Latest Post

05.27

Barat bukan hanya menghadapi krisis ekonomi dan politik yang menenggelamkan. Barat bukan hanya menghadapi jumlah pengangguran yang terus bertambah. Barat bukan hanya menghadapi ancaman des-integrasi dan kakacauan yang menyeluruh.
Barat bukan hanya menghadapi bangkrutnya perbankan. Barat bukan hanya menghadapi bangkrutnya partai-partai konservatif. Barat bukan hanya menghadapi bangkitnya kekuatan Sayap Kanan yang mengancam.
Sekarang Barat menghadapi kekuatan baru yang sangat menakutkan, yaitu gerakan kaum gay, lesbian, biseksual, dan transgender (GLBT). Seperti air bah yang melanda seluruh daratan Eropa dan Amerika. GLBT benar-benar menjadi “trend” baru di seantero jagad. Tak kurang Presiden Barack Obama dan Michele yang liberal, mendukung pernikahan sesama jenis.
Ini bukan basa-basi politik Obama yang akan menghadapi pemilihan presiden akhir tahun ini, tetapi Obama memahami “trend” global,   yang sekarang tumbuh di setiap negara.
Di Amerika Serikat berdasarkan  Gallup Poll, di mana rakyat Amerika Serikat 50,7 persen mendukung perkawinan sejenis. Perkawinan sejenis sudah menjadi pilihan dan keyakinan.
Para pemimpin partai politik lumpuh, para pastur lumpuh, para uskup lumpuh, dan para rabbi lumpuh. Mereka hanya bisa mengamini, kecenderungan masyarakat Barat. Gereja dan Synagog tak lagi memiliki peranan apapun dalam kehidupan. Belakangan para pendeta, pastur dan rabbi, mereka  sibuk memberkahi pernikahan sesama jenis. Para rohaniawan tak mampu lagi bersikap menolak menghadapi perubahan masyarakat Barat yang sangat ekstrim itu.
Gerakan GLBT sekarang sudah menjadi sebuah pilihan hidup dikalangan masyarakat Barat. GLBT sudah bukan sesuatu yang tabu dan memalukan. Inilah sebuah penyimpangan secara kodrati, tetapi menjadi pilihan hidup. Pilihan hidup masyarakat Barat yang cenderung kepada GLBT itu, sangat menentukan masa depan kehidupan mereka.
GLBT bukan lagi sebuah bentuk penyimpangan, tetapi sudah menjadi pilihan dan kebutuhan hidup mereka. Kecenderungan ini mencapai bentuknya menjadi sebuah gerakan terbuka. Mereka tidak lagi menutupi gerakan mereka.
Mereka melakukan kampanye terbuka. Mereka memiliki komunitas yang sangat luas, dan terus melakukan gerakan menyebarkan pandangan hidup mereka. Gerakan GLBT sesuatu yang sangat diminati dikalangan masyarakat Barat.
Bahkan, di negara-negara Skandinavia teradapat kampung-kampung dan komunitas “nude”, dan mereka dibiarkan masuk kota, tanpa pakaian. Di Australia perkawinan sejenis yang merupakan penyimpangan yang sangat menakut kan, tetapi sekarang justeru menjadi “trend” (kecenderungan).
Cushla mengenakan gaun putih saat menjelang pernikahannya dengan Tania, yang menggunakan kawat gigi, dan topi kupu-kupu. Pasangan dua perempuan itu, resmi menjadi pasangan isteri-isteri, dan mengikat tali pernikahan di sebuah gereja kecil yang dipimpin seorang  pendeta,  di daerah pertanian dekat Sydney, Australia.
Pasangan itu memiliki berbagai kelebihan pernikakah yang “nyata”, kecuali belum memiliki kekuatan hukum Australia, ujar  John Kloprogge, juru bicara kelompok Kesetaraan.

John Kloprogge, juru bicara Kelompok Kesetaraan Pernikahan Sejenis Australia, mengatakan, "Kami yakin masalah ini mendapat dukungan dari mayoritas warga Australia dan akhirnya akan didukung oleh para pemimpin partai besar kita", ungkapnya.

Keputusan Presiden Obama yang secara terbuka mendukung pernikahan sesama jenis  memenangkan pujian dari seluruh dunia. Obama melakukan kampanye yang  mendorong undang-undang yang lebih liberal, yang akan melegalkan pernikahan pasangan sesama jenis. Model pernikahan sejenis pertama di Belanda pada tahun 2001.

Pernikahan sesama jenis kini diizinkan di sejumlah negara bagian AS. Di negara-negara Uni Eropa, pernikahan sesama jenis sudah lama berlangsung, seperti di Belgia, Kanada, Spanyol, Afrika Selatan, Norwegia, Swedia, Portugal, Islandia dan Argentina, ungkap John Kloprogge.

Aktivis HAM Peter Tatchell memuji langkah Obama sebagai bukti bahwa dukungan pernikahan sesama jenis adalah "kecenderungan global tak terbendung".

"Pernikahan Gay, semuanya karena cinta," katanya. "Kasih-sayang pasangan sesama jenis itu sama nyatanya, kuat, dan berkomitmen. Seperti yang dilakukan oleh laki-laki heteroseksual yang sudah menikah dengan perempuan. Melarang pernikahan sesama jenis merendahkan. Merendahkan cinta pasangan lesbian dan gay. Melarang pernikahan sesama jenis, sebuah pelanggaran hak-hak dasar manusia. Kedua mereka berhak memiliki status yang sah, sebagai pasangan", tambahnya.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan dia mendukung legalisasi pernikahan sejenis di Inggris, di mana pihak berwenang sedang konsultasi tentang masalah ini, sesudah diizinkan sejak tahun 2005.

Pidato Ratu Inggris dapat  memahami, dan akhirnya akan menyetujui perkawinan sejenis. Namun,  Ben Summerskill, dari Stonewall kelompok hak-hak gay mengatakan ia "kecewa", dan berjanji "Mendorong kedua belah pihak koalisi untuk memenuhi janji mereka ... pada tahun 2015."
Denmark menjadi negara pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis pada tahun 1989.  Nepal  melegalkan perkawinan sesama jenis sejak tahun 2008. Namun, di banyak negara GLBT (gay, lesbian, biseksual dan transgender) mereka hidup dengan nyaman, tanpa terancam.
Mereka cukup hidup tanpa ketakutan atau prasangka, dan itu menjadi tujuan dari aktivis di negara-negara, di mana homoseksualitas masih tabu atau ilegal.

Di Belanda, Belgia, Kanada, Spanyol, Afrika Selatan, Norwegia, Swedia, Portugal, Islandia, Argentina, negara bagian AS dari Massachusetts, California, Connecticut, Iowa, Vermont, Washington DC, New Hampshire, New York, dan di Meksiko City, semuanya di negeri itu sudah melegalkan pernikahan sesama jenis.

Sementara itu, di negara-negara seperti Denmark, Inggris, Brasil, Perancis, Finlandia, Greenland, Austria, Ekuador, Kolombia, Uruguay, Nepal, Republik Ceko, Jerman, Hungaria, Slovenia, Swiss, Irlandia, Luxembourg, Selandia Baru dan negara bagian Australia dari Tasmania, Victoria dan New South Wales, dan Australian Capital Territory, perkawinan sejenis  dan kelompok GLBT, semuanya menikmati kehidupan dengan bebas.
Dunia bergerak menuju pilihan dan kecenderungan yang akan menghancurkan kehidupan mereka sendiri.
Mereka melakukan pilihan yang sangat naif, dan ini hanya mengulangi sejarah kelam di masa lalu, di masa Nabi Luth, yang mempraktekkan kehidupan yang dibenci dan menjijikan, serta melanggar fitrah. Sekarang mereka sedang berkampanye ke negeri-negeri Muslim. Wallahu’alam.



Seperti dilansir oleh BBC, Jum'at lalu, akhirnya tokoh-tokoh militer Amerika Serikat membuka kedoknya sendiri. Di Akademi militer Sekolah Staf Gabungan Angkatan Bersenjata di Norfolk, Virginia, mereka sedang mempersiapkan pemimpin masa depan. Jenis pemimpin masa depan Amerika Serikat itu, yang akan melakukan perang total melawan 1,4 miliar Muslim diseluruh dunia.
Para pemimpin militer Amerika Serikat itu, tidak ada lagi terminologi dalam benak mereka yang disebut Islam moderat. Semua penganut Islam, dipandang oleh mereka sebagai ancaman bagi Amerika Serikat. Inilah pandangan para pemimpin militer dan politik di masa  depan Amerika Serikat, yang sekarang ini dipersiapkan di Akademi Militer - Sekolah Staf Gabungan Angkatan Bersenjata di Norfolk, Virginia.
Ancaman masa depan  bagi keamanan Amerika Serikat, bukan lagi kelompok-kelompok bersenjata, teroris, jihadis, dan kaum ekstrimis. Tetapi semua penganut atau pemeluk Islam dipandang sebagai ancaman, yang sangat membahayakan keamanan Amerika Serikat. Menghadapi ancaman ini, para pemimpin masa depan Amerika Serikat itu, bahkan dibolehkan meninggalkan  konvensi Jenewa, di mana dibolehkan menyerang sasaran sipil. Tidak lagi dipedulikan.
Letnan  Kolonel Mattew Dooley, salah satu tokoh militer, yang mengajar di Sekolah Staf Gabungan Angkatan Bersenjata di Norfolk itu, menggambarkan perang total, bahkan para pemimpin baru Amerika yang sedang dididik di Norfolk itu, disuguhi sebuah opsi menggunakan bom atom, yang akan digunakan memusnahkan kota-kota di negeri-negeri Muslim di seluruh dunia.
Mattew Dooley, tak kurang-kurang, begitu sangat luar biasa ketakutannya terhadap dunia Muslim, serta harus memusnahkan kota Maakkah dan Madinah, yang dipandang sebagai ‘episentrum’ (pusat) ancaman terhadap Amerika Serikat.
Makkah dan Madinah yang setiap tahun dikunjungi jutaan orang berkumpul, dan melaksanakan ibadah haji itu, harus direduksi (dihancurkan), agar tidak lagi menjadi tempat berkumpulnya Muslimin di seluruh dunia. Bahkan, Amerika Serikat akan menggunakan bom atom, seperti ketika Amerika Serikat menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia II.
Betapapun, Saudi Arabia, pemerintahannya sudah tunduk dibawah pengaruh Amerika Serikat, tetapi para pemimpin militer Amerika Serikat, masih menempatkan posisi Arab Saudi, tetap menjadi sumber ancaman keamanan nasional Amerika. Arab Saudi yang disebut sebagai sumber lahirnya faham ‘Wahabi’ itu, dalam persepsi para pemimpin Amerika adalah ancaman yang sangat menakutkan.
Tidak ada pilihan lain, dibenak para pemimpin Amerika Serikat, yang sekarang sedang dipersiapkan di Sekolah Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika itu, kecuali menghancurkan secara total. Menghancurkan dengan menggunakan kekuatan nuklir. Inilah sebuah skenario masa depan yang sedang dipersiapkan terhadap dunia Islam oleh Amerika Serikat.
Para pemimpin  masa depan Amerika Serikat itu, hanya melihat satu pilihan, yaitu menggunakan kekuatan militer, menghadapi kekuatan 1,4 miliar Muslim, yang menyebar di seluruh dunia. Amerika Serikat akan menggunakan kekuatan militer yang dimilikinya, mereduksi atau mengeliminasi  (menghapus) ancaman secara total dari Muslim di seluruh dunia, yang dipandang sebagai ancaman masa depan Amerika Serikat.
Pandangan ini sudah lama, dan dimulai ketika Presiden George Bush, mendeklarasikan perang ‘war on terror’, usai peristiwa 11 September 2001, yang dimaksudkan permakluman perang terhadap dunia Islam. Kemudian, Amerika Serikat melakukan invasi (pendudukan) militer ke Afghanistan dan Irak. Perang dengan segala implikasinya yang melibatkan sekutu-kutunya.
Para pemimpin Amerika Serikat, banyak dipengaruhi kelompok ‘Neo-kon’ (Neo-konservatif), gabungan antara kelompok ‘hawk’ (elang), yang merupakan kumpulan tokoh garis keras dari Yahudi dan Kristen,  yang telah mengumandangkan perang dingin sejak zamannya Soviet. Mereka inilah yang mendorong Bush melakukan invasi militer ke Afghanistan dan Irak.
Usai perang dingin menghadapi Soviet, mereka sekarang mengarahkan ancaman itu kepada dunia Islam. Islam dipandang sebagai ancaman baru bagi Amerika Serikat. Eskalasi perang terus berlangsung di seluruh dunia Islam. Di Asia, Timur Tengah, dan Afrika, yang melibatkan operasi milirter besar-besaran Amerika, hingga  hari ini. Inilah warisan kelompok 'Neo-kon' yang terus berlangsung, dan terus mengemundangkan perang terhadap dunia Islam.
Generasi baru yang merupakan pembawa misi kelompok ‘Neo-kon’ itu, terus melanjutkan misi mereka. Mereka melakukan regenerasi, terutama ditubuh militer Amerika Serikat. Tokoh-tokoh baru dikalangan militer Amerika Serikat ini,diharapkan akan mewarisi kepemimpin masa depan Amerika Serikat, yang akan menghadapi ancaman masa depan, khususnya dari dunia Islam.
Letnan kolonel Mettaw Dooley telah mempersiapkan kepemimpinan baru di lingkungan militer Amerika Serikat yang akan membawa misi penyelamatan bagi masa depan Amerika Serikat dengan mengobarkan perang total melawan 1,4 miliar Muslim di seluruh dunia.
Nampaknya, para pemimpin militer Amerika Serikat tidak memiliki pilihan, kecuali harus melakukan perang total terhadap dunia Islam. Dalam persepsi para pemimpin Amerika Serikat,  Islam dan Muslim tetap menjadi ancaman keamanan mereka. Mereka tidak ada lagi terminologi Islam moderat atau fundemantalis, semua Muslim dipandang sebagai ancaman.
Sikap dan persepsi para pemimpin baru Amerika Serikat ini, justru akan menciptakan situasi ketidakstabilan terhadap keamanan dunia. Amerika Serikat menciptakan perang dingin baru, persis seperti ketika Amerika Serikat menghadapi Soviet, yang dipandang menjadi ancaman keamanan global bagi Amerika Serikat.
Bersiap-siaplah kaum wahai Muslimin menghadapi ancaman baru para pemimpin militer Amerika Serikat, yang membuat skanerio perang global itu.
Inilah kesempatan meraih pahala sebesar-besarnya dari Allah Azza Wa Jalla, yaitu kemuliaan disisi-Nya, dan surga-Nya. Tak ada jalan lain, menghadapi ancaman Amerika Serikat itu, kecuali dihadapi dengan memohon pertolongan dari Allah Rabbul Alamin. Wallahu’alam



YAMAN Al-Qaidah di Semenanjung Arab (AQAP) menyerang dua markas militer Yaman di daerah yang diperebutkan di Yaman selatan hari Senin (7/5/2012), menewaskan 32 tentara dan menangkap puluhan lainnya setelah menduduki pos-pos tersebut.

Tim-tim penyerang AQAP menyerbu dua pangkalan militer di Dawfas dan Al Koud, daerah luar kota Zinjibar, ibukota provinsi Abyan, menurut Yaman Post. Setidaknya 32 tentara Yaman tewas dan 40 lainnya cedera dalam serangan itu. Seorang juru bicara Ansar Al-Syariah, cabang AQAP, mengklaim mereka menangkap 28 tentara Yaman dan menyita satu tank selama pertempuran, menurut laporan Reuters.

Serangan hari Senin  terjadi hanya satu hari setelah AS membunuh Fahd al Quso, anggota Al-Qaidah yang diburu karena terlibat dalam serangan jibaku terhadap USS Cole pada tahun 2000 dan rencana teror lainnya terhadap AS. Fahd Al-Quso gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS di daerah Rafth Abyan.

AQAP telah menyerbu beberapa basis militer Yaman dalam beberapa bulan terakhir. Serangan terbesar terjadi di Al-Koud pada tanggal 4 Maret, ketika kekuatan besar AQAP menyerang sebuah pangkalan Angkatan Darat Yaman yang menampung satu batalyon mekanis. Para pejuang AQAP menyerbu pangkalan dan menghancurkan batalyon itu, menewaskan 185 tentara, melukai 150, dan menangkap 73 lebih. AQAP juga menyita senjata berat, termasuk tank-tank, selama serangan tersebut. ke 73 tentara yang ditawan itu kemudian dibebaskan oleh AQAP.
..Tim-tim penyerang AQAP menyerbu dua pangkalan di Dawfas dan Al Koud, daerah luar kota Zinjibar, ibukota provinsi Abyan, menurut Yaman Post. Setidaknya 32 tentara Yaman tewas dan 40 lainnya cedera dalam serangan itu..
Pada tanggal 17 Maret pejuang AQAP menyerang sebuah pos militer di kota Al-Milah di provinsi Lahj dan membunuh 17 tentara Yaman dan menyita tank. Dan pada tanggal 1 April pejuang AQAP menyerbu sebuah pos di daerah Shibam di provinsi Hadramout, dan mengeksekusi tujuh tentara. Juga, pada pertengahan April, pejuang AQAP menyerbu sebuah pangkalan militer di Lawdar dan menyita beberapa tank. Pihak militer mengklaim bahwa lebih dari 200 pejuang AQAP, termasuk pejuang asing Al-Qaidah, tewas kelompok pejuang Islam tersebut berusaha untuk mengendalikan kota. AQAP juga menyerang pangkalan militer lainnya di Abyan, Baydah, dan provinsi Marib selama beberapa bulan terakhir, memicu pertempuran sengit dengan pasukan Yaman.

AQAP telah secara terbuka memerangi militer Yaman selama hampir setahun, dan telah merebut banyak kota. AQAP telah menahan posisinya di Zinjibar meskipun upaya pembagian pasukan Yaman. Zinjibar telah berada di bawah kontrol AQAP sejak kota itu jatuh ke tangan kelompok pejuang Islam itu pada akhir Mei 2011. Meskipun militer Yaman telah mengklaim mereka membebaskan Zinjibar pada bulan September 2011, dan lagi bulan lalu, Para pejabat intelijen AS mengatakan kepada The Long War Journal bahwa kota itu paling tepat digambarkan sebagai tengah "diperebutkan."

AS telah membantu militer Yaman dengan pesawat tak berawak dan serangan udara konvensional, tetapi tambahan kekuatan udara hanya sedikit membantu untuk menghentikan perluasan wilayah AQAP. AQAP telah memperluas kontrol di selatan bahkan ketika AS telah meningkatkan serangan udara di selatan dan tengah Yaman. Pada akhir Maret, kota pesisir Radum di provinsi Shabwa adalah pusat populasi terbaru yang jatuh ke tangan AQAP. (by/tlwj)



TEPI BARAT Tentara Zionis Israel menembak mati seorang renaja Palestina dan melukai yang lainnya di sebuah desa dekat kota al-Khalil (Hebron) selatan Tepi Barat.

Zakaria Abu Eram, 17, ditembak mati pada Kamis dalam bentrokan yang meletus ketika tentara Israel berusaha menangkap paman remaja tersebut di desa Tepi Barat yang diduduki, Yata.

Paman Zakaria, Khaled Makhamreh, juga cedera dalam bentrokan itu.

Makhamreh dilepaskan dari penjara tahun lalu sebagai bagian dari pertukaran tahanan besar-besaran, yang melepaskan lebih dari 1.000 tahanan Palestina sebagai imbalan bagi prajurit Israel yang ditawan Gilad Shalit.

Pembunuhan Kamis itu adalah insiden kekerasan terbaru di wilayah Palestina yang dijajah Israel.

Pada tanggal 24 Februari lalu seorang pengunjuk rasa juga meninggal setelah mengalami luka tembak dalam bentrokan dengan tentara Israel di sebuah pos pemeriksaan dekat kota Tepi Barat Ramallah. (by/ptv)



DUBAI (voa-islam.com) - Iran telah menggantung seorang pria yang disebut sebagai agen badan intelijen Israel Israel, Mossad, yang dihukum karena membunuh salah satu ilmuwan nuklir pada 2010, media pemerintah Iran melaporkan Selasa.

Majid Jamali Fashi, 24 tahun, digantung di Penjara Evin Teheran setelah divonis hukuman mati pada bulan Agustus tahun lalu karena membunuh Massoud Ali-Mohammadi, kantor berita Iran mengutip kantor kejaksaan sentral mengatakan. Dikatakan dia mengakui kejahatan tersebut.

Ali-Mohammadi tewas pada Januari 2010 ketika sebuah bom remote control yang melekat pada sepeda motor di luar rumahnya di Teheran meledak.

Laporan hari Selasa mengatakan Fashi telah melakukan perjalanan ke luar negeri pada beberapa kesempatan untuk menerima pelatihan dari Mossad sebelum kembali ke Iran untuk merencanakan pembunuhan itu.

Namun analis Barat mengatakan Ali-Mohammadi, profesor Universitas Teheran berusia 50 tahun, memiliki sedikit, jika ada, peran dalam program nuklir Iran yang sensitif. Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran mengatakan pada saat itu ia tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan badan tersebut.

Serangan paling baru pada seorang ilmuwan Iran terjadi pada bulan Januari. Mostafa Ahmadi-Roshan - wakil direktur dari fasilitas pengayaan uranium Natanz - tewas ketika sebuah bom magnetik yang dilekatkan pada kendaraannya meledak.

Teheran telah menuduh Israel dan Amerika Serikat membunuh empat ilmuwan Iran untuk menyabotase program nuklirnya yang kontroversial. Washington membantah peran AS, sementara Israel menolak berkomentar.

Bulan lalu, para pejabat intelijen Iran mengatakan mereka telah menangkap 15 orang yang mereka sebut sebagai "jaringan teror dan sabotase besar dengan link ke rezim Zionis". Kelompok itu merencanakan untuk membunuh seorang ilmuwan Iran di bulan Februari, kata pihak berwenang.  (an/Reuters)

04.55
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Al-Qur'an sangat kaya dengan kisah Yahudi. Al-Qur'an menyingkap hal ihwal mereka. Hampir seluruhnya berisi tentang kekafiran, kefasikan, kezaliman, kedurhakaan dan sifat buruk. Hal ini hendaknya menjadi pelajaran umat Islam yang beriman kepada Al-Qur'an, Yahudi benar-benar harus diwaspadai. [Baca: Yahudi Dalam Al-Qur'an; Dasar Pijakan Umat Islam Benci Zionis Israel]
Sesungguhnya Yahudi tidak pernah ridha dan rela terhadap Umat Islam. Mereka senang melihat penderitaan kaum muslimin. Contohnya nyatanya di Gaza, Palestina. Dalam kondisi kelaparan, kekurangan air, dan kehilangan tempat tinggal serta terancam berbagai penyakit, Yahudi tetap kekeh menghalangi setiap upaya bantuan untuk mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Yahudi benar-benar menunggu saat kematian dan kehancuran muslimin Gaza secara pelan-pelan, agar mereka bisa menyaksikan detik demi detik penderitaan kaum muslimin.
Bukan hanya Al-Qur'an saja. Sunnah Nabawiyah juga merekam hakikat Yahudi. Yakni tentang keburukan dan kedengkian mereka kepada kaum muslimin. Kita harus waspada. Jangan jadikan mereka teman setia. Karena permusuhan mereka tak akan pernah berhenti terhadap umat Islam.
Berikut ini sebagian keterangan sunnah tentang kaum yahudi:
1. Yahudi adalah orang-orang yang dimurkai Allah.
Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda dalam menerangkan firman Allah Ta’ala,
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ
(Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-fatihah: 7) Yahudi adalah orang yang dimurkai, sedangkan Nashrani adalah orang yang sesat.” (HR. al-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)
2. Mereka dilaknat karena membuat-buat kilah dalam urusan agama (mengakali syariat) dan menghalalkan yang haram.
Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ حُرِّمَتْ عَلَيْهِمْ الشُّحُومُ فَجَمَّلُوهَا فَبَاعُوهَا
Semoga Allah melaknat Yahudi, telah diharamkan lemak hewan atas mereka namun mereka mempolesnya lalu menjualnya.” (Muttafaq ‘alaih)
3. Mereka dilaknat karena telah menjadikan kuburan-kuburan sebagai masjid.
Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Laknat Allah turun atas orang Yahudi dan Nashrani, mereka telah menjadikan kuburan para nabi sebagai masjid.” Beliau sangat-sangat memperingatkan umatnya atas perilaku mereka.” (Muttafaq ‘alaih)
4. Mereka senantiasa memerangi Islam dan pemeluknya hingga menjelang kiamat.
Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ
Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, hingga kaum muslimin membunuhi Yahudi. Sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; 'Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia,' kecuali pohon Gharqad, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi.” (HR. Ahmad)
Ibnu Mardawaih meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah Radliyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَا خَلاَ يَهُوْدِيٌّ قَطٌّ بِمُسْلِمٍ إِلاَّ هَمَّ بِقَتْلِهِ
"Tidaklah sekali-kali orang Yahudi bertemu dengan orang Islam di tempat yang sunyi, kecuali pasti ingin membunuhnya."
5. Yahudi menjadi para pengikut Dajjal.
Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُوْدِ أَصْبَهَانَ سَبْعُوْنَ أَلْفًا عَلَيْهِمْ الطَّيَالِسَةُ
"Dajjal akan diikuti oleh orang-orang Yahudi Ashbahan (sebuah kota di Iran) sebanyak 70 ribu yang memakai pakaian thayalisah (sejenis kain yang dipakai di pundak, ujungnya dari sutera)." (HR. Muslim)
Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam juga pernah menjelaskan tentang Dajjal, bahwa dia berasal dari kalangan Yahudi. (HR. Muslim)
Inilah hakikat sifat Yahudi sebenarnya yang tercantum dalam Sunnah Syarifah. Hendaknya orang yang ingin melihat hakikat kebenaran, berakal sehat dan selalu menyuarakan bahwa Yahudi adalah saudara kita yang tidak akan memerangi kita supaya dia berfikir ulang. Apalagi ia ikut memperingati HUT kemerdekaan negara yang mereka dirikan di atas jasad dan darah umat Islam. Apakah orang semacam ini masih dikatakan sebagai orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi Wasallam?
Maka mari kita kumandangkan permusuhan terhadap Yahudi (Zionis Israel) dan orang-orang yang loyal kepada mereka. Kita membenci dan memusuhi mereka berdasarkan petunjuk dari Al-Kitab dan Sunnah. Kita mengimani keduanya sebagai wahyu dari Rabb semesta alam. Diturunkan kepada Nabi-Nya yang paling mulia. Tidak ada kesalahan di dalamnya. Apa yang disebutkan di sana berisikan kebenaran. Karenanya tidak ada keraguan untuk memusuhi dan membenci Yahudi. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan asap (nebula), yang  merupakan peninggalan dari 'asap' yang menjadi asal kejadian alam  semesta.
Gambar 10. Sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan asap (nebula), yang merupakan peninggalan dari 'asap' yang menjadi asal kejadian alam semesta. (The Space Atlas, Heather dan Henbest, hal. 50)

Nebula Laguna adalah sebuah gumpalan gas dan asap yang berdiameter  sekitar 60 tahun cahaya. Ia dipendarkan oleh radiasi ultraviolet dari  bintang panas yang baru saja terbentuk di dalam gumpalan tersebut.
Gambar 11. Nebula Laguna adalah sebuah gumpalan gas dan asap yang berdiameter sekitar 60 tahun cahaya. Ia dipendarkan oleh radiasi ultraviolet dari bintang panas yang baru saja terbentuk di dalam gumpalan tersebut. (Horizons, Exploring the Universe, Seeds, gambar 9, dari Association of Universities for Research in Astronomy, Inc.)

Ilmu pengetahuan moderen, ilmu astronomi, baik yang berdasarkan pengamatan maupun berupa teori, dengan jelas menunjukkan bahwa pada suatu saat seluruh alam semesta masih berupa 'gumpalan asap' (yaitu komposisi gas yang sangat rapat dan tak tembus pandang, The First Three Minutes, a Modern View of the Origin of the Universe, Weinberg, hal. 94-105.). Hal ini merupakan sebuah prinsip yang tak diragukan lagi menurut standar astronomi moderen. Para ilmuwan sekarang dapat melihat pembentukan bintang-bintang baru dari peninggalan 'gumpalan asap' semacam itu (lihat gambar 10 dan 11)
Bintang-bintang yang berkilauan yang kita lihat di malam hari, sebagaimana seluruh alam semesta, dulunya berupa materi 'asap' semacam itu. Allah telah berfirman di dalam Al Qur'an:
ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ
Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap,... (Al Fushshiilat, 41: 11)
Karena bumi dan langit di atasnya (matahari, bulan, bintang, planet, galaksi dan lain-lain) terbentuk dari 'gumpalan asap' yang sama, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa matahari dan bumi dahulu merupakan satu kesatuan. Kemudian mereka berpisah dan terbentuk dari 'asap' yang homogen ini. Allah telah berfirman:
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. (Al Anbiya, 21:30)
Dr. Alfred Kroner adalah salah satu ahli ilmu bumi terkemuka. Ia adalah Profesor geologi dan Kepala Departemen Geologi pada Institute of Geosciences, Johannes Gutenberg University, Mainz, Jerman. Ia berkata: "Jika menilik tempat asal Muhammad... Saya pikir sangat tidak mungkin jika ia bisa mengetahui sesuatu semisal asal mula alam semesta dari materi yang satu, karena para ilmuwan saja baru mengetahui hal ini dalam beberapa tahun yang lalu melalui berbagai cara yang rumit dan dengan teknologi mutakhir. Inilah kenyataannya." Ia juga berkata: "Seseorang yang tidak mengetahui apapun tentang fisika inti 14 abad yang lalu, menurut saya, tidak akan pernah bisa mengetahui, melalui pemikirannya sendiri, bahwa dulunya bumi dan langit berasal dari hal yang satu."
Untuk melihat video komentar sang profesor silakan klik tautan berikut ini: (Bahasa Inggris, format RealPlyer)
Video 1
Video 2

Gambar 1. Bagan yang menggambarkan kemiripan dalam hal penampilan  antara lintah dan embrio manusia pada fase 'alaqah.
Gambar 1. Bagan yang menggambarkan kemiripan dalam hal penampilan antara lintah dan embrio manusia pada fase 'alaqah. (Dari Human Development as Described in the Quran and Sunnah, Moore dkk. hal. 37. Digubah dari Integrated Principles of Zoology, Hickman dkk. Gambar embrio dari The Developing Human, Moore dan Persad, ed. 5, hal. 73)
Kita dapat melihat pada bagan ini bagaimana embrio pada fase  'alaqah bergantung dan menempel di dalam rahim (uterus) sang ibu.
Gambar 2. Kita dapat melihat pada bagan ini bagaimana embrio pada fase 'alaqah bergantung dan menempel di dalam rahim (uterus) sang ibu. (The Developing Human, Moore dan Persaud, ed 5, hal 66)
Gambar 3. Pada fotomikrograf ini kita dapat melihat bergantungnya  embrio (panah B) pada fase 'alaqah (sekitar umur 15 hari) di dalam rahim  sang ibu. Ukuran sebenarnya dari embrio ini adalah sekitar 0.6 mm.
Gambar 3. Pada fotomikrograf ini kita dapat melihat bergantungnya embrio (panah B) pada fase 'alaqah (sekitar umur 15 hari) di dalam rahim sang ibu. Ukuran sebenarnya dari embrio ini adalah sekitar 0.6 mm. (The Developing Human, Moore, ed. 3, hal. 66, dari Histology, Leeson dan Leeson)
Gambar 4. Bagan sistem peredaran darah primitif pada embrio dalam  fase 'alaqah. Penampilan luar dari embrio dan kantungnya mirip dengan  gumpalan darah karena adanya darah yang relatif banyak di dalam embrio.
Gambar 4. Bagan sistem peredaran darah primitif pada embrio dalam fase 'alaqah. Penampilan luar dari embrio dan kantungnya mirip dengan gumpalan darah karena adanya darah yang relatif banyak di dalam embrio. (The Developing Human, Moore, ed. 5, hal. 65)

Gambar 7. Gunung-gunung memiliki akar yang dalam di bawah permukaan  tanah. (Earth, Press dan Siever, hal. 413)
Gambar 7. Gunung-gunung memiliki akar yang dalam di bawah permukaan tanah. (Earth, Press dan Siever, hal. 413)

Gambar 8. Bagan potongan melintang. Gunung-gunung, sebagaimana  pasak, memiliki akar yang menghunjam di bawah tanah. (Anatomy of the  Earth, Cailleux, hal. 220)
Gambar 8. Bagan potongan melintang. Gunung-gunung, sebagaimana pasak, memiliki akar yang menghunjam di bawah tanah. (Anatomy of the Earth, Cailleux, hal. 220)

Sebuah buku berjudul Earth adalah buku pegangan rujukan di banyak universitas di seluruh dunia. Salah seorang pengarangnya adalah Profesor Emeritus Frank Press. Ia adalah Penasehat Ilmu Pengetahuan dari mantan Presiden Amerika Jimmy Carter dan selama 12 tahun menjadi presiden dari National Academy of Sciences, Washington, DC. Buku tersebut menyatakan bahwa gunung-gunung mempunyai akar di bawah mereka. Akar ini menghunjam dalam, sehingga seolah gunung-gunung mempunyai bentuk bagaikan pasak (lihat gambar 7 dan 8).
Beginilah Al Qur'an menjelaskan tentang gunung-gunung. Allah berfirman:
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak? (An Naba', 78: 6-7)
Ilmu bumi moderen telah membuktikan bahwa gunung-gunung memiliki akar di dalam tanah dan akar ini dapat mencapai kedalaman yang berlipat dari ketinggian mereka di atas permukaan tanah. Jadi, kata yang paling tepat untuk menggambarkan gunung-gunung berdasarkan informasi ini adalah kata "pasak" karena bagian terbesar dari sebuah pasak tersembunyi di dalam tanah. Pengetahuan semacam ini, tentang gunung-gunung yang memiliki akar yang dalam, baru diperkenalkan di paruh kedua dari abad ke-19.
Sebagaimana pasak yang digunakan untuk menahan atau mencencang sesuatu agar kokoh, gunung-gunung juga memiliki fungsi penting dalam menyetabilkan kerak bumi. Mereka mencegah goyahnya tanah. Allah berfirman:
وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. (An Nahl, 16:15)
Maha Benar Allah yang Maha Agung.

03.39
Pembantaian suku Tutsi. Tidak untuk ditiru-sumber google.
Pembantaian massal di Rwanda atau dikenal Genocide Rwanda terjadi selama 100 hari pada tahun 1994. Tragedi tersebut adalah sebuah pembantaian 800.000 suku Tutsi dan Hutu moderat oleh sekelompok ekstremis Hutu yang dikenal sebagai Interahamwe yang terjadi dalam periode 100 hari pada tahun 1994.
Pembantaian bermula pada tanggal 6 April 1994, ketika Presiden Rwanda, Juvenal Habyarimana menjadi korban penembakan saat berada di dalam pesawat terbang. Saat itu, Habyarimana yang berasal dari etnis Hutu berada dalam satu heli dengan presiden Burundi, Cyprien Ntarymira. Mereka baru saja menghadiri pertemuan di Tanzania untuk membahas masalah Burundi. Sebagian sumber menyebutkan pesawat yang digunakan bukanlah helikopter melainkan pesawat jenis jet kecil Dassault Falcon. Peristiwa penembakan keji itu diduga terjadi untuk unjuk protes terhadap rencana Presiden Habyarimana yang berencana melakukan persatuan etnis di Rwanda dan pembagian kekuasaan kepada etnis-etnis yang cukup majemuk di Rwanda. Pada tahun 1990, Habyarimana memiliki gagasan membentuk suatu pemerintahan yang melibatkan tiga etnis di Rwanda yakni Hutu (85%), Tutsi (14%) dan Twa (1%). Untuk diketahui, pada saat itu, jumlah penganut Kristen Katholik 56.5%, Protestan 37.1%, Islam 4.6%, Tidak beragama 1.7%, dan pribumi 0.1%.
Pembantaian tak berperkemanusiaan
Habyarimana mengangkat perdana menteri Agathe Uwilingiyama dari suku Tutsi. Pengangkatan pejabat pemerintah yang berasal dari suku yang berlainan ini tidak diterima oleh kelompok militan yang ingin mempertahankan sistem pemerintahan yang dimonopoli satu suku. Konsep pemerintahan power sharing yang melibatkan banyak suku ini tercantum dalam Piagam Arusha (Arusha Accord) pada tahun 1993, di mana dalam piagam itu disebut jabatan-jabatan pemerintahan Rwanda, tidak lagi 100% dimiliki oleh suku Hutu. Piagam berisi persetujuan agar suku-suku lainnya juga memiliki hak yang sama seperti suku Hutu. Militan mengangkat planning ini sebagai bentuk ancaman eksistensi suku Hutu dalam pemerintahan, walaupun Habyarimana sendiri juga berasal dari suku Hutu.
Meskipun pelaku penembakan masih simpang siur dan tidak diketahui dengan pasti, tetapi kematian Habyarimana menjadi alasan untuk memberlakukan pembunuhan massal (Genocide) terhadap etnis Tutsi secara terencana dan terorganisir oleh kumpulan militan teroris. Kumpulan militan ini bahkan membentuk Sistem Radio Genosidal yang digunakan untuk memberitahukan dimana Tutsi bersembunyi. Dalam jangka 100 hari sejak kematian Habyarimana, sekitar 800.000 atau bahkan hampir 1.000.000 warga etnis Tutsi mati secara keji dan mengerikan.
Anak-anak korban pembantaian Setelah kematian sang presiden, Pasukan khusus Pengawal Presiden yang dibantu instruktur Perancis segera melakukan aksi cepat, dan menjalin bekerja sama dengan kelompok paramiliter Rwanda, Interahamwe dan Impuzamugambi.
Penyerangan dimulai dari ibu kota Rwanda. Kemudian ketiga kelompok bersenjata itu mulai membunuh siapa saja yang mendukung piagam Arusha tanpa mempedulikan status jabatan dan sebagainya. Perdana Menteri Rwanda, yang berasal dari suku Tutsi tak lepas dari pembunuhan kelompok bersenjata. Selain dia, masih ada nama-nama dari kalangan menteri, pastor dan siapa saja yang mendukung maupun terlibat dalam negosiasi piagam Arusha, dibantai.
Sebagian besar korban dibiarkan tergeletak begitu saja dan tidak dimakamkan secara layak. Paling umum saat itu hanyalah ditimbun dengan tanah sekedarnya. Dalam memory, Pegunungan Gisozi menjadi tempat pemakaman massal. Di tempat ini diperkirakan terdapat 250.000 jasad warga tak berdosa korban konspirasi keji.
Kelompok militan yang berasal dari suku Hutu ini membunuh semua penduduk Rwanda yang berasal dari suku Tutsi, tanpa diberi hak untuk membela. Jumlah penduduk Hutu ini mayoritas dan pemeluk agama yang mayoritas saat itu adalah Kristen.

Islam di Rwanda

Pertama kali Islam dibawa masuk ke Rwanda oleh pedagang-pedagang muslim dari Pantai Timur Afrika pada kurun ke-18. Jumlah orang Islam merupakan golongan minoritas di sana sedangkan Gereja Rom Katolik yang diperkenalkan kepada orang Rwanda semasa penyerngan Orang Belgia, penjajahan dan kolonisasi, mubaligh-mubaligh Perancis pada akhir kurun ke-19 memiliki pengikut yang lebih banyak.
Add caption
Korban
Dalam sejarah Islam di Rwanda, untuk pertama kalinya Islam diberikan hak dan kebebasan yang sama sebagaimana agama Kristian. Anggaran menunjukkan bahwa terdapat jumlah orang Islam yang setara di kalangan suku Hutu dan juga suku Tutsi. Anggaran tersebut tidak dapat disahkan disebabkan ketika berlakunya pembunuhan suku, pemerintah telah melarang semua diskusi dan perbincangan mengenai etnik di Rwanda.
Pada tahun 1960, bekas menteri pemerintahan Sebazungu telah mengarahkan agar masjid orang Islam di Rwamagana dibakar. Akibat peristiwa ini, orang Islam diselubungi ketakutan dan banyak di mereka yang melarikan diri ke negara-negara teranggan. Dikatakan bahwa pihak gereja Katolik terlibat dalam peristiwa ini yang memburukkan lagi ketegangan antara orang Islam dengan orang Kristen tersebut, membuat khwatir pihak gereja di Rwanda.
Pada masa sebelum tahun 1994, umat Islam di Rwanda kurang mendapat perhatian pemerintah, sehingga tingkat pendidikan rendah, dan daya serap di dunia kerjapun kurang, yang hal ini menciptakan kondisi di mana umat Islam tidak memiliki pekerjaan layak. Status sosial yang hina tersebut dirasakan oleh umat Islam sampai terjadinya pembantaian massal pada tahun 1994. Populasi orang Islam sebelum pembunuhan suku pada tahun 1994 tersebut adalah sebanyak 4% yang luarbiasa rendah berbanding negara-negara tetangganya.

Islam setelah Pembantaian etnis

Jumlah orang Islam Rwanda meningkat selepas Pembunuhan etnik pada tahun 1994. Salah satu sebab yang mungkin ialah banyaknya orang Islam telah memberi perlindungan kepada pelarian-pelarian suku Hutu dan suku Tutsi. Beberapa sumber menjelaskan bahawa mereka memeluk Islam kerana peranan yang dimainkan oleh pemimpin-pemimpin Katolik dan Protestan dalam pembunuhan kaum tersebut. Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mencatatkan beberapa insiden pendeta-pendeta Kristen memberi restu kepada Kaum Tutsi untuk mendapatkan perlindungan di dalam gereja, kemudian menyerahkan mereka kepada kubu pembunuh Hutu. Contoh-contoh pstur-pastur Hutu yang menggalakkan jamaah mereka supaya membunuh Kaum Tutsi juga telah dicatatkan.
Laporan-laporan perseorangan oleh beberapa orang Kaum Tutsi yang memeluk Islam demi keselamatan diri karena mereka takut akan pembunuhan tindak balas yang berterusan angkara teroris suku Hutu, dan tahu bahwa orang Islam dapat melindungi mereka daripada angkara sebegitu. Begitu juga banyak suku Hutu yang memeluk Islam untuk mencari “penyucian”. Banyak warga suku Hutu melupakan masa silam mereka yang diselubungi keganasan dan tidak mau “mencemari tangan mereka dengan darah”. Terdapat sebilangan kecil contoh kurang popular yang menunjukkan suku Hutu memeluk Islam dengan harapan bahawa mereka dapat bersembunyi di kalangan masyarakat orang Islam dan dengan itu terlepas daripada tangkapan.
Kadar pertukaran agama menurun pada tahun 1997. Menurut mufti Rwanda, masyarakat Islam tidak menyaksikan sebarang peningkatan dalam pertukaran agama ke dalam Islam pada tahun 2002-2003. Agama Kristen masih lagi menjadi agama utama. Mazhab Katolik (yang tiba pada akhir kurun ke-19 bersama-sama White Father dalam Gereja Roma Katolik) masih lagi tertanam dalam budaya negara tersebut. Menurut pemimpin-pemimpin Islam Rwanda, orang Islam membentuk 14% daripada 8.2 juta orang di Rwanda, negara Afrika paling Katolik, dua kali lebih banyak berbanding sebelum pembunuhan itu bermula.
Hampir satu dekade setelah aksi pembantaian ratusan ribu etnis minoritas Tutsi oleh mayoritas Hutu itu, agama Islam justru semakin populer. Seperti ditulis surat kabar Amerika Serikat, Washington Post, Muslim saat ini meliputi 14 persen dari 8,2 juta warga Rwanda.
Genosida itu sangat melukai masyarakat Kristen Rwanda, apalagi terbukti banyak para pastor katolik dan pendeta protestan terkemuka yang terlibat dalam aksi tak berperikemanusiaan itu. Dan kini mereka harus berhadapan dengan pengadilan kejahatan hak-hak asasi manusia (HAM). Salah satunya adalah Elizaphan Ntakirutimana, kepala Gereja Advent Hari Ketujuh.
Ntakirutimana merupakan orang Hutu yang menggiring ribuan warga etnis Tutsi ke gerejanya di provinsi Kibuye dengan janji akan dilindungi keselamatannya. Tapi nyatanya sang pendeta justru menyerahkan orang-orang Tutsi itu kepada milisi Hutu yang kemudian membantai dengan sadis 7.000-an warga Tutsi itu dalam satu hari.
Pada waktu yang sama, Muslim Rwanda - yang umumnya memiliki ikatan perkawinan baik dengan warga Hutu maupun Tutsi-membuka pintu rumah mereka lebar-lebar bagi warga Tutsi yang ketakutan. Entah kenapa warga suku Hutu yang beragama Kristen itu tak berani memasuki kampung atau rumah-rumah keluarga Muslim.
Yahya Kayiranga, pemuda Tutsi yang lari bersama ibunya dari ibukota Kigali di awal pembantaian, diselamatkan dirumah keluarga Muslim di kota Gitarama. Disana ia bersembunyi sampai aksi pembantaian itu berakhir. Namun ayah dan pamannya yang tetap tinggal di Kigali, tewas dibunuh.
“Kami ditolong oleh orang yang tidak kami kenal,” kata anak muda berusia 27 tahun itu, seperti dilaporkan surat kabar Amerika lainnya, Chicago Tribune. Ia kecewa berat dengan perilaku para pastor dan pendeta yang justru ikut terlibat tindakan keji itu. Yahya pun memilih menjadi Muslim di tahun 1996.
“Saya tahu Amerika menganggap Muslim sebagai teroris. Tapi bagi kami orang Rwanda, mereka adalah pejuang pembebas selama masa pembantaian massal,” kata Jean Pierre Sagahutu (37 tahun), warga Tutsi lainnya. Ia yang dulunya Katolik ini memeluk Islam setelah ayah dan 9 anggota keluarganya dibantai oleh warga Hutu yang seagama dengannya.
“Saya ingin menyelamatkan diri ke gereja, tapi tempat itu justru sangat buruk untuk bersembunyi. Lalu sebuah keluarga Muslim membawa saya, dan menyelamatkan hidup saya.”
Sumber :

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget