Latest Post
16.12
Washington DC: Sejalan dengan kesuksesannya, Facebook mampu membayar karyawannya hingga miliaran. Business Insider menguak jumlah gaji yang diterima para karyawan di berbagai posisi.

Gaji tertinggi diberikan kepada karyawan dengan posisi Senior Software Engineer. Pegawai tersebut mendapat gaji tahunan sebesar 132.503 dolar AS atau sekitar Rp 1,2 miliar. Software engineer memang dianggap sebagai karyawan paling penting. Sebab, tugas mereka bertanggungjawab menerjemahkan ide Zuckerberg dan para eksekutif Facebook menjadi program nyata.

Mendekati Senior Software Engineer, Product Manager menerima sebesar 130.143 dolar AS per tahun, hampir mencapai Rp 1,2 miliar. Jabatan ini juga menopang tugas yang tidak kalah beratnya, terutama dalam memastikan produk baru Facebook diluncurkan tepat sesuai jadwal.

Gaji tertinggi ketiga diterima User Interface Engineer yakni sebesar 129,136 dolar AS. Karyawan ini berperan membuat tampilan Facebook menarik bagi para pengguna. Berikut 15 karyawan Facebook dengan gaji tertinggi.(Dailymail)
1. Senior software engineer: 132.503 dolar AS per tahun
2. Product manager: 130.143 dolar AS per tahun
3. User interface engineer: 129.136 dolar AS per tahun
4. Machine learning engineer: 123.379 dolar AS per tahun
5. Engineering manager: 123.379 dolar AS per tahun
6. Research scientist: 123.308 dolar AS per tahun
7. Network engineer :121.500 dolar AS per tahun
8. Business development manager: 115.000 dolar AS per tahun
9. Software engineer: 111.562 dolar AS per tahun
10. Introductory software engineer: 100.000 dolar AS per tahun
11. Project manager: 98.302 dolar AS per tahun
12. Operations engineer: 82.626 dolar AS per tahun
13. Recruiter 80.580 dolar: AS per tahun
14. Site reliability engineer: 80.413 dolar AS per tahun
15. Product designer: 79.000 dolar AS per tahun
16. Software engineering intern: 74.700 dolar AS per tahun
17. Account executive: 62.124 dolar AS per tahun


Kalo berbicara tentang Yunani,pasti yang ada dipikiran kita adalah negeri seribu dewa dan Hercules,ya karena 2 istilah itulah yang memang sudah melekat erat dengan negara Yunani sejak ribuan tahun silam,jika kita kaitkan dengan Islam,memang tidak bahkan hampir tidak pernah kita dengar tentang Islam di Yunani,karena Islam di Yunani sendiri identik dengan Turki, sedikit berbagi info tentang perkampungan Muslim di Yunani dan juga Etnis Pomak (Etnis Muslim di Yunani)
Pomak Village, Xanthi, Yunani
Kaum Minoritas Muslim Hidup di wilayah Thrace area of Greece,yang meliputi Komotini,Xanthi,Alexandroupolis dan Soufli, di Xanthi ada sebuah desa yang dihuni kaum Pomak yang juga disebut white village dengan mayoritas penduduknya muslim. Pomak sendiri adalah suku atau etnis asli slavic muslim yang ada di 4 negara,bulgaria,turki,albania dan yunani, bahasa asli mereka adalah bahasa Bulgaria,dan juga bahas aturki dan yunani sebagai bahasa kedua
Populasi suku pomak di Xanthi sendiri berkisar antara 30.000-35.000 penduduk,di wilayah Thrace area of Greece sendiri banyak dijumpai Masjid,coba saja anda ketik di google dengan keywoard “thrace greece” anda akan menemukan gambar2 ini
Kalau anda perhatikan gambar2 diatas, anda akan melihat bawah Masjid dan Minaret adalah salah satu landscape dari wilayah Thrace of Greece, gambar diatas adalah wilayah Rhodope dan Medousa yang memang terletak di wilayah Thrace of Greece
Muslim Yunani di wilayah Thrace termasuk di white village Xanthi adalah warga asli Yunani yang memang beragama Islam. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya pengaruh Ottoman Empire Turki yang memang pernah berjaya di Eropa pada abad ke 15. Bermula ketika pasukan Ottoman Empire menduduki wilayah pegunungan di Xanthi,awalnya hanya 6 penduduk asli Xanthi yang beragama islam, hingga sekitar abad ke 16 dan 17 banyak penduduk Pomak yang masuk islan dan bergabung dengan Ottoman, penduduk Pomak mendatangi Pemimpin Ottoman untuk memberitahu keputusannya masuk islam,tapi pemimpin Ottoman mengirim mereka ke Greek bishop of Philippoupolis Gabriel (1636–1672). Tetapi Greek Bishop tidak bisa mengubah keputusan dan pemikiran masyarakat Pomak yang akhirnya tetap memeluk agama islam dan bergabung dengan Ottoman empire untuk berperang melawan Bulgaria yang telah menyengsarakan mereka. Kemudian menurut tradisi lisan Yunani dari Philippoupolis, upacara khitananmassal pun diadakan di depan masjid tua di dekat gedung pemerintahan,dan akhirnya para penduduk desa tersebut pun menjadi muslim.
Pomaks
*dari berbagai sumber

16.02

Al Hajj Ahmad Thomson sebelah kiri memakai sorban hijau



Saat ini, apakah anda mengetahui siapakah mereka yang di sebut dengan yahudi? Apa latar belakang mereka, bagaimana niat mereka untuk kuasai dunia? , berikut tulisan Ahmad Thomson, berkebangsaan Inggris, dan beliau seorang mualaf , memberikan gambaran secara jelas siapa itu yahudi.
Yahudi, yang diduga merupakan keturunan bani Israel yang menolak Isa dan Muhammad, (semoga rahmat dan kesejahteraan dilimpahkan kepada mereka), dimana penolakan mereka tersebut berlanjut hingga kini, terbagi dalam dua kelompok yaitu kaum Sephardim dan kaum Ashkenazim. Jumlah kaum Ashkenazim jauh lebih banyak dari kaum Sephardim. Asal usul mereka sangat berbeda satu sama lainnya.
Kaum Sephardim, pada umumnya adalah Yahudi yang sejak zaman dahulu telah tinggal di Afrika Utara, Timur Tengah dan Eropa Tenggara. Dan pada suatu masa mereka juga pernah tinggal di Spanyol pada zaman muslim berkuasa disana (711 A.D- 1609 A.D), namun mereka dimusnahkan ataupun terpaksa melarikan diri pada saat pendudukan Kristiani Trinitas pada tahun 1492 A.D. Setelah ini sesungguhnya tidak ada lagi kaum Sephardim yang tinggal di Spanyol, dan banyak dari mereka yang tinggal di Afrika Utara, Timur Tengah dan Eropa Tenggara dikenal sebagai Yahudi yang berasal dari Spanyol ataupun keturunannya bukan sebagai keturunan Yahudi yang tinggal di wilayah tersebut diatas sejak zaman Musa dan Isa ataupun pada masa sebelumnya dari suku bani Israel.
Sangatlah jelas bahwa asli dari ‘Yahudi Spanyol’ adalah orang-orang yang bermigrasi dari Eropa tenggara, Timur tengah dan Afrika Utara selama pemerintahan muslim di Spanyol-namun seperti yang akan kita lihat nanti, Insya Allah-kemungkinan beberapa Yahudi dari Spanyol bukanlah imigran Sephardic dari timur, melainkan Yahudi Ashknazi dari Utara. Sejak saat itu Yahudi Ashknazi dikenal sebagai Yahudi bukan keturunan bani Israel, namun keturunan dari ‘Yahudi Spanyol’ bukan Yahudi Sephardic-walaupun pada masa ini mereka dikenal dengan nama tersebut.
Ashkenazi pada umumnya adalah Yahudi dari abad ke delapan dan seterusnya tinggal di Eropa dan terakhir di Amerika. Tidak dapat disangkal bahwa Yahudi Ashkenazi bukanlah keturunan bani Israel asli. Arthur Koestler menyebut mereka, ‘bani yang ke tiga belas’ dalam bukunya

ilustrasi nabi musa bersama bani israil
Singkatnya, kisah Ashkenazi adalah sebagai berikut:
Pada abad ketujuh A.D. terdapat suku Turky yang dikenal kaya dan mempunyai kekuasaan yang besar di sekitar laut mati dan laut Kaspia. Mereka dikelilingi oleh Kristiani Eropa dari utara, dan oleh Muslim dari selatan. Untuk menjaga keamanan kerajaan mereka, dan untuk alasan kebijaksaan politik semata dan bukanlah alasan-keagamaan-pemimpin mereka memutuskan bahwa seluruh suku Khazar harus menganut agama Yahudi, dengan alasan Kristiani Eropa tidak akan mengganggu mereka jika mereka menyembah Tuhan, begitu juga kaum muslimin akan memperlakukan mereka sebagai ‘ahli kitab’, dan juga tidak akan mengganggu mereka.
Alasan lainnya, jika mereka memilih Kristiani atau Muslim, tentunya mereka akan terlibat di dalam pertikaian yang sudah ada diantara Kristiani Eropa dan Muslim-sehingga memilh agama Yahudi adalah jalan yang paling aman bagi mereka.
Michael Rice menggaris bawahi asal usul dan sejarah Khazars di dalam bukunya Keturunan Palsu, dalam kalimat berikut:
Khazar adalah salah satu suku Turki yang pindah kearah barat sebagai konsekuensi dari adanya tekanan besar di Asia, dimulai dengan menetap di sebelah Utara kerajaan Byzantine, dalam pertengahan abad pertama millennium AD. Kedatangan mereka disebabkan oleh adanya invasi Mongol. Khazar pertama kali muncul di Rusia Selatan, di wilayah antara Kaukasus, Don dan Volga; kemudian mereka mulai memperlihatkan sifat nomadennya dan mulai berusaha untuk mendapatkan kedudukan di dalam pemerintahan.
Khazar, suku ini hidup dengan makmur. Akibatnya Byzantin dan kerajaan Muslim mulai tertarik dengan mereka dan pada kenyataannya tidaklah mudah bagi satu sama lainnya untuk melakukan komunikasi.Kedua kekuatan ini baik kristiani Eropa maupun Muslim sama-sama menekan kaum penyembah berhala ini (Khazar) untuk menerima ajaran agama mereka yang masing-masing meyakini bahwa agama merekalah yang paling benar. Kaum Khazar dikenal sebagai orang-orang yang pandai, yang sangat cemas akan kondisi yang ada sehingga mereka tidak memilih salah satu agama baik dari Kristiani Eropa maupun dari Muslim.Karena jika mereka memilih salah satu dari kekuatan besar ini, artinya mereka akan mengasingkan kekuatan yang lain. Sehingga Khazar mulai mencari solusi untuk memecahkan masalah ini. Solusi tersebut adalah dengan menganut agama Yahudi dengan harapan bisa menghindarkan tekanan dari kedua kekuatan besar mereka.
Khazar melakukan penelitian secara mendalam agama apakah yang dapat diterima oleh kedua kekuatan besar Kristiani dan Muslim sebagai agama yang terhormat dimana masalah ini tertulis di dalam Korespondensi Khazar. Didalam korespondensi Khazar ini dilaporkan bahwa utusan Muslim yang datang kepada mereka untuk merubah agama mereka menjadi Islam, mereka mengajukan pertanyaan, ‘ Agama mana yang anda lebih hargai, Yahudi atau Kristiani? Tanpa ragu-ragu Muslim menjawab agama Yahudi. Sebaliknya mereka juga bertanya kepada kaum Byzantin, yang mempromosikan agama Kristen orthodox, ‘Agama mana yang anda lebih hargai, Yahudi atau Islam? Kaum Kristiani dengan serentak menjawab, ‘ Yahudi’. Oleh karena keputusan segera dibuat dan Khazars resmi menjadi Yahudi.
Karena itulah dalam waktu relatif singkat, seluruh khazar menjadi Yahudi, walaupun tidak ada satupun nenek moyang mereka yang pernah tinggal di tanah suci, dan tidak ada satupun dari mereka yang berasal dari keturunan bani Israel yang mendapatkan ajaran Musa secara langsung.
Sangat jelas bahwa kelompok Yahudi Eropa ini tidak pernah dapat mengakui bahwa mereka mempunyai garis keturunan dengan Yahudi yang pernah tinggal di tanah suci ataupun disekitarnya. Mereka sesungguhnya mempunyai posisi yang sama dengan kaum Kristen Eropa, yang menjadi Kristen karena agama dan ketaatan terhadap agama, namun bukan keturunan Kristen dari bani Israel yang pernah tinggal di tanah suci ataupun disekitarnya.
Selanjutnya, seperti lazimnya agama Kristen di Eropa yang sangat jauh dari ajaran Isa yang asli, begitu juga ajaran agama Yahudi yang dipeluk oleh Khazar bukanlah ajaran asli Musa

sumber : Tim Jurnalis Islam



Pemerintah Turki telah  mengkonfimasi sebuah injil kuno yang diprediksi berusia 1500 tahun.  Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW  sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.
Bahkan Alkitab rahasia ini memicu  minat yang serius dari Vatikan. Paus Benediktus XVI mengaku ingin  melihat buku 1.500 tahun lalu. Sebagian orang memprediksi Injil ini  adalah Injil Barnabas, yang telah disembunyikan oleh Turki selama 12  tahun terakhir.
Seperti dikutip dari mailonline.com injil yang  ditulis tangan dengan tinta emas itu menggunakan bahasa Aramik. Inilah  bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil  ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus  kenabian setelah Yesus.
Injil kuno berusia 1.500 tahun ini  bersampu kulit hewan, ditemukan polisi Turki selama operasi anti  penyeludupan di tahun 2000 lalu. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di  Museum Etnografi di Ankara, Turki.
Sebuah fotokopi satu halaman dari naskah  kuno tulisan tangan Injil ini dihargai 1,5 juta poundsterling. Menteri  Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay mengatakan, buku tersebut  bisa menjadi versi asli dari Injil. Dan sempat tersingkir akibat  penindasan keyakinan Gereja Kristen yang menganggap pandangan sesat  kitab yang memprediksi kedatangan penerus Yesus.
Gunay juga mengatakan Vatikan telah  membuat permintaan resmi untuk melihat kitab dari teks yang  kontroversial menurut keyakinan Kristen ini. Kitab ini berada diluar  pandangan iman Kristen sesuai Alkitab Injil lain seperti Markus, Matius,  Lukas dan Yohanes.
Turki Terjemahkan Injil Berusia 1.500 Tahun

Sebuah media di Timur Tengah Alarabiyamelaporkan bahwa  pemerintah Turki akan menerjemahkan alkitab berusia 1.500 tahun.
Injil kuno yang menyebut kerasulan Muhammad SAW itu memang sempat mengundang perhatian dunia. Selain menyebut akan datangnya Nabi Muhammad, Injil itu juga menyebut bahwa Yesus adalah manusia fana dan tak pernah disalib.
Injil Barnabas yang di percaya para analis sebagai tambahan dari kitab-kitab injil asli seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes menarik perhatian awal tahun ini. Dalam kitab Yesus telah meramalkan kedatangan Nabi Muhammad.
Pada Februari lalu, Vatikan secara resmi telah meminta untuk melihat alkitab yang ditemukan Turki selama operasi penyelundupan pada tahun 2000. Pekan ini kutipan dari dokumen asli tersebut telah di terjemahkan. Dokumen yang ditulis dengan bahasa Syriac dialek Aram tersebut menyangkal Ketuhanan Yesus.
Laporan sebuah majalah online Y-Jesus yang berbasis di Amerika Serikat dalam analisisnya mengenai Injil Barnabas mengungkapkan, teks dokumen secara efektif menyangkal keilahian Yesus dan menolak konsep trinitas, kepercayaan kristen yang mendefinisikan Allah dalam tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Laporan itu juga menyatakan dalam Injil Barnabas, Yudas Iskariot disebut sebagai orang yang mati disalib dan bukan Yesus. Sementara dalam Perjanjian Baru, Yudas disebut mengkhianati Yesus.
Pernyataan dari laporan kajian terhadap Injil Barnabas tersebut menantang pesan Kristen selama ini. Pesan selama ini, kematian Yesus dikatakan sebagai pengorbanan Juru Selamat bagi dosa-dosa Kristen dan kebangkitanya sebagai harapan kehidupan kekal.
Pernyataan Injil Barnabas mendukung keyakinan Islam bahwa penyaliban Yesus tidak pernah terjadi. St Barnabas secara tradisional diidentifikasikan sebagai pendiri Gereja Siprus. Ia adalah orang Kristen pertama yang dianggap sebagai rasul bagi umat Kristen.
Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Turki, Ertugrul Gunay, mengatakan, teks dari Injil Barnabas tersebut dilaporkan bernilai sekitar 22 juta dolar.
“Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil memperlakukan Yesus sebagai manusia bukan Tuhan. Ini menolak ide dari tritunggal kudus dan penyaliban. Serta ramalan Yesus akan kedatangan Nabi Muhammad,” Kata Gunay seperti dilaporkan dalam salah satu surat kabar setempat.
Saat ini injil dijaga ketat oleh pihak berwenang Turki sebelum diserahkan pada Museum Etnografi Ankara. Rencananya teks asli injil tersebut akan dipamerkan di museum.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/06/05/m530xu-turki-terjemahkan-injil-berusia-1500-tahun
Militer Turki Jaga Ketat Injil Barnabas 
Naskah injil yang ditemukan di Turki bertuliskan bahasa Syriac dialek Aram.
 
Naskah injil yang ditemukan di Turki bertuliskan bahasa Syriac dialek Aram.
Militer Turki mengamankan secara ketat naskah kuno yang diklaim sebagai Injil Barnabas dari abad kelima masehi. Naskah itu dijaga dengan ketat agar tak lepas ke tangan yang tidak bertanggung jawab.
Media Iran Basij Press melansir, alasan di balik pengambilalihan naskah kuno oleh pihak militer itu dikarenakan adanya upaya dari kaum Zionis dan pemerintah negara-negara Barat untuk mensabotase isinya.
“Militer Turki mengambil alih kepemilikan naskah kuno itu karena Zinonis dan Barat berusaha memusnahkannya,” tulis surat kabar Iran itu seperti dilansir wnd.com.
Sebagian isi Injil kuno tersebut memang menyalahi doktrin Kekristenan pada umumnya. Bahkan pada bab 41 tertulis lafal syahadah dan pengakuan terhadap kerasulan Muhammad. “Ketika Adam berbalik, ia melihat di atas pintu gerbang surge tertulis kalimat ‘Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya’.”
Injil Barnabas itu juga menyebutkan bahwa Yesus tidak pernah disalib. Yesus juga disebut telah memprediksi kedatangan Muhammad.




Sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/06/06/m56r38-militer-turki-jaga-ketat-injil-barnabas

13.46

Ini mungkin kabar yang melegakan bagi pengguna ponsel layar sentuh karena sudah ada ponsel dan tablet dengan tombol fisik yang bisa muncul dan menghilang sesuai keinginan.

Perusahaan asal California, Tactus, membuat sebuah ponsel yang memiliki tombol seperti itu. Perusahaan ini mengklaim tombol tersebut muncul di area yang sama di layar ponsel berupa tombol transparan.  Teknologi ini dapat diterapkan di tablet, ponsel, dan remot kontrol serta dapat juga digunakan pada alat musik.

Tactus menjelaskan bahwa ini merupakan teknologi yang pertama kali di dunia untuk mengatasi kekurangan teknologi layar sentuh.

"Bagaimana bisa sebuah tombol keluar begitu saja dari layar gadget anda? Tactus mempersembahkan sebuah dimensi baru dari touchscreen dengan tombol fisik yang muncul sesuai perintah, dan masuk kembali ke dalam layar, lalu layar terlihat seperti semula." kata mereka seperti dilansir Daily Mail.

Tactus mengklaim teknologi mereka setipis layar sentuh yang ada saat ini. Juga tidak ada perubahan pada sensor di bawahnya.

Dengan tombol tertentu, pengguna dapat memilih apakah akan menampilkan tombol fisik tersebut atau tidak.
Ketika fungsi tombol dimatikan, maka tombol akan masuk ke dalam layar secara perlahan dan tanpa bekas.

Tactus mengklaim teknologi ini merupakan inovasi paling canggih dari teknologi layar sentuh saat ini yang baru sampai pada respon getar ketika menyentuh layar. Mereka juga mengklaim teknologi ini memudahkan jari pengguna agar lebih tepat sasaran pada tombol tertentu di layar.

"Ini bukan sekedar akal-akalan teknologi getar tetapi benar-benar tombol nyata yang muncul dan menghilang di layar," tutup Tactus.

13.35
Profesor matematika yang pernah memilih tak beragama alias atheis ini akhirnya lebih memilih Islam sebagai pihan terakhirnya
Perjalanan setiap orang menuju Islam beraneka ragam caranya dan punya Prof Jeffrey Langkeunikan masing-masing. Seperti Prof Jeffrey Lang, kisah keislamnnya tergolong unik dan menarik. Profesor Matematika ini mendapat hidayah melalui perantaraan mahasiswa bimbingannya di kampus University of San Fransisco, AS. Dia sempat dihadiahi sebuah mushaf Alquran yang diakuinya sebagai kitab suci yang sangat mengagumkan. Satu hari, secara tak terduga dia menemukan sebuah ruangan kecil di lantai bawah sebuah gereja dekat kampus. Rupanya ruangan itu dipakai oleh para mahasiswanya yang Islam untuk shalat lima waktu. Nah, di ruangan kecil itu pula akhirnya dia bersyahadah. Berikut kisah lengkapnya.
Prof. Dr. Jeffrey Lang, nama lengkapnya. Sehari-hari dia bekerja sebagai dosen dan peneliti bidang Matematika di Universitas Kansas, salah satu universitas terkemuka di Amerika Serikat. Gelar master dan doktor matematika diraihnya dari Purdue University tahun 1981. Prof. Jeffrey dilahirkan dalam sebuah keluarga penganut paham Katolik Roma di Bridgeport, Connecticut pada 30 Januari 1954.
Pendidikan dasar hingga menengah dijalani di sekolah berlatar Katolik Roma. “Hampir 18 tahun lamanya kuhabiskan masa kecil di sekolah yang berlatar belakang ajaran Katolik. Selama itu pula aku menyisakan banyak pertanyaan tak berjawab tentang Tuhan dan filosofi ajaran Kristen,” tutur dia.
Jeffrey, dalam catatan hariannya tentang perjalanannya mencari Islam, menulis:”Seperti kebanyakan anak-anak lain di kisaran tahun 1960-an hingga awal 1970-an kulewati masa kecil yang penuh keceriaan. Bedanya pada masa itu aku sudah mulai banyak bertanya-tanya tentang nilai-nilai kehidupan, baik itu secara politik, sosial dan keagamaan. Aku bahkan sering bertengkar dengan banyak kalangan, termasuk di dalamnya pemuka gereja Katolik.”
Beranjak remaja, di usianya yang ke-18, Prof. Jeffrey mengaku sudah jadi atheis alias tak percaya lagi adanya tuhan. “Jika Tuhan itu ada, dan Dia punya belas kasih dan sayang, lalu kenapa ada begitu banyak penderitaan di atas bumi ini? Kenapa Dia tidak masukkan saja kita semua ke dalam syurga? Kenapa juga dia menciptakan orang-orang di atas bumi ini dengan berbagai penderitaan?” kisah Jeffrey muda tentang kegelisahan hatinya kala itu. Selama bertahun-tahun pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus menggelayuti pikirannya.

Ketemu mahasiswa muslim
Akhirnya Prof. Jeffrey mendapatkan jawaban awal di kota San Francisco. Ceritanya, saat itu dia diangkat sebagai salah seorang asisten dosen di Jurusan Matematika, Universitas San Francisco. Jeffrey menemukan Tuhan itu ada dan nyata dalam kehidupan ini. Tapi bagaimana cara dia menemukannya? Ternyata petunjuk itu didapatnya dari beberapa mahasiswanya yang beragama Islam!
“Saat pertamakali memberi kuliah di Universitas San Francisco, aku ketemu dengan seorang mahasiswa muslim yang mengambil mata kuliah Matematika. Akupun langsung akrab dengan mahasiswa ini, begitu pula dengan keluarganya. Agama, saat itu belum jadi topik perbincangan kami, hingga satu ketika aku diberi hadiah sebuah kitab suci Alquran,” cerita dia.
Mahmoud Qadeel, nama mahasiswa tersebut. Dia berasal dari Arab Saudi. Mahmoud, cerita Prof Jeffrey, telah memberi banyak masukan baginya tentang hal ihwal Islam. Menariknya, semua diskusi mereka menyangkut dengan sains dan teknologi. “Aku pernah diskusi dengan Mahmoud tentang riset kedokteran dan dia menjawab dengan sempurna sekali. Bahasa Inggrisnya juga bukan main. Aku dibuat terpana oleh Mahmoud, yang di negaranya adalah seorang mayor polisi,” lanjut Prof. Jeffrey kagum.
Hadiah Alquran
Satu ketika, berlangsung acara perpisahan. Semua dosen dan mahasiswa turut hadir dalam acara yang diadakan di sebuah tempat di luar kampus itu.”Aku benar-benar terkejut saat Mahmoud memberiku hadiah sebuah mushaf Alquran. Mahmoud juga menghadiahiku beberapa buku Islam,” kata Prof. Jeffrey.
Atas inisiatifnya sendiri, dia pun mempelajari isi Alquran itu. Bahkan buku-buku Islam tersebut dibacanya hingga tuntas. Dia mengaku kagum dengan Alquran. Dua juz pertama dari Alquran yang sempat dipelajarinya telah membuat dia bagai terhipnotis.
“Tiap malam muncul beraneka macam pertanyaan dalam diriku. Tapi entah kenapa jawabannya segera kutemukan esok harinya. Seakan ada yang membaca pikiranku dan menuliskannya di setiap baris Alquran. Aku seakan menemukan diriku di tiap halaman Alquran…,” tukas Jeffrey lagi.
Bersyahadah di mushallah kampus
“Sekitar tahun 80-an belum banyak pelajar muslim yang studi di Universitas San Francisco. Waktu itu bisa jumpa dengan mahasiswa Islam sangat surprise,” aku Prof. Jeffrey.
Ada cerita menarik tatkala dia sedang menelusuri kampus, secara tak terduga aku menemukan sebuah ruangan kecil di lantai bawah sebuah gereja. “Rupanya ruang itu dipakai oleh beberapa mahasiswa Islam untuk shalat lima waktu,” lanjut dia lagi.
Kepalanya dipenuhi tanda tanya dan rasa ingin tahunya membuncah. Dia pun bersegera masuk ke tempat shalat tersebut. Waktu itu pas masuk waktu shalat zuhur dan dia pun diajak untuk ikut shalat oleh para mahasiswanya. Dia berdiri persis di belakang salah seorang mahasiswa dan mengikuti setiap gerakannya. Air matanya terlihat menetes.
“Kami berdiskusi tentang masalah agama. Aku utarakan semua bertanyaan yang selama ini tersimpan dalam kepalaku. Dan, sungguh luar biasa, aku benar-benar terkejut sekali dengan cara mereka menjelaskan. Masuk akal dan mudah dicerna. Ternyata jawabannya ada dalam ajaran Islam,” tutur dia. “Tahu tidak, setelah keluar dari mushallah itu, aku telah mengucapkan dua kalimah syahadah!,” tutur Prof Jeffrey.
Kenapa kita shalat, Ayah?
Prof Jeffrey secara rutin menunaikan shalat lima waktu dan merasakan ketentraman jiwa luar biasa. Shalat subuh, seperti diakuinya, adalah salah satu ritual yang sangat indah dalam Islam dan dia merasakan kesan mendalam dari shalat subuh.


Satu hari Jeffrey ditanya oleh Jameelah, anak perempuannya yang kala itu berumur delapan tahun, selepas dia shalat Zuhur. “Ayah, kenapa kita harus shalat?,” tanya anaknya polos.
“Aku terhenyak dengan pertanyaannya. Aku benar-benar tidak mengira seorang anak berumur delapan tahun akan bertanya seperti itu. Ingin kuceritakan padanya bagaimana kelebihan dan kenikmatan shalat. Tapi apa dia bisa mengerti? Akhirnya kujawab bahwa kita shalat karena itu perintah Allah,” tukas sang professor.
“Tapi ayah, apa yang bisa kita peroleh dengan shalat?,” tanya sang anak lagi masih penasaran.”Anakku, hal ini masih sulit untuk kamu pahami. Satu hari nanti, jika kamu sudah istiqamah dengan shalat lima waktu, ayah yakin kamu pasti akan dapatkan jawabannya,” pungkas Prof Jeffrey bijak.
“Apakah shalat bisa bikin kita bahagia ayah?.” lanjut Jameelah kecil.
“Sayangku, shalat adalah salah satu obat penenang jiwa. Sekali kita bersentuhan dengan kasih sayang Allah di dalam shalat, maka itulah kenikmatan yang luar biasa. Satu waktu, selepas lelah sehabis kerja, ayah merasakan semua rasa lelah itu hilang saat mengerjakan shalat,” imbuhnya lagi meyakinkan sang anak.
Itulah kisah sang profesor yang juga meraih karir bagus di bidang matematika. Dia mengaku sangat terinspirasi dengan matematika. “Matematika itu logis dan berisi fakta-fakta berupa data real untuk mendapatkan jawaban konkret,” tutur dia.
“Dengan cara seperti itulah aku bekerja. Adakalanya aku frustrasi ketika ingin mencari sesuatu tapi tidak mendapat jawaban yang konkret. Islam, bagiku, semuanya rasional, masuk akal dan mudah dicerna,” tukasnya.
Prof Jeffrey saat ini ditunjuk oleh fakultasnya sebagai pembina organisasi Asosiasi Mahasiswa Islam guna menjembatani para pelajar muslim dengan universitas. Tak hanya itu, dia bahkan ditunjuk untuk memberikan mata kuliah agama Islam oleh pihak rektorat.
Prof Jefrey menikah dengan seorang perempuan Arab Saudi bernama Raika tahun 1994. Mereka dikaruniai tiga buah hati yakni Jameelah, Sarah dan Fattin. Jeffrey juga penulis buku yang handal. Selain ratusan artikel ilmiah bidang matematika, dia juga telah menulis beberapa buku Islam yang menjadi rujukan komunitas muslim Amerika. “Even Angels ask; A Journey to Islam in America” adalah salah satu buku best sellernya. Dalam buku itu dia menulis kisah perjalanan spiritualnya hingga memeluk Islam.

13.33
Debat Islam Kristen
Nama saya Bisara Mahmud Sianturi, kelahiran Tapanuli Utara. Keluarga saya pemeluk Kristen yang taat. Ayah saya, Mangantar Sianturi, bekerja sebagai mandor di perkebunan kelapa sawit, Jambi. lbu saya, Delima Boruhombing, seorang ibu rumah tangga biasa. Saya sulung dari lima bersaudara, satu laid-laki dan tiga perempuan.
Masa kecil saya sangat kental dipengaruhi ajaran Kristen. Orang tua kami sangat keras dalam hal agama. Mereka selalu menyuruh saya agar rajin ke gereja. Ayah juga seorang pengurus gereja. Kakek saya sendiri, pendiri Gereja HKI (Huria Kristen Indonesia) pertama di Indonesia sebelum pecah menjadi HKBP (Huria Kristen Batak Protestan).
Sebagaimana anak-anak lain di kampung mayoritas Kristen, saya tak luput memperoleh pelajaran agama. Salah satu penanaman doktrin ajaran Kristen yang membekas hingga kini adalah, “Tak ada umat manusia yang layak sampai ke Tuhan di surga tanpa melalui Yesus.” Atau dengan kata lain, semua umat manusia adalah musuh Tuhan jika mereka tidak mengikuti ajaran Yesus. Saat itu, saya yakin benar dengan ajaran tersebut.
Perubahan mulai terjadi kira-kira tahun 1967, ketika ayah pensiun dan kemudian pindah ke Lubuk Pakam, Sumatra Utara. Di sini pula saya mulai mengenal Islam lewat teman-teman sekelas.
Menghadap Walikota Medan
Suatu hari, saya merasa sedih melihat anak-anak seusia saya yang tidak sekolah. Mereka sedikit sekali yang tamat SMP, sebagian benar hanya tamat SD. Mereka terpaksa putus sekolah karena membantu mencari nafkah orang tuanya. Banyak dari mereka yang bekerja di Pabrik Karet PT Asahan. Bahkan, salah satu tetangga saya sempat bercerita bahwa pekerjaannya sangat berat, namun upah yang diterimanya minim sekali. Katanya, banyak yang tidak kuat. Tetapi mereka tidak berdaya, karena didesak oleh kebutuhan hidup.
Tanpa pikir panjang, saya segera berangkat ke Medan untuk menghadap wali kota. Tetapi, niat saya itu tidak segera terwujud, karena ditolak ajudan dengan alasan wali kota berada di luar kota. Saya tidak putus asa. Pada hari lain, saya datang lagi dengan maksud yang sama. Tetapi, tetap tidak berhasil. Saya datang lagi, hingga lima kali berkunjung, dan keenam. kalinya saya diterima langsung oleh wali kota.
Di hadapan wali kota, saya ceritakan semuanya. Rupanya, wali kota sudah mengetahui itu. Dia berjanji akan segera membantu. Karena waktu itu, negara kita masih kacau setelah dilanda G30S/PKI, maka belum bisa dilaksanakan. Saya pun mengerti. Namun, setelah itu, wali kota menawarkan saya tinggal di rumahnya. Saya setuju, karena dengan mudah bisa bertemu dengannya.
Berdebat dan Masuk Islam
Sore itu, secara tak sengaja saya memperkenalkan ajaran Kristen pada anak wali kota. Tak lupa, saya ajarkan pula lagu-lagu gereja. Tetapi, misi saya itu diketahui oleh H. Nurdin (mertua wali kota). “Saya tertarik cucu saya kamu ajarkan lagu-lagu gereja dengan baik” kata H. Nurdin ketika itu.
Saya kaget, karena tak mengira ia mendengarkan. “Coba tunjukkan pada saya kebenaran ajaran Kristen melalui injil,” lanjutnya. “Kalau memang ada kebenaran, saya tak keberatan cucu saya kamu bawa ke gereja,” tantangnya.
H. Nurdin kemudian menunjuk segelas teh di atas meja, “Coba jawab, duluan mana air atau Tuhan?” katanya memancing. Saya menjawab enteng, “Jelas duluan Tuhan.”
“Kalau menurut ajaran kamu begitu, berarti kamu pembohong! Karena Tuhan kamu baru lahir belum ada dua ribu tahun lalu. Sedangkan air ini adanya sudah lama sekali. jadi, ajaran agama kamu itu bohong,” tegasnya.
Saya masih bisa mengelak dengan mengatakan bahwa yang dimaksud baru lahir belum ada dua ribu tahun adalah Tuhan Yesus. Tetapi, H. Nurdin menyangkal lagi, “Kalau Tuhan Anak belakangan dan Tuhan Bapak duluan, maka itu tidak mungkin, karena tuhan kamu adalah tiga yang tidak terpisah, seperti air, teh, dan gulanya, menjadi satu. Jadi, kalau tumpah, katakanlah setetes, maka semuanya ikut tumpah, baik airnya, tehnya, maupun gulanya. Tidak mungkin hanya tehnya saja, atau gulanya saja yang tumpah, sementara airya tetap di gelas,” jelasnya.
Mendengar uraian itu, hati kecil saya tak menolak. Selanjutnya dia menjelaskan lagi bahwa dalam Injil, Nabi Isa menyebutkan adanya seorang pengganti di masa datang sebagai pengganti Yesus. Saya akui itu. Tetapi, sepengetahuan saya, yang dimaksud pengganti di masa mendatang adalah Yesus. Sementara, di sekte lain, penggantinya adalah Elias. Lalu, sekte lain seperti Pantekosta menyatakan Roh Kudus.
Namun H. Nurdin mengatakan adalah Nabi Muhammad SAW,Saya tak bisa pungkiri, setelah kutemukan dalam Injil Yohanes ayat 23 yang berbunyi, “Berbahagialah kalian kalau Aku kembali kepada Bapa di surga, karena kalau Aku tidak kembali, maka pengganti-Ku tidak akan datang. Apabila Aku kembali, Aku akan menyuruh dia datang kepadamu untuk menegakkan hukum dan kebenaran. Ikutilah Dia, karena memang Dia berkata menurut perintah Bapa di surga.”
Kebenaran Kristen juga dipertanyakan H. Nurdin. Mengapa ajaran yang dibawa oleh satu orang utusan, tetapi tidak ada tata cara yang pasti dalam menyembah Tuhan. Artinya, yang membawa ajaran Kristen tidak memberi contoh yang pasti dan baku tentang bagaimana cara menyembah Tuhan yang sebenarnya. “Lihat cara ibadah khusus Katolik, mengapa lain dengan Protestan, Pantekosta, juga Advent? Padahal yang membawa ajaran satu orang,” tuturnya.
Lalu, ia membandingkan bahwa caranya shalat umat Islam di seluruh dunia itu sama. Ucapan-ucapan dalam shalat juga sama. Mendengar penjelasan itu, saya mulai ragu terhadap ajaran Kristen. Apalagi ketika H. Nurdin menjelaskan banyak ayat-ayat Injil yang tidak pernah diikuti oleh orang Kristen sendiri, seperti perintah sunat (khitan), haramnya memakan daging babi, dan kewajiban memakai kerudung bagi kaurn wanita, dan lain-lain.
Perintah yang dilanggar itu setelah datang Paulus yang menyuruh tidak bersunat. Katanya, Paulus sudah mendapatkan wahyu. Padahal, Paulus itu tak ada hubungannya dengan Yesus, terpaut kurang lebih 500 tahun.
Setelah mendapatkan keterangan yang begitu mendalam,
akhirnya, kebekuan hati saya mulai mencair Saya menerima kebenaran Islam. Alhamdulillah, sejak itu aku mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat, dan resmi menganut agama Islam.

13.29
Emma Clark Muslim
Mungkin dengan mudah kita banyak menjumpai para ahli arsitektur taman. Namun, tidak demikian dengan mereka yang mengkhususkan diri pada rancangan taman berkonsep Islam. Emma Clark merupakan salah satunya. Di tanah kelahirannya, Inggris, perempuan paruh baya ini memang dikenal luas sebagai seorang arsitek spesialis taman bernuansa Islam.
Emma adalah seorang muslimah Inggris yang memeluk agama Allah bukan dari jalur keturunan dan keluarga. Ia baru memeluk Islam tujuh tahun lalu, tepatnya pada pertengahan Februari 2004 silam. Emmas lahir dan tumbuh di tengah-tengah keluarga pemeluk Kristen Protestan yang terbilang taat.
Kabar mengenai kepindahan Emma menjadi seorang pemeluk Islam sempat menghiasi pemberitaan di berbagai media di Inggris. Maklum saja, karena keluarga besar Emma termasuk salah satu keluarga terpandang di negeri Ratu Elizabeth II ini. Kakek buyut Emma, Herbert Henry Asquith, pernah menjabat sebagai perdana menteri Inggris periode 1908 hingga 1916. Sang kakek buyut juga dikenal sebagai tokoh yang ikut melibatkan Inggris dalam Perang Dunia (PD) pertama.
Perihal keputusannya berpindah keyakinan, Emma enggan membagi kisahnya kepada media-media Inggris. “Kita semua adalah satu ras. Saya berharap fenomena ini bukan seperti musim yang segera berlalu,” ujarnya kepada harian Sunday Times menanggapi fenomena maraknya warga kalangan menengah ke atas di Inggris yang memeluk Islam beberapa tahun terakhir.
Harian Sunday Times menyebutkan bahwa Emma Clark termasuk salah satu arsitek taman yang ikut membantu membuat desain sebuah taman bernuansa Islam di kompleks rumah sekaligus peternakan milik putera mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles, yang terletak di Highgrove, kawasan Gloucestershire. Konsep taman tersebut ia beri nama “Carpet Garden”. Ia juga ikut merancang taman serupa di seputar tempat parkir sebuah masjid di Woking, Surrey.
Konsep taman ada dalam Al-Qur’an
Dalam merancang sebuah taman, Emma tidak pernah keluar dari konsep rancangan sebuah taman dalam ajaran Islam. Karenanya tak mengherankan jika ia banyak mengacu kepada gambaran konsep sebuah taman sebagaimana yang banyak diterangkan di dalam kitab suci Alquran.
Emma bahkan telah menulis buku mengenai konsep taman Islam. Dalam bukunya yang diberi judul The Art of The Islamic Garden ini Emma secara khusus mengulas bagaimana Alquran tidak hanya mengajarkan kepada umat Islam mengenai masalah ibadah, tetapi juga mengajarkan banyak hal. Salah satunya adalah mengenai konsep penataan sebuah taman.
”Islam mengajarkan bahwa semua kebun atau pun taman yang ada di muka bumi ini hendaknya dibuat berdasarkan konsep taman dan kebun di surga seperti yang digambarkan dalam Alquran,” papar Emma.
Ketertarikan Emma terhadap penataan taman sesuai dengan konsep Alquran berawal dari fenomena peningkatan suhu global yang mulai melanda kawasan Eropa Utara. Peningkatan suhu global melanda kawasan Eropa Utara ini telah mengusik rasa kepedulian Emma sebagai seorang arsitek taman untuk mendesain sebuah taman yang dapat mengurangi dampak pemanasan global.
Berawal dari situlah Emma kemudian melakukan sejumlah penelitian. Dari berbagai penelitian yang dilakukannya Emma menemukan fakta bahwa konsep taman yang dikembangkan oleh para arsitektur muslim di masa kekhalifahan Islam ternyata sangat ramah lingkungan dan bisa menjadi solusi untuk mengatasi peningkatan suhu global yang mulai melanda sejumlah tempat di muka bumi.
Hasil penelitiannya ini kemudian ia tuangkan dalam sejumlah konsep taman di Inggris. Konsep taman Islam yang ditawarkan oleh Emma ini pun banyak diminati di negara-negara di luar Inggris. Dan, sejak saat itu namanya dikenal luas sebagai arsitek spesialis taman Islam.
Berdasarkan konsep Islam, terang Emma, pohon-pohon yang ada di dalam taman hendaknya ditanam secara selang- seling antara pohon cemara dan pohon buah-buahan. Untuk pohon buah, ia merekomendasikan pohon almond, cherry, apel, pear atau pohon plum. Namun, jenis pohon buah yang akan ditanam, menurut Emma, bisa saja disesuaikan dengan iklim daerah setempat. Misalnya, di Inggris, bisa saja jenis pohon buah yang ditanam adalah buah murbei.
Dalam Alquran, ungkap Emma, ada empat jenis pohon yang banyak disebut, yakni ara, zaitun, delima dan kurma. Dalam konsep taman yang dibuatnya di kediaman pribadi Pangeran Charles di Highgrove, Gloucestershire, Emma menggunakan tiga dari empat jenis pohon yang banyak disebut dalam Alquran ini. Untuk taman di kediaman Pangeran Charles, ia menggunakan pohon ara, zaitun dan delima. ”Kalau kurma saya anggap tidak cocok untuk di tanam di lokasi ini.”
Dalam bukunya, Emma juga memaparkan bahwa konsep taman dalam Islam hendaknya memiliki elemen air di dalam taman, berupa kran-kran air yang dalam konsep Islam berfungsi sarana untuk berwudhu atau bersuci. Selain itu juga terdapat kran air khusus yang berfungsi sebagai focalpoint pada taman utama, yang dapat memancarkan air sewaktu-waktu. n dia
Keberadaan sebuah taman dalam Islam juga menjadi suatu simbol bagi keterbukaan, dimana taman berfungsi sebagai open space (ruang terbuka). Karenanya penanaman vegetasi pada burffer area (ruang penyangga) menggunakan tanaman yang bersifat tembus pandang (tidak terlalu rapat).

13.27

Benar kata orang, Islam benar-benar indah dan agama yang sangat mulia.
Walaupun selama ini cap buruk telah diberikan kepada Islam dan umat Islam pada umumnya, namun buktinya ia berhasil mendapatkan pengikutnya dan berkembang selama hampir 15 abad. Islam, dalam beberapa kata singkat, adalah hidupku. Dan Allah adalah sebuah kekuatan dalam hidupku. Tanpa Allah, saya bukanlah apa-apa.
Ketika saya duduk untuk menulis pengantar ini, saya tidak bermaksud untuk mengirim seluruh kisah kembalinya saya dalam pelukan Islam. Semakin saya berpikir tentang hal ini, semakin saya menyadari bahwa ini adalah tempat yang tepat untuk cerita.
Aku dibaptis saat lahir saat masih kecil, saat pra-sekolah di Detroit, Michigan. Semenjak itu, gereja selalu menjadi bagian dari anak usia dini di Detroit, walaupun keluarga saya tidak pergi setiap minggu. Tapi ketika orangtuaku pindah ke North Carolina, mereka sudah mulai rajin ke gereja.
Saya harus selalu pergi ke sekolah Katolik. Karenanya, dari kelas saya mengenal pertama kali kehidupan Yesus, Bunda Maria, para Rasul, Alkitab, dan Sakramen. Saya pertama kali mendapat “first holy communion” pada usia 7 tahun.
Pada September 1995, lokal sekelompok orang Katolik Ortodoks dari Libanon (Melkite Byzantine Catholic) mengadakan liturgi di gereja kami. Saya pergi dengan ibu saya, dan saya jatuh cinta. Hal paling indah saya pernah melihat, saya dengar, dan saya rasakan. Liturgi tradisional, yang dinyanyikan dalam bahasa Inggris, Arab, dan Yunani. Dengan lilin, ikon, dan banyak kemenyan.
Ketika teman-teman saya baru belajar tentang gereja, mereka tidak pernah mencela saya, namun mereka tidak memahami mengapa saya menyukai Katolik Melkite Byzantine. Beberapa orang menyatakan bahwa saya melakukan untuk mencari perhatian. Tapi bagi saya, saya telah melakukan sesuatu yang sedikit lebih mengejutkan dan luar biasa!
Konflik Serius
Saya terus pergi ke gereja Melkite setiap hari minggu sampai pertengahan Maret tahun 1996. Namun suatu hari, tepatnya 40 hari sebelum Paskah, saya mempunyai pertengkaran serius pertama saya dengan agama Keristen. Sesungguhnya saya kurang yakin apa yang sedangb terjadi. Tetapi tiba-tiba, saya berhenti percaya pada agama Kristen.
Untuk beberapa alasan, sesaat saya merasa Judaisme adalah satu-satunya agama monotheistic yang paling baik yang saya tahu. Dan akhirnya Aku pergi pada hari Sabat di sinagog Yahudi dengan teman orangtua saya. Saya selalu tertarik budaya Yahudi, tapi saya tidak tahu banyak tentang agama Yahudi.
Saya mulai menghadiri layanan Sabat pada hari Minggu pagi. Walaupun saya telah cukup baik diterima oleh orang-orang Yahudi di kota, saya juga banyak mendapat kritikan dari teman saya. Sekali lagi, saya dituduh mencoba untuk mendapatkan perhatian, yang berusaha untuk menjadi berbeda.
Apapun perkataan orang, saya perlahan mulai mengadopsi Judaisme dan Yahudi mengikuti praktek-praktek budaya dan agama mereka. Saya juga mulai belajar untuk bahasa Ibrani tiap Sabat di hari Sabtu.
Pada saat saya mulai sekolah menengah pada tahun 1996, orang-orang memanggil saya “The kid who thinks he’s Yahudi.“[anak yang berpikir dia Yahudi]. Saya bahkan berencana pindah ke Israel. Tapi sedikit yang saya tahu, bahwa “kemesrahan” ku dengan Yahudi supanya akan segera berakhir.
Suatu hari, saat Thanksgiving, saya sedang duduk di rumah menghadap Internet, untuk mencari satu dua situs yang menarik. Mulailah saya mencari majalah melalui Internet. Terkejutlah saya ketika menangkap sebuah situs Ibrahim Shafi’s Islam Page. Saya berhadapan dengan sebuah situs Islam.
Apa yang saya pahami tentang Islam? Tak banyak. Namun saya mempunyai teman di sekolah seorang Muslim, ibu saya bekerja dengan orang Muslim. Namun, pengetahuan tentang Islam itu sangatlah terbatas. Sebagian besar apa yang saya tahu berasal dari buku. Yang membuat saya mengkerut ketika menyebut Islam perlakuan perempuan dengan sangat mulia.
Rupanya, saya mulai mempelajari Islam melalui web. Saya segera “ngerumpi” di room chat di sebuah channel IRC (Internet Relay Chat) guna mencari teman Muslim sebanyak-banyaknya. Dari sanalah, saya mulai syahadat dan menyatakan diri memeluik Islam.
Kehidupan saya merasa baik, tetapi saya tetap tidak merasa bahwa saya adalah bagian dari umat Islam. Persoalannya, karena saya tidak menyatakan syahadat di depan saksi.
Nah, kesempatan untuk menjadi seorang Muslim di hadapan umat Islam lainnya datang selama perjalanan ke Chicago. Saudara perempuan saya pergi ke Universitas Chicago dan saya menyadari bahwa ada MSA (Muslim Student Association) di sana. Akhirnya, melalui MSA aku resmi menyatakan besaksi kepada Allah dan Rasul Allah memeluk Islam.
Sekarang, nama baruku berganti menjadi Tariq Ali. Namun, kadang, sehari-hari tetap dipanggil Tommy.
Meski telah memekuk Islam, masih banyak orang masih meledekku akibat agama masa laluku. “Apa agama Anda minggu ini, Tommy?”. Dan biasanya, saya jelaskan, “Saya telah Muslim.” Dan jika mereka tertarik dan bekepentingan, saya jelaskan lebih jauh agama saya yang sangat hebat ini.

13.23

Monica Granath
Persinggungan Iman Monica Granath dengan Islam, dimulai sejak masa kanak-kanak. Tepatnya, setelah ia menyukai dongeng-dongeng Timur Tengah, termasuk kisah Aladin.
“Saya selalu tertarik pada budaya yang berbeda, Saya suka bepergian dan suka belajar bahasa. Ketika saya masih kecil, saya gemar berdandan sebagai putri Arab seperti di kisah-kisah Aladin,” katanya.
Menginjak remaja, ia menyadari tak semua Arab adalah Muslim. Ia bersekolah dengan beberapa orang Arab Kristen, yang semuanya begitu bangga mengenakan kalung salib besar di lehernya. Ia tersadar, keimanan bukan soal keturunan. Keyakinan adalah soal hati.
Granath kemudian belajar bahasa Arab di Universitas Stockholm. Di kampus ini, keyakinannya akan Islam semakin terpupuk. Di usia 20 tahun, ia memutuskan menjadi muallaf.
Granath kemudian memutuskan menikah dengan seorang Muslim Palestina dari Gaza. Pasangan itu hidup di antara dua kota dan dia membuat blog tentang pengalaman mereka, baik dan buruk. Blog-nya menjadi terkenal di Timur Tengah.
“Kami punya banyak perbedaan, menikah dengan seorang pria lain budaya membutuhkan banyak penyesuaian. Tentu saja kami berbagi beberapa ide umum tetapi apa yang ia nilai dan suka kadang-kadang sangat berbeda dari penulaian masing-masing,” katanya.
Granath memakai jilbab sekarang. Meskipun penelitian terbaru dari Uppsala University yang menyatakan bahwa 50 persen publik Swedia ingin untuk melarang jilbab di sekolah dan tempat kerja, dia tidak merasa didiskriminasikan.
Walau kadang, katanya, orangkerap menilainya berdasarkan di atas pilihannya berpakaian. “Kadang-kadang aku merasa orang mengira aku tidak pintar hanya karena mereka melihat cara saya berpakaian,” katanya.
Bagi sebagaian orang, katanya, pilihan busananya merupakan bentuk kemunduran. “Tapi bagi saya itu merupakan pilihan gaya hidup sehat dan lebih spiritual, dengan kesadaran diri dan lingkungan. Saya memiliki pekerjaan sejak awal saya menjadi muallaf, tak masalah,” katanya.
Ia bersyukur, mempunyai keluarga dan teman-teman yang berpikiran terbuka. “Mereka mungkin berpikir saya sedikit aneh tapi mereka masih memperlakukan saya seperti yang mereka lakukan sebelumnya. Saya pikir itu juga karena saya sendiri memiliki kepribadian yang liberal dan berpikiran terbuka, saya telah membuat banyak kompromi ketika mengunjungi keluarga saya,” ujarnya.
Ia mencontohkan fkelsibilitas yang dimaksudnya. Ia memang kerap menahan diri untuk tidak berjabat tangan dengan lawan jenis. “Tetapi dalam keluarga saya, saya memeluk mereka, karena itu adalah bagaimana kita melakukannya di sini. Tapi saya tidak merayakan Natal lagi. Itu yang membuat mereka sangat sedih.”
Ketika ditanya apakah ia pernah merasa ingin menyerah ketika menjadi seorang Muslim, ia menjawabnya dengan lelucon, Saya menyerah ketika melihat orang-orang yang good looking.”
Ia menjadi satu dari sekitar 5 ribu muallaf Swedia. Bersama Helena Benauoda, pimpinan organisasi Muslim Swedia, ia pernah dijuluki sebagai “wanita yang melawan arus”; disaat semua bergegas menjadi liberal dan sekuler, keduanya malah memilih Islam.
Secara keseluruhan, populasi Swedia berjumlah 9 juta, 300 ribu hingga 400 ribunya beragama Islam.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget