Latest Post

10.31 , ,


Oleh: Ust. Abu Misykah Tamam
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga, para sahabatnya, dan umatnya yang senantiasa berpegang dengan sunnah-sunnahnya.
Pagi-pagi buta sampai kabar kepada kami, tadi malam ada kerusuhan antara Sunni-Syi'ah di Puger, Jember. Kabar yang dikirimkan seorang Ustad Alumnus Al-Azhar, Kairo menyebutkan, "Sekitar habis Maghrib, 7 orang Syi'ah mendatangi 4 orang Sunni yang berencana mengadakan pengajian tanggal 7 Juni besok dengan pembicara Habib Muhdhor al-Hamid, ulama Sunni yang anti Syi'ah. ketujuh orang Syi'ah tersebut meminta agar pengajian Ustadz Muhdhor digagalkan. Akhirnya terjadi perang mulut dan berakhir dengan pembacokan oleh orang-orang Syi'ah terhadap orang Sunni, sampai berdarah-darah."
"Setelah pembacokan, massa berdatangan. Akhirnya 7 orang Syi'ah itu kabur. 2 sepeda motor mereka ada yang tertinggal, kemudian dibakar massa. Tadi malam 2 orang Syi'ahnya sudah tertangkap Polisi," kelanjutan pesan yang dikirim kepada kami.
Sebenarnya konflik Sunni–Syi'ah bukan persoalan baru. Sejak beberapa abad yang lalu sudah terjadi. Hal itu di antara sebabnya, karena prinsip dari ajaran Syi'ah yang bersifat antagonis dan kemarahan terhadap pihak yang berseberangan paham dari kalangan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Mereka, kaum Syi'ah menghina dan mengafirkan Abu Bakar as-Sidiq, Umar bin Khathab, dan Utsman bin Affan, dan mayoritas sahabat Nabi Ridhwanullah 'Alaihim. Kebencian terhadap para sahabat tadi berimbas dan diberlakukan kepada siapa saja yang loyal kepada mereka. Bahkan takfir (hukum kafir) kepada sahabat juga mereka berlakukan kepada umat yang mencintai dan mengikuti mereka, khususnya  dari kalangan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.  
Masyarakat muslim Indonesia mayoritas bermadhab Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (Sunni). Maka saat faham Syi'ah berkembang di negeri ini dan semakin banyak pengikutnya gesekan pasti tak bisa dihindarkan. Dan terlebih ajaran Syi'ah sendiri mengajarkan untuk menunjukkan kebencian kepada Ahlus Sunnah. Contoh kasusnya seperti penyerangan terhadap Pesantren Syi’ah YAPI di Desa Kenep, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (15/2/2011), beberapa knflik di Jember dan tempat lainnya.
Biasanya saat terjadi perseteruan antara Sunni-Syi'ah selalu yang dianggap tidak toleran adalah kelompok mayoritas. Padahal tidak demikian. Sebaliknya, ajaran akidah Syi'ah-lah yang mengajarkan untuk memusuhi dan membenci kelompok mayoritas. Bahkan sampai menghalalkan darah dan harta mereka, seperti menyikapi orang kafir harbi. Sehingga jika ingin terjadi hubungan yang harmonis, kelompok Syi'ah harus meninggalkan ajaran mereka yang menghina ajaran dan keyakinan kaum muslimin Ahlus Sunnah.
Berikut ini kami paparkan akidah dan ajaran syi’ah –yang tergolong minoritas- terhadap Ahlus sunnah yang menjadi mayoritas? Apakah ajaran golongan minoritas tersebut tidak berisi kebencian dan pengafiran terhadap selain mereka, khususnya Ahlussunnah wal Jama’ah? Mari kita melihat bagaimana ajaran Syi’ah terhadap Ahlus Sunnah dari kitab-kitab yang ditulis para ulama Syi’ah dan diakui sebagai rujukan agama mereka.
Akidah Syi’ah Terhadap Ahlussunnah
Akidah Syi’ah terhadap kaum muslimin Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah akidah kebencian dan cacian, bahkan sampai pengafiran dan penghalalan darah dan harta. Menurut keyakinan mereka, kekufuran Ahlus Sunnah lebih besar daripada kekufuran Yahudi dan Nashrani. Kenapa bisa begitu? Menurut mereka, kekafian Yahudi dan Nashrani adalah kekafiran asli, sedangkan kekafiran ahlus sunnah adalah karena murtad. Dan menurut ijma’, kekafiran karena murtad lebih besar daripada kekafiran asli.
Berikut ini kami sebutkan beberapa keyakinan mereka tentang Ahlus Sunnah yang berasal dari ucapan ulama-ulama mereka yang tertulis dalam kitab-kitab mereka sendiri.
1. Syaikh Husain bin Ali ‘Ushfur al-Darari al-Bahrani dalam kitabnya, al-Mahasin al-Nafsaniyyah fii Ajwibah al-Masaa-il al-Khurasaaniyyah, hal. 17: Orang-orang Syi’ah menggelari orang-orang Sunni atau Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dengan al-Naashibah. Menurut keyakinan Syi’ah, mereka lebih najis daripada anjing dan lebih kufur daripada Yahudi dan Nashrani.
Dia mengatakan,
بَلْ أَخْبَارُهُمْ عَلَيْهِمُ السَّلامُ تُنَادِي بِأَنَّ النَّاصِبَ هُوِ مَا يُقَالُ لَهُ عِنْدَهُمْ سُنِّياًّ
Bahkan kabar-kabar dari mereka (para imam) 'alaihis salam menyerukan bahwa yang dimaksud al-Nashib adalah yang dikenal dikalangan mereka dengan Sunni.
2. Al-Majlisi dalam Bihar al-Anwar, Juz: 101, hal. 85: Abu Abdilllah berkata: “Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala terlebih dahulu melihat orang-orang yang menziarahi kuburan Husain bin Ali pada sore hari ‘Arafah.” Beliau ditanya, “(Apakah) sebelum melihat orang-orang yang sedang wukuf?” Beliau menjawab, “Ya.” Beliau ditanya lagi, “Bagaimana bisa begitu?”  Beliau menjawab,
لِأَنَّ فِي أُولَئِكَ أَوْلادُ زِنَا ولَيْسَ فِي هَؤُلَاءِ أَوْلادُ زِنَا
Karena di tengah-tengah mereka (orang-orang yang wukuf di Arafah) terdapat anak-anak zina, sedangkan di tengah-tengah mereka (peziarah kuburan Husain) tidak ada anak-anak zina.
3. Al-Kulaini, dalam al-Raudhah min al-Kaafi, Juz 8, hal. 285, menyebutkan sebuah riwayat dari Abu Abdillah yang berkata kepada Abu Hamzah:
وَاللهِ يَا أَبَا حَمْزَةَ، إِنَّ النَّاسَ كُلَّهُمْ أَوْلادُ زِنَا مَا خَلا شِيْعَتُنَا
Demi Allah hai Abu Hamzah, sesungguhnya manusia seluruhnya merupakan anak-anak pelacur kecuali Syi’ah kita.
4. Muhammad al-Tijani, dalam kitabnya al-Syi'ah Hum Ahlus Sunnah, hal. 161, lebih terang-terangan lagi menyatakan bahwa al-Nawasib (yang mereka kafirkan dan musuhi) adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Dia berkata,
وَعُنِيَ عَنِ التَّعْرِيْفِ بِأَنَّ مَذْهَبَ النَّوَاصِبَ هُوَ مَذْهَبُ ((أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ)) فَنَاصِرُ مَذْهَبِ النَّوَاصِبِ اَلْمُتَوَكِّل هُوَ نَفْسُهُ (( مُحْيِي السُّنَّةِ )) فَافْهَمْ
Dan tidak membutuhkan pengenalan lagi bahwa madhab al-Nawashib adalah madhab Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Dan al-Mutawwil adalah pembela madhab Al Nawashib, dia itu sendiri yang bergelar muhyis sunnah (pengidup sunnah), maka pahamilah.
Menurut keyakinan al-Tijani, mayoritas Ahlus Sunnah wal Jama'ah-lah yang menyimpang dari keluarga Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ia menjuluki al-Mutawwil sebagai tokoh utama al-Nawashib (yang memusuhi) Ali dan Ahlul Bait. Bahkan kedengkiannya sudah sampai membongkar makam Husain, melarang menziarahinya, dan membunuh orang-orang yang menggunakan nama Ali. Al-Khawirizmi dalam Rasail-nya menyebutkan bahwa al-Mutawakkil tidak akan memberikan harta atau bantuan kecuali kepada orang yang mencela keluarga Ali bin Abi Thalib dan membela madhab al-Nawashib.
(Namun ini merupakan tuduhan semata dari al-Tijani yang menunjukkan kedengkian dan kebenciannya terhadap kaum muslimin Ahlus Sunnah wal Jama'ah).
5. Muhammad al-‘Ayasyi, dalam tafsirnya al-‘Ayasyi, Juz 2, hal. 398, menukil riwayat dari Ibrahim bin Abi Yahya. Dari Ja’far bin Muhammad, ia berkata: “Tidaklah seseorang dilahirkan kecuali ada satu Iblis yang mendatanginya. Jika Allah mengetahui bahwa dia dari Syi'ah kami, maka Allah akan menghijabinya dari syetan itu. Dan jika bukan dari Syi'ah kami, maka syetan akan menancapkan jari telunjuknya di duburnya, lalu ia akan menjadi orang yang buruk, oleh karenanya zakar keluar di depan. Dan jika ia seorang perempuan, syetan akan menancapkan jari telunjuknya di kemaluannya sehingga ia menjadi pezina. Di saat itulah seorang bayi akan menangis dengan kencang jika ia keluar dari perut ibunya. Dan setelah itu, Allah akan menghapus dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya, dan di sisi-Nya lah terdapat Ummul kitab.”
6. Ni’matullah al-Jazairi, dalam al-Anwar al-Nu’maniyah, 2/307: Bahwa Syi’ah menghalalkan darah dan harta Ahlus Sunnah wal Jama'ah, yakni membunuh dan merampas harta mereka. Diriwayatkan oleh al-Shaduq, ia bertanya kepada Abu Abdillah, “Apa pendapat Anda tentang membunuh orang al-Nashib (Ahlus Sunnah)?” Ia menjawab, “Darahnya halal (boleh membunuhnya), tetapi aku khawatir atas (keselamatan)-mu. Jika kamu bisa, robohkan dinding (timpakan) atasnya atau kamu tenggelamkan di air supaya tidak bisa memberikan kesaksian (yang memberatkan) atasmu, maka lakukanlah.” Aku bertanya lagi, “Apa pendapat Anda dalam hartanya?” Ia menjawab, “Ambillah hartanya semampumu.”
7. Ni’matullah al-Jazaairi, dalam Nuur al-Barahin, hal. 57, bahwa firqah-firqah yang menyelisihi Firqah Imamiyah, berdasarkan nash-nash yang banyak sekali, menunjukkan mereka kekal di neraka. Dan ikrar syahadat mereka tidak bermanfaat sedikitpun kecuali dalam penjagaan darah dan harta mereka serta pelaksanaan hukum-hukum Islam yang berlaku bagi mereka.
Catatan Penulis: Bagi Syi'ah, seluruh kaum muslimin adalah Nawashib, karena mereka tidak mendahulukan Ali atas Abu Bakar dan Umar, kecuali Syi'ah saja.
8. Yusuf al-Bahrani, dalam al-Hadaa-iq al-Nadhirah fi Ahkaam al-‘Ithrah al-Thaahirah, hal.  136 dalam Bab “Orang yang menyelisihi (Syi’ah), hakikatnya bukan orang Islam. Dan sesungguhnya orang yang menyelisihi (Syi'ah) sebenarnya adalah kafir.” Ia tidak membedakan antara kufur kepada Allah dan kufur kepada para imam, dengan alasan bahwa imamah termasuk masalah ushuluddien (pokok agama) berdasarkan nash ayat dan hadits yang sangat jelas.  Di antaranya pernyataannya, “Pertama: engkau telah mengetahui bahwa orang yang menyelisihi (Syi'ah) adalah kafir, tidak memiliki bagian dalam Islam dari berbagai sisinya, sebagaimana telah kami pastikan dalam kitab kami al-Syihab al-Syaqib.”
Catatan Penulis: Beginilah Syi’ah dengan mudahnya menisbatkan kekafiran kepada orang yang mereka sebut sebagai wahabiyyin. Jangan heran jika mereka sangat membenci dan suka menghina Ahlus Sunnah wal Jama'ah, karena memang beginilah ajaran agama mereka.
. . .engkau telah mengetahui bahwa orang yang menyelisihi (Syi'ah) adalah kafir, tidak memiliki bagian dalam Islam dari berbagai sisinya, sebagaimana telah kami pastikan dalam kitab kami al-Syihab al-Syaqib. . . (Ulama Syi'ah Yusuf al-Bahrani, dalam al-Hadaa-iq al-Nadhirah fi Ahkaam al-‘Ithrah al-Thaahirah)
9. Muhammad bin al-Hasan al-Thusi, dalam kitabnya Tahdziib al-Ahkaam: 3/197, menyebutkan: Imam mereka (Abu Abdillah), ikut menyalatkan jenazah orang munafik (yang mereka maksud adalah Ahlus Sunnah,- red), tapi ia melaknatnya, isi doanya:
اَللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ الْعَنْ فُلاناً عَبْدَكَ أَلْفَ لَعْنَةٍ مُؤْتَلَفَةٍ غَيْرَ مُخْتَلَفَةٍ اللَّهُمَّ اخْزِ عَبْدَكَ فِي عِبَادِكَ وَبِلادِكَ وَأَصِلْهُ حَرَّ نَارِكَ وَأَذِقْهُ أَشَدَّ عَذَابِكَ فَإِنَّهُ كَانَ يَتَوَلَّى أَعْدَاءَكَ وَيُعَادِيْ أَوْلِيَاءَكَ وَيُبْغِضُ أَهْلَ بَيْتِ نَبِيِّكَ
Allahu Akbar, Ya Allah laknatlah fulan hamba-Mu dengan seribu laknat yang terkumpul, bukan terberai. Ya Allah, hinakanlah hamba-Mu ini  di tengah hamba-hamba-Mu dan di dalam negeri-Mu, sampaikanlah ia panasnya neraka-Mu, dan timpakan padanya adzab-Mu yang paling pedih, karena ia mengangkat musuh-musuh-Mu sebagai pemimpin, memusuhi para wali-Mu, dan membenci keluarga Nabi-Mu.
Catatan Penulis: Maka jangan heran jika kita melihat seorang pengikut Syi'ah ikut menyalatkan jenazah seorang muslim, lalu laknat ini yang ia bacakan kepadanya. Karena menurut mereka, setiap orang yang menyelisihi Syi'ah disebut munafik.
10. Al-Hurr al-‘Aamili dalam Wasail al-Syi’ah: 2/771, Bab: Bagaimana cara menyalatkan orang yang sunni yang menyimpang, dari Muhammad bin Muslim dan salah seorang kedunya berkata: “Jika ia seorang penentang kebenaran, maka ucapkan:
اَللّهُمَّ أَمْلِأْ جَوْفَهُ نَاراً وَقَبْرَهُ نَاراً وَسَلِّطْ عَلَيْهِ الْحَيَاتَ وَالْعَقَارِبَ
Ya Allah penuhilah lambungnya dengan api, kuburnya dengan api, dan kuasakan ular dan kalajengking atas mereka.”
11. Al-Maaqami, dalam Tanqih al-Maqaal fii ‘Ilmi al-Rijal, pada faidah yang ke-20, hal. 208, menukil dari al-Muhaqqiq al-Bahrani dan dari riwayat-riwayat yang banyak bahwa orang yang bukan Syi'ah Istna ‘Asyariyah adalah kafir dan musyrik.
12. Muhsin al-Mu’allim, dalam kitabnya al-Nushbu wa al-Nawashib, hal. 609. Sesudah menyebutkan sejumlah Nawashib, di antaranya: Abu Bakar, Umar, Ustman, ‘Aisyah, Hafshah, Abu Hurairah, Ibnu Umar, dan sejumlah sahabat, serta Imam Malik, dan al-Bukhari radhiyallahu 'anhum, ia menyebutkan kafirnya para nawashib dari perkataan para ulama Syi'ah:
“Sayyid al-Khu-i semoga Allah meridhainya berkata: dan lebih jelasnya seorang nashib hukumnya kafir walau ia menampakkan (ucapan) dua kalimat syahadat dan keyakinan kepada hari kiamat.”
Sayyid al-Shadr berkata tentang orang-orang yang ia kecualikan dari najisnya orang kafir, ia memasukkan di antaranya: Ahlul Kitab, ghulat, lalu menyebut Nawashib. Ia berkata, “Begitulah nawashib yang menyatakan permusuhannya kepada Ahlul Bait yang mereka itu telah Allah hilangkan kotoran (najis) dari mereka dan membersihkan mereka sebersih-bersihnya. Sesungguhnya mereka itu, para pemberontak dan nawashib, adalah kafir. Tetapi mereka suci menurut syariat selama mereka menisbatkan diri kepada Islam.”
“Mengambil dalil dari apa yang diriwayatkan Ibnu Abi Ya’fur dalam al-Mautsiq, dari Abu Abdillah, dalam sebuah hadits ia berkata: Janganlah kalian mandi dari tempat pemandian umum, karena di dalamnya digunakan mandi orang Yahudi, Nashrani, Majusi, dan al-Nashib (para pembeci) terhadap kita ahlul Bait. Maka dia itu adalah yang terburuk dari mereka. Dan sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Ta’ala tidak pernah menciptakan satu makhluk yang lebih najis daripada anjing. Dan sesungguhnya al-Nashib (orang-orang yang memusuhi) kita ahlul bait, jauh lebih najis daripada anjing.”
. . . Dan sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Ta’ala tidak pernah menciptakan satu makhluk yang lebih najis daripada anjing. Dan sesungguhnya al-Nashib (orang-orang yang memusuhi) kita ahlul bait, jauh lebih najis daripada anjing. . . (Riwayat Syi'ah)
13. Al-Majlisi dalam Bihar al-Anwar, 23/390 meyebutkan, seluruh kaum muslimin yang tidak meyakini keimamahan para imam dua belas (artinya; selai kelompok Syi'ah) adalah kafir, sesat, dan kekal dalam neraka. Berikut pernyataannya:
- “Ketahuilah, sesunguhnya keumuman lafadz syirik dan kufur atas orang yang tidak meyakini keimamahan amirul mukminin dan para imam sesudahnya dari anak-anaknya, dan lebih mengutamakan yang lain atas mereka itu menunjukkan bahwa mereka adalah kafir yang kekal di neraka.”
- "Syaikh al-Mufid dalam kitab al-Masa’il berkata: “Imamiyah bersepakat atas orang yang mengingkari keimamahan salah seorang imam (yang dua belas) dan menentang apa yang Allah wajibkan kepadanya berupa kewajiban taat (kepada para imam) adalah kafir, sesat, dan wajib kekal di neraka.”
. . . kaum Syi'ah mengafirkan kaum muslimin Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang merupakan kelompok mayoritas kaum muslimin Indonesia. . .
Penutup
Dari pernyataan-pernyataan para ulama syi’ah dalam kitab-kitab mereka sendiri di atas, nampak jelas bahwa kaum Syi'ah mengafirkan kaum muslimin Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang merupakan kelompok mayoritas kaum muslimin Indonesia. Akidah mereka juga mengajarkan untuk membenci dan menimpakan kemudharatan kepada Ahlus Sunnah. Bahkan sampai menghalalkan harta dan darah kaum Sunni. Maka bukti terjadinya gesekan dan konflik saat Syi'ah mulain meningkat jumlahnya adalah tuntutan dari ajaran akidah Syi'ah. Oleh sebab itu, ajaran yang semacam ini layaklah untuk segera dilarang beredar di Indonesia. Jika mereka masih ingin tinggal di negeri ini dan hidup rukun dengan Ahlus Sunnah wal Jama'ah, hendaknya mereka meninggalkan ajaran yang berisi provokasi dan suka menghina kelompok lain. Kemudian kembali kepada kesatuan ajaran Islam, Al-Qur’an dan Sunnah shahihah sesuai dengan yang dipahami para sahabat Nabi ridhwanullah ‘alaihim. Wallahu Ta’ala a’lam.

10.29
JEMBER (voa-islam.com) – Pengikut  Syi’ah kembali memancing kerusuhan. Tak senang diselenggarakan sebuah kajian yang membahas tentang kesesatan Syi’ah di Puger, Jember, Jawa Timur, pengikut Syi’ah memaksa menggagalkan kajian tersebut hingga berujung pada tindakan anarkis.
Ketua Rois Syuriah PCNU Kencong, KH. Khoir Zad Maddah menyampaikan kronologis aksi anarkis yang terjadi pada Rabu malam (30/5/2012).
Hari Kamis tanggal 7 Juni 2012 rencananya akan diselenggarakan acara pengajian di rumah salah seorang tokoh di Puger, Jember. Isi pengajian itu adalah dialog tentang Syi’ah, sebab di Puger sudah marak penyebaran ajaran Syi’ah yang diantaranya diajarkan oleh Habib Ali, hanya saja Habib Ali tidak pernah mengakui kalau dirinya Syi’ah.
Dalam pengajian yang diselenggarakan bulan Juni nanti, akan dihadirkan pembicara Habib Muhdhor Al Hamid yang dikenal tegas terrhadap Syi’ah. Pihak Syi'ah ternyata ingin menggagalkan pengajian tersebut dengan mendatangi rumah salah satu tokoh masyarakat bernama ustadz Fauzi dan melakukan tindakan anarkis.
“Ada tujuh orang yang memaksa supaya kegiatan itu diurungkan pada tanggal tujuh itu. Dalam dialog itu agak panas sehingga terjadi saling pukul, akhirnya salah satu muridnya ustadz Fauzi terkena bacokan di kening, tapi tidak lebar,” kata KH. Khoir Zad Maddah saat dihubungi voa-islam.com, Kamis (31/5/2012).
Setelah terjadi ribut-ribut warga pun berdatangan, lalu tujuh orang itu melarikan diri. Kyai Khoir, sapaan akrabnya, menengarai salah satu dari tujuh orang tersebut ada keluarga Habib Ali.  “Salah satu dari tujuh orang itu ada keluarga Habib Ali,” ujarnya.
Masalah ini sekarang sudah ditangani pihak Polres Jember dan keluarga Habib Ali pun sudah hadir di Polres Jember untuk dimintai keterangan. Menurut informasi sudah ada dua orang yang diamankan di Polres Jember.
KH. Khoir Zad Maddah menyampaikan bahwa ia sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah agar hal itu tidak terjadi kembali. Karena ajaran Syi’ah sudah difatwakan sesat oleh MUI Jawa Timur  ia meminta aparat bertindak tegas terhadap kegiatan Syi’ah yang telah meresahkan warga Jember.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan teman-teman di PCNU Kencong untuk mengupayakan agar peristiwa itu tidak terjadi. Tentunya kami memohon terhadap aparat, karena keberadaan Syi’ah itu membikin resah, sesuai keputusan MUI bahwa Syi’ah Imamiyah itu dinyatakan sesat, sebisa mungkin aparat merespon masyarakat supaya kegiatan Syi’ah paling tidak di Puger itu ditutup,” ungkapnya. [Ahmed Widad]

10.27


BOGOR (voa-islam.com) - Aliran sesat kembali bermunculan di Jawa Barat, kali ini di Kampung Carangpulan, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, aliran sesat bernama Pajajaran Siliwangi Panjalu amat meresahkan warga sekitar.
Menurut salah seorang warga RW 5, Nurhayati (50), kelompok tersebut justru mengajarkan apa yang dilarang oleh agama yaitu sex bebas.
"Mereka (kelompok sesat) ngebolehin berhubungan dengan istri atau suami orang lain," katanya di sela aksi di halaman Kantor Kecamatan Dramaga, seperti dikutip detik.com, Sabtu (25/8/2012).
Bukan hanya itu, kelompok yang diperkirakan sudah mendiami Desa Cikarawang sekitar setahun itu juga mengajarkan untuk menyembah saung yang ada di sekitar markas mereka.
"Setiap malam mereka pada ngumpul, sekitar jam 2-3 malam, nyembah saung di depan rumah. Dengan nyembah saung mereka anggap dapat gelar haji satu hari satu malam," katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima Nurhayati dari warga lainnya, kelompok tersebut memiliki pengikut sebanyak 10 orang. 7 orang warga Desa Cikarawang serta 3 lainnya merupakan warga yang diduga pendatang dan penyebar aliran tersebut.
"Kita pengennya alirannya dihentikan, warganya diusir dan yang kena (turut serta) diusir," ujar Haryati geram.
Kesesatan yang paling pokok dari ajaran Pajajaran Siliwangi Panjalu diantaranya adalah merubah syahadat. "Syahadat diubah kelompok itu, tidak menyebut Rasul tapi Raden Kainuhumi," ungkapnya.
Demikia pula halnya dengan shalat dan puasa Ramadhan, aliran sesat ini juga tidak mewajibkannya.  "Aliran Pajajaran Siliwangi Panjalu itu tidak mewajibkan salat 5 waktu dan puasa," imbuhnya.
Bahkan ketika warga tengah menjalankan ibadah puasa, kelompok ini malah asik makan di tengah warga yang berpuasa. "Warga puasa tapi aliran ini enggak puasa," katanya.
Kegeraman warga pun mulai dirasakan ketika warga kerap diejek kelompok yang sudah setahun berdiam di desa tersebut. Warga yang pulang dari masjid usai menjalankan Salat Tarawih sering diejek kelompok yang diduga mengajarkan kesesatan. "Kalau kita pulang Tarawih sering dibilang badut," tutur Nurhayati.
Resah dengan ulah aliran sesat tersebut, akhirnya sekitar dua ratusan warga desa Cikarawang menggeruduk kantor Kecamatan Dramaga. Mereka menolak keberadan kelompok yang dianggap sesat yang ada di kampungnya. Aksi mereka akhirnya bubar setelah pejabat dari kelurahan dan Sekretaris Kecamatan memediasi keinginan warga.
Sikap MUI Kabupaten Bogor
Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor dengan tegas menyatakan bila kelompok Pajajaran Siliwangi Panjalu sebagai aliran sesat. MUI setempat meminta pengikut aliran tersebut bertaubat. Namun jika mereka tetap nekat dengan pemahaman sesatnya yang meresahkan warga, maka pilihan lainnya adalah meninggalkan kampung.
"Jika mereka tetap melakukan hal tersebut (ajaran sesat), mereka harus segera meninggalkan kampung," tegas Ketua Badan Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Kabupaten Bogor, Khaerul Yunus, ketika diwawancarai, Sabtu (25/08/2012).
Khaerul menyatakan, aliran Pajajaran Siliwangi Panjalu masuk dalam 10 aliran sesat di Indonesia. Untuk itu, MUI akan segera memanggil pimpinan kelompok tersebut untuk dimintai penjelasan mengenai ajaran yang sempat membuat resah warga di RW 5 dan 6, Kampung Carangpulan, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.
"Si pimpinan harus menghadapi kami dan memberikan penjelasan," tegasnya lagi. [Widad/dtk]

10.25 , ,
JAKARTA (voa-islam.com) - Di dalam sebuah berita yang dimuat kompas.com, Kamis (30/8/2012) kemarin termuat berita sebagai berikut:
Komputer beserta laptop adalah barang bukti yang disita dari kantor maupun rumah MK, terduga teroris, oleh Detasemen Khusus 88, Kamis (30/8/2012). Namun, selain bukti berupa peralatan elektronik, ada satu eksemplar buku yang turut disita.
"Kalau tidak salah judulnya Perang Akhir Zaman," ujar Kapolsek Arcamanik, Komisaris I Ketut Adi Purnama, saat ditemui di tengah penggeledahan.
Buku tersebut diamankan dari rumah MK yang terletak di Cluster Pawengan di Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Adi sendiri tidak melihat jelas isi buku yang dibawa, dia juga tidak bersedia menyimpulkan ada kaitan dengan penangkapan MK.
Hal serupa juga diutarakan tetangga MK bernama Ade Jauhari yang diminta menjadi saksi sewaktu penggeledahan berlangsung. Selain satu unit CPU, laptop, dan puluhan keping CD, Ade melihat petugas membawa buku tebal meski dia tidak jelas membaca judulnya. Dia sempat beranggapan bahwa buku tersebut adalah buku mengenai pemrograman mengingat MK sendiri bekerja di perusahaan informatika.
Sewaktu dicari di internet, memang ada buku berjudul Perang Akhir Zaman yang ditulis oleh Abu Robbani Abdullah. Berdasarkan tebal buku yang mencapai 442 halaman, cocok dengan keterangan Adi terkait buku yang tebal. Resensi buku ini menjelaskan ramalan dunia di masa mendatang yang diklaim berdasarkan metode ilmiah.
Judul yang beredar luas di toko buku ini mengulas peristiwa yang sudah terjadi, seperti penyerbuan Irak sebagai jalinan ramalan yang sudah dituliskan sebelumnya serta mengungkapkan beberapa hal yang diduga bakal terjadi pada masa mendatang.
MK diamankan Densus 88 dengan dugaan terlibat dengan jaringan terorisme meski belum disebutkan jaringan yang mana. Demikian isi berita tersebut.
Saya Abu Robbani Abdullah-penulis buku Perang Akhir Zaman- merasa sakit hati -yang timbul dari keimanan- karena Densus 88 telah menjadikan buku yang sarat dengan pembahasan keimanan kepada peristiwa-peristiwa akhir zaman menjadi salah satu barang bukti dalam kasus tersangka teroris MK bandung kemarin. Di mana akal dan perasaan keimanan mereka (Densus 88 dan aparat keamanan RI tersebut)?
Apa kaitannya antara isi buku tersebut  dengan kegiatan teror? Justru buku tersebut berisi –salah satu pembahasannya- adalah perilaku-perilaku jahat dan kejam para thaghut (penguasa tirani) dan para ansharnya (pembantunya) dan menelanjangi mereka  dihadapan Al-Qur`an dan Hadits serta fatwa para ulama umat yang tsiqoh (terpercaya); agar mereka bertaubat kepada Allah Swt sebelum Allah SWT membangkitkan Imam mahdi yang akan menghukum mereka dan memusnahkan mereka.
Menjadikan buku PAZ (Perang Akhir Zaman) sebagai alat bukti  adalah sangat aneh, sangat terasa aroma konspirasi jahat mereka (kaum freemasonry-zionis) agar apa yang ada dalam buku tersebut –menelanjangi kejahatan para taghut dan ansharnya- tidak boleh diketahui oleh ummat. Sehingga kebenaran yang hakiki tentang kejahatan thaghut tidak sampai kepada ummat.
Buku PAZ terbit dengan resmi, mempunyai ISBN, dengan penerbit & distributor handal terkenal Hanif dan Serambi, diterima juga  oleh toko-toko buku terkenal seperti Gramedia, Gunung agung, Wali Songo dan Toga Mas. Apakah para penerbit-penerbit terkenal tersebut dan Perpustakaan nasional telah bersepakat untuk menjadi teroris dengan menjual buku PAZ ditoko-toko mereka? Lalu bagaimana ia dijadikan oleh aparat sebagai alat bukti kejahatan; Bayangkan, betapa buruknya akal dan nurani mereka !

Berikut ini adalah resensi tentang isi buku PAZ
Buku PAZ (Perang Akhir Zaman) adalah satu dari sedikit buku yang akan menggemparkan publik Islam dan dunia di negeri-negeri ranah rumpun melayu saat ini. Karena buku ini akan membentangkan dan menyingkap sebagian besar taqdir Ilahi kepada umat manusia tentang kehendak Allah Swt. Kepada dunia. Tujuannya Agar manusia mau waspada untuk segera menyelamatkan iman dan milik mereka yang paling berharga, yaitu kehidupan mereka.
Buku ini akan menyingkap peristiwa akhir zaman yang paling mendebarkan, Perang Akhir Zaman, yang waktunya sudah akan tiba sebentar lagi. Dan sebagiannya sudah berlalu, yaitu Perang Dunia ke-1 dan ke-2., Kemudian Perang Iraq dengan Negara Salibis AS.yang baru berlalu satu dekade yang lalu. Perang ini berarti juga adalah mengisyaratkan  akan datangnya Al-Imam Al-Mahdi yang ditunggu-tunggu oleh umat yang beriman. Sudah sangat dekat sekali kedatangannya, bisa jadi pada dekade Hijriyah kini (1430H-1440H), Insya Allah. Ini bukanlah meramal, tetapi memprediksi secara ilmiyyah, berdasarkan  Isyarat-isyarat dari Al-Qur`anul karim, Hadits-hadits nabi saw yang Tsabit, atsar sahabat, Manuskrip-manuskrip kuno dan berita-berita rahasia dari kaum New World Order dan Pentagon yang bocor. Semuanya adalah suatu peringatan dan menjadi rahmat bagi orang-orang beriman yang masih hidup pada zaman ini.
Menurut Khabar Rasulullah saw yang sahih maka sang Imam yang saleh ini (Muhammad bin Abdullah) pasti akan memerangi pemimpin negara-negara tirani di semenanjung Arabia, Siapakah Negara-negara itu saat ini?!; Dia juga akan memerangi Parsia, siapakah Negara itu saat ini; Pemimpin akhir zaman ini juga akan memerangi Romawi sebagai suatu perang yang sangat dahsyat, paling besar dan paling monumental; Suatu perang yang sangat menentukan eksistensi ummat Islam pada saat itu. Apakah akan musnah selama-lamanya atau akan bengkit dan menang. Dan kemudian Al-Mahdi akan memerangi konstantinopel, bersama mujahidin, siapakah konstantinopel di masa kini? Dia juga akan memerangi Al-Masih Ad-Dajjal pemimpin New World Order. Siapakah new World Order itu?.
Buku PAZ juga akan menyingkap apakah bintang berekor yang sering disebut-sebut oleh nabi saw, sahabat dan manuskrip kuno itu adalah berupa Planet X/nemesis (planet Kematian) yang telah diprediksi secara ilmiyyah oleh para ilmuwan yang jujur abad ini  akan melewati/menumbuk bumi pada desember 2012??!. Buku ini juga akan menyingkap kejahatan Vaksin , Codex dan kejahatan lainnya dari kaum New World Order. Buku ini akan menyingkap rencana kaum satanic The New World Order untuk menjerumuskan dunia pada bencana Perang Dunia  III.Apakah Perang Dunia ke-3 itu akan terjadi??!! Buku PAZ juga akan menyingkap Kehancuran Negara Yahudi Amerika Serikat yang nubuwatnya telah ada dalam Injil dan manuskrip kuno. Buku akan menyingkap rahasia ancaman badai Solar Blast bagi umat manusia di bumi pada 2012 yang akan mengancam kematian 2/3 populasi penduduk bumi, apakah itu Solar Blast?I Buku ini juga akan mengungkap bahwa kehidupan dunia ini akan kembali ke zaman dulu , seribu tahun yang lalu. Tekhnologi dan kenikmatan hidup yang sangat maju ini akan dimusnahkan oleh sang Penciptanya, Allah Swt, Kalau terjadi maka Apa sebabnya?
Buku Perang Akhir zaman ini akan mengungkap kabar gembira tentang akan datangnya zaman keemasan Islam (Khilafah ala Minhaji Nubuwwah) yang sudah dinubuwatkan 1400 tahun yang lalu) dan akan dihancurkannya kerajaan-kerajaan dan pemerintahan tirani yang bercokol di dunia saat ini. Dan tahukan anda wahai kaum Muslimin bahwa para mujahidin dari Al-Qaida, Thaliban, Hamas, Moro dan Mujahidin yang eksis pada hari ini dan disebut-sebut sebagai terrorist sebenarnya adalah pasukan yang kelak akan menjadi pasukan utama dan penegak pilar-pilar  dan panji Al-mahdi dan tentara Khilafah ala minhaji Nubuwwah dan peradaban emas di masa mendatang. Maka anda harus mengenal kebenaran dari pernyataan kami ini. Anda harus mengenal pribadi-pribadi yang harum dari para mujahid & Da`I abad ini, termasuk yang paling terkenal dari mereka, Syaikh Usamah bin Laden. Anda harus menjadi bagian dari mereka.Dan andapun  harus tahu Mimpi yang baik dari Syaikh Usamah bin Ladin  –Rahimahullah- di usia 9 tahun. Harus!!! Agar semakin yakin  bahwa mereka bukanlah teroris sejati, tapi sejatinya teroris adalah the New World Order, Amerika Serikat  dan para sekutunya.
Bagaimanakah Aqidah Tauhid yang dimiliki oleh Imam Mahdi dan para Mujahidin dimasa mendatang sehingga mereka dapat menaklukkan seluruh biang kekufuran, Kemusyrikan, kemunafikan, bid`ah dan Taghut Tirani serta maksiat di muka bumi?
Maka carilah jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan besar ini dengan memiliki buku PAZ, atau menghadiri Launching dan bedah bukunya bersama penulisnya. Inilah buku yang paling panas dan paling hot di muka bumi sekarang dan tidak ada lagi buku yang serupa dengannya setelah ini, Buku ini –dengan rendah hati- kami persembahkan sebagai Karya paling monumental dari Hanif-Cicero, Buku ini adalah buku Eksklusif, The Islamic Hand Book For mapping The Global Future. What Ever! Insya Allah !.Buku  PAZ tersedia di toko-toko buku Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas dan Wali Songo di seluruh Indonesia. Akhirnya:
  1. Saya menuntut aparat agar mereka menarik kembali ucapan mereka yg telah menjadikan buku PAZ sebagai alat bukti kejahatan.
  2. Memberi nasehat tulus kepada kaum Muslimin untuk tetap kritis dan berani dalam menegakkan kebenaran
  3. Membaca dengan baik isi buku PAZ agar dapat mengmbil pelajaran2 iman  darinya , dan juga keselamatan
  4. Menyatukan barisan kaum Muslimin untuk bersegera melaksanakan i`dad dalam rangka berjihad bersama Imam mahdi  dan Mujahidin, dan tidak mudah terprofokasi dan tertipu oleh makar dan konspirasi jahat mereka (kaum salibis-Zionis & Taghut) terhadap kaum mukminin
  5. Mendo`akan semua mujahidin dan muwahhidin serta da`i-da’i yang sedang diuji Allah agar mereka dapat tabah  dan kelak mendapatkan jalan keluar yang terbaik dari masalah mereka. Aamiin ya Robbal `alamin.
Jakarta, 31 Agustus 2012


Abu Robbani Abdullah


JAKARTA (voa-islam.com) - Surat ustadz Abu Bakar Ba’asyir untuk presiden Myanmar, Thein Sein mendapat balasan. Tanggal 22 Juli 2012 lalu ustadz Abu Bakar Ba’asyir menulis sebuah surat yang ditujukan untuk presiden Myanmar terkait konflik antara Muslim Rohingya dan Budha.
Surat yang dikirimkan ke Kedutaan Besar Myanmar, Senin (30/7/2012) itu memuat tiga tuntutan umat Islam yang disuarakan ustadz Abu Bakar Ba’asyir untuk membela Muslim Rohingya:
  1. Hentikan kezaliman berupa pengusiran, pembantaian terhadap ummat Islam di Myanmar.
  2. Berikan mereka kebebasan untuk memeluk Islam dan menjalankan ibadahnya.
  3. Jangan ada lagi diskriminasi terhadap ummat Islam.
Ustadz Abu Bakar Ba’asyir juga menegaskan dalam suratnya bahwa umat Islam di Indonesia tak rela suadara muslimnya di Myanmar ditindas. “Kami tak ingin mendengar tangisan saudara-saudara muslim kami di buminya Alloh negeri kalian dan negerinya ummat Islam yang tinggal di sini, kami tidak ridho setetes darah pun tertumpah dari kaum muslimin.”
Tak sia-sia, surat ustadz Abu Bakar Ba’asyir itu pun mendapatkan respon dari pemerintah Myanmar. Melalui Duta Besarnya di Indonesia, Pyi Soe, pemerintah Myanmar mengirimkan surat balasan yang ditujukan langsung kepada ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Surat tertanggal 8 Agustus 2012 dengan bahasa Inggris tersebut diterima ustadz Abu Bakar Ba’asyir beberapa hari setelah hari raya Idul Fitri. Berikut terjemahan surat pemerintah Myanmar untuk ustadz Abu Bakar Ba’asyir. 

Bapak ustadz Abu Bakar Ba’asyir
Rumah Tahanan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia
Jakarta

Perihal : Situasi Di Negara Bagian Rakhine

Yang terhormat,
Atas nama Duta Besar Republik Persatuan Myanmar, saya mendapat kehormatan untuk menerima surat anda pada tanggal 22 Juli 2012 yang ditujukan kepada H.E.U Thein Sein, Presiden Republik Persatuan Myanmar dan ingin memberitahu bahwa hal tersebut akan dikirim sesuai dengan tujuannya.
Kami memahami perasaan dan kepedulian anda atas peristiwa yang belakangan ini terjadi di Rakhine, Myanmar yang disebabkan oleh berita-berita yang berlebihan dan dibuat-buat maupun informasi yang diterima dari pihak-pihak yang berbeda dan dari berbagai sumber media. Walaupun ini terlihat seperti konflik antara dua agama seperti yang digambarkan oleh beberapa sumber, yang sesungguhnya tidak benar. Presiden Republik Indonesia, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan dengan benar dalam konferensi persnya pada hari sabtu, 4 Agustus 2012 bahwa konflik Rakhine – Rohingya adalah konflik umum, bukan agama, “kebetulan suku Rohingya adalah Muslim dan suku Rakhine beragama Buddha”.
Dalam hubungan ini, kami ingin meyakinkan anda bahwa peristiwa yang akhir-akhir ini terjadi di negara bagian Rakhine bukan disebabkan oleh penindasan agama ataupun diskriminasi. Itu hanya konflik komunal/umum. Sejak awal kekerasan, pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk segera memulihkan stabilitas di tempat-tempat dimana kerusuhan terjadi di negara bagian Rakhine. 16 anggota Komite Investigasi telah dibentuk pada tanggal 6 Juni 2012 agar membongkar kebenaran dan untuk mengambil tindakan hukum terhadap para pelaku kejahatan yang terlibat dalam pelanggaran hukum dan tindakan anarkis  dalam peristiwa tersebut. Pada waktu yang bersamaan, pemerintah mengambil tindakan berdasarkan undang-undang yang berlaku untuk memastikan supaya fenomena tersebut tidak terulang kembali.
Pemerintah juga bekerjasama penuh dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat, partai politik dan organisasi sosial untuk mengatasi isu-isu tersebut. Demikian pula, pemerintah telah bekerjasama dengan instansi Perserikatan Bangsa-bangsa dan INGO (Organiasai Non-Pemerintahan Internasional) untuk bantuan, rehabilitasi dan rekonstruksi untuk para korban dari kedua komunitas dengan cara yang non-diskriminatif dan transparan.
Kami juga akan meneruskan kepada anda sebuah salinan dari siaran pers yang dikeluarkan pada tanggal 30 Juli 2012 oleh Kementrian Luar Negeri Myanmar kepada negara bagian Rakhine untuk baca teliti dengan jelas.
Atas pengertian dan dukungan terhadap proses rekonsiliasi Myanmar dalam masalah ini, kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,

Pyi Soe
Duta Besar

09.54 ,

Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Nasri mengimbau media massa untuk tidak memberitakan situs yang berisi penodaan agama. Pemberitaan atas situs tersebut hanya akan memperbesar jumlah pengakses situs bersangkutan.

Sejumlah kiai, ulama, dan habaib yang tergabung dalam LPAI menuntut agar salah satu situs yang menghina dan melecehkan agama Islam ditutup.Para kiai membawa fotokopi print out (cetakan) situs tersebut.

Dalam situs itu termuat jelas tulisan dan gambar yang menyimbolkan Nabi Muhammad dan Allah dengan gambar hewan dan manusia.

Nasri, seperti dilansir beritajatim.com sudah menyarankan kepada para kiai untuk tidak berlebihan dalam bereaksi.

Pasalnya, reaksi berlebihan hanya akan menimbulkan rasa penasaran orang. "Tapi kami akan laporkan ke atas (Mabes Polri). Nanti biar atas yang melakukan penyelidikan," katanya.

Seperti kita ketahui bersama,situs di wordpress bernama BERITA MUSLIM SAHIH dengan avatar wanita berjilbab itu hingga kini terus gencar melancarkan serangan fitnah terhadap Islam,Nabi Muhammad SAW dan bahkan Allah SWT.

Tapi kita belum mendengar ada penanganan khusus aparat berwenang terhadap kasus ini.kita tunggu saja..

09.07 ,

JAKARTA (voa-islam.com) - Pernyataan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj kembali menimbulkan kontroversi. Ketika umat Islam di Indonesia resah dengan pelecehan agama yang dilakukan aliran sesat Syiah, Said Aqil justru membela Syiah dengan menyatakan bahwa Syiah bukan aliran sesat.
"Tidak sesat, hanya berbeda dengan kita," kata Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, di kantor kepresidenan, Jakarta, Selasa 28 Agustus 2012.
Bahkan terkait fatwa MUI Sampang yang menyatakan Syiah adalah sesat, menurut Said Aqil hanya ditujukan kepada Syiah pimpinan Tajul Muluk, bukan Syiah secara keseluruhan. "Yang sesat itu aliran Tajul Muluk, Syiah-nya Tajul Muluk. Bukan Syiah secara keseluruhan," ucapnya.
Mendengar pernyataan Said Aqil Siradj tersebut, Ketua MUI Jawa Timur, KH. Abdusshomad Buchori yang menandatangani fatwa sesat ajaran Syiah, dengan tegas membantah pernyataan Said Aqil.
“Fatwa MUI Provinsi Jawa Timur tentang kesesatan ajaran Syiah, karena Syiah itu banyak; ada Syiah Zaidiyah, Syiah Itsna ‘Asyariyah, Syiah Ismailiyah, Syiah Sabaiyah, itu antara lain. Tapi, yang masuk di Indonesia itu Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah, Ziadiyah tidak ada, Ismailiyah juga tidak ada. Jadi yang ada di Indonesia itu Syiah 12 Imam yang ma’sum (Imamiyah Itsa ‘Asyariyah) itu ditolak oleh MUI,” Jelasnya kepada voa-islam.com dari ujung telepon, Kamis (30/8/2012).
Ia menegaskan bahwa keluarnya fatwa sesat ajaran Syiah dari MUI Sampang dan diperkuat MUI Jawa Timur bukan semata-mata khusus bagi Tajul Muluk.
“Fatwa MUI bukan karena Tajul. Fatwa MUI ini karena proses, sebab masalah Syiah sudah cukup lama, di Jawa Timur itu bukan hanya kasus Sampang, tapi juga Bondowoso, Jember, Malang, Pasuruan dan tempat-tempat lain,” sanggahnya.
...Fatwa MUI ini ketika kami keluarkan, kami tanda tangani ini sudah kami presentasikan di PBNU, tapi pada saat itu pak Said Aqil tidak rawuh

Menurutnya, ia bersama para ‘alim ‘ulama Jawa Timur, serta ulama dari Badan Silaturrahim Ulama Pesantren Madura (BASSRA), secara terbuka telah mempresentasikan fatwa sesatnya ajaran Syiah ke sejumlah instansi, termasuk ke PBNU, namun sayangnya Said Aqil waktu itu tidak hadir. (Baca: Ulama Jatim Juluki Said Aqil "Pengecut & Pendusta Pembela Syi'ah")
“Fatwa MUI ini ketika kami keluarkan, kami tanda tangani ini sudah kami presentasikan di PBNU, tapi pada saat itu pak Said Aqil tidak rawuh (hadir, red.). Dengan ulama BASSRA kami membawa 30 orang ulama maksudnya kan kita sharing dengan para tokoh nasional, kami presentasi di MUI, PBNU, Kementrian Agama, di Mahkamah Konstitusi pak Mahfud MD dan di Komisi VIII. Artinya, kami ini terbuka, mestinya kalau ada sesuatu dicounter pada waktu itu,” ungkapnya.
KH. Abdusshomad Buchori menambahkan bahwa fatwa MUI Jatim dirumuskan melalui berbagai dasar pertimbangan yang membuktikan secara jelas penyimpangan aliran sesat Syiah.
“Fatwa MUI itu adalah secara faktual studi literatur kitab mereka, studi lapangan kasus-kasus yang terjadi. Intinya ajaran Syiah itu sangat beda dengan Sunni di Indonesia. Misalnya dengan mengatakan Al-Qur’an itu kurang, tidak lengkap. Abu Bakar, Umar, Utsman menjadi Khalifah dengan merampok jabatannya Ali bin Abi Thalib. Nikah mut’ah itu boleh, mencaci maki ‘Aisyah,” imbuhnya. [Ahmed Widad]

BANDUNG (voa-islam.com) - Ormas Garda Kemerdekaan dan ISIS (Institute Strategic for International Studies) menyatakan membuka pendaftaran relawan untuk dikirim ke Suriah. Dalam sebuah situs, mereka merilis seruan untuk melawan pasukan asing dengan kata lain membela rezim yang sedang berkuasa, Bashar Al Assad.
“Oleh sebab itu, Garda Kemerdekaan dan ISIS mengajak saudara-saudaraku rakyat Indonesia untuk membantu rakyat Suriah mengusir pasukan asing yang sedang bergentayangan di Suriah. Kami membuka lowongan sukarelawan untuk pergi ke Suriah, muda-tua, pria-perempuan, kaya-miskin, Combatan dan Non-Combatan.” Demikian kutipan rilis tersebut.

Dalam rilis tersebut terdapat sejumlah nama panitia ad/hoc seperti Drs. Abdul Cholik Wijaya dan Ahmad Taufik. Dari informasi yang didapat Abdul Cholik Wijaya sudah aktif sejak tahun 1998 menjadi ketua ISIS dan Yayasan SAIFIK (Studi Agama Islam Filsafat & Kebudayaan), dimana kedua lembaga ini telah lama terdata beraliran Syiah. Sementara Ahmad Taufik adalah Ketua Garda Kemerdekaan, LSM yang ditunggangi oleh syiah sebagaimana ormas-ormas lain seperti Garda Suci Merah Putih, Bela Keadilan, Universalia, VOP (voice of palestine) dan SMIQ (solidaritas Muslimin Indonesia untul alQuds).

Rekrutmen relawan dengan alamat surat di sekitar jalan Cigadung Raya Tengah, Bandung tersebut saat didatangi tak terdapat aktivitas apa pun. Spanduk ataupun selebaran pendaftaran relawan juga sama sekali tak terlihat di sekitar lokasi.

Menanggapi adanya perekrutan yang diduga kuat diorganisir oleh para pengikut Syiah di Bandung, Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) ustadz Athian Ali M. Dai, MA mengaku tak heran dengan fenomena tersebut.

“Kalau mereka menyiapkan segala macam, membuka front, menyiapkan sukarelawan ke Suriah, saya tidak keget, bahkan saya tidak pernah kaget kalau suatu saat mereka sudah kuat, umat Islam di negeri ini disembelih semua. Malah itulah yang sesungguhnya, selama ini orang-orang Syiah kan tidak pernah mau menampakkan dirinya, mereka lebih memilik jalan munafik karena mereka lemah, baru beberapa tahun inilah mereka mau menampakkan diri dan beberapa tokoh lainnya pun masih munafik, masih taqiyah,” tuturnya saat diwawancara voa-islam.com, Rabu (29/8/2012).

Bahkan menurut ulama perumus terbitnya fatwa sesat Syiah oleh FUUI ini, jika umat Islam diam saja melihat fenomena ini, wajar saja jika suatu saat kelompok Syiah kuat, maka mereka akan memerangi umat Islam.

“Jadi mereka mau mengirim relawan ke Suriah itu wajar menurut saya, kalau tidak begitu malah aneh. Wajarlah mereka membela saudara-saudara mereka. Jadi kalau suatu saat kita disembelih oleh mereka itu juga nanti wajar,” tandasnya. [Ahmed Widad]

06.28
Syahadat (Bahasa Arab: الشهادة asy-syahādah Tentang suara ini audio ) merupakan asas dan dasar dari lima rukun Islam dan merupakan ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam.[1]

Etimologi

Syahadat berasal dari kata bahasa Arab yaitu syahida (شهد), yang artinya ia telah menyaksikan. Kalimat itu dalam syariat Islam adalah sebuah pernyataan kepercayaan dalam keesaan Tuhan (Allah) dan Nabi Muhammad sebagai RasulNya.

Kalimat

Syahadat sering disebut dengan Syahadatain karena terdiri dari 2 kalimat (Dalam bahasa arab Syahadatain berarti 2 kalimat Syahadat). Kedua kalimat syahadat itu adalah:
  • Kalimat pertama :
Syahadat1.gif
Asyhadu an-laa ilaaha illallaah
artinya : Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah
  • Kalimat kedua :
Syahadat2.gif
Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah

artinya: dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Makna syahadat

  • Pengakuan ketauhidan.

    Artinya, seorang muslim hanya mempercayai Allâh sebagai satu-satunya Allah dan tiada tuhan yang lain selain Allah. Allah adalah Tuhan dalam arti sesuatu yang menjadi motivasi atau menjadi tujuan seseorang. Jadi dengan mengikrarkan kalimat pertama, seorang muslim memantapkan diri untuk menjadikan hanya Allâh sebagai tujuan, motivasi, dan jalan hidup.
  • Pengakuan kerasulan.

    Dengan mengikrarkan kalimat ini seorang muslim memantapkan diri untuk meyakini ajaran Allâh seperti yang disampaikan melalui Muhammad saw, seperti misalnya meyakini hadist-hadis Muhammad saw.[2]

Makna Laa Ilaaha Illallah


Kalimat Laa Ilaaha Illallah sebenarnya mengandung dua makna, yaitu makna penolakan segala bentuk sesembahan selain Allah, dan makna menetapkan bahwa satu-satunya sesembahan yang benar hanyalah Allah semata[3].
Berkaitan dengan mengilmui kalimat ini Allah ta'ala berfirman: "Maka ketahuilah(ilmuilah) bahwasannya tidak ada sesembahan yang benar selain Allah" (QS Muhammad : 19)

Berdasarkan ayat ini, maka mengilmui makna syahadat tauhid adalah wajib dan mesti didahulukan daripada rukun-rukun Islam yang lain. Di samping itu Rasulullah pun menyatakan: "Barang siapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan ikhlas maka akan masuk ke dalam surga."[4]
Yang dimaksud dengan ikhlas di sini adalah mereka yang memahami, mengamalkan dan mendakwahkan kalimat tersebut sebelum yang lainnya, karena di dalamnya terkandung tauhid yang Allah menciptakan alam karenanya. Rasul mengajak paman beliau Abu Thalib, Ketika maut datang kepada Abu Thalib dengan ajakan "wahai pamanku ucapkanlah Laa Ilaaha Illallah sebuah kalimat yang aku akan jadikan ia sebagai hujah di hadapan Allah" namun Abu Thalib enggan untuk mengucapkan dan meninggal dalam keadaan musyrik.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tinggal selama 13 tahun di makkah mengajak orang-orang dengan perkataan beliau "Katakan Laa Ilaaha Illallah" maka orang kafir pun menjawab "Beribadah kepada sesembahan yang satu, kami tidak pernah mendengar hal yang demikian dari orang tua kami". Orang qurays di zaman nabi sangat paham makna kalimat tersebut, dan barangsiapa yang mengucapkannya tidak akan menyeru/berdoa kepada selain Allah.

Inti syahadat


Inilah sekilas tentang makna Laa Ilaaha Illallah yang pada intinya adalah pengakuan bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah ta'ala semata[5].

Kandungan syahadat

  • Ikrar

Ikrar yaitu suatu pernyataan seorang muslim mengenai apa yang diyakininya.Ketika seseorang mengucapkan kalimat syahadah, maka ia memiliki kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang ia ikrarkan itu.
  • Sumpah
Syahadat juga bermakna sumpah. Seseorang yang bersumpah, berarti dia bersedia menerima akibat dan risiko apapun dalam mengamalkan sumpahnya tersebut. Artinya, Seorang muslim itu berarti siap dan bertanggung jawab dalam tegaknya Islam dan penegakan ajaran Islam.
  • Janji
Syahadat juga bermakna janji. Artinya, setiap muslim adalah orang-orang yang berjanji setia untuk mendengar dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah SWT, yang terkandung dalam Al Qur'an maupun Sunnah Rasul.[6]

Syarat syahadat


Syarat syahadat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya maka yang disyaratkannya itu tidak sempurna. Jadi jika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat tanpa memenuhi syarat-syaratnya, bisa dikatakan syahadatnya itu tidak sah.
Syarat syahadat ada tujuh [7], yaitu:
  • Pengetahuan
Seseorang yang bersyahadat harus memiliki pengetahuan tentang syahadatnya. Dia wajib memahami isi dari dua kalimat yang dia nyatakan itu, serta bersedia menerima konsekuensi ucapannya.
  • Keyakinan
Seseorang yang bersyahadat mesti mengetahui dengan sempurna makna dari syahadat tanpa sedikitpun keraguan terhadap makna tersebut.

  • Keikhlasan
Ikhlas berarti bersihnya hati dari segala sesuatu yang bertentangan dengan makna syahadat. Ucapan syahadat yang bercampur dengan riya atau kecenderungan tertentu tidak akan diterima oleh Allah SWT.
  • Kejujuran
Kejujuran adalah kesesuaian antara ucapan dan perbuatan. Pernyataan syahadat harus dinyatakan dengan lisan, diyakini dalam hati, lalu diaktualisasikan dalam amal perbuatan.
  • Kecintaan
Kecintaan berarti mencintai Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman. Cinta juga harus disertai dengan amarah yaitu kemarahan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dengan syahadat, atau dengan kata lain, semua ilmu dan amal yang menyalahi sunnah Rasulullah SAW.
  • Penerimaan
Penerimaan berarti penerimaan hati terhadap segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Dan hal ini harus membuahkan ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT, dengan jalan meyakini bahwa tak ada yang dapat menunjuki dan menyelamatkannya kecuali ajaran yang datang dari syariat Islam. Artinya, bagi seorang muslim tidak ada pilihan lain kecuali Al Qur'an dan Sunnah Rasul.
  • Ketundukan
Ketundukan yaitu tunduk dan menyerahkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya secara lahiriyah. Artinya, seorang muslim yang bersyahadat harus mengamalkan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya. Perbedaan antara penerimaan dengan ketundukan yaitu bahwa penerimaan dilakukan dengan hati, sedangkan ketundukan dilakukan dengan fisik.Oleh karena itu, setiap orang yang bersyahadat tidak harus disaksikan amirnya dan selalu siap melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupannya.

Asas dari tauhid dan Islam

Laa Ilaaha Illallah adalah asas dari tauhid dan Islam dengannya direalisasikan dalam segala bentuk ibadah kepada Allah dengan ketundukan kepada Allah, berdoa kepadanya semata dan berhukum dengan syariat Allah[8].
Seorang ulama besar Ibnu Rajab mengatakan: Al ilaah adalah yang ditaati dan tidak dimaksiati, diagungkan dan dibesarkan dicinta, dicintai, ditakuti, dan dimintai pertolongan harapan. Itu semua tak boleh dipalingkan sedikit pun kepada selain Allah. Kalimat Laa Ilaaha Illallah bermanfaat bagi orang yang mengucapkannya selama tidak membatalkannya dengan aktivitas kesyirikan.

Makna syahadat bagi Muslim

Bagi penganut agama Islam, Syahadat memiliki makna sebagai berikut[9]:
  1. Pintu masuk menuju islam; syarat sahnya iman adalah dengan bersyahadatain (bersaksi dengan dua kalimat syahadah)
  2. Intisari ajaran islam; pokok dari ajaran Islam adalah syahadatain, sebagaimana ajaran yang dibawa nabi-nabi dan rosul-rosul sebelumnya
  3. Pondasi iman; bangunan iman dan Islam itu sesungguhnya berdiri di atas dua kalimat syahadah
  4. Pembeda antara muslim dengan kafir; hal ini berkenaan dengan hak-hak dan kewajiban-kewajiban syariat[10] yang akan diterima atau ditanggung oleh seseorang setelah dia mengucapkan dua kalimat syahadah
  5. Jaminan masuk surga; Allah SWT memberi jaminan surga kepada orang yang bersyahadatain

Penafsiran yang salah (bathil)


Perlu untuk diketahui, bahwa telah banyak penafsiran yang bathil yang beredar di tengah masyarakat muslim Indonesia secara khususnya mengenai makna Laa Ilaaha Illallah, yakni[11]:
Laa Ilaaha Illallah artinya: "Tidak ada sesembahan kecuali Allah." Ini adalah batil, karena maknanya: Sesungguhnya setiap yang disembah, baik yang hak maupun yang batil, itu adalah Allah.
Laa Ilaaha Illallah artinya: "Tidak ada pencipta selain Allah." Ini adalah sebagian dari arti kalimat tersebut. Akan tetapi bukan ini yang dimaksud, karena arti hanya mengakui tauhid rububiyah saja, dan itu belum cukup.

Laa Ilaaha Illallah artinya: "Tidak ada hakim (penentu hukum) selain Allah." Ini juga sebagian dari makna kalimat Laa Ilaaha Illallah. Tapi bukan ini yang dimaksud, karena makna tersebut belum cukup.
Semua tafsiran di atas adalah batil atau kurang. Sedangkan tafsir yang benar menurut syariat Islam yang shohih dan para muhaqqiq (ulama peneliti) adalah "Laa ilaaha illallah ma'buuda bihaqqin illallah" (tidak ada sesembahan yang hak selain Allah) seperti tersebut di atas.

Referensi

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget