Oktober 2012

JAKARTA — World Assembly of Muslim Youth (WAMY) atau Liga Pemuda Muslim Dunia, Inggris tidak menyia-nyiakan kesempatan berdakwah di momentum pelaksanaan pesta Olahraga Bangsa-Bangsa se-Dunia (Olimpiade) tahun 2012 yang digelar di London, Inggris.
Een Sukana, mantan Ketua Korps HMI Wati Cabang Jakarta yang kini berdomisili di New Castle, Inggris, kepada Harian Terbit menuturnya, hasil kerja keras tim dakwah WAMY ini sudah terlihat. Tidak kurang dalam seminggu sejak acara olimpiade itu diresmikan tanggal 27 Juli 2012, sudah 17 orang menyatakan bersedia masuk Islam, dan mengucapkan dua kalimah syahadat, sebagai tanda mereka memeluk Islam.
Menurut Een, sejak jauh-jauh hari, WAMY UK bertekad menjadikan momen besar itu untuk memperkenalkan Islam melalui jalur dakwah. Mereka membentuk Team Islamic Dakwah, dan mengadakan persiapan dakwah dengan merekrut sejumlah volunteer untuk melakukan dakwah di perhelatan akbar tersebut.
Volunteer itu kemudian diberikan kursus dakwah singkat yang disebut Olympic Da’wah Training. Dalam kursus Volunteers dipersiapan untuk bagaimana mempersiapkan diri dan mental mereka untuk menghadapi orang-orang non-muslim yang tidak memiliki pengetahuan tentang Islam , yang arogan terhadap kebenaran.
Volunteers juga dipersiapkan untuk bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan umum yang biasa di lontarkan oleh kaum non-muslim dengan baik dan sopan. Ini dipersiapkan untuk menghindari argumen yang panas.
Team Dakwah membuka stand di Olympic Village dimana semua volunteers memberikan Leaflets (literatur) tentang Islam yang dibagikan kepada pengunjung Olympide. Aktivis Dakwah dari WAMY yang tergabung dalam tim dakwah ini secara sporadis dan tidak segan-segannya melaksanakan salat di tempat umum dan terbuka.
Een juga melaporkan selain membagi-bagikan leaflet, aktivis dakwah WAMY juga mempersiapkan acara berbuka puasa bersama dengan pengunjung muslim, dan juga orang-orang non Islam di base camp mereka. Tim Dakwah berbaur dengan kaum muslimin dari berbagai Negara, dan juga mereka mengajak orang-orang non Islam untuk menikmati iftar (makanan berbuka) bersama-sama dengan mereka.
“Tim dakwah WAMY ini semakin hari semakin kompak, dan semakin mendapat apresiasi dari kalangan masyarakat Inggris, yang selama ini alergi terhadap Islam,” tutur Een. Een juga merasa bersyukur bisa menikmati kehidupan beragama yang enak di negeri Inggris, tanpa adanya tekanan dari mana pun. Allahu Akbar.

JAKARTA — Museum Islam pertama di Australia akan dibuka tahun 2013, demikian kata pendirinya Moustafa Fahour kepada koresponden kantor berita Anadolu.
Pendiri Australia Islamic Museum, kepada Anadolu mengatakan, pihaknya memutuskan untuk membangkitkan seni budaya Islam dengan cara mendirikan museum. Fahour menceritakan, dua setengah tahun lalu museum sudah mulai dibangun.
“Pondasi bangunan diletakkan pada Mei 2012. Orang Kristen, Maronit, Buddha dan Hindu datang menghadiri upacara peletakan batu pertama itu. Setelah itu pekerjaan pembangunannya terus berlangsung.”
Rencananya, museum Islam pertama di benua Kanguru itu akan dibuka mulai November 2013.
Dalam pembangunannya, menurut keterangan Fahour, pemerintah Australia menyumbang 1,5 juta dolar AS, sementara pemerintah negara bagian Victoria memberikan donasi 500.000 dolar AS.
Dengan bantuan sejumlah bank dan perusahaan konstruksi, sampai saat ini panitia sudah berhasil mengumpulkan 9,5 juta dilar AS dari perkiraan biaya total 10 juta dolar AS.

Presiden menanggapi peristiwa Monas seakan kudeta. Kedubes AS pun melibatkan diri. Padahal itu tawuran biasa yang selalu terjadi di Indonesia. Ada apa? SKB sudah terbit. Tapi peristiwa ini adalah “pelajaran!”

Oleh: Amran Nasution *
Kiranjit Ahluwalia memang membunuh Deepak. Suatu malam di bulan Mei 1989, ketika sang suami tidur lelap ia siram kedua kakinya dengan bensin, ia sulut dengan korek api. Lima hari kemudian, Deepak menghembuskan napas terakhir di rumah sakit. Wanita beranak dua itu pun ditangkap polisi.
Pada mulanya peristiwa di Southall, pinggiran barat London ini, dianggap pembunuhan biasa. Pengadilan memvonis wanita asal Punjab, India, yang berimigrasi ke Inggris itu, dengan hukuman seumur hidup. Tapi guru bahasa Inggrisnya di penjara melaporkan kasusnya kepada seorang pengacara berpengaruh.
Dari sini cerita menjadi seru. Terutama setelah kelompok pembela hak perempuan Asia dan kulit hitam, Southall Black Sisters, aktif berdemonstrasi membela Kiranjit agar dibebaskan dari penjara. Pers berebut meliputnya, para ahli hukum memperdebatkannya, para kolumnis menganalisanya.
Ternyata Kiranjit adalah kisah wanita Timur yang tabah, mengabdi kepada suami, menjaga martabat keluarga, tapi provokasi demi provokasi dari Deepak berujung pembunuhan.
Deepak pecandu alkohol berat, punya hobi menyiksa istri. Kalau sudah marah apa yang ada di tangannya ia pukulkan, dan itu sering terjadi di depan mata dua anak mereka yang masih kecil. Ke mana pun Kiranjit lari, ia kejar sampai dapat dan babak-belur.
Itulah yang terjadi di malam nahas. Setelah puas menyiksa istrinya Deepak tertidur dalam mabuk beratnya. Ketika itu Kiranjit berpikir, baik kalau kaki Deepak ia bakar agar tak mampu lagi mengejarnya. Dengan demikian ia bisa lepas dari siksaan. Maka wanita yang sehari-hari bekerja menyortir surat di sebuah kantor pos, membakar kaki suaminya.
Pengadilan banding pada 1992, memvonis bebas Kiranjit yang telah tiga tahun mendekam di penjara. Hakim berpendapat ia memang tak berniat membunuh.  Kata Kiranjit di depan sidang, ‘’Saya tak pernah berencana membunuhnya. Saya hanya ingin ia berhenti menyakiti saya.’’
Menurut hakim, peristiwa terjadi karena Kiranjit menderita depresi berat akibat perlakuan Deepak. Vonis ini kemudian seperti ditulis The Guardian, 4 April 2007, menjadi preseden sejarah hukum di Inggris.  Tahun lalu, sutradara asal India di London, Jag Mundhra, mengangkat tragedi ini ke dalam film berjudul: Provoked: A True Story (Provokasi: Sebuah Kisah Nyata).
Bila diamati peristiwa Monas (Monumen Nasional), Minggu, 1 Juni 2008, kelompok Front Pembela Islam (FPI) adalah Kiranjit: pihak yang melakukan tindakan melawan hukum akibat tak tahan menghadapi provokasi demi provokasi para tokoh liberal yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).
Kelompok-kelompok Islam ini – termasuk MUI – sudah lama menjadi bulan-bulanan pemberitaan media massa yang lebih berpihak kepada kelompok liberal dan isu-isu yang mereka bawa. Mulai kasus RUU Pornografi dan Pornoaksi, berbagai aliran sesat, dan terakhir Ahmadiah.
Adnan Buyung Nasution, misalnya, seenaknya bilang MUI supaya dibubarkan karena mengeluarkan fatwa Ahmadiah. Penasehat Presiden itu mengejek-ejek salah seorang tokoh MUI yang tak lain koleganya sesama penasehat Presiden. Padahal dalam pandangan kelompok Islam ini, MUI harus dihormati karena merupakan kumpulan para ulama. Buyung beberapa kali menantang-nantang mereka dengan sangat emosional.
Tulisan para aktivis liberal di koran, majalah, atau wawancara di televisi, selalu menyerang atau mengejek-ejek mereka atau sesuatu yang mereka yakini dan muliakan. Di dalam selebaran untuk mengerahkan pendukungnya ke Monas, 1 Juni 2008, AKKBB menuduh kelompok anti --Ahmadiah adalah anti-- UUD dan Pancasila serta persatuan nasional. Mereka akan memaksakan rencana mendirikan negara Islam, mengganti dasar negara.
Di bawah pernyataan tercantum 289 nama, sejumlah di antaranya tokoh terkenal. Mulai Gus Dur, Goenawan Mohamad, Adnan Buyung Nasution, Marsilam Simanjuntak, Asmara Nababan, Rahman Tolong, Ulil Abshar Abdala, sampai Syafii Maarif dan Amien Rais.  Selebaran dimuat di koran sebagai iklan, selain tersebar ke mana-mana. Itu amat meresahkan FPI, FUI, dan lainnya yang sejak lama berpendapat Ahmadiah harus dilarang karena mencederai Islam. Sebagaimana Kiranjit mereka tampaknya terus diprovokasi.
Amat wajar polisi berusaha agar massa kelompok FPI dan AKKBB tak bertemu ketika 1 Juni 2008, keduanya melakukan demonstrasi.  Kenyataannya kelompok AKKBB tak peduli. Mereka seakan ingin berhadapan dengan kelompok FPI. 
Kedutaan Besar Amerika
Siang itu di depan Istana Merdeka, massa Hizbut Thahrir Indonesia (HTI), FPI, MMI, dan FUI, melakukan demo anti-kenaikan harga BBM. Dari arah Hotel Indonesia muncul massa AKKBB yang berdemo menentang pelarangan Ahmadiyah. Dari pengeras suara di atas mobil terdengar suara mengejek FPI sebagai ‘’laskar kapir’’, ‘’laskar setan’’.
Provokasi itu menyebabkan kelompok massa FPI yang dipimpin Munarman kehilangan kesabaran. Meski salah seorang dari massa AKKBB mengeluarkan pistol dan menembakkannya ke atas sampai empat kali, tak ada gunanya. Saat itu pistol lebih berfungsi sebagai alat provokasi daripada pencegahan. Terjadilah insiden. Sejumlah massa AKKBB terluka, beberapa sempat dirawat di rumah sakit.
Bentrokan sesungguhnya kecil saja. Setidaknya lebih kecil dibanding banyak kerusuhan pemilihan kepala daerah (Pilkada).  Di Ternate, Maluku Utara, misalnya, sejumlah rumah dibakar. Sebelumnya, dalam pemilihan Bupati Tuban, Jawa Timur, bukan cuma rumah, pendopo bupati, kantor KPU, kantor partai, mobil dan beberapa properti lain dibakar. Apalagi kalau dibandingkan dengan kerusuhan Ambon, Poso, atau pembantaian orang Madura di Kalimantan.
Tapi kali ini hiruk-pikuknya bukan kepalang. Koran, radio, dan televisi menjadikannya berita utama dengan tema menyerang kelompok FPI. Ormas itu harus dibubarkan karena merupakan organisasi kekerasan.
Saking bersemangat, koran TEMPO memuat mencolok foto Munarman mencekik seseorang yang disebutnya anggota AKKBB, tanpa pengecekan. Ternyata Munarman sedang berusaha mencegah anggotanya sendiri berbuat anarkis. Berita foto itu sangat menjatuhkan Munarman dan tampaknya akan menjadi kasus hukum.
Demonstrasi menuntut pembubaran FPI pecah di pelbagai daerah terutama di Jawa Timur, basis Gus Dur. Berbagai tindak kekerasan diterima FPI daerah. Malah di Banyuwangi, mucikari dan pelacur turut berpartisipasi mendemo FPI.
Seakan negara dalam keadaan darurat, Presiden SBY tampil menyampaikan pernyataan resmi dari Istana. ‘’Negara tak boleh kalah oleh kekerasan,’’ katanya. Gaya penampilan Presiden, mimiknya, tekanan kalimatnya, menggambarkan seakan FPI dan kelompoknya telah melakukan kudeta. Gaya Presiden yang berlebihan itu tambah memojokkan FPI.
Padahal kalau bentrok begitu saja harus ditanggapi Presiden langsung, setiap hari ia harus tampil. Ikutilah radio atau televisi, hampir setiap hari ada bentrok massa. Penyebabnya macam-macam, mulai Pilkada, demonstrasi BBM, tawuran antar-kampus atau antar-sekolah, tawuran antar-geng motor, rebutan lahan parkir, sampai sengketa tapal batas desa. Penyerbuan polisi ke Universitas Nasional, sebelumnya jauh lebih keras dari peristiwa Monas. Tapi Presiden diam saja.
Yang jelas bentrokan Monas menguntungkan pemerintah. Soalnya, FPI, Hizbut Thahrir Indonesia (HTI), dan ormas Islam lainnya, merencanakan demonstrasi besar-besaran anti-kenaikan harga BBM mulai 6 Juni 2007. Demonstrasi itu akan diteruskan dengan gerakan mogok massal nasional. Berbagai persiapan sudah dilakukan.
Ketika polisi menggerebek kantor FPI ditemukan segepok selebaran berjudul, ‘’Lumat SBY-YK’’. Lumat singkatan lima tuntutan ummat: batalkan kenaikan harga BBM, turunkan harga sembako, nasionalisasi aset negara yang dikuasai asing, bubarkan dan nyatakan Ahmadiyah sebagai organisasi terlarang, dan usir NAMRU-2 dari Indonesia serta bersihkan kabinet dari antek Amerika Serikat.
Melihat tema yang mereka usung, gerakan itu akan merepotkan pemerintah sekalian menyulut gerakan anti-Amerika di Indonesia. Aksi itu rupanya harus dicegat jangan sampai terjadi maka meletuslah peristiwa Monas.
Lihatlah aktivitas Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jakarta. John Heffern, Kuasa Usahanya, sibuk mengunjungi korban dari AKKBB di Rumah Sakit Gatot Subroto. Keesokan hari, Kedubes mengirimkan pernyataan resmi ke media massa mengutuk aksi kekerasan Monas. Belum cukup. Pernyataan itu mengajari Pemerintah Indonesia agar menjunjung kebebasan beragama bagi warganya sesuai UUD. Itu jelas intervensi urusan dalam negeri Indonesia.
Bagaimana mungkin orang-orang Kedubes itu masih punya keberanian moral mengutuk kekerasan Monas, sementara negaranya adalah imperium kekerasan yang sudah membunuh 1 juta manusia di Iraq. Menangkap, menahan, dan menyiksa ratusan orang di Guantanamo, tanpa mengadilinya lalu diam-diam melepaskannya.
Pantas Naomi Wolf, aktivis dan kolumnis dari New York, penulis buku laris The Beauty Myth, menuduh negeri itu sedang menuju pemerintahan fasis (fascist shiff). Riset yang dilakukan wanita ini menemukan seluruh ciri-ciri pemerintahan Hitler di Jerman, Mussolini di Italia, dan Augusto Pinochet di Chili, ada pada pemerintahan Bush.
Bagaimana mereka mengajari kebebasan beragama di Indonesia, padahal banyak pendeta dan pengikut Mormon mendekam di penjara Amerika karena melakukan poligami sesuai ajaran agama yang mereka yakini. Apa beda mereka dengan Ahmadiah? Pendeta David Koresh dan puluhan pengikutnya diledakkan polisi federal FBI sampai terbakar berkeping-keping karena mendirikan sekte Kristen sendiri. Masih ada cerita lain yang mengerikan seperti itu.
Di Guantanamo, Al-Quran mereka cemplungkan ke dalam WC – seakan hal lumrah – agar orang yang mereka periksa marah dan bicara terbuka. Dari pengakuan eks tahanan Guantanamo yang telah bebas, penghinaan Al-Quran jadi metode pemeriksaan tersendiri, selain berbagai model penyiksaan lainnya seperti waterboarding, menyiramkan air ke wajah sehingga korban sesak bernapas seakan tenggelam.
Di Iraq, tentaranya latihan menembak dengan Al-Quran sebagai target. Apakah mereka masih berhak bicara kebebasan beragama? [berlanjut/hidayatullah]
* Penulis Direktur Institute For Policy Studies
Sumber: Hidayatullah

20.26 ,
CIPUTAT  - Kamis Siang (18/10/2012), kawasan Jl. Surya Kencana, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten tidak seperti biasanya. Hal tersebut karena adanya bentrokkan antara mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) dengan polisi.
Bentrokan sendiri terjadi karena para mahasiswa Unpam berdemonstrasi untuk menolak kedatangan Wakapolri Komjen Pol. Nanan Sukarna yang sediannya akan mengisi kuliah umum bertema "Peran Serta Polri dan Tantangan Masa Depan".
"Ada keributan antara petugas dan juga mahasiswa di lokasi Universitas Pamulang," kata petugas Polsek Pamulang kepada detikcom, Kamis (18/10/2012) pukul 11.00 WIB.
Nanan Sukarna sendiri bertandang ke kampus yang terletak di seberang Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Pamulang itu untuk memberikan kuliah umum karena mewakili Kapolri, Jendral Pol. Timur Pradopo yag tidak bisa hadir.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh Kru FAI dilapangan, bentrokkan terjadi karena diawali oleh tindakan represif polisi yang menghadang aksi demo para mahasiswa.
"Kami hanya ingin menghadang polisi agar tidak masuk kedalam kampus. Tapi polisi malah mendorong-dorong kami (para mahasiswa-red), sehingga barisan temen-temen menjadi pecah dan melakukan perlawanan," ujar salah satu mahasiswa Unpam.
Dengan adanya balasan tindakan balasan dari mahasiswa, Polisi lalu membubarkan demonstrasi mahasiswa dengan gas air mata, peluru karet dan bahkan peluru tajam sehingga bentrokan semakin memanas.
"Kami tidak ingin kesewang-wenangan polisi terus menerus terjadi, baik kepada mahasiswa, petani, buruh, pedagang asongan dan lain-lain. Dan jelas sekali kesewang-wenangan polisi berlanjut disini dengan membubarkan aksi kita menggunakan peluru tajam. Tadi teman kita ada yang kena dibagian perutnya," tambahnya.
Mahasiswa pun tidak mau kalah, mereka kemudian melemparkan bebatuan dan bambu kepada polisi. Batu-batu itu berserakan di depan kampus dan di sekitar Polsek Pamulang. "Polsek saja penuh batu," kata seorang petugas Polsek Pamulang.
Karena suasana yang semakin memanas dan tidak terkendali, akhirnya polisi yang diperbantukan untuk menghadapi para mahasiswa diperbanyak dari sebelumnya. "Saat ini sudah ada bantuan petugas untuk pengamanan," kata petugas itu.
Nanan Sukarna yang sekarang ini juga sedang mencalonkan dirinya untuk maju dalam Pilgub Jawa Barat sudah berhasil keluar dari Universitas Pamulang setelah acara kuliah umum selesai.
Namun kondisi di sekitar kampus dan Jl. Surya Kencana masih terlihat tegang hingga siang hari. Puluhan polisi merapat di depan gerbang kampus dengan senjata dan peralatan huru hara secara lengkap.
Mahasiswa Universitas Pamulang saat melawan Polisi
Sementara itu, para mahasiswa dari dalam kampus meneriaki polisi dengan kata-kata, "Sono (sana-red) lawan mujahidin, jangan lawan kami. Berani Cuma lawan mahasiswa," teriak para mahasiswa Unpam.
Diteriaki 50-an mahasiswa seperti itu, dan secara terus-menerus meneriaki polisi dengan kata-kata yang sama, polisi terlihat marah dan kemudian membalas dengan menembaki para mahasiswa dengan gas air mata dan peluru karet, bahkan dengan peluru tajam. (Kru FAI/dbs/arrahmah.com)

AKARTA  - Keluarga Nanto menyesalkan tindakan Densus 88 yang melakukan penangkapan terhadap Aktivis Masjid Baitul Karim tersebut , tanpa surat penangkapan. Nanto sendiri ditangkap Densus 88 saat bersama saudara kembarnya ketika sedang membagi-bagikan daging Qurban ke warga masyarakat setempat. "Saat adik saya disergap saya sempat meminta mereka untuk menunjukkan surat penangkapan, tapi mereka hanya mengatakan iini resmi ada suratnya. Tapi, hingga saat ini keluarga tidak satupun yang melihat surat itu. Kita merasa ditipu," Kata Saudara kembar Nanto, Sunardi kepada arrahmah.com dirumah orang tuanya yang menjadi lokasi penggerbekan, Jl Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu malam (27/10).
Lebih dari itu, saat penggeledahan di rumah orang tuanya Densus 88 enggan ditemani oleh pihak keluarga ataupun RT setempat, hal ini memicu kekecewaan keluarga.
"Aneh sekali mereka menggeledah rumah, tapi tidk mau disaksikan oleh perwakilan warga dan Masyarakat," ungkap pria yang biasa di sapa Nandi tersebut.
Tidak Ada Bom
Nandi juga membantah berita yang beredar terkait tuduhan ada bom yang ditemukan dirumah orang tuanya. Pasalnya ketika Polisi selesai menggeledah dan menunjukkan tas ransel yang dibawa Nanto keluarga dan masyarakat telah menyaksikan bersama bahwa di tas tersebut tidak ada baha peledak dan sejenisnya.
"Tas itu sudah kita sama-sama lihat, dan isinya hanya laptop. Saya sudah tegaskan ke Polisi bahwa kita jadi saksi jika suatu saat beritanya berbeda, Kalau benar ada BOM, pasti daerah sini sudah disterilkan dari jarak beberapa meter. Tapi, itukan tidak dilakukan" ujarnya.
Kata Nandi, Pihak Polisi juga sudah mempermainkan dirinya dan keluarganya terutama Istri dari adiknya. Saat keluarga mencari informasi keberadaan Nanto setelah penyergapan, Polisi mengarahkan ke beberapa tempat yang tidak ada keberadaan adiknya tersebt.
"Saya mau meminta surat Kuasa Hukum untuk dihubungkan ke TPM, saat diinfokan adik saya mereka bilang di Polsek Palmerah, tapi ketika kesana tidak ada dan mereka bilang ada dikontrakan, kesana pun saya tidak mendapatkan adik saya,"bebernya.
Nandi pun, membantah adiknya terlibat aksi-aksi yang ditudhkan Densus 88 dan media massa. Menurutnya keseharian adiknya hanyalah berdakwah berhubung adiknya juga merupakan skretaris bidang dakwah di Masjid Baitul Karim, Kebon Kacang.
"Aktifitas adik saya itu terbuka, semua masyarakat sini sudah sangat mengenalnya sejak lama, bisa dilihat dan dinilai secara terbuka," tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Densus 88 menyergap 3 orang aktifis masjid di Palmerah dan Tanah Abang dengan tuduhan terlibat jaringan terorisme. Diantara nama yang sudah dirilis Herman, David, dan Sunarto alias Nanto (bilal/arrahmah.com)
Foto : Nandi saudara kembar Nanto

19.58
BURMA  - Presiden Burma (Myanmar) telah mengakui terjadinya aksi penghancuran besar-besaran terhadap desa-desa dan kota di negara bagian Rakhine (Arakan), Burma Barat, BBC melaporkan.
"Telah terjadi insiden seluruh desa dan bagian-bagian kota dibakar di negara bagian Rakhine," kata juru bicara Presiden Thein Sein kepada BBC.
Pernyataan ini muncul setelah Human Rights Watch (HRW) -pemerhati HAM internasional- merilis gambar yang diambil dari satelit yang menunjukkan ratusan bangunan hancur di kota Kyaukpyu saja, belum termasuk kota lainnya.
"Seluruh daerah telah dibakar habis, para penduduk terlihat jelas semuanya tiada," kata Phil Robertson dari HRW.
HRW juga mengkonfirmasi bahwa warga Muslim Rohingya telah diserang oleh warga Buddhis.
Juru bicara kepresidenan Zaw Htay mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah telah memperketat keamanan di Arakan, jam malam telah diberlakukan.
Foto yang diambil dari satelit itu menunjukkan kondisi distrik Kyaukpyu pada 9 Oktober 2012 dan pada 25 Oktober 2012.
Pada 9 Oktober, sebelum terjadi serangan, ratusan rumah masih bisa terlihat di semenanjung kota, serta sejumlah rumah perahu di sepanjang garis pantai utara.
Tetapi foto yang diambil pada hari Kamis (25/10/2012), distrik seluas 35 hektar itu hampir semuanya rata, rumah-rumah tak terlihat lagi, hanya beberapa perahu yang masih ada.
Seorang wartawan lokal yang mengunjungi tempat kejadia mengatakan kepada cabang BBC di Burma bahwa daerah tersebut benar-benar hancur, dengan sebagian rumah masih mengeluarkan asap.
Di distrik lainnya, dengan populasi sekitar 3.000, hanya terlihat tiang-tiang rumah dan batang-batang pohon yang hangus.
Menurut laporan sementara, lebih dari 360 Muslim telah gugur akibat serangan dari warga Buddhis yang dibantu pasukan keamanan sejak Ahad pekan lalu dan lebih dari 3500 rumah ludes dilalap api. Ratusan Muslim terpaksa dikuburkan secara massal dalam satu liang karena keterbatasan yang ada.
Ribuan Muslim lainnya yang masih hidup berusaha menyelamatkan diri mereka dengan pergi menggunakan perahu-perahu untuk mencari tempat yang aman, namun mereka juga harus menghadapi hambatan tambahan, yaitu dikejar-kejar dan dihalangi oleh warga Buddhis dan pasukan keamanan. (siraaj/arrahmah.com)

02.03
Dalam alkitab juga dijelaskan bahwa bangsa israel pernah disuruh untuk memilih antara Yahwe ELOHIM (dewa israel) atau Ammuru ELOHIM (dewa amorit):
(Yosua 24:15)
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Yahwe ELOHIM, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan melayani; ELOHIM bangsa israel {Yahwe ELOHIM} yang kepadanya nenek moyangmu melayani, atau ELOHIM bangsa Amorit {Amurru ELOHIM} yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan melayani Yahwe ELOHIM"
(Hakim 6:10)
"Akulah Yahwe, ELOHIM bangsamu, maka jangan takut dengan ELOHIM bangsa Amorit, yang negerinya kamu diami ini"

Ini menandakan adanya persaingan antar dewa-dewa teritorial, sama halnya dengan persaingan antar bangsa. Masing-masing dewa juga rebutan pengikut. Ini menunjukkan sifat yg sangat "duniawi" khas sifat dewa teritorial

YAHWE & BATAS TERITORIAL
Juga bisa diperhatikan dari sisi sejarah, bahwa ketika bangsa israel berada di tanah Mesir, Yahwe ELOHIM (dewa Yahwe) tidak ikut berada disana, melainkan mengirim Musa sebagai utusannya. Ini menandakan dewa Yahwe saat itu tidak mampu melewati batas teritorial kekuasaan ELOHIM bangsa lain, sehingga harus menggunakan Musa. Saat itu ELOHIM bangsa mesir adalah Neteru ELOHIM (dewa Anunnaki).

SIAPAKAH YAHWE MENURUT YESUS
Dalam kitab Gospel Yudas, Yesus sendiri menyatakan bahwa allah-allah yg disebut di Perjanjian Lama bukanlah Allah/Eloha yg sebenarnya, melainkan adalah dewa ("lesser god")
Dewa disini definisinya adalah entiti spiritual yg lebih superior drpd manusia tapi otoritasnya masih dibawah Tuhan
Dalam Gospel Yudas disebutkan pula bahwa Yesus dikirim sebagai Anak Allah yg sebenarnya, bukan sebagai salah satu dari dewa-dewa seperti Yahwe. Misi dari Yesus adalah menunjukkan bahwa penebusannya bertujuan untuk menghubungkan manusia langsung dengan Tuhan Allah.
Oleh karena itu di Perjanjian Baru sudah tidak ada lagi tertulis kata Yahwe, karena dengan adanya Yesus, manusia sudah bisa mengenal Tuhan tanpa harus melalui dewa-dewa seperti Yahwe.

YAHWE HILANG DI PERJANJIAN BARU
Salah satu bukti bahwa Yahwe bukanlah Tuhan yg esa, adalah tidak disebutkannya nama Yahwe sama sekali di Perjanjian Baru, padahal nama ELOHIM/Aloha/Eloha tetap ada.
(Wahyu 20:11)
"Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia {Eloha}, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya"
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang duduk di Tahta putih jelas bukan Yahwe. Namun Eloha yg esa. Kalau memang Yahwe pasti sudah dituliskan demikian.

Lalu dimanakah Yahwe di Perjanjian Baru? Kemungkinan dia kini hanyalah wujud satu dari tujuh roh bangsa2 yg disebut di ayat berikut ini.
(Wahyu 5:6)
"Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah {Eloha} yang diutus ke seluruh bumi."
Namun karena itu tidak tertulis, maka hanya asumsi saja. Yg jelas nama Yahwe jelas tidak ada tertulis.
Mungkin Yesus & para rasul tahu bahwa tidak relevan membawa dewa teritorial di dalam Perjanjian Baru.

01.53
Ini adalah sharing persepsi tentang Yahwe & tidak bermaksud untuk menjauhkan/mendiskreditkan pengikut Yahwe. Saya hanya sharing  persepsi ttg Yahwe dalam pandangan pengikut Yesus dgn berdasarkan ayat2 Alkitab ibrani.
Bisa kita diskusikan bersama sekiranya ada yg mengganjal. Karena saya terbuka terhadap pemikiran dari aliran apapun

KERANCUAN TERJEMAHAN
Dalam Alkitab terjemahan indonesia terjadi kerancuan karena kata Lord, God, ELOHIM semuanya dihajar jadi satu kata "Tuhan" inilah permasalahannya yg menyebabkan semua mengira Yahwe adalah Tuhan, padahal levelnya hanyalah setara dewa.

DEFINISI NAMA YAHWE
Untuk mengetahui siapakah Yahwe berdasar alkitab bisa dilihat dari kitab Mazmur bahasa ibrani yg asli (jangan terjemahan indonesia yg hantam kromo semua diganti jadi kata Tuhan):
(Mazmur 24:10)
"miy hu zeh melekh' hakavod?
Yehwah Tzevaot hu melekh' haka"
"Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?
Yahwe Tsevaot, Dialah Raja Kemuliaan!"

Arti dari kata Tsevaot (bentuk jamak dari tseva) adalah pasukan-pasukan.  Maka arti dari Yahwe Tsevaot adalah Yahwe yg merupakan bagian dari pasukan-pasukan.
Pasukan milik siapakah itu? tentu saja pasukan ELOHIM yg esa, oleh karena itu disebut juga Yahwe ELOHIM

ADA BANYAK DEWA / ELOHIM
Alkitab mengajarkan bahwa banyak ELOHIM-ELOHIM (allah-allah) lain selain Yahwe.
(Mazmur 82:1) "Allah {ELOHIM} berdiri dalam perhimpunan dewata, di tengah dewa-dewa {ELOHIM-ELOHIM} Iapun memutuskan hukum"

Bentuk jamak ELOHIM inilah yg diartikan sebagai dewa-dewa. Dalam alkitab bahasa inggris dewa-dewa diterjemahkan sebagai Gods.

Jadi dari Mazmur 82:1 ada pengertian ELOHIM (Allah yg esa) yg lebih superior & membawahi ELOHIM-ELOHIM (dewa-dewa).

YAHWE HANYALAH SATU DIANTARA BANYAK DEWA
Yahwe adalah bagian dari ELOHIM. Karena itu disebut Yahwe ELOHIM, yg artinya bagian dari ELOHIM. Tapi Yahwe itu sendiri bukanlah satu-satunya ELOHIM karena Alkitab (1 Raja-Raja 11:33) menyebutkan bahwa terdapat banyak ELOHIM-ELOHIM lain selain Yahwe ELOHIM, yg jika disebutkan sbb:
-Ashtoreth ELOHIM (allah/dewa bangsa Sidon)
-Chemosh ELOHIM (allah/dewa bangsa Moab)
-Milcom ELOHIM (allah/dewa bangsa Ammon)
-Yahwe ELOHIM (allah/dewa bangsa Israel)
Pada ayat 1 Raja-Raja 11:33 di atas kita mendapati nama allah-allah (dewa-dewa) berbagai bangsa. Dan dewa Yahwe meminta bangsa israel menyembah dia, seperti yg dilakukan Daud, dan bukan menyembah dewa bangsa lain.
Dalam 1 Raja-Raja 11:31, Yahwe sebagai dewa israel mengatakan dia akan membagi kerajaan Salomo menjadi 10 suku. Sebagai dewa bangsa israel tentu dia bisa melakukan ini, tapi belum tentu dengan bangsa lain dimana Yahwe bukan dewa-nya.

Di alkitab Yahwe sering mengatakan kepada bangsa israel untuk tidak menyembah ELOHIM bangsa lain. Misalnya disini:
(Ulangan 6:14)
"lo telkhun akharey Elohiym
akherym meelohey haamym asher sviyvoteykhem"
"Jangan menyembah {ELOHIM} lain yang disembah bangsa-bangsa yang tinggal di sekitarmu" <BIS>
"Janganlah kamu menyembah dewa-dewa {ELOHIM plural} dari pada segala dewata {ELOHIM plural} bangsa lain yang tinggal di sekitarmu" <TL>

(Ulangan 29:18)
"Pen-yesh bakhem iysh o-ishah o mish'pachah
o-sheve† asher l'vavo foneh hayom
meim *Yehwah Eloheym* lalekhet
laavod et-Eloheym haGoyim hahem
pen-yesh bakhem shoresh poreh rosh w'laanah"
"Sebab itu janganlah di antaramu (bangsa israel) ada laki-laki atau perempuan, kaum keluarga atau suku yang hatinya pada hari ini berpaling dari {Yahwe ELOHIM}, untuk pergi berbakti kepada ELOHIM bangsa-bangsa itu".

Pada ayat Ulangan 29:18 diatas terlihat bahwa alkitab versi ibrani tidak menyebut bahwa yg berkata adalah Tuhan (ELOHIM) saja, tapi Yahwe ELOHIM, yg menandakan perintah tersebut hanya berlaku untuk bangsa israel dimana Yahwe ELOHIM adalah dewa-nya, bukan Ashtoreth ELOHIM dsb, yg merupakan dewa bangsa lain.

Ayat-ayat diatas sudah menunjukkan adanya banyak ELOHIM lain selain Yahwe
Namun Yahwe mengatakan bahwa dialah ELOHIM yg harus disembah bangsa Israel (bukan bangsa lain)
Jadi ini menunjukkan bahwa yahwe bukanlah ELOHIM/Allah Esa yg universal itu, melainkan hanyalah dewa teritorial, yg kastanyanya dibawah "ELOHIM yg esa" namun lebih superior diatas manusia.
Oleh karena itu, sebagai salah satu dari sekian banyak dewa/ELOHIM ciptaan "ELOHIM yg esa", maka sudah wajar jika dewa Yahwe punya temperamen yg cemburu dengan dewa-dewa lain (Keluaran 34:14), terutama karena dewa Yahwe merasa sudah berjasa membebaskan bangsa israel dari mesir (keluaran 6:7), pasti hati dewa Yahwe tersakiti & cemburu seperti halnya seperti manusia (yg juga sama2 makhluk ciptaan Allah/ELOHIM yg esa) tentu juga akan marah kalau dikhianati. 

Sebelumnya, AS menuduh ada tangan teroris pada serangan di Benghazi.
Penyelidikan atas kematian Duta Besar Amerika Serikat saat protes massa di depan Konsulat Jendera AS di Benghazi berujung pada nihilnya keterlibatan jaringan al-Qaeda dalam insiden tersebut. Padahal sebelumnya, AS telah menuduh aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya.

Diberitakan Los Angeles Times, Jumat 19 Oktober 2012, informasi ini disampaikan oleh sumber  intelijen AS yang terlibat dalam penyelidikan kematian Christopher Stephen di Benghazi bulan lalu. Hasil penyelidikan selama lima minggu menunjukkan, "aksi massa dilakukan dengan sedikit perencanaan."

"Penyerangan tersebut sangat tidak terorganisir. Beberapa orang massa bahkan bergabung belakangan, sebagian tidak bersenjata, sebagian lain hanya ingin menjarah," tulis LA Times, mengutip sumber intelijen.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa tidak ada informasi intelijen yang memperingatkan bahwa akan adanya serangan yang direncanakan. "Dari bukti-bukti yang ada, serangan hanya memanfaatkan kekerasan serupa di depan Kedutaan Besar AS di Kairo, Mesir," ujar sumber lagi.

Protes massa pecah setelah film anti Islam tersebar di internet. Selain di Libya, protes massa juga terjadi di banyak negara mayoritas Muslim, kebanyakan berakhir ricuh. Salah satunya adalah di Jakarta, Indonesia, yang berujung bentrok antara massa ormas Islam dengan aparat.

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat mengatakan bahwa serangan massa di Benghazi adalah ulah para teroris. Mereka juga mengatakan bahwa serangan itu telah direncanakan sebelumnya oleh jaringan militan al-Qaeda.

Akibat kematian Steven, pemerintahan Barack Obama dikritik keras di tengah kampanye pemilu presiden yang akan digelar bulan depan. Menteri Luar Negeri Hillary Clinton pasang badan dengan mengatakan bahwa keamanan diplomat AS di luar negeri adalah tanggung jawabnya, bukan Obama. (eh)

Bahkan Jaksa Agung menyarankan presiden Iran mengurusi krisis ekonomi

Aparat berwenang Iran tidak izinkan Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengunjungi suatu kompleks penjara, yang kebetulan tengah menahan seorang pejabat dekatnya. Kunjungan Ahmadinejad itu dianggap tidak tepat karena berisiko konflik kepentingan.

Menurut Tehran Times, larangan itu diutarakan Jaksa Agung Iran, Gholam Hossein Mohseni-Ejeii pada Minggu waktu setempat. Dalam suatu permintaan tertulis kepada Ketua Mahkamah Agung Ayatolllah Sadeq Amoli Larijani, Ahmadinejad meminta izin mengunjungi Kompleks Penjara Evin di Tehran dalam rangka inspeksi.

Penjara ini menjadi tempat tahanan seorang teman dekatnya, yang ditahan saat Ahmadinejad sedang berada di New York mengikuti Sidang Tahunan Majelis Umum PBB September lalu. Namun, Jaksa Agung Mohseni-Ejeii mengungkapkan bahwa izin kepada Ahmadinejad belum bisa dikeluarkan.

"Ini merujuk fakta bahwa ada seseorang yang terkait dengan beliau sedang ditahan dan berada di penjara itu. Maka, inspeksi ini bisa menimbulkan kesalahpahaman politis. Inspeksi itu tidak layak mengingat situasi yang berlangsung saat ini," kata Mohseni-Ejeii, yang juga menjadi juru bicara Mahkamah Agung Iran.

Tahanan yang dimaksud adalah Ali Akbar Javanfekr, direktur kantor berita pemerintah IRNA dan juga penasihat presiden untuk urusan media. Dia ditahan pada 26 September 2012 setelah dianggap menghina pemimpin spiritual, yang merupakan posisi politik tertinggi di Iran sejak Revolusi 1979. 

Ahmadinejad sebelumnya menyesalkan penahanan atas Javanfekr. Mahkamah Revolusi Islam dan pengadilan umum menyatakan bahwa Javanfekr bersalah atas dua tuduhan, yaitu memuat pernyataan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam dan melecehkan moral masyarakat.

Selain dipenjara, Javanfekrs juga dilarang untuk kembali menangani kegiatan-kegiatan media. 

Sementara itu, Mohseni Ejeii menyarankan kepada para pejabat agar saat ini lebih menangani urusan-urusan ekonomi ketimbang "isu-isu sampingan." Lagipula, Mohseni-Ejeii mengungkapkan baru kali ini Ahmadinejad ingin memeriksa penjara Evin.

"Selama lebih dari tujuh tahun beliau sebagai presiden, belum pernah ada permintaan inspeksi demikian," kata Jaksa Agung seperti yang dikutip kantor berita ISNA

Menurut stasiun berita BBC, pilar yudikatif Iran selama ini dikendalikan oleh kubu konservatif garis keras yang dekat dengan Pemimpin Spiritual Ayatollah Ali Khamenei. Situasi ini menandakan mulai pudarnya pengaruh Ahmadinejad, yang delapan bulan lagi pensiun sebagai presiden setelah dua kali memerintah. 

Iran saat ini juga mengalami krisis ekonomi setelah nilai tukar mata uang mereka anjlok. Para pejabat menyalahkan masalah ini kepada para spekulan dan juga sanksi internasional dari negara-negara Barat terkait aktivitas program nuklir Iran. Di Iran sendiri, banyak warga menyalahkan pemerintahan Ahmadinejad sebagi pihak yang bertanggungjawab atas krisis ini.

22.32
Berikut script widget komentar:

Langkahnya seperti biasa.

1.Masuk ke bloger
2.Klik tata letak lalu add gadget kemudian pilih html java script:

Masukan kode script di bawah ini:

<style></style>
<div style="background-color: rgb(247, 247, 247); border: 1px solid rgb(68, 67, 67); height: 350px; margin: 0px; overflow: auto; padding: 3px; width: 290px;"><style type="text/css">
ul.tb_recent_comments{list-style:none;margin:0;padding:0;}
.tb_recent_comments li{background:#CCFFFC;margin:0 0 6px !important;padding:0 0 6px 0 !important;display:block;clear:both;overflow:hidden;list-style:none;}
.tb_recent_comments li .avatarImage{padding:3px;float:left;margin:0 6px 0 0;position:relative;overflow:hidden;}
.tb_recent_comments li img{padding:0px;position:relative;overflow:hidden;display:block;}
.tb_recent_comments li span{margin-top:4px;color: #666;display: block;font-size: 12px;font-style: italic;line-height: 1.4;}
</style>
<script type="text/javascript">
//<![CDATA[
    // Recent Comments Settings
    var
numComments = 100,
showAvatar  = true,
avatarSize  = 50,
characters  = 60,
defaultAvatar  = "http://www.gravatar.com/avatar/?d=mm",
hideCredits = true;
//]]>
</script>
<script type="text/javascript" src="https://masolis-javascript.googlecode.com/svn/trunk/rcentcmmntavr.js"></script>
<script type="text/javascript" src="http://r-merah.blogspot.com/feeds/comments/default?alt=json&callback=tb_recent_comments&max-results=100"></script></div>

Ganti link yang berwarna merah dengan link anda..

Demikian tutorial kali ini semoga bermanfaat ..

00.32
DAMASKUS  – Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha' akhirnya merilis video operasi spesial dan heroik menaklukkan Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus. Video Bidayat An-Nihayah # 2 (Awal berakhirnya [rezim Nushairiyah Suriah] bagian 2) itu diberi judul Ghazwatu Nasfil Arkan (Serangan meluluh lantakkan Gedung Markas Besar Militer) dan berdurasi 31 menit 35 detik.Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus adalah salah satu pihak yang paling bertanggung jawab atas semua operasi militer, kepolisian dan intelijen rezim Suriah di seluruh wilayah Suriah. Ia juga tempat mengantornya ratusan perwira militer dan ribuan tentara rezim, tempat merencanakan strategi, teknik dan taktik operasi militer rezim Suriah terhadap revolusi rakyat muslim Suriah. Gedung Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus dikelilingi oleh sejumlah markas militer, kepolisian dan intelijen yang penting dan strategis.
Survei lapangan terhadap target
Video diawali dengan kegiatan mujahidin Jabhah Nushrah melakukan survey lapangan terhadap target serangan. Gedung Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus terletak di depan Umayyah Square. Beberapa puluh meter di sebelah kanannya berdiri kokoh gedung Departemen Pertahanan Suriah. Sekitar dua ratusan meter di sebelah tenggara darinya berdiri kokoh gedung Asrama Perwira Militer.
Sekitar seratus meter di sebelah kiri Gedung Markas Besar Tentara Nasional Suriah berdiri tegak gedung stasiun TV Nasional Suriah dan Radio Nasional Suriah, dipisahkan oleh jalan raya. Sekitar dua ratus meter ke arah selatan dari gedung TV dan Radio Nasional berdiri kokoh gedung Markas Keamanan Kriminal. Dan hanya sekitar dua ratus meter di sebelah barat dari gedung Markas Keamanan Kriminal berdiri kokoh gedung markas kesatuan-kesatuan keamanan lainnya.
Latihan militer bagi regu mujahid calon pelaku serangan syahid

Para mujahidin Jabhah Nushrah yang akan melaksanakan serangan terhadap gedung Markas Besar Tentara Nasional Suriah menjalani latihan yang serius dan keras. Latihan fisik di jalanan dan lahan pertanian mereka lahap dengan tekun. Pembinaan iman dan penguatan mental mereka jalani. Pun latihan militer dengan menggunakan beragam senjata, latihan menyerbu ke dalam gedung dan latihan mundur dari medan pertempuran. Video juga mengabadikan persiapan terakhir saat bom dirangkai dan dimasukkan dalam mobil, serta wawancara terhadap para mujahid yang akan melakukan serangan.
Pesan-pesan terakhir para mujahid pelaku serangan
Sebelum berangkat melakukan operasi serangan heroik tersebut, keempat mujahid Jabhah Nushrah menyampaikan wasiat terakhir mereka kepada kaum muslimin dan rezim Nushairiyah Suriah.
1. Abu Mush'ab Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya mengatakan:
"Adapun kalian wahai orang-orang Nushariyah, Rafidhah yang pendengki! Kami selamanya tidak akan pernah tinggal diam selama jantung kami masih berdetak, selama darah masih mengalir dalam tubuh kami. Kami tidak akan pernah tinggal diam, kami tidak akan pernah tinggal diam, wahai orang-orang Nushariyah, Rafidhah yang pendengki! Kami telah memutuskan untuk mengajukan permasalahan ini dengan warna baru, yaitu warna darah, dengan air baru, yaitu air kemuliaan, dan dengan tekad orang yang bertekad untuk meraih surga."
2. Abu Hafsh Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya berkata:
"Ini adalah pesan saya kepada orang-orang Nushairiyah para pendengki dan milisi Syiah  Shabihah. (Pada waktu-waktu yang lalu) Kami telah mendatangi kalian dengan mobil-mobil penuh bom uuntuk meledakkan isi perut kalian, dengan para sniper untuk mencabut jantung kalian, dan dengan tubuh-tubuh kami untuk memotong-motong anggota badan kalian. Maka tunggulah kami, karena kami akan mendatangi kalian! Demi Allah Yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya kami adalah sebuah umat yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan. Kami tidak berangkat (dalam operasi serangan ini) kecuali untuk menolong agama Islam ini, menegakkan panji Laa Ilaha Illallahu Muhammad Rasulullah dan menerapkan syariat Allah di muka bumi."
Dari atas mobil penuh bahan peledak mujahid yang membawa mobil pertama dan meledakkannya di sisi luar gedung Mabes Tentara Nasional Suriah ini tidak lupa menghasung semangat umat Islam untuk membela Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam yang dinistakan oleh film anti-Islam (Innocence of Muslims).
Kepada orang-orang muslim namun tidak membela Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam, mujahid ini mengingatkan, "Saya katakan kepada mereka bahwa demi Allah, mereka akan dimintai pertanggung jawaban pada hari kiamat. Maka mereka tidak akan menemukan jawaban untuk mereka sampaikan kepada Allah dan Rasul-Nya, karena Rasulullah telah dihinakan dengan ucapan-ucapan dan karikatur-karikatur, namun mereka tidak bergerak (untuk membela beliau)."
3. Abu Khalid Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya berkata:
"Adapun kalian para musuh Allah, hai orang-orang Nushairiyah dan orang-orang Rafidhah yang murtad, atas kalian laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia. Bergembiralah kalian dengan kabar buruk yang akan mendatangi kalian! Bergembiralah kalian dengan pembunuhan! Bergembiralah kalian dengan pembunuhan! Bergembiralah kalian dengan pembunuhan! Bergembiralah kalian dengan pembunuhan, pengusiran dan pembalasan! Demi Allah, dalam membunuh kalian, kami tidak takut celaan orang-orang yang mencela. Beritanya bukanlah hal yang akan kalian dengar, melainkan apa yang akan kalian lihat, insya Allah. Ya Allah, berilah kami taufiq dan ketepatan! Ya Allah, berilah kami taufiq dan ketepatan!"
4. Abu Muhannad Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya mengatakan:
"Kesyahidan adalah pohon yang ditanam dalam dada seorang mujahid, pohon itu tumbuh dan berkembang dengan matang, sehingga jika telah berbuah dan tiba saatnya untuk memanen, maka Allah akan mengizinkan kepadanya sehingga ia menjadi orang yang syahid dan berbahagia dalam lindungan Ar-Rahman."
Tentang sebab keikut sertaannya dalam operasi serangan ini, ia mengatakan, "Sesungguhnya saya melakukan amalan ini, dengan meletakkan tujuanku adalah meninggikan kalimat Laa Ilaaha Illallahu, Yang Maha Suci, Maha Agung urusan-Nya dan Maha Mulia ketetapan-Nya…demi meninggikan panji Laa Ilaaha Illallahu, membela agama Islam ini, membalaskan derita saudara-saudaraku kaum muslimin yang ditindas dan sebagai balasan atas kejahatan-kejahatan yang berulang kali ditujukan kepada sosok Nabi kita, Muhammad shallallahu 'alaihi wa salam, di berbagai penjuru dunia."
Proses pelaksanaan serangan  
Empat orang mujahid Jabhah Nushrah berhasil menaklukkan Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus pada Rabu (26/9/2012). Serangan heroik mereka telah mempermalukan militer rezim Nushairiyah Suriah yang didukung oleh para penasehat militer komunis Rusia, pasukan khusus brigade Al-Quds rezim Syiah Iran dan ribuan milisi Syiah Hizbullah Lebanon.
Serangan heroik itu dilakukan dalam dua tahapan:
1. Bom syahid dengan mobil pertama
Pada pagi hari Rabu tanggal 10 Dzulqa'dah 1433 H bertepatan dengan 26 September 2012 M jam 07.00 pagi, sang ksatria pelaku serangan bom syahid, Abu Muhannad Asy-Syami berhasil membawa mobil bermuatan penuh bom ke arah yang sejajar dengan tembok pagar gedung Markas Besar Tentara Nasional dari arah selatan.
Saat ia telah mencapai titik terdekat yang tepat dengan bagian tengah tembok pagar bangunan, ia meledakkan dirinya sehingga mengakibatkan kehancuran hebat di bagian gedung Markas Besar dari arah tersebut. Ledakan berkekuatan dahsyat itu mencapai bagian dalam gedung, menewaskan banyak tentara, melukai banyak tentara lainnya dan menimbulkan kepanikan serta ketakutan luar biasa terhadap tentara yang lolos dari ledakan.
2. Bom mobil kedua dan regu kecil penyerbu ke dalam gedung
Sebuah mobil kedua yang juga penuh bom mengangkut regu penyerbu berkekuatan tiga orang mujahid Jabhah Nushrah pelaku serangan syahid; Abu Hafsh Asy-Syami, Abu Khalid Asy-Syami dan Abu Mush'ab Asy-Syami. Mobil itu meluncur ke pintu gerbang utama Markas Besar Tentara Nasional Suriah. Suasana kacau di kompleks gedung dimanfaatkan oleh ketiga orang tersebut untuk memerintahkan para tentara yang piket di pintu gerbang untuk membuka pintu gerbang.
Para tentara tersebut mengira ketiga orang itu adalah para perwira tinggi yang bertanggung jawab atas keamanan Markas Besar. Mereka meyakini hal itu setelah melihat ketiga orang itu memakai seragam tentara yang sama dengan seragam yang mereka kenakan. Para tentara yang piket segera membuka pintu gerbang, maka mobil dan ketiga mujahid tersebut masuk ke dalam halaman gedung.
Ketiga mujahid itu lantas menembak mati setiap tentara di depan mereka dan mereka mulai menyerbu masuk ke dalam gedung Markas Besar Tentara. Mereka menguasai lantai pertama gedung tersebut, dengan karunia dan pertolongan Allah semata, menembak mati setiap tentara dan perwira yang mereka temui dan kemudian membakar bagian dalam lantai satu gedung. Mereka lantas meledakkan mobil penuh bom yang mereka parkir di pintu gerbang utama dengan remote control dari kejauhan. Akibatnya ledakan keras dan api melahap bagian depan gedung. Kebakaran di bagian depan gedung berlanjut sampai jam 16.00 sore, bahkan setelahnya.
Ketiga mujahid itu kemudian naik ke lantai dua gedung untuk menguasai lantai dua. Mereka menembak mati setiap tentara dan perwira yang mereka temukan, kemudian mereka membakar ruangan lantai dua gedung.
Setelah itu mereka naik ke lantai tiga dan bertahan di lantai paling atas gedung tersebut, setelah mereka menembak mati semua tentara dalam lantai itu dan para tentara yang berjaga di halaman gedung. Mereka mulai menahan gempuran sengit pasukan rezim Bashar Asad yang berbondong-bondong datang sebagai bala bantuan bagi pasukan di Mabes itu.
Ketiga mujahid itu bertahan dalam lantai paling atas gedung dengan menggunakan DShk, roket RPG, senapan mesin dan senapan serbu. Pertempuran sengit berlangsung selama tiga jam penuh, antara sebuah pasukan dengan persenjataan dan amunis lengkap  melawan tiga orang mujahid saja! Ya, hanya empat orang mujahid Jabhah Nushrah saja. Namun sungguh jauh perbedaan antara orang-orang yang berperang di jalan thaghut dan orang-orang yang berperang di jalan Allah ta'ala. Pertempuran itu baru berhenti saat masing-masing mujahid berpulang kepada rahmat Allah, semoga Allah menerima mereka dalam barisan para syuhada'.
Komunikasi komandan mujahidin dengan ketiga mujahid dalam gedung Mabes
Hal baru yang sangat mengesankan dalam video ini adalah komunikasi via HP antara ketiga mujahid yang telah bertempur dan bertahan dalam gedung Mabes dengan komandan mujahidin Jabhah Nushrah yang mengepalai operasi heroik tersebut.
Komandan mujahidin meminta ketiga mujahid dalam gedung Mabes untuk menceritakan setiap perkembangan mereka dalam gedung tersebut. Abu Khalid Asy-Syami mulai menceritakan peristiwa sejak mereka bertiga sampai di pintu gerbang gedung sampai mereka berhasil mencapai lantai tiga gedung.
"Mereka sangat pengecut dan penakut. Begitu kami memerintahkan mereka untuk membuka pintu gerbang, maka tentara yang berjaga langsung membukakan pintu untuk kami. Mobil bisa kami bawa masuk ke halaman gedung dengan mudah, segala puji bagi Allah semata, "kata Abu Khalid Asy-Syami via HP.
Saat mobil yang diparkir di halaman gedung mereka ledakkan dengan remote control dari dalam gedung Mabes dan mereka berhasil membakar ruangan-runganan dan kantor-kantor dalam lantai satu dan dua gedung Mabes, ketiga mujahid itu masih menjalin kontak dan memberitahukan setiap perkembangan kepada komandan mujahidin.
Abu Hafsh Asy-Syami dan Abu Khalid Asy-Syami melaporkan dari dalam gedung bahwa jumlah perwira militer dan tentara yang telah mereka tembak mati di lantai satu, dua dan tiga gedung Mabes berjumlah lebih dari seratus orang. Setiap lantai gedung terdiri dari sekitar 26 ruangan dan kantor. Ketiga mujahid itu membakar semua dokumen dan berkas serta isi setiap ruangan dan kantor. Kebakaran melahap seluruh isi lantai satu, dua dan tiga gedung mabes.
"Ada banyak peta, berkas, dokumen dan program-program. Al-hamdulillah, kami telah membakar semuanya sampai ludes." Lapor Abu Hafsh Asy-Syami via HP.
Ketika ruangan-ruangan dan kantor-kantor di lantai empat mulai mereka bakar, dan baku tembak dengan pasukan rezim Suriah semakin gencar, Abu Mush'ab Asy-Syami mulai memberikan laporan kepada komandan Jabhah Nushrah. Ketiga mujahid itu merasakan pertolongan, ketenangan dan kedamaian dari Allah menghadapi gencarnya hujan peluru pasukan rezim Suriah.
"Wahai syaikh, saya bersumpah dengan nama Allah, kami merasakan ketenangan dan kedamaian. Tidak ada kekhawatiran apapun. Alhamdulillh rabbil 'alamin. Allah meneguhkan kami, wahai syaikh."
"Allahu akbar. Walhamdu lillah. Allahu akbar. Kami berdoa semoga tempat kembali kalian adalah surga bersama para nabi, shiddiqin, syuhada' dan shalihin."jawab komandan via HP.
"Bagaimana suasana pertempuran?" tanya komandan lagi.
"Al-hamdulillah, setiap kali mereka mencoba merangsek maju, kami habisi mereka, "jawab Abu Mush'ab Asy-Syami.
Sebelum kesyahidannya, ketiga mujahid itu sempat ditanya oleh komandan mujahidin Jabhah Nushrah. "Nanti media massa rezim yang batil, rezim Nushairiyah akan menuduh kalian membunuh warga sipil yang tidak berdosa?"
"Demi Allah, wahai syaikh, tidak ada yang kami bunuh selain tentara. Al-hamdulillah kami hanya menembak mati para perwira dan tentara. Al-hamdulillah, kami juga melihat pegawai-pegawai perempuan di gedung yang lain (dalam kompleks Mabes), namun kami tidak menembak mereka sama sekali. Kami tidak membunuh seorang pun dari para pegawai sipil, al-hamdulillah." Jawab Abu Hafsh Asy-Syami.
Tembakan semakin gencar terdengar. Ketiga mujahid lantas memberikan wasiat terakhir mereka kepada kaum muslimin. Kembali tembakan gencar terdengar. Setelah itu komunikasi ketiga mujahid di lantai empat gedung Mabes dengan komandan mujahidin terputus.
Hasil pertempuran
Ketiga mujahidin Jabhah Nushrah di lantai empat gedung Markas Besar akhirnya meraih syahid, insya Allah. Namun rezim Suriah harus mengerahkan ribuan tentara dan terlibat pertempuran dahsyat dengan persenjataan ringan, menengah dan berat untuk merebut kembali gedung tersebut.
Baku tembak telah berlangsung lebih dari tiga jam. Namun ribuan tentara rezim Suriah begitu penakut dan pengecutnya sampai-sampai mereka tidak berani menyerbu ke dalam gedung. Mereka menghujani markas mereka sendiri dengan roket RPG dan senapan mesin berat, sehingga kerusakan gedung tersebut semakin parah. Kobaran api semakin besar membakar ruangan-ruangan dan kantor-kantor dalam gedung.
Suara reporter stasiun TV Syiah Al-Manar yang menyertai ribuan tentara rezim Suriah nampak jelas bergetar karena ketakutan luar biasa. "Kami saat ini berada di lantai tiga gedung, semuanya terbakar. Pasukan telah menaklukklan lantai satu dan dua, dan kini sedang mencoba untuk merebut lantai empat." kata reporter itu.
Dunia internasional mampu melihat bagaimana empat orang mujahid Islam lewat serangan heroik itu mampu mempecundangi kekuatan militer hebat Suriah, Rusia dan Iran di jantung kekuasaan mereka di Damaskus. Sebuah pasukan nasional terpaksa harus mengakui kehebatan tiga orang mujahid yang menduduki gedung Mabes mereka dan memaksa mereka berjuang sangat keras untuk merebutnya kembali. Seakan-akan para mujahid itulah pemilik gedung Mabes empat lantai itu.
*** 

Link download
Kwalitas sangat tinggi
ً486,83 MB4

Kwalitas tinggi
190,72 MB

Kwalitas mobile
76,12 MB\

 Live streaming

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi telah menunjukkan KETINGGIAN SIKAP TOLERANSI dan KEBESARAN JIWA terhadap Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan membiarkan jemaatnya melakukan kebaktian setiap Ahad di rumah tinggal seorang warga perumahan Mustika Jaya - Ciketing - Bekasi.

Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tidak pernah keberatan, apalagi usil dan mengganggu ibadah Jemaat HKBP di tempat tersebut.

Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tetap tidak protes dengan adanya Jemaat HKBP yang datang dari luar perumahan, bahkan luar Bekasi, ke tempat tersebut.

Namun, setelah dua puluh tahun, seiring dengan makin banyaknya Jemaat HKBP yang datang ke tempat tersebut dari berbagai daerah, maka Jemaat HKBP  mulai tidak terkendali. Bahkan Jemaat HKBP mulai arogan, tidak ramah lingkungan, tidak menghargai warga sekitar yang mayoritas muslim, seenaknya menutup jalan perumahan untuk setiap kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa, merusak tatanan kehidupan bertetangga, menciptakan berbagai problem sosial dan hukum. Puncaknya, HKBP ingin menjadikan rumah tinggal tersebut sebagai GEREJA LIAR.

Setelah dua puluh tahun, umat Islam Bekasi, khususnya warga perumahan Mustika Jaya - Ciketing, mulai gerah dan merasa terganggu dengan pola tingkah Jemaat HKBP yang semakin hari semakin arogan, bahkan nekat memanipulasi perizinan warga sekitar untuk GEREJA LIAR mereka.

Sekali pun kesal, kecewa dan marah, umat Islam Bekasi tetap patuh hukum dan taat undang-undang. GEREJA LIAR HKBP di Ciketing diprotes dan digugat melalui koridor hukum yang sah, sehingga akhirnya GEREJA LIAR tersebut disegel oleh Pemkot Bekasi. Tapi HKBP tetap ngotot dengan GEREJA LIAR nya, bahkan solusi yang diberikan Pemkot Bekasi untuk dipindahkan ke tempat lain secara sah dan legal pun ditolak.

HKBP menebar FITNAH bahwa umat Islam Bekasi melarang mereka beribadah dan mengganggu rumah ibadah mereka. Lalu secara demonstratif jemaat HKBP setiap Ahad keliling melakukan KONVOI RITUAL LIAR dengan berjalan kaki, dari GEREJA LIAR yang telah disegel ke lapangan terbuka dalam perumahan di depan batang hidung warga muslim Ciketing, dengan menyanyikan lagu-lagu gereja, tanpa mempedulikan perasaan dan kehormatan warga muslim disana.

Akhirnya, terjadi insiden bentrokan antara HKBP dengan warga muslim Ciketing pada Ahad 8 Agustus 2010, tiga hari sebelum Ramadhan 1431 H. Dalam insiden tersebut, dua pendeta HKBP sempat mengeluarkan PISTOL dan menembakkannya.

Selanjutnya, tatkala umat Islam Bekasi masih dalam suasana Idul Fithri, pada Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 September 2010 M, Pendeta dan Jemaat HKBP kembali melakukan provokasi dengan menggelar KONVOI RITUAL LIAR sebagaimana yang dulu sering mereka lakukan. Kali ini terjadi insiden bentrokan antara 200 orang HKBP dengan 9 IKHWAN WARGA BEKASI yang berpapasan saat konvoi. Peristiwa tersebut DIDRAMATISIR oleh HKBP sebagai penghadangan dan penusukan pendeta.

Media pun memelintir berita peristiwa tersebut, sehingga terjadi PENYESATAN OPINI. Akhirnya, banyak anggota masyarakat menjadi KORBAN MEDIA, termasuk Presiden sekali pun.

Peristiwa Bekasi Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 Sept 2010 M, BUKAN perencanaan tapi insiden, BUKAN penghadangan tapi perkelahian, BUKAN penusukan tapi tertusuk, karena 9 warga Bekasi yang dituduh sebagai pelaku adalah IKHWAN yang sedang lewat berpapasan dengan KONVOI RITUAL LIAR yang dilakukan 200 HKBP bersama beberapa pendetanya di lingkungan perkampungan warga muslim Ciketing. Lalu terjadi perkelahian, saling pukul, saling serang, saling tusuk dan saling terluka.

Pendeta dan jemaat HKBP yang dirawat di Rumah Sakit dibesuk pejabat tinggi, mendapat perhatian khusus Presiden dan Menteri, namun siapa peduli dengan warga Bekasi yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit ? Bahkan salah seorang dari 9 warga Bekasi tersebut, justru ditangkap saat sedang dirawat di sebuah Rumah Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP.

Mari gunakan LOGIKA SEHAT : Jika peristiwa tersebut PERENCANAAN, mana mungkin 9 ikhwan melakukannya secara terang-terangan dengan busana muslim dan identitas terbuka ! Jika peristiwa tersebut PENGHADANGAN, mana mungkin 9 orang menghadang 200 orang, apa tidak sebaliknya ?! Jika peristiwa tersebut PENUSUKAN, mana mungkin 9 ikhwan lebam-lebam, luka, patah tangan, bahkan ada yang tertusuk juga !

Soal PENON-AKTIFAN Ketua FPI Bekasi Raya oleh DPP-FPI bukan karena salah, tapi untuk melancarkan roda organisasi FPI Bekasi Raya yang teramat BERAT tantangannya, sekaligus meringankan beban tugas sang Ketua yang sedang menghadapi UJIAN BERAT dalam menghadapi tuduhan dan proses hukum. Jadi, putusan tersebut sudah tepat, dan merupakan langkah brillian dari DPP mau pun DPW FPI Bekasi.

Langkah tersebut bukan saja cerdas, tapi menjadi bukti TRADISI FPI yang berani, tegas dan bertanggung-jawab. Ketua FPI Bekasi Raya, baru disebut-sebut namanya saja oleh pihak kepolisian, sudah dengan gagah langsung serahkan diiri ke Polda Metro Jaya secara sukarela didampingi DPP-FPI untuk diperiksa. Dan siap menjalani proses hukum bila dinilai bertanggung-jawab dalam insiden Bekasi, walau pun beliau tidak ada di lokasi kejadian. Bandingkan dengan SIKAP PENGECUT Pemred Palyboy Erwin Arnada yang melarikan diri dari VONIS DUA TAHUN PENJARA yang sudah ditetapkan Mahkamah Agung sejak 29 Juli 2009. Bandingkan dengan sikap pengecut DEWAN PERS dan LSM KOMPRADOR yang berusaha melindungi dan membantu Sang TERORIS MORAL tersebut dari putusan tetap Mahkamah Agung.

Bagi segenap pengurus, anggota, aktivis, laskar dan simpatisan FPI dari Pusat hingga ke Daerah, bahwa Ketua FPI Bekasi Raya adalah PEJUANG bukan pecundang. Beliau TIDAK ADA DI LOKASI kejadian saat peristiwa. Beliau hanya kirim SMS AJAKAN kepada umat Islam untuk membela warga Ciketing beberapa hari sebelum peristiwa, tapi dituduh sebagai provokator, sedang Para Pendeta HKBP yang mengajak, membawa dan memimpin massa Kristen serta memprovokasi warga muslim dengan KONVOI RITUAL LIAR, tak satu pun diperiksa.

Kini yang menjadi pertanyaan adalah :
  1. Kenapa Para Pendeta HKBP yang jadi PROVOKATOR dan PENGACAU tidak diperiksa ?
  2. Kenapa kegiatan HKBP setiap Ahad di Ciketing yang menggelar KONVOI RITUAL LIAR keliling  perumahan warga muslim dengan lagu2 Gereja secara demonstratif dibiarkan ?
  3. Kenapa dua pendeta yang bawa PISTOL &  menembakannya ke warga pada insiden 8 Agustus 2010 tidak ditangkap ?
  4. Kenapa dua jemaat HKBP, Purba &  Sinaga, yang bawa PISAU saat insiden 12 September 2010 sudah ditangkap lalu  dilepas kembali ?
  5. Kenapa jemaat HKBP yang memukul dan  menusuk 9 ikhwan warga Bekasi tidak ditangkap ?
  6. Kenapa Presiden dan Para Menteri serta pejabat dan sederetan Tokoh Nasional memberikan simpatik kepada PENGACAU sambil menyalahkan warga muslim Bekasi ?
  7. Kenapa banyak pihak senang mengambil  kesimpulan dan keputusan hanya berdasarkan OPINI dan ISSUE media ?
  8. Kenapa di Indonesia yang merupakan negeri mayoritas muslim terbesar di dunia, justru yang terjadi adalah MAYORITAS TERTINDAS OLEH TIRANI MINORITAS ?
  9. Kenapa MINORITAS di Indonesia terlalu dimanjakan, sehingga mereka jadi tidak tahu diri, bahkan menjadi angkuh dan sok jago ?
  10. Kenapa ketika terjadi insiden kecil terhadap SEORANG PENDETA semua teriak  nyaring, tapi ketika RIBUAN umat Islam dibantai di Ambon, Sampit dan Poso teriakan macam itu tak terdengar ? Bahkan saat sebuah Masjid dibakar di Medan belum lama ini tidak ada satupun media nasional meliputnya, kemana suara yang selalu mengatasnamakan kebebasan beragama dan beribadah ?

Laa ilaaha illallaah, Muhammadur Rasuulullaah. Jawablah semua pertanyaan tersebut dengan jiwa bersih dan akal sehat serta argumentasi Syariat.

Oleh sebab itu, Keadilan harus ditegakkan ! Hukum tidak pilih kasih ! Jika 9 Ikhwan warga Bekasi sudah ditahan karena dituduh terlibat langsung dalam perkelahian tersebut, dan Ketua FPI Bekasi Raya pun sudah ditahan karena dituduh terlibat secara tidak langsung, maka mereka yang terlibat langsung mau pun tidak langsung dari kelompok HKBP harus ditahan juga !
Karenanya, segenap pengacara Bantuan Hukum Front (BHF) dari DPP-FPI dan Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB) akan tetap dan terus berjuang melakukan pembelaan hukum terhadap Ketua FPI Bekasi Raya dan seluruh warga Bekasi yang ditahan akibat peristiwa tersebut. Tekad Bulat BHF dan KUIB adalah membuktikan bahwa mereka TIDAK BERSALAH, karena mereka hanya KORBAN AROGANSI HKBP dan OPINI SESAT MEDIA MASSA. Bahkan BHF dan KUIB akan tetap dan terus berjuang membela hak-hak warga Ciketing yang selama ini dirampas dan dirusak oleh HKBP.

Bekasi kota religi. Bekasi kota Islami. Siapa ingin kotori atau kacaukan Bekasi silakan keluar dari Bekasi !

Sebar luaskan berita ini agar umat Islam tidak menjadi KORBAN MEDIA !

Hasbunallaahu wa Ni'mal Wakiil, Ni'mal Maulaa wa Ni'man Nashiir.
Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !

00.06 ,
Seorang pelacur membongkar kesaksian palsu penyembuhan atas nama Yesus. Penyembuhan palsu yang sering dilakukan Pendeta Michael Njoroge dari gereja Fire Ministries Kenya akhirnya terkuak setelah adanya pengaduan para pelacur yang telah disewa untuk memberikan kesaksian palsu telah disembuhkan dan menerima mukjizat setelah di doakan. Namun kontrak sewa tidak dibayar, akhirnya para pelacur menuntutnya.

Beberapa 'aktor' pelacur yang dikontrak maju untuk mengekspos Njoroge setelah tenggat waktu pembayaran gagal dipenuhi pendeta atas transaksi itu sebagaimana kesepakatan awal yang telah disepakati.

Salah seorang pelacur bernama Ester Mwende mengatakan, ia bertemu pendeta Michael Njoroge di Embakasi Fire Ministries yang mendekatinya sebagai pelanggan. Pendeta mengunyah buah terlarang dan kemudian memulai sebuah misi untuk menipu para pengikutnya.

Sementara televisi mengekspos dia dalam menggunakan cara yang tidak bermoral untuk merayu jemaat, pada saat yang sama pendeta Michael Njoroge juga mengancam dua wartawan yang meliput hal tersebut.

Gereja juga melakukan pengamanan ketat, seperti beberapa pengunjung muda diperiksa saat memasuki gereja dan melarang setiap orang yang membawa kamera. Kenya selama beberapa tahun terakhir mengalami 'ledakan' pendirian sejumlah gereja baru seiring dengan kekhawatiran bahwa beberapa orang menggunakan gereja untuk memperkaya diri sendiri dengan mengambil keuntungan dari orang Kristen yang memang mudah tertipu. Dengan kemudahan penggunaan ponsel untuk transfer uang, televangelis dan pendeta lainnya sering kali membuat nomor Mpesa untuk mengumpulkan uang dari orang yang percaya dengan mengatakan bahwa itu akan digunakan untuk proyek-proyek gereja dan penyebaran perkataan untuk memastikan lebih banyak orang mendapatkan keuntungan dari 'mukjizat'

Selama ini dunia internasional hanya mengetahui militer rezim komunis Rusia, militer rezim komunis Cina, militer rezim Syiah Iran dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon semata yang membackingi kebiadaban militer rezim Nushairiyah Suriah. Namun kini daftar rezim negara Arab yang membantu rezim Suriah membantai puluhan ribu kaum muslimin sunni itu akan bertambah panjang dengan terungkapnya keterlibatan militer rezim Yaman. Di akhir bulan September 2012 M yang lalu mujahidin Jabhah Nushrah berhasil menangkap lima perwira Yaman dalam sebuah pertempuran di Suriah Utara. Dari hasil interogasi, kelima perwira militer itu mengakui bahwa militer rezim Yaman membantu militer rezim Suriah dalam membantai kaum muslimin sunni Suriah dan memerangi mujahidin Suriah serta FSA. Identitas kelima perwira militer Yaman itu telah diungkapkan oleh mujahidin lewat sebuah video dokumentasi.
Dari hasil pengakuan kelima perwira militer rezim Yaman tersebut, mujahidin Jabhah Nushrah melakukan investigasi lapangan lebih lanjut. Hasilnya, mujahidin memperoleh bukti-bukti valid keberadaan asrama militer dan kantor militer untuk para perwira militer Yaman berdampingan dengan asrama militer dan kantor militer untuk para perwira militer rezim Suriah.
Dari kelima perwira militer Yaman yang tertangkap tersebut, dua orang berpangkat letnan kolonel, seorang berpangkat kapten dan dua orang lainnya berpangkat letnan satu. Para perwira militer Yaman itu berada di Suriah dalam rangka kerjasama pemerintahan Suriah dan pemerintahan Yaman untuk memerangi revolusi rakyat muslim Suriah.
Bukti baru yang diperoleh mujahidin ini membongkar konspirasi besar yang selama ini disembunyikan oleh AS dan rezim-rezim boneka Arab sekutu AS di kawasan Timur Tengah. AS bekerja sama dengan Yaman dalam memerangi mujahidin Anshar Shariah di Yaman Selatan. Tidak menutup kemungkinan kerjasama militer rezim Suriah dan Yaman dalam memerangi revolusi rakyat muslim Suriah ini atas perintah AS, mengingat penguasa Yaman hanyalah boneka yang bekerja atas arahan tuan besar AS belaka.
Boleh jadi dalam beberapa waktu ke depan, mujahidin akan membongkar keterlibatan militer rezim Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab atau Bahrain dalam memberangus revolusi rakyat muslim Suriah. Sebab kesuksesan revolusi Suriah, tumbangnya  rezim Nushairiyah Suriah dan tegaknya pemerintahan syariat Islam di Suriah bukan hanya ancaman bagi Israel dan proyek imperium Syiah Raya. Namun juga gendering menjalarnya revolusi rakyat muslim ke negara-negara Arab lainnya.

03.09
Mujahidin Jabhah Nushrah kembali melancarkan serangan heroik terhadap gedung Pusat Kajian Strategis Militer dan Akademi Asad di desa Manshurah, Aleppo Barat. Pertempuran berlangsung selama 20 jam dan mujahidin berhasil menewaskan 120 tentara rezim Suriah serta 13 perwira militer.
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Jabhah Nushrah - Penjelasan no. 87
Serangan terhadap Pusat Kajian Strategi Militer – desa Mansurah, Aleppo Barat

Foto gedung Pusat Kajian Strategi Militer – Desa Mansurah, Aleppo Barat

Mujahidin menerobos semak-semak untuk mendekati gedung Pusat Kajian Strategi Militer
Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya. Amma ba'du.
Setelah melakukan pengumpulan informasi dan investigasi lapangan, mujahidin berhasil memastikan keberadaan sekitar 120 tentara rezim pada pintu gerbang utama gedung Pusat Kajian Strategi Militer dan antara 7-20 perwira militer rezim Nushairiyah dalam bangunan gedung tersebut.
Beberapa kelompok mujahidin Islam dipimpin oleh mujahidin Jabhah Nushrah pun berangkat untuk melakukan serangan. Selama pergerakan itu, mujahidin berhasil menembakkan mortar kaliber 120 mm terhadap gedung Akademi Militer Asad untuk mencegahnya mengirim pasukan bantuan terhadap pasukan dalam gedung Pusat Kajian Strategi Militer.
Setelah itu mujahidin langsung menghantam posko militer di dekat gedung Pusat Kajian Strategi Militer untuk mengetatkan pengepungan terhadap gedung tersebut. Selain itu mujahidin juga menyerang sebuah asrama militer pasukan Pertahanan Udara di New Aleppo. Dengan serangan seretak itu maka mujahidin berhasil mengisolasi gedung Pusat Kajian Strategi Militer, memotong pasukan bantuan dan jalur mundur, sehingga pengepungan ketat pun berhasil dilakukan.
Serangan mujahidin terhadap gedung Pusat Kajian Strategi Militer diawali dengan penyerbuan terhadap pintu gerbang utama gedung dalam baku tembak yang berlangsung selama seperempat jam penuh. Setelah itu regu-regu mujahidin Jabhah Nushrah bergerak maju di antara semak-semak dan batu-batu besar, melompati pagar tembok, melakukan pembukaan dan pembersihan jalur serangan sampai mereka berhasil mencapai sebuah bangunan-bangunan kecil. Mereka melanjutkan pembersihan dan pembukaan jalur, lalu melanjutkan serangan maju ke arah gedung utama yang menjadi tempat berkumpulnya seluruh tentara yang melarikan diri dari bangunan-bangunan kecil.
Mujahidin menembak mati tentara yang menembakkan senapan mesin kaliber 12,7 dan senapan mesin menengah di atas atap gedung. Setelah itu mujahidin mulai melakukan pembersihan dan pengepungan. Pembersihan dimulai dari lantai dasar, kemudian lantai demi lantai di atasnya. Satu per satu lantai dalam gedung berhasil dibersihkan oleh mujahidin, sampai akhirnya mujahidin berhasil menguasai lantai keempat gedung. Tentara rezim yang tersisa melarikan diri ke atap gedung. Setelah itu dua tank militer datang dan menembaki gedung. Pesawat tempur juga datang dan menembaki mujahidin untuk memecah pengepungan, namun usaha tank dan pesawat tempur tersebut gagal total. Segala puji bagi Allah Ta'ala semata.
Setelah terlibat baku tembak dan pengepungan selama lebih dari 20 jam penuh, mujahidin memutuskan untuk meledakkan gedung dengan bom dan membakarnya, sebagai langkah awal untuk mundur.
Pertempuran ini dimulai sejak siang hari Ahad tanggal 29 Syawwal 1433 H / 16 September 2012 M sampai pagi keesokan harinya.
Dalam pertempuran ini, mujahidin mempergunakan persenjataan ; meriam kaliber 120 mm, meriam kaliber  80 mm, meriam kaliber 60 mm, panser BMP hasil rampasan perang dari markas militer Hanano, senapan mesin kaliber 14,7 mm, roket RPG dan senapan serbu beragam jenis.

Foto mujahidin menghantam gedung Pusat Kajian Startegi Militer di desa Mansurah, Aleppo Barat dengan meriam

Foto panser BMP mujahidin ikut ambil bagian dalam serangan terhadap gedung Pusat Kajian Startegi Militer di desa Mansurah, Aleppo Barat

Foto suasana penyerangan terhadap gedung Pusat Kajian Startegi Militer di desa Mansurah, Aleppo Barat dengan meriam

Foto suasana penyerangan terhadap gedung Pusat Kajian Startegi Militer di desa Mansurah, Aleppo Barat dengan meriam
Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya

Jabhah Nuhsrah li-Ahli Syam
Dari Mujahidin Syam di Medan jihad
Bidang Media
Janganlah Anda melupakan kami dalam doa Anda

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam
11 Dzulqa'dah 1433 H / 27 September 2012 M


KANIGORO - Masih lekat di ingatan Masdoeqi Moeslim peristiwa di Pondok Pesantren Al-Jauhar di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kediri, pada 13 Januari 1965. Kala itu, jarum jam baru menunjukkan pukul 04.30. Ia dan 127 peserta pelatihan mental Pelajar Islam Indonesia (PII) sedang asyik membaca Al-Quran dan bersiap untuk salat subuh. Tiba-tiba sekitar seribu anggota PKI membawa berbagai senjata datang menyerbu. Sebagian massa PKI masuk masjid, mengambil Al-Quran dan memasukkannya ke karung. "Selanjutnya dilempar ke halaman masjid dan diinjak-injak," kata Masdoeqi saat di rumahnya di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, pekan lalu seperti dilansir tempo.co.
Para peserta pelatihan digiring dan dikumpulkan di depan masjid. "Saya melihat semua panitia diikat dan ditempeli senjata," tutur Masdoeqi, yang kala itu masuk kepanitiaan pelatihan.
Dia menyaksikan massa PKI juga menyerang rumah Kiai Jauhari, pengasuh Pondok Pesantren Al-Jauhar dan adik ipar pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kiai Makhrus Aly. Ayah Gus Maksum itu diseret dan ditendang ke luar rumah.
Selanjutnya, massa PKI mengikat dan menggiring 98 orang, termasuk Kiai Jauhari, ke markas kepolisian Kras dan menyerahkannya kepada polisi. Menurut Masdoeqi, di sepanjang perjalanan, sekelompok anggota PKI itu mencaci maki dan mengancam akan membunuh. Mereka mengatakan ingin menuntut balas atas kematian kader PKI di Madiun dan Jombang yang tewas dibunuh anggota NU sebulan sebelumnya. Akhir 1964, memang terjadi pembunuhan atas sejumlah kader PKI di Madiun dan Jombang. "Utang Jombang dan Madiun dibayar di sini saja," ujar Masdoeqi, menirukan teriakan salah satu anggota PKI yang menggiringnya.
Kejadian itu dikenal sebagai Tragedi Kanigoro pertama kalinya PKI melakukan penyerangan besar-besaran di Kediri. Sebelumnya, meski hubungan kelompok santri dan PKI tegang, tak pernah ada konflik terbuka.
Meski tak sampai ada korban jiwa, penyerbuan di Kanigoro menimbulkan trauma sekaligus kemarahan kalangan pesantren dan anggota Ansor Kediri, yang sebagian besar santri pesantren. Memang kala itu para santri belum bergerak membalas. Namun, seperti api dalam sekam, ketegangan antara PKI dan santri makin membara.
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kiai Idris Marzuki, mengakui atmosfer permusuhan antara santri dan PKI telah berlangsung jauh sebelum pembantaian. "Bila berpapasan, kami saling melotot dan menggertak," katanya. Kubu NU dan PKI juga sering unjuk kekuatan dalam setiap kegiatan publik. Misalnya ketika pawai memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus, rombongan PKI dan rombongan NU saling ejek bahkan sampai melibatkan simpatisan kedua kelompok. Kondisi itu semakin diperparah oleh penyerbuan PKI ke Kanigoro.
Peristiwa di Kanigoro itu pula yang memperkuat tekad kaum pesantren dan anggota Ansor di Kediri, termasuk Abdul, menyerang anggota PKI. Pembantaian mencapai puncaknya ketika pemerintah mengumumkan bahwa PKI adalah organisasi terlarang. Abdul dan para anggota Ansor lainnya semakin yakin bahwa perbuatan mereka benar. "Seperti api yang disiram bensin, kami semakin mendapat angin untuk memusnahkan PKI," ujarnya.

JAKARTA  - Majelis Ulama Indonesia (MUI)  dengan tegas menolak berbagai upaya 'menghidupkan kembali' ideologi komunisme, KH. Amidhan, ketua MUI, mengatakan pihak-pihak yang saat ini gencar meneriakkan slogan dan rekomendasi keadilan bagi anggota atau keluarga PKI dan afiliasinya lupa atau sengaja menutupi fakta yang sesungguhnya menjadi latar belakang aksi-aksi rakyat pada kurun Oktober 1965-1966.
"Seharusnya mereka juga menyelidiki dan mengupayakan keadilan bagi para kyai dan ulama yang telah menjadi korban aksi-aksi sepihak PKI sebelum 30 September 1965," ujar Amidhan, dalam diskusi 'Mengungkap Pengkhianatan/Pemberontakan G30S-PKI tahun 1965', Aula Gedung MUI, Jl. Proklamasi 51, Jakarta Pusat, Senin (1/10).
Menurut Amidhan, rekomendasi tersebut sama saja ingin menjadikan PKI sebagai pahlawan. Padahal menurutnya, pelaku pemberontakan G30S/PKI adalah partai berhaluan komunis itu. "Tidak adil kalau pembantaian PKI dianggap pelanggaran HAM (hak asasi manusia) berat," kata Amidhan
Peristiwa setelah G30S/PKI, dinilai Amidhan, merupakan reaksi atas pembunuhan enam jenderal Angkatan Darat (AD). Rakyat saat itu, menurut Amidhan, demikian geram. Apalagi sebelum peristiwa G30S/PKI, PKI juga melakukan pembersihan pada kyai dan santrinya di desa-desa. "Mereka membunuh dengan dalih memerangi tuan tanah," katanya.
PKI dengan paham komunis yang dibawanya pada saat itu menganggap kelompok Islam adalah salah satu musuh mereka. Pemungut zakat dianggap salah satu dari tujuh setan desa yang jelas bertentangan dengan syariat Islam. "Sejak saat itu para tokoh muslim memberikan reaksi keras dengan melakukan perlawan balik," katanya.
Tanggal 30 September 1965, dinilai Amidhan, adalah puncak gunung es dari niat jahat PKI merebut kekuasan RI.
Ditambahkan Amidhan, suara-suara yang ingin meluruskan fakta sejarah tersebut sudah menguat sejak berakhirnya orde baru.Memasuki era reformasi, banyak tekanan untuk dilakukannya pelurusan sejarah. Namun isu ini dinilai Amidhan diboncengi dengan upaya memojokan kelompok Islam dengan tuduhan turut serta membantai pemimpinan dan pendukung PKI. "Kekejaman PKI luar biasa," katanya.
"Bahkan salah satu lembaga negara yang menangani permasalahan HAM dan mengeluarkan pernyataan resmi bahwa peristiwa 30 September telah terdapat bukti pelanggaran HAM berat," tambahnya.
Amidhan sendiri melihat saat ini gerakan komunis muda mulai bangkit. Tidak bergerak di permukaan, mereka bergerak melalui gerakan menuntut keadilan dengan dalih pelurusan sejarah.
Padahal, menurut Amidhan, apabila rakyat tidak melakukan perlawanan massif terhadap PKI dan afiliasinya, maka kemungkinan besar NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) bisa bubar. Berganti menjadi Negara Komunis Indonesia.
Hingga saat ini, menurut Amidhan, masih ada pro dan kontra mengenai siapa di balik gerakan pembrontakan tersebut, dari mulai intelejen asing, friksi internal tentara Angkatan Darat saat itu, hingga intelejen asing yang ikut bermain. "MUI masih berkeyakinan bahwa pelakunya adalah PKI (Partai Komunis Indonesia)," kata Amidhan.
Selain Amidhan, hadir juga Letjend. Kiki Syahnakri, Prof. Mansyur Suryanegara, Dr.Taufiq Ismail, Alfian Tanjung, Harry Tjan Silalahi.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget