Latest Post

12.51
Ah…. Akhirnya bisa juga, setalah cari info sana-sini, Tanya sana-sini  akhirnya gw bisa juga nginstallin notebook punya teman gw…..hahaha Mulanya gw bingung banget tu, gimana ya cara install ulang notebook? mana nggak ada CD-ROOMnya lagi?. Kemudian gw penasaran banget tu pengen tau installnya, pertama gw coba copy semua file di CD windows xp ke flashdisk… eh….tapi malah nggak kedetek waktu booting.
Semakin penasarannya gw tanya sana-sini… ehh..akhirnya ketemu juga solusinya. Ternyata tu copy data ke flashdisknya bukan tinggal kopas(kopi paste) aja tapi ada caranya….hehehe (jadi malu gw…hehe)
Sekarang gw mau share pengetahuan gw ini sama teman-teman yang pake notebook yang mau install ulang, tapi laptop sama komputer juga bisa diterapin juga kok,  jadi bebas buat siapa aja….hehehe
Oke, langsung saja kita ke topik bahasan.
Pertama-tama berdoa dulu, dan siapin secangkir kopi biar mata melek….hehehe
Dalam hal ini kita perlu pake komputer ato laptop, karena ada CD-ROOMnya yang bisa buat transfer data CD XP ke dalam flashdisk, dan siapin juga flashdisk dengan kapasitas minimal 1GB.
Pertama kalian download dulu aplikasinya tinggal klik link di bawah ini :
1. PeToUSB
2. usb_prep8
Setelah kalian download, ekstrak dulu file yang kalian download dan letakin file hasil ekstrak dalam satu folder (file PeToUSB pindahin ke folder usb_prep8).
Setelah itu ikuti langkah-langkah berikut :
  • Jalankan file yang bernama usb_prep8, akan muncul command prompt seperti gambar di bawah
  • Tekan sembarang dan otomatis akan menjalankan program PeToUSB lalu muncul perintah untuk memformat flashdisk.
  • Checklist pada quickformat biar proses format agak cepat, lalu klik start, tunggu sampai proses selesai.
  • Setelah proses selesai tutup PeToUSB, tapi jangan tutup command prompt usb_prep8.
  • Pada command prompt akan muncul beberapa pilihan.
  • Plih angka ‘1’ lalu enter, akan muncul sebuah perintah untuk menentukan lokasi dimana kalian menyimpan file CD XP(pilih pada CD-DRIVE) -> OK
  • Kemudian pada command prompt ada pilihan option lagi.
  • Pilih angka ’3′ -> enter
  • Kemudian pilih tempat flashdisk kalian tertancap, dalam contoh gambar di bawah letak USBnya di ‘j’, maka ketik ‘j’ -> enter
  • Setelah tahapan ini, pilihlah option nomer ‘4’ kemudian akan muncul perintah seperti gambar di bawah ini, pilih ‘Yes
  • Kemudian akan muncul perintah seperti gambar dibawah ini, pilih ‘Y
  • Lakukan instruksi sesuai perintah selama prosses, (kebanyakan “press any key to continue”)
  • Ketika muncul perintah seperti gambar di bawah ini, pilih “Yes”.
  • Tunggu prosses kira-kira memakan waktu 15 menit, kemudian akan muncul perintah seperti gambar di bawah ini, pilih ‘Yes’.
  • Setelah itu muncul perintah untuk meng-eject CD, pilih ‘Yes’. CD XP kalian keluar terus ambil CD
  • Pada commend prompt muncul bacaan tentang cara installnya “press any key to continue”  baca dulu kalo mau baca lalu tekan sembarang.
Tara…… selamat anda telah mempunyai flashdisk yang bisa buat install notebook…hehehe
Ternyata gampang ya….
o…ya jangan lupa setting BIOS biar flashdisk kebaca lebih dulu, atur pada BIOS order, letakkin posisi option USB pada posisi paling atas.
Bagi yang notebooknya hardisk SATA, rubah pilihan hardisk SATA native support menjadi ATA native support (disable SATA native support) biar Installasi windows XP bisa kebaca sama hardisk kalian. Soalnya hardisk SATA tidak dapat membaca windows XP dan windows-windows tua (versi dibawah vista&7) lainnya.
Semoga dapat membantu kalian….

GOODLUCK!!!!!!

03.50
Matius 21:31 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, Sesungguh nya pemungut-pemungut cukai dan PEREMPUAN-PEREMPUAN SUNDAL akan mendahului kamu MASUK KE DALAM KERAJAAN ALLAH.

Alkitab King James Version: [Matthew 21:31] Jesus saith unto them, Verily I say unto you, That the publicans and THE HARLOTS go into the kingdom of God before you.

Alkitab American Standard Version: [Matthew 21:31] Jesus saith unto them, Verily I say unto you, that the publicans and THE HARLOTS go into the kingdom of God before you.

“Perempuan-perempuan sundal” yang disebutkan dalam Alkitab Terjemah- an LAI, dalam Alkitab yang lebih kredibel yaitu Alkitab King James Version dan American Standard disana yang dituliskan adalah “HARLOTS”. Nah, apakah arti HARLOTS itu? Berikut Forza Islam berikan artinya menurut Kamus Inggris-Indonesia:

Kamus Lengkap Bermutu Inggris-Indonesia Indonesia-Inggris 200.000

Oleh: John Surjadi H Erhans A Drs. Johan Tirta Drs. Hadi Lesmana

Cetakan 1983 Disain: Gunawan Chandra Copyright: Penerbit “INDAH” No 136387

Dalam kamus tersebut kata “HARLOT” ada pada halaman 137 yang arti Bahasa Indonesianya adalah “PELACUR”, jadi dengan demikian tentu kata “HARLOTS” artinya adalah “PARA PELACUR” atau “PELACUR-PELACUR”.

Lalu mengapa Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menerjemahkan kata “harlots” ke dalam Alkitab bahasa Indonesia bukannya “para pelacur” melainkan mereka menuliskannya “perempuan-perempuan sundal”? Itulah bisa-bisanya LAI menipu, tokh sudah biasa mereka melakukan kecurangan merubah-rubah ayat-ayat Alkitab.

Kasian memang orang Kristen, tak henti-henti jadi obyek kibulan oknum-oknum penterjemah LAI.

Jadi jelas Yesus sudah mengatakan bahwa HARLOTS alias PARA PELACUR akan masuk surga bahkan mereka LEBIH DULU masuk ke dalam surga daripada orang-orang Kristen. Mereka para pelacur itu memang istimewa sekali, akan masuk di surga dan disana nanti mereka akan bercokol dimana-mana untuk melayani orang Kristen yang juga menghuni surga.

Jadi pantas saja kalau dulu Yesus pernah membebaskan seorang pezinah yang tadinya sudah mau dihukum sesuai Hukum Taurat oleh para ahli agama, tetapi oleh Yesus perempuan pezinah itu malah dibebaskan:

Yohanes 8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”

Yohanes 8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak meng- hukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Mengapa Yesus tidak mau menghukum wanita pezinah itu tetapi malah membebaskannya (Yoh.8:11)? Karena memang pezinah dan PELACUR (perempuan-perempuan sundal) akan masuk surga bahkan mereka masuk ke surga lebih dulu daripada orang-orang Kristen lainnya (Mat.21:31).

Kita kembali ke topik. Sekarang silahkan kalian lihat dan buktikan sendiri dalam Alkitab terjemahan bahasa Inggris, disitu jelas-jelas tertulis “go into the…”, yang artinya jelas adalah “MASUK KEDALAM…Kerajaan Allah” alias surga.

Jadi baik dalam Alkitab versi King James dan American Standard maupun dalam Alkitab terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), ayat-ayat yang telah tertulis dan mudah dimengerti ini tidak bisa kalian pelintar-pelintir lagi artinya.

Karena memang sudah jelas sekali bahwa Yesus mengatakan kalau HARLOTS alias PELACUR alias JABLAY alias (*) edit moderator(*) alias WTS alias PSK itu memang MASUK KE DALAM SURGA (Mat.21:31).

Kalau para pelacur yang jelas pekerjaannya adalah melakukan pelacuran dengan mudahnya masuk ke dalam surga, bahkan mereka akan masuk surga lebih dahulu daripada orang-orang Kristen yang masuk belakangan, tentu di surganya Kristen nanti pun mereka para pelacur itu akan tetap melacur untuk melayani sesama para penghuni surga (baca: Orang Kristen yang ada disana).

Para pelacur di surganya Kristen itu tentu bermacam-macam sesuai kelas- nya, tapi namanya pelacur ada juga yang murahan alias kelas kambing. Jadi tentu saja banyak diantara para pelacur di surganya Kristen itu yang jelek, bau ketek, dadanya tipis dan peyot, palanya peyang, jidatnya jenong, matanya jereng, idungnya pesek dengan upil yang keluar-keluar pula, terus pipinya kempot, kupingnya caplang, bibirnya dower, giginya nyaris ompong dan jigongan pula sehingga mulutnya bau taik, udah gitu lehernya nggak ada, kulitnya penuh dengan kadas-kurap-panu dan penyakit-penyakit kulit lainnya, pantatnya tepos dan kentutnya sangat bau sekaligus sebentar-sebentar cepirit, pahanya penuh selulit, dengkulnya korengan, betisnya segede gedebong pisang, kakinya bau jempol, dan berbagai cacat fisik lainnya namanya juga pelacur kelas rendahan!

Mengenai apakah mereka para pelacur di surganya Kristen itu nanti akan menetapkan tarif PAHE (PAket HEmat) atau gratisan alias suka sama suka kepada para konsumennya yaitu orang-orang Kristen, dan hasil melacur mereka di surga itu kemudian “di-pungli” alias diperas oleh para “pemungut cukai” yang juga dipastikan masuk surga (Mat.21:31), Forza Islam tidak mau ambil pusing karena itu sudah nasib apesnya orang-orang Kristen. Hanya pesan Forza Islam kepada orang-orang Kristen penghuni “surga”: ”hati-hati ya kalau sedang “indehoy” alias “cemceman” dengan para pelacur, kalian bisa kena penyakit kelamin lho!” hehehehehe.

Jadi di surganya Kristen nanti, para PELACUR alias HARLOTS bercokol dan bergentayangan dimana-mana untuk melanjutkan pekerjaan mereka ketika di hidup di dunia sebagai pelacur, yang mana pekerjaan mereka itu TELAH MENGANTARKAN MEREKA MASUK KE DALAM SURGA.

Mereka melacur untuk memuaskan hasrat seksual orang-orang Kristen sekaligus memuaskan hasrat seksual mereka sendiri, sesama penghuni surga.

Kalian Kristen? Berarti kalian memilih pelacur!Kalian Kristen? Berarti kalian memilih pelacur!Kalian Kristen? Berarti kalian memilih pelacur!Kalian Kristen? Berarti kalian memilih pelacur!Kalian Kristen? Berarti kalian memilih pelacur!

Tahukah ukuran dan luas sorganya orang2 Kristen!?. Memi liki luas hanya 2.400 Km2, dengan tinggi 60 meter,memiliki pon dasi 12dan ada12 pintu saja. jadi jauh lebih kecil dari NewYork state,KASIAN DECH … !!

Berbeda dengan sorganya kita umat Islam, Allah menjelaskan, sorga itu seluas langit dan bumi ( jagat alam raya ini), silahkan buka dan baca kitab Wahyu dimana luas dan ukurannya:

Wahyu 21:16 Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya.

Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.

Wahyu 21:17 Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat.

WARNING … !!! Perubahan kata dimungkin terjadi pada Alkitab, penulis baru mencoba ceck kembali denngan melihat program Alkitab yang beredar sekarang (Program Alkitab versi 2.7), awalnya adalah kata “mil” sekarang berubah menjadi “stadia” (Terjemahan Resmi).

BANDINGKAN LAGI DENGAN

ALKITAB

TERJEMAHAN SEHARI- HARI

21:16 Kota itu berbentuk persegi empat- panjangnya sama dengan lebarnya.

Maka malaikat itu mengukur kota itu dengan tongkat pengukurnya; ternyata panjangnya 2400 kilometer; lebar dan tingginya sama seperti panjangnya.

21:17 Ketika malaikat itu mengukur temboknya, ternyata tinggi tembok itu enam puluh meter. Ukuran yang dipakai oleh malaikat itu adalah ukuran yang dipakai oleh manusia.

BANDINGKAN LAGI DENGAN ALKITAB VERSI KING JAMES

21:16 And the city lieth foursquare, and the length is as large as the breadth: and he measured the city with the reed, twelve thousand furlongs. The length and the breadth and the height of it are equal.

21:17 And he measured the wall thereof, an hundred and forty and four cubits, according to the measure of a man, that is, of the angel.

KAYAKNYA DI KONVERSI (SATUAN) UKURANNYA !!!

Pake’ Trick Nich ???

Minyaaaaaaaaaaaak…………….minyaaaaaaaaaaaaaaaak…………….

Matius 25:8 “Gadis-gadis yang bodoh berkata pada gadis-gadis yang bijaksana, berikanlah kami sedikit dari minyakmuitu, sebab pelita kami hampir padam.”

Matius 25:9 “Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu : Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi ke penjual minyak dan beli disitu.”

Matius 25:10 “Akan tetapi waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.”

Jamuan kawin euy :)

Wahyu 19:7 “Marilah kita bersuka cita dan bersorak sorai dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan anak domba telah tiba, dan pengantinnya telah siap sedia.”

Wahyu 19:9 “Lalu ia berkata kepadaku: Tuliskanlah, Berbahagialah mereka yang diundang keperjamuan kawin anak domba. Katanya lagi kepadaku : Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.”

Daya tampungnya terbatas :)

Wahyu 7:4 “Dan aku mendengar jumlah, mereka yang dimateraikan itu, seratus empat puluh empat ribu yg telah termateraikan dari semua suku keturunan Israel”


03.43
Menurut keyakinan orang-orang Kristen, Yesus terlahir untuk menebus dosa yang pernah dilakukan oleh Adam as, menurut keyakinan tersebut, bila dosa yang dilakukan oleh Adam tidak ditebus, maka semua anak keturunan Adam as akan celaka, binasa dan berujung di neraka, artinya, menurut keyakinan tersebut, Yesus dilahirkan untuk menyelamatkan manusia dari akibat dosa yang pernah dilakukan oleh Adam as.

Dalam dua nomor yang lalu, telah kita bahas ketidak-mungkinan Yesus dijadikan korban penebusan dosa yang dikarenakan menurut Bible sendiri, ternyata Yesus telah menikah dan secara tidak langsung telah mengaku berdosa, di mana menurut doktrin tersebut, syarat sebagai penebus dosa haruslah seorang yang terbebas dari dosa dan tidak menikah.

Bila Yesus tidak memenuhi syarat sebagai korban penebus dosa, sementara doktrin penebusan dosa harus tetap berjalan, maka kuat indikasinya ajaran penebusan dosa hanyalah kebohongan belaka dan hanya berupa doktrin yang harus diyakini begitu saja tanpa bersumber pada keserasian fakta dan dalil.
Dan adanya kemiripan doktrin korban penebusan dosa dalam Kristen dengan korban persembahan nyawa kepada dewa-dewa oleh orang-orang pagan/musyrik, melahirkan dugaan bahwa doktrin penebusan dosa dalam Kristen bukanlah ajaran yang bersumber dari Allah atau Yesus, melainkan adopsi dari ajaran para penyembah berhala dan orang-orang musyrik.

Berangkat dari adanya indikasi kebohongan doktrin penebusan dosa dan adanya dugaan ajaran korban penebusan dosa sebagai hasil adopsi dari ajaran para penyembah berhala, maka tidak berlebihan bila dipertanyakan :

“Pernahkah Yesus sebagai tokoh sentral mengajarkan penebusan dosa ?”

Bagi umat Kristen, meyakini Yesus sebagai korban penebusan dosa adalah sertifikat bagi keselamatan manusia keturunan Adam as agar terhindar dari kebinasaan kekal di dalam neraka kelak. Meyakini Yesus sebagai korban penebusan dosa adalah satu paket dengan meyakini Yesus telah menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib, hanya dengan keyakinan semacam itulah yang akan menjadikan Yesus sebagai juru selamat bagi mereka.

Secara ringkas, umat Kristen harus yakin, agar manusia dapat terhindar dari kebinasaan kekal di dalam neraka haruslah meyakini Yesus terlahir ke dunia ini sebagai juru selamat dengan menebus dosa yang diwarisan oleh Adam as kepada anak cucunya dengan menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib.

Karena hal tersebut menyangkut kehidupan yang kekal nanti setelah hari kiamat, yaitu kekal di dalam neraka atau kekal di dalam sorga, maka harus dapat dipastikan oleh umat Kristiani, benarkah Yesus menjamin keselamatan manusia dengan meyakini dirinya sebagai korban penebusan dosa ?

Seperti halnya dengan sebuah jaminan lainnya, misal, bisa saja sebuah BANK mengatakan atau mendoktrin nasabahnya bahwa para nasabah di BANK tersebut segala resiko yang akan terjadi pada dananya, akan di jamin oleh pemerintah, sehingga tidak perlu kuatir akan keselamatan dananya.

Apakah nasabah boleh percaya begitu saja dengan jaminan tersebut agar hatinya tentram ?, tentu saja tidak, agar nasabah dapat yakin dengan seyakin-yakinnya bukan yakin karena ra-yuan dan kelihaian para sales BANK, maka para nasabah harus memperoleh pernyataan jaminan yang betul-betul dari pemerintah, bila memang ada pernyataan tersebut, barulah para nasabah tersebut boleh merasa tentram dengan kepercayaannya kepada BANK tempat dia menabung, bila tidak, maka keyakinanannya adalah keyakinan semu yang terbentuk hanya karena rayuan sang sales BANK.

Begitu juga dengan umat Kristiani, karena meyakini Yesus sebagai juru selamat dengan menebus dosa warisan dan mati di tiang salib menyangkut hal yang yang sangat luar biasa besarnya yaitu tentang kehidupan akhir yang kekal berada di dalam sorga atau di dalam neraka dan tidak dapat kembali lagi ke dunia fana ini untuk memperbaiki keyakinannya, maka sudah sepaatutnya diperlukan jaminan langsung dari Yesus atau Allah yang menyatakan Yesus adalah juru selamat bagi manusia yang percaya Yesus terlahir ke dunia adalah untuk menebus dosa dengan menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib.

Adakah jaminan tersebut sehingga manusia harus percaya dan yakin ??

Dari penelusuran ALKITAB, ternyata sejak zaman Adam as hingga zaman sebelum kelahiran Yesus, tidak seorangpun yang menerima pengajaran dari para nabi dan orang-orang suci tentang adanya dosa warisan dan adanya keharusan untuk menebusnya, begitu juga pada masa mulai kelahiran Yesus dan dakwah Yesus, tidak seorangpun yang menerima pengajaran dari Yesus tentang adanya dosa warisan dan keharusan menebusnya, ajaran tersebut baru ada jauh setelah masa dakwah Yesus.

Ajaran dan doktrin penebusan dosa, nampaknya sebagai sinkritisme/gabungan dari ajaran orang-orang musyrik penyembah berhala dengan peristiwa penyaliban yang diyakini mereka sebagai penyaliban Yesus, di mana orang-orang musyrik telah mempunyai ajaran yang harus menyerahkan korban tebusan kepada dewa agar mereka selamat dari bencana alam dan mendapat berkah dari alam, kemudian mereka melihat sosok Yesus yang menurut informasi yang mereka terima Yesus telah mati di tiang salib, dan Yesus adalah orang suci yang tidak pernah berdosa dan tidak pernah menikah sehingga sosok Yesus adalah sosok yang paling pantas sebagai korban persembahan kepada dewa. Maka lahir ajaran baru ten-tang keselamatan manusia yang sama sekali tidak pernah diajarkan oleh Yesus. Maka tidak heran bila hari Natal umat Kristiani justru tepat pada hari kelahiran dewa matahari dan jauh dengan tanggal kelahiran Yesus.

Keselamatan Menurut Yesus

Sebelum masa dakwah Yesus yaitu yang oleh orang-orang Kristen disebut sebagai zaman Taurat, orang-orang zaman Taurat mengenal ajaran keselamatan adalah dengan mempercayai Allah sebagai Tuhan satu-satunya, sebagai juru selamat satu-satunya dan sebagai penebus satu-satunya.

..Bukankah Aku, Tuhan? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!

Yesaya 45:21

….supaya seluruh umat manusia mengetahui, bahwa Aku, Tuhan, adalah Juruselamatmu dan Penebusmu, Yang Mahakuat, Allah Yakub.“

Yesaya 49:26

……tetapi Aku adalah Tuhan, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku.

Hosea 13:4

Mereka sama sekali tidak pernah diajarkan ten-tang penebusan dosa Adam as. untuk memperoleh keselamatan dan sama sekali tidak pernah di ajarkan tentang adanya dosa warisan yang pernah dilakukan oleh Adam as.

Satu-satunya jalan keselamatan adalah dengan meyakini bahwa Allah SWT adalah tuhan satu-satunya, juru selamat satu-satunya dan sebagai penebus dosa satu-satunya atau sebagai Tuhan yang Maha pemgampun satu-satunya.

Mereka juga diajarkan bahwa dosa tidak diwariskan anak keturunannya, dan mereka diajarkan bahwa untuk menebus itu semua mereka harus bertaubat.

20. Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.

21. Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapanKu serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

22. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.

23. Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?
Yehezkial 18:20-23


Seperti itu juga ajaran keselamatan yang diajarkan oleh Yesus kepada kaumnya. Yesus sama sekali tidak pernah mengajarkan adanya dosa warisan dan keharusan menebusnya, sehingga Yesus sama sekali tidak mengajarkan dirinya terlahir ke dunia ini untuk menebus dosa dan harus menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib.

Dalam Injil yang dikarang oleh Markus pasal 10:17-19 dikisahkan seseorang bertanya kepada Yesus :

“Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.

Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah:
Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”

Ajaran Yesus tentang keselamatan tersebut sangat jelas, gamblang dan tidak memerlukan penafsiran bahwa untuk mencapai keselamatan seseorang harus harus mentaati hukum Taurat, Yesus sama sekali tidak menyinggung apalagi mengajarkan secara nyata bahwa keselamatan dapat dicapai dengan meyakini Yesus sebagai korban penebus dosa yang menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib.

Di dalam Injil yang dikarang oleh Yohanes pasal 17:3, dikisahkan bahwa untuk memperoleh hidup yang kekal di dalam sorga, seseorang harus mengimani Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang benar dan mengimani Yesus sebagai utusannya, juga tidak disinggung sedikitpun harus meyakini Yesus terlahir sebagai penebus dosa dan juga adanya dosa warisan, begitupun juga dalam Injil karangan-karangan lainnya.

Dalam masa-masa akhir dakwah Yesus, Injil karangan Yohanes pasal 17:6 dikisahkan Yesus bermunajat kepada Allah SWT :

Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepaa-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

Artinya, Yesus telah mengajarkan seluruh dari apa yang telah difirmankan oleh Allah SWT kepada Yesus, dan tidak satupun Injil yang mencatat bahwa Yesus pernah mengajarkan adanya dosa warisan dan keharusan menebusnya dan mengajarkan dirinya sebagai korban penebusan dosa tersebut, yang ada adalah ajaran Yesus kepada kaumnya yang harus menuruti Firman Allah SWT.

Bila demikian adanya, berarti keyakinan Yesus terlahir ke dunia ini sebagai korban penebusan dosa warisan yang pernah dilakukan oleh Adam as yang harus menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib adalah keyakinan yang terbentuk oleh kelihaian para misionaris seperti layaknya para sales BANK yang lihai meyakinkan nasabahnya bahwa semua dananya dijamin oleh pemerintah padahal tidak ada bukti pernyataan langsung dari pemerintah yang menjaminnya, tahu-tahu seperti kasus BANK di Bandung yang telah berhasil mengelabuhi banyak nasabah dan yang didapat nasabah hanyalah penyesalan belaka.

Kalau memang Yesus betul-betul menjamin keselamatan manusia dari kebinasaan kekal di dalam neraka dengan percaya Yesus sebagai korban penebusan dosa, semestinya ada pernyataan langsung dari Yesus sebagai penjaminnya, bukan dari orang lain, apalagi orang lain itu bukan murid Yesus dan hanya mengaku-ngaku pernah ditemui Yesus dalam bentuk Roh jauh setelah Yesus tidak ada di bumi, apakah menunggu di akhirat untuk membuktikan adanya jaminan tersebut ?.


Selama berabad-abad doktrin ini telah ditafsirkan secara bermacam-macam oleh pakar teologi. Bahkan pada abad-abad pertama sebagian orang dengan tegas menolak penebusan dosa ini, sementara yang lainnya seperti Tertullian, Origen dan lain-lain berpendapat bahwa kematian Yesus merupakan sejenis tebusan yang diberikan kepada setan:

Dari penjelasan tersebut maka saya ingin bertanya :

1). Apakah Tuhan tidak mempunyai kemampuan menebus dosa manusia, tanpa harus membunuh anakNya/diriNya sendiri.........?

2). Kalau memang dia sudah direncanakan untuk disalib guna menebus dosa manusia.........?
Mengapa Yesus gelisah disaat menjelang penangkapan dirinya sehingga dia beberapa kali berdoa kepada Bapanya agar cawan kematian dijauhkan darinya......
3). Menurut ajaran agama Kristen........Sebelum yesus datang ke dunia untuk menebus dosa, Bagaimana nasib Adam dan Hawa setelah meninggalkan dunia ini......... (Apakah tempatnya NERAKA atau SORGA )

4). Bagaimana pula nasib Yudas Iskariot yang telah menghianati Yesus....... sehingga Yesus ditangkap, diadili, disiksa dan disalibkan.........?(Apakah tempatnya NERAKA atau SORGA )

5). Apakah akan terjadi penyaliban pada diri Yesus........ seandainya Yudas Iskariot tidak berhianat...........?

6). Apakah Yudas Iskariot, Pontius Pilatus dan tentara yang menyalib Yesus ikut berdosa karena telah membunuh Yesus..........?

7). Kenapa Yudas Iskariot dicap sebagai penghianat oleh umat Kristen.......... bukankah karena jasa-jasanya sehingga Yesus dapat disalib.......? Seharusnya Yudas Iskariot adalah seorang "Pahlawan Kemanusiaan" karena dialah dosa manusia bisa ditebus..........!

16.28
REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN --  Kanselir Jerman Angela Merkel, Jumat, diserang oleh anggota partainya sendiri karena ia memecat seorang menteri yang dituduh bersalah dalam pemilihan regional sehingga membuat dia lemah di dalam negeri saat ia memerangi krisis euro.
Dalam tindakan mengejutkan pada Rabu (16/5), Merkel memecat Norbert Roettgen dari jabatan menteri lingkungan hidup, setelah ia memimpin kampanye yang banyak dikecam di Negara Bagian North Rhine-Westphalia, sehingga kubu konservatif mengalami kekalahan telak.
Wolfgang Bosbach, anggota senior Uni Kristen Demokratif (CDU), pimpinan Merkel, mengeluh Roettgen "telah pergi dalam waktu beberapa jam dari harapn putih besar partai karena menjadi satu-satunya orang yang disalahkan atas kekalahan di North Rhine-Wesphalia".
Itu semua terjadi "sangat cepat sekali", kata Bosbach kepada Sueddeutsche Zeitung. Sementara itu, Norbert Lammert, politikus lain CDU yang juga adalah Ketua Majelis Rendah Bundestag, menyebut pemecatan tersebut "disesalkan bagi partai secara keseluruhan".
Selama taklimat yang diselenggarakan Rabu, Merkel mengganti Roettgen (46) dengan sekutu dekatnya, Peter Altmaier, sebagai konsekuensi dari perolehan suara terburuk CDU, 26,3 persen, dalam pemilihan umum di negara bagian itu pada 13 Mei.
Kemerosotan tersebut mendominasi halaman depan media Jerman, Jumat, demikian laporan AFP --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat malam. Harian Frankfurter Allgemeine Zeitung menilai, "Tak pernah sebelumnya Merkel demikian dingin seperti es dalam membuat seorang menteri berkemas, tapi ia sendiri rusak akibat aksi brutal ini."
Banyak surat kabar menyatakan Merkel, yang dikenal sebagai "Mutti" atau "Mummy" karena ia tindakan yang kadangkala dilakukaknnhya, telah memperlihatkan sisi keras wataknya. Sementara itu tersisa waktu 16 bulan lagi, sebelum ia berjuang meraih masa jabatan ketiga dalam pemilihan umum nasional.
"Kita telah melihat akhir dari 'Mummy Merkel'," kata media bersirkulasi besar, Bild.
"Ia tahu masa Roettgen telah tiba, dan ia mengakibatkan lebih banyak kerusakan dibandingkan manfaat. Pesannya ialah perjuangan bagi jabatan kanselir telah dimulai, dan Merkel siap bertarung."

16.17
REPUBLIKA.CO.ID,  BEIJING - Filipina merupakan bagian dari wilayah Cina. Demikian klaim Stasiun Berita Televisi Cina (CCTV) dalam sebuah siaran Senin (7/5) malam.
Dalam siaran itu, presenter televisi tersebut mengatakan pulau-pulau Huangyang, atau yang diklaim Filipina dengan nama Shoal Scarborough adalah wilayah Cina. "Kita tahu, filipina adalah wilayah yang merupakan bagian dari Cina. Filipina milik kedaulatan Cina. Hal ini fakta yang tidak terbantahkan," kata presenter itu seperti dikutip dari telegraph.co.uk, Rabu (9/5).
Sayang, video rekaman itu sudah dihilangkan. Namun dapat ditemukan dalam sejumlah laman. "Seorang patriot yang baik, ia telah mengumumkan kepada dunia bahwa Filipina milik Cina," kata blogger bernama Helenjhuang.
Blogger lain, Kongdehua mengatakan Filipina pada dasarnya telah membuat masalah. Mereka seolah ingin adanya peperangan. "Sekali orang Cina meludah, Filipina bisa tenggelam," ketus dia.
Pejabat CCTV menolak komentar terkait dengan masalah itu. Mereka juga belum berniat untuk menyatakan permintaan maaf terkait insiden tersebut.
Seperti diberitakan Cina dan Filipina terlibat dalam sengketa status kepulauan Spratly. Tak hanya kedua negara, pulau yang konon kaya minyak tersebut diklaim pula oleh Vietnam, Malaysia, dan Brunei.

16.13

Banyak Arkeologi bingung, mengapa Sphinx di Mesir menghadap ke arah barat daya (Southwest).
Padahal sudah kita pahami bersama, berdasarkan penelitian catatan-catatan mengenai Mesir kuno, melalui gambar-gambar yang terdapat pada piramid dan sphinx, diketahui bahwa penguasa yang membangun benda-benda itu, mendewakan Matahari.
Oleh karenanya, apabila kita imaginasikan wajah Sphinx menghadap ke arah ufuk timur, tempat terbitnya matahari, secara mengejutkan diperoleh fakta bahwa Mekkah ternyata berada di wilayah kutub utara.
Apa makna semua ini ?
Seorang cendikiawan muslim, ustadz Nazwar Syamsu menduga, pergeseran posisi menghadap pada Sphinx erat kaitannya dengan bencana maha dahsyat ribuan tahun yang silam, yang kita kenal sebagai bencana banjir Nuh (Sumber : Yuwie.Com).
Hal ini juga didukung oleh informasi Al Qur’an, yang menceritakan posisi Bakkah (Mekkah), berada di wilayah Utara (QS. Nuh (71) ayat 14), sebelum peristiwa bencana Nuh (Sumber : Sains dan Dakwah).
Sphinx, adalah patung singa bermuka manusia yang juga merupakan obyek penting dalam penelitian ilmuwan, tingginya 20 meter, panjang keseluruhan 73 meter, dianggap didirikan oleh kerajaan Firaun ke-4 yaitu Khafre.
Namun, melalui bekas yang dimakan karat (erosi) pada permukaan badan Sphinx, ilmuwan memperkirakan bahwa masa pembuatannya mungkin lebih awal, paling tidak 10 ribu tahun silam sebelum Masehi.
Seorang sarjana John Washeth juga berpendapat: Bahwa Piramida raksasa dan tetangga dekatnya yaitu Sphinx, jika dibandingkan dengan bangunan masa kerajaan ke-4 lainnya, sama sekali berbeda, Sphinx diperkirakan dibangun di masa yang lebih purba.
Dalam bukunya “Ular Angkasa“, John Washeth mengemukakan: perkembangan budaya Mesir mungkin bukan berasal dari daerah aliran sungai Nil, melainkan berasal dari budaya yang lebih awal.
Ahli ilmu pasti Swalle Rubich dalam “Ilmu Pengetahuan Kudus” menunjukkan: pada tahun 11.000 SM, Mesir pasti telah mempunyai sebuah budaya yang hebat. Pada saat itu Sphinx telah ada, hal ini bisa terlihat, pada bagian badan Sphinx yang jelas sekali ada bekas erosi. Diperkirakan akibat dari banjir dahsyat di tahun 11.000 SM.

Perkiraan erosi lainnya pada Sphinx adalah air hujan dan angin.
Washeth mengesampingkan dari kemungkinan air hujan, sebab selama 9.000 tahun di masa lalu dataran tinggi Jazirah, air hujan selalu tidak mencukupi, dan harus melacak kembali hingga tahun 10.000 SM baru ada cuaca buruk yang demikian.
Washeth juga mengesampingkan kemungkinan tererosi oleh angin, karena bangunan batu kapur lainnya pada masa kerajaan ke-4 malah tidak mengalami erosi yang sama. Dan bisa terlihat, pada tulisan berbentuk gajah dan prasasti peninggalan kerajaan kuno, dimana tidak ada sepotong batu pun yang mengalami erosi, separah Sphinx.
Profesor Universitas Boston, dan ahli dari segi batuan erosi Robert S. juga setuju dengan pandangan Washeth sekaligus menujukkan: Bahwa erosi yang dialami Sphinx, ada beberapa bagian yang kedalamannya mencapai 2 meter lebih, dan jelas sekali merupakan bekas setelah mengalami tiupan dan terpaan angin yang hebat selama ribuan tahun.
Washeth dan Robert S. juga menunjukkan: Teknologi bangsa Mesir kuno tidak mungkin dapat mengukir skala yang sedemikian besar di atas sebuah batu raksasa, produk seni yang tekniknya rumit.
Jika diamati secara keseluruhan, kita bisa menyimpulkan secara logis, bahwa pada masa purbakala, di atas tanah Mesir, pernah ada sebuah budaya yang sangat maju, namun karena adanya pergeseran lempengan bumi, daratan batu tenggelam di lautan, dan budaya yang sangat purba pada waktu itu akhirnya disingkirkan, meninggalkan piramida dan Sphinx dengan menggunakan teknologi bangunan yang sempurna.
Dalam jangka waktu yang panjang di dasar lautan, piramida raksasa dan Sphinx mengalami rendaman air dan pengikisan dalam waktu yang panjang.
Temuan ahli arkeologi, berkenaan dengan Sphinx nampaknya sejalan dengan temuan Geologi, yang memperkirakan pada sekitar masa 11.000 SM, pernah terjadi banjir global yang melanda bumi. (Sumber : Kapal Nabi Nuh, Misteri Sejarah Peradaban Manusia ).
Peristiwa banjir global inilah, yang menurut Ustadz H.M. Nur Abdurrahman, sebagai banjir di era Nabi Nuh. Yang sangat luar biasa, dan memusnahkan seluruh peradaban ketika itu, dan yang tersisa adalah mereka yang meyakini Syariat Allah, melalui utusanNya Nabi Nuh As.

16.10

Nabi Adam Muncul Sesudah 6.000 SM?

Teori Darwin memang menyesatkan, bagaimana mungkin, Homo Erectus yang selama 1.000.000 tahun (1,5 juta SM – 500.000SM), tidak mengalami perubahan yang berarti. Akan Tetapi hanya dalam tempo 200.000 tahun, mengalami perubahan yang drastis, menjadi Manusia/Homo Sapiens (500.000SM – 300.000SM)?.
Perlu dipahami bahwa, Homo Erectus adalah mamalia yang telah punah 500.000 tahun yang lalu. Jenis ini memiliki kemampuan berbudaya yang sangat terbatas, selama 1.000.000 tahun.
Adam dan Bakkah
Adam dan Hawa, yang diyakini sebagai leluhur umat manusia, kemunculannya telah ada sebelum 200.000 tahun yang lalu. Komunitas manusia pertama, bermula di Bakkah (QS.3:96), dimana mula-mula tempat peribadatan didirikan.
Bakkah (Mekah), yang disebut juga sebagai Ummul Qura/Ibu Negeri (QS.42:7), sesungguhnya adalah kampung halaman, bagi seluruh umat manusia sedunia.
Teori Out Of Africa, menyatakan bahwa Homo Sapiens berasal dan berevolusi di Afrika. Teori ini didukung oleh penemuan Homo Sapiens tertua, yang berusia 195.000 tahun, di dekat Sungai Omo, Ethiopia (Afrika Timur). Teori Out Of Africa, tidak sepenuhnya benar, karena manusia-manusia di Afrika, sesungguhnya berasal dari Bakkah, yang lokasinya tidak seberapa jauh dari Ethiopia (Afrika Timur).
Adanya pendapat yang menyatakan, kemunculan Nabi Adam pada sekitar tahun 4.004SM (pendapat Uskup Irlandia, James Ussher, yang didasarkan kepada keterangan dari Bible) dan 5.411SM (pendapat seorang Ahli Sejarah Yahudi, Josephus), jelas sangat bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah.
Berdasarkan fakta sejarah, di India pada 6.000SM – 7.000SM, sudah ada Peradaban Lembah Sungai Indus. Di Iran pada 7.000SM, manusia telah mengenal almunium. Di Cina pada 7.000SM, manusia sudah mengenal bercocok tanam. Dan di Indonesia, tahun 6.000SM, Barus telah didiami manusia.
Nabi Adam Manusia Berbudaya
Nabi Adam adalah Manusia Super Genius. Karena beliau berhasil mempresentasikan keadaan Alam Semesta dihadapan ALLAH. Kecerdasannya telah membuat para malaikat terkagum-kagum, dan sujud. memuji kebesaranNYA (QS.2:30-34).
Nabi Adam dan masyarakat di Bakkah adalah manusia yang berbudaya, mereka telah mengenal pakaian dan berkomunikasi dengan bahasa yang santun. Hal ini sangat jauh dari gambaran, bahwa Nabi Adam adalah manusia primitif, yang berpakaian sekedarnya dan hanya mengenal kapak batu, sebagai alat bantu.
Penjelasan Tentang Keberadaan Ras ‘Raksasa’
Biologist Dr. Shomi Lesser dari Hebrew University mengkalkulasikan. Apabila manusia berasal dari satu leluhur, maka leluhur manusia itu tingginya mesti 90 kaki, karena manusia mengalami penyusutan badan atau genetic bottleneck.
Kalkulasi Dr. Shlomi, bersesuaian dengan isyarat dari Rasulullah 1.400 tahun yang silam, “Nabi Adam memiliki tinggi 60 Hasta” (Hadits Bukhari Vol.IV No.543).
Dimana 60 Hasta = 90 Kaki = 30 Meter.
Penyusutan badan manusia atau genetic bottleneck, kemungkinan telah terjadi pada generasi awal Bani Adam. Dimana ada yang menurunkan ras normal, seperti manusia saat ini, tetapi ada juga yang menurunkan ras ‘raksasa’. Penyusutan badan selain dipengaruhi faktor waktu dan turunan, juga dipengaruhi faktor iklim dan makanan.
Hasil karya manusia-manusia, yang memiliki fisik dan bertubuh ‘raksasa’, bisa dilihat pada Piramid Giza di Mesir (yang tersusun dari 2.3 juta batu, dengan berat setiap batu 2.5 ton) dan Kastil Sacsahuaman di Mexico (yang tersusun dari bebatuan, dengan berat antara 100 ton sampai 360 ton). Perlu dipahami, Piramid Giza dibangun, jauh sebelum munculnya Peradaban Sumeria (sekitar 4.000SM) dan bencana masa Nabi Nuh (sekitar 13.000 tahun lalu atau 11.000SM). Para Fir’aun Mesir Kuno, hanya menemukan Piramid Purba dan menjadikannya sebagai Pemakaman.
Temuan Arkeologi manusia ‘raksasa’ ini, juga telah berhasil ditemukan di Suriah, Arab Saudi, Texas USA, Thailand dan di beberapa tempat lainnya. Namun untuk menanggapi temuan tersebut, perlu kehati-hatian, karena sebagian ada yang direkayasa, untuk kepentingan pribadi.

16.01

Di awal abad ke-21 ini, Kaum Evolusionis sedang menghadapi dilema yang sangat berat, yaitu mereka harus mengakui TEORI EVOLUSI telah RUNTUH, atau berkeyakinan KERA-KERA PURBA adalah Para PENAMBANG BESI, yang gemar MEMAHAT BATU.
Penemuan Kebudayaan Jutaan Tahun
Pada tahun 1865 di pertambangan Abbey Nevada USA, ditemukan dalam satu gumpalan bijih logam berbentuk skrup besi sepanjang 2 inci (= 5 cm). Benda hasil karya manusia ini, telah ber-oksidasi dan meninggalkan bentuk fosil, yang diperkirakan berusia jutaan tahun.
Penemuan Hasil Karya Manusia, yang usianya sangat tua juga ditemukan di beberapa tempat, diantaranya :
1. Di gurun Gobi juga ditemukan bekas tapak sepatu (sandal?) dan diperkirakan berumur beberapa juta tahun.
2. Di satu pertambangan di Peru ditemukan paku besi ter-benam dalam karang. Sebelum kedatangan orang-orang Spanyol ke Amerika, paku besi tidak dikenal. Fosil paku ini diperkirakan berusia jutaan tahun.
3. Di Desa Schondorf Austria di-temukan besi bentuk kubus (panjang dan lebar kurang dari 1 cm) di dalam gumpalan batu-bara yang pecah. Kubus ini beralur disekelilingnya dan tepi alurnya rata. Benda ini seolah – olah merupakan bagian dari peralatan mesin, dan diperkirakan ber-umur jutaan tahun.
4. Pada barisan-barisan karang yang ada di Amerika Utara dan Selatan ditemukan banyak petroglyph (pahatan/ukiran pada batu) yang memperlihatkan gambar-gambar dinosaurus.
5. Pada tahun 1924 Doheny Expedition menemukan petroglyph (pahatan) yang amat purba di Havasupai dekat Grand Canyon USA. Satu gambar memperlihatkan orang-orang menyerang mammoth (gajah purba). Gambar lain memperlihatkan seekor tyrennosaurus (kadal purba raksasa) sedang ber-diri bertumpu pada ekornya.
6. Petroglyph-petroglyph yang ditemukan sepanjang sungai Amazon serta anak-anak sungainya, memperlihatkan gambar-gambar binatang purba khususnya stegosaurus.
7. Tapak-tapak kaki dinosaurus ditemukan di dasar sungai Paluxy dekat Glen Rose Texas USA berdampingan dengan tapak-tapak kaki manusia.
Sumber : kaskus.us
Jejak kaki manusia yang berumur 3,6 juta tahun di Laetoli, Tanzania (harunyahya.com)
Temuan arkeologis berumur jutaan tahun ini, sekaligus meruntuhkan Teori Evolusi, yang selama ini dijadikan pedoman berkenaan dengan sejarah umat manusia :
Menurut perkiraan evolusionis, manusia modern saat ini bermula dari sesosok mahkluk mirip kera, yang disebut Australopithecus (hidup pada sekitar 4 juta tahun sampai dengan 1 juta tahun yang lalu).
Australopithecus adalah sejenis kera yang telah punah, dan mirip dengan kera masa kini. Volume tengkorak mereka adalah sama atau lebih kecil daripada simpanse saat ini. Terdapat bagian menonjol pada tangan dan kaki mereka yang mereka gunakan untuk memanjat pohon, persis seperti simpanse sekarang, dan kaki mereka terbentuk untuk mencengkeram dan bergelantung pada dahan pohon.
Yang membedakan mereka dengan kera, meskipun mereka memiliki anatomi sangat mirip kera, tetapi mereka bisa berjalan tegak.
Sumber : HarunYahya.com
Para pendukung Teori Evolusi Darwin, berkeyakinan pada sekitar 1 juta tahun yang lalu, nenek moyang manusia sama sekali belum berbudaya, mereka saat itu masih asyik bertengger di atas pohon-pohon, sambil sesekali turun ke tanah, untuk mencari biji-bijian yang bisa dimakan.
Dan ketika temuan arkeologis umat manusia, berumur jutaan tahun ditemukan…
Kaum Evolusionis hanya bisa terdiam seribu bahasa.
Dalam meng-analisis Misteri Kebudayaan, yang berumur jutaan tahun ini, setidaknya terdapat tiga pendapat, yaitu :
1. Peninggalan jutaan tahun tersebut, adalah berasal dari makhluk berakal, sebelum turunnya Nabi Adam (Diperkirakan kemunculan Nabi Adam, bersamaan dengan keberadaan, Homo Sapiens, pada sekitar 200.000 tahun yang silam). Makhluk sebelum Adam ini, memiliki tabiat suka berperang dan membuat kerusakan di bumi. Pendapat ini, didasarkan kepada dialog antara Allah dengan para malaikat, sebelum diciptakannya Nabi Adam :
Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka Bumi. Malaikat berkata : mengapa Engkau hendak menjadikan di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau. Tuhan mengatakan : Sesungguhnya Aku lebih tahu segala sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya” (QS. Al Baqarah (2) ayat 30).
2. Peninggalan jutaan tahun tersebut, sejatinya berasal dari Bani Adam, atau dengan kata lain, mereka berpendapat kehadiran Nabi Adam, sudah mencapai jutaan tahun lamanya. Hal ini semakin dipertegas dengan hadits yang menceritakan bahwa, tinggi dari Nabi Adam mencapai 60 Hasta atau sekitar 30 Meter (silahkan baca Teori Darwin, Nabi Adam dan Piramid Giza), dimana proses untuk menjadi keadaan manusia sekarang, dengan tinggi sekitar sekitar 1,5 m – 2,0 m, tentu diperlukan waktu yang sangat lama.
3. Peninggalan jutaan tahun tersebut ada yang berasal dari Bani Adam, yang sesungguhnya telah berbudaya selama jutaan tahun lamanya, akan tetapi ada juga yang berasal dari makhluk berakal sebelum Adam, sebagaimana yang disampaikan oleh para malaikat, sebagai makhluk yang gemar berbuat onar dan berperang.
Dari ketiga pendapat di atas, ada satu persamaan bahwa jarak dari masa kehidupan Nabi Adam hingga sampai kepada bencana Nuh, yang terjadi sekitar masa 11.000 SM (silahkan baca, Patung Spinx, bukti arkeologis bencana Nuh 13.000 tahun yang silam dan Kapal Nabi Nuh, Misteri Sejarah Peradaban Manusia), memiliki rentang waktu yang sangat lama, yakni mencapai ratusan ribu bahkan jutaan tahun.
Dengan demikian, adalah wajar, apabila ada pendapat yang mengatakan, sebelum terjadinya bencana global di masa Nabi Nuh, manusia sesungguhnya telah mencapai peradaban teknologi yang sangat tinggi.

15.06
REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso mengatakan pihaknya tak akan berurusan dengan pihak sukhoi. Pasalnya, Sukhoi merupakan pesawat komersil yang dipasarkan pihak swasta.
"Sukhoi yang kecelakaan itu pesawat komersial, akan dipasarkan ke pihak swasta, gak ada hubungan dengan negara," tutur Priyo usai acara pelantikan Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jateng, di Kantor Telkom Semarang, Jumat (18/5). Oleh karena itu, DPR tidak akan memanggil pihak sukhoi.
Priyo mengatakan, dewan mempercayakan sepenuhnya investigasi kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 tersebut kepada pemerintah. "Kita mempercayakan sepenuhnya penyelidikan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," kata politikus golkar tersebut.
Pemerintah, kata Priyo, diharapkan dapat melakukan investigasi secara tuntas dan melaporkan penyelidikan setelah kotak hitam ditemukan. Penyebab kecelakaan nahas Sukhoi di gunung Salak harus dapat diketahui seusai penyelidikan.

12.08
    
                                                                   

 وَ اذْكُرْ فِي الْكِتابِ إِدْريسَ إِنَّهُ كانَ صِدِّيقاً نَبِيًّا َ
(56) Dan ingatlah di dalam Kitab dari­hal Idris. Sesungguhnya dia ada­lah seorang yang sangat benar, lagi seorang Nabi.

وَ رَفَعْناهُ مَكاناً عَلِيًّا َ
(57) Dan telah Kami angkatkan dia ke tempat yang tinggi.

Nabi Idris a.s.
وَ اذْكُرْ فِي الْكِتابِ إِدْريسَ
"Dan ingatlah di dalam Kitab darihal Idris." (pangkal ayat 56).

Nama Nabi ldris ini tersebut di dalam al-Quran hanya dua kali. Pertama pada ayat ini, Maryam; 56. Kedua pada Surat 21, al-Anbiya', ayat 85; disebut nama beliau sesudah Ismail juga, dan sesudah ldris disebut Al-Kifli. Ketika Rasulullah s.a.w. Mi'raj ke langit beliau menyatakan bertemu Nabi ldris itu pada langit yang keempat.

Banyaklah ceritera orang di sekitar diri Nabi yang satu ini meskipun hanya dua kali tersebut dalam al-Quran. Menurut suatu riwayat dari Ibnu Abbas ldris itu adalah seorang tukang jahit (Khayyath). Ibnu Abbas mengatakan pula bahwa setiap beliau menusukkan jarumnya ke kain selalu beliau membaca zikir "Subhanallah" (Amat Sucilah Allah). Begitulah terus dia bekerja dan berusaha sehari-harian sampai petang. Dipujilah beliau oleh Tuhan di ujung ayat ini:

إِنَّهُ كانَ صِدِّيقاً نَبِيًّا
"Sesungguhnya dia adalah se­orang yang sangat benar, lagi seorang Nabi." (ujung ayat 56).
SHIDDIQ kita artikan sangat benar, atau sangat jujur, tidak banyak bahkan tidak ada belat dan belit. Dan beliau pun adalah Nabi Allah, orang yang dipercayai oleh Allah menyampaikan wahyuNya.

Di dalam Tafsir al-Qurthubi disebutkan bahwa Nabi ldris itulah manusia yang mula-muia menulis dengan qalam. Yang mula-mula menjahit dengan jarum. Yang mula-mula mengetahui ilmu bintang dan ilmu hisab. Dia bernama Idris, yang diartikan belajar karena dia banyak sekali belajar Kitab Allah. Ada disebut bahwa kepadanya diturunkan 30 Shuhuf.

Ada yang mengatakan Idris itu ialah Ukhnukh. Nenek dari Nabi Nuh. Nuh anak Lamak anak Matusyalakh anak Ukhnukh! . Dalam silsilah keturunan itu ada disebut bahwa Lamak itu anak dari Matusyalakh dan Matusyalakh anak dari Ukhnukh atau disebut juga Henokh, anak dari Jared, anak dari Mahlael, anak dari Qinan, anak dari Syits, anak dari Adam.

Mungkin karena menyangka bahwa Idris ini adalah Ukhnukh, atau disebut juga Henokh, terbiasalah orang menyebut susunan Nama Nabi-nabi sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad, nama Idris selalu terletak pada nomor dua; Adam, Idris, Nuh, Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya'kub, Yusuf, Luth, Syu'aib, dan seterusnya.Tetapi nampaknya menetapkan Idris adalah Ukhnukh (Henokh) hanyalah kemungkinan saja, bukan kepastian. Malah Sayid Jamaluddin al-Qasimi di dalam Tafsinya "Mahasin ut-Ta'wil" berkata: "Idris itu ialah Ilyas yang akan datang sebutannya kelak dalam Surat ash-Shaffat. Di dalam Taurat Ilyas itu disebut Elya."

Tetapi Syaikh Thanthawi Jauhari di dalam Tafsir Jawahirnya menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan IDRIS ialah Oziris atau Azoris, dan kalimat Idris adalah ucapan nama itu dalam bahasa Arab. Serupa juga dengan Yesoa atau Yesus diucapkan dalam bahasa Arab dengan Isa; Yohannes dalam bahasa Yunani diucapkan dalam bahasa Arab Yahya. Menurut Syaikh Thanthawi, Oziris atau Idris ini seorang Nabi yang diutus Allah kepada bangsa Mesir purba­kala dan membawa ajaran-ajaran dan perobahan yang besar-besar. Di dalam sejarah-sejarah Kuno Mesir disebutkan bahwa Idris itu meninggal karena di­bunuh oleh saudaranya sendiri karena dengki akan pengaruhnya yang besar. Lalu dipotong-potong badannya untuk dihancurkan. Tetapi sepotong dari badan itu dipelihara oleh isterinya dan dibalsem; pembalseman mayat itulah kelaknya yang menjadi kepandaian yang utama dari orang Mesir purbakala.

Syaikh Thanthawi menguraikan panjang lebar, bahwa di zaman purbakala bangsa Mesir itu di antara Kerajaan dengan agama adalah satu, sehingga Idris itu pun merangkap juga raja. Itulah sebab dia didengki oleh saudaranya. Namun setelah dia mati orang Mesir memuliakan sekalian jasanya yang besar-­besar. Kata dongeng mereka, setelah seorang raja besar atau orang besar mati, bersidanglah hakim-hakim 42 orang banyak anggotanya memusyawaratkan dan mempertimbangkan tentang kebaikan atau keburukan raja semasa hidup­nya. Rupanya kebaikan Oziris atau Idris itu lebih banyak dan lebih berat dari­pada keburukannya; maka ditempatkanlah dia pada tempat yang amat tinggi dan agung di alam lain. Dan beratus tahun lamanya sesudah Oziris mati, selalu dipertimbangkan kebaikan dan keburukan penguasa. Kalau ternyata kebaikan­nyalah yang banyak, dianggaplah bahwa tempatnya di alam lain ialah di tempat yang ditempati oleh Oziris.

Sayid Quthub di dalam "Fi Zhilalil Quran"pun memberatkan pendapatnya kepada pendapat Syaikh Thanthawi Jauhari ini, bahwa besar kemungkinan bahwa Idris ialah Oziris yang ternama dalam Sejarah Mesir Purbakala itu.

Niscaya di dalam tafsir-tafsir yang lama sejak Thabari, ar-Razi, al-Qurthubi, Ibnu Katsir dan yang sezaman tidak bertemu kemungkinan Oziris itu, dan baru bertemu pada Tafsir Syaikh Thanthawi Jauhari pada sekitar tahun 1928, atau pada Tafsir Sayid Quthub selepas tahun 1955. Sedang Tafsir AI-Manar Sayid Rasyid Ridha hanya sampai pada Surat Yusuf saja (Juzu' 13). Karena Ilmu hasil penyelidikan kebudayaan dan Peradaban Bangsa Mesir Kuno, yang terkenal dengan nama "Egyptologi" barulah tumbuh sejak permulaan Abad Kesembilan­ belas , sejak para sarjana dapat membuka kunci rahasia Huruf Hyroglefy, huruf bangsa Mesir Kuno itu. Dari hasil penyelidikan yang baru berusia 165 tahun itu­lah didapat ceritera tentang orang besar Mesir yang bernama Oziris itu. Dan ajaran-ajaran Oziris yang didapat dari huruf-huruf Kuno itu bertemu pokok ajaran Tauhid. Cuma setelah lama kemudian sepeninggal dia, setelah pada mulanya hakim-hakim mengakui bahwa jasanya sangat besar, maka beliau di­tempatkan di tempat yang Maha Tinggi di alam lain, maka beliau pulalah yang dipertuhan orang, dipuja dan disembah, sebagai dilakukan orang Kristen kepada Isa Almasih atau orang Budha kepada Bodhisatwa.

Maka tersebutlah pada lanjutan ayat:

وَ رَفَعْناهُ مَكاناً عَلِيًّا َ
"Dan telah Kami angkatkan dia ke tempat yang tinggi." (ayat 57).

Sedianya akan sederhana sajalah penafsiran daripada ayat ini. Di ayat 56 sebelumnya, Allah telah memujikan keistimewaan Idris, bahwa dta adalah se­orang yang sangat benar, sangat jujur, artinya seorang yang lurus: sesuai dengan pengangkatan Allah atas dirinya menjadi Nabi. Oleh karena sangat jujur, sangat benar dan sangat lurusnya itu, sudah pastilah Martabatnya di­angkatkan Allah kepada tempat yang tinggi dan agung. Di dalam Surat 58 al-Mujadilah ayat 11 Tuhan bersabda:

وَ الَّذينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجاتٍ
"Akan diangkatkan oleh Allah orang-orang yang beriman daripada kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."

Maka tinggilah kedudukan Idris itu karena jujurnya dan lurusnya.
Tetapi rupanya tidaklah "mereka itu" merasa puas kalau tempatnya yang diangkatkan tinggi itu tidak ditafsirkan dengan ganjil.
Di sini akan kita salinkan beberapa ceritera tentang diangkatkan Nabi Idris ini yang ganjil-ganjil.
Adapun yang pokok, yang masuk di akal dan dapat difikirkan ialah sebuah riwayat yang dirawikan oleh Bukhari yang diterimanya dari Syarik bin Abdullah bin Abu Namir, bahwa dia mendengar sahabat Rasulullah s.a.w. Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Nabi s.a.w. menceriterakan tatkala beliau Mi'raj ke langit beliau bertemu Nabi-nabi Allah di tiap-tiap langit dan bertemu Nabi Idris di langit yang keempat. Demikian juga dalam riwayat yang disampaikan oleh Muslim dari Malik bin Sha'sha'ah.

Beberapa ahli tafsir menjadikan Hadits-hadits Mi'raj itu akan alasan menguatkan bahwa Nabi Idris itu diangkatkan Tuhan ke tempat yang tinggi. Maka kalau Hadits-hadits itu yang dijadikan alasan, niscaya bukanlah Nabi Idris saja yang diangkatkan martabatnya. Sudahlah selayaknya sekalian Nabi di­angkatkan kemuliaannya, sehingga Nabi kita s.a.w. berjumpa dengan setengah mereka pada langit ketujuh tingkatnya itu; ada yang di langit pertama, kedua, ketiga, keempat dan seterusnya sampai yang ketujuh. Tetapi ceritera tentang ldris tidaklah dicukupkan orang sehingga itu saja.

Beberapa ceritera akan kita salinkan dalam tafsir ini tentang din Nabi Idris itu:
1. Disalinkan oleh al-Qurthubi di dalam Tafsirnya sebuah riwayat yang dibawakan oleh Ibnu Abbas dan Ka'ab al-Ahbar bahwa Nabi Idris itu diangkat­kan ke langit. Sebabnya maka beliau diangkat ke langit ialah, karena pada suatu hari beliau berjalan kaki menuju suatu maksud maka sangatlah lelahnya dalam perjalanan itu karena dari teriknya Matahari. Lalu berkatalah dia: "Ya Tuhanku! Berjalan baru satu hari aku telah sangat lelah, bagaimanalah halnya yang memikul bumi ini 5 tahun! Ringankanlah kiranya bagi yang memikul bumi ini akan beratnya." Yang dia maksud ialah malaikat yang ditugaskan Allah memikul falak Matahari ini. Dan Idris menyambung doanya pula: "Ya Allah ringankanlah keberatannya dan kurangi kiranya panasnya."

Tatkala hari mulai pagi terasalah oleh malaikat yang memikul Matahari itu bahwa yang dipikulnya lebih ringan dari biasa dan cahayanya tidak begitu panas lagi menimpa dirinya, yang sebelum ini belum pernah dialaminya. Lalu berdatang sembahlah malaikat itu kepada Tuhan: "Ya Tuhan! Engkau ciptakan daku untuk memikul Matahari. Sekarang apa yang telah terjadi makanya dia jadi lebih ringan?" Maka bersabdalah Tuhan: "Hambaku yang bernama Idris memohon kepadaKu agar Matahari itu diringankan dan panasnya dikurangi, lalu Aku kabulkan!'' Maka berkata malaikat itu: "Ya Tuhan, pertemukan kiranya aku dengan dia, clan jadikan kiranya di antara kami berdua persahabatan yang kekal!"

Permohonan malaikat itu dikabulkan Tuhan, sehingga datanglah malaikat itu menemui Nabi Idris. Lalu Idris berkata kepadanya: "Aku mendengar berita bahwa persahabatan engkau dengan Malaikat Maut sangat karib pula. Maukah engkau memintakan kepa.da Malaikat Maut itu agar dia suka melambatkan ajalku, supaya bertambah-tambah aku bersyukur kepada Allah dan bertambah-­tambah pula aku beribadat?"

Malaikat itu menjawab: "Tidak Allah menta'khirkan ajal seseorang bila­mana ajal itu telah datang."
Lalu Idris berkata: "Aku tahu hal itu, tetapi ingin juga aku berkenalan dengan Malaikat Maut itu untuk menyenangkan hatiku."

Maka dibawalah Idris oleh malaikat pemikul Matahari itu di dalam sayap­nya lalu digunggungnya terbang ke langit, dan diletakkannya di dekat tempat Matahari terbit. Setelah itu dia pun pergi menemui Malaikat Maut, seraya berkata: "Hai Malaikat Maut! Saya ada mempunyai seorang sahabat dari Anak Adam, dia meminta tolong kepadaku agar aku menyampaikan permohonan­nya kepada engkau, supaya ajalnya diperlambatkan." Malaikat Maut menjawab: "Kewajibanku tidaklah sampai begitu jauh. Tetapi kalau engkau ingin rnengetahui, aku dapat memberitahukan kepada engkau bila dia akan mati, supaya engkau sampaikan berita itu kepadanya." Malaikat pemikul Matahari menjawab: "Baiklah!" Maka mulailah Malaikat Maut memeriksa daftarnya. Setelah diperiksanya lalu Malaikat Maut berkata: "Telah saya selidiki dengan teliti, nampaknya kawanmu itu tidak akan mati selama-lamanya." "Mengapa begitu," tanya Malaikat pemikul Matahari. "Saya dapati dia akan mati di tempat Matahari terbit." Dengan herannya Malaikat pemikul Matahari berkata: "Seketika saya datang kepada engkau ini, dia saya tinggalkan di dekat tempat Matahari terbit." Malaikat Maut menjawab: "Segeralah engkau kembali ke sana. Sesampai engkau di sana nanti akan engkau dapati dia telah mati, maka demi Allah, tidak ada lagi sisa dari ajal Idris." Setelah Malaikat pemikul Matahari melihatinya ke sana, didapati memang dia telah mati." Sekian ceritera dari Ka'ab al-Ahbar.
2. Ceritera dari as-Suddi lain lagi Dia berkata: "Pada suatu hari Idris itu tidur nyenyak. Tiba-tiba dia terbangun karena sangat teriknya panas Matahari, lalu dia bangun sangat kepayahan lantaran panas. Lalu dia berdoa: "Ya Allah, ringankanlah kiranya bagi Malaikat yang memikul Matahari ini akan beratnya dan kurangi kiranya panasnya, karena telah sama rasanya dengan gejala api neraka."

Tiba-tiba setelah hari pagi Malaikat pemikul Matahari itu pun telah di­dudukkan Tuhan di atas kursi daripada nur, dikelilingi oleh 70.000 malaikat sebelah kanannya dan 70,000 pula sebelah kirinya; semua berkhidmat kepada­nya, melaksanakan apa yang diperintahkannya. Maka berkatalah Malaikat pemikul Matahari itu: "Ya Tuhanku, dari sebab apa semuanya ini"?" Tuhan bersabda: "Seorang Anak Adam bernama Idris mendoakan untuk­mu!" (Lalu as-Suddi berceritera pula menurut jalan cerita pada Hadis Ka'ab al-Ahbar di atas tadi. Yaitu sampai malaikat itu datang menjumpai Idris). Lalu berkatalah Malaikat pemikul Matahari itu: "Adakah sesuatu hajatmu yang akan dapat aku tolong"?" ldris menjawab: "Memang ada! Aku ingin sekali hendak melihat bagaimana rupanya dalam syurga itu." Permintaan Idris itu dikabulkannya. Lalu ldris dibawanya terbang dalam sayapnya.

Sesampai mereka pada langit tingkat keempat, tiba-tiba berselobok­lah mereka dengan Malaikat Maut sedang memandang-mandang ke langit, ke kanan dan ke kiri. Melihat dia datang, Malaikat Matahari mengucapkan salam kepadanya. Dan kepada Idris dia berkata: "Hai Idris! Ini Malaikat Maut datang, ucapkan pulalah salam kepadanya."
Mendengar perkataan Malaikat pemikul Matahari itu berkatalah Malaikat Maut: "Subhanallah! Dengan maksud apa dia engkau bawa terbang kemari?" Maka berkatalah Malaikat Maut: "Heran ! , Allah memerintahkan kepadaku pergi menjemput nyawa Idris itu di langit keempat. Lalu aku bertanya kepada Tuhan: "Ya Tuhanku! Mengapa pula Idris itu akan sampai ke langit keempat? Tiba-tiba dia sudah berada di sini bersama engkau!"

Maka diambillah rohnya oleh Malaikat Maut di langit keempat itu, lalu diangkat ke syurga, dan dikuburkan jasmaninya oleh malaikat-malaikat pada langit yang keempat itu. Itulah artinya ayat Allah: "Dan Kami angkatkan dia ke tempat yang amat tinggi."
Sekian pula ceritera as-Suddi.
3. Menurut riwayat Wahab bin Munabbih pula: "Idris itu sangat shalih. Setiap hari amal ibadatnya yang shalih itu dilaporkan ke langit sebagaimana laporan amal-amal makhluk yang lain juga. Oleh karena banyak amal yang di laporkan, maka sangat kagumlah sekalian malaikat yang ada di langit atas orang yang bernama Idris ini. Siapa benarkah orangnya. Sampai Malaikat Maut sendiri sangat ingin hendak berkenalan dengan dia. Maka pada suatu hari minta izinlah Malaikat Maut itu hendak datang menziarahi Idris, lalu diberi izin oleh Tuhan. Lalu datanglah Malaikat Maut menziarahinya dengan merupakan dirinya sebagai seorang Anak Adam saja. Waktu tetamunya itu datang, beliau sedang puasa.

Seketika datang waktu berbuka Idris mengajak tetamunya itu bersama makan, tetapi tetamu itu tidak mau. Sudah sampai tiga hari berturut-turut. Idris puasa, tetamu diajak makan dan ketiga harinya dia tidak mau. Maka heranlah Idris, lalu dia bertanya: "Siapa sebenarnya engkau ini? Katakanlah!° Malaikat Maut menjawab: "Saya ini adalah Malaikat Maut! Saya telah minta izin kepada Tuhanku hendak menziarahi engkau dan telah diberi izin."
Idris berkata: "Saya ada keinginan kepada engkau, sudilah engkau mengabulkannya."
"Apakah itu?" Tanya Malaikat Maut. Idris menjawab: "Cabutlah nyawaku!"
Maka datanglah wahyu Tuhan kepada Malaikat Maut mengabulkan per­mohonan Idris itu, nyawanya pun dicabut. Tetapi hanya sesaat seketika saja, nyawa itu pun dikembalikan ke dalam dirinya, sehingga dia hidup kembali.
Lalu Malaikat Maut bertanya: "Apakah faedah nyawamu dicabut lalu dikembalikan pula?"
Jawab Idris: "Supaya aku rasakan kesukaran maut itu, supaya aku lebih bersedia lagi menunggunya."
Sesaat kemudian Idris berkata pula: "Ada pula permintaanku yang lain sekarang!"
"Apa yang engkau minta?" Tanya Malaikat Maut.
Jawab Idris: "Angkat aku ke langit, supaya aku dapat melihat syurga dan neraka."
Maka diberi izinlah Malaikat Maut,oleh Allah membawa ldris terbang ke langit. Mulanya dibawalah beliau melihat neraka. Setelah dilihatnya bagaimana hebatnya, pingsanlah Idris. Setelah dia siuman dari pingsannya, dia berkata: "Segera bawa aku melihat syurga!" Permintaannya itu-pun dikabulkan. Dia dibawa oleh Malaikat Maut melihat syurga. Sampai masuk ke dalamnya. Setelah lama menunggu di dalam, Malaikat Maut berkata: "Keluarlah lekas, supaya aku hantarkan engkau kembali ke tempatmu." ldris menjawab: "Aku tidak mau keluar lagi dari sini!" Lalu dia berpegang teguh pada satu pohon kayu.

Setelah terjadi soal-jawab yang demikian di antara Malaikat Maut dengan Idris, diutus Allahlah seorang malaikat akan menjadi perantara dan pendamai. Lalu Malaikat itu bertanya: "Mengapa engkau tidak mau keluar?" ldris men­jawab: "Karena Allah telah bersabda:
كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ
"Tiap-tiap nyawa akan merasakan maut."
(Surat 3, ali Imran, 185 ,Surat 21, 35. Surat 29, 57).
"Dan saya telah merasakannya."
Dan Allah pun bersabda:
وَ إِنْ مِنْكُمْ إِلاَّ وارِدُها
"Tidak seorang pun di antara kamu melainkan akan melaluinya." (Surat 19, Maryam ayat 71).
"Dan saya telah melalui neraka itu."
Dan Tuhan pun bersabda pula:
ٌ وَما هُمْ مِنْها بِمُخْرَجينَ
"Dan tidaklah mereka dari dalamnya akan dikeluarkan lagi." (Surat 15, 48).
"Sekarang saya telah masuk ke dalam syurga ini, mengapa saya akan dikeluarkan lagi?"
Berkata Wahab bin Munabbih selanjutnya:

"Maka bersabdalah Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Dengan izinKu dia masuk ke dalam syurga, maka dengan izinKu pula baru dia boleh dikeluarkan." Maka hiduplah dia di sana sekarang ini.
Kata Wahab bin Munabbih seterusnya: "Idris itu kadang-kadang ber­keliling-keliling dalam syurga, dan kadang-kadang dia beribadat kepada Allah bersama-sama dengan beribu malaikat di langit." Sekian ceritera Wahab bin Munabbih.

Begitulah tafsir dari Wahab bin Munabbih tentang Nabi Idris diangkat Tuhan ke maqam yang tinggi itu.
Bertemu pula ceritera yang lain di dalam Tafsir AI-Mizan, karangan ulama Syi'ah yang terkenal Sayid Muhammad Husain ath-Thabathabaai, suatu riwayat di dalam kitab mereka yang bernama "Kamaluddin wa Tamamun-ni'mah" dengan sanadnya dari Ibrahim bin Abil-Bilad dari ayahnya dan ayahnya itu menerima dari AI-Baqir dalam sebuah Hadits yang panjang yang diringkaskan begini:
"Pada permulaan nubuwwat Idris itu, adalah seorang raja yang sangat zalim dan menganiaya rakyatnya. Pada suatu hari raja itu pergi bertamasya ber­lepas-lepas lelah. Maka melintaslah baginda di satu tumpak tanah yang amat subur menghijau. Melihat kesuburan itu, timbullah keinginan sang raja hendak memilikinya. Sedang tanah itu adalah kepunyaan seorang hamba Allah yang beriman. Lalu baginda suruh panggil hamba itu menghadapnya dan dibujuk­nya supaya suka menjual tanahnya. Tetapi hamba itu tidak mau menjual. Dengan hati kesal pulanglah raja itu ke istana. Kecewa hatinya bukan kepalang. Lalu diajaknya seorang di antara isterinya berunding, bagaimana sikap yang baik terhadap tanah itu. Sebab isterinya tersebut kerapkali memang telah di­ajaknya berunding dalam hal-hal yang penting. Lalu isteri memberikan nasihat agar hamba yang empunya tanah itu dituduh saja hendak rnemberontak me­lawan raja, diadakan saksi-saksi yang akan menguatkan tuduhan. Lalu orang itu dihukum bunuh. Sesudah dia dibunuh dapatlah tanahnya itu dikuasai raja.

Raja langsung melakukan siasat yang dinasihatkan oleh isterinya itu. Maka datanglah wahyu llahi kepada Idris, supaya Idris datang menemui raja itu dan berkata kepadanya: "Apakah senang hatimu hai raja, engkau bunuh seorang hambaKu yang beriman dengan aniaya, lalu kamu rampas tanahnya untuk kepentingan dirimu sendiri, dan engkau jadikan miskin porak-poranda segala keluarganya, dan engkau jadikan mereka kelaparan ? Ketahuilah olehmu hai raja, demi Kemuliaan dan KebesaranKu; Aku akan balaskan dendam hambaKu yang engkau aniaya itu lambat-laun, tetapi kerajaanmu ini akan Aku rampas dari tanganmu secepat-cepatnya. Negeri dan kotamu akan Aku hancurkan, engkau yang mulia akan Aku hinakan, dan akan Aku jadikan makanan anjing daging isteri yang memberimu nasihat itu; bahkan.engkau telah dipesona oleh kasih-sayangKu kepada engkau selama ini ."

Idris pun pergilah melaksanakan perintah Tuhan itu, didatanginya raja tersebut, disampaikannya wahyu yang diterimanya itu di hadapan para peng­ikut dan orang-orang besar kerajaan. Mendengar ancaman yang dernikian, bukanlah raja jadi insaf, bahkan meluap-luap kemarahannya. Lalu disuruhnya mengusir Idris dari majlis itu ,dan dengan nasihat dari isterinya disuruh pula orang-orang yang akan mengikutinya dari belakang langsung membunuhnya. Tetapi maksud yang jahat itu diketahui oleh pengikut-pengikut Idris yang setia. Maka mereka anjurkanlah kepada Idris agar segera keluar dari negeri itu dan hijrah ke negeri lain. Lalu Idris melaksanakan anjuran pengikut-pengikutnya itu dan bersama mereka dia keluar dari negeri itu di hari itu juga. Maka bermuna­jatlah Idris kepada Tuhan, mengadukan halnya yang dibuat demikian oleh raja seketika dia menyampaikan wahyu Tuhan kepadanya. Maka datang pulalah wahyu menyuruh Idris segera berangkat dari tempat itu Dan Tuhan menegas­kan dalam wahyunya bahwa apa yang telah ditentukan Tuhan terhadap raja dan negerinya itu pasti dilaksanakan. Lalu Idris mendoa kepada Tuhan, agar jangan diturunkan hujan ke negeri itu dan sekelilingnya, sampai Idris sendiri memohonkannya. Permintaan Idris itu dikabulkan Tuhan.
Semua pengikut Idris pun keluarlah dari negeri itu, bersebar ke mana-­mana , 20 orang banyaknya. Maka tersebarlah berita Nabi Idris mendapat wahyu itu dan dia keluar meninggalkan negeri. Beliau pun keluar menyisihkan diri ke dalam sebuah gua (Kahfi) di puncak gunung yang tinggi. Di sanalah beliau duduk beribadat kepada Allah dan berpuasa setiap hari. Ada malaikat yang sengaja membawakannya makanan tiap hari petang.

Tidaklah lama sepeninggalnya pergi, kehendak Tuhan pun berlakulah ke atas raja itu dan isterinya dan negerinya. Dia jatuh dari kekuasaan. Lalu naik pula raja lain menggantikan tempatnya, yang tidak pula kurang zalim aniaya dari raja yang dahulu. Tetapi malanglah negeri itu sebab hujan tidak pernah turun sampai 20 tahun lamanya, sehingga sengsaralah semua. Setelah keseng­saraan itu tidak tertahankan lagi, karena haus dan kering, adalah yang ingat bahwa semuanya ini adalah karena doa Idris. Bahwa dia memohon kepada Allah agar hujan ditahan dari negeri itu sampai Idris sendiri memohonkan supaya diturunkan. Semua teringat bahwa Idris telah lama meninggalkan negeri, tetapi tidak seorang pun yang tahu ke mana perginya dan di mana dia sekarang. Mereka berpendapat bahwa bahaya ini hanya dapat dihilangkan kalau Idris pulang kembali, dan mereka berjanji akan taubat semua kepada Allah.

Maka bertaubatlah mereka semuanya kepada Allah, sehingga jatuh kasihanlah Allah akan nasib mereka. Lebih-lebih mereka selalu berkumpul dan berdoa dengan segala kerendahan hati dan menghinakan diri.
Maka Allah pun menurunkan wahyuNya pula kepada Idris, menyatakan bahwa kaum itu telah taubat kepada Tuhan, telah meminta ampun dan selalu menangis menyesali diri. Aku telah kasihan melihat mereka. Tidak ada yang menghalangi Aku akan menurunkan hujan kepada mereka, melainkan hendak bertukar fikiran (munazharah) terlebih dahulu dengan engkau. Karena engkau pernah memohon hujan jangan diturunkan sampai engkau sendiri memohon­kannya. Sekarang segeralah engkau mohonkan hujan itu turun, supaya Aku turunkan."
Idris menjawab: "Ya Allah, ya Tuhanku! Aku belum hendak meminta hujan itu diturunkan."

Mendengar jawabannya yang demikian, Allah pun menahan pula malaikat yang selalu membawakannya makanan setiap petang hari itu supaya hentikan dahulu datang kepadanya. Tiga hari lamanya malaikat itu tiada datang , sehingga Idris sudah sangat kelaparan. Lalu dia menyeru kepada Tuhan: "Ya Tuhanku! Telah engkau tahan rezekiku sebelum Engkau cabut nyawaku."
Lalu Tuhan mendatangkan wahyuNya: "Hai Idris! Baru tiga hari Aku tahan makananmu engkau telah gelisah. Namun engkau tidak merasakan gelisah telah 20 tahun kaummu lapar. Aku anjurkan supaya engkau mohonkan hujan turun kepadaKu, namun engkau tidak juga mau segera memintakan mereka hujan. Sekarang aku ajar engkau dengan kelaparan! Segeralah engkau turun dari tempatmu bersunyi diri ini dan berusaha sendirilah mencari makan dengan tenagamu sendiri!"

Maka turunlah Idris ke sebuah dusun di sana. Dari jauh kelihatan olehnya sebuah rumah yang dari dalamnya mendulang asap. Lalu ditujunya rumah itu dan terus dimasukinya. Didapatinya seorang perempuan tua sedang memasakkan dua lokan besar. Lalu dimintanya kepada orang tua itu supaya dia diberi sebahagian dari makanan itu, karena dia sudah sangat lapar. Maka orang tua itu menjawab: "Hai Hamba Allah! Doa Idris tidak ada meninggalkan sisa untuk kami yang akan kami makan." Perempuan itu bersumpah bahwa dia tidak ada mempunyai makanan lain dari kedua lokan itu. Sebab itu engkau pergilah ke penduduk lain di dusun ini, mungkin di sana ada makanan. Idris mendesak juga: "Berilah aku makanan itu, supaya aku dapat hidup, dan kakiku dapat aku langkahkan mencari makanan ke tempat lain."

Orang tua itu menjawab pula: "Aku hanya mempunyai dua lokan. Sebuah untuk aku dan yang sebuah lagi untuk anakku ini. Kalau aku berikan yang se­ekor bahagianku, akulah yang mati kelaparan. Dan kalau aku berikan kepada mu yang bahagian anakku, dia pula yang akan mati. Sedang persediaan yang lain tidak ada."
Idris menjawab: "Anakmu masih kecil. Cukup baginya separuh. Berilah bagi tiap-tiap kami separuh seorang." Akhirnya perempuan tua itu suka juga. Setelah anak kecil itu melihat lokan yang bahagian dia dikurangi dan yang separuh dimakan Idris, menggigil badannya lalu mati! Melihat kejadian itu memekiklah ibunya, seraya berkata: "Hai Hamba Allah! Engkau bunuh anakku, karena bahagiannya engkau rampas!"

"Jangan menangis hai orang tua! Aku akan menghidupkan anakmu kembali sekarang juga dengan izin Allah." Lalu dipegangnya bahagian tubuh anak itu sambil berseru: "Hai Roh yang telah keluar dari badannya. Dengan keheridak kekuasaan Allah kembalilah engkau kepada tubuhnya. Aku adalah Idris, yang jadi Nabi itu!" Dengan kekuasaan Tuhan tiba-tiba kembalilah roh itu dan hiduplah anak tersebut.

Setelah ibunya itu mendengar seruan Idris itu dan pernyataannya bahwa dia adalah Idris dan setelah dilihatnya pula kenyataan bahwa anaknya yang telah meninggal hidup kembali, keluarlah orang tua perempuan itu dari rumah nya diteriakkannyalah di sekitar kampungnya itu dengan suara yang keras: "Bergembiralah semuanya. Kita telah terlepas dari bahaya. Idris telah masuk ke dalam kampung kamu."

Maka muncullah Idris di kampung itu sehingga sampailah dia dan langsung duduk di bekas kota Raja Zalim yang pertama dahulu itu, yang telah berganti jadi tumpukan tanah. Orang pun berkerumunlah menemui dia. Semua meminta belas-kasihannya dan memohon kepadanya agar didoakan, supaya hujan lekas turun.

Idris berkata: "Permohonan kalian belum saya kabulkan sebelum raja yang zalim dan sekalian penduduk negeri kalian ini datang menghadap kepadaku dengan kaki telanjang."

Hal itu sampailah ke telinga raja yang zalim itu. Maka diutusnyalah 40 orang utusan datang menangkap Idris itu dan membawanya segera meng­hadap raja. Setelah mereka berhadapan dengan Idris, mereka cobalah melakukan paksaan hendak membawa Idris menghadap raja. Tetapi ke40 orang itu didoakan oleh Idris kepada Tuhan, sehingga matilah mereka semuanya. Lalu raja mengirim. pula 500 orang lagi untuk memaksa Idris menurut, dan datang menghadap raja. Tetapi setelah mereka lihat jenazah dari 40 orang teman mereka yang terdahulu telah bergelimpangan, mereka pun mundur. Maka ber­katalah Idris: "Saya tidak akan pergi menghadapnya. Melainkan raja itulah yang mesti datang menghadapku diiringkan oleh seisi negeri dengan kaki telanjang (tidak beralas kaki), lalu menyampaikan permohonan kepadaku agar turun hujan."

Mereka pun kembalilah kepada raja dan mereka khabarkan apa kata Idris itu, dan mereka mohonkan kepada raja supaya baginda datang menghadap Idris diiringkan oleh seisi negeri dengan kaki telanjang. Lalu sampaikanlah per mohonan kepadanya, agar dia memohonkan kepada Tuhan, supaya hujan di­turunkan segera. Maka mengalahlah raja; dengan diiringkan oleh seisi negeri mereka berjalan berduyun-duyun pergi menghadap Idris, memohonkan supaya Allah menurunkan hujan. Permohonan mereka itu pun segeralah dikabulkan Idris dan segeralah dia memohonkan hujan kepada Tuhan. Tiba-tiba kelihatan­lah awan di langit berarak menjadi mega dan tebal. Lalu kedengaranlah bunyi guruh dan halilintar dan kilat sabung-menyabung, dan turunlah hujan laksana dicurahkan dari langit, sehingga dari sangat lebat hujan mereka sangka akan tenggelamlah mereka. Mereka pun segera pulang ke rumah masing-masing dalam keadaan basah kuyup."  Inilah ceritera dari sebuah riwayat yang di­salinkan oleh ahli Tafsir Syi'ah terkemuka Sayid Muhammad Husain ath­Thabathabaai .

Diriwayatkan pula oleh al-Hakim di dalam kitab Haditsnya "AI-Mustadrik" bahwa Idris itu adalah putih warna kulitnya, tinggi semampai, tegap dan luas bidang dadanya, sedikit bulu ditubuhnya tetapi lebat rambut di kepalanya, dan salah satu dari kedua matanya lebih besar dari yang lain, di dadanya ada tanda titik putih, tetapi bukan penyakit balak.
Setelah Allah melihat bagaimana ke­zaliman telah meratai muka bumi dan aniaya manusia atas manusia dan pelanggaran kepada hukum-hukum Allah, diangkatkan Allahlah dia ke langit yang keenam. Itulah yang dimaksud dengan "Kami angkatkan dia ke tempat yang tinggi."

Al-Qafthi mengatakan dalam kitabnya "Ikhbarul Ulama bi Akhbaril Hukama"' tentang Idris bahwa banyak selisih ahli-ahli tentang dirinya, lahirnya dan hidupnya dan dari siapa dia menuntut ilmu sebelum jadi Nabi. Segolongan mengatakan bahwa Idris itu dilahirkan di Mesir, nama aslinya Hermus, di negeri Menfis. Kata mereka pula: "Kata asalnya Hermus, dalam bahasa Yunani Ermis. Ermis ialah nama bintang 'Utharis." Dan macam-macam lagi yang lain.
Maka dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa sebahagian besar dari ceritera-ceritera ini adalah termasuk "Israiliyat" yaitu dongeng-dongeng yang dimasukkan oleh orang-orang Yahudi yang masuk ke dalam Islam, tetapi memasukkan pengaruhnya ke dalamnya. Ka'ab al-Ahbar, Wahab bin Munabbih adalah dua orang yang banyak sekali menyelipkan ceritera dernikian. As-Suddi pun turut-turutan pula. Jika tersebut nama Ibnu Abbas atau Ibnu Umar dalam golongan yang membawakan riwayat-riwayat ini, belumlah akan menjadi jaminan dari kebenaran berita ini. Sebab kadang-kadang ahli tafsir sebagai Ibnu Abbas telah banyak di"catut"kan orang namanya dengan maksud tertentu.

Dapatlah kita mempertimbangkan bahwa sebahagian besar ceritera itu sangat berlawan dengan ayat memuji Idris yang tengah kita tafsirkan.Di dalam ayat 56 ini telah disebutkan bahwa Idris adalah SHIDDIQ. Yang berarti bahwa dia adalah sangat membenarkan, sangat jujur. Seorang saja sahabat Nabi kita, yaitu Abu Bakar as-Shiddiq mendapat gelar yang demikian tinggi. Maka kita ketahui betapa hidup Abu Bakar itu dengan segenap ke­jujuran. Apa pun yang terjadi namun dia tetap dalam shiddiqnya. Berpegang dengan pendirian itu, walaupun apa yang akan terjadi.

Siti Maryam ibu Isa, yang namanya diambil jadi nama Surat 19 ini pun diberi pula panggilan AS-SHIDDIQAH (Surat 5, al-Maidah ayat 75). Dan kita pun tahu bagaimana suci perjuangan Maryam ibu Isa itu. Nabi Yusuf pun diakui oleh pegawai Raja Mesir itu "Yusuf, wahai orang yang Shiddiq!" (Surat 12. Yusuf ayat 46). Kita pun tahu bagaimana teguh dan setia Yusuf pada kejujuran, walaupun dia dimasukkan ke dalam penjara. Sehingga karena sangat Siddiqnya, ketika dia telah dipersilahkan keluar dari penjara, dia belum mau keluar sebelum ditentukan duduk perkara, "Kembali­lah kepada tuanmu, tanyakan kepadanya, betapa halnya dengan perempuan-­perempuan yang telah melukai jari tangannya itu?" Karena sesungguhnya Tuhanku lebih tahulah akan tipudaya mereka." (Surat 12, Yusuf: 50). Setelah perempuan-perempuan itu ditanyai kembali dan mereka telah mengeluarkan jawaban: "Maha sempurna Allah, tidaklah kami mengetahui atas dirinya itu suatu keburukan pun." (ayat 51). Setelah keluar penjelasan demi­kian, barulah Yusuf mau keluar dari dalam penjaranya.

Maka daripada ceritera perjuangan Saiyidina Abu Bakar as-Shiddiq sahabat pertama Rasulullah s.a.w. dan kisah-kisah Maryam yang suci yang ber­gelar as-Shiddiq di dalam al-Quran sendiri, ditambah lagi dengan kisah perjuangan dan kesabaran Yusuf di dalam Surat 12 di dalam al-Quran dapatlah kita memikirkan siapakah orang yang pantas disebut shiddiq. Di dalam Surat 4 an-Nisa' ayat 69 disebutkan Tuhan susunan orang-orang yang mulia sesudah Nabi-nabi: Yang pertama ash-Shiddiqin, kedua asy-Syuhada' dan ketiga ash­Shalihin. Di ayat 19 dari Surat 57, al-Hadid pun kedudukan ash-Shiddiqin itu setingkat jua lebih tinggi dari asy-Syuhada'.

Bagaimana dengan Idris, yang di ayat 56 ini disebutkan dua pangkatnya? Pertama Shiddiq kedua Nabi'?
Perasaan hormat dan iman kita kepada Nabi-nabi, sebagai yang tersebut di dalam Surat 57 al-Hadid ayat 19 itu tidakkah dapat menerima kisah yang dikarang mengenai din Nabi Idris itu.
Tidaklah dapat kita menerima kisah bahwa beliau dimatikan sesaat oleh Malaikat Maut, lalu dihidupkan kembali. Tidaklah dapat kita rnenerima bahwa beliau dibawa melawat ke dalam syurga lalu sampai di sana dia berpegang keras-keras dengan sebuah pohon kayu, (takut?) akan ditarik Malaikat Maut keluar kembali, karena dia berjanji hanya akan di dalam sebentar saja. Tidaklah dapat perasaan keagamaan kita menerima bahwa Allah sampai mengirim seorang malaikat pula buat men­damaikannya dengan Malaikat Maut dari pertengkaran itu.

Dan melihat ayat-ayat yang dijadikan alasan oleh Idris buat bertahan dalam syurga, tidak mau keluar, ialah ayat-ayat al-Quran, nyata sekali bahwa ceritera ini dikarang-karang kemudian. Karena sudahlah dapat kita merasakan sendiri bahwa wahyu-wahyu yang terkumpul dalam Kitab Suci al-Quran barulah turun kepada Nabi Muhammad s.a.w. beribu tahun sesudah Idris.

Kemudian itu tidaklah dapat kita menerima bahwa seorang Nabi yang ber­gelar SHIDDIQ sampai hatinya meminta kepada Tuhan supaya ditahan hujan, jangan diturunkan kepada suatu negeri yang rajanya zalim aniaya sampai 20 tahun lamanya. Dan perasaan kita pun tidaklah dapat menerima bahwa pen­duduk negeri itu telah tunduk berdoa, sampai menitikkan airmata, memohon ampun kepada Tuhan, namun Tuhan belum mau juga menurunkan hujan itu sebelum Idris sendiri yang memohonkan hujan itu kepada Tuhan.

Dan perasaan kita pun tidaklah dapat menerima jika dikatakan bahwa satu negeri ditimpa kemarau panjang sampai 20 tahun. Sedangkan terlambat saja agak enam bulan hujan tidak turun-turun, mungkinlah hancur segala tananam dan mati segala binatang ternak, entahlah manusia. Bagaimana kalau sampai 20 tahun.
Dan jiwa perasaan kita yang percaya kepada Nabi-nabi tidak pula dapat menerima kalau dikatakan bahwa Malaikat memikul Matahari pernah merasa keberatan memikul Matahari itu. Tidak dapat jiwa kita menerima kalau dikatakan bahwa Malaikat itu sampai sangat payah, sangat telah karena panas Matahari sangat terik menimpa dirinya.

Teranglah sudah bahwa ceritera begini "Israiliyat" yang dicoba men­cantumkan ke dalam Tafsir Al-Quran, karena ke dalam al-Quran sendiri tidak dapat dilakukan hal seperti itu. Sebagaimana telah dilakukan dengan memasukkan kisah Nabi-nabi yang besar berbuat perbuatan yang tidak dapat di­terima oleh jiwa yang beriman, yang disisipkan ke dalam kitab-kitab Perjanjian Lama:
(1) Nabi Luth berzina dengan kedua anak gadisnya, sampai keduanya dapat anak.
(2) Nabi Ya'kub mendustai ayahnya Ishak karena mengharapkan kepada­nya diberikan berkat yang sedianya akan diberikan kepada abangnya Esaf.
(3) Nabi Daud mengirim Pahlawan perangnya ke medan perang supaya mati di sana, karena hendak merampas isterinya.
(4) Sulaiman di hari tuanya dikatakan telah menyembah berhala, karena tertarik kepada persembahan yang disembah dan dipuja oleh isteri-isterinya yang banyak itu.
(5) Nabi Harun dikatakan mengajak Bani Israil kembali menyembah berhala, lalu turun bersama-sama bahkan memimpin membuat berhala `Ijil yang di dalam al-Quran disebut atas ajakan dari Samiri, sehingga Bani Israil banyak yang tersesat. Adapun yang disebutkan di dalam Perjanjian Lama (Keluaran 32) yang membuat berhala itu ialah Harun sendiri, sepeninggal Musa pergi menghadap Tuhan ke atas Thursina.

Melihat segala ceritera di dalam Perjanjian Lama yang semacam ini, menjadi kacaulah fikiran terhadap Nabi-nabi, Utusan Allah yang kita muliakan itu. Ada rupanya di antara mereka itu yang lebih jahat daripada manusia biasa. Seumpama Nabi Luth yang dikatakan bersetubuh dengan kedua anak perem­puannya, yang tua di malam pertama, yang kecil di malam kedua, dengan lebih dahulu diminumkan kepada beliau anggur agar beliau mabuk, dan malam kedua masih beliau teruskan merenggutkan keperawanan anak gadisnya, jadi kacaulah fikiran kita, apalah arti seorang Nabi, seorang Rasul pada pandangan penyusun apa yang mereka namai kitab suci itu. Apakah lagi kalau Nabi Daud, Rasul merangkap raja, mengintip orang perempuan mandi, lalu bersyahwat melihatnya, lalu suaminya dikirim ke front paling depan di medan perang supaya dia mati, lalu isterinya diambil, siapalah jadinya Nabi Daud itu. Demi­kian juga Sulaiman, puteranya, Nabi dan Rasul pula, merangkap raja, karena terpengaruh oleh isterinya yang banyak di hari tuanya telah menyembah berhala.

Demikian pula Harun, Wazir dari Musa, laksana Presiden dan Wakil Presiden, berjuang menantang pertuhanan sesama manusia, menegakkan Tauhid terhadap Allah Yang Maha Esa, menantang Fir'aun dan selalu berdiri di dekat saudaranya. Tiba-tiba setelah saudaranya yang gagah perkasa itu pergi menghadap Tuhan , dia menyuruh menanggalkan perhiasan-perhiasan emas pada perempuan , lalu menempanya menjadi berhala .

Inilah rupanya yang dicoba-coba orang pula memasukkannya ke dalam pokok pegangan Islam . ke dalam al-Qur'an sendiri tidak lantas angan memasukkannya . sebab al-Qur'an telah terpelihara dari segala usaha hendak merusaknya , menambahnya dan mengobah-ngobahnya (tahrif) . Tetapi mereka dapat akal lain ; datang Ka'ab al-Ahbar , Wahab bin Munabih , as-Suddi dan lain lain , lalu mereka karangkan ceritera-ceritera ganjil semacam cerita Nabi Idris a.s , nabi yang mengecoh Malaikat Maut
lalu masuk ke dalam syurga dan tidak mau keluar lagi dari sana , untuk selama-lamanya .

Kesimpulan ialah bahwa Nabi Idris adalah tersebut namanya di dalam al-Qur'an . Dia adalah Nabi , Dia adalah Shiddiq dan bersama dengan Ismail dan Zulkifli . Nabi Idris itu adalah seorang Nabi yang mempunyai pula sifat sabar ( surat 21 , al-Anbiya 85) .

Kita boleh menafsirkan luas dan panjang . Tetapi janganlah melewati garis yang tiga itu , dia Nabi , dia Shiddiq dan dia Shabir .

Adapun mengecoh malaikat , meminta kepada Tuhan membuiat kemarau suatu negeri sampai 20 tahun , atau merebut makanan yang akan dimakan oleh anak kecil , sampai anak itu mati , sangatlah berlawan dengan ketiga sifat yang amat utama itu .

Meskipun dikatakan bahwa setelah anak itu meninggal karena makanannya dirampas , Idris mendo'akan kepada Tuhan agar anak itu hidup kembali , lalu diapun hidup ; tidak jugalah cara yang begini sesuai dengan kepercayaan kita akan kemuliaan budi seorang Nabi Allah .

Karena denga cara demikian orang menganggap seolah-olah Idris menghidupkan anak yang telah mati itu adalah sebagai permainan seorang tukang sulap saja . Perhatikanlah di dalam al-Qur'an kisah mu'jizat Rasul-rasul . Memang jauh bedanya riwayat yang dibawakan oleh wahyu Ilahi dengan dongeng yang dikarang oleh manusia .

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget