Latest Post

Gambar 1. Bagan yang menggambarkan kemiripan dalam hal penampilan  antara lintah dan embrio manusia pada fase 'alaqah.
Gambar 1. Bagan yang menggambarkan kemiripan dalam hal penampilan antara lintah dan embrio manusia pada fase 'alaqah. (Dari Human Development as Described in the Quran and Sunnah, Moore dkk. hal. 37. Digubah dari Integrated Principles of Zoology, Hickman dkk. Gambar embrio dari The Developing Human, Moore dan Persad, ed. 5, hal. 73)
Kita dapat melihat pada bagan ini bagaimana embrio pada fase  'alaqah bergantung dan menempel di dalam rahim (uterus) sang ibu.
Gambar 2. Kita dapat melihat pada bagan ini bagaimana embrio pada fase 'alaqah bergantung dan menempel di dalam rahim (uterus) sang ibu. (The Developing Human, Moore dan Persaud, ed 5, hal 66)
Gambar 3. Pada fotomikrograf ini kita dapat melihat bergantungnya  embrio (panah B) pada fase 'alaqah (sekitar umur 15 hari) di dalam rahim  sang ibu. Ukuran sebenarnya dari embrio ini adalah sekitar 0.6 mm.
Gambar 3. Pada fotomikrograf ini kita dapat melihat bergantungnya embrio (panah B) pada fase 'alaqah (sekitar umur 15 hari) di dalam rahim sang ibu. Ukuran sebenarnya dari embrio ini adalah sekitar 0.6 mm. (The Developing Human, Moore, ed. 3, hal. 66, dari Histology, Leeson dan Leeson)
Gambar 4. Bagan sistem peredaran darah primitif pada embrio dalam  fase 'alaqah. Penampilan luar dari embrio dan kantungnya mirip dengan  gumpalan darah karena adanya darah yang relatif banyak di dalam embrio.
Gambar 4. Bagan sistem peredaran darah primitif pada embrio dalam fase 'alaqah. Penampilan luar dari embrio dan kantungnya mirip dengan gumpalan darah karena adanya darah yang relatif banyak di dalam embrio. (The Developing Human, Moore, ed. 5, hal. 65)

Gambar 7. Gunung-gunung memiliki akar yang dalam di bawah permukaan  tanah. (Earth, Press dan Siever, hal. 413)
Gambar 7. Gunung-gunung memiliki akar yang dalam di bawah permukaan tanah. (Earth, Press dan Siever, hal. 413)

Gambar 8. Bagan potongan melintang. Gunung-gunung, sebagaimana  pasak, memiliki akar yang menghunjam di bawah tanah. (Anatomy of the  Earth, Cailleux, hal. 220)
Gambar 8. Bagan potongan melintang. Gunung-gunung, sebagaimana pasak, memiliki akar yang menghunjam di bawah tanah. (Anatomy of the Earth, Cailleux, hal. 220)

Sebuah buku berjudul Earth adalah buku pegangan rujukan di banyak universitas di seluruh dunia. Salah seorang pengarangnya adalah Profesor Emeritus Frank Press. Ia adalah Penasehat Ilmu Pengetahuan dari mantan Presiden Amerika Jimmy Carter dan selama 12 tahun menjadi presiden dari National Academy of Sciences, Washington, DC. Buku tersebut menyatakan bahwa gunung-gunung mempunyai akar di bawah mereka. Akar ini menghunjam dalam, sehingga seolah gunung-gunung mempunyai bentuk bagaikan pasak (lihat gambar 7 dan 8).
Beginilah Al Qur'an menjelaskan tentang gunung-gunung. Allah berfirman:
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak? (An Naba', 78: 6-7)
Ilmu bumi moderen telah membuktikan bahwa gunung-gunung memiliki akar di dalam tanah dan akar ini dapat mencapai kedalaman yang berlipat dari ketinggian mereka di atas permukaan tanah. Jadi, kata yang paling tepat untuk menggambarkan gunung-gunung berdasarkan informasi ini adalah kata "pasak" karena bagian terbesar dari sebuah pasak tersembunyi di dalam tanah. Pengetahuan semacam ini, tentang gunung-gunung yang memiliki akar yang dalam, baru diperkenalkan di paruh kedua dari abad ke-19.
Sebagaimana pasak yang digunakan untuk menahan atau mencencang sesuatu agar kokoh, gunung-gunung juga memiliki fungsi penting dalam menyetabilkan kerak bumi. Mereka mencegah goyahnya tanah. Allah berfirman:
وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. (An Nahl, 16:15)
Maha Benar Allah yang Maha Agung.

03.39
Pembantaian suku Tutsi. Tidak untuk ditiru-sumber google.
Pembantaian massal di Rwanda atau dikenal Genocide Rwanda terjadi selama 100 hari pada tahun 1994. Tragedi tersebut adalah sebuah pembantaian 800.000 suku Tutsi dan Hutu moderat oleh sekelompok ekstremis Hutu yang dikenal sebagai Interahamwe yang terjadi dalam periode 100 hari pada tahun 1994.
Pembantaian bermula pada tanggal 6 April 1994, ketika Presiden Rwanda, Juvenal Habyarimana menjadi korban penembakan saat berada di dalam pesawat terbang. Saat itu, Habyarimana yang berasal dari etnis Hutu berada dalam satu heli dengan presiden Burundi, Cyprien Ntarymira. Mereka baru saja menghadiri pertemuan di Tanzania untuk membahas masalah Burundi. Sebagian sumber menyebutkan pesawat yang digunakan bukanlah helikopter melainkan pesawat jenis jet kecil Dassault Falcon. Peristiwa penembakan keji itu diduga terjadi untuk unjuk protes terhadap rencana Presiden Habyarimana yang berencana melakukan persatuan etnis di Rwanda dan pembagian kekuasaan kepada etnis-etnis yang cukup majemuk di Rwanda. Pada tahun 1990, Habyarimana memiliki gagasan membentuk suatu pemerintahan yang melibatkan tiga etnis di Rwanda yakni Hutu (85%), Tutsi (14%) dan Twa (1%). Untuk diketahui, pada saat itu, jumlah penganut Kristen Katholik 56.5%, Protestan 37.1%, Islam 4.6%, Tidak beragama 1.7%, dan pribumi 0.1%.
Pembantaian tak berperkemanusiaan
Habyarimana mengangkat perdana menteri Agathe Uwilingiyama dari suku Tutsi. Pengangkatan pejabat pemerintah yang berasal dari suku yang berlainan ini tidak diterima oleh kelompok militan yang ingin mempertahankan sistem pemerintahan yang dimonopoli satu suku. Konsep pemerintahan power sharing yang melibatkan banyak suku ini tercantum dalam Piagam Arusha (Arusha Accord) pada tahun 1993, di mana dalam piagam itu disebut jabatan-jabatan pemerintahan Rwanda, tidak lagi 100% dimiliki oleh suku Hutu. Piagam berisi persetujuan agar suku-suku lainnya juga memiliki hak yang sama seperti suku Hutu. Militan mengangkat planning ini sebagai bentuk ancaman eksistensi suku Hutu dalam pemerintahan, walaupun Habyarimana sendiri juga berasal dari suku Hutu.
Meskipun pelaku penembakan masih simpang siur dan tidak diketahui dengan pasti, tetapi kematian Habyarimana menjadi alasan untuk memberlakukan pembunuhan massal (Genocide) terhadap etnis Tutsi secara terencana dan terorganisir oleh kumpulan militan teroris. Kumpulan militan ini bahkan membentuk Sistem Radio Genosidal yang digunakan untuk memberitahukan dimana Tutsi bersembunyi. Dalam jangka 100 hari sejak kematian Habyarimana, sekitar 800.000 atau bahkan hampir 1.000.000 warga etnis Tutsi mati secara keji dan mengerikan.
Anak-anak korban pembantaian Setelah kematian sang presiden, Pasukan khusus Pengawal Presiden yang dibantu instruktur Perancis segera melakukan aksi cepat, dan menjalin bekerja sama dengan kelompok paramiliter Rwanda, Interahamwe dan Impuzamugambi.
Penyerangan dimulai dari ibu kota Rwanda. Kemudian ketiga kelompok bersenjata itu mulai membunuh siapa saja yang mendukung piagam Arusha tanpa mempedulikan status jabatan dan sebagainya. Perdana Menteri Rwanda, yang berasal dari suku Tutsi tak lepas dari pembunuhan kelompok bersenjata. Selain dia, masih ada nama-nama dari kalangan menteri, pastor dan siapa saja yang mendukung maupun terlibat dalam negosiasi piagam Arusha, dibantai.
Sebagian besar korban dibiarkan tergeletak begitu saja dan tidak dimakamkan secara layak. Paling umum saat itu hanyalah ditimbun dengan tanah sekedarnya. Dalam memory, Pegunungan Gisozi menjadi tempat pemakaman massal. Di tempat ini diperkirakan terdapat 250.000 jasad warga tak berdosa korban konspirasi keji.
Kelompok militan yang berasal dari suku Hutu ini membunuh semua penduduk Rwanda yang berasal dari suku Tutsi, tanpa diberi hak untuk membela. Jumlah penduduk Hutu ini mayoritas dan pemeluk agama yang mayoritas saat itu adalah Kristen.

Islam di Rwanda

Pertama kali Islam dibawa masuk ke Rwanda oleh pedagang-pedagang muslim dari Pantai Timur Afrika pada kurun ke-18. Jumlah orang Islam merupakan golongan minoritas di sana sedangkan Gereja Rom Katolik yang diperkenalkan kepada orang Rwanda semasa penyerngan Orang Belgia, penjajahan dan kolonisasi, mubaligh-mubaligh Perancis pada akhir kurun ke-19 memiliki pengikut yang lebih banyak.
Add caption
Korban
Dalam sejarah Islam di Rwanda, untuk pertama kalinya Islam diberikan hak dan kebebasan yang sama sebagaimana agama Kristian. Anggaran menunjukkan bahwa terdapat jumlah orang Islam yang setara di kalangan suku Hutu dan juga suku Tutsi. Anggaran tersebut tidak dapat disahkan disebabkan ketika berlakunya pembunuhan suku, pemerintah telah melarang semua diskusi dan perbincangan mengenai etnik di Rwanda.
Pada tahun 1960, bekas menteri pemerintahan Sebazungu telah mengarahkan agar masjid orang Islam di Rwamagana dibakar. Akibat peristiwa ini, orang Islam diselubungi ketakutan dan banyak di mereka yang melarikan diri ke negara-negara teranggan. Dikatakan bahwa pihak gereja Katolik terlibat dalam peristiwa ini yang memburukkan lagi ketegangan antara orang Islam dengan orang Kristen tersebut, membuat khwatir pihak gereja di Rwanda.
Pada masa sebelum tahun 1994, umat Islam di Rwanda kurang mendapat perhatian pemerintah, sehingga tingkat pendidikan rendah, dan daya serap di dunia kerjapun kurang, yang hal ini menciptakan kondisi di mana umat Islam tidak memiliki pekerjaan layak. Status sosial yang hina tersebut dirasakan oleh umat Islam sampai terjadinya pembantaian massal pada tahun 1994. Populasi orang Islam sebelum pembunuhan suku pada tahun 1994 tersebut adalah sebanyak 4% yang luarbiasa rendah berbanding negara-negara tetangganya.

Islam setelah Pembantaian etnis

Jumlah orang Islam Rwanda meningkat selepas Pembunuhan etnik pada tahun 1994. Salah satu sebab yang mungkin ialah banyaknya orang Islam telah memberi perlindungan kepada pelarian-pelarian suku Hutu dan suku Tutsi. Beberapa sumber menjelaskan bahawa mereka memeluk Islam kerana peranan yang dimainkan oleh pemimpin-pemimpin Katolik dan Protestan dalam pembunuhan kaum tersebut. Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mencatatkan beberapa insiden pendeta-pendeta Kristen memberi restu kepada Kaum Tutsi untuk mendapatkan perlindungan di dalam gereja, kemudian menyerahkan mereka kepada kubu pembunuh Hutu. Contoh-contoh pstur-pastur Hutu yang menggalakkan jamaah mereka supaya membunuh Kaum Tutsi juga telah dicatatkan.
Laporan-laporan perseorangan oleh beberapa orang Kaum Tutsi yang memeluk Islam demi keselamatan diri karena mereka takut akan pembunuhan tindak balas yang berterusan angkara teroris suku Hutu, dan tahu bahwa orang Islam dapat melindungi mereka daripada angkara sebegitu. Begitu juga banyak suku Hutu yang memeluk Islam untuk mencari “penyucian”. Banyak warga suku Hutu melupakan masa silam mereka yang diselubungi keganasan dan tidak mau “mencemari tangan mereka dengan darah”. Terdapat sebilangan kecil contoh kurang popular yang menunjukkan suku Hutu memeluk Islam dengan harapan bahawa mereka dapat bersembunyi di kalangan masyarakat orang Islam dan dengan itu terlepas daripada tangkapan.
Kadar pertukaran agama menurun pada tahun 1997. Menurut mufti Rwanda, masyarakat Islam tidak menyaksikan sebarang peningkatan dalam pertukaran agama ke dalam Islam pada tahun 2002-2003. Agama Kristen masih lagi menjadi agama utama. Mazhab Katolik (yang tiba pada akhir kurun ke-19 bersama-sama White Father dalam Gereja Roma Katolik) masih lagi tertanam dalam budaya negara tersebut. Menurut pemimpin-pemimpin Islam Rwanda, orang Islam membentuk 14% daripada 8.2 juta orang di Rwanda, negara Afrika paling Katolik, dua kali lebih banyak berbanding sebelum pembunuhan itu bermula.
Hampir satu dekade setelah aksi pembantaian ratusan ribu etnis minoritas Tutsi oleh mayoritas Hutu itu, agama Islam justru semakin populer. Seperti ditulis surat kabar Amerika Serikat, Washington Post, Muslim saat ini meliputi 14 persen dari 8,2 juta warga Rwanda.
Genosida itu sangat melukai masyarakat Kristen Rwanda, apalagi terbukti banyak para pastor katolik dan pendeta protestan terkemuka yang terlibat dalam aksi tak berperikemanusiaan itu. Dan kini mereka harus berhadapan dengan pengadilan kejahatan hak-hak asasi manusia (HAM). Salah satunya adalah Elizaphan Ntakirutimana, kepala Gereja Advent Hari Ketujuh.
Ntakirutimana merupakan orang Hutu yang menggiring ribuan warga etnis Tutsi ke gerejanya di provinsi Kibuye dengan janji akan dilindungi keselamatannya. Tapi nyatanya sang pendeta justru menyerahkan orang-orang Tutsi itu kepada milisi Hutu yang kemudian membantai dengan sadis 7.000-an warga Tutsi itu dalam satu hari.
Pada waktu yang sama, Muslim Rwanda - yang umumnya memiliki ikatan perkawinan baik dengan warga Hutu maupun Tutsi-membuka pintu rumah mereka lebar-lebar bagi warga Tutsi yang ketakutan. Entah kenapa warga suku Hutu yang beragama Kristen itu tak berani memasuki kampung atau rumah-rumah keluarga Muslim.
Yahya Kayiranga, pemuda Tutsi yang lari bersama ibunya dari ibukota Kigali di awal pembantaian, diselamatkan dirumah keluarga Muslim di kota Gitarama. Disana ia bersembunyi sampai aksi pembantaian itu berakhir. Namun ayah dan pamannya yang tetap tinggal di Kigali, tewas dibunuh.
“Kami ditolong oleh orang yang tidak kami kenal,” kata anak muda berusia 27 tahun itu, seperti dilaporkan surat kabar Amerika lainnya, Chicago Tribune. Ia kecewa berat dengan perilaku para pastor dan pendeta yang justru ikut terlibat tindakan keji itu. Yahya pun memilih menjadi Muslim di tahun 1996.
“Saya tahu Amerika menganggap Muslim sebagai teroris. Tapi bagi kami orang Rwanda, mereka adalah pejuang pembebas selama masa pembantaian massal,” kata Jean Pierre Sagahutu (37 tahun), warga Tutsi lainnya. Ia yang dulunya Katolik ini memeluk Islam setelah ayah dan 9 anggota keluarganya dibantai oleh warga Hutu yang seagama dengannya.
“Saya ingin menyelamatkan diri ke gereja, tapi tempat itu justru sangat buruk untuk bersembunyi. Lalu sebuah keluarga Muslim membawa saya, dan menyelamatkan hidup saya.”
Sumber :

03.35
Compact Cassette, yang biasa disebut kaset, pita kaset, atau tape adalah media penyimpan data yang umumnya berupa lagu.

Berasal dari bahasa Perancis, yakni cassette yang berarti “kotak kecil”.Kaset berupa pita magnetik yang mampu merekam data dengan format suara.Dari tahun 1970 sampai 1990-an, kaset merupakan salah satu format media yang paling umum digunakan dalam industri musik.Kaset terdiri dari kumparan-kumparan kecil.Kumparan-kumparan dan bagian-bagian lainnya ini terbungkus dalam bungkus plastik berbentuk kotak kecil berbentuk persegi panjang.Di dalamnya terdapat sepasang roda putaran untuk pita magnet.Pita ini akan berputar dan menggulung ketika kaset dimainkan atau merekam.Ketika pita bergerak ke salah satu arah dan yang lainnya bergerak ke arah yang lain.Hal ini membuat kaset dapat dimainkan atau merekam di kedua sisinya.Contohnya, side A dan side B
Sejarah dan Asal Usulnya
Kaset pertama kali diperkenalkan oleh Phillips pada tahun 1963 di Eropa dan tahun 1964 di Amerika Serikat, dengan nama Compact Cassette.Kemudian kaset semakin populer di industri musik selama tahun 1970-an dan perlahan-lahan menggeser piringan hitam.Produksi besar kaset diawali pada tahun 1964 di Hanover, Jerman.Pada awalnya, kualitas suara pada kaset ini tidak terlalu bagus untuk musik.Bahkan beberapa model awal tidak memiliki rancangan mesin yang baik.Pada tahun 1971, The Advant Corporation memperkenalkan model terbarunya, Model 201, yang menggabungkan Dolby tipe B pengurang gangguan (noise) dengan pita kromium dioksida.Oleh karena itulah kaset mulai dapat digunakan dalam industri musik secara serius, dan dimulailah era kaset berketepatan tinggi.Selama tahun 1980-an, popularitas kaset tumbuh semakin pesat karena hadirnya rekorder poket portabel pemutarnya seperti Sony’s Walkman.Seperti radio yang menyediakan musik pada 1960-an, pemutar CD portable pada 1990-an, dan MP3 player pada 2000-an,kaset memegang peran besar dalam dunia musik pada 1980-an dan 1990-an,bahkan di era sekarang (setelah 2000-an), kaset masih menjadi salah satu alternatif media musik.Lepas dari segi tekniknya, keberadaan kaset juga berdampak pada perubahan sosial.Keawetan kaset serta kemudahannya untuk dikopi berperan di balik berkembangnya musik punk dan rock.Kaset seakan-akan menjadi pijakan bagi generasi muda di kebudayaan barat.Untuk alasan yang sama pula kaset berkembang pesat di negara-negara berkembang.Pada tahun 1970-an, kaset dianggap membawa pengaruh buruk sekularisme di kalangan masyarakat religius India.Teknologi kaset menciptakan pasar yang membludak bagi musik pop di India, menimbulkan kritik dari kaum konservatif dan di waktu yang sama menciptakan pasar besar yang melegitimasi perusahaan-perusahaan rekaman dan pembajakan kaset.
Tipe – Tipe Kaset
Goresan-goresan yang terdapat pada permukaan kaset menjadi indikasi tipe kaset.
Kaset yang paling tinggi, hanya memiliki goresan lindungan tulisan merupakan kaset tipe I.Berikutnya, dengan goresan tambahan untuk goresan lindungan tulisan merupakan tipe II.Sedangkan dua tipe kaset berikutnya merupakan perpaduan antara kaset tipe II dengan sepasang tambahan di tengah-tengah kaset merupakan tipe IV
Materi
Materi magnet original pada kaset adalah gamma ferik oksida (Fe2O3).Pada 1970, Perusahaan 3M telah mengembangkan kobalt yang dikombinasikan dengan lapisan ganda untuk meningkatkan level output pita kaset secara keseluruhan.Produk ini dipasarkan dengan label “High Energy” di bawah brand Scotch.Di saat yang sama, BASF memperkenalkan kromium dioksida (CrO2) yang pelapisannya menggunakan magnetit (Fe3O4).Pada tahun 1974, TDK memperkenalkan [[avylin]] yang terbukti sangat sukses.Pada tahun 1979, akhirnya 3M memperkenalkan partikel metal murni yang dinamakan metafine.Sedangkan kaset-kaset yang sekarang umum dijual terdiri dari ferik oksida dan kobalt yang dicampur dan diproses, karena sangat jarang ada kaset yang dijual yang menggunakan CrO2 murni sebagai lapisannya.
Sejarah Kaset Tape Di Indonesia
Sebelum 1970-an, dunia musik tanah air menggunakan piringan hitam sebagai sarana untuk mengekspresikan musik.Lokananta di Surakarta dan Irama di Menteng Jakarta merupakan dua perusahaan rekaman pertama di Indonesia.Lokananta, yang merupakan milik pemerintah, berdiri pada tahun 1957. Bertugas untuk memproduksi dan menduplikasi piringan hitam. Namun di tahun 1970-an akhirnya produksi pun bergeser dari piringan hitam ke kaset.
Remaco, yang pada masa itu merupakan salah satu perusahaan rekaman besar di Indonesia, mengalami kerugian pada masa awal munculnya kaset di tahun 1970-an. Lagu-lagu dalam piringan hitamnya dibajak ke dalam kaset. Meskipun pada akhirnya Remaco pun memproduksi kaset karena kaset merupakan teknologi yang lebih murah dan praktis dibandingkan dengan piringan hitam yang mahal dan rumit.
Meskipun awalnya perusahaan-perusahaan rekaman tersebut mengeluh atas munculnya kaset yang membajak piringan hitam, akhirnya mereka pun—sekaligus perusahaan yang baru muncul—berpaling dan menikmati suatu teknologi baru bernama ‘kaset’ tersebut. Kaset meledak di mana-mana. Para musisi baru di ‘era kaset’ bermunculan dan perlahan menggeser musisi-musisi ‘era piringan hitam’.
Sebut saja Koes Plus, Broery Marantika, dan Emilia Contessa. Namun, seiring berkembangnya teknologi dan inovasi-inovasi baru di bidang musik, di pertengahan 1990-an, kaset mengalami masa-masa akhir kejayaannya. Masuknya compact disc (CD) ke Indonesia menyediakan alternatif baru dan canggih bagi para penikmat musik. Kualitas suaranya yang lebih jernih dan pemilihan pemutaran lagu yang lebih mudah dan cepat menjadi beberapa kelebihan CD dibandingkan kaset. Meskipun begitu kaset tetap diminati karena harganya yang lebih murah dibandingkan CD. Di tahun 2000-an, kaset pun makin tergencet oleh perkembangan CD. Perusahaan-perusahaan rekaman di tanah air telah menjadikan CD sebagai sarana rekaman musik.
Pada perkembangan di Indonesia, kaset tidak hanya digunakan dalam industri musik. Kaset juga biasanya digunakan untuk dakwah-dakwah agama berupa ceramah oleh seorang rohaniawan.
SUMBER

03.30
Setelah merdeka indonesia dinilai memiliki kekuatan militer yang cukup kuat sebap pandangan politik luar negri indonesia pada jaman Suekarno lebih condong ke kmunis dan ati barat sehinga Uni Soviet yang merupakan negara komunis terbesar waktu itu memberikan sokongan dana dan peralatan militer secara besar besaran kepada indonesia nah berikit ini ada 3 Invasi Militer yang pernah di lakukan Indonesia Kenegara Lain Setelah Indonesia merdeka  kamu mau tahu apa aja itu simak berikut ini.
1. Invasi Militer ke Timor Leste

Operasi Seroja adalah sandi untuk invasi Indonesia ke Timor Timur yang dimulai pada tanggal 7 Desember 1975. Pihak Indonesia menyerbu Timor Timur karena adanya desakan Amerika Serikat dan Australia yang menginginkan agar Fretilin yang berpaham komunisme tidak berkuasa di Timor Timur. Selain itu, serbuan Indonesia ke Timor Timur juga karena adanya kehendak dari sebagian rakyat Timor Timur yang ingin bersatu dengan Indonesia atas alasan etnik dan sejarah.

Angkatan Darat Indonesia mulai menyebrangi perbatasan dekat Atambua tanggal 17 Desember 1975 yang menandai awal Operasi Seroja. Sebelumnya, pesawat-pesawat Angkatan Udara RI sudah kerap menyatroni wilayah Timor Timur dan artileri Indonesia sudah sering menyapu wilayah Timor Timur. Kontak langsung pasukan Infantri dengan Fretilin pertama kali terjadi di Suai, 27 Desember 1975. Pertempuran terdahsyat terjadi di Baucau pada 18-29 September 1976. Walaupun TNI telah berhasil memasuki Dili pada awal Februari 1976, namun banyak pertempuran-pertempuran kecil maupun besar yang terjadi di seluruh pelosok Timor Timur antara Fretilin melawan pasukan TNI. Dalam pertempuran terakhir di Lospalos 1978, Fretilin mengalami kekalahan telak dan 3.000 pasukannya menyerah setelah dikepung oleh TNI berhari-hari. Operasi Seroja berakhir sepenuhnya pada tahun 1978 dengan hasil kekalahan Fretilin dan pengintegrasian Timor Timur ke dalam wilayah NKRI.

Selama operasi ini berlangsung, arus pengungsian warga Timor Timur ke wilayah Indonesia mencapai angka 100.000 orang. Korban berjatuhan dari pihak militer dan sipil. Warga sipil banyak digunakan sebagai tameng hidup oleh Fretilin sehingga korban yang berjatuhan dari sipil pun cukup banyak. Pihak Indonesia juga dituding sering melakukan pembantaian pada anggota Fretilin yang tertangkap selama Operasi Seroja berlangsung.
2. Invasi Militer ke Papua Barat

Operasi Trikora, juga disebut Pembebasan Irian Barat, adalah konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat. Pada tanggal 19 Desember 1961, Soekarno (Presiden Indonesia) mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando Mandala. Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.

Pertempuran Laut Aru pecah pada tanggal 15 Januari 1962, ketika 3 kapal milik Indonesia yaitu KRI Macan Kumbang, KRI Macan Tutul yang membawa Komodor Yos Sudarso, dan KRI Harimau yang dinaiki Kolonel Sudomo, Kolonel Mursyid, dan Kapten Tondomulyo, berpatroli pada posisi 4°49′ LS dan 135°02′ BT. Menjelang pukul 21:00 WIT, Kolonel Mursyid melihat tanda di radar bahwa di depan lintasan 3 kapal itu, terdapat 2 kapal di sebelah kanan dan sebelah kiri. Tanda itu tidak bergerak, dimana berarti kapal itu sedang berhenti. Ketika 3 KRI melanjutkan laju mereka, tiba-tiba suara pesawat jenis Neptune yang sedang mendekat terdengar dan menghujani KRI itu dengan bom dan peluru yang tergantung pada parasut. Kapal Belanda menembakan tembakan peringatan yang jatuh di dekat KRI Harimau.
Kolonel Sudomo memerintahkan untuk memberikan tembakan balasan, namun tidak mengenai sasaran. Akhirnya, Yos Sudarso memerintahkan untuk mundur, namun kendali KRI Macan Tutul macet, sehingga kapal itu terus membelok ke kanan. Kapal Belanda mengira itu merupakan manuver berputar untuk menyerang, sehingga kapal itu langsung menembaki KRI Macan Tutul. Komodor Yos Sudarso gugur pada pertempuran ini setelah menyerukan pesan terakhirnya yang terkenal, “Kobarkan semangat pertempuran”.

KRI Irian, Kapal perang terbesar yang pernah di miliki indonesia (hanya ada 3 di dunia, 2 di uni soviet 1 di Indonesia), kapal perang raksasa ini juga ambil bagian dalam operasi Trikora dalam pembebasan papua barat
Pasukan Indonesia di bawah pimpinan Mayjen Soeharto melakukan operasi infiltrasi udara dengan menerjunkan penerbang menembus radar Belanda. Mereka diterjunkan di daerah pedalaman Papua bagian barat. Penerjunan tersebut menggunakan pesawat angkut Indonesia, namun operasi ini hanya mengandalkan faktor pendadakan, sehingga operasi ini dilakukan pada malam hari. TNI Angkatan Laut kemudian mempersiapkan Operasi Jayawijaya yang merupakan operasi militer terbesar dalam sejarah Indonesia. Lebih dari 100 kapal perang, ribuan artileri berat termasuk 300an tank dan 16.000 prajurit disiapkan dalam operasi tersebut.

Sialnya sebelum Indonesia sempat menyerang papua barat pesawat mata-mata Amerika berhasil memotret konsentrasi militer sangat besar di laut ambon, Amerika yang khawatiran bahwa pihak komunis akan mengambil keuntungan dalam konfik ini dan kemungkinan lain yang lebih besar yaitu perang dunia 3 karena saat itu Indonesia disokong besar-besar dibidang militer oleh Uni Soviet yang menjadi musuh bebuyutan Amerika yang membela Belanda, Sehari kemudian Amerika Serikat mendesak Belanda untuk berunding dengan Indonesia. Karena usaha ini, tercapailah persetujuan New York pada tanggal 15 Agustus 1962. Pemerintah Australia yang awalnya mendukung kemerdekaan Papua, juga mengubah pendiriannya, dan mendukung penggabungan dengan Indonesia atas desakan AS.
3. Invasi Militer ke Malaysia

Pada 20 Januari 1963, Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Pada 12 April, sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase. Tanggal 3 Mei 1963 di sebuah rapat raksasa yang digelar di Jakarta, Presiden Sukarno mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang isinya: Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia, Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia
Di bulan Agustus, enam belas agen bersenjata Indonesia ditangkap di Johor. Aktivitas Angkatan Bersenjata Indonesia di perbatasan juga meningkat. Tentera Laut DiRaja Malaysia mengerahkan pasukannya untuk mempertahankan Malaysia. Tentera Malaysia hanya sedikit saja yang diturunkan dan harus bergantung pada pos perbatasan dan pengawasan unit komando. Misi utama mereka adalah untuk mencegah masuknya pasukan Indonesia ke Malaysia. Sebagian besar pihak yang terlibat konflik senjata dengan Indonesia adalah Inggris dan Australia, terutama pasukan khusus mereka yaitu Special Air Service(SAS). Tercatat sekitar 2000 pasukan Indonesia tewas dan 200 pasukan Inggris/Australia (SAS) juga tewas setelah bertempur di belantara kalimantan (Majalah Angkasa Edisi 2006).
Pada 17 Agustus pasukan terjun payung mendarat di pantai barat daya Johor dan mencoba membentuk pasukan gerilya. Pada 2 September 1964 pasukan terjun payung didaratkan di Labis, Johor. Pada 29 Oktober, 52 tentara mendarat di Pontian di perbatasan Johor-Malaka dan membunuh pasukan Resimen Askar Melayu DiRaja dan Selandia Baru dan menumpas juga Pasukan Gerak Umum Kepolisian Kerajaan Malaysia di Batu 20, Muar, Johor.
Ketika PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap. Sukarno menarik Indonesia dari PBB pada tanggal 20 Januari 1965. Pada pertengahan 1965, Indonesia mulai menggunakan pasukan resminya. Pada 28 Juni, mereka menyeberangi perbatasan masuk ke timur Pulau Sebatik dekat Tawau, Sabah dan berhadapan dengan Resimen Askar Melayu Di Raja dan Kepolisian North Borneo Armed Constabulary.
Pada 1 Juli 1965, militer Indonesia yang berkekuatan kurang lebih 5000 orang melabrak pangkalan Angkatan Laut Malaysia di Semporna. Serangan dan pengepungan terus dilakukan hingga 8 September namun gagal. Peristiwa ini dikenal dengan “Pengepungan 68 Hari” oleh warga Malaysia. Menjelang akhir 1965, Jendral Soeharto memegang kekuasaan di Indonesia setelah berlangsungnya G30S. Oleh karena konflik domestik ini, keinginan Indonesia untuk meneruskan perang dengan Malaysia menjadi berkurang dan peperangan pun mereda.
Pada 28 Mei 1966 di sebuah konferensi di Bangkok, Kerajaan Malaysia dan pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik. Kekerasan berakhir bulan Juni, dan perjanjian perdamaian ditandatangani pada 11 Agustus dan diresmikan dua hari kemudian.

sumber internet

03.28
1960-an, Era Presiden Sukarno.
kekuatan militer Indonesia adalah salahsatu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Sovyet.1960, Belanda masih bercokol di Papua. Melihat kekuatan Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda.
Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat “Trikora” di Yogyakarta, dan isinya adalah:
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.
Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat ini, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.
Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salahsatu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).



Angkatan udara Indonesia juga menjadi salahsatu armada udara paling mematikan di dunia, yang terdiri dari lebih dari 100 pesawat tercanggih saat itu. Armada ini terdiri dari :
1. 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed.
2. 30 pesawat MiG-15.
3. 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17.
4. 10 pesawat supersonic MiG-19.


Pesawat MiG-21 Fishbed adalah salahsatu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.
Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.

Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Ini membuat Indonesia menjadi salahsatu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Surabaya.
Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.
Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey, puluhan kapal tempur kelas Corvette, 9 helikopter terbesar di dunia MI-6, 41 helikopter MI-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat Antonov An-12B. Total, Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.
Ini semua membuat Indonesia menjadi salasahtu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua, dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima.
sumber: kaskus.us

03.12
Apakah aturan "belum  lima detik" pada  makanan masih berlaku?
Ilustrasi makanan jatuh. merdeka.com/Shutterstock

"Ups! Belum lima menit." Anda pasti sering mendengar kata-kata itu saat seseorang menjatuhkan makanannya dan mengambilnya kembali. Pernahkah Anda melakukannya? Mungkin dengan aturan yang berbeda, bukan lima menit, tetapi lima detik? Benarkah makanan Anda aman untuk dikonsumsi jika jatuh tak lebih lama dari lima detik? Para ilmuwan memberikan jawabannya.
Para peneliti di Manchester Metropolitan University meneliti pasta yang dimasak, daging ham, sebuah biskuit, dan roti dengan selai, dan buah kering. Makanan-makanan itu kemudian dijatuhkan ke lantai dengan jangka waktu berbeda-beda. Produk-produk ini dipilih karena merupakan produk yang biasa dikonsumsi dan mengandung kadar air yang bervariasi.
Berdasarkan The Daily Mail, penelitian ini menemukan bahwa makanan yang mengandung kadar garam dan gula yang lebih tinggi lebih sedikit mengandung bakteri yang berbahaya setelah dijatuhkan. Sementara buah-buahan kering langsung disergap oleh bakteri berbahaya setelah lima detik, dan pasta mulai didatangi bakteri setelah tiga detik.
Beberapa penelitian telah mencoba membuktikan aturan "lima detik" ini, begitu juga salah satu acara televisi berjudul Discovery's "Mythbusters" yang menemukan bahwa tidak ada perbedaan pada jumlah bakteri yang ada pada benda yang sudah jatuh selama dua detik atau enam detik.
Intinya, setelah tiga detik, makanan Anda sudah tak aman lagi dari kuman berbahaya. Jadi, tinggalkan aturan "belum lima detik" atau bahkan "belum lima menit" itu sekarang juga. Jika makanan Anda jatuh, buang saja, jangan dimakan kembali.

03.11

Oral  Seks
Ilustrasi
Oral seks memang sering menjadi pilihan saat bercinta. Namun berhati-hatilah karena kenikmatan sesaat itu akan berujung kematian.
Pasalnya, sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa oral seks menyebabkan kanker tenggorokan yang berujung kematian dibandingkan dengan perokok aktif.
Kanker terjadi karena adanya penyebaran virus saat melakukan oral seks. Virus tersebut ternyata sama dengan virus penyebab kanker pada tulang tengkuk (cervical), yaitu Human Papillomavirus (HPV) tipe 16.
Sebuah laporan terbaru menunjukkan, virus HPV meningkat hingga 28% dalam kasus kanker orpharyngeal sejak 1988 atau sama dengan 10.000 kasus baru per tahun.
Para peneliti mengatakan, oral seks kerap dilakukan pasangan muda karena mereka menganggap oral seks lebih aman dibandingkan posisi bercinta yang lain.
Vaksin untuk HPV baru-baru ini direkomendasikan untuk perempuan dengan harapan dapat menghentikan penyebaran salah satu penyakit mematikan tersebut.
Vaksinasi terhadap HPV awalnya diberikan untuk pria guna mencegah kutil kelamin dan kanker dubur, serta masalah lain yang disebabkan oleh virus HPV.
Sebelumnya, pengonsumsi tembakau dan alkohol merupakan penyebab utama dari jenis kanker ini, yang terjadi di amandel, pangkal lidah dan tenggorokan atas.
Tapi beberapa tahun terakhir, peneliti kanker menunjukkan bahwa HPV lebih memainkan peran dalam meningkatkan kanker. Hal ini mungkin karena adanya peningkatan oral seks meskipun jumlah perokok berkurang. (inilah.com)

03.10
 

Sejumlah ilmuwan Universitas Pennsylvania menemukan lima gen baru yang diduga menjadi pemicu penyakit Alzheimer, gangguan yang menyerang memori.
Mereka berharap temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Genetics ini bisa membantu dokter memprediksi siapa paling berisiko terserang Alzheimer. Ini juga bisa mempermudah antisipasi untuk menekan jumlah penderita penyakit ini.
Seperti dikutip dari laman Health24, studi ini merupakan yang terbesar dengan melibatkan 300 ilmuwan dari dua konsorsium. Studi dilakukan dengan menyisir genom 54 ribu orang yang sebagian menderita Alzheimer.

“Sebelumnya, sudah ada lima gen ditemukan. Sekarang bertambah lima lagi yakni MS4A, ABCA7, CD33, EPHA1, dan CD2AP,” ujar Gerad Schellenberg, salah satu peneliti.
Dalam penelitian itu, teridentifikasi potongan DNA yang berkonstribusi terhadap Alzheimer. Temuan ini juga menunjukkan karakter Alzheimer sebagai penyakit yang dapat diwariskan. Namun, bukan berarti mereka yang tidak memiliki garis riwayat Alzheimer di keluarganya bisa terhindar dari penyakit ini.
Serangan Alzheimer disebabkan oleh protein yang tidak diinginkan membentuk plak di beberapa daerah di otak. Plak ini kemudian menghancurkan neuron dan memicu kerusakan jaringan otak. Alzheimer ditandai dengan beberapa gejala seperti kehilangan memori atau pikun, dan gangguan perilaku.
Menurut Schelleberg, temuan ini akan membuka ide untuk menciptakan obat yang dapat menghentikan bahkan mencegah perkembangan penyakit ini. Dengan temuan gen-gen baru ini, ahli biologi molekular dapat melanjutkan dengan penelitian untuk mengungkap mekanisme penyakit tersebut.
“Kontribusi terbesar dari penemuan ini semakin membuat kita memahami mekanisme yang mendasari apa sebenarnya penyebaba Alzheimer. Ada jalur baru yang sangat penting untuk proses penyakit,” Schellenberg menambahkan.
Paparan studi itu juga mengungkap, penderita Alzheimer bertambah dua kali lipat setiap lima tahun. Alzheimer mempengaruhi 13 persen orang berusia di atas 65 tahun dan sampai 50 persen dari orang yang berusia di atas 85 tahun. Sebanyak 90 persen kasus Azheimer terjadi lewat serangan tak terduga.

03.08
Meninggalkan Anak Kadang terasa sulit lho. Apalagi ketika dia sedang menangis, menjerit dan menggapai-gapai Anda. Tidak tega rasanya. Kecemasan berpisah adalah fakta bahwa kehidupan dimulai sekitar usia 6 bulan. Tampaknya seperti sebuah kemunduran –anak Anda yang biasanya senang bermain dengan siapa saja kini merengek untuk selalu bisa bersama Anda. Tapi hal itu normal dan menunjukkan tahapan perkembangan yang yang sehat.  “Kecemasan berpisah sebenarnya merupakan lompatan secara intelektual maupun emosional,” kata Alan Greene, MD, penulis buku Raising Baby Green. “Untuk pertama kalinya, bayi Anda mulai memikirkan Anda ketika Anda tidak bersamanya.”
Bayi belajar mengenai perpisahan sebelum mereka belajar tentang perjumpaan kembali. Jadi, dapat dimengerti mengapa mereka marah ketika orang tuanya pergi. “Intinya bayi Anda tahu ada sesuatu yang hilang. Dalam kasus ini yang hilang itu adalah Anda, hal yang terpenting dalam kehidupannya,” kata Robyn J.A. Silverman, PhD, spesialis tumbuh kembang anak di Massachusetts. Untuk mengatasinya, gunakan beberapa strategi berikut ini.
Strategi 1: BERLATIH DENGAN PERPISAHAN KECIL
“Sekali bayi Anda tahu kalau Anda pergi dan kembali lagi, kecemasan itu akan mulai mencair,” kata Dr. Green. Bermain games dengan bayi Anda merupakan jalan yang mudah untuk menyampaikan pesan. Coba tutup wajah Anda dengan selimut dan katakan, “Di mana ibu?” Kemudian buka sambil tertawa. Dengan cepat dia akan meraih selimut dengan tangannya sendiri bila Anda melakukanya lagi.    
Lakukan perpisahan yang lebih besar, seperti meninggalkannya sendiri di kamarnya untuk satu atau dua menit. Letakkan dia di tempat yang aman, berikan mainan dan katakan kepadanya, “Ibu akan segera kembali.” Kemudian pergilah ke ruangan lain. Kalau dia menangis, bernyanyilah atau berkata kepadanya sehingga dia tahu kalau Anda masih ada di sana, walaupun dia tidak melihat Anda. Perpisahan-perpisahan pendek ini akan membuktikan Anda akan kembali lagi. Dan akhirnya bayi Anda akan belajar bahwa dia dalam kondisi aman walau Anda tidak ada di dekatnya.
Strategi 2 : JANGAN TINGGALKAN DIA DENGAN ORANG YANG BENAR-BENAR TIDAK IA KENAL
Idealnya anak-anak melakukan banyak hal lingkungan rumahnya dengan baby sitter yang sudah mereka kenal dengan baik. Jangan heran kalau bayi Anda menangis ketika neneknya datang. Bahkan wajah-wajah yang sudah dikenalnya dapat membuat seorang bayi marah di saat dia hanya menginginkan ibunya. Kalau Anda mengenalkan baby sitter baru, suruh dia bermain dengan bayi Anda selagi Anda masih di rumah. Bayi Anda akan melihat Anda nyaman dengan orang ini dan dia akan mempercayainya juga. Hal yang sama juga berlaku di hari Anda membawanya ke tempat penitipan anak untuk pertama kali. Jika Anda ingin menggunakan perawat dari klub kesehatan Anda tapi bayi Anda tidak pernah ke sana, lakukan persiapan. Datanglah ke sana  pada hari saat Anda bisa meluangkan waktu bersamanya dan bertemu pengasuhnya. Lain waktu, Anda dapat menitipkan bayi Anda bersamanya ketika Anda berolahraga.
Ketika Anda meninggalkannya dengan pengasuh atau di tempat penitipan anak, beri dia mainan favoritnya -boneka binatang atau mainan khusus lainnya - untuk membuatnya merasa lebih aman. “Barang-barang yang dekat dengan keseharian bayi akan membantu menenangkannya,” kata Kathleen Longeway, PhD,  psikolog anak di Children Hospital of Wisconsin, Milwaukee. Dan selalulah bekali pengasuh dengan petunjuk yang jelas tentang kebiasaan bayi. Melakukan hal-hal rutin secara teratur akan membuatnya merasa nyaman.
Strategi 3:  PERGI YANG TERENCANA
Jangan pergi tanpa mengucapkan selamat jalan. Pergi dengan diam-diam sepertinya cara  paling gampang, tapi jika bayi mencari-cari dan tiba-tiba Anda tidak ada, dia mulai berpikir Anda dapat menghilang kapan saja. Ini hanya akan meningkatkan rasa ketergantungan bayi terhadap Anda.
Sebaliknya datanglah dengan ungkapan salam perpisahan lucu yang biasa dilakukan. Bisa berupa ciuman di kening, nyanyian atau tarian. “Saya mempunyai anak laki-laki berumur 9 bulan, Max, yang mendorongku keluar rumah,” kata Jill Gawrych, ibu 3 orang anak dari Jackson, Wisconsin. “ Dia harus mendorongku dengan keras untuk pergi, dan ini menyenangkan sekali.”
Strategi 4: BIARKAN SAJA DIA MENANGIS
Walau terkesan kejam, Anda mungkin perlu meninggalkan bayi Anda saat ia masih menangis. “Ragu-ragu untuk pergi mungkin hal yang paling buruk yang dapat Anda lakukan,” kata Dr. Longeway. Bayi-bayi mengambil isyarat emosi dari orang tua mereka. Jadi, jika Anda ragu atau  mengekspresikan penyesalan, bayi Anda berpikir dia mempunyai sesuatu yang Anda takuti,” Dr. Silverman. “Bayi Anda akan membaca kegelisahan Anda yang terlihat seperti ‘Aku sungguh tidak percaya dengan orang yang menjaga kamu,’” kata Dr. Silverman. “Ini mengajarkannya terus bergantung kepada Anda dan tidak percaya serta gelisah berada di di dekat orang lain.”
Sebaliknya, hilangkan stres Anda dengan menarik napas panjang beberapa kali. Dan ingat, biasanya kegelisahan berpisah ini lebih berpengaruh terhadap orang tua dari pada anak.  “Setelah beberapa menit dengan pengasuh yang penuh perhatian, kebanyakan bayi akan menjadi tenang,” kata Dr. Silverman.
Strategi 5: LUANGKAN WAKTU DENGANNYA KETIKA ANDA KEMBALI
Beri salam bayi Anda dengan senyuman, kemudian ikuti keinginannya. “Bergabunglah dengan Anak secara emosional maupun fisik,” kata Dr. Silverman. Jadi, jika dia memeluk, luangkan waktu beberapa saat merapatkan badan Anda kepadanya. Jika dia lebih suka main bola, ikut saja bermain. Dan jika dia menangis, ikuti juga tidak apa-apa. kadang-kadang anak-anak  perlu mengeluarkan kemarahan dan keresahannya.
Seperti pada semua tahapan, keadaan ini tidak akan berlangsung terus menerus. Ketika hal itu terjadi, camkan dalam pikiran Anda bahwa kecemasan berpisah itu menandakan dimulainya hubungan baru bagi Anda dan si kecil; bahwa Anda berdua akan selalu berhubungan, bahkan ketika sedang berpisah.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget