Latest Post


Satu kajian dari Dr. Tariq Al Suwaidan dan terbitan bukunya “the series of the scientific miracles in qur’an” memperlihatkan kepada kita satu kehebatan nomor di dalam al-qur’an yang perlu kita ketahui. Kehebatan ini bukanlah satu kebetulan bahkan mukjizat allah kepada rasulNya Muhammad SAW.Berikut adalahh bilangan tentang perkara yang disebutkan di dalam al-qur’an:

•Dunia : 115 kali        Akhirat : 115 kali
•Malaikat : 88 kali      Syaitan : 88 kali
•Hidup : 145 kali        Mati : 145 kali
•Faedah : 50 kali       Kerugian : 50 kali
•Ummah : 50 kali      Penyampai : 50 kali
•Iblis ( penghulu syaitan : 11 kali Mohon perlindungan dari iblis : 11 kali )
•Musibah : 75 kali      Bersyukur : 75 kali
•Bersedekah : 73 kali Berpuas hati : 73 kali
•Orang yang sesat : 17 kali    Orang yang meninggal dunia : 17 kali
•Muslimin : 41 kali     Jihad : 41 kali
•Emas : 8 kali           Kemurahan hidup : 8 kali
•Keajaiban : 60 kali    Fitnah : 60 kali
•Zakat : 32 kali          Berkat : 32 kali
•Minda : 49 kali          Nur : 49 kali
•Lidah : 25 kali           Sumpah : 25 kali
•Nafsu : 8 kali            Ketakutan : 8 kali
•Berbicara di tempat ramai : 18 kali         Berdakwah : 18 kali
 •Kesusahan : 114 kali  Kesabaran : 114 kali
•Muhammad : 4 kali     Syari’at : 4 kali
•Lelaki : 24 kali             Perempuan : 24 kali
•Shalat : 5 kali
•Bulan : 12 kali           Hari : 365 kali
•Lautan ; 32 kali Daratan : 13 kali
•Laut dan darat = 32 + 13 = 45Jadi laut jika di persenkan = 32/45x100% = 71.11111111 Dan daratan = 13/45x100%= 28.889 Jadi jumlah semuanya = 100%
Manusia telah membuktikan bahwa air meliputi 71.111% daripada bumi dan tanah meliputi 28.889. begitulah kebesaran dan keagungan ciptaan allah SWT.

KEAJAIBAN ANGKA 19 DALAM AL-QUR’AN
Kehebatan al-qur’an tidak hanya di buktikan dari kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli sains. Suatu kode matematika yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sehingga seorang sarjana pertanian mesir bernama Rashad Khalifa Berjaya menyingkap tabir kerahasian tersebut, hasilpenelitiannya yang dilakukan selamabertahun-tahun dengan bantuan computer, ternyata sangat mengagumkan, betapa tidak , ternyata di dapati bukti-bukti surah serta ayat dalam al-qur’an terdapat gandaan angka 19. Penemuan tersebut hasil dari penafsiran terhadap surah al muddatstsir ayat 30-31. Firman allah yang bermaksud: “ diatasnya ada Sembilan belas. Dan tidaklah kami menjadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat dan tidaklah kami menjadikan bilangan mereka melainkan untuk cobaan bagi orang – orang kafir, supaya menambah yakin orang – orang yang di beri al kitab dan orang-orang yang beriman, dan supaya berkata orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit dan orang-orang kafir, “apakah yang dikehendaki allah dengan perempumaan ini?” Dalam mentafsirkan ayat tersebut, Prof. Dr. hamka dalam bukunya tafsir Al-Azhar menyatakan bahwa orang-orang kafir, terutamanya abu jahal mengejek baginda apabila mendengar ayat tersebut. Orang-orang kafir menyangka bahwa penjaga neraka hanya Sembilan belas, bahkan angka tersebut hanyalah perempumaan dari allah SWT saja. Bilangan sebenarnya tidaklah di ketahui melainkan allah yang maha bijaksana dan maha mengetahui.


Hasil penemuan Rashad Khalifa yang sangat mengejutkan ini adalah dalam tahun 1976 dan telah pamerkan didepan umum ketika diadakan pameran islam sedunia di London. Berikut beberapa hasil penemuan tersebut:

1. Kita mengetahui bahwa setiap surat –surat dalam qur’an selalu diawali dengan bacaan” bismillaahirrahmaanirraahim” dan bacaan ‘bismillah’ tersebut (dalam bahasa arabnya ) terdiri dari 19 huruf (19x1)

2. Bacaan ‘bismillah’ terdiri darai kelompok kata: ismi, allah, arrahman, arrahim. Penelitian menunjukkan jumlah dari masing-masing dari kata tersebut dalam al-qur’an selalu merupakan gandaan dari angka 19
a. Jumlah kata ‘ismi’ dalam al-qur’an ditemui sebanyak 19 kali(19x1)
b. Jumlah kata allah dalam al-qur’an ditemui sebanyak 2,698 kali ( 19x142)
c. Jumlah kata arrahman dalam al-qur’an ditemui sebanyak 57 kali ( 19x6)
d. Jumlah kata arrahim dalam al-qur’an ditemui sebanyak 114 kali ( 19x6)
Apabila faktor pendarapnya di jumlahkan hasilnya juga merupakan gandaan angka 19, yaitu 1+142+3+6=152 (19x8)

3. Jumlah keseluruhan surah-surah dalam al-qur’an adalah sebanyak 114 surah(19x6).

4. Bacaan basmalah dalam al-qur’an di jumpai sebanyak 114 kali (19x6), yaitu sebanyak 113 kali di temukan sebagai pembuka surah-surah kecuali surah ke-9, sedangkan sebuah lagi ditemukan di surah ke-27 ayat: 30.
Berbeda dengan surah yang lain, surah ke-9 tidak diawali dengan bacaan basmalah karena isinya merupakan ayat-ayat perang. Dalam surah ke-9 ini kebanyakan pokok pembicaraannya berisi tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum mmusyrikin karena penghianatan mereka, sebaliknya surah ke-27 terdapat kisah ajakan penyerahan diri Ratu Balqis oleh Nabi Sulaiman, jadi terdapt antagonis antara surah ke-9 dan surah ke-27.Berikut terjemahan surah ke-9 ayat 3: “ dan suatu permakluman dari allah dan raasulnya kepada umat manusia pada hari haji akbar, rasuNya berlepas diri dari orang orang musyrikin, kemudia jika kamu bertaubat itu lebih baik bagimu, dan jika kamu berpaling maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir bahwa bagi merak siksa yang pedih”Terjamahan surah ke-27 ayat 29-30: “ Ia ( Balqis) berkata, hai pembesar-pembesarku, telah dikirm kepadaku sebuah surat yang berharga, surat itu dari sulaiman yang isinya berbunyi:” dengan nama allah yang maha pengasih lagi mahaa penyayang” janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku dengan berserah diri”.

5. Pada surah ke-27 ayat :30 tempat ditemukannya bacaan basmalah kalau bilangan surah dan ayatnya di jumlahkan hasilnya merupakan dari gandaan angka 19, yaitu 27+30= 57 ( 19x3)

6. Dari fakta 4 di atas, ditemukan hubungan yang menarik antara surah ke-9. Surah ke-27 ternyata merupakan surah yang ke-19 jika dihitung dari surah ke-9
- Surah ke : 9, 10,11, 12,…..25,26,27
- Urutan surah : 1,2,3,4,……17,18,19

7. Manakala dari fakta 6 di atas, apabila bilangan surah-surah dijumlahkan mulai dari surah ke-9 hingga ke-27: (9+10+11+12…..+24+25+26+27) maka hasilnya adalah 342 ( 19 x18)

8. Wahyu pertama (surah ke-96 ayat: 1-5 ) terdiri dari 19 kata ( 19x1) dan 76 huruf (19x4)

9. Wahyu kedua ( surah ke-68 ayat 1-9) terdiri dari 38 kata (19x2)

10. Wahyu ketiga (surah ke-73 ayat: 1-10) terdiri dari 57 kata ( 19x3)

11. Wahyu terakhir ( surah ke-110) terdiri dari 19 kata (19xx1) dan ayat pertama dari surah ke-110 tersebut terdiri dari 19 huruf (19x1)

12. Wahyu yang pertama kali menyatakan ke-Esaan allah adalah wahyu ke-19(19x1)

13. Surah ke-96 tempat terdapatnya wahyu pertama, terdiri dari 19 ayat (19x1) dan 304 huruf (19x16), selain itu juga ternyata surah ke-96 tersebut merupakan surah yang ke 19 bila dijumlahkan dari belakang al-qur’an
- Surah ke: 114, 113, 112, 111………….98, 97, 96
- Urutan surah ke : 1,2,3,4,………..17,18,19.
Bukti-bukti di atas menunjukkan bahwa al-qur’an tersusun dengan perhitungan system kunci ( interlocking system), sesuai maksud dari surat ke-85 ayat: 20, yang maksudnya:”allah telah mengepung/mengunci mereka dari belakang”.

14. Dari fakta 13, apabila surah-surah di jumlahkan mulai dari surat ke-114 ke-96= ( 114+113+112+111+…..98+97+96) maka hasilnya adalah 1995 atau (19x105).

15. Bagian tengah-tengah qur’an jatuh pada surah ke-18 ayat 19 ( 19x1)

16. Juga ditemukan bukti bahwa surah-surah yang memiliki 8 ayat dan 11 ayat ditemui paling banyak dalam al-qur’an, yaitu masing-masing terdiri dari 5 buah surah. Disusuli kemudian surah-surah yang memiliki 3, 19, 29, 30, dan 52 ayat, yangamsing-masing terdiri dari 3 buah surah. Apabila dijumlahkan ayat-ayat tersebut sesuai dengan kelompok maka hasilnya merupakan gandaan angka 19 yaitu:
- Surah ke 94,95,98,99,102 masing-masing terdiri dari 8 ayat
- Surah ke 62, 63, 93, 100, 101 masing-masing terdiri dari 11 ayat
Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan, maka: 8+11=19(19x1)
- Surah ke: 103, 108, 110 masing-masing terdiri dari 3 ayat
- Surah ke 82, 87, 96 masing-masing terdiri dari 19 ayat
- Surah ke 48, 57, 81 masing-masing terdiri dari 29 ayat
- Surah ke 32, 67, 89 masing-masing terdiri dari 30 ayat
- Surah ke 14, 68, 69 masing-masing terdiri dari 52 ayat
Apabila jumlah ayat-ayatnya di jumlahkan, maka: 3+19+29+30+52= 133 ( 19x7)

17. Al-qur’an merupakan satu-satunya kitab suci di dunia ini yang memiliki tanda-tanda khusus (initials) berupa huruf-huruf ( code letters) atau sebagaimana disebut dalam bahasa arab “ Muqatta’aat” yang maksudnya “ kata singkatan” Di dalam al-qur’an terdapat sebanyak 29 surah yang diawali dengan 14 kombinasi dari 14 huruf-huruf “muqatts’aat.
- 14 huruf-huruf itu adalah: Alif, lam, Mim, Ra’, Kaf, Ha’, Yaa, Ain, shad, Tha’, Shin, Qaf, Nun, dan Kha’
- 14 kombinasi huruf tersebut adalah:
Alif, Lam, Mim
Kha, Mim
Alif, Lam,Ro’
Alif, Lam, Mim, Ro’
Tho’, Sin
Tho’,sin, Mim
Yaa’, Sin
Nun
Kaf, Kha’. Ya’, Ain, Shod
Alif, Lam, Mim, Shod
Shod
Qof
Ain, Sin, Qof
Tho’, Ha’
- 29 surah-surah tersebut adalah: surah ke 2,3,7,10,11,12,13,14,15,19,20,26,27,28,29,30,31,31,36,38,40,41,43,44,45,46,50, dan 68Maka apabila bilangan dari banyaknya huruf, banyaknya kombinasi, dan banyaknya surahdi jumlahkan maka hasilnya merupakan gandaan 19, yaitu 14+14+29= 57(19x3)Tanda-tanda dengan kata singkatan ini, ahli tafsir mempunyai pendapat yang berbeda-beda, ahli tafsir ada yang menyerahkan pengetiannya kepada allah karena dipandang termasuk ayat-ayat ‘ mutasyaabihaat’. Ada pula yang berpendapat huruf-huruf abjad itu berfungsi untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan bacaan-bacaan dalam al-qur’an.Sesungguhnya penemuan angka 19 ini mempunyai maksud serta penafsirannya yang tersendiri. Dengan adanya huruf-huruf “muqatta’aat” tersebut, ia berfungsi sebagai penjaga keaslian al-qur’an. Kaitannya dengan angka 19 sungguh menakjubkan, perhatikan fakta berikut:

18. Surah ke68 diawali huruf “Nun”, setelah diteliti jumlah huruf nun yang terdapat sebanyak 133 pada surah tersebut dan merupakan gandaan angka 19(19x7), berikut surat ke 68 ayat 2-6: Nun, demi pena dan apayang mereka tulis, dengan nikamt tuhanmu tidak engkau Muhammad orang yang gila, dan sesungguhnya untuk engkau adalah pahala yang tidak putus-putus. Dan sesungguhnya engkau adalah benar-benar atas budi pekerti yang agung. Maka engkau akan melihat kelak, siapa antara kamu yang gila ( alqalam: 1-6)

19. Surah ke 42 dan surah ke 50 ada diawali dengan huruf Qaaf yang terdapat pada kedua surat tersebut sebanyak 114 huruf (19x6) Surah asysyura jumlah qaaf 57= 19x3Surah qaaf jumlah qaaf 57= 19x3 Hal lain yang mengherankan adalah allah biasanya menyebut kaumnya nabi Luth dengan kalimat “Qaumu Luth” yang di temui sebanyak 12 kali dalam qur’an, namun pada surah ke 50 ayat 13, sebutan tersebut berubah menjadi : ikhwanu luth” yang artinya “saudara-saudaranya luth”. Tampaknya allah sengaja menghilangkan unsure Qaf dalam kalimat tersebut agar jumlah huruf Qaf dalam quran tetap dalam gandaan 19, sebab jika tidak diganti maka jumlahnya akan bertambah menjadi 115. Berikut terjamahan surah ke 50 ayat 1-2:” Qaaf, demi alqur’an yang sangat mulia, bahkan mereka merasa tercengang bahwa datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir” ini adalah sesuatu yang ajaib” ( asysyura: 1-2)

20. Surah ke-42 juga diawali dengan huruf ‘Ain, Sin dan Qaaf. Setelah diteliti jumlah ketiga huruf tersebut dalam surah ini merupakan juga gandaan 19, yaitu Ain=98 + Sin=54 + Qaaf=57 = 209 (19x11)

21. Surah ke 36 ( yasiin) di awali dengan huruf Ya dan Siin, setelah diteliti jumlah kedua huruf tersebut adalah sebanyak 285, yang merupakan gandaan 19, yaitu Ya= 237+Siin=48= 285 ( 19x7)

22. Surah ke-13 ( Arra’ad) diawali huruf Alif, Lam, Mim dan Ra\o’. jumlah huruf-huruf tersebut dalam surah ini juga merupakan gandaan 19, yaitu: alif= 605 + Lam=480 + Mim=260 + Ro’=137= 1482 (19x78)

23. Surah ke-7 ( Al- A’raf) diawali huruf Alif, Lam, Mim, Dan Shod, jumlah huruf-huruf tersebut pada surat ke-7 merupakan juga gandaan dari angka 19, yaitu Alif= 2529+Lam=1530+Mim=1164+Shod=97= 5320 (19x280)

24. Surah ke-19 (maryam) diawali huruf Kaf,Kha’, Ya, Ain, dan shod. Jumlah huruf-huruf tersebut pada surat ke-19 juga gandaan angka 19, yaitu: Kaf=137+Kha’=175+Ya’=343+Ain=117+Shod=26=798 ( 19x42)

25. Surah ke-7,19 dan 38 diawali huruf Shod, jumlah huruf shod dalam ketiga surah ini juga gandaan angka 19, yaitu:Al-Araaf = 97Maryam = 26Shad = 29Jumlahnya 152 ( 19x8) Apa yang tambah menarik disini, pada surah ke-7 ayat 69 ditemukan kata ‘basthatan’, padahal lalazimnya kata tersebut harus dieja dengan huruf ba’, sin, tho’, ta, ( contoh pada surah ke-2 ayat 147), menurut riwayat, pada saat turunnya ayat 69 tersebut jibril menyuruh Nabi Muhammad SAW menyebut kata ‘basthatan’ dengan huruf Shod, namun unsure huruf Shod itu tetap harus di baca huruf siin dan hal ini ditandai dengan huruf sin tersebut kecil ditempatkan sebagai huruf kecil di atas huruf Shod. Tampak sekali bahwa allah member tambahan huruf Shod agar jumlahnya dalam al-qur’an menjadi gandaan angka 19, jika tidak maka jumlahnya berkurang menjadi 151.

26. Surah ke-40 hingga ke 46 diawali huruf Kha’ dan Mim. Setelah diteliti jumlah kedua huruf tersebut pada surah-surah tersebut merupakan juga gandaan angka 19.Berikut:
Surah ke 40 : kha’ = 64 mim = 380
Surah ke-41 : Kha’ = 48 Mim = 276
Surah ke-42 : Kha’ = 53 Mim = 300
Surah ke-43 : kha’ = 44 Mim = 324
Surah ke-44 ; kha’ = 16 Mim = 150
Surah ke- 45 : kha’ = 31 Mim = 200
Surah ke-46 : kha’ = 36 Mim = 225
Jumlah semuanya huruf kha’ = 292 dan huruf Mim= 1855
Maka, 292+1855 = 2147 (19x113)

27. Surah ke- 10, 11, 12, 14 dan 15 diawali dengan huruf Alif, Lam dan Ro’, jumlah huruf-huruf tersebut juga didapati terdapatnya gandaan angka 19
Surah ke- 10 Alif= 1319 Lam = 913 Ro’= 257 jumlah= 2489 ( 19x131)
Surah ke-11 Alif= 1370 Lam = 794 Ro’ = 325 jumlah = 2489 ( 19x131)
Surah ke-12 Alif = 1306 Lam = 812 Ro’= 257 jumlah = 2375 ( 19x125)
Surah ke=14 Alif = 585 Lam = 452 Ro’ = 160 jumlah = 1197 ( 19x63)
Surah ke- 15 Alif = 493 Lam = 323 Ro’ = 96 jumlah = 912 ( 19x48)

28. Manakala surah ke-2, 3, 29, 30, 31, dan 32 diawali dengan huruf Alif, Lam, dan Mim. Jumlah keseluruhan huruf-huruf tersebut merupakan gandaan angka 19, berikut;
Surah ke-2 Alif = 4205 Lam = 3202 Mim= 2195 jumlah = 9899 ( 19x521)
Surah ke-3 Alif = 2521 Lam = 1892 Mim = 1249 jumlah = 5662 ( 19x298)
Surah ke-29 Alif = 774 Lam= 554 Mim = 344 Jumlah = 1672 ( 19x43)
Surah ke-30 Alif = 544 Lam = 393 Mim = 317 jumlah = 1254 ( 19x66)
Surah ke-31 Alif = 347 Lam = 297 Mim = 173 jumlah = 817 ( 19x43)
Surah ke-32 Alif = 257 Lam = 155 Mim = 158 Jumlah = 570 ( 19x30)


Keistimewaan yang lain angka 19 adalah:
a. Keistimewaan angka 19 dalam ilmu matematika dikenal sebagai salah satu bilangan prima yaitu bilangan yang tidak habis di bagi dengan bilangan manapun kecuali dengan dirinya sendiri. Keistimewaan tersebut melambangkan bahwa sifatNya ysng serba Maha tidak dibagikan kepada siapapun juga kecuali bagi diriNya sendiri, firman allah dalam surah al ikhlas ayat 3 yang berbunyi “ tidak dia beranak dan tidak dia di peranakkan”

b. Angka 19 terdiri dari angka 1 dan 9, dimana angka 1 merupakan bilangan pertama dan angka 9 merupakan bilangan terakhir dalam system perhitungan kita. Keistimewaan tersebut menunjukkan sifat allah yakni’ Maha Awal dan maha Akhir’, firmannya dalam surah alhadid ayat 3 yang berbunyi “ dialah yang permula dan dialah yang penghabisan”

c. Angka 1 boleh melambangkan sifatNya yang Maha Esa, surah ke-112 ayat 1 “ katakanlah : dia adalah allah maha esa”, sedangkan angka 9 sebagai bilangan poko terbesar melambangkan salah satu sifatnya yang ke-38 yaitu Maha Besar

d. Dalam kalender tahun komariyah ( system peredaran bulan), terjadi tahun Kabisat pada setiap 19 tahun sekali

e. Dalam buku “ atlas Anatomi “ yang disusun oleh Prof. Dr. Chr. P. Raven dapat diketahui bahwa sebagian dari rangka manusia yaitu tulang leher ada 7 ruas, tulang punggung ada 12 ruas, jadi jumlahnya 19 ruas, menurut ahli biologi, 19 ruas tulang tersebut mempunyai peranan yang sangat penting bagi setiap manusia karena di dalamnya terdapat sum-sum yang merupakan lanjutan dari otak, dengan saraf-saraf yang menuju ke bagian tubuh. Adanya gangguan pada ruas tersebut maka seluruh tubuh akan kehilangan kekuatan.

f. Dari 5 fakta di atas, juga di temukan perkara lain yang menarik yaitu alat-alat tubuh manusia seperti tangan dan kaki sangatlah penting fungsinya dalam kehidupan kita. Bila diteliti ternyata terdapat 19 ruas tulang pada masing-amsing tapak tangan/kaki kecuali ruas-ruas pergelangan tangan,

g. Angka 19 adalah suatu kode matematika yang melatarbelakangi susunan huruf al-qur’an, suatu fenomena unik yang tiada duanya yang sekaligus membuktikan bahwa al-qur’an adalah wahyu ilahi, bukan karaya manusia. Otak manusia tidak akan mampu menciptakan huruf-huruf yang sekaligus membawa tema utamanya. Apalagi mengingat turunya wahyu secara berangsur-angsur.

h. Selanjutnya angka 19 dapat berfungsi sebagai pemeliharaan keutuhan serta ketulenan al-qur’an. Angka 19 dapat di gunakan untuk menentukan apakah dalam sebuah kitab al-qur’an terdapat suatu kesalahan atau tidak, dengan cara menghitung kata-kata krusial yang jumlahnya dalam al-qur’an digandakan dengan angka 19, kemudian dibagikan angka hasil hitungan dengan 19, maka akan diketahui ada atau tidaknya kesalahan. Demikian seluruh isi al-qur’an seutuhnya akan tetap asli hingga akhir zaman.

Rujukan
A. “ the series of the scientific miracles in quraan” oleh Dr. Tariq Al suwaidan
B. Kertas kerja Rashad Khalifa, mesir di pameran islam sedunia di London, 1976

oleh Buca Fesbuk

11.29
Sebelum Yesus lahir, wilayah Yerusalem dijajah oleh imperium Romawi yang agamanya beraliran politeisme. Karena sebagai penduduk yang terjajah, bangsa Yahudi Essenes yang masih taat berpegang pada hukum-hukum Taurat Musa, tidak mampu mengembangkan ajaran agamanya di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan Yahudi Farisi dan Saduki memakai agamanya dalam bentuk formalitas saja, dan sikap hidupnya selalu menyalahi hokum-hukum taurat.

Ketika Yesus mendapat tugas menyampaikan risalah Tuhan, dia selalu memperingatkan penyelewengan Yahudi Farisi dan Saduki. Oleh karena itu dua kelompok ini sangat membenci Yesus dan ingin membunuhnya. Untuk melaksanakan niat jahat itu, mereka menghasut penjajah Romawi, bahwa Yesus adalah tokoh pemberontak yang ingin menjadi raja Yahudi, dan ingin membebaskan bangsanya dari pendudukan imperium Romawi. Dengan bantuan kedua kelompok Yahudi itu, tentara Romawi berusaha menangkap Yesus dan membinasakan pengikutnya.

Setelah Yesus tiada, para muridnya menyebarkan ajarannya secara meluas ke tengah-tengah masyarakat yang sudah terpengaruh oleh kepercayaan politeisme. Yang kemudian melahirkan dua kelompok penganut Yesus. Pertama, yang betul-betul mengikuti ajaran Yesus secara murni, tanpa dicampuri oleh kepercayaan politeisme. Mereka berkeyakinan bahwa satu-satunya Tuhan hanyalah Allah, dan Yesus adalah manusia biasa utusan Allah. Kelompok ini lebih dikenal dengan sebutan Unitarian. Kedua, mengikuti ajaran Yesus yang telah disebarkan oleh para muridnya, tetapi masih sulit meninggalkan kepercayaan politeisme yang sudah mendarah daging pada diri mereka. Akhirnya mereka mengkultuskan Yesus sebagai penyelamatnya, bahkan diangkat menjadi Tuhannya. Kelompok ini dipelopori oleh Paulus (Saulus) yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Kristen Trinitas.

Proses kepercayaan kelompok kedua ini sudah menjadi fenomena biasa bagi yang mudah kita jumpai di mana-mana. Perjalanan kepercayaan Kristen Trinitas periode pertama, mendapatkan tantangan hebat dari kelompok Kristen Unitarian. Yaitu sekte Kristen yang berkeyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang patut disembah, dan Yesus adalah manusia biasa yang diberi tugas oleh Allah untuk menyampaikan ajaran-ajaranNya, dengan dibekali beberapa Mukjizat. Berkat bantuan imperium super power Romawi yang juga beragama politeisme itu, agama Kristen Trinitas cepat menyebar luas ke beberapa negara. Sedangkan beberapa ribu penganut Unitarian disiksa dan dibunuh. Di antara tokoh-tokoh Unitarian tersebut adalah :

IRANAEUS (130 ? 200 M)

Ketika Iraneus lahir, agama Kristen yang berpusat di Antiokia telah menyebar ke Afrika Utara sampai ke Spanyol dan Perancis selatan. Uskup Lyon yang bernama Pothinus pernah menyuruh Iranaeus membawakan surat petisinya ke Paus Eleutherus (174 189 M) di Roma. Dalam petisi itu, Pothinus memohon agar Paus menghentikan pembunuhan terhadap orang-orang Kristen yang menolak doktrin Trinitas. Disaat Iranaeus masih berada di Roma, dia mendengarkan berita pertikaian antar kelompok Kristen yang mengakibatkan Uskup Pothinus terbunuh. Setelah pulang ke Lyon, dia menjadi uskup menggantikan Pothinus.

Tahun 190 M, dia menulis surat kepada Paus Victor I (189 ? 198 M) untuk menghentikan pembunuhan terhadap orang-orang Kristen yang berbeda keyakinan. Kerusuhan antar kelompok terulang lagi, dan pada tahun 200 M, dia dibunuh kelompok Trinitas yang dipelopori Paus Victor.

Iranaeus meyakini bahwa Yesus bukanlah Tuhan, melainkan manusia biasa yang diutus oleh Allah. Dia melontarkan kritik tajam terhadap Paulus, dan menudingnya sebagai orang yang bertanggung jawab atas penyusupan ajaran-ajaran politeisme dan filsafat Plato ke dalam agama Kristen. Dalam menyampaikan ajaran yang diyakininya, Iranaeus sering mengutip ayat-ayat yang termaktub dalam injil Barbanabas.

TERTULIAN (160 ? 220 M)

Tertulian berasal dari Kartago, kemudian dia menjadi tokoh Gereja Afrika. Dia adalah seorang Unitarian yang mengidentikkan Yesus dengan Meisah dalam agama Yahudi. Beliau menentang Paus Calixtus (217 ? 222 M) yang mengajarkan bahwa dosa besar itu bisa diampuni setelah melakukan taubat secara kanonik.

Diantara pernyataan Tertulian masih tercatat sampai sekarang adalah :?Mayoritas manusia berpendapat bahwa Yesus adalah manusia biasa?. Dialah yang mula-mula memperkenalkan istilah Trinitas dsari bahasa latin sewaktu membahas doktrin yang dipandangnya aneh itu. Sebab istilah seperti itu tidak pernah dijumpai dalam kitab suci.

ORIGEN (185 ? 254 M)

Origen lahir di Iskandariah Mesir. Bapaknya, Leonidas, mendirikan pusat pendidikan teologi, dan menunjuk Clement sebagai kepalanya. Gereja Paulus (Trinitas) sangat membenci Leonidas, karena menganut ajaran Unitarian yang disebarkan oleh murid-murid Yesus (Apostolic Christianity), dan menolak ajaran-ajaran Paulus. Oleh karena itu pihak gereja Paulus membunuhnya pada tahun 208 M. Peristiwa itu sangat menggores di hati Origen, dan ia ingin mempertaruhkan nyawanya untuk menuntut kematian ayahnya, namun dicegah oleh ibunya.

Gurunya, Clement, merasa terancam dan meninggalkan Iskandariah. Karena ayahnya terbunuh dan gurunya meninggalkan dia, Origen menggantikan Clement sebagai kepala sekolah teologi. Dalam kedudukannya yang baru itu, dia terkenal sebagai cendekiawan yang berani. Kesalehan dan semangatnya yang tinggi diilhami oleh sebuah ayat yang termaktub dalam kitab Matius 19;12 yang berbunyi :
?Ada orang yang tidak dapat kawin karena memang ia lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena kerajaan Sorga. Siapa yang dapat ,mengerti hendaklah mengerti?.

Pada tahun 230 M Origen menjadi pengkhotbah di Palestina. Tetapi Uskup Demerius memecat dan membuangnya. Dia pergi ke Caesarea dan membangun pusat pendidikan yang sangat terkenal di kota itu. Konsili Iskandaria tahun 250 M menjatuhkan kutukan kepada Origen. Dia ditangkap dan menjalani siksaan sampai menemui ajalnya tahun 254 M, karena menolak doktrin Trinitas. Origen berkeyakinan, Allah adalah Maha Agung dan Yesus adalah hambaNya yang derajatnya tidak sebanding dengan Tuhannya.

Dia dikenal sebagai ahli sejarah gereja yang termashur. Sejak muda sampai akhir hayatnya terkenal keberaninnya. Memiliki sifat-sifat terpuji sebagai guru kebenaran dan sangat dicintai oleh murid-muridnya. Ilmu pengetahuannya sangat luas, yang tidak ada duanya di kalangan Kristen saat itu. Dia pernah menulis kurang lebih enam ratus risalah dan makalah.

DIODORUS

Diodorus adalah uskup di Tarsus, kota kelahiran Paulus. Dia termasuk salah satu tokoh Kristen Antiokia. Dia berpendapat, alam semesta ini selaludalam perubahan. Dia proses perubahan itu pasti ada periode awalnya yang berasal dari yang Maha Abadi dan Maha tidak Berubah. Yang Maha Abadi itulah sang Pencipta yang Maha Esa. Diodorus menegaskan, Yesus itu berkodrat manusiawi baik ruhani maupun jasmani, dan sama sekali tidak memiliki kodrat Ilahi (Tuhan)

LUCIUS (Wafat 312 M)

Disamping terkenal sebagai ahli teologi yang menguasai bahasa Ibrani dan Yunani, diapun sebagai tokoh yang sangat taat kepada Allah. Dia berada di luar lingkungan Gereja sejak tahun 220 M sampai tahun 290 M. Kesalehan dan luasnya ilmu pengetahuan yang dimilikinya, mengundang kekaguman banyak orang. Perguruan di Antiokia yang dipimpinnya, melahirkan aliran Arianisme yang dicetuskan oleh muridnya yang bernama Arius.

Dalam memahami kitab sucinya, dia berpegang pada penafsiran dariu segi tata bahasa beserta pengertiannya secara lahiriah dan kritis. Dia menentang penafsiran yang diambil dari pengertian simbolik dan allegoris.

Lucius berpendapat, adanya pertentangan paham yang sangat tajam di tubuh Gereja telah membuktikan, bahwa orang-orang Kristen berpedoman pada ajaran yang bersumber dari tradisi tulisan dan mengesampingkan tradisi lisan. Padahal Yesus atau para muridnya tidak pernah mencatat ajaran Yesus. Sedangkan tradisi tulisan berasal dari orang-orang yang tidak pernah menjadi murid Yesus. Tragedi ini menunjukkan, ajaran Yesus begitu cepat lenyap disebabkan kekacauan isi ajaran yang berkembang sampai penghujung abad ketiga Masehi.

Lucius merevisi Septuaginta, yakni naskah Alkitab berbahasa Yunani. Dia membunag sekian banyak perubahan-perubahan yang disisipkan ke dalam Alkitab, ketika disalin ke dalam bahasa Yunani. Dia berkeyakinan bahwa Yesus itu bukan Tuhan, melainkan hamba Allah. Karena tetap mempertahankan keyakinan seperti itu, maka dia ditangkap dan disiksa sampai mati pada tahun 312 M.

ARIUS (925- - 336 M)

Kehidupan Arius sangat erat kaitannya dengan Constantin, kaisar imperium Romawi. Sehingga kita tidak bisa memahami sejarah kehidupan salah satunya, tanpa memahami orang satunya lagi. Kisah Constantin menaruh perhatiannya kepada gereja berawal dari kekhawatirannya terhadap kedudukannya di Roma. Kaisar ini merasa cemburu terhadap putra mahkota bernama Crispus. Putra ini sangat termashur, karena posturnya yang menawan dan sikapnya yang ramah, disertai keberaniannya di medan pertempuran. Agar namanya tetap bertahan sebagai figure kaisar Romawi, dan tidak tenggelam oleh ketenaran nama putra mahkotanya, maka Constantin membunuh Crispus. Kematiannya menimbulkan duka rakyat Romawi. Dibalik pembunuhan itu, ada berita bahwa ibu tiri putra mahkota itu menginginkan putra kandungnya sendiri yang akan menjadi kaisar, sehingga dia berniat untuk menghabisi Crispus. Akhirnya Constantin menjatuhi hukuman mati kepada ibu tiri itu dengan membenamkannya ke dalam air mendidih. Para pendukung permaisuri yang mati itu bergabung dengan para pecinta putra mahkota menuntut atas kematian kedua orang itu. Constantin dalam posisi tersudut dan meminta bantuanpendeta kuil Yupiter di Roma. Tetapi para pendeta itu mengatakan, tidak ada kebaktian atau korban yang bisa menghapus dosa pembunuhan yang telah dilakukannya. Suasana yang tegang di Roma membikin dia tidak tentram, sehingga Constantin pergi ke Bizantium.

Setelah tiba di sana, dia mengubah nama kota di pinggir selat Bosporus itu sesuai dengan namanya, Constantinopel. Di tempat baru itulah dia melihat perkembangan gereja Paulus sangat menakjubkan. Constantin mendapat pelajaran, bahwa bila dia mau bertobat dan mengakui dosanya di Gereja, maka dosa itu akan diampuni. Kesempatan ini dipergunakan sebaik-baiknya untuk membersihkan nama dan tangannya yang telah dikotori lumuran darah dua pembunuhan dan keputusan-keputusan jahat selama dia berkuasa. Setelah merasa terbebas dari beban dosa, dia pun mencurahkan pikirannya untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh imperiumnya. Dia melihat adanya kemungkinan memperalat gereja untuk meraih tujuannya dan menunjukkan loyalitasnya, dengan cara memberi kebebasan kepada Gereja untuk berkembang, yang sebelumnya telah ditindas dan dibinasakan oleh Kaisar Diolektianus (284 ? 305 M). Berkat dukungan Constantin inilah perkembangan gereja semakin kuat dan pesat. Sebaliknya dia mendapatkan keuntungan yang besar, karena wilayah sekitar Laut Tengah dipenuhi oleh Gereja, yang pemeluknya dapat dipergunakan untuk mendukungnya di medan perang. Bantuan pendeta merupakan factor yang sangat penting untuk menyatukan Eropa dan Timur Tengah di bawah kekuasaan Constantin. Karena rasa terima kasih kepada Gereja disatu sisi, dan ingin menyudutkan para pendeta kuil Yupiter di Roma yang tidak mau membantunya, pada sisi lainnya, dia mengajak Uskup Roma untuk membangun greja yang besar dan megah di kota Roma. Dari posisi terjepit di kota itu, agama Kristen kemudia diberi fasilitas-fasilitas yang luar biasa oleh Constantin. Di samping itu dia membiayai pembangunan gereja yang besar dan megah di bukit Zion, Yerusalem.

Walaupun dia telah memberikan bantuan besar dan masuk agama Kristen, tetapi dia belum pernah dibaptis, sebab pengaruh agama Paganisme yang menyembah dewa Yupiter dan dewa-dewi lainnya masih sangat dominan. Oleh karena itu Constantin bersikap menjaga keseimbangan, yang kadangkala dia menampakkan diri seakan-akan sebagai pemuja dewa itu. Sikap seperti itu berlangsung cukup lama sampai meledaknya pertentangan di tubuh Kristen, antara sekte Pauline Church (Gereja Paulus) yang bertuhan Trinitas dengan sekte Apostolic Church (Gereja Rasuli) yang menganut paham Unitarian.

Tokoh terkemuka sekte Unitarian waktu itu adalah Arius, salah seorang Dewan Gereja yang sangat terkenal dalam sejarah dunia Kristen. Dia lahir di Libya dan belajar di perguruan Antiokia yang dinina oleh Lucius. Ia merupakankekuatan baru bagi gereja rasuli yang menghidupkan dan mempertahankan ajaran Yesus yang murni, dengan semboyan ; ?Ikutilah Yesus menurut yang diajarkan olehnya?, serta menentang ajaran-ajaran Kristen yang diciptakan oleh Paulus. Keagungan nama Arius pada masa itu dapat dilihat dari namanya yang sampai sekarang disinonimkan dengan sekte Unitarianisme, yakni aliran yang meyakini bahwa satu-satunya Tuhan hanyalah Allah, dan Yesus adalah hamba dan utusan Allah.

Gereja Paulus menerima pukulan telak ari pihak Arius. Mereka mengakui, Arius bukan hanya seorang ahli perencana saja, melainkan juga sebagai orang yang jujur dan tidak pernah melakukan perbuatan tercela. Pada saat Tradisi Lisan (oral tradition) ? yang mempertahankan ajaran Yesus ? mulai lumpuh, dibarengi dengan pemahaman Tradisi Tulisan semakin menyimpang jauh, maka arius tampil dengan segala keberanian dan kegigihannya mempertahankan ajaran Yesus yang telah disampaikan oleh para muridnya secara murni, serta menentang persekutuan pihak gereja dengan kaisar Constantin.

Arius adalah murid Lucian yang paling keras mengecam gereja Paulus. Oleh karena dia selalu diincar pembunuhan oleh aliran Trinitas. Arius menyadari akan bahaya yang mengancamjiwanya. Walaupun riwayat hidup masa mudanya tidak begitu jelas, tetapi dia tercatat menjadi tokoh gereja Becaulis Iskandariah.

Sampai pada masa Konsili Nicea tahun 325 M, perbedaan keyakinan di kalangan Kristen sangat beragam. Karena kepercayaan di kalangan Kristen sangat beragam. Karena kepercayaan berdasarkan kemauan dan pilihan masing-masing individu. Sebelum gereja mendapatkan kebebasan dari imperium Romawi, perbedaan keyakinan itu menimbulkan pertentangan sengit, yang pada akhirnya mengakibatkan pertikaian antar kelompok Kristen. Bahkan sering terjadi penangkapan, penyiksaan, malah pembunuhan gelap.

Ketika Constantin menjalin aliansi dengan gereja, terjadilah perubahan dramatis. Meskipun waktu itu Constantin masih menjabat kepala negara yang penduduknya mayoritas menganut Paganisme, tetapi secara terbuka memberi bantuan kepada gereja, yang pada masa itu mungkin perbedaan antara Pauline Church dengan Apostolic Church belum begitu tajam. Dengan demikian, agama Kristen memperoleh kedudukan baru di bawah naungan kaisar Romawi. Bagi kebanyakan orang, perkembangan Kristen seperti ini menimbulkan masalah politik. Sebagian orang yang dulunya menentang agama itu, berbalik mendukungnya karena mendapat tekanan dari pemerintah. Oleh karena itu mereka memeluk agama Kristen bukan karena panggilan hati nuraninya, melainkan karena tujuan-tujuan tertentu. Perubahan situasi itu sangat menguntungkanpihak Kristen. Gereja Paulus dan Gereja Rasuli masing-masing berkembang pesat ke seluruh wilayah imperium Romawi, mengakibatkan pertentangan kedua sekte itu semakin tajam di setiap daerah.

Constantin yang pada waktu itu masih belum memahami agama Kristen, hanya ingin mendapatkan keuntungan politis bila tercipta kesatuan gereja yang tunduk padanya, dan berpusat di Roma, bukan Yerusalem. Ketika para jemaat gereja Rasuli (Apostolic Church) menolak untuk memenuhi keinginan kaisar itu, Constantin berusaha melakukan tekanan-tekanan terhadap mereka. Tetapi setiap tekanan itu tidak mendatangkan hasil yang diharapkan. Para jemaat gereja Rasuli yang menganut faham Unitarian itu tetap menolak untuk tunduk kepada Uskup Roma.

Pertentangan semakin tajam mengenai pokok-pokok keyakinan di dalam agama Kristen. Sementara itu doktrin Trinitas telah diterima sepenuhnya oleh pihak-pihak tertentu dalam dunia Kristen. Sedangkan pihak Donatus, Melitus, terutama Arius menentang doktrin tersebut. Setelah lebi dari dua abad, doktrin itu menjadi bahan perdebatan, tidak ada pihak yang bisa memberikan penjelasan dan penafsiran yang memuaskan. Karena banyak fihak yang menentangnya, semakin banyak membutuhkan penjelasan dan difinisi dogma itu. Pihak gereja harus memberikan difinisi tentang kodrat kemanusiaan dan kodrat ketuhanan Yesus. Serta memberikan penjelasan mengenai hubungan oknum yang satu dengan oknum lainnya dalam Trinitas. Gereja harus menunjukkan difinisi yang akurat mengenai hubungan ketuhanan Yesus dengan perawan Maria, ibunya. Karena setiap orang Kristen selalu dihadapkan pada sekian banyak problem dogma Trinitas, maka surat pertanyaan yang dikirim kepada pihak Paus di Roma semakin menggunung.

Surat jawaban dari Paus ternyata tidak bisa memberikan kepuasan bagi semua pihak. Arius tampil mengajukan tantangannya kepada pihak Paus untuk memberikan difinisi yang logis dan rasional mengenai doktrin Trinitas. Arius sendiri memberikan penjelasan sebagai berikut :
?Jika Yesus itu sebagai anak Tuhan, berarti Bapa (Allah) harus ada terlebih dahulu dari pada Yesus. Justru sebelum ada anak (Yesus), harus ada jarak waktu. Dalam jarak waktu itu sang anak belum ada. Dengan demikian sudah pasti, bahwa anak (Yesus) itu dicipta oleh Allah dari esensi yang sebelumnya tidak ada. Oleh karena itu Yesus tidak sama dengan Bapa (Allah)?.

Kalangan gereja Trinitas merasa terjungkal. Patriarch Alexander mengundang dewan gereja untuk mempersoalkan pendapat Arius itu. Sekitar seratus uskup dari Mesir dan Libya menghadiri undangan itu untuk meminta pertanggung jawaban dari Arius. Untuk mempertahankan keyakinannya, Arius mengajukan argumentasi yang tidak bisa dibantah sebagai berikut :
?Ada suatu tempo, yang di dalam tempo waktu itu Yesus belum ada, sedang Allah bersifat Maha Dulu dan Maha Abadi. Karena Yesus adalah makhluk Allah, maka dia bersifat fana (tidak kekal), dan sudah tentu tidak memiliki sifat abadi. Karena Yesus itu makhluk, maka dia termasuk obyek bagi perubahan seperti makhluk berakal lainnya. Karena hanya Allah saja yang tidak berubah, maka Yesus bukanlah oknum Tuhan?

Disamping menggunakan logika, dia pun mengukuhkan argumentasinya dengan mengutip ayat-ayat Alkitab untuk membantah doktrin Trinistas seperti :
?Jika Yesus sendiri telah mengatakan : ?Bapa lebih besar dari pada aku? (Matius 14:28), bagaimana kita bisa percaya bahwa Allah dan Yesus itu sama?. Kepercayaan seperti itu sangat bertentangan dengan sabda Yesus sendiri di dalam kitab suci?

Pendapat Arius ini tidak bisa dibantah oleh semua uskup yang hadir pada siding itu. Tetapi Patriarch Alexander, dengan menggunakan kekuatan jabatannya, menjatuhkan vonis ?Hukuman Pengucilan Gereja? terhadap Arius.

Dalam tradisi gereja, siapa yang mendapat hokum pengucilan itu, tumpahan darahnya menjadi halal. Dan pembunuhnya akan mendapatkan surga, karena telah berjasa membasmi pembawa ajaran sesat !!. Tetapi Arius mempunyai banyak pengikut yang pengaruhnya sangat luas, dan tidak dapat dianggap enteng oleh pihak gereja Trinitas, apalagi para uskup Wilayah Timur tidak membenarkan vonis Patriarch Alexander itu.

Pertentangan masalah keyakinan ini semakin memuncak. Alexander berada pada posisi yang terjepit, bahkan sangat kecewa karena para uskup wilayah timur mendukung Arius. Terutama Eusebius Nicomedia (mati 342 M) sahabat Arius yang sangat berpengaruh di istana Constantinopel, dan Eusebius Caesarea (260 ? 340 M) memberikan dukungan yang sangat besar kepada Arius. Dua orang ini dan Arius adalah murid Lucian. Pembunuhan gelap terhadap guru mereka, membuat hubungan ketiga murid itu semakin erat.

Sampai sekarang kita bisa melihat surat Arius yang dikirim kepada Eusebius Constantinopel, setelah dia dijatuhi vonis ?hukuman pengucilan? dari Alexander. Diantara surat itu berbunyi :?Kami dihukum karena menyatakan, Yesus itu mempunyai permulaan, sedangkan Allah tidak mempunyai permulaan?

Catatan mengenai pertentangan tajam waktu itu, sangat sedikit sekali yang bisa kita jumpai. Surat-surat yang masih selamat, menunjukkan, Arius tabah mempertahankan ajaran Yesus yang murni dan yang bebas dari perubahan, dan sama sekali tidak menghendaki perpecahan dalam Kristen. Sedangkan kumpulan surat-surat Alexander memperlihatkan, penggunaan bahasa yang tidak sopan terhadap Arius dan para pendukungnya. Diantara surat-surat itu Alexander pernah menulis sebagai berikut : ?Mereka sudah dikuasai iblis yang merasuk dalam diri mereka. Mereka adalah tukang sulap dan penipu yang cerdk merayu. Mereka kelompok penyamun yang hidup dalam persembunyian, yang siang malam mengutuki Kristus?mereka mendapatkan banyak pengikut dengan memperalat wanita tunasusila?

Surat yang bernada kasar itu membangkitkan kemarahan Eusebius. Beliau mengundang uskup-uskup wilayah timur untuk menjelaskan duduk persoalannya. Pertemuan para uskup itu menghasilkan keputusan untuk mengirim surat pada seluruh uskup wilayah timur dan barat, agar mendesak Patrirrch Alexander untuk mencabut hukuman yang dijatuhkan kepada Arius. Alexander mau mencabut vonisnya, asalkan Arius mau tunduk kepadanya. Syarat itu ditolak oleh Arius, dan ia pergi ke Palestina untuk membina jemaat Kristen di tempat iru. Alexander mengirimkan surat kecaman terhadap Arius dan Eusebius kepada seluruh pelayan-pelayan gereja Katolik. Alexander menuduh, Eusebius mendukung Arius bukan karena keyakinan yang dianut oleh Arius, melainkan disebabkan oleh kepentingan ambisius.

Kaisar Constantin melihat situasi dalam Kristen semakin memburuk. Dia terpaksa turun tangan dengan mengirimkan surat kepada kedua pihak. Kaisar itu sangat mengharapkan kesatuan pendapat dalam agama. Karena hal itu akan menjamin stabilitas daerah yang dikuasainya. Dia meminta keduanya melupakan masalah yang dipertentangkan.

Sementara itu terjadi persengketaan antara Constantin dengan saudara iparnya, Lucianus, yang menguasai wilayah Tracia. Dalam pertempuran tahun 324 M. Lucianus tewas. Karena dia termasuk pendukung Arius, kematiannya mengakibatkan posisi Arius mengalami kemunduran. Sekalipun Constantin memenangkan peperangan, tetapi dia tidak mampu membendung kerusuhan yang melanda beberapa wilayah Romawi. Kaisar tidak mempunyai jalan lain, kecuali dengan cara mengundang seluruh uskup untuk menyelesaikan persoalan rumit itu. Posisi dirinya yang masih menganut faham Paganisme, bisa menguntungkan dia, karena tidak termasuk pengikut salah satu sekte Kristen, dan bisa menjadi pemimpin sidang dan penengah yang tidak memihak. Constantin direstui oleh para uskup untuk menjadi pemimpin sidang, karena tidak ada pihak yang menyetujui sekte lain memimpin sidang itu. Sidang para uskup tahun 325 Masehi yang dipimpin oleh Constantin itu terkenal dengan sebutan Konsili Nicea.

Anggota siding gereja sedunia yang pertama kali kebanyakan terdiri dari para uskup yang masih lugu, jujur dan berpegang teguh pada keyakinan yang dianutnya. Di saat itulah secara mendadak mereka harus berhadapan dengan tokoh-tokoh yang menguasai filsafat Yunani. Sehingga mereka tidak bisa memahami ungkapan-ungkapan filosofis yang didengarnya. Sebaliknya, mereka kehilangan kemampuan untuk mengungkapkan pendapatnya, apalagi harus menghadapi argumentasi pihak lain yang berdasarkan logika. Oleh karena itu, mereka harus memilih salah satu dari dua pilihan, bertahan pada keyakinannya secara diam-diam, atau menyetujui apa saja yang diputuskan oleh pemimpin siding.

Wakil-wakil dari pihak gereja Paulus (Trinitas) yang mempertahankan Tiga Oknum, ternyata mereka mampu menunjukkan Dua Oknum, yakni Bapa Allah dan Anak (Yesus). Mereka tidak berdaya untuk mencari dalil dari Alkitab bahwa Roh Kudus itu adalah salah satu dari oknum Tuhan.

Para uskup murid Lucian seperti Arius, dengan mudah menyudutkan pihak gereja Paulus dari masalah satu ke persoalan yang lain dalam Trinitas. Pihak Unitarian mengakui, di dalam Alkitab, Yesus memanggil Allah dengan kata ?Bapa? dan menyebut dirinya dengan kata ?Anak?, tetapi mereka menunjukkan kepada lawannya mengenai sabda Yesus yang berbunyi : ?Dan janganlah kamu memanggil Bapa kepada seorang pun di dunia ini, karena satu saja Bapa kamu, yaitu yang ada di Sorga? (Matius 23:9)
Dengan demikian oknum anak itu bukan hanya satu, bukan Yesus saja, melainkan berjuta-juta manusia!!.

Pihak Trinitian tidak mampu mematahkan argumentasi pihak Unitarian, sebab kepercayaan terhadap doktrin Trinitas yang diyakini oleh mereka tidak berdasarkan pada kitab Injil. Dengan susah payah mereka berusaha ingin membuktikan bahwa Bibel telah menyatakan ?Yesus itu bayangan Allah yang Maha Benar?. Pihak Unitarian menjawab : ?Kita sebagai manusia adalah bayangan dan kemegahan Tuhan. Jika dikatakan bahwa bayangan Allah adalah Tuhan, berarti seluruh manusia itu adalah Tuhan !!!?

Perdebatan dalam siding semakin meruncing, dan semua pihak merasa pesimis terhadap hasil siding itu. Pada akhirnya masing-masing pihak saling mengharapkan dukungan kaisar yang memegang keputusan akhir. Constantia adik kaisar Constantin adalah penganut faham Unitarian, memberitahu Eusebius Nicodemia bahwa kaisar ingin mempersatukan gereja. Karena perpecahan akan membahayakan kekaisaran. Jika tidak tercapai persetujuan dan kesamaan keyakinan, mungkin kaisar akan kehilangan kesabaran dan menarik bantuannya kepada gereja, yang akan mengakibatkan keadaan Kristen lebih memprihatinkan dari pada sebelumnya.

Eusebius berunding dengan Arius bersama sahabat lainnya, dan mengambil kebulatan tekad untuk mempertahankan keyakinannya, serta menolak doktrik Trinitas yang mungkin akan mendapatkan suara mayoritas dalam Konsili Nicea itu.

Dukungan Constantin terhadap gereja Paulus akan menambah kekuasaan gereja, dan akan mampu mengakhiri gereja rasuli (Unitarian) di Afrika Utara dengan segala bentuk kekerasan. Untuk mendapatkan dukungan itu, gereja Paulus menyetujui perubahan-perubahan pada agama Kristen. Karena pemujaan kepada Dewa Matahari sudah menjadi tradisi bangsa Romawi pada waktu itu, dan kaisarnya dipandang sebagai perwujudan dari dewa matahari, maka gereja Paulus menyusun rumusan sebagai berikut:

1. Hari Minggu (hari Dewa Matahari) bangsa Romawi dijadikan hari Sabat bagi agama Kristen.
2. Hari kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember dijadikan hari kelahiran Yesus.
3. Lambang Dewa Matahari, Salib Sinar, dijadikan lambing agama Kristen.
4. Untuk menyatukan upacara ritual bagi Dewa Matahari dan Yesus, patung Dewa Matahari pada salib diganti dengan patung Yesus.

Kaisar merasa puas, karena jurang perbedaan antara agama Kristen dengan agama Pagan yang dianut oleh bangsa Romawi bisa diakhiri. Akhirnya Trinitas itu diterima dengan suara terbanyak sebagai keyakinan resmi dalam agama Kristen. Pengertian Keesaan Tuhan dalam bahasa Yesus telah berubah maknanya setelah disalin dalam bahasa filsafat Neo-Platonisme yang dikenal dengan Mystic Trinity. Setelah perubahan pengertian keesaan Tuhan diterima oleh suara terbanyak, langkah perumusan ajaran Kristen lkainnya semakin jauh menyimpang dari ajaran Yesus. Rumusan Credo Nicea yang dikenal sampai saat ini adalah rumusan yang ditanda tangani oleh peserta konsili itu, dengan mendapatkan dukungan kaisar Constantin.

Karena pihak Arius tidak mau mengakui keputusan konsili itu, maka diumumkan Anathema (kutukan) terhadap ajaran Arius, sebagai berikut :
?Bagi orang yang berkata : ?Ada jarak waktu dimana Yesus belum ada. Sebelum dilahirkan, Yesus tidak ada. Yesus diciptakan dari ynag tidak ada. Anak (Yesus) berbeda zatnya dengan Allah. Yesus adalah obyek perubahan?, maka Gereja Katolik menjatuhkan kutukan?

Setelah peserta konsili pulang ke daerahnya masing-masing, mereka terlibat kembali dalam perdebatan mengenai keputusan konsili itu. Pengikut Unitarian yang selalu menentang keputusan konsili itu ditangkapi, dan yang tak mau taubat untuk menerima doktrin Trinitas dijebloskan dan disiksa di penjara bawah tanah!!. Arius sendiri sejak tahun 325 M, telah dimasukkan ke dalam penjara bawah tabah di pulau kecil sekitar selat Bosporus. Walaupun begitu, perdebatan semakin meruncing di wilayah kekuasaan Romawi. Hanya Athanasius yang masih mematuhi keputusan tersebut, sedangkan para pendukungnya sendiri diliputi kebingungan menghadapi berbagai tantangan.

Sabinas uskup tertua di Thracia mengatakan, yang hadir dalam konsili Nicea itu adalah orang dungu yang bodoh. Keputusan Konsili itu hanya disahkan oleh orang-orang tolol yang tidak memiliki pengetahuan dalam masalah itu. Setelah konsili selesai, Patriarch Alexander mati tahun 328 M. Terjadilah perebutan jabatan keuskupan Iskandariah. Athanasius dipilih dan ditasbihkan menjadi uskup di daerah itu. Pemilihan itu menimbulkan kecaman keras, karena dilakukan dengan intimidasi dan tindakan kekerasan lainnya. Pengikut Arius mengadakan perlawanan terhadap Athanasius.

Cosntantina, saudara kaisar Constantin, menentang pembunuhan terhadap orang Kristen Unitarian, terutama menentang pembuangan Eusebius Nicomedia. Dia tetap mempertahankan bahwa Arius adalah pemimpin agama Kristen yang benar. Alkhirnya, Constantina berhasil membebaskan Eusebius agar kembali ke istana. Kembalinya Eusebius ini merupakan pukulan telak bagi kelompok Athanasius. Constantin semakin condong kepada Arius. Ketika mendapat laporan tentang kecaman masyarakat Kristen atas pemilihan Athanasius, dia memanggil uskup itu agar datang ke Constantinopel. Dengan berbagai alas an Athanasius tidak mau datang memenuhi panggilan itu. Pada tahun 335 M, ketika dilangsungkan konsili di kota Tyre untuk memperingati tiga puluh tahun pemerintahan kaisar Constantin, Athanasius diwajibkan untuk menghadirinya. Dalam konsili itu, dia dituduh telah melakukan kelaliman di wilayah keuskupannya. Karena suasana siding saat itu menyudutkan dirinya, maka dia segera keluar sebelum konsili menjatuhkan hukuman kutukan kepada dirinya. Para uskup kemudia melanjutkan siding di Yerusalem dan mengukuhkan kutukan terhadap Athanasius, serta menerima Arius kembali ke pangkuan gereja.

Constantin mengundang Arius dan Eusebius ke Constantinopel. Perdamaian antara Arius dan kaisar terjalin baik, dan para uskup menjatuhkan kutukan kepada Athanasius.

Arius diangkat menjadi Patriarch Constantinopel, tetapi jabatan itu tidak berlangsung lama, dia wafat secara mendadak pada tahun 336 M, karena makanannya diberi racun. Pihak gereja menganggapnya suatu keajaiban, tetapi pihak istana mencurigai peristiwa itu. Kaisar membentuk komisi untuk menyelidikinya. Athanasius terbukti sebagai otak pembunuhan tersebut dan dijatuhi kutukan !!.

Constantin yang perasaannya sangat terguncang atas kematian Arius itu, dibawah bimbingan Constantina, akhirnya dia memeluk agama Kristen Unitarian, dan dibaptis oleh Eusebius Nicomedia. Pada tahun 377 M, kaisar Romawi itu meninggal dunia dengan membawa keyakinan bahwa Allah satu-satunya Tuhan, dan Yesus adalah manusia biasa utusan Allah.

Arius memiliki peranan penting dalam sejarah Kristen. Bukan hanya karena jasanya yang berhasil menarik kaisar Constantin memeluk agama Kristen, tetapi juga karena mewakili orang-orang yang tabah mempertahankan ajaran Yesus yang murni. Di saat itu ajaran Yesus tercampu aduk dengan kepercayaan-kepercayaan pagan dan politeisme, sehingga ajaran Kristen yang asli dan yang palsu semakin kabur. Maka Arius dengan segala keberaniannya dan ketabahan hatinya, tampil mempertahankan kemurnian ajaran Yesus.

Pada hakikatnya agama samawi telah mengajarkan keesaan Tuhan. Tetapi perkembangan berikutnya telah menyeret pengikutnya ke dalam kemerosotan Tauhid yang mengakibatkan mereka melanggar batas-batas agama. Kondisi keimanan mereka semakin memburuk, yang pada akhirnya mereka terperosok dalam keyakinan Politeisme.

Kisah tersebut diatas semakin meyakinkan kita bahwa ajaran Islamlah yang tetap memegang teguh agama Tauhid, tiada Tuhan selain Allah yang layak disembah adapun Nabi-nabi mulai dari Adam?.Ibrahim ..Nuh Isa dan Muhammad adalah utusannya!!. Mereka diutus untuk menyampaikan risalahnya kepada umat manusia, agar manusia mengenal jalan lebar dan lurus yang ditunjukkanNya agar umat manusia mempunyai bekal yang cukup untuk kembali kepadaNya bila saatnya telah tiba. !!

The Quran - www.SearchTruth.com


Quran: Color: Transliteration of Quran.
  سورة الفاتحة  
Sura #1 | Makkah

Al-Fatiha | 7 verses
The Opening

(1) بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
(1) Bismi Allāhi Ar-Raĥmāni Ar-Raĥīmi
 
(2) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
(2) Al-Ĥamdu Lillāhi Rabbi Al-`Ālamīna
 
(3) الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
(3) Ar-Raĥmāni Ar-Raĥīmi
 
(4) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
(4) Māliki Yawmi Ad-Dīni
 
(5) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
(5) 'Īyāka Na`budu Wa 'Īyāka Nasta`īnu
 
(6) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
(6) Ahdinā Aş-Şirāţa Al-Mustaqīma
 
(7) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
(7) Şirāţa Al-Ladhīna 'An`amta `Alayhim Ghayri Al-Maghđūbi `Alayhim Wa Lā Ađ-Đāllīna
 

Developed by www.SearchTruth.com





Important Note:
1- SearchTruth.com is providing the Highly Accurate Verified Precise Quran Arabic Text Alhumdulillah but if you see any mistake or have any suggestion then please let us know and we will fix it, InshaAllah.
2- Lot of Islamic Softwares are available FREE for your Computer and Mobile Phone at www.SearchTruth.com website.


03.37


Bangsa manakah di dunia ini yang paling berpengalaman menerima sumpah serapah, kutukan, serta laknat? Dalam sejarah dan peradaban modern kehidupan manusia, kita menduga itu adalah BANGSA ISRAEL.

Tetapi ternyata, jauh sebelum kosakata modernitas muncul, yakni sejak kitab-kitab suci diturunkan ke bentangan alam semesta, alias sejak ribuan tahun yang lalu, bangsa yang "memproduksi" banyak nabi dan rasul itu bahkan sudah menjadi "bahan" kutukan berantai, turun-temurun, entah sampai kapan.

Mereka dikutuk karena kelakuan yang durjana, kebiadaban yang tak terukur, hingga kenekatan mereka menyembelih nabi Allah. Bahkan, untuk urusan sembelih-menyembelih, bangsa Israel memiliki pengalaman yang luar biasa menakjubkan. Jika dalam bentangan kurun waktu puluhan tahun belakangan muncul jagal-jagal kemanusiaan kelas dunia, hampir sebagian besar dari bumi Israellah asal mereka.

Ingat Ariel Sharon? Dia salah satunya. Arsitek kekejaman lembah Shabra dan Shatilla, Lebanon Selatan, puluhan tahun lalu. Begitu kejamnya, Sharon pernah menyandang julukan yang membuat dingin dan gemetar semua tengkuk anak cucu Adam. Ia menyandang julukan yang hanya biasa dipakai di dunia hitam, seperti "Jenderal Haus Darah", "Awan Kelabu Bagi Timur Tengah", "Tokoh Zionis Berdarah Panas", dan "Kreator Ladang Pembantaian."

Julukan-julukan yang bukan semata isapan jempol. Pembantaian sadis, 16 September 1982 itu, terjadi di kamp pengungsi. Bulan Sabit Merah mencatat lebih dari 2.000 Muslim, kebanyakan wanita dan anak-anak, tewas mengenaskan. Sharon, tentu bukan satu-satunya jagal haus darah dari Israel. Karena tabiatnya yang ceroboh, berkepala batu, berlebihan, melampaui batas, mempermainkan firman Tuhan, menistakan para utusan-Nya, hingga kini bangsa Israel selalu menjadi bahan kutukan alam semesta.


Bahkan, meski dinilai secara politik sudah didesak agar bergerak ke tengah, Ehud Olmert juga pernah digadang-gadang sebagai tukang jagal baru, menyusul terjadinya pengeboman di Kota Qana yang menewaskan 56 orang, 37 di antaranya anak-anak dan wanita. Kekerasan nyaris selalu menyertai Israel sejak era David Ben Gurion, Moshe Sha-reet, Levi Eshkol, Yigal Allon, Golda Meir, Yitzhak Rabin, Menachem Begin, Yitzhak Shamir, Shimon Perez, Benyamin Netanyahu. Ehud Barak, Ariel Sharon, serta Ehud Olmert.

Bahkan, sejak lahirnya partai Mapai hingga munculnya kekuatan gabungan beberapa partai, dan terutama sejak menancapnya kepala batu partai Likud dan bergesernya garis perjuangan partai Buruh serta menyempalnya partai Yisrael Baytenu, lalu lahirnya si bungsu partai Kadima. Tak ada pergerakan yang tidak menyebar maut. Di belantara perpolitikan mereka, maut setiap saat mengepakkan sayapnya di atas kepala siapa saja.

Yang paling mutakhir adalah tindak kekerasan serta kebiadaban tentara mereka saat memperlakukan lebih dari 600 aktivis kamanusiaan di atas kapal berbendera Turki, "Mavi Marmara". Kapal yang, antara lain mengangkut tak kurang dari 12 aktivis kamanusiaan berkewarganegaraan Indonesia (WNI) itu untuk menyalurkan bantuan ke kawasan Gaza Palestina, menjadi bulan-bulanan kekerasan Si Yahudi. Tak peduli, kapal masih berada di perairan internasional, bukan dalam yurisdiksi Israel.

Maka, tumpahlah sumpah serapah, laknat, serta kutukan yang sekali lagi dialamatkan kepada mereka karena kegemaran mereka akan tindak kekerasan. Termasuk, dari Pemerintah Indonesia, yang mohon maaf, untuk kesekian kalinya hanya bisa mengutuk dan mengutuk. Tindakan yangjuga dilakukan bangsa dan negara lain. Bahkan, karena kesal tak menemukanalternatif paling meyakinkan, kita kadang terjebak untuk mengutuk diri sendiri setelah mengutuk Israel yang tak mempan dikutuk.

Dalam Alquran dijelaskan bahwa di antara semua Nabi Bani Israel, adalah Nabi Daud AS dan Nabi Isa AS yang tergolong paling menderita di tangan orang-orang Yahudi. Penganiayaan orang-orang Yahudi terhadap Nabi Isa AS mencapai puncaknya ketika terjadi aksi penyaliban yang akhirnya Nabi Isa AS di selamatkann oleh Allah Swt. Penderitaan yang sama menyedihkannya juga dialami oleh Nabi Daud AS karena mereka tidak tahu berterima kasih. Simaklah, hal itu akan terpantul di dalam maz-murnya yang sangat menyayat hati.

Dengan penuh kepedihan. Nabi Daud dan Nabi Isa mengutuk mereka. KUTUKAN Nabi Daud mengakibatkan orang-orang Bani Israel dihukum Nebukadnezar, yang menghancurleburkan Yerussalem dan membawa bangsa Israel sebagai tawanan pada 556 SM.

Dan, akibat KUTUKAN Nabi Isa, Israel diluluhlan-takkan oleh Titus, yang menaklukkan Yerusalem sekitar tahun 70 Masehi, dan menodai rumah ibadah dengan menyembelih babi, binatang yang sangat dibenci oleh orang-orang Yahudi, di dalamnya.

Bahkan, dari sebanyak 32 buah pecahan istilah "la'nat/kutuk" dalam Alquran, yang pertama-tama menjadi objek kutukan atau pelaknatan adalah BANGSA ISRAEL. Kitab Al-Mujamum Mufahros LiAlfaadzil Quran, menyebut ayat (78) surah Al-Maidah yang berbunyi luinalladzinna kafaruu min banli israel..."-"Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israel."

Dan kutukan lewat Nabi Daud AS itu, antara lain dapat ditemukan dalam Mazmur 53-78 dan 109, sementara kutukan Lewat Lisan Nabi Isa dapat ditemukan di banyak tempat dalam kitab Perjanjian Baru.

Petikan ayat dalam surah Al-Maidah tersebut menunjukkan betapa Bangsa Israel memang sudah menjadi bahan cercaan, kutukan, dan lak-natan sejak dahulu kala, jauh sebelum lahirnya peradaban modern. Mereka juga termasuk bangsa yang paling sering "berhubungan" dengan Tuhan, bukan apa-apa, tapi karena suka menumpahkan darah dan merusak tatanan kehidupan serta penista-an terhadap kesucian firman-Nya. Bukti lainnya, adalah bahwa tidak ada satu pun ayat dalam Alquran yang secara denotatif menyebut bangsa yang dikutuk selain nama "ISRAEL".

Bahkan, tak kurang dari sebanyak 43 kali nama Israel juga disebut-sebut dalam Alquran. Alangkah seringnya. Diawali dengan ayat (40) surah Al Baqarah. ketika Allah mengingatkan Bani Israel agar menyukuri nikmat-Nya karena kelebihan yang mereka miliki, hingga yang terakhir di ayat (14) surah As-Shaff, yang menjelaskan betapa bangsa tersebut telah menjelma sebagi kelompok pengkhianat. Bani Israel pulalah yang berkali-kali mengikat perjanjian dengan Tuhan, tetapi setiap kali berikrar setiap kali itu pula mereka mengkhianatmya.

Di era modern, semuanya berawal dari tahun 1917, ketika Menlu Inggris. Arthur J Balfour, menerbitkan Deklarasi Balfour yang menyatakanperlunya dibentuk negara sendiri untuk kaum Yahudi di Palestina. Maka sejak 1929, mulailah serangkaian pemberontakan dilancarkan oleh orang-orang Palestina, menentang berdinnnya negara Yahudi itu. Bahkan, November tahun 1947. Majelis Umum PBB memutuskan untuk membagi Palestina menjadi dua bagian Yahudi dan Palestina.

Israel menerima keputusan tersebut, tetapi Palestina dan negara-negara Arab menolak keras. Karena dasar itulah, pada 1948. David Ben Gurion memproklamasikan negeri zion itu. Maka, jalin kelindan peristiwa terus memakan korban, hingga akhirnya semua mata kembali terbelalak ketika kapal "Mavi Marmara" dikangkangi Israel. Turki, satu-satunya kawan terdekat di kawasan, marah besar kepada Israel. Kalau Turki saja bisa, kenapa Indonesia yang mengaku karib dekat Amerika Serikat, tidak menyeret Israel ke Mahkamah Internasional? Bukankah ada WNI yang dinistakan di Mavi Marmara?

Dalam Alquran sedikitnya disebutkan 22 sifat buruk bangsa Yahudi “Israel”, yakni :    
  1. Keras hati dan dzalim (Al-Baqarah:75,91,93,120,145,170; An-Nisa:160; Al-Maidah:41)
  2. Kebanyakan fasik dan sedikit beriman kepada Allah SWT (Ali Imran:110; An-Nisa:55)
  3. Musuh yang paling bahaya bagi orang-orang Islam (Al-Maidah:82)
  4. Amat mengetahui kekuatan dan kelemahan orang-orang Islam seperti mereka mengenal anak mereka sendiri (Al-An’am:20)
  5. Mengubah dan memutarbalikkan kebenaran (Al-Baqarah:75,91,101,140,145,211; Ali Imron:71,78; An-Nisa:46; Al-Maidah:41)
  6. Menyembunyikan bukti kebenaran (Al-Baqarah:76,101,120,146; Ali Imron:71)
  7. Hanya menerima perkara-perkara atau kebenaran yang dapat memenuhi cita rasa atau nafsu mereka (Al-Baqarah:87,101,120,146; Al-Maidah:41)
  8. Ingkar dan tidak dapat menerima keterangan dan kebenaran AlQuran (Al-Baqarah:91,99; Ali Imron:70)
  9. Memekakkan telinga kepada seruan kebenaran, membisukan diri untuk mengucapkan perkara yang benar, membutakan mata terhadap bukti kebenaran dan tidak menggunakan akal untuk menimbangkan kebenaran (Al-Baqarah:171)
  10. Mencampuradukkan yang benar dan yang salah, yang hak dan yang batil (Ali Imran:71)
  11. Berpura-pura mendukung orang Islam tetapi apabila ada di belakang orang-orang Islam, mereka mengutuk dengan sekeras-kerasnya (Al-Baqarah:76; Ali Imran:72,119)
  12. Hati meraka sudah tertutup akan Islam karena dilaknat oleh Allah SWT yang disebabkan oleh kekufuran mereka sendiri (Al-Baqarah:88,120,145,146)
  13. Kuat berpegang pada rasa kebangsaan mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah bangsa yang istimewa yang dipilih oleh Tuhan dan menyakini agama yang selain daripada Yahudi adalah salah (Al-Baqarah:94,111,113,120,135,145; Al-Maidah:18)
  14. Tidak akan ada kebaikan untuk seluruh manusia jika mereka memimpin (An-Nisa:53)
  15. Tidak suka, dengki, iri hati terhadap orang-orang Islam (Al-Baqarah:90,105,109,120)
  16. Mencintai kemewahan dan kehidupan dunia, bersifat tamak dan rakus, menginginkan umur yang panjang dan mengejar kesenangan serta takut akan kematian (Al-Baqarah:90,95,96,212)
  17. Berkata bohong, mengingkari janji dan melampaui batas (Al-Baqarah:100,246,249 Ali Imran:183,184; An-Nisa:46)
  18. Berlindung di balik mulut yang manis dan perkataan yang baik (Al-Baqarah:204,246; Ali Imron:72; An-Nisa:46)
  19. Mengada-ada perkara-perkara dusta dan suka kepada perkara-perkara dusta (Ali Imran:24,94,183,184; Al-Maidah:41)
  20. Berlaku sombong dan memandang rendah terhadap orang-orang Islam (Al-Baqarah:206,212,247)
  21. Tidak amanah dan memakan hak orang lain dengan cara yang salah (Ali Imran:75,76; At-Taubah:34)
  22. Selalu melakukan kerusakan dan menganjurkan peperangan (Ali Imran:64)(ram)


Semoga bermanfaat bagi kita semua manusia yang berhati CINTA DAMAI

03.07

Kamis, 05 April 2012, 18:36 WIB

Hugh Lloyd Roydon Elliott: Orisinalitas Alquran Mantapkan Imanku  (3-habis)

REPUBLIKA.CO.ID, Kesempurnaan Alquran memantapkan hati Hugh. Tanpa merasa perlu menghabiskan isi Alquran, ia meyakini kebenaran Islam dalam separuh bagian yang telah dibacanya. Ia segera mencari tahu tentang syahadat dari...



Kamis, 05 April 2012, 18:16 WIB

Hugh Lloyd Roydon Elliott: Orisinalitas Alquran Mantapkan Imanku  (2)

REPUBLIKA.CO.ID, Dalam sebuah kesempatan, ayah Indah mendapati Hugh sedang mengamati putrinya shalat. Ia lalu menawarkan diri untuk menjelaskan beberapa hal tentang Islam, yang diterima Hugh dengan senang hati."Ia menjelaskan...



Kamis, 05 April 2012, 18:00 WIB

Hugh Lloyd Roydon Elliott: Orisinalitas Alquran Mantapkan Imanku  (1)

REPUBLIKA.CO.ID, “Semua berawal saat aku berusia 17 tahun,” pria asal Australia itu mengawali ceritanya. Ditemui di sebuah rumah makan franchise di kawasan Pondok Cabe Tangerang, Hugh Lloyd Roydon Elliott...



Senin, 02 April 2012, 16:22 WIB

Alhamdulillah, Profesor Asal Inggris Ucapkan Syahadat

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Penggambaran negatif media barat terhadap Islam dan Muslim telah mendorong seorang profesor bahasa Inggris asal Kanada untuk mempelajari Islam dan Alquran. Selanjutnya, dorongan itu pula yang...



Jumat, 30 Maret 2012, 06:45 WIB

Abdul-Rahman: Keajaiban Alquran Menuntunku pada Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Abdul-Rahman adalah lelaki muda asal Amerika yang masuk Islam saat masih kecil. Dia tahu dan yakin akan Islam pada usia 12 tahun dan menjadi Muslim setelah membaca autobiografi...



Kamis, 29 Maret 2012, 10:51 WIB

Subhanallah,  Pria Yahudi Ini Mengislamkan Jutaan Orang

REPUBLIKA.CO.ID, Jad adalah seorang pria keturunan Yahudi. Di pertengahan hidupnya, ia memeluk agama Islam. Setelah bersyahadat, ia mengubah namanya menjadi Jadullah Al-Qur'ani.  Jad pun memutuskan hidupnya untuk berkhidmat dalam...



Senin, 26 Maret 2012, 12:10 WIB

Tayyibah Taylor, Kisah Sukses Mualaf Amerika (bag 3-habis)

REPUBLIKA.CO.ID, Majalah Azizah
Sejak itu, orang tua Taylor melihat perubahan dalam dirinya. Pada awalnya Taylor berpikir orang tuanya akan sedih karena ia tidak memilih agama orang tuanya. Tetapi nyatanya, orang...



Senin, 26 Maret 2012, 12:00 WIB

Tayyibah Taylor, Kisah Sukses Mualaf Amerika (bag 2)

REPUBLIKA.CO.ID, Masuk Universitas
Namun demikian, ketika ia masuk Universitas Toronto dan sedang melakukan percobaan kromatologi di laboratorium mikrobiologi, Taylor melihat partikel klorofil di daun dan sesaat ia berpikir pasti ada...



Senin, 26 Maret 2012, 11:41 WIB

Tayyibah Taylor, Kisah Sukses Mualaf Amerika (bag 1)

REPUBLIKA.CO.ID, Tayyibah Taylor dilahirkan di Trinidad, Karibia. Ketika ia berusia tujuh tahun, ayahnya dipindahkan ke Texaco, Kanada sehingga keluarga pun diboyong kesana. Taylor pun dibesarkan di Toronto dan dididik...



Selasa, 20 Maret 2012, 23:59 WIB

Mualaf Aishah Schwartz, Pembela Hak-Hak Muslimah (2-habis)

REPUBLIKA.CO.ID, Schwartz terus maju dalam memperjuangkan hak-hak Muslimah. Pada 2006, dia mendirikan lembaga Muslimah Writers Alliance (MWA). Lembaga sosial yang berpusat di Washington DC ini secara proaktif mengawasi  penyusunan...

01.52

Islam dan Teori Bumi Bundar

Sabtu, 24 Maret 2012, 06:19 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Heri Ruslan
Bumi serta segala isinya merupakan bidang kajian yang menarik perhatian para ilmuwan Islam di era keemasan. Peradaban Islam terbukti lebih awal menguasai ilmu bumi dibandingkan masyarakat Barat. Ketika Eropa terkungkung dalam 'kegelapan' dan masih meyakini bahwa bumi itu datar, para sarjana Muslim pada abad ke-9 M telah menyatakan bahwa bumi bundar seperti bola.

Wacana bentuk bumi bundar baru berkembang di Barat pada abad ke-16 M. Adalah Nicoulas Copernicus yang mencetuskannya. Di tengah kekuasaan Gereja yang dominan, Copernicus yang lahir di Polandia melawan arus dengan menyatakan bahwa seluruh alam semesta merupakan bola. Sejarah Barat kemudian mengklaim bahwa Copernicus-lah ilmuwan pertama yang menggulirkan terori bumi bulat.

Klaim Barat selama berabad-abad itu akhirnya telah terpatahkan. Sejarah kemudian mencatat bahwa para sarjana Islam-lah yang mencetuskan teori bentuk bumi itu. Para sejarawan bahkan memiliki bukti bahwa Copernicus banyak terpengaruh oleh hasil pemikiran ilmuwan Islam. Para sejarawan  sains sejak tahun 1950-an mengkaji hubungan Copernicus dengan pemikiran ilmuwan Muslim dari abad ke-11 hingga 15 M.

Hasil penelitian yang dilakukan  Edward S Kennedy dari  American University of Beirut  menemukan adanya kesamaan antara matematika yang digunakan Copernicus untuk mengembangkan teorinya dengan matematika yang digunakan para astronom Islam –dua atau tiga abad sebelumnya. Copernicus ternyata banyak terpengaruh oleh astronom Muslim seperti  Ibn al-Shatir (wafat 1375), Mu'ayyad al-Din al-'Urdi (wafat 1266) dan Nasir al-Din al-Tusi (wafat 1274).

Seperti halnya peradaban Barat, masyarakat Cina yang lebih dulu mencapai kejayaan dibandingkan dunia Islam pada awalnya meyakini bahwa bumi itu datar dan kotak. Orang Cina baru mengubah keyakinannya tentang bentuk bumi pada abad ke-17 M – setelah berakhirnya era kekuasaan Dinasti Ming.  Sejak abad itulah, melalui risalah yang ditulis  Xiong Ming-yu berjudul Ge Chi Cao wacana bentuk bumi  bundar seperti bola mulai berkembang di Negeri Tirai Bambu.

                                                                        ***

Beberapa abad sebelum dua peradaban besar itu mulai mengakui bahwa bentuk  bumi bundar, dunia Islam telah membuktikannya. Di bawah kepemimpinan Khalifah Al-Ma'mun, pada tahun 830 M,  Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi beserta para astronom lainnya telah membuat peta globe pertama. Tak hanya itu, para sarjana Muslim di era itu juga mampu mengukur volume dan keliling bumi.

Saat itu, para astronom Muslim menyatakan bahwa keliling bumi mencapai  24 ribu mil atau  38,6 ribu kilometer. Perhitungan yang dilakukan pada abad ke-9 itu hampir akurat. Sebab, hanya berbeda 3,6 persen dari perkiraan yang dilakukan para ilmuwan di era modern. Sebuah pencapaian yang terbilang luar biasa dan mungkin belum terpikirkan oleh peradaban Barat pada masa itu.

Atas permintaan Khalifah Abbasiyah ketujuh itu, para astronom Muslim sukses mengukur jarak antara Tadmur (Palmyra) hingga Al-Raqqah di Suriah.  Para sarjana Muslim itu menemukan fakta bahwa kedua kota itu ternyata hanya terpisahkan oleh satu derajat garis lintang dan jarak kedua kota itu mencapai 66 2/3 mil.

                                                                        ***

Pada abad ke-10 M, ilmuwan Muslim bernama Abu Raihan Al-Biruni (973-1048) juga mengukur jari-jari  bumi. Menurutnya, jari-jari bumi itu mencapai 6339,6 kilometer. Hal pengukurannya itu hanya kurang 16,8 kilometer dari nilai perkiraan ilmuwan modern. Saat itu, Al-Biruni  mengembangkan metode baru dengan menggunakan perhitungan trigonometri yang didasarkan pada sudut antara sebuah daratan dengan puncak  gunung.

Teori bentuk bumi bundar seperti bola juga dinyatakan geografer dan kartografer (pembuat peta)  Muslim dari abad ke-12 M, Abu Abdullah Muhammad Ibnu Al-Idrisi Ash-Sharif. Pada tahun 1154 M, Al-Idrisi – ilmuwan dari Cordoba --  secara gemilang sukses membuat peta bola bumi alias globe dari perak. Bola bumi yang diciptakannya itu memiliki berat sekitar 400 kilogram.

Dalam globe itu, Al-Idrisi menggambarkan enam benua dengan dilengkapi jalur perdagangan, danau, sungai, kota-kota utama, daratan serta gunung-gunung. Tak cuma itu, globe yang dibuatnya itu juga sudah memuat informasi mengenai jarak, panjang dan tinggi secara tepat. Guna melengkapi bola bumi yang dirancangnya, Al-Idrisi pun menulis buku berjudul Al- Kitab al-Rujari atau Buku Roger yang didedikasikan untuk sang raja.

                                                                        ***

Penjelajah asal Spanyol, Cristhoper Columbus pun membuktikan kebenaran teori yang diungkapkan Al-Idrisi. Berbekal peta yang dibuat Al-Idrisi, Columbus mengelilingi bumi dan menemukan Benua Amerika yang disebutnya 'New World'. Padahal, bagi para penjelajah Muslim benua itu bukanlah dunia baru, karena telah disinggahinya beberapa abad sebelum Columbus. Dalam ekspedisi yang dilakukannya itulah, Columbus meyakini bahwa bentuk bumi adalah bulat.

Secara resmi, para sarjana Muslim telah mengelaurkan kesepakatan bersama dalam bentuk ijma tentang bentuk bumi bundar. Teori bentuk bumi bulat diyakini oleh Ibnu Hazm (wafat 1069), Ibnu Al-Jawi (wafat 1200) dan Ibnu Taimiyah (wafat 1328). Penegasan ketika tokoh Islam itu untuk memperkuat hasil penelitian dan penemuan yang dicapai astronom dan matematikus Muslim.

Secara sepakat,  Abul-Hasan ibnu al-Manaadi, Abu Muhammad Ibnu Hazm, and Abul-Faraj Ibnu Al-Jawzi  telah menyatakan bahwa  bentuk bumi adalah bundar (istidaaratul-aflaak).  Ibnu Taimiyah melandaskannya pada Alquran surat Az-Zumar ayat 5. Allah SWT berfirman: "...Dia memutarkan malam atas siang dan memutarkan siang atas malam..."

Selain itu, para ulama juga berpegang pada Surat Al-Anbiyaa ayat 33. Allah SWT berfirman,” Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar (falak) di dalam garis edarnya.” Kata “falak' dalam ayat itu, menurut para ulama, berarti bundar. Ibnu Taimiyah secara tegas kemudian menyatakan bahwa bentuk bumi bulat seperti bola.

Penegasan bentuk bumi bundar juga dinyatakan  Abu Ya'la  dalam karyanya berjudul  Tabaqatal-Hanabilah. Dalam kitab itu, Abu Ya'la mengutip sebuah ijma para ulama Muslim yang  bersepakat bahwa bentuk bumi itu bundar. Ijma itu diungkapkan oleh generasi kedua – murid-murid para sahabat Nabi Muhammad SAW.

Ilmuwan terkemuka  Ibnu Khaldun (wafat 1406) dalam kitabnya yang fenomenal berjudul Muqaddimah, juga menyatakan bahwa bumi itu seperti bola. Pendapat itu diperkuat oleh  Imam Ibnu Hazm Rohimahulloh dalam al-Fishol fil Milal wan Nihal. Menurutnya,  tak ada satupun dari 'ulama kaum muslimin -- semoga Allah meridhoi mereka -- yang mengingkari bahwa Bumi itu bundar dan tidak dijumpai bantahan atau satu kalimat pun dari salah seorang dari mereka.

Dengan meyakini bahwa bentuk bumi itu bundar, para sarjana Muslim  kemudian menetapkan sebuah cara untuk menghitung jarak dan arah dari satu titik di bumi ke Makkah. Melalui cara itulah, arah kiblat ditentukan.
Redaktur: Heri Ruslan
Sumber: muslimheritage/berbagai sumber

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget