Latest Post

17.43

Beberapa bulan terakhir Eropa diguncang berita pelanggaran seksual oleh rohaniawan Katolik atas anak-anak. Kasusnya bukan baru saja terjadi, sebagian adalah kasus lama yang baru terungkap. AP mencatat, sejak 
tahun 1990-an ada 15.000 pengaduan pelanggaran seks yang dilakukan oleh gereja di Irlandia

Membuat senarai secara kronologis pelanggaran seksual tersebut bukan perkara mudah, selain pelaku dan korban jumlahnya banyak, sebagian besar baru terungkap puluhan tahun kemudian. Di samping itu, seorang anak tidak sekali dua mengalami pelanggaran seksual, ada di antara mereka mengalaminya selama bertahun-tahun.



"Seperti tsunami," kata Elke Huemmeler, Kepala Pencegahan Pelanggaran Seksual di Keuskupan Munich, Jerman, kepada Associated Press, mengomentari banyaknya kasus.

Sejak kapan pelanggaran keji ini terjadi juga tidak diketahui. Namun, karena pelakunya adalah para rohaniwan gereja, kemungkinan besar kasus terjadi sejak gereja itu sendiri berdiri.

Di dunia ini, Katolik Roma adalah denominasi Kristen terbesar. Tidak ada data pasti berapa jumlah pengikutnya. Tapi beberapa laporan menyebutkan, umat Katolik Roma mencapai 1,1 milyar di tahun 1990-an. Hingga kini masih menjadi agama dengan umat terbanyak.

Jika kita buat perkiraan kasar ada 5.000 gereja Katolik di seluruh dunia, dengan satu kasus pelanggaran di setiap gereja setiap tahunnya, maka bisa dibayangkan berapa jumlah kasus yang terjadi selama 10 tahun saja. Padahal, pelanggaran bukan hanya terjadi di gereja, tapi juga di sekolah, seminari dan institusi lain yang dikelola gereja. Pelaku tidak hanya meminta satu korban, di antara mereka bahkan ada yang menggarap 7 anak dari satu keluarga besar.

Kita mulai perjalanan senarai ini dari Irlandia, sebuah negeri di kawasan Eropa yang dikenal relijius, dan Paus Benediktus XVI meminta maaf atas skandal pedofilia secara khusus kepada umat Katolik di sana.




Irlandia
Kasus pedofilia di Irlandia mulai terkuak agak lebar setelah kasus serupa di AS mencuat. Tapi baru pertengahan tahun 2009 pemerintah membuat laporan seputar pelanggaran seks oleh rohaniwan Irlandia. Dalam laporan itu disebutkan, diduga ada 2.000 kasus pelanggaran seks selama lebih dari 60 tahun.

Agak sulit dipercaya, jika selama lebih dari setengah abad, hanya ada 2.000 kasus saja. Sementara Associated Press melaporkan, sejak pertengahan tahun 1990-an tercatat ada 15.000 pengaduan pelanggaran seks yang dilakukan oleh gereja di Irlandia.

Ada pengaduan, berarti ada data yang terungkap. Bagaimana dengan yang tidak mengadu dan tidak terungkap? Karena menurut penyelidikan pemerintah Irlandia yang dirilis Nopember 2009 lalu, diketahui ada kongkalikong antara gereja dengan kepolisian. Mereka sepakat menutupi skandal itu dari mata publik. Tidak tanggung-tanggung, disebutkan bahwa upaya menutupi kasus itu dilakukan secara sistematis. Bukan main, tindak amoral ditutupi oleh dua lembaga terhormat yang seharusnya mengawal moral masyarakat.

Alih-alih ingin mengecilkan ukuran skandal di Irlandia, pejabat Vatikan justru memberikan argumentasi yang memperkuat dugaan bahwa kasus itu bukan kasus kecil. September 2009 mereka pernah bilang, mengutip data statistik, hanya 1,5-5 persen saja dari rohaniwan di seluruh dunia yang terkait dengan kasus pedofilia. Kalau persentasi itu diangkakan, berarti setidaknya 20.000 pastor di seluruh dunia melakukan pelanggaran seksual terhadap anak-anak. Fantastis!

Belanda

Dari Irlandia kita menuju negara yang pernah menjajah Indonesia 350 tahun lamanya, Belanda. Februari lalu, Radio Netherlands mengungkap skandal di sekolah-sekolah Katolik berasrama. Kasus terjadi di tahun 1960an dan 1970an.

Sekolah Katolik berasrama di Belanda terakhir ditutup pada tahun 1981. Meskipun demikian, para alumni yang juga korban tidak pernah lupa akan kejadian yang mereka alami.

Setelah laporan itu diturunkan, setidaknya ada 200 kasus lain yang muncul ke permukaan. Para korban menceritakan pastor yang menistakan mereka, bagaimana para wakil tuhan itu berupaya menutupi perbuatan dosanya, termasuk menghilangkan bukti-bukti.

Belajar dari kegagalan public relation Gereja Irlandia, Gereja Belanda cepat-cepat minta maaf pada 9 Maret 2010 dan memerintahkan penyelidikan. Vatikan memuji kesigapan Gereja Belanda. Tapi publik yang sudah tahu kebiasaan gereja mereka, menilai upaya itu hanyalah taktik, 'gaya Vatikan menutupi masalah'.

Filipina

Di negara ini Katolik merupakan agama mayoritas. Tahun 2002, gereja meminta maaf atas tindak kriminal seksual yang dilakukan oleh ratusan pastornya. Satu tahun kemudian, muncul kasus baru, sehingga 34 pastor diberhentikan.

Australia


Dalam perjalananya ke Negeri Kangguru pada tahun 2008 silam, Paus Benediktus XVI mengecam pelanggaran seksual yang jumlahnya--meminjam istilah Betawi--bejibun, di Keuskupan Australia. Ia hanya bisa menyampaikan keprihatinan dan permintaan maaf.

Paus patut prihatin, karena setelah itu banyak kasus lain mencuat. Sejumlah pastor berubah menjadi pesakitan.

Kanada


Akhir tahun 1980an, ratusan kasus pelanggaran seksual di sebuah panti asuhan di Newfoundland terungkap. Sebuah komite dibentuk guna menyelidikinya, melakukan penuntutan, dan memaksa agar kompensasi bernilai jutaan dikucurkan untuk para korban.

Tahun 1999 James Jickey dari Keuskupan St. John dituntut dan dijatuhi hukuman penjara karena mencabuli bocah-bocah laki-laki. Entah karena tidak punya dana atau enggan membayar, gereja meminta waktu 10 tahun untuk melunasi kompensasi yang harus diberikan kepada korban.

Tahun 2009 akhirnya para hakim memutuskan bahwa gereja secara tidak langsung bertanggung jawab atas tindak kejahatan tersebut.

Amerika Serikat


Tahun 2002 John J. Geoghan diadili karena kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual lainnya atas 130 anak selama ia bertugas sebagai pelayan tuhan di Keuskupan Boston.

Tigapuluh tahun lamanya ia beraksi tanpa ada upaya gereja melaporkannya ke polisi sama sekali. Orangtua korban justru diancam agar menutupi kasus yang menimpa anaknya. Padahal keempat anak seorang ibu yang mengadu ke gereja, semuanya menjadi korban Geoghan selama beberapa tahun.

Gereja akhirnya diharuskan membayar kompensasi lebih dari 2 milyar dollar kepada para korban.

Upaya gereja menutupi skandal Geoghan selama puluhan tahun, merupakan gejala umum yang biasa dijumpai di banyak gereja lain.

Tahun 2008 ketika berkunjung ke Amerika, seperti biasa, Paus menyampaikan permintaan maaf.

Swiss


Di negara mini yang terkenal dengan banknya ini juga terjadi kasus yang sama. Setidaknya ada 60 orang menjadi korban dalam 15 tahun terakhir.

Austria


Maret 1995, seorang mantan siswa menuduh Ketua Konferensi Uskup Austria ketika itu, Kardinal Hans Hermann Groer, melakukan pelanggaran seksual. Vatikan tidak mengambil tindakan keras terhadap Groer. Mereka hanya mengabulkan permohonan pengunduran diri Groer dari jabatannya, yang telah diajukan sebelum kasus itu terungkap.

Meskipun telah menerima pengunduran diri Groer, Vatikan membiarkannya tetap bekerja hingga musim gugur tahun itu. Dengan setengah hati ia menyampaikan permintaan maaf, setelah empat uskup membuat sebuah pernyataan bahwa mereka yakin tuduhan atas Groer benar adanya.

Beberapa hari kemudian, dilaporkan ada seorang pastor yang melakukan pelanggaran seksual atas sekitar 20 anak di wilayah kekuasaannya.

Kasus serupa dikabarkan juga terjadi di sekolah berasrama di Mehrerau Abbey, dan atas anak-anak anggota paduan suara terkenal Vienna Boys' Choir.

Swedia


Pertengahan Desember lalu, seorang pastor yang diajukan ke meja hijau atas pelanggaran seksual kepada dua bocah laki-laki selama perjanan keliling Eropa, dibebaskan dari segala tuduhan. Catatan pengabdian pastor itu selama 31 tahun dinilai bersih.

Namun anehnya, meskipun ia masih menempati posnya di Halland, pastor itu tidak lagi diizinkan berhubungan dengan anak-anak.

Jerman


"Puncak dari gunung es," begitu kata Direktur Canisius College, Klaus Mertes, yang mengungkap pelanggaran seksual atas para siswanya. Selama puluhan tahun para uskup di Jerman menutup mata atas kasus tersebut.

Menurut survei yang dilakukan Spiegel awal bulan Februari lalu atas 27 keuskupan yang ada di Jerman, sedikitnya 94 pastor dan anggota gereja lainnya diduga terlibat pelanggaran seksual anak-anak yang jumlahnya tidak terhitung, sejak tahun 1995.

Sebanyak 24 dari 27 keuskupan menanggapi pertanyaan Spiegel. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga menjadi korban.
Sebuah kelompok bernama Round Table for Care in Children's Homes baru-baru ini menerbitkan laporan sementara yang memuat temuan-temuan mengejutkan. Mereka mendapati, banyak pelanggaran seksual atas anak-anak dan orang dewasa yang tinggal di rumah-rumah penampungan yang dikelola gereja sejak tahun 1950an. Separuh dari rumah penampungan itu milik gereja Katolik.

Menurut laporan itu, dalam beberapa bulan terakhir lebih dari 150 korban datang menceritakan pelanggaran seksual yang mereka alami. Salah seorang di antara mereka adalah remaja perempuan berusia 15 tahun. Ketika ia duduk di kursi pengakuan dosa, remaja itu melihat pastornya melakukan mastubasi. Saat dirinya berusaha pergi, seorang biarawati yang mengurus rumah penampungan memukulinya. Hingga saat ini, belum ada penyelidikan yang sistematis atas sekolah, rumah penampungan, dan lainnya yang dikelola gereja Katolik di Jerman. ( hidayatullah.com )

Siapa yang gak kenal batik? Pasti gak gaul deh kalo kalian gak kenal batik hasil budaya asli bangsa Indonesia. Batik tidak hanya terkenal di Indonesia, bahkan negara-negara tetangga pun kabarnya sempat iri kenapa Indonesia memiliki hasil karya budaya yang sungguh indah yaitu batik. Nah bicara soal batik tentunya nggak seru kalo cuma mengekspose artis dalam negeri saja yang memakai batik. Sekarang ini batik sudah Go Internasional dan banyak diminati warga asing bahkan sekelas artis Hollywood pun banyak yang suka menggenakan busana batik.

Batik telah dicatat sebagai warisan dunia dan menjadi hasil karya yang paling fenomenal karena banyak diminati. bahkan tidak hanya artis Hollywood saja yang menggenakan bati, Musisi, Presiden negara-negara luar pun kesengsem dan sempat tertangkap kamera sedang menggenakan pakain atau busana batik. Wawawawa...Indonesia memang Hebaat..:)

Nah, inilah foto-foto para artis dan orang terkenal dunia yang tertangkap kamera sedang menggenakan buasan Batik Indonesia. Cekidot:

1. Lenka menggenakan busana batik :)

2. Jessica Alba menggenakan busana batik :)
3. Drew Barrymore menggenakan tas batik :)

4. Reese Witherspoon menggenakan busana batik :)
5. Paris Hilton menggenakan long dress batik :)

6. Rachel Bilson menggenakan busana batik :)
7. Tim Manchester United menggenakan baju batik :)
8. Bassist U2 menggenakan dresscode batik waktu konser :)
9. Bill Gates menggenakan baju batik :)
10. Mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela menggenakan baju batik :)
Nah, itulah sekilas foto-foto dan gaya busana para artis Hollywood yang sedang menggenakan Batik. 

10.34

Romo Professor Christian W Troll SJ gusar menghadapi banyaknya pertanyaan kritis dari umat Islam seputar teologi kristiani. Guru Besar pada Pontifical Oriental Institute Vatican dan Guru Besar Filsafat dan Teologi pada the College of St Georgen Frankfurt ini menganggap pertanyaan-pertanyaan ilmiah umat Islam itu dianggap sebagai tantangan iman. Untuk membekali umat Kristen dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Troll menyuguhkan  buku apologetika “Christian Responses to Muslim Questions” yang diterbitkan dalam edisi Indonesia “Muslim Bertanya Kristen Menjawab” oleh Gramedia.
Dalam Bab 5 “God the Three in One” (Allah Tritunggal), Troll jungkir-balik menjawab sejumlah pertanyaan kritis seputar doktrin Tuhan Tritunggal (Trinitas). Beberapa pertanyaan di antaranya: Apakah orang Kristen menganut monoteisme (muwahhidun)? Apakah umat Kristen mengimani tiga tuhan? Mengapa Tuhan diberi nama Tuhan Bapak dan Tuhan Anak?
Sebelum menjawab pertanyaan umat Islam ini, Christian Troll mengakui dengan jujur bahwa ajaran Islam sangat menekankan dan menjunjung tinggi akidah tauhid (monoteisme) dengan meyakini Allah yang Esa.
“At the centre of the Islamic faith stands thoroughgoing monotheism: ‘Say: He is Allah, the One and Only; Allah, the Eternal, Absolute; he begets not, nor is he begotten; and there is none like him.”’ (Quran 112)” [p. 25]
Troll juga mengakui bahwa Al-Qur'an secara tegas menyatakan kekafiran umat Kristen karena meyakini akidah Trinitas/Tritunggal:
“The Qur’an reproaches Christians for saying ‘three’ (thalātha) with reference to God (4:171). They say that God is ‘the third of three’ (5:73), which would seem to include Jesus and Mary (5:116). They say that Jesus is God (5:72,116), or the Son of God (9:30, using the Arabic word ibn for ‘son’; 19:34-35, using the word walad), although in truth the one and only God ‘begets not, nor is he begotten’ (lam yalid wa lam yūlad, 112:3)” [p. 25].
Dalam pembelaan imannya, Troll mengklaim bahwa umat Kristen adalah penganut monoteisme, meski meyakini Ketuhanan Trinitas, dengan formula sebagai berikut:
1. Allah itu Esa yang hadir dan transparan dalam diri Yesus tanpa mengalami peleburan diri. Dalam diri kemanusiaan Yesus tidak menyerap (mengabsorbsi) keilahian Allah, dan dalam diri keilahian Yesus sama sekali tidak membatalkan dimensi kemanusiaannya.
2. Allah adalah Sabda/Firman yang menjelma menjadi daging manusia Yesus yang diutus sebagai manusia kepada manusia untuk menyampaikan sabda Allah dan menyelesaikan karya penyelamatan yang diserahkan oleh Bapa kepada-Nya.
3. Allah dalam doktrin Trinitas adalah Allah yang hadir dalam tiga jenis keberadaan (ahwal). Ini berkaitan dengan relasi-Nya dengan manusia dan dengan hubungan internal di antara ketiga Pribadi itu.
...Rumusan pastor ini sama sekali tidak bisa mengurai kemuskilan doktrin Trinitas, justru semakin menambah keruwetan teologi, karena terdapat kontradiksi dan inkonsistensi...
Pastor Troll mendasarkan formula Tuhan Three in One ini pada ayat-ayat Bibel:  Yohanes 1:1-18, 3:34, 5:36, 17:4, dan 14:9).
Rumusan buatan pastor ini sama sekali tidak bisa mengurai kemuskilan doktrin Trinitas, justru semakin menambah keruwetan teologi. Karena dalam penjelasan ini terdapat kontradiksi dan inkonsistensi.
Penjelasan bahwa Tuhan Bapa tidak melebur dalam diri Yesus, yang diiringi dengan penjelasan bahwa Tuhan adalah Sabda/Firman yang menjelma menjadi Yesus, adalah dua hal yang kontradiktif. Sebab jika Tuhan menjelma menjadi Yesus, otomatis Tuhan melebur dalam diri Yesus.
Selain itu, rumusan bahwa Allah adalah Firman dan Firman itu kemudian menjelma menjadi Yesus berdasarkan Injil Yohanes, semakin menambah kasus kemuskilan baru.
Jika Allah diyakini identik dengan Firman, lalu Firman tersebut menjelma menjadi Yesus, maka seharusnya Tuhan sudah tidak perlu lagi berfirman kepada Yesus. Sebab Firman itu sudah ada dan menjelma dalam tubuh Yesus. Tapi ternyata Allah masih sering berfirman (bersabda, bersuara, berbicara) kepada Yesus dengan firman-Nya:
“Kata Yesus: Sebab segala firman yang Engkau sampai­kan kepadaku telah kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku” (Yohanes 17: 8).
“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atasnya, lalu terdengar­lah suara dari sorga yang mengata­­kan: “Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepadanya­h Aku berkenan” (Matius 3:16-17)
Kedua ayat tersebut jelas membuktikan bahwa Firman/Sabda/Kalam Allah tidak menjelma menjadi Yesus.
Setelah menjelaskan panjang lebar sepanjang 16 halaman dengan berbagai trik dan ayat-ayat Bibel, Troll menutup penjelasannya dengan apologi akal-akalan. Troll menegaskan bahwa apologi terbaik untuk menjelaskan kemuskilan Ketuhanan Trinitas adalah dengan perumpamaan-perumpamaan. Troll menulis:
“Penjelasan-penjelasan dengan menggunakan perumpamaan bisa merupakan sebuah metode yang baik. Perumpamaan atau metafora bisa menjelaskan bahwa sebuah istilah yang satu dan sama bisa juga menggunakan beberapa realitas. Misalnya “api” adalah sebuah kata yang sering digunakan untuk sekaligus mengatakan bahwa dalam satu kata ini terdapat juga “nyala,” “bara” dan “cahaya.” Contoh lain adalah “es,” “air” dan “uap” yang merupakan tiga unsur berbeda dari satu elemen saja” (hlm. 79).
Ini adalah apologi orang bingung. Mempersamakan Tuhan Trinitas dengan es dan api bukanlah tindakan untuk meninggikan kemuliaan Tuhan.
...Ini adalah apologi orang bingung. Mempersamakan Tuhan Trinitas dengan es dan api bukanlah tindakan untuk meninggikan kemuliaan Tuhan...
Maksud hati, pastor ingin menganalogikan Tuhan dengan es dan api yang sama-sama memiliki unsur three in one. Tuhan Trinitas memiliki tiga oknum: Allah Bapak, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Sementara api juga memiliki tiga oknum: nyala, bara dan cahaya. Padahal jika konsisten dengan metafora ini, seharusnya ketuhanan kristiani tidak hanya tiga oknum, tapi tujuh oknum. Karena di samping nyala, bara dan cahaya, api masih memiliki banyak unsur lainnya, misalnya: asap, panas, bau gosong, bayangan, dan seterusnya.
Dengan apologi bingung seperti ini, seharusnya buku “Muslim Bertanya Kristen Menjawab” karya Pastor Christian Troll diganti judulnya menjadi “Muslim Bertanya Pastur Kebingungan.”

BIBEL MEMBANTAH KERAS DOKTRIN TRINITAS

Untuk mempermudah penjelasan agar umat Islam bisa memahami doktrin Ketuhanan Trinitas dengan baik, Christian Troll menguraikan pengertian Trinitas sebagai berikut:
“Orang Kristen mengakui secara bulat bahwa Allah adalah satu dan esa. Teologi Kristen klasik memegang teguh pernyataan ini: di dalam relasi dengan penciptaan-Nya, Allah berkarya sebagai yang satu dan esa. Ketiga pribadi ini berkaitan erat, baik dengan karya keselamatan Allah di dalam sejarah maupun dengan hidup internalnya tetapi tidak berpengaruh sedikit pun terhadap keesaan-Nya. Kategori matematika manapun tidak bisa menjelaskan realitas Allah.
Allah yang sama adalah Bapa, Allah yang sama adalah Putra, dan Allah yang sama pula adalah Roh Kudus. Di dalam Yesus Kristus, Allah sungguh menjadi manusia. Allah turut mengambil bagian di dalam realitas penderitaan dan kematian. Nama-nama Allah di atas termasuk di dalam wilayah inti eksistensi iman Kristen dan menampakkan separuh warisan iman yang sudah diturunkan sejak masa-masa awal kekristenan” (hlm. 77)
Dengan pernyataan ini, pastor mengklaim doktrin Trinitas sebagai Ketuhanan Yang Esa (monoteisme) karena hanya mengimani tiga hubungan/relasi pribadi antara Allah Bapak, Allah Anak (Yesus) dan Allah Roh Kudus. Apologi ini semakin mementahkan doktrin penjelmaan Tuhan menjadi Yesus.
Kalau istilah Bapa, Anak dan Roh Kudus hanya sekedar menunjukkan hubungan ketiga oknum tanpa ada penjelmaan, maka seharusnya Tuhan yang berhak disembah dan diibadahi hanyalah Allah saja. Sedangkan Yesus dan Roh Kudus tak pantas disembah, diibadahi dan dipertuhankan.
Faktanya, dalam banyak ayat Bibel sendiri mengakui bahwa ketiganya adalah oknum yang berbeda, misalnya: Yesus lebih kecil daripada Allah (Yohanes 10:29); Allah lebih besar daripada Yesus (Yohanes 14:28); Yesus berteriak memanggil Allah (Matius 27:46, Markus 15:34); Yesus menyerahkan nyawanya kepada Allah (Lukas 23:44-46, Yohanes 19:30); Yesus bersyukur, berdoa dan minta ampun atas kesalahan kepada Tuhan (Matius 11:25, Lukas 10:21, Lukas 6:12, Matius 6:12, Lukas 11:4).
...patut dipertanyakan curriculum vitae Pastor Christian Troll yang konon pernah memperdalam bahasa Arab di Universitas St. Joseph, Beirut tahun 1961-1963...
Tapi jika pastor juga meyakini bahwa “Allah yang sama adalah Bapa, Allah yang sama adalah Putra, dan Allah yang sama pula adalah Roh Kudus,” maka rumusan ini sulit untuk diterapkan. Sebab jika Allah, Yesus dan Roh Kudus diyakini sebagai Tuhan yang sama, maka seharusnya semua nama Yesus dalam Alkitab bisa diganti dengan nama Allah. Misalnya:
“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis” (Matius 4:1).
“Kemudian Iblis membawa Yesus ke Kota Suci dan menempatkan dia di bubungan” (Matius 4:5).
“Dan Yesus akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh” (Markus 10:34).
Jika Allah sama dengan Yesus, gantilah nama “Yesus” pada ayat tersebut dengan nama “Allah.”
“Maka Allah dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis” (Matius 4:1).
“Kemudian Iblis membawa Allah ke Kota Suci dan menempatkan dia di bubungan” (Matius 4:5).
 “Dan Allah akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh” (Markus 10:34).
Jika masih ngotot menyatakan bahwa Allah sama dengan Yesus setelah membaca ayat-ayat tersebut, maka patut dipertanyakan curriculum vitae Pastor Christian Troll yang konon pernah memperdalam bahasa Arab di Universitas St. Joseph, Beirut tahun 1961-1963. [A. Ahmad Hizbullah MAG/suara-islam]


Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah yang dari-Nya semua nikmat berasal. Shalawat dan salam semoga terlimpah dan tercurah kepada baginda Rasulillah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Pernah saya dan kawan-kawan berada di kantor seorang teman bersama Ustadz Farid Okbah, guru kami sewaktu belajar di Pesantern Tinggi Al-Islam, Bekasi. Saat sudah masuk waktu shalat Zuhur, kami bergegas menuju Mushalla. Karena banyaknya jumlah kami sehingga mushalla tidak muat. Tidak semuanya berada di belakang imam. Masih ada dua orang yang tidak mendapat tempat. Lalu beliau hafidzahullah meminta kepada keduanya untuk berada di sebelah kanan dan kirinya, sejajar dengan beliau.
Boleh jadi keadaan yang kami alami juga pernah atau akan dialami oleh salah seorang pembaca. Pertanyannya, apakah dibolehkan penataan shaff semacam itu, yakni salah satu atau dua orang makmum sejajar dengan imam sementara yang lainnya berada di belakang imam?
Saat kondisi tempat shalat sempit dan tidak mencukupi untuk menampung semua Jamaah untuk shalat secara bersama, maka dibolehkan bagi sebagian makmum untuk shalat di sebelah imam, sejajar dengannya, dengan posisi di sebelah kanan imam. Tidak mengapa imam bergeser di sebelah kiri makmum, tidak pas di tengah jamaah karena sempitnya tempat.
Makmum yang berdiri sejajar dengan imam tersebut tidak boleh berada di sebelah kirinya, karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah menggeser (menarik atau memindahkan)  Ibnu Abbas saat ia berada di sebelah kiri beliau. Lalu memindahkan ke sebelah kanannya, kecuali kalau tempat tersebut benar-benar sangar sempit.
Dalam Fatawa Lajnah Daimah untuk pembahasan ilmiah dan fatwa disebutkan: "Apabila makmum hanya seorang, maka ia berdiri di sebelah kanan Imam. Hal ini berdasarkan riwayat yang terdapat dalam Shahihain, dari hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, beliau berkata: "Aku pernah menginap di rumah bibiku, Maimunah. Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bangun shalat malam. Akupun ikut shalat. Aku berdiri di sebelah kiri beliau. Beliau menarik tanganku dan memindahkanku di sebelah kanannya" (Hadits yang disepakati keshahihannya).
Dan ini apabila sebelah kanan imam kosong sebagaimana hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma. Adapun jika di sebelah kanan imam telah berdiri orang, maka tidak mengapa orang kedua menempati sebelah kiri imam. Shalat jamaah semacam itu tetap sah. Tetapi petunjuk sunnah, para makmum agar berdiri di belakang imam jika masih memungkinkan. Karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan Jabir dan Jabbar saat keduanya berdiri di sebelah kanan dan kiri beliau agar shalat di belakang beliau. (HR. Muslim dalam shahihnya). Selanjutnya, apabila tempat shalat benar-benar sangar sempit sehingga tidak memungkinkan untuk mengerjakan shalat berjamaah sekaligus, maka shalat boleh diadakan secara bergantian menjadi beberapa jamaah." Wallahu Ta'ala A'lam.


AZAN.SYABWAH.Madad News Agency melaporkan pada hari Rabu pagi, 13 Juni 2012, pesawat AS tanpa awak menghujani imarah Azan, propinsi Syabwah Yaman Selatan, dengan sepuluh rudal tanpa ada korban yang jatuh, baik yang gugur maupun yang luka-luka, Alhamdulillah.
Kontributor Madad News Agency menyebutkan bahwa pesawat AS tanpa awak tersebut pada pukul 06:50, waktu propinsi Syabwah, nelakukan serangan dengan lima tembakan pada daerah-daerah yang berbeda di Azan dengan jeda 10 menit ditiap tempat dan sekali tembak dua rudal yang dmuntahkan.
Tembakan pertama kena sasaran rumah yang tak ada penghuninya, dekat dengan jalan utama kota Azan, yang hamper membuat rumah itu hancur rata dengan tanah dan mengenai salah satu Masjid yang dekat dengan rumah itu. Dua diantara empat tembakan menargetkan pabrik pembuat bata semen di persimpangan Al-Hauthoh. Dua serangan terakhir mengenai sasaran pintu masuk kota Azan dari arah kota Al-Hauthoh disela-sela lalu-lalangnya mobil-mobil warga. Namun , Alhamdulillah, tak ada satupun korban dari warga.
Lanjut Madad News Agency, perlu diketahui bahwa Imarah Azan pernah “ketiban” serangan yang serupa dari pesawat AS sejak dua bulan lalu yang mengakibatkan syahidnya tiga orang  warga dan lima anak-anak.9usamah/madad)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget