Islamfobia mulai menyebar luas di negara-negara Eropa seperti Prancis, Belgia, Swiss, Belanda, dan Spanyol. Mulai pertengahan tahun ini, berbagai tindakan rasial menyudutkan umat Islam di sana. Kelompok hak asasi Amnesty International melansir fakta mengejutkan, banyaknya muslim memakai atribut agamanya seperti jilbab atau memelihara janggut mendapat perlakuan tidak menyenangkan.
Masyarakat Eropa memandang Islam sebagai kanker harus dimusnahkan. Perempuan muslim dan anak-anak menggunakan busana tertutup dilarang bersekolah, bahkan kaum hawa berjilbab tidak bisa mendapat pekerjaan, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya (11/12).
Kondisi tidak jauh berbeda juga terjadi pada lelaki muslim di sejumlah negara Eropa. Mereka menumbuhkan janggutnya langsung dipecat dari pekerjaan. Banyak perusahaan melarang penggunaan budaya atau simbol keagamaan dengan alasan menganggu citra perusahaan. "Ini bertentangan dengan hukum Uni Eropa melarang diskriminasi dengan alasan agama dan keyakinan dalam hal pekerjaan. Mereka tidak menanggapi ini dan pengangguran umat muslim semakin tinggi," ujat Marco Perolini, pakar diskriminasi dari Amnesty Internasional seperti dilansir BBC (24/4).
Di Prancis tindakan rasis ini dalam batas mengkhawatirkan, seperti dilansir situs france24.com. Lembaga nasional untuk menangani Islamfobia mencatat para anti-Islam tahun ini meningkat menjadi 42% dibanding 2011.
Ketua lembaga untuk penanganan Islamfobia Abdullah Zekri mengatakan kenaikan kasus rasial pada umat muslim ini lantaran kebangkitan sayap kanan Partai Front Nasional Anti-Imigran dan majunya sang ketua Marine Le Pen ke parlemen dengan perolehan suara cukup tinggi yakni 17,9 persen.
Zekri juga menuding pemerintah Prancis sengaja memelihara ketegangan rasial ini dengan meluncurkan perdebatan. Masih segar dalam ingatan saat mantan Presiden Nicolas Sarkozy mengeluarkan pernyataan mengenakan cadar bukan budaya Negeri Anggur itu. Ini membuat Prancis terpecah menjadi dua kubu dan lebih banyak mereka yang anti-Islam. Pandangan sengit ke arah muslim ketambahan saat kelompok teroris Al-Qaidah membunuh tujuh orang di Kota Toulouse, Maret lalu, termasuk seorang rabi dan tiga bocah Yahudi. "Peristiwa ini membuat tokoh politik menargetkan kekerasan pada kelompok muslim, padahal kami juga mengutuk pembunuhan ini," ujar Zekri.
Zekri tengah mengusulkan mereka phobia Islam mendapat ganjaran hukuman sama seperti mereka anti-semit di Prancis. Kekerasan pada agama mana pun tidak dibenarkan dan harus mendapat pengadilan sesuai.
Setali tiga uang, Swiss pernah melarang pembangunan menara-menara masjid baru tiga tahun lalu lantaran tidak cocok dengan budaya setempat. Baru belakangan setelah pegiat anti-Islam dari Partai Sayap Kanan Swiss (SVP), Daniel Streich, justru berpindah haluan menjadi seorang muslim, negara ini mulai terbuka untuk mendirikan kubah rumah Tuhan itu. Malah akhirnya anggota parlemen memperbolehkan perempuan muslim bercadar.
Tidak kalah garang pada agama Nabi Muhammad, pemerintah Spanyol selalu menolah permohonan pembangunan masjid. Di Kota Katalunia misalnya banyak muslim salat di tempat terbuka dan pinggir jalan. Alasan konyol dikemukakan pemerintah Negeri Matador tidak jauh beda dengan Swiss, masjid bukan tradisi dan budaya negara itu. Padahal Islam pernah berkembang sangat pesat pada abad kedelapan dan meninggalkan beberapa masjid cantik. Satu masih tersisa yakni Masjid Granada. Sementara masjid cantik lainnya yakni Masjid Kordoba telah beralih fungsi menjadi katedral.
Islamfobia butuh penanganan serius dari mereka duduk di pemerintahan sebab jika tidak, diperkirakan gerakan anti-Islam terus meningkat.
Kevin Zile asal Forestville, Kota Bristol, Amerika Serikat, masih ingat betul pengalaman pahit 37 tahun lalu. Saat itu, dia masih berusia 12 tahun bersekolah di St. Matthews Church.
Dia biasa membantu menyiapkan makan di rumah pastor Thomas Glynn. "Dia karismatik, ramah, dan semua orang ingin dekat dengan dia," kenang Zile, seperti dilansir surat kabar Connecticut Post, Agustus 2003. "Dia tahu orang-orang penting dan memiliki foto bersama Presiden Kennedy (John Fitzgerald Kennedy) di dinding rumahnya." Pastor Glynn sangat suka pesta dan dia kerap menggelar kesenangan di rumahnya.
Suatu sore, situasi rumah pastor Glynn sangat sepi. Tuan rumah lantas meminta Zile naik ke kamar tidur lantai dua. "Dia sedang berbaring cuma mengenakan celana dalam," ujar Zile. Dia lantas diberi minum koktail dan pingsan. Setelah sadar, pastor Glynn mengatakan Zile telah disodomi.
Zile awalnya tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Dia cuma ingat melempar celana dalamnya ke bak sampah, lalu pulang jalan lebih dari 2,5 kilometer. Setiba di rumah, dia tidak menceritakan kejadian itu kepada orang tua.
Malahan, Zile kian akrab dengan Glynn. "Saya berusaha mendapatkan cinta dari pastor Glynn yang tidak saya peroleh dari ayah saya." Glynn kerap merayu dengan memuji betapa istimewanya Zile.
Selama masa kecilnya, Zile mengungkapkan ayahnya cuma sekali mengajak dia makan malam di luar. itu pun cuma di restoran cepat saji McDonalds terdekat. Sedangkan Glynn pernah mengajak dia ke Kota New York dan makan di rumah makan mewah. "Dia membuat saya merasa istimewa," ujar Zile.
Pada 1968, Glynn dipindah ke Gereja Trinitas Suci, Wallingford. Zile mengunjungi kekasih haramnya itu saban akhir pekan. Setahun kemjudian, orang tuanya mengizinkan dia menginap di kediaman Glynn selama libur musim panas. Sodomi pun menjadi rutinitas buat keduanya. Hingga Glynn dipindah ke Gereja St. Claire, East heaven, Zile setia melawat.
Pada libur musim panas 1971, Glynn mengajak Zile ke pemondokan dua lantai miliknya di sebuah pantai di East Heaven. Keduanya akan mempersiapkan pesta. "Saya harus tidur di kamar Glynn dan dia menyodomi saya saban kali semua orang sudah pergi tidur," tutur Zile.
Glynn sering megajak Zile bersenang-senang ke sebuah klub malam di New York. Dia membelikan Zile minuman beralkohol dan memaksa dia menenggak hingga mabuk. Semua berakhir dengan sodomi oleh Glynn dan rekan-rekannya hingga Zile pingsan. perbuatan kaum Nabi Luth itu dilakoni di mobil atau hotel. Pelecehan seksual itu dia peroleh hingga tamat SMP. "Saya menjadi pecandu alkohol, minum dan mengkonsumsi obat terlarang saban hari, namun semua itu malah membantu saya melupakan kenangan pahit itu."
Sampai satu hari Glynn menelepon. Zile mengancam akan membunuh pastor bejat itu kalau berani mendatangi dirinya. Zile lantas mengadu kepada orang tua. Sang ayah tidak percaya. Untungnya ibunya percaya dengan pengalaman pahit puyranya itu selama bertahun-tahun. mereka lantas mengadu ke kekuskupan agung. Tapi tidak ada tindak lanjut hingga pastor berlumur dosa itu menemui ajal.
Diam bisa berarti emas. Namun bungkam versi Vatikan dalam kasus pelecehan seksual oleh para pastor terhadap anak altar sungguh menyebalkan.
Saking sebalnya, monsignor Charles Scicluna menyamakan diamnya pihak gereja terhadap gelombang pelecehan seksual di wilayah mereka seperti omerta, budaya diam ala mafia Italia. Ini merupakan tuduhan serius. "Ajaran agama...kebenaran itu berdasarkan keadilan menjelaskan kenapa budaya diam atau omerta itu salah dan tidak adil," katanya saat menyampaikan sambutan dalam simposium di Ibu Kota Roma, seperti dilansir kantor berita Reuters Februari tahun lalu.
Simposium empat hari itu berlangsung di the Jesuit Pontifical Gregorian University, Ibu Kota Roma, Italia. Pertemuan untuk pertama kali ini membahas cara menangani gelombang pelecehan seksual di gereja-gereja Katolik di Eropa dan Amerika Serikat satu dekade terakhir. Sekitar 200 orang hadir meliputi uskup, pemimpin ordo, korban, dan ahli kejiwaan.
Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Benediktus XVI telah menunjuk Scicluna dari departemen doktrin Vatikan untuk menangani aib ini. Menurut Scicluna, strategi mencegah pelecehan terjadi lagi tidak bakal berhasil tanpa komitmen dan keterbukaan. Dia dan sejumlah pejabat Vatikan yang hadir berpesan para pemimpin gereja harus bekerja sama dengan aparat keamanan setempat buat mengatasi kasus-kasus pedofilia.
Skandal seks ini menjadi alasan bagi para penganut Katolik menjadi murtad di sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, tanah kelahiran Paus Benediktus XVI. Noda ini juga telah menghancurkan kebanggaan moral gereja di negara-negara mayoritas Katolik, seperti Irlandia.
Sebuah asosiasi korban pelecehan seksual pastor konferensi monumental itu sekadar membersihkan coreng di wajah vatikan. mereka mendesak pemimpin umat katolik sejagat menyerahkan dokumen pelecehan seksual itu kepada Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag, Belanda. "Setelah bertahun-tahun berjanji, menggelar pertemuan-pertemuan dan pelbagai permintaan maaf kosong, Vatikan tidak mampu melakukan tindakan paling mudah, murah, dan paling dikenal anak-anak: mengumumkan kepada masyarakat soal dokumen rahasia kasus pelecehan itu," ujar Joelle Casteix dari Jaringan Korban Pelecehan pastor (SNAP).
Korban pelecehan seksual asal irlandia, Marie Collins, panduan mengatasi kasus pedofilia ini perlu memasukkan hukuman buat uskup yang tidak mau menerapkan hal itu. Tanpa sanksi, kasus mencuat mudah menguap dan diselesaikan di bawah karpet. Alhasil, pastor-pastor pedofil kian ganas.
Irlandia termasuk salah satu negara memiliki kasus pedofilia gereja terparah. Skandal ini meretakkan hubungan negara ini dengan Vatikan.
Vatikan pada Juli 2011 menarik duta besarnya dari Irlandia setelah Perdana Menteri Enda kenny menuding Vatikan menghalangi penyelidikan kasus pelecehan seksual oleh para pastor. Empat bulan kemudian, Irlandia membalas dengan menutup kedutaan besar mereka di Vatikan.
Pastor Neil Doherty bungkam saat Hakim Kenneth Gillesple dari Pengadilan Brodward, selatan Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, Senin lalu membacakan vonis. Lelaki 69 tahun ini terlihat ringkih, berdiri dengan badan bongkok dan tangan terborgol.
Doherty mendapat hukuman 15 tahun penjara setelah dua pekan sebelumnya mengajukan banding. Dia terbukti bersalah menyodomi seorang anak altar pada pertengahan hingga akhir 1990-an. "Ini hukuman maksimum bisa saya jatuhkan," kata Gillesple, seperti dilansir surat kabar the Miami Herald dua hari lalu. Doherty masih harus menghadapi dua kasus lagi di pengadilan terbuka soal trauma akibat pelecehan seksual dia lakukan terhadap sejumlah anak beberapa dekade lalu. Kalau di pengadilan kriminal, korban tidak dihadirkan. Mereka hanya memberi keterangan melalui surat. Sedangkan untuk dua dakwaan lagi, korban bersaksi langsung di ruang sidang. Keduanya adalah Dennis Montero, 43 tahun, dan Jorge Soler, 39 tahun. Montero mengungkapkan dia bertemu Doherty yang dikenal sebagai pastor suka menolong pemuda bermasalah. Bukannhya membantu, pastor bejat ini malah mencekoki korban dengan anggur dan narkotik hingga pingsan. "Ketika saya bangun, saya telah telanjang dan disodomi," ujar Montero. Pastor bersyhawat sesat bukan hanya Doherty. Ada ribuan pastor bejat di lingkungan gereja Katolik terlibat skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak. Kasus pedofilia ini merambah Eropa dan Amerika. Noda ini mengguncang Takhta Suci Vatikan ketika terkuak dua tahun lalu. Angka ini muncul dalam simposium empat hari di the Jesuit Pontifical Gregorian University, Ibu Kota Roma, Italia, Februari tahun lalu. Pertemuan untuk pertama kali ini membahas cara menangani gelombang pelecehan seksual di gereja-gereja Katolik di Eropa dan Amerika Serikat satu dekade terakhir. Sekitar 200 orang hadir meliputi uskup, pemimpin ordo, korban, dan ahli kejiwaan. Kardinal Joseph William Levada asal Amerika mengungkapakan Vatikan sedang menyelidiki lebih dari empat ribu kasus pedofilia melibatkan pastor di seluruh dunia dalam satu dekade terakhir. Dia menggambarkan data ini sebagai peningkatan dramatis dan telah merusak citra Takhta Suci sehingga memaksa Paus benediktus XVI meminta maaf secara terbuka. Catatan berbeda diungkap oleh monsignor Charles Scicluna dari departemen doktrin Vatikan dalam wawancara dua tahun lalu. Dia menyebut telah terjadi tiga ribu kasus pedofilia oleh pastor dalam setengah abad belakangan, seperti ditulis koran the Daily Mail Februari tahun lalu. Bukan sekadar pengakuan dibutuhkan oleh korban. Mereka ingin melihat para pastor perusak masa depan anak-anak altar itu mendekam di tahanan, seperti nasib Doherty.
Oleh: Lembaga Penelitian Dan Pengkajian Islam (LPPI) Jakarta
Ketika Orde Baru berjaya, banyak para pejabat yang tidak percaya adanya Kristenisasi besar-besaran yang telah terjadi di Indonesia. Tetapi setelah dikeluarkan buku “Fakta dan Data tentang Kristenisasi di Indonesia” oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, semua pihak terperangah dan yakin bahwa pihak Misionaris Zending telah bekerja keras siang-malam untuk mengkristenkan umat Islam secara khusus.
Pada Orde Reformasi mereka semakin berani melakukan Kristenisasi secara terbuka bahkan keji. Mereka menggunakan Al-Qur`an dan Hadits dengan diputarbalikkan untuk membenarkan ajaran sesat mereka, dan untuk mengelabui umat Islam. Gerakan Kristenisasi bergerilya dengan kedok dakwah ukhuwwah dan shirathal mustaqim secara gencar dan tersembunyi, gerakan itu dikoordinasi oleh Yayasan NEHEMIA yang dipelopori Dr. Suadi Ben Abraham, Kholil Dinata dan Drs. Poernama Winangun alias H. Amos.
Mereka telah mengeluarkan beberapa buku di antaranya:
Upacara Ibadah Haji
Ayat-ayat yang menyelamatkan
Isa Alaihis salam dalam pandangan Islam
Riwayat singkat pusaka peninggalan Nabi Muhammad saw
Membina kerukunan umat beragama
Rahasia jalan ke surga
Siapakah yang bernama Allah itu?
Isi buku-buku dan brosur tersebut di atas diantaranya:
Upacara Ibadah Haji adalah penyembahan berhala tertutup
Islam agama khusus untuk orang Arab, Al-Qur`an kitab suci orang Arab dan Nabi Muhammad saw adalah nabi untuk orang Arab yang mengajarkan penyembahan berhala dan tidak akan selamat di akhirat
Tuhan orang Islam adalah batu hitam (hajar aswad)
Waktu shalat sangat kacau dan Al-Qur`an tidak relevan
Nabi Muhammad saw memperkosa gadis dibawah umur
Al-Qur`an untuk Iblis, Injil petunjuk bagi umat Islam yang taqwa
Bapaknya Yesus adalah Allah subhanahu wa ta`ala
Semua umat masuk Neraka kecuali umat Kristen
Nabi Muhammad saw wafat mewariskan kitab Injil
Khadijah, istri Nabi Muhammad saw beragama Kristen.
Sanggahan terhadap tuduhan-tuduhan keji tersebut:
1. Ibadah Haji dituduh sebagai penyembahan berhala tertutup, itu tuduhan keji. Tidak bolehnya orang non muslim ke Mekkah bukan untuk menutupi upacara ibadah haji. Dan ibadah haji itu tidak ada penyembahan berhala seperti dituduhkan H. Amos orang Kristen. Namun itu perintah langsung dari Allah Subhanahu wa Ta'ala yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini.(Q.S. At-Taubah 9:28). Tuduhan itu juga bertentangan dengan kenyataan, karena upacara ibadah haji ditayangkan pula ke berbagai negara di dunia lewat televisi. Terbukti tak ada penyembahan berhala dalam upacara ibadah haji dan tidak tertutup.
2. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dituduh hanya rasul untuk bangsa Arab, dan tidak akan selamat di akhirat. Tuduhan itu sangat jahat, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menegaskan dalam Al-Qur`an yang artinya: Dan Kami tiada mengutusmu (Muhammad) melainkan menjadi rahmat bagi semesta alam. (Q.S. Al-Anbiya 21:107). Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk seluruh manusia sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Q.S.Saba`34:28). Al-Qur`an adalah suatu peringatan untuk semesta alam. (Q.S. At-Takwir 81:27 dan Al-Qalam 68:52). Dan Kami turunkan Al-Qur`an kepadamu (Muhammad) supaya engkau jelaskan umat manusia, apa-apa yang diturunkan kepada mereka, supaya mereka berpikir. (Q.S. An-Nahl 16:44). Muhammad bukanlah bapak salah seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup nabi-nabi, dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Ahzab 33:40).
3· Tuduhan tentang Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak selamat di akhirat, maka harus dibacakan shalawat, itu tuduhan keji pula. Bisa diperbandingkan dengan keadaan bahwa bayi yang meninggal dunia pasti selamat akan masuk surga. Namun bayi yang meninggal itu tetap dishalati dan didoakan. Orang yang menshalati, mendoakan dan menguburkan mayit bayi ini akan mendapat pahala.
Terhadap bayi yang belum berjasa saja harus didoakan, apalagi terhadap seorang Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, yang telah sangat berjasa bagi umat manusia. Ini sudah pas dari segi ajaran agama maupun akal yang mau menerimanya.
4. Tuduhan bahwa Islam mengajarkan penyembahan berhala batu hitam bernama Hajar Aswad, itu tuduhan yang amat keji dan licik. H. Amos memutarbalikkan fakta, Hajar Aswad dianggap sebagai berhala yang disisakan setelah 359 berhala dihancurkan, dengan mengutip hadits Bukhari tanpa disertai teksnya. Ternyata H. Amos sebagai orang Kristen bohong, karena Hajar Aswad bukan termasuk berhala. Teksnya Hadits Bukhari nomor 832, terjemahnya:
Dari Ibnu `Abbas ra katanya: Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mula-mula tiba di Makkah, beliau enggan hendak masuk Ka`bah karena di dalamnya banyak patung. Beliau memerintahkan supaya mengeluarkan patung-patung itu, maka dikeluarkan mereka semuanya termasuk patung Nabi Ibrahim dan Isma`il yang sedang memegang Azlam (alat untuk mengundi). Melihat itu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: Terkutuklah orang yang membuat patung itu!, Demi Allah sesungguhnya mereka tahu bahwa keduanya tidak pernah melakukan undian dengan Azlam, sekali-kali tidak. Kemudian beliau masuk ke dalam Ka`bah, lalu takbir di setiap pojok dan beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam shalat di dalamnya. (Shahih Bukhari No. 832).
5. Tuduhan tentang waktu shalat sangat kacau, itu tuduhan yang sangat mengada-ada. Penuduh membentrokkan ayat-ayat dengan hadits Bukhari tanpa mau memahami Q.S. Al-Isra 17:78 dan Q.S. Hud 11:114, dibentrokkan dengan hadits Bukhari nomor 211, lalu dikomentari bahwa yang dipakai hadits, bukan Al-Qur`an. Maka dituduh kacau. Padahal kalau mau memahami, ayat-ayat maupun hadits tersebut semuanya bermakna bahwa shalat wajib adalah 5 waktu sehari semalam, yaitu Shubuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib, dan `Isya.
6. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dituduh memperkosa gadis dibawah umur, itu tuduhan yang sangat menghina. Tuduhan itu hanya menunjukkan kebencian yang amat sangat, dan tidak bisa mengemukakan bukti-bukti larangan tentang menikahi gadis dalam batasan umur. Padahal umur 9 tahun seperti `Aisyah yang mulai diajak berumah tangga oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam setelah dinikahi pada umur 6 tahun, itu tidak ada larangan. Sedangkan gadis-gadis Arab-pun dalam usia 9 tahu sudah mungkin sekali haid, berarti dewasa. Jadi tuduhan itu hanyalah kebencian yang membabi buta. (lihat: Apakah Siti 'Aisyah Menikah Dengan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Pada Usia 9 Tahun?)
Tuduhan-tuduhan lain yang mereka lontarkan terhadap Islam sifatnya sama; hanyalah kebencian dan kebohongan belaka. Orang-orang yang mau berpikir pasti paham bahwa tuduhan-tuduhan mereka itu menunjukkan betapa rendahnya moral mereka.
Orang-orang Kristen telah lama melancarkan program Kristenisasi dengan berbagai cara. Apa upaya kita dalam menghadapi kejahatan Kristenisasi?
[Dikutip dari brosur “Kristenisasi dan Kejahatan-Kejahatannya” terbitan Lembaga Penelitian Dan Pengkajian Islam (LPPI) Jakarta]
Artis internasional Sam Brodie memilih jalan hidupnya dalam menentukan keyakinan dengan menjadi seorang mualaf. Ini dilakukannya karena dorongan spiritualnya untuk mempelajari agama Islam lebih dalam. Selain itu, peran serta dan dorongan sahabatnya Maia Estianty juga menjadi andil dan keinginan kuat Sam mempelajari agama Islam.
"Dasarnya sebenarnya bukan karena apa-apa. Semua ini karena hati aku telah terbuka. Selain itu juga karena pacarku yang memang beragama Islam. Aku memilih menjadi mualaf dengan niat serius, karena ini adalah pilihan keyakinan. Peran serta Bunda Maia memang sangat besar, dua minggu setelah gabung dengan dia, aku menjadi mualaf," ungkap Sam saat berbincang dengan KapanLagi.com™ di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (21/1).
Pria yang mengaku dekat dengan Paris Hilton ini resmi menjadi mualaf sejak 8 Desember 2010 lalu di hadapan Kepala KUA kecamatan Jatih Asih, Bekasi. Saat ini, Sam memang tengah menjalani proses dalam menjalani ibadah yang memang sudah diatur dalam agama Islam. "Awalnya memang tidak begitu langsung saja ya. Semuanya butuh proses. Saat ini aku memang ikut kelas bareng anak-anak kecil, ikut-ikut sholat. Baca doanya kan juga belum hapal. Belajar sedikit-sedikit nggak langsung tau semua. Kayak anak TK belajar. Kalau aku belajarnya di masjid, kelas mengaji dengan anak kecil di Masjid Attin. Terkadang malu juga, ikut mereka," kata Sam. Dengan perubahan keyakinannya ini, Sam juga mengubah namanya dengan nama yang lebih islami. Jika dirinya memiliki nama lahir, Samuel Da Bettay, kini setelah masuk Islam dirinya mengganti nama menjadi Muhammad Samuel Da Bettay.
"Untungnya aku punya teman seperti Bunda Maia. Aku ini memang bisa dibilang baru banget. Dapat bimbingan baca Al Quran dari Maia Estianty. Kita juga sering berdebat mengenai sebuah ilmu Al Quran. Setelah ketemu seseorang yang hebat yaitu Maia Estianty, saya mendapatkan banyak ilmu terutama ilmu ikhlas," pungkasnya.
Berikut adalah photo Muhammad Samuel Da Bettay yang di ambil dari kapanlagi.com:
SURIAH. – Kamis, 24 Januari 2013, salah seorang perwira Bashar Al-Asad yang membelot yang berada bandara militer Kwers mengatakan bahwa jasad pasukan Bashar Al-asad memenuhi bandara.
Komando Umum Tentara Pembebasan Suriah , melalui halaman di jejaring sosial Facebook, bahwa perwiran Al-Asad yang membelot itu berhasil keluar dengan selamat dari bandara. Di mana di tempat itu berlangsung pertempuran mereka dengan pasukan oposisi, dalam upaya pembebasan bandara tersebut dari pasukan Bashar Al-Assad.
Halaman tersebut menukil perkataan seorang perwira tersebut bahwa jasad dan mayat para perwira dan tentara memenuhi tempat itu dan bagian tubuh mmereka berserakan di sudut – sudut bandara, dan kondisi di sana susah untuk di gambarkan serta tentara pemerintah tidak akan bertahan dan bisa bangkit dalam waktu yang lama.
Nasib Presiden Bashar al-Assad hanyalah akan menghitung jari tangan, dan kekuatan militer terus rontok, akibat pembelotan, dan terus bergabung dengan para pejuang oposisi yang berjuang menggulingkan Bashar al-Assad yang sangat biadab dan keji. (usama/imo)
Tahukah? Paus Benecditus XVI pernah mengatakan, Natal itu bukan 25 Desember. Tapi anehnya, setiap tahun sebagian umat Islam malah mengucapkan selamat Natal kepada kaum Kristiani. Umat Islam seolah lupa dengan perjuangan Buya Hamka yang melarang umat Islam melalui fatwa MUI tentang larangan mengucapkan selamat Natal.
“Sejak awal, penanggalan Kristen itu sudah salah. Seorang ahli astronomi bernama Denisius ternyata salah hitung soal penanggalan Kristen perihal tahun pertama kelahiran Yesus. Pihak gereja menemukan kejanggalan, dan mengakui ahli astronomi itu salah hitung. Intinya, Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember.”
Demikian dikatakan Kristolog Hj. Irena Handono dalam Kajian Bulanan yang diadakan oleh Badan Kerjasama Seluruh Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) yang diketuai oleh KH. Cholil Ridwan di Gedung DDII, Jakarta, Selasa lalu. Dikatakan Irena, Gereja punya jejak rekam panjang tentang kelahiran Yesus. Gereja bahkan sempat melakukan secara acak saat perayaan hari kelahiran tersebut. Ada yang merayakan pada bulan November, Desember, Januari, bahkan Februari. Tapi kemudian gereja membuat kesepaktan, 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Perdebatan pun terjadi tentang dimana kelahiran Yesus. Ada yang mengatakan di kandang domba, di dalam goa, bahkan di bawah pohon cemara yang kemudian digunakan sebagai pohon Natal. Yang ada disana adalah pohon kurma, bukan cemara. “Itulah kebohongan gereja. Kita tahu, di Yerusalem tidak satupun tumbuh pohon cemara, apalagi salju.” Dalam al Kitab (Matius dan Lukas) dikatakan, malam itu bintang gemerlap, gembala menggembalakan ternak di padang rumput. Jadi tidak mungkin ada salju. Banyak kebohongan yang diciptakan, tapi anehnya sebagian umat Islam itu sendiri malah menikmati kebohongan.
Gerakan Pemurtadan Dalam kajian Kristologi itu, Irena kembali menyegarkan ingatan mengenai upaya pengikisan iman dan akidah yang terjadi Tanah Air. Salah satunya adalah aksi pemurtadan yang dilakukan oleh Yayasan Mahanaim. Bermula, 17 Mei 2008 yang lampau, Mahanaim menyelenggarakan pemurtadan berkedok peringatan Hari Kebangkitan Nasionaldi Monas, Jakarta, dengan tema "Indonesia Bangkit Jadi Berkat", diikuti peserta kurang lebih 2000 orang. Mereka terdiri dari anak-anak dan ibu-ibu yang datang dari penjuru Jabodetabek yang diangkut bis-bis carteran dari Mahanaim. Sukses di Jakarta, aksi Mahanaim merambah Bekasi dengan tagline "Bekasi Berbagi Bahagia" (B3). Aksi yang mereka lakukan adalah “ada udang dibalik batu”. Mereka tidak peduli apakah misinya sah atau tidak. Yang penting, dari kegiatan pemurtadan berkedok social ini sudah mendapat fotokopi KTP, atau setidaknya nama, alamat, dan tanda tangan peserya yang dihadirkan. Data itu kemudian dijadikan lampiran proposal untuk mencarikan dana dari negeri donor, pendapatannya bisa diatas 10 kali lipat. “Mereka itu kerja sehari untuk setahun. Bukan hanya itu, daftar hadir peserta dimanipulasi, dipakai untuk lampiran pendirian gereja,” tandas Irena. Ketika ditanya, soal HKBP yang menjadi persolan di Bekasi, Irena menilai, HKBP telah menjual Indonesia ke Luar Negeri. Itulah sebabnya, cara menghadapi mereka, harus dimbangi dengan perang pemikiran dan budaya. “Fisik kita jangan dihabiskan dilapangan . Kita harus perang media, pemikdan, budata, dan peradaban.” Mengenai gerakan Save Maryam, Irena tahu betul siapa pentolannya. Dia bernama Saefudin, seorang aktivis liberal pengikut JIL. Irena mengaku pernah berbicara dengannya, dan tahu nama aslinya, sampe nomor handphone-nya. Suatu ketika Irena Handono pernah berdakwah di Papua Barat. Saat itu ia mendapat undangan untuk mengisi materi di sebuah masjid di Monokwari. Sebelumnya, Irena sengaja memfoto dirinya bersama staf Irena Center lalu dishare ke Facebook. Begitu tahu, Irena berada di Monokwari yang konon disebut Kota Injil, tak sedikit para misionaris yang terkejut dengan kedatangan dirinya. “Mereka heboh saat saya difoto di depan patung selamat datang dengan spanduk Monokwari Kota Injil. Ketika saya sudah berada di masjid untuk memberi materi, rupanya ada pihak TNI yang memakai baju sipil, termasuk dari AL, polisi yang dating. Dari pihak Kristen juga ada yang memata-matai kehadiran saya di masjid tersebut, susana pun sempat panas,” kisah Irena yang kini mengembangkan dakwah melalui VCD dan DVD. Desastian
Ketika ditanya, ada apa dengan 14 Februari? Maka sebagian besar orang, dari mulai anak-anak, remaja, hingga kaum ibu majelis taklim, akan menjawab Hari Valentine (Valentine’s Day). Tahukah? Valentine Day adalah ajang maksiat berkemas kasih sayang. Sepertinya pencitraan Valentine Day yang diperingati setiap 14 Februari cukup berhasil, sampe-sampe umat Islam seolah membenarkan dan ikut arus budaya yang merusak itu.
Irena Handono mengingatkan, QS. Al-An'aam (116) Allah Swt berfirman:"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)."
Mengurai sejarah Valentine Day, di zaman Athena Kuno (Gamelion), bermula ketika diadakan peringatan pernikahan Zeus dan Hara. Seperti diketahui Zeus dan Hera memiliki hubungan darah, kakak-beradik. Bila melihat langit-langit di Vatikan, terdapat lukisan Zeus dan Hara yang sedang melakukan hubungan intim layaknya suami-istri, dan disampingnya terdapat gambar malaikat kecil bersayap putih dan membawa panah. “Kita pasti bertanya, kenapa dilukiskan beberapa malaikat disamping Zeus-Hara yang sedang melakukan hubungan seks? Ini menandakan, hubungan intim kakak-adik (incest) itu seolah mendapat berkah dari malaikat. Seperti itulah cikal bakal Valentine’s Day. Memasuki zaman Romawi Kuno, Dewa Lupercalia melakukan ritual pensucian dari kutukan, kemalangan, dan kemandulan. Perlu diketahui, Dewa Lupercalia adalah sosok laki-laki muda yang digambarkan setengah telanjang dengan pakaian kulit domba.
Lalu bagaimana ritualnya ? Pendeta Lupercus mengorbankan seekor domba untuk persembahan. Kemudian meminum wine dan berlari sepanjang jalan di Roma sambil membawa potongan kulit domba. Remaja putri lalu berebut menyediakan diri dengan suka hati untuk diusap dengan kulit domba. Dengan harapan menjadi suci dari kutukan, kemalangan dan kemandulan. Ritual tersebut menyebar seiring Invasi tentara Roma, hingga ke Inggris dan Perancis. Ritualnya berkembang dengan bentuk undian (lotre) pasangan (Love Lottery), suatu kebiasaan yang sangat digandrungi pada perayaan Lupercalia. Adapun ritual Lotre Pasangan, masing-masing wanita muda memasukkan nama mereka dalam sebuah bejana. Kemudian para pria mengambil satu nama dalam bejana tersebut yang menjadi kekasihnya selama festival berlangsung.
Paus Gelasius mengganggap ritual itu sebagai Pagan dan Immoral. Ketika St. Valentino dieksekusi oleh Raja Claudius II, Raja Romawi (265-270M), dan meninggal pada tanggal 14 Februari 269M, kemudian sosok St. Valentino dijadikan sebagai simbol cinta. Paus Gelasius selanjutnya meresmikan 14 Februari sebagai Hari Valentine pada tahun 498 M, sekaligus sebagai bentuk sinkretisme perayaan pagan. “Ketika itu gereja sepi. Sebagai trik, maka dilakukan ritual budaya tertentu agar remaja mau ke gereja. Hari Paskah misalnya, apa hubungannya dengan telur. Untuk menjadikan ritual yang menarik, missionaris menciptakan permen, coklat, hingga doorprize sebagai upaya untuk mengikis akidah keimanan umat Islam melalui budaya. Di Autralia, hari Paskah tidak menggunakan simbol telur, melainkan kelinci yang lucu, sehingga membuat anak-anak senang. Seperti itulah kebohongan yang diciptakan misionaris gereja,” ungkap Irena menginformasikan.
Valentine Hari Ini
Dikatakan Irena Handono, Valentine saat ini identik dengan pemuda-pemudi berkumpul dalam sebuah acara, berdansa berpasang-pasangan semalam suntuk, menengak minuman keras (beralkohol), melakukan seks bebas (zina), narkoba, yang kemudian terjangkit AIDS yang berujung penghancuran generasi. Apa sesungguhnya yang terjadi saat Valentine Day? Media massa memberitakan tentang buruknya Valentine Day, diantaranya: Lewatkan Malam Valentune Day di Hotel Kawasan Kanjeran - Surabaya Cuma Rp. 27.500-75.000; Penjualan Kondom Meningkat Jelang Valentine (Medan); Rayakan Valentine Pesta Kebo Dibubarkan (Jakarta); Pasangan PNS Digerebek Saat Mesum di Hari Valentine (Kediri); Pasangan Valentine 20 Pasangan Mesum Ditangkap. “Bila perzinahan dan riba telah terang-terangan dilakukan oleh penduduk suatu negeri maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan bagi diri mereka untuk terkena AZAB Allah.” (Hadits Riwayat Bukhari)
Sebagai catatan, 51,5% Remaja lakukan hubungan seksual di tempat kos; Remaja pemakai narkoba bisa berperilaku seks bebas; Sepertiga penderita AIDS kaum remaja; Dampak Narkoba Suntik 43.000 Terinveksi HIV; 2 Juta Kasus Aborsi Setiap Tahun di Indonesia; AIDS jadi Epidemi di Indonesia; Berpelukan dan ciuman antara lawan jenis yang bukan muhrim. Hal yang biasa bagi remaja sekarang adalah berzinah menjadi hal yang biasa, Salah satu modus pendangkalan aqidah adalah lewat komik-komik remaja. Penghancuran sebuah bangsa bisa dilakukan dengan biaya yang sangat murah. Pihak asing misalnya menunjukkan gelagat intervensi terhadap proses pembahasan Rancangan UU Antipornografi & Pornoaksi di DPR RI. Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU APP, Balkan Kaplale mengungkapkan pernah didatangi pihak yang mengatas namakan Perwakilan Uni Eropa dan Amerika Serikat. Dalam konferensi gereja di Quds (1935), Samuel Zweimer mengatakan, “Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslim. Sebagai seorang kristen tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas yang hanya mengejar kepuasan hawa nafsu”.
SHAN'A – Mujahidin Al-Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) atau dikenal juga dengan nama Anshar Shariah Yaman memainkan strategi diplomasi dan militer yang sama-sama brilian. Arahan umum syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah kepada Amir AQAP, syaikh Abu Bashir Nashir bin Abdul Karim Al-Wuhaisyi, untuk menghindari konflik bersenjata dengan militer rezim Yaman dan mengajukan tawaran "gencatan senjata" benar-benar dijalankan dengan cantik.
Diawali dengan "melepaskan" propinsi Abyan yang telah mereka kuasai selama pertengahan 2011 sampai pertengahan 2012, lalu menarik mundur seluruh pasukan AQAP yang berjumlah lebih dari 10.000 mujahid demi menghindari jatuhnya korban warga sipil Abyan oleh serangan pesawat tempur AS dan Arab Saudi; AQAP kembali bergerilya di wilayah gurun dan pegunungan. Serangan-serangan cerdas yang menargetkan para instruktur militer AS, perwira tinggi militer dan pejabat penting rezim boneka Yaman menjadi taktik jitu AQAP. Pesawat tempur AS dan Arab Saudi sendiri masih terus membombardir dan membunuhi rakyat sipil muslim yang tak berdosa di Yaman Selatan, dengan dalih membunuhi anggota AQAP. Dalam suasana demikian, para ulama Yaman memfasilitasi tawaran gencatan senjata antara AQAP dan rezim boneka Yaman. AQAP menghentikan serangan yang menargetkan para pejabat tinggi militer dan pemerintahan Yaman, sementara rezim Yaman harus menstop serangan pesawat tempur AS di Yaman Selatan. Rezim boneka Yaman pimpinan presiden Abdu Rabbih Manshur Hadi berharap AQAP tidak akan mau menanda tangani gencatan senjata yang difasilitasi oleh sejumlah ulama Yaman tersebut. Jika AQAP tidak menanda tangani gencatan senjata, maka rezim Yaman memiliki alasan kuat untuk melanjutkan serangan pesawat tempur AS dan Arab Saudi di Yaman Selatan. Dugaan dan keinginan presiden boneka AS itu meleset total. AQAP menanda tangani tawaran gencatan senjata dan membuktikan kepada rakyat Yaman dan public dunia bahwa mereka melancarkan serangan terhadap pejabat tinggi militer dan pemerintahan Yaman karena membela diri belaka. AQAP bukan kelompok haus darah yang membunuh orang tanpa alasan syariat yang membenarkannya. Presiden boneka AS Abdu Rabbih Manshur Hadi justru menjadi pihak yang menolak gencatan senjata tersebut. Lebih dari dua puluh hari sejak AQAP menanda tangani surat gencatan senjata yang difasilitasi para ulama Yaman, Manshur Hadi tetap ngotot menolak tanda tangan. Ia justru melanjutkan "izin" serangan pesawat tempur AS dan Arab Saudi di Yaman Selatan. Serangan udara itu benar-benar digelar kembali pada Sabtu (19/1/2013) dan menewaskan sedikitnya sembilan warga sipil muslim yang tak berdosa di propinsi Ma'rib dan melukai belasan lainnya.
Presiden boneka Yaman Abdu Rabbih Manshur Hadi sowan kepada tuan besar Barack Obama di Washington
Terbukti sudah di depan rakyat Yaman dan dunia internasional, rezim boneka Yamanlah sesungguhnya pihak yang haus darah dan rela membantai rakyatnya sendiri, demi langgengnya singgasana kekuasaan mereka dan restu tuan besar penjajah salibis AS. Dua hari setelah serangan pesawat tempur AS di Ma'rib tersebut, wartawan lapangan harian Al-Quds Al-Arabi, Abdur Razzaq Al-Jamal, menurunkan laporan lapangan dan analisa terbarunya dengan judul "Berakhirnya gencatan senjata antara Amir Al-Qaeda dan presiden Manshur Hadi". Tulisannya dimuat oleh koran Al-Yaman Al-Yaum edisi Senin (21/1/2013) dan kemudian dirilis ulang oleh koran-koran utama Yaman lainnya, seperti Al-Balad News, Aden Gulf News dan Sahafah News. Berikut ini terjemahan tulisan wartawan Abdur Razzaq Al-Jamal tersebut.
Gencatan senjata antara Al-Qaeda Semenanjung Arab dan rezim Yaman sudah berakhir
Menuruti keinginan banyak ulama Yaman, di antaranya Syaikh Abdul Majid Ar-Reimi, Syaikh Muhammad Al-Wadhi'i, Syaikh Shalih Al-Wadi'i dan Syaikh Aiman bin Ja'far, maka Amir Al-Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) Nashir bin Abdul Karim Al-Wuhaisyi menyetujui gencatan senjata antara tanzhimnya dengan presiden Abdu Rabbih Manshur Hadi. Inti gencatan senjata tersebut adalah rezim Yaman menghentikan serangan udara (terhadap Anshar Shariah/AQAP dan rakyat Yaman Selatan) dan Al-Qaeda menghentikan pembunuhan (terhadap para pejabat rezim sekuler Yaman). Sementara itu para ulama lainnya enggan memfasilitasi gencatan senjata dengan alasan Al-Qaeda Semenanjung Arab dan rezim Abdu Rabbih Manshur Hadi tidak menaruh kepercayaan kepada mereka, menurut ungkapan ulama salafi Syaikh Muhammad Al-Hasyidi. Sejumlah ulama itu mengupayakan gencatan senjata dengan sepengetahuan presiden Yaman sendiri, yang tak pernah membayangkan Al-Qaeda Semenanjung Arab akan menyetujui gencatan senjata tersebut. Bahkan presiden Yaman mengharapkan Al-Qaeda Semenanjung Arab akan menolak gencatan senjata tersebut. Dengan begitu presiden Yaman akan bisa meyakinkan kepada para ulama bahwa serangan pesawat tempur Amerika adalah solusi satu-satunya dan solusi terakhir. Oleh alasan inilah presiden Yaman Abdu Rabbih Manshur Hadi tidak mau menanda tangani surat gencatan senjata yang tidak pernah ia bayangkan tersebut, meskipun Amir Al-Qaeda Semenanjung Arab Nashir Al-Wuhaisyi telah lebih dahulu menanda tanganinya. Meski begitu, hal itu sempat menghentikan serangan-serangan pesawat tempur Amerika dan pembunuhan-pembunuhan terhadap pejabat rezim sekuler Yaman selama lebih dari 20 hari. Dengan menanda tangani gencatan senjata tersebut, Amir Al-Qaeda Semenanjung Arab Nashir Al-Wuhaisyi telah menghilangkan peluang presiden Yaman Manshur Hadi untuk menjustifikasi serangan-serangan pesawat tempur Amerika dengan alasan pihak lain ~yaitu Al-Qaeda Semenanjung Arab~ tidak menghendaki perdamaian. Demikian analisa seorang mantan jihadis Al-Qaeda, Rashad Muhammad Sa'id Abul Fida', sebelum kembalinya presiden Manshur Hadi pada Sabtu lalu dan kemudian mengizinkan serangan-serangan pesawat tempur Amerika tanpa alasan. Bukannya Al-Qaeda Semenanjung Arab yang menolak penanda tanganan gencatan senjata sehingga menjadi alasan bagi presiden Manshur Hadi (untuk mengizinkan serangan-serangan pesawat tempur Amerika), justru presiden Manshur Hadi yang menolak penanda tanganan gencatan senjata sehingga menjadi alasan bagi Nashir Al-Wuhaisyi, yang melempar bola ke tengah lapangan para penengah gencatan senjata, menurut analisa Abul Fida'. Gencatan senjata yang belum ditanda tangani oleh presiden Manshur Hadi itu telah dicederai kemarin lusa dengan jatuhnya sembilan warga sipil di propinsi Ma'rib yang gugur oleh serangan drone Amerika, maka bisa diperkirakan pihak lainnya ~Al-Qaeda Semenanjung Arab~ akan mencederainya pula dengan caranya sendiri. Seperti yang telah terjadi pada gencatan senjata sebelumnya, dengan membunuh enam perwira tinggi militer Yaman, setelah serangan pesawat tempur Amerika membunuh enam anggota Al-Qaeda di propinsi Hadramaut dan Baidha' . Karena peristiwanya saat ini terjadi dalam kondisi seperti ini, maka bisa jadi operasi pembalasan yang dilakukan oleh Al-Qaeda Semenanjung Arab tidak akan mendapatkan kemarahan rakyat Yaman, berbeda halnya dengan operasi pembunuhan terhadap perwira militer Yaman sebelumnya. Bahkan, sekalipun operasi-operasi pembalasan Al-Qaeda Semenanjung Arab akan meluas, khususnya karena kemarahan rakyat Yaman meningkat terhadap serangan-serangan drone Amerika di Yaman Selatan. Sebelumnya rakyat Yaman diam saja sehingga Amerika meningkatkan secara tajam kwantitas serangan-serangan dronenya di Yaman Selatan. Memuncaknya kemarahan rakyat Yaman itu diekspresikan dengan pemblokiran jalan raya oleh penduduk kota Radda', di mana mereka juga mengangkat panji-panji hitam yang biasa dibawa oleh Al-Qaeda Semenanjung Arab, sebagai bentuk protes atas serangan-serangan drone AS. Tindakan serupa dilakukan oleh penduduk propinsi Ma'rib, setelah serangan drone AS terakhir pada lusa kemarin.
Rakyat Yaman Selatan memblokir jalan dan memprotes serangan biadab drone AS yang dilegalkan oleh rezim boneka Manshur Hadi
Hanya beberapa jam sebelum drone-drone AS kembali membombardir Yaman Selatan, pemerintah Yaman melakukan pengamanan ekstra ketat di ibukota Shan'a sebagai bentuk antisipasi atas kemungkinan serangan balasan atas bombardir drone-drone AS. Hal itu membuktikan adanya koordinasi terpadu antara rezim Yaman dengan tentara AS dalam melakukan serangan-serangan drone di Yaman Selatan. Wilayah udara kawasan Qaifah, kota Radda' dalam propinsi Baidha' telah menjadi ajang berputar-putarnya secara massif pesawat-pesawat tempur AS, baik pesawat mata-mata maupun pesawat-pesawat pembom. Ada kemungkinan serangan-serangan pesawat tempur AS dalam beberapa waktu ke depan akan terjadi di lebih dari satu propinsi di Yaman Selatan, khususnya di propinsi Hadramaut, Ma'rib, Baidha' dan Shabwah. Setelah melakukan tindakan-tindakan pengamanan ekstra ketat di ibukota Shan'a selama beberapa minggu terakhir, pemerintah Yaman dan militer Amerika mungkin ingin mengetahui sejauh mana Al-Qaeda Semenanjung Arab masih mampu memberikan serangan balasan. Namun Al-Qaeda Semenanjung Arab tidak tergesa-gesa melakukan serangan balasan ketika pengamanan sedemikian ketat seperti kondisi saat ini. Menunda operasi balasan jauh lebih penting dari melaksanakan operasi balasan yang menurut perhitungannya akan gagal atau skalanya tidak sebanding dengan besarnya operasi serangan yang dilakukan oleh musuh. Terkadang, Al-Qaeda Semenanjung Arab mengesankan kepada musuh-musuhnya bahwa serangan-serangan musuhnya melemahkan Al-Qaeda, sehingga perhitungan musuh akan keliru sepenuhnya. Di samping Al-Qaeda Semenanjung Arab mendapatkan dukungan sangat luas dari rakyat Yaman, akibat serangan-serangan pesawat tempur Amerika, khususnya di wilayah-wilayah persukuan; Al-Qaeda Semanjung Arab juga menegaskan hal yang selama ini selalu mereka ulang, yaitu penjajahan Amerika atas Yaman. Rakyat yang hidup di wilayah-wilayah yang selalu menjadi ajang perputaran dan bombardir pesawat-pesawat tempur AS bisa membaca pesan Al-Qaeda tersebut sesuai apa yang diinginkan oleh Al-Qaeda. Sesungguhnya serangan-serangan pesawat tempur AS telah mengusung pemikiran dan membuka pintu lebar-lebar bagi banyak rakyat Yaman untuk bergabung dengan Al-Qaeda Semenanjung Arab. Serangan-serangan pesawat tempur AS telah menjadikan AS sebagai musuh bersama bagi suku-suku Yaman yang anggotanya gugur oleh serangan pesawat tempur AS dan Al-Qaeda yang anggotanya berasal dari suku-suku tersebut. Meskipun sejak lebih dari setahun lalu AS sengaja membunuh setiap orang yang "dicurigai" menjadi anggota Al-Qaeda, meskipun ia bukan termasuk jajaran komandan Al-Qaeda, untuk mencegah kemajuan Al-Qaeda dan menghalangi sambutan suku-suku terhadap Al-Qaeda; namun AS telah menciptakan kondisi yang justru mendekatkan Al-Qaeda dengan rakyat, sehingga bergabung dengan Al-Qaeda merupakan jalan pintas untuk menuntut balas atas kerabat-kerabat mereka yang dibunuh oleh serangan pesawat-pesawat tempur AS. Ismail atau Abdurrahman bin Jamil yang dibunuh oleh pesawat tempur AS pada Sabtu lalu di propinsi Ma'rib adalah saudara kandung dari salah seorang komandan Al-Qaeda Semenanjung Arab, Ali bin Said bin Jamil atau yang lebih dikenal dengan panggilan Muwaahid Al-Ma'ribi, yang dibunuh oleh drone AS pada 2011 lalu di propinsi Abyan, saat kelompok Anshar Syariah memerintah propinsi tersebut.
Drone AS secara brutal membombardir pemukiman warga sipil muslim di Yaman Selatan
Hal yang memperparah keadaan adalah Amerika, tidak seperti biasanya dalam melakukan serangan pesawat udara di Yaman, membombardir kawasan-kawasan padat penduduk jika di kawasan-kawasan tersebut ada target yang sedang diincar. Seperti yang terjadi dalam serangan pesawat tempur AS baru-baru ini di propinsi Ma'rib. Amerika mengira dengan bombardier seperti itu maka penduduk wilayah tersebut akan mengusir para pejuang Al-Qaeda. Ternyata serangan brutal pesawat tempur AS itu hanya mendorong masyarakat setempat untuk memblokir jalan-jalan raya, sebagai protes atas serangan brutal pesawat tempur AS. Jika serangan-serangan brutal itu tidak berhenti, tidak menutup kemungkinan akan ada reaksi lebih besar lagi dari rakyat Yaman, seperti yang terjadi pasca terbunuhnya Syaikh Jabir Asy-Syabhwani oleh serangan pesawat tempur AS. Dukungan Ikhwanul Muslimin memotivasi pasukan ASuntuk berperang Untuk meraih tujuan-tujuannya secara lebih mudah dari waktu-waktu sebelumnya dan guna mengintensifkan operasi militernya di Yaman tanpa khawatir atas reaksi apapun, AS mengandalkan dukungan media massa yang dipersembahkan oleh media massa Hizbut Tajammu' Al-Yamani lil-Ishlah "Partai Persatuan Yaman untuk Reformasi" (Ikhwanul Muslimin di Yaman) dan dukungan informasi yang diberikan oleh partai yang sama. Hal itu setelah dicapai kesepakatan yang tidak diumumkan kepada publik, yang menuntut dukungan Ikhwanul Muslimin Yaman kepada Amerika dalam memerangi Al-Qaeda, sebagai imbalan dari dukungan Amerika kepada Ikhwanul Muslimin Yaman dalam menghadapi rezim mantan Presiden Ali Abdullah Shalih. Meskipun Amerika belum mendukung Ikhwanul Muslimin Yaman dalam skala yang diharapkan, sehingga hal itu mendorong Abdurrahman Bafadhil mengajak wakil-wakil rakyat Hadramaut untuk memboikot rapat-rapat Parlemen Yaman sampai pesawat-pesawat tempur AS menghentikan serangannya, padahal sebelumnya Abdurrahman Bafadhil termasuk kelompok orang yang menyambut hangat kehadiran Amerika dan pesawat-pesawat tempurnya, seperti pernyataan yang ia berikan di stasiun TV Al-Jazeera; namun Ikhwanul Muslimin Yaman ternyata berdiri di samping Amerika dengan sebuah dukungan yang Amerika sendiri belum pernah membayangkannya. Dukungan media massa Ikhwanul Muslimin terhadap Amerika diwujudkan dalam pemberitaan media massa-media massanya yang secara terus-menerus menyatakan bahwa Al-Qaeda Semenanjung Arab loyal kepada rezim Ali Abdullah Shalih, sehingga rakyat Yaman bisa menerima operasi serangan pesawat tempur Amerika terhadap Al-Qaeda, seperti halnya penerimaan rakyat Yaman operasi politik AS terhadap rezim Ali Abdullah Shalih. Dalam pandangan media massa Ikhwanul Muslimin Yaman, Al-Qaeda adalah alat di tangan rezim Ali Abdullah Shalih. Adapun dukungan militer terhadap Amerika memiliki banyak bentuk. Selain memberikan pasokan informasi kepada pesawat tempur tanpa awak (drone) AS dan pesawat tempur berawak AS, Hizbut Tajammu' Al-Yamani lil-Ishlah dan letjend Ali Muhsin Al-Ahmar panglima militer kawasan Barat Laut Yaman memiliki peranan besar dalam memobilisasi gerakan Shahwat atau yang mereka namakan Al-Lijan Asy-Sya'biyah (komite milisi rakyat) di propinsi Abyan untuk memerangi Al-Qaeda. Mayoritas anggota yang dimobilisasi di distrik Mawadiyah, propinsi Abyan untuk bergabung dalam barisan Al-Lijan Asy-Sya'biyah adalah anggota-anggota Ikhwanul Muslimin Yaman. Itulah sebabnya beberapa kali Al-Qaeda menargetkan beberapa tokoh dalam marga 'Asyal di distrik Mawadiyah, propinsi Abyan yang menjadi pimpinan-pimpinan Hizbut Tajammu' Al-Yamani lil-Ishlah.
Konvoi mujahidin AQAP / Anshar Shari'ah Yaman menyambut delegasi ulama yang memfasilitasi negosiasi pembebasan tawanan puluhan tentara rezim Yaman di distrik Waqar propinsi Abyan
Sumber-sumber dalam kelompok Al-Qaeda melaporkan bahwa peperangan-peperangan terakhir yang terjadi di propinsi Ma'rib, yang diberitakan sebagai peperangan antara Al-Qaeda melawan suku-suku, sebenarnya adalah peperangan antara pejuang Al-Qaeda dengan kelompok bersenjata yang memiliki kaitan dengan Hizbut Tajammu' Al-Yamani lil-Ishlah. Sumber-sumber itu menyatakan Hizbut Tajammu' Al-Yamani lil-Ishlah menerjunipeperangan-peperangan di Yaman dengan memakai nama 'suku-suku Yaman", sama persis dengan peperangan-peperangan yang diterjuninya di pinggiran Shan'a, tepatnya di wilayah Nahm dan Arhab, melawan Garda Republik Yaman dengan mengatas namakan "suku-suku pendukung revolusi".Berbeda halnya dengan peperangan-peperangan yang diterjuninya di propinsi Jauf melawan kelompok Syiah Houtsi selama masa yang dinamakan "revolusi", karena dalam pertempuran-pertempuran tersebut Al-Qaeda berperan serta aktif, bahkan pasukan Ikhwanul Muslimin di propinsi Jauf tidak meraih kemajuan penting apapun kecuali dengan ikut sertanya Al-Qaeda dalam pertempuran mereka. Kembali kepada hal-hal yang disebutkan di awal tulisan ini, nampaknya hari-hari mendatang akan menyaksikan tindakan kekerasan-kekerasan dalam bentuk yang berlainan. Ada kecenderungan yang kuat dari pihak Amerika untuk menggunakan kekuatan militer dan inteijen sebagai solusi, diimbangi oleh kepatuhan resmi rezim Yaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di sisi lain ada ketidak percayaan dari Al-Qaeda yang akan menghalangi proses "perundingan damai" apapun yang mungkin terpaksa akan diambil oleh AS dan rezim Yaman, saat pilihan militer dan intelijen membuktikan kegagalannya. Bagi Amerika sendiri yang masih terus membunuhi warga-warga Yaman lainnya selama bulan-bulan yang telah lalu, maka semua korban yang gugur pada akhirnya adalah warga Yaman juga. Amerika tak akan peduli jika pembunuhan terhadap warga Yaman terus berlanjut, sekalipun akhirnya seluruh rakyat Yaman terbunuh.
Abdur Razzaq Al-Jamal Harian Al-Yaman Al-Yaum Senin, 21 Januari 2013 M (muhib almajdi/arrahmah.com)
Pesawat tempur dan helikopter tempur penjajah salibis Perancis telah membombardir mujahidin Anshar Ad-Din dan Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam (AQIM) sejak Jum'at (11/1/2013) dalam pertempuran di kota Sevare dan Kona, Mali Utara. Invasi militer telah digelar negara penjajah salibis Perancis di Mali Utara.
Presiden Perancis Francois Hollande, Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius dan Mentri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian menggebu-gebu menggalang dukungan Inggris, Amerika, Barat dan ECOWAS untuk segera menerjunkan pasukannya dalam rangka dukungan terhadap invasi militer salibis internasional tersebut.
Dunia internasional saat ini sedang mengikuti berita dan perkembangan invasi militer ttersebut dengan penuh tanda tanya. Banyak pihak yang masih belum memahami hakekat persoalan yang terjadi di Mali Utara dan invasi militer tersebut. Lebih banyak lagi pihak yang mempertanyakan dampak invasi militer tersebut terhadap aspek ekonomi, politik dan keamanan Negara Mali, negara-negara Afrika Barat dan Barat sendiri.
Seberapa jauh persiapan dan kemampuan mujahidin Anshar Ad-Din dan Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam (AQIM) untuk melawan invasi militer "keroyokan" tersebut? Apa upaya kedua kelompok jihad Islam tersebut untuk menggalang dukungan dari rakyat Mali, negara-negara Afrika Barat dan dunia Islam pada umumnya? Bagaimana pandangan kedua kelompok jihad Islam itu terhadap rakyat negara-negara Afrika Barat dan Barat sendiri?
Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, kami menurunkan terjemahan dari video Amir Mujahidin Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam (AQIM), asy-syaikh al-mujahid Abu Mush'ab Abdul Wadud hafizhahullah. Video yang dirilis oleh Yayasan Al-Andalus, sayap media AQIM dan Markaz Al-Fajr lil-I'lam pada 3 Desember 2012 tersebut berjudul Ghazwu Mali…Harbun Faransiyatun bil-Wakaalah atau Invasi Militer ke Mali…Perang Agen Perancis.
Syaikh Abu Mush'ab Abdul Wadud, Amir Mujahidin Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam (AQIM)
Dalam video yang berdurasi 26 menit 11 detik dan dipublikasikan sekitar lima minggu sebelum dimulainya invasi militer Perancis di Mali Utara tersebut, syaikh Abu Mush'ab Abdul Wadud menyampaikan enam pesan.
Pesan pertama membongkar tujuan sebenarnya dari invasi militer yang digelar Perancis, Barat dan ECOWAS di Mali Utara.
Pesan kedua menjelaskan tujuan mujahidin adalah melindungi agama, tanah air dan kepentingan kaum muslimin dengan melawan penjajahan kekuatan zionis-salibis internasional dan menghentikan intervensi mereka atas urusan dalam negeri kaum muslimin.
Pesan ketiga merupakan ucapan selamat kepada para pemuda Mali Utara yang bergabung dengan mujahidin untuk menegakkan proyek penerapan syariat Islam. Pesan itu juga menyerukan kepada rakyat muslim Mali, para ulama, juru dakwah, pemuda, orang tua, orang-orang cerdas dan cendekiawannya serta seluruh sukunya untuk melindungi proyek penerapan syariat Islam dengan mendukung mujahidin Anshar Ad-Din.
Pesan keempat merupakan seruan kepada bangsa-bangsa Afrika untuk mendukung mujahidin dan menentang kezaliman penjajah salibis Barat.
Pesan kelima merupakan seruan kepada bangsa Perancis untuk melawan kebijakan invasi militer Presiden Perancis dan melengserkannya guna menghindarkan rakyat Perancis dari krisis ekonomi dan politik yang lebih parah.
Pesan keenam merupakan pernyataan sikap tegas kepada Presiden Perancis dan para pemimpin negara ECOWAS yang terlibat dalam invasi militer di Mali Utara. AQIM menjanjikan perang gerilya dalam jangka panjang yang akan menguras habis kemampuan ekonomi dan militer para aggressor. AQIM juga menjanjikan serangan terhadap kepentingan-kepentingan penjajah salibis Perancis di Afrika Barat.
Video pernyataan sikap Amir AQIM tersebut merepresentasikan kematangan visi ideologi, ekonomi, politik dan militer mujahidin AQIM dan Anshar Ad-Din. Dengan dimulainya invasi militer pasukan udara Perancis di Mali Utara pada Jum'at (11/1/2013) lalu, maka genderang jihad Islam versus perang salib baru telah dimulai di bumi Afrika Barat. Dengan izin Allah, padang sahara Afrika Barat akan mengubur tentara penjajah salibis Barat dan sekuleris Afrika Barat agen Barat. Insya Allah.
"Dan mereka akan senantiasa memerangi kalian sehingga mereka memurtadkan kalian dari agama kalian jika mereka mampu. Maka barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya kemudian ia mati dalam keadaan kafir, niscaya mereka itu telah terhapus amal kebajikannya di dunia dan di akhirat kelak mereka adalah penduduk neraka, kekal mereka di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah [2]: 217)
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Saudara-saudaraku kaum muslimin di semua tempat…
As-salamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh…
Pesan saya ini datang pada saat Perancis dan negara-negara salibis Barat menabuh gendering perang melalui agennya di kawasan pesisir Afrika (Afrika Barat). Pada waktu ini yang semestinya dikeluarkan resolusi internasional dan resolusi regional untuk menghentikan pembantaian demi pembantaian yang dilakukan oleh rezim biadab Suriah terhadap anak-anak, wanita dan rakyat muslim Suriah…dalam waktu yang sulit ini, justru Dewan Keamanan PBB mengeluarkan rezolusi no. 2071 yang memberikan lampu hijau bagi penjajahan terhadap negeri kaum muslimin di Mali, negeri yang miskin di mana penduduknya mengalami kemiskinan, kelaparan dan ketidak berdayaan akibat kekayaan alamnya dirampok oleh salibis Barat.
Setelah perampokan kekayaan alam tersebut, maka resolusi yang zalim ini datang untuk menambahkan penjajahan secara langsung dan perampokan lebih jauh, sebagai tambahan dari penjajahan terhadap Palestina, Irak, Afghanistan dan Somalia.
Ini adalah sebuah serial baru dari serial-serial invasi zionis-salibis terhadap negeri-negeri kaum muslimin, yang menjelaskan dengan sangat terang rambu-rambu hukum rimba internasional yang terfokus pada gabungan dari standar penilaian dan kebijakan zalim yang diterapkan oleh pihak-pihak yang kuat terhadap pihak-pihak yang lemah, dipaksakan oleh para tirani terhadap orang-orang yang tertindas.
Siapa yang bisa membayangkan atau terbetik dalam benaknya akan digelar pertemuan-pertemuan (negara-negara salibis Barat dan Afrika Barat) yang begitu cepat, mobilisasi dan tatap muka digalakkan pada zaman yang berat ini sehingga terjadi pertemuan-pertemuuan PBB, DK PBB, Uni Eropa dan Uni Afrika?
Bukan untuk menjatuhkan sang jagal durjana Bashar Asad, juga bukan menghentikan kebiadaban Israel yang terus berlanjut terhadap rakyat kita yang terkepung di Gaza…namun justru untuk memerangi Mali dengan dalih mencegah kaum muslimin di Mali dari pemberlakuan hukm syariat Islam di sana dan untuk menghentikan "bahaya Islam yang menyerang", yang jaraknya dari Eropa tak lebih dari 3000 km belaka, seperti klaim mereka!
"Dan mereka akan senantiasa memerangi kalian sehingga mereka memurtadkan kalian dari agama kalian jika mereka mampu." (QS. Al-Baqarah [2]: 217)
Wahai kaum muslimin yang tertindas….
Wahai rakyat Afrika yang kekayaan alamnya dirampok oleh Perancis…
Wahai penduduk dunia yang merindukan penegakan keadilan di antara seluruh umat manusia..
Hari ini kita berada di hadapan kesempatan sejarah yang sangat penting, dimana kebohongan terhadap penduduk dunia kembali dipasarkan dan metode-metode penyesatan ala setan dikloning kembali…ini adalah suatu kesempatan yang menarik memori kita ke belakang…mengingatkan kita akan hari-hari sebelum terjadinya invasi militer ke Irak, mengingatkan kita akan kebohongan terbesar Amerika yang dijajakan oleh George W. Bush dan Collin Powel dengan tujuan menggalang kekuatan untuk melangsungkan peperangan. Apakah kalian bisa mengingat hal itu? Itulah kebohongan tentang senjata kimia dan bahwa Shadam Husain memiliki kaitan erat dengan jaringan Al-Qaeda dan Abu Mush'ab Az-Zarqawi.
Hari ini, inilah dia negara salibis Perancis mengulang skenario Amerika untuk menjustifikasi invasi militernya, memainkan peranan kotor dan buruk yang sama…maka Menteri Luar Negeri Perancis lari kesana dan kemari untuk menggerakkan dunia agar memerangi Mali dengan cara membuat-buat kebohongan-kebohongan palsu yang menjustifikasi peperangan yang zalim ini, yang dipaksakan oleh Perancis kepada semua pihak, terutama kepada Afrika dan negara-negara pesisir (Afrika Barat).
Inilah dia (Presiden Perancis) Francois Hollande berbohong dan menjadikan Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam sebagai "hanger pakaian" tempat ia menggantungkan kegagalan-kegagalan politik dalam negerinya….agar ia bisa menyembunyikan di baliknya tujuan-tujuan berbahaya dan membawa bencana yang akan menyebabkan penjajahan, pencabik-cabikan dan penghancuran terhadap Mali…di mana pecahan-pecahan bencana tersebut akan berhamburan mengenai setiap Negara tetangga dalam kawasan Afrika Barat, tidak mungkin tidak hal (kehancuran luas di kawasan Afrika Barat) itu pasti akan terjadi.
Kita mendengar dan menyaksikan sendiri pada hari ini bagaimana media massa Perancis menempuh taktik terror dan berbohong kepada dunia, kepada penduduk Afrika, kepada penduduk Perancis…membodohi penduduk Perancis sendiri dan mengesankan kepada mereka bahwa ada ratusan mujahidin dari Perancis dan Arab yang mengalir ke wilayah Mali, setelah itu mereka akan berangkat untuk menyerang Eropa…menyebar di Afrika dan memerangi penduduk Afrika. Ini adalah cara-cara kebohongan yang selalu menjadi kebiasaan para rezim tiran, sejak George Bush, Qaddafi, Bashar Ashar dan kini diulangi lagi oleh Hollande.
Presiden Perancis Francois Hollande membohongi rakyat Perancis dan publik internasional untuk menjustifikasi invasi militer di Mali Utara
Dari titik tanggung jawab sejarah dan guna menjelaskan beberapa kenyataan serta membuat beberapa poin penjelasan penting, dalam surat ini saya hendak menyampaikan beberapa surat kepada beberapa pihak.
Pesan pertama
Saya ingin membongkar tujuan-tujuan tersembunyi dan sebab-sebab sebenarnya yang melatar belakangi invasi militer yang melalui agennya Perancis ingin memaksakan kehendaknya kepada bangsa-bangsa di kawasan (Afrika Barat) ini.
Tujuan tersembunyi dan sebab sebenarnya adalah Perancis ingin mendapatkan tambahan jaminan untuk merampok kekayaan kaum muslimin dan bangsa-bangsa Afrika dengan terus mengalirnya secara deras Uranium dan minyak bumi kepada industri Perancis tanpa Perancis membayar harga semestinya, dengan menguras tenaga dan keringat para pekerja Nigeria yang miskin. Sehingga perbendaharaan emas dan perak di Mali dan negara-negara sekitarnya bisa dirampok oleh Perancis dengan harga paling murah, sementara bangsa Mali tetap mendekam dalam kubangan lumpur penderitaan dan kemiskinan. Sehingga anak-anak Eropa tetap bisa menikmati lezatnya coklat, di saat anak-anak Mali menangis di ladang-ladang Kakao di wilayah pedalaman.
Di samping itu, ada kedengkian salibis hitam yang turun-menurun dalam perasaan dan lubuk hati Perancis, yang membuat Perancis menodai kehormatan Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa salam dengan cara mempublikasikan gambar-gambar yang melecehkan beliau shallallahu 'alaihi wa salam; Perancis juga melarang para muslimat di Perancis dari hak privat mereka untuk memakai niqab (cadar), Perancis menekan kaum muslimin di sana. Kedengkian yang sama telah mendorong Perancis untuk memobilisasi peperangan yang mencegah kaum muslimin dari hak mereka untuk hidup dengan berkomitmen kepada syariat mereka dan keislam an mereka di negeri mereka sendiri yang 90 persen warganya adalah muslim.
Secara sederhana saja sudah sangat jelas bahwa ini adalah perang Perancis yang zalim dengan memakai agennya, didorong oleh ambisi material yang bercampur baur dengan kedengkian salibis terhadap Islam dan kaum muslimin.
Guna merealisasikan ambisi-ambisinya, setiap hari Perancis rajin melakukan intervensi dan menempatkan kekuatan militernya yang pada gilirannya akan menjadi penempatan permanen di Mali Utara.
Bukan itu saja. Bahkan hal itu barulah langkah pertama, jika Perancis sukses ---dengan izin Allah, Perancis tidak akan sukses--- akan menjadi benteng pertahanan yang kokoh, darinya Perancis akan melanjutkan rencana-rencana setannya yang berporos pada taktik menyalakan konflik-konflik di kawasan Afrika Barat dan mendorong pencabik-cabikan wilayah-wilayah yang telah lebih dahulu tercabik-cabik. Sehingga rencana jahat Perancis ini bukan saja mengancam Mali, namun juga mengancam seluruh negara di Kawasan ini dengan bencana, peperangan dan pencabaik-cabikan wilayah. Pembagian negara Sudan belum berlalu lama dari ingatan kita semua.
Pesan Kedua
Saya ingin menegaskan bahwa tanzhim Al-Qaeda belum dan tidak akan menjadi sebuah ancaman, tidak bagi Mali, tidak bagi negara-negara tetangga, tidak pula bagi negara-negara Afrika, tidak seperti berita bohong dan klaim palsu Perancis. Sebab tujuan mujahidin sudah jelas, yaitu membela agama mereka dan kepentingan-kepentingan umat mereka dengan cara menargetkan aliansi zionis-salibis sehingga aliansi zionis-salibis menghentikan penjajahannya terhadap negeri-negeri kaum muslimin dan intervensi mereka terhadap urusan dalam negeri kaum muslimin.
Adapun negara-negara tetangga Mali dan negara-negara Afrika, maka tidak menjadi target-target kami kecuali sebatas pembelaan terhadap nyawa kami. Oleh karena itu para pemimpin negara-negara tersebut jangan sampai terseret kepada peperangan yang sebenarnya bukan peperangan (untuk kepentingan) mereka; mereka harus belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain; mereka harus mengetahui bahwa Perancis hanya menginginkan kepentingan Perancis, bukan kepentingan mereka. Perancis ingin menjadikan kepala negara-negara Afrika, tentara mereka dan rakyat mereka sebagai bahan bakar bagi gejolak api yang kobarannya akan menjangkaui ibukota-ibukota negara mereka; sementara pada saat yang rakyat Perancis merasakan keamanan, menikmati kekayaan alam negara-negara Afrika dan berlindung di balik lautan yang jauh.
Oleh karena itu saya nasehatkan kepada para pemimpin negara-negara Afrika, janganlah mereka berbaris di belakang (Presiden Perancis) Francois Hollande jika mereka benar-benar menginginkan kebaikan bagi negara dan rakyat mereka. Hendaknya mereka mengambil pelajaran dari kata pepatah yang berbunyi: "Jika rumahmu terbuat dari kaca, maka janganlah engkau melempari manusia dengan batu!"
Sudah sama-sama diketahui bahwa "rumah" Aljazair terbuat dari kaca, demikian juga "rumah" Senegal, Niger dan Mauritania. Dari arah kami sendiri, kami tidaklah berambisi dan tidak memiliki keinginan untuk melempari "rumah-rumah" tersebut dengan batu, kecuali jika batu-batu mereka mengenai kami, maka pada saat tersebut kami terpaksa akan melempari "rumah kaca mereka yang rapuh" tersebut dengan batu.
Pesan Ketiga
Kepada bangsa muslim Mali yang perwira, memegang teguh agamanya dan kebudayaan Islamnya yang telah mendarah daging…saya katakan kepada mereka: Sesungguhnya problem lama yang kini dihidupkan kembali di negara kalian adalah problem dalam negeri di antara kaum muslimin, bisa diselesaikan dalam negeri melalui perdamaian di antara sesama kaum muslimin sendiritanpaharus menumpahkan satu tetes darah sekalipun.
Setiap cendekiawan, tokoh masyarakat dan pemimpin di negara kalian memahami hal itu dan mengetahui solusi damai di antara sesama kalian itu memungkinkan untuk ditempuh. Maka untuk apa kehadiran orang-orang kafir yang asing di negara kalian? Untuk apa para penjajah salibis turut campur dalam urusan-urusan kaum muslimin? Kapan kekuatan superpower arogansi dan tirani internasional yang menjadi penumpah darah orang-orang tak berdosa dan para pedagang perang tiba-tiba memiliki keinginan kuat untuk memberikan kemaslahatan bagi kaum muslimin, kalau bukan karena mereka semakin berambisi terhadap minak bumi yang bercampur dengan darah seorang muslim?
Sesungguhnya Perancis berdusta kepada kalian ketika Perancis mengklaim sangat menginginkan persatuan Mali, padahal seluruh bukti-bukti menunjukkan secara jelas fakta sebaliknya dan menegaskan bahwa Perancis adalah pihak yang paling berambisi untuk memecah-belah Mali. Bukankah Perancis adalah pihak yang mendukung Gerakan Nasional Pembebasan Azawad dengan tujuan menjadikannya mampu menguasai Mali Utara dan mendirikan negara sendiri?
Namun, segala puji bagi Allah, saudara-saudara kalian mujahidin dan putra-putra kalian dari kalangan aktifis Islam di Mali Utara berhasil menghancurkan program-program setan Perancis dan merusak rencana-rencana penuh makar Perancis.
Hari ini Perancis ingin mengulang usaha yang sama dengan cara mirip yang bersandar, pertama, pada intervensi militer, kemudian kedua pada pembagi-bagian wilayah di mana wilayah Mali Utara akan tetap tunduk kepada agen-agen dan antek-antek Perancis selamanya. Namun usaha mereka itu akan mustahil berhasil, mustahil berhasil.
Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin di Mali…
Sesungguhnya jaminan yang sesungguhnya bagi persatuan Mali dan penyatuan bangsa Mali adalah proyek Islam yang akan mencegah pembagi-bagian wilayah, menjaga darah, merealisasikan keadilan, mengembalikan hak-hak, mempersaudarakan dan menyatukan di antara setiap kelompok bangsa kalian.
Hari ini ada kesempatan emas dan berharga untuk saling memahami dan bersepakat sekitar proyek Islam ini di antara putra-putra bangsa muslim yang satu dan saudara-saudara seagama yang satu, yang jauh dari kekuatan superpower arogansi internasional dan jauh dari intervensi militer yang didorong oleh negara salibis Perancis, yang tidak akan mendatangkan bagi kalian selain kehancuran, keruntuhan dan bencana. Maka janganlah kalian melewatkan kesempatan emas tersebut dan dukunglah upaya tersebut dengan segenap kekuatan dan tekad baja.
Di sini saya mempergunakan kesempatan ini:
Pertama, saya sampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada rakyat kami di Mali Utara, di mana sejumlah besar para pemudanya yang memiliki semangat pembelaan terhadap agama dan tanah airnya bangkit dan bergabung dengan barisan-barisan mujahidin untuk membela Islam dan berperan dalam melawan para penjajah yang ingin menjajah negeri mereka.
Kedua, saya serukan kepada rakyat muslim Mali…hendaklah para ulama, juru dakwah, pemuda, orang tua, orang-orang cerdas dan cendekiawannya serta seluruh sukunya bangkit untuk melindungi proyek Islam dengan cara meletakkan tangan mereka pada tangan saudara-saudara mereka Gerakan Anshar Ad-Din, hendaklah mereka membangun kesepahaman dengan saudara-saudara mereka Gerakan Anshar Ad-Din, hendaklah menjadi tangan yang satu dan barisan yang saling menguatkan demi menyelamatkan negara Mali dari pemecah-belahan dan menghilangkan kesempatan para pengintai jahat yang tidak mempedulikan kepetingan negara dan kepentingan rakyat. Dengan izin Allah, barisan mereka yang saling menguatkan tersebut akan menjadi benteng kokoh yang menghadang dan mencerai beraikan ambisi-ambisi penjajah salibis dari luar negeri yang sedang menunggu-nunggu kesempatan.
Saya juga menyerukan kepada kaum muslimin di setiap tempat untuk menolong saudara-saudara mereka di Mali dan memberikan kepada mereka semua bentuk bantuan dan dukungan. Sebab seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya dan kaum beriman itu bagaikan satu tubuh.
Mujahidin Anshar Ad-Din Mali Utara dengan senapan mesin penangkis serangan udara
Pesan Keempat
Pesan ini saya tujukan kepada bangsa-bangsa Afrika.
Saya ingin menjelaskan kepada mereka bahwa peperangan Al-Qaeda dan mujahidin melawan penjajah Barat yang ganas bukanlah untuk membela kepentingan-kepentingan kaum muslimin semata. Namun ia juga merupakan pembelaan terhadap orang-orang yang dizalimi dan ditindas di seluruh dunia; ia merupakan perlawanan terhadap kezaliman yang menjajah seluruh umat manusia, secara khusus penjajahan terhadap bangsa-bangsa Afrika yang diperbudak oleh orang Barat dan digiring sebagai budak yang terikat dengan rantai-rantai mereka melalui samudra-samudra agar orang Barat bisa membangun perdabannya di atas penderitaan dan nestapa bangsa-bangsa Afrika.
Kami ingin kalian, wahai bangsa-bangsa Afrika, membebaskan diri dari dominasi Barat dan menghancurkan belenggu-belenggu Barat. Karena di antara tujuan kami adalah membebaskan manusia dari peribadatan kepada sesame manusia menuju peribadatan kepada Tuhannya manusia. Kami juga ingin keadilan menyebar rata di antara seluruh manusia tanpa ada diskriminasi antara warga kulit hitam dan warga kulit putih, kecuali perbedaan atas dasar ketakwaan.
Maka kemenangan mujahidin melawan Barat yang merampok kekayaan alam kalian dan membangun kemewahan bangsa-bangsa Barat di atas kemiskinan dan kelaparan anak-anak kalian, pada hakekatnya adalah kemenangan bangsa-bangsa Afrika dan perolehan hasil mereka yang besar.
Pesan Kelima
Saya sampaikan kepada bangsa Perancis. Saya katakana kepada mereka: Sesungguhnya Hollande yang popularitasnya anjlok ingin menutup-nutupi kegagalan politik dalam negerinya dengan cara melarikan diri ke depan. Dengan hal itu, ia ingin menjerumuskan kalian lebih jauh lagi dari keterjerumusan kalian sebelumnya dalam perang Afghanistan. Hal serupa sebelumnya telah dilakukan oleh George W. Bush, namun ia gagal dan kecewa.
Hollande ingin mempertaruhkan keamanan kalian, kepentingan-kepentingan kalian dan kehidupan anak-anak kalian ke dalam bahaya yang lebih besar dari waktu-waktu yang telah lalu.
Maka hendaklah kalian bertanya kepada setiap pakar ekonomi: Apakah peperangan-peperangan yang telah diterjuni atas keputusan para politikus Barat di Afghanistan, Irak dan Somalia menambah kemakmuran Eropa? Ataukah ia justru menjerumuskan Eropa dalam krisis ekonomi parah yang sebelumnya belum pernah terjadi sehingga berpotensi meruntuhkan Eropa?
Hendaklah kalian bertanya kepada para ibu yang anak-anaknya menjadi tentara-tentara Perancis dan tewas di Afghanistan; Apakah keputusan ikut dalam peperangan di Afghanistan ditanggung akibatnya oleh (Presiden Perancis periode tersebut, Nicolas) Sarkozy ataukah dampak-dampaknya menjadi penderitaan dan kerugian bagi negara Perancis?
Jika para cendekiawan kalian sepakat bahwa keputusan ikut serta dalam perang di Afghanistan tersebut adalah keputusan yang salah, maka ketahuilah oleh kalian bahwa keputusan Hollande yang menggelar peperangan di kawasan pesisir (Afrika Barat) pada hari-hari mendatang akan membuktikan kepada kalian bahwa ia lebih buruk bahayanya dari keputusan Sarkozy, harganya akan sangat mahal dan anggarannya akan jauh lebih besar.
Tentara-tentara penjajah salibis Perancis tewas di Afghanistan dalam pertempuran dengan mujahidin Taliban
Sesungguhnya cara menjaga kepentingan-kepentingan Perancis adalah hendaknya Perancis meninggalkan sarana-sarana dan kebijakan-kebijakan yang menjadikan Perancis sebagai target serangan. Kepentingan-kepentingan Perancis, bagi para cendekiawan kalian, bisa dijaga dengan cara-cara yang mudah dan berbiaya jauh lebih murah dibandingkan biaya-biaya peperangan yang dilancarkan oleh Hollande. Mereka cukup menempuh arah yang benar saja, maka kepentingan-kepentingan Perancis akan terlindungi.
Maka ambillah inisiatif, sebagaimana nenek moyang kalian para revolusioner mengambil inisiatif dan bergerak sebelum kesempatannya lewat, guna menghentikan dan melengserkan Presiden yang gagal ini, yang ingin menutup-nutupi kegagalannya dengan menenggelamkan kalian lebih dalam dan lebih dalam lagi dalam perang yang gagal, di mana karakter paling menonjolnya adalah akan memberikan legalitas lebih besar bagi persoalan kami, membuat kami memperoleh simpati lebih luas dan membuat kami semakin tegar dan bersemangat baja untuk menghantam kepentingan-kepentingan kalian. Dan alangkah banyaknya kepentingan-kepentingan sangat vital Perancis di negara-negara pesisir (Afrika Barat) yang sampai saat ini belum kami putuskan kapan akan menjadi target serangan.
Dalam kesempatan ini, saya tidak lupa untuk mengingatkan keluarga para sandera warga Perancis yang berada di tangan kami…kami tegaskan kepada mereka satu perkara penting…
Presiden kalian, Hollande, bersikap kontradiktif dan membodohi kalian dalam perkara anak-anak kalian. Di satu sisi Hollande mengumumkan kepada kalian bahwa ia bekerja untuk menyelamatkan mereka, namun pada realita di lapangan ia ngotot melangsungkan intervensi militer dan melakukan pergerakan militer secara rahasia yang berarti ia sedang menggali kuburan bagi anak-anak kalian dan ingin melepaskan diri dari tanggung jawab terhadap pembebasan mereka.
Maka saya nasehatkan kepada kalian untuk melakukan gerakan ternag-terangan secara cepat dan melalui media massa untuk menyelamatkan anak-anak kalian yang akan dikorbankan oleh Presiden Hollande untuk kepentingan pribadi dan politiknya belaka. Seandainya orang-orang yang disandera adalah kerabat-kerabat Hollande sendiri, tentu sepenuhnya ia akan melakukan pendekatan yang berbeda guna menyelesaikan kasus ini.
Pesan Terakhir saya
Saya sampaikan kepada setiap orang yang memobilisasi dan nekat menggelar perang yang zalim ini, di mana pemimpinnya adalah Presiden Perancis dan sebagian pemimpin negara-negara pesisir barat Afrika yang berbaris di belakang Presiden Perancis.
Saya katakan kepada mereka…
Jika kalian menginginkan perdamaian dan keselamatan di negara kalian dan negara-negara pesisir (Afrika Barat) serta negara-negara sekitarnya, maka kami menyambut baik keinginan tersebut…
Namun jika kalian menginginkan peperangan maka kami pun akan melayani keinginan kalian…padang sahara yang luas akan menjadi kuburan bagi tentara-tentara kalian dan kehancuran bagi harta-harta kalian, dengan izin Allah…
Kami adalah putra-putra perang…kami tumbuh dewasa dalam suasana perang dan kami memiliki pengalaman yang kaya dalam persoalan perang yang membuat kami akan memenangkan peperangan seperti ini…
Kami sampaikan kabar gembira kepada kalian bahwa kami memiliki nafas yang sangat panjang…dahulu kami telah menerjuni peperangan yang memakan waktu dua puluh tahun dengan berbekal senapan berburu dan beberapa pucuk senapan mesin belaka. Adapun sekarang Allah telah mengaruniakan kepada kami perbendaharaan yang besar berupa persenjataan, amunisi dan para pemuda yang bersemangat baja. Maka kami mampu membalas segala bentuk serangan dan kami mampu memberikan perlawanan untuk satu abad ke depan…kami akan antusias menjadikan perang ini sebagai perang jangka panjang yang menguras energi kalian dan memperdalam krisis ekonomi dan politik kalian. Dan kami akan sangat antusias menjadikan pecahan-pecahan perang ini menghantam setiap rumah kaca lemah yang pemiliknya turut serta dalam menyerang kami.
Mujahidin Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam (AQIM)
Kami akan menerjuni peperangan suci demi Islam dan membela tanah air Islam, dengan meminta pertolongan kepada Rabb kami dan percaya sepenuhnya akan pertolongan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Sesungguhnya Allah yang telah mengalahkan Amerika dan antek-anteknya di di Afghanistan dan Irak akan mampu untuk mengalahkan Perancis dan antek-anteknya di gurun sahara terluas, yang akan menenggelamkan mereka dalam lautan pasirnya yang panas membakar.
Jika kalian menginginkan perang, maka kami menyambutnya dan akan menambahnya, dan kami akan meraih kemenangan dengan kekuatan dan pertolongan Allah semata. Sebagaimana Allah 'Azza wa Jalla firmankan dalam kitab suci-Nya,
"Orang-orang yang yakin bahwa mereka kelak akan menghadap Allah, mereka itu mengatakan: "Betapa sering terjadi satu kelompok kecil mengalahkan satu kelompok besar atas izin Allah dan Allah senantiasa bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah [2]: 249)