Latest Post

JAKARTA (voa-islam.com) - Dalam sebuah hadits yang diriwayatka dari Ibnu Abbas dikisahkan seorang lelaki tua tuna netra yang membunuh budak yang dicintainya hanya karena ia mencaci Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

فَقَامَ الاعْمَى يَتَخَطَّى النَّاسَ وَهُوَ يَتَزَلْزَلُ حَتَّى قَعَدَ بَيْنَ يَدَيْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَا صَاحِبُهَا كَانَتْ تَشْتُمُكَ وَتَقَعُ فِيكَ فَأَنْهَاهَا فَلا تَنْتَهِي وَأَزْجُرُهَا فَلَا تَنْزَجِرُ وَلِي مِنْهَا ابْنَانِ مِثْلُ اللُّؤْلُؤَتَيْنِ وَكَانَتْ بِي رَفِيقَةً فَلَمَّا كَانَ الْبَارِحَةَ جَعَلَتْ تَشْتُمُكَ وَتَقَعُ فِيكَ فَأَخَذْتُ الْمِغْوَلَ فَوَضَعْتُهُ فِي بَطْنِهَا وَاتَّكَأْتُ عَلَيْهَا حَتَّى قَتَلْتُهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلا اشْهَدُوا أَنَّ دَمَهَا هَدَرٌ

…Seorang lelaki buta datang dan berjalan melewati orang-orang dengan badan gemetar sehingga ia duduk di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Sejenak dia berkata, "Ya Rasulullah, aku-lah pemilik budak itu. Dia selalu mencaci dan mencelamu. Telah kularang dia, tapi tetap saja dia tidak mau berhenti. Dan telah kucegah dia, tapi dia tidak dapat dicegah. Aku memiliki dua orang anak dari hubunganku dengannya seperti dau buah permata, dan dia pun sangat sayang padaku. Namun semalam, dia kembali mencaci dan mencelamu. Lalu kuambil pedang dan kuletakkan di atas perutnya. Kemudian kutindih dia sehingga dia mati terbunuh. Mendengar kesaksiannya, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Saksikanlah oleh kalian semua bahwa darahnya tumpah sia-sia. (H.R. Abu Daud, no. 3665)

Hadits di atas membuktikan bahwa  pembelaan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dilakukan oleh siapa saja, meski ia buta (tuna netra) sekalipun.

Hal inilah yang menginspirasi ustadz Abu Hasan, tuna netra yang hafizh (hafal) Al-Qur’an 30 juz, alumnus ma’had Abu Bakar Ash Shiddiq UMS Solo angkatan 2006 yang aktif di yayasan Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI).

Saat bertamu ke kantor berita voa-islam.com, dengan semangat menggebu ia menyampaikan bahwa apapun kekuatan yang kita miliki hendaknya dicurahkan untuk membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

“Jadi apapun kekuatan yang kita miliki, harta yang kita miliki harus dikerahkan semuanya, bahkan jiwa, sekalipun itu adalah hal berharga yang kita miliki harus kita korbankan,” tegasnya pria asal Solo ini, pada Selasa (18/9/2012).

Ia mendengar di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia umat Islam melakukan aksi protes terhadap penghinaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam film ‘Innocence of Muslim’. Maka ia pun mengungkapkan curahan hatinya bahwa dirinya memiliki semangat yang sama dengan umat Islam lainnya yaitu keinginan untuk turun ke jalan.

“Kami para tunanetra memiliki perasaan yang sama dengan para ikhwan yang lain. Mungkin kami memiliki keterbatasan, tapi dalam hal lain kita memiliki semangat yang sama, keinginan yang sama,” ujar ustadz yang kini menjadi relawan Infaq Dakwah Club (IDC) untuk mengajarkan Al-Qur’an braile ini.
Di akhir wawancara, ia kembali menyerukan kepada saudaranya sesama muslim agar mengerahkan segala upaya  untuk membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Apa pun yang kita mampu untuk membela Rasulullah hendaklah kita lakukan!” tandasnya. [Ahmed Widad]  

AMBON (voa-islam.com) - Salah seorang yang ditangkap oleh Densus 88 di Ambon dengan tuduhan terorisme adalah  Abdullah (30 tahun) mengalami depresi berat setelah dibebaskan.
Abdullah ditangkap pada Ahad 09 September 2012 di rumahnya oleh Densus 88. Setelah dilakukan penyidikan selama 7 hari akhirnya pada Sabtu (15/09/2012). Abdullah bersama tiga orang lainnya dibebaskan oleh Polisi karena tidak terbukti terlibat melakukan  tindak pidana terorisme.

Setelah dibebaskan Abdullah mengalami depresi berat, mungkin karena siksaan dan penganiayaan selama penyidikan seperti yang dialami oleh setiap terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88.

Saat dikunjungi di rumahnya di Gang Banjau desa Batu Merah pada Kamis (20/09/2012) kondisi Abdullah sangat memprihatinkan. Bahkan dua hari sebelumnya Abdullah tidak bisa mengenal teman-teman yang selama ini dia kenal baik.

Abdullah menatap ketakutan dan mengucapkan sesuatu yang menggambarkan ia dalam kondisi sangat takut. Ketika didatangi pun Abdullah dengan ketakutan bertanya,"ada apa lagi Abang? beta seng tahu apa-apa?" Ada kalanya dia seperti menangis dan menggaruk-garuk kepalanya dan berkata,"beta seng bawa apa-apa."

Yang sangat menyedihkan dalam keadaan duduk didepan pintu  dengan ketakutan sambil memegang kedua lututnya ia berkata,"ustadz ! Beta tobat jua,beta seng mau ikut-ikut lae...beta mau jadi orang biasa saja".

Menurut keluarganya abdullah pada malam hari sering bicara sendiri menanyakan keadaan anak dan istrinya, padahal istri dan kedua anaknya tinggal satu rumah dengan Abdullah.

Masih menurut keluarganya, sampai hari ini Abdullah belum bisa beraktifitas seperti biasa sebagai pedagang pakaian di dekat terminal Mardika Ambon. Bahkan ketika ditanya kapan dirinya hendak berdagang kembali, Abdullah justru menatap seperti orang bingung dan tidak menjawab, kemudian ia menggaruk kepalanya terus mendekap kedua lututnya seperti orang kedinginan.

Kru voa-Islam.com juga sempat menanyakan tentang keadaan yang dialami Abdullah  kepada Hasan Selamet salah seorang pengacara TPM Maluku, Hasan mengatakan bahwa ia sempat menjenguk Abdullah di Rutan Polda Maluku dengan maksud hendak mendampinginya sebagai kuasa hukum  namun tidak diizinkan bertemu.

Pengacara yang biasa disapa dengan panggilan pak Acang mengatakan; "Polisi bertindak agresif dalam melakukan penangkapan, seharusnya polisi tidak bisa menahan seseorang kecuali dengan minimal dua alat bukti, namun karena tidak memiliki alat bukti maka ia melakukan penyiksaan untuk mendapatkan alat bukti, ini adalah pelanggaran HAM," ujarnya.

Pak Acang juga menambahkan,"bagaimana mereka akan menegakkan hukum jika mereka sendiri melanggar hukum?" tambahnya. [AF]

11.35
JAKARTA (voa-islam.com) - Sekretaris MUI Jawa Timur, KH. Mochammad Yunus mengungkapkan bentrokan antara umat Islam dengan aliran sesat Syiah pada tanggal 26 Agustus 2012 justru diprovokasi oleh pengikut Syiah dengan melakukan penyerangan lebih dulu.

Saat itu anak-anak para pengikut Syi’ah yang dipondokkan ke YAPI Bangil dan Pekalongan akan kembali pasca libur lebaran, sementara masyarakat meyakini bahwa anak-anak tersebut tidak akan kembali lagi ke YAPI Bangil dan Pekalongan karena dijamin biaya pendidikannya oleh Pemkab Sampang untuk disekolahkan / dipondokkan di lembaga pendidikan dan pesantren di sampang agar tidak tercerabut dari akar budaya, tradisi dan adat istiadatnya setempat  dan masyarakat menilai kalau mereka tetap kembali akan menjadi kader Syi’ah dan kelak akan menjadi persoalan baru yang lebih besar.

Karena pemahaman masyarakat seperti tersebut diatas, maka masyarakat Karang Gayam mencegah mereka dan secara baik menyarankan untuk kembali lagi ke rumah, tidak ada sedikitpun kekerasan dilakukan dan masyarakat Sunni tidak membawa senjata tajam.

“Tidak ada perlawanan sampai akhirnya mendekati rumah Tajul Muluk. Ketika sudah mendekati rumah Tajul Muluk ini, apa yang terjadi bapak ibu sekalian? mereka mulai megolok-olok orang Karang Gayam, Bluuran, mereka mulai melempari dengan batu, mereka mulai memancing emosi masyarakat Karang Gayam,“ ungkap KH. Mochammad Yunus dalam tabligh akbar “Mengokohkan Ahlus Sunnah” di masjid Al-Furqon DDII, Jakarta, pada Ahad (16/9/2012).

“Nah, ketika masyarakat Karang Gayam terpancing emosi mereka mulai membuat garis putih di depan rumah Tajul Muluk, garis putih inilah ternyata batas antara pengikut Syiah dan umat Islam,” sambungnya.
...ranjau-ranjau yang mereka tanam meledak berhamburan kelereng-kelereng. Ada yang kena tangan seseorang sehingga tangannya putus...

Di sinilah menurut KH. Mochammad Yunus, para pengikut Syiah menjebak umat Islam lalu mereka terkena bom ranjau yang dipasang oleh pengikut Syiah.
"Di dalam garis putih itu ketika mereka memprovokasi masa agar masuk, setelah mereka masuk, apa yang terjadi? ranjau-ranjau yang mereka tanam meledak, berhamburan kelereng-kelereng. Ada yang kena tangan seseorang sehingga tangannya putus, ada yang masuk ke bahunya, ada yang masuk ke kepalanya, ada yang masuk di pahanya dalam bentuk kelereng itu masih utuh, akhirnya orang-orang pada ketakutan," bebernya.

Situasi itu memancing masyarakat untuk meminta bantuan dan mengambil persenjataan yang memadai untuk melawan kekerasan yang dilakukan oleh komunitas Syi’ah, diantaranya dengan disuarakan lewat teriakan dan  pengeras suara yang ada di mushalla , kemudian masyarakat berdatangan  untuk memberi pertolongan dan bantuan kepada mereka sehingga terjadilah bentrok yang tidak terelakkan diantara kedua belah pihak yang sama-sama membawa senjata.

Ia juga mengungkapkan sebuah misteri tewasnya seorang pengikut Syiah yang bernama Hamamah. Ia membantah sejumlah media yang memberitakan jika Hamamah adalah seorang perempuan.

“Terkait dengan hamamah, ini saya cukup sedih karena di media diberitakan bahwa orang-orang Sunni membunuh orang-orang perempuan namanya Hamamah, ini kan naif sekali. Hamamah itu laki-laki, jadi tradisi di sana, kenapa di dipanggil Hamamah karena anak pertamanya perempuan namanya Hamamah sehingga dipanggil pak Hamamah, “ ucapnya.
...Ketika bentrok itu terjadi hingga Hamamah meninggal, mereka semua kebal terhadap senjata tajam, termasuk juga Hamamah...

Para pengikut Syiah termasuk Hamamah ternyata kebal senjata tajam, meski begitu Hamamah akhirnya tewas dalam bentrokan tersebut.
"Orang ini ternyata ketika bom-bom itu meledak sama sekali tidak mencederai tubuh orang-orang Syiah, orang-orang Sunni itu kena, jadi korbannya itu orang-orang Sunni, ini kesaksian dari seorang bernama Ar Roih, dia adalah tenaga paramedis dari PMI, dia merawat semua orang Sunni yang menjadi korban. Ketika bentrok itu terjadi hingga Hamamah meninggal, mereka semua kebal terhadap senjata tajam, termasuk juga Hamamah," tuturnya.   

Dalam rilis hasil investigasi MUI Jawa Timur juga diceritakan bahwa bapak Hamamah secara provokatif dan demonstratif dengan memamerkan kekebalan tubuhnya merangsek kedalam kerumunan masyarakat Karang Gayam dengan menyerang secara membabi buta menggunakan senjata tajam berbentuk celurit panjang.
Masyarakat pun melawan dengan senjata pula, yang mengejutkan tidak satupun sabetan yang diarahkan ke tubuh bapak Hamamah mencederai tubuhnya. selanjutnya terjadilah bentrok yang berakhir pada terbunuhnya bapak Hamamah, disebabkan diantara masyarakat mengetahui cara menghadapi ilmu kebal tersebut dengan cara menyerang dari belakang.

Selain itu,  KH, Mochammad Yunus juga menceritakan kejadian mengejutkan yang tak pernah terungkap di media bahwa ternyata rumah Tajul Muluk yang dibakar oleh massa menimbulkan ledakan yang cukup besar, yang belakangan diketahui bahwa ledakan tersebut dipicu oleh remote control. [Ahmed Widad]
____________________________________________________________

23.47

ini saya bagikan Tips berikutnya buat teman-teman yang Nokia 9300/9500 nya memiliki masalah dengan sistemnya, seperti sering Hang, Muncul Error2 yang aneh2, HP nya terasa semakin lamban, gak seperti waktu beli dulu, gak bisa nelpon n sms, dan lain sebagainya dech.
Mungkin udah banyak yang tau trick ini, tapi gakpapa lah, pasti masih banyak teman-teman kita yang belum tau dan mungkin memerlukannya. oke, langsung aja yha..
jadi kuncinya untuk mengatasi semua masalah tersebut adalah dengan memFormat HP yang bermasalah tersebut. bukan semi format, tapi FULL FORMAT. caranya gini:
  1. cabut baterai HP kemudian dipasang kembali.
  2. nah, setelah teman-teman lihat logo nokianya muncul ( dilayar dalam yha ) segera tekan kombinasi tombol berikut: Ctrl+Chr+Shift+F
  3. pilih opsi FORMAT.
  4. tunggu sampai selesai,..tadaaa, HP yang ngadat jadi semangat lagin normal kerjanya
lumayan kan, dari pada bawa ke t4 servis n ngabisin duit buat hal yang sebenarnya bisa kita lakukan sendiri. betul gak?
NB: Trik ini akan menghapus semua data yang ada di HP kamu, jadi kalau ada data yang penting seperti contact dll
haruz di backup dulu ya…. )

===UPDATE BACKUP Contact Ke Simcard===

Nah sebelum di format kan harus dibackup dulu contact contact kita kan sayang masak contak pacar qt dibuang hehehe:P bercanda
Nah bagi yang belum tahu gimana caranya backup contact kita ke sim card perhatikan tips berikut ini
- Pertama gunakan layar dalam aja biar gampang
- Masuk ke menu contact
- Pencet ctrl+A tuk memilih semua contact kita
-pencet shift+ctrl+C atau bisa menu – file – More Options – Copy To… – Pilih simcard untuk mencopy contack kita
- Lalu pilih sim card
- Nah tunggu sampek selesai mengkopinya yach… jangan lupa siapin kopi juga <gak nyambung>
sekian…
Baca Juga yaw….
____________________________________________________________

02.17 , ,
JAKARTA (voa-islam.com) - Menyikapi beredarnya film “Innocence of Muslim” yang melecehkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Ketua MUI Pusat Bidang Seni dan Budaya, KH. Ahmad Cholil Ridwan mengecam keras film tersebut.

Ia menyerukan kepada para ulama, kyai, muballig dan yang lainnya agar menginformasikan kepada internal umat Islam bahwa film itu merupakan bukti kejahatan orang-orang kafir Yahudi dan Nasrani.

“Ke dalam umat Islam harus diinformasikan, baik ulama, khatib, para kyai dan muballigh supaya menginformasikan kepada umat itulah kejahatan orang-orang barat kafir. Yahudi dan Nasrani itu selalu mencari-cari kesempatan untuk menjelek-jelekan Islam. Katanya kita harus toleransi, tapi kok pemerintah Amerikan sendiri membiarkan ada warga negaranya yang membuat film seperti itu. Film itu pengaruhnya sangat besar, mudah beredar,” ungkapnya saat dihubungi voa-islam.com, Jum’at (14/9/2012).
...harus diinformasikan, baik ulama, khatib, para kyai dan muballigh supaya menginformasikan kepada umat itulah kejahatan orang-orang barat kafir. Yahudi dan Nasrani itu selalu mencari-cari kesempatan untuk menjelek-jelekan Islam


Menurutnya penghinaan dalam film tersebut merupakan bukti kebenaran Al-Qur’an yang menyatakan bahwa kebencian musuh-musuh Islam begitu besar.

“Jadi Al-Qur’an itu memang sangat benar, sejak 1400 tahun yang lalu di dalam Al-Qur’an Allah berfirman:

قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ

…Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi.. (Q.S. Ali Imran: 118).

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

 Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka… (Q.S. Al-Baqarah: 120),” ucap alumnus Universitas Islam, Madinah ini.
...Tokoh-tokoh Islam harus menyadarkan umat Islam, inilah common enemy (musuh bersama)


Ia juga mengimbau agar tokoh-tokoh Islam untuk tidak berpecah belah dan menyadari bahwa umat Islam memiliki musuh bersama yang harus dihadapi

“Tokoh-tokoh Islam harus menyadarkan umat Islam, inilah common enemy (musuh bersama), berhentilah kita gontok-gontokan sesama Muslim, karena di depan itu ada musuh yang nyata,” tegasnya. [Ahmed Widad]
____________________________________________________________

01.23 ,

Kalau bayi manusia dibaptis, itu tidak aneh karena sudah biasa. Tapi yang dibaptis kali ini adalah bukan bayi manusia, tapi bayi gorilla. Sebanyak 22 gorila gunung dibaptis di Kinigi, Taman Nasional Volcanoes pada Sabtu, 18 Juni 2011 oleh Perdana Menteri Rwanda Bernard Makuza.
Dalam upacara pemberian nama itu, ke-22 gorila tersebut diwakili anak-anak yang berpakaian gorila.
Taman nasional itu berada di perbatasan Rwanda, Uganda, dan Republik Demokratik Kongo. Di tempat itu hidup sekitar 360 gorila gunung, separuh dari total populasi gorila gunung di seluruh dunia.
Berkat mendiang Dian Fossey, primatologis ternama Amerika Serikat, kini keberadaan mereka menjadi perhatian dunia.
Upacara istimewa itu disiarkan secara langsung melalui radio dan televisi nasional. Makuza memberi nama Ijambo pada salah satu dari gorila kembar yang lahir Februari lalu. Dalam bahasa Rwanda, Ijambo berarti “kata”.
“Saya memberi nama Ijambo karena yang kita lakukan, kemajuan yang kita capai, memampukan kita berbicara di dunia,” kata Makuza dalam sambutannya.
Salah satu spesies hewan primata yang hampir punah itu, dari tahun ke tahun, populasinya terus menurun, dan kelahiran gorila kembar itu sangat jarang terjadi.
Pada bulan lalu juga telah lahir bayi kembar gorila gunung yang merupakan kelahiran kembar ketujuh dalam 40 tahun terakhir. Pemberian nama untuk bayi kembar terakhir ini akan dilaksanakan pada upacara tahun depan.
____________________________________________________________

Inilah Kisah Syahidnya Noordin M Top yang Belum Pernah Terungkap

BANDUNG (voa-islam.com) - Putri Munawaroh mungkin tak akan melupakan kisah haru yang terjadi di bulan Ramadhan sekitar 3 tahun lalu. Ia menjadi satu-satunya saksi hidup syahidnya para mujahidin; Noordin M. Top, Urwah, Aryo Sudarso dan Adib (suami Putri).

Peristiwa itu ternyata terjadi di saat umat Islam sedang melaksanakan i’tikaf 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Subhanallah! Uniknya lagi peristiwa tersebut terjadi di malam ganjil tanggal 27 Ramadhan 1430 H dimana umat Islam begitu mendambakan lailatul qadr pada malam tersebut. Hari itu bertepatan dengan tanggal 17 September 2009.

Alhamdulillah, di sela-sela waktu istirahat setibanya di rumah mertua Putri Munawaroh di Bandung, Rabu (25/7/2012) , kontributor (akhwat) voa-islam.com mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Putri Munawaroh tentang peristiwa detik-detik terakhir syahidnya para mujahidin tersebut yang belum pernah terungkap ke media. Berikut ini kutipan wawancara eksklusif dengan Putri Munawaroh sesi pertama.

Bagaimana kronologis kejadian malam itu?

Awalnya, putri bersama suami namanya mas Adib waktu itu kedatangan tamu-tamu yang pada rencana tamu-tamu itu hanya mampir ke tempat kami sebentar. Setelah itu mereka pindah lagi, jadi kami hanya menerima tamu yang ternyata bagi kepolisian itu mereka adalah DPO.

Terus, selama kurang lebih dua setengah bulan sampai tiga bulan Putri mengurusi tamu-tamu tersebut. Awalnya sih putri tidak ngerti,  kami tidak pernah berkomunikasi, jadi kami itu tidak pernah ngobrol, ketemu menatap wajah tamu-tamu kami. jadi segala sesuatu urusan didalam rumah ustadznya mau apa itu adalah tugas suami, Putri hanya tugasnya masak dan ngurusin rumah.


Kemudian tepatnya pada tanggal 27 Ramadhan kita digrebek kepolisan. Tepatnya itu tengah malam digrebek  dan  kemudian terjadi baku tembak. Dari dalam menembak dan dari luar pun juga menembak. Kita semuanya sebelum adu tembak itu disuruh pihak polisi keluar, tetapi tidak ada jawaban dan kita akhirnya terjadilah perang baku tembak tersebut.

Terus kemudian kita mengalami terbakar, jadi rumah waktu itu kita tidak tahu sebabnya apa, tetapi rumah  terbakar. Empat orang ikhwan termasuk suami dan putri semuanya masuk ke kamar mandiri untuk melindungi diri ketika ada  kebakaran.

Karena kita tidak ngerti bagaimana rumah itu bisa terbakar, habis itu kita dikamar mandi terjadilah baku tembak. Satu persatu ustadznya meninggal termasuk suami putri.


Dalam waktu sekitar jam sebelas atau jam dua belas malam  itu, Putri merasakan bahwa  tembak-tembakan itu sudah 2 orang  ustadz yang syahid. Satu orang ustadz masih hidup, satu orang suami Putri dan Putri kondisinya masih hidup.

Kita bertiga masih bisa shalat Shubuh, jadi dalam waktu jam sebelas sampai subuh itu yang masih tersisa 3 orang. Setelah shubuh itu perperangannya reda kemudian mulai lagi, tembak-menembak dan kita disuruh menyerah lagi, Subuh-subuh itu kita tetap disuruh nyerah, tetapi tidak ada tanggapan.

Mulai  lagi bom molotov atau apa gitu dan jatuhlah eternit (atap rumah). Jadi eternit itu jatuh menimpa putri tepatnya dua kali.

Putri dan suami posisinya kami berpelukan, suami melindungi perut Putri. Kemudian karena ustadznya tahu dari atas Putri kena eternit atap, jadi dari depan sudah dilindungi perut Putri, itu dari belakangnya masih kosong (belum terlindungi, red). Sehingga ada ustadz yang menggeser mayat salah satu orang yang sudah syahid ke kepunggungnya Putri. Jadi Putri otomatis dari depan, belakang, atas sudah terlindungi, itu erjadi setelah subuh.

Setelah itu suami tertembak di kepalanya. Pokoknya Putri tidak ngerti tiba-tiba beliau tuh langsung ‘dees’.  Jadi sudah tidak ada detak jantung lagi dan jatuh menimpa Putri, namanya juga kita seperti itu jadi putri sudah kerasa; oh ternyata sudah syahid. Putri kira waktu itu semuanya sudah syahid.

Jadi memang dari dalam ada perlawanan dari luar juga ada perlawanan. Setelah itu, sampai pagi kan sudah kelihatan mataharinya sudah pagi.  Tiba-tiba putri tertimpa eternit lagi dari atas, terus ada satu ustadz langsung meninggal dan berkata; “ya Allah…” seperti itu, sampai akhirnya syahid semua.

Setelah beberapa waktu tidak ada tanggapan dan mereka itu mengira kita sudah mati semua akhirnya dievakuasi. Pertama kali yang dievakuasi adalah jenazah yang berada dipunggungnya Putri. Itu ditarik oleh mereka, merek tidak berani maju karena ditakutkan ada bom dan ada tembakan dari yang masih hidup, jadi dari jauh sudah ditarik jenazahnya tersebut.

Habis itu, Putri kelihatan masih hidup, para thaghut itu bilang; “itu masih hidup tuh!, nggak kepalanya sudah pecah!” karena memang Putri tertimpa reruntuhan. Tetapi setelah dievakuasi disingkirkan ternyata Putri masih hidup dan baru ketahuan, Putri itu perempuan dan hamil. Akhirnya langsung dilarikan ke rumah sakit dan sampai situ akhirnya putri tahu bahwa semua ustadz sudah sudah meninggal termasuk suami putri. (Ke Bagian 2). [Ahmed Widad/Miftahul Jannah]
____________________________________________________________

BANDUNG (voa-islam.com) - Pada wawancara eksklusif sesi kedua, Putri Munawaroh melanjutkan kisahnya tentang detik-detik terakhir para mujahid; Noordin M Top, Urwah, Aryo Sudarso dan suaminya Adib Susilo. (Baca kisah sebelumnya: Inilah Kisah Syahidnya Noordin M Top yang Belum Pernah Terungkap)

Putri mengungkapkan begitu eratnya ukhuwah yang terasa di malam terakhir gugurnya mereka. Hal itu terlihat lewat perhatian mereka untuk melindungi Putri Munawaroh yang tengah hamil.

Ia juga menceritakan secara singkat kondisinya saat berada di balik jeruji besi. Selain itu, tak lupa ia juga menyampaikan nasehat berharga untuk para ummahat. Berikut ini lanjutan wawancara eksklusif voa-islam.com dengan Putri Munawaroh di sela-sela istirahat di rumah mertuanya di Bandung, Rabu  (25/7/2012).

Setelah itu, bagaimana kondisi Putri saat dipindahkan?

kemudian setelah itu putri dibawa kerumah sakit Kramat Jati. semua jenazah dievakuasi kesana naik pesawat. Putri diantar kerumah sakit, semua peralatan dipasang, Putri menjalani operasi karena terkena satu tembakan di paha sebelah kiri.

Putri ketika ditembak tidak merasakan sakit,  jadi ketika peluru masuk kedalam itu Putri cuma merasa  ada sesuatu yang masuk dan terasa panas, terus ada yang keluar juga terasa panas. Ternyata yang keluar itu darah. Jadi darahnya terus keluar, tapi tetap merasakan ada yang panas sementara darah terus keluar. Putri merasa di dalam baku tembak itu, peluru bisa saja kesasar kemana-mana, tetapi dengan izin Allah, peluru hanya mengenai Putri tepat dipaha.

Putri berkata dalam hati; “ya Allah semua ustadz-ustadz jenzahnya sampai ada yang rusak, suami putri juga wajahnya rusak. Sedangkan Putri, ya Allah seandainya Putri juga tertembaknya dikaki, dikepala atau di perut mungkin bisa cacat atau meninggal. Tapi Putri bersyukur kepada Allah, Putri tertembak di bagian paha yang banyak dagingnya.”

Setelah putri di Rumah Sakit Kramat Jati, Putri merenungi perjalanan, Putri ikhlas, Putri sayang sama ustadz. Kita sudah seperti keluarga dalam waktu yang singkat. Terutama saat tembak-menembak malam itu, ukhuwah kita begitu terasa, kita saling memperhatikan satu sama lain.

Ustadz-ustadz itu juga suka menegur suami Putri saat tembak-menembak malam itu; “kasihan tuh isterinya!” seperti itu. Jadi dalam keadaan yang sangat menegangkan malam itu ada pelajaran yang bisa dipetik dari para ustadz.

Kemudian semasa beberapa lama Putri juga menjaga mereka dari pola makannya. Kita semua bareng-bareng kalau soal makanan. Para ustadz tidak pernah mencela masakan Putri.

Saat dipenjara bagaimana kondisi Putri?

Putri pernah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, tempat itu khusus untuk kasus teroris sama korupsi, diantaranya Blok A, Blok B dan Blok C . Saat ditahan Putri juga merasakan ukhuwahnya sangat terasa sekali. Ada ikhwan-ikhwan di sana, terus kadang ada umahat-umahat yang besuk.

Setelah di Mako Brimob bersama Ahsan (anak Putri Munawaroh yang dilahirkan di penjara, red) satu setengah tahun, lalu semuanya berkas-berkas sudah selesai dan sidang-sidang sudah selesai kemudian Putri dpindah ke Rutan Pondok Bambu.

Di Pondok Bambu Putri hanya bertahan 4 bulan, Putri disana itu ikut membantu mengurus pengajian, bantu absen para peserta yang ikut pengajian, seperti itu.

Adakah kendala yang dialami saat di penjara?

Ada sih, kendalanya tidak boleh pake cadar, karena di situ lingkungannya umum, katanya biar Putri  tidak terlalu menakutkan bagi mereka. Awalnya Putri hanya menangis; “ya Allah kok seperti ini?”

Kemudian orang-orang di dalam penjara itu kan sensitif, mereka mempunyai sudah masalah ditambah lagi harus dipenjara. Makanya Putri lebih banyak di masjid, kadang ikut ada pengajian dari pagi sampai sore dimasjid. Waktunya pintu sel ditutup putri sebisa mungkin cepat-cepat masuk.

Tetapi kegiatan pengajian yang ada di LP itu ada bid’ahnya, Putri kadang tidak ikut dan pengurus LP biasanya menanyakan; “putri kenapa ngga ikut?” lalu kita sampaikan saja hujahnya.

Apa rencana Putri ke depan?

Putri masih merasa belum berilmu, jadi masih harus terus belajar, kemudian insya Allah tetap istiqomah malanjutkan perjuangan Islam, jadi di penjara itu bukan suatu alasan untuk  tidak melanjutkan lagi.

Putri masih mau belajar lagi, jadi memang  sekarang setelah suami pertama meninggal adalah tugas suami kedua untuk melanjutkan apa yang dididik suami pertama, jadi putri ini memang harus belajar. Doakan semoga Putri tetap istiqomah karena memegang istiqomah itu susah.

Apa pesan-pesan Putri untuk para ummahat?

Pesannya back to Qur’an, ketika Putri sendiri Putri hanya bisa pegangan Al Qur’an dan janji-janji Allah bahwa Allah itu tidak akan menyia-nyiakan hambanya.

Kemudain ilmu  tentang jihad, sebab jihad itu memang butuh kesiapan yah, diantara kesiapan mental kita, jadi kita sudah terlatih sebelumnya.

Sebenarnya Putri kurang bisa kasih nasehat, karena putri merasa belum bisa apa-apa. Kejadian beberapa waktu lalu itu kan tidak disengaja, Putri hanya melayani ustadz-ustadz itu dengan segala konsekwensi yang ada.

Kemudian kalau seorang ummahat yang mempunyai suami seorang mujahid, maka suaminya yang mujahid itu juga harus mempersiapkan isterinya agar bisa menjadi kader mujahidah yang bagus, itulah tugas suami.

Untuk para ummahat keep istiqomah, semoga kita tetap kompak, jangan sesama kita malah bermusuhan. Sangat memprihatinkan sekali kalau umahat-ummahat ini saling menjatuhkan dan Ingin mengunggulkan kelompok masing-masing, jadi seolah-seolah kita seperti musuh. Padahal, kita seharusnya kompak untuk menjatuhkan musuh kita yang sebenarnya. [Ahmed Widad/Miftahul Jannah]
____________________________________________________________

JAKARTA (voa-islam.com) - Ketua FPI DKI Jakarta, Habib Salim Alatas atau yang biasa dipanggil Habib Selon mengklarifikasi beredarnya pesan singkat tentang masuk Islamnya Ahok jelang Pilkada DKI putaran ke-2 dengan judul ‘muallaf politik’.
Untuk diketahui isi pesan singkat tersebut; “pada hari Kamis 6 September 2012. Djan Farid (Menteri Perumahan Rakyat) dan Habib Mahdi Condet meminta kepada Habib Selon FPI (tawaran uang miliaran rupiah) dalam rangka kemenangan Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI putaran ke-2, supaya mengislamkan Ahok dan dipublikasikan oleh media Jakarta,” demikian kutipan pesan tersebut.
...Saya maupun Habib Rizieq tidak pernah buat SMS provokatif tentang ‘muallaf politik’ tersebut
Atas maraknya pesan singkat tersebut yang menyebut namanya, maka Habib Selon menegaskan bahwa ia tak pernah membuat apalagi menyebarkan SMS tersebut.  
“Assalamu’alaikum. Saya maupun Habib Rizieq tidak pernah buat SMS provokatif tentang ‘muallaf politik’ tersebut,” ungkapnya melalui pesan singkat yang diterima redaksi voa-islam.com, Kamis (13/9/2012).
...Soal saya ditawari uang milyaran, itu benar, memang sejak dari awal hingga kini tapi saya tolak mentah-mentah dan saya sudah lapor ke Habib Rizieq
Namun demikian, ia tak menyangkal jika dirinya pernah ditawari uang miliaran rupiah tapi ia tolak mentah-mentah.
“Soal saya ditawari uang milyaran, itu benar, memang sejak dari awal hingga kini tapi saya tolak mentah-mentah dan saya sudah lapor ke Habib Rizieq,” jelasnya.
Ia juga tak tahu-menahu soal Ahok yang ingin masuk Islam (menjadi muallaf) meskipun pernah ada yang mendatangi Habib Rizieq dan mengaku orang dekat Ahok bertanya-tanya tentang Islam.  
“Soal Ahok mau masuk Islam saya tidak tahu, hanya saja memang ada orang datang ke Habib Rizieq mengaku orang dekat Ahok nanya-nanya soal Islam, apa dan bagaimana? Itu saja. Semoga ini jadi klarifikasi semua pihak. Syukron,” tutupnya. [Ahmed Widad]  ____________________________________________________________

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget