Latest Post

03.20
alt Bulan Maret tahun ini energi Gereja Katolik Roma tersedot habis untuk mengatasi berbagai kasus skandal seksual yang dilakukan oleh para pastor , uskup dan biarawan terhadap anak-anak (pedofilia)  di berbagai negara: Irlandia, Amerika Serikat, Jerman, Austria, Belanda, Denmark, Swiss, dll.

Sedemikian maraknya skandal seksual di gereja Katolik, sampai-sampai pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Benediktus XVI menerbitkan surat Pastoral, Jumat (19/3/2010) sebanyak 18 lembar. Paus menganggap kasus tersebut sebagai kejahatan yang serius.

Bahkan Kanselir Jerman Angela Merkel mengeluarkan statemen saat berpidato di parlemen, Rabu (17/3/2010), mengecam pelecehan seksual di Gereja Katolik terhadap anak-anak sebagai kejahatan yang keji. Merkel bahkan menyebut Gereja sedang berada di jantung skandal.

Maraknya pelecehan seksual di gereja Katolik adalah fenomena yang unik tapi menarik. Di gereja yang menerapkan doktrin Selibat Suci, yaitu hidup tidak kawin (membujang) sepanjang hayat bagi para imam, diakon dan biarawati. Dampaknya, banyak pelaku selibat yang terjatuh dalam dosa zina di lingkungan gereja yang digembalakannya. Padahal, tujuan selibat adalah untuk lebih mencintai Tuhan dengan lebih bebas:
 “Dan para imam, diakon dan biarawati-biarawati ingin mengembangkan kodrat terdalam dengan tidak menikah agar mereka bisa mencintai Allah dan sesama dengan lebih bebas…” (Dr H Pidyarto O.Carm, Mempertanggungjawabkan Iman Katolik, buku kedua hlm. 10).

Meski terbukti kegagalan dan kerusakannya, anehnya pihak Katolik masih membanggakan doktrin Selibat. Bahkan Komisi Hubungan Antar Agama Dan Kepercayaan (HAK) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menjustifikasi doktrin Selibat dengan menyelewengkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Dalam buku Beberapa Contoh Dialog Agama, Komisi HAK KWI menyebutkan bahwa dalam Al-Qur’an sudah dikenal adanya hidup Selibat, yaitu dalam surat Al-Anbiya’ 91, Ali Imran 39, dan Al-Ma’idah 82. Demikian kutipannya:

“...Dalam Islam pun hidup Selibat dikenal. Al-Qur'an membicarakan dengan penuh hormat Bunda Maria, Perawan Utama. Surat 21:91: “Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)-nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.”

Yohanes Pemandi (Nabi Yahya, pen.) dipuji sebagai seorang “hasur,” yang artinya seorang yang dapat menahan hawa nafsu (surat 3:39)..” (hlm. 9).

Meski dipoles sedemikian rupa, kebatilan doktrin Selibat tidak akan bisa disembunyikan. Semakin banyak ayat Al-Qur'an dan nabi-nabi yang diperalat untuk alat pembenaran, maka kebatilan doktrin Selibat justru semakin terang benderang.

Secara tegas Islam mengharamkan hidup selibat (pantang kawin), karena Allah SWT melarang keras perbuatan tersebut: “...Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya....” (Qs. Al-Hadid 27).

Ayat ini secara lantang menolak doktrin pantang kawin untuk beribadah kepada Tuhan, karena selibat (tabatthul/rahbaniyah) adalah doktrin yang mengada-ada dan tidak pernah diperintahkan oleh Allah SWT.
Karenanya, tak seorang nabi pun yang menganut ideologi Selibat (pantang menikah), sesuai dengan firman-Nya: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan” (Qs Ar-Ra’du 38).

Membenarkan Selibat dengan mengklaim Nabi Yahya AS sebagai seorang peselibat berdasarkan Al-Qur'an surat Ali Imran 39 adalah kekeliruan yang besar. Karena makna “hashur” yang disandang Nabi Yahya dalam ayat tersebut berarti dapat menahan hawa nafsu, bukan pantang menikah atau berselibat. Jika sampai akhir hayatnya Nabi Yahya tidak pernah menikah, bukan berarti beliau itu seorang yang Selibat, tapi karena beliau meninggal terbunuh ketika belum pernah menikah.

Argumen KWI yang sangat menggelikan adalah klaim keabsahan Selibat sesuai dengan sunnah Maryam, ibunda Nabi Isa AS. Menurut KWI, Bunda Maryam adalah wanita yang melakukan Selibat, sesuai dengan surat Al-Anbiya 91. Ayat yang menyatakan Bunda Maryam sebagai wanita yang memelihara kehormatannya (ahshanat farjaha) ini, sama sekali tidak ada kaitannya dengan doktrin Selibat Katolik.

Argumen KWI yang mencari-cari pembenaran dari Bunda Maryam dalam Al-Qur'an ini sangat memalukan. Karena dalam Alkitab (Bibel) sendiri, disebutkan bahwa Maryam (Maria) bukan seorang peselibat. Secara kasat mata saja, Romo Pastur dan Kardinal di KWI bisa  membaca bahwa Bunda Maria diperistri Yusuf (Matius 1:24-25) sampai beranak-pinak, sehingga Yesus memiliki saudara seibu, antara lain: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas (Injil Matius 13:55, Markus 3:31). Dengan status sebagai seorang istri dari pria bernama Yusuf dan ibu dari empat orang anak, maka julukan “perawan” dan “peselibat” kepada Bunda Maria adalah sebuah penghinaan, baik kepada Bunda Maryam maupun kepada kitab suci.

Doktrin Selibat Katolik Menentang Bibel
Tak ada manfaatnya jika KWI memelintir ayat-ayat Al-Qur'an untuk mendukung doktrin Selibat, sebab di internal Kristen sendiri, doktrin ini tidak laku, karena mendapat tentangan dari pihak Protestan.

Kalangan Protestan tidak sepakat dengan doktrin Selibat, menilai bahwa gereja Katolik Roma bertindak terlalu jauh dengan melarang para imam untuk menikah. Larangan ini bertentangan dengan ajaran Alkitab. Peraturan Selibat telah menyingkirkan hal-hal yang baik dari gereja dan gembala-gembala yang sehat, dan mengakibatkan banyak imam jatuh ke dalam dosa. Bukankah Paulus menyebutkan bahwa uskup adalah suami dari satu istri (1Tim. 3:2; Tit. 1:6)? Jadi jelaslah bahwa peraturan Selibat merupakan kesalahan manusia yang melarang apa yang tidak dilarang oleh Tuhan. Alkitab (Kristus) sendiri sangat menghargai pernikahan, sehingga dijadikan sebagai gambaran hubungan Kristus dan jemaat (Ef. 5:23-24,32). (John Calvin, Institutes of the Christian Religion, IV.12).

Menurut Bibel, doktrin Selibat juga tidak sejalan dengan tujuan penciptaan manusia, di mana Allah memerintahkan supaya pria dan wanita bersatu dan beranak-cucu.

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi” (Kejadian 1:27-28).

Doktrin Selibat semakin tidak relevan dengan tradisi menikah, poligami dan beranak cucu yang dilakukan oleh para nabi dalam Bibel:

1.    Salomo (Nabi Sulaiman) adalah orang benar yang sebelum kelahirannya telah dinubuatkan Tuhan sebagai orang yang menjunjung tinggi kemuliaan Tuhan, hingga Tuhan mencintainya dan memberi gelar “anak Tuhan” yang bermakna “hamba Tuhan” (1 Tawarikh 22:9-10). Tapi untuk menjadi manusia yang taat dia tidak berselibat, melainkan juga menikahi wanita, bahkan ia mengoleksi 1.000 istri yang terdiri dari 700 istri nikah resmi dan 300 gundik nikah sirri (1 Raja-raja 11:1-8).

2.    Nabi Yakub, menjadi orang yang diberkati Tuhan, sukses berada dalam Kerajaan Sorga (Kerajaan Allah) bersama dengan Abraham, Ishak dan semua nabi Allah (Matius 8:11, Lukas 13:28), juga bukan karena berselibat. Yakub  menikah bahkan berpoligami dengan empat istri: Lea, Rahel, Bilha dan Zilpa (Kejadian 29:16-32 sd 30:25).

3.    Nabi Nuh sukses menjadi teladan umat, orang yang benar tak bercela dan shaleh di hadapan Tuhan (Kejadian 6:9), meski ia tidak berselibat. Nuh hidup menikah dan setelah berumur lima ratus tahun, ia dikaruniai empat orang anak yaitu: Sem, Ham dan Yafet (Kejadian 5:32).

4.    Nabi Musa juga menikah menurunkan dua orang anak yaitu: Gersom dan Eliezer (I Tawarikh 23:14-15). Nabi Harun juga mencintai Eliseba dan menikahinya hingga melahirkan empat orang anak: Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar (Keluaran 6:22-23).

5.    Paus pertama adalah Santo Petrus. Dialah peletak batu Tahta Suci Vatikan pertama, sehingga namanya diabadikan dalam nama Basilika Santo Petrus. Dalam Bibel ia disebut Simon Petrus, murid Yesus (Matius 10:2). Umat Katolik menyebut Petrus sebagai Paus pertama karena dalam Bibel, Yesus telah mendasarkan gerejanya kepada Petrus sebagai “batu karang” (Matius 16:18).

Selain itu, Yesus juga memberikan kepercayaan kepada Petrus sebagai wakil Yesus dan pimpinan atas seluruh kawanan yaitu gereja (Yohanes 21:15-17). Ternyata Paus pertama ini tidak hidup Selibat, melainkan menikah dan memiliki keturunan. Injil menyebutkan fakta bahwa Paus pertama ini memiliki seorang istri ketika Yesus menemuinya (Matius 19:27-29, Lukas 18:28-30).

03.03


Para uskup Katolik Roma di Belanda melindungi dan menutup-nutupi praktek pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur di lingkungan gereja Katolik Roma. Demikian laporan setebal 1200 halaman berjudul: "Seksueel Misbruik van Minderjarigen in de Rooms Katolieke Kerk".

Laporan yang disusun atas permintaan pihak gereja dan dipimpin mantan menteri Wim Deetman itu, menyebutkan ada lebih dari 20.000 korban pelecehan seksual sejak akhir Perang Dunia II sampai tahun 1981.

Robert Chesal jurnalis Radio Nederland membongkar praktek-praktek pelecehan seksual yang sampai menimbulkan skandal nasional ini.

Tahun 2010 bisa dibilang menjadi momentum bagaimana pelecehan seksual di lingkungan gereja Katolik Roma mencapai skala nasional. Sampai bulan Februari pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur oleh rohaniwan-rohaniwan Katolik hanya dilihat sebagai masalah yang terjadi di Irlandia dan Amerika saja.

Skandal Jerman
Di bulan yang sama, saat musim dingin mencekam Eropa utara, isu tersebut terus menyebar. Sebuah sekolah internat yang dikelola oleh rohaniwan Katolik Yesuit di Berlin ibu kota Jerman semula melaporkan adanya segelintir murid yang menjadi korban pelecahan seksual.

Tidak lama kemudian, jumlah korban menjadi puluhan. Bahkan sampai lebih dari seratus.

Robert Chesal pertama kali mendengar laporan tersebut pertengahan Februari. Pada hari yang sama Paus Benedictus XVI memerintahkan seluruh jajaran keuskupan Irlandia untuk menghadap ke Vatikan. Mereka ditegur oleh Sri Paus karena gagal menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran seksual di diakoni mereka.

Robert Chesal tergerak untuk menyelidiki apa yang mungkin terjadi di Belanda.

Selesian
Di internet jurnalis Radio Nederland itu menemukan pengakuan seorang pria bernama Janne Geraets yang kini berumur 50-an. Ia menulis bahwa ia pernah menjadi korban pelecahan seksual di sebuah sekolah internat tahun 1960-an.

Ketika bertemu, Geraets menceritakan kepedihan dan kehancuran yang ia alami karena ulah seorang biarawan Salesian. Riwayat hidup Geraets yang memilukan begitu membekas dalam benak Robert Chesal sampai ia memutuskan untuk melanjutkan penyelidikan.

Pratanda mengganggu
Beberapa kasus yang mencemaskan di Belanda tidak sampai menarik perhatian media nasional. Seorang pengacara terkenal misalnya, menceritakan di internet mengapa ia mengundurkan diri sebagai salah seorang pengurus Yayasan Katolik Roma yang memberikan bantuan kepada korban pelecehan seksual.

Semua pengurus yayasan akhirnya mengundurkan diri karena usulan mereka untuk membantu korban pelecehan seksual, tidak digubris oleh Dewan Keuskupan Belanda.

Tuduhan bertubi-tubi
Janne Geraets hanya satu dari sekian murid yang menjadi korban pelecehan seksual di sekolahnya. Robert Chesal kemudian menghubungi Joep Dohmen seorang wartawan ivestigasi kawakan koran NRC Handelsblad. Keduanya menulis sebuah artikel mengenai tiga murid yang menjadi korban pelecahan seksual oleh biarawan Salesian.

Robert Chesal dan Joep Dohmen juga membongkar pelecehan seksual yang melibatkan monsinyur Ad van Luyn salah seorang uskup yang sangat dihormati di Belanda. Tulisan di NRC Handelsblad tanggal 26 Februari 2010 memancing laporan pelecehan seksual di sekolah-sekolah inernat di seluruh Belanda.

Pengaduan lewat internet membanjir sampai tidak bisa lagi dilayani. Beberapa minggu kemudian dibentuk sebuah komisi pengusut dibawah pimpinan mantan menteri pendidikan Wim Deetman.

Paus memicu amarah
Semakin jelas, pelecehan seksual di lingkungan gereja Katolik menjadi skandal Eropa. Dari Jerman, Belanda, Belgia sampai Austria praktek pelecehan seksual menjadi topik aktual semua media. Permintaan maaf Paus Benedictus atas pelecehan seksual beberapa dasawarsa lalu di depan jemaat sebuah gereja di Irlandia, memicu kemarahan.

Warga Jerman dan Belanda bertanya-tanya, mengapa mereka tidak digubris? Mengapa mereka diperlakukan lain dari korban di Irlandia?

Vatikan tidak pernah memberikan jawaban yang memuaskan. Sebaliknya seorang kardinal yang dekat dengan Paus menyebut skandal-skandal pelecehan seksual itu hanya sebagai "gosip murahan". Pada sebuah perayaan "Jumat Agung" seorang pengkhotbah Paus membandingkan tuduhan terhadap rohaniwan yang terlibat skandal pelecehan seksual dengan penyiksaan warga Yahudi Eropa.

Sangkalan Simonis
Seperti di Vatikan, humas gereja-gereja di Belanda juga kurang memberikan citra yang positip. Pucuk pimpinan gereja Katolik Belanda Kardinal Simonis membuat publik terhentak ketika ia menyangkal bahwa para pemimpin gereja Katolik Belanda tahu tentang skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur di lingkungan mereka.

Ucapan Simonis begitu bertolak belakang dengan laporan Robert Chesal dan Joep Dohmen beberapa bulan kemudian bahwa Simonis memindahkan seorang biarawan pedofil ke tempat lain di mana ia kemudian melanjutkan kembali praktek pelecehan seksual dengan anak-anak di bawah umur.

Dampak jangka panjang
Insiden seperti itu yang banyak dijumpai Komisi Deetman sewaktu melakukan penyelidikan. Diperkirakan separuh dari 10 sampai 20.000 korban pelecehan seksual antara tahun 1945 sampai 1980-an yang mendapat perawatan medis, merupakan korban pelecehan seksual yang berlangsung lebih dari setahun.

Fakta membuktikan bahwa pelecehan seksual yang begitu lama, bisa berdampak seumur hidup baik fisik maupun psikologis.

Dalam reaksi pertamanya atas laporan Komisi Deetman, Uskup Gerard de Korte mengatakan bahwa pimpinan gereja salah memilih. Bagi mereka, melindungi biarawan yang melakukan pelecehan lebih penting dan juga citra gereja lebih penting dari nasib korban.

Keadilan
Apakah penyelidikan Robert Chesal itu merupakan karir puncaknya di Radio Nederland? Ia tegas menjawab, tidak. "Saya bukan menjadi jurnalis untuk membongkar skandal pelecehan seksual di lingkungan Gereja Katolik Roma. Saya menjadi jurnalis karena ingin menegakkan keadilan dan kebenaran. Dalam kaitan itu, laporan Komisi Deetman membawa saya lebih dekat dengan cita-cita itu," katanya lugas.

02.04

Sedikitnya 11 anak laki-laki dikebiri saat berada di bawah naungan gereja Katolik Roma Belanda pada tahun 1950-an dengan alasan untuk mencegah mereka tumbuh menjadi homoseksual. Demikian tulis sebuah koran Belanda dalam investigasinya.

Seorang bocah dikebiri tahun 1956 setelah mengatakan kepada polisi bahwa dirinya dilecehkan oleh pastor di gereja itu, lapor koran tersebut. Saat ini Menteri Kehakiman Belanda tengah menyelidiki apa peran pemerintah saat insiden ini berlangsung.

Tahun lalu, dalam sebuah penyelidikan, ditemukan empat ribu anak yang dianiaya secara seksual oleh institusi gereja Belanda sejak tahun 1945.

Sejumlah anggota parlemen Belanda menyerukan dilakukan pemeriksaan setelah munculnya laporan terbaru yang dirilis koran NRC Handelsblad ini, yang dipublikasikan pada akhir pekan lalu.

"Berat dan mengejutkan"

Henk Hethuis, seorang siswa pada sebuah sekolah berasrama Katolik, berusia 18 tahun saat dirinya melapor kepada polisi tahun 1956 karena menjadi korban pelecehan seorang biarawan Belanda. Hethuis kemudian dikebiri dengan perintah dari sejumlah pastor Katolik, tulis koran NRC Handelsblad, dengan alasan untuk "menyembuhkannya" dari kecenderungan homoseksualitas.

Kasus yang sama terjadi pada sedikitnya 10 anak lain di sekolah itu, tulis koran ini. Hethuis akhirnya meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil tahun 1958.

Menteri Kehakiman Belanda Ivo Opstelten menyebut tudingan ini "sangat berat dan mengejutkan" dan menjanjikan akan menyelidiki apa peran Pemerintah Belanda saat itu.

Gereja Katolik Belanda telah mengatakan bersedia bekerja sama menguak tabir kasus ini melalui penyelidikan untuk mencari tahu apakah laporan media tersebut benar, tulis kantor berita Reuters.

Komisi pencari fakta tahun lalu menyimpulkan bahwa para pejabat dalam insitusi gereja Katolik gagal mengatasi persoalan praktik penganiayaan yang meluas di sekolah-sekolah yang dinaunginya, di seminari serta rumah-rumah panti asuhan.

Aksi berdosa

Komisi ini, diketuai oleh mantan menteri kabinet Wim Deetman, menemukan ada puluhan ribu anak menjadi korban penganiayaan atau pelecehan dari sekadar diraba-raba sampai diperkosa.

Komisi itu mengutuk tindakan gereja yang disebutnya menutup-nutupi dan budaya diam. Koran NRC Handelsblad mengatakan komisi tersebut juga menerima laporan terkait kasus pengebirian pada 2010.

Para anggota parlemen Belanda akan secara resmi minta diagendakan sidang pemanggilan parlemen terhadap ketua komisi ini untuk memastikan kenapa justru tidak memasukkan laporan kasus pengebirian itu dalam penyelidikan timnya.

Sementara organisasi tertinggi Katolik Roma di Vatikan baru saja mengeluarkan sebuah laporan, Selasa kemarin, tentang kasus pencabulan yang meluas di kalangan gereja Katolik Irlandia. Tindakan yang disebut Vatikan sebagai aksi "penuh dosa dan kriminal" itu menunjukkan adanya pelecehan, pencabulan, dan penganiayaan terhadap anak-anak yang dipercayakan pendidikan dan pengurusannya pada institusi Katolik Irlandia selama 70 tahun.

Pelaku aksi mengerikan tersebut berasal dari kalangan pastor, frater (calon pastor), dan biarawati, sementara tindakan menutup-nutupi dilakukan oleh atasan mereka.

17.45
Di tengah peta adalah dua kota suci Islam: Mekah dan Madinah. Peta ini menunjukkan Cina dan India di utara dan "sekte Kristen dan negara Byzantium" di selatan. Lingkaran luar mewakili laut. Naskah merupakan kosmologi, tidak dimaksudkan untuk menjadi akurat secara geografis, tapi hanya untuk menyajikan pembaca dengan gambaran sistematis dari pengetahuan yang ada tentang dunia pada saat itu.

 Peta Dunia Islam Abad Pertengahan


Gambar ini dibuat oleh ‘Umar bin Muzaffar Ibn al-Wardi. Dipublikasikan dalam Kharidat al-'Aja'ib wa Faridat al-Ghara'ib. (The Pearl of Wonders and the Uniqueness of Things Strange). Akhir Abad 17. Pada tengah2 peta terdapat dua kota suci Islam: Mekah dan Medinah. Peta ini menunjukkan Cina dan India diutara dan “sekte Kristen dan negeri Byzantium” diselatan. Dilingkaran luar menampilkan laut2. Manuskrip ini adalah sebuah kosmology, tidak berarti akurat secara geografik, tapi hanya menunjukkan pada pembaca pandangan sistematik akan pengetahuan yg ada tentang dunia pada saat itu.

Ini merupakan risalah geografis dan kumpulan cerita menakjubkan yang sangat populer di abad pertengahan dan awal masyarakat Islam modern. Peta ditampilkan di sini adalah tidak biasa dalam penggambaran beberapa makhluk mendukung dunia dalam cakrawala. Meskipun menggunakan proyeksi Islam tradisional dunia sebagai disk datar dikelilingi oleh laut sundering yang tertahan oleh pegunungan mengelilingi dari Qaaf, peta juga menunjukkan penggunaan awal Dinasti Utsmani 'informasi geografi berdasarkan metodologi kartografi Eropa dan eksplorasi.

Menurut kosmologi islam, bumi, yg kelihatan dalam gambar seperti sebuah piringan/cakram dikelilingi oleh laut pemisah yg ditahan oleh Pegunungan yg memutarinya (Qaf). Dan semuanya ini disangga pada punggung (kadang pada tanduk) seekor lembu yg berdiri diatas seekor ikan yg mana ikan tsb diletakan diatas mangkuk dan keseluruhannya itu dibawa dalam pundak seekor malaikat. Gambar ini adalah reproduksi dari peta geografis Arab pada abad pertengahan Ajaib al-Makhluqat (keajaiban penciptaan) oleh seorang Persia Zakariya Qazwini (meninggal tahun 1283).

13.03
KRISTEN WAJIB BACA



Wahai kaum Nasrani…
Sebuah Nubuatan dalam ALKITAB anda yang sangat menakjubkan tentang kedatangan ISLAM yang menggantikan EMPAT KERAJAAN SUPERPOWER SEBELUMNYA…
Bukalah Kitab Daniel 2…Yuk kita mencocokkan dengan SEJARAH DUNIA di situs netral….

2:31. Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.
2:32 Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga,
2:33 sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.
2:34 Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk.
2:35 Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.
2:36 Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja:
2:37 Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan,
2:38 dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di manapun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu–tuankulah kepala yang dari emas itu.
2:39 Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.
2:40 Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.
2:41 Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.
2:42 Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian.
2:43 Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.
2:44 Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya,
2:45 tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.”
2:46. Lalu sujudlah raja Nebukadnezar serta menyembah Daniel; juga dititahkannya mempersembahkan korban dan bau-bauan kepadanya.
2:47 Berkatalah raja kepada Daniel: “Sesungguhnyalah, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu.”


Sekarang mari kita kupas nubuatan DANIEL dengan fakta sejarah..
1. KEPALA EMAS – Kerajaan Babilonia (605-539 seb M)
“Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan, dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di manapun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu–tuankulah kepala yang dari emas itu. Dan 2: 37-38
Penemuan Arkelologi menunjukkan bahwa kerajaan Babilonia adalah kerajaan yang makmur dan jaya. Telah lama dikenal dunia (+ 3000 sebelum Masehi, jaman Nimrod,atau NAMRUDZ). Keliling kota Babilon ada sekitar 10 mil. Bagian dalam kota dilapisi oleh 2 lapis tembok. Tembok sebelah dalam kira-kira 12 kaki tebalnya, tembok luar kira-kira 22 kaki tebalnya. Diantara kedua tembok itu terdapat parit. Perbentengan luar juga mempunyai 2 tembok, masing-masing 24 dan 26 kaki tebalnya. Tiap 55 yar terdapat menara, 250 buah semuanya. Persediaan makanan mereka cukup untuk satu juta penduduknya selama 20 tahun.
Beberapa raja Babilonia yang memerintah dalam kurun waktu nubuat Daniel antara lain
* Raja Nebukadnezar (604 – 562 Seb. M).
* Amal Mardukh (562 – 560 Seb. M).
* Neriglissar (560 – 556 Seb. M).
* Laborosoachod (556 – 555 Seb. M).
* Nebonidus (555 – 540 Seb. M).
* Belshasar (540 – 539 Seb. M)
Belshasar adalah cucu Raja Nebukadnezar yang disebut dalam Daniel 5. Pada masa pemerintahannya, ibukota Babilonia diserbu dan direbut Raja Darius dari Medo dan Raja Koresy dari Persia tahun 539 Sebelum Masehi. Kerajaan Babilonia runtuh, berdirilah kemaharajaan Medo-Parsia.
Betapapun kuatnya kerajaan Babilonia, sesuai nubuatan Alkitab kerajaan ini akan runtuh.
Daniel 5:28 juga menerangkan dengan jelas bahwa, “Kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia.”
Melalui pengepungan yang cukup lama, Koresy, raja Persia, dapat mengalihkan aliran sungai Efrat ke tempat lain. Melalui sungai yang telah dikeringkan itu tentara Persia menyerang masuk kota Babel dan mengalahkannya.
2. DADA & LENGAN PERAK – Kerajaan Medo-Parsia (539-331 SM)
“Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.” Dan 2:39
Keterangan :
Alkitab menceritakan wilayah kerajaan ini meliputi 120 propinsi dari India sampai Etiopia (Pada zaman Ahasyweros–dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke EtiopiaEster 1:1).
Beberapa penguasa kerajaan ini yang terkait dengan nubuat Nabi Daniel antara lain
* Raja Darius dari Medo (539 – 536 SM) Ezra 6:1.
* Raja Koresy dari Parsia (536 – 529 SM) Ezra 1:1
* Cambyses dan 9 raja keturunan Parsia termasuk Raja Xerxes I (485 – 465 SM) dan Raja Arthasasta 1 (465 SM ) Ezra 7:7
* Raja Darius Codomanus (336 – 331 Seb.M). Raja ini keturunan Medo yang dikalahkan Aleksander Zulkarnaen di Arbela tahun 331 SM meskipun kekuatannya 20 kali lebih besar dari kekuatan bangsa Makedonia/Yunani. Tercatat pengkhianatan punggawa-punggawa raja.
3. PERUT dan PINGGANG TEMBAGA – Kerajaan Yunani (331-168 SM)
Keterangan :
Kerajaan Yunani (Greek) mengikuti kerajaan Medo-Parsia sebagai suatu kerajaan dunia, memerintah selama 163 tahun. Aleksander Agung hidup antara 354-323 SM, hanya berusia 32 tahun, meninggal di puncak kemenangannya menaklukkan Mesir. Kerajaan Yunani tidak diwarisi keturunannya, tapi menjadi lemah dan terbagi atas 4 Panglima yang menjadi Gubernur tapi berlaku sebagai raja. Ke 4 Panglima itu adalah
* Cassander di Barat meliputi Makedonia/Yunani.
* Lysimachus di Utara meliputi Thrace, Asia Kecil-Bosphorus
* Ptolemy di Selatan meliputi Mesir, Arab dan Palestina
* Seleucus di Tin-bur meliputi Syria, Babilonia.
Keturunan-keturunan para panglima itu berusaha menyatukan seluruh bekas wilayah Yunani tapi untuk waktu cukup lama tidak satu pun yang berhasil.
4. PAHA DARI BESI – Kerajaan Romawi (168 M – 476 M)
“Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.
Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.
Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian.
Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.
Dan 2 : 40-43
Keturunan Lysimachus di Utara bertambah kuat dan akhirnya pada tahun 168 SM mengalahkan Raja Philipus V dari Makedonia, Raja Antiokus III dari Syria dan menaklukkan Mesir. Berdirilah kerajaan ROMAWI. Kekaisaran Romawi bertambah luas dan kuat. Kaisar Julius Caesar menaklukkan Mesir. Beberapa Kaisar lain menjadikan Emperium Roma menjadi superpower dunia.
Kaisar Diocletianus (283 – 305 M) mulai memindahkan pemerintahan ke bagian timur. Kemudian Kaisar Konstantin menetapkan Konstantinopel (Istambul, di Turki) sebagai Ibukota Kekaisaran. Bagian Timur berkembang dan disebut Byzantium, bagian barat kurang berperan dan terpecah-pecah. Sejarah menyebutnya Romawi Barat dan Romawi Timur.
Dari sini frase “mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat” dapat dipahami Dua Negara dari Satu Bangsa. Romawi barat dan Romawi timur.
Tahun 395-476 M adalah tahun yang dikenal sebagai awal kejatuhan Kerajaan Romawi Barat,kerajaan yang lebih lemah daripada saudaranya di timur, Byzantium(sumber wikipedia), perpecahan kerajaan itu sebenarnya mengalami proses yang lama, lebih dari 200 tahun, akibat pemeberontakan suku-suku Barbar seperti Jerman, Visigothi dll. Sampai akhirnya kerajaan Jerman melalui Odoacer menurunkan kaisar Romulus Augustus, kaisar Romawi Barat. Tahun 476 M diterima secara sepakat sebagai keruntuhan Romawi Barat. Beberapa suku Barbar yang menyerang cepat menghilang tanpa meninggalkan bekas. Suku-suku Barbar lain berhasil menaklukkan dan menguasai kerajaan yang sudah kalah itu. Barbar yang kuat dan lebih permanen dari kerajan lain.
Kedudukan Romawi digantikan saudaranya, Romawi Timur yang lebih kaya dan lebih kuat walaupun harus runtuh pada tahun 1453 M. tahun ini disepakati sebagai keruntuhan Romawi secara keseluruhan setelah ibukotanya di Turki, Constantinople di rebut Kerajaan Islam dibawah pimpinan Sultan Mehmet II. Dengan menggunakan Canon Ball buatan Urban, sarjana Jerman maka runtuhlah Romawi dari panggung sejarah(Sumber di Hystorynet)atau di wiki Orthodox).
5. BATU DARI LANGIT – Kerajaan Allah
“Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain:
kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu.
Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.”
Daniel 2:44-45
Tahun 571 M seorang yatim dilahirkan di sebuah dataran dan pegunungan tandus. Bangsa Arab berabad-abad tinggal didalamnya tak ada bangsa yang melirik bangsa dengan wilayah tandus ini. Apalagi berpikir kelak akan menjadi kerajaan yang meruntuhkan Adidaya Kerajaan Persia dan Romawi. Bahkan bangsa Yahudi dan Nasrani pun sampai sekarang meremehkan dan mengejek bangsa ini sebagai bangsa keturunan budak( konon Hagar adalah budak seorang kudus bernama Abraham).
Tak ada yang menyangka, dari daerah gersang tandus ini, 60 tahun dari kelahiran yatim bernama Muhammad(sholallahu alaihi wassalaam), kelak muncul sebuah Kerajaan yang meruntuhkan dua kerajaan Adidaya saat itu..Romawi ditahun 1423 M dan Persia di remukkan di tahun 642 M.
Persia diruntuhkan pada perang Qadissiyah dengan terbunuhnya Panglima Perang legendaris,Jendral Rustam Farrukhzad oleh Panglima Pasukan Muslim Saad Bin Abi Waqqash dan akhirnya Yazdargird III pada tahun 642 M tewas setelah mancari bantuan kemana-mana tidak berhasil(Sumber klik di Wikipedia)
Keruntuhan Romawi dimulai dengan serangan kaum Muslimin pada tahun 636 M yang mengobarkan Perang Yarmuk (Sumber wikipedia)untuk mengajak Romawi kepada Islam dan Romawi runtuh secara keseluruhan setelah ibukotanya di Turki, Constantinople direbut Kerajaan Islam dibawah pimpinan Sultan Mehmet II . Dengan menggunakan Canon Ball buatan Urban, sarjana Jerman maka runtuhlah Romawi dari panggung sejarah(Sumber bahasa Indonesia klik di sini, situs sejarah di Hystorynet)atau di wiki Orthodox).
Jadi…Wahai kaum Nasrani…Kerajaan itu telah datang…1400 tahun lalu sebuah batu telah tercungkil dari gunung cadas dan menghancurkan kebudayaan Pagan Romawi dan Kebudayaan Persia..
600 tahun sebelum kedatangan Kerajaan Tuhan itu sang Nabi terakhir Bani Israel telah berpesan :



 
Didalam kitab Nabi Daniel dapat kita menjumpainya pada pasal
2 ayat 44-45: "Maka pada zaman raja-raja oleh Allah di
surga, akan diadakan suatu kerajaan, yang pada
selama-lamanya tiada dapat dibinasakan. Maka kerajaan itu
tiada kuserahkan kepada salah satu bangsa lain, dan dia
itupun akan menghancurkan dan meniadakan segala kerajaan
itu, tetapi ia sendiri akan kekal sampai selama-lamanya.
 
Maka itulah sebabnya, tuanku melihat sebuah batu gunung
gugur dengan sendirinya dengan tiada tulungan tangan, lalu
dihancur luluhkannya besi dan tembaga, dan tanah liat, dan
perak dan emas. Bahwa Allah ta'ala sudah memaklumkan kepada
tuanku, barang yang akan jadi pada kemudian hari, bahwa
sesungguhnya inilah mimpi tuanku itu, dan tentulah
takbirnya.
 
Umumnya bapa-bapa Gereja dan Ulama-ulama Islam hampir
sepaham bahwa kerajaan besar yang menggantikan kerajaan
Babilonia, menguasai daerah-daerah bebas kekuasaannya di
timur tengah ialah Persia, kemudian Macedonia, Assyria,
kemudian Romawi. Tetapi kerajaan kelima yang berupa
"Campuran besi dan tanah liat" dan "Kerajaan keenam" yang
penutup, yang berupa "Batu gunung" yang menghancurkan itu
dalam penafsirannya terbit perbedaan paham diantara mereka.
 
Pemimpin-pemimpin Gereja bersikeras menafsirkan bahwa yang
dimaksud dengan batu gunung ialah kerajaan Kristus. Tetapi
harus diingat, bahwa kerajaan Kristus sudah 16 abad lamanya
mereka tunggu-tunggu, atau mungkin sudah 20 abad lamanya
belum juga datang. Siapakah kerajaan yang "lain daripada
kerajaan terdahulunya" yang telah muncul sesudah kejatuhan
Romawi? Jawabnya ialah: Kerajaan Islam. Jikalau pada tahun
426 M kerajaan Rum Barat tokh akhirnya jatuh juga, maka pada
sekitar tahun 612 M bangkitlah kerajaan Islam dan mulai
mengembangkan sayapnja. Sejak dari Jabal El Tarik di Spanyol
sampai ke Pasai, bahkan Demak dan Rembang di Indonesia.
Tentaranya bagaikan badai taupan mengamuk menghancurkan
kerajaan kafir terdahulunya, sehingga lenyaplah mereka
seperti "debu yang diterbangkan angin."
 
Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! Matius 4:17
Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 
datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
(Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa
dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.) Matius 6:9-13
 
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu,
Dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku,
Dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.
Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa,
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Al-Maidah 3
 

11.38


Pendeta Budi Asali : Banyak Ayat Yang Tak Penting Dalam Bibel ...??? - Untuk menutupi kelemahan bahwa umat Kristen tidak ada yang hafal Bibel secara benar dan tepat 100 persen, Pendeta Budi Asali berapologi bahwa menghafal Bibel itu tidak harus persis, yang penting jangan sampai melenceng.

“Saya yakin ada banyak orang Kristen yang hafal Alkitab, tetapi hanya pada bagian-bagian yang penting, tetapi tidak pada bagian-bagian yang tidak penting, seperti misalnya urut-urutan silsilah. Menghafal bagian yang tidak penting seperti itu, menurut saya, sama sekali bukan merupakan suatu kerajinan ataupun tindakan yang terpuji, tetapi sebaliknya, hanya merupakan suatu pemborosan energi dan otak yang tidak perlu.. Apa gunanya?” (hlm. 215).


http://www.suara-islam.com/news/images/stories/kristologi-88.jpg


Pendapat pendeta ini sama sekali tidak bisa mendongkrak kewibawaan Bibel, bahkan semakin memperjelas kelemahan Bibel:

Pertama, rambu-rambu Pendeta Budi Asali bahwa menghafal Bibel tidak harus sama persis, yang penting tidak melenceng, sangat kabur dan sulit diaplikasikan. Jika menghafal Bibel itu boleh tidak sama, berapa toleransi penyimpangan yang bisa dibenarkan? Sikap seperti ini jelas membuka peluang penyimpangan kitab suci.

Misalnya, kitab 1 Raja-raja 7:13-51 2 Tawarikh 3:15 sd 5:1. Kedua perikop Bibel ini menceritakan kisah yang sama, yaitu tentang “Benda-benda logam Bait Suci.” Semua kata dalam ayat ini sama persis, hanya berbeda dua huruf saja, yaitu: pada kitab Raja-raja ayat 24 dan 25 disebutkan kata “labu,” sedangkan dalam Tawarikh ayat 3 disebutkan kata “lembu.” Perbedaan dua huruf ini sangat signifikan, karena merubah jenis tanaman menjadi binatang.

Kedua, Pendeta Budi Asali mengakui bahwa dalam Bibel ada bagian-bagian yang tidak penting dan tidak perlu dihafal. Menghafal ayat-ayat Bibel yang tidak penting ini sangat tidak terpuji, justru merupakan “suatu pemborosan energi dan otak yang tidak perlu dan tidak ada gunanya.”

Pernyataan tersebut kontradiktif dengan bagian lain buku yang sama (hlm. 221-232), di mana Pendeta Budi mati-matian membuktikan Bibel sebagai firman Tuhan. Jika kedua statemen pendeta ini diterima, maka secara silogis dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak semua firman Tuhan dalam Bibel itu penting. Karena ada firman Tuhan yang tidak penting sehingga tidak terpuji bahkan pemborosan energi bila dihafalkan.

Bukankah sangat aneh jika Tuhan menginspirasikan ayat-ayat yang tidak penting, tidak terpuji dan memboroskan energi?

Jika Pendeta Budi Asali konsekuen terhadap pendapat teologinya, seharusnya dia mengusulkan kepada Lembaga Alkitab Indonesia agar menerbitkan Alkitab (Bibel) dalam dua warna. Misalnya, ayat-ayat penting dicetak warna hitam, sedangkan ayat-ayat yang tidak penting dicetak warna merah. Apakah Pendeta Budi Asali punya nyali untuk menyiarkan pendapatnya?. ( suara-Islam.com )

MUSLIM WAJIB BACA

Inilah Sejarah dan Asal Usul April Mop - Beberapa tahun terakhir, budaya April Mop ini semakin akrab dengan kehidupan masyarakat kita terutama, remaja dan kaula muda yang hidup di daerah perkotaan. Jauh-jauh hari menjelang tanggal 1 April, mereka biasanya sudah sibuk mencari-cari keisengan apa yang akan dilakukan dan siapa orang yang akan dijadikan targetnya. Bahkan tak jarang, modus keisengan yang akan dilakukan dilancarkan dibahas dulu di dalam suatu komunitas. Gilanya, banyak yang merancang keisengan ini dengan keseriusan. Seakan 1 April adalah hari keisengan yang harus berjalan dengan begitu sempurna dan akurat, zero tolerance bagi kesalahan. Jika berhasil ngisengin sang target, maka yang didapat adalah rasa puas yang plong banget.

Sejak kapan April Mop mulai dikenal di Indonesia? Tidak ada yang tahu pasti dan siapa yang mengimpor budaya ini. Namun mengingat budaya April Mop berasal dari barat, maka tersangka utamanya adalah orang-orang barat yang dating ke Indonesia. Walau tidak sebegitu populer dibandingkan dengan perayaan tahun baru atau hari kasih sayang, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Bukan mustahil nanti ada acara televisi, reality show, berjudul April Mop dan yang sebagainya.


Jika sekarang kebanyakan hanya dilakukan oleh kaula muda kota-kota besar, maka bukan mustahil ke depan juga akan dilakukan oleh remaja-remaja yang hidup di kampung dan dusun. Apalagi masyarakat kita terkenal sebagai masyarakat latah, yang mudah sekali meniru semua kebudayaan yang berbau barat.

Ironisnya, itu dilakukan tanpa dengan mengkritisinya terdahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau malah sebaliknya. Jujur saja, banyak dari kita yang masih menyimpan rasa rendah diri terhadap orang bule. Sesuatu yang memang pernah dilakukan penjajahan Belanda dalam tempo berabad-abad lamanya, yang menanamkan perasaan rendah diri orang Indonesia, inlandeer, terhadap superioritas bangsa kulit putih.

Karenanya, April Mop dipercaya akan cepat akrab di masyarakat kita dalam tahun-tahun ke depan. Untuk itu ada baiknya kita memahami dengan benar, apa sih yang sesungguhnya dimaksud dengan April Mop yang di barat sana dikenal sebagai “The Aprils Fool Days?" Apa sih latar belakang nya sehingga dirayakan oleh dunia barat sejak dulu? Jika kita sudah memahami April Mop, maka terserah kepada kita masing-masing, apakah masih akan merayakannya atau memilih untuk meninggalkannya seraya menyebarluaskan permahaman yang benar kepada teman-teman kita sendiri. itu berpulang kepada diri masing-masing.

SEJARAH APRIL MOP

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April's Mop Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H.

Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam. Sejak dibebaskan Islam pada abad kedelapan Masehi oleh panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Prancis. Prancis selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, Pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Got dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti berlangsung hamper enam abad lainnya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada disekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-pertama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk memebujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang membaca Al-Qur'an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. "Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapakan di pelabuhan. setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan. Maka bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju dengan kapal-kapal tersebut. Mereka bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluan beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara salib membakari rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari yang dikatakan akan mengangkut mereka dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana dengan harus tentara salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis di bunuh dengan kejam. darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian di peringati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).

Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas di bunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itu, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya merayakan ulang tahun pembunuhan masal ribuan saudara-saudaranya di Geranada, Spanyol, beberapa abad silam.

Wahai saudaraku sesama Muslim, sampai hatikah Anda semua merayakan April Mop sekarang ini? Setelah mengetahui apa sebenarnya yang melatarbelakangi perayaan yang diadakan dunia Barat tiap 1 April itu? Allah SWT akan menjadi saksi bagi kita semua. ( suara-islam.com )

11.12
Salah satu rujukan misionaris untuk menyatakan Al-Qur'an palsu adalah buku The Origins of the Koran, Classic Essays on Islam’s Holy Book karya Ibn Warraq (nama samaran). Setelah keluar dari Islam, murtadin asal Pakistan yang pernah menjadi kurir Salman Rushdie ini mendirikan Institute for the Secularisation of Islamic Society (ISIS), yang memfokuskan diri pada kritik Al-Qur'an.
Di antara amunisi Ibn Warraq untuk menggugurkan otentisitas Al-Qur'an adalah tudingan bahwa surat Al-Ahzab yang dimiliki umat Islam ini sudah tidak asli, karena menyusut 127 ayat dari Al-Qur'an asli yang diajarkan Rasulullah SAW. Berikut kutipannya:

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka/The-Origins-of-the-Koran.jpg&h=235&w=355&zc=1

“Variant Versions: Verses Missing, Verses Added. Almost without exceptions Muslims consider that the Quran we now possess goes back in its text and in the number and order of the chapters to the work of the commission that ‘Uthman appointed. Muslim orthodoxy holds further that ‘Uthman’s Quran contains all of the revelation delivered to the community faithfully preserved without change or variation of any kind and that the acceptance of the ‘Uthmanic Quran was all but universal from the day of its distribution. The orthodox position is motivated by dogmatic factors; it cannot be supported by the historical evidence. –Charles Adams–
While modern Muslims may be committed to an impossibly conservative position, Muslim scholars of the early years of Islam were far more flexible, realizing that parts of the Koran were lost, perverted, and that there were many thousand variants which made it impossible to talk of the Koran. For example, As-Suyuti (died 1505), one of the most famous and revered of the commentators of the Koran, quotes Ibn ‘Umar al Khattab as saying: "Let no one of you say that he has acquired the entire Quran, for how does he know that it is all? Much of the Quran has been lost, thus let him say, ‘I have acquired of it what is available’" (As-Suyuti, Itqan, part 3, page 72). Aisha, the favorite wife of the Prophet, says, also according to a tradition recounted by as-Suyuti, "During the time of the Prophet, the chapter of the Parties used to be two hundred verses when read. When ‘Uthman edited the copies of the Quran, only the current (verses) were recorded" (73)” (The Origins of the Koran, Classic Essays on Islam’s Holy Book, editor Ibn Warraq, p. 5-6)
[Bermacam Versi: Ayat yang Hilang dan Ayat yang Ditambahkan. Tanpa kecuali, setiap orang Islam mengatakan bahwa Quran yang kita miliki sekarang sama persis baik dalam teks, nomor dan urutan bab dengan Al-Qur'an yang disusun oleh komisi yang ditunjuk khalifah Usman. Malah Muslim konservatif mengatakan bahwa Qurannya Usman berisi semua wahyu yang disampaikan pada masyarakat dan dijaga dengan teliti tanpa mengalami satu perubahan atau variasi macam apapun. Dikatakan pula bahwa Qurannya Usman memang universal dari hari pertama disebarkan. Tapi sikap ortodoks ini dimotivasi oleh faktor dogma yang tidak didukung bukti sejarah. (Charles Adams).
Sementara kaum cendekiawan Muslim dari tahun-tahun awal Islam jauh lebih fleksibel daripada Muslim sekarang. Mereka menyadari bahwa ada bagian-bagian Al-Qur'an yang hilang, menyimpang, dan ada banyak ribu variasi. Misalnya, As-Suyuti (wafat 1505), salah seorang pakar Al-Qur'an yang paling terkenal dan dihormati, mengutip pernyataan Ibnu Umar Al-Khatthab: "Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan bahwa ia telah mendapatkan seluruh Quran, karena bagaimana dia tahu bahwa itu memang keseluruhannya? Banyak dari Quran telah hilang. Oleh karena itu kalian harus mengatakan, "Aku telah mendapatkan bagian Al-Qur'an yang ada" (As-Suyuti, Itqan, jilid III, halaman 72). As-Suyuti juga menceritakan, Aisyah istri tersayang nabi mengatakan, “Pada masa Nabi, surat Al-Ahzab berjumlah 200 ayat. Tapi setelah Usman melakukan kodifikasi, jumlahnya menyusut menjadi seperti sekarang (yakni 73 ayat)”]
Tuduhan bahwa Al-Qur'an kehilangan 127 ayat itu, sampai sekarang menjadi rujukan para misionaris Kristen maupun untuk memurtadkan umat Islam. Misionaris lain yang mengungkapkan tudingan itu adalah Robert Morey dalam bukunya The Islamic Invasion.
Secara sederhana, validitas khabar yang dikutip Ibn Warraq itu patut dipertanyakan, karena tidak mencamtumkan sanad yang shahih sampai kepada shahabat Aisyah RA.
Secara ilmiah, ulama hadits Syaikh Muhammad Thahir Ibnu 'Asyur menyimpulkan bahwa riwayat tersebut tidak bisa dipercaya. Penulis kitab tafsir At-Tahrir Wat-Tanwir –yang lebih dikenal dengan Tafsir Ibnu Asyur– ini menyebut riwayat yang men­­catut nama Aisyah Ummul Mukminin itu sebagai “sanad yang paling lemah” (Tafsir At-Tahrir Wat-Tanwir X/246).
Ulama lainnya, Syaikh Muhammad Izzah Daruzah yang telah melakukan penelitian terhadap khabar itu, menyebutnya sebagai khabar yang tidak dipercaya (dhaif) dan tidak terdapat dalam kitab hadits yang shahih. Maka tawaquf (abstain) dari khabar tersebut lebih afdhal.
Selain itu, dalam mushaf Utsman RA dinukil dari mushaf yang telah disusun pada masa Abu Bakar RA, tidak mungkin terjadi penghapusan satu ayat pun, apalagi sampai ratusan ayat seperti yang dituduhkan itu. Apalagi Aisyah RA adalah wanita yang kuat hafalan baik terhadap ayat-ayat Al-Qur'an maupun hadits nabi. Sehingga sangat tidak masuk akal jika Aisyah hanya berdiam diri saat menjumpai ada ratusan ayat yang dihapus. Kalaupun pengurangan ayat itu terjadi tidak masuk akal pula kalau dirinya tidak membantah” (At-tafsir Al-Hadits; Tafsir Suwar Murattabah Hasba Nuzul, VIII/238-239).
Secara logika, penyusutan ayat dari 200 menjadi 73, artinya hilang 127 ayat. Ini bukan suatu jumlah yang sedikit. Seandainya Utsman RA mengorupsi 127 ayat Al-Qur’an pada proses pem­bukuan, bisa dipastikan umat Islam akan heboh pada waktu itu, bahkan bisa terjadi konflik berdarah yang akan menggagalkan proses pembukuan Al-Qur’an. Jika berani mengo­rupsi ayat Al-Qur’an meskipun hanya satu ayat, pastilah Utsman akan menuai komplain dari para shahabat lainnya, karena jumlah shaha­bat yang hafal Al-Qur’an sangat banyak.
Riwayat dhaif tentang komplain Aisyah terhadap mushaf Al-Qur’an, semakin terbantah dengan adanya ijma’ (consensus) umat Islam terhadap mushaf Al-Qur’an pada waktu itu. Setelah mushaf Al-Qur’an pada masa Utsman selesai dibukukan, naskah tersebut diverifikasi dan dicek dengan mushaf dari Hafshah, lalu dibacakan kepada para shahabat di depan Utsman. Ternyata tak satupun shahabat penghafal Al-Qur'an yang mem­protes (komplain).
Jelaslah bahwa tak satu ayat pun hilang dari Al-Qur'an. Sebaliknya, jika diteliti secara objektif, justru Bibel kehilangan banyak kisah tentang masa remaja Yesus.
Bibel hanya mencatat masa kecil Yesus dari lahir hingga masa remaja berumur 12 tahun dalam Injil Lukas 1:1 sampai dengan 2:42. Selanjutnya Bibel tidak menceritakan masa remaja Yesus, tiba-tiba Injil Lukas 3:23 menceritakan masa dewasa Yesus pada usia 30 tahun. Lalu di manakah cerita perjalanan hidup Yesus dari usia 12 hingga 30 tahun? Raib!
Dengan tidak adanya kisah perjalanan hidup Yesus selama 18 tahun, berarti umat kristiani kehilangan banyak ayat, karena mereka mengimani Yesus sebagai Firman Tuhan yang hidup. ( voa-islam.com )

11.11




Tamara Bleszynski. Suatu senja di Australia, saat saya sedang berkumpul bersama teman-teman di halaman sekolah, saya melihat bulan sabit dan bintang berdekatan. Tak lama kemudian, setelah saya renungkan, saya baru sadar bahwa pemandangan yang amat menakjubkan itu seringkali saya saksikan di Tanah Air. Tapi, dimana ya ?


Saya baru ingat bahwa itu adalah lambang yang terdapat di kubah atau menara masjid. Pemandangan inilah yang mengantarkan saya kepada Islam. saya bersyukur dapat hidayah-Nya justru ketika berada jauh di negeri orang.

Sejak kejadian itu saya tertarik untuk mengetahui Islam labih dalam. Saya sering mengamati perilaku umat Islam di Australia. Para pemeluk Islam ini sangat taat beribadah, terutama shalat lima waktu. Bahkan, disuruh tidak makan pun (puasa) mereka mau. Sungguh Islam merupakan agama yang sarat dengan nilai-nilai filosofi.

Tamara Nathalia Christina Mayawati Bleszynski, itulah nama lengkap saya. Tapi saya lebih dikenal dengan nama Tamara Bleszynski. Papa saya berasal dari Polandia, Eropa Timur. Ia beragama Kristen Katolik. Sekangkan mama bernama Farida Gasik, orang jawa Barat, beragama Islam. Karena orang tua saya bercerai, akhirnya saya ikut papa dan sekaligus mengikuti agamanya.

Ketertarikan saya pada agama Islam, juga terpaut pada sisi ketaatan pemeluknya. Hal semacam ini menurut saya jauh berbeda dibanding dengan keyakinan saya yang lama. Saya juga penasaran dengan gambaran sosok Tuhan dan nabi dalam Islam. Saya mengamati, dalam agama lain, sosok Tuhan dan nabi digambarkan secara konkret. Walau pun demikian Tuhan dan Nabi sangat dekat dengan mereka, lebih dekat dari urat leher manusia.

Berawal dari rasa penasaran dan ketertarikan itulah saya mulai mempelajari beberapa buku mengenai Islam. Saya juga membaca Al-Qur'an untuk mengetahui dan membandingkan ajaran yang saya peluk dahulu. Ternyata ajaran-ajaran Al Kitab itu ada juga dalam AlQur'an, seperti kisah Nabi Isa. Namun Al-Qur'an lebih komplit, dan sisi pandangannya berbeda dengan keyakinan yang selama ini saya anut. Setelah melalui proses pengamatan dan belajar selama beberapa bulan, akhirnya saya putuskan untuk memeluk agama Islam.

Masuk Islam

Keinginan saya untuk masuk Islam saya sampaikan kepada mama. Keputusan itu membuat mama bahagia. Mama menyambut baik keputusan saya itu. Papa pun tak menghambat niat baik saya itu. Beliau memahami keputusan saya. Keluarga kami memang sangat demokratis.


Walaupun papa seorang Katolik, toh ia sudah tinggal di Indonesia selama 40 tahun, dan memahami budaya kaum muslim. Papa sering menyumbang untuk pembangunan masjid, dan pada bulan puasa papa suka menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa. Hal inilah yang membuat saya bangga kepada papa. Singkat cerita, pada tahun 1995 lalu saya mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat.

Selanjutnya, dalam proses perpindahan agama, awalnya saya akui cukup berat melakukan penyesuaian dengan agama baru itu. Berbagai cara saya lakukan untuk mempelajari Islam, terutama shalat. Antara lain membaca berbagai buku yang berisi tuntunan shalat.

Saya juga menggunakan kaset penduan shalat. Mula-mula saya shalat memakai earphone, sambil mendengarkan petunjuk dari tape recorder. Tak sampai satu bulan saya sudah hafat semua bacaan dan gerakan shalat. Alhamdulillah, saya sudah dapat menjalankan shalat lima waktu.

Setelah masuk Islam saya merasakan berbagai perubahan yang mencolok dalam hidup saya. Pikiran saya lebih tenang dan terbuka, karena saya punya pedoman dalam menilai yang benar dan salah, yang haram dan halal, juga yang baik dan yang buruk.


Mendapat Jodoh

Perubahan yang mencolok saya akui pada perubahan rezeki. Saya merasa rezeki yang diberikan Allah SWT setelah masuk Islam, lebih memadai. Inilah yang patut saya syukuri. Dan terbesar yang saya dapatkan adalah jodoh yang sesuai dengan doa saya selama ini.

Saya berdoa agar dapat jodoh yang seiman dan mampu membimbing saya dalam beragama. Ternyata Allah mengabulkan doa saya. Saya mendapatkan seorang pemuda muslim dari keluarga keturunan Arab-Aceh. Namanya Teuku Rafli Pasha, 24 tahun, anak kedua dari lima saudara. Rafli anak dari Teuku Syahrul, mantan anggota DPR RI dan Ibu Cut Ida Syahrul. Saya tak menyesal kawin muda, karena itu ibadah. Dan, suami saya ini sangat berperan dalam memberikan pemahaman tentang Islam kepada saya.

Saya dan Rafli akhirnya melangsungkan pernikahan di Tanah Suci Mekah dengan restu orang tua kami, setelah kami selesai melakukan Ibadah Umrah. Akad nika berlangsung di Masjidil Haram, disaksikan mama, serta H. Cecep, guru ngaji saya selama ini.

Saya dan Rafli sudah lama saling mengenal. Waktu itu kami bertemu di sebuah restoran di Jakarta. Sejak perkenalan itu, dalam tempo satu bulan kami mulai akrab, dan berusaha untuk lebih mengenal satu sama lain.

Akhirnya kami saling mencintai, dan juga mendapat restu dari orang tua kami, sehingga kami memutuskan untuk sekalian meresmikan pernikahan menjadi suami istri di Tanah Suci. Saya mendapatkan figur Rafli seorang yang ulet bekerja walau ia adalah lulusan Nortuidge Military College dia meraih gelar master dari Boston University, Amerika Serikat Tapi ia sangat taat beribadah. Ini yang saya dambakan . Kini suami saya bekerja di Uninet Jakarta.

Suami saya menyadari bahwa saya yang dipersunting telah memiliki karir yang cukup mapan sebagai model, model iklan, dan bintang sinetron, sehingga ia tidak melarang karier yang sedang saya jalani ini. Walaupun demikian, saya harus membatasi diri. Apa yang baik atau tidak baik untuk keluarga. Untuk itu saya memohon doa dari para pembaca, semoga saya menjadi muslimah yang baik dan dapat membina keluarga yang sakinah. 
Sumber : http://www.geocities.com/kebenaran_islam/tamara.html

10.57

KRISTEN WAJIB BACA
Inilah Daftar Belasan Ribu Ayat yang Dibuang dari Bible - Tuduhan tentang hilangnya 127 ayat Al-Qur'an itu terlalu naif, di samping jumlahnya terlalu kecil, argumennya pun sangat lemah berdasarkan khabar palsu.

Kalau mau berkaca, para misionaris itu seharusnya malu mengumbar tuduhan itu. Faktanya, justru Bibel dalam satu edisinya kehilangan ribuan ayat.

Dalam Alkitab terbitan Jerman “Die Gute Nachricht Altes und Neues Testa­ment” terbitan Deutsche Bibelstifung Stuttgart Jerman tahun 1978, sebanyak 18.666 ayat dari ratusan pasal yang diamputasi. Fakta hilang­nya belasan ribu ayat Alkitab ini cukup mence­ngang­kan, karena berarti hampir tiga kali lipat jumlah ayat kitab suci Al-Qur‘an.

Kejanggalan Alkitab Jerman ini sudah sangat me­nyengat sejak lembaran pertama, karena susunan bilangan pasalnya loncat-loncat tak karuan. Kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose), terdapat 8 pasal yang tidak ter­cantum, antara lain: pasal 5, 10, 20, 23, pasal 26, 31, 34, dan 36.

Dari seluruh kitab Perjanjian Lama, yang paling banyak kehilangan ayat adalah kitab Mazmur (Das Buch Psalmen). Umumnya, kitab ini terdiri dari 150 pasal. Tetapi dalam Alkitab Jerman ini hanya terdapat 41 pasal saja. Sedangkan 109 pasal lain­nya tidak dimuat sama sekali. Di samping itu, beberapa bagian di antaranya kehila­ngan separo pasal. Jika dihitung, seluruh ayat yang hilang dari kitab Mazmur berjumlah 1.830 ayat. Beberapa ayat Mazmur yang hilang antara lain: pasal 52-70 (hlm 394) hilang 287 ayat; pasal 75-83 (hlm 400) hilang 194 ayat; pasal 119-120 (hlm 416) hilang 183 ayat, dsb.



Lima kitab dalam Bibel yang dianggap sebagai Kitab Taurat Musa, yaitu: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan, dalam Alkitab Jerman ini, tidak memiliki kewiba­waan sama sekali. Ribuan ayat dipangkas, padahal dalam kitab-kitab ini, terutama kitab Imamat terdapat banyak ayat mengenai keima­nan, hukum halal-haram, dan syariat ibadah.

Kitab Bilangan (Das Vierte Buch Mose). Dari 36 pasal yang ada, kini hanya tersisa 10 pasal, setelah dipang­kas 26 pasal, antara lain: pasal 1-2 (88 ayat), pasal 4-5 (80 ayat), pasal 7-9 (138 ayat), pasal 11-12 (51 ayat), pasal 15-19 (158 ayat), dan pasal 25-36 (418 ayat). Pada bagian yang lain, kitab Bilangan dipangkas separo pasal, antara lain: pasal 3:1-4, pasal 6:9-21, pasal 10:1-32, pasal 13:9-16, pasal 20:14-21, pasal 21:1-3, pasal 21:10-20, pasal 23:1-40, dan pasal 24:20-24. Jumlah ayat dihilangkan dari kitab Bilangan adalah 1.057 ayat.

Kitab Imamat (Das Dritte Buch Mose) yang seyogianya terdiri dari 27 pasal (859 ayat), dalam Alkitab Jerman ini hanya tersisa 3 pasal saja, yaitu pasal 9, 16 dan 19, setelah diam­putasi 89 persen. Ayat-ayat yang dihilangkan dari kitab Imamat antara lain: pasal 1-8 (208 ayat), pasal 10-15 (224 ayat), pasal 17-18 (46 ayat), dan pasal 20-27 (286 ayat). Jika dijumlahkan, seluruh ayat yang dihilangkan dari kitab Imamat adalah 764 ayat yang tersebar dalam 24 pasal.

Kitab Ulangan (Das Fünfte Buch Mose, Deu­te­ronomium) pun tak ketinggalan. Ia menjadi korban mutilasi 698 ayat. Beberapa pasal yang dipenggal adalah: pasal 1-5 (194 ayat), pasal 8-11 (103 ayat), pasal 16 (22 ayat), pasal 19 (21 ayat), pasal 22 (30 ayat), pasal 28-29 (97 ayat), dan pasal 32-33 (81 ayat). Sedangkan pasal-pasal yang dipangkas separo antara lain: pasal 7:12-26, pasal 12:17-32, pasal 13:1-6, pasal 15:19-23, pasal 17:1-13, pasal 18:1-8, pasal 21:1-14, pasal 23:18-25, pasal 24:5-9, pasal 25:1-4, pasal 25:11-19, pasal 26:16-19, pasal 27:1-11, pasal 30:1-10, dan pasal 31:9-30.

Kitab Keluaran (Das Zweite Buch Mose) dipangkas 539 ayat. Beberapa pasal yang hilang dari kitab ini adalah pasal 18 (27 ayat), pasal 26- 31 (203 ayat), dan pasal 35-39 (176 ayat). Sedangkan pasal-pasal yang dipangkas separoh antara lain: pasal 1:1-5, pasal 6:2-29, pasal 7:1-13, pasal 13:1-16, pasal 16:4-5, pasal 16:32-36, pasal 18:17-27, pasal 21:1-17, pasal 22:1-19, dan pasal 33:1-17.

Hebatnya, ada 14 kitab dibuang semuanya, yaitu: Kitab Tawarikh I (891 ayat); Tawarikh II (822 ayat); Kitab Yudit (339 ayat), Kitab Ratapan (154 ayat), Kitab Obaja (21 ayat), Kitab Nahum (47 ayat), Kitab Habakuk (56 ayat), Kitab Zefanya (53 ayat), Kitab Kebijakan Salomo (435 ayat), Kitab Sirakh (1.401 ayat), Kitab Barukh (213 ayat), Kitab Ester (167 ayat), Tambahan Kitab Ester (91 ayat), dan Tambahan Kitab Daniel (196 ayat).

Daftar Belasan Ribu Ayat yang Dibuang dari Bible Jerman

1. Kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose): 391 ayat.
2. Kitab Keluaran (Das Zweite Buch Mose): 539 ayat.
3. Kitab Imamat (Das Dritte Buch Mose): 764 ayat.
4. Kitab Bilangan (Das Vierte Buch Mose): 1.057 ayat.
5. Kitab Ulangan (Das Fünfte Buch Mose/ Deuteronomium): 698 ayat.
6. Kitab Yosua (Das Buch Josua): 528 ayat.
7. Kitab Hakim-hakim (Das Buch Von Den Richtern): 386 ayat.
8. Kitab I Samuel (Das Erste Buch Samuel): 304 ayat.
9. Kitab II Samuel (Das Zweite Buch Samuel): 363 ayat.
10. I Raja-raja (Das Ersste Buch von den Königen): 375 ayat.
11. II Raja-raja (Das Zweite Buch von den Königen): 343 ayat.
12. Kitab Tawarikh I: 891 ayat.
13. Kitab Tawarikh II: 822 ayat.
14. Kitab Ezra (Das Buch Esra): 125 ayat.
15. Kitab Nehemia (Das Buch Nehemia): 289 ayat.
16. Kitab Ester: 167 ayat.
17. Kitab Ayub (Das Buch Ijob): 672 ayat.
18. Kitab Mazmur (Das Buch Psalmen): 1.830 ayat.
19. Kitab Amsal (Das Buch Sprichwörter): 704 ayat.
20. Kitab Pengkhotbah (Das Buch Kohelet): 100 ayat.
21. Kitab Kidung Agung (Das Hohelied): 31 ayat.
22. Kitab Yesaya (Das Buch Jesaya): 687 ayat.
23. Kitab (Der Prophet Jeremia): 869 ayat.
24. Kitab Ratapan: 154 ayat.
25. Kitab Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel): 871 ayat.
26. Kitab Daniel (Das Buch Daniel): 219 ayat.
27. Kitab Hosea (Der Prophet Hosea): 128 ayat.
28. Kitab Yoel (Der Prophet Joel): 16 ayat.
29. Kitab Amos (Der Prophet Amos): 14 ayat.
30. Kitab Obaja: 21 ayat.
31. Kitab Mikha (Der Prophet Micha): 46 ayat.
32. Kitab Nahum: 47 ayat.
33. Habakuk: 56 ayat.
34. Kitab Zefanya: 53 ayat.
35. Kitab Hagai (Der Prophet Haggai): 14 ayat.
36. Kitab Zakharia (Der Prophet Sacharja): 115 ayat.
37. Kitab Maleakhi (Der Prophet Maliachi): 36 ayat.
38. Kitab Tobit (Das Buch Tobit): 85 ayat.
39. Kitab Yudit: 339 ayat.
40. Tambahan Ester: 91 ayat.
41. Kebijakan Salomo: 435 ayat.
42. Kitab Sirakh: 1.401 ayat.
43. Barukh : 213 ayat.
44. Tambahan Kitab Daniel: 196 ayat.
45. I Makabe (Das Erste Buch von Den Makkabäer): 757 ayat.
46. II Makabe (Das Zweite Buch von Den Makkabäer): 424 ayat.

Dengan fakta hilangnya 18.666 ayat ini, seharusnya Ibn Warraq dan para misionaris tak usah mencari-cari dan merekayasa kesalahan Al-Qur'an. Lebih baik pikirkan mengapa belasan ribu ayat Bibel bisa raib? ( voa-islam.com )

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget