Latest Post

02.24
Para mantan pengikut  aliran sesat Syi’ah di Sampang  Madura pimpinan Tajul Muluk itu beralasan selama ini merasa dibohongi dengan ajaran yang dibawa Tajul Muluk.

Sebanyak 30 pasangan keluarga pengikut Tajul Muluk, tokoh pembawa ajaran Syiah di Kecamatan Omben, Sampang dikabarkan telah menyatakan diri kembali pada keyainan semula, Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Kabar ini disampaikan pertama kali oleh KH. Syaifuddin, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Kecamatan Omben, Sampang, Madura.
Kembalinya mantan pengikut Tajul Muluk ke Ahlus Sunnah Wal Jamaah ini ditandai pembacaan ikrar  pada hari Rabu (24/10/2012) sore, dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha. Pembacaan pernyataan perpindahan ini dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Kecamatan Omben, Sampang.
“Acaranya sangat mendadak. Yang mewakili pihak pria saja, karena pihak wanita dan anak-anak tidak ikut,” ujar KH. Syaifuddin kepada hidayatullah.com, Senin (29/10/2012).
Menurut Rois Syuriah NU Sampang ini, acara pengikraran ini sebenarnya difasilitasi pengurus NU Kecamatan Omben, Sampang. Acaranya sendiri berlangsung sederhana dengan dihadiri beberapa saksi. Diantararanya; Kepala Kantor Kementerian Agama Sampang, Ahmad Mujalli, Wakil Badan Kesatuan Bangsa(Bakesbang) Sampang, Kapolsek Sampang dan beberapa kiai setempat.
Haji Abdul Manan, Ketua Tanfidziyah Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Omben,  yang juga fasilitator pembacaan ikrar ini, menceritakan, sebelum berjanji di hadapan banyak orang, ia kedatangan pengikut Tajul Muluk yang meminta difasilitasi untuk kembali ke ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah (dalam hal ini kembali ke NU).
Menurut pengakuan Abdul Manan, para mantan pengikut Tajul Muluk itu beralasan selama ini merasa dibohongi dengan ajaran yang dibawa Tajul Muluk.
“Alasan mereka kembali ke Ahlus Sunnah Wal Jamaah ada dua. Pertama mereka mengaku merasa dibohongi selama ini dan kedua, mereka dan keluarganya ingin ketenangan dan aman,” ujarnya kepadahidayatullah.com.
Menurut Manan, sebelum meminta difasilitasi menghadap para kiai, mantan pengikut Tajul Muluk ini mengaku kaget saat menjadi saksi dalam persidangan Tajul Muluk. Sebab, apa yang selama ini ia yakini ternyata tidak sesuai kenyataan yang mereka pahami.
“Diantaranya, dalam persidangan rupanya mereka kaget ada rukun Syiah enam. Selama ini mereka mengira ajarannya yang dibawa Tajul sama dengan yang ia pahami. Mereka tidak paham jika ajaran itu selama ini difatwakan sesat para ulama,” tambah Manan.
Karena itulah akhirnya mereka atas kesadaran sendiri memutuskan kembali ke ajaran  semula, yakni Ahlus Sunnah Wal Jamaah (NU, red).
Menurut Abdul Manan, ikrar yang disaksikan para ulama setempat itu setidaknya berisi tiga poin. Pertama mereka berjanji kembali ke ajaran semula, yakni Ahlus Sunnah Wal Jamaah (NU, red). Kedua, mereka siap mengamalkan ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan ketiga, siap meninggalkan ajaran yang dinilai sesat para ulama.*
Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar Senin, 29 Oktober 2012
Hidayatullah.com— judul: Mengaku Tertipu, 30 Mantan Pengikut Tajul Kembali ke NU

  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat gelar berupa penghargaan “Ksatria Salib Agung” (Knight Grand Cross in the Order of the Bath) dari Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham, London, Inggris, Rabu (31/10) pukul 14.30 waktu setempat.
  • Kecaman dari kanan kiri pun bertubi-tubi. Ada yang mengecam dengan mempertanyakan kemusliman SBY, hingga menerima gelar “Ksatria Salib Agung”. Itu dinilai ada indikasi SBY memiliki penyakit mental berkepribadian yang pecah atau ganda. Rasanya sudah cukup jika keIslaman SBY diragukan bila melihat tindak-tanduk keberpihakannya kepada kaum Kafir.
  • Dan ada yang mengecam dengan cara menyayangkan kenapa di dalam negeri sedang ada konflik horizontal antar penduduk dan mengakibatkan korban-korban jiwa namun sang presiden justru pergi ke Inggeris yang tidak begitu penting.
Inilah berita-beritanya.
***
Presiden SBY Dianugerahi Gelar Ksatria dari Ratu Inggris
Sriwijaya Post – Kamis, 1 November 2012 08:15 WIB
SRIPOKU.COM, LONDON - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat gelar kesatria berupa penghargaan Knight Grand Cross in the Order of the Bath dari Ratu Elizabeth II.
Seperti dikutip dari situs Presiden RI, dijelaskan, penghargaan berupa selempang dan bintang dari Kerajaan Inggris ini diperlihatkan kepada Presiden SBY dan Ibu Ani oleh Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip seusai jamuan santap siang di Blue Drawing Room, Istana Buckingham, London, Inggris, Rabu (31/10) pukul 14.30 waktu setempat.
Setelah memperlihatkan penghargaan Knight Grand Cross in the Order of the Bath, Presiden SBY dan Elizabeth II kemudian saling bertukar cindera mata. Presiden SBY juga menerima cindera mata dari Prince of Wales, Pangeran Charles, yang merupakan putera mahkota. (http://palembang.tribunnews.com)
***
Taruna Muslim : Raih gelar “Ksatria Salib Agung” keislaman SBY perlu dipertanyakan
Bilal
Kamis, 1 November 2012 12:23:34
JAKARTA (Arrahmah.com) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima gelar ‘Knight Grand Cross in the Order of Bath’ dari Ratu Elizabeth dari Inggris menjadi indikasi SBY memiliki penyakit mental berkepribadian yang pecah atau ganda.
Hal ini diungkapkan Ketua Umum Taruna Muslim, ustadz Alfian Tanjung kepada arrahmah.com, Jakarta, Kamis (1/11) Pagi.
“Artinya SBY memang seorang yang split personaliti, karena dia juga pernah mengatakan bahwa kewarganegaraannya yang kedua adalah Amerika Serikat pada waktu hari kemerdekaan AS tahun 2005,” Kata Ustadz Alfian.
Kata ustadz Alfian, rasanya sudah cukup jika keIslaman SBY diragukan bila melihat tindak-tanduk keberpihakannya kepada kaum Kafir.
“Lengkap sudah, kalau kita ingin mempertanyakan kemusliman dia (SBY), dia begitu gusar karena ditengarai sudah pernah menikah, dia banyak berkhidmad pada dukun dan lebih familiar dan akomodatif dengan kader PKI, dan sterusnya” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, SBY bersama istrinya Ani Yudhoyono bertandang ke London, Inggris untuk menerima gelar ‘Knight Grand Cross in the Order of Bath’ dari Ratu Inggris. Selain Presiden SBY, gelar itu juga pernah diterima oleh Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan, Presiden Perancis Jacques Chirac dan Presiden Turki Abdullah Gul.
Sejarah gelar the Order Of Bath
Gelar the Order of Bath sendiri, seperti dilansir detikcom, pada awalnya diberikan pada para tentara dan beberapa masyarakat sipil. Penerima gelarnya selalu pria.
Baru pada tahun 1971, ada seorang wanita yang diberi penghargaan tersebut untuk pertama kalinya.
Susunan pemberi gelar terdiri dari pemangku kedaulatan (ratu), seorang Great Master (Pangeran dari Wales) dan tiga anggota dari kelas berbeda.
Gelar ‘Bath’ sendiri berasal dari ritual mandi atau membersihkan diri, terinsipirasi dari mandi dalam proses pembaptisan. Ini adalah simbol dari upaya penyucian diri, sebuah proses persiapan seorang ksatria Inggris sebelum bertugas.
Penghargaan ini tak akan diberikan sebelum para kandidat sudah mempersiapkan diri dengan berbagai ritual seperti puasa, berdoa, dan membersihkan dirinya dengan mandi.
Kisah seremoni mandi untuk menciptakan seorang ksatria tercatat dilakukan oleh Raja William I. Saat itu dia memandikan bocah 15 tahun bernama Geoffrey Count of Anjou di tahun 1128 yang belakangan menjadi ksatria.
Pada saat pengangkatan Henry V sebagai raja tahun 1413, dia juga melakukan ritual yang sama untuk para ksatria.
Namun akhir abad ke-15, ritual mandi ini mulai hilang. Namun seremoni pemberian gelar dengan sebutan ‘Knights of the Bath’ masih dilakukan.
Pada tahun 1725, saat George I menjadi raja, pemberian gelar dihidupkan kembali untuk memenuhi keinginan Perdana Menteri Inggris pertama Sir Robert Walpole yang menginginkan adanya tambahan penghargaan politik.
Tahun 1815, saat era perang Napoleon berakhir, Pangeran Regent (Raja George IV) membuat dua divisi dalam penghargaan ini, militer dan sipil.
Lalu sejak tahun 1825, ritual mandi dalam pemberian penghargaan ini resmi dihilangkan. Begitu juga dengan ritual puasa. SBY dijadwalkan menerima penghargaan itu pada hari Rabu ini. Penghargaan ini diberitakan Ratu Elizabeth II atas jasa SBY yang mempererat hubungan kedua negara. Inggris merupakan investor nomor dua di Indonesia.
(bilal/arrahmah.com)
***
Rabu, 31/10/2012 18:54 WIB
PDIP Kritisi Keberangkatan SBY ke Inggris
M Rizki Maulana - detikNews
Jakarta - PDIP mengkritisi kepergian SBY ke Inggris untuk menerima gelar ‘ksatria’. Menurutnya SBY seharusnya tetap di Indonesia untuk menyelesaikan konflik di Balinuraga, Way Panji, Kalianda, Lampung Selatan.
“Presiden seharusnya ke Lampung selesaikan permasalahan di sana daripada ke Inggris yang tidak begitu penting,” ujar Wasekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, di Kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu, (31/10/2012).
Menurut Hasto, bentrok di Lampung sebenarnya menunjukkan kegagalan dan ketidakmampuan pemerintah dalam melindungi hak hidup warga negara. Dia juga menilai pemerintah harus bertindak secara sungguh-sungguh untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa.
“Presiden harus lebih mengutamakan prioritas kerja kenegaraannya di tengah masih adanya konflik horizontal yang terus membawa korban jiwa,” ucapnya. (detikNews)
***
Masih terngiang di masyarakat tentang luka masyarakat akibat terbukti berkali-kali Presiden SBY memberi grasi kepada para penjahat narkoba dan itu jelas-jelas mengingkari pidatonya sendiri, kini disusul kasus yang tidak kalah seru kecaman orang terhadapnya karena tingkah dia sendiri pula.

JAKARTA — World Assembly of Muslim Youth (WAMY) atau Liga Pemuda Muslim Dunia, Inggris tidak menyia-nyiakan kesempatan berdakwah di momentum pelaksanaan pesta Olahraga Bangsa-Bangsa se-Dunia (Olimpiade) tahun 2012 yang digelar di London, Inggris.
Een Sukana, mantan Ketua Korps HMI Wati Cabang Jakarta yang kini berdomisili di New Castle, Inggris, kepada Harian Terbit menuturnya, hasil kerja keras tim dakwah WAMY ini sudah terlihat. Tidak kurang dalam seminggu sejak acara olimpiade itu diresmikan tanggal 27 Juli 2012, sudah 17 orang menyatakan bersedia masuk Islam, dan mengucapkan dua kalimah syahadat, sebagai tanda mereka memeluk Islam.
Menurut Een, sejak jauh-jauh hari, WAMY UK bertekad menjadikan momen besar itu untuk memperkenalkan Islam melalui jalur dakwah. Mereka membentuk Team Islamic Dakwah, dan mengadakan persiapan dakwah dengan merekrut sejumlah volunteer untuk melakukan dakwah di perhelatan akbar tersebut.
Volunteer itu kemudian diberikan kursus dakwah singkat yang disebut Olympic Da’wah Training. Dalam kursus Volunteers dipersiapan untuk bagaimana mempersiapkan diri dan mental mereka untuk menghadapi orang-orang non-muslim yang tidak memiliki pengetahuan tentang Islam , yang arogan terhadap kebenaran.
Volunteers juga dipersiapkan untuk bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan umum yang biasa di lontarkan oleh kaum non-muslim dengan baik dan sopan. Ini dipersiapkan untuk menghindari argumen yang panas.
Team Dakwah membuka stand di Olympic Village dimana semua volunteers memberikan Leaflets (literatur) tentang Islam yang dibagikan kepada pengunjung Olympide. Aktivis Dakwah dari WAMY yang tergabung dalam tim dakwah ini secara sporadis dan tidak segan-segannya melaksanakan salat di tempat umum dan terbuka.
Een juga melaporkan selain membagi-bagikan leaflet, aktivis dakwah WAMY juga mempersiapkan acara berbuka puasa bersama dengan pengunjung muslim, dan juga orang-orang non Islam di base camp mereka. Tim Dakwah berbaur dengan kaum muslimin dari berbagai Negara, dan juga mereka mengajak orang-orang non Islam untuk menikmati iftar (makanan berbuka) bersama-sama dengan mereka.
“Tim dakwah WAMY ini semakin hari semakin kompak, dan semakin mendapat apresiasi dari kalangan masyarakat Inggris, yang selama ini alergi terhadap Islam,” tutur Een. Een juga merasa bersyukur bisa menikmati kehidupan beragama yang enak di negeri Inggris, tanpa adanya tekanan dari mana pun. Allahu Akbar.

JAKARTA — Museum Islam pertama di Australia akan dibuka tahun 2013, demikian kata pendirinya Moustafa Fahour kepada koresponden kantor berita Anadolu.
Pendiri Australia Islamic Museum, kepada Anadolu mengatakan, pihaknya memutuskan untuk membangkitkan seni budaya Islam dengan cara mendirikan museum. Fahour menceritakan, dua setengah tahun lalu museum sudah mulai dibangun.
“Pondasi bangunan diletakkan pada Mei 2012. Orang Kristen, Maronit, Buddha dan Hindu datang menghadiri upacara peletakan batu pertama itu. Setelah itu pekerjaan pembangunannya terus berlangsung.”
Rencananya, museum Islam pertama di benua Kanguru itu akan dibuka mulai November 2013.
Dalam pembangunannya, menurut keterangan Fahour, pemerintah Australia menyumbang 1,5 juta dolar AS, sementara pemerintah negara bagian Victoria memberikan donasi 500.000 dolar AS.
Dengan bantuan sejumlah bank dan perusahaan konstruksi, sampai saat ini panitia sudah berhasil mengumpulkan 9,5 juta dilar AS dari perkiraan biaya total 10 juta dolar AS.

Presiden menanggapi peristiwa Monas seakan kudeta. Kedubes AS pun melibatkan diri. Padahal itu tawuran biasa yang selalu terjadi di Indonesia. Ada apa? SKB sudah terbit. Tapi peristiwa ini adalah “pelajaran!”

Oleh: Amran Nasution *
Kiranjit Ahluwalia memang membunuh Deepak. Suatu malam di bulan Mei 1989, ketika sang suami tidur lelap ia siram kedua kakinya dengan bensin, ia sulut dengan korek api. Lima hari kemudian, Deepak menghembuskan napas terakhir di rumah sakit. Wanita beranak dua itu pun ditangkap polisi.
Pada mulanya peristiwa di Southall, pinggiran barat London ini, dianggap pembunuhan biasa. Pengadilan memvonis wanita asal Punjab, India, yang berimigrasi ke Inggris itu, dengan hukuman seumur hidup. Tapi guru bahasa Inggrisnya di penjara melaporkan kasusnya kepada seorang pengacara berpengaruh.
Dari sini cerita menjadi seru. Terutama setelah kelompok pembela hak perempuan Asia dan kulit hitam, Southall Black Sisters, aktif berdemonstrasi membela Kiranjit agar dibebaskan dari penjara. Pers berebut meliputnya, para ahli hukum memperdebatkannya, para kolumnis menganalisanya.
Ternyata Kiranjit adalah kisah wanita Timur yang tabah, mengabdi kepada suami, menjaga martabat keluarga, tapi provokasi demi provokasi dari Deepak berujung pembunuhan.
Deepak pecandu alkohol berat, punya hobi menyiksa istri. Kalau sudah marah apa yang ada di tangannya ia pukulkan, dan itu sering terjadi di depan mata dua anak mereka yang masih kecil. Ke mana pun Kiranjit lari, ia kejar sampai dapat dan babak-belur.
Itulah yang terjadi di malam nahas. Setelah puas menyiksa istrinya Deepak tertidur dalam mabuk beratnya. Ketika itu Kiranjit berpikir, baik kalau kaki Deepak ia bakar agar tak mampu lagi mengejarnya. Dengan demikian ia bisa lepas dari siksaan. Maka wanita yang sehari-hari bekerja menyortir surat di sebuah kantor pos, membakar kaki suaminya.
Pengadilan banding pada 1992, memvonis bebas Kiranjit yang telah tiga tahun mendekam di penjara. Hakim berpendapat ia memang tak berniat membunuh.  Kata Kiranjit di depan sidang, ‘’Saya tak pernah berencana membunuhnya. Saya hanya ingin ia berhenti menyakiti saya.’’
Menurut hakim, peristiwa terjadi karena Kiranjit menderita depresi berat akibat perlakuan Deepak. Vonis ini kemudian seperti ditulis The Guardian, 4 April 2007, menjadi preseden sejarah hukum di Inggris.  Tahun lalu, sutradara asal India di London, Jag Mundhra, mengangkat tragedi ini ke dalam film berjudul: Provoked: A True Story (Provokasi: Sebuah Kisah Nyata).
Bila diamati peristiwa Monas (Monumen Nasional), Minggu, 1 Juni 2008, kelompok Front Pembela Islam (FPI) adalah Kiranjit: pihak yang melakukan tindakan melawan hukum akibat tak tahan menghadapi provokasi demi provokasi para tokoh liberal yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).
Kelompok-kelompok Islam ini – termasuk MUI – sudah lama menjadi bulan-bulanan pemberitaan media massa yang lebih berpihak kepada kelompok liberal dan isu-isu yang mereka bawa. Mulai kasus RUU Pornografi dan Pornoaksi, berbagai aliran sesat, dan terakhir Ahmadiah.
Adnan Buyung Nasution, misalnya, seenaknya bilang MUI supaya dibubarkan karena mengeluarkan fatwa Ahmadiah. Penasehat Presiden itu mengejek-ejek salah seorang tokoh MUI yang tak lain koleganya sesama penasehat Presiden. Padahal dalam pandangan kelompok Islam ini, MUI harus dihormati karena merupakan kumpulan para ulama. Buyung beberapa kali menantang-nantang mereka dengan sangat emosional.
Tulisan para aktivis liberal di koran, majalah, atau wawancara di televisi, selalu menyerang atau mengejek-ejek mereka atau sesuatu yang mereka yakini dan muliakan. Di dalam selebaran untuk mengerahkan pendukungnya ke Monas, 1 Juni 2008, AKKBB menuduh kelompok anti --Ahmadiah adalah anti-- UUD dan Pancasila serta persatuan nasional. Mereka akan memaksakan rencana mendirikan negara Islam, mengganti dasar negara.
Di bawah pernyataan tercantum 289 nama, sejumlah di antaranya tokoh terkenal. Mulai Gus Dur, Goenawan Mohamad, Adnan Buyung Nasution, Marsilam Simanjuntak, Asmara Nababan, Rahman Tolong, Ulil Abshar Abdala, sampai Syafii Maarif dan Amien Rais.  Selebaran dimuat di koran sebagai iklan, selain tersebar ke mana-mana. Itu amat meresahkan FPI, FUI, dan lainnya yang sejak lama berpendapat Ahmadiah harus dilarang karena mencederai Islam. Sebagaimana Kiranjit mereka tampaknya terus diprovokasi.
Amat wajar polisi berusaha agar massa kelompok FPI dan AKKBB tak bertemu ketika 1 Juni 2008, keduanya melakukan demonstrasi.  Kenyataannya kelompok AKKBB tak peduli. Mereka seakan ingin berhadapan dengan kelompok FPI. 
Kedutaan Besar Amerika
Siang itu di depan Istana Merdeka, massa Hizbut Thahrir Indonesia (HTI), FPI, MMI, dan FUI, melakukan demo anti-kenaikan harga BBM. Dari arah Hotel Indonesia muncul massa AKKBB yang berdemo menentang pelarangan Ahmadiyah. Dari pengeras suara di atas mobil terdengar suara mengejek FPI sebagai ‘’laskar kapir’’, ‘’laskar setan’’.
Provokasi itu menyebabkan kelompok massa FPI yang dipimpin Munarman kehilangan kesabaran. Meski salah seorang dari massa AKKBB mengeluarkan pistol dan menembakkannya ke atas sampai empat kali, tak ada gunanya. Saat itu pistol lebih berfungsi sebagai alat provokasi daripada pencegahan. Terjadilah insiden. Sejumlah massa AKKBB terluka, beberapa sempat dirawat di rumah sakit.
Bentrokan sesungguhnya kecil saja. Setidaknya lebih kecil dibanding banyak kerusuhan pemilihan kepala daerah (Pilkada).  Di Ternate, Maluku Utara, misalnya, sejumlah rumah dibakar. Sebelumnya, dalam pemilihan Bupati Tuban, Jawa Timur, bukan cuma rumah, pendopo bupati, kantor KPU, kantor partai, mobil dan beberapa properti lain dibakar. Apalagi kalau dibandingkan dengan kerusuhan Ambon, Poso, atau pembantaian orang Madura di Kalimantan.
Tapi kali ini hiruk-pikuknya bukan kepalang. Koran, radio, dan televisi menjadikannya berita utama dengan tema menyerang kelompok FPI. Ormas itu harus dibubarkan karena merupakan organisasi kekerasan.
Saking bersemangat, koran TEMPO memuat mencolok foto Munarman mencekik seseorang yang disebutnya anggota AKKBB, tanpa pengecekan. Ternyata Munarman sedang berusaha mencegah anggotanya sendiri berbuat anarkis. Berita foto itu sangat menjatuhkan Munarman dan tampaknya akan menjadi kasus hukum.
Demonstrasi menuntut pembubaran FPI pecah di pelbagai daerah terutama di Jawa Timur, basis Gus Dur. Berbagai tindak kekerasan diterima FPI daerah. Malah di Banyuwangi, mucikari dan pelacur turut berpartisipasi mendemo FPI.
Seakan negara dalam keadaan darurat, Presiden SBY tampil menyampaikan pernyataan resmi dari Istana. ‘’Negara tak boleh kalah oleh kekerasan,’’ katanya. Gaya penampilan Presiden, mimiknya, tekanan kalimatnya, menggambarkan seakan FPI dan kelompoknya telah melakukan kudeta. Gaya Presiden yang berlebihan itu tambah memojokkan FPI.
Padahal kalau bentrok begitu saja harus ditanggapi Presiden langsung, setiap hari ia harus tampil. Ikutilah radio atau televisi, hampir setiap hari ada bentrok massa. Penyebabnya macam-macam, mulai Pilkada, demonstrasi BBM, tawuran antar-kampus atau antar-sekolah, tawuran antar-geng motor, rebutan lahan parkir, sampai sengketa tapal batas desa. Penyerbuan polisi ke Universitas Nasional, sebelumnya jauh lebih keras dari peristiwa Monas. Tapi Presiden diam saja.
Yang jelas bentrokan Monas menguntungkan pemerintah. Soalnya, FPI, Hizbut Thahrir Indonesia (HTI), dan ormas Islam lainnya, merencanakan demonstrasi besar-besaran anti-kenaikan harga BBM mulai 6 Juni 2007. Demonstrasi itu akan diteruskan dengan gerakan mogok massal nasional. Berbagai persiapan sudah dilakukan.
Ketika polisi menggerebek kantor FPI ditemukan segepok selebaran berjudul, ‘’Lumat SBY-YK’’. Lumat singkatan lima tuntutan ummat: batalkan kenaikan harga BBM, turunkan harga sembako, nasionalisasi aset negara yang dikuasai asing, bubarkan dan nyatakan Ahmadiyah sebagai organisasi terlarang, dan usir NAMRU-2 dari Indonesia serta bersihkan kabinet dari antek Amerika Serikat.
Melihat tema yang mereka usung, gerakan itu akan merepotkan pemerintah sekalian menyulut gerakan anti-Amerika di Indonesia. Aksi itu rupanya harus dicegat jangan sampai terjadi maka meletuslah peristiwa Monas.
Lihatlah aktivitas Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jakarta. John Heffern, Kuasa Usahanya, sibuk mengunjungi korban dari AKKBB di Rumah Sakit Gatot Subroto. Keesokan hari, Kedubes mengirimkan pernyataan resmi ke media massa mengutuk aksi kekerasan Monas. Belum cukup. Pernyataan itu mengajari Pemerintah Indonesia agar menjunjung kebebasan beragama bagi warganya sesuai UUD. Itu jelas intervensi urusan dalam negeri Indonesia.
Bagaimana mungkin orang-orang Kedubes itu masih punya keberanian moral mengutuk kekerasan Monas, sementara negaranya adalah imperium kekerasan yang sudah membunuh 1 juta manusia di Iraq. Menangkap, menahan, dan menyiksa ratusan orang di Guantanamo, tanpa mengadilinya lalu diam-diam melepaskannya.
Pantas Naomi Wolf, aktivis dan kolumnis dari New York, penulis buku laris The Beauty Myth, menuduh negeri itu sedang menuju pemerintahan fasis (fascist shiff). Riset yang dilakukan wanita ini menemukan seluruh ciri-ciri pemerintahan Hitler di Jerman, Mussolini di Italia, dan Augusto Pinochet di Chili, ada pada pemerintahan Bush.
Bagaimana mereka mengajari kebebasan beragama di Indonesia, padahal banyak pendeta dan pengikut Mormon mendekam di penjara Amerika karena melakukan poligami sesuai ajaran agama yang mereka yakini. Apa beda mereka dengan Ahmadiah? Pendeta David Koresh dan puluhan pengikutnya diledakkan polisi federal FBI sampai terbakar berkeping-keping karena mendirikan sekte Kristen sendiri. Masih ada cerita lain yang mengerikan seperti itu.
Di Guantanamo, Al-Quran mereka cemplungkan ke dalam WC – seakan hal lumrah – agar orang yang mereka periksa marah dan bicara terbuka. Dari pengakuan eks tahanan Guantanamo yang telah bebas, penghinaan Al-Quran jadi metode pemeriksaan tersendiri, selain berbagai model penyiksaan lainnya seperti waterboarding, menyiramkan air ke wajah sehingga korban sesak bernapas seakan tenggelam.
Di Iraq, tentaranya latihan menembak dengan Al-Quran sebagai target. Apakah mereka masih berhak bicara kebebasan beragama? [berlanjut/hidayatullah]
* Penulis Direktur Institute For Policy Studies
Sumber: Hidayatullah

20.26 ,
CIPUTAT  - Kamis Siang (18/10/2012), kawasan Jl. Surya Kencana, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten tidak seperti biasanya. Hal tersebut karena adanya bentrokkan antara mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) dengan polisi.
Bentrokan sendiri terjadi karena para mahasiswa Unpam berdemonstrasi untuk menolak kedatangan Wakapolri Komjen Pol. Nanan Sukarna yang sediannya akan mengisi kuliah umum bertema "Peran Serta Polri dan Tantangan Masa Depan".
"Ada keributan antara petugas dan juga mahasiswa di lokasi Universitas Pamulang," kata petugas Polsek Pamulang kepada detikcom, Kamis (18/10/2012) pukul 11.00 WIB.
Nanan Sukarna sendiri bertandang ke kampus yang terletak di seberang Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Pamulang itu untuk memberikan kuliah umum karena mewakili Kapolri, Jendral Pol. Timur Pradopo yag tidak bisa hadir.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh Kru FAI dilapangan, bentrokkan terjadi karena diawali oleh tindakan represif polisi yang menghadang aksi demo para mahasiswa.
"Kami hanya ingin menghadang polisi agar tidak masuk kedalam kampus. Tapi polisi malah mendorong-dorong kami (para mahasiswa-red), sehingga barisan temen-temen menjadi pecah dan melakukan perlawanan," ujar salah satu mahasiswa Unpam.
Dengan adanya balasan tindakan balasan dari mahasiswa, Polisi lalu membubarkan demonstrasi mahasiswa dengan gas air mata, peluru karet dan bahkan peluru tajam sehingga bentrokan semakin memanas.
"Kami tidak ingin kesewang-wenangan polisi terus menerus terjadi, baik kepada mahasiswa, petani, buruh, pedagang asongan dan lain-lain. Dan jelas sekali kesewang-wenangan polisi berlanjut disini dengan membubarkan aksi kita menggunakan peluru tajam. Tadi teman kita ada yang kena dibagian perutnya," tambahnya.
Mahasiswa pun tidak mau kalah, mereka kemudian melemparkan bebatuan dan bambu kepada polisi. Batu-batu itu berserakan di depan kampus dan di sekitar Polsek Pamulang. "Polsek saja penuh batu," kata seorang petugas Polsek Pamulang.
Karena suasana yang semakin memanas dan tidak terkendali, akhirnya polisi yang diperbantukan untuk menghadapi para mahasiswa diperbanyak dari sebelumnya. "Saat ini sudah ada bantuan petugas untuk pengamanan," kata petugas itu.
Nanan Sukarna yang sekarang ini juga sedang mencalonkan dirinya untuk maju dalam Pilgub Jawa Barat sudah berhasil keluar dari Universitas Pamulang setelah acara kuliah umum selesai.
Namun kondisi di sekitar kampus dan Jl. Surya Kencana masih terlihat tegang hingga siang hari. Puluhan polisi merapat di depan gerbang kampus dengan senjata dan peralatan huru hara secara lengkap.
Mahasiswa Universitas Pamulang saat melawan Polisi
Sementara itu, para mahasiswa dari dalam kampus meneriaki polisi dengan kata-kata, "Sono (sana-red) lawan mujahidin, jangan lawan kami. Berani Cuma lawan mahasiswa," teriak para mahasiswa Unpam.
Diteriaki 50-an mahasiswa seperti itu, dan secara terus-menerus meneriaki polisi dengan kata-kata yang sama, polisi terlihat marah dan kemudian membalas dengan menembaki para mahasiswa dengan gas air mata dan peluru karet, bahkan dengan peluru tajam. (Kru FAI/dbs/arrahmah.com)

AKARTA  - Keluarga Nanto menyesalkan tindakan Densus 88 yang melakukan penangkapan terhadap Aktivis Masjid Baitul Karim tersebut , tanpa surat penangkapan. Nanto sendiri ditangkap Densus 88 saat bersama saudara kembarnya ketika sedang membagi-bagikan daging Qurban ke warga masyarakat setempat. "Saat adik saya disergap saya sempat meminta mereka untuk menunjukkan surat penangkapan, tapi mereka hanya mengatakan iini resmi ada suratnya. Tapi, hingga saat ini keluarga tidak satupun yang melihat surat itu. Kita merasa ditipu," Kata Saudara kembar Nanto, Sunardi kepada arrahmah.com dirumah orang tuanya yang menjadi lokasi penggerbekan, Jl Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu malam (27/10).
Lebih dari itu, saat penggeledahan di rumah orang tuanya Densus 88 enggan ditemani oleh pihak keluarga ataupun RT setempat, hal ini memicu kekecewaan keluarga.
"Aneh sekali mereka menggeledah rumah, tapi tidk mau disaksikan oleh perwakilan warga dan Masyarakat," ungkap pria yang biasa di sapa Nandi tersebut.
Tidak Ada Bom
Nandi juga membantah berita yang beredar terkait tuduhan ada bom yang ditemukan dirumah orang tuanya. Pasalnya ketika Polisi selesai menggeledah dan menunjukkan tas ransel yang dibawa Nanto keluarga dan masyarakat telah menyaksikan bersama bahwa di tas tersebut tidak ada baha peledak dan sejenisnya.
"Tas itu sudah kita sama-sama lihat, dan isinya hanya laptop. Saya sudah tegaskan ke Polisi bahwa kita jadi saksi jika suatu saat beritanya berbeda, Kalau benar ada BOM, pasti daerah sini sudah disterilkan dari jarak beberapa meter. Tapi, itukan tidak dilakukan" ujarnya.
Kata Nandi, Pihak Polisi juga sudah mempermainkan dirinya dan keluarganya terutama Istri dari adiknya. Saat keluarga mencari informasi keberadaan Nanto setelah penyergapan, Polisi mengarahkan ke beberapa tempat yang tidak ada keberadaan adiknya tersebt.
"Saya mau meminta surat Kuasa Hukum untuk dihubungkan ke TPM, saat diinfokan adik saya mereka bilang di Polsek Palmerah, tapi ketika kesana tidak ada dan mereka bilang ada dikontrakan, kesana pun saya tidak mendapatkan adik saya,"bebernya.
Nandi pun, membantah adiknya terlibat aksi-aksi yang ditudhkan Densus 88 dan media massa. Menurutnya keseharian adiknya hanyalah berdakwah berhubung adiknya juga merupakan skretaris bidang dakwah di Masjid Baitul Karim, Kebon Kacang.
"Aktifitas adik saya itu terbuka, semua masyarakat sini sudah sangat mengenalnya sejak lama, bisa dilihat dan dinilai secara terbuka," tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Densus 88 menyergap 3 orang aktifis masjid di Palmerah dan Tanah Abang dengan tuduhan terlibat jaringan terorisme. Diantara nama yang sudah dirilis Herman, David, dan Sunarto alias Nanto (bilal/arrahmah.com)
Foto : Nandi saudara kembar Nanto

19.58
BURMA  - Presiden Burma (Myanmar) telah mengakui terjadinya aksi penghancuran besar-besaran terhadap desa-desa dan kota di negara bagian Rakhine (Arakan), Burma Barat, BBC melaporkan.
"Telah terjadi insiden seluruh desa dan bagian-bagian kota dibakar di negara bagian Rakhine," kata juru bicara Presiden Thein Sein kepada BBC.
Pernyataan ini muncul setelah Human Rights Watch (HRW) -pemerhati HAM internasional- merilis gambar yang diambil dari satelit yang menunjukkan ratusan bangunan hancur di kota Kyaukpyu saja, belum termasuk kota lainnya.
"Seluruh daerah telah dibakar habis, para penduduk terlihat jelas semuanya tiada," kata Phil Robertson dari HRW.
HRW juga mengkonfirmasi bahwa warga Muslim Rohingya telah diserang oleh warga Buddhis.
Juru bicara kepresidenan Zaw Htay mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah telah memperketat keamanan di Arakan, jam malam telah diberlakukan.
Foto yang diambil dari satelit itu menunjukkan kondisi distrik Kyaukpyu pada 9 Oktober 2012 dan pada 25 Oktober 2012.
Pada 9 Oktober, sebelum terjadi serangan, ratusan rumah masih bisa terlihat di semenanjung kota, serta sejumlah rumah perahu di sepanjang garis pantai utara.
Tetapi foto yang diambil pada hari Kamis (25/10/2012), distrik seluas 35 hektar itu hampir semuanya rata, rumah-rumah tak terlihat lagi, hanya beberapa perahu yang masih ada.
Seorang wartawan lokal yang mengunjungi tempat kejadia mengatakan kepada cabang BBC di Burma bahwa daerah tersebut benar-benar hancur, dengan sebagian rumah masih mengeluarkan asap.
Di distrik lainnya, dengan populasi sekitar 3.000, hanya terlihat tiang-tiang rumah dan batang-batang pohon yang hangus.
Menurut laporan sementara, lebih dari 360 Muslim telah gugur akibat serangan dari warga Buddhis yang dibantu pasukan keamanan sejak Ahad pekan lalu dan lebih dari 3500 rumah ludes dilalap api. Ratusan Muslim terpaksa dikuburkan secara massal dalam satu liang karena keterbatasan yang ada.
Ribuan Muslim lainnya yang masih hidup berusaha menyelamatkan diri mereka dengan pergi menggunakan perahu-perahu untuk mencari tempat yang aman, namun mereka juga harus menghadapi hambatan tambahan, yaitu dikejar-kejar dan dihalangi oleh warga Buddhis dan pasukan keamanan. (siraaj/arrahmah.com)

02.03
Dalam alkitab juga dijelaskan bahwa bangsa israel pernah disuruh untuk memilih antara Yahwe ELOHIM (dewa israel) atau Ammuru ELOHIM (dewa amorit):
(Yosua 24:15)
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Yahwe ELOHIM, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan melayani; ELOHIM bangsa israel {Yahwe ELOHIM} yang kepadanya nenek moyangmu melayani, atau ELOHIM bangsa Amorit {Amurru ELOHIM} yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan melayani Yahwe ELOHIM"
(Hakim 6:10)
"Akulah Yahwe, ELOHIM bangsamu, maka jangan takut dengan ELOHIM bangsa Amorit, yang negerinya kamu diami ini"

Ini menandakan adanya persaingan antar dewa-dewa teritorial, sama halnya dengan persaingan antar bangsa. Masing-masing dewa juga rebutan pengikut. Ini menunjukkan sifat yg sangat "duniawi" khas sifat dewa teritorial

YAHWE & BATAS TERITORIAL
Juga bisa diperhatikan dari sisi sejarah, bahwa ketika bangsa israel berada di tanah Mesir, Yahwe ELOHIM (dewa Yahwe) tidak ikut berada disana, melainkan mengirim Musa sebagai utusannya. Ini menandakan dewa Yahwe saat itu tidak mampu melewati batas teritorial kekuasaan ELOHIM bangsa lain, sehingga harus menggunakan Musa. Saat itu ELOHIM bangsa mesir adalah Neteru ELOHIM (dewa Anunnaki).

SIAPAKAH YAHWE MENURUT YESUS
Dalam kitab Gospel Yudas, Yesus sendiri menyatakan bahwa allah-allah yg disebut di Perjanjian Lama bukanlah Allah/Eloha yg sebenarnya, melainkan adalah dewa ("lesser god")
Dewa disini definisinya adalah entiti spiritual yg lebih superior drpd manusia tapi otoritasnya masih dibawah Tuhan
Dalam Gospel Yudas disebutkan pula bahwa Yesus dikirim sebagai Anak Allah yg sebenarnya, bukan sebagai salah satu dari dewa-dewa seperti Yahwe. Misi dari Yesus adalah menunjukkan bahwa penebusannya bertujuan untuk menghubungkan manusia langsung dengan Tuhan Allah.
Oleh karena itu di Perjanjian Baru sudah tidak ada lagi tertulis kata Yahwe, karena dengan adanya Yesus, manusia sudah bisa mengenal Tuhan tanpa harus melalui dewa-dewa seperti Yahwe.

YAHWE HILANG DI PERJANJIAN BARU
Salah satu bukti bahwa Yahwe bukanlah Tuhan yg esa, adalah tidak disebutkannya nama Yahwe sama sekali di Perjanjian Baru, padahal nama ELOHIM/Aloha/Eloha tetap ada.
(Wahyu 20:11)
"Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia {Eloha}, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya"
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang duduk di Tahta putih jelas bukan Yahwe. Namun Eloha yg esa. Kalau memang Yahwe pasti sudah dituliskan demikian.

Lalu dimanakah Yahwe di Perjanjian Baru? Kemungkinan dia kini hanyalah wujud satu dari tujuh roh bangsa2 yg disebut di ayat berikut ini.
(Wahyu 5:6)
"Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah {Eloha} yang diutus ke seluruh bumi."
Namun karena itu tidak tertulis, maka hanya asumsi saja. Yg jelas nama Yahwe jelas tidak ada tertulis.
Mungkin Yesus & para rasul tahu bahwa tidak relevan membawa dewa teritorial di dalam Perjanjian Baru.

01.53
Ini adalah sharing persepsi tentang Yahwe & tidak bermaksud untuk menjauhkan/mendiskreditkan pengikut Yahwe. Saya hanya sharing  persepsi ttg Yahwe dalam pandangan pengikut Yesus dgn berdasarkan ayat2 Alkitab ibrani.
Bisa kita diskusikan bersama sekiranya ada yg mengganjal. Karena saya terbuka terhadap pemikiran dari aliran apapun

KERANCUAN TERJEMAHAN
Dalam Alkitab terjemahan indonesia terjadi kerancuan karena kata Lord, God, ELOHIM semuanya dihajar jadi satu kata "Tuhan" inilah permasalahannya yg menyebabkan semua mengira Yahwe adalah Tuhan, padahal levelnya hanyalah setara dewa.

DEFINISI NAMA YAHWE
Untuk mengetahui siapakah Yahwe berdasar alkitab bisa dilihat dari kitab Mazmur bahasa ibrani yg asli (jangan terjemahan indonesia yg hantam kromo semua diganti jadi kata Tuhan):
(Mazmur 24:10)
"miy hu zeh melekh' hakavod?
Yehwah Tzevaot hu melekh' haka"
"Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?
Yahwe Tsevaot, Dialah Raja Kemuliaan!"

Arti dari kata Tsevaot (bentuk jamak dari tseva) adalah pasukan-pasukan.  Maka arti dari Yahwe Tsevaot adalah Yahwe yg merupakan bagian dari pasukan-pasukan.
Pasukan milik siapakah itu? tentu saja pasukan ELOHIM yg esa, oleh karena itu disebut juga Yahwe ELOHIM

ADA BANYAK DEWA / ELOHIM
Alkitab mengajarkan bahwa banyak ELOHIM-ELOHIM (allah-allah) lain selain Yahwe.
(Mazmur 82:1) "Allah {ELOHIM} berdiri dalam perhimpunan dewata, di tengah dewa-dewa {ELOHIM-ELOHIM} Iapun memutuskan hukum"

Bentuk jamak ELOHIM inilah yg diartikan sebagai dewa-dewa. Dalam alkitab bahasa inggris dewa-dewa diterjemahkan sebagai Gods.

Jadi dari Mazmur 82:1 ada pengertian ELOHIM (Allah yg esa) yg lebih superior & membawahi ELOHIM-ELOHIM (dewa-dewa).

YAHWE HANYALAH SATU DIANTARA BANYAK DEWA
Yahwe adalah bagian dari ELOHIM. Karena itu disebut Yahwe ELOHIM, yg artinya bagian dari ELOHIM. Tapi Yahwe itu sendiri bukanlah satu-satunya ELOHIM karena Alkitab (1 Raja-Raja 11:33) menyebutkan bahwa terdapat banyak ELOHIM-ELOHIM lain selain Yahwe ELOHIM, yg jika disebutkan sbb:
-Ashtoreth ELOHIM (allah/dewa bangsa Sidon)
-Chemosh ELOHIM (allah/dewa bangsa Moab)
-Milcom ELOHIM (allah/dewa bangsa Ammon)
-Yahwe ELOHIM (allah/dewa bangsa Israel)
Pada ayat 1 Raja-Raja 11:33 di atas kita mendapati nama allah-allah (dewa-dewa) berbagai bangsa. Dan dewa Yahwe meminta bangsa israel menyembah dia, seperti yg dilakukan Daud, dan bukan menyembah dewa bangsa lain.
Dalam 1 Raja-Raja 11:31, Yahwe sebagai dewa israel mengatakan dia akan membagi kerajaan Salomo menjadi 10 suku. Sebagai dewa bangsa israel tentu dia bisa melakukan ini, tapi belum tentu dengan bangsa lain dimana Yahwe bukan dewa-nya.

Di alkitab Yahwe sering mengatakan kepada bangsa israel untuk tidak menyembah ELOHIM bangsa lain. Misalnya disini:
(Ulangan 6:14)
"lo telkhun akharey Elohiym
akherym meelohey haamym asher sviyvoteykhem"
"Jangan menyembah {ELOHIM} lain yang disembah bangsa-bangsa yang tinggal di sekitarmu" <BIS>
"Janganlah kamu menyembah dewa-dewa {ELOHIM plural} dari pada segala dewata {ELOHIM plural} bangsa lain yang tinggal di sekitarmu" <TL>

(Ulangan 29:18)
"Pen-yesh bakhem iysh o-ishah o mish'pachah
o-sheve† asher l'vavo foneh hayom
meim *Yehwah Eloheym* lalekhet
laavod et-Eloheym haGoyim hahem
pen-yesh bakhem shoresh poreh rosh w'laanah"
"Sebab itu janganlah di antaramu (bangsa israel) ada laki-laki atau perempuan, kaum keluarga atau suku yang hatinya pada hari ini berpaling dari {Yahwe ELOHIM}, untuk pergi berbakti kepada ELOHIM bangsa-bangsa itu".

Pada ayat Ulangan 29:18 diatas terlihat bahwa alkitab versi ibrani tidak menyebut bahwa yg berkata adalah Tuhan (ELOHIM) saja, tapi Yahwe ELOHIM, yg menandakan perintah tersebut hanya berlaku untuk bangsa israel dimana Yahwe ELOHIM adalah dewa-nya, bukan Ashtoreth ELOHIM dsb, yg merupakan dewa bangsa lain.

Ayat-ayat diatas sudah menunjukkan adanya banyak ELOHIM lain selain Yahwe
Namun Yahwe mengatakan bahwa dialah ELOHIM yg harus disembah bangsa Israel (bukan bangsa lain)
Jadi ini menunjukkan bahwa yahwe bukanlah ELOHIM/Allah Esa yg universal itu, melainkan hanyalah dewa teritorial, yg kastanyanya dibawah "ELOHIM yg esa" namun lebih superior diatas manusia.
Oleh karena itu, sebagai salah satu dari sekian banyak dewa/ELOHIM ciptaan "ELOHIM yg esa", maka sudah wajar jika dewa Yahwe punya temperamen yg cemburu dengan dewa-dewa lain (Keluaran 34:14), terutama karena dewa Yahwe merasa sudah berjasa membebaskan bangsa israel dari mesir (keluaran 6:7), pasti hati dewa Yahwe tersakiti & cemburu seperti halnya seperti manusia (yg juga sama2 makhluk ciptaan Allah/ELOHIM yg esa) tentu juga akan marah kalau dikhianati. 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget