Latest Post

Tentara dan polisi Israel mengatakan tiga warga Israel telah tewas sejauh ini dan 18 orang terluka, termasuk 10 tentara.
Para pejabat Israel mengatakan bahwa Israel tidak tertarik pada “gencatan senjata sementara” karena ingin “,  kecuali dengan mendapat jaminan tegas tidak ada serangan roket lagi dari gaza yang melumpuhkan daerah yang di huni jutaan warga Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan serangkaian kontak dengan para pemimpin Inggris, Polandia, Portugal dan Bulgaria untuk melihat posisi dan keadaan Israel.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Netanyahu menegaskan para pemimpin tersebut bahwa “tidak ada pemerintah di dunia yang mau menempatkan warganya di tempat yang mana tempat tersebut penuh dengan ancaman resiko akibat serangan roket”
Militer Israel mengatakan bahwa tujuan dari operasi militer saat ini melumpuhkan kelompok bersenjata Palestina menembakkan roket ke Israel.
Kelompok-kelompok ini telah meluncurkan lebih dari enam puluh roket seluruh Sabtu. (zae)

NGANJUK, muslimdaily.net - Puluhan anak muda berbaring di atas karpet Kantor BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Nganjuk, Selasa (13/11/2012). Beberapa dari mereka ada juga yang sedang khusuk membaca kitab suci Al Qur'an. Anak-anak muda itu adalah santri Ponpes Darul Akhfiya, yang beralamat di Jalan Puntodewo Desa Kepuh Kecamatan Kertosono.
Mereka ditangkap karena dicurigai sebagai bagian dari gerakan terorisme. Benarkah mereka teroris seperti yang dituduhkan itu?
"Kami bukan teroris. Kami di Darul Akhfiya untuk menghafal Al Qur'an," kata Khoirul (18), santri yang sudah satu tahun belajar di Ponpes tersebut, seperti dilaporkan Itoday.
Khoirul merupakan warga asli Tulungagung. Oleh orang tuanya, ia disuruh belajar di Darul Akhfiya. Menurutnya, tidak ada hal yang aneh saat belajar di kelompoknya itu. Setiap hari, mereka selalu belajar mengaji, lebih spesifiknya menghafal Al Qur'an.
"Darul Akhfiya merupakan Ponpes Tanfidzil Qur'an (pengahafal Al Quran), jadi setiap hari kami diajari mengaji," katanya.
Lantas bagaimana dengan latihan bela diri yang digelar setiap petang? Khorul mengakui, semua santri ikut kegiatan bela diri itu. Akan tetapi, hal tersebut hanya sebagai sarana berolahraga saja, tidak lebih. "Bela diri kan olahraga. Jadi bukan sesuatu yang aneh," tambahnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Jito (19), santri Darul Akhfiya asal Sumbawa. Jito mengaku, sudah satu tahun belajar di Ponpes tersebut. Ia juga keberatan jika kegiatan yang dilakukannya dianggap membuat keresahan di masyarakat. Karena, kata Jito, kegiatan yang ia lakukan hanya mengaji. Sedangkan bela diri, hanya sebagai selingan saja.
"Olahraga bela diri itu hanya untuk kegiatan selingan saja. Kegiatan utamanya ya menghafal Al Quran. Dengan begitu ada keseimbangan antara jasmani dan rohani," katanya sembari menebar senyum.
Sementara Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko mengatakan bahwa anggota Gamis (Gabungan Masyarakat Islam) yang ada di Jalan Puntodewo Desa Kepuh Kecamatan Kertosono, Nganjuk sering melakukan latihan lempar pisau. Permainan lempar pisau terkategori sebagai kegiatan terorisme?

Gaza - Sebuah bom Israel meledak sekitar 100 meter dari lokasi Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Rabu sore waktu setempat atau Rabu malam waktu Indonesia, menewaskan dua orang serta melukai sejumlah warga sekitarnya lainnya.

"Ada 17 relawan Indonesia lainnya yang mengamankan diri di lantai dasar bangunan rumah sakit," kata Mohammad Husain, salah satu relawan Indonesia pekerja RS Indonesia-Gaza, yang dihubungi ANTARA Rabu malam dari Jakarta dengan telepon internasional.

Sementara 11 relawan lain yang sedang melaksanakan ru'yatul hilal penetapan awal Muharram di pantai Gaza terjebak di Masjid Gaza City menunggu situasi aman untuk kembali ke lokasi rumah sakit yang dibangun Medical Emergency Rescue Comittee (MER-C) tersebut.

Saat ini ada 32 relawan Indonesia yang ditugaskan Pondok Pesantren Al Fatah, Cileungsi, untuk menyelesaikan pembangunan RS Indonesia-Gaza, sebagai dukungan terhadap proyek kemanusiaan yang dilaksanakan oleh MER-C tersebut.

Sebelumnya, Ahmed Al Jabbari pimpinan tertinggi sayap militer Hamas, Brigade Izzudin Al Qassam, syahid dalam serangan Israel ke Gaza. Serangan tersebut menyebabkan sembilan warga Gaza tewas dan melukai lebih dari 13 orang, tujuh di antaranya mengalami luka serius.

Sampai berita ini diturunkan pesawat-pesawat tanpa awak dan F-16 Israel masih terus menggempur Jalur Gaza di beberapa daerah.

Serangan Rabu malam merupakan serangan susulan Israel ke Gaza setelah serangan pertama Selasa malam. Dalam berbagai pernyataannya, militer Israel menyatakan serangan-serangan yang telah dilaksanakan hanya merupakan pembuka bagi serangan darat.

18.14 ,
JAKARTA  – Penolakan konser Lady Gaga sejatinya bukan hanya kepentingan umat Islam, namun seluruh komponen umat beragama. Pasalnya diantara alasan penolakan Lady Gaga yang mengemuka adalah lantaran penyanyi asal AS itu menghina umat beragama.
“Seperti di Filipina dan tempat-tempat lainnya, ini bukan cuma permasalahan umat Islam  tapi ini permasalahan umat beragama karena kita ini berdasarkan Tuhan Yang Maha Esa. Maka hal-hal yang bertentangan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa ini harus kita tolak,” kata ustadz Bernard kepada voa-islam.com saat pemanasan aksi sejuta umat menolak Lady Gaga, Jum’at (25/5/2012).
Jika di Filipina gelombang protes penolakan Lady Gaga disuarakan umat Kristen lantaran pelecehan artis asal AS terhadap agama Kristen, namun anehnya di Indonesia umat Kristiani justru tak bereaksi.
“Itulah yang menjadi keheranan saya, agama mereka dilecehkan, dihina tetapi mereka tidak ada upaya untuk menolak Lady Gaga kecuali segelintir orang. Justru mereka yang dilecehkan kita umat Islam yang membela,” ungkap ustadz Bernard, mantan misionaris yang sekarang menjadi da’i.

Menurut ustadz Bernard yang menjadi koordinator aksi siang itu, bentuk pelecehan Lady Gaga adalah lewat lagu yang dinyanyikannya dengan judul Judas. Selain itu, yang paling parah Lady Gaga juga meletakkan simbol salib (mungkin tepatnya salib terbalik, red) di atas kemaluannya.  
“Bentuk pelecehannya itu pertama, dengan bentuk lagu berjudul Judas yang dinyatakan bahwa Judas ini kedudukannya lebih tinggi dari Yesus Kristus. Kedua, lambang simbol salib itu ada di atas kemaluan Lady Gaga,” tandasnya.
Pelecehan Lady Gaga terhadap Kristen
Seperti diketahui, dalam iman Kristen, Yudas adalah salah satu dari 12 murid Yesus yang telah berkhianat dengan menyerahkan Yesus demi 30 keping uang perak. “Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, u  kepada imam-imam kepala. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus,” (Matius 26 : 14-16).
Sedangkan Lady Gaga justru mencintai Judas (Yudas) yang mengkhianati Yesus dan menyebabkan kematiannya, hal ini tertera dalam lirik lagunya berjudul “Judas.”

In the most Biblical sense,
I am beyond repentance
Fame hooker, prostitute wench, vomits her mind
But in the cultural sense
I just speak in future tense
Judas kiss me if offenced,
Or wear an ear condom next time
I wanna love you,
But something's pulling me away from you
Jesus is my virtue,
And Judas is the demon I cling to
I cling to
Terjemahnya kurang lebih:

aku jatuh cinta pada Yudas
dari sudut pandang alkitabiah
aku jauh dari pertobatan
pelacur terkenal, wanita pelacur yang memuntahkan pikirannya
namun dari sudut pandang budaya
aku hanya berbicara dalam konteks masa depan
Yudas, cium aku saat terluka
atau pakailah kondom telinga lain waktu
aku ingin mencintaimu
tetapi sesuatu menjauhkanku darimu
Yesus adalah kebajikanku
Yudas adalah setan yang kupegang teguh

Sementara itu dalam video klipnya berjudul Alejandro inilah diperlihatkan bagaimana Lady Gaga mengenakan simbol salib terbalik  yang merupakan lambang setan di atas alat kelaminnya.

BRUSSEL  – Media massa Belgia memprediksikan jumlah warga muslim di negara tersebut akan meningkat pesat. Laporan media massa di Belgia menyebutkan jumlah warga muslim Belgia saat ini sampai tahun 2030 diperkirakan meningkat sampai sepuluh persen.
"Jumlah warga muslim di ibukota Brussel saat ini mencapai 22 persen dari total jumlah warga. Pada tahun 2030, jumlah tersebut akan mencapai angka 30 persen." Bunyi laporan sejumlah media massa di Belgia.
Sebuah penelitian yang dilakukan Uni versitas Katolik Louvain, Belgia menemukan fakta bahwa lebih dari 250 ribu penduduk Brussels memiliki akar Muslim. Jumlah ini berarti seperempat dari jumlah seluruh penduduk kota itu yang mencapai satu juta orang lebih.
Laporan sejumlah media massa itu menambahkan, "Jumlah warga muslim di Belgia lebih dari 627 ribu jiwa pada tahun 2012. Jumlah mereka akan mencapai satu juta seratus tujuh puluh ribu jiwa pada tahun 2030."
Gelombang migrasi warga muslim ke Belgia terjadi pada awal 1960an dari Maroko dan Turki. Pada akhir 1960an, gelombang migrasi warga muslim ke Belgia mengalir dari Aljazair. Berdasar data resmi pemerintah Belgia pada tahun 2004, umat muslim Belgia memiliki 328 masjid; 162 masjid di wilayah Flanders, 80 masjid di wilayah Wallonia dan 77 masjid di ibukota Brussel.
Jumlah masjid dan umat Islam di Belgia pada saat ini telah meningkat pesat dibanding data resmi tahun 2004 tersebut. Peningkatan jumlah warga muslim diikuti oleh peningkatan jumlah restoran dan toko halal, warga muslimah berjilbab dan aktivitas dakwah keislaman lainnya.
Warga muslim Belgia saat ini juga mulai terlibat dalam kegiatan politik. Pada pemilihan umum 14 Oktober lalu, Amir Kier (44), warga muslim Belgia keturunan Turki  terpilih sebagai walikota muslim pertama distrik San Jose, wilayah mayoritas muslim di ibukota Brussel.

DAMASKUS - Kelompok-kelompok Mujahidin Suriah bertambah lagi, sebuah brigade baru yang dinamai Al-Masih 'Alaihissalam (Nabi Isa 'Alaihissalaam) resmi dibentuk di Damaskus dan sedang berperang bersama Mujahidin lainnya dalam melawan pasukan rezim Bashar Assad dan sekutunya.
Peresmian brigade tersebut dipublikasikan melalui internet dalam sebuah video yang dipublikasikan di Youtube pada Ahad (21/10/2012).Yang menarik adalah penamaan nama Al-Masih itu sendiri. Mereka memilih nama Al-Masih berdasarkan keyakinan Aqidah Islam bahwa Nabi Isa 'Alaihissalam akan turun kembali ke bumi menjelang hari kiamat nanti di Damaskus, berdasarkan hadits dari Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam.
Dua brigade baru lainnya juga baru saja diresmikan, yaitu brigade Ansar Al-Syariah yang berbasis di Aleppo dan brigade Tuhid Al Islam yang berbasis di timur Ghouta.


 
Brigade Ansar al-Syariah

Brigade Tuhid Al Islam
 
Sementara itu pertempuran terus berlangsung di Damaskus dan Aleppo, dua wilayah yang sering menjadi target serangan-serangan pasukan rezim dan meletusnya pertempuran sengit antara Mujahidin dan pasukan loyalis Assad.
Pekan ini pertempuran meletus sejak Senin pagi ketika pasukan rezim berusaha menyerbu daerah Harasta, pinggiran kota Damaskus. Di Aleppo, pertempuran berkecamuk di barat daya distrik Salahuddin, di utara Iza'a dan di pusat kota tua.

DEIR EZZUR – Peristiwa mengharukan terjadi di wilayah Suyuf, pinggiran Deir Ezzur pada Sabtu (10/11). Jasad seorang warga bernama Yasin Abdul Karim Thaukan berhasil dievakuasi kaum muslimin setelah terbaring selama tiga bulan di dekat posko keamanan Suyuf. Jenazahnya hanya menyisakan tulang belulang dan sisa pakaian.
Yasin Abdul Karim Thaukan ditembak mati oleh sniper militer rezim Suriah di dekat posko pemeriksaan desa Suyuf, pinggiran Deir Ezzur tiga bulan yang lalu. Jenazahnya ditelantarkan begitu saja. Tidak seorang pun warga yang berhasil mengevakuasi jenazahnya karena keganasan militer rezim Suriah di posko keamanan setempat.
Mujahidin FSA baru berhasil memukul mundur pasukan rezim Suriah dari posko tersebut pada Sabtu kemarin. Saat itulah mujahidin FSA dan warga sekitar berhasil mengevakuasi jenazah Yasin. Terbaring tiga bulan penuh di tanah, jenazah Yasin tinggal menyisakan bentuk tulang-belulang dan sisa-sisa pakaiannya saja. Warga setempat bisa mengidentifikasi jenazah tersebut dari kartu identitas yang ada di saku pakaiannya.
Inilah salah satu bukti kebiadaban rezim Nushairiyah Suriah. Mereka membunuhi warga sipil muslim yang tak berdosa. Mereka membunuh korban dan mencegah warga untuk mengevakuasi jenazahnya.



RAQQA  – Rezim Nushairiyah Suriah kembali menunjukkan kebiadaban dan dendam yang telah mendarah daging kepada muslim sunni. Salah satu buktinya, tentara rezim Suriah mencincang dan memutilasi jenazah mujahidin FSA yang gugur dalam pertempuran di kota Raqqa, propinsi Idlib pada Jum'at (2/11).
Jenazah seorang mujahidin FSA tergeletak di tengah ladang saat baku tembak masih berkecamuk dengan sengit di kota Raqqa pada hari Jum'at. Beberapa tentara rezim Suriah kemudian datang ke lokasi tersebut. Beberapa orang di antara mereka nampak berjaga-jaga dan masih bersiap menembak.
Salah seorang di antara mereka kemudian mendekati jenazah sang mujahid. Dengan kuat, berulang kali ia menghunjamkan bayonetnya ke dada jenazah sang mujahid. Ia meluapkan kemarahan dan kedengkiannya dengan berteriak-teriak.
"Lihatlah, lihatlah, kami tidak takut dengan Allahu akbar," kata tentara tersebut dengan congkak.
Tak puas dengan menusuk-nusuk bagian dada, ia kembali menghujani wajah jenazah sang mujahid dengan tikaman bayonet secara berulang kali. Tapi ia belum puas juga. Rompi di dada jenazah itu dilepaskannya dan ia kembali menusuknya berulang kali dengan bayonet. Tak lama kemudian ia mengiris leher jenazah sang mujahid.
Penistaan dan mutilasi terhadap jenazah para syuhada' mujahidin Islam dan FSA juga dilaporkan para aktivis kemanusiaan di sejumlah wilayah Suriah lainnya. Dalam akidah agama Syiah Rafidhah dan Syiah ekstrim seperti Nushairiyah, membunuh muslim sunni merupakan bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Inilah akhlak perang agama Rafidhah dan Nushairiyah.
Video: 



02.13
 Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

”Pak kyai, sebagai non muslim, saya suka bertanya-tanya, Islam itu suka ngada-ngada ya?”, seorang dengan penampilan khas pendeta tiba-tiba menghadang kyai, lepas kyai memberikan ceramah.

Kyai : ”Ngada-ngada bagaimana?”, kyai heran@#%??
Kok bisa-bisanya ada orang tanpa permisi maen nyelonong kaya begitu.
Mancing-mancing keributan lagi.

pendeta: ”Babi kan diharamkan dalam Islam”,
orang itu menangkap ceramah kyai soal keharaman babi.
Rupanya orang ini memang punya niat melempar masalah,
bukan sekedar mancing-mancing.

Kyai: ”Betul”, kyai menanggapi adem.

pendeta: ”Tapi kok, Allah yang mengharamkan babi, malah nyiptain babi?
Ini kan buang-buang energi namanya. Sudahdiharamkan, diciptakan juga”
orang itu segera menumpahkan isi hatinya.

“Wah, reseh nih orang kata kyai dalam hati”.

kyai: ”Kan larangan makan babi memang untuk orang Islam”, kyai masih anteng menanggapi tanpa ekspresi.

pendeta: ”Tapi kan yang nyiptain babi tuhannya orang Islam”,
orang ini seolah bernafsu menekuk kyai dengan cecaran jurus-jurus silat lidahnya yang masih kelihatan kaku. Mungkin sedang nyoba ilmu.

kyai: ”Loh, memang tuhan anda tidak bisa bikin babi ya?”,
kyai mulai pasang kuda-kuda dan melempar jurus dasar.

pendeta: ”Bisa. Tapi sudah cukup diwakili tuhannya Kyai”, orang itu mampu berkelit.

kyai: ”Oooo begitu”, kyai mundur sedikit. Otaknya mulai bekerja lebih serius.

pendeta: ”Iya laah, ngapain cape-cape kalo ada yang bisa menyediakan fasilitas”, orang ini semakin mengumbar jurus porovokasi. Pede sekali dia. Saking pedenya, disangkanya dia pasti akan berhasil melumpuhkan otak kyai kampung itu. Dia belum sepenuhnya tahu, kyai memang orang kampung, tapi otaknya seperti lulusan Al-Azhar, Kairo, Mesir. Mesir yang sekarang lagi banyak demo anti Husni Mubarak.

kyai: ”Trus, apa aja yang dibikin tuhan anda”,
cling! tiba-tiba lampu bohlam di dalam kepala kyai menyala.

pendeta: ”Banyak laaah”., begitu confident.

kyai :”Apakah anda diciptakan oleh tuhan anda”, kyai kembali mengeluarkan jurus dasar.

pendeta: ”Ooo pasti. Manusia itu lebih mulia dari apapun. Apalagi dibanding babi. Makanya tuhan saya engga menciptakan babi, tapi memilih menciptakan manusia”, orang itu menangkis berlebihan.

kyai: ”Apakah isteri anda juga diciptakan tuhan anda?”

pendeta: ”Isteri?... ohh, maaf saya tidak menikah”, nah, akhirnya orang itu terperosok.

Kyai: ”Kalo soal nikah atau tidak, itu urusan anda. Maksud saya apakah wanita juga diciptakan tuhan anda?”,

pendeta: ”Iya laaaah, wanita juga kan manusia”,
tidak disadari, kesalahan besar yg sudah pendeta tersebut lakukan .

Kyai: ”Tapi, mengapa sampeyan tidak menikah?”
pukulan telak. Kyai memutar balik kata-kata orang itu.
pendeta: ”Dalam agama saya, saya adalah manusia suci dan dalam posisi yang tidak dibolehkan menikah”, pendeta itu masih menyimpan sisa-sisa keberaniannya. Dan tetap berkelit…

Kyai: ”Mengapa begitu?”, kyai memancingnya pendeta agar semakin berani.

pendeta: ”Agar saya tetap fokus melayani tuhan”, orang itu makin tersudut, tapi masih belum sadar bahwa ia tersudut.

Kyai: ”Tapi mengapa tuhan anda memciptakan wanita, padahal anda- sendiri tidak boleh menikah. Melarang menikahi wanita, malah nyiptain wanita. Ini kan buang-buang energi namanya”, umpan terakhir diberi kyai.

pendeta: ”bukan begitu kyai,  itu berlaku hanya untuk saya. Yang laen tidak. Silahkan menikah. Kalo babi kan haram untuk semua orang Islam”

Kyai: ”Lhaa ... ya sudah. Babi itu kan haram untuk semua umat Islam saja dan orang orang yang tau mana yang baik dan yg tidak, tidak untuk yg lainnya. Silahkan kalau anda mau makan babi kalo memang doyan. soalnya babinya saja kaga protes dijadiin sebagai hewan yang haram, dan jika anda mau bertanya kepada  orang yg mengetahui ilmu tentang hewan dan bibit bibit penyakit Insya Allah anda akan berhenti mengkonsumsi Babi, karna Islam tidak mengharamkan sesuatu melainkan didalam sesuatu tersebut terdapat mudharat yg jauh lebih besar dibanding manfaatnya ^_^


” Wallahu a’lam bishowab”


Silahkan DICOPAS atau DI SHARE, ..
jika menurut sahabat cerita ini bermanfaat ....

Bagaimana dan di Masjid atau di Lapangan ?, Shalat Idul Fitri adalah salah satu dari 2 hari raya besar umat Islam yang mana shalat pada hari ray... on Thursday, August 16, 2012. Saat Ini : Rukun Shalat Idul Fitri, Jumlah Takbir, Masbuqnya Bagaimana dan di Masjid atau di Lapangan ?.


Berikut ini beberapa penjelasan ringkas mengenai tata cara melaksanakan shalat Ied mulai dari sunnah sebelumnya hingga jumlah takbir dan rukun Khutbah yang disyariatkan dalam shalat Iedul Fitri.

Semoga artikel berikut ini menjadi salah satu artikel yang bermanfaat bagi anda dan segenap umat muslim yang membuthkan jawaban, ( Tentu saja bertanya secara tatap muka kepada seorang ustats / ualama` adalah lebih utama ). Silahkan mengambil saridan manfaat dari artikel yang bertajuk "Shalat Iedul Fitri - Rukun dan Cara melaksanakannya berikut ini." Semoga bermanfaat. Wallahu A`lam.

Sholat Iedul Fitri, di Masjid atau di Lapangan?

Para fuqoha telah sepakat bahwa semua tempat yang bersih dan bisa menampung jama’ah yang banyak jumlahnya bisa dipergunakan sebagai tempat untuk melaksanakan sholat Ied. Baik itu di Masjid atau di tanah lapang. Namun demikian, mereka menyatakan pelaksanaan sholat tersebut di tanah lapang adalah lebih utama, karena biasanya bisa menampung jumlah jamaah yang lebih banyak.

Dalilnya adalah hadits shahih berikut ini:

Dari Abi Sa’id Al-Khudri r.a. mengatakan, “Biasa Rasulullah SAW keluar pada hari raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha ke mushalla dan pertama-tama yang dikerjakan shalat ‘ied kemudian berdiri menghadap kepada orang-orang untuk menasehati mereka dan mengajarkan kepada mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits shahih ini tegas menyebutkan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan shalat Ied di mushalla. Tapi pengertiannya bukan seperti yang kita sering sebut sekarang ini, yaitu bangunan yang mirip masjid tapi lebih kecil. Mushalla yang dimaksud di masa beliau adalah shakhra'', yaitu tanah yang luas di padang pasir.

Meski beliau tinggal di Madinah, di samping masjid An-Nabawi, namun shalat Ied tidak dilakukan di dalamnya. Sebaliknya, shalat itu dilakukan di padang pasir yang luas, sebagaimana yang biasa dilakukan pada saat shalat istisqa'' dan lainnya.

Berlandaskan hadits di atas, maka kebanyakan ulama menetapkan bahw shalat Ied harus dilakukan di tanah lapang. Sesuai contoh dari nabi SAW tersebut.

Namun sebagian ulama lainnya tidak menjadikan padang pasir sebagai syarat sahnya shalat Ied. Bagi mereka, baik di masjid maupun di padang pasir, keduanya sah-sah saja untuk dijadikan tempat shalat Ied. Meski tetap lebih utama bisa dilakukan di padang pasir.

Hanya saja fuqoha madzhab Syafi’i menyatakan bahwa keutamaan sholat ''Ied di tanah lapang hanya berlaku jika memang masjid yang biasa digunakan untuk melakukan shalat terlalu sempit.

Sedangkan jika masjid tersebut luas, maka melaksanakan shalat di masjid adalah lebih utama sebagaimana yang biasa dilakukan di Masjidil Haram.

Alasan mereka karena masjid itu pastilebih bersih dan lebih mulia dari pada tanah lapang.

Al-Imam An-Nawawi, salah satu ulama dari kalangan mazhab As-syafi''i menukil dalam kitabnya, Al-Majmu'' Syarahul Muhazzab, perkataan Imamnya: Sendainya masjid cukup luas dan shalat dilakukan di tanah lapang, tidak ada masalah. Sedangkan bila masjid itu sempit tapi tetap dilakukan shalat Ied di dalamnya, maka dibenci.

Sebab bila masjid ditinggalkan dan shalat di padang pasir, tidak akan menimbulkan kemudharatan. Sebaliknya, bila masjid sempit tapi tetap saja dilakukan shalat Ied di dalamnya, orang-orang akan berdesakan, bahkan bisa jadi sebagiannya akan tertinggal.

Keterangan seperti ini bisa kita baca lebih luas di dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyah jilid 27 halaman 245.

Rukun Khutbah Shalat Iedul Fitri

Sebenarnya dari segi rukun, tidak ada perbedaan antara khutbah hari raya dengan khutbah jumat. Rukun khutbah Jumat ada lima, yaitu: mengucap hamdalah, bershalawat kepada nabi Muhammad SAW, menyampaikan pesan atau wasiat, membaca ayat Al-Quran dan berdoa mohon ampunan umat umat Islam.

Namun dari segi syarat, harus diakui bahwa khutbahdua hari rayamemang agak berbeda ketentuannya dengan khutbah Jumat. Kalau dilihat dari syaratnya, khutbahdua hari rayamemang lebih ringan dan lebih mudah dibandingkankhutbah Jumat.

Para ulama telah menuliskan beberapa perbedaankedua jenis khutbah itudi dalam banyak kitab fiqih. Antara lain yang kita kutip dari kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu jilid 2 halaman 1403 karya Dr. Wahbah Az-Zuhaili.

Berikut petikannya:

1. Khutbah Jumat dilakukan sebelum shalat Jumat dilaksanakan, sedangkan khutbahdua harirayadilakukan setelah shalat. Dalilnya adalah sebagai berikut:

Dari Ibnu Umar ra berkata, "Sesungguhnya nabi SAW, Abu Bakar, Umar dan Utsman (ridhwanullahi ''alaihim) melakukan shalat ''Ied sebelum berkhutbah. (HR Bukhari dan Muslim)

Bahkan jumhur ulama selain Al-Hanafiyah mengatakan bila khutbah dilakukan terlebih dahulu dari shalatnya, maka hukumnya tidak sah. Dalam kasus itu, disunnahkan untuk mengulangi khutbah setelah shalat.

2. Sunnah di dalam khutbah dua hari raya adalah memulai dengan takbir, sedangkanpada shalat jumat, khutbah dibuka dengan ucapan hamdalah.

Menurut jumhur ulama, pada khutbah yang pertama, disunnahkan untuk mengucapkan takbir 9 kali berturut-turut dan pada khutbah yang kedua sebanyak 7 kali berturut-turut.

Dalilnya adalah hadits berikut ini:

Dari Said bin Mansur bin Ubaidillah bin ''Atabah berkata, "Imam bertakbir 9 kali pada dua hari raya sebelum berkhutbah dan 7 kali pada khutbah yang kedua.

Sedangkanshalat Jumat tidak didahului dengan takbir melainkan dengan mengucapkan hamdalah. Danmengucapkan hamdalahtermasuk rukun yang bila ditinggalkan, khutbah jumat menjadi tidak sah menurut Asy-Syafi''iyah dan Al-Hanabilah. Namun hamdalah hukumnya sunnah menurut Al-Hanafiyah serta mandub menurut Al-Malikiyah.

3. Di dalam khutbah dua hari raya, disunnahkan juga buat jamaah yang hadir untuk ikut bertakbir saat khatib membuka khutbahnya dengan takbir, meski dilakukan cukup secara perlahan (sirr).

Sedangkan di dalam khutbah jumat, haram hukumnya berbicara apapun meksi untuk berzikir. Dan hal ini telah disepakati oleh jumhur ulama.

4. Di dalam khutbah dua hari raya, khatib tidak disunnahkan untuk duduk begitu naik ke atas mimbar. Khatib langsung mulai khutbahnya tanpa ada sunnah untuk duduk sebentar seperti pada khutbah jumat.

Sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam khutbah jumat, begitu khatib naik mimbar dan mengucapkan salam kepada jamaah, disunnahkan untuk duduk sebentar dan muadzdzir mengumandangkan adzan.

Sedangkan khutbah dua hari raya, begitu naik mimbar, maka langsung saja membacakan khutban, tidak ada sunnah untuk duduk sebentar seperti dalam khutbah Jumat.

5. Dalam menyampaikan khutbah dua hari raya, tidak ada syarat bagi khatib untuk suci dari hadats seperti dalam khutbah Jumat, sehingga dibolehkan menyampaikan khutbah meski tidak dalam keadaan suci.

Sehingga misalnya khatib sedang khutbah dua hari raya, lalu karena satu dan lain hal, tiba-tiba wudhu''-nya batal, maka dia boleh meneruskan khutbahnya.

Berbeda dengan khutbah Jumat, bila khatib batal wudhu''-nya karena satu dan lain hal, maka dia harus berwudhu'' lagi. Karena syarat sah khutbah Jumat adalah suci dari hadats kecil (dan besar tentunya).

Berwudhu'' atau suci dari hadats khutbah dua hari raya hukumnya sunnah, bukan wajib atau syarat sah.

6. Tidak disyaratkan bagi khatib dalam khutbah dua hari raya untuk berdiri. Dia boleh melakukannya sambil duduk. Namun tetap disunnahkan untuk berdiri, meski bukan rukun atau syarat.

Sedangkan dalam khutbah Jumat, khatib harus berdiri ketika menyampaikan khutbahnya, karena berdiri termasuk rukun khutbah.

7. Khutbah dua hari raya tidak disyaratkan terdiri dari dua khutbah. Sedangkan khutbah jumat diharuskan terdiri dari dua khutbah. Namun jumhur ulama tetap mengatakan bahwa meski tidak disyaratkan, namun hukumnya tetap sunnah untuk menjadikan khutbah dua hari raya terdiri dari 2 khutbah.

8. Juga tidak disyaratkan untuk duduk sejenak di antara dua khutbah. Hukumnya bukan rukun atau kewajiban, namun hukumnya adalah sunnah untuk duduk di antara dua khutbah seperti layaknya khutbah Jumat.

Sedangkan di dalam khutbah Jumat, duduk di antara dua khutbah diharuskan.

Hukum Mengukuti Khutbah Dua Hari Raya

Namun pada hakikatnya, menurut para ulama, hukum untuk mengikui khutbah dua hari raya sebenarnya bukan rukun dan juga bukan kewajiban. Melainkah hukumnya sunnah. Sehingga bila ada jamaah yang selesai shalat langsung pulang dantidak hadir mendengarkan khutbah, sesungguhnya shalatnya sudah sah.

Namun demikian, tetap disunnahkan untuk hadits mendengarkan khutbah dua hari raya, karena pasti akan sangat berguna dan itulah yang dilakukan oleh para shahabat nabi ridhwanullahi ''alaihim.

Dalilnya adalah sabda nabi Muhammad SAW berikut ini:

Dari Atha'' bin Abdillah bin As-Saib berkata, "Aku hadits bersama nabi SAW pada shalat hari raya, ketika shalat selesai beliau SAW bersabda, "Kami akan berkhutbah, bagiyang ingin mendengarkan, silahkan mendengarkan. Namun bagi yang ingin pergi, silahkan pergi. (HR Ibnu Majah dengan isnad yang tsiqah)

Hadits ini selain diriwayatkan oleh Ibnu Majah, juga diriwayatkan oleh Abu Daud dan An-Nasa''i. Namun beliau mengatakan bahwa hadits ini mursal. Silahkan periksa di dalam kitab Nailul Authar jilid 3 halaman 305.

Namun keberadaan khutbah dua hari raya itu sendiri tetap harus ada. Karena yang namanya shalat dua hari raya memang harus dengan khutbah.

Jumlah Takbir Shalat Idul Fitri

Kita mengenal ada tiga jenis atau tiga nama takbir.

1. Takbir Al-Ihram

Takbir ini sering kita sebut dengan digabungkan menjadi takburatulihram. Takbir itu artinya mengucapkan lafadz Allahu Akbar. Dan kata Ihram berarti mengharamkan.

Sehingga makna takburatulihram adalah takbir untuk mengharamkan. Lho, mengharamkan apa?

Maksudnya mengharamkan diri kita dari hal-hal yang merusak shalat, seperti makan, minum, berbicara dan lainnya. Jadi fungsi dasar dari takbiratulihram adalah sebagai pembuka atau garis start sebuah shalat. Dengan lafadz takbratulihram itu maka shalat secara sah telah dimulai.

Secara status dan kedudukannya, hukum takbiratulihrambukan sunnah, juga bukan wajib, melainkah merupakan rukun dari suatu shalat. Di mana tanpa takbir ini, shalat menjadi tidak sah. Dalilnya adalah:

Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Kunci shalat itu adalah kesucian (thahur) dan yang mengharamkannya (dari segala hal di luar shalat) adalah takbir." (HR Abu Daud dan Tirmizy dengan isnad yang shahih)

Dari Rufa`ah Ibnu Rafi` bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak syah shalat serorang hamba hingga dia berwudhu` dengan sempurna dan menghadap kiblat lalu mengucapkan Allahu Akbar. (HR Ashabus Sunan dan Tabarany)

"Bila kamu shalat maka bertakbirlah." (HR Muttafaqun Alaihi).

2. Takbir Al-Qiyam

Takbir jenis kedua disebut dengan istilah takbir qiyam. Qiyam artinya bangun. Maksudnya takbir ini diucapkan pada saat seseorang bangun untuk berdiri setelah sebelumnya berada dalam posisisujud ataududuk tahiyat pada rakaat sebelumnya. Dan termasuk ke dalam jajaran takbir intiqal, yaitu takbir yang mengiringi perpindahan gerakan shalat.

Secara status, hukumtakbir ini sunnah bukan merupakan kewajiban atau rukun shalat. Artinya, ketika seseorang tidak mengucapkannya, maka tidak merusak shalat tersebut. Dalilnya adalah:

Dari Ibnu Mas''ud ra berkata, "Aku melihat nabi SAW bertakbir setiap bangun atau turun, baik berdiri atau duduk." (HR Ahmad, An-Nasai dan At-Tirmizy dengan status shahih).

Kecuali pada saat bangun dari ruku'', maka bacaannya adalah "Sami''allahu liman hamidah." Maknanya, Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya.

3. Takbir Khusus Shalat ''Ied

Di luar kedua takbir di atas, adalah lagi jenis takbir yang ketiga. Takbir itu adalah takbir sunnah, bukan wajib, yang secara khusus dianjurkan untuk dilafadzkan pada saat kita sedang melakukan shalat ''Iedul fitr atau ''Iedul Adha.

Sekali lagi ditegaskan, takbir ini berbeda dan bukan termasuk kedua takbir di atas. Dalilnya secara khusus adalah hadits berikut ini:

Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Takbir ketika sholat Ied 7 kali di rakaat yang pertama dan 5 kali di rakaat yang kedua” (HR Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi)

Lihat juga kitab Shahih Sunan Abu Daud No. 1020 dan Shahih Sunan Ibnu Majah 1056.

Dari Amr bin Syu''aib dari ayahnya dan dari kakeknya radhiyallahu ''anhum berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Takbir di sholat Iedul Fitri tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali di rakaat yang kedua. Dan membaca ayat Al-Quran sesudah takbir pada keduanya” (HR Abu Daud, lihat Shohih Sunan Abu Daud No. 1018)

Para ulama seperti Asy-syafi''i mengatakan bahwa sunnahnya diucapkan 7 kali di rakaat pertama dan 5 kali di rakaat kedua. Tempatnya bila dalam rakaat pertama adalah setelah takbiratulihram dan sebelum membaca doa iftitah dan bacaan Al-Fatihah.

Sedangkan bila di dalam rakaat kedua, tempatnya setelah takbir qiyam dari rakaat pertama, sebelum membaca surat Al-Fatihah.

Maka isykal diharapkan sudah selesai dengan penjelasan ini. Sunnah melafadzkan takbir 7 kali di rakaat pertama DILUAR takbiratulihram. Bukan delapan kali tetapi 7 kali. Sedangkan takbiratulihram tidak dihitung. Tetapi kalau mau dihitung juga, ya jadi 8 kali takbir memang.

Dan sunnah juga melafadzkan takbir 5 kali DILUAR takbir qiyam. Dengan syarat, takbir bangun dari sujud tidak dihitung. Tapi kalau dihitung juga, ya jadi 6 kali takbir.

Tapi kita sepakat bahwa takbiratulihram dan takbir qiyam tidak diikutkan dalam hitungan.

Jika Ada yang Masbuk dalam Shalat Ied

Salah satu yang membedakan shalat ‘Ied dengan shalat lainnya adalah adanya beberapa kali takbir di awal tiap rakaat. Baik rakaat pertama atau pun rakaat kedua. Di dalam hadits Rasulullah SAW, memang ada disebutkan masalah ini:

Dari Katsir dari Ayahnya dari Kakeknya bahwa Rasulullah SAW dalam shalat Iedain dalam rakaat pertama melakukan takbir 7 kali sebelum qiraah dan dalam rakaat kedua bertakbir 5 kali sebelum qiraah. (HR. Turmuzi, Abu Daud, Ibnu Majah)

Juga ada keterangan yang menyebutkan bahwa disunnahkan untuk mengangkat tangan pada saat takbir-tabkir itu dilakukan. Dalilnya adalah:

Dari Umar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW mengangkat tangan pada setiap takbir dalam shalat ‘Ied. (HR Baihaqi dalam hadits mursal dan munqathi’)

Sedangkan pada setiap jeda antara satu takbir dengan takbir lainnya, disunnahkan untuk membaca tasbih, tahmid dan tahlil seperti lafaz ‘Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallah). Lafaz ini juga dikenal dengan istilah ‘al-baqiyatush shalihat’. Sebuah istilah yang ada dalam ayat Al-Quran Al-Karim:

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi ‘al-baqiyatush shalihat’(amalan-amalan yang kekal lagi saleh) adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS Al-Kahfi: 46)

Kasus Makmum Ketinggalan Takbir

Dalam mazhab Al-Malikiyah disebutkan bahwa bila seorang makmum ketinggalan dalam mengikuti imam dalam takbir shalat ‘Ied, maka selama imam masih bertakbir, hendaknya dia diam saja dan baru bertakbir saat imam sudah selesai membaca takbir atau sudah mulai membaca Al-fatihah.

Tetapi bila seorang makmum bergabung dengan shalat sebagai masbuk, di mana imam sudah selesai bertakbir dan sudah membaca Al-Fatihah atau ayat Al-Quran Al-Karim, maka dia boleh bertakbir sendiri setelah takbiratul ihram lalu mengikuti imam.

Hal seperti juga dikerjakan bila dia tertinggal satu rakaat dan baru ikut shalat dengan imam pada rakaat kedua.

Khusus bagi makmum yang tertinggal dua rakaat, yaitu yang tidak sempat ikut ruku'' bersama imam pada rakaat kedua, maka makmum itu harus mengqadha’ sendirian shalatnya itu dengan melakukan shalat dua rakaat setelah imam selesai salam. Juga dengan bertakbir 6 kali di rakaat pertama dan 5 di rakaat kedua. (Mazhab Al-Malikiyah berpendapat bahwa takbir pada rakaat pertama itu 6 kali selain takbirtaul ihram).

Dalam mazhab Asy-Syafi`iyah disebutkan bahwa orang yang masbuk di dalam shalat ‘Ied atau tertinggal sebagian shalat hendaknya bertakbir pada saaat setelah selesai mengqadha’ apa yang dia tertinggal.

Dalam mazhab Al-Hanabilah disebutkan bahwa makmum yang mendapati imam sudah selesai bertakbir atau sudah dalam bertakbir, maka dia tidak perlu bertakbir. Hal yang sama juga bila dia mendapati imam sudah ruku''. Hal itu karena tempat untuk takbir sudah terlewat. Dan makmum yang masbuk bertakbir bila makmum itu sudah menyelesaikan qadha’ atas apa yang tertinggal.

Semua itu merupakan kesimpulan dari para ahli ilmu dengan dalil hadits:

Apa yang bisa kamu dapati bersama imam maka shalatlah, sedangkan apa yang terlewat/tertinggal, maka qadha’lah.

Wallahu a''lam bishshawab, wassalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget