Latest Post

15.14


JAKARTA (voa-islam.com) - Pernyataan ngawur Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) membuat berang sejumlah tokoh dan intelektual muslim yang benar-benar memiliki background keislaman yang memadai.
Bachtiar Nasir, Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia  (Sekjen MIUMI), misalnya, menilai Ulil Abhsar Abdallah sebagai sosok yang bebal dan ngeyel karena berani menantang azab Tuhan.
Kecaman Bachtiar terhadap Ulil disampaikan saat menyampaikan materi tentang watak keras Bani Israel dalam Al-Quran di Islamic Center Ar-Rahman Quranic Learning (AQL) Tebet, Jakarta Selatan (Kamis, 10/05/2012).
"Dalam sejarah, Bani Israel dikenal keras dan ngeyel. Diajak beriman kepada Allah, malah minta penampakkan Tuhan dalam bentuk materi (kasat mata). itu kan ngeyel", paparnya.
"Mirip Ulil",  ujarnya geram.
Komentar Direktur AQL ini terkait pernyataan Ulil dalam tweeternya  yang menantang azab yang diturunkan kepada kaum Luth sebagaimana yang ceritakan dalam Al-Quran Surat Al-A’raf: 80-84.
Al-Quran mengisahkan, kaum Sodom, umat nabi Luth AS diadzab oleh Allah karena  suka melakukan perkawinan sejenis.
“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian. "
"Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas."
"Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri."
"Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.”
"Kalau memang benar Kaum Luth diazab, kenapa Allah tidak menurunkan azab yang sama di zaman sekarang?" celoteh Ulil di Tweeter. [Widad/Masdar Helmi].

15.04
 


 Sosok Melanie Jane adalah seorang gadis Inggris yang memutuskan untuk masuk Islam di usia mudanya.
Dalam rekaman sebuah video, dia menjelaskan bagaimana dia menemukan Islam ketika ia pindah bekerja di Dubai. Berikut ini adalah sebagian dari transkripsi dari video tersebut.
Orangtua yang peduli
"Saya pikir saya adalah produk dari orang tua yang sangat peduli kepada saya.
Orang tua saya sangat berpikiran terbuka dan sangat peduli, dan mereka selalu mengajari saya untuk tidak mendiskriminasikan siapa pun, baik dari agama, budaya, warna, atau apapun. Saya berpikir bahwa mereka telah memberi saya landasan untuk melakukan pengkajian dan akhirnya menjadi saya seperti sekarang ini.
Ketika orang melihat saya sekarang telah memakai jilbab, terutama orang-orang yang mengenal saya sebelumnya, banyak dari mereka menyampaikan kesan pertamanya dengan kata-kata "Oh, lihat dia! Dia menikah dengan seorang pria Muslim," dan "Lihat dia sekarang! Sangat disayangkan, lihatlah kenapa dia harus jadi seperti itu, sekarang dia tertindas! "
Dan banyak orang mengasosiasikan saya dengan cara pandang mereka melihat saya sekarang yang berjilbab. Mereka berpikir bahwa saya berpakaian seperti ini karena suami saya memaksa saya. Atau, mungkin karena sesuatu yang saya diberitahu bahwa saya harus melakukannya. Tapi alasan agama lah yang menjadi dasar kenapa saya melakukannya.
Saya pikir Anda memiliki wawasan yang unik ketika Anda memakai jilbab dan mengetahui mengapa Anda memakainya. Hal ini bukan untuk orang lain, itu untuk diri sendiri dan demi Allah, itulah alasan kita memakainya, bukan karena orang lain meminta kita untuk melakukannya.
Kejadian lucu pernah saya alamai saat saya pergi ke tempat potong rambut. Saya memasuki salon mengenakan jilbab saya, dan ketika saya duduk, setelah memotong rambut saya seorang wanita berkata kepada saya:
"Saya melihat anda telah menikah?"
Saya berkata: "Ya benar."
Lalu dia berkata "Saya berasumsi bahwa Anda menikah dengan seorang warga lokal?" (Melanie Jane bekerja di Dubai)
Dia mengasumsikan karena saya memakai jilbab maka saya menikah dengan seorang warga lokal dan mungkin itu alasan mengapa saya memakai jilbab. Saya rasa ini adalah contoh lain dari prasangka masyarakat terhadap jilbab, orang sering menganggap bahwa Anda telah dipaksa untuk memakainya bukan karena Islam dan bukan karena pilihan Anda sendiri, tetapi karena keterpaksaan.
Tapi saya melihat ke diri saya sendiri, saya pikir kita harus menjelaskan alasan mengapa kita memakai jilbab. Saya pikir orang tidak boleh meremehkan hal ini. Orang ingin belajar dan itulah bagaimana saya memulainya, dan saya pikir sebagai Muslim kita perlu memberikan penjelasan akan hal itu dan meluangkan waktu untuk menjelaskan hal ini kepada banyak orang.
Di Dubai
Pada dasarnya, ketika saya pertama kali pindah ke Dubai saya tidak memiliki harapan yang banyak, itu lebih dari sebuah langkah karir dari alasan tertentu. Saya juga tertarik akan budaya, tapi hal itu lebih merupakan langkah karir tanpa harapan lain yang saya ingin dapatkan.
Saya mengubah sedikit pandangan saya ketika saya pertama kali pindah ke Dubai. Ketika saya datang dari Inggris, saya datang dengan stereotip negatif terkait dengan Muslim dan negara-negara Islam dan kemudian itu benar-benar berubah tidak seperti apa yang saya harapkan. Kesan saya terhadap Muslim dan kesan saya tentang Islam tidak seperti sebelumnya, ketika saya baru pindah dari Inggris ke Dubai.
Sayangnya, banyak orang berpikir bahwa Islam terkait dengan penindasan perempuan. Namun saya percaya dengan apa yang saya pelajari tentang Islam, dimulai dengan cara wanita berpakaian dan cara seorang muslim memperlakukan istri mereka dan sebagainya.
Dalam sejarah Islam ada banyak orang yang sangat berpendidikan, pemimpin bisnis, Khadijah, istri pertama Nabi, seorang perempuan pebisnis, tetapi di Inggris kisah tentang Islam dan umat Muslim benar-benar berbeda.
Saya selalu percaya pada sesuatu, tapi saya tidak begitu yakin tentang hal itu. Semua agama yang telah saya kaji tidak benar-benar menjawab setiap pertanyaan saya, sampai akhirnya saya menemukan Islam.
Ketika saya mempelajari Islam dan ketika saya pindah untuk bekerja di Dubai, saya belajar lebih banyak tentang Islam itu sendiri. Saya menyadari bahwa dalam Islam lah semua pertanyaan bisa dijawab dan memiliki jawaban, sedangkan dengan agama-agama lain hal tersebut tidak saya temukan.
Dalam Islam semuanya begitu sempurna dan hal inilah yang semakin meyakinkan saya tentang kebenaran ajaran Islam.(fq/oi)

13.43

 
 

Hidayatullah.com-  Mendengar istilah Search and Rescue (SAR) saat ini, mungkin tak elok jika tak menyangkut aksi SAR mengevakuasi korban jatuhnya Pesawat Sukhoi Super Jet (SSJ) 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Tapi aksi SAR yang satu ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Di saat ramai-ramai diberitakan proses evakuasi korban Sukhoi, tak banyak media yang melirik aksi Tim SAR Hidayatullah baru-baru ini.
Pada Ahad (13/5/2012) pagi hingga siang, puluhan anggota Tim SAR Hidayatullah menggelar kegiatan bersih-bersih Sungai Ciliwung. Aksi peduli lingkungan ini dimulai dari Jembatan Citayam, Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor hingga Jembatan Grand Depok City (GDC), Depok, Jawa Barat. Disponsori oleh Pemerintah Kota Depok, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan produsen alat-alat outdoor sports Boogie,, serta didukung Tim Siaga Banjir dari Bina Marga Sumber Daya Alam (BIMASDA), aksi tersebut dibuka oleh Wakil Walikota Depok Idris Abdul Shomad. Dalam sambutannya, Wawali menilai aksi peduli lingkungan itu bukan pekerjaan sepele.
“Memelihara lingkungan bukan sekedar kebutuhan manusia, tapi juga perintah agama. Jangankan memelihara sungai, memelihara pohon saja merupakan sebuah kewajiban. Kegiatan (bersih-bersih Ciliwung) ini sangat mulia,” ujar Wawali sebelum melepas tim.
Dengan menggunakan 6 perahu karet, tim aksi bersih-bersih mulai menyisir bantaran Sungai Ciliwung mulai sekira pukul 8.36 WIB. Setelah hampir setengah jam berlayar, tim transit di salah satu tepian dekat Jl. Raya Kalimulya, Depok. Sampah-sampah yang telah dikarungkan lalu dievakuasi ke darat oleh belasan anggota Bimasda Depok ke mobil truk. Tim kemudian melanjutkan penyisiran sampah di sungai yang kerap “menyumbangkan” limpahan air ke kawasan DKI Jakarta itu.
Kondisi Sungai Ciliwung yang saat itu berarus normal tidak terlalu menyulitkan Tim SAR Hidayatullah yang dipandu Tim Boogie untuk membersihkan dan mengevakuasi sampah. Tim yang sebagian besar adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok tersebut terlihat bekerja penuh semangat dan antusias. Selama kurang lebih tiga jam lamanya di jemur terik matahari, mereka menikmati kerja bakti khusus yang kali pertama digelar SAR Hidayatullah itu.
Sepanjang perjalanan, 20 personel tim tak sekedar  membersihkan sampah. Mereka juga mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan kepada masyarakat yang ditemui di sekira bantaran kali.
“Pak, kalau buang sampah jangan sembarangan ya!” pesan Ketua Umum SAR Hidayatullah, Suheri Abdullah yang turut serta dalam aksi tersebut kepada seorang warga.
Terbatasnya personel dan sarana pendukung membuat sampah-sampah yang menggumpal di beberapa titik Sungai Ciliwung tak mampu diangkut semua oleh tim bersih-bersih tersebut. Meski demikian, acara ini terbilang berjalan lancar.
“Ya (sukses),” ujar Suheri Abdullah kepada Hidayatullah.com.
Selain membersihkan sungai, Tim SAR Hidayatullah juga melakukan penanaman puluhan Pohon Jati.
Setelah mengarungi sungai hingga pukul 11.20 WIB, aksi Bersih-bersih Ciliwung dan Penanaman Pohon ini ditutup oleh Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Sosial Kota Depok Eka Bachtiar. Pada acara penutupan, tim SAR Hidayatullah menyerahkan sejumlah bibit pohon kepada pihak GDC untuk dikelola.
Bantu Evakuasi Korban Sukhoi
Terkait insiden Sukhoi, SAR Hidayatullah juga telah berpartisipasi bersama Basarnas dan tim SAR serta relawan lainnya.
“Kami telah menurunkan tim ke Bogor,” jelas Suheri Abdullah saat memberi sambutan pada pembukaan acara Bersih-bersih Ciliwung dan Penanaman Pohon tersebut.
“SAR Nasional Hidayatullah mengirimkan team ke Gunung Salak untuk bergabung bersama relawan-relawan yang lainnya dalam mencari korban yang belum ditemukan dalam musibah jatuhnya Pesawat Sukhoi (SSJ100). Semoga korban dapat segara ditemukan dan dievakuasi. Amiin!” tulis SAR Hidayatullah di akun Facebook resminya pada Sabtu (12/5) lalu.*


Keterangan foto:
1. Tim SAR Hidayatullah (seragam hitam) berkoordinasi dengan tim SAR TNI dan Basarnas sebelum mengevakuasi korban Sukhoi di Bogor, Jawa Barat (dok. SAR Hidayatullah).
2. Tim SAR Hidayatullah saat mengevakuasi sampah di bantaran Sungai Ciliwung, Depok, Jawa Barat.
Rep: Muh. Abdus Syakur
Red: Administrator

13.41





Hidayatullah.com—Pemerintah Indonesia dan Malaysia saling bertukar pengalaman dalam pengelolaan keberangkatan haji. Hal itu terjadi ketika Menteri Agama Malaysia, Datuk Sri Jamil beserta rombongan berkunjung ke kantor Kementerian Agama. Mereka datang dengan misi mendapatkan pengetahuan pengelolaan haji di Indonesia.

”Kami datang ke sini untuk belajar dan berbagi pengetahuan dalam pengelolana haji. Karena memang jamaah haji Indonesia sangat banyak jumlahnya,” kata Menteri Agama Malaysia, Datuk Sri Jamil, di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (14/5/2012) malam.

Banyaknya jumlah jamaah haji dipastikan butuh mekanisme pengelolaan yang sangat baik. Bukan hanya dalam pengaturan para jamaah secara teknis, tetapi juga manejemen pengelolaan haji yang diyakini sangat luar biasa.

Menariknya, lanjut Menteri Agama Malaysia, jumlah jamaah haji Indonesia tidak pernah sepi. Angkanya pun terus bertambah. Tetapi masa tunggu haji di Indonesia relatif sangat pendek dibandingkan Malaysia.

”Kami mungkin lemah pada satu hal ini, tapi bisa jadi baik pada sisi lain. Jadi di sinilah kami akan bertukar informasi tentang pengelolaan haji tersebut,” terangnya.

Di Malaysia masa tunggu calon jamaah haji mencapai 30 tahun. Tentu berbeda dengan masa tunggu calon jamaah haji Indonesia, paling tidak di bawah 12 tahun.

Pada mekanisme pengelolaan, Datuk Sri Jamil mengakui, sesungguhnya tidak ada perbedaan yang mencolok. Jamaah haji Malaysia pun sejatinya mendapatkan subsidi dari Kerajaan Malaysia. Begitu pula jamaah di Indonesia.

”Di sini terlihat persamaan itu. Kedua negara memberlakukan subsidi bagi jamaah hajinya,” katanya sambil tersenyum kecil.

Berapa besaran subsidi itu? Datuk Sri Jamil menyebutkan nilai subsidi yang diberikan Kerajaan Malaysia bagi setiap jamaah sekitar 4000 RM, dengan total biaya haji sekitar 14 ribu RM. “Jadi jamaah hanya bayar sekitar 10 ribu ringgit saja. Selebihnya Kerajaan Malaysia yang memberikan subsidi itu,” ucapnya.

Terkait mekanisme pengelolaannya, dia menerangkan, pemerintahan Malaysia memang telah memberlakukan pengelolaan haji pada lembaga tersendiri. Sejenis perusahaan yang seluruh tugasnya mempersiapkan haji.

Pada sisi inilah, dia melihat ada perbedaan dalam pengelolaan itu. Di Indonesia pengelolaan masih tetap berada pada kewenangan pemerintah. “Tentu ada lebih dan ada kurangnya. Kita saling belajar,” ucapnya, dalam laman Kemenag.

Sementara itu, Menteri Agama, Suryadharma Ali mengharapkan kerjsama Malaysia dan Indonesia yang sudah lama terjalin dapat terus diperkuat. Hubungan itu tak sebatas pada kerjasama pemerintahan saja, tapi juga budaya dan sosial.

Termasuk pula, tegas dia, dalam kerjasama antarulama dan tokoh agama. Ulama dan tokoh agama di kedua negara perlu saling berbagai informasi dan pengetahuan, terutama dalam persoalan-persoalan hubungan antarumat agama.

”Pantas hubungan ini diperluas pada kerjsama sama antarulama. Mungkin ulama Malaysia memiliki pengetahuan yang sangat dibutuhkan ulama Indonesia, begitu pula sebaliknya,” imbuh Suryadharama Ali.*
Rep: Insan Kamil
Red: Syaiful Irwan

13.39

 

Hidayatullah.com--Kalangan anggota DPR RI setuju dengan sikap Polda Metro Jaya yang tidak memberikan izin konser Lady Gaga di Jakarta.

Menurut anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Basarah, Selasa (15/05/2012), langkah Polda Metro Jaya itu merupakan salah satu bentuk selektifitas budaya asing.

"Saya setuju kalau kita mulai selektif terhadap berbagai intervensi budaya asing atau ideologi transnasional yang masuk ke Indonesia," kata Basarah.

Dikatakannya, saat ini bangsa kita tengah mengalami krisis jati diri keindonesiaannya. "Namun, sikap selektif dan pencegahan terhadap intervensi budaya asing itu harus dilakukan secara tegas dan ukuran pencegahannya juga harus berdasarkan norma hukum yang berlaku dengan dasar Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukumnya," kata anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.

Ia juga mengapresiasi langkah dan sikap Polda Metro yang menolak memberikan izin kepada panitia konser Lady Gaga yang akan mempertontonkan kebebasan berekspresi ala budaya barat.

"Patut diapresiasi karena memang ekspresi panggung Lady Gaga dapat kita nilai sangat vulgar," kata dia pada Antara.
Sedang anggota DPR RI lainnya, Indra mengatakan, sikap Polda untuk menolak konser itu diselenggarakan sudah sangat tepat. Menurutnya, tindakan Polda sudah dipikirkan dengan baik dan matang.
"Tentunya sikap Polda Metro Jaya yang menolak konser Lady Gaga atau rekomendasi tersebut sudah didasarkan pada perhitungan dan pertimbangan yang matang," ujar Indra kepada laman inilah.com, Selasa.

Anggota Komisi III DPR dari PKS yang membidangi masalah hukum ini mengatakan, konser Lady Gaga tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Jika dibiarkan berlanjut, bahaya gesekan horizontal, antarsesama warga negara bisa terjadi.

Untuk itu, sikap Polda Metro Jaya yang melarang keramaian untuk konser Lady Gaga di Jakarta, harus ditindak lanjuti juga oleh Mabes Polri. Menurut Indra, Mabes Polri bisa memberikan ultimatum kepada jajaran di bawahnya untuk tidak memberikan izin penyelenggaraan konser Lady Gaga di mana pun di seluruh wilayah Indonesia.
"Jadi, dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut sudah seharusnya Mabes Polri tidak mengizinkan atau mencabut izin konser Lady Gaga di Indonesia," katanya.

Sebelumnya Polda Metro Jaya sudah menetapkan tidak memberikan izin keramaian untuk konser Lady Gaga di Jakarta. Pihak pelaksana konser sudah mengagendakan konser akan digelar pada Minggu, 3 Juni 2012, di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.*
Keterangan foto: Indra (kiri) dan Ahmad Basarah
Rep: Insan Kamil
Red: Syaiful Irwan

13.32

Tidak Dewasa

Pasangan kamu belum dewasa mungkin masih banyak pria pria yang lain di dunia ini yang tidak dewasa banyak penyebap kenapa pria tidak dewasa salah satunya biasa karena sering di majakan oleh orang yang di sayanginya sebagai informasi untuk kamu ini ada beberapa tanda tanda bahawa pria belum dewasa kamu ingin tahu apa aja itu simak berikut ini seperti di kutip dari okezone.com.
Anak Mommy: Seorang anak dimanjakan oleh orang tuanya dan dibawa kembali ke kehidupan sehari-harinya. Pria dimanjakan oleh ibu mereka dan ini adalah penyebab mengapa kebanyakan dari mereka adalah anak mama. Sikap manja dalam hal ini membuat mereka bertindak tidak dewasa. Ini bisa menjadi sifat keras kepala atau keengganan untuk menyesuaikan diri.
Takut tanggung jawab: Seorang pria merasa dia adalah seorang anak-anak di hati. Inilah sebabnya, mereka berpikir mereka tidak begitu berkembang cukup untuk mengambil tanggung jawab dan menangani mereka. Salah satu alasan mengapa pria takut pernikahan adalah tingkat ketidakdewasaan.
Mental pengatur: Ketika mereka merasa seorang anak-anak di hati, pria ingin dimanjakan dan ingin hidup seperti yang mereka mau. Ini adalah set up mental yang membuat pria bertindak tidak dewasa.
Ceroboh: Sebagian besar pria tidak hati-hati bila dibandingkan dengan wanita. Sikap ceroboh membuat pria tidak dewasa dalam menghadapi situasi. Tidak semua pria ceroboh tetapi hanya pria yang dimanjakan oleh orang tuanya.
Itu adalah beberapa alasan untuk mengetahui mengapa pria tidak dewasa, meskipun tidak semua pria. Mayoritas pria yang berada di bawah umur 30-an atau lebih dimanjakan memiliki ketidakdewasaan lebih.

13.29
Lukman Bawa Jasad Kembarannya Selama 46 Tahun
PANGKEP – Lukman, seorang lelaki warga Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (10/7/2011) terbaring lemah di kamar isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pangkep. Bapak tujuh anak yang sehari-harinya bekerja sebagai petani ini sudah 46 tahun membawa serta kembar siamnya yang sudah meninggal pada bagian perutnya.
Hal tersebut baru diketahui ketika terjadi infeksi pada jaringan perutnya. “Saya memang terlahir sebagai kembar siam. Tapi kembaran saya meninggal sejak kecil. Hanya saya dan sedikit keluarga yang tahun,” kata Lukman kepada Kompas.com. Lukman terlahir dengan membawa kembar siam yang tak sempurna, yang berdempetan dengan perutnya.
Ia tak pernah ketahuan karena lelaki ini memang tidak pernah memeriksakan kelainannya itu ke medis atau ke rumah sakit. Dugaan sementara, terjadi pembengkakan pada bagian perut akibat kanker dari persinggungan jaringan antara tubuhnya dengan tubuh saudara kembarnya tersebut. Direktur RSUD Pangkep Frans Demmanaba mengungkapkan, jaringan sel-sel kembar siam Lukman telah mati atau sudah lama tidak berfungsi. Dari pembusukan kembar siam Lukman yang tidak sempurnah itulah kemudian tumbuh menjadi kanker. Frans mengatakan, pihaknya sejauh ini sebatas melakukan perawatan luka Lukman pada bagian perutnya.
Pihak rumah sakit tidak bisa melakukan tindakan lebih karena keterbatasan alat medis. “Secara prosedural, pasien harus kami rujuk ke Makassar yang memiliki alat medis yang lebih lengkap. Tapi pasien dan keluarga belum bersedia dirujuk ke Makassar,” ungkapnya. Kembar siam yang telah meninggal dan terus melengket pada bagian perut Lukman mengakibatkan terganggunya jaringan lain yang berhubungan, khususnya di bagian perut, yang dikhawatirkan bisa menjadi metastase atau penyebaran kanker dari jaringan yang rusak ke jaringan yang normal. “Jaringan yang mati berjalan terus ke jaringan yang normal karena tidak dilakukan pemisahan.
Jika tidak dilakukan pemisahan segera, implikasi terburuknya bisa menyebabkan kematian karena kanker yang terus menjalar. Penanganannya harus kompleks,” katanya lagi. Sementara Mantasia, istri Lukman, mengaku baru mengetahui kalau benjolan di bagian perut suaminya tersebut adalah kembar siam sang suami yang telah meninggal. Sebulan lalu, kata Mantasia, suaminya mengaku kerap merasa kesakitan pada bagian perut, namun selalu menolak seiap kali diajak berobat. “Kami bukan menolak dirujuk ke Makassar untuk operasi meskipun gratis. Tapi untuk biaya hidup di Makassar selama bapak menjalani perawatan, kami kesulitan,” katanya.tribunnews.com

13.23

Ilustrasi
Ilustrasi

BITUNG - Seorang pria di Kota Bitung, Sulawesi Utara, tega menggauli anak kandungnya sendiri. Parahnya, tindakan cabul itu sudah dilakukan selama enam tahun terakhir.

Peristiwa terbongkar karena pelaku, ML (45), warga Kelurahan Motto, Kecamatan Lembeh Seletan, Kota Bitung, cemburu setelah mendapati anaknya sedang berpacaran. Pelaku kemudian memukuli korban hingga aksi kekerasan itu diketahui tetangga.

Mereka kemudian dibawa ke kantor kelurahan. Dari situ, korban secara spontan membongkar tindakan bejat orangtuanya. Diantar tetangga, korban melapor ke petugas Polsek Bitung Selatan. Polisi bergerak cepat dan menangkap pelaku di rumahnya.

Kepada petugas, ML mengaku telah memperkosa anaknya sejak duduk di bangku SMP. Pelaku beralasan hendak mengetes keperawanan putri angkatnya itu.

“Saya sudah menjaganya sejak usia satu tahun tujuh bulan. Awalnya, saya curiga dia sudah tidak perawan lagi,” ungkap ML di Mapolsek Bitung Selatan, Senin (14/5/2012).

Dari hubungan terlarang itu, korban sempat dua kali hamil, namun digugurkan menggunakan obat.

Sementara itu, korban mengaku diperkosa kali pertama pada 2006 atau saat masih duduk di kelas 6 SD. Pemerkosaan terjadi di rumah saat sepi. Ibu korban menderita tunarungu sehingga pelaku bebas melancarkan aksinya.

Setiap kali berhubungan, korban sering diperlakukan tak manusiawi, yakni dipukul dan diancam dibunuh.

“Kejadian tidak bias dihitung lagi, tapi sekarang rasanya sudah lepas beban sejak bapak ditangkap,” ungkap korban.

Kapolsek Bitung Selatan AKP Suntaka mengungkapkan ML terancam dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 294 KUHP dengan hukuman penjara 16 tahun.

(Rocky Oroh/Sindo TV/ton)

13.22

Ilustrasi (Okezone)
Ilustrasi (Okezone)

KUTA - Polsek Kuta membekuk dua pelaku pembobol kartu kredit spesialis warga ekspatriat. Para pelaku yakni Rahmat Hartono (44) asal Banyuwangi, dan Catur Sudarman (35) asal Jember, Jawa Timur.

Keduanya ditangkap setelah polisi mendapar laporan korban dan pihak bank yang curiga kartu kredit milik nasabah asing atas nama Popova Ksenia (30). Dari penyelidikan akhirnya polisi mengedus keberadaan dua pelaku yang seorang diantaranya merupakan residivis.

"Korban mengaku kehilangan kartu kredit sekira pukul 02.00 WIta pada Kamis 10 Mei 2012 usai pulang dari tempat hiburan," kata Kapolsek Kuta AKP I Gde Ganefo dalam keterangan resminya, Selasa (15/5/2012).

Ia menuturkan, jika wanita asal Rusia tersebut, tengah berlibur ke Bali dan menginap di Tune Hotel, Legian, Kuta, Kabupaten Badung ini kehilangan kartu kredit saat dalam kondisi mabuk berat usai dugem.

Dalam keadaan sempoyongan, korban menarik uang di salah satu counter Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Comenwealth Bank di Jalan Padma Utara, Legian, Kuta.

Pengaukuan tersangka, kata Genefo, ada dua orang pelaku yang terus menguntitnya usai keluar dari tempat hiburan hingga ke lokasi kejadian.

Karena lengah, pelaku dengan leluasa mengambil dompet korban yang didalamnya berisi kartu kredit. Barulah keesokan harinya, korban sadar jika dompetnya hilang sehingga segera melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Kami mendapatkan informasi sebelumnya korban sempat dihubungi pihak bank yang menjelaskan bahwa kartu kreditnya dipakai seseorang," imbuhnya. Berbekal informasi itu, polisi lanjut melakukan pengejaran pelaku yang berhasil diketahui identitasnya.

Polisi lebih dahulu menangkap tersangka Rahmat di seputar pusat perbelanjaan Supernova, Jalan Raya Kuta. Dari nyanyian Rahmat, akhirnya pelaku lain berhasil dilacak keberadaanya yang turut beraksi dalam pembobolan kartu kredit.

Tersangka Catur diketahui sebagai residivis kasus sama yang diketahui bos  toko “The Choise” di Jalan Dewi Sartika, Kuta. “Tersangka Catur sebelumnya pernah ditahan dalam kasus sama,” jelasnya lagi.

Kedua tersangka mengaku telah menggunakan kredit hasil kejahatannya sebanyak tiga kali untuk berbelanja di sejumlah toko di sekitar Kuta.

13.21
Perilaku merokok di kalangan anak-anak Indonesia semakin hari, kian memprihatinkan. Bagaimana tidak, hal itu kini menjadi sorotan publik, tak hanya di dalam negeri, namun media massa internasional.

Setelah beberapa waktu lalu, ada nama Sandi, balita asal Malang, Jawa Timur dan Aldi, bocah berusia dua tahun asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang begitu maniak merokok. Anak-anak itu, sanggup menghabiskan empat bungkus rokok kretek setiap hari.

Belakangan, muncul pemberitaan mengenai Ilham, bocah delapan tahun asal Sukabumi, Jawa Barat. Ia merokok sejak usia empat tahun. Bahkan, kerap mengamuk kalau permintaan untuk merokok tidak dipenuhi.

Kasus para perokok belia, bisa disebut fenomena puncak gunung es. Ada ribuan, bahkan puluhan ribu perokok belia di luar sana yang masih luput dari perhatian publik.

Tahukan Anda, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010? Secara nasional, prevalensi penduduk usia 15 tahun ke atas yang merokok sebesar 34,7 persen, dimana 28,2 persen adalah perokok setiap hari, dan 6,5 persen perokok kadang-kadang.

Yang memprihatinkan, hampir sebagian besar perokok aktif di Indonesia mulai merokok sejak usia belia. Sekitar 43,3 persen perokok, mulai merokok di usia 15-19 tahun, sekitar 17,5 persen mulai merokok di rentang usia 10-14 tahun dan 14,6 persen di usia 20-24. Bahkan di antara para perokok sebanyak 1,7 persen mulai merokok sejak usia lima sampai sembilan tahun.

Dari hasil analisis, dicatat perokok dengan umur mulai merokok di usia balita terbanyak dijumpai di Jawa Timur (22 persen). Disusul berikutnya adalah Jawa Tengah serta Jawa Barat di urutan kedua dan ketiga.

Perokok belia kini tak sungkan merokok di tempat umum, bahkan di rumah sendiri. Lingkungan tumbuh kembang anak saat ini memang cenderung mengondisikan bahwa perilaku merokok itu sebagai hal yang lumrah.
Pengaruh inisiasi merokok di kalangan anak dan remaja itu muncul dari lingkungan sekitar, mulai dari teman sepermainan, tetangga, kakak atau saudara, bahkan ironisnya, dari orang tua sendiri.

Riskesdas 2010 memperlihatkan, bahwa secara nasional prevalensi perokok umur 15 tahun ke atas yang merokok di dalam rumah mencapai 76,6 persen. Bahkan sekitar 68,5 persen perokok usia 15-24 merokok bersama anggota rumah yang lain.

Iklan dan promosi rokok pun mengepung dari segala penjuru, di dalam dan di luar rumah. Bahkan, seringkali iklan dan promosi rokok ini mengiringi berbagai acara dan kegiatan yang diikuti kalangan anak dan remaja.

Dengan kekuatan visualnya, iklan-iklan ini menyampaikan pesan perokok sebagai sosok yang keren, berani, percaya diri, kreatif dan setia kawan. Sangat mudah menggiring anak dan remaja, yang tengah mencari jati diri, untuk menjadi perokok pemula.

Pemerintah tentunya memiliki kewajiban melindungi generasi muda dari bahaya rokok ini. Salah satu alat legitimasi pemerintah dalam memenuhi kewajiban ini adalah melalui produk Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai zat adiktif bagi Kesehatan, atau dikenal dengan RPP Tembakau. (adv)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget