Latest Post



HARGA-harga komoditi pangan di Indonesia sering tak terkontrol. Suatu saat melambung tinggi, di saat lain anjlok mencapai titik terendah. Bawang merah misalnya, harganya pernah mencapai puluhan ribu per kilo, tapi saat tiba waktu panen turun drastis. Saking rendahnya harga itu, para petani di Nganjuk, Jawa Timur pernah lebih memilih membakar barangnya daripada menjualnya.

Tidak terkontrolnya harga-harga tersebut karena begitu lemahnya peran pemerintah. Saking lemahnya, adanya pemerintah itu seperti tidak ada. Sebagian orang bilang, peran pemerintah memang dibatasi. Pemerintah tidak boleh intervensi soal harga. Harga lebih diserahkan kepada mekanisme pasar. Namun bila harga-harga melangit sehingga mencekik rakyat, pemerintah mestinya punya kewenangan mengontrol harga.

Seperti pendapat sebagian besar ulama, dalam kasus tertentu -walau mereka berpendapat sebaiknya harga memang ditentukan oleh pasar- pemerintah berhak mengontrol harga, demi melindungi rakyat. Karena dalam banyak kasus, melambungkan harga-harga itu bukan semata mekanisme pasar, melainkan lantaran ulah para tengkulak.

Dalam sejarah Islam, orang yang pertama kali turut campur menentukan harga di pasar adalah ‘Umar bin Khaththab, saat beliau menjabat khalifah. Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dikenal tegas ini punya perhatian besar kepada pasar. Sebab, pasar adalah jantung ekonomi suatu masyarakat (negara). Berangkat dari kepentingan ini, sekalipun khalifah, ‘Umar merasa perlu turun sendiri ke pasar-pasar melakukan pengawasan. Bila melihat penyimpangan beliau langsung meluruskan.

Dari Sa’id bin Al-Musayyib diriwayatkan, ‘Umar bertemu Hathib bin Abi Balta’ah yang sedang menjual kismis di pasar. ‘Umar berkata, “Kamu tambah harganya atau angkat dari pasar kami.”

Riwayat lain, dari Yahya bin Abdul Rahman bin Hathib. Dia berkata, “Ayahku dan ‘Utsman bin ‘Affan adalah dua sekutu yang mengambil kurma dari Al-Aliyah ke pasar. Mereka kemudian bertemu dengan ‘Umar. “Wahai Ibnu Abi Balta’ah, tambahlah harganya, apabila tidak, maka keluarlah dari pasar kami,” kata Umar.

Riwayat di atas menunjukkan bahwa ‘Umar begitu peduli dengan harga-harga yang berkembang di pasar. Beliau melarang menurunkan harga. Harga yang terlalu murah sepintas memang menguntungkan konsumen. Namun sesungguhnya dalam jangka panjang itu bakal menghancurkan kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan penjual maupun kepentingan pembeli itu sendiri.

Harga yang terlalu murah, membuat para pedagang enggan berjualan karena keuntungannya terlalu sedikit. Tidak sepadan dengan jerih payah dan modal yang dikeluarkan. Bila pedagang enggan berjualan, pada akhirnya tentu bakal mempengaruhi persedian barang. Saat persedian barang sedikit, sementara di sisi lain permintaan bertambah, yang terjadi kemudian harga melambung tinggi. Nah, ini tentu tidak menguntungkan bagi masyarakat banyak.

Karena itu, di samping melarang menurunkan harga, ‘Umar memerintahkan pedagang menjual sesuai harga pasar. Ada riwayat yang menunjukkan hal tersebut. Diriwayatkan, seorang laki-laki datang membawa kismis dan menaruhnya di pasar. Lalu dia menjual tidak dengan harga pasar. Tidak jelas di riwayat ini apakah pria itu menjual di bawah harga pasar atau justru di atasnya. Yang jelas ‘Umar berkata, “Juallah dengan harga pasar atau kamu pergi dari pasar kami. Sesungguhnya kami tidak memaksamu dengan satu harga.”

Sebagian ulama menganggap apa yang dilakukan ‘Umar tersebut bertentangan dengan ketentuan Rasulullah. Abu Dawud dan At-Tirmidzi mengisahkan, suatu hari harga-harga barang naik. Sebagian umat Islam lalu mendatangi Rasulullah, minta beliau menentukan harga. Tapi Nabi tidak bersedia. Beliau hanya berdoa, “Aku berdoa agar Allah menghilangkan mahalnya harga dan meluaskan rezeki.” Rasulullah memberi alasan kenapa menolak menentukan harga, “Sesungguhnya Allah, Dialah yang menentukan harga, yang Maha Menahan, Maha Meluaskan lagi Maha Memberi rezeki. Dan aku berharap bertemu Allah dan tidak ada seorang dari kalian meminta pertanggungjawabanku atas kezaliman dalam darah dan harta.”

Ulama lain, seperti Jaribah bin Ahmad Al-Haritsi berpendapat sebaliknya. Seperti ditulis dalam bukunya, Al Fiqh Al Iqtishadi Lil Amiril Mukminin Umar ibnu Al Khathab (diterjemahkan penerbit Khalifa dengan judul Fiqih Ekonomi Umar bin Khathab), menurut Jaribah apa yang dilakukan Umar tidak bertentangan dengan Hadits Nabi di atas. Jaribah punya dua alasan.

Pertama, naiknya harga pada zaman Nabi tersebut akibat fluktuasi dari persediaan dan permintaan barang. Artinya, harga naik karena persediaan barang sedikit sementara permintaan banyak. Karena itu Rasulullah enggan menetapkan harga. Memperkuat pendapatnya, Jaribah mengutip pendapatnya Ibnu Taimiyah. Syaikhul Islam ini berpendapat, membuat dalil berdasarkan Hadits yang menunjukkan keengganan Nabi menentukan harga, untuk membuktikan dilarangnya penentuan harga secara mutlak adalah kesalahan. “Ini adalah kasus khusus, bukan umum,” kata Ibnu Taimiyah.

Kedua, masih kata Jaribah, ‘Umar tidak membatasi harga tertentu, misalnya dengan nominal tertentu. ‘Umar hanya minta pedagang menjual dengan harga pasar. Di antara dalil yang menunjukkan ‘Umar benar-benar menjaga harga pasar adalah saat beliau memerintahkan Hathib untuk masuk ke rumahnya dan menjual kismisnya sebagaimana kehendaknya. Sebab, berjualan di rumah jauh dari penglihatan penjual dan pembeli, sehingga tidak mempengaruhi harga di pasar.

Sekalipun sikap ‘Umar tegas dalam menjaga harga pasar, namun beliau tidak kaku. Pada kasus tertentu pedagang boleh menjual barangnya di luar harga pasar.

Itu pernah dialami Al-Miswar bin Makhramah. Ia menjual makanan dengan harga modalnya atau tanpa keuntungan. ‘Umar heran dengan apa yang dilakukan Miswar tersebut, “Apakah kamu gila, wahai Miswar?”

Miswar menjawab, “Demi Allah, tidak wahai Amirul Mukminin. Tetapi aku melihat mendung musim gugur. Aku benci menahan apa yang bermanfaat bagi manusia.” Mendengar jawaban Miswar tersebut, ‘Umar segera menyahut, “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.”

Tetapi jika penyimpangan harga, baik turun maupun naik yang terlalu ekstrim karena ulah pedagang, misalnya monopoli, maka menurut Jaribah, negara mesti bertindak demi kemaslahatan semua orang.

Kesimpulannya, bila terjadi pergerakan harga, baik naik maupun turun, akibat fluktuasi persediaan dan permintaan barang dalam keadaan normal, maka penentuan harga dalam keadaan seperti ini tidak diperbolehkan. Penetapan harga di saat keadaan normal, dianggap sebagai kezaliman kepada rakyat yang menyebabkan penguasa harus mempertanggungjawabkan pada Hari Kiamat kelak.

12.48

Pesawat Sukhoi Superjet 100 (sukhoi.org)

Ini bukan kali pertama Rusia curigai AS mensabotase pesawat buatan mereka.


VIVAnews - Para korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak telah dimakamkan. Namun, walau masih dalam penyelidikan, sejumlah kalangan mulai berspekulasi mengenai penyebab jatuhnya pesawat tersebut pada 9 Mei lalu. Kalangan di Rusia menduga ada sabotase sehingga terjadi kecelakaan yang menewaskan 45 orang.

Badan intelijen militer Rusia (GRU) dikabarkan sedang menyelidiki kemungkinan militer Amerika Serikat berada di balik kecelakaan pesawat Sukhoi tersebut. Mengutip sumber anonim dari badan intelijen militer Rusia, mereka telah lama melacak kerja Angkatan Udara AS di Bandara Jakarta.

"Kami tahu mereka memiliki peralatan khusus yang dapat memotong komunikasi, mengganggu sinyal dari darat atau mengganggu parameter kapal," kata seorang jenderal GRU tanpa mau disebutkan namanya kepada tabloid Komsomolskaya Pravda, Kamis, 24 Mei 2012, .

Pesawat Sukhoi Superjet 100 menghilang dari radar pada 9 Mei lalu, tak lama setelah pilot meminta izin untuk mengurangi ketinggian 1.800 meter. Itu dianggap sebagai manuver berbahaya untuk penerbangan di daerah pegunungan. Terlebih lagi di kawasan Gunung Salak sudah beberapa kali terjadi kecelakaan pesawat.

Spekulasi lainnya, kecelakaan itu dianggap sebagai sabotase industri. "Di sisi lain, kita tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa ini adalah sabotase yang disengaja untuk menurunkan industri pesawat kami di pasaran," kata sumber lain.

Ini bukan kali pertama Rusia curigai AS mensabotase pesawat buatan mereka. Pada Oktober lalu, seorang mantan pejabat juga menyalahkan radar Amerika di Alaska atas hilangnya pesawat penyelidikan antariksa Fobos Grunt.

Sementara itu, Sukhoi Superjet 100 adalah pesawat sipil pertama yang dibangun Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet. Model pesawat ini memang ditujukan untuk melakukan tur di kawasan Asia Tenggara untuk menghidupkan bisnis pesawat Rusia.

Pengamat industri telah mengingatkan, program tersebut mungkin tidak akan pernah pulih jika penyelidikan menemukan adanya kegagalan teknis atas kecelakaan pesawat tersebut. (ren)

06.07
Perjalanan Nicolas Anelka Menjadi Mualaf

”Islam banyak membantu saya untuk bisa bersikap tenang dan berkonsentrasi dan memiliki semangat tinggi. Saya senang menjadi seorang Muslim, sebuah agama yang tenang dan saya banyak belajar dari Islam.” (Abdul Salam Bilal Anelka alias Nicolas Anelka)





REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Lahir di Versailles, Prancis, pada 14 Maret 1979, Nicolas Anelka menghabiskan masa kecilnya di Trappes, sebuah kota kecil yang terletak di pinggiran barat Kota Paris. Sebelum menjadi seorang Muslim, Anelka adalah seorang atheis alias tidak percaya adanya Tuhan. Ia bukanlah penganut agama Kristen, seperti yang diperkirakan sebagian orang, karena Anelka pernah benar-benar tidak mempercayai keberadaan Tuhan.

Namun, ketika tidak beragama itulah, dia banyak bergaul dengan temannya dari keluarga Muslim. Dari situlah striker yang kini membela klub Liga Super Cina, Shanghai Shenhua itu mulai tertarik dengan Islam. “Saya menjadi ‘seorang Muslim’ sejak saya berusia 16 tahun,” kata Anelka kepada majalah Super yang berbasis di Arab Saudi.

Kepada majalah FourFourTwo, juru gedor 33 tahun yang mengantarkan Prancis merengkur tropi Piala Eropa 2000 ini mengungkapkan alasan mengapa memilih Islam. Islam, kata Anelka, adalah cara hidup yang sesuai dengannya.

“Saya merasa nyaman dan tenang dengan agama dan hidup saya hari ini,” ujar pemilik nama Muslim, Abdul Salam Bilal Anelka ini.
Anelka melanjutkan, “Tapi ini adalah masalah pribadi dan saya tidak membicarakan hal itu terlalu sering. Itulah sisi pribadi saya.”

Memeluk Islam, mengantarkannya pada perubahan positif dalam hidupnya. Mantan bomber Chelsea itu berpendapat, Islam menuntunnya untuk bertindak dengan bijaksana. Tidak lupa, dia menegaskan Islam adalah sumber kekuatan dalam dan di luar lapangan. “Saya memiliki karier yang sulit, saya kemudian memutuskan untuk menemukan kedamaian.. Dan, akhirnya saya menemukan Islam," tegas mantan juru gedor Real Madrid, Arsenal dan Manchester City itu.
Redaktur: Karta Raharja Ucu
Reporter: Erik Purnama Putra
Sumber: FourFourTwo
 


Sharif-uddin (atau Sharif-iddin) Khalifa, adalah Anak ajaib, lahir di Arusha, di bagian utara Tanzania (sebuah negara di Afrika Timur), pada bulan Desember 1993.
Muslim hanya sebagian kecil di Tanzania dan berbahasa Arab bukan asli di Tanzania. Orang tuanya adalah orang Kristen Katolik. 
Bahasa asli mereka adalah Swahili dan mereka tidak tahu bahasa Arab.
Ketika ia masih kecil, orang tuanya (yang Kristen) menyadari bahwa ia mampu membaca seluruh Quran dengan hati, meskipun tubuh tidak pernah mengajarinya untuk melakukannya.
Pada usia dua bulan, ia menolak untuk menyusu susu ibunya.

Pada usia empat bulan, ia mulai membacakan ayat-ayat Al-Qur'an. 
Pada saat ia berusia satu tahun, ia mampu membaca seluruh Quran dan melanjutkan untuk dapat berkhotbah dalam bahasa Arab, Swahili dan Perancis tanpa pendidikan formal.

Hal ini melaporkan bahwa kata-kata pertamanya adalah: "Anda orang bertobat dan Anda akan diterima oleh Allah" dan ia mengucapkan kata-kata dalam bahasa Arab. 
Orang tua yang bersangkutan awalnya mengira ia kerasukan setan dan disebut pendeta Kristen untuk berdoa bagi bayi.
Akhirnya, tetangga Muslim mampu menafsirkan pidato asing Sharif. 
Setelah orang tuanya diakui bahwa pentingnya apa yang anak mereka katakan dan bahwa ia adalah keajaiban dari Tuhan, orang tuanya masuk Islam.
Selanjutnya, meskipun fakta bahwa ia adalah dari Tanzania, ia berbicara bahasa Arab dengan lancar selain 4 bahasa lain (Inggris, Perancis, Italia, dan Swahili) Dia mampu mengambil bahasa yang sangat cepat, ia pernah berkata: "Saya pergi ke Kongo dan orang mendengar berbicara Lingala (bahasa lokal) saya langsung. bisa mulai berbicara itu. " Hari ini, dia memberikan khotbah dan ceramah di Afrika dan Eropa yang menarik ribuan orang untuk mendengarkan dia.Karena anak ini, ribuan orang telah masuk Islam.
Berikut ini adalah artikel tentang dirinya yang dimuat di sebuah surat kabar Skotlandia pada Agustus 8,1999:

BOY, 5, Converts 1,000+ To Islam Full Version Pt 1/4

BOY, 5, Converts 1,000+ To Islam Full Version Pt 2/4 BOY, 5,
BOY, 5, Converts 1,000+ To Islam Full Version Pt 3/4 BOY, 5,
BOY, 5, Converts 1,000+ To Islam Full Version Pt 4/4 BOY, 5,

Dalam Alquran dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.

"... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?" (QS. Az-Zumar: 6).

Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda.

Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar.

Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut: "Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah pekan pertama, embrionik; sampai akhir pekan kedelapan, dan janin; dari pekan kedelapan sampai kelahiran." (Williams P, Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)

Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:

Tahap Pre-embrionik

Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.

Tahap EmbrionikTahap kedua ini berlangsung selama lima setengah pekan. Pada masa ini bayi disebut sebagai "embrio". Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan-lapisan sel tersebut.

Tahap FetusDimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai "fetus". Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 pekan, dan perkembangan berlanjut hingga pekan kelahiran.

Informasi mengenai perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah serangkaian pengamatan dengan menggunakan peralatan modern. Namun, sebagaimana sejumlah fakta ilmiah lainnya, informasi-informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Alquran dengan cara yang ajaib. Fakta bahwa informasi yang sedemikian rinci dan akurat diberikan dalam Alquran pada saat orang memiliki sedikit sekali informasi di bidang kedokteran, merupakan bukti nyata bahwa Alquran bukanlah ucapan manusia tetapi Firman Allah.

Kami menghadirkan kepada Anda Profesor Marshal Johnson, Profesor Emeritus Anatomi dan Perkembangan Biologi di Thomas Jefferson, Univeritas Philadelphia, Pennsylavia, Amerika Serikat. Selama 22 tahun, dia seorang ahli anatomi, Ketua Jurusan Anatomi dan Direktur Institut Baugh Daniel. Dia juga Presiden Perhimpunan Teratologi. Dia menulis lebih dari 200 judul buku yang telah diterbitkan. Ketika kami bertemu dengan Profesor Johnson pada Konferensi Medis ketujuh di Saudi Arabia, dalam sebuah kepanitian khusus yang dibentuk untuk penyelidikan dan investigasi bukti-bukti ilmiah di dalam al-Quran dan Sunnah.
Ketika kami bertemu dalam kepanitiaan yang sama, Profesor Johnson bertanya kepada kami apa yang dikerjakan kepanitiaan kita? Kami mengatakan bahwa subjek studi kita adalah hubungan antara al-Quran dan sunnah yang telah 1400 tahun lalu dan apa yang telah dikatakan ilmuwan modern kepada kita. Kemudian dia menambahkan, seperti apa contohnya? Kami menja­wab: sebagai contoh, ilmu pengetahuan modern menjelaskan bahwa pertumbuhan manusia sebelum masa kelahiran mengalami beberapa fase, sedangkan al­Quran juga menjelaskan fase ini kepada kita 1400 ta­hun yang lalu.
Profesor Johnson terkejut ketika mendengar uraian kami. Dia menyampaikan perasaannya dengan perkataan yang simpel: “Tidak, tidak? Jenis perkataan apa itu?”
Kami paham bahwa pernyataan tadi langsung mengejutkannya. Kami tahu bahwa dia termasuk salah satu ilmuwan Amerika Serikat. Kami tentu juga tahu bahwa penemuan mikroskop pada abad ke-16, seluruh dokter pada abad ketujuh belas percaya bahwa kesucian seorang manusia berawal di dalam air mani laki-laki, khususnya di dalam sperma laki-laki. Gambar ini yang digunakan petunjuk untuk ilmuwan pada abad ke-17 dan pertengahan abad ke-18, untuk mendukung kepercayaan mereka bahwa manusia diciptakan dari keseluruhan sperma laki-laki. Tetapi tidak lama kemudian, ovum ditemukan 5 tahun setelah pe­nemuan sperma. Dengan jalan ini mereka mengabaikan aturan manusia pada abad ke-18, sebagai­mana yang mereka abaikan kepada perempuan pada abad ke-17.
Hal ini masih berlanjut sampai abad ke-19, ketika para ilmuwan menemukan pertumbuhan embrio ma­nusia yang terjadi dalam beberapa fase yang berturut­turut. Alasan inilah yang kami informasikan kepada Profesor Johnson bahwa al-Quran juga menyebutkan hal itu pada 1400 tahun yang lalu. Kemudian dia mena­han dan berteriak: “Tidak, tidak!” Jadi, kita berbelok menanganinya sebuah kopian al-Quran dan rnenunjukkan kepadanya ayat berikut yang dia membacanya dalam terjemahan bahasa Inggris.
“Mengapa kamu tidak percaya akan kebenaran Allah? Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian. ” (QS Nuh : 13 -14)
Kemudian kami menunjukkan ayat berikut:
“.. .Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan . . . “ (QS az-Zumar : 6)
Hingga di sini, Profesor Johnson duduk dan berkata: `Apakah hal ini dapat dijelaskan dalam tiga kemung­kinan? Pertama, bahwa hal ini merupakan kejadian yang kebetulan belaka. Dengan demikian kami mengumpulkan lebih dari 25 teks dan menunjukkan kepadanya. Kemudian kami bertanya: “Apakah mungkin semua teks ini rnerupakan kebetulan saja? Terlebih lagi kitab suci al-Quran memberikan nama setiap fase ini. Pertama, nutfah atau tetesan cair, kedua, alaqah atau seperti zat/lintah, ketiga, mudghah atau gumpalan seperti zat, keempat, menjadi tulang, dan selanjutnya tulang itu dibungkus dengan daging. Dapatkah semua kejadian ini dikatakan hanyalah suatu kebetulan?” Dia dengan bertekat bulat menjawab: “Tidak”.
Kemudian kami menunjukkan: “Apa yang membekas pada Anda?” Dia berkata: “Kemungkinan bahwa Muhammad dianggap sebagai mikroskop yang sangat kuat”.
Kami berkata: “Anda tahu bahwa hal-hal kecil dan ilmu pengetahuan. khusus telah dijelaskan di dalam al-Quran yang hanya dapat diperoleh lewat mikroskop yang sangat kuat. Dan setiap orang yang memiliki mikroskop yang sangat kuat juga memiliki teknologi yang sangat tinggi, yang pasti tercermin dalam kehidupan sehari-hari, rumah, makanan, kantor, mengatur perang, mencari perdamaian, dan lain-lain. Dan Anda tahu bahwa kemajuan teknologi adalah sebuah proses kumulatif warisan penumpukan, ber­jalan terus dan membuktikan dari satu generasi ke generasi lain.”
Profesor Johnson tertawa dan berkata: “Pada kenyataannya, saya melihat mikroskop pertama kali ditemukan di dunia. Hal ini tidak diperbesar lebih dari beberapa kali dan tidak ditunjukkan sebuah gambar yang jelas.”
Nabi Muhammad SAW tidak pernah memiliki peralatan ilmiah atau mikroskop. Hanya hal itu yang mengingatkan kita untuk mengatakan bahwa dia adalah seorang utusan Allah. Setelah ini, Profesor Johnson mulai tertarik dalam mengkaji bukti-bukti ilmiah di dalam al-Quran, memusatkan penyelidikannya pada pertumbuhan fase embrio. Sedangkan Profesor Moore mendiskusikan hal lain tentang penampakan fetal eskternal, Profesor Johnson memusatkan presentasinya pada penggambaran al-Quran secara mendetail dari janin, baik dari internal maupun eksternal.
Profesor Johnson berkata: “Secara ringkasnya, al­Quran tidak hanya menggambarkan bentuk pertumbuhan secara eksternal, tetapi juga menekankan pada fase internal, fase dari sisi dalam embrio, penciptaan dan pertumbuhan, menekankan pada kejadian­kejadian utama yang diakui ilmu pengetahuan zaman sekarang.”
Sebagai contoh, mudghah atau gumpalan seperti zat, salah satu benda yang digunakan Profesor Johnson sebagai petunjuk. Beberapa mudghah ini menunjukkan kenampakan luar embrio bentuk kurva dan dengan kenampakan penonjolan dan tanda-tanda lekukan yang menyerupai gigi. Kami memperhatikan teguk dan lekuk, juga memperhatikan permukaan garis, yang mana semuanya ini memberikan embrio keistimewaannya tersendiri di mana embrio pada saat fase ini hanya bertambah satu sentimeter panjangnya.
Jika kami membuat sebuah irisan dalam embrio dan membedah organ bagian dalam, kami akan menemu­kan sebagian besar mereka telah terbentuk, yang tam­pak nyata di sini. Kita juga dapat melihat dari gambar ini bahwa sel-sel itu telah terbentuk meskipun yang lain belum terbentuk secara sempurna.
Bagaimana kita dapat menggambarkan embrio ini? Apa yang kita lakukan? Dapatkah kita melengkapi penciptaan ini? Kemudian kita menggambarkan bagian yang telah tercipta. Dan jika kita mengatakan ini adalah sebuah ciptaan yang belum selesai, kemudian kita menggambarkan bagian yang belum sempurna, pertanyaan yang akan muncul adalah: Apakah ini ciptaan yang sempurna ataukah belum sempurna? Tidak ada penjelasan yang lebih bagus dari fase embriologenesis dibanding dengan penggambaran ayat al-Quran sebagai berikut:
“… mudghah (segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan tidak sempurna. . . ” (QS al-Hajj: 5)
Di sinilah Profesor Marshal Johnson memberikan kesimpulan dalam penelitiannya: “Sebagai seorang ilmuwan, saya hanya dapat menguraikan yang dapat saya lihat secara spesifik. Saya dapat memahami kata­kata yang diterjemahkan dari al-Quran kepada saya. Sebagaimana contoh yang telah saya berikan sebelum­nya, jika saya mengubah urutan diri saya menuju zaman pada saat itu, ketahuilah bahwa saya mengetahui penggambaran hal itu sekarang ini.
Saya tidak dapat menggambarkan hal yang telah dideskripsikan. Saya tidak memiliki petunjuk untuk pembuktian kon­ep itu bahwa seseorang ini, Muhammad, harus mengembangkan informasi ini dari suatu tempat. Jadi, saya tidak menemukan perbedaan di sini dengan konsep yang berkaitan dengan Ketuhahan yang terlihat di dalam apa yang telah ditulis.
Ya, inilah petunjuk. Jalan yang hanya meninggalkan orang untuk mengikuti contoh ilmuwan-ilmuwan besar itu, pengetahuan bahwa Allah menurunkan Nabi Muhammad SAW sebagai buku ilmu pengetahuan dari Allah. Allah telah berjanji bahwa manusia suatu saat akan menemukan tanda-tanda kebesaran Allah yang telah ditujukan di dalam al-Quran sebagai kitab kebenaran yang telah diturunkan Allah.”
Referensi buku: Bukti Kebenaran Al Quran

Baca Juga Penciptaan manusia pertama

BM: Pembicaraan kita yang berkenaan dengan dosa waris, saya rasa telah cukup.
AW: Sudah cukup jelas uraian bapak pada pertemuan yang terdahulu. Dan saya telah mencocokkan ayat-ayat Al-Qur'an yang disebutkan bapak kemarin malam lalu dengan kitab terjemahan Al-Qur'an bahasa Indonesia kepunyaan saya, semuanya cocok baik tentang surat-suratnya maupun ayat-ayatnya. Semua yang Bapak sebutkan cocok dan tepat serta kami pikir-pikir di rumah tentang ayat Bibel dan Al-Qur'an yang bapak tunjukkan ayat-ayatnya ternyata dosa waris dan oper pahala dan oper dosa itu tidak mungkin ada malah tidak masuk di akal.

BM: Syukur kalau saudara telah mengakuinya, sekarang kita bicarakan soal-soal lainnya, dan saya serahkan kepada saudara saja mengenai acaranya. Terserah saudara soal yang akan diajukan.
AW: Baiklah kami mulai; kami pernah membaca ayat-ayat Al-Qur'an yang tampaknya pada kami ada juga perselisihan antara satu ayat dengan ayat lainnya, sehinga menimbulkan keragu-raguan; apakah mungkin Nabi Muhammad sendiri yang keliru menyampaikan wahyu dari Allah. Kalau betul beliau seorang Nabi, tentu tidak mungkin beliau salah menerimanya atau menyampaikannya, ataukah memang ayat-ayat Al-Qur'an nya yang berselisihan.

BM: Baiklah saudara terangkan saja ayat-ayat Al-Qur'an yang saudara maksudkan itu.
AW: Kami telah membaca ayat-ayat Al-Qur'an mengenai asal kejadian manusia dalam kitab terjemahan Al-Qur'an bahasa Indonesia, dalam sebuah surat yang nampaknya antara satu ayat dengan ayat yang lain ada berselisihan sehingga timbul dalam pikiran saya bukan Bibel saja yang berselisih ayat-ayatnya, tetapi kitab Al-Qur'an demikian juga.
BM: Silahkan saudara sebutkan ayat-ayat Al-Qur'an yang akan ditanyakan, Insya Allah yang diragukan oleh saudara itu akan terhapus.

AW: Baiklah, Saya mencatat ayat-ayatnya, saya akan baca. Dikitab Al-Qur'an:
1. Surat Ar-Rahman ayat 14 menyebutkan bahwa Allah menjadikan manusia berasal dari tanah yang dibakar.
2. Di surat Al Hijr ayat 28 menyebutkan: "Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk (berupa)."
3. Disurat As Sajadah ayat 7 menyebutkan: "dan Tuhan menciptakan manusia dari Tanah."

4. Di Surat Ash Shafaat ayat 11 menyebutkan: "Sesungguhnya Aku (Allah) menciptakan manusia berasal dari tanah liat."
5. Disurat Ali Imran ayat 59 menyebutkan: "Sesungguhnya Aku menciptakan manusia daripada tanah."
Lima ayat yang saya sebutkan ini antara satu dengan ayat yang lain terdapat perselisihan. Cobalah kita teliti. Di ayat ketiga menyebutkan dari "tanah,"di ayat ke empat menyebutkan daripada "tanah liat." Di ayat kelima menyebutkan dari pada "tanah." Bukankah ayat-ayat Al-Qur'an nyata-nyata berselisihan antara yang satu dengan yang lain.

BM: Ya, nampaknya memang demikian. Saya tidak akan mengecewakan saudara. Teruskan pertanyaan saudara.
AW: Kami ingin bertanya; yang manakah yang benar tentang asal kejadian manusia itu. Apakah dari tanah yang dibakar, apakah dari tanah kering dan lumpur, atau dari pada tanah biasa, atau dari tanah liatkah?. Jadi menurut pendapat saya, ayat-ayat Al-Qur'an terdapat perselisihan antara satu ayat dengan ayat yang lain. Bukan ayat-ayat Injil atau di Bibel saja terdapat perselisihan. Kiranya Bapak bisa menerangkan dengan jelas dan tepat.

BM: Di kitab Al-Qur'an ada menyebutkan bahwa asal kejadian manusia terdiri dari 7 (tujuh) macam kejadian. Agar diketahui juga oleh saudara-saudara yang hadir disini, saya sebutkan susunan ayat-ayatnya satu demi satu, sebagaimana yang saudara bacakan artinya tadi.
1. Di Surat Ar Rahman ayat 14: "Dia (Allah) menjadikan manusia seperti tembikar, (tanah yang dibakar)." Yang dimaksudkan dengan kata "Shal-shal" di ayat ini ialah: Tanah kering atau setengah kering yakni "Zat pembakar" atau Oksigen.

2. Di ayat itu disebutkan juga kata "Fakhkhar," yang maksudnya ialah "Zat Arang" atau Carbonium.
3. Di surat Al Hijr, ayat 28: "Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat; sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk (berupa)." . Di ayat ini. Tersebut juga "shal-shal," telah saya terangkan, sedangkan kata "Hamaa-in" di ayat tersebut ialah "Zat Lemas" atau Nitrogenium.
4. Di surat As Sajadah ayat 7: "Dan (Allah) membuat manusia berasal dari pada 'tanah'." Yang dimaksud dengan kata "thien" (tanah) di ayat ini ialah "Atom zat air" atau Hidrogenium.

5. Di Surat Ash Shaffaat ayat 11: "Sesungguhnya Aku (Allah) menjadikan manusia dari pada Tanah Liat." Yang dimaksud dengan kata "lazib" (tanah liat) di ayat ini ialah "Zat besi" atau ferrum.
6. Di Surat Ali Imran ayat 59: "Dia (Allah) menjadikan Adam dari tanah kemudian Allah berfirman kepadanya 'jadilah engkau,' lalu berbentuk manusia." Yang dimaksud dengan kata "turab" (tanah) di ayat ini ialah: "Unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah" yang dinamai "zat-zat anorganis."

7. Di surat Al Hijr ayat 28: "Maka setelah Aku (Allah) sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya (Ruh daripada-Ku)."
Ketujuh ayat Al-Qur'an yang saya baca ini Allah telah menunjukkan tentang proses kejadiannya Nabi Adam sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan ruh kepadanya sehingga manusia bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani). Sebagaimana disebutkan pada ayat yang keenam tentang kata "turab" (tanah) ialah zat-zat asli yang terdapat didalam tanah yang dinamai zat anorganis. Zat Anorganis ini baru terjadi setelah melalui proses persenyawaan antara "Fakhkhar" yakni Carbonium (zat arang) dengan "shal-shal" yakni Oksigenium (zat pembakar) dan "hamaa-in" yaitu Nitrogenium (zat lemas) dan Thien yakni Hidrogenium (Zat air). Jelasnya adalah persenyawaan antara: Fachchar (Carbonium = zat arang) dalam surat Ar Rahman ayat 14. Shalshal (Oksigenium = zat pembakar) juga dalam surat Ar Rahman ayat 14. Hamaa-in (Nitrogenium = zat lemas) dalam surat Al Hijr ayat 28. Thien (Hidrogenium = Zat Air) dalam surat As Sajadah, ayat 7. Kemudian bersenyawa dengan zat besi (Ferrum), Yodium, Kalium, Silcum dan Mangaan, yang disebut "laazib" (zat-zat anorganis) dalam surat As Shafaat ayat 11. Dalam proses persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah zat yang dinamai protein. Inilah yang disebut "Turab" (zat-zat anorganis) dalam surat Ali Imran ayat 59. Salah satu diantara zat-zat anorganis yang terpandang penting ialah "Zat Kalium," yang banyak terdapat dalam jaringan tubuh, teristimewa di dalam otot-otot. Zat Kalium ini dipandang terpenting oleh karena mempunyai aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukan badan halus. Dengan berlangsungnya "Proteinisasi," menjelmakan "proses penggantian" yang disebut "Substitusi." Setelah selesai mengalami substitusi, lalu menggempurlah electron-electron cosmic yang mewujudkan sebab pembentukan (Formasi), dinamai juga "sebab ujud" atau Causa Formatis. Adapun Sinar Cosmic itu ialah suatu sinar mempunyai kemampuan untuk merubah sifat-sifat zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar cosmic dapat mewujudkan pembentukan tubuh manusia (Adam) berupa badan kasar (jasmaniah), yang terdiri dari badan, kepala, tangan, mata, hidung telinga dan seterusnya. Sampai disinilah ilmu pengetahuan exact dapat menganalisa tentang pembentukan tubuh kasar (jasmaniah, jasmani manusia/Adam). Sedangkan tentang rohani (abstract wetenschap) tentu dibutuhkan ilmu pengetahuan yang serba rohaniah pula, yang sangat erat hubungannya dengan ilmu Metafisika. Cukup jelas tentang ayat-ayat Al-Qur'an yang saudara sangka berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain dalam hal kejadian manusia (Adam), pada hakikatnya bukanlah berselisih, melainkan menunjukkan proses asal kejadian tubuh jasmani Adam (visible), hingga pada badan halusnya (invisible), sampai berujud manusia. Apakah belum jelas penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an yang saya sampaikan pada saudara? Kalau ada waktu saya akan terangkan juga proses asal kejadian tubuh rohani dari segi ilmu metafisika.

AW: Sangat jelas, malah betul-betul ilmiah dan saya tidak mengira sekali bahwa ayat-ayat Al-Qur'an itu mengandung ilmu pengetahuan yang tinggi. Mengenai kesanggupan bapak yang akan menerangkan atau menguraikan proses asal kejadian tubuh rohani manusia itu, betul-betul menarik. Tetapi saya mohon diberi waktu yang khusus.
BM: Baiklah sekarang kita lanjutkan: Tentunya saudara pernah membaca biografi Nabi Muhammad. Beliau tidak tahu tulis baca, tidak pernah belajar ilmu kepada siapapun, tidak pernah berguru dan belum pernah sama sekali bergaul dengan orang pandai.

AW: Ya, saya pernah membaca biografi Nabi Muhammad. Nah, kalau Nabi Muhammad seorang yang buta huruf, tidak pernah belajar ilmu, maka dari siapakah atau dari manakah beliau mengetahui tentang kejadian manusia secara ilmiah yang pada zaman ini dibenarkan oleh ilmu pengetahuan. Nabi Muhammad SAW menerangkan tentang asal kejadian manusia dari segi ilmu urai (Anatomi), Ilmu Kimia, Ilmu hayat (biologi), dan dari segi ilmu alam sampai kepada rohaniahnya.
BM: Maka dari manakah beliau belajar ilmu urai, kepada siapakah beliau belajar ilmu kimia, ilmu hayat, ilmu alam dan soal-soal kerohanian, kalau bukan wahyu dari tuhan Allah SWT. Dan tidak mungkin beliau menerima wahyu dari Allah sekiranya beliau bukan seorang Nabi dan Rasul.

AW: Tetapi ada juga orang yang tidak pernah belajar dan bersekolah, buta huruf, tetapi menjadi orang-orang besar.
BM: Coba saudara sebutkan nama-nama orang yang tidak pernah belajar (buta huruf), lalu mengaku jadi Nabi dan menerima wahyu, dan berhasil membentuk suatu masyarakat dan negara yang mengagumkan para ahli sejarah dan mempunyai pengikut beratus juta manusia setiap masa dan zaman. Sebutkan nama orang yang saudara maksudkan itu.
AW: Ya, tidak ada.

BM: Memang tidak ada, baiklah saya tanyakan, kalau saudara berpegang dengan keterangan saudara bahwa Nabi Muhammad itu bukan Nabi dan Rasul, karena ada juga orang yang buta huruf menjadi orang besar, maka kalau Yesus itu anak Tuhan, karena dapat menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati, dilahirkan tanpa Ayah dan dipenuhi juga dengan ruhul kudus, maka selain Yesus terdapat juga orang lahir tanpa Bapak, dapat menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati sebagaimana tersebut dalam kitab Injil. Kisah Rasul pasal 6 ayat 5, pasal 5 ayat 31; Kitab Raja-raja kedua pasal 13 ayat 21; Matius pasal 5 ayat 9; Kitab Raja-raja kedua pasal 5 ayat 10 mengapa mereka itu tidak Tuhan juga, mengapa kepada Nabi Muhammad saudara berkeberatan untuk mengakui beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul, sedangkan kepada Yesus saudara tidak Berkeberatan mengakuinya sebagai Tuhan, padahal kewajiban-kewajiban yang dilakukan oleh Yesus, orang lain dapat juga melakukannya.

AW: Baiklah kalau begitu.
BM: Baik yang bagaimana yang saudara maksudkan.
AW: Keterangan-keterangan bapak adalah baik dan memuaskan saya dan saya diberi waktu untuk menentukan keputusan saya sampai besok malam atau malam pertemuan berikutnya.
BM: Baiklah saya serahkan sepenuhnya atas pertimbangan saudara, Kami tidak berhak memaksa saudara, atau mempengaruhi saudara. Kita hanya bermusyawarah dan bersoal jawab tentang hasilnya terserah atas pertimbangan masing-masing.

AW: Baiklah kita lanjutkan Besok Malam.

Baca Juga : Fase Perkembangan Janin Menurut Al Qur’an

17.03
Dari keterangan yang anda berikan, bahwa ada or­ang yang diserupakan dengan wajah Isa karena berbuat curang terhadap Isa, benarkah itu atau tidak?

Jawab:

Kisah yang masyhur, yang diserupakan itu adalah seorang lelaki yang masih muda dari anggota Hawariyyun, pengikut setia Isa. Ibnu Katsir menerangkan hal itu dalam ayat "...padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ia(ah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.. . " sebagai berikut: Orang-orang Yahudi berusaha keras ingin membunuh Isa dengan mempengaruhi raja pada masa itu. Kemudian sang raja mengirim prajurit untuk menangkap Isa. Ketika nabi Isa merasa ia akan diculik, bertanyalah ia kepada pengikutnya, "Barang siapa yang bersedia diserupakan wajahnya mirip denganku, nanti ia menjadi teman akrabku di surga." Maka majulah seorang anak muda menyatakan diri bersedia. Nabi Isa. berkata "Engkaulah orangnya." Kemudian Allah menyerupakan wajah pemuda itu dengan wajah nabi Isa hingga terlihat persis dengan nabi Isa, lalu nabi Isa diangkat ke langit. Setelah nabi Isa diangkat ke langit, datanglah rombongan yang mau mencari nabi Isa. Dan ketika mereka melihat anak muda tadi, mereka mengiranya nabi Isa, terus mereka bawa dan mereka salib.72

Kemudian Ibnu Katsir menerangkan riwayat itu dari Ibnu Abbas, dari Ibnu Abu Hatim, kemudian ia sebutkan dari Wahab bin Munabbih dari Ibnu Jarir, bahwa yang diserupakan itu adalah Simon, salah satu anggota Hawariyyun. Orang Yahudi berhasil menangkapnya, lalu mereka berkata, "Dia ini salah seorang sahabat Isa", tapi Simon melawan, kemudian kelompok lain menangkapnya kembali, dan ia tetap melawan, kemudian Simon menawarkan sesuatu kepada orang yang menangkapnya, "Apa imbalan yang kalian berikan kepadaku jika aku menunjukkan tempat persembunyia Isa? Lalu mereka memberinya 30 dirham dan Simon menunjukkan tempat Isa setelah menerima uang itu. Sebelumnya wajah Simon sudah diserupakan dengan nabi Isa, lalu mereka mengikatnya pakai tali, menyeretnya dan mereka meludahi serta memakaikan mahkota dari duri di kepalanya, sampai akhirnya mereka menyiapkan kayu tempat penyaliban. Maka Allah mengangkat Isa dan mereka menyalib orang yang diserupakan. Kemudian ada keterangan dari sebagian Nasrani yang mengatakan bahwa yang disalib itu Yudas, dan dialah orang yang diserupakan dengan nabi Isa yang disalib. Ketika itu ia mengatakan, "Aku bukan yang kalian maksud. Aku yang menunjukkan Isa kepada kalian."73 Wallahu'alam mana di antara dua riwayat itu yang benar.74









Catatan
Kaki








72. Lihat Tafsir Ibnu Katsir, surat an-Nisa' (1/493).
73. Lihat Tafsir Ibnu Jarir at Thabari, Jami' al-Bayan fi Ta'wil al-Qur'on, (4/352).
74. Dalam buku Muhadharat fi an-Nashraniyah karya Muhammad Abu Zahrah, halaman 24 tentang penyerupaan Isa, ditulis sebagai berikut: Sebagian atsar menyebutkan, sesungguhnya Allah menjadikan kemiripan kepada Yudas, yaitu Yudas Eskariyot yang juga dikisahkan Injil, bahwa dialah yang berkhianat dari nabi Isa, sehingga mau menunjukkan prajurit yang hendak melakukan penangkapan, ketika itu prajurit-prajurit ini tidak mengenal Isa. Jadilah salah seorang murid pilihan nabi Isa jatuh dalam sangkaan mereka. Kisah ini sama persis dengan yang diceritakan dalam Injil Bamabas. Dalam Injil Barnabas di sebutkan begini: Ketika prajurit-prajurit sudah menangkap Yudas di lokasi yang berdekatan dengan tempat kediaman Isa al-Masih, tiba-tiba Isa mendengar keramaian dari jarak dekat, maka karena itu Isa masuk ke dalam rumah karena ketakutan, waktu itu sebelas orang muridnya dalam keadaan tidur. Maka, Allah menyaksikan marabahaya yang mengancam hambanya, Ia memerintahkan Jibril, Mikhail, Rufail, dan Idril sebagai perwakilan-Nya untuk membawa pergi Isa dari bumi. Datanglah para malaikat suci itu dan langsung membawa Isa lewat jendela rumah sebelah selatan (belakang). Mataikat-malaikat suci ini membawanya sampai ke langit ke tiga dan di sana nabi Isa ditemani oleh malaikat-malaikat yang senantiasa bertasbih selama-lamanya (hingga hari kiamat). Lalu, dengan sangat tergesa-gesa Yudas masuk ke ruangan tempat nabi Isa yang naik dibawa malaikat. Sementara murid-murid yang lain dalam keadaan tidur. Maka Allah membuat sebuah keajaiban, berubahlah suara dan muka Yudas persis dengan nabi Isa, hingga terlihat seratus­persen nabi Isa. Yudas, setelah membangunkan murid-murid yang sedang tidur, kemudian bertanya di mana sang Guru (nabi [sa), oleh sebab itu murid-murid heran, dan menjawab: Engkaulah Guru kami, apakah kini engkau sudah lupa pada kami?
* Dalam masalah ini ada hal yang perlu diperhatikan secara seksama dan serius. Umat Nasrani, ketika mereka bertemu dengan Injil Barnabas, yang isinya menyerukan hal yang serupa dengan yang didakwahkan para rasul dan para nabi, yaitu ajaran ke­Esa-an Allah, kenabian Isa, bahwa ia tidak mati disalib dan tidak tewas dibunuh, serta sesungguhnya nabi Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul Allah, lantas orang Nasrani menuduh Injil Barnabas ini adalah yang dikarang-karang oleh orang Arab. Padalah pada hakikatnya, mereka menyetujui Barnabas adalah seorang pendeta agama Nasrani dan juga termasuk rasul (apostel). Kesimpulan inilah yang diterima penulis buku ini (muhadharat fi an-nashraniyah), dengan alasan penamaan Injil ini dengan nama Barnabas cukup akurat, sebab naskah pertamanya juga ditemukan seratus persen di kalangan Nasrani. Beberapa abad sebelum ini, cukup populer bahwa Barnabas memegang satu kitab Injil. Lihat buku Muhadharat fi an-Nashraniyah, Syaikh Muhammad Abu Zahrah, halaman 63.

12.51

JAKARTA (VoA-Islam) - Menjelang Natal, sudah menjadi pemandangan biasa, aktivis gereja membagi-bagi parcel, hadiah berbagai macam produk, kepada masyarakat Muslim. Masih ingat Bekasi Berbagi Bahagia (B3), ketika seorang nenek dan gadis berjilbab tanpa disadari telah dibaptis oleh panitia berkedok sosial? Bagaimana sikap kita?
Buatlah program yang sama, yang jauh lebih hebat. Lawanlah pemurtadan, dengan senjata yang sama. Ajak jalan-jalan Pemulung rekreasi ke Puncak atau Dufan, perbanyak rumah singgah. Jika mereka bikin 10, kita bikin 20 rumah singgah. Fungsinya bukan sekadar tempat berteduh, tapi sebagai bengkel karya, sanggar, rumah baca, sarana pelatihan agar hidup mandiri.
Umat Islam jangan kalah strategi. Setiap hari Ahad, pihak gereja biasa menyediakan anggaran dan kendaraan untuk mengajak anak-anak dan remaja piknik. Bukan hanya itu, gereja juga menyediakan makanan yang disukai anak-anak. Sambil piknik mereka nyanyi sama-sama: “Dalam Tuhan kita bersaudara.”
Tak dipungkiri, Bekasi adalah salah satu kawasan yang menjadi target missionaris. Kandati, banyak ustadz dan aktivis dakwah berkumpul di Bekasi sebagai front terdepan. Tapi, ironinya, gerakan pemurtadan tetap kecolongan juga. Ternyata, membendung pemurtadan, tak cukup hanya dengan Tabligh Akbar. Harus lebih peka dengan apa yang butuhkan umat.
Kemiskinan  mendekatkan diri pada kekufuran. Maka, umat harus diberi pendidikan, ekonominya ditingkatkan. “La ikra ha fiddin. Tidak ada paksaan dalam beragama. Serukan manusia ke jalan Tuhanmu dengan cara yang baik,  siapa yang disesatkan siapa yang diberi petunjuk. Dakwah harus menggunakan dengan cara yang cerdas dan thayyib:  dengan lisan, tangan dan hati. Dakwah bukan dengan kekasaran, karena akan membuat orang lain benci. Bukan kepada orangnya, tapi benci pada agama yang diajarkan.
Perlukah laskar turun untuk membendung Kristenisasi? Tetap saja perlu jika dibutuhkan, tapi harus disertai pula dengan pemberdayaan ekonomi. Lebih baik mengunci pintu masuknya. Tentu, tidak semata memperbanyak masjid, tapi perkuat akidah umat, bangkitkan  ekonomi dan status sosialnya, bina agar mandiri. Itu juga perlawanan. Bila akidah sudah kuat, ekonomi umat lebih berdaya, gerakan pemurtadan tidak akan mempan, meskipun terus diprovokasi dan diiming-imingi.
Pada akhirnya, membendung Kristenisasi dan gerakan pemurtadan, bukan hanya tanggungjawab para kristolog dan lembaga anti pemurtadan, tapi kita semua yang peduli dengan nasib umat ini. Kita punya semangat  dan potensi. Tinggal, bagaimana kita bergerak dan menyatukan langkah.
Perlu diketahui, kini banyak umat Kristiani di Eropa meninggalkan agamanya (Kristen). Banyak gereja yang dijual dan berubah fungsi menjadi masjid. Begitu juga di AS, terjadi gelombang besar-besaran, perpindahan dari Nasrani menjadi Muslim. Aneh, Islam justru berkembang pesat di Barat. Tapi, di negeri muslim, justru sebaliknya, kembali murtad dan menjadi liberal. Tentu hal ini membuat kita terheran-heran. Desastian

12.48

JAKARTA (idc.voa-islam.com) – Cita-cita Samido agar anak kesayangannya menjadi mujahid tangguh yang  menggadaikan hidup dan matinya di jalan Allah, mendapat ujian berat.
Samido adalah aktivis yang memiliki  ghirah tinggi untuk perjuangan syariat Islam. Di tempat tinggalnya, kawasan Serdang Jakarta Pusat, ayah berusia 37 tahun ini sangat aktif dan sibuk memakmurkan masjid Al-Hidayah yang tak jauh dari rumahnya. Kesibukan dakwah dan sosial yang ditekuni selama ini, antara lain sunatan massal, bakti sosial, TPA, dan masih banyak lagi. Berbagai taklim dan kegiatan bertema penegakan syariah Islam pun aktif diikutinya di berbagai wilayah.
Demi cita-cita melahirkan generasi mujahid itulah, Samido menyematkan nama Izzuddin Al-Qossam kepada anak ketiga yang lahir 15 bulan lalu itu. Ia terobsesi dengan sosok Syaikh Izzuddin Al-Qassam, mujahid yang syahid di Palestina dalam jihad membela kaum Muslimin dan menentang Zionis Yahudi.
Kini, Izzudin Al-Qossam yunior sudah 12 hari tergolek lemah di ruang  gawat darurat PICU (Paediatric Intensive Care Unit) lantai 5 RSUD Koja, Jakarta Utara. Ventilator serta alat-alat penopang kehidupan lainnya tampak menempel pada tubuh mungil yang montok itu. Asupan makanannya pun disuplai dengan selang menuju ke lambung.
Awalnya, calon mujahid ini menunjukkan gejala tidak sehat pada Kamis (3/5/2012). Tiba-tiba Izuddin mengalami kejang-kejang, sehingga dilarikan kedua orang tuanya ke RS Sulianto Saroso, Sunter Jakarta Utara.
Malangnya, rumah sakit ini hanya bisa merawat selama satu malam. Karena ruangan gawat darurat (ICU) penuh, maka Izzuddin dirujuk ke RS Koja, Jakarta Utara. Menurut diagnosa dokter, Izzuddin menderita radang otak. “Belum ada tindakan yang bisa diambil, sementara dokter hanya berusaha mengantisipasi infeksi yang telah menjalar,” ujar Samido kepada voa-islam.com yang membesuknya.
Bagi Samido, betapapun kronisnya penyakit yang dialami anaknya, ia tidak berputus asa. Ia teringat sabda Nabi SAW: “Janganlah kalian berangan-angan mati disebabkan musibah yang menimpanya....” (HR Bukhari, Muslim).
Di mata Samido, meski sudah terbayang betapa besar dana pengobatan anaknya itu, namun belum terbayang dari mana biaya itu dipenuhinya. Gaji bulanan yang didapatnya sebagai karyawan ekspedisi, jelas jauh di bawah kekurangan untuk menutupi biaya pengobatan. Namun Samido tetap optimis, ikhtiar dan tawakkal kepada Allah. Di tengah ikhtiar dan kesungguhan berdoa, Samido bergantian dengan istrinya menunggui si buah hati. Dari pagi sampai sore, Samido harus menunaikan tugas pekerjaan, sementara malamnya ia maraton menjaga Izzuddin di rumah sakit. “Kami minta doanya agar Allah memberikan yang terbaik bagi ananda Izzuddin,” pinta Samido.
Malam yang semakin larut memaksa voa-islam.com untuk pamit pulang dari ruang. Kami pun izin meninggalkan Izzuddin yang sedang terbaring melawan rasa sakit, untuk bertahan hidup menggapai cita-cita sebagai mujahid.
Semoga Allah melimpahkan kesabaran pada antum sekeluarga, menghapus dosa-dosa karena ridha akan takdir-Nya, memudahkan segala  urusan, aamiin. Semoga lekas sembuh putra saudara kami Izzuddin Al-Qossam.
Bagi pembaca voa-islam.com yang terpanggil untuk membantu meringankan beban sesama Muslim untuk pengobatan Izzuddin Al-Qassam, bisa menyalurkan donasi melalui program DINAR (Dana Infaq Darurat) untuk Keluarga Mujahid dan aktivis Islam:
Bank Syariah Mandiri (BSM)
No.Rek: 0120043587
a/n Budi Haryanto

Bank Muamalat Indonesia (BMI)
No.Rek. 0132465841
a/n Budi Haryanto

Bank Mandiri
No.Rek: 0060006012623
a/n Budi Haryanto

BCA (Bank Central Asia)
No.Rek: 6310230497
a/n Budi Haryanto
Duka umat Islam adalah duka kita semua, dan kebahagiaan kita harus bisa mereka rasakan juga. Karena setiap umat beriman itu bersaudara seperti satu jasad yang utuh.
“Orang-orang mukmin itu bagaikan seorang manusia yang satu. Jika kepalanya terasa sakit, maka seluruh badannya pun ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur” (Muttafaq ‘Alaih).
Mari bantu saudara kita yang tertimpa musibah, insya Allah kita akan mendatangkan barakah dan kemudahan  di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat...” (HR Muslim).
CATATAN:
Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan dana lainnya, silahkan tambahkan nominal Rp 100 (seratus ratus rupiah). Misalnya: Rp 1.000.100,- Rp 500.100,- Rp 200.100,- Rp 100.100,-dan seterusnya.
Info dan konfirmasi: Mumtaz (08999.704050), Abu Izzul (0813.1638.6463).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget