Latest Post

01.38
Mengapa Tak Ada Satupun Negara Islam Yang Tergolong Negara Maju?. Pertanyaan yang cukup sensitif, terutama bagi kaum Muslim. Tapi, percayalah bukan cuma saya yang berpikir demikian, dan memang itulah kenyataannya. Mari kita lihat peta di bawah ini yang menunjukkan pembagian daerah-daerah negara miskin, berkembang, dan maju (Berdasarkan IMF pada tahun 2008).



Biru Muda: Negara maju
Orange: Negara Berkembang
Merah Kecoklatan: Negara Miskin

Organisasi seperti Bank Dunia, IMF, dan CIA, biasanya setuju bahwa sekelompok negara maju termasuk:

Anggota Uni Eropa:
Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Luxemburg, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Britania Raya.

Negara non-UE:
Andorra, Islandia, Liechtenstein, Monako, Norwegia, San Marino, Swiss, Vatikan.

Negara bukan Eropa:
Australia, Kanada, Korea Selatan, Hong Kong, Israel, Jepang, Selandia Baru, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat.

Data lebih lengkap: http://id.wikipedia.org/wiki/Negara_maju


Dari peta diatas, tidak ditemukan satupun negara Islam ataupun negara bermayoritas penduduk Muslim bukan?, justru yang banyak adalah negara Islam yang miskin terutama di daratan Afrika. Perlu diketahui, beberapa negara telah mencapai GDP tinggi melalui eksploitasi sumber daya alam (seperti Nauru melalui pengambilan fosfor dan Brunei Darussalam melalui pengambilan minyak bumi) tanpa mengembangkan industri yang beragam, dan ekonomi berdasarkan-jasa tidak dianggap memiliki status 'maju'. Kebanyakan negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, adalah negara kaya tetapi bukan negara maju, kerena Negara maju adalah sebutan untuk negara yang menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata.

Hingga saat ini Iran disebut-sebut sebagai negara Islam yang paling maju terutama dalam bidang Sains diantara negara-negara Islam lainnya. Tapi negara inipun masih belum juga diakui sebagai salah satu negara maju (secara keseluruhan), diantara negara-negara lain di dunia. Sedangkan Israel, yang masih dalam kontroversi (karena wilayahnya yang merupakan hasil rampasan dari wilayah Palestina), sudah mendapat pengakuan dan predikat sebagai salah-satu negara maju di dunia.

Sekarang, apakah menjadi negara maju itu harus?. Sebagian besar dari kita pasti menjawab “Ya”. Tapi, coba kita lihat sekali lagi, apakah Islam itu cocok untuk kehidupan masyarakat negara maju seperti Jepang ataupun Amerika Serikat?—Yang notabene adalah negara super power yang saat ini memengang kendali Dunia. Saya rasa “Tidak Terlalu”. Ya, kenapa saya berpendapat demikian?.


Lihatlah kehidupan warga negara Amerika Serikat yang begitu bebas, termasuk untuk perilaku seks bebas (yang menimbulkan HIV-AIDS). Dan saat ini, ada 14 negara bagian di AS yang melegalkan marijuana, yaitu: Alaska, California, Colorado, Hawaii, Maine, Maryland, Michigan, Montana, Nevada, New Mexico, Oregon, Rhode Island, Vermont dan Washington.


Atau kehidupan warga negara Jepang yang dikenal sebagai pekerja keras, memiliki penanganan medis yang sangat baik, dan standar hidup yang tinggi, yang membuat mereka memiliki harapan hidup yang lebih panjang. Tapi, ketahuilah kebanyakan dari mereka hidup penuh tekanan, hal ini dapat dilihat dari predikat Jepang yang merupakan salah-satu negara dengan tingkat kasus bunuh diri paling tinggi di dunia.


Di bawah ini, adalah peta yang menunjukkan pembagian negara-negara berdasarkan jumlah kasus bunuh dirinya:


Rata-rata kasus bunuh diri:
Merah: di atas 13
Kuning: 6.5-13
Biru Tua: kurang dari 6.5
Abu-abu: Tidak ada

Data lebih lengkap: http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_tingkat_bunuh_diri

Apa gunanya angka harapan hidup yang tinggi, kalau banyak yang bunuh diri karena tekanan hidup yang berlebih?.

Seperti yang kita ketahui, bagi kita umat Islam, bunuh diri ataupun mencoba bunuh diri merupakan salah satu dosa yang paling besar di hadapan Allah Swt. Dan lihatlah negara-negara mayoritas penduduk Islam, di daerah Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika, hampir tidak tercatat adanya kasus bunuh diri disana.

Selain itu, negara-negara maju juga sudah melegalkan perjudian maupun minuman beralkohol di negaranya. Di negara maju yang super sibuk, tentu memiliki jam kerja yang begitu padat hingga larut malam, dan mereka hampir tidak memiliki waktu istirahat (mungkin termasuk untuk Shalat). Bahkan saat ini, di Italia (dan mungkin dinegara-negara maju lainnya), muncul sebuah kebijakan “aneh” yaitu, melarang para pekerja Muslim untuk berpuasa di bulan Ramadhan karena alasan keseahatan (Larangan tersebut dikeluarkan Komite Keselamatan Kegiatan Pertanian Italia. Mereka mengharuskan pekerja di ladang, termasuk Muslim, untuk tetap makan dan minum selama Ramadhan). Dan bagi mereka yang melanggar, dipecat adalah konsekuensinya.

Alkohol merupakan salah satu penyebab utama tindakan kriminal (Bahkan sudah dijelaskan dalam sebuah kisah Islami, bahwa alkohol bisa membuat seseorang nekad untuk memperkosa dan lalu membunuh). Karena legalitas dari alkohol di negara-negara maju. maka inilah hasilnya:

Lebih lengkapnya lihat di: http://www.nationmaster.com/graph/cri_tot_cri-crime-total-crimes

Secara perhitungan "kasar", negara-negara maju seperti, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Rusia, dan Jepang berada di enam teratas, sebagai negara dengan tingkat kriminalitas tertinggi di dunia (Meskipun tidak semua tindak kriminalitas dinegara-negera maju tersebut merupakan kejahatan yang disebabkan oleh minuman beralkohol). Dan anda tidak akan menemukan negara Islam sampai urutan ke 32 (Turki). Dan hanya beberapa negara Islam yang masuk dalam 82 negara dalam daftar tersebut.

Jadi, apakah kehidupan penduduk di negara maju saat ini, bisa berjalan sesuai syariat Islam?. Mungkin dulu ya, tapi sekarang tidak. Coba bandingkan kehidupan kita dengan orang-orang di barat sana. Mengapa dinegara kita yang masih banyak terdapat orang-orang muslim yang taat beribadah, justru tertinggal dari meraka (orang barat) yang hidup penuh kebebasan dan sangat jauh dari syariat Islam, tapi mereka berhasil mendirikan negara-negara yang maju.

Tapi, bukan tidak mungkin di masa yang akan datang, kejayaan Islam akan bangkit kembali dengan cara yang tidak kita duga-duga.

Namun, “Islam datang pada masa jahiliyah dalam keadaan asing, dan telah datang masanya di mana islam saat ini dirasakan asing oleh pemeluknya. Sungguh benar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, “Sesungguhnya Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka thuuba (beruntunglah) orang-orang yang asing” (HR Muslim).

Mungkin saja kita sedang dalam masa kembalinya Islam, siapa tahu? Wallah hu Alam, kiamat semakin dekat bukan?, dan saat itu, sudah tidak ada lagi orang-orang yang beriman alias kaum Muslimin. Berdasarkan hadits-hadits shohih, Nabi Muhammad Saw. Sebelum kiamat terjadi, tanda-tanda besar akan bermunculan, ketika kiamat sudah dekat sekali (seribu tahun mungkin dianggap dekat, mengingat sejarah bumi yang begitu panjang). Maka Allah Swt, akan mendatangkan sebuah angin sejuk yang menyebabkan setiap orang beriman menemui ajalnya saat tersentuh angin tersebut. Sebab Allah Swt, tidak akan mengizinkan kiamat terjadi ketika masih ada kaum beriman di muka bumi walau hanya seorangpun.

Saya samasekali tidak bermaksud, membuat anda berfikir bahwa “Islam merupakan penghalang suatu negara untuk maju di jaman yang modern ini”. Tapi, yang ingin saya tekankan adalah “Apa yang baik di mata manusia belum tentu baik di hadapan Allah Swt.”, dan “Tak mengapa miskin di dunia, asalkan tak miskin di Akhirat”. Bukankah seseorang yang “ndeso”, miskin, berkulit hitam, dan berbibir tebal sekalipun, akan lebih baik di hadapan Allah Swt, ketika ia memiliki keimanan yang teguh kepada-Nya. Daripada seseorang (ilmuwan sekalipun) yang mendapat puja dan puji karena kecerdasannya, kaya raya, modern, atau berpenamplian sangat menarik, tetapi ia tidak percaya akan adanya Tuhan, yaitu Allah Swt. Dan bukan berarti saya menganggap miskin itu lebih baik dan menjadi kaya dan maju itu adalah buruk. Karena miskin dan kaya itu relatif (tergantung dari sudut pandang apa kita melihatnya).

Catatan: Ini hanya argumentasi saya, anda boleh setuju, boleh juga tidak (Saya rasa tidak ada kebohongan yang saya sampaikan di postingan ini).
Repost tidak apa-apa. Tapi, kalau bisa cantumkan sumbernya.

No Spam, No Debate, And No Sara. Please!
Mohon buat yang komentar, jangan komentar yang tidak bertanggung jawab, apalagi hanya sebagai Anonim.

PERHATIAN!!! (untuk mengurangi debat)
Maaf untuk selanjutnya... Kalau ada komentar yg memberatkan (apalagi komentar itu sama dengan kementar lain yg sudah diajukan), Dan saya sudah merasa menjelaskannya di postingan maupun komentar saya.

contoh pertanyaan:
Siapa bilang tidak ada negara Islam yang kaya... (diatas saya sdah menjelaskan perbedaan antara negara kaya dan ngara maju) atau,
Di Indoensia sama aja tuh, banyak prostitusi, minum Miras juga banyak! (Yang saya tekankan adalah tingkat Kriminalitasnya (bukan hanya sex bebas, mirasnya). Dan kalau mau banding-bandingkan. Kriminalitas di AS dan negara maju lainnya masih jauh-jauh lebih banyak daripada di negara kita)

Atau pernyataan yang meragukan terhadap data-data yg saya tampilkan dipostingan ini. Anda bisa langsung mengunjungi sumbernya (yaitu Wikipedia, sumber paling terpercaya yg bisa diakses oleh masyarakat umum) dan sumber-sumber lain dari Internet.

Jadi, saya tidak akan menanggapi hal-hal yg sperti diatas, (terutama komentar yg menggunakan kata-kata kasar) mungkin akan saya hapus, terima kasih... :)

Akhir kata: perhatikan apa yang diucapkan, bukan siapa yang mengucapkan. Terima kasih… :)



VIEW DATA:  Totals


     Printable version   

   Bar Graph Pie Chart Map



Showing latest available data.









Rank  
Countries

Amount
# 1      

  United States: 11,877,218 
 
# 2    
  United Kingdom: 6,523,706 

# 3  
  Germany: 6,507,394 

# 4  
  France: 3,771,850 


# 5

  Russia: 2,952,370 

# 6  
  Japan: 2,853,739 

# 7  
  South Africa: 2,683,849 

# 8  
  Canada: 2,516,918 


# 9

  Italy: 2,231,550 

# 10  
  India: 1,764,630 

# 11  
  Korea, South: 1,543,220 

# 12  
  Mexico: 1,516,029 


# 13

  Netherlands: 1,422,863 

# 14  
  Poland: 1,404,229 

# 15  
  Argentina: 1,340,529 

# 16  
  Sweden: 1,234,784 


# 17

  Belgium: 973,548 

# 18  
  Spain: 923,271 

# 19  
  Chile: 593,997 

# 20  
  Thailand: 565,108 


# 21

  Ukraine: 553,594 

# 22  
  Austria: 552,411 

# 23  
  Finland: 520,194 

# 24  
  Denmark: 491,026 


# 25

  New Zealand: 427,230 

# 26  
  Hungary: 420,782 

# 27  
  Czech Republic: 372,341 

# 28  
  Zimbabwe: 351,153 


# 29

  Norway: 330,071 

# 30  
  Romania: 312,204 

# 31  
  Switzerland: 307,631 

# 32  
  Turkey: 286,482 


# 33

  Morocco: 283,702 

# 34  
  Venezuela: 236,165 

# 35  
  Portugal: 218,360 

# 36  
  Colombia: 214,192 


# 37

  Malaysia: 167,173 

# 38  
  Peru: 161,621 

# 39  
  Bulgaria: 148,915 

# 40  
  Uruguay: 134,010 


# 41

  Belarus: 132,867 

# 42  
  Tunisia: 130,375 

# 43  
  Slovakia: 107,373 

# 44  
  Greece: 102,783 


# 45

  Croatia: 101,853 

# 46  
  Lithuania: 92,646 

# 47  
  Philippines: 85,776 

# 48  
  Saudi Arabia: 84,599 


# 49

  Slovenia: 81,697 

# 50  
  Ireland: 81,274 

# 51  
  Hong Kong: 80,592 

# 52  
  Iceland: 60,242 


# 53

  Zambia: 59,426 

# 54  
  Estonia: 57,799 

# 55  
  Latvia: 49,329 

# 56  
  El Salvador: 44,762 


# 57

  Costa Rica: 40,263 

# 58  
  Jamaica: 39,188 

# 59  
  Kyrgyzstan: 38,620 

# 60  
  Moldova: 36,302 


# 61

  Mauritius: 35,943 

# 62  
  Bolivia: 31,138 

# 63  
  Luxembourg: 26,046 

# 64  
  Yemen: 24,066 


# 65

  Panama: 21,058 
# 66     Macedonia, The Former Yugoslav Republic of: 19,814 

# 67  
  Kuwait: 19,350 

# 68  
  Burma: 18,301 


# 69

  Malta: 17,023 

# 70  
  Azerbaijan: 15,520 

# 71  
  Georgia: 15,029 

# 72  
  Papua New Guinea: 13,292 


# 73

  Cyprus: 13,023 

# 74  
  Armenia: 12,048 

# 75  
  Oman: 11,782 

# 76  
  Nepal: 8,872 


# 77

  Dominica: 7,857 

# 78  
  Maldives: 7,026 

# 79  
  Qatar: 5,838 

# 80  
  Albania: 5,303 


# 81

  Seychelles: 4,297 

# 82  
  Montserrat: 751 
Total: 63,531,202  
Weighted average: 774,770.8  








DEFINITION: Note: Crime statistics are often better indicators of prevalence of law enforcement and willingness to report crime, than actual prevalence.


SOURCE: The Eighth United Nations Survey on Crime Trends and the Operations of Criminal Justice Systems (2002)
(United Nations Office on Drugs and Crime, Centre for International Crime Prevention)


Memerintah 1174 M. – 4 Maret-1193 M.
Dinobatkan 1174 M.
Nama lengkap Yusuf Ayyubi
Lahir 1138 M. di Tikrit, Iraq
Meninggal 4 Maret-1193 M. di Damaskus, Syria
Dimakamkan Masjid Umayyah, Damaskus, Syria
Pendahulu Nuruddin Zengi
Pengganti Al-Aziz
Dinasti Ayyubid
Ayah Najmuddin Ayyub

Salahudin Al-Ayubi atau tepatnya Sholahuddin Yusuf bin Ayyub, Salah Ad-Din Ibn Ayyub atau Saladin –menurut lafal orang Barat– adalah salah satu pahlawan besar dalam tharikh (sejarah) Islam. Satu konsep dan budaya dari pahlawan perang ini adalah perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang kita kenal dengan sebutan maulud atau maulid, berasal dari kata milad yang artinya tahun, bermakna seperti pada istilah ulang tahun. Berbagai perayaan ulang tahun di kalangan/organisasi muslim sering disebut sebagai milad atau miladiyah, meskipun maksudnya adalah ulang tahun menurut penanggalan kalender Masehi.

Shalahuddin terlahir dari keluarga Kurdish di kota Tikrit (140km barat laut kota Baghdad) dekat sungai Tigris pada tahun 1137M. Masa kecilnya selama sepuluh tahun dihabiskan belajar di Damaskus di lingkungan anggota dinasti Zangid yang memerintah Syria, yaitu Nur Ad-Din atau Nuruddin Zangi.

Selain belajar Islam, Shalahuddin pun mendapat pelajaran kemiliteran dari pamannya Asaddin Shirkuh, seorang panglima perang Turki Seljuk. Kekhalifahan. Bersama dengan pamannya Shalahuddin menguasai Mesir, dan mendeposisikan sultan terakhir dari kekhalifahan Fatimid (turunan dari Fatimah Az-Zahra, putri Nabi Muhammad SAW).

Dinobatkannya Shalahuddin menjadi sultan Mesir membuat kejanggalan bagi anaknya Nuruddin, Shalih Ismail. Hingga setelah tahun 1174 Nuruddin meninggal dunia, Shalih Ismail bersengketa soal garis keturunan terhadap hak kekhalifahan di Mesir. Akhirnya Shalih Ismail dan Shalahuddin berperang dan Damaskus berhasil dikuasai Sholahuddin. Shalih Ismail terpaksa menyingkir dan terus melawan kekuatan dinasti baru hingga terbunuh pada tahun 1181. Shalahuddin memimpin Syria sekaligus Mesir serta mengembalikan Islam di Mesir kembali kepada jalan Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Dalam menumbuhkan wilayah kekuasaannya Shalahuddin selalu berhasil mengalahkan serbuan para Crusader dari Eropa, terkecuali satu hal yang tercatat adalah Shalahuddin sempat mundur dari peperangan Battle of Montgisard melawan Kingdom of Jerusalem (kerajaan singkat di Jerusalem selama Perang Salib). Namun mundurnya Sholahuddin tersebut mengakibatkan Raynald of Châtillon pimpinan perang dari The Holy Land Jerusalem memrovokasi muslim dengan mengganggu perdagangan dan jalur Laut Merah yang digunakan sebagai jalur jamaah haji ke Makkah dan Madinah. Lebih buruk lagi Raynald mengancam menyerang dua kota suci tersebut, hingga akhirnya Shalahuddin menyerang kembali Kingdom of Jerusalem di tahun 1187 pada perang Battle of Hattin, sekaligus mengeksekusi hukuman mati kepada Raynald dan menangkap rajanya, Guy of Lusignan.

Akhirnya seluruh Jerusalem kembali ke tangan muslim dan Kingdom of Jerusalem pun runtuh. Selain Jerusalem kota-kota lainnya pun ditaklukkan kecuali Tyres/Tyrus. Jatuhnya Jerusalem ini menjadi pemicu Kristen Eropa menggerakkan Perang Salib Ketiga atau Third Crusade.

Perang Salib Ketiga ini menurunkan Richard I of England ke medan perang di Battle of Arsuf. Shalahuddin pun terpaksa mundur, dan untuk pertama kalinya Crusader merasa bisa menjungkalkan invincibilty Sholahuddin. Dalam kemiliteran Sholahuddin dikagumi ketika Richard cedera, Shalahuddin menawarkan pengobatan di saat perang di mana pada saat itu ilmu kedokteran kaum Muslim sudah maju dan dipercaya.

Pada tahun 1192 Shalahuddin dan Richard sepakat dalam perjanjian Ramla, di mana Jerusalem tetap dikuasai Muslim dan terbuka kepada para peziarah Kristen. Setahun berikutnya Shalahuddin meninggal dunia di Damaskus setelah Richard kembali ke Inggris. Bahkan ketika rakyat membuka peti hartanya ternyata hartanya tak cukup untuk biaya pemakamannya, hartanya banyak dibagikan kepada mereka yang membutuhkannya.

Selain dikagumi Muslim, Shalahuddin atau Saladin mendapat reputasi besar di kaum Kristen Eropa, kisah perang dan kepemimpinannya banyak ditulis dalam karya puisi dan sastra Eropa, salah satunya adalah The Talisman (1825) karya Walter Scott.

dari : http://yulian.firdaus.or.id/

Kisah SaladiN (salahudin AL-aYUBI) dari Gunawan Muhammad

Saladin

Saya coba mendoakan arwah Saladin di depan makamnya, di
sebuah ruangan di belakang Masjid Umayyah yang berumur lebih
dari 12 abad itu di Damaskus. Tapi konsentrasi diri saya rasanya
tak betul. Barangkali sesuatu telah mengganggu hati saya.

Makam itu - makam orang yang termasyhur dalam sejarah itu,
orang yang besar jasanya itu, orang yang dipuji bahkan oleh
musuh-musuhnya itu - terasa kusam. Seperti kesedihan yang
dicoba disembunyikan, ruangan itu kelabu. Sebuah kubur dengan
nisan yang tinggi tapi hanya tampil serasa kayu lapuk, logam yang
aus. Sebuah ruang sekitar 4 X 6 meter, yang seperti kamar yang
kehilangan peminat. Warna-warnanya hambar. Cahaya pudar.
Sawang tebal. Debu. Orang tak akan tahu dengan segera bahwa
di sinilah Sultan Saladin, pahlawan Islam dalam Perang Salib,
terkubur. Hanya sebuah gambar kertas yang buruk - mungkin
wajahnya - tergantung di dinding.

Makam memang tidak untuh dijadikan ruang pameran. Kubur
memang hanya pertanda kesementaraan kita - juga keterbatasan
seorang pahlawan. Tapi tidakkah manusia perlu berhenti
sebentar dan mengenang? "Kenanglah segala yang baik," kata
sebuah baris Chairil Anwar, "dan cintaku yang kekal." Tidakkah
masa lalu punya sesuatu yang kekal, yang bisa diwakili dengan
sebuah tanda, sebuah simbol, dengan sikap yang hormat?

Saya mencoba berdoa di depan makam Saladin di Damaskus,
untuk arwahnya, juga untuk apa yang baik dalam sejarah - tapi
saya merasa ada sesuatu yang meleset dalam ruang ini.
Melangkah keluar, berjalan kembali ke lapangan terbuka di
halaman dalam masjid, saya dengar suara penziarah-penziarah
Syiah meraungkan tangis, di dekat peninggalan Hussein yang
gugur di Kerbala berabad-abad yang lalu. Di tembok-tembok
tinggi, masih tersisa bekas-bekas lukisan gaya Byzantium.

Masa lalu memang tidak mudah pergi meskipun kita seperti tak
ingin menengoknya. Bahkan di salah satu tembok Masjid
Umayyah yang dulu adalah Katedral Yahya Pembaptis yang
dipermak jadi masjid yang indah di tahun 700-an itu, seorang
sejarawan masih menemukan sisa inskripsi ini: "Kerajaan-Mu, ya,
Kristus, adalah kerajaan abadi...."

Tapi jika masa lalu tak mudah pergi, dari bagian manakah dari
Saladin yang akan datang kepada kita kini? Dari ruang makamnya
yang kusam, mitos apa yang akan kita teruskan? Kisah Saladin
adalah kisah peperangan. Dari zamannya kita dengar cerita
dahsyat bagaimana agama-agama telah menunjukkan
kemampuannya untuk memberi inspirasi keberanian dan ilham
pengorbanan - yang kalau perlu dalam bentuk pembunuhan.

Tapi sebagian besar kisah Saladin - yang tersebar baik di Barat
maupun di Timur dari sejarah Perang Salib yang panjang di abad
ke- 12 itu - adalah juga cerita tentang seorang yang pemberani
dalam pertempuran, yang sebenarnya tak ingin menumpahkan
darah. Saladin merebut Jerusalem kembali di musim panas 1187.
Tapi menjelang serbuan, ia beri kesempatan penguasa Kristen
kota itu untuk menyiapkan diri agar mereka bisa melawan
pasukannya dengan terhormat. Dan ketika pasukan Kristen itu
akhirnya kalah juga, yang dilakukan Saladin bukanlah menjadikan
penduduk Nasrani budak-budak. Saladin malah membebaskan
sebagian besar mereka, tanpa dendam, meskipun dulu, di tahun
1099, ketika pasukan Perang Salib dari Eropa merebut
Jerusalem, 70 ribu orang muslim kota itu dibantai dan sisa-sisa
orang Yahudi digiring ke sinagog untuk dibakar.

"Anakku," konon begitulah pesan Sultan itu kepada anaknya,
az-Zahir, menjelang wafat, "...Jangan tumpahkan darah... sebab
darah yang terpercik tak akan tertidur."

Dalam hidupnya yang cuma 55 tahun, ikhtiar itulah yang
tampaknya dilakukan Saladin. Meskipun tak selamanya ia tanpa
cacat, meskipun ia tak jarang memerintahkan pembunuhan, kita
toh tahu, bagaimana pemimpin pasukan Islam itu bersikap baik kepada Raja Richard
Berhati Singa yang datang dari Inggris untuk mengalahkannya.
Ketika Richard sakit dalam pertempuran, Saladin mengiriminya
buah pir yang segar dingin dalam salju, dan juga seorang dokter.
Lalu perdamaian pun ditandatangani, 1 September 1192, dan
pesta diadakan dengan pelbagai pertandingan, dan orang Eropa
takjub bagaimana agama Islam bisa melahirkan orang sebaik itu.

Kita sekarang juga mungkin takjub bagaimana masa lalu bisa
melahirkan orang sebaik itu. Terutama ketika orang hanya
mencoba menghidupkan kembali apa yang gagah berani dari
abad ke- 12 tapi meredam apa yang sabar dan damai dari sebuah
zaman yang penuh peperangan. Tapi pentingkah sebenarnya
masa silam?

Dari makam telantar orang Kurdi yang besar itu, suatu hari di
tahun 1970-an, saya kembali ke pusat Damaskus, lewat lorong
bazar yang sibuk di depan Masjid Umayyah. Kota itu riuh,
keriuhan yang mungkin tanpa sejarah.

Umar bin Khtttab adalah salah seorang sahabat nabi dan khalifah kedua setelah wafatnya Abu Bakar As-Sidiq. Jasa dan pengaruhnya terhadap penyebaran Islam sangat besar hingga Michael H. Heart menempatkannya sebagai orang paling berpengaruh nomor 51 sedunia sepanjang masa.
Beliau lahir di Mekah dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy dengan nama lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza. Keluarga Umar tergolong keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis yang pada masa itu merupakan sesuatu yang jarang. Umar juga dikenal karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah.

Umar tumbuh menjadi pemuda yang disegani dan ditakuti pada masa itu. Wataknya yang keras membuatnya mendapat julukan “Singa Padang Pasir”. Ia juga amat keras dalam membela agama tradisional bangsa Arab yang menyembah berhala serta menjaga adat-istiadat mereka. Bahkan putrinya dikubur hidup-hidup demi menjaga kehormatan Umar.
Dikatakan bahwa pada suatu saat, Umar berketetapan untuk membunuh Muhammad SAW. Saat mencarinya, ia berpapasan dengan seorang muslim (Nu’aim bin Abdullah) yang kemudian memberi tahu bahwa saudara perempuannya juga telah memeluk Islam. Umar terkejut atas pemberitahuan itu dan pulang ke rumahnya.
Di rumah Umar menjumpai bahwa saudaranya sedang membaca ayat-ayat Al Qur’an (surat Thoha), ia menjadi marah akan hal tersebut dan memukul saudaranya. Ketika melihat saudaranya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat. Ia kemudian menjadi sangat terguncang oleh isi Al Qur’an tersebut dan kemudian langsung memeluk Islam pada hari itu juga.
Sebagai seorang petinggi militer dan ahli siasat yang baik, Umar sering mengikuti berbagai peperangan yang
dihadapi umat Islam bersama Rasullullah Saw. Ia ikut terlibat pada perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria.
Setelah wafatnya Rasullullah Saw., beliau merupakan salah satu shabat yang sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Ia bahkan pernah mencegah dimakamkannya Rasullullah karena yakin bahwa nabi tidaklah wafat, melainkan hanya sedang tidak berada dalam tubuh kasarnya, dan akan kembali sewaktu-waktu. Namun setelah dinasehati oleh Abu Bakar, Umar kemudian sadar dan ikut memakamkan Rasullullah.
Pada masa Abu Bakar menjabat sebagai khalifah, Umar merupakan salah satu penasehat kepalanya. Kemudian setelah meninggalnya Abu Bakar pada tahun 634, atas wasiat Abu Bakar Umar ditunjuk menggantikannya dan disetujui oleh seluruh perwakilan muslim saat itu.
Selama masa jabatannya, khalifah Umar amat disegani dan ditakuti negara-negara lain. Kekuatan Islam maju pesat, mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).
Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di jaman itu, ia tetap hidup sebagaimana saat para pemeluk Islam masih miskin dan dianiaya. Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun keempat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.
Umar syahid setelah ditikam oleh Abu Lukluk, seorang budak asal Persia yang dendam atas kekalahan Persia terhadap Islam pada suatu subuh saat Umar sedang mengerjakan shalat. Umar meninggal pada 25 Dzulhijjah 23 H dan selanjutnya digantikan oleh Utsman bin Affan.

17.31

Ahad, 12 Feb 2012

Sebuah LSM Penginjilan yang menamakan diri Staff Isa Dan Islam (SIDI) aktif menyuplai materi pendangkalan akidah untuk gerakan kristenisasi kepada umat Islam. Berbagai aktivitasnya antara lain kursus perbandingan agama dan pembagian buku dan brosur pemurtadan secara gratis.

Dalam setiap aktivitas dan kajiannnya, para penginjil itu selalu mengutip ayat-ayat Al-Qur'an untuk mendukung doktrin Ketuhanan Yesus. Dalam profil yang dipampang di website ###anislam.com, para penginjil itu mengaku sebagai “pengikut Isa Al-Masih yang terbeban menolong orang Kristen maupun orang Islam untuk memahami ajaran Al-Qur’an maupun Alkitab tentang pribadi Isa Al-Masih.”
Dalam setiap aktivitas dan kajiannnya, para penginjil itu selalu mengutip ayat-ayat Al-Qur'an sedemikian rupa yang disandingkan dengan ayat Bibel untuk mendukung doktrin Ketuhanan Yesus. Dalam profil yang dipampang di website ###anislam.com, para penginjil itu mengaku sebagai “pengikut Isa Al-Masih yang terbeban menolong orang Kristen maupun orang Islam melalui dialog agama untuk memahami ajaran Al-Qur’an maupun Alkitab tentang pribadi Isa Al-Masih.”
Secara spesifik, para penginjil SIDI membidikkan gerakan kristenisasi kepada berbagai suku mayoritas Muslim di tanah air, antara lain suku Betawi. Dalam rubrik “Jalan Keselamatan,” para mereka mengajarkan tuntunan memurtadkan umat Islam suku Betawi melalui dua tahab, berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an dan Bibel.
Dalam tahap pertama, Penginjil SIDI memaparkan bahwa langkah pertama memperoleh keselamatan adalah mencari jalan yang lurus sesuai dengan Al-Qur'an surat Al-Fatihah 6: “Tunjukilah kami jalan yang lurus.”
Langkah selanjutnya, mengakui Yesus sebagai jalan yang lurus karena Al-Qur'an menyatakan: Yesus dilahirkan sebagai seorang anak laki-laki yang suci (Qs 19:19); diberi gelar “Kalimat Allah” (Qs 3:35, 39); merupakan “Tiupan Roh dari Allah” (Qs 4:171); unik dalam mengerjakan mukjizat menyembuhkan orang buta, orang sopak, menghidupkan orang mati, memberi hidangan dari langit (Qs 3:39; 5:114).
Langkah ketiga adalah mengakui kebenaran Injil sebagai Kabar Baik yang dibawa oleh Yesus (Qs 3:84).
Langkah keempat, mengimani sifat Allah yang dominan dalam surat Al-Fatihah 1, yaitu sebagai Ar-Rahman dan Ar-Rahim (Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang). Manifestasi sifat Allah ini adalah hari raya Idul Adha, yang bermakna pengorbanan Yesus di tiang salib untuk menebus dosa manusia.
Bila ditelaah secara benar dan proporsional, ayat-ayat Al-Qur'an yang dikutip tersebut, justru memperkuat akidah tauhid, meneguhkan kebenaran Islam dan menegaskan kekafiran agama Kristen. Berikut penjelasannya:
Pertama, Ayat “ihdinas Shiraathal mustaqiim” (Tunjukilah kami jalan yang lurus) dalam Al-Qur'an surat Al-Fatihah 6 sama sekali tidak mengajak umat untuk menuhankan Yesus.
Kata “ihdina” pada ayat ini berarti permohonan kepada Allah agar senantiasa dibimbing dengan hidayah-Nya baik hidayah irsyad wat-taufiq supaya senantiasa berpegang teguh di jalan Allah. Jalan lurus yang dimaksud dijelaskan pada ayat berikutnya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerah­kan nikmat kepada mereka” (pangkal surat Al-Fatihah 7).
Jadi, jalan lurus yang dikejar umat Islam bukan jalan agama Kristen, tapi jalan kebenaran dalam bimbingan dan ridha Allah yang telah dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya yang telah diberi nikmat, yaitu: para rasul, nabi, shiddiqin (orang-orang yang jujur) dan para syuhada (yang gugur syahid membela agama-Nya).
Ujung ayat 7 surat Al-Fatihah semakin menegaskan bahwa jalan yang lurus itu bukan jalan Kristen dan Yahudi: “Bukan pula jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat” (ujung surat Al-Fatihah 7).
Maksud “orang-orang yang telah dimurkai Allah” (al-maghdhub) adalah orang Yahudi, karena mereka beragama tanpa memakai petunjuk para nabi padahal mereka mengetahuinya. Sedangkan kaum yang tersesat (ad-dhollin) adalah orang Kristen yang dalam praktik agamanya tidak memakai petunjuk agama karena tidak mengetahuinya. Salah satu kesesatannya adalah bertuhan kepada Tuhan Trinitas yang terdiri dari 3 oknum Tuhan Bapak, Tuhan Anak (Yesus) dan Tuhan Roh Kudus.
Kedua, mengakui Isa sebagai jalan yang lurus adalah keimanan yang benar, asalkan proporsional tidak kebablasan. Secara proporsional, jalan lurus yang diajarkan Nabi Isa adalah jalan tauhid: “Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus” (Qs Ali Imran 51, Az-Zukhruf 64).
Selain akidah tauhid, jalan lurus Nabi Isa yang tak kalah pentingnya adalah estafeta kenabian. Sebelum meninggalkan dunia, Nabi Isa berwasiat kepada para muridnya tentang nubuat kedatangan Nabi Muhammad SAW (Qs Ash-Shaff 6, Al-A’raf 157).
Dengan ayat-ayat itu, jika penginjil SIDI mengaku konsisten dengan jalan lurus Nabi Isa, maka mereka harus masuk Islam dan mengakui kenabian Muhammad SAW.
Terkait mukjizat Nabi Isa yang dikisahkan Al-Qur'an, justru semakin meneguhkan ajaran Tauhid, karena semua mukjizat itu terjadi “bi-idznillah” (dengan izin Allah). Seharusnya, jika kagum kepada mukjizat Nabi Isa harus ditujukian kepada Allah. Kagumilah Tuhannya Nabi Isa yang memberi mukjizat.
Ketiga, Para penginjil tidak usah menggurui umat Islam supaya mengakui keberadaan (eksistensi) kitab Injil yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Isa. Umat Islam di manapun wajib mengimani Injil sebagai hudan (petunjuk) dan nuur (cahaya) yang berlaku khusus untuk bani Israel, karena misi nabi Isa adalah khusus untuk bani Israel (Qs Ali Imran 49).
Tapi Injil yang diwahyukan kepada Nabi Isa itu bukanlah empat Injil maupun surat-surat Paulus yang tercantum dalam Bibel. Karena banyak ajaran Bibel yang bertentangan dengan Al-Qur'an, misalnya: Yesus dinubuatkan sebagai anak durhaka (Markus 15:28) yang menghalalkan miras (Yohanes 2:7-11).
Keempat, karena mengimani Allah sebagai Ar-Rahman dan Ar-Rahim, maka umat Islam menolak doktrin dosa warisan Adam. Dengan sifat Maha Penyayang, Pengasih dan Pengampun, Allah menjanjikan rahmat dan ampunan kepada hamba-Nya yang bertobat (Qs Al-Ma`idah 74, az-Zumar 53-54). Maka ketika Adam dan Hawa bertobat sebelum keluar dari surga, Allah pun menerima tobat Nabi Adam dan memberikan ampunan kepadanya (Qs Al-A'raf 23, Al-Baqarah 37, Thaha 122).
Sifat rahman-rahim Allah versi Islam jauh berbeda dengan versi Kristen. Menurut Islam, Allah mengampuni dosa manusia dengan taubat nashuha. Sementara menurut Kristen, ampunan Tuhan terhadap dosa Adam dan istrinya harus menunda ribuan tahun untuk menunggu kelahiran Yesus. Lebih ruwet lagi, ampunan Tuhan itu dilakukan Tuhan dengan menjelma menjadi manusia untuk mati dibunuh di tiang salib.
Padahal sebagai Tuhan Yang Maha Pengampun, seharusnya Dia tak perlu repot-repot menempuh jalan rumit dengan menjelma menjadi manusia untuk dibunuh secara tragis di tiang salib. Betapa ruwetnya doktrin ini!
Nah Ini Dia, Jalan ke Neraka Penginjil
Setelah jungkir-balik menyelewengkan ayat-ayat Al-Qur'an untuk mendukung doktrin Kristen, Penginjil SIDI berusaha menyeret umat Islam menjadi seorang Kristen dengan bahasa khas Betawi, berikut kutipannya:
“Pegimané supayé bisé selamet? Kalo énté ngikutin lima langka ini, énté ada di jalan nyang bisa buat énté selamet. “Diselamatin” artinyé énté dilepasin dari iketan dosa, dibebasin dari hukuman api neraka, dikasi hidup kekel, amé bisa masuk sorga. Énté mulain periksa ati énté sendiri buat pastiin apé énté betul-betul mau diselametin:
(1) Tulisin dosa-dosa nyang pernah énté lakonin, nyang énté inget. (2) Akuin satu-satu semué dosa-dosa nyang énté udé tulis tadi kepadé Sang Penyelamet. Lakonin langka eni amé langka selanjutnyé sambil belutut amé bedoa. Inget néh, cuman doa yang diucapin amé hati yang sunggu-sunggu nyang diterimé Allah. (3) Minta amé Sang Penyelamat supayé daré-Nyé ngebersiin ati énté dari dosa. Isa Al-Masih mati, terus daré-Nyé ampé ngalir di kayu salib garé-garé dosa-dosa énté, tapi Dié idup lagi di ari nyang ketiga. Itu makényé, daré-Nyé adé kuasa buat ngapusin dosa-dosa. “Daré Isa Al-Masih, Anak Allah itu, ngebersiin kité dari segalé dosa” (Injil, 1 Yohanes 1:7).
(4) Serahin segalé dosa énté kepada Sang Penyelamat. Percayé kepadé Isa Al-Masih artinyé kite mau nyerain (percayain) dosa-dosa énté untuk Dié nyang mikul. “Dié sendiri udé mikul dosa kité waktu Dié menderité sengsaré di kayu salib....” (Injil, 1 Petrus 2:24). (5) Undang Sang Penyelamat masuk amé tinggal di dalem ati énté selama-lamanyé. Percayé kepadé Isa Al-Masih artinyé terima Dié jadi Penyelamat diri énté.
(1) Buatlah daftar tertulis dari semua dosa yang diingat yang pernah Saudara lakukan! (2) Akuilah semua dosa pada daftar tersebut satu persatu kepada Sang Juruselamat. Langkah ini dan seterusnya harus dilakukan dengan berlutut dan berdoa! Ingat, Allah hanya mendengarkan doa yang diucapkan dengan hati yang sungguh-sungguh. (3) Mintalah Juruselamat membersihkan hati Saudara dari dosa dengan darah-Nya. Yesus Kristus mati dan mencurahkan darah-Nya di kayu salib karena dosa-dosa Saudara, tetapi Ia bangkit kembali pada hari ketiga. Maka darah-Nya berkuasa menghapuskan dosa-dosa Saudara! “Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa” (Injil, 1 Yohanes 1:7). (4) Percayakan segala dosa Saudara kepada Sang Juruselamat. Percaya kepada Tuhan Yesus artinya mau menyerahkan (mempercayakan) dosa-dosa Saudara untuk ditanggung olehNya. “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib...” (Injil, 1 Petrus 2:24) (5) Persilahkan Sang Juruselamat masuk mendiami hati Saudara untuk selama-lamanya. Percaya kepada Isa Al-Masih artinya menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi hidup Saudara.
Itulah lima langkah kemusyrikan menuju neraka Jahannam ajaran Penginjil Kristen.
Mengimani Yesus sebagai Tuhan Juru Selamat Penebus dosa adalah doktrin yang keliru menurut ayat Bibel sendiri. Kitab Yesaya menegaskan, sepanjang masa Tuhan dan Juru Selamat itu hanyalah Allah, tidak ada yang lain: “Demikianlah firman Tuhan... Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah Tuhan dan tidak ada juru selamat selain daripada-Ku” (43:10-11).
Doktrin penebusan dosa oleh kematian Yesus di tiang salib sudah usang dan banyak digugat ilmuwan Kristen sendiri. Uskup John Shelby Spong menyerukan untuk menyingkirkan doktrin Yesus Juruselamat: “So we must free Jesus from the rescuer role.. Jesus portrayed in the creedal statement ‘as one who, for us and for our salvation, came down from heaven’ simply no longer communicates to our world. Those concepts must be uprooted and dismissed” (Why Christianity Must Change or Die, hlm 99).
(Oleh karena itu kita harus membebaskan Yesus dari kedudukannya sebagai Juruselamat... Yesus yang digambarkan di dalam pernyataan keimanan sebagai seseorang yang demi kita dan demi keselamatan kita, turun dari surga, sudah tidak cocok untuk alam kita sekarang ini. Ajaran ini harus dicabut dan disingkirkan).
Membuat daftar dosa secara tertulis untuk disesali dengan cara berlutut hadapan patung atau gambar Yesus Kristus, adalah perbuatan yang sia-sia dan bertentangan dengan ajaran Yesus sendiri. Dalam Bibel Yesus mengajarkan etika berdoa kepada murid-muridnya, yang dikenal dengan istilah “Doa Bapa Kami,” sbb:
“Bapa Kami di surga... ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami” (Matius 6:9-12, Lukas 11:2-4).
Jika Yesus mengajarkan, menyuruh dan memberi teladan untuk berdoa minta ampun kepada Tuhan, maka berdoa minta ampun kepada Yesus adalah ajaran sesat penginjil. Jika konsisten dan beriman kepada Yesus, berdoa dan minta ampunlah seperti yang dilakukan Yesus, yaitu berdoa kepada Allah SWT, Tuhannya Yesus.
Selain keliru dan berdosa, minta pengampunan dosa kepada Yesus semakin aneh, karena diiringi dengan i'tikad bahwa Yesus adalah penjelmaan (inkarnasi) Tuhan yang turun ke dunia untuk mati disalib menebus dosa warisan Adam.
Jika manusia yang berdosa, seharusnya manusia pula yang harus bertaubat Nashua minta ampun kepada Tuhan, lalu Tuhan mengampuninya karena Dia Maha Pengampun. Kalau manusia yang berdosa, mengapa Tuhan yang repot-repot malih rupa menjadi manusia lalu mati dibunuh untuk menebus dosa manusia? Gitu aja kok repot!! [A. Ahmad Hizbullah MAG/Suara Islam]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget