Latest Post

AMERIKA SERIKAT.(voa-islam.com) – Senin , 19 November 2012, harian Amerika mengungkapkan bahwa brigade Izuddina Al-Qassam, sayap militer Hamas, semakin terorganisir dan professional. New York Times menambahkan dalam pernyataannya bahwa Al-Qassam mengaku hal tersebut semenjak sistem pelatihan diautur oleh komadan Ahmad Al-Ja’bary , mata rantai komandao semakin jelas, juga menjadi lebih institusional.
Al-Ja’bary menikmati persenjataan militer yang senantiasa meluas yang dapat mencakupi 15 ribu pejuang  yang merupakan simbol upaya Hamas untuk mencapai keseimbangan ketika ia menjadi gerakan perlawanan dan perannya sebagai pemerintah di jalur Gaza semenjak tahun 2007.
Harian tersebut mengutip perkataan Adnan Abu Umar, dejan jurnalisme dan dosen dalam ilmu politik di universitas Al-Ummah “Bukanrahasia lagi kalau Al-Qassam memiliki kata-kata terakhir di Gaza” tuturnya. Harian tersebut menambahkan Al-Ja’bary selama beberapa tahun terakhir memperkuat kekuatan politik brigade Al-Qassam , sebagaimana ia juga menjadi pahlawan rakyat yang mana fotonya menghiasi poster – poster dan spanduk – spanduk di seluruh sector Gaza, yang membuatnya bekerja dengan struktur yang desentralisasi sampai ia meninggalkan kepemimpinananya”.
Brigade Al-Qassam menyebutkan pembagian – pembagian selnya di enam wilayah geografis. Setiap daerah yang menentukan pemimpinnya adalah Al-Ja’bary, dan setiap daerah memiliki artileri, anti-tank dan peawat. Begitu juga dengan personal, setiap daerah memiliki sniper, infantry, detasmen khusus komunikasi, logistik, iteligen, persenjataan dan hubungan masyrakat.(usamah/islam) 

BETHLEHEM, ISRAEL (voa-islam.com) - Seorang tentara Israel tewas pada Selasa (20/11/2012) oleh roket yang ditembakkan para pejuang Palestina dari Jalur Gaza, militer Israel mengatakan.

Mereka mengidentifikasi korban sebagai Yosef Fartuk, 18-tahun, dari Immanuel permukiman Israel di Tepi Barat utara.

Dia tewas oleh sebuah roket yang ditembakkan yang dari Gaza ke Eshkol Regional Council, kata pernyataan militer.

Seorang pria Israel lain, pekerja konstruksi  untuk kementerian pertahanan Israel, juga tewas pada Selasa setelah sebuah roket meledak di dekat Beersheba, The Times of Israel melaporkan.

Seorang pria lain dilaporkan terluka dalam serangan itu.

Tentara mengklaim sebelumnya bahwa lima tentara Israel luka ringan hingga sedang oleh sebuah roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza, tanpa menentukan lokasi. (an/mn)

Permusuhan antara Israel dan Hamas telah menemukan medan perang baru: Media sosial.
Asap membubung menyusul serangan Israel di kota Gaza, Kamis (15/11). (AP/Hatem Moussa)


Israel melancarkan lebih dari 200 serangan udara atas Jalur Gaza hari Sabtu, selagi tembakan roket militan Hamas terus melumpuhkan Israel selatan.
Asap hitam mengepul ke udara setelah pesawat-pesawat tempur Israel menyerang kantor perdana menteri, kantor polisi, dan kediaman komandan militer, serta gudang dan terowongan penyelundupan senjata di Gaza. (foto: 11/17/2012).



​​Hamas yang diserang habis-habisan terus berusaha menyerang balik. Suara sirine serangan udara bergema di Israel selatan, ketika orang-orang Palestina menembakkan puluhan roket ke seberang perbatasan Gaza. Suara sirine itu membuat warga Israel berlarian ke tempat-tempat perlindungan , sehingga jalan-jalan menjadi lengang.

Khalil al Hayya, seorang pemimpin Hamas di Gaza, mengatakan, Palestina bertindak untuk membela diri dan tidak akan menyerah. Ia mengatakan, “negara Zionis membunuh laki-laki, perempuan, dan anak-anak … dan perang tidak akan berakhir sampai Palestina dan Yerusalem merdeka.’

Operasi udara Israel dimulai Rabu dengan membunuh pemimpin militer Hamas dalam sebuah serangan udara, setelah serangan roket beberapa hari. Setelah itu, serangan udara Israel di Jalur Gaza dan serangan roket Hamas ke Israel semakin gencar.

Konflik itu meningkat hari Jumat, ketika Palestina menembakkan roket yang jatuh di dekat Yerusalem untuk pertama kalinya. Beberapa roket juga ditembakkan ke Tel aviv. Kedua kota itu sebelumnya tidak bisa dicapai oleh roket-roket Palestina. Namun, Hamas menyelundupkan roket-roket jarak jauh buatan Iran.

Karena roket-roket yang ditembakkan dari Gaza tidak henti-hentinya, kabinet Isreal mengizinkan militer untuk mengaktifkan 75.000 tentara cadangan.

Israel telah menempatkan tank-tank dan berbagai kendaraan lain berlapis baja di perbatasan serta menutup jalan-jalan utama di sekitar Jalur Gaza. Itu mengisyaratkan Israel siap melancarkan serangan darat ke wilayah Palestina.

Pejabat-pejabat Palestina mengatakan sudah 40 orang tewas di Gaza, termasuk militan dan warga sipil, sejak Israel memulai serangan-serangan udaranya beberapa hari lalu. Roket-roket Hamas menewaskan tiga warga sipil Israel. Sekitar 10 warga Israel termasuk sejumlah tentara luka-luka akibat serangan roket hari Sabtu.

Selagi pertempuran hari keempat berkobar, Presiden Amerika Barack Obama terus menekan Mesir, Turki dan negara-negara lain yang mampu mempengaruhi Hamas agar membantu mewujudkan gencatan senjata. Berbicara kepada wartawan yang menyertai Presiden ke Asia Tenggara, Deputi Penasihat Keamanan Nasional Ben Rhodes mengulangi sikap Amerika bahwa Israel berhak mempertahankan diri terhadap serangan roket dari Gaza. Ia mengatakan, presiden telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui telepon serta Presiden Mesir Mohamad Morsi dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan.

Sabtu malam, menteri-menteri luar negeri Liga Arab di Kairo bertemu dalam sidang darurat guna membahas tanggapan Arab terhadap pertempuran itu. Secara terpisah, Presiden Mesir Morsi menjadi tuan rumah pertemuan hari Sabtu dengan para pemimpin Turki dan Qatar guna mengoordinasikan pengiriman bantuan darurat ke Gaza. 

18.04
Huru-hara antara kedua kelompok berlanjut hingga Selasa di kota terpencil Minbyar dan Mrauk-U, di sebelah utara ibukota Sittwe.
Para pengungsi di pinggiran kota Sittwe, ibukota negara bagian Rakhine di Burma Barat. Foto diambil awal bulan ini (10/10).

Media pemerintah Burma mengatakan lebih dari seribu rumah terbakar habis sewaktu terjadi kekerasan antara warga beragama Budha dan Islam yang merebak pekan ini di negara bagian Rakhine, Burma bagian Barat.

Harian The New Light of Myanmar menyatakan huru-hara berlanjut hingga Selasa di kota terpencil Minbyar dan Mrauk-U, di sebelah utara ibukota Sittwe. Disebutkan bahwa dua orang tewas dan delapan lainnya luka-luka.

Hakim Agung negara bagian Rakhine U Hla Thein mengatakan kepada VOA Selasa (23/10) bahwa tiga orang tewas.

Ini merupakan kerusuhan terburuk di kawasan sejak Juni lalu, sewaktu bentrokan luas antara warga Budha dan Muslim Rohingya mengakibatkan puluhan orang tewas dan puluhan ribu lainnya mengungsi.

Matthew Smith, seorang peneliti Burma untuk Human Rights Watch, mengatakan massa warga Budha menyulut api pada rumah warga Muslim Rohingya, walaupun ada laporan kedua belah pihak terlibat dalam aksi kekerasan.

Pemerintah Burma, yang berada di bawah tekanan masyarakat Budha yang merupakan mayoritas di negara ini, membatalkan keputusan sebelumnya dan menolak permintaan dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk membuka kantornya di Burma. 

18.00
Jumlah korban tewas meningkat di negara bagian Rakhine, Burma barat sementara bentrokan antara warga Budha dan Muslim terus berlanjut.
Warga muslim Burma diungsikan ke tempat yang aman di Sittwe, ibukota negara bagian Rakhine setelah kekerasan sektarian kembali terjadi di sana (foto: dok).

Pejabat-pejabat negara bagian Rakhine hari Kamis mengatakan sedikitnya 12 orang tewas dalam bentrokan sejak hari Rabu. Mereka memperingatkan jumlah korban tewas sejak aksi kekerasan itu meletus hari Minggu bisa mencapai 50. Mereka mengatakan puluhan lainnya luka-luka dan banyak orang hilang.

Para pejabat Burma hari Kamis juga mengatakan hampir 2.000 rumah kini terbakar habis, berikut delapan rumah ibadah, sejak bentrokan meletus.

Zaw Htay, di kantor presiden, memberitahu VOA pemerintah Burma mengambil tindakan.

Jam malam juga sedang diberlakukan di empat kota di tengah-tengah kekerasan itu – Myebon, Minbya, Kayuk Phyu dan Mrauk Oo.

Bentrokan itu telah menarik perhatian PBB. Dari Rangoon, koordinator PBB Ashok Nigam mengeluarkan pernyataan yang mengatakan PBB "sangat prihatin," dan menambahkan bentrokan itu "telah memaksa ribuan orang, termasuk perempuan dan anak-anak, mengungsi."

Ini adalah kerusuhan terburuk di wilayah itu sejak Juni, ketika bentrokan meluas antara umat Buddha dan Muslim Rohingya mengakibatkan puluhan orang tewas dan puluhan ribu mengungsi.


VOA_ Amerika


Asap membumbung di Kota Gaza dari ledakan yang disebabkan serangan udara Israel.
 
BERLIN -- Seorang legislator Jerman dari partai oposisi The Left (Die Linke) mengutuk serangan brutal Israel di jalur Gaza. Menurutnya serangan tersebut sebagai pembantaian baru terhadap warga Palestina dan harus dihentikan.  Berpidato di depan aksi solidaritas pro-Gaza di Berlin pada Ahad (18/11) waktu setempat, Annette Groth menyuarakan keprihatinan mendalam akan terulangnya serangan militer 2008/9 Israel di Gaza yang menewaskan dan melukai ribuan orang, di antaranya banyak wanita dan anak-anak.
Dia mendesak gencatan senjata segera diterapkan dalam konflik Gaza.
Groth menuduh rezim Zionis memperalat agresi militer Gaza untuk tujuan pemilu. Dia juga mengecam ekspor senjata Jerman ke Israel sebagai 'tidak dapat diterima'.
Ribuan orang berdemonstrasi di Kreuzberg, kawasan Berlin yang dominan warga Arab dan Turki pada Ahad waktu setempat, menyuarakan kemarahan atas kekejaman tentara negara Yahudi itu yang sedang berlangsung di Gaza.
Jerman telah menjadi tempat berbagai protes-protes anti-Israel selama beberapa hari terakhir ini.
Redaktur: Yudha Manggala P Putra
Sumber: Antara
 

Reruntuhan Masjid di Gaza yang hancur akibat agresi Israel
GAZA -- Tidak hanya membunuh ratusan nyawa tak berdosa di Gaza, agresi zionis Israel juga meluluhlantakkan puluhan masjid di otoritas yang dipimpin Hamas tersebut.

Menteri urusan agama Gaza Ismail Radwan mencatat selama enam hari serangan brutal Israel, 25 masjid seantero Gaza rusak dan hancur.

"Israel tidak hanya melakukan kejahatan dengan membunuh warga sipil namun juga menghancurkan masjid, kuburan dan tempat ibadah," kecam Radwan dalam konferensi pers di depan masjid Abbas, seperti dinukil maanews, Selasa (20/11).

Masjid-masjid besar seperti masjid Ribat di Gaza City dan masjid Al Rahman di pusat Jalur Gaza tak luput dari target roket Israel. Berdalih menargetkan pejuang Hamas, namun justru Israel lebih dulu menghancurkan kantor pers, kantor PM Ismail Haniya dan perumahan penduduk.

"Musuh menargetkan masjid besar di Gaza dan langsung menghancurkannya, bahkan pemakaman Sheikh Shaban pun dihancurkan," imbuh Radwan.

Radwan menyerukan ulama dan imam di Palestina dan seluruh dunia untuk berdoa bagi para pejuang yang terluka dan Palestina.

Radwan bahkan secara khusus meminta imam besar Al-Azhar, Syeikh Ahmad al-Tayeb dan semua kerabat ulama untuk langsung mendatangi Gaza dan berdiri bersama rakyat Palestina.
 

23.22
''Islam bagi saya adalah seni hidup,'' kata seorang lelaki asal Timor Timur, Roberto Freitar (32 tahun). Sejak masuk Islam, dia telah mengganti namanya menjadi Hasan Basri, seperti nama mantan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Saat konflik di bekas provinsi ke-27 itu pecah tahun 1992 lalu, Hasan dan sejumlah rekannya memilih tetap menjadi warga negara Indonesia (WNI). Dia dan 11 rekannya pun hijrah ke Jawa. Di Timor Timur, tanah kelahirannya itu, suasananya tak nyaman lagi. Keputusannya meninggalkan Timor Timur, diibaratkannya seperti hijrahnya Nabi dan para sahabatnya dari Makkah ke Madinah sekitar 1.400 tahun silam. ''Dulu, kami adalah minoritas yang hidup di komunitas Nasrani yang besar,'' katanya.
Hasan bersama warga eks Timor Timur lainnya, kini menempati Kampung Babakan, Desa Gunungmanik, Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat. Di sana, Hasan mendirikan Yayasan Le Morai yang menampung 63 anak yatim piatu dan sembilan kepala keluarga (KK). Saat Republika berkunjung ke 'kampung Timtim' itu, pekan lalu, adzan Dzuhur sedang berkumandang. ''Saya mengambil sikap tidak akan kembali ke Timor Timur selamanya,'' ujar Hasan yang ditemui menjelang shalat Dzuhur.

Sebelum meninggalkan Timor Timur, Hasan mengatakan para kerabatnya mengancam, ''Jangan kau macam-macam. Keluarga kau itu fanatik (Nasrani) semua.'' Tapi, Hasan menegaskan menjadi WNI bukanlah keterpaksaan, melainkan pilihan untuk hidup lebih baik.

Mengenal Islam

Hasan mengenal Islam dari bapak angkatnya yang merupakan seorang tentara yang bertugas di Timor Timur. ''Saya selalu heran dengan bapak angkat saya, kenapa tiap kali saya mengisi air di baknya, air itu selalu cepat habis,'' katanya.

Rupanya, air itu selalu dipakai bapak angkatnya untuk membasuh bagian-bagian tubuhnya. Proses yang kemudian dia kenal sebagai wudlu. Sang bapak angkat, cerita Hasan, adalah seorang Muslim yang taat. Ketertarikannya kepada Islam semakin bertambah ketika dia ikut guru-guru inpres yang berasal dari Gorontalo. Tak lama kemudian, hatinya terketuk untuk memeluk Islam.

Sekitar tahun 1980-an, Hasan dan delapan kawannya memberanikan diri menyeberang ke Makassar. Bukan untuk jalan-jalan, tapi untuk menimba ilmu Islam di sana. Pada 1990, saat konflik memanas, Cabang MUI Timor Timur memintanya kembali ke Dili. Pada 1992, ketika konflik kembali pecah, Hasan dan 12 orang lainnya bertolak lagi dari Timor Timur, menuju tanah Jawa. Sampai dengan 1997, dia masih sering mengunjungi wilayah bekas jajahan Portugis itu. Tapi, setelah itu dia berjanji tak akan kembali lagi.

Tapi, Hasan tak ditakdirkan sendiri. Pada 1998, istri dan sejumlah sanak keluarganya menyusulnya meninggalkan Timor Timur. Jumlah totalnya 270 jiwa. Ada yang ke tempat Hasan, ada yang ke Madura, ada pula yang menjadi transmigran di Palembang.

Mendirikan masjid

Dalam pengembaraannya di tanah Jawa, Hasan membeli sebidang tanah di Sumedang. Bangunan pertama yang dia dirikan di atasnya adalah sebuah masjid. Namanya Masjid Latiful Muhtadin. Arti bebasnya, orang-orang yang mendapat petunjuk yang lembut.

Selain Latiful Muhtadin, Hasan dan para mualaf yang berhijrah itu, juga membangun Masjid Al Hasan. Kini Latiful Muhtadin diperuntukkan bagi akhwat (wanita), sedangkan Al Hasan untuk ikhwan (pria). Masjid-masjid itu digunakan untuk beribadah warga setempat. Doktrin Islam yang mempersaudarakan Muslim dari manapun asal dan rasnya, membuat Hasan dan warga eks-Timor Timur itu cepat membaur dengan warga setempat. ''Alhamdulillah, saat ini semua warga telah hidup berdampingan dengan kami,'' kata Hasan.

Mulanya, keberadaan Hasan dan warga eks Timor Timur sempat dicurigai warga setempat. Tapi, setelah pada 2002/2003 lalu dilakukan pendataan warga eks-Timtim dan nyata bahwa mereka memang WNI, persoalan pun menjadi terang benderang. Warga asli Kampung Babakan, Cece, mengungkapkan sejak 2002, warga setempat menerima Hasan dan warga eks-Timor Timur itu dengan tangan terbuka. Bahkan, kata Cece, Yayasan Le Morai menjadi tempat warga setempat meminta saran dan pendapat.

Saat peringatan Maulid beberapa waktu lalu, warga asli dan pendatang itu juga bahu-membahu menggelar tabligh akbar. ''Ini adalah bentuk syiar Islam yang kami jalankan,'' kata Cece. Selain masjid, Hasan dan para sahabatnya juga mengembangkan pendidikan Islam di Babakan. ''Konsep yang saya kembangkan di sini adalah persatuan, kebersamaan, dan pembentukan pribadi Muslim yang baik,'' kata Hasan.

Ilmu Islam yang pernah ia pelajari selama lima tahun enam bulan di Pesantren Darul Istiqomah, Macupa, Maros, Sulawesi Selatan, kini dia tularkan melalui yayasan yang dipimpinnya. Ada lima pengajar di sana. Yayasan yang mengandalkan 'dana insidental' tersebut, bahkan menjadi tempat membina preman setempat. Mereka tak hanya diajari mengaji, tapi juga bahasa Arab, Inggris, dan konsep surat-menyurat.

Hasan memang bercita-cita mendirikan sebuah pesantren, SMA, dan majelis taklim. Kerja sama telah dia jalin dengan berbagai instansi di Sumedang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tinggal menunggu harapan itu terwujud. (riol)

23.14
Christiana Adriana adalah nama pemberian orang tua. Sesuai nama saya yang berawalan Christiana, orang sudah mafhum dengan agama saya. Saya memang pengarut agama Kristen Katolik. Sejak kecil, kedua orang tua kami selalu menanamkan ajaran Kristen dalam mendidik kami, anak-anaknya. Bersama kedua orang tua, saya pun aktif dalam setiap kegiatan gereja. Bahkan, ibu saya adalah seorang aktivis gereja yang bertugas memberi makan para pendeta.
Sebagai penganut agama Kristen Katolik yang taat, saya sangat rajin membaca Alkitab. Selain itu, saya juga banyak membaca kisah-kisah Nabi Isa. Saya juga sangat kagum dengan gambar Bunda Maria yang saya tempel di banyak sudut rumah.

Bersamaan dengan rasa kagum kepada agama yang saya anut itu, sebagai anggota masyarakat, saya juga perlu bergaul dengan sesama. Kebetulan, saya tinggal di wilayah Yogyakarta yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Di lingkungan yang berbeda agama inilah saya menyempatkan diri untuk bergaul. Ini saya lakukan sejak kanak-kanak hingga dewasa. Saya sangat senang bergaul dengan mereka, sebab mereka tidak pernah mempersoalkan perbedaan agama.

Pergaulan saya yang luas dengan kalangan Islam ini membuat kedua orang tua saya waswas. Mereka kemudian melarang saya bergaul dengan orang-orang Islam. Karena sudah terlalu dekat dengan teman-teman itu, maka saya secara sembunyi-sembunyi menjumpai mereka. Lama-kelamaan tingkah laku saya itu diketahui juga oleh ayah Saya didamprat habis-habisan. Bukan itu raja, Saya juga mendapat hukuman.

Tahun 1971, selepas dari Sekolah Guru Agama (SGA), saya secara resmi menyandang gelar biarawati. Sebagai biarawati, saya diharuskan tinggal di dalam asrama. Tugas saya yang pertama adalah mengajar di taman kanak-kanak. Setelah itu, tugas saya adalah sebagai misionaris yang meliputi wilayah garapan Jakarta dan sekitarnya.

Sebagai seorang misionaris, saya berusaha mengajak pemeluk agarna Islam untuk menjadi penganut agama Kristen. Dan itu berhasil. Ternyata banyak orang Islam yang pindah ke agama Kristen. Umumnya mereka berasal dari kalangan orang yang kesusahan. Mereka berani menggadaikan imannya karena merasa berutang budi kepada misionaris.

Setelah tiga tahun menjadi misionaris, saya mulai risih dengan ajaran-ajaran agarna saya sendiri. Saya sering membandingkan ajaran Kristen dengan ajaran Islam. Karena sering membandingkan, akhirnya saya berkesimpulan bahwa agama Islamlah yang mempunyai ajaran dan hukum yang sangat jelas, seperti halal, haram, mubah, dan makruh. Bukan itu saja, Saya terkadang bertanya tentang ketuhanan Yesus. Mengapa Yesus sebagai Tuhan bisa disalib dan tidak berdaya?

Selain itu, saya juga bertanya mengenai sikap umat Kristen yang seharusnya taat pada perintah Alkitab, tapi malah percaya kepada dogma dogma Paulus. Misalnya, pada Imamat: 11 yang mengharamkan babi, tapi umat Kristen malah memakannya. Selain itu, umat Kristen juga melalaikan perintah sunat atau berkhitan.

Dari pertanyaan yang ditunjukkan umat Kristen ini, membuat saya ragu akan kebenaran agama yang saya anut sejak kecil itu. Pertanyaan dan sikap penganutnya ini yang menjadi awal keraguan saya terhadap agama Kristen.
 
Hal-hal Aneh

Dan keraguan iniiah, saya mengalami hal-hal aneh yang belum pernah terjadi dalam hidup saya selama ini. Pertama, saya berdoa kepada Tuhannya orang Islam. Dalam doa itu, saya minta agar ditunjukkan kekuasaan-Nya sehingga dengan itu akan menambah keyakinan saya.

Kedua, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, saya melihat orang orang yang suci bersih berbaris dengan rapi. Tiba-tiba muncul gumpalan-gumpalan awan yang memayungi orang-orang suci itu.

Ketiga, di saat subuh, ketika saya bersiap untuk melakukan doa, tiba-tiba ada yang memegangi tangan saya dari belakang. Mulut saya juga dibekap hingga tak bisa bicara. Pikir saya saat itu, saya sedang dirampok. Karena kondisi demikian, saya berusaha untuk berteriak. Namun, saya malah berteriak Allahu Akbar dan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Setelah berteriak seperti itu, pegangan tangan itu pun mengendur dan lenyap. Kemudian, saya tak sadarkan diri. Dalam keadaan seperti itu, saya mengalami halusinasi. Saya merasa dibawa entah oleh siapa ke sebuah padang yang sangat luas. Di hadapan saya terdapat gumpalan bara sebesar gunung. Semua rumput bersujud. Kemudian secara sayup-sayup saya mendengar kumandang suara azan. Lantunan suara suci itu begitu menyayat hati. Saya merasa begitu bersalah selama ini.

Keempat, setiap kali saya mendapat kesulitan, muncul seseorang memakai sorban yang berdiri tegar di hadapan saya. Orang itu kemudian mengatakan, "Apa yang engkau inginkan? Apa belum cukup kebesaran yang Aku tunjukkan?"


Masuk Islam

Setelah mengalami kejadian aneh itu, saya berkeinginan secara ikhlas untuk memeluk agama Islam. Niatan itu saya sampaikan kepada kepala suster. Bukan sambutan hangat yang saya terima, malah kemarahan yang saya dapatkan. Kepala suster marah dan melarang saya.

Namun, tekad saya sudah bulat untuk pindah agama. Untuk mewujudkan itu, saya hengkang dari asrama. Keinginan itu juga didengar oleh orang tua saya. Saya dimarahi dan diobati oleh paranormal. Mereka mengancam untuk tidak mengakui saya sebagai anak. Namun yang keluar dari mulut saya hanya kalimat tauhid. Karena tidak mempan, akhirnya orang tua saya membawa saya ke rumah sakit jiwa dengan alasan kena sihir.

Akhirnya, saya dapat mewujudkan keinginan itu. Berkat usaha seorang teman, saya berhasil dibimbing untuk memeluk Islam di sebuah pondok pesantren di Jakarta Timur. Nama saya segera saya ganti menjadi Supriantini.

Setelah pindah agama, saya lebih memfokuskan belajar mendalami Islam. Saya juga tidak bosan-bosan mendoakan kedua orang tua saya agar mereka segera diberi taufik dan hidayah oleh Allah SWT. (Maulana/Albaz - dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein, Penerbit Gema Insani Press website : http://www.gemainsani.co.id/) oleh Mualaf Online Center http://www.mualaf.com

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget