Latest Post

13.16

AFP/BARTOSZ SIEDLIK
Timnas Belanda sedang berlatih di Stadion Reymana, Krakow, Polandia, dalam persiapannya menghadapi Jerman di pertandingan Grup B Piala Eropa 2012, Kamis (14/6/2012).

Ketika sudah menjadi bisnis global, bola memang tidak seintens dulu mengungkapkan naluri-naluri persaingan primordial, ketegangan kultural dan historis, yang berada di luar bola tetapi selalu melekat pada bola. Namun begitu Belanda bertemu Jerman, naluri-naluri itu spontan menyerbu bola.

Lebih-lebih bagi pemain Belanda, betapa pun mereka berusaha untuk bermain seprofesional mungkin, kepala mereka tetap disergap pelbagai beban masa lalu di luar bola, seperti agresi dan kekejaman Nazi yang membuat mereka menderita. Perasaan minder terhadap Jerman sebagai negara tetangga yang mereka anggap arogan. Dan tentu saja, rasa jengkel yang tak pernah hilang ketika di final Piala Dunia 1974 Jerman jadi juara, sementara dengan total football-nya yang fantastis, mereka hanya jadi runner-up.

Kebencian terpendam itu terungkap misalnya dalam ulah kiper Belanda, Hans van Breukelen, ketika berhadapan dengan Jerman di perdelapan final Piala Dunia 1990. Ia mengumpat dan menuding Rudi Voeller. Karena kelakuannya itu, Van Breukelen dicap sebagai ”pembenci Jerman”. Belakangan ia mengakui kesalahannya terang- terangan. ”Seperti Rudi, kami pun ingin menang, dan itu kami kerjakan dengan segala cara. Ketika saya lihat kembali ulah saya di televisi, saya sungguh malu, dan itu saya sesali sampai sekarang,” kata Van Breukelen.

Memang Belanda lawan Jerman selalu menegangkan, juga dalam pertandingan malam nanti. Jerman waswas. Namun lebih dari Jerman, Belanda sungguh cemas. Maklum, di luar dugaan, mereka diempaskan Denmark 0-1 kendati mereka menggedor Denmark habis-habisan. Mereka sendiri seakan tak tahu, mengapa bisa kalah.

”Saya seperti mendarat dalam sebuah film yang buruk. Berulang kali kami mendapat peluang emas, toh kami tidak menang,” kata Arjen Robben. Robben gagal dan dituduh ”membawa nasib sial Bayern ke tim Belanda”. Maklum, sampai ke Piala Eropa 2012, Robben belum terlepas dari trauma kegagalan mengeksekusi penalti, hingga akhirnya Bayern kalah di final Liga Champions melawan Chelsea tahun ini.

Malam itu Belanda kelihatan bermain lebih baik daripada Denmark, tetapi kalah. ”Saya lebih suka menang walau bermain jelek,” kata Van Bommel jengkel.

Frustrasi dan kejengkelan di atas justru mengungkapkan problem dasariah yang selalu menyertai Belanda selama ini. Belanda mempunyai pemain-pemain hebat yang dapat melakukan segala-galanya, tetapi lebih- lebih dalam menyerang, mereka selalu sulit untuk menyatu. Maka benarlah tuduhan, pemain Belanda tak bisa melepaskan diri dari egoismenya, justru karena saking hebatnya mereka.

Di Bayern Muenchen, Robben juga dikenal egois dalam bermain. Dalam Piala Eropa kali ini, ia coba melepaskan diri dari hantu egoismenya. Ketika ia berada pada posisi yang amat tepat, dan seharusnya menceploskan sendiri bola ke gawang Denmark, ia malah mengumpankannya kepada Wesley Sneijder. Gagallah Belanda mencetak gol. ”Itu karena kepala saya dihinggapi tuduhan egoisme dan saya berusaha untuk bebas darinya,” kata Robben.

Ketika terus gagal, dan frustrasi makin memuncak, pemain Belanda makin terbekap egoisme mereka. Robin van Persie, Ibrahim Affellay, Sneijder, bahkan Van Bommel dan Robben berusaha menembakkan sendiri-sendiri bola ke gawang lawan tanpa berpikir bahwa rekannya mungkin lebih berpeluang untuk mencetak gol.

Kalau kekurangan tadi bisa dikalahkan, Belanda mungkin akan menang. ”Jerman mempunyai pemain-pemain hebat. Namun, jika dilihat melulu dari kualitas individual, kami lebih baik. Ya, tetapi bola adalah permainan kolektif. Jika kami dapat bermain kolektif malam ini, kami yakin dapat mengalahkan mereka,” kata Robben, pemain yang paling ditakuti oleh kapten Jerman, Phillips Lahm.

Pelatih Jerman Joachim Loew sendiri lebih senang bila Belanda tidak dikalahkan Denmark. ”Saya lebih suka Belanda dan Denmark bermain seri. Belanda adalah tim kuat dan mereka harus menang atas kami. Bagi mereka, sekarang adalah semuanya atau tidak sama sekali. Itu tentu tantangan yang berat buat kami,” kata Loew.

Loew patut waswas. Sebab, ketika menang 1-0 atas Portugal, anak-anaknya belum memperlihatkan kehebatan seperti yang didengung-dengungkan.

”Dalam bola hanya adanya tiang gawang saja yang tidak pernah kami perhitungkan,” begitu tulis harian A Bola di Portugal. Jelas, komentar itu meratapi nasib sial Portugal ketika tendangan Pepe dan Nani membentur gawang Jerman.

Jerman diuntungkan oleh nasib. Dan Belanda dirugikan oleh nasib pula. Jika itu memang benar, nanti malam, keduanya harus membuktikan bahwa nasib tidak boleh lagi menjadi penentu dalam bola. Mereka harus menunjukkan bahwa bola bisa mengatasi nasib.

13.09
Kompas.com/M.Agus Fauzul Hakim Mustakim dan Adi Kristanto, dua pelaku perampokan saat ekspose kasus di Mapolsek Pesantren, Resor Kediri Kota, Jawa Timur, Rabu (13/6/2012). 


KEDIRI,Kepolisian Sektor Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur mengamankan empat pelaku perampokan dengan modus menggunakan perempuan sebagai umpan terhadap korbannya, Selasa kemarin. Selain perampokan, pelaku juga terlibat kejahatan lain di beberapa tempat.

Para tersangka yang diamankan adalah Adi Kristanto (20), Mustakim (22), serta dua pelaku perempuan masing-masing adalah Luki Meri Hartanti (19), serta Ani Prasetyo (42).  Para tersangka berasal dari Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Selain empat tersangka, masih ada tiga pelaku lain yang kini masih dalam pengejaran polisi.

Kepala Seksi Humas Polsek Pesantren, Aiptu Supeni mengatakan, kasus perampokan bermula saat Ay (54), korban, pada Minggu (25/12/2011) tengah malam diundang kencan oleh Luki Meri Hartanti di lapangan desa setempat. Di lokasi itu ternyata tengah menunggu beberapa tersangka lain. "Para pelaku mengambil uang sebesar Rp.1.75 juta yang disimpan didalam dompet, serta telepon genggam merek Nokia," kata Supeni, Rabu (13/6/2012).

Tersangka Adi Kristanto mengakui perbuatannya didasari kekecewaan karena korban dianggap telah merebut teman wanita dari Ari Kurniawan, kakak sekaligus tersangka yang kini masih DPO. "Awalnya spontanitas saja, karena dia (korban) telah merebut pacar kakak saya. Waktu itu memang ada yang ambil uangnya lalu dibagi rata," kata pemuda yang berprofesi sebagai kenek ini.

Selain perampokan, Aiptu Supeni menguraikan, mayoritas pelaku juga terlibat kejahatan yang sama di dua lokasi berbeda. Sasarannya adalah muda-mudi yang tengah berkencan hingga larut malam. "Juga ada dua TKP lainnya. Selain menganiaya korbannya, pelaku juga mengambil helm, telepon genggam, serta uang tunai Rp.400 ribu," imbuh Supeni.

Petugas mengamankan barang bukti berupa sebuah telepon genggam, dua motor yang digunakan beraksi serta sebuah jaket milik korban. Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Perampokan dengan ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara.

Sementara Jenia Kusuma (16), salah satu korban menuturkan, ia didatangi tiga pelaku saat menikmati akhir pekan dengan teman prianya di lapangan Banaran pada Minggu (10/6/2012), malam. Saat itu pelaku menganiaya teman prianya, merampas telepon genggam serta berupaya menjebaknya dengan meletakkan narkoba jenis dobel l di dalam jok motornya. "Hape saya simpan di jaket, mereka ambil paksa hingga jaket saya robek," tutur Jenia. 
KOMPAS.com



AFP PHOTO/ SHAH Marai
Ilustrasi: Bangkai mobil bom teronggok di depan Green Village, kompleks permukiman warga asing di Kabul, Afganistan, Rabu (2/5/2012).



Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rabu (13/6/2012) ini, di Kabul, Afganistan, menyatakan, 1.756 anak tewas atau terluka dalam perang Afganistan pada tahun 2011. Dengan jumlah itu, berarti setiap hari rata-rata lima anak tewas atau terluka.
Jumlah korban anak-anak itu lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2010, yaitu 1.396 anak. Namun, jumlah korban yang dilaporkan hanya kurang dari 300 anak.
"Kematian anak sebagai korban perang adalah sebuah tragedi. Hal itu sangat tidak dapat dibenarkan dan diterima," kata Wakil Utusan Badan PBB untuk Anak-anak Unicef di Afganistan Vidhya Ganesh.
"Semua pihak yang terlibat perang harus berupaya agar anak-anak dilindungi dan hak-hak mereka dijamin," lanjutnya.
Pada Februari 2012, polisi Afganistan membebaskan 41 anak, beberapa masih berusia enam tahun. Mereka diselundupkan ke Pakistan untuk dilatih sebagai pelaku bom bunuh diri.
Awal bulan ini, otoritas Afganistan memberitahukan telah menangkap dua anak usia 10 tahun. Anak-anak itu diduga sebagai pelaku bom bunuh diri yang berencana menyerang pasukan Afganistan dan NATO.
Selama perang, ribuan anak di Afganistan berada dalam kemiskinan, berkeliaran dan bekerja di jalanan, serta menjadi korban pelecehan seksual.

13.03

JAKARTA, Kasus kekerasan yang mengatasnamakan agama di Pandeglang, Banten, dan Temanggung, Jawa Tengah, dinilai sangat memprihatinkan, termasuk oleh vokalis kelompok musik Boomerang, Roy Jeconiah (42). Ia berpendapat, pemerintah kurang tanggap. ”Indonesia merupakan negara hukum sehingga semua warga negara seharusnya tidak main hakim sendiri,” katanya.
Jangan sampai terulang lagi karena keragaman itu indah. Sekarang pemerintah harus mengusut tuntas kasus-kasus yang demikian
-- Roy Jeconiah
Suami Precillya Grace ini berharap keragaman tidak lagi menjadi ajang permusuhan. Sebaliknya, perbedaan menjadi wacana diskusi yang menyenangkan dan positif. ”Jangan sampai terulang lagi karena keragaman itu indah. Sekarang pemerintah harus mengusut tuntas kasus-kasus yang demikian,” ujarnya.
Ayahanda Jozche Immanuel ini pun menyayangkan jatuhnya korban jiwa. Bagi Roy, seluruh rakyat Indonesia berkewajiban meneruskan semangat Sumpah Pemuda yang tercetus pada 28 Oktober 1928 demi kelangsungan bangsa.
Di sela-sela kesibukan bersama Boomerang, Roy mengunjungi beberapa rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (LP). Bersama lima mantan warga binaan Rutan Kelas I Kebon Waru, Bandung, Jawa Barat, misalnya, Roy membawakan lagu-lagunya di Rutan Cipinang dan Rutan Salemba, Jakarta.
Rencananya, pada 16 Februari 2011 mereka menggelar pentas kecil-kecilan di salah satu LP di Lampung kemudian pada 24 Februari 2011 di LP Tangerang. (BEE)
Sumber :Kompas Cetak
 

12.57

JAKARTA, Aksi panggung Boomerang sangat enerjik saat tampil membuka hari kedua festival musik rock Java Rockin' Land 2010, di Pantai Karnaval, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (9/10/2010) malam.
Band asal Surabaya dengan formasi Roy Jeconiah (vokal), Andry Franzy (gitar), Hubert Henry (bas), dan Farid Martin (drum) ini mengehntak dengan istorsi gitar, dipadu dengan harmoni bas dan drum, untuk membuka konser dengan lagu "Tragedi". Sang vokalis, Roy, pun menyambarnya dengan menyanyi penuh semangat.
Keempat pria berambut panjang itu menyuguhkan musik penuh distorsi dan cadas, ya itulah Boomerang. Roy memainkan harmonika sebagai intro lagu "Generasiku". Seketika para Boomers (penggemar Boomerang) ikut berjingkrak dan bernyanyi.
Setelah itu, Roy terus berinteraksi dengan para penonton setiap lagu usai disuguhkan. "Kami akan memainkan lagu saat kami masih memakai nama band Los Angels sebelum resmi menjadi nama Boomerang," terang Roy mendahului intro lagu "No More".
Masih bernostalgia dengan tahun-tahun kejayaan Boomerang, lagu "O Ya" tak ketinggalan disuguhkan untuk mengobati kerinduan Boomers yang sudah lama tidak menyaksikan pertunjukan band kesayangan mereka. "Kisah" dan "Bawalah Aku", dua lagu lama lainnya, juga diperdengarkan.
Setelah puas bernostalgia, Roy cs memainkan "Suara Jalanan" dan "Superior Syndrome", lagu-lagu dari album terakhir mereka, yang dirilis tahun lalu, Suara Jalanan. Di penghujung konser, ada "Pelangi", yang berasal dari album Gadis Extravaganza .

12.54
Roy Jeconiah

 John Paul Ivan

JAKARTA, Setelah kira-kira dua tahun tak lagi menjadi vokalis band rock Boomerang, Roy Jeconiah membentuk RI 1 bersama sang gitaris, John Paul Ivan, yang sudah sejak 2005 keluar dari grup asal Surabaya tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Roy dalam jumpa pers JIEXPO Jakarta Fair 2012, yang diadakan pada Selasa (5/6/2012).
"RI 1 ini proyek serius saya dan Ivan. Sekarang sedang dalam proses menggodok album pertama," ujar Roy.
Nama RI 1 merupakan bentuk ringkas dari Roy Ivan Bersatu.

Roy mengaku sulit untuk melepas image Boomerang yang telanjur melekat pada dirinya. "Separuh umurku bersama Boomerang, jadi itu bukan suatu hal yang mudah untuk melepaskan image tersebut. Kalau dulu, saya punya cita-cita mulia, pengin nge-band dengan orang yang sama, dengan formasi tetap. Ya, tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok," ucapnya.

Sebelum membentuk RI 1, Roy membuat proyek solo bernama Jecovox. Proyek itu telah menghasilkan satu single andalan, "Nyanyian Para Pemberani". "Sekarang Jecovox berhenti dulu, lebih fokus ke RI 1," lanjut Roy.

RI 1 juga sudah memiliki basis penggemar sendiri, bernama Milisi RI 1. Roy melanjutkan, Milisi RI 1 selalu mendukung karya mereka dan mengharapkan mereka tetap eksis dalam industri musik Indonesia.

Roy, seperti juga Ivan, memutuskan untuk meninggalkan Boomerang karena merasa sudah tidak sepaham lagi dengan para personel lainnya dalam bermusik. Roy menerangkan pula, untuk sementara waktu Boomerang--yang kini hanya dihuni oleh Hubert Henry Limahelu (bas dan vokal) dan Faried Martin Badjeber (drum)--berhenti bermusik dulu.

12.47

JAKARTA, Untuk penampilannya di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Kamis (26/1/2012) malam, dalam rangka promosi album solo barunya, Dawai in Paradise, gitaris I Dewa Gede Budjana (48) merangkul pemusik-pemusik yang sudah biasa bekerja bareng dengannya--Sandy Winarta (drum), Shadu Rasjidi (bas), Irsa Destiwi (piano), Saat Syah (suling), dan Jalu Pratidina (perkusi).
"Masih bersama orang-orang yang biasa bekerja sama dengan saya, ada Saat, Irsa, bahkan Shadu, yang ada di setiap album solo saya," kata Budjana, yang juga personel GIGI dan Trisum, dalam perbincangannya dengan Kompas.com di BBJ.
Dengan wajah-wajah lama dalam perjalanan bermusiknya itu, Budjana mengaku bisa kian melebur. "Semakin terbentuk, karena kami sudah sering main (bareng)," kata Budjana lagi.
Album Dawai in Paradise berisi 11 lagu. Delapan lagu berasal dari empat album Budjana yang sebelumnya, yaitu Nusa Damai (1997), Gitarku (2000), Samsara (2003), dan Home (2005). Lagu-lagu lama itu diaransemen ulang dan direkam kembali oleh Budjana. Ia melibatkan sebagian besar pemusik yang ambil bagian dalam rekaman versi terdahulu lagu-lagu lama itu. Sebut saja, Indra Lesmana (keyboard), Bintang Indrianto (bas), dan Peter Erskin (drummer dari AS). "Masih nyambung, dari setiap album lama dimainkan lagi dua lagu. Di album itu (Dawai in Paradise) ada tahunnya, jadi ketahuan periodenya," jelas Budjana, yang juga merupakan pencipta lagu, aranjer, produser musik, hingga produser eksekutif untuk Dawai in Paradise.
Selain itu, ada tiga lagu baru, yaitu "Dawaiku" (dicipta pada 2009). "Gangga" (2010), dan "Masa Kecil" (2011). Sophia Latjuba ambil bagian untuk suara latar dalam "Gangga", sedangkan Deva dan Dawai--dua putra Budjana dan Putu Borrawati, istrinya--ikut memberi voice dalam lagu "Masa Kecil".
Dawai in Paradise memang merupakan album instrumental, yang jumlah pendengarnya tidak sebanyak jumlah pendengar album pop bervokal. Tapi, Budjana juga memilih lagu yang paling mudah menarik minat calon pembeli albumnya itu sebagai lagu pertama dalam albumnya tersebut, seperti umum dilakukan oleh artis musik dengan album bervokal. "Musik instrumental itu kan segmented, mainnya juga jarang. Tapi, saya memasukkan 'Gangga', yang saya cipta saat jalan-jalan di sana (Gangga, India), sebagai track pertamanya," ujarnya.

12.45

JAKARTA,Gitaris Dewa Budjana (48) kembali merekam album bersama drumer dan komposer asal Amerika Serikat, Peter Erskine, di Los Angeles, AS. Sebelumnya, dua album milik Budjana, berjudul Samsara (2003) dan Home (2006), juga digarap bersama Erskine.
”Album keenam yang berjudul Journey ini belum tahu kapan akan beredar. Niatnya memang hanya rekaman dan berkarya terlebih dahulu,” kata Budjana yang berada selama sepekan di LA.
Budjana menceritakan, rekaman kali ini dilakukan di Fire House Recording Studios di Pasadena. ”Dua album sebelumnya dikerjakan di studio di rumah Peter, dengan format trio (bass dan drum), tetapi yang sekarang direkam dengan format combo di studio profesional,” katanya.
Selain dengan Erskine, Budjana juga dibantu oleh Bob Mintzer, Larry Goldings, dan Jimmy Johnson. Ia pun merasa sangat puas bisa merekam tujuh lagu di LA. Padahal, rencana rekaman ini hampir gagal.
”Saya mendekati Peter sejak setahun lalu dan gagal rekaman karena enggak ada modal dan sempat mencari sponsor. Akhirnya, tahun ini saya tetap nekat pesan tiket dan konfirmasi ke dia,” ujarnya.
Bisa rekaman bersama musisi jazz kelas satu dunia tentunya sangat membanggakan Budjana. ”Seru sekali. Mereka mendengarkan satu per satu secara detail. Kadang-kadang saya merasa oke, tetapi mereka enggak puas dan minta diulang,” katanya. (SIE)
 
Sumber :
Kompas Cetak

23.26
Pasukan keamanan Myanmar berpatroli di negara bagian Rakhine, menyusul berlanjutnya kekerasan yang terjadi atas Muslim Myanmar oleh penduduk mayoritas Budha di daerah itu.
Dilansir oleh Al Jazeera, pasukan pemerintah, Senin (11/6/2012) terlihat mengumpulka mayat-mayat dari puing-puing rumah yang hangus terbakar pada akhir pekan. Sementara penduduk yang ketakutan berlindung di rumah-rumah mereka.
Polisi di ibukota Sittwe, mengumpulkan empat mayat, salah satunya perempuan yang diduga dari etnis Rakhine yang mengampung di sungai. Tiga orang lainnya terbungkus selimut, namun tidak diketahui identitasnya.
Polisi mengevakuasi dua keluarga Muslim dari kawasan yang sama, karena rumah mereka berada di antara rumah-rumah penduduk Rakhine yang didominasi warga Budha. Daerah itu merupakan tempat tinggal kelompok minoritas Muslim yang dikenal sebagai orang Rohingya.
Sementara itu, penduduk Muslim yang banyak terdapat di kota Maungdaw, mengungsi ke pos-pos polisi terdekat, seiring dengan pemberlakuan jam malam di daerah itu.
Seorang jurufoto Associated Press di Sittwe mengaku melihat banyak rumah terbakar di distrik Mi Zan.
Toko-toko, sekolah dan bank, serta pasar besar Sittwe tutup. Sejumlah orang Rakhine terlihat berdiri di depan rumah-rumah mereka dengan membawa pedang buatan sendiri, atau mengendarai sepeda motor.
“Kami belum tidur selama lima hari,” kata Ma Ohn May, penduduk Sittwe pemilik toko kain berusia 42 tahun.
Tentara ikut diterjunkan di kota Maungdaw dan Buthidaung untuk membantu polisi.
PBB Ikut Mengungsi
Aksi pembakaran rumah dan kekerasan yang berlangsung sejak hari Jumat lalu sedikitnya sudah mengambil nyawa tujuh orang dan menghanguskan ratusan rumah.
Ketegangan itu merupakan lanjutan dari peristiwa pembantaian 10 warga Muslim Myanmar oleh warga Budha di Rakhine.
Pada hari Ahad pagi ( 3/6/2012), Persatuan Patriotik Rakhine membagikan selebaran di kota Taunggup, yang berisi berisi foto wanita Budha bernama Ma Thida Htwe dan cerita tentang pemerkosaan yang dialaminya tanggal 28 Mei lalu Dalam selebaran itu mereka menuduh warga Muslim sebagai pelaku pemerkosaan dan pembunhan atas wanita tersebut.lapor koran The New Light of Myanmar (5/6/2012). Taunggup adalah sebuah kota pinggiran pantai di negara bagian Rakhine, sekitar 200 kilometer arah barat Yangon.
Disulut oleh selebaran itu, sekelompok massa terdiri dari sekitar 300 orang menyerang sebuah bis yang mengangkut penumpang Muslim dekat Thandwe di jalan menuju Yangon. Ratusan orang itu membunuh 10 Muslim Myanmar dan menghancurkan kendaraan yang mereka tumpangi, kata jurubicara pemerintah.
“Para korban diserang saat dalam perjalanan pulang dari Thandwe untuk tujuan ibadah,” tulis koran Myanmar tersebut.
Al Jazeera melaporkan, akibat ketegangan yang terus berlanjut itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa ikut mengevakuasi 44 pekerjanya, serta keluarga mereka, dari markas yang ada di Maungdaw negara bagian Rakhine, kata koordinator bantuan kemanusiaan PBB di Yangon, Ashok Nigam.
Tidak bisa menyelamatkan diri
AFP melaporkan, petugas perbatasan Bangladesh mengusir balik delapan perahu yang mengangkut sekitar 300 Muslim Rohingya –kebanyakan perempuan dan anak-anak– yang berusaha menyelamatkan diri.
“Ada lebih dari 300 Rohingya di perahu-perahu yang datang dari kota Akyab (Sittwe) Myanmar. Penumpangnya sebagian besar perempuan dan anak-anak, yang kebanyakan menangis dan kelihatan sangat ketakutan,” kata Shafiqur Rahman, seorang penjaga perbatasan Bangladesh berpangkat mayor kepada AFP.
“Kesemua delapan perahu itu didorong kembali ke wilayah Myanmar,” imbuhnya.
“Keadaannya seperti kotak sumbu,” kata Phil Robertson, wakil direktur Human Rights Watch wilayah Asia. “Orang-orang itu merasa seperti terjebak dalam sebuah kotak, dikelilingi musuh, dan tingkat frustasinya sangat tinggi.”
Minoritas Muslim tidak diakui
Warga Muslim adalah kelompok minoritas di negara Myanmar (dulu bernama Burma/Birma), yang mayoritas penduduknya beragama Budha. Negara bagian Rakhine berbatasan dengan Bangladesh, sebuah negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Penduduk Muslim di Myanmar kebanyakan keturunan etnis minoritas Bengali, yang kemudian biasa disebut sebagai suku Rohingya.
Muslim Rohingya dianggap pemerintah Myanmar sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. Pemerintah tidak mengakui mereka secara resmi sebagai etnis minoritas bagian dari negara Myanmar.
Padahal, sebagian dari orang Rohingya sekarang merupakan keturunan dari orang Rohingya yang sudah menetap di Myanmar selama berabad-abad.
Pemerintah Myanmar bersikukuh menyatakan orang Rohingya tidak punya negara.
Kelompok-kelompok pemerhati hak asasi manusia mengatakan bahwa orang Rohingya sudah sejak lama mengalami diskriminasi.
Badan pengungsi PBB memperkirakan, terdapat sekitar 800.000 orang Rohingya di tiga distrik di Rakhine.
Pada hari Ahad (10/6/2012) di Yangon, sekitar 600 orang Rakhine berkumpul di tempat suci Budha di Pagoda Shwedagon, menuntut “orang-orang Bengali” (Rohingya) agar “diusir dari Myanmar.”
Jumlah kasus kekerasan yang dialami Muslim Myanmar diyakini banyak yang tidak dilaporkan media, terutama oleh media pemerintah. Di bawah penguasa militer sebelumnya, peristiwa pembantaian semacam itu biasanya dibiarkan begitu saja tanpa ada pemberitaan dan hanya mendapat perhatian sebentar.*

Air Ajaib Itu Bernama Air Susu Ibu

''Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah  kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.'' (QS. Luqman, 31:14)

Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda.

Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf. Makanan-makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan tekhnologi masa kini tidak mampu menandingi keunggulan makanan ajaib ini.

Daftar manfaat ASI bagi bayi selalu bertambah setiap hari. Penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan.
Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. Sifat lain dari ASI yang juga memberikan perlindungan terhadap penyakit adalah penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri ”menguntungkan” yang disebut ”flora normal”.

Keberadaan bakteri ini menghambat perkembangan bakteri, virus dan parasit berbahaya. Tambahan lagi, telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular dan membantunya agar bekerja dengan benar.

Karena telah diramu secara istimewa, ASI merupakan makanan yang paling mudah dicerna bayi. Meskipun sangat kaya akan zat gizi, ASI sangat mudah dicerna sistem pencernaan bayi yang masih rentan. Karena itulah bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya, pertumbuhan dan perkembahan organ.

Air susu ibu yang memiliki bayi prematur mengandung lebih banyak zat lemak, protein, natrium, klorida, dan besi untuk memenuhi kebutuhan bayi. Bahkan telah dibuktikan bahwa fungsi mata bayi berkembang lebih baik pada bayi-bayi prematur yang diberi ASI dan mereka memperlihatkan kecakapan yang lebih baik dalam tes kecerdasan. Selain itu, mereka juga mempunyai banyak sekali kelebihan lainnya.

Salah satu hal yang menyebabkan ASI sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi yang baru lahir adalah kandungan minyak omega-3 asam linoleat alfa. Selain sebagai zat penting bagi otak dan retina manusia, minyak tersebut juga sangat penting bagi bayi yang baru lahir.

Omega-3 secara khusus sangat penting selama masa kehamilan dan pada tahap-tahap awal usia bayi yang dengannya otak dan sarafnya berkembang secara nomal. Para ilmuwan secara khusus menekankan pentingnya ASI sebagai penyedia alami dan sempurna dari omega-3.

Selanjutnya, penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Bristol mengungkap bahwa di antara manfaat ASI jangka panjang adalah dampak baiknya terhadap tekanan darah, yang dengannya tingkat bahaya serangan jantung dapat dikurangi. Kelompok peneliti tersebut menyimpulkan bahwa perlindungan yang diberikan ASI disebabkan oleh kandungan zat gizinya.

Menurut hasil penelitian itu, yang diterbitkan dalam jurnal kedokteran Circulation, bayi yang diberi ASI berkemungkinan lebih kecil mengidap penyakit jantung. Telah diungkap bahwa keberadaan asam-asam lemak tak jenuh berantai panjang (yang mencegah pengerasan pembuluh arteri), serta fakta bahwa bayi yang diberi ASI menelan sedikit natrium (yang berkaitan erat dengan tekanan darah) yang dengannya tidak mengalami penambahan berat badan berlebihan, merupakan beberapa di antara manfaat ASI bagi jantung.

Selain itu, kelompok penelitian yang dipimpin Dr. Lisa Martin, dari Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati di Amerika Serikat, menemukan kandungan tinggi hormon protein yang dikenal sebagai adiponectin di dalam ASI. 5 Kadar Adiponectin yang tinggi di dalam darah berhubungan dengan rendahnya resiko serangan jantung.

Kadar adiponectin yang rendah dijumpai pada orang yang kegemukan dan yang memiliki resiko besar terkena serangan jantung. Oleh karena itu telah diketahui bahwa resiko terjadinya kelebihan berat badan pada bayi yang diberi ASI berkurang dengan adanya hormon ini. Lebih dari itu, mereka juga menemukan keberadaan hormon lain yang disebut leptin di dalam ASI yang memiliki peran utama dalam metabolisme lemak.

Leptin dipercayai sebagai molekul penyampai pesan kepada otak bahwa terdapat lemak pada tubuh. Jadi, menurut pernyataan Dr. Martin, hormon-hormon yang didapatkan semasa bayi melalui ASI mengurangi resiko penyakit-penyakit seperti kelebihan berat badan, diabetes jenis 2 dan kekebalan terhadap insulin, dan penyakit pada pembuluh nadi utama jantung.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget