Latest Post

09.26
 
Awalnya aku iseng ngecek handphone suamiku, ternyata di handphonenya aku menemukan percakapan sms suamiku dengan teman kantornya di Jakarta. Kebetulan suamiku baru dipindahkan ke kantor baru di Jakarta. Dari cara mereka saling sms, aku tahu kalau mereka punya hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan biasa.

Akhirnya aku konfirmasi ke suami tentang sms tersebut dan dia bilang tidak ada hubungan apa-apa dengan perempuan itu. Itu hanya panggilan yang tidak ada arti apa-apa, katanya.
Tapi hati ini rasanya lain. Aku tidak percaya dengan apa yang dikatakan suamiku. Akhirnya aku cek lagi HP-nya dan ternyata kecurigaanku terbukti. Di sana aku menemukan kalau suamiku pernah mengirim foto kepada perempuan itu dengan kata-kata yang menurut aku sangat-sangat tidak wajar.
Sekali lagi aku konfirmasi kepada suamiku tentang sms tersebut dan lagi-lagi dia mengelak dan bilang kalau itu hanya iseng belaka. Aku minta suamiku untuk tidak berhubungan lagi dengan perempuan itu dan dia pun menyanggupinya bahkan dia berjanji dengan menyebut nama Allah untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Belum seminggu janji itu terucap dan masih terngiang di telingaku, ternyata aku menemukan bukti baru yang benar-benar membuat aku marah dan kecewa. Aku lemas sekali melihat bukti tersebut.
Aku menemukan bukti kalau suamiku dengan perempuan itu masih berhubungan. Aku baca percakapan mereka di YM (Yahoo Messenger), suamiku nulis di chatnya “love u”, “miss u” dan panggilan “sayang” kepada perempuan itu.
Sungguh sakit dan terlukanya hati ini menerima kenyataan tersebut. Apalagi pada saat ini aku sedang hamil muda dan umur pernikahan kami pun baru 4 bulan. Kata orang umur pernikahan segitu masih hangat-hangatnya, tapi yang aku dapat adalah pengkhianatan suamiku.
Aku tanya suamiku dengan membawa bukti-bukti yang aku punya dan dia tidak bisa mengelak lagi. Tapi dia masih bisa bilang kalo diantara mereka tidak ada hubungan apa-apa. Dia bilang pada saat ini sedang ngaco. Ya ampun…., begitu mudahnya buat dia berbuat seperti itu.
Aku coba konfirmasi juga kepada perempuan itu. Dan jawaban dari perempuan itu benar-benar membuat aku geram. Perempuan itu bilang apa yang ada di percakapan tersebut hanya bercanda. Sekali lagi aku hanya bisa mengelus dada. Pembicaraan sensitif seperti itu dibilang hanya bercanda??? Ya Allah, di mana hati nurani perempuan itu.
Padahal perempuan itu jelas-jelas tahu kalau suamiku sudah menikah karena diapun hadir pada saat pernikahan kami. Sampai akhirnya aku kirimkan juga bukti percakapan mereka dan sampai saat ini perempuan itu tidak merespon bukti tersebut.
Kejadian itu sangat menorehkan luka yang cukup dalam di hatiku. Aku tidak tahu kapan aku bisa melupakan kejadian tersebut. Meskipun suami berjanji tidak akan mengulanginya lagi, tapi rasa percaya itu sudah hilang. Sampai saat ini aku masih menaruh curiga yang cukup besar kalau dia masih berhubungan dengan perempuan itu, apalagi sekarang dia sering ke Jakarta.
Sekarang aku mencoba fokus sama bayi dalam kandunganku. Kasian dede bayiku, masih dalam rahim sudah harus melihat bunda-nya menangis karena pengkhianatan ayahnya.

Sumber : Curhat

09.17

Kisah ini adalah kisah hidupku yang menyedihkan, sampai sekarang Aku masih sering meratapi nasibku, bersungut-sungut dengan kesialan yang terus aku alami.
Sesuai dengan ijasah yang aku miliki, selesai kuliah dari IKIP aku mengajar di sebuah Sekolah Yayasan milik sebuah perusahaan.
Dan beberapa bulan kemudian aku bertemu dengan seseorang yang satu profesi denganku, kami berpacaran kurang lebih selama dua tahunan, tapi keadaan memaksa kami harus berpisah, walau keputusan ini sangat tidak adil bagi kami berdua.
Karena hutang budi dia terpaksa menikah dengan anak majikan dimana selama ini ayah nya menjadi sopir pribadi. Gadis itu begitu mencintainya, dan aku tidak punya pilihan selain melepaskan kekasihku menjadi milik orang lain.
Inilah awal kehancuran hidupku yang PERTAMA ! Aku sangat mencintainya, telah ku berikan hatiku seutuhnya padanya, dia tidak hanya baik hati dan perhatian, yang lebih penting dia juga aktip dipelayanan tempat kami bergereja.
Dengan hati yang masih porak-poranda, aku memberanikan diri menerima kehadiran seseorang didalam hidupku, dan inilah kehancuran hidupku yang ke DUA ! Setelah kami telah memesan baju pengantin, mencari-cari gedung resepsi, entah kenapa hubungan kami tiba-tiba menjadi hambar, tidak mungkin lagi diteruskan dan kami pun akhirnya berpisah.
Cukup lama aku menutup hatiku,aku mengunci pintu hatiku begitu kuatnya, aku tidak punya keberanian untuk memulai hubungan yang baru. Walau ada beberapa orang yang mencoba memasuki hidupku tapi aku memperlakukan mereka hanya sebatas teman.
Disaat aku terluka, hadir seorang pria yang tidak lagi sendiri menawarkan persahabatan padaku, yang selalu punya waktu mendengarkan keluhanku, yang selalu siap menghapus air mataku .. . . inilah awal kehancuran hidupku yang keTIGA ! Lelaki itu bernama Abin !
Awalnya, hubungan kami sebatas teman biasa, tapi lambat laun mulai timbul rasa simpatik dan di susul perasaan debar-debar saat aku menatap matanya, mulai timbul rasa kangen jika tidak mendengar suaranya dan aku mulai cemburu jika aku mengetahui dia berbicara dengan istrinya,
walau hanya di telephone.
Beberapa bulan setelah melewati beberapa proses, aku resmi menjadi kekasihnya, bersedia menjadi orang kedua dalam kehidupannya.
Ini semua salahku, mengijinkan hatiku di selami oleh lelaki yang sudah menjadi milik orang lain dan telah memiliki dua orang anak. “Secepatnya aku akan menceraikan istriku ! Hubungan kami sudah hambar, rasanya tidak baik untuk dipertahankan”, itu janji yang dia utarakan padaku satu setengah tahun yang lalu, dan ternyata hingga kini tidak terealisasi.
Sepanjang satu tahun aku sangat menikmati hubungan kami, lambat laun aku bisa melupakan pengalaman masa laluku yang kelam, walau tak jarang aku mendengar omongan sinis atas hubungan kami yang tidak wajar.
Hubunganku dengan Abin belum melangkah jauh, dia menghormatiku bahkan sikapnya jauh lebih baik dan perhatian dibanding laki-laki sebelumnya yang mengisi hidupku.
Aku menyadari selagi aku masih bersamanya, sulit bagiku untuk membina hubungan dengan lelaki yang masih lajang. Belum lagi omongan miring yang mengatakan kalau aku pasti sudah lagi perawan !!
Satu setengah tahun aku menanti Abin menceraikan istrinya, namun sampai kini tidak terbukti. Saat aku menagih janjinya, kapan kami akan menikah, tampa berprasaan dia berkata padaku, “aku tidak mungkin menceraikannya, kalau kami cerai bagaimana dengan anak-anak. Aku tidak mau berpisah dengan anak-anakku”.
Sambil menahan tangis, aku hanya diam mendenger penjelasannya, untuk saat ini aku belum mampu berpisah dengannya dan belum tentu aku bisa menemukan lelaki sebaik dia.
Enam bulan setelah dia mengatakan bahwa tidak mungkin menceraikan istrinya, aku bertemu dengan seseorang yang menarik perhatianku. Dia berasal dari Sumatra ! Dari teman-teman aku tau namanya David, pembawaannya sangat berbeda dengan Abin, kalau Abin selalu lembut saat berbicara padaku, mampu membuat pipiku bersemu merah dengan pujian-pujiannya yang tidak norak, sementara David cendrung kasar tapi aku tau dia lelaki yang baik dan bertanggung jawab.
Aku tidak mau terus menerus digantung oleh cinta Abin, maka aku putuskan membuka hatiku untuk David, tapi ternyata Abin tidak setuju kalau kami putus dan memberikan cintaku pada orang lain. Dia berubah menjadi kasar, tidak hanya memaki-makiku tapi juga memukulku.
Dengan muka merah Abin menatapku dan berkata, “aku tidak rela kamu menjadi milik orang lain, aku memang tidak bisa menceraikan istriku tapi di agamaku diijinkan memiliki lebih dari satu orang istri. kalau kamu memang cinta padaku, kita bisa menikah bulan depan ! ! “.
Aku memang mencintai Abin, tapi aku tidak mau menjadi istri kedua dan yang terpenting saat ini aku mulai menyukai David.
Walau Abin mengancam akan membunuhku dan David kalau sampai menghianatinya, tapi aku tidak perduli, aku tetap membina hubungan dengan David.
Suatu hari aku diajak keluar kota oleh David, banyak hal yang kami bincangkan soal hubungan kami kedepan, dan dari omongannya aku tau dia tidak main-main dengan hubungan kami.
Karena kami tiba di kota kami sudah larut malam, dengan pertimbangan tidak enak dilihat teman-teman kosku dan tetanggan kalau aku diantar lelaki subuh, maka dia memintaku untuk tinggal dirumahnya dan besok pagi aku akan diantar pulang. Aku menerima sarannya dengan pertimbangan aku sangat yakin dia mencintaiku jadi tidak mungkin dia berniat merusakku, lagipula alasan dia memintaku menginap di rumahnya cukup masuk akal
Aku tidur dikamarnya sementara dia diruang tamu. Tapi, baru beberapa jam aku membaringkan tubuhku, tiba-tiba David mendekapku begitu erat dan aku di PERKOSA ! ! inilah awal kehancuranku yang ke EMPAT ! !
Dia memperkosaku berkali-kali, aku terlalu lelah untuk melawan karena semakin aku meronta-ronta dia semakin kuat mendekapku, aku hanya bisa menangis dan menyesali kebodohanku.
Di sela-sela tangis, aku bertanya kenapa dia tega memperkosaku. Pandangannya begitu sinis, tampa expresi dia menjawab pertanyaanku,” kamu sudah tidak PERAWAN lagi kan ? kegadisanmu sudah direngut oleh Abin!!. Beberapa hari yang lalu, Abin menemuiku, memintaku meninggalkanmu dan saat aku menolak permintaanku dia mentertawaiku”.
Kata Abin , “kamu sudah mendapat barang bekas, yang sudah aku pakai selama dua tahun ! kalau tidak percaya bisa kamu buktikan kebenarannya..kamu ajak dia tidur!! “
Aku pulang ke kosku sendirian, aku tidak ingin lelaki bejat itu mengantarku pulang ! Aku membencinya! Setelah peristiwa malam itu, aku tidak ingin bertemu dengan siapapun juga dan yang lebih menyakitkan lagi Abin mentertawai apa yang aku alami, dia puas telah menghancurkan hidupku.
Aku benci laki-laki!! aku menjadi tertutup dan kehilangan semangat untuk hidup. . . ..
Aku larut dengan kesedihanku, tak terpikir olehku bahwa hasil perkosaan malam itu bisa membuatku hamil, dan memang benar ! Aku HAMIL !
Aku berharap David bahagia dengan khabar ini, tapi ternyata yang aku dapat hanya makian. Sambil tertawa sinis, dia berkata padaku,“kamu salah kalau datang padaku, apa bukti kalau aku ayah biologis dari bayi yang ada dikandunganmu ! ! sudah pergi sana, dasar pelacur !”
Aku pikir suatu saat dia akan berubah dan menyadari kalau apa yang dia lakukan salah, tapi ternyata itu hanya harapan belaka. Saat aku mencoba mengunjunginya untuk kedua kalinya, ternyata dia sudah berhenti dari pekerjaannya dan kembali ke Medan. Pupuslah sudah harapanku, aku harus menanggung aib ini sendirian.
Aku panik dan berusaha menggugurkan janin yang tidak berdoa ini dengan meminum jamu yang aku harap bisa menjatuhkan janin yang ada di rahimku. Suatu sore, saat mandi aku lihat ada gumpalan darah dilantai, aku senang sekali karena terlepas dari aib hamil diluar nikah. Tapi ternyata rahimku belum bersih, masih ada yang tersisa dan harus di bersihkan “kerok” oleh dokter. Keteledoranku sangat fatal dan aku baru menyadarinya saat aku ditemukan jatuh pingsan tepat didepan dokter praktek kandungan. Aku tau ini bukan kebetulan, tapi Tuhan masih sayang
padaku.
Ternyata sisa janin yang ada di rahimku telah membentuk jaringan, dan kalau tidak dibersihkan “kerok”, jaringan itu akan membusuk dan bisa menyebabkan kematian bagiku.
Belum selesai masalah yang aku tanggung, aku mendapat khabar yang lebih membuatku terpuruk, perusahaan tempatku bekerja bangkrut dan beberapa karyawan harus di PHK, salah satunya adalah aku.
Aku kehilangan segala-galanya, aku tidak punya keberanian untuk kembali ke orang tuaku, aku tidak ingin orang tuaku kecewa apalagi papa sudah tua. Aku putuskan untuk bertahan dan mencari pekerjaan yang baru.
Aku cukup lama menjadi pengangguran, aku mencoba memulai hidup yang baru, dan kesabaranku tidak sia-sia, aku akhirnya mendapatkan pekerjaan yang baru, walau gajinya lebih kecil dibanding tempatku dulu bekerja.
Aku pindah kos dan bergabung dengan teman-teman yang tidak tau masa laluku, dan inilah awal kehancuranku yang ke LIMA !
Aku belum mampu melupakan kepahitan yang aku alami, diperkosa oleh kekasih sendiri, di hianati oleh orang yang aku cintai. Aku masih sering meratapi nasibku, bersungut-sungut dengan kesialan yang aku alami.
Dalam situasi labil, aku bertemu dengan Darma, sama seperti lelaki sebelumnya dia sangat baik dan perhatian. Dan aku melakukan kebodohan yang sama, aku tidur dengannya dan aku HAMIL untuk kedua kalinya.
Dia berjanji menikahiku tapi kami belum cukup dana untuk menikah, dan saat usia kandunganku sudah tujuh bulan kami pulang kampung menemui orang tuaku. Aku begitu bahagia, karena sebentar lagi akan punya keluarga, aku berjanji menjadi ibu dan istri yang baik.
Tapi kembali hatiku tersayat-sayat, orang tua Darma tidak menyetujui pernikahan kami, dengan alasan aku bukan wanita yang pantas untuk anak lelakinya. Darma diminta meninggalkanku dan yang lebih menyakitkan lagi dia mengikuti permintaan orang tuanya. Dia meninggalkanku dan anak kami
yang akan lahir kedunia satu bulan lagi.
Aku tak mampu lagi untuk menangis, aku tak mampu lagi untuk marah, aku tak mampu lagi untuk mengutuk orang-orang yang telah menghancurkan hidupku.
Tidak ada gunanya menyalahkan orang lain menjadi penyebab kegagalanku, aku harus bangkit dari belengu rasa bersalah pada diri sendiri.
Satu bulan kemudian, anakku lahir kedunia, dia begitu manis, lucu dan cantik . . . . Aku tidak ingin kesalahan yang ibunya lakukan menimpa anakku.
Sudah cukup kesalahan yang aku lakukan selama ini, aku ingin memulai hidup yang baru dan membesarkan anakku. Aku tidak mungkin bisa melupakan kejadian dimasa lalu, tapi aku belajar untuk melupakan dan memaafkan

New York, Mukminun.com – Kursus anti-Islam kedua yang sedang diajarkan kepada pejabat militer AS kembali terbongkar menyusul penemuan sebelumnya bahwa pihak militer AS mengajarkan “perang total” melawan umat Islam.

Kantor Al-Jazeera memperoleh materi kursus tersebut dari sebuah kelas yang diajarkan di sebuah markas militer AS di Virginia yang menanamkan doktrin bahwa kelompok Hamas telah menyusup ke dalam ring satu pemerintahan AS.

Materi powerpoint yang diperoleh Al-Jazeera mengajarkan kepada peserta didiknya bahwa ada keterikatan antara Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR), dan organisasi-organisasi Muslim lainnya di AS, dengan kelompok perjuangan Hamas.

Kedua kursus doktrinisasi anti-Islam yang ditemukan di pelatihan militer AS diketahui telah dijalankan oleh sebuah institusi nirlaba yang bergerak pada penyediaan kelas dan pelatihan kepada pejabat militer dan pemerintahan AS.

Salah satu slide dalam powerpoint tersebut mengatakan bahwa Konvensi Jenewa tidak lagi relevan saat sedang berperang melawan umat Islam.

Ratusan slide yang diajarkan di Virginia tersebut kemudian dikirimkan ke beberapa media ternama di dunia oleh seorang prajurit yang tidak ingin diketahui identitasnya, yang mengatakan bahwa materi yang ia peroleh sebagai sesuatu yang menjijikkan dan “ga Amerika banget.”

Materi tersebut kemudian diketahui sebagai bagian dari sebuah pelatihan yang bertopik “Memahami Ancaman terhadap America” yang disampaikan oleh Joint Forces Staff College by Army Lieutenant Colonel Matthew Dooley.

Sang pendoktrin, Dooley, sendiri kini telah dibebastugaskan dari Departement Pertahanan AS, namun masih bekerja sebagai staff pengajar di kampus tersebut.

Di materi kursus yang lain, diketemukan sebuah judul “Jadi Apa Yang Bisa Kita Lakukan?” yang di dalamnya mengajarkan tentang penggunaan bom nuklir ketika suatu saat akan menyerang Mekkah dan Madinah.

Ibrahim Hooper dari CAIR menanggapi hal tersebut sebagai upaya menjadikan Islam sebagai musuh warga Amerika dan juga merupakan upaya untuk meminggirkan umat Islam di Amerika.

“Niat dari para trainer tersebut adalah mengkaburkan citra baik Islam dan meminggirkan umat Islam Amerika,” kata Ibrahim Hooper. (DailyMail/Mukminun)

09.00

Nigeria, Mukminun.com – Ulama terkenal dari Nigeria pada Senin (14/5) bergumul di Mushin, Provinsi Lagos, barat daya Nigeria, untuk menyaksikan upacara penamaan seorang bayi.

Bayi tersebut bukan bayi biasanya sehingga harus masuk pemberitaan di media, namun bayi yang terlahir pada 7 Mei 2012 tersebut terlahir dengan membawa sebuah Quran kecil di tangannya dari rahim ibunya. Allahu akbar!

Setelah menyampaikan sebuah kultum, seorang ulama Nigeria, Ustadz Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama kepada bayi tersebut dengan nama Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo.

Dalam pemberian nama tersebut, Ustadz Abdul Rahman juga menasihati sang ibu dari jabang bayi tersebut bahwa bayinya bukanlah seorang nabi meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Quran.

Beliau juga menambahkan bahwa hal tersebut merupakan kehendak Allah, untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan, yakni terlahir dengan membawa Quran dari rahimnya.

Ulama lain yang ikut dalam acara tersebut antara lain Sheikh Abdulraman Sulaiman Adangba, Ketua dari Komunitas Nasrulifathi Ustadz Alhaji Abdullahi Akinbode, dan Dr Ramoni Tijani dari Komunitas Islam Alifathiquareeb.

Sebelumnya pada Ahad (13/5), ibu dari sang jabang bayi ini menyatakan diri memeluk Islam setelah melihat bayinya terlahir dengan membawa Quran dari rahimnya.

Kini, sang ibu 32 tahun yang dulu bernama Kikelomo Ilori ini kemudian berganti menjadi Sherifat.

Hal serupa juga dilakukan oleh nenek sang jabang bayi yang dulu memeluk agama Kristen sekarang menjadi seorang Muslim dan mengganti namanya dengan nama Islami.

Di luar rumah sang jabang bayi, bejibun pedangang tumpah ruah menjual berbagai suvenir tentang bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan foto-foto sang jabang bayi yang terlahir membawa Quran tersebut.

Kelahiran sang jabang bayi tersebut hingga saat ini masih mengundang kontroversi, dimana para sekularis menganggap sesuatu yang mustahil bagi seorang bayi terlahir dengan memegang (membawa) Quran dari rahim sang ibu.

Namun di lain pihak, banyak yang berpendapat bahwa apa pun bisa terjadi jika Allah berkehendak. Wallahu’alam bish shawwab. (Pmnewsnigeria/Mukminun)

07.46
Apa itu gua Maria?
Gua Maria atau goa Maria adalah tempat ziarah khas umat Katolik, biasanya bangunan utamanya dibentuk seperti gua tetapi ada juga yang berada pada gua alam asli. Disebut gua Maria karena ditempatkannya patung Bunda Maria ibunda Yesus pada gua tersebut. Tempat itu kemudian menjadi tempat ziarah umat Katolik.



Dalam tradisi agama Katolik keberadaan gua Maria punya sejarah panjang. Bunda Maria beberapa kali menampakan diri pada orang-orang tertentu. Salah satu penampakan yang paling terkenal adalah penampakan Bunda Maria kepada Bernadette Soubirous di sebuah gua yang ada di kota Lourdes Perancis pada tahun 1858. Tempat itu kemudian menjadi tempat ziarah gua Maria paling populer. Tempat ziarah ini pulalah yang kemudian menjadi inspirasi untuk membuat tempat ziarah serupa pada komunitas Katolik setempat. Dari situ muncullah tempat ziarah gua Maria dibanyak tempat didunia termasuk di Indonesia. Akan tetapi di Indonesia gua Maria bukan hanya terdapat patung Bunda Maria, juga biasanya sepanjang jalan menuju gua Maria terdapat perhentian-perhentian untuk prosesi jalan salib, serta di  beberapa lokasi gua Maria juga ada gereja kecil.

Tapi tunggu.. APAKAH PRAKTEK TRADISI INI MERUPAKAN BENAR DALAM FIRMAN TUHAN?

TIDAK SAMA SEKALI..
Ini adalah sebuah penyembahan berhala.
Imamat 26:1 Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN,

Sangat menjijikan jika Tuhan di sekutukan dengan patung.
Dan Tuhan tidak membutuh kan Gua sebagai Bait-Nya.



Duta Besar Vatikan, Mgr. Leopeldo Girelli di dampingi dua misdinar memerciki air suci saat upacara pemberkatan gua Maria.

Gua maria seperti ini mirip mezbah-mezbah, tugu, bukit pengorbanan & Gua yang di gunakan bangsa Israel ketika jatuh dalam dosa penyembahan berhala & hal ini sangat konstan di larang dalam Firman Tuhan.

1 Raja Raja 14:23 Sebab merekapun juga mendirikan tempat-tempat pengorbanan dan tugu-tugu berhala-berhala di atas setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun. dan tiang-tiang



mereka beribadah kepada berhala-berhala, walaupun TUHAN telah berfirman kepada mereka: "Janganlah kamu berbuat seperti itu!"
2 Raja Raja 17:12


INI ADALAH TUGU PATUNG BERHALA YANG DI BUAT OLEH KATHOLIK.

Lagipula dalam kepercayaan masyarakat luas Gua merupakan sarang iblis. Bahkan banyak masyarakat menggunakan gua untuk penyembahan berhala, memperoleh pesugihan & bahkan banyak berita melaporkan orang bertemu jin atau setan di dalam gua.



 Perhatikan gambar di atas. INI MERUPAKAN GUA SUSUH ANGIN TEMPAT UNTUK PESUGIHAN PADA SETAN. BUKAN KAH INI TIDAK JAUH BEDA DENGAN GUA MARIA KATHOLIK?

Keluaran 34:13 Sebaliknya, mezbah-mezbah mereka haruslah kamu rubuhkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, dan tiang-tiang berhala mereka kamu tebang.

07.32

Kebanyakan blog menggunakan bahasa internasional, yaitu bahasa Inggris dengan tujuan agar blognya dapat dimengerti oleh semua orang diseluruh dunia. Namun jangan khawatir apabila blog yang kita miliki berbahasa Indonesia, dengan menggunakan tambahan widget google translate maka blog kita yang berbahasa Indonesia akan dapat diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa yang digunakan di dunia, seperti bahasa Inggris, Perancis, Italia, Jerman, Brazilia, Portugal, Yunani, Jepang, Cina, Korea, maupun bahasa Arab. 

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tutorial kepada teman-teman tentang cara memasang translate yang berupa gambar bendera. Tips ini baru saya dapatkan dari o-om. Baik, langsung saja pada langkah-langkahnya :
  1. Pertama login ke blogger terlebih dahulu
  2. Klik Tata Letak  
  3. Klik tab Elemen Halaman  
  4. Klik Tambah Gadget  
  5. Pilih Tambah HTML/JavaScriptCopy pastekan code translate di bawah kedalam kolom yang tersedia.
Tampilan Ke-1

Copy Code ini :
<style>
.google_translate img {
filter:alpha(opacity=100);
-moz-opacity: 1.0;
opacity: 1.0;
border:0;
}
.google_translate:hover img {
filter:alpha(opacity=30);
-moz-opacity: 0.30;
opacity: 0.30;
border:0;
}
.google_translatextra:hover img {
filter:alpha(opacity=0.30);
-moz-opacity: 0.30;
opacity: 0.30;
border:0;
}
</style>
<div>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="English" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cen&hl=en'); return false;"><img alt="English" border="0" align="absbottom" title="English" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyd9dlfa0xXvI13su8hUXk7TrFyrMiSpNktkpPUQoyofC7lXLqDd4KVXJrhPSLZcDXFRSefuEX5QJqAUxSB7mvNVlW2NWWtXSWZ7viIgWJ_DypJQeleI5xICrgZ4Mb6oNeWmwPvmuVaG0/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="French" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cfr&hl=en'); return false;"><img alt="French" border="0" align="absbottom" title="French" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUUrvtuuIOxHCjowbVnst2srh6cKSuEd0TfDd-dEnd7WpHj3ZJT76b3-telI7Cvh2rCdIr3BAUCS3iPZNwUxypcO1nMYtf-Ym7b6RgAJEqh-ksC4JW9OnxUpOJrcwgfykyPl1PBGKDRPs/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="German" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cde&hl=en'); return false;"><img alt="German" border="0" align="absbottom" title="German" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1ePfF9OlB3jx59VWwT__aXpujurZX4GgSsSFSdURPqt1gZ4yU0d5qLdsKbNH5dw3CFefmT0bjwrO2f-2EEe6klHcjKsSvh5Hkbpvq0iHWwm15rWtpgtZ4JMs7gnEAr8LiHlgxw-WcpThj/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Spain" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Ces&hl=en'); return false;"><img alt="Spain" border="0" align="absbottom" title="Spain" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRBMGaFHhznHki_OiLFm65V6aFUPcAdyVrTpX2ifJBm_JSkggF9xFVN-EzhhWT7j189vngjf_QQu-h-B9_w9dkyLa_xwVDVNBQhz5BBwTHbrANuN4yOM89jBN6FOhkQNxxq305oS6X565H/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Italian" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cit&hl=en'); return false;"><img alt="Italian" border="0" align="absbottom" title="Italian" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjOLFK2LYflif3hNDfdKNsKC-LyuOduyy1O_yi61lPXgJlX2aEAYf29gP9WQpJQ1_eBPE2TzgaUOvr1Hv_HfEI-VVcEm6ieCdE2YwEZVyBvvSNm5wnJvAKX_J1OVyilswqZXvmuFegclk/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Dutch" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cnl&hl=en'); return false;"><img alt="Dutch" border="0" align="absbottom" title="Dutch" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2oD-NQkFYlRiSWA7Y6ed6hpwCtyZ-_hYtvZOh9TUJH8cJWHYERSJCPBYBVp21nEFdFcSTYk7ZzX2_fREnK-nZjddkLYHOv55wML3oZz-GWC-leNbFdEMDqnKS3aPkVgFLhikP8CNcLuw/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<br /><br />
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Russian" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cru&hl=en'); return false;"><img alt="Russian" border="0" align="absbottom" title="Russian" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcxbCJaY5-pTCeYfmASvFAvoWYiKSi7xoFucd4T6wgzcvxskk5kDU4tEr6MvD6R0ogqkNDDfyr0DMI9ShTfPYoekPhFfdQceL96ojhbEBGwpfmTZVksne1SLPLU5_rMjXoL7pQZMazArA/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Portuguese" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cpt&hl=en'); return false;"><img alt="Portuguese" border="0" align="absbottom" title="Portuguese" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUahFJRnQJTZnPeWyIEV2KpLe-Ek5aMC1KK_4FqekTFFdJ65ZAQaUHNMqFegqmebX6ygLRkMdn7_1IfJrCwsQXhceqhIFqcLjiA5cgsl0e80gFZCaIkZE6CLkaQIg5aRbD_XUPyMpWIMY/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Japanese" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cja&hl=en'); return false;"><img alt="Japanese" border="0" align="absbottom" title="Japanese" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizk4z1cKFqBx6DOIGocPqGK4gqJczYOFXK8HdBHrwaWggHJfHz-58MJleuoYgUUfVhGb4aHkCef9FsMH7rXqIQOHNKl2u3ea7q9625f1m9u774UepSSalUh_MVHlbmpL83e2wRYzSDQE-W/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Korean" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cko&hl=en'); return false;"><img alt="Korean" border="0" align="absbottom" title="Korean" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPag0FLtEw1h-sXPDqHhOaRm-_nzt5PaZL3vOUqvjNvJs_qb4H5fXoPh1ioyJ4Yof4J5j7bLhtlQhcEawAwDE7o0vaColB9jIz6kvbLUPh8YG_U3lsCAMaH93TowRyPa9DoFI990wztqs/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Arabic" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Car&hl=en'); return false;"><img alt="Arabic" border="0" align="absbottom" title="Arabic" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaychkFBQEyJe5C8r4AvnGmRq_o6EFZEEInrY0bSs9o9yi04p48bhiyCsDukcF7_inb37SHXgUJRSTs_PDWA2nQGUdG6_JfXTM9jBwhkbVh_Sm_5upS_bBulkVtqeJs79FoVoCIsTiepU/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Chinese Simplified" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Czh-CN&hl=en'); return false;"><img alt="Chinese Simplified" border="0" align="absbottom" title="Chinese Simplified" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOFTcZNuNRiilxWsy1YCg4ofsZuxRehosFSNmWqCADTjYr_Bu2y3Laf0ZKYSYAFb7ycTUlyY8gt2dY4dismGPgwEQdXctAeisxAvdjyd3B2I4N37Tjs1peSJ2oa1j567fAfB95lZozaag/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

</div> <div style=font-size:10px;margin:8px 0px 3px 0px>
by : <a href=http://www.blogspottutorial.com/>BTF</a>
</div>


Tampilan Ke-2


Copy Code ini :

<style>
.google_translate img {
filter:alpha(opacity=100);
-moz-opacity: 1.0;
opacity: 1.0;
border:0;
}
.google_translate:hover img {
filter:alpha(opacity=30);
-moz-opacity: 0.30;
opacity: 0.30;
border:0;
}
.google_translatextra:hover img {
filter:alpha(opacity=0.30);
-moz-opacity: 0.30;
opacity: 0.30;
border:0;
}
</style>
<div>
<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="English" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cen&hl=en'); return false;"><img alt="English" border="0" align="absbottom" title="English" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyd9dlfa0xXvI13su8hUXk7TrFyrMiSpNktkpPUQoyofC7lXLqDd4KVXJrhPSLZcDXFRSefuEX5QJqAUxSB7mvNVlW2NWWtXSWZ7viIgWJ_DypJQeleI5xICrgZ4Mb6oNeWmwPvmuVaG0/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="French" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cfr&hl=en'); return false;"><img alt="French" border="0" align="absbottom" title="French" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUUrvtuuIOxHCjowbVnst2srh6cKSuEd0TfDd-dEnd7WpHj3ZJT76b3-telI7Cvh2rCdIr3BAUCS3iPZNwUxypcO1nMYtf-Ym7b6RgAJEqh-ksC4JW9OnxUpOJrcwgfykyPl1PBGKDRPs/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="German" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cde&hl=en'); return false;"><img alt="German" border="0" align="absbottom" title="German" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1ePfF9OlB3jx59VWwT__aXpujurZX4GgSsSFSdURPqt1gZ4yU0d5qLdsKbNH5dw3CFefmT0bjwrO2f-2EEe6klHcjKsSvh5Hkbpvq0iHWwm15rWtpgtZ4JMs7gnEAr8LiHlgxw-WcpThj/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Spain" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Ces&hl=en'); return false;"><img alt="Spain" border="0" align="absbottom" title="Spain" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRBMGaFHhznHki_OiLFm65V6aFUPcAdyVrTpX2ifJBm_JSkggF9xFVN-EzhhWT7j189vngjf_QQu-h-B9_w9dkyLa_xwVDVNBQhz5BBwTHbrANuN4yOM89jBN6FOhkQNxxq305oS6X565H/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Italian" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cit&hl=en'); return false;"><img alt="Italian" border="0" align="absbottom" title="Italian" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjOLFK2LYflif3hNDfdKNsKC-LyuOduyy1O_yi61lPXgJlX2aEAYf29gP9WQpJQ1_eBPE2TzgaUOvr1Hv_HfEI-VVcEm6ieCdE2YwEZVyBvvSNm5wnJvAKX_J1OVyilswqZXvmuFegclk/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Dutch" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cnl&hl=en'); return false;"><img alt="Dutch" border="0" align="absbottom" title="Dutch" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2oD-NQkFYlRiSWA7Y6ed6hpwCtyZ-_hYtvZOh9TUJH8cJWHYERSJCPBYBVp21nEFdFcSTYk7ZzX2_fREnK-nZjddkLYHOv55wML3oZz-GWC-leNbFdEMDqnKS3aPkVgFLhikP8CNcLuw/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Russian" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cru&hl=en'); return false;"><img alt="Russian" border="0" align="absbottom" title="Russian" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcxbCJaY5-pTCeYfmASvFAvoWYiKSi7xoFucd4T6wgzcvxskk5kDU4tEr6MvD6R0ogqkNDDfyr0DMI9ShTfPYoekPhFfdQceL96ojhbEBGwpfmTZVksne1SLPLU5_rMjXoL7pQZMazArA/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Portuguese" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cpt&hl=en'); return false;"><img alt="Portuguese" border="0" align="absbottom" title="Portuguese" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUahFJRnQJTZnPeWyIEV2KpLe-Ek5aMC1KK_4FqekTFFdJ65ZAQaUHNMqFegqmebX6ygLRkMdn7_1IfJrCwsQXhceqhIFqcLjiA5cgsl0e80gFZCaIkZE6CLkaQIg5aRbD_XUPyMpWIMY/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Japanese" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cja&hl=en'); return false;"><img alt="Japanese" border="0" align="absbottom" title="Japanese" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizk4z1cKFqBx6DOIGocPqGK4gqJczYOFXK8HdBHrwaWggHJfHz-58MJleuoYgUUfVhGb4aHkCef9FsMH7rXqIQOHNKl2u3ea7q9625f1m9u774UepSSalUh_MVHlbmpL83e2wRYzSDQE-W/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Korean" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Cko&hl=en'); return false;"><img alt="Korean" border="0" align="absbottom" title="Korean" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPag0FLtEw1h-sXPDqHhOaRm-_nzt5PaZL3vOUqvjNvJs_qb4H5fXoPh1ioyJ4Yof4J5j7bLhtlQhcEawAwDE7o0vaColB9jIz6kvbLUPh8YG_U3lsCAMaH93TowRyPa9DoFI990wztqs/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Arabic" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Car&hl=en'); return false;"><img alt="Arabic" border="0" align="absbottom" title="Arabic" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaychkFBQEyJe5C8r4AvnGmRq_o6EFZEEInrY0bSs9o9yi04p48bhiyCsDukcF7_inb37SHXgUJRSTs_PDWA2nQGUdG6_JfXTM9jBwhkbVh_Sm_5upS_bBulkVtqeJs79FoVoCIsTiepU/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>

<a class="google_translate" href="#" target="_blank" rel="nofollow" title="Chinese Simplified" onclick="window.open('http://translate.google.com/translate?u='+encodeURIComponent(location.href)+'&langpair=id%7Czh-CN&hl=en'); return false;"><img alt="Chinese Simplified" border="0" align="absbottom" title="Chinese Simplified" height="32" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOFTcZNuNRiilxWsy1YCg4ofsZuxRehosFSNmWqCADTjYr_Bu2y3Laf0ZKYSYAFb7ycTUlyY8gt2dY4dismGPgwEQdXctAeisxAvdjyd3B2I4N37Tjs1peSJ2oa1j567fAfB95lZozaag/?imgmax=800" style="cursor: pointer;margin-right:10px" width="24"/></a>
</div> <div style=âfont-size:10px;margin:8px 0px 3px 0pxâ>
by : <a href=http://www.blogspottutorial.com/>BTF</a>
</div>

Sumber: Internet 

06.56
Christine Dell'Amore
Published May 8, 2012
The biggest known crocodile has been found—and the 27-foot-long (8.3-meter-long) predator likely swallowed early humans whole, a new study says.
Crocodylus thorbjarnarsoni lurked in deep lakes near present-day Lake Turkana in Kenya (map) between about two and four million years ago.
Fossils of the giant were unearthed in the Lake Turkana Basin in the 1960s and '70s and stored in the National Museums of Kenya in Nairobi. The study authors only recently identified the remains as belonging to a new species.
A diagram compares the size of a new species of extinct giant  crocodile with the size of a Nile crocodile and a human.
Sizes of the new croc, a Nile croc, an early human, and a modern human.
Illustration courtesy Christopher A. Brochu, University of Iowa
According to their research, the ancient animal would've resembled a heavyset Nile crocodile, some of which can reach up to 20 feet (6 meters) long.
Other species in the wider category of crocodyliforms—part of a group that includes modern-day alligators, caimans, and more—are bigger, such as the 40-foot-long (12-meter-long) SuperCroc.
But the newfound behemoth is the biggest known true crocodile, said study leader Christopher Brochu, a paleontologist at the University of Iowa.
Giant Croc Swallowed Humans Whole
The prehistoric reptile likely got so big from eating plentiful large prey—including our ancestors, who at the time stood about 4 feet (1.2 meters) tall as adults.
These early humans may have been ambushed by the giant crocs when they went to collect lake water, Brochu said.
"It put our ancestors in a bad situation—you die if you don't drink, you may die if you do," he said. "It's the roll of the dice."
For now, there's no direct evidence of these ancient encounters, such as bite marks on human remains, Brochu noted.
But that isn't too troubling, said Alex Hastings, a University of Florida graduate student in vertebrate paleontology who wasn't involved in the new study.
When C. thorbjarnarsoni gobbled an early human, "the whole thing [probably went] down the gullet, so nothing gets fossilized," said Hastings, who discovered a prehistoric crocodile species in 2011.
"Crocodiles have very powerful stomachs—they swallow rocks to help mash up [bones], and everything comes out the end in one homogeneous mess," he said. (See alligator and crocodile pictures.)
Hastings thinks the new study is "giving us a much clearer picture of the dangers and threats that early man was faced with."
For instance, "we often think of ourselves as apex predators and kings of our environment, but in many given situations, we are not the top of the food chain."
Crocs Not Living Fossils
The newfound crocodile also helps to "debunk this myth that crocodiles are living fossils," said study leader Brochu, whose paper was published May 3 in the Journal of Vertebrate Paleontology.
In recent years, Brochu and other scientists have found a wealth of extinct crocodiles and croc relatives of various shapes and sizes, suggesting that the group is much more diverse than thought.
Croc "evolution is just as complex and rich as [that of] any other group," Brochu said.
"We need to set aside this notion that they are slowly evolving relics of the past.

03.24
(Keterangan tentang tokoh2 yang berkaitan akan dilengkapi sedikit demi sedikit)
------
Hati2 dengan ucapan, tulisan, dan pemikiran orang2 di bawah ini agar tidak tersesat dunia dan akhirat:

Daftar 50 TOKOH JIL INDONESIA

A. Para Pelopor
1. Abdul Mukti Ali
2. Abdurrahman Wahid
3. Ahmad Wahib
4. Djohan Effendi
5. Harun Nasution [1]
6. M. Dawam Raharjo [1]
7. Munawir Sjadzali
8. Nurcholish Madjid [1][2]

B. Para Senior
9. Abdul Munir Mulkhan [1]
10. Ahmad Syafi’i Ma’arif [1][2]
11. Alwi Abdurrahman Shihab
12. Azyumardi Azra [1]
13. Goenawan Mohammad
14. Jalaluddin Rahmat [1][2]
15. Kautsar Azhari Noer
16. Komaruddin Hidayat
17. M. Amin Abdullah
18. M. Syafi’i Anwar
19. Masdar F. Mas’udi [1]
20. Moeslim Abdurrahman
21. Nasaruddin Umar
22. Said Aqiel Siradj [1]
23. Zainun Kamal

C. Para Penerus “Perjuangan”
24. Abd A’la
25. Abdul Moqsith Ghazali [1]
26. Ahmad Fuad Fanani
27. Ahmad Gaus AF
28. Ahmad Sahal
29. Bahtiar Effendy
30. Budhy Munawar-Rahman
31. Denny JA [1]
32. Fathimah Usman
33. Hamid Basyaib
34. Husein Muhammad
35. Ihsan Ali Fauzi
36. M. Jadul Maula
37. M. Luthfie Assyaukanie [1]
38. Muhammad Ali
39. Mun’im A. Sirry
40. Nong Darol Mahmada
41. Rizal Malarangeng
42. Saiful Mujani
43. Siti Musdah Mulia [1][2]
44. Sukidi
45. Sumanto al-Qurthuby
46. Syamsu Rizal Panggabean
47. Taufik Adnan Amal
48. Ulil Abshar-Abdalla [1][2][3]
49. Zuhairi Misrawi
50. Zuly Qodir

Tambahan:

Judul Buku : 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia : Pengusung Ide Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme

Penulis : Budi Handrianto
Halaman : 295 + xxvi paperback (softcover)
Cetakan 1 : Juni 2007
Penerbit : Hujjah Press (kelompok Penerbit Al Kautsar

---- Link dan buku ---
1. Ada Pemurtadan di IAIN (acara bedah buku)
2. Kontroversi Revisi Kompilasi Hukum Islam
3. Proyek Liberalisasi Islam di Indonesia
4. JIL: 6 tahun menebar sesat (1)(2)
5. Menangkal Bahaya JIL dan FLA dan (soft copy)
6. Politik pecah belah ala RAND Corporation
7. Nasib Tragis Lokomotif Penyesat Umat
8. Kritik Reinterpretasi dan Liberalisasi Penafsiran
9. Membongkar Kedok JIL

03.21
1. Apa itu Islam liberal?
Islam Liberal adalah suatu bentuk penafsiran tertentu atas Islam dengan landasan sebagai berikut:
a. Membuka pintu ijtihad pada semua dimensi Islam.
Islam Liberal percaya bahwa ijtihad atau penalaran rasional atas teks-teks keislaman adalah prinsip utama yang memungkinkan Islam terus bisa bertahan dalam segala cuaca. Penutupan pintu ijtihad, baik secara terbatas atau secara keseluruhan, adalah ancaman atas Islam itu sendiri, sebab dengan demikian Islam akan mengalami pembusukan. Islam Liberal percaya bahwa ijtihad bisa diselenggarakan dalam semua segi, baik segi muamalat (interaksi sosial), ubudiyyat (ritual), dan ilahiyyat (teologi).
b. Mengutamakan semangat religio etik, bukan makna literal teks.
Ijtihad yang dikembangkan oleh Islam Liberal adalah upaya menafsirkan Islam berdasarkan semangat religio-etik Qur’an dan Sunnah Nabi, bukan menafsirkan Islam semata-mata berdasarkan makna literal sebuah teks. Penafsiran yang literal hanya akan melumpuhkan Islam. Dengan penafsiran yang berdasarkan semangat religio-etik, Islam akan hidup dan berkembang secara kreatif menjadi bagian dari peradaban kemanusiaan universal.
c. Mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural.
Islam Liberal mendasarkan diri pada gagasan tentang kebenaran (dalam penafsiran keagamaan) sebagai sesuatu yang relatif, sebab sebuah penafsiran adalah kegiatan manusiawi yang terkungkung oleh konteks tertentu; terbuka, sebab setiap bentuk penafsiran mengandung kemungkinan salah, selain kemungkinan benar; plural, sebab penafsiran keagamaan, dalam satu dan lain cara, adalah cerminan dari kebutuhan seorang penafsir di suatu masa dan ruang yang terus berubah-ubah.
d. Memihak pada yang minoritas dan tertindas.
Islam Liberal berpijak pada penafsiran Islam yang memihak kepada kaum minoritas yang tertindas dan dipinggirkan. Setiap struktur sosial-politik yang mengawetkan praktek ketidakadilan atas yang minoritas adalah berlawanan dengan semangat Islam. Minoritas di sini dipahami dalam maknanya yang luas, mencakup minoritas agama, etnik, ras, jender, budaya, politik, dan ekonomi.
e. Meyakini kebebasan beragama.
Islam Liberal meyakini bahwa urusan beragama dan tidak beragama adalah hak perorangan yang harus dihargai dan dilindungi. Islam Liberal tidak membenarkan penganiayaan (persekusi) atas dasar suatu pendapat atau kepercayaan.
f. Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik.
Islam Liberal yakin bahwa kekuasaan keagamaan dan politik harus dipisahkan. Islam Liberal menentang negara agama (teokrasi). Islam Liberal yakin bahwa bentuk negara yang sehat bagi kehidupan agama dan politik adalah negara yang memisahkan kedua wewenang tersebut. Agama adalah sumber inspirasi yang dapat mempengaruhi kebijakan publik, tetapi agama tidak punya hak suci untuk menentukan segala bentuk kebijakan publik. Agama berada di ruang privat, dan urusan publik harus diselenggarakan melalui proses konsensus.
2. Mengapa disebut Islam Liberal?
Nama “Islam liberal” menggambarkan prinsip-prinsip yang kami anut, yaitu Islam yang menekankan kebebasan pribadi dan pembebasan dari struktur sosial-politik yang menindas. “Liberal” di sini bermakna dua: kebebasan dan pembebasan. Kami percaya bahwa Islam selalu dilekati kata sifat, sebab pada kenyataannya Islam ditafsirkan secara berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penafsirnya. Kami memilih satu jenis tafsir, dan dengan demikian satu kata sifat terhadap Islam, yaitu “liberal”. Untuk mewujudkan Islam Liberal, kami membentuk Jaringan Islam Liberal (JIL).
3. Mengapa Jaringan Islam Liberal?
Tujuan utama kami adalah menyebarkan gagasan Islam Liberal seluas-luasnya kepada masyarakat. Untuk itu kami memilih bentuk jaringan, bukan organisasi kemasyarakatan, maupun partai politik. JIL adalah wadah yang longgar untuk siapapun yang memiliki aspirasi dan kepedulian terhadap gagasan Islam Liberal.
4. Apa misi JIL?
Pertama, mengembangkan penafsiran Islam yang liberal sesuai dengan prinsip-prinsip yang kami anut, serta menyebarkannya kepada seluas mungkin khalayak.
Kedua, mengusahakan terbukanya ruang dialog yang bebas dari tekanan konservatisme. Kami yakin, terbukanya ruang dialog akan memekarkan pemikiran dan gerakan Islam yang sehat.
Ketiga, mengupayakan terciptanya struktur sosial dan politik yang adil dan manusiawi.

03.07
Laporan wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pewarta PSSI, sebuah organisasi wartawan peliput PSSI, menggelar pertandingan persahabatan sepak bola dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PSSI ke-82. Pertandingan tersebut akan digelar hari ini, Selasa (15/5/2012) di Lapangan C, Senayan, Jakarta.
Ketua Pelaksana kegiatan ini, Antonius Bramanto mengatakan pertandingan persahabatan penggalangan dana ini, juga diikuti beberapa mantan pemain timnas Indonesia seperti Yohanes Auri, Alex Saununu, Oyong Lisa, Sarman Panggabean, Roni Paslah, Robby Binur, Noah Meriam dan Mustafa Umarella.
"Kami akan melakukan penggalangan dana untuk meringankan beban materi yang dialami keluarga (alm) Abdul Kadir. Tak hanya itu, kami juga mengirimkan doa untuk para korban dari musibah jatuhnya pesawat Sukhoi," katanya kepada wartawan di kantor PSSI, Senin (14/5/2012) malam.
Dalam pertandingan ini, empat tim yang terdiri dari PSSI Plus (pengurus dan mantan pemain tim nasional), Pewarta PSSI, Maluku Utara Selection, Gunawan Djawa (mantan-mantan pemain sepak bola) sudah disiapkan.
"Kegitan ini juga ditujukan untuk mempererat silaturahim antar media serta para pelaku yang terlibat aktif di pentas sepak bola nasional. Sistem pertandingan dipilih dengan menggunakan sistem gugur dalam durasi 2x25 menit," imbuhnya.
Namun demikian, pihaknya tetap akan memberikan penghargaan kepada tim yang berhasil menjuarai pertandingan persahabatan ini berupa piagam, baju serta bola kaki.
"Kami ingin menjadikan kegiatan ini bermutu dan enak disaksikan. Apalagi, mantan pemain yang pernah berjaya dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional akan turut serta. Kegiatan ini dipastikan berlangsung semarak," tuturnya seraya mengatakan kegiatan ini juga dimeriahkan dengan hadirnya bintang tamu diantaranya Andre Hehanusa, Group Gamalama dan Yopie Latul.

Penulis: Iwan Taunuzi  |  Editor: Gusti Sawabi
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget