Latest Post

00.33

 

IRAK.- Sabtu malam, 18 Agustus 2012, jama’ah jihad Irak, Jama’ah Ansharul Islam, merilis ucapan selamat ‘Idul Fitri dari komandan-komandan Jama’ah. Dalam ucapan tersebut mereka menyeru kepada mujahidin intern secara khusus dan mujahidin Irak secara umum serta pemimpin-pemimpin jihad.
“Kalian masih tetap menjadi tentara Allah, pemuda risalah dan pemegang amanat. Sungguh kalian telah memanggul tanggungjawab membela ummat dan agama semenjak kalian bersumpah kepada Allah diatas panji Islam, Jihad dan pengokohan.  Sedangkan Allah, ahlul haq dan orang yang berhukum dengan syari’at mengetahui bahwa kalian adalah orang yang pertama kali mengangkat panji Tauhid dan Jihad di Irak. Darah-darah yang suci mereka mengalir. Dan orang yang paling pertama bergabung ke Darul Islam dengan sepenuh persyaratannya dan orang yang yang pertama memerangi kaum murtad. Sunggh darah kalian adalah darah pertama yang mengalir dalam front pertempuran di Irak melawan para murtaddin dan darah kalian adalah darah yang pertama yang dimiliki mujahidin mengalir dalam menghadapi pasukan salibis Amerika serta belum ada darah yang tertumpah. Dan cukuplah dengan itu ia mendapatkan karunia besar dari Allah ”.
Mereka juga menyampaikan pesan kepada ulama dan imam dakwah tauhid dan jihad yang Allah berikan perbendaharaan ilmu dan hikmah serta pemimpin-pemimpin lapangan yang memanggul senjata yang agama tidak tegak keuali dengan wasilahnya. Mereka menyerukan beberapa poin diantaranya memelihara kemurnian panji agar tidak dicemari oleh fanatisme buta jahiliyyah, memelihara agama, kehormatan, jiwa dan harta kaum muslimin dan persiapan materi yang meningkat dan menyiapkan strategi .(usamah/ansar)


Mualaf Australia Ini Bangga Menjadi Muslim

Alexander Husseini
Australia bukanlah negara Islam. Kebudayaan Barat yang dianut Australia pun kerap bertolak belakang dengan ajaran agama Islam.
Tetapi bagi Alexander Husseini, atau Alex, hal ini tidak membuatnya membatasi pergaulan.
"Islam mengajarkan pemeluknya untuk memiliki karakter yang kuat. Sebagai Muslim, kita harus tunjukkan kalau bertingkah laku yang beradab," ujarnya.
Usianya masih terbilang sangat muda, 21 tahun. Tetapi justru ia tidak ingin masa mudanya hilang begitu saja. Ia ingin terus teguh memegang keimanannya, sambil berharap bisa membantu orang lain.
Menurut Alex, jika kita mampu berperilaku seperti apa yang sudah diajarkan Islam, maka orang lain akan semakin menghormati kita. Tak jarang, bahkan menjadi panutan bagi yang lain.
Alex sehari-harinya bekerja membantu bisnis keluarganya, yakni sebuah toko keju yang selalu ramai dikunjungi di pasar terkemuka, Queen Victoria Market di Melbourne.
Ia bukanlah termasuk orang yang malu untuk mengakui dirinya adalah seorang Muslim, ditengah pemberitaan soal Islam yang kerap kali terdengar miring. "Saya jelaskan kepada teman yang lain, jika shalat itu adalah untuk membuat rileks setelah berbagai kesibukan. Juga tempat dimana kita berharap dan berdoa pada Sang Pencipta," kata Alex.
"Mungkin sama saja bagi sebagian yang melakukan yoga, ya itulah shalat bagi saya."
"Sementara, puasa adalah untuk ikut merasakan apa yang dialami oleh mereka yang tidak mampu."
"Bulan Ramadan juga adalah saat yang tepat untuk berbagi. Bayangkan jika kita semua memberikan sumbangan kepada mereka yang membutuhkan, mungkin masalah kemiskinan bisa diatasi," tambahnya.
Di tengah kesibukannya, ia kerap bermain sepak bola, salah satu kegemarannya.
Tak jarang, beberapa diantara temannya kadang merayakan kemenangan dengan berpesta atau minum alkohol, hal yang dilarang dalam ajaran Islam. "Yang terpenting adalah selalu berperilaku terbaik untuk menjaga moral," tanggapnya soal bagaimana menolak ajakan dan godaan dari sekitar.
Alex pun merasa beruntung karena ia tidak pernah mengalami diskriminasi atau kekerasan yang berbau suku dan agama.
Menurutnya, warga Australia tidak akan langsung begitu saja dalam menghakimi atau menilai seseorang. "Di sini orang akan menilai kita secara bertahap, karenanya jika kita terus menunjukkan yang akhlak yang terbaik, maka orang pun akan sungkan menuduh kita macam-macam."
Alex memiliki harapan dan mimpi besar bagi Australia. "Kita antar umat beragama sebenarnya bisa mudah bersatu karena ada kesamaan."
"Kesamaan ajarannya adalah selalu ingin membantu orang yang kesusahan, membantu yang sakit, misalnya," tambahnya. "Jika ini yang dipersatukan, maka akan sangat bermanfaat dan berguna untuk orang lain"

MANCHESTER -- Roberto Mancini bisa bernafas lega. Itu setelah di laga pembuka Liga Primer Inggris anak asuhnya mengalahkan Southampton, 3-2 di Etihad Stadium, Ahad (19/8) malam. Namun sorotan pertandingan itu tertuju pada selebrasi yang dilakukan Samir Nasri. Gol ketiganya menjadi penentu raihan tiga angka Manchester City.
Usai mencetak gol, gelandang asal Perancis tersebut berlari ke pojok lapangan sembari membuka jersey. Dia menunjukkan kepada kamera sebuah pesan di kaos dalam yang dikenakannya. "Ied Mubarak," begitu bunyi pesan itu.
Nasri merayakan golnya di hari ketika dia tengah merayakan Idul Fitri. Kebahagiaan di tengah momen lebaran mampu dikonversikannya dengan bermain penuh determinasi di lapangan. Tidak salah dia menjadi penyelamat the Citizen di laga perdana resmi mereka.
Sekitar tiga jam sebelum kick off, Nasri sudah menyampaikan pesan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada penggemarnya. Lewat akun twitter-nya, @SamNasri19, ia berbagi kebahagiaan menyambutnya datangnya hari kemenangan dan penuh kemuliaan. "Aid mabrouk a tous les musulman, Eid Mubarak to all the Muslims (Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi semua kaum Muslim di dunia)" kicau mantan pemain Arsenal itu.
Cara Samir Nasri Ucapkan Selamat Idul Fitri
Samir Nasri saat merayakan gol ke gawang Southampton

Kebahagiaan juga dirasakan Edin Dzeko. Pencetak gol kedua City tersebut juga sedang merayakan lebaran. "Bajram Serif Mubarek Olsun! Eid Mubarak! May Allah bless you and your families with happines (Semoga Allah memberkati kita dan keluarga kita dengan .penuh kebahagiaan)," ujar pemain timnas Bosnia itu.

23.31
 Novel Itu Mengantarkannya Menjadi Seorang Mualaf
Molly Carlson

Molly Carlson tak menduga sebuah buku fiksi yang dibacanya di masa kecil akan membuatnya mengenal Islam. Selanjutnya perkenalan itu secara tidak sadar membekas di hatinya.

Membuatnya diam-diam meyakini Islam sebagai agama yang paling benar. Bahwa semua doa, pelayanan, dan salib yang disilangkannya dengan jari di dadanya, hanyalah sebuah kegiatan yang selama ini tak menyentuh hatinya.

“Saya tidak ingat berapa umur saya ketika membaca buku itu, tapi saya ingat betul satu adegan di buku itu yang membuat saya mengenal Islam dan mempertanyakan identitas saya sebagai Katolik,” ujarnya. Itu adalah buku King of the Wind karangan Marguerite Henry. Buku itu menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang berasal dari Maroko dan kudanya.

Sementara adegan yang dikenang Molly adalah ketika anak tersebut dikisahkan berpuasa saat Ramadhan. “Entah mengapa setelah membaca kisah tersebut, hati saya tiba-tiba tergerak,” katanya. Sejak itu, dia mulai tertarik terhadap Islam. Rasa penasaran menuntunnya untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang Islam dan agamanya saat itu.

Lalu beberapa mimpi menuntunnya untuk mengenal Islam lebih dalam. “Pada umur 12 tahun saya mendapatkan mimpi misterius yang tidak benar-benar saya mengerti. Tidak menakutkan, namun mimpi itu seperti merefleksi hati saya ketika itu,” ujarnya. Di mimpi itu, Molly berdiri di sebuah ruangan kotak yang dindingnya terbuat dari kayu dan memiliki karpet berpola di lantainya. Ruangan tersebut diterangi oleh lentera.

Molly berdiri di tengah ruangan tersebut. Di sebelah kirinya terdapat sebuah pintu kayu berukir untuk masuk ke ruangan lainnya. Meskipun terpisah pintu, namun dalam mimpi tersebut Molly melihat banyak perempuan di dalam ruangan tersebut. Mereka semua menggunakan hijab. Sementara ruangan tempat dia berdiri saat itu adalah ruangan yang dipenuhi laki-laki.

Di dalam mimpi itu, Molly sadar bahwa apa yang dilakukannya salah. Bahwa seharusnya dia tidak berada di ruangan tersebut. Bahwa seharusnya dia bergabung dengan para perempuan di ruangan sebalahnya. Dalam mimpi itu pula dia menyadari keberadaan sebuah kekuatan besar yang dipahaminya sebagai sosok Tuhan. Namun Dia merasa kecewa kepada Molly karena berada di ruangan tersebut. Entah mengapa, mengetahui hal tersebut, Molly merasa sangat sedih. Mimpi tersebut membuat Molly kecil semakin bertanya-tanya.


                                                                           ***

Di lain waktu, mimpi lain menyerbunya. Saat itu, Molly telah cukup dewasa untuk membuat keputusan atas dirinya. Dalam mimpi tersebut, Molly melihat seorang perempuan berdiri di sebelahnya. Perempuan itu menggunakan hijab hitam yang menutup tubuhnya dari kepala hingga ujung kaki, seperti seorang ninja. Molly hanya bisa melihat mata perempuan itu.

Dia merasa takut melihat sosok tersebut, namun lalu memberanikan diri untuk mendekat kepada perempuan tersebut. Dia melihat mata perempuan tersebut lebih seksama. Dia terkejut mengetahuo bahwa perempuan yang berada di depannya itu adalah dirinya sendiri. “Saya bisa tahu dari mata itu. Itu mata saya. Kami seperti cermin. Sejenak saya berpikir bahwa mimpi tersebut adalah masa depan saya kelak,” ujarnya.

Kejadian demi kejadian tak lantas membuatnya sebagai muslim. Eksplorasinya tentang Islam yang lebih mendalam  baru dilakukan setelah peristiwa 9/11. “Saat itu saya sedang menempuh semester pertama saya di kuliah. Saya berusia 18 tahun,” katanya. Ketika peristiwa itu terjadi, Molly memiliki sejumlah teman dekat yang beragama Islam. Namun selama ini, pertemanan mereka tidak banyak menyinggung soal agama. “Kami tidak membahas tentang agama setiap kali bertemu. Mereka tidak pernah mempertanyakan keyakinan saya dan tidak pernah memaksakan keyakinan mereka kepada saya,” katanya.

Sayangnya peristiwa tersebut telah menyebarkan kebencian terhadap muslim. Namun tidak demikian dengan Molly. Penilaiannya tentang teman-temannya itu tidak berubah. Mereka tetap menjadi sahabat baik bagi Molly. Tak ada kebencian yang ada adalah simpati. Bukan pada korban yang meninggal karena peristiwa tersebut, namun pada teman-temannya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kejadian itu tetap dihakimi hanya karena mereka muslim.

“Saya tidak tega melihat teman saya diperlakukan tidak baik pasca kejadian tersebut. Saya sudah mengenal mereka sejak lama. Mereka orang yang sangat baik. Bukan teroris ataupun ekstremis,” ujarnya.

Suatu kali, Molly pernah meminjam hijab, abaya, dan niqab milik seorang temannya dan datang ke kampusnya dengan penampilan tersebut. Hal tersebut dilakukannya hanya untuk mencari tahu bagaimana rasanya menjadi mereka. “Kenyataannya saya benar-benar diperlakukan secara berbeda. Perlakukan yang keras bahkan membuat saya menangis,” ujarnya.

Perlakukan tersebut tak menyurutkan keputusannya untuk memeluk Islam di kemudian hati. Pada 2005, ketika usinya 22 tahun, di ruang tamu sebuah keluarga Muslim kenalannya, Molly membaca syahadat.

“Saya masih ingat betul perasaan saya saat itu. Saya merasakan tangan Tuhan merangkul saya dan mencabut dosa saya serta membuat saya menjadi orang yang baru,” katanya. Sejak saat itu, Molly tidak pernah melihat ke belakang. “Saya tidak pernah menyesali keputusan saya. Saya menemukan lebih banyak arti dan kesenangan dalam hidup saya setelah menjadi muslim,” ujarnya.

23.29


Belum sempurna rasanya jika ke Tanah Suci ini tak singgah di Jabal Rahmah, bukit yang ada di seputaran Padang Arafah. Di bukit itulah Adam dan Hawa bertemu kembali setelah berpisah ratusan tahun lamanya. Sampai kini, bukit ini masih berbentuk batu cadas dengan sebuah tugu monumen di puncaknya serta terdapat anak tangga dari beton untuk mencapai puncaknya. 
 
Kami pun menuju Jabal Rahmah. Perjalanan ini melewati wilayah Mina dan Arafah yang tengah disibukkan oleh pendirian tenda-tenda.  Jabal Rahmah adalah bukit batu tanpa tetumbuhan, dihiasi batu-batu besar di lerengnya. Jabal Rahmah berada di bagian timur Padang Arafah di kota Mekkah Arab Saudi. Jabal berarti sebuah bukit atau gunung, sementara Rahmah adalah kasih sayang.
 

Jabal Rahmah, Kisah Pertemuan Adam dan Hawa
Sesuai dengan namanya, bukit ini di yakini sebagai pertemuan antara Nabi Adam dan Siti Hawa setelah mereka dipisahkan dan diturunkan dari syurga oleh Allah selama bertahun-tahun setelah melakukan kesalahan dengan memakan buah khuldi yang terlarang. Walaupun tidak ada nash yang terkait dengan hal tersebut.
 
Konon berdasarkan cerita ahli sejarah, Nabi Adam diturunkan di negeri India, sedangkan Siti Hawa diturunkan di Irak. Setelah keduanya bertaubat untuk memohon ampun, akhirnya atas ijin Allah mereka dipertemukan di bukit ini. Setelah pertemuan ini, Adam dan Hawa melanjutkan hidup mereka dan melahirkan anak-anak keturunannya sampai sekarang.
 
Peristiwa pentingnya adalah tempat turunnya wahyu yang terakhir pada Nabi Muhammad saw, yaitu surat Al-Maidah ayat 3. Diriwayatkan bahwa surah AI-Maa-idah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu asar yaitu pada hari Jumat di padang Arafah pada musim haji Wada. “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”
 
Haji wada’ adalah haji terakhir yang dilakukan Rasulullah sebelum beliau meinggal dunia.
 
Untuk menuju puncak Jabal Rahmah ini, kita bisa menempuhnya sekitar 15 menit dari dasar bukit. Bukit batu ini berada pada ketinggian kurang lebih enam puluh lima meter yang puncaknya menjulang. Di bukit ini terdapat sebuah monumen yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar kurang lebih 1, 8 meter dan tingginya 8 meter. Menuju puncak bukit ini pemerintah setempat telah membangun infrastruktur yang memadai sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menikmatinya.
 
Infrastruktur ini berupa jalanan berbentuk tangga dengan 168 undakan menuju puncak tugu. Panas terik siang itu, kami yang merasa kuat berusaha mendaki. Rupanya aku dan beberapa rekan mendaki dari sisi yang tidak tepat. Bukan jalan resmi. Cukup sulit lantaran harus meloncat dan memanjat batu-batu besar.
 
Berdiri di puncak, kita dapat mengedarkan pandangan yang luas. Di salah satu sisi, terlihat hamparan padang Arafah yang mulai menghijau dengan adanya pohon Sukarno.
 
Berada di puncak, kita dapat menyaksikan aneka tingkah polah manusia. Ada yang hanya berkerumun dan melihat-lihat. Ada yang menulis di batu atau di tugu. Memang pengunjung ditawari jasa menyewa spidol untuk corat-coret. Walaupun sebenarnya hal tersebut dilarang oleh pemerintah. Ada penjaga yang mengawasi dan melarang pengunjung melakukan aktivitas corat-coret.

Namun ada saja yang berhasil mencuri iesempatan. Mungkin orang yang menulis ikut mempercayai bahwa jika menuliskan namanya di jabal rahmah, atau meninggalkan fotonya, akan kekal percintaannya. Keyakinan yang sungguh sesat. Jangan ikut-ikutan ya...
 
Ada juga yang sedang berceramah, mungkin menerangkan pada rekan-rekannya hal ikhwal tentang tempat tersebut, namun aku tidak memahami bahasanya. Ada juga suami istri yang sholat. Padahal juga telah diperingatkan bahwa tidak ada sunnahnya mendirikan sholat di jabal Rahmah.
 
Lebih banyak adalah pengunjung yang berfoto. Sejak dalam bus, pemandu sudah mengingatkan untuk tidak menerima tawaran tukang foto lokal yang menawarkan jasa foto sekali jadi. Konon rawan penipuan, seperti harganya dimahalkan. Atau dealnya sekali foto, tapi difoto beberapa kali dan dipaksa untuk membayar.

Wallahu a’lam kebenarannya, karena kami tidak menggunkan jasa mereka. Namun memang tukang foto ini selalu menawari pengunjung, bahkan terkesan agak memaksa. Hal ini cukup mengganggu kenyamanan.
 
Banyak juga pengemis di sekitar jabal Rahmah. Sejak dari tempat parkir, di kaki bukit, bahkan hingga ke punggung bukit dekat puncak. Mereka berbaring di bawah panas terik, di sela bebatuan, di tengah tangga naik.
 
“Mama haji...mama haji...” begitu mereka memanggil-manggil. Yang khas adalah mereka menekuk tangan dan memperlihatkan kedua sikunya seolah tangannya cacat. Wallahu a’lam apakah cacat atau tidak.
 
Kebanyakan mereka berkulit hitam. Konon berasal dari luar Saudi. Ada seorang pengemis bercadar dengan dua anak kembarnya yang masih berusia sekitar 1 tahun. Mereka duduk di tangga naik bukit. Sang ibu tengah menyuapi anaknya yang sedang menderita pilek. Apakah mengajak anak mengemis bagian dari eksploitasi anak...? Saya tak tega melihatnya.
 
Banyak pengunjung yang jatuh kasihan dan bershodaqoh kepada para pengemis. Ada juga yang justru mencibir dan berkomentar bahwa mereka adalah mafia, yang beruntung adalah bos-nya. Wallahu a’lam.
 
Pedagang kaki lima juga tersebar di sepanjang tepi tangga naik dan di halaman. Bermacam-macam barang dagangan yang digelar. Ada tasbih, siwak, inai, peci dan lain-lain barang khas arab. Ada kerudung, jubah, sandal, makanan. Sebagian penjual adalah perempuan kulit hitam yang bercadar. Sepertinya mereka saling kenal, mereka mengobrol satu sama lain sambil menanti pembeli.
 


Kami mendapat VCD gratis tentang tempat bersejarah di Tanah haram. Ada yang tersedia dalam bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Indonesia dan bahasa apalagi. Saya meminta yang bahasa Indonesia.di area dekat tangga naik juga dipasang peringatan tentang apa yang dilarang saat mengunjungi Jabal rahmah.

Papan peringatan dipajang cukup besar dan jelas, memakai bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Arab dan bahasa lain. Hal ini untuk mencegah penyimpangan aqidah, ibadah maupun akhlaq yang mungkin dilakukan oleh pengunjung.
 
Sebenarnya juga ada onta wisata yang bisa disewa untuk berfoto. Tapi saya dan rombongan tidak melihat onta-onta tersebut. “Mungkin karena waktu pelaksanaan ibadah haji telah dekat, jadi onta-onta sudah dipergikan untuk membersihkan area ini “, pemandu menjelaskan.
 
Panas terik saat menjelang waktu dhuhur, mengiringi kepergian kami dari Jabal Rahmah. Saya masih sedih membayangkan para pengemis yang tidur terlentang menanti belas kasihan di sela-sela batu di dekat puncak Jabal Rahmah. Bagaimana keadaan mereka dibawah panas terik.

Bagaimana jika haus dan lapar...Ah bukankah itu bagian dari keseharian mereka yang tak perlu kucemaskan. Selamat Tinggal Jabal Rahmah, semoga kelak ada kesempatan untuk kembali berkunjung.

23.04
Kaligrafi Masjid Ajhambra Spanyo (Insert: Karima Burns)

Hidayah memang bisa datang dari arah yang tak terduga. Bagi Karima Burns, mahasiswa asal Iowa, Amerika Serikat, hidayah justru datang saat ia tengah berwisata ke Spanyol.

Pemandu wisatanya mengajaknya ke Masjid Alhambra di Granada, Spanyol. Melihat banyak ejaan Arab bertebaran di bangunan yang kini menjadi salah satu daya tarik wisata panyol ini, ia tertegun. "Itu adalah bahasa yang paling indah yang pernah kulihat," ujarnya.
 
"Bahasa apa itu?" ia berkata pada seorang turis Spanyol. "Bahasa Arab," jawab mereka.
 
Hari berikutnya, ketika petugas tur ditanya tentang bahasa apa yang dia ingin di buku turnya, ia menjawab, "Arab."
 
"Arab?" katanya, terkejut. "Apakah Anda bisa berbicara bahasa Arab?"
 
"Tidak," Karima menjawab. "Dapatkah Anda memberi saya satu dalam bahasa Inggris juga?"
 
Pada akhir perjalanan, tasnya penuh brosur berbahasa Arab. "Aku memperlakukannya seolah-olah mereka terbuat dari emas. Aku akan membukanya setiap malam dan melihat huruf-huruf yang mengalir di seluruh halaman," ujarnya.
Hari itu dia bertekad, akan belajar bahasa Arab.
***
Karima dibesarkan di Midwest. Orang tuanya penganut agama yang taat. Namun Karima selalu bertanya-tanya, mengapa berdoa pada Tuhan harus melalui perantara?

"Aku intuitif merasa bahwa ada sesuatu yang salah dengan itu. Tanpa memberitahu siapa pun, aku diam-diam berdoa kepada "Tuhan." Saya sungguh-sungguh percaya bahwa hanya ada satu entitas berdoa. Tapi, aku merasa bersalah karena ini bukan apa yang telah agama lama saya ajarkan."
 
Suatu hari, acara bersilaturahim ke rumah guru rohaninya semakin membulatkan tekad untuk meninggalkan agama itu. "Aku melihat rak penuh dengan Alkitab. Aku bertanya apa saja kitab itu. "Versi berbeda dari Alkitab," jawab guruku. Ini tampaknya tidak terganggu dia sama sekali bahwa ada begitu banyak versi yang berbeda. Tapi, itu menggangguku. Beberapa dari mereka benar-benar berbeda dan beberapa bab bahkan hilang dari Alkitab yang aku punya. Aku sungguh bingung," ujarnya.
***
Muslim gugur usai, Karima kembali ke kampusnya di Northwestern University. Liburan ke Spanyol, sungguh mencerahkannya.
 
Ia seolah menemukan alternatif dari kebuntuannya. "Aku telah meninggalkan gereja hanya beberapa bulan sebelum pergi berlibur dan tidak tahu ke mana harus berpaling. Aku tahu bahwa aku tidak nyaman dengan apa yang apa yang diajarkan selama ini, tapi aku tidak tahu apakah ada alternatif lain," katanya.
 
Kembali ke kampus, ia mengambil kelas bahasa Arab juga. "Aku ingat, aku adalah salah satu dari hanya tiga orang di kelas yang sangat tidak populer itu," ujarnya terkekeh.
 
Ia menenggelamkan diri dalam studi bahasa Arab dengan gairah yang menyala. Ia senang mengerjakan PR kaligrafi dan ia pergi ke daerah-daerah Arab di Chicago hanya untuk melacak botol Coca Cola yang ditulis dalam bahasa itu.
 
Hingga suatu hari, ia berkenalan dengan Alquran. Salah satu tugasnya, adalah menyalin beberapa ayat. Bukannya mengerjakan, dia malah asyik berselancar dari satu ayat ke ayat lainnya. "Sungguh indah. Itu yang aku cari selama ini, agama yang menyatakan sangat jelas bahwa hanya ada satu Allah," ujarnya.
 
Sebuah nama dalam Alquran diyakini sebagai "pemilik versi" Alquran, seperti halnya ada Injil dengan beragam versi. Namun ketika ia mengungkapkan para profesornya, sang profesor terkekeh.
 
"Hanya ada satu versi Alquran. Yang kau pikir, itu adalah penerjemahnya," ia menirukan sang profesor.
 
Ia makin mendalami Alquran, bahkan kemudian memutuskan untuk pergi ke Mesir belajar Islam.
 
Suatu hari seorang teman bertanya mengapa ia tidak masuk Islam jika menyukainya begitu banyak. "Hatiku sudah Muslim," ia menjawab sekenanya.
 
Namun sang teman menyatakan, bersyahadat tetap harus. Maka, di sebuah masjid di Mesir, ia menyatakan keislamannya.

“Dan Tuhanmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia (peternakan lebah). Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan,” (QS. An-Nahl: 68-69).



Lebah, 1400 tahun lalu memang telah dirincikan Allah swt sebagai hewan yang dapat memproduksi minuman dan obat berkhaisat. Dalam perkembangan lebih lanjut, manusia pun menemukan produk lebah yang lebih hebat dibandingkan dengan madu, yaitu royal jelly alias “susu ratu”. Dan keberadaan si kental manis asam dan susu ratu ini pun sampai sekarang terkenal sebagai produk obat-obat herbal.
 
Madu, sebagian masyarakat Indonesia yakin kalau madu merupakan cairan alami yang enak dan manis. Kita juga beranggapan, madu kental itu sebagai “makanan istimewa” untuk kebugaran tubuh. Menurut sumber kepustakaan, setiap 1.000 g madu bernilai 3.280 kalori. Nilai kalori 1 kg madu sama dengan 50 butir telur atau 5,575 l susu, atau 1,680 kg daging.
 
Sebetulnya, khasiat madu amat berkaitan dengan kandungan gulanya yang tinggi. Yakni fruktosa 41%, glukosa 35%, dan sukrosa 1,9%. Serta unsur kan-dungan lainnya, seperti tepung sari ditambah berbagai enzim pencernaan. Lalu ada vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, antibiotika, dan lainnya.
 
Meski sama manisnya, perlakuan tubuh manusia terhadap madu yang manis itu berbeda dibandingkan dengan gula atau gula pasir. Madu dapat diproses langsung menjadi glukogen, sedangkan gula harus diproses terlebih dulu oleh enzim pencernaan di usus.

Dengan demikian tubuh manusia bisa lebih cepat merasakan manfaat madu dibandingkan dengan gula pasir. Dari beberapa hal itu, rasanya bisa disimpulkan kalau madu bisa memberikan manfaat sangat penting dalam kehidupan manusia.
 
Royal Jelly-Susu Ratu yang Penuh Rahasia Ilahi
Dalam perkembangan lebih lanjut, manusia menemukan produk lebah yang lebih hebat dibandingkan dengan madu, yaitu royal jelly alias “susu ratu”.
 
Dalam beberapa penelitian, royal jelly memberikan petunjuk katanya bisa menggantikan sel-sel tubuh yang mati, serta memelihara kebugaran tubuh. Juga disebut-sebut – lagi-lagi katanya – mampu mempertahankan keperkasaan lelaki. Bahkan, beberapa ahli lebah madu di Eropa kini kabarnya sedang meneliti kemungkinan royal jelly untuk mengobati penderita leukemia, kanker, dan AIDS.
 
Madu konon bisa menggantikan antibiotika bagi pasien pengidap kanker, juga menyembuhkan efek sampingan prosedur kuratif, dan obat rematik. Madu juga terbukti meningkatkan trombosit pada penderita demam berdarah.

Sedangkan venom atau racun lebah dapat untuk mengobati prostatitis kronis dan wasir. Juga dapat merehabilitasi pasien berpenyakit jantung, penyakit kulit, tukak lambung, luka bakar, dan sebagainya.

Dalam suatu seminar internasional di Swis, tahun 1995, para peneliti dan ahli apiterapi juga ahli farmasi menyatakan dirinya siap bekerja sama secara internasional, untuk mengembangkan produksi obat-obatan dari produk lebah madu dan royal jelly.
 
Royal jelly yang disebut “susu ratu” sebetulnya bukan susu. Apalagi madu yang dihasilkan sang ratu lebah. Itu sebetulnya bahan makanan khusus untuk ratu lebah. Diduga karena terus-menerus makan royal jelly, queen bee itu bisa berumur antara 5 – 6 tahun.
 
Sejak 1922, seorang peneliti dari Prancis telah merekomendasikan royal jelly untuk pengobatan. Meski begitu sampai saat ini berbagai unsur yang terkandung di dalamnya belum bisa diketahui seluruhnya. Royal jelly yang manis agak kecut tetap merupakan misteri yang menggoda para ilmuwan.
 
Selebihnya, masih banyak laporan penelitian tentang berbagai produk lebah yang menunjukkan hasil positif untuk pengobatan, baik setelah mengonsumsi madu, tepung sari atau polen, maupun royal jelly.

Sayangnya, kenyataan itu sulit diterima organisasi kesehatan dan perguruan tinggi kedokteran di beberapa negara dengan alasan kurangnya bukti ilmiah. Setidaknya, begitulah antara lain pernyataan pakar apiterapi dari Jerman. (islampos)
 


Beberapa Penggunaan Madu
  • Pisang ambon dicampur dengan madu dan susu merupakan makanan yang baik bagi bayi.
  • Pisang (jenis tergantung selera) dilumatkan sampai halus, dicampur dengan segelas air kelapa muda dan sedikit madu, kemudian disaring. Air hasil saringan berkhasiat bagi penderita campak dan tuberkolosis (TBC).
  • Beberapa tetes sari buah pepaya, dicampur madu, merupakan tonikum yang baik untuk pertumbuhan anak serta wanita hamil dan menyusui.
  • Pepaya, dicampur susu dan madu, baik untuk mengatasi ketidakberesan saluran kencing, berbagai gangguan jantung, otak, hati, urat sarat, darah, wasir dan sembelit.
  • Beberapa tetes sari buah pepaya, dicampur madu, berkhasiat memperlancar air susu ibu.
  • Jeruk peras, ditambah madu, dapat mengatasi gangguan jantung.
  • Segelas air jeruk, ditambah sedikit garam dan satu sendok makan madu, berkhasiat untuk penderita TBC, asma, masuk angin dan bronkitis.
  • Segelas penuh sari wortel, dicampur satu sendok makan madu dan satu sendok teh sari jeruk nipis, dapat menanggulangi mual-mual pada wanita hamil, gangguan empedu, radang lambung, kencing tidak lancar dan tubuh letih serta lesu (sebelum makan pagi).
  • Segelas penuh sari mentimun, dicampur satu sendok teh madu, dan satu sendok teh sari jeruk nipis, bermanfaat memperlancar buang air kecil, keracunan saat hamil dan kencing yang sedikit akibat kurang cairan ( diminum dua kali sehari.


Dalam Alqur'an, Allah seringkali menyeru manusia untuk mempelajari alam dan menyaksikan "ayat-ayat" yang ada padanya. Semua makhluk hidup dan tak hidup di jagat raya ini dipenuhi "ayat" yang menunjukkan bahwa alam semesta seisinya telah diciptakan.

Di samping itu alam ini adalah pencerminan dari ke-Mahakuasaan, Ilmu dan Kreasi Penciptanya. Adalah wajib bagi manusia untuk memahami ayat-ayat ini melalui akalnya, sehingga ia pun pada akhirnya menjadi hamba yang tunduk patuh di hadapan Allah.
 
Kendatipun semua makhluk hidup adalah ayat Allah, uniknya ada sejumlah binatang yang secara khusus disebut dalam Alqur'an. Satu diantaranya adalah nyamuk:
 
"Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Rabb mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik." (QS. Al-Baqarah, 2:26).
 
Pemakan madu bunga
Anggapan banyak orang bahwa nyamuk adalah penghisap dan pemakan darah tidaklah sepenuhnya benar. Hanya nyamuk betina yang menghisap darah dan bukan yang jantan.

Di samping itu, nyamuk betina menghisap darah bukan untuk kebutuhan makan mereka. Sebab baik nyamuk jantan maupun betina, keduanya hidup dengan memakan "nectar", yakni cairan manis yang disekresikan oleh bunga tanaman (sari madu bunga).

Satu-satunya alasan mengapa nyamuk betina, dan bukan jantan, menghisap darah adalah karena darah mengandung protein yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan telur nyamuk. Dengan kata lain, nyamuk betina menghisap darah untuk mempertahankan kelangsungan hidup spesiesnya.
 

Perubahan warna
Proses perkembangan nyamuk merupakan peristiwa yang paling menakjubkan. Di bawah ini uraian singkat tentang metamorfosis nyamuk dimulai dari larva mungil melalui sejumlah fase perkembangan yang berbeda hingga pada akhirnya menjadi nyamuk dewasa.
 
Nyamuk betina menaruh telurnya, yang diberi makan berupa darah agar dapat tumbuh dan berkembang, pada dedaunan lembab atau kolam-kolam yang tak berair di musim panas atau gugur.

Sebelumnya, nyamuk betina ini menjelajahi wilayah yang ada dengan sangat teliti menggunakan reseptornya yang sangat peka yang terletak pada perutnya. Setelah menemukan tempat yang cocok, nyamuk mulai meletakkan telur-telurnya.

Telur yang panjangnya kurang dari 1 mm ini diletakkan secara teratur hingga membentuk sebuah barisan teratur. Beberapa spesies nyamuk meletakkan telur-telurnya sedemikian hingga berbentuk seperti sebuah sampan. Beberapa koloni telur ini ada yang terdiri dari 300 buah telur.
 
Telur-telur yang berwarna putih ini kemudian berubah warna menjadi semakin gelap, dan dalam beberapa jam menjadi hitam legam. Warna gelap ini berfungsi untuk melindungi telur-telur tersebut agar tidak terlihat oleh serangga maupun burung pemangsa.

Sejumlah larva-larva yang lain juga berubah warna, menyesuaikan dengan warna tempat di mana mereka berada, hal ini berfungsi sebagai kamuflase agar tidak mudah terlihat oleh pemangsa.
 
Larva-larva ini berubah warna melalui berbagai proses kimia yang terjadi pada tubuhnya. Tidak diragukan lagi bahwa telur, larva maupun nyamuk betina bukanlah yang menciptakan sendiri ataupun mengendalikan berbagai proses kimia yang mengakibatkan perubahan warna tersebut seiring dengan perjalanan metamorfosis nyamuk.

Mustahil pula jika sistem yang kompleks ini terjadi dengan sendirinya. Kesimpulannya adalah nyamuk telah diciptakan secara lengkap beserta dengan sistem perkembangbiakannya sejak pertama kali ia ada. Dan Pencipta yang Maha Sempurna ini adalah Allah.
 

Hidup sebagai larva
Ketika periode inkubasi telur telah berlalu, para larva lalu keluar dari telur-telur mereka dalam waktu yang hampir bersamaan. Larva (jentik nyamuk) yang makan terus-menerus ini tumbuh sangat cepat hingga pada akhirnya kulit pembungkus tubuhnya menjadi sangat ketat dan sempit.

Hal ini tidak memungkinkan tubuhnya untuk tumbuh membesar lagi. Ini pertanda bahwa mereka harus mengganti kulit. Pada tahap ini, kulit yang keras dan rapuh ini dengan mudah pecah dan mengelupas. Para larva tersebut mengalami dua kali pergantian kulit sebelum menyelesaikan periode hidup mereka sebagai larva.
 
Jentik nyamuk mendapatkan makanan dengan cara yang menakjubkan. Mereka membuat pusaran air kecil dalam air dengan menggunakan bagian ujung dari tubuh mereka yang ditumbuhi bulu sehingga mirip kipas.

Kisaran air tersebut menyebabkan bakteri dan mikro-organisme lainnya tersedot dan masuk ke dalam mulut larva nyamuk. Proses pernapasan jentik nyamuk, yang posisinya terbalik di bawah permukaan air, terjadi melalui sebuah pipa udara yang mirip dengan "snorkel" (pipa saluran pernapasan) yang biasa digunakan oleh para penyelam. Tubuh jentik mengeluarkan cairan yang kental yang mampu mencegah air untuk memasuki lubang tempat berlangsungnya pernapasan.

Sungguh, sistem pernapasan yang canggih ini tidak mungkin dibuat oleh jentik itu sendiri. Ini tidak lain adalah bukti ke-Mahakuasaan Allah dan kasih sayang-Nya pada makhluk yang mungil ini, agar dapat bernapas dengan mudah.
 

Saat meninggalkan kepompong
Pada tahap larva (jentik), terjadi pergantian kulit sekali lagi. Pada tahap ini, larva tersebut berpindah menuju bagian akhir dari perkembangan mereka yakni tahap kepompong (pupal stage). Ketika kulit kepompong terasa sudah sempit dan ketat, ini pertanda bagi larva untuk keluar dari kepompongnya.
 
Selama masa perubahan terakhir ini, larva nyamuk menghadapi tantangan yang membahayakan jiwanya, yakni masuknya air yang dapat menyumbat saluran pernapasan. Hal ini dikarenakan lubang pernapasannya, yang dihubungkan dengan pipa udara dan menyembul di atas permukaan air, akan segera ditutup.

Jadi sejak penutupan ini, dan seterusnya, pernapasan tidak lagi melalui lubang tersebut, akan tetapi melalui dua pipa yang baru terbentuk di bagian depan nyamuk muda. Tidak mengherankan jika dua pipa ini muncul ke permukaan air sebelum pergantian kulit terjadi (yakni sebelum nyamuk keluar meninggalkan kepompong).

Nyamuk yang berada dalam kepompong kini telah menjadi dewasa dan siap untuk keluar dan terbang. Binatang ini telah dilengkapi dengan seluruh organ dan organelnya seperti antena, kaki, dada, sayap, abdomen dan matanya yang besar.
 
Kemunculan nyamuk dari kepompong diawali dengan robeknya kulit kepompong di bagian atas. Risiko terbesar pada tahap ini adalah masuknya air ke dalam kepompong.


Untungnya, bagian atas kepompong yang sobek tersebut dilapisi oleh cairan kental khusus yang berfungsi melindungi kepala nyamuk yang baru "lahir" ini dari bersinggungan dengan air.

Masa-masa ini sangatlah kritis. Sebab tiupan angin yang sangat lembut sekalipun dapat berakibatkan kematian jika nyamuk muda tersebut jatuh ke dalam air. Nyamuk muda ini harus keluar dari kepompongnya dan memanjat ke atas permukaan air dengan kaki-kakinya sekedar menyentuh permukaan air.
 
Begitulah, seringkali hati kita tertutupi dari memahami kebesaran Allah pada makhluknya yang tampak kecil dan tak berarti. Kalau nyamuk yang kecil ternyata menyimpan keajaiban ciptaan Allah yang begitu besar, bagaimana dengan makhluk-Nya yang lebih besar dan lebih sering kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari? Wallaahu a'lam. (harunyahya)

Masjid Zakariyya

Di Peace Street 20 Bolton Inggris, berdiri sebuah gedung besar berkubah yang amat berwibawa, yang lengkap dengan menara. Tempat itu ramai dikunjungi warga Bolton, terutama yang memeluk Islam, bahkan tiap pekannya, ribuan umat Islam hadir di tempat ini, guna melaksanakan shalat Jumat. Gedung itu tidak lain adalah Masjid Zakariyya.
 
Sejarah berdirinya masjid itu, bukanlah kisah yang singkat. Kala itu antara tahun 1965 hingga 1967 umat Islam Bolton dan Balckburn belum memiliki tempat permanen untuk melaksanakan shalat.

Untuk melakukan shalat Jumat saja, mereka melaksanakannya di The Aspinal, sebuah diskotik dan tempat dansa yang digunakan di malam hari, sedang siangnya di hari Jumat tempat itu dibersihkan para relawan guna dijadikan sebagai tempat melaksanakan shalat Jumat.
 
Karena jumlah jama'ah semakin bertambah, maka diperlukan tempat besar yang permanen. Dan dimulailah pencarian bangunan yang bisa digunakan sebagai masjid sekaligus islamic center. Pada tahun 1967, ada penawaran pembelian gedung bekas gereja komunitas Metodis, yang terpaksa dijual karena terbakar. Dengan dana sebesar 2750 pound sterling dari komunitas Muslim lokal, akhirnya bangunan itu menjadi milik umat Islam. Bangunan itulah yang kini disebut Masjid Zakariyya itu.
 
Tidak hanya Masjid Zakariyya, beberapa masjid Inggris pun memiliki kisah yang hampir sama dengan kisah masjid kebanggan Muslim Bolton itu, yakni sama-sama berasal dari gereja yang dijual, baik karena kehilangan pengikut, atau karena sebab lainnya. 
 
Berikut ini masjid-masjid yang dulunya merupakan gereja:
 

Masjid Brick Lane

Masjid Jami' London
Tempat ibadah ini juga dikenal dengan sebutan masjid Brick Lane, karena posisinya di Brick Lane 52. Bangunan berdinding bata merah itu, merupakan masjid terbesar di London, yang mampu menampung 4000 jama'ah. Walau demikian luas, masjid ini belum bisa menampung seluruh anggota jama'ah shalat Jumat, hingga sering kali jama'ah meluber ke jalan raya. Mayoritas anggota jama'ah merupakan keturunan Banglades, hingga wilayah tersebut disebut Banglatow.
 
Masjid ini memiliki sejarah yang sangat unik dan panjang. Awalnya, bangunan yang didirikan sejak tahun 1743 ini adalah gereja Protestan. Dibangun oleh komunitas Huguenot, atau para pemeluk Protestan yang lari dari Prancis untuk menghindari kekejaman penganut Katolik. Akan tetapi, karena jama'ahnya menurun, maka gereja ini dijual.
 
Di tahun 1809, bangunan ini digunakan masyarakat London untuk mempromosikan Kristen kepada para pemeluk Yahudi, dengan cara mengajarkan Kristen dengan akar ajaran Yahudi. Tapi, program ini juga gagal. Dan bangunan diambil oleh komunitas Metodis pada tahun 1819.
 
Komunitas Metodis cukup lama "memegang" gereja ini. Walau demikian, pada tahun 1897, tempat ini diambil oleh komunitas Ortodok Independen dan berbagi dengan Federasi Sinagog yang menempati lantai dua.
 
Tapi tahun 1960-an komunitas Yahudi menyusut, karena mereka pindah ke wilayah utara London, seperti Golders Green dan Hendon, sehingga bangunan ditutup sementara, dan hal itu berlanjut hingga tahun 1976. Setelah itu gedung itu dibuka kembali, dengan nama barunya, Masjid Jami' London.

Masjid Didsburry

Masjid Didsbury
Masjid ini terletak di Burton Road, Didsbury Barat, Manchester. Gedung yang digunakan sebelumnya merupakan bekas gereja komunitas Metodis, yang bernama Albert Park. Gedung ini tergolong bangunan kuno, karena telah beroprasi sejak tahun 1883. Akan tetapi, pada tahun 1962 gereja ditutup, dan beralih menjadi masjid dan islamic center. Masjid ini, kini mampu menampung 100 jama'ah, dan yang bertanggung jawab sebagai imam dan khatib hingga kini adalah Syeikh Salim As Syaikhi.
 

Masjid Brent

Masjid Brent
Terletak di Chichele Road, London NW2, dengan kapasitas 450 orang, dan dipimpin oleh Syeikh Muhammad Sadeez. Awalnya, bangunan itu merupakan gereja. Hingga kini ciri bentuknya tidak banyak berubah. Hanya ditambah kubah kecil berwarna hijau di beberapa bagian bangunan dan puncak menara.
 
Masjid New Peckham
Didirikan oleh Syeikh Nadzim Al Kibrisi. Terletak di dekat Burgess Park, tepatnya di London Selatan SE5. Kini masjid ini berada di bawah pengawasan Imam Muharrim Atlig dan Imam Hasan Bashri. Sebelumnya, gedung masjid ini merupakan bekas gereja St Marks Cathedral.

Masjid Sentral Wembley 

Masjid Sentral Wembley
Masjid ini terletak di jantung kota Wembley, dekat dengan Wembley Park Station. Daerah ini memiliki komunitas Muslim besar dan banyak toko Muslim yang berada di sekitarnya. Gedung masjid ini sebelumnya juga merupakan bekas gereja. Walau sudah terpasang kubah di puncak menaranya, tapi kekhasan bangunan gereja masih nampak jelas. Dengan demikian, siapa saja yang melihatnya, akan mengetahui bahwa bangunan itu dulunya adalah gereja.
 
Masjid Jami Essex
Selain masjid-masjid di atas, sebuah gereja bersejarah di Southend juga sudah dibeli oleh Masjid Jami' Essex dengan harga 850 ribu pound sterling. Gereja dijual, karena jama'ah berkurang, sehingga kegiatan peribadatan dipusatkan di Bournemouth Park Road. Konseskuensinya, gereja ini sudah tidak beroperasi sejak tahun 2006 lalu. Rancananya gereja akan dijadikan apartemen, tapi gagasan itu ditolak oleh Dewan Southend. Akhirnya, gereja kosong itu dibeli oleh komunitas Muslim yang tinggal di kota itu, yang juga sedang membutuhkan tempat untuk melaksanakan ibadah.
 
Saat itu jumlah komunitas ini mencapai 250 orang, "gereja bekas" itu merupakan tempat yang sesuai, karena mampu menampung 300 jamaah. Tidak banyak dilakukan perubahan pada bentuk bangunan yang telah berumur 100 tahun lebih itu, hanya perlu menambah tempat untuk berwudhu dan sebuah menara.

“Sesungguhnya keadaanNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, Jadilah! maka terjadilah ia. Maka Maha Suci (Allah) yang di tanganNya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepadaNyalah kamu dikembalikan,” (QS Ya-sin: 82-83).
 
sel syaraf

Sekali lagi keajaiban-keajaiban dalam tubuh manusia menunjukkan bahwa keteraturan mengagumkan di dalamnya, yang diciptakan oleh Allah dengan satu perintah: Jadilah dan setiap saat semuanya ada di bawah kendaliNya. Segala sesuatu yang diciptakan adalah kesempatan bagi kita memuji keagungan dan kekuasaan Tuhan kita, Allah yang Maha Kuasa.
 
Dan kali ini, sesuai yang disiratkan dalam surah Yasin membahas tentang sel-sel yang berada dalam otak manusia. Sebuah sistem kerumitan yang membuat manusia berpikir dan atas kendalinya bekerja. Ya, syaraf-syaraf manusia dalam otak fisiknya.
 
Kita tahu, segala yang kita lihat dirancang untuk sebuah tujuan tertentu. Misalnya, sebuah telepon dengan perangkat -perangkat plastik dan elektroniknya, tombol, kabel dan komponen lainnya, telah dirancang untuk menjalin komunikasi dengan orang lain. Demikian juga, alasan penciptaan syaraf-syaraf dalam otak fisik manusia. Ternyata dalam sebuah pengamatan dengan mikroskop canggih, syaraf-syaraf di dalamnya berkomunikasi dengan cepat dan sempurna.
 
Bayangkan jika kita berjalan bertelanjang kaki di dapur dan menginjak sekeping beling. Rentang waktu yang dibutuhkan antara saat kita menginjak beling dan merasakan sakit di otak hanyalah seperribuan detik. Jangka waktu itu sangat singkat hingga kita tak menyadarinya, namun dalam hitungan waktu, sebuah pesan disampaikan dari jari kaki ke otak kita. Komunikasi yang cepat dan sempurna ini ternyata dikelola oleh sel-sel syaraf atau dalam ilmu biologi disebut neuron.
 
Neuron yang nampak pada pengamatan dengan mikroskop canggih, memperlihatkan adanya rentangan-rentangan yang mirip dengan lengan yang menjulur dari tubuh, yang disebut akson dan dendrit. Kita dapat membandingkan sebah neuron dengan pusat telepon berteknologi canggih. Ukuran pusat telepon seluler ini hanya antara 0,004 dan 0,1 milimeter, namun mekanisme komunikasinya tak terbandingkan di dunia saat ini. Akson dan dendrit yang telah disebutkan menjadi jalur yang memerantarai komunikasi dengan neuron lain.
 
Garis tengah neuron rata-rata 10 mikron. (1 mikron sama dengan seperseribu milimeter). Jika kita dapat merangkai 100 milyar neuron di otak manusia sambung-menyambung membentuk garis, panjang garis itu (berukuran 10 mikron dan terlalu kecil untuk terlihat mata telanjang) sekitar 1000 kilometer. Keberadaan jaringan komunikasi ini di dalam otak berbobot 1400 gram sangat menakjubkan.
 
Neuron memerantarai komunikasi di dalam tubuh kita dengan cara unik yang terdiri dari proses-proses rumit elektronik dan kimiawi yang luar biasa, sehingga memastikan pengelolaan tanpa cela di dalam otak serta antara otak dan organ-organ lainnya.
 
Misalnya, saat kita melakukan sebuah gerakan sederhana seperti memegang buku di tangan, membuka halaman-halamannya, atau menggerakkan mata menelusuri kalimat-kalimatnya, terjadilah lalu lintas komunikasi yang sangat padat di dalam sel-sel syaraf tubuh Anda. Mengamati secara cermat neuron-neuron yang membentuk jaringan komunikasi luar biasa ini akan membantu kita lebih memahami betapa ajaibnya penciptaan neuron.
 
“Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam.  Dan bagiNya-lah keagungan di langit dan di bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Jaatsiah, 45: 36-37)
 
Jelaslah, tidak ada keraguan bahwa hanya ada satu penjelasan mengapa mekanisme yang begitu memukau ini terjadi. Allah, Tuhan semesta alam, menciptakan syaraf manusia dari ketiadaan. Dialah Tuhan kita, Pencipta kita semua, Yang merancang sistem komunikasi yang sangat rumit dan saling terkait di dalam otak dengan sangat rinci. Dialah Allah, Yang mengendalikan semuanya, demi melayani kita; dan hanya Dia Yang berhak disembah dan dipuja. Wallahu Alam Bishawab

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget