Latest Post

15.32

Laporan menyatakan bahwa telah terjadi pertumbuhan akan pengaruh Syiah di Nigeria dan perluasan gerakan tersebut hingga ke titik di mana pengaruh mereka bisa digambarkan sebagai "negara dalam negara" yang menjadi ancaman nyata terhadap negara Nigeria sendiri.
Kota Kaduna, kubu gerakan Syiah utama Nigeria, dilaporkan Syiah telah memiliki surat kabar harian yang berkembang selama lebih dari dua dekade dan mengatakan akan segera menyiarkan informasi tentang mereka berbasis internet dan stasiun radio berbahasa Hausa serta memulai sebuah saluran TV baru.
Di Kaduna juga banyak beredar film-film dokumenter menyanjung para pemimpin agama Syiah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Hausa lokal, dengan ratusan VCD, DVD dijual kepada penduduk setempat setiap bulannya.
Beberapa pihak khawatir bahwa gerakan ini dapat tumbuh tak terkendali oleh kekuatan-kekuatan yang berkuasa saat ini.
Pemimpinnya, Syaikh Ibrahim Zakzaky, menjadi pendukung Syiah sejak revolusi Syiah Iran di mulai tahun 1979 lalu. Meskipun ia menyangkal gerakannya mendapat dana apapun dari Iran, ia juga sangat keras mengumandangkan sikap anti-Amerika.
Syaikh Zakzaky sendiri adalah tahanan politik selama sembilan tahun selama tahun 1980 hingga 1990, dituduh oleh rezim militer melakukan pembangkangan sipil.
Para pendukungnya pernah terlibat dalam bentrokan kekerasan dengan negara selama beberapa dekade - 120 dari pengikutnya saat ini berada di dalam penjara - dan analis politik Muhammad Kabir Isa mengatakan mereka merupakan ancaman yang nyata bagi Nigeria.
Muhammad Kabir Isa, seorang peneliti senior di Ahmadu Bello University, menjelaskan gerakan Syiah Syaikh Zakzaky sebagai "negara dalam negara" di Nigeria sendiri.
Isa juga menuduh pendukung gerakan itu sekarang telah menjadi jauh lebih berpengaruh di tengah masyarakat.
"Saya tahu misalnya dia (Syaikh Zakzay) memastikan anggotanya direkrut menjadi tentara, anggotanya direkrut di kepolisian, ia memiliki orang yang bekerja untuknya di dalam pelayanan keamanan negara," tegasnya.(fq/imo)


15.30

Masalah Syiah sudah menjadi duri dalam daging di tubuh umat Islam. Syiah terus-menerus mengklaim mereka juga bagian dari komunitas kaum muslimin kebanyakan, namun di belakang mereka melakukan tikaman terhadap umat Islam itu sendiri.
"Syiah rafidhah itu mainnya halus namun sangat menusuk," ujar Dr. Daud Rasyid, MA, yang merupakan salah seorang pakar hadits, dalam pernyataan penegasannya kepada Eramuslim Ahad kemarin (8/4), setelah sebelumnya memaparkan hal tersebut dalam sebuah seminar Al-Quran di masjid Al-Ikhlash Jati Padang Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Dalam paparannya di acara Seminar Al-Quran yang bertajuk, "Menyongsong Generasi Gemilang Bersama Cahaya Al-Quran", ustadz kelahiran Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara ini dengan runutnya menjelaskan kesesatan Syiah. Menurutnya Syiah sudah menjadi duri dalam daging di tubuh umat Islam, mereka dengan halus menyebarkan ajaran-ajaran sesatnya di kalangan Ahlus Sunnah dengan kedok persatuan dan sejenisnya.
Ustadz Daud, begitu kebanyakan orang memanggilnya, dalam seminar Ahad kemarin menceritakan juga tentang salah satu proyek Syiah di Indonesia yang memanfaatkan media radio untuk menyebarkan paham-paham sesat mereka namun dikemas dengan cara yang menarik sehingga banyak menipu kaum Muslimin.
Tanpa menyebut nama radio tersebut, ustadz Daud hanya menjelaskan bahwa radio itu terletak di wilayah Cibubur dan merupakan anti tesis dari radio dakwah yang berada tidak jauh dari Cibubur, tepatnya di Cileungsi. Dan pembina utama radio itu, menurut beliau sering melakukan "tasykik" atau membuar keragu-raguan di kalangan umat Islam, khususnya masalah hadits Bukhari-Muslim.
"Kalian semua tahulah apa nama radio itu dan siapa pembinanya, tidak perlu saya sebutkan di sini," ujar ustadz Daud kepada para peserta seminar Al-Quran yang jumlahnya hampir 2.000 an tersebut.
"Saya dalam sebuah perjalanan, hampir satu jam mendengar pembina radio ini menyebarkan tasykik kepada kaum muslimin, khususnya masalah hadits Bukhari-Muslim. Bagi umat Islam yang awam strategi pembina radio ini bisa mempengaruhi pemahamanan mereka terhadap hadits, namun orang yang memiliki pengetahuan tentang hadits tidak bisa tertipu dengan cara-cara tasykik seperti ini," tegas beliau.
Beliau juga menjelaskan untuk menutup-nutupi ke Syiah-an radio ini, pengelola radio memasang banyak ustadz-ustadz dari kalangan ahlus Sunnah untuk berbicara di sana, namun itu semua hanyalah kamuflase, menurut beliau, karena inti dari radio tersebut adalah pembinanya yang memang sering melakukan tasykik terhadap kaum muslimin dan sering mengelabui umat Islam dengan slogan persatuannya.
Dalam penjelasannya secara langsung kepada Eramuslim, ustadz Daud juga menyatakan bahwa nama beliau juga dicatut oleh radio tersebut, jadi seakan-akan beliau juga mendukung radio itu, bisa jadi dengan ustadz-ustadz yang lain yang juga mereka klaim sebagai pendukung radio mereka.(fq)

15.20
Abdur Rahim Green
Abdur Rahim Green seorang mualaf menjelaskan bagaimana hari-hari terakhir ayahnya di rumah sakit sebelum dia akhirnya meninggal dunia.
Green adalah mantan Direktur Barclays Bank di Kairo, dan putranya Abdur Rahim Green menemukan Islam lebih dari 20 tahun yang lalu, dan saat ini menjadi tokoh terkenal di kalangan sarjana Muslim dan pengkhotbah di Inggris.
Sebelumnya Abdur Rahim berpikir bahwa ayahnya tidak akan pernah menjadi muslim, namun kehendak Allah berkata lain, ayahnya Green akhirnya masuk Islam hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal.
Mengutip sebuah hadits Nabi yang berbunyi: "Semoga wajahnya digosok dalam debu (semoga dia menjadi terhina) serta masuk neraka orang yang salah satu orangtuanya sudah mencapai usia tua namun dia tidak melayani mereka."
Abdul Rahim Green kemudian mengatakan "Itulah mengapa saya memutuskan untuk meluangkan waktu saya di sini dengan ibu saya setelah kematian ayah saya.
Kematian ayah saya adalah sesuatu yang membuat saya sangat bahagia, dan merupakan kisah luar biasa tentang bagaimana hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal, ia diberkati untuk mengucapkan dua kalimat Syahadat.
Allah SWT hanya menyuruh kita untuk berdakwah dan kita tidak bisa mengubah siapa pun untuk berubah menjadi Islam kecuali dengan izin Allah. Tugas kita adalah untuk menyampaikan dakwah, untuk menjelaskan kepada orang dengan cara terbaik yang kita bisa, hidayah hanya ada di tangan Allah SWT.
Saya tidak pernah berpikir bahwa ayah saya mengucapkan kalimat Syahadah. Ayah saya adalah seorang ayah yang luar biasa, dia memiliki kepribadian yang luar biasa dan tidak ada yang bisa menggambarkan dia sebagai orang yang buruk.
Selama 23 tahun, sejak saya menjadi seorang Muslim, saya telah mengajak ayah saya untuk masuk Islam. Dan saya memutuskan untuk memberikan contoh terbaik saya yang mungkin bisa menggambarkan Islam sebenarnya, tentang bagaimana Islam memandang hidup, tentang bagaimana Islam mengajarkan saya untuk menghormati dia sebagai orangtua. Tapi saya berpikir bahwa ayah saya berpikiran sangat tertutup terhadap Islam, jadi saya tidak pernah berharap penuh bahwa ia akan menjadi seorang Muslim.
Ayah saya telah sakit selama beberapa tahun, dan ibu saya berpikir bahwa ia tidak akan sembuh dari sakitnya. Sebagaimana yang terjadi, beberapa minggu ketika saya kembali dari Inggris, saya tiba di rumah sakit dan langusng pergi menemui ayah saya. Saya menatapnya dan saya berpikir bahwa ia bisa mati malam ini. Jadi, saya berpikir, jika saya tidak mengatakan sesuatu tentang Islam, saya tidak akan memaafkan diri saya sendiri.
Saya tahu bahwa saya mencoba mengajaknya masuk Islam melalui banyak cara. Tapi saya berpikir bahwa saya harus membuat upaya terakhir.
Saya telah menghabiskan waktu yang lama memikirkan apa yang bisa saya katakan. Bagaimana saya bisa mengatakannya? Apa cara yang tepat untuk mendekatinya? Dia sudah sangat sakit, jadi saya tidak ingin membuat dia kesusahan, saya tidak ingin membuat dia menjadi lebih marah.
Sejujurnya saya takut bahwa ia mungkin mengatakan "Tidak," dan menolak ajakan saya. Dan saya bahkan khawatir bahwa jika ia memang mengatakan Syahadat namun tidak masuk ke dalam Islam, kemudian ia sembuh dan pulang ke rumah dan menjadi lebih arogan tentang Islam, hal itu lebih menakutkan saya.
Ini benar-benar hal yang sulit. Setiap mualaf yang memiliki orang tua yang belum muslim, mereka pasti mengalami dilema ini seperti yang saya alami. Namun jangan pernah meremehkan kekuatan dari doa, karena itu maka ketika saya bingung, saya meminta Allah untuk membantu saya menemukan sesuatu untuk dikatakan kepada ayah saya.
Saat ia berbaring di tempat tidur, saya berkata kepadanya: "Ayah! Saya punya sesuatu yang sangat penting untuk saya beritahukan kepada ayah, apakah ayah mau mendengarkannya? Ayah saya tidak bisa benar-benar berbicara dengan baik, jadi dia mengangguk. Lalu saya berkata: Saya punya sesuatu untuk dikatakan, jika saya tidak mengatakannya, saya akan menyesalinya.
Dan kemudian saya mengatakan kepadanya bahwa "di hari kiamat, seorang pria akan datang di depan Allah dengan banyak perbuatan dosa serta kemaksiatan, dan Allah akan berkata kepadanya, Anda memiliki sesuatu yang melampaui semua itu. " Dan orang itu akan berkata, "Apa itu Tuhanku?" Allah berfirman 'Sebuah pernyataan tertulis yang bisa Anda buat: Tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya."
Saya berkata, "Jadi ayah, ini adalah kunci surga, ini adalah kunci sukses dalam kehidupan yang akan datang, bagaimana menurut ayah?"
Dan ia menganggukkan kepalanya.
Saya berkata "Apakah itu berarti Anda ingin mengatakan kata-kata tersebut?"
Dan ayah saya berkata "Ya."
Dia menginkuti kata-kata yang saya ucapkan, "Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah Rasulullah."
Saya harus meninggalkan rumah sakit pada hari itu, karena rumah sakit memiliki beberapa aturan ketat. Saya mengunjunginya pada hari berikutnya, dan dia sudah tidak ingat apa-apa. Dia tidak mampu mengingat satu hal dari sehari ke hari yang lain, bahkan dari jam ke jam yang lain, tapi itu bukan akhir semua itu.
Tiga atau empat hari sebelum ia meninggal, ayah saya berkata: Tolong, tolong bantu saya.
Saya berkata, "Ayah apa yang kau ingin saya lakukan?"
Dia mengatakan "Saya tidak tahu!"
Lalu ia berkata, "Beri saya sesuatu yang mudah untuk dilakukan."
Saya teringat hadits Nabi: "Ada sesuatu yang ringan di lidah, namun berat di sisi timbangan" Jadi, saya berkata "Ayah jika saya adalah ayah, saya akan terus mengulangi kalimat syahadat berulang-ulang."
Dan dia berkata, "Ya, itulah yang ingin saya lakukan."
Dan kami menghabiskan setengah jam mengulang-ulang kalimat Syahadah itu.
Tidak beberapa lama kemudian, saya berangkat ke Inggris, dan di sana saya mendengar ayah saya telah meninggal dunia. Subhanallah.(fq/oi)

15.14


JAKARTA (voa-islam.com) - Pernyataan ngawur Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) membuat berang sejumlah tokoh dan intelektual muslim yang benar-benar memiliki background keislaman yang memadai.
Bachtiar Nasir, Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia  (Sekjen MIUMI), misalnya, menilai Ulil Abhsar Abdallah sebagai sosok yang bebal dan ngeyel karena berani menantang azab Tuhan.
Kecaman Bachtiar terhadap Ulil disampaikan saat menyampaikan materi tentang watak keras Bani Israel dalam Al-Quran di Islamic Center Ar-Rahman Quranic Learning (AQL) Tebet, Jakarta Selatan (Kamis, 10/05/2012).
"Dalam sejarah, Bani Israel dikenal keras dan ngeyel. Diajak beriman kepada Allah, malah minta penampakkan Tuhan dalam bentuk materi (kasat mata). itu kan ngeyel", paparnya.
"Mirip Ulil",  ujarnya geram.
Komentar Direktur AQL ini terkait pernyataan Ulil dalam tweeternya  yang menantang azab yang diturunkan kepada kaum Luth sebagaimana yang ceritakan dalam Al-Quran Surat Al-A’raf: 80-84.
Al-Quran mengisahkan, kaum Sodom, umat nabi Luth AS diadzab oleh Allah karena  suka melakukan perkawinan sejenis.
“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian. "
"Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas."
"Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri."
"Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.”
"Kalau memang benar Kaum Luth diazab, kenapa Allah tidak menurunkan azab yang sama di zaman sekarang?" celoteh Ulil di Tweeter. [Widad/Masdar Helmi].

15.04
 


 Sosok Melanie Jane adalah seorang gadis Inggris yang memutuskan untuk masuk Islam di usia mudanya.
Dalam rekaman sebuah video, dia menjelaskan bagaimana dia menemukan Islam ketika ia pindah bekerja di Dubai. Berikut ini adalah sebagian dari transkripsi dari video tersebut.
Orangtua yang peduli
"Saya pikir saya adalah produk dari orang tua yang sangat peduli kepada saya.
Orang tua saya sangat berpikiran terbuka dan sangat peduli, dan mereka selalu mengajari saya untuk tidak mendiskriminasikan siapa pun, baik dari agama, budaya, warna, atau apapun. Saya berpikir bahwa mereka telah memberi saya landasan untuk melakukan pengkajian dan akhirnya menjadi saya seperti sekarang ini.
Ketika orang melihat saya sekarang telah memakai jilbab, terutama orang-orang yang mengenal saya sebelumnya, banyak dari mereka menyampaikan kesan pertamanya dengan kata-kata "Oh, lihat dia! Dia menikah dengan seorang pria Muslim," dan "Lihat dia sekarang! Sangat disayangkan, lihatlah kenapa dia harus jadi seperti itu, sekarang dia tertindas! "
Dan banyak orang mengasosiasikan saya dengan cara pandang mereka melihat saya sekarang yang berjilbab. Mereka berpikir bahwa saya berpakaian seperti ini karena suami saya memaksa saya. Atau, mungkin karena sesuatu yang saya diberitahu bahwa saya harus melakukannya. Tapi alasan agama lah yang menjadi dasar kenapa saya melakukannya.
Saya pikir Anda memiliki wawasan yang unik ketika Anda memakai jilbab dan mengetahui mengapa Anda memakainya. Hal ini bukan untuk orang lain, itu untuk diri sendiri dan demi Allah, itulah alasan kita memakainya, bukan karena orang lain meminta kita untuk melakukannya.
Kejadian lucu pernah saya alamai saat saya pergi ke tempat potong rambut. Saya memasuki salon mengenakan jilbab saya, dan ketika saya duduk, setelah memotong rambut saya seorang wanita berkata kepada saya:
"Saya melihat anda telah menikah?"
Saya berkata: "Ya benar."
Lalu dia berkata "Saya berasumsi bahwa Anda menikah dengan seorang warga lokal?" (Melanie Jane bekerja di Dubai)
Dia mengasumsikan karena saya memakai jilbab maka saya menikah dengan seorang warga lokal dan mungkin itu alasan mengapa saya memakai jilbab. Saya rasa ini adalah contoh lain dari prasangka masyarakat terhadap jilbab, orang sering menganggap bahwa Anda telah dipaksa untuk memakainya bukan karena Islam dan bukan karena pilihan Anda sendiri, tetapi karena keterpaksaan.
Tapi saya melihat ke diri saya sendiri, saya pikir kita harus menjelaskan alasan mengapa kita memakai jilbab. Saya pikir orang tidak boleh meremehkan hal ini. Orang ingin belajar dan itulah bagaimana saya memulainya, dan saya pikir sebagai Muslim kita perlu memberikan penjelasan akan hal itu dan meluangkan waktu untuk menjelaskan hal ini kepada banyak orang.
Di Dubai
Pada dasarnya, ketika saya pertama kali pindah ke Dubai saya tidak memiliki harapan yang banyak, itu lebih dari sebuah langkah karir dari alasan tertentu. Saya juga tertarik akan budaya, tapi hal itu lebih merupakan langkah karir tanpa harapan lain yang saya ingin dapatkan.
Saya mengubah sedikit pandangan saya ketika saya pertama kali pindah ke Dubai. Ketika saya datang dari Inggris, saya datang dengan stereotip negatif terkait dengan Muslim dan negara-negara Islam dan kemudian itu benar-benar berubah tidak seperti apa yang saya harapkan. Kesan saya terhadap Muslim dan kesan saya tentang Islam tidak seperti sebelumnya, ketika saya baru pindah dari Inggris ke Dubai.
Sayangnya, banyak orang berpikir bahwa Islam terkait dengan penindasan perempuan. Namun saya percaya dengan apa yang saya pelajari tentang Islam, dimulai dengan cara wanita berpakaian dan cara seorang muslim memperlakukan istri mereka dan sebagainya.
Dalam sejarah Islam ada banyak orang yang sangat berpendidikan, pemimpin bisnis, Khadijah, istri pertama Nabi, seorang perempuan pebisnis, tetapi di Inggris kisah tentang Islam dan umat Muslim benar-benar berbeda.
Saya selalu percaya pada sesuatu, tapi saya tidak begitu yakin tentang hal itu. Semua agama yang telah saya kaji tidak benar-benar menjawab setiap pertanyaan saya, sampai akhirnya saya menemukan Islam.
Ketika saya mempelajari Islam dan ketika saya pindah untuk bekerja di Dubai, saya belajar lebih banyak tentang Islam itu sendiri. Saya menyadari bahwa dalam Islam lah semua pertanyaan bisa dijawab dan memiliki jawaban, sedangkan dengan agama-agama lain hal tersebut tidak saya temukan.
Dalam Islam semuanya begitu sempurna dan hal inilah yang semakin meyakinkan saya tentang kebenaran ajaran Islam.(fq/oi)

13.43

 
 

Hidayatullah.com-  Mendengar istilah Search and Rescue (SAR) saat ini, mungkin tak elok jika tak menyangkut aksi SAR mengevakuasi korban jatuhnya Pesawat Sukhoi Super Jet (SSJ) 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Tapi aksi SAR yang satu ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Di saat ramai-ramai diberitakan proses evakuasi korban Sukhoi, tak banyak media yang melirik aksi Tim SAR Hidayatullah baru-baru ini.
Pada Ahad (13/5/2012) pagi hingga siang, puluhan anggota Tim SAR Hidayatullah menggelar kegiatan bersih-bersih Sungai Ciliwung. Aksi peduli lingkungan ini dimulai dari Jembatan Citayam, Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor hingga Jembatan Grand Depok City (GDC), Depok, Jawa Barat. Disponsori oleh Pemerintah Kota Depok, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan produsen alat-alat outdoor sports Boogie,, serta didukung Tim Siaga Banjir dari Bina Marga Sumber Daya Alam (BIMASDA), aksi tersebut dibuka oleh Wakil Walikota Depok Idris Abdul Shomad. Dalam sambutannya, Wawali menilai aksi peduli lingkungan itu bukan pekerjaan sepele.
“Memelihara lingkungan bukan sekedar kebutuhan manusia, tapi juga perintah agama. Jangankan memelihara sungai, memelihara pohon saja merupakan sebuah kewajiban. Kegiatan (bersih-bersih Ciliwung) ini sangat mulia,” ujar Wawali sebelum melepas tim.
Dengan menggunakan 6 perahu karet, tim aksi bersih-bersih mulai menyisir bantaran Sungai Ciliwung mulai sekira pukul 8.36 WIB. Setelah hampir setengah jam berlayar, tim transit di salah satu tepian dekat Jl. Raya Kalimulya, Depok. Sampah-sampah yang telah dikarungkan lalu dievakuasi ke darat oleh belasan anggota Bimasda Depok ke mobil truk. Tim kemudian melanjutkan penyisiran sampah di sungai yang kerap “menyumbangkan” limpahan air ke kawasan DKI Jakarta itu.
Kondisi Sungai Ciliwung yang saat itu berarus normal tidak terlalu menyulitkan Tim SAR Hidayatullah yang dipandu Tim Boogie untuk membersihkan dan mengevakuasi sampah. Tim yang sebagian besar adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok tersebut terlihat bekerja penuh semangat dan antusias. Selama kurang lebih tiga jam lamanya di jemur terik matahari, mereka menikmati kerja bakti khusus yang kali pertama digelar SAR Hidayatullah itu.
Sepanjang perjalanan, 20 personel tim tak sekedar  membersihkan sampah. Mereka juga mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan kepada masyarakat yang ditemui di sekira bantaran kali.
“Pak, kalau buang sampah jangan sembarangan ya!” pesan Ketua Umum SAR Hidayatullah, Suheri Abdullah yang turut serta dalam aksi tersebut kepada seorang warga.
Terbatasnya personel dan sarana pendukung membuat sampah-sampah yang menggumpal di beberapa titik Sungai Ciliwung tak mampu diangkut semua oleh tim bersih-bersih tersebut. Meski demikian, acara ini terbilang berjalan lancar.
“Ya (sukses),” ujar Suheri Abdullah kepada Hidayatullah.com.
Selain membersihkan sungai, Tim SAR Hidayatullah juga melakukan penanaman puluhan Pohon Jati.
Setelah mengarungi sungai hingga pukul 11.20 WIB, aksi Bersih-bersih Ciliwung dan Penanaman Pohon ini ditutup oleh Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Sosial Kota Depok Eka Bachtiar. Pada acara penutupan, tim SAR Hidayatullah menyerahkan sejumlah bibit pohon kepada pihak GDC untuk dikelola.
Bantu Evakuasi Korban Sukhoi
Terkait insiden Sukhoi, SAR Hidayatullah juga telah berpartisipasi bersama Basarnas dan tim SAR serta relawan lainnya.
“Kami telah menurunkan tim ke Bogor,” jelas Suheri Abdullah saat memberi sambutan pada pembukaan acara Bersih-bersih Ciliwung dan Penanaman Pohon tersebut.
“SAR Nasional Hidayatullah mengirimkan team ke Gunung Salak untuk bergabung bersama relawan-relawan yang lainnya dalam mencari korban yang belum ditemukan dalam musibah jatuhnya Pesawat Sukhoi (SSJ100). Semoga korban dapat segara ditemukan dan dievakuasi. Amiin!” tulis SAR Hidayatullah di akun Facebook resminya pada Sabtu (12/5) lalu.*


Keterangan foto:
1. Tim SAR Hidayatullah (seragam hitam) berkoordinasi dengan tim SAR TNI dan Basarnas sebelum mengevakuasi korban Sukhoi di Bogor, Jawa Barat (dok. SAR Hidayatullah).
2. Tim SAR Hidayatullah saat mengevakuasi sampah di bantaran Sungai Ciliwung, Depok, Jawa Barat.
Rep: Muh. Abdus Syakur
Red: Administrator

13.41





Hidayatullah.com—Pemerintah Indonesia dan Malaysia saling bertukar pengalaman dalam pengelolaan keberangkatan haji. Hal itu terjadi ketika Menteri Agama Malaysia, Datuk Sri Jamil beserta rombongan berkunjung ke kantor Kementerian Agama. Mereka datang dengan misi mendapatkan pengetahuan pengelolaan haji di Indonesia.

”Kami datang ke sini untuk belajar dan berbagi pengetahuan dalam pengelolana haji. Karena memang jamaah haji Indonesia sangat banyak jumlahnya,” kata Menteri Agama Malaysia, Datuk Sri Jamil, di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (14/5/2012) malam.

Banyaknya jumlah jamaah haji dipastikan butuh mekanisme pengelolaan yang sangat baik. Bukan hanya dalam pengaturan para jamaah secara teknis, tetapi juga manejemen pengelolaan haji yang diyakini sangat luar biasa.

Menariknya, lanjut Menteri Agama Malaysia, jumlah jamaah haji Indonesia tidak pernah sepi. Angkanya pun terus bertambah. Tetapi masa tunggu haji di Indonesia relatif sangat pendek dibandingkan Malaysia.

”Kami mungkin lemah pada satu hal ini, tapi bisa jadi baik pada sisi lain. Jadi di sinilah kami akan bertukar informasi tentang pengelolaan haji tersebut,” terangnya.

Di Malaysia masa tunggu calon jamaah haji mencapai 30 tahun. Tentu berbeda dengan masa tunggu calon jamaah haji Indonesia, paling tidak di bawah 12 tahun.

Pada mekanisme pengelolaan, Datuk Sri Jamil mengakui, sesungguhnya tidak ada perbedaan yang mencolok. Jamaah haji Malaysia pun sejatinya mendapatkan subsidi dari Kerajaan Malaysia. Begitu pula jamaah di Indonesia.

”Di sini terlihat persamaan itu. Kedua negara memberlakukan subsidi bagi jamaah hajinya,” katanya sambil tersenyum kecil.

Berapa besaran subsidi itu? Datuk Sri Jamil menyebutkan nilai subsidi yang diberikan Kerajaan Malaysia bagi setiap jamaah sekitar 4000 RM, dengan total biaya haji sekitar 14 ribu RM. “Jadi jamaah hanya bayar sekitar 10 ribu ringgit saja. Selebihnya Kerajaan Malaysia yang memberikan subsidi itu,” ucapnya.

Terkait mekanisme pengelolaannya, dia menerangkan, pemerintahan Malaysia memang telah memberlakukan pengelolaan haji pada lembaga tersendiri. Sejenis perusahaan yang seluruh tugasnya mempersiapkan haji.

Pada sisi inilah, dia melihat ada perbedaan dalam pengelolaan itu. Di Indonesia pengelolaan masih tetap berada pada kewenangan pemerintah. “Tentu ada lebih dan ada kurangnya. Kita saling belajar,” ucapnya, dalam laman Kemenag.

Sementara itu, Menteri Agama, Suryadharma Ali mengharapkan kerjsama Malaysia dan Indonesia yang sudah lama terjalin dapat terus diperkuat. Hubungan itu tak sebatas pada kerjasama pemerintahan saja, tapi juga budaya dan sosial.

Termasuk pula, tegas dia, dalam kerjasama antarulama dan tokoh agama. Ulama dan tokoh agama di kedua negara perlu saling berbagai informasi dan pengetahuan, terutama dalam persoalan-persoalan hubungan antarumat agama.

”Pantas hubungan ini diperluas pada kerjsama sama antarulama. Mungkin ulama Malaysia memiliki pengetahuan yang sangat dibutuhkan ulama Indonesia, begitu pula sebaliknya,” imbuh Suryadharama Ali.*
Rep: Insan Kamil
Red: Syaiful Irwan

13.39

 

Hidayatullah.com--Kalangan anggota DPR RI setuju dengan sikap Polda Metro Jaya yang tidak memberikan izin konser Lady Gaga di Jakarta.

Menurut anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Basarah, Selasa (15/05/2012), langkah Polda Metro Jaya itu merupakan salah satu bentuk selektifitas budaya asing.

"Saya setuju kalau kita mulai selektif terhadap berbagai intervensi budaya asing atau ideologi transnasional yang masuk ke Indonesia," kata Basarah.

Dikatakannya, saat ini bangsa kita tengah mengalami krisis jati diri keindonesiaannya. "Namun, sikap selektif dan pencegahan terhadap intervensi budaya asing itu harus dilakukan secara tegas dan ukuran pencegahannya juga harus berdasarkan norma hukum yang berlaku dengan dasar Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukumnya," kata anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.

Ia juga mengapresiasi langkah dan sikap Polda Metro yang menolak memberikan izin kepada panitia konser Lady Gaga yang akan mempertontonkan kebebasan berekspresi ala budaya barat.

"Patut diapresiasi karena memang ekspresi panggung Lady Gaga dapat kita nilai sangat vulgar," kata dia pada Antara.
Sedang anggota DPR RI lainnya, Indra mengatakan, sikap Polda untuk menolak konser itu diselenggarakan sudah sangat tepat. Menurutnya, tindakan Polda sudah dipikirkan dengan baik dan matang.
"Tentunya sikap Polda Metro Jaya yang menolak konser Lady Gaga atau rekomendasi tersebut sudah didasarkan pada perhitungan dan pertimbangan yang matang," ujar Indra kepada laman inilah.com, Selasa.

Anggota Komisi III DPR dari PKS yang membidangi masalah hukum ini mengatakan, konser Lady Gaga tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Jika dibiarkan berlanjut, bahaya gesekan horizontal, antarsesama warga negara bisa terjadi.

Untuk itu, sikap Polda Metro Jaya yang melarang keramaian untuk konser Lady Gaga di Jakarta, harus ditindak lanjuti juga oleh Mabes Polri. Menurut Indra, Mabes Polri bisa memberikan ultimatum kepada jajaran di bawahnya untuk tidak memberikan izin penyelenggaraan konser Lady Gaga di mana pun di seluruh wilayah Indonesia.
"Jadi, dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut sudah seharusnya Mabes Polri tidak mengizinkan atau mencabut izin konser Lady Gaga di Indonesia," katanya.

Sebelumnya Polda Metro Jaya sudah menetapkan tidak memberikan izin keramaian untuk konser Lady Gaga di Jakarta. Pihak pelaksana konser sudah mengagendakan konser akan digelar pada Minggu, 3 Juni 2012, di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.*
Keterangan foto: Indra (kiri) dan Ahmad Basarah
Rep: Insan Kamil
Red: Syaiful Irwan

13.32

Tidak Dewasa

Pasangan kamu belum dewasa mungkin masih banyak pria pria yang lain di dunia ini yang tidak dewasa banyak penyebap kenapa pria tidak dewasa salah satunya biasa karena sering di majakan oleh orang yang di sayanginya sebagai informasi untuk kamu ini ada beberapa tanda tanda bahawa pria belum dewasa kamu ingin tahu apa aja itu simak berikut ini seperti di kutip dari okezone.com.
Anak Mommy: Seorang anak dimanjakan oleh orang tuanya dan dibawa kembali ke kehidupan sehari-harinya. Pria dimanjakan oleh ibu mereka dan ini adalah penyebab mengapa kebanyakan dari mereka adalah anak mama. Sikap manja dalam hal ini membuat mereka bertindak tidak dewasa. Ini bisa menjadi sifat keras kepala atau keengganan untuk menyesuaikan diri.
Takut tanggung jawab: Seorang pria merasa dia adalah seorang anak-anak di hati. Inilah sebabnya, mereka berpikir mereka tidak begitu berkembang cukup untuk mengambil tanggung jawab dan menangani mereka. Salah satu alasan mengapa pria takut pernikahan adalah tingkat ketidakdewasaan.
Mental pengatur: Ketika mereka merasa seorang anak-anak di hati, pria ingin dimanjakan dan ingin hidup seperti yang mereka mau. Ini adalah set up mental yang membuat pria bertindak tidak dewasa.
Ceroboh: Sebagian besar pria tidak hati-hati bila dibandingkan dengan wanita. Sikap ceroboh membuat pria tidak dewasa dalam menghadapi situasi. Tidak semua pria ceroboh tetapi hanya pria yang dimanjakan oleh orang tuanya.
Itu adalah beberapa alasan untuk mengetahui mengapa pria tidak dewasa, meskipun tidak semua pria. Mayoritas pria yang berada di bawah umur 30-an atau lebih dimanjakan memiliki ketidakdewasaan lebih.

13.29
Lukman Bawa Jasad Kembarannya Selama 46 Tahun
PANGKEP – Lukman, seorang lelaki warga Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (10/7/2011) terbaring lemah di kamar isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pangkep. Bapak tujuh anak yang sehari-harinya bekerja sebagai petani ini sudah 46 tahun membawa serta kembar siamnya yang sudah meninggal pada bagian perutnya.
Hal tersebut baru diketahui ketika terjadi infeksi pada jaringan perutnya. “Saya memang terlahir sebagai kembar siam. Tapi kembaran saya meninggal sejak kecil. Hanya saya dan sedikit keluarga yang tahun,” kata Lukman kepada Kompas.com. Lukman terlahir dengan membawa kembar siam yang tak sempurna, yang berdempetan dengan perutnya.
Ia tak pernah ketahuan karena lelaki ini memang tidak pernah memeriksakan kelainannya itu ke medis atau ke rumah sakit. Dugaan sementara, terjadi pembengkakan pada bagian perut akibat kanker dari persinggungan jaringan antara tubuhnya dengan tubuh saudara kembarnya tersebut. Direktur RSUD Pangkep Frans Demmanaba mengungkapkan, jaringan sel-sel kembar siam Lukman telah mati atau sudah lama tidak berfungsi. Dari pembusukan kembar siam Lukman yang tidak sempurnah itulah kemudian tumbuh menjadi kanker. Frans mengatakan, pihaknya sejauh ini sebatas melakukan perawatan luka Lukman pada bagian perutnya.
Pihak rumah sakit tidak bisa melakukan tindakan lebih karena keterbatasan alat medis. “Secara prosedural, pasien harus kami rujuk ke Makassar yang memiliki alat medis yang lebih lengkap. Tapi pasien dan keluarga belum bersedia dirujuk ke Makassar,” ungkapnya. Kembar siam yang telah meninggal dan terus melengket pada bagian perut Lukman mengakibatkan terganggunya jaringan lain yang berhubungan, khususnya di bagian perut, yang dikhawatirkan bisa menjadi metastase atau penyebaran kanker dari jaringan yang rusak ke jaringan yang normal. “Jaringan yang mati berjalan terus ke jaringan yang normal karena tidak dilakukan pemisahan.
Jika tidak dilakukan pemisahan segera, implikasi terburuknya bisa menyebabkan kematian karena kanker yang terus menjalar. Penanganannya harus kompleks,” katanya lagi. Sementara Mantasia, istri Lukman, mengaku baru mengetahui kalau benjolan di bagian perut suaminya tersebut adalah kembar siam sang suami yang telah meninggal. Sebulan lalu, kata Mantasia, suaminya mengaku kerap merasa kesakitan pada bagian perut, namun selalu menolak seiap kali diajak berobat. “Kami bukan menolak dirujuk ke Makassar untuk operasi meskipun gratis. Tapi untuk biaya hidup di Makassar selama bapak menjalani perawatan, kami kesulitan,” katanya.tribunnews.com

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget