Latest Post

14.05


Potongan dermaga yang terhempas tsunami di Jepang terdampar hingga ke Pantai Oregon. (Reuters)
"Apakah ada cara lain untuk mengatasinya?"
Portland, Oregon (ANTARA News/Reuters) - Dermaga sangat besar yang terbongkar selama tsunami dahsyat di Jepang tahun lalu dihanyutkan arus dan tiba di pantai Oregon, Amerika Serikat (AS) pekan ini, sehingga pihak berwenang berdebat mengenai cara memindahkannya.

"Ini adalah benda pertama yang telah hanyut sehingga terasa cukup unik untuk konfirmasi bahwa benda itu memang berasal dari tsunami," kata juru bicara bagi Oregon Parks and Recreation Department, Chris Havel, Rabu waktu setempat (Kamis WIB).

Konsulat Jepang pada hari yang sama menegaskan bahwa dermaga tersebut berasal dari tsunami di negerinya.

"Benda itu berasal dari satu daerah di pantai timur laut Jepang," kata Havel.

Oregon bekerja sama dengan negara bagian lain, West Coast, pemerintah federal, organisasi nirlaba dan sejumlah pihak lain untuk berkoordinasi membersihan puing itu.

Jepang memperkirakan sebanyak 1,5 ton puing mungkin hanyut akibat tsunami.

Sebagian besar dermaga sepanjang 20 meter tersebut terbuat dari beton dan logam, dan ada plakat logam kecil yang ditempeli tulisan berbahasa Jepang.

Dermaga itu pada Selasa pagi hanyut ke Agate Beach di sebelah utara Newport, Oregon, sekitar 177 kilometer di sebelah barat laut Portland.

Masyarakat Oregon segera bertindak untuk melakukan pemindahan, kendati ada pertanyaan mengenai siapa yang mesti membayar kegiatan tersebut.

"Kami akan menanggung biayanya sekarang," kata Havel sebagaimana dikutip Reuters

Ia menimpali, "Namun, dalam peristiwa tidak biasa seperti ini, apakah ada cara lain untuk mengatasinya? Kami sungguh tidak tahu hal itu pada saat ini."

Pihak berwenang sedang mempertimbangkan cara terbaik untuk memindahkan dermaga tersebut dari pantai, kata Havel, dan bahkan mempertimbangkan untuk melucutinya di pantai atau menariknya kembali ke laut.

Dermaga itu diperiksa tidak mengandung radiasi. Radiasi nuklir menjadi keprihatinan akibat pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi setelah gempa dengan kekuatan 9,0 pada skala Richter pada Maret 2011 mengalami kebocoran instalasi.

Gempa tersebut mengakibatkan tsunami yang menewaskan hampir 16.000 orang dan membuat lebih dari 3.000 orang hilang di pulau utama Jepang, Honshu. Bencana itu menyapu sebanyak lima ton puing ke luar, tapi kebanyakan tenggelam.

Barang apa saja mulai dari bola dan pelampung sampai bahan bangunan telah hanyut menyeberangi Pasifik dan tiba di pantai di seluruh West Coast, AS.

Pemerintah setempat prihatin terhadap puing yang mengapung di samudra karena ada kemungkinan hewan "menyantap" sampah, bahan beracun dan penyebaran spesies yang bersifat menyerang.

Departemen Pertamanan setempat bekerjasama dengan Departemen Perikanan dan Kehidupan Satwa Liar di Oregon untuk menangani ancaman spesies yang bersifat menyerang, demikian Havel.
(Uu.C003/A011)
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2012

14.02


Hillary Clinton (FOTO REUTERS/Yuri Gripas)
Washington (ANTARA ANT) - Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton Selasa mengatakan bahwa ia akan ikut ambil bagian dalam pertemuan negara-negara Asia Tenggara dan kekuatan regional bulan depan di Kamboja.

Hillary bertemu di Washington dengan Menteri Luar Negeri Kamboja, Hor Namhong, saat negara berkembang itu sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah pertemuan Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tahun ini.

"Kami sangat menantikan untuk datang ke Forum Regional ASEAN di Kamboja pada Juli," kata Hillary kepada wartawan.

Hor Namhong mengatakan bahwa dia juga mengundang Presiden AS Barack Obama untuk hadir dalam KTT ASEAN berikutnya, yang akan berlangsung di Phnom Penh pada November segera setelah pemilihan presiden Amerika Serikat.

Pemerintahan Obama telah menempatkan prioritas utama pada pembangunan hubungan-hubungan dengan ASEAN, dan percaya bahwa Amerika Serikat dapat memperoleh manfaat dari hubungan ekonomi yang dinamis dari blok yang bersahabat dengan AS.

Forum Regional ASEAN meliputi kekuatan-kekuatan di luar Asia Tenggara termasuk Amerika Serikat dan China.

Hillary mengatakan dia juga akan mengunjungi Jepang pada 8 Juli untuk konferensi tentang masa depan Afghanistan.

Media Korea Selatan juga melaporkan bahwa dia akan singgah di negara itu untuk membicarakan masalah Korea Utara dan mengunjungi paviliun Amerika Serikat di World Expo di tenggara kota Yeosu pada 4 Juli, Hari Kemerdekaan AS.
(AK)
Editor: Desy Saputra

13.51
kispa.org - Prihatin dan seadanya, begitulah suasana dalam menyambut ramadhan di Jalur Gaza. Blokade oleh Zionis yang sudah berlang­sung selama 5 Tahun dan masih terus berlanjut hingga hari ini. Lebih memprihatinkan lagi ketika Zionis meluluhlantakkan Jalur Gaza dalam perang Al Furqon 2 tahun lalu. Jangankan untuk rekons­truksi Masjid, rumah atau gedung - gedung yang sudah dihancurkan oleh Zionis, untuk keperluan keseharian saja, rakyat Gaza dalam kesulitan.

     KISPA bekerjasama dengan lembaga Palestinian Walfare House (PWH) lembaga yang mengurusi kesejateraan keluarga di Jalur Gaza. Dalam program ramadhan tahun 1432H/2011, kedua lembaga ini mendistribusikan 300 paket sembako untuk para Janda, anak yatim piatu dan keluarga tidak mampu.

     Selain membagikan 300 paket itu, KISPA dan PWH juga akan mendistribusikan 350 paket untuk berbuka puasa bagi keluarga tidak mampu di Jalur Gaza. “Dalam pekan ini kita akan distri­busi­kan lagi 350 paket makanan untuk ifthor Insya Allah” tulis Direktur PWH, Jomah Al Najjar dalam surat electroniknya kepada KISPA.
  
      Program untuk membantu penghafal Al Quran di kota para syuhada juga digulirkan berupa distribusi bantuan tunai untuk para Hafizh di Jalur Gaza. Tradisi di Gaza adalah setiap satu rumah minimal memiliki satu peng­hafal Al Quran, keluarga yang tidak memiliki satu pun penghafal Al Quran akan malu, hal inilah yang memicu anak - anak lebih bersemangat untuk menghafal Al Quran. Lebih dari 40000 penghafal Al Quran telah diwisuda. Bahkan di bulan Ramadhan, imam sholat tarawih yang paling diminati oleh jemaah adalah Perdana Menteri Ismail Haneya yang hafal Quran dan bisa Qiroah Sab’ah. Sungguh menakjub­kan ketika pemimpin Negara juga sebagai khatib dan imam sholat untuk rakyatnya.

     Bantuan dari rakyat Indonesia yang disalurkan KISPA memang tidak sebanding dengan kebu­tuh­an rakyat di Jalur Gaza. Tetapi, inilah bukti kecinta­an Rakyat Indonesia terhadap saudaranya yang sedang menderita.

     Rakyat di Jalur Gaza merupakan garda terdepan dan menjadi harapan seluruh umat Islam di dunia dalam upaya menjaga bumi Palestina dan  kemuliaan Masjid Al Aqsha dari tangan kotor Zionis Israel. (dt/fn
                

Rakyat Gaza saat menghafal Qur'an

Rakyat Gaza Mendapatkan Bantuan

Rakyat Gaza Mendapatkan Bantuan

Rakyat Gaza Mendapatkan Bantuan Makanan

Rakyat Gaza Mendapatkan Bantuan  Paket Sembako
13.48
Warga Simalungun Tonton Tragedi Mavimarmara Via Layar Tancap
2012-05-26 06:29:11


Kispa.org - Pematangsiantar - Lapangan rumput yang basah setelah diguyur hujan dan cuaca yang dingin di malam hari, tidak menghalangi warga Siantar dan Simalungun untuk menyaksikan film dokumenter Tragedi Mavimarmara melalui layar tancap.

Acara ini diadakan oleh Baitul Quran Sumatera Utara (Sumut) dan KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina).

Suara tembakan peluru tentara Israel yang menyerang relawan kemanusiaan yang berada di kapal Mavimarmara dua tahun lalu, memecah keheningan malam itu.

Kalimat takbir yang diucapkan hadirin, terdengar gegap gempita, “Allahu Akbar”, dan kepalan tangan ke atas ketika melihat tayangan relawan kemanusiaan yang ditembak Israel, dan tampak jelas darah relawan yang berceceran menempel di dinding dan lantai kapal Mavimarmara.

Pada saat itu, Senin, 31 Mei 2010, pasukan khusus Israel telah menyerang kapal Mavimarmara dengan kekuatan penuh, serangan sporadis dilakukan dari laut dan udara.
Kalimat takbir dari hadirin makin keras, ketika menyaksikan gambar seorang relawan mengenakan kaos berlengan panjang, warna merah sedang duduk, dengan kondisi lengan tangan kanannya bersimbah darah, ditembus peluru Israel. Peluru yang dimuntahkan dari helikopter.

Relawan yang lengan kanannya ditembak Israel, namanya Okvianto Emil Baharudin relawan KISPA.

Okvi berada di lantai 3, sisi kiri kapal Mavimarmara. Dia bersama relawan KISPA lainnya, Ustadz. Ferry Nur dan Ustadz Muhendri Muchtar serta relawan dari Malaysia yang bertugas jaga di kapal Mavimarmara.

Kalimat takbir terus membahana saat gambar seorang relawan dari Indonesia, Surya Fachrizal tergeletak. Surya ditembak tentara Israel dibagian dada kiri tembus kebagian dalam perut, pelurunya bersarang di atas tulang pinggul.

“Zionis ingin membunuh pelan-pelan Surya Fachrizal, ini terbukti ketika mereka merawat dan melakukan operasi bedah di Rumah Sakit Israel (Palestina 48 / wilayah Palestina yang di jajah Israel), pelurunya tidak dikeluarkan, peluru itu dikeluarkan ketika dioperasi bedah oleh dokter Indonesia di RSPAD (Rumah Sakit Angkatan Darat), Jakarta dan ketika peluru itu berhasil diangkat sudah membusuk,” kata Ditto, nama panggilan humas KISPA, mengiringi pemutaran film dokumenter Mavimarmara.

Selain pemutaran film dokumenter Mavimarmara, KISPA juga menyalurkan Wakaf Quran: Mushaf Masjid Al Aqsha. Program ini merupakan kerja sama dengan Baitul Quran Sumut.


Secara simbolis, Humas KISPA menyampaikan wakaf Mushaf Masjid Al Aqsha kepada para tokoh masyarakat Pematangsiantar dan Simalungun, diantaranya KH. Abdul Halim Lubis, Ketua MUI Simalungun, Drs. Koni Ismail Siregar, Wakil Walikota Pematangsiantar, Wakil dari kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kantor Wilayah Simalungun, Wakil Kemenag Kantor Wilayah Pematangsiantar dan Syakban Saragih, Sekretaris Camat Tapian Dolog.

Puncak acara adalah peresmian Baitul Quran, Sumut, Ahad, 20 Mei 2012, oleh Dr. Muslih Abdul Karim MA, Pimpinan Baitul Quran Pusat, Depok, Jawa Barat.

“Hanya dua yang kami minta, syafa'at Al Qur'an dan menjadi tetangganya Rasulullah di surga kelak”, kata Dr. Muslih, saat membuka sekaligus meresmikan Baitul Qur'an Sumut diiringi hujan rintik-rintik. (dt/fn).

13.41
UNDANGAN UMUM
Hadirilah Acara 2 Tahun Mengenang Tragedi Mavimarmara.
Insya Allah, Jum'at, 1 juni 2012, Ba'da Shalat Jum'at s/d 13.15 wib. Di Masjid Baitussalam, PT. Jakarta International Container Terminal (JICT), Jl. Sulawesi Ujung No.1, Tanjung Priok Jakarta Utara 14310.
Atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.
Panitia Bersama:
Pengurus Masjid Baitussalam PT. JICT - KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina).

NB: Insya Allah akan dihadiri Survivor Mavimarmara.
Jadilah DONATUR TETAP  PALESTINA melalui:
KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina).
No. Rekening:  311.01856.22 an. Nurdin QQ Kispa. Bank Muamalat Indonesia (BMI), Cabang Slipi.

13.34

“Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.”
(Q.s. al-Ahzab [33]: 21)

Dalam Q.s. al-Ahzab [33]  ayat 21, Allah  menegaskan tentang adanya teladan yang baik pada diri Rasulullah. Dalam segala hal, terkait dengan peri kehidupan beliau. Maka sempat tebersit dalam benak saya ketika membaca fragmen awal dari kisah hidup beliau mulai dari dilahirkan lantas disusukan kepada halimah, kemudian dikembalikan lagi kepada ibundanya (Aminah).

Sebagaimana kita ketahui lazimnya pola asuh masyarakat Mekah kala itu, seorang anak akan diserahkan kepada ibu susu untuk disusukan selama dua tahun. Dan rata-rata asal keluarga ibu susu tersebut adalah dari kampung (Badwy). Masyarakat Mekah menganggap bahwa lingkungan di kota sudah rusak dan dipenuhi dengan penyakit-penyakit masyarakat. Tetapi tentu saja, pemilihan orangtua asuh tidak dilakukan dengan sembarangan, silsilah keluarga dan track recordnya di masyarakat juga dipertimbangkan. Dengan menyerahkan pengasuhan dan penyusuan kepada para orang-orang Badwy, mereka berharap anaknya kelak akan tumbuh lebih kuat,  jauh dari pengaruh buruk pergaulan kota serta diharapkan memiliki tutur kata yang santun dan fasih, sebagaimana dimaklumkan pada waktu itu bahwa rata-rata penyair ulung Arab berasal dari orang-orang Badwy.

Aminah, Ibunda Rasulullah, sebagaimana wanita Arab pada waktu itu juga memercayakan penyusuan anaknya pada orang-orang yang datang dari kampung tersebut. Setelah menunggu beberapa waktu, dengan takdir Allah, maka dipetemukanlah ia dengan Halimah as-Sa'diyah dan suaminya, Harits. Selanjutnya, selama 2 tahun itulah bersama suaminya, Halimah membesarkan Muhammad kecil di desa Badwy. Setelah genap 2 tahun masa penyusuan, Halimah berkunjung kembali ke Mekah untuk menemui Aminah, bukan untuk mengembalikan Muhammad kecil, melainkan meminta perpanjangan waktu pengasuhan.

Barulah pada saat usia Muhammad kecil kira-kira menginjak 4 tahun, Halimah mengembalikannya kepada Aminah. Dia merasa khawatir setelah sebelumnya, Abdullah, saudara sepersusuan Muhammad, bercerita telah melihat dua orang laki-laki berjubah membelah dada Muhammad kecil. Pada saat itu, Muhammad kecil telah berkembang menjadi anak yang santun dengan tutur kata yang fasih dan akhlak yang mulia. Bahkan dua tahun setelahnya, Muhammad kecil menunjukkan kualitasnya dengan tetap sabar dan santun merawat ibundanya yang jatuh sakit di perjalanan sedari berziarah ke makam ayahnya di Yatsrib, sebelum akhirnya harus menanggung kesedihan dengan meninggalnya sang ibu.

Yang saya cermati dari sekilas kisah hidup beliau ini adalah cara pengasuhan terhadap baginda Nabi Saw. Di benak saya kemudian bermunculan pertanyaan-pertanyaan: “Apakah pola asuh semacam itu—membesarkan anak di daerah yang belum banyak terkontaminasi rusaknya pergaulan kota besar—bisa juga dilakukan pada saat ini? Masihkah itu relevan? Jika iya, bagaimana teknisnya? Apakah dengan mengambil ibu asuh sebagaimana Aminah? Ataukah mengasuhnya sendiri, orangtua saja yang pindah ke tempat semacam itu? Apakah tempat itu harus di daerah yang jauh dari hiruk pikuk kota ataukah tempat itu bisa di mana saja, tetapi memiliki kualitas dengan kualitas dan karakteristik lingkungan yang sepadan? Apakah waktu 4 tahun—Rasulullah dikembalikan kepada Aminah pada usia 4 tahun—sudah cukup untuk menyiapkannya menghadapi kehidupan kota yang  demikian semrawut?

Saya tertarik mendalami ini, karena pada akhirnya nanti, insya Allah, jika Allah mengizinkan, tentu saya juga akan punya anak. Tulisan ini murni ingin mengajak diskusi, barangkali ada teman-teman yang juga tertarik mengetahui hal yang sama, atau memiliki pendapat tersendiri soal ini, silakan disampaikan. Dan jika kolom tanggapan di bawah ini tidak cukup, kiranya berkenan untuk dibuat postingan di blog maupun notes antum. Kemudian menyertakan tautan di bawah postingan ini.

Saya sadar bahwa setiap apa yang ada pada diri Nabi memiliki rahasianya tersendiri, maka, pola pengasuhan semacam ini, saya yakin juga memiliki keunggulan tersendiri. “Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.”
(Q.s. Al-Ahzab [33]: 21).

Wallahu a'lam.

Langkah saya menuruni tangga dari kontrakan lantai atas agak tergesa sore itu. Azan Ashar sudah berlalu sekitar 2-3 menit yang lalu. Agar tidak terlambat, saya berinisiatif shalat di mushala yang letaknya lebih dekat dengan kontrakan kami. Meski hanya mushala, tetapi ramainya jamaah kadang kala melebihi Masjid yang letaknya lebih jauh. Ketika jarak ke mushala tinggal lima meter lagi, seorang bapak menyapa, mengucap salam lalu bertanya, "Mau ke mana, Mas?"

Saya agak bingung, “Pakai sarung dan peci begini jelas mau shalatlah, Pak,” pikir saya. Sebelum saya sempat berkata-kata, pandang mata saya tak sengaja menangkap jamaah ibu-ibu masih ada di dalam. Rupanya mereka masih ada pengajian. Saya lalu duduk dan terlibat perbincangan dengan beberapa orang di situ termasuk bapak yang tadi. Ternyata mereka juga sedang menunggu pengajian ibu-ibu itu selesai. Yang mengherankan adalah bahwa pengajian itu masih berlangsung padahal jelas waktu Ashar sudah masuk sejak tadi. Akhirnya kami baru bisa shalat sekitar jam 15.30.

Saya jadi teringat waktu kecil dulu. Saya dan teman-teman setiap hari biasa mengaji di rumah seorang warga. Dan setiap kali azan Isya terdengar, aktivitas mengaji tidak pernah dihentikan, bahkan bisa berlanjut sampai pukul 21.00. Itu sudah termasuk ngobrol ngalor ngidulnya. Waktu itu ditekankan bahwa menuntut ilmu lebih utama dari ibadah yang lain. Maka saya dan teman-teman manut saja karena tidak tahu. Tapi setelah dewasa, ada yang salah saya rasakan dalam hal ini. Kewajiban menuntut ilmu dan shalat memang sama-sama wajib, tetapi tidak selayaknya kedua hal tersebut dibentur-benturkan atau dikalahkan satu atas yang lain. Bukankah akan lebih indah jika shalat dulu baru dilanjutkan ngaji lagi? Toh masih banyak waktu yang tersedia.

Bagi saya, barangkali ini adalah pengingat untuk selalu shalat tepat pada waktunya. Juga agar tidak hanya bersikap menyalahkan jika yang melakukan keterlambatan itu adalah orang lain, tetapi acapkali justru bersikap memaklumi jika diri sendiri yang melakukan keterlambatan. Ya, semoga kita bisa menjalankan shalat di awal waktu agar kita tidak termasuk orang yang disebutkan Rasulullah dalam hadis ini:

“Terus-menerus suatu kaum membiasakan diri untuk terlambat mendatangi shalatnya, sampai Allah juga akan mengundurkan mereka (untuk masuk ke dalam surga).” (HR. Muslim no. 662 dari Abu Said Al-Khudri ).

Wallahu a'lam

13.22
KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI
Eet Sjahranie

JAKARTA, KOMPAS.com -- Apa jadinya jika para jagoan Disc Jockey (DJ) berkolaborasi dengan sejumlah musisi andal seperti gitaris kawakan Eet Sjahranie (Edane), Eno (Netral), dan John Paul Ivan (eks Boomerang)? Hmm... sebuah sajian hiburan yang unik dan seru, bukan?     Inilah sebuah konsep pertunjukan yang hendak ditawarkan dalam First Halloween R&B Rave Party yang akan dihajat pada Tribeca Park-Central Park Mall Jakarta, Sabtu (29/10/2011) mendatang.
Mengulang kesuksesan acara Juli lalu, Wave Production kali ini menyuguhkan acara serupa dengan mengusung tajuk “el DIABLO R&B FEVER – City of Darkness”. Sejumlah perbaikan konsep dicoba dihadirkan. Bila perhelatan sebelumnya digelar di indoor, kali ini justru akan dibuat dalam format outdoor.   
"Konsep ini tentu akan memberikan nuansa baru yang berbeda. Para pecinta musik terutama aliran R&B juga bisa menikmati kolaborasi music live performance  drummer, gitaris rock, pemain perkusi hingga DJ,"  ujar Yohannes Hinryanto dari manajemen Wave Production melalui siaran persnya di Jakarta, Selasa (18/10/20101).
Dikatakan Yohannes, pertunjukan kali ini akan melibatkan sebanyak 15 DJ yang akan berkolaborasi dengan para musisi lainnya seperti Executive Killers dan Angels Percussion. Mereka akan tampil di atas panggung berukuran 8 x 4 m dilengkapi lighting & sound berkekuatan 50.000 watt. Tak sekadar menghadirkan sajian musik, acara yang berlangsung dari pukul 18.00-02.00 WIB itu akan pula dimeriahkan oleh model dan para bikers dari Harley Davidson Club, R&B HipHop Comunity. 

13.21
DHONI SETIAWANPresiden Susilo Bambang Yudhoyono. 


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR RI tidak bermain-main dengan anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Yudhoyono mengaku mendengar masih ada sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat yang hendak bermain-main dengan APBN dan APBD.
Permintaan ini disampaikan Yudhoyono pada acara "Silaturahim Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat" di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (13/6/2012). Turut hadir pada acara tersebut antara lain jajaran pendiri dan deklarator, jajaran anggota Dewan Pembina, Dewan Pimpinan Pusat, serta ketua-ketua DPD tingkat I.
Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum tidak tampak pada acara tersebut. Pada kesempatan itu, Yudhoyono meminta para anggota legislatif, pejabat negara, serta kepala-kepala daerah yang berasal dari partai pemenang pemilu 2009 tersebut menandatangani pakta integritas. Seluruh kader Partai Demokrat diminta menaati pakta integritas. Ia tak merinci isi pakta integritas itu
"Cegah pula terjadinya penyimpangan," katanya.
Ia meminta kepada seluruh kader Partai Demokrat untuk berpolitik secara bersih, cerdas, dan santun. Partai Demokrat, kata Yudhoyono, turut mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia.
Saat ini sejumlah kader Partai Demokrat tengah tersandung masalah hukum terkait penggunaan dana APBN. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin divonis empat tahun 10 bulan penjara terkait kasus korupsi pembangunan wisma atlet. Politisi Partai Demokrat Angelina Sondakh kini mendekam di tahanan KPK terkait dugaan korupsi dalam proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pendidikan Nasional. Sementara, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum disebut-sebut terlibat dalam dugaan penyimpangan anggaran dalam proyek Hambalang.

13.18
KOMPAS/LUCKY PRANSISKAPengunjuk rasa dari Komite aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi membentangkan spanduk dan poster foto Muhammad Nazaruddin dan istrinya Neneng Sri Wahyuni di depan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (29/2/2012). 


JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap buron Neneng Sri Wahyuni di kediamannya di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (13/6/2012).
Neneng merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2008.
Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas melalui pesan singkat yang diterima Kompas.com membenarkan kalau Neneng sudah diikuti tim penyidik KPK sejak di Batam.
Dia masuk ke Indonesia lewat Batam kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta. Juru Bicara KPK, Johan Budi melalui pesan singkat menjelaskan, Neneng mendarat di Cengkareng sekitar pukul 11.30 WIB.
"Lalu diikuti oleh tim KPK, ternyata menuju ke rumahnya di kawasan Pejaten," kata Johan.
Sebelumnya, lanjut dia, tim penyidik KPK sempat kehilangan jejak Neneng hingga akhirnya berhasil menangkap istri Muhammad Nazaruddin itu sekitar pukul 15.30 WIB.
Busyro menegaskan, Neneng bukan menyerahkan diri seperti yang disampaikan tim pengacara Nazaruddin. Menurutnya, penyidik KPK lah yang menangkap Neneng.
Kemudian sekitar pukul 16.58 WIB, Neneng tampak tiba di gedung KPK, Kuningan, Jakarta dengan dikawal tim penyidik KPK. Ia mengenakan terusan panjang lengkap dengan selendang yang menutupi wajahnya. Neneng juga terlihat membawa bantal berwarna merah.
Saat diberondong pertanyaan pewarta, Neneng bungkam.
Adapun Neneng tidak terlacak keberadaannya setelah Nazaruddin tertangkap di Cartagena, Kolombia, 7 Agustus 2011 lalu. Neneng dan Nazaruddin menjadi buronan sejak bertolak ke Singapura pada 23 Mei 2011 lalu.
Nazaruddin sendiri divonis empat tahun sepuluh bulan dalam kasus suap wisma atlet SEA Games 2011. Neneng dan Nazaruddin diduga memperoleh keuntungan Rp 2,2 miliar dari proyek PLTS. Proyek PLTS senilai Rp 8,9 miliar tersebut dimenangkan oleh PT Alfindo Nuratama yang dipakai benderanya oleh Nazaruddin dan Neneng. Kemudian dalam pengerjaannya, proyek itu disubkontrak ke beberapa perusahaan lain.
KPK menemukan kerugian negara sekitar Rp 3,8 miliar terkait proyek tersebut.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget