Latest Post

03.05
Laporan Wartawan Tribun Medan, Mauliana Noor
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Menggunakan kostum merah putih dan berlaga membela Indonesia dalam laga internasional menjadi satu kebanggaan para pemain sepak bola. Tak terkecuali bagi penjaga gawang muda Pro Duta FC, Yudha Hananta usai namanya disebut-sebut bakal dilirik timnas U-22 yang memusatkan latihan di Yogyakarta Jawa Tengah.
Yudha sendiri saat dihubungi Tribun Medan mengaku senang dengan kabar tersebut, namun ia belum mengetahui pasti dirinya dikabarkan akan memperkuat timnas.
"Kalau memang direkrut timnas amin aja lah, aku aja malah belum tahu," ujarnya yang memulai debut sebagai penjaga gawang ketika masuk Liga Danone 2005.
Menurut Yudha yang pernah menikmati menjadi pemain dan bertugas di posisi bek sayap bahkan striker ini, mendapat panggilan dari timnas menjadi salah satu keinginan para pemain.
Apalagi tidak semua pemain dari puluhan klub di Indonesia mendapatkan kesempatan ini.
"Ya siapa sih yang nggak pengen dipanggil timnas," ujar pria kelahiran 3 November 1991 ini.

03.04
Laporan Wartawan Tribun Medan, Mauliana Noor
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Usai tiga pemain Pro Duta FC yaitu Ghozali M Siregar, Rahmad Hidayat dan Safrial Al Irfandi masuk dalam seleksi timnas U-22 di Yogyakarta, kini giliran penjaga gawang Yudha Hananta yang mulai 'digoda' masuk memperkuat timnas.
Kepastian akan direkrutnya Yudha--sapaan akrab Yudha Hananta--kuat berhembus kala Pelatih Kiper Pro Duta FC M Halim sempat dihubungi pelatih kiper timnas yang memang mencari sosok penjaga gawang untuk memperkuat tim merah putih.
"Waktu itu dihubungi sebelum kita tanding menghadapi Semen Padang, pelatih kiper timnas meminta saya untuk mengirimkan biodata Yudha," ujar Halim saat dihubungi Tribun Medan, Senin (14/5/2012). Halim menerangkan, usai mengirimkan biodata Yudha hingga kini memang belum ada kabar lagi.
Menurut Halim jika Yudha berhasil memperkuat timnas secara pribadi itu merupakan langkah sebuah karier di dunia sepak bola.
"Kalau secara pribadi aku senang dan bangga anggotaku masuk ke timnas, artinya aku berhasil mendidik dan melatih mereka sehingga makin berprestasi, tapi kalau berhubungan dengan tim aku kembalikan ke head coach," imbuh pria berkumis ini.
Halim mengakui, Yudha sendiri memang tidak memiliki postur tubuh ideal bagi penjaga gawang, namun kepiawaian Yudha untuk mengusai bola sudah dibuktikan di lapangan hijau. Apalagi, perubahan pria kelahiran 1991 ini sudah banyak terjadi dibandingkan sebelum dan persiapan bergulirnya kompetisi.
"Latihan yang diberikan sebenarnya sudah diberikan lebih awal kompetisi, ada beberapa program yang diberikan, kalau sekarang biasanya penjagaan bola melihat situasi pertandingan. Materinya dari kaki ke kaki, reaksi penjaga gawang dan yang terpenting adalah mental pemain itu sendiri, biasanya persiapannya sebelum pertandingan seminggu dua hari jelang pertandingan tinggal sentuhan akhir saja," terang dia.

02.50
Pemain Timnas U 23 melakukan persiapan sebelum memasuki babak knock out cabang olah raga sepak bola SEA Games, di Lapangan C Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (16/11/2011). Indonesia memimpin Grup A dalam babak penyisihan, setelah meraih poin sempurna dari tiga pertandingannya.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 15 pemain timnas U-23 telah disiapkan untuk berlaga menghadapi klub elite asal Italia, Inter Milan.
Hal itu diungkapkan sang pelatih, Aji Santoso saat dihubungi wartawan.
Pelatih yang juga ditunjuk mengarsiteki timnas U-22 diajang kualifikasi Piala Asia U-22 tersebut mengatakan, pihaknya akan mengkombinasikan timnas U-23 dengan para pemain asing yang berlaga di kompetisi Indonesia.
"Itu nanti masuk ke Indonesia Selection. Ada gabungan bersama pemain asing sekitar lima pemain. Sisanya 15 pemain timnas U-23," bebernya, Rabu (16/5/2012).
Nama-nama beken seperti Andik Vermansyah, Diego Michiels pun dipastikan akan tampil membela tim Indonesia Selection untuk melawan Javier Zanetti dan kawan-kawan.
Timnas U-23 meupakan proyeksi jangka panjang PSSI. Tim ini nantinya akan mewakili Indonesia diajang SEA Games 2013 yang diselenggarakan di Myanmar.
Berkaca pada prestasi SEA Games 2011, Indonesia mampu meraih runner up. Oleh karena PSSI sendiri telah menargetkan emas diajang paling bergengsi di Asia Tenggara yang digelar dua tahun sekali ini.

02.44
Calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nurwahid ke kantor Tribunnews.com, Rabu (18/4/2012)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hidayat Nurwahid berharap seni dan budaya yang tumbuh di Jakarta selama ini terus dikembangkan untuk membangun daerah yang
humanis dan jauh dari budaya kekerasaan.

"Wayang dan bentuk seni-budaya lainnya telah menjadi alat oleh Walisongo dan para pejuang kemerdekaan untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan pesan-pesan perjuangan yang efektif kepada masyarakat, yang karenanya harus dilestarikan. Seni-budaya diharapkan terus memainkan perannya dalam membentuk warga Jakarta yang humanis", ujar Hidayat dalam siaran persnya kepada Tribunnews.com, Jumat(20/4/2012).

Menurut Hidayat, berdasarkan data Badan Pusat Statistik(BPS) yang ia ketahui bahwa peminat wayang telah terjadi peningkatan selama tahun 2010 yaitu sebesar
164.696 pengunjung dengan jumlah tiket pertunjukan wayang sebesar 288.582.750. Pada tahun sebelumnya, 2009, jumlah pengunjung hanya 77.333 dengan
tiket yang terjual 93.879.750.

Berdasarkan data tersebut, wayang dan bentuk seni dan budaya lainnya
dapat menjadi ciri khas Jakarta sebagai kota internasional. Karena
itu, Hidayat akan memperjuangkannya agar terus diberi tempat untuk
berkembang menjadi instrumen sosial dalam menumbuhkan masyarakat yang
berbudaya.

Dalang kondang Ki Manteb Sudarsono akan menggelar pertujukan wayang
kulit semalam suntuk di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan, malam ini pukul 22.00 WIB.

Pagelaran kesenian ini digelar sebagai wujud dukungan Ki Manteb kepada
pasangan yang diusung PKS, Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini.Acara
tersebut terbuka untuk umum.

"Dengan adanya dukungan dari Ki Mantep, kita ingin menunjukkan wajah
pluralitas yang menyokong langkah kami," kata Hidayat ketika
meresmikan Media Center Hidayat+Didik, atau dikenal sebagai 'Rumah
Oranye' tadi malam.

Mantan Ketua MPR ini menjelaskan, pagelaran Wayang digelar timnya atas
filosofi bersatunya kalangan Santri dan abangan. Dalam masyarakat Jawa
dikenal adanya pembagian kalangan santri dan kalangan abangan. Hidayat
dan kelompoknya sendiri sering dikategorikan ke dalam kelompok santri.

Ki Manteb, menurut Hidayat, mempunyai pengikut dari kalangan pecinta
wayang hingga 600 ribu orang.

"Para pecinta wayang ini mungkin yang sering disebut termasuk dalam
kalangan abangan. Jadi dukungan bagi kami tidak hanya datang dari
kelompok santri,"pungkas Hidayat.

Sandra Dewi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM-JAKARTA. Sandra Dewi akan meraih mimpinya di Korea Selatan. Ia mendapatkan tawaran syuting film di negeri Gingseng itu. Yang menantang, ia beradu akting dengan orang-orang Korea.
"Saya masih jadi duta KTO (Korea Tourism Organization), dan sering ke korea juga. Saya akan ke sana, karena saya mendapatkan tawaran main di sana. Ada film juga dan pakai aktor Korea di sana," ujarnya, saat ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.
Untuk merealisasikan mimpinya, wanita kelahiran Pangkal Pinang, 8 Agustus 1983 itu, serta merta mengikuti les bahasa Korea. Tawaran itu menjadi kebanggaannya. Sebab, Sandra menyukai drama Korea yang melankolis dan mampu menggugah emosi penontonnya. Karena itu, ia tidak akan membuang kesempatan tersebut.
"Aku senang, aku bisa kerjasama. Aku les bahasa Korea. Kan nanti pakai bahasa Korea. Aku baru bisa ngomong bahasa Korea tapi harus les. Sebuah kebanggan. Di sana bagus, aku suka film-film Korea," terangnya yang mengaku sering bergaul dengan orang-orang yang berasal dari Korea itu.
Sandra berusaha keras belajar bahasa Korea sampai benar-benar menguasainya. Ia tidak mau sekadar bisa berbicara. Tetapi juga pandai menulis dalam bahasa tersebut. Namun, untuk mencapai tahap itu bukan perkara mudah.
"Ngomong gampang, tapi nulis nggak. Pronounce-nya bagus, tulisannya susah. Mudah-mudahan sebulan selesai," tandasnya.

02.32
RIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menyatakan, fakta menunjukkan bahwa rumah yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat miskin yang tidak layak huni angkanya telah mencapai 4,8 juta unit rumah.
Kebanyakan dari mereka tinggal di daerah permukiman kumuh yang luasnya mencapai 57.800 hektar tersebar di seluruh Indonesia.
"Rumah kumuh seluas 57.800 hektar tersebar di Indonesia. Mereka sebagian tidak memiliki jamban, tidak terlayani air bersih dan belum dialiri listrik. Sedangkan dari aspek hukum tanah tempat berdirinya rumah tersebut juga belum memiliki sertifikat tanda bukti hak atas tanah," ujar Djan Faridz di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Rabu (16/5/2012).
Menurut data BPS, kata Menpera Djan Faridz, setidaknya ada 15 kriteria masyarakat miskin yang perlu mendapat bantuan dari pemerintah. Dari 15 kriteria tersebut, tujuh di antaranya dapat dilihat dari indikator rumah dan sarana pendukungnya.
Ketujuh kriteria tersebut antara lain rumah berlantai tanah, rumah beratap rumbia, alang-alang, rumah berdinding bambu, rumbia dan tanpa jendela, rumah tidak dialiri listrik, tidak memiliki WC, serta tidak memiliki sumber air minum yang bersih.
Kriteria lainnya dilihat dari indikator keluarga yaitu kemampuan membeli pakaian hanya satu stel per tahun, makan hanya satu sampai dua kali sehari, makan makanan bergizi hanya satu kali seminggu, serta tidak memiliki akses berobat ke Puskesmas, tingkat pendidikan sampai SD, penghasilan kurang dari Rp 600.000 per bulan, memiliki aset kurang dari Rp 500.000 dan tidak mudah dicairkan serta memasak dengan menggunakan kayu, arang atau minyak tanah.
"Masyarakat miskin inilah yang menjadi sasaran penanganan pemerintah melalui program perumahan swadaya dengan kegiatan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni," harapnya.

02.27
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politik luar negeri Korea Utara tertekan menyusul tekanan masyarakat Internasional terhadap negara komunis itu. Namun di luar dugaan Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK),  Kim Jong-Nam, mengadakan kunjungan kenegeraan ke Indonesia. 
Kim Jong-Nam siang tadi, Selasa (15/5/2012), bertemu dengan Presiden SBY di Istana Merdeka Jakarta. Dijadwalkan Kim Jong Nam juga akan bertemu pimpinan DPR dan MPR RI serta para pengusaha Indonesia.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan Korea Utara memang sekarang dikucilkan masyarakat internasional dan sekarang memilih menoleh ke Indonesia.
"Ini karena  ada identifikasi peluang-peluang kerjasama," kata Marty di Istana Merdeka Jakarta.
Menurut Marty, kerjasama dengan Korea Utara terus dikembangkan dan merupakan bagian dari strategi dari yang lebih luas. Bagaimana menjalin hubungan kedua negara dan bagaimana Korea Utara bisa lebih terbuka seperti Myanmar.
"Myanmar di masa lalu merupakan negara yang terbiasa dengan pengucilan. Dengan adanya interaksi, komunikasi apapun bidangnya, dari olahraga, trade, investasi, dan lainnya maka kita dengan sistematis membuka negara ini untuk  lebih memahami perkembangan secara global," kata Marty.
Marty mengatakan Indonesia harus bisa menciptakan confident atau rasa percaya diri. "Kita harus membuat Korea Utara  merasa nyaman, bahwa mereka bisa berinteraksi dengan kita, bertukar pandangan dengan kita dan bisa confident," ujarnya.
Kunjungan kenegaraan Kim Yong Nam ke Indonesia mendapat sorotan dunia internasional. Kunjungan ini dilakukan di tengah masih memanasnya situasi di semenanjung Korea. Kim Jong Nam  mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada tanggal 13 – 16 Mei 2012. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memenuhi undangan Presiden SBY.
Kim Jong Nam dikenal sebagai orang kedua terkuat di Korea Utara setelah Kim Jong-un, Presiden muda Korea Utara saat ini. Sebagai Presiden Presidium, Kim Yong Nam adalah pemimpin Korea Utara secara de facto.
Sementara Presiden Kim Jong-Un bertindak sebagai pemimpin resmi negara komunis itu dan belum lama ini didaulat sebagai  penerus  Kim Jong-il.

02.24
TRIBUNNEWS.COM - Penduduk Kepulauan Solomon di Pasifik memiliki ciri unik. Banyak dari mereka berkulit gelap tapi berambut pirang. Hal ini membingungkan para ilmuwan dan menjadi teka-teki genetik.
Kini, ilmuwan berhasil memecahkan teka-teki tersebut. Dalam publikasi di jurnal Science pada Kamis (3/5/2012), ilmuwan mengungkapkan bahwa karakteristik tersebut muncul sebagai akibat mutasi sebuah gen.
Untuk menemukan hasil ini, peneliti mengoleksi air liur dari 43 orang Solomon berambut pirang dan 42 orang Solomon berambut gelap. Analisis genetik kemudian dilakukan.
Analisis mengungkap bahwa gen TRYP1 yang ada di kromosom 9 dari 23 kromosom yang ada menjadi penyebab dari fenotif rambut pirang. Mutasi dari gen ini mempengaruhi enzim yang berkaitan dengan pigmentasi pada orang Solomon.
Peneliti mengungkapkan bahwa mutasi ini tidak terjadi pada manusia Eropa, hanya di populasi Melanesia. Analisis dari 52 populasi manusia di dunia membuktikan hal ini.
"Karakter manusia berambut pirang muncul secara independen di area khatulistiwa Oceania. Ini cukup tak terduga dan mencengangkan," ungkap Eimer Kenny, peneliti dari Stanford University School of Medicine yang terlibat riset ini.
Menurut peneliti, seperti diuraikan Livescience, Kamis (3/5/2012), gen penyebab rambut pirang ini berbeda dengan gen penyebab mata biru yang muncul 6000 - 10.000 yang lalu.
Berdasarkan riset, proporsi orang berambut pirang di Solomon tak jauh berbeda dengan proporsi orang berambut pirang di Eropa. Sean Myles and Nicholas Timpson, rekan Kenny, mengungkapkan bahwa proporsinya mencapai 5-10 persen.

02.19
KRI Sultan Hasanuddin Diberangkatkan ke Lebanon (Foto) -  DSC_7353.JPG

KRI Sultan Hasanuddin Diberangkatkan ke Lebanon (Foto) -  DSC_7420.JPG

KRI Sultan Hasanuddin Diberangkatkan ke Lebanon (Foto) -  DSC_7447.JPG

KRI Sultan Hasanuddin Diberangkatkan ke Lebanon (Foto) -  DSC_7435.JPG

KRI Sultan Hasanuddin Diberangkatkan ke Lebanon (Foto) -  DSC_7389.JPGTRIBUNNEWS.COM - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E.,  melepas Kapal Republik Indonesia Sultan Hasanuddin, nomor lambung 366 (KRI Sultan HSN-366)  menuju Lebanon sebagai Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF)  TNI Konga XXVIII-D/UNIFIL yang merupakan bagian keseluruhan dari operasi UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) di Lebanon. Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com.
Pelepasan dilaksanakan dengan upacara Militer di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok Jakarta Utara, Rabu (16/5/2012).

KRI Sultan Hasanuddin-366 merupakan salah satu kapal terbaru yang dimiliki TNI AL, berjenis korvet kelas SIGMA  (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) buatan Belanda. Di jajaran Alutsista TNI AL, KRI Sultan Hasanuddin-366 masuk dalam Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkorarmatim).
Kapal ini memiliki berat 1.700 ton, panjang 90,71 m. lebar 13,2 m, kecepatan 28 knots dengan tenaga penggerak Diesel STC MAN, dilengkapi senjata Main Gun 76 mm Rudal Self Defence Tetral, Rudal anti Kapal Excocet MM 40 blok 2, torpedo 3 A 244S Mode II/MU dan  satu Helikopter jenis Bolcow BO-105.
Satgas MTF ini diperkuat oleh 105 prajurit TNI AL, dipimpin oleh Letkol Laut (P) Dato Rusman lulusan AAL Angkatan 40 (tahun 1994).  Ini merupakan Satgas keempat yang pernah ditugaskan TNI ke Lebanon setelah sebelumnya menugaskan KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Frans Kaisepo-368 dan KRI Diponegoro-365 dalam misi yang sama. KRI Sultan Hasanuddin-366 akan bertugas selama 6 bulan di Lebanon terhitung sejak Juli 2012 sampai dengan Januari 2013.

Melalui amanatnya,  Panglima TNI mengatakan bahwa penugasan satuan TNI untuk bergabung dalam Satgas Maritim PBB kali ini, merupakan penugasan keempat kalinya yang diikuti oleh satuan jajaran TNI Angkatan Laut, sehingga selain membawa misi TNI, bangsa dan negara dalam mengemban amanat Konstitusi, tentunya juga memiliki nilai dan dimensi politis serta diplomatis strategis bagi kredibilitas Indonesia di komunitas regional dan Internasional. Oleh karena itu, dipundak para prajurit terletak beban berupa kehormatan dan kepercayaan dari bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya, sebagaimana yang telah berhasil dilaksanakan oleh tiga Kontingen Garuda pada penugasan sebelumnya.

Operasionalisasi Satgas Maritim UNIFIL memiliki dua Misi Pokok, yaitu : Pertama, melaksanakan Maritime Interdiction Operation (MIO) untuk membantu Angkatan Bersenjata Lebanon dalam mencegah masuknya pasokan senjata dan materiil ilegal lainnya ke Lebanon, sesuai Resolusi PBB Nomor 1701. Kedua, membantu Angkatan Laut Lebanon dalam meningkatkan kemampuan pelaksanaan tugas penegakkan kedaulatan negara di wilayah perairannya.

Diakhir amanatnya, Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., menyampaikan harapan yaitu; pertama, tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar senantiasa diberikan petunjuk dan bimbingan dalam setiap pelaksanaan tugas.  Kedua, pegang teguh disiplin keprajuritan dengan berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI,  serta taati hukum internasional, hormati hak azasi manusia dan norma-norma yang berlaku dimana para prajurit bertugas. Ketiga, bangun komunikasi dan jalin koordinasi yang baik dengan sesama Peacekeepers agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan baik, benar dan profesional.  Di samping itu, manfaatkan komunikasi tersebut untuk dapat saling bertukar informasi dan pengetahuan yang dilandasi semangat kesetaraan dan saling menghormati sehingga dapat menambah wawasan para prajurit sekalian. Keempat, perhatikan faktor keamanan personel dan materiil serta senantiasa bekerja sesuai Standard Operating Procedure (SOP) dan Rules of Engagement (ROE) sebagai prosedur tetap yang telah di tetapkan oleh UNIFIL, agar terhindar dari kecelakaan dan kerugian yang tidak perlu.
Kehadiran prajurit KRI Sultan Hasanuddin-366  sangat diharapkan dapat membantu proses penciptaan perdamaian di kawasan, sehingga harus dihindari kemungkinan terjadinya konflik yang kontra-produktif terhadap tujuan digelarnya pasukan pemeliharaan perdamaian PBB di wilayah tersebut. Kelima, pelihara kondisi kesehatan dan rawat peralatan yang dimiliki guna mendukung kesiapsiagaan personel dan satuan selama pelaksanaan tugas.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget