-il al-Khurasaaniyyah, hal. 17: Orang-orang Syi’ah menggelari orang-orang Sunni atau Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dengan al-Naashibah. Menurut keyakinan Syi’ah, mereka lebih najis daripada anjing dan lebih kufur daripada Yahudi dan Nashrani.
Dia mengatakan,
بَلْ أَخْبَارُهُمْ عَلَيْهِمُ السَّلامُ تُنَادِي بِأَنَّ النَّاصِبَ هُوِ مَا يُقَالُ لَهُ عِنْدَهُمْ سُنِّياًّ
Bahkan kabar-kabar dari mereka (para imam) 'alaihis salam menyerukan bahwa yang dimaksud al-Nashib adalah yang dikenal dikalangan mereka dengan Sunni.
2. Al-Majlisi dalam Bihar al-Anwar, Juz: 101, hal. 85: Abu Abdilllah berkata: “Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala terlebih dahulu melihat orang-orang yang menziarahi kuburan Husain bin Ali pada sore hari ‘Arafah.” Beliau ditanya, “(Apakah) sebelum melihat orang-orang yang sedang wukuf?” Beliau menjawab, “Ya.” Beliau ditanya lagi, “Bagaimana bisa begitu?”  Beliau menjawab,
لِأَنَّ فِي أُولَئِكَ أَوْلادُ زِنَا ولَيْسَ فِي هَؤُلَاءِ أَوْلادُ زِنَا
Karena di tengah-tengah mereka (orang-orang yang wukuf di Arafah) terdapat anak-anak zina, sedangkan di tengah-tengah mereka (peziarah kuburan Husain) tidak ada anak-anak zina.
3. Al-Kulaini, dalam al-Raudhah min al-Kaafi, Juz 8, hal. 285, menyebutkan sebuah riwayat dari Abu Abdillah yang berkata kepada Abu Hamzah:
وَاللهِ يَا أَبَا حَمْزَةَ، إِنَّ النَّاسَ كُلَّهُمْ أَوْلادُ زِنَا مَا خَلا شِيْعَتُنَا
Demi Allah hai Abu Hamzah, sesungguhnya manusia seluruhnya merupakan anak-anak pelacur kecuali Syi’ah kita.
4. Muhammad al-Tijani, dalam kitabnya al-Syi'ah Hum Ahlus Sunnah, hal. 161, lebih terang-terangan lagi menyatakan bahwa al-Nawasib (yang mereka kafirkan dan musuhi) adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Dia berkata,
وَعُنِيَ عَنِ التَّعْرِيْفِ بِأَنَّ مَذْهَبَ النَّوَاصِبَ هُوَ مَذْهَبُ ((أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ)) فَنَاصِرُ مَذْهَبِ النَّوَاصِبِ اَلْمُتَوَكِّل هُوَ نَفْسُهُ (( مُحْيِي السُّنَّةِ )) فَافْهَمْ
Dan tidak membutuhkan pengenalan lagi bahwa madhab al-Nawashib adalah madhab Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Dan al-Mutawwil adalah pembela madhab Al Nawashib, dia itu sendiri yang bergelar muhyis sunnah (pengidup sunnah), maka pahamilah.
Menurut keyakinan al-Tijani, mayoritas Ahlus Sunnah wal Jama'ah-lah yang menyimpang dari keluarga Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ia menjuluki al-Mutawwil sebagai tokoh utama al-Nawashib (yang memusuhi) Ali dan Ahlul Bait. Bahkan kedengkiannya sudah sampai membongkar makam Husain, melarang menziarahinya, dan membunuh orang-orang yang menggunakan nama Ali. Al-Khawirizmi dalam Rasail-nya menyebutkan bahwa al-Mutawakkil tidak akan memberikan harta atau bantuan kecuali kepada orang yang mencela keluarga Ali bin Abi Thalib dan membela madhab al-Nawashib.
(Namun ini merupakan tuduhan semata dari al-Tijani yang menunjukkan kedengkian dan kebenciannya terhadap kaum muslimin Ahlus Sunnah wal Jama'ah).
5. Muhammad al-‘Ayasyi, dalam tafsirnya al-‘Ayasyi, Juz 2, hal. 398, menukil riwayat dari Ibrahim bin Abi Yahya. Dari Ja’far bin Muhammad, ia berkata: “Tidaklah seseorang dilahirkan kecuali ada satu Iblis yang mendatanginya. Jika Allah mengetahui bahwa dia dari Syi'ah kami, maka Allah akan menghijabinya dari syetan itu. Dan jika bukan dari Syi'ah kami, maka syetan akan menancapkan jari telunjuknya di duburnya, lalu ia akan menjadi orang yang buruk, oleh karenanya zakar keluar di depan. Dan jika ia seorang perempuan, syetan akan menancapkan jari telunjuknya di kemaluannya sehingga ia menjadi pezina. Di saat itulah seorang bayi akan menangis dengan kencang jika ia keluar dari perut ibunya. Dan setelah itu, Allah akan menghapus dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya, dan di sisi-Nya lah terdapat Ummul kitab.”
6. Ni’matullah al-Jazairi, dalam al-Anwar al-Nu’maniyah, 2/307: Bahwa Syi’ah menghalalkan darah dan harta Ahlus Sunnah wal Jama'ah, yakni membunuh dan merampas harta mereka. Diriwayatkan oleh al-Shaduq, ia bertanya kepada Abu Abdillah, “Apa pendapat Anda tentang membunuh orang al-Nashib (Ahlus Sunnah)?” Ia menjawab, “Darahnya halal (boleh membunuhnya), tetapi aku khawatir atas (keselamatan)-mu. Jika kamu bisa, robohkan dinding (timpakan) atasnya atau kamu tenggelamkan di air supaya tidak bisa memberikan kesaksian (yang memberatkan) atasmu, maka lakukanlah.” Aku bertanya lagi, “Apa pendapat Anda dalam hartanya?” Ia menjawab, “Ambillah hartanya semampumu.”
7. Ni’matullah al-Jazaairi, dalam Nuur al-Barahin, hal. 57, bahwa firqah-firqah yang menyelisihi Firqah Imamiyah, berdasarkan nash-nash yang banyak sekali, menunjukkan mereka kekal di neraka. Dan ikrar syahadat mereka tidak bermanfaat sedikitpun kecuali dalam penjagaan darah dan harta mereka serta pelaksanaan hukum-hukum Islam yang berlaku bagi mereka.
Catatan Penulis: Bagi Syi'ah, seluruh kaum muslimin adalah Nawashib, karena mereka tidak mendahulukan Ali atas Abu Bakar dan Umar, kecuali Syi'ah saja.
8. Yusuf al-Bahrani, dalam al-Hadaa-iq al-Nadhirah fi Ahkaam al-‘Ithrah al-Thaahirah, hal.  136 dalam Bab “Orang yang menyelisihi (Syi’ah), hakikatnya bukan orang Islam. Dan sesungguhnya orang yang menyelisihi (Syi'ah) sebenarnya adalah kafir.” Ia tidak membedakan antara kufur kepada Allah dan kufur kepada para imam, dengan alasan bahwa imamah termasuk masalah ushuluddien (pokok agama) berdasarkan nash ayat dan hadits yang sangat jelas.  Di antaranya pernyataannya, “Pertama: engkau telah mengetahui bahwa orang yang menyelisihi (Syi'ah) adalah kafir, tidak memiliki bagian dalam Islam dari berbagai sisinya, sebagaimana telah kami pastikan dalam kitab kami al-Syihab al-Syaqib.”
Catatan Penulis: Beginilah Syi’ah dengan mudahnya menisbatkan kekafiran kepada orang yang mereka sebut sebagai wahabiyyin. Jangan heran jika mereka sangat membenci dan suka menghina Ahlus Sunnah wal Jama'ah, karena memang beginilah ajaran agama mereka.
. . .engkau telah mengetahui bahwa orang yang menyelisihi (Syi'ah) adalah kafir, tidak memiliki bagian dalam Islam dari berbagai sisinya, sebagaimana telah kami pastikan dalam kitab kami al-Syihab al-Syaqib. . . (Ulama Syi'ah Yusuf al-Bahrani, dalam al-Hadaa-iq al-Nadhirah fi Ahkaam al-‘Ithrah al-Thaahirah)
9. Muhammad bin al-Hasan al-Thusi, dalam kitabnya Tahdziib al-Ahkaam: 3/197, menyebutkan: Imam mereka (Abu Abdillah), ikut menyalatkan jenazah orang munafik (yang mereka maksud adalah Ahlus Sunnah,- red), tapi ia melaknatnya, isi doanya:
اَللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ الْعَنْ فُلاناً عَبْدَكَ أَلْفَ لَعْنَةٍ مُؤْتَلَفَةٍ غَيْرَ مُخْتَلَفَةٍ اللَّهُمَّ اخْزِ عَبْدَكَ فِي عِبَادِكَ وَبِلادِكَ وَأَصِلْهُ حَرَّ نَارِكَ وَأَذِقْهُ أَشَدَّ عَذَابِكَ فَإِنَّهُ كَانَ يَتَوَلَّى أَعْدَاءَكَ وَيُعَادِيْ أَوْلِيَاءَكَ وَيُبْغِضُ أَهْلَ بَيْتِ نَبِيِّكَ
Allahu Akbar, Ya Allah laknatlah fulan hamba-Mu dengan seribu laknat yang terkumpul, bukan terberai. Ya Allah, hinakanlah hamba-Mu ini  di tengah hamba-hamba-Mu dan di dalam negeri-Mu, sampaikanlah ia panasnya neraka-Mu, dan timpakan padanya adzab-Mu yang paling pedih, karena ia mengangkat musuh-musuh-Mu sebagai pemimpin, memusuhi para wali-Mu, dan membenci keluarga Nabi-Mu.
Catatan Penulis: Maka jangan heran jika kita melihat seorang pengikut Syi'ah ikut menyalatkan jenazah seorang muslim, lalu laknat ini yang ia bacakan kepadanya. Karena menurut mereka, setiap orang yang menyelisihi Syi'ah disebut munafik.
10. Al-Hurr al-‘Aamili dalam Wasail al-Syi’ah: 2/771, Bab: Bagaimana cara menyalatkan orang yang sunni yang menyimpang, dari Muhammad bin Muslim dan salah seorang kedunya berkata: “Jika ia seorang penentang kebenaran, maka ucapkan:
اَللّهُمَّ أَمْلِأْ جَوْفَهُ نَاراً وَقَبْرَهُ نَاراً وَسَلِّطْ عَلَيْهِ الْحَيَاتَ وَالْعَقَارِبَ
Ya Allah penuhilah lambungnya dengan api, kuburnya dengan api, dan kuasakan ular dan kalajengking atas mereka.”
11. Al-Maaqami, dalam Tanqih al-Maqaal fii ‘Ilmi al-Rijal, pada faidah yang ke-20, hal. 208, menukil dari al-Muhaqqiq al-Bahrani dan dari riwayat-riwayat yang banyak bahwa orang yang bukan Syi'ah Istna ‘Asyariyah adalah kafir dan musyrik.
12. Muhsin al-Mu’allim, dalam kitabnya al-Nushbu wa al-Nawashib, hal. 609. Sesudah menyebutkan sejumlah Nawashib, di antaranya: Abu Bakar, Umar, Ustman, ‘Aisyah, Hafshah, Abu Hurairah, Ibnu Umar, dan sejumlah sahabat, serta Imam Malik, dan al-Bukhari radhiyallahu 'anhum, ia menyebutkan kafirnya para nawashib dari perkataan para ulama Syi'ah:
“Sayyid al-Khu-i semoga Allah meridhainya berkata: dan lebih jelasnya seorang nashib hukumnya kafir walau ia menampakkan (ucapan) dua kalimat syahadat dan keyakinan kepada hari kiamat.”
Sayyid al-Shadr berkata tentang orang-orang yang ia kecualikan dari najisnya orang kafir, ia memasukkan di antaranya: Ahlul Kitab, ghulat, lalu menyebut Nawashib. Ia berkata, “Begitulah nawashib yang menyatakan permusuhannya kepada Ahlul Bait yang mereka itu telah Allah hilangkan kotoran (najis) dari mereka dan membersihkan mereka sebersih-bersihnya. Sesungguhnya mereka itu, para pemberontak dan nawashib, adalah kafir. Tetapi mereka suci menurut syariat selama mereka menisbatkan diri kepada Islam.”
“Mengambil dalil dari apa yang diriwayatkan Ibnu Abi Ya’fur dalam al-Mautsiq, dari Abu Abdillah, dalam sebuah hadits ia berkata: Janganlah kalian mandi dari tempat pemandian umum, karena di dalamnya digunakan mandi orang Yahudi, Nashrani, Majusi, dan al-Nashib (para pembeci) terhadap kita ahlul Bait. Maka dia itu adalah yang terburuk dari mereka. Dan sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Ta’ala tidak pernah menciptakan satu makhluk yang lebih najis daripada anjing. Dan sesungguhnya al-Nashib (orang-orang yang memusuhi) kita ahlul bait, jauh lebih najis daripada anjing.”
. . . Dan sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Ta’ala tidak pernah menciptakan satu makhluk yang lebih najis daripada anjing. Dan sesungguhnya al-Nashib (orang-orang yang memusuhi) kita ahlul bait, jauh lebih najis daripada anjing. . . (Riwayat Syi'ah)
13. Al-Majlisi dalam Bihar al-Anwar, 23/390 meyebutkan, seluruh kaum muslimin yang tidak meyakini keimamahan para imam dua belas (artinya; selai kelompok Syi'ah) adalah kafir, sesat, dan kekal dalam neraka. Berikut pernyataannya:
- “Ketahuilah, sesunguhnya keumuman lafadz syirik dan kufur atas orang yang tidak meyakini keimamahan amirul mukminin dan para imam sesudahnya dari anak-anaknya, dan lebih mengutamakan yang lain atas mereka itu menunjukkan bahwa mereka adalah kafir yang kekal di neraka.”
- "Syaikh al-Mufid dalam kitab al-Masa’il berkata: “Imamiyah bersepakat atas orang yang mengingkari keimamahan salah seorang imam (yang dua belas) dan menentang apa yang Allah wajibkan kepadanya berupa kewajiban taat (kepada para imam) adalah kafir, sesat, dan wajib kekal di neraka.”
. . . kaum Syi'ah mengafirkan kaum muslimin Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang merupakan kelompok mayoritas kaum muslimin Indonesia. . .
Penutup
Dari pernyataan-pernyataan para ulama syi’ah dalam kitab-kitab mereka sendiri di atas, nampak jelas bahwa kaum Syi'ah mengafirkan kaum muslimin Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang merupakan kelompok mayoritas kaum muslimin Indonesia. Akidah mereka juga mengajarkan untuk membenci dan menimpakan kemudharatan kepada Ahlus Sunnah. Bahkan sampai menghalalkan harta dan darah kaum Sunni. Maka bukti terjadinya gesekan dan konflik saat Syi'ah mulain meningkat jumlahnya adalah tuntutan dari ajaran akidah Syi'ah. Oleh sebab itu, ajaran yang semacam ini layaklah untuk segera dilarang beredar di Indonesia. Jika mereka masih ingin tinggal di negeri ini dan hidup rukun dengan Ahlus Sunnah wal Jama'ah, hendaknya mereka meninggalkan ajaran yang berisi provokasi dan suka menghina kelompok lain. Kemudian kembali kepada kesatuan ajaran Islam, Al-Qur’an dan Sunnah shahihah sesuai dengan yang dipahami para sahabat Nabi ridhwanullah ‘alaihim. Wallahu Ta’ala a’lam.

10.29
JEMBER (voa-islam.com) – Pengikut  Syi’ah kembali memancing kerusuhan. Tak senang diselenggarakan sebuah kajian yang membahas tentang kesesatan Syi’ah di Puger, Jember, Jawa Timur, pengikut Syi’ah memaksa menggagalkan kajian tersebut hingga berujung pada tindakan anarkis.
Ketua Rois Syuriah PCNU Kencong, KH. Khoir Zad Maddah menyampaikan kronologis aksi anarkis yang terjadi pada Rabu malam (30/5/2012).
Hari Kamis tanggal 7 Juni 2012 rencananya akan diselenggarakan acara pengajian di rumah salah seorang tokoh di Puger, Jember. Isi pengajian itu adalah dialog tentang Syi’ah, sebab di Puger sudah marak penyebaran ajaran Syi’ah yang diantaranya diajarkan oleh Habib Ali, hanya saja Habib Ali tidak pernah mengakui kalau dirinya Syi’ah.
Dalam pengajian yang diselenggarakan bulan Juni nanti, akan dihadirkan pembicara Habib Muhdhor Al Hamid yang dikenal tegas terrhadap Syi’ah. Pihak Syi'ah ternyata ingin menggagalkan pengajian tersebut dengan mendatangi rumah salah satu tokoh masyarakat bernama ustadz Fauzi dan melakukan tindakan anarkis.
“Ada tujuh orang yang memaksa supaya kegiatan itu diurungkan pada tanggal tujuh itu. Dalam dialog itu agak panas sehingga terjadi saling pukul, akhirnya salah satu muridnya ustadz Fauzi terkena bacokan di kening, tapi tidak lebar,” kata KH. Khoir Zad Maddah saat dihubungi voa-islam.com, Kamis (31/5/2012).
Setelah terjadi ribut-ribut warga pun berdatangan, lalu tujuh orang itu melarikan diri. Kyai Khoir, sapaan akrabnya, menengarai salah satu dari tujuh orang tersebut ada keluarga Habib Ali.  “Salah satu dari tujuh orang itu ada keluarga Habib Ali,” ujarnya.
Masalah ini sekarang sudah ditangani pihak Polres Jember dan keluarga Habib Ali pun sudah hadir di Polres Jember untuk dimintai keterangan. Menurut informasi sudah ada dua orang yang diamankan di Polres Jember.
KH. Khoir Zad Maddah menyampaikan bahwa ia sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah agar hal itu tidak terjadi kembali. Karena ajaran Syi’ah sudah difatwakan sesat oleh MUI Jawa Timur  ia meminta aparat bertindak tegas terhadap kegiatan Syi’ah yang telah meresahkan warga Jember.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan teman-teman di PCNU Kencong untuk mengupayakan agar peristiwa itu tidak terjadi. Tentunya kami memohon terhadap aparat, karena keberadaan Syi’ah itu membikin resah, sesuai keputusan MUI bahwa Syi’ah Imamiyah itu dinyatakan sesat, sebisa mungkin aparat merespon masyarakat supaya kegiatan Syi’ah paling tidak di Puger itu ditutup,” ungkapnya. [Ahmed Widad]

10.27


BOGOR (voa-islam.com) - Aliran sesat kembali bermunculan di Jawa Barat, kali ini di Kampung Carangpulan, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, aliran sesat bernama Pajajaran Siliwangi Panjalu amat meresahkan warga sekitar.
Menurut salah seorang warga RW 5, Nurhayati (50), kelompok tersebut justru mengajarkan apa yang dilarang oleh agama yaitu sex bebas.
"Mereka (kelompok sesat) ngebolehin berhubungan dengan istri atau suami orang lain," katanya di sela aksi di halaman Kantor Kecamatan Dramaga, seperti dikutip detik.com, Sabtu (25/8/2012).
Bukan hanya itu, kelompok yang diperkirakan sudah mendiami Desa Cikarawang sekitar setahun itu juga mengajarkan untuk menyembah saung yang ada di sekitar markas mereka.
"Setiap malam mereka pada ngumpul, sekitar jam 2-3 malam, nyembah saung di depan rumah. Dengan nyembah saung mereka anggap dapat gelar haji satu hari satu malam," katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima Nurhayati dari warga lainnya, kelompok tersebut memiliki pengikut sebanyak 10 orang. 7 orang warga Desa Cikarawang serta 3 lainnya merupakan warga yang diduga pendatang dan penyebar aliran tersebut.
"Kita pengennya alirannya dihentikan, warganya diusir dan yang kena (turut serta) diusir," ujar Haryati geram.
Kesesatan yang paling pokok dari ajaran Pajajaran Siliwangi Panjalu diantaranya adalah merubah syahadat. "Syahadat diubah kelompok itu, tidak menyebut Rasul tapi Raden Kainuhumi," ungkapnya.
Demikia pula halnya dengan shalat dan puasa Ramadhan, aliran sesat ini juga tidak mewajibkannya.  "Aliran Pajajaran Siliwangi Panjalu itu tidak mewajibkan salat 5 waktu dan puasa," imbuhnya.
Bahkan ketika warga tengah menjalankan ibadah puasa, kelompok ini malah asik makan di tengah warga yang berpuasa. "Warga puasa tapi aliran ini enggak puasa," katanya.
Kegeraman warga pun mulai dirasakan ketika warga kerap diejek kelompok yang sudah setahun berdiam di desa tersebut. Warga yang pulang dari masjid usai menjalankan Salat Tarawih sering diejek kelompok yang diduga mengajarkan kesesatan. "Kalau kita pulang Tarawih sering dibilang badut," tutur Nurhayati.
Resah dengan ulah aliran sesat tersebut, akhirnya sekitar dua ratusan warga desa Cikarawang menggeruduk kantor Kecamatan Dramaga. Mereka menolak keberadan kelompok yang dianggap sesat yang ada di kampungnya. Aksi mereka akhirnya bubar setelah pejabat dari kelurahan dan Sekretaris Kecamatan memediasi keinginan warga.
Sikap MUI Kabupaten Bogor
Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor dengan tegas menyatakan bila kelompok Pajajaran Siliwangi Panjalu sebagai aliran sesat. MUI setempat meminta pengikut aliran tersebut bertaubat. Namun jika mereka tetap nekat dengan pemahaman sesatnya yang meresahkan warga, maka pilihan lainnya adalah meninggalkan kampung.
"Jika mereka tetap melakukan hal tersebut (ajaran sesat), mereka harus segera meninggalkan kampung," tegas Ketua Badan Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Kabupaten Bogor, Khaerul Yunus, ketika diwawancarai, Sabtu (25/08/2012).
Khaerul menyatakan, aliran Pajajaran Siliwangi Panjalu masuk dalam 10 aliran sesat di Indonesia. Untuk itu, MUI akan segera memanggil pimpinan kelompok tersebut untuk dimintai penjelasan mengenai ajaran yang sempat membuat resah warga di RW 5 dan 6, Kampung Carangpulan, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.
"Si pimpinan harus menghadapi kami dan memberikan penjelasan," tegasnya lagi. [Widad/dtk]

10.25 , ,
JAKARTA (voa-islam.com) - Di dalam sebuah berita yang dimuat kompas.com, Kamis (30/8/2012) kemarin termuat berita sebagai berikut:
Komputer beserta laptop adalah barang bukti yang disita dari kantor maupun rumah MK, terduga teroris, oleh Detasemen Khusus 88, Kamis (30/8/2012). Namun, selain bukti berupa peralatan elektronik, ada satu eksemplar buku yang turut disita.
"Kalau tidak salah judulnya Perang Akhir Zaman," ujar Kapolsek Arcamanik, Komisaris I Ketut Adi Purnama, saat ditemui di tengah penggeledahan.
Buku tersebut diamankan dari rumah MK yang terletak di Cluster Pawengan di Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Adi sendiri tidak melihat jelas isi buku yang dibawa, dia juga tidak bersedia menyimpulkan ada kaitan dengan penangkapan MK.
Hal serupa juga diutarakan tetangga MK bernama Ade Jauhari yang diminta menjadi saksi sewaktu penggeledahan berlangsung. Selain satu unit CPU, laptop, dan puluhan keping CD, Ade melihat petugas membawa buku tebal meski dia tidak jelas membaca judulnya. Dia sempat beranggapan bahwa buku tersebut adalah buku mengenai pemrograman mengingat MK sendiri bekerja di perusahaan informatika.
Sewaktu dicari di internet, memang ada buku berjudul Perang Akhir Zaman yang ditulis oleh Abu Robbani Abdullah. Berdasarkan tebal buku yang mencapai 442 halaman, cocok dengan keterangan Adi terkait buku yang tebal. Resensi buku ini menjelaskan ramalan dunia di masa mendatang yang diklaim berdasarkan metode ilmiah.
Judul yang beredar luas di toko buku ini mengulas peristiwa yang sudah terjadi, seperti penyerbuan Irak sebagai jalinan ramalan yang sudah dituliskan sebelumnya serta mengungkapkan beberapa hal yang diduga bakal terjadi pada masa mendatang.
MK diamankan Densus 88 dengan dugaan terlibat dengan jaringan terorisme meski belum disebutkan jaringan yang mana. Demikian isi berita tersebut.
Saya Abu Robbani Abdullah-penulis buku Perang Akhir Zaman- merasa sakit hati -yang timbul dari keimanan- karena Densus 88 telah menjadikan buku yang sarat dengan pembahasan keimanan kepada peristiwa-peristiwa akhir zaman menjadi salah satu barang bukti dalam kasus tersangka teroris MK bandung kemarin. Di mana akal dan perasaan keimanan mereka (Densus 88 dan aparat keamanan RI tersebut)?
Apa kaitannya antara isi buku tersebut  dengan kegiatan teror? Justru buku tersebut berisi –salah satu pembahasannya- adalah perilaku-perilaku jahat dan kejam para thaghut (penguasa tirani) dan para ansharnya (pembantunya) dan menelanjangi mereka  dihadapan Al-Qur`an dan Hadits serta fatwa para ulama umat yang tsiqoh (terpercaya); agar mereka bertaubat kepada Allah Swt sebelum Allah SWT membangkitkan Imam mahdi yang akan menghukum mereka dan memusnahkan mereka.
Menjadikan buku PAZ (Perang Akhir Zaman) sebagai alat bukti  adalah sangat aneh, sangat terasa aroma konspirasi jahat mereka (kaum freemasonry-zionis) agar apa yang ada dalam buku tersebut –menelanjangi kejahatan para taghut dan ansharnya- tidak boleh diketahui oleh ummat. Sehingga kebenaran yang hakiki tentang kejahatan thaghut tidak sampai kepada ummat.
Buku PAZ terbit dengan resmi, mempunyai ISBN, dengan penerbit & distributor handal terkenal Hanif dan Serambi, diterima juga  oleh toko-toko buku terkenal seperti Gramedia, Gunung agung, Wali Songo dan Toga Mas. Apakah para penerbit-penerbit terkenal tersebut dan Perpustakaan nasional telah bersepakat untuk menjadi teroris dengan menjual buku PAZ ditoko-toko mereka? Lalu bagaimana ia dijadikan oleh aparat sebagai alat bukti kejahatan; Bayangkan, betapa buruknya akal dan nurani mereka !

Berikut ini adalah resensi tentang isi buku PAZ
Buku PAZ (Perang Akhir Zaman) adalah satu dari sedikit buku yang akan menggemparkan publik Islam dan dunia di negeri-negeri ranah rumpun melayu saat ini. Karena buku ini akan membentangkan dan menyingkap sebagian besar taqdir Ilahi kepada umat manusia tentang kehendak Allah Swt. Kepada dunia. Tujuannya Agar manusia mau waspada untuk segera menyelamatkan iman dan milik mereka yang paling berharga, yaitu kehidupan mereka.
Buku ini akan menyingkap peristiwa akhir zaman yang paling mendebarkan, Perang Akhir Zaman, yang waktunya sudah akan tiba sebentar lagi. Dan sebagiannya sudah berlalu, yaitu Perang Dunia ke-1 dan ke-2., Kemudian Perang Iraq dengan Negara Salibis AS.yang baru berlalu satu dekade yang lalu. Perang ini berarti juga adalah mengisyaratkan  akan datangnya Al-Imam Al-Mahdi yang ditunggu-tunggu oleh umat yang beriman. Sudah sangat dekat sekali kedatangannya, bisa jadi pada dekade Hijriyah kini (1430H-1440H), Insya Allah. Ini bukanlah meramal, tetapi memprediksi secara ilmiyyah, berdasarkan  Isyarat-isyarat dari Al-Qur`anul karim, Hadits-hadits nabi saw yang Tsabit, atsar sahabat, Manuskrip-manuskrip kuno dan berita-berita rahasia dari kaum New World Order dan Pentagon yang bocor. Semuanya adalah suatu peringatan dan menjadi rahmat bagi orang-orang beriman yang masih hidup pada zaman ini.
Menurut Khabar Rasulullah saw yang sahih maka sang Imam yang saleh ini (Muhammad bin Abdullah) pasti akan memerangi pemimpin negara-negara tirani di semenanjung Arabia, Siapakah Negara-negara itu saat ini?!; Dia juga akan memerangi Parsia, siapakah Negara itu saat ini; Pemimpin akhir zaman ini juga akan memerangi Romawi sebagai suatu perang yang sangat dahsyat, paling besar dan paling monumental; Suatu perang yang sangat menentukan eksistensi ummat Islam pada saat itu. Apakah akan musnah selama-lamanya atau akan bengkit dan menang. Dan kemudian Al-Mahdi akan memerangi konstantinopel, bersama mujahidin, siapakah konstantinopel di masa kini? Dia juga akan memerangi Al-Masih Ad-Dajjal pemimpin New World Order. Siapakah new World Order itu?.
Buku PAZ juga akan menyingkap apakah bintang berekor yang sering disebut-sebut oleh nabi saw, sahabat dan manuskrip kuno itu adalah berupa Planet X/nemesis (planet Kematian) yang telah diprediksi secara ilmiyyah oleh para ilmuwan yang jujur abad ini  akan melewati/menumbuk bumi pada desember 2012??!. Buku ini juga akan menyingkap kejahatan Vaksin , Codex dan kejahatan lainnya dari kaum New World Order. Buku ini akan menyingkap rencana kaum satanic The New World Order untuk menjerumuskan dunia pada bencana Perang Dunia  III.Apakah Perang Dunia ke-3 itu akan terjadi??!! Buku PAZ juga akan menyingkap Kehancuran Negara Yahudi Amerika Serikat yang nubuwatnya telah ada dalam Injil dan manuskrip kuno. Buku akan menyingkap rahasia ancaman badai Solar Blast bagi umat manusia di bumi pada 2012 yang akan mengancam kematian 2/3 populasi penduduk bumi, apakah itu Solar Blast?I Buku ini juga akan mengungkap bahwa kehidupan dunia ini akan kembali ke zaman dulu , seribu tahun yang lalu. Tekhnologi dan kenikmatan hidup yang sangat maju ini akan dimusnahkan oleh sang Penciptanya, Allah Swt, Kalau terjadi maka Apa sebabnya?
Buku Perang Akhir zaman ini akan mengungkap kabar gembira tentang akan datangnya zaman keemasan Islam (Khilafah ala Minhaji Nubuwwah) yang sudah dinubuwatkan 1400 tahun yang lalu) dan akan dihancurkannya kerajaan-kerajaan dan pemerintahan tirani yang bercokol di dunia saat ini. Dan tahukan anda wahai kaum Muslimin bahwa para mujahidin dari Al-Qaida, Thaliban, Hamas, Moro dan Mujahidin yang eksis pada hari ini dan disebut-sebut sebagai terrorist sebenarnya adalah pasukan yang kelak akan menjadi pasukan utama dan penegak pilar-pilar  dan panji Al-mahdi dan tentara Khilafah ala minhaji Nubuwwah dan peradaban emas di masa mendatang. Maka anda harus mengenal kebenaran dari pernyataan kami ini. Anda harus mengenal pribadi-pribadi yang harum dari para mujahid & Da`I abad ini, termasuk yang paling terkenal dari mereka, Syaikh Usamah bin Laden. Anda harus menjadi bagian dari mereka.Dan andapun  harus tahu Mimpi yang baik dari Syaikh Usamah bin Ladin  –Rahimahullah- di usia 9 tahun. Harus!!! Agar semakin yakin  bahwa mereka bukanlah teroris sejati, tapi sejatinya teroris adalah the New World Order, Amerika Serikat  dan para sekutunya.
Bagaimanakah Aqidah Tauhid yang dimiliki oleh Imam Mahdi dan para Mujahidin dimasa mendatang sehingga mereka dapat menaklukkan seluruh biang kekufuran, Kemusyrikan, kemunafikan, bid`ah dan Taghut Tirani serta maksiat di muka bumi?
Maka carilah jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan besar ini dengan memiliki buku PAZ, atau menghadiri Launching dan bedah bukunya bersama penulisnya. Inilah buku yang paling panas dan paling hot di muka bumi sekarang dan tidak ada lagi buku yang serupa dengannya setelah ini, Buku ini –dengan rendah hati- kami persembahkan sebagai Karya paling monumental dari Hanif-Cicero, Buku ini adalah buku Eksklusif, The Islamic Hand Book For mapping The Global Future. What Ever! Insya Allah !.Buku  PAZ tersedia di toko-toko buku Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas dan Wali Songo di seluruh Indonesia. Akhirnya:
  1. Saya menuntut aparat agar mereka menarik kembali ucapan mereka yg telah menjadikan buku PAZ sebagai alat bukti kejahatan.
  2. Memberi nasehat tulus kepada kaum Muslimin untuk tetap kritis dan berani dalam menegakkan kebenaran
  3. Membaca dengan baik isi buku PAZ agar dapat mengmbil pelajaran2 iman  darinya , dan juga keselamatan
  4. Menyatukan barisan kaum Muslimin untuk bersegera melaksanakan i`dad dalam rangka berjihad bersama Imam mahdi  dan Mujahidin, dan tidak mudah terprofokasi dan tertipu oleh makar dan konspirasi jahat mereka (kaum salibis-Zionis & Taghut) terhadap kaum mukminin
  5. Mendo`akan semua mujahidin dan muwahhidin serta da`i-da’i yang sedang diuji Allah agar mereka dapat tabah  dan kelak mendapatkan jalan keluar yang terbaik dari masalah mereka. Aamiin ya Robbal `alamin.
Jakarta, 31 Agustus 2012


Abu Robbani Abdullah

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget