Latest Post

Berikut ini beberapa seleksi fotografer Swedia bernama Lennart Nilsson, Sangat Menakjubkan Sob.
Dia terkenal dengan foto-foto ini yang disebut dengan in vivo embrio manusia dan subjek-subyek kedokteran lainnya yang dulu dianggap tidak bisa diabadikan lewat foto.

Dia menggunakan sebuah endoskop untuk membuat gambar-gambar menakjubkan ini !!!



Dalam seri foto ini, dia menguak semua rahasia bagaimana kehidupan berawal, Inilah salah satu Bukti keagungan Tuhan.

Ini bukan ilustrasi, bukan pula hasil ilustrasi.. Foto ini benar-benar NYATA !!!

Ini Bayi yang sedang dalam rahim.



Simaklah proses panjang terbentuknya bayi dalam rahim dibawah ini :



1. Perjalanan panjang sperma menuju sel telur.
Sperma


Sel Telur




2. Sperma bersusah payah berenang menuju dan siap membuahi sel telur.




3. Pembuahan, sperma masuk kedalam sel telur.




4. Dinding rahim yang baru siap untuk dibuahi.




5. Sel telur yang dibuahi, menuju dinding rahim.




6. Sel telur yang sudah dibuahi, mencapai dinding rahim.




7. Embrio mulai terbentuk, disini yang terlihat adalah awal pembentukan kepala.



8. Badan dan kepala sudah mulai terbentuk.







9. Embrio dengan badan dan kepala yang telah terbentuk dengan placenta-nya.




10. Embrio yang sudah terletak pada posisinya dalam rahim.




11. Bentuk kaki yang mulai sempurna.




12. Kepala mulai terbentuk sempurna.




13. Bagian mata yang mulai terbentuk.




14. Bagian-bagian tubuh lain mulai membentuk.




15. Tangan dengan lima jari mulai terbentuk.
















Dan jadi lah bayi yang berbentuk sempurna.



Al-Quran
S U R A T   A L - M U ' M I N U N

23:12. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

23:13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

23:14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

S U R A T   A L - M U ' M I N
40:67. Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes, air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami (nya).

S U R A T   A L - Q I Y A M A H

75:38. kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya,

S U R A T   A L - ' A L A Q

96:2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

S U R A T   A Z - Z U M A R

39:6. Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.  Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?



Subhanallah, memang sangat menakjubkan kronologis terbentuknya bayi di dalam rahim tersebut. Semoga dengan adanya pengetahuan kita tentang ilmu tersebut, kita akan semakin dekat dengan Sang Pencipta dan kita tidak berdiri tegak dengan sombong di dunia ini. Amiin !!!



“Jika mereka merusak janjinya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti”. {At-Taubah:12}

Oleh Abu Asybal Usamah
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, Yang mengatur siang dan malam, Membagi rezki diantara makhluk-Nya, Yang Maha Adil lagi Maha bijaksana. Aku bersaksi tiada Ilah melainkan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Utusan-Nya yang telah menunaikan amanah, menyampaikan risalah, menasehati ummat dan berjihad di jalan Rabb-Nya dengan sebenar-benarnya jihad serta meninggalkan ummatnya diatas manhaj yang terang benderang, tidak ada seorangpun yang menyimpang darinya kecuali akan binasa.
Salawat dan salam senantiasa tercurahkan keharibaan baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat dan orang-orang yang masih istiqomah di atas manhaj beliau
Pembaca yang budiman!
Sekitar dua minggu ini ummat mengungkapkan perasaan mereka dalam aksi pembelaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kalau mau ditelusuri, mereka sebenarnya memiliki hasrat yang lebih besar ingin melakukan pembelaan yang dilakukan oleh sahabat Muhammad bin Maslamah yang mengeksekusi mati pemuka yahudi, ka’ab bin Asyraf, yang menghina dan melecehkan Nabi hingga baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengumumkan “Siapa yang bersedia mengatasi Ka’ab bin Asyraf? Sungguh ia telah menyakiti Allah dan Rasul-Nya.
Inilah sikap yang ingin diambil oleh ummat agar mereka bisa memahami bahwa ummat Islam tidak bisa dilecehkan dan ummat ini memiliki harga diri serta memiliki kecintaan yang begitu tinggi kepada pengawal agama ini, penghulu sekalian manusia, Rasulullah Muhammad bin Abdullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Namun kondisi mereka yang lemah yang dikerangkeng oleh sistem sekuler  yang membuat mereka harus membatasi pembelaan mereka. Meskipun demikian, di beberapa Negara akhirnya mengikis bahkan merobohkan sekat itu dengan bentrok yang terjadi dan di Libya yang menghancurkan konsul AS  di Benghazi yang mengakibatkan tewasnya dubes AS, Christopher Stevens, dan tiga orang AS dua diantaranya marinir pada hari Selasa 11 September 2012. Mesir pun mampu menghancurkan Kedubes AS akibat kemarahan yang tak tertahankan.
Dari Libya, Muritani, Mesir, Yaman, Suriah, Kashmir, Pakistan, Kabul, Filiphin, Indonesia bahkan Palestina sendiri pun bangkit tidak tinggal diam saat baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilecehkan oleh Amerika Serikat dan Perancis.
Namun yang paling memberikan pukulan yang keras pada AS adalah kematian dubesnya di Benghazi  akibat serangan maut yang dimuntahkan oleh RPG, dimana Obama sangat mengutuk serangan tersebut. Menurut pimpimnan Partai Komunis Rusia, Gennady Zyugnov, bahwa dubes AS tersebut mati secara memalukan.
Sedangkan di dalam artikel seorang jurnalis sekaligus pemred harian “Al-Quds Al-‘Araby”, Abdul Bari Atwan, mengungkap bahwa serangan ke kedutaan Amerika di Benghazi merupakan operasi yng sudah direncanakan bertepatan dengan 11 September dan pada kesempatan pengumuman syahidnya Syaikh Abu Yahya Al-Liby.
Kita bisa lihat disini bahwa serangan di Benghazi memberikan pesan yang dititipkan pada serangan 11 September yaitu Amerika harus melepaskan dukungannya dari Israel dan hengkang dari tanah Arab, dan pesan kedua adalah jangan coba-coba menghinakan ummat islam dengan “menyerang” Nabinya dan agamanya.
Namun sepertinya pesan ini tidak digubris oleh AS. Maka gejolak ini akan terus berlangsung hingga mereka berhenti dari kezaliman.

إذا كانت حرية اقوالكم لا ضابط لها
فلتتسع صدوركم لحرية اقوالنا
فالجواب ما ترون لا ما تسمعون
فلتثكل أمهاتنا إن لم ننصر الرسول صلى الله عليه و سلم

Jika seandainya kebebasan berbicara kalian tidak ada batasnya, maka hendaklah kalian berlapang dada dengan Kebebasan perbuatan (operasi) kami. Jawaban dari kami akan kalian lihat, bukan kalian dengar, maka celakalah kami jika kami tidak menolong Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam” Syaikh Usamah bin Ladin -taqabbalahullah-
Wallahu Ghalibun ‘ala amrihi walakinna aktsrannasi la ya’lamun



Cairo - Presiden Mesir Mohamad Mursi membersihkan dalam tubuh militer yang pro-Israel. Langkah strategis ini, bertujuan menciptakan stabilitas negara, dan akan lebih fokus dibidang ekonomi dalam negeri. Hal ini tidak mungkin dapat dicapai selama elemen-elemen militer, tidak dapat menjamin stabilitas keamanan, dan masuknya unsur-unsur asing dalam tubuh militer Mesir.

Langkah Mursi itu, sebagaimna dikemukakan oleh Ketua Komite Hubungan Luar Negeri di Parlemen Mesir, Dr Mohammed Feda Fahmi, mengatakan bahwa sebuah kelompok yang bertindak sebagai sayap kelima Israel dalam tentara Mesir telah dieliminasi selama operasi di Sinai. Selama ini, kelompok yang memiliki hubungan rahasia dengan Israel itu, secara diam-diam menciptakan situasi penuh dengan kekacauan di Sinai.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media Anadolu (AA) pada hari Senin, Dr Mohammed mengatakan bahwa "Orang-orang di Sinai telah dikenakan sanksi pelanggaran besar terhadap hak asasi manusia, selama masa jabatan mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak."
"Hari ini, kita mencari cara  memecahkan masalah di Sinai. Pertama-tama, langkah-langkah keamanan yang diambil terhadap semua ancaman yang akan merugikan persatuan nasional. Kemudian, masalah yang diabaikan oleh tentara dan pasukan keamanan di wilayah itu telah ditangani dengan cepat. Selain itu, sebuah kelompok yang bertindak sebagai sayap kelima Israel dalam tentara Mesir itu dihilangkan, "kata Dr Mohammed.
"Mesir sedang menciptakan kebijakan luar negeri yang seimbang dan mendukung investasi di dalam negeri," kata Dr Mohammed.
"Muhammad Mursi, tidak seperti pendahulunya, tidak memulai perjalanannya ke luar negeri dengan mengunjungi Amerika Serikat. Tetapi,pertama Mursi  mengunjungi Arab Saudi dan kemudian pergi ke Ethiopia, China dan negara-negara Eropa," ungkap Dr.Muhammed. Ini menunjukkan Mursi ingin menciptakan keseimbangan, dan tidak bergantung sepenuhnya kepada Amerika Serikat, dan Mesir ingin melepaskan ketergantungan kepada Amerika Serikat, yang selama ini menjadi sekutu utama Mesir.

"Ekonomi Mesir tidak (negatif) akibat terjadinya serangan di Sinai atau oleh  film anti-Islam yang penuh penghinaan pada Nabi Muhammad," tegas Dr Mohammed. Menurut Mohammed serangan ke Sinai di design oleh Zionis-Israel, yang bertujuan ingin merusak stabilitas Mesir, dan bahkan film "Innocence of Muslim", juga bertujuan merusak stabilitas negeri Spinx itu.
"Ketika kita berbicara tentang perekonomian Mesir, banyak dari investor saat ini yang ingin melakukan pembicaraan dan membangun kerjasama dengan Mesir, seperti Amerika Serikat, Arab Saudi, Qatar, Jerman dan negara-negara Eropa," kata Dr Mohammed.
"Tidak mungkin  berbicara tentang keberadaan sebuah negara yang tidak didukung oleh kekuatan asing, seperti kritik kelompok oposisi Mesir yang menolak pinjaman Mesir kepada IMF. Sesungguhnya, menurut Dr Mohammed pinjaman itu, bertujuan menata kembali ekonomi Mesir, yang hancur selama pemerintahan Mubarak.

Namun, pemerintahan Mursi, berjanji akan sangat hati-hati menggunakan pinjaman luar negerinya. Mesir berusaha ingin lebih fokus membangun kerjasama ekonomi dengan negara-negara Arab, tanpa bergantung lagi kepada fihak Amerika Serikat dan Eropa. "
"Kami bekerja keras agar Mesir berdiri di atas kaki sendiri. Kami memiliki proyek baru yang  akan dilaksanakan, "kata Dr Mohammed.  "Turki membuat kemajuan ekonomi yang besar setelah Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) berkuasa. Kami ingin mengambil pengalaman ekonomi yang dibangun oleh Turki," ungkap Dr Mohammed.
Militer Mesir disusupi unsur-unsur yang pro-Israel, dan menggunakan kelompok-kelompok Islam di Sinai, yang bertujuan menciptakan kekacauan keamanan di wilayah Semenanjung Sinai, dan akhirnya menciptakan perang terbuka. Sehingga, langkah-langkah itu, ingin menggagalkan rencana dan kebijakan yang sekarang diambil pemerintahan Mursi, yang ingin lebih fokus memperbaiki ekonomi Mesir, yang porak-poranda akibat krisis, selama dipimpin oleh Marsekal Mubarak. af/as

16.04 ,


California - Seorang aktris mengatakan dia merasa ditipu untuk tampil di sebuah film Innocence of Muslim, yang memicu protes di seluruh dunia Muslim, dan aktris itu  mengambil langkah hukum ke pengadilan federal sebagai upaya baru memaksa off YouTube, Kamis.
Gugatan diajukan oleh Cindy Lee Garcia berkaitan ditayangkannya video di situs online YouTube, dan perusahaan induknya Google Inc sebagai terdakwa, bersama dengan  Koptik Kristen Mesir dari California diyakini berada di balik pembuatan film.
Pekan lalu, hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles  menolak permintaan Garcia melakukan penahanan sementara yang akan diperlukan terhadap YouTube untuk menghentikan postingan video yang berdurasi 13menit, yang sangat kasar dan menghina. Namun nampaknya aktris itu tidak mungkin menang terkait dengan dari kasusnya di pengadilan negara.
Seperti dalam gugatan sebelumnya, Garcia menuduh pembuat film melakukan penipuan, fitnah dan praktik bisnis yang tidak adil. Tapi, hakim federal dari klaim hak cipta, yang  menegaskan mempunyai hak  penampilannya dalam video, berjudul "The Innocence Muslim."
Kasus Garcia adalah gugatan hukum sipil pertama yang diketahui berasal dari video, yang berasal dari sebuah trailer film. Klip video memicu kemarahan anti-Amerika, di seluruh dunia Islam, termasukdi Mesir, Libya, Tunisia, Yaman, Yordania, Pakistan, Afghanistan,  yang berlangsung lebih  dua minggu.
Pecahnya kekerasan itu, kemudian timbul serangan terhadap fasilitas diplomatik AS di Benghazi yang menewaskan empat orang Amerika, termasuk duta besar AS Christopher Stevens.

Google  menolak  menghapus film dari YouTube. Meskipun ada tekanan dari Gedung Putih.Meskipun perusahaan itu telah memblokir trailer di Mesir, Libya dan negara-negara Muslim lainnya.
Masalah Hak Cipta
Pengacara Garcia berargumen di pengadilan pekan lalu bahwa kliennya, yang berasal dari Bakersfield, California, telah menderita kerugian yang mirip dengan orang yang privasinya dilanggar oleh rilis yang tidak sah. Tapi pengacara Google mengatakan bahwa tidak melindungi hak-hak seorang aktor yang dianggap dirugikan.

Dalam gugatan terbarunya diajukan di Pengadilan Distrik AS di Santa Clara, California, Garcia mengatakan bahwa Google melanggar hak cipta pada dia memegang untuk penampilannya dalam film dengan mendistribusikan video tanpa persetujuannya melalui YouTube.
Gugatan Garcia mengidentifikasi Nakoula Basseley Nakoula, 55, Los Angeles-area pria Koptik yang telah melayani waktu di penjara federal untuk penipuan bank, sebagai produser film.
Pada hari Sabtu, seorang ulama Pakistan menawarkan hadiah $ 100.000 untuk siapa saja yang membunuh pembuat film. Garcia mengatakan dalam gugatan bahwa seorang ulama Mesir telah mengeluarkan fatwa, atau perintah agama, terhadap siapapun yang menjabat sebagai sutradara, produser atau aktor dalam video.
Menurut Garcia, Nakoula yang menggunakna nama samaran Sam Bacile, menyesatkan dan aktor lainnya dalam muncul dalam sebuah film yang mereka percaya adalah sebuah drama petualangan yang disebut "Desert Warrior."
Tetapi, perubahan yang dilakukan itu, terlihat seperti Garcia "dilakukan secara sukarela dalam produksi, yang berisi kebencian anti-Islam," kata gugatan itu, dan menambahkan bahwa ia telah "menjadi sasaran ancaman pembunuhan, dan selalu hidup dalam ketakutan", tambanya.

Nakoula (Sam Bacile)  bersembunyi selama lebih dua minggu  setelah diperiksa oleh otoritas federal. Apakah Nakoula telah melanggar ketentuan hukuman percobaannya akibat membuat atau mempromosikan video itu. tk/f

13.54

Matahari kemenangan umat Islam atas penjajah salibis internasional

Saat penjajah AS dan sekutu-sekutunya memperingati 11 tahun serangan 11 September, mujahidin Al-Qaeda merilis empat video terbaru secara berturut-turut.
Diawali dengan rilisan video Asadul Ilmi wal Jihad Syaikh Abu Yahya Al-Libi tentang kesyahidan syaikh Abu Yahya Al-Libi rahimahullah pada Selasa (11/9/2012), lalu video Ja-a al-haqqu wa zahaqa al-bathilu dalam bahasa Arab, Inggris dan Urdu; disusul oleh video A Message from the Prisoner Warren Weinstein to the Zionist Netanyahu dan terakhir video Syamsun Nashri al-Bazighah 'alal Ummah al-Muntashirah wa ash-Shalibiyah al-Mundaharah.
Video Syamsun Nashri al-Bazighah 'alal Ummah al-Muntashirah wa ash-Shalibiyah al-Mundaharah merupakan video terakhir yang dirilis. Video yang secara harfiah berjudul "Matahari kemenangan yang telah bersinar terang atas umat Islam yang menang dan pasukan salibis yang terkalahkan (terpukul mundur)" itu diproduksi oleh Yayasan Media AS-Sahab pada bulan Syawwal 1433 H/September 2012 dan dipublikasikan oleh Yayasan Media Al-Fajr sekitar hari Jum'at (14/9/2012). Berikut ini terjemahan dari video yang berdurasi 35 menit tersebut.
***
 (إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنيَانٌ مَّرْصُوصٌ)
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan seakan-akan mereka bangunan yang kokoh." (QS. Ash-Shaf [61]: 4)

Matahari kemenangan umat Islam atas penjajah salibis internasional
 Syaikh Aiman azh-Zhawahiri
 
Syaikh Aiman azh-Zhawahiri berkata:
"Dengan nama Allah. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, sahabatnya dan orang-orang yang setia mengikutinya.
Wahai saudara-saudaraku, kaum muslimin, di tempat manapun Anda berada…
 As-salamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu
Amma bakdu…
Pada hari-hari ini, kita telah melewati 11 tahun sejak serangan penuh berkah terhadap New York, Washington dan Penssylvania. Kalian semua mengetahui sejauh mana kekalahan-kekalahan yang mendera AS selama 11 tahun tersebut. AS telah dikalahkan di Irak dan sekarang sedang kalah di Afghanistan, empat rezim boneka AS di dunia Arab juga bertumbangan satu per satu.
Namun pada kesempatan hari ini, saya akan memfokuskan pembicaraan saya tentang beberapa makna penting yang berkaitan erat dengan serangan 11 September yang penuh berkah tersebut.
MAKNA PERTAMA
Makna pertama dan makna terpenting yang hendak saya sampaikan dalam pembicaraan saya ini adalah sebab yang karenanya serangan yang penuh berkah itu dilakukan. (Serangan itu dilakukan karena) adanya penjajahan salibis-zionis terhadap negeri-negeri kaum muslimin, terkhusus lagi adalah Palestina."
***
(Video kemudian menampilkan rekaman video asy-syahid Khalid Muhammad Abdullah Al-Mihdhar, salah satu dari 19 mujahid Al-Qaeda pelaku serangan 11 September yang penuh berkah. Rekaman itu menampilkan wasiat terakhir Khalid Al-Mihdhar sebelum melakukan aksinya)
Asy-syahid Khalid Muhammad Abdullah Al-Mihdhar, salah satu pelaku serangan 11 September yang penuh berkah, berkata:
 "Assalamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Inilah wasiatku kepada umatku, umat Islam, dan kepada saudara-saudaraku mujahidin di bumi Isra' (Palestina, pent), bumi tempat turunnya wahyu kepada Nabi kita shallallahu 'alaihi wa salam (Makah dan Madinah, pent) dan di setiap tempat.
Sesungguhnya kami tetap setiap memenuhi perjanjian kita (dengan Allah, pent), berpegang teguh dengan kitab Allah dan melaksanakan wasiat Nabi kita shallallahu 'alaihi wa salam. Allah Tabaraka wa Ta'ala telah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:
 (يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ)
"Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah kepada mereka. Tempat kembali mereka adalah neraka Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." (QS. At-Taubat [9]: 73)
Allah Tabaraka wa Ta'ala juga berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلاَ يَقْرَبُواْ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَـذَا)
"Wahai orang-orang yang beriman, orang-orang musyrik itu hanyalah najis belaka, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram setelah tahun ini." (QS. At-Taubat [9]: 28)
Nabi shallallahu 'alaihi wa salam juga telah bersabda pada detik-detik terakhir sebelum meninggal,
أَخْرِجُوا المُشْرِكِينَ مِنْ جَزِيرَةِ العَرَبِ
"Keluarkanlah orang-orang musyrik dari Jazirah Arab!" (HR. Bukhari no. 3053 dan Muslim no. 1637)
Inilah para penguasa negara-negara Arab telah mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, mereka mengkhianati umatnya dan menjual bumi Isra' Nabi kita Muhammad shallallahu  'alaihi wa salam (Palestina, pent). Mereka kemudian melakukan pengkhianatan yang lebih jahat lagi dengan menyerahkan dua negeri Haram (Makkah dan Madinah, pent) kepada Nasrani AS. Laa haula wa laa quwwata illa billah.
Maka inilah kami mengumumkannya sebagai jihad suci dengan menghidupkan kembali dan mengulang kembali jalan asy-syahid sang ksatria, Yahya 'Ayyash rahimahullah, dengan operasi serangan bom syahid sebagai pengorbanan untuk dien Islam ini, dengan serangan ini kami menghantam musuh-musuh Allah dan melindungi agama-Nya.
Demi Allah Yang tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, sungguh aku sangat menginginkan memiliki seribu nyawa yang bisa aku pergunakan untuk membela agama ini, agar aku bisa menghantam musuh-musuh Allah yang telah merebut tanah-tanah suci kita dan merampas kekayaan alam negeri-negeri umat ini. Kita akan mengumumkan bahwa bumi hanyalah milik Allah dan kemenangan pasti akan datang.
Maka inilah mereka, para pemuda Islam telah bangkit untuk membela agama mereka dan tanah-tanah suci mereka. Aku berdoa kepada Allah semoga Allah mengaruniakan keikhlasan kepada kita dalam setiap ucapan dan perbuatan kita, dan semoga Allah mengaruniakan mati syahid di jalan-Nya kepada kita semata-mata demi mencari wajah-Nya Yang Maha Mulia, dan semoga Allah mengumpulkan kita dengan para nabi, shiddiqin dan syuhada', dan merekalah sebaik-baik kawan.
Allah Ta'ala berfirman,
(وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ * فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُواْ بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلاَّ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ * يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لاَ يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ)
"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rezki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran [3]: 169-171) 
Saudara kalian Sinan Al-Makki
Abu Nida', Khalid Muhammad Abdullah Al-Mikhdhar
21 Shafar 1422 H

Wassalamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu 
***
 Syaikh Aiman azh-Zhawahiri melanjutkan uraiannya:
"Saya menyebutkan makna ini sebelum menyebutkan makna-makna lainnya dalam pembicaraan saya ini, disebabkan oleh usaha-usaha pemerintah Israil untuk membagi-bagi kompleks Masjidil Aqsha sebagai start untuk meruntuhkan Masjidil Aqsha, meyahudikan Palestina dan menegakkan negara Israel Raya di atas puing-puing reruntuhan Palestina.
Dan hal yang lebih keji lagi adalah negara-negara Arab dan Islam lemah dan menyerah saja atas kejahatan Israel ini. Untuk menggambarkan kelemahan dan menyerahnya negara-negara Arab dan Islam tersebut, saya ringkas dalam pertanyaan sederhana berikut ini:
Mungkinkah pemerintahan-pemerintahan di dunia Islam membela Palestina ataukah sebenarnya mereka membantu Israel untuk menjajah Palestina? 
Mayoritas pemerintahan-pemerintahan di dunia Islam mengakui (kedaulatan negara penjajah, pent) Israil dengan satu cara atau cara lainnya. Seluruh pemerintahan di dunia Islam mengakui atau mengumumkan secara terang-terangan menghormati keputusan PBB yang membagi-bagi Palestina dan menyerahkan sebagian besar Palestina kepada Israel. Seluruh pemerintahan di dunia Islam juga mengakui kekuasaan Mahmud Abbas yang rela (mengakui Israel) demi mendapatkan hanya 10 % wilayah Palestina.
Mari kita melihat secara sekilas contoh-contoh pemerintahan di dunia Arab dan dunia Islam:
1. Pakistan, pemerintahannya untuk dijual dan tentaranya untuk disewakan. Pakistan bekerja sebagai tentara bayaran dalam invasi militer penjajah salibis terhadap Afghanistan dan Pakistan.
2. Turki mengadakan perjanjian dengan Israel dalam beberapa kesepakatan militer dan keamanan (intelijen), Turki secara terang-terangan mengakui (kedaulatan) Israel, dan keduanya saling mengirim Duta Besar.
Wahai rakyat muslim Turki, wahai mujahidin Turki para penakluk anak cucu para penakluk, tekanlah pemerintah kalian agar menghentikan keikut sertaannya dalam latihan-latihan militer Israel dan kerjasama intelijen dengan Israel! Tekanlah pemerintah kalian agar menghentikan keikut sertaannya dalam kejahatan terhadap kaum muslimin Afghan di bawah panji penjajah salibis (ISAF).
3. Iran bekerja sama dengan AS dalam menjajah Irak dan Afghanistan serta membantu (rezim Nusahiriyah Suriah, pent) dalam membantai rakyat muslim Suriah yang melakukan jihad dan ribath. Jadi mungkinkah Iran bisa dipercaya?
4. Mesir di mana para pemimpin militer dan pemerintahan sipilnya serta  presidennya telah mengumumkan bahwa mereka akan menjaga komitmen perjanjian damai (Camp David, pent) dengan Israel. Mungkinkah mereka akan berusaha untuk membebaskan bumi Palestina dari negara penjajah Israel, yang telah mereka akui kedaulatannya, mereka ikat dengan perjanjian damai, dan mereka mendahulukan perjanjian damai dengannya atas kesepakatan pertahanan bersama negara-negara Arab?
Dari sini, saya menyerukan kepada orang-orang yang mulia dan merdeka di kalangan Tentara Nasional Mesir ---dan jumlah mereka banyak--- janganlah kalian menjadi tentara penjaga bagi batas-batas negara Israel, janganlah kalian membela batas-batas negara Israel dan janganlah kalian ikut serta dalam mengisolasi keluarga kita di Gaza.
5. Pemerintahan-pemerintahan Jazirah Arab dan Teluk (Arab Saudi, Yaman, Kesultanan Oman, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Qatar, pent) telah mempersembahkan tanah, perairan dan udara mereka sebagai pangkalan-pangkalan bagi markas tentara salibis yang menginvasi negeri-negeri kaum muslimin. Pemerintahan-pemerintahan itu telah mensuplai semua keperluan pasukan salibis tersebut dan menyerahkan kekayaan alam kaum muslimin kepada salibis Barat dengan harga begitu murah. Mungkinkah mereka akan membebaskan Palestina ataukah mereka harus membebaskan diri mereka sendiri (terlebih dahulu)?
6. Tunisia, pemerintahannya telah mengumumkan disibukkan oleh perkara-perkara (dalam negerinya) sendiri sehingga tidak bisa memikirkan Palestina. Mungkinkah pemerintahan seperti itu akan membebaskan Palestina?
Pemerintahan-pemerintahan seperti ini tidak mungkin akan membebaskan Palestina. Justru,  pemerintahan-pemerintahan ini sebenarnya membantu penjajahan Israel atas Palestina. Pemerintahan-pemerintahan ini telah mampu menjadikan perjanjian damai dengan Israel sebagai sebuah realita yang bisa diterima, bahkan mereka menyerah kepadanya.
Bahkan musibah yang paling besar adalah gerakan-gerakan Islam yang terlibat dalam permainan politik sekuler telah secara terang-terangan mengumumkan bahwa mereka tidak akan berusaha untuk merubah realita ini. Bahkan mereka telah mengumumkan secara terang-terangan, sebagai harga dari keterlibatan dalam permainan politik sekuler, bahwa ia akan menjaga dan menghormati perjanjian-perjanjian damai dengan penjajah Israel tersebut. Maksimal yang bisa mereka mampu adalah berhara Israel juga menghormati perjanjian tersebut.
Demikianlah, perjanjian-perjanjian "menyerah-kalah" telah berubah dari sekedar sebuah realita menjadi perkara yang bisa diterima. Jiwa tidak lagi membencinya, badan tidak lagi gemetar marah karenanya. Justru jiwa rela kepadanya, mendorong untuk komitmen dengannya dan tidak mengharapkan hal yang lebih "buruk" darinya.
Persis seperti perjanjian Sykes Picot dan perjanjian Kitsher dari pemerintahan peralihan kepada pemerintahan warisan yang ditanamkan dalam jiwa dan akal. Bahkan berubah menjadi akidah (ideologi) yang dianut bangsa-bangsa, lebih dari itu dianut oleh gerakan-gerakan Islam. Akibatnya, seorang warga negara adalah saudara bagi warga negara lainnya meskipun ia bukan orang Islam Islam. Sebaliknya, bukan warga negara adalah orang asing, sekalipun ia adalah wali Allah dan orang shalih.
Dengan itulah mereka telah membantu para pemimpin dan komandan invasi salibis-zionis yang bertujuan untuk meruntuhkan khilafah Islamiyah dan memecah-belah kaum muslimin kepada lebih dari 50 negara, lalu mereka pun berkembang menjadi pecahan-pecahan dan kepingan-kepingan yang dibagi-bagi lagi.
Untuk memerangi konspirasi pembagi-bagian inilah bangkit kelompok-kelompok jihad dan kelompok Qaidatul Jihad (Al-Qaeda) yang memandang umat Islam adalah umat yang satu, dan negeri-negeri Islam adalah bagaikan satu negeri, bahwa seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, serta kaum muslimin adalah sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam:
الْمُسْلِمُونَ تَتَكَافَأُ دِمَاؤُهُمْ. يَسْعَى بِذِمَّتِهِمْ أَدْنَاهُمْ، وَيُجِيرُ عَلَيْهِمْ أَقْصَاهُمْ، وَهُمْ يَدٌ عَلَى مَنْ سِوَاهُمْ
"Kedudukan nyawa kaum muslimin itu setingkat (sama nilainya, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah), orang muslim yang paling rendah sekalipun bisa memberikan jaminan, orang muslim yang paling jauh sekalipun dapat memberikan jaminan keamanan dan kaum muslimin itu satu kesatuan dalam menghadapi musuh-musuh Islam." (HR. Abu Daud no. 2751, An-Nasai no. 4746, Ahmad no. 7012, Ibnu Hibban no. 5996 dan lain-lain)
Juga sebagaimana disebutkan dalam piagam Madinah: "Sesungguhnya perdamaian kaum beriman adalah satu, seorang mukmin tidak akan menjalin perdamaian dengan meninggalkan mukmin lainnya dalam perang di jalan Allah kecuali dengan cara yang adil di antara mereka."
Maka serangan yang penuh berkah pada 11 September merupakan bagian dari bagian pelopor mujahidin di kalangan umat Islam yang melakukan perlawanan terhadap invasi salibis kontemporer yang berusaha untuk memecah belah kita umat Islam, agar mudah bagi kekuatan salibis untuk menelan kita sedikit demi sedikit, sepotong demi sepotong.
Jadi, wahai saudara-saudara, tidak mungkin mengandalkan pemerintahan-pemerintahan (di dunia Arab dan Islam) untuk membebaskan Palestina dan melindungi Masjidil Aqsha, karena pemerintahan-pemerintahan ini tidak mampu melakukan hal itu. Justru dalam banyak kesempatan pemerintahan-pemerintahan ini membantu Israil dalam melakukan kejahatannya. Jadi setelah bertawakal kepada Allah, tidak tersisa pilihan selain menghasung umat Islam untuk berusaha keras demi membebaskan seluruh negeri kaum muslimin secara umum, Palestina secara khusus dan melindungi Masjidil Aqsha secara lebih khusus lagi.
Umat Islam memiliki potensi yang sangat besar, dengan karunia Allah semata, yang memungkinkan bagi umat Islam untuk melawan invasi musuh-musuhnya. Seperti telah dibuktikan oleh serangan yang penuh berkah terhadap Washington, New York dan Pennsylvania. Perlawanan jihad penuh kepahlawanan kaum muslimin selama 11 tahun terakhir telah memaksa kekuatan terbesar dalam sejarah umat manusia ---begitulah kekuatan itu menamakan dirinya sendiri--- untuk menyerah kepada kekalahan dan memaksanya untuk menarik mundur pasukannya dari Irak dan Afghanistan.
1. Di Irak, AS mengalami kekalahan dan proyek AS untuk menguasai kawasan Timur Tengah telah hancur di tangan mujahidin, yang dipelopori oleh Daulah Islam Irak, semoga Allah senantiasa membimbingnya.
2. Di Afghanistan, telah hancur proyek AS untuk menguasai Asia Selatan dan mengubur hidup-hidup Daulah Islam yang belum lama berdiri. Proyek AS itu dihancurkan oleh mujahidin pimpinan Imarah Islam Afghanistan, dengan pemimpinnya al-amir al-mujahid yang bertawakal kepada Allah, Mulla Muhammad Umar, semoga Allah menjaganya.
Umat Islam ini semata, dengan para mujahidin, orang-orang merdeka, orang-orang mulia dan orang-orang shalihnya ---dengan izin Allah--- mampu untuk mengalahkan proyek salibis-zionis di jantung dunia Islam, khususnya lagi di Palestina yang terjajah. Sebagaimana umat Islam ini dengan izin dan taufik Allah Ta'ala semata telah mampu mengalahkan proyek salibis-zionis di Irak dan Afghanistan. Juga sebagaimana sebelum itu umat Islam ini mampu melayangkan kepada AS pukulan terkeras dalam sejarah AS (serangan 11 September, pent), di dalam negeri AS sendiri, sehingga pukulan itu mengubah sejarah AS dan melemahkan ekonominya.
(Langkah Pembebasan Palestina)
Di sini muncul satu pertanyaan yang penting, bagaimana umat Islam bisa membebaskan Palestina?
1. Langkah pertama untuk membebaskan Palestina adalah menyebar luaskan pemahaman di tengah barisan kaum muslimin:
Pertama, pemahaman bahwa Allah semata Yang Maha Menolong, karena Allah semata-lah Yang Maha Menciptakan, Maha Memberi rizki, Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Dialah Yang Maha Mampu menolong hamba-hamba-Nya yang lemah atas orang-orang yang menyombongkan diri lagi orang-orang yang kuat, sehingga Allah membuktikan kekuasaan-Nya dan melaksanakan kehendak-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
(طسم * تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ * نَتْلُوا عَلَيْكَ مِن نَّبَإِ مُوسَى وَفِرْعَوْنَ بِالْحَقِّ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ * إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِي الْأَرْضِ وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعًا يَسْتَضْعِفُ طَائِفَةً مِّنْهُمْ يُذَبِّحُ أَبْنَاءهُمْ وَيَسْتَحْيِي نِسَاءهُمْ إِنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ * وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ * وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَنُرِيَ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا مِنْهُم مَّا كَانُوا يَحْذَرُونَ)
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
"Thaa Siin Miim
Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang nyata (dari Allah).
Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Firaun dengan benar untuk orang-orang yang beriman.
Sesungguhnya Firaun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Firaun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).
Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Firaun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu." (QS. Al-Qashash [28]: 1-6)
Kedua, pemahaman bahwa pemerintahan-pemerintahan (di dunia Arab dan dunia Islam) ini tidak mungkin akan membebaskan Palestina, karena mereka justru melakukan tindakan sebaliknya.
Ketiga, pemahaman bahwa umat Islam harus mempersiapkan dirinya untuk berjihad dengan jiwanya, karena hal itu merupakan fardhu 'ain yang diwajibkan atas umat Islam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
(وَمَا لَكُمْ لاَ تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاء وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَـذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا * الَّذِينَ آمَنُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُواْ أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا)
"Mengapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Rabb kami, keluarkanlah kami dari negeri ini  yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!"
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah." (QS. An-Nisa' [4]: 75-76)
Keempat, pemahaman tentang batilnya perjanjian-perjanjian damai dengan Israil, wajibnya menolak pengakuan terhadap eksistensi (kedaulatan) Israel, lebih dari itu tentu saja menolak normalisasi hubungan dengan Israel. Pemahaman ini wajib disebar luaskan di tengah barisan umat Islam, kelompok-kelompok dan unsur-unsur kaum muslimin. Hal ini bisa dilakukan oleh setiap bapak di dalam rumah tangganya, hal ini juga bisa dilakukan oleh setiap ibu di antara anak-anaknya, hal ini juga bisa dilakukan oleh setiap guru di antara murid-muridnya, setiap khatib di masjidnya dan setiap dai di desanya, pekerjaannya, sekolahnya dan universitasnya.
2. Langkah kedua untuk membebaskan Palestina adalah berusaha untuk menegakkan daulah Islam yang berjihad dan mengerahkan kekuatan (kaum muslimin) untuk membebaskan negeri-negeri kaum muslimin. Daulah Islam seperti ini tidak akan tegak kecuali jika kita menjadikan syariat Islam sebagai satu-satunya hukum yang berlaku di negeri-negeri kita, sehingga syariat Islam berkuasa, bukan dikuasai, syariat Islam berada di atas setiap bentuk hukum lainnya, dan syariat Islam lebih tinggi dari setiap sumber perundang-undangan lainnya. Kita harus berusaha menegakkan daulah ber-manhaj rabbani yang mencampakkan sekulerisme dan (mencampakkan) pemutusan perkara berdasar hawa nafsu mayoritas; sebuah daulah yang meyakini persaudaraan kaum muslimin dan tidak membeda-bedakan kaum muslimin atas dasar tanah air, sebuah paham yang hanya melayani kepentingan musuh-musuh kaum muslimin; sebuah daulah yang meyakini persatuan negeri-negeri kaum muslimin dan mencampakkan batas-batas negara nasionalisme yang digariskan oleh para pemimpin negara-negara penjajah atas tanah air kita, lalu digariskan dalam pikiran dan hati kita oleh kurikulum sekulerisme.
Itulah daulah Islam yang berjihad, yang memandang bahwa kewajibannya yang paling penting adalah membebaskan setiap jengkal negeri kaum muslimin (yang diinvasi oleh musuh-musuh Islam, pent) dari Kaukasus sampai Zanjibar, dari Afghanistan dan Kasymir sampai Timor Timur (Timur Leste, pent) dan Filiphina, dari Turkistan Timur (Xinjiang, pent) sampai Andalus (Spanyol). Itulah daulah Islam yang memandang bahwa pembebasan Palestina bukanlah persoalan warga Palestina semata melainkan kewajiban atas setiap muslim, sebagaimana halnya setiap muslim di Palestina memiliki kewajiban untuk membebaskan setiap jengkal negeri-negeri Islam yang terjajah.
3. Langkah ketiga untuk membebaskan Palestina adalah dengan mendukung mujahidin dan berangkat untuk bergabung dengan mereka di manapun mereka berada, khususnya di Irak dan Syam (Suriah secara khusus; Lebanon, Yordania dan Palestina secara umum, pent). Dengan mendukung mujahidin, niscaya kekuatan umat yang berjihad akan menguat dan umat Islam bisa mempelajari kewajiban yang hilang (jihad, pent) yang mana musuh-musuh Islam sangat berambisi menjauhkan umat Islam dari kewajiban tersebut.
Sesungguhnya mendukung jihad di Syam (Suriah secara khusus, pent) demi menegakkan sebuah daulah Islam yang berjihad di Syam, merupakan langkah fundamental (pokok) untuk bergerak maju menuju Baitul Maqdis. Oleh karenanya, AS dan dunia internasional memberikan kesempatan demi kesempatan kepada rezim sekuler Ba'ts (rezim Nushairiyah Suriah guna membantai kaum muslimin Suriah, pent) karena mereka khawatir di Syam akan tegak sebuah pemerintahan (daulah Islam yang berjihad, pent) yang mengancam Israel dan bekerja untuk membebaskan Al-Quds.
Wahai keluarga kami di negeri Syam negeri ribath dan jihad, buatlah AS dan Israel kecewa, jadikanlah tujuan kalian yang kalian tidak mau bergeser darinya ---dengan izin Allah--- adalah penegakan daulah Islam yang membela Islam dan kaum muslimin, merealisasikan keadilan, kebebasan, kehormatan dan kejayaan di negeri Syam negeri ribath dan jihad, dan hendaklah seluruh aktivis Islam di Syam bersatu demi meraih tujuan yang mulia ini. 
4. Langkah keempat untuk membebaskan Palestina adalah dengan menyatukan usaha-usaha kaum muslimin dan mengumpulkanya pada tujuan-tujuan bersama.
Hal itu dimulai dengan bersatunya orang-orang yang ikhlas di sekitar para pemimpin yang berjihad, beramal, dan berilmu yang "didewasakan" oleh pengalaman-pengalaman, yang peristiwa-peristiwa perjuangan telah membuktikan ketulusan mereka, ketegaran mereka dan tidak mundurnya mereka, agar menjadi benih jihad yang kokoh dan pelopor umat yang berjihad.
Setelah itu dilanjutkan dengan ajakan untuk menyatukan kelompok-kelompok dan aliran-aliran gerakan Islam pada beberapa tujuan bersama yang menyatukan, yaitu:
Pertama, berhukum kepada syariat Allah dan menolak berhukum kepada prinsip-prinsip, ideologi-ideologi dan perundang-udangan selain syariat Islam; baik hal itu berupa kedaulatan mayoritas yang menjadikan kedaulatan di tangan rakyat maupun kedaulatan tatanan internasional yang dibuat oleh negara-negara pemenang Perang Dunia II yang dinamakan dengan PBB yang pada kenyataannya dikuasai oleh lima negara arogan (lima negara besar pemegang hak veto, pent) yang memaksakan kehendaknya atas bangsa-bangsa lain di dunia.   PBB sebuah lembaga dimana anggota-anggotanya dalam Sidang Umum (PBB) berhukum kepada suara mayoritas bukan kepada syariat Islam. PBB sebuah lembaga dimana piagam (PBB) menyebutkan menghormati kedaulatan dan keselamatan tanah air negara-negara anggotanya, artinya menghormati penjajahan Rusia atas negeri muslim Kaukasus, menghormati penjajahan Cina atas Turkistan Timur, menghormati penjajahan Spanyol atas Sabtah dan Malilia, menghormati penjajahan Israel atas Palestina.
PBB adalah lembaga yang telah mengeluarkan puluhan keputusan yang menghalalkan invasi (musuh-musuh Islam) atas negeri-negeri Islam seperti keputusan pembagian palestina, keputusan pengakuan kedaulatan pemerintahan Israel dan keputusan-keputusan yang mengirinya, juga seperti keputusan yang menerapkan hukuman atas Irak (era Shadam Husain, pent), juga seperti keputusan yang menghalalkan invasi aliansi salibis atas Afghanistan, dan seperti keputusan Konferensi Bon Jerman yang menegakkan pemerintahan bonesa salibis di Kabul.
Konskuensi berhukum kepada syariat Islam dan menolak berhukum kepada selainnya adalah kita berusaha untuk menjadikan syariat Islam sebagai satu-satunya undang-undang yang berlaku di negeri-negeri Islam, tidak disaingi oleh undang-undang dan sumber peraturan hukum apapun selainnya, dan konskuensi lainnya adalah kita menolak tunduk kepada tatanan internasional (PBB) yang merepresentasikan para pemimpin orang-orang jahat di dunia. 
Kedua, bekerja untuk membebaskan negeri-negeri kaum muslimin yang terjajah, menolak setiap bentuk perjanjian damai atau kesepakatan atau ketetapan tatanan internasional (PBB) yang memberi hak kepada orang-orang kafir untuk menjajah negeri-negeri kaum muslimin; seperti penjajahan Israel atas Palestina, penjajahan Rusia atas Chechnya dan Kaukasus muslim, penjajahan India atas Kasymir, penjajahan Spanyol atas Sabtah dan Malilia dan penjajahan Cina atas Turkistan Timur. 
Ketiga, bekerja untuk menghentikan perampokan sistematik terhadap kekayaan alam kaum muslimin oleh tangan-tangan aliansi Barat yang menjajah negeri-negeri Islam. Bentuknya yang paling buruk adalah perampokan kekayaan minyak bumi negeri-negeri Islam, yang terhitung sebagai perampokan terbesar dalam sejarah manusia terhadap kekayaan kaum muslimin di bawah kepemimpinan (raja rampok, pent) AS.
Keempat, mendukung dan menyokong bangsa-bangsa muslim yang melakukan revolusi melawan para thaghut yang represif dan membuat kerusakan, memahamkan bangsa-bangsa muslim akan kewajiban menerapkan syariat Islam dan komitmen dengan hukum-hukum Islam, mengajak bangsa-bangsa muslim yang tengah melakukan revolusi untuk melanjutkan revolusinya sampai mereka bisa mencabut "sisa-sisa" rezim yang rusak dan membersihkan negeri mereka dari penghinaan (penjajahan) ekstern dan kerusakan intern, serta menghasung bangsa-bangsa yang belum melakukan revolusi untuk mencontoh bangsa-bangsa lain yang telah mendahuluinya agar dunia Islam terbebas dari pemerintahan para agen (boneka salibis-zionis internasional, pent).
Kelima, mendukung setiap orang yang dizalimi atau setiap orang yang ditinda di dunia melawan orang-orang zalim dan orang-orang yang menyombong/strongkan diri.
Keenam, bekerja untuk menegakkan khilafah Islamiyah yang tidak mengakui negara nasionalisme, ikatan tanah air dan batas-batas geografis yang ditetapkan oleh para penjajah. Namun (kita bekerja untuk) menegakkan negara khilafah rasyidah di atas minhajun nubuwah, yang meyakini persatuan negeri-negeri kaum muslimin, ikatan ukhuwah keimanan yang menyejajarkan mereka, menghilangkan batas-batas geografis yang dipaksakan oleh musuh-musuh kaum muslimin; bekerja untuk menyebar luaskan keadilan, mengembangkan musyawarah, menolong orang-orang yang lemah dan membebaskan setiap negeri kaum muslimin termasuk di dalamnya Palestina yang terampas dan Al-Aqsha yang terancam. Itulah khilafah yang pada zaman dahulu melindungi Palestina dan ketika khilafah tersebut runtuh maka Palestina pun dijajah oleh musuh-musuh Islam.
Dengan langkah-langkah ini maka kita semakin dekat dengan tekad baja dan keteguhan ---dengan pertolongan dan bimbingan Allah--- dari tujuan membebaskan Palestina dan menyelamatkan Masjidil Aqsha.
***
MAKNA KEDUA
Makna kedua yang berkaitan erat dengan serangan 11 September yang penuh berkah adalah mengadakan perimbangan dalam teror terhadap musuh-musuh Islam, di mana mereka mengalami seperti yang kita alami, mereka mengalami bencana sebagaimana kita mengalami bencana, mereka dibunuh sebagaimana kita dibunuh, mereka dibombardir sebagaimana kita dibombardir, dan kita menguras habis ekonomi mereka sebagaimana mereka menguras habis kekayaan alam kita.
Video kemudian menampilkan rekaman acara "Morning Joe" dari stasiun TV MSNBC pada 4 Mei 2011, dengan tema "Post Bin Laden World, The New Most Wanted Man: Ayman az-Zawahiri, laporan khusus tentang syahidnya syaikh Usamah bin Ladin dan pengangkatan syaikh Aiman az-Zhawahiri sebagai amir setelahnya. 
Inilah dia Richard Engel berkorespondensi dengan kalian via stasiun TV MSNBC
Richard Engel: Saudara Izral Kalan dari Washington. Saya membaca artikel Anda hari ini yang dimuat oleh The Washington Post, sungguh mencengangkan dan menarik perhatian. Artikel itu tentang (Usamah) Bin Ladin dan biaya yang harus kita bayar sampai hari ini dalam melancarkan perang melawan terorisme. Saya ingin membaca sebuah paragraf (dalam artikel Anda) dan menanyakannya kepada Anda.
(Petikan tulisan dalam artikel itu berbunyi): "Terkait dengan Bin Ladin, sesungguhnya kesuksesan tidak harus diukur dari jumlah mayat, namun diukur dari sejauh mana kelemahan dan biaya peminjaman hutang dan investasi yang kita tidak mampu menanggungnya untuk melanjutkan kekuatan ekonomi negara kita. Berdasarkan timbangan ini, Bin Ladin telah melancarkan banyak pukulan kepada kita." Tolong Anda uraikan kepada kami tulisan Anda ini!
Izral Kalan: Tentu saja. Ingatlah bahwa Bin Ladin telah terbentuk di medan perang Afghanistan melawan Uni Soviet dan cara yang dengannya ia memahami peristiwa yang terjadi di sana. Bin Ladin telah mengungkapkan hal itu berulang kali bahwa mereka berusaha untuk membuat bangkrut kekuatan super power dunia. Mereka tidak mengalahkan Uni Soviet, tidak pula menghalangi upaya Uni Soviet untuk menginvasi Afghanistan. (Hal yang) Mereka lakukan adalah "mengeringkan" pemasukan Uni Soviet dan mencerai-beraikannya di Afghanistan. Mereka telah bekerja untuk menguras habis pemasukan untuk Uni Soviet, yang akan berakibat pecah dan runtuhnya Uni Soviet setelah itu. Bin Ladin tidak melakukan hal itu untuk membela Afghanistan, melainkan karena ia meyakini bahwa ia akan meraih kemenangan atas Uni Soviet.
Saya telah berdiskusi dengan banyak pakar terorisme tentang masalah ini. Mereka mengatakan  bahwa Bin Ladin selalu mengatakan hal serupa terhadap AS, dan bahwa ia secara terang-terangan telah menegaskan akan melanjutkan taktik membuat bangkrut negara super power ini. Alasan yang selalu ia ulang-ulang setelah serangan 11 September adalah bahwa kita (AS, pent) sendirilah yang telah menguras habis (kekuatan ekonomi) kita.
Kita saat ini sibuk berperang di Irak dan Afghanistan. Para pejabat pemerintahan dalam pernyataan-pernyataannya tentang keamanan dalam negeri menyatakan bahwa mereka akan mengeluarkan perintah-perintah untuk meningkatkan anggaran. Namun yang dikhawatirkan adalah AS bisa jadi akan runtuh, bukan karena ia kalah di medan perang, namun karena kita telah diseret kepada peperangan yang menguras habis (ekonomi) kita dan pada akhirnya mengantarkan kita kepada kebangkrutan. Inilah sumber kekuatan utama kita, kekuatan ekonomi, yang bisa jadi akan hancur."
***
Syaikh Aiman azh-Zhawahiri melanjutkan uraiannya:
"Pada saat itulah mereka akan meninjau ulang kejahatan dan permusuhan mereka. Mereka akan berusaha untuk mencapai kesepakatan pemahaman dengan rakyat-rakyat kita. Mereka akan memerintahkan agen-agen (rezim-rezim boneka) mereka untuk meringankan penindasan terhadap rakyat mereka, sehingga hal itu memberikan peluang kepada rakyat-rakyat kita untuk bangkit melawan thaghut-thaghut antek AS dan menumbangkan mereka. Dan hal ini kini benar-benar telah terjadi, dengan karunia dan kekuatan Allah semata."
***
Video kemudian menampilkan salah satu mujahid pelaku serangan 11 September, asy-syahid Salim Al-Hazimi. Ia memberikan wasiat terakhirnya sebelum melakukan serangan tersebut.
Asy-syahid Salim Al-Hazimi (Bilal Al-Makki) rahimahullah, salah satu ksatria pelaku serangan Selasa (9/11) yang penuh berkah berkata:
"Segala puji bagi Allah Yang telah melimpahkan kepadaku nikmat Islam dan nikmat jihad, segala puji bagi Allah Yang telah melimpahkan kepadaku amal perbuatan ini yang dengannya kami membuat marah orang-orang kafir dan kami menggoncangkan singgasana orang-orang kafir dan para thaghut. Sesungguhnya amal perbuatan ini merupakan satu-satunya obat yang dengannya anak cucu para kera dan babi dihinakan. Amal perbuatan inilah yang akan mengeluarkan (pasukan) AS dari jazirah Arab, maka wajib bagi kita untuk mengeluarkan mereka dari jazirah Arab.
Ketika aku memilih amal perbuatan ini, sesungguhnya aku yakin sepenuhnya dengannya dan aku merasa terhormat karena aku termasuk dalam barisan orang-orang yang menempuh jalan ini. Aku memohon kepada Allah semoga Allah menerimaku dalam golongan para syuhada'.
Sesungguhnya amal perbuatan yang aku lakukan ini, aku melakukannya semata-mata demi meninggikan kalimat Allah dan menolong dien ini. Kita telah mengetahui bahwa musuh-musuh Allah telah berlomba-lomba menyerang kita dan mereka memiliki niat jahat kepada kita. Allah berfirman:
(وَدَّت طَّائِفَةٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يُضِلُّونَكُمْ وَمَا يُضِلُّونَ إِلاَّ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ)
Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kalian, padahal mereka sebenarnya tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, namun mereka tidak menyadarinya. (QS. Ali Imran [3]: 69)
Seandainya kita melihat kepada realita kita yang menyedihkan, tentulah kita akan melihat luka-luka kaum muslimin di setiap tempat, hal yang mendorongku untuk menempuh jalan jihad dan berani melakukan amal perbuatan ini.
Inilah dia Masjidil Aqsha merintih diinjak-injak oleh orang-orang Yahudi. Inilah dia tanah yang diberkahi dikotori oleh kenajisan mereka dan permusuhan mereka kepada agama Islam ini secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Inilah dia Jazirah Arab yang dipenuhi oleh pasukan AS dan Inggris yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya secara terang-terangan. Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam telah bersabda,
أَخْرِجُوا المُشْرِكِينَ مِنْ جَزِيرَةِ العَرَبِ
"Keluarkanlah orang-orang musyrik dari Jazirah Arab!" (HR. Bukhari no. 3053 dan Muslim no. 1637)
Maka di manakah gerangan rasa takut kalian, wahai kaum muslimin, terhadap nasib kiblat kalian yang suci, Makkah Al-Mukarramah. Di manakah rasa takut kalian, wahai kaum muslimin, terhadap nasib kota nabi kalian Muhammad shallallahu 'alaihi wa salam?
Aku menulis pesan ini kepada AS dari tempatku ini bahwa tentara-tentara Allah akan datang dan amal perbuatan kami ini adalah dalam rangkaian jihad terhadap AS dan antek-anteknya demi meninggikan kalimat Allah, mengembalikan kehormatan kaum muslimin dan mengusir kalian (pasukan AS) dari jazirah Arab.
Aku nasehatkan kepada kaum muslimin untuk berangkat berjihad dan tidak tertinggal dari pasukan jihad, karena sesungguhnya keadaan kita tidak akan menjadi baik sampai kita kembali kepada dien ini, dan dien ini tidak akan tegak sempurna kecuali dengan tegak sempurnanya puncak tertinggi ajaran Islam yaitu jihad di jalan Allah."
***
Syaikh Aiman azh-Zhawahiri melanjutkan uraiannya:
"Oleh karena itu pesan kami kepada rakyat bangsa-bangsa Arab dan Islam, hendaklah mereka mempergunakan saat-saat kelemahan AS untuk membersihkan negeri-negeri mereka dari para penguasa yang rusak dan membuat kerusakan. Revolusi-revolusi rakyat harus terus berlanjut untuk dua tujuan:
Tujuan Pertama, merealisasikan tujuan rakyat yaitu meraih kemuliaan dan kebebasan (kemerdekaan) di bawah naungan syariat Islam.
(Video menampilkan rekaman ratusan mujahidin di Mesir yang berada dalam pengadilan militer, di balik jeruji besi mereka meneriakkan pembelaannya:
"Kami adalah umat Islam yang meyakini akidahnya. 
Kami akan melakukan segala hal yang mampu kami lakukan
Demi menegakkan daulah Islamiyah (negara Islam) dan masyarakat Islam)
Syaikh Aiman azh-Zhawahiri melanjutkan uraiannya:
"Dan hal itu tidak akan tercapai kecuali dengan membersihkan negeri-negeri mereka dari sisa-sisa rezim yang rusak, yang berada dalam tentara, kepolisian dan peradilan, sampai tegak sebuah pemerintahan yang berhukum kepada Islam, menebarkan keadilan, mengembangkan musyawarah, membela negeri-negeri Islam dan mencegah para pencuri (koruptor) dari mencuri sesuap nasi dari mulut orang-orang yang tertindas.
Tujuan kedua yang oleh karenanya revolusi-revolusi harus terus berlanjut, adalah menjatuhkan agen-agen (antek-antek) Barat yang masih tersisa di negeri-negeri kita, khususnya keluarga Saud (rezim Arab Saudi, pent), para penguasa (negara-negara) Teluk di jazirah Arab dan "anak-anak" Prancis di negeri Islam Maghrib (Tunisia, Maroko dan Aljazair, pent).
Wahai bangsa-bangsa kami, bangsa Arab dan bangsa muslim, sesungguhnya AS tengah mengerang kesakitan oleh serangan-serangan mujahidin, AS tengah menarik mundur pasukannya sementara luka-lukanya masih mengalirkan darah, maka janganlah kalian menghentikan revolusi-revolusi kalian dan janganlah kalian menyia-nyiakan kesempatan yang sangat menentukan dalam sejarah kalian ini! 
***
MAKNA KETIGA
Makna ketiga yang berkaitan dengan serangan 11 September yang penuh berkah adalah berusaha untuk menghentikan kejahatan AS yang menawan kaum muslimin, khususnya menawan mujahidin dan para dai yang menentang AS dan menentang kejahatan-kejahatan AS. Dan dalam barisan terdepan para tawanan tersebut adalah ulama yang beramal, fadhilatu syaikh Umar Abdurrahman, semoga Allah membebaskan beliau.
Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah telah berulang kali menegaskan bahwa kejahatan AS dalam menawan kaum muslimin dan para ulama, khususnya syaikh Umar Abdurrahman, merupakan kejahatan dan serangan terhadap seluruh umat Islam. Allah Azza wa Jalla telah membimbing kami untuk menangkap seorang tawanan Yahudi Amerika, Warren Weinstein.
(Video lalu menampilkan Warren Weinstein, seorang Yahudi berkewarga negaraan AS, yang ditangkap dan disandera oleh mujahidin Al-Qaeda di Pakistan)
Pesan dari tawanan Yahudi, Warren Weinstein, kepada kekuatan lobi Yahudi di AS:
"Nama saya Warren Weinstein, saya ingin memberitahukan kepada istriku, anak-anak perempuanku dan cucu-cucuku bahwa saya dalam kondisi baik-baik saja, saya meminum seluruh obatku seperti biasa, dan saya mendapat perawatan yang baik.
Saya mengharapkan Ellen dan seluruh keluarga untuk menghubungi komunitas Yahudi di AS, mengerahkan usaha maksimal mereka untuk hal itu, dan meminta komunitas Yahudi untuk mendesak pemerintah AS dan presiden Obama sehingga tuntutan mujahidin bisa dipenuhi dan aku meraih kebebasan kembali. Kalian bisa meminta calon presiden dari Partai republic untuk mendesak presiden Obama agar memenuhi tuntutan mujahidin."
Syaikh Aiman azh-Zhawahiri melanjutkan uraiannya:
"Ia tidak akan meraih kembali kebebasannya, dengan izin Allah, sampai orang-orang kita yang tertawan meraih kembali kebebasan mereka. Dan dalam barisan terdepan mereka adalah syaikh Umar Abdurrahman, Afiyah Ash-Shidiqi, Hasna' janda syaikh Abu Hamzah Al-Muhajir dan Khalid Syaikh Muhammad.
Kami menghasung kaum muslimin untuk menawan warga dari negara-negara yang memerangi kaum muslimin, guna membebaskan kaum muslimin yang ditawan. Karena sesungguhnya kekuatan salibis-zionis internasional hanya memahami bahasa kekuatan."
***
MAKNA KEEMPAT
Makna keempat yang berkaitan erat dengan serangan 11 September yang penuh berkah adalah kampanye massif AS untuk menjungkir balikkan hakekat persoalan dan mencitra burukkan setiap orang yang berusaha untuk membebaskan negeri-negeri kaum muslimin dan Al-Aqsha yang terajajah.
Kampanye massif AS itu dilakukan dengan usaha-usaha yang mengesankan kepada dunia bahwa AS meraih kemenangan meski sebenarnya tengah mengalami kekalahan-kekalahan memalukan. Cara ini nampak jelas dengan bentuknya yang mengundang derai tawa dalam pidato-pidato Obama yang berupaya untuk menampilkan dirinya sebagai pemenang, padahal sejatinya tentaranya sedang menjerit-jerit agar bisa keluar dari Afghanistan.
Kampanye massif AS itu juga dilakukan dengan mengesankan kepada dunia bahwa membunuh seseorang atau beberapa orang akan merealisasikan kemenangan bagi AS. Tapi mereka sendiri kemudian melakukan kontradiksi. Di satu waktu mereka menyatakan telah meraih kemenangan atas kelompok Al-Qaeda. Di waktu yang sama, mereka juga menyatakan bahwa kelompok Al-Qaeda menjadi ancaman terbesar bagi AS. Atau dengan usaha-usaha melariskan khayalan bahwa kelompok Al-Qaeda telah surut dan semakin lemah.
Padahal sekali pandang saja terhadap kondisi gerakan jihad sebelum invasi salibis AS ke Afghanistan dan kondisi gerakan jihad hari ini akan bisa menjawab langsung tanda tanya tersebut.
Sebelum AS melakukan invasi salibis ke Afghanistan, kelompok Al-Qaeda telah eksis sebagai sebuah pokok di Afghanistan. Adapun sekarang, kelompok Al-Qaeda telah memiliki empat cabang di luar Afghanistan dan jutaan pendukung di setiap penjuru dunia, hanya milik Allah semata segala karunia dan kenikmatan.
Sesungguhnya Obama dan para pemimpin AS menipu diri mereka sendiri dan rakyat mereka sendiri, dengan menyebut peperangan mereka terhadap kaum muslimin hanyalah sebatas peperangan terhadap beberapa gelintir orang, atau sebuah kelompok, atau beberapa kelompok semata.
Mereka pura-pura membutakan mata mereka terhadap kenyataan yang begitu gamblang bak matahari di siang bolong bahwa mereka sebenarnya sedang menghadapi umat Islam yang bangkit melawan dan berjihad.
1. Umat Islam di mana para putra terbaiknya menerjuni perang melawan invasi salibis-zionis AS di Afghanistan di bawah kepemimpinan amirul mukminin Mulla Muhammar Umar Mujahid, semoga Allah senantiasa menjaganya.
2. Umat Islam, di mana putra-putra terbaiknya sedang melawan pemerintahan yang berambisikan Shafawiyah Iran namun menjadi antek AS di Irak bumi khilafah dan jihad, dipelopori oleh Daulah Islam Irak, semoga Allah senantiasa menjaganya.
3. Umat Islam, di mana putra-putra terbaiknya menantang hegemonis AS-zionis di jarizah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa salam dan membongkar kedok antek-antek AS di Yaman negeri iman dan hikmah, dipelopori oleh kelompok Al-Qaeda di Jazirah Arab.
(Video lalu menampilkan ceramah syaikh Iwadh Panjar, salah satu ulama Yaman dan tokoh pendukung mujahidin Anshar Shariah Yaman)
Syaikh dan dai, Iwadh Panjar, semoga Allah menjaganya berkata:
"Hari ini kita tidak lagi memiliki waktu untuk bermain-main. AS telah turun di negeri Yaman dengan tentara-tentaranya, memerangi kita secara terang-terangan dan jelas tanpa kesamaran sedikit pun. Pada saat itulah para ulama menyatakan bahwa jika musuh menyerang sebuah negeri Islam, maka wajib bagi seluruh penduduk muslim negeri tersebut untuk berangkat berperang. Seorang bapak berangkat perang tanpa menunggu izin dari anaknya, seorang anak berangkat perang tanpa menunggu izin dari bapaknya dan seorang istri berangkat perang tanpa menunggu izin dari suaminya. Allah Ta'ala berfirman:
(انْفِرُواْ خِفَافًا وَثِقَالاً وَجَاهِدُواْ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ)
"Berangkatlah kalian baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwa kalian di jalan Allah!"(QS. At-Taubah [9]]: 41)
Tidak ada waktu lagi untuk bermain-main, wahai para pemuda, wahai anak cucu Khalid bin Walid, Umar bin Khathab dan Sa'ad bin Abi Waqash.
Saya mengulangi dan menegaskan kembali fatwa para ulama, sesungguhnya hukum jihad pada saat ini adalah fardhu 'ain, baik kita mau maupun kita enggan, kita berangkat dengan sukarela maupun terpaksa. Jika tidak, maka kita berdosa. Jika tidak berangkat perang, setidaknya kita harus mengakui keteledoran kita dan kita tahan lisan kita, kita tidak mengatakan "Jihad apaan itu?", "Jihad itu terorisme" atau "Mujahidin adalah orang-orang yang menimbulkan kerusakan".
Minimal, kita harus malu pada diri kita sendiri dan merasa bahwa kita telah melakukan keteledoran, dan memohon kepada Allah agar Allah melimpahkan kasih sayangnya kepada kita.
Jika tidak demikian, maka jihad pada hari ini adalah wajib atas setiap orang yang mampu, saya tidak mengatakan wajib atas orang yang tidak mampu. Selama serangan terjadi secara langsung dan AS telah menerjunkan pasukannya di negeri ini secara langsung seperti saat ini, maka Anda dituntut untuk berjihad.
Aku tidak malu dan aku juga tidak takut. Sebab, tidak ada yang bisa memotong leher ini (menetapkan kematian, pent) selain (Allah) Yang telah menyusun leher ini. Mereka (para ulama) masih juga tidak mau berbicara tentang jihad??? Saya katakan, jihad pada saat ini adalah fardhu 'ain."
Syaikh Aiman azh-Zhawahiri kemudian melanjutkan uraiannya:
"4. Umat Islam di mana putra-putra terbaiknya menjadi benteng kokoh yang membendung invasi salibis di negeri Islam Maghrib (Tunisia, Maroko dan Aljazair, pent) dan para antek salibis Prancis di negeri itu. Jihad umat Islam di sana dipelopori oleh kelompok Al-Qaeda fi Biladil Maghrib Al-Islami.
Umat Islam di mana putra-putra terbaiknya berdiri kokoh bak gunung yang tinggi, mematahkan gelombang-gelombang serangan tentara salibis dan antek-anteknya, Abu Righal di Somalia yaitu Syaikh Syarif Ahmad (presiden sekuler Somalia boneka salibis Barat, pent), dan mereka dipelopori oleh kelompok mujahidin Ash-Shabab.
Umat Islam di mana bangsa-bangsanya bangkit untuk menumbangkan antek-antek AS satu demi satu. Meski demikian, Obama dan media massanya berkoar-koar menyatakan bahwa mereka meraih kemenangan dan kesuksesan. Kita memohon kepada Allah smeoga menambah bagi mereka "kesuksesan" tersebut berlipat ganda sehingga mengantarkan mereka kepada tong sampah sejarah.
Dan akhir dari perkataan kami adalah segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Wassalamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu 
***
(Video kemudian beralih kepada rekaman ceramah syaikh Usamah bin Ladin para acara penyatuan dua jama'ah jihad, kelompok Al-Qaeda dan kelompok Jama'ah Jihad Mesir di Afghanistan tahun 2001 M, beberapa waktu sebelum terjadinya serangan 11 September yang penuh berkah)
Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah berkata:
"Dari kamp-kamp pelatihan militer ini telah berangkat puluhan pemuda yang saat ini dalam perjalanan mereka untuk menghantam kepentingan-kepentingan Yahudi. Maka hendaklah kalian banyak-banyak berdoa kepada Allah semoga Allah membimbing mereka, mengokohkan langkah kaki mereka, meneguhkan hati mereka dan menepatkan tembakan mereka.
Bersungguh-sungguhlah dalam banyak-banyak berdoa, sebab Allah telah membiasakan kita dalam operasi-operasi serangan sebelumnya agar kita menyiapkan diri, mengambil sarana-sarana dan bersungguh-sungguh dalam berdoa. Maka dengan karunia Allah semata, sukseslah operasi serangan (terhadap kedubes AS, pent) di Nairobi (ibukota negara salibis Kenya, pent), sukseslah operasi serangan (terhadap kedubes AS, pent) di Darus Salam (ibukota Negara Tanzania, pent) dan sukseslah operasi serangan (terhadap kapal perang AS, pent) USS Cole di (pantai Aden, pent), dan sukseslah operasi serangan di tempat-tempat lain, dengan karunia Allah Subhanahu wa Ta'ala semata.
Maka aku wasiatkan kepada kalian dengan serius agar kalian bersungguh-sungguh dalam memanjatkan doa, semoga Allah mengaruniakan kemenangan kepada saudara-saudara kalian dalam beberapa minggu ke depan ini, dengan izin Allah. Puluhan pemuda itu telah berangkat untuk operasi serangan tersebut, maka sudah menjadi keharusan bagi orang-orang yang tulus untuk menutupi kekosongan posisi yang mereka tinggalkan di sini, dalam daftar operasi-operasi bom syahid. Ini adalah sebuah karunia yang agung dan "tabungan" yang besar, yang hanya Allah karuniakan kepada orang-orang yang dicintai-Nya."

Umar bin Khathab radiyallahu 'anhu berkata:
"Kita adalah kaum yang Allah muliakan dengan Islam.
Maka kita sekali-kali tidak akan mencari kemulian dengan sarana selainnya."

Yayasan Media As-Sahab
Syawwal 1433 H / September 2012 M


*** 
 
Link untuk download
  
Kualitas tinggi
 268.36 MB
http://archive.org/download/Shams_Nasr/ba1.avi

Kualitas sedang
61 MB
http://archive.org/download/Shams_Nasr/ba2.rmvb 

Kualitas mobile
81 MB
http://archive.org/download/Shams_Nasr/ba3.mp4
Arsip 
http://archive.org/details/Shams_Nasr

Streaming

Situs Anshar Mujahidin menurunkan sebuah tulisan "unik" untuk mengenang demonstrasi kaum muslimin yang memprotes film anti-Islam "Innocence of Muslims" di Kedubes AS di Kairo. Tulisan imajinatif yang berangkat dari sebuah fakta itu diberi judul Al-Haarah fis Safaarah, karya Gharib Al-Ikhawan. Berikut terjemahannya.
***
Dengan nama Allah. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam.
Foto orang memanjat tiang dan memasang bendera Al-Qaeda di kompleks Kedubes AS di Kairo 

Suasana hangat di kedutaan besar
Hasanain adalah seorang pemuda Mesir dalam usia seorang remaja. Ia bertarung mati-matian untuk bisa bertahan di kalangan kelas menengah warga Mesir. Sebagian besar kawan sebayanya bahkan terjatuh dalam golongan kelas bawah. Telah punah angan-angan Hasanain akan era Islam yang baru, seperti diyakinkan oleh Presiden terpilih yang telah menjanjikan penerapan syariat Islam secara bertahap.
Hasanain telah melihat bagaimana pemerintahan (Perdana Mentri yang baru) Hisyam Qindil telah mengambil pinjaman riba (yang sejak zaman dahulu telah ditetapkan Allah membawa kehancuran) dari IMF sebesar 4,8 milyar dolar. Padahal pemerintahan (Perdana Mentri yang lama) Kamal Janzuri hanya meminjam hutang sebesar 2 miliar dolar kepada IMF.
Hasanain telah melihat bagaimana Yang Mulia Presiden Mursi telah melakukan kunjungan ke Iran yang berlumuran darah kaum muslimin Suriah. Padahal sejak 1979 M presiden Mesir sebelumnya belum pernah melakukan kunjungan ke Iran.
Hasanain juga telah mendengar bagaimana Yang Mulia Presiden Mursi mengambil simpati para artis dan seniman, kantor kepresidenan telah meminta maaf kepada aktris yang bejat moralnya, Ilham Shahin. Padahal presiden terguling Husni (Laa) Mubarak sekalipun tak pernah berkompromi sampai serendah itu.
Hasanain juga telah melihat bagaimana Yang Mulia Presiden Mursi sendiri berani mengirim pesawat tempur dan tank untuk menggempur penduduk Sinai. Padahal Husni (Laa) Mubarak sekalipun sebelumnya tidak pernah melakukan hal itu.
Hasanain kini yakin bahwa pemerintahan Mesir yang baru memang mengikuti politik bertahap, namun dengan catatan sederhana: bertahap menuju arah yang terbalik, dari arah kebenaran menuju arah kebatilan, bukannya arah kebatilan menuju arah kebenaran.
Hasanain telah menguatkan tekadnya dan memutuskan untuk pergi ke negeri minyak dan madu, negeri paman Sam, negara yang memberi kesempatan lebar-lebar untuk meraih kehidupan yang layak. Hasanain menyusuri jalan raya Kamaluddin Shalih yang menuju gedung Kedutaan Besar AS di Kairo dengan penuh wibawa dan ketenangan. Ia menundukkan pandangannya dari tembok gedung Kedubes, seperti yang telah diajarkan oleh bapaknya sejak masa kecil. Namun tulisan grafiti di tembok gedung Kedubes mengundang perhatiannya. Ia merasa malu saat memabaca tulisan di tembok itu:
FU** OF
Foto para demonstran di atas tembok kedubes, mengangkat bendera Al-Qaeda dan tembok Kedubes yang bertuliskan grafiti FUCK OFF USA
Hasanain sedikit memberanikan dirinya untuk mengangkat mukanya. Maka ia melihat bendera Al-Qaeda yang dihiasi tulisan lafal tauhid dan disertai stempel nama Al-Habib Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam berdiri tegak dan berkibar-kibar oleh tiupan angin kencang di atas tiang Kedubes. Hasanain menyangka ia salah alamat, maka ia mendatangi gerbang pintu masuk kedubes.
Foto tulisan Usamah bin Ladin dan lafal tauhid di atas pintu gerbang Kedube 
Hasanain kini yakin benar-benar berada di depan gedung Kedubes AS. Tapi ia membaca nama Usamah bin Ladin di atas pintu gerbang Kedubes AS. Hasanain sedikit kebingungan! Ia mulai mengambil kesimpulan, "Barangkali AS telah masuk Islam!" Hasanain gembira, karena selain minyak dan madu di negeri paman Sam, ia juga akan merasakan pemerintahan baru yang Islami di sana, yang secara bertahap akan berjalan dari kebatilan menuju kebenaran, bukan sebaliknya!
Hasanain pun memasuki halaman gedung Kedubes, dan ia segera mendapati suasana hangat di Kedubes. Tetangganya, Ummu Muhammad dan ibu-ibu kampungnya tengah menikmati teh di bawah sebatang pohon yang rindang di samping pintu gerbang utama Kedubes. Si bujang Rajab tengah menggembalakan sapi di taman Kedubes. Para pemuda kampungnya yang miskin sedang bermain bola di areal parkir Kedubes setelah mereka mencabut tiang meja kantor Kedubes sebagai tiang gawang. Sementara itu anak-anak perempuan bermain game di komputer Atase Militer.
Hasanain bertanya kepada mereka tentang bagian pengurusan visa, maka mereka menunjukkannya kepada seorang pemuda yang pakaian bagian betisnya sangat pendek (celana cingkrang), jenggotnya sangat panjang, dan duduk di depan sebuah meja bagian lobi. Di depannya ada sebuah laptop canggih dan berkas-berkas pengurusan visa.
Hasanain: "Assalamu 'alaikum, maaf, saya ingin meminta visa."
Pemuda: "Wa'alaikum salam, mau kemana insya Allah?"
Hasanain: "Virginia atau Washington, mungkin juga Los Angeles, maaf."
Pemuda itu sambil tersenyum: "Wah, visa untuk pergi ke sana telah kami tutup. Semoga Allah mengampunimu, maaf, sepertinya Anda tidak mengikuti perkembangan berita."
Hasanain kebingungan: "Maaf, barangkali Anda bisa memberi alternatif."
Pemuda: "Kami memiliki beberapa pilihan. Anda bisa memilih hijrah ke Afghanistan atau Pakistan. Ada banyak permintaan visa kepada kami untuk tujuan Somalia atau Yaman. Jika Anda mau, Anda bisa juga meminta visa ke Syam atau Irak. Tapi Anda harus ingat, keahlian yang dibutuhkan di sana sangat tinggi. Baru-baru ini kami juga menerima permintaan visa ke Azawad."
Hasanain: "Kapan permintaan visa untuk ke negeri paman Sam akan kembali dibuka?"
Pemuda: "Hal itu membutuhkan waktu, sampai semua staf Kedubes keluar dari ruang "aman"[1] di lantai dasar ketiga ruang bawah tanah. Kami sudah berusaha untuk mengeluarkan mereka dari ruangan itu, namun ruangan itu hanya bisa dibuka dari dalam. Anda perlu menunggu beberapa lama sampai makanan mereka habis dan pakaian mereka lusuh, maka saat itu mereka baru akan keluar."
Hasanain: "Saya kira tak perlu menunggu. Karena keluarga dekat lebih layak untuk dikunjungi, saya akan mengadakan piknik ke Sinai saja, insya Allah."
Pemuda: "Silahkan, semoga Anda diberkahi Allah."
***
Bawakan ia ke hadapanku!
Bawakan ia ke hadapanku, agar aku bisa berbicara empat mata dengannya!
Bawakan ia ke hadapanku, agar aku bisa mencium kepalanya!
Dan sudah menjadi kewajiban setiap orang di antara kalian untuk mencium kepalanya.
Bawakanlah ke hadapanku si pemuda Mesir yang jenius ini, yang telah menginjak-injak arogansi AS dengan telapak kakinya, yang telah menegakkan dengan kedua tangannya yang mulia bendera tauhid di atas atap Kedubes AS di ibukota terbesar negara Arab dan negara "Islam"…maka ia melenyapkan sihir Obama di Universitas Kairo beberapa tahun yang lalu!
Bawakanlah ia ke hadapanku, agar kita menuliskan namanya dalam lembaran sejarah kemuliaan, sehingga sejarah mengabadikan namanya bersama orang-orang besar dengan penuh kebangaan dan kehormatan.
Peristiwa-peristiwa itu memiliki indikasi-indikasi. Indikasi-indikasi itu memiliki konskuensi-konskuensi. Dengan dijungkirkannya bendera-bendera itu akan ada keberkahan-keberkahan setelahnya. Pada zaman lampau, kekalahan dalam peperangan ditandai dengan tumbangnya bendera. Sembilan orang jagoan perang Bani Abdur Dar yang membawa panji perang kaum musyrik Quraisy dalam perang Uhud telah gugur mengusung panji itu, agar panji itu tidak tumbang.
Tumbangnya bendera AS dari atap salah satu Kedubes terkuatnya di dunia merupakan pertanda bencana bagi mereka, insya Allah. Tegak berkobarnya bendera Al-Qaeda dan Daulah Islam Irak di atas atap Kedubes AS adalah pertanda baik dan kabar gembira kemenangan, insya Allah. Demi Allah Yang tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Dia, ratusan ribu bendera ini benar-benar akan ditegakkan di lapangan-lapangan umum dalam beberapa tahun ke depan, insya Allah.
Jika kita telah lupa, maka bagaimana kita bisa melupakan orang pertama kali yang menyerahkan dan menggangkat bendera itu, dialah sang kekasih putra sang kekasih, syaikh Hamid Az-Zawi (amirul mukminin Abu Umar Al-Baghdadi Al-Husaini Al-Qurasyi).
Wahai kekasih hati, sampaikanlah kepada orang-orang yang bersama Anda, bahwa kami masih setia memegang janji
Sungguh umat Islam telah marah demi membela kakek Anda, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam, maka umat Islam "mencekik" duta besar mereka dengan api kebenaran yang menyala-nyala
Sampaikanlah kepada orang yang bergabung dengan orang dekat Anda (Abu Hamzah Al-Muhajir, pent) demikian persangkaan kami tentangnya dan Allah-lah Yang lebih mengetahui keadaannya, bahwa darahnya tidak akan tumpah sia-sia
Sampaikanlah kepada syaikh Usamah bahwa benih-benih telah ditaburkan di atas setiap gunung dan di atas setiap lembah
Dan jika Anda melewati Hamd Atha, maka sampaikanlah kepadanya bahwa Mesir telah bangkit, bahwa cita-cita dan angan-angan telah mendekati kenyataan
Wahai Abu Umar
Kekasih hati kami
Foto syaikh Abu Umar Al-Baghdadi setelah dibom oleh AS
Kami telah menunggu 11 September tahun ini dengan penuh kesabaran, ternyata kami dikejutkan dengan berita syaikh Abu Yahya Al-Libi, kami tidak tahu apabila sore itu ternyata membawa kebaikan, bahkan sepenuh kebaikan
Ternyata Allah telah menakdirkan apa yang telah terjadi
Peristiwa 11 September tahun ini, demi Allah, sungguh sangat besar
Kami telah menancapkan bendera tauhid, bendera Al-Qaeda, bendera Daulah Islam Irak, bendera kakek Anda, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa salam, di atas atap Kedubes AS di Kairo, setelah kami merobek-robek bendera AS, kami campakkan kemuliaan mereka dan kami bunuh Dubes mereka
Janji syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi terhadap mereka kini sedang ditunggu-tunggu
Lebih panas dari bara api

[1] Di setiap Kedubes AS terdapat ruang aman di ruangan lantai-lantai bawah tanah dilengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan persiapan jika terjadi perkara-perkara genting
Gharibul Ikhwan
Syawwal 1433 H
Situs Anshar Al-Mujahidin

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget