Latest Post

05.04
Kunjungan ini bertujuan untuk menggarisbawahi solidaritas Libya dengan rakyat Palestina dan penduduk Gaza pada khususnya." 
Tripoli (ANTARA News) - Satu delegasi senior Libya akan mengunjungi Jalur Gaza pada Rabu untuk menunjukkan solidaritas bagi rakyat Palestina yang diserang Israel, kata seorang pejabat pemerintah.

Sumber itu mengatakan kepada AFP, bahwa tim akan dipimpin oleh Salah al-Makhzoum, wakil Ketua Majelis Nasional, otoritas tertinggi dalam politik Libya, dan Wakil Perdana Menteri Al-Seddik Krayem.

"Kunjungan ini bertujuan untuk menggarisbawahi solidaritas Libya dengan rakyat Palestina dan penduduk Gaza pada khususnya."

Dokter Bulan Sabit Libya dan pekerja penyelamat juga akan menjadi bagian dari delegasi itu, yang berencana untuk memberikan bantuan kemanusiaan, termasuk lebih dari 35 ton produk makanan, kata sumber itu.

Setidaknya 120 warga Palestina telah tewas dalam serangan udara Israel dan bombardemen angkatan laut negara Yahudi itu terhadap Gaza sejak 14 November, sementara para pejuang Gaza telah menembakkan lebih dari 1.000 roket di negara Yahudi, menewaskan tiga warga Israel.

Seorang perwira tinggi purnawirawan Australia yang pernah bertugas di Afghanistan membantah kekuatiran mengenai perasaan anti-Muslim dalam pasukan pertahanan Australia.
Keadaan sudah tenang di jalan-jalan sejak kerusuhan oleh demonstran Muslim di Sydney hampir dua minggu lalu, tapi hal itu tidak menghalangi munculnya pesan-pesan yang berpotensi menyulut  di dunia cyber.
 
Tentara dari Rezimen Australia yang berbasis di Townsville dan pernah bertugas di Afghanistan guyon dalam Facebook mengenai menggunakan senjata untuk menembak orang-orang Islam yang terlibat dalam protes sengit di Sydney bulan ini.
 
Protes itu dipicu oleh film Innocence of Muslims yang melecehkan Nabi Muhammad.
 
Majelis Islam New South Wales meminta polisi dan Pasukan Pertahanan Australia untuk mengusut apa yang disebut sebagai komentar-komentar mengkhawatirkan di media sosial oleh mantan personel pertahanan maupun yang masih bertugas.
 
Sejumlah organisasi Muslim, termasuk Majelis Islam New South Wales, telah diberitahu mengenai pesan-pesan di Facebook itu.
 
Ketua Majelis, Khaled Sukkarieh, mengatakan, ia harapkan komentar di Facebook itu cuma bualan saja oleh segelintir minoritas personel dan tidak mencerminkan adanya Islamophobia di lingkungan Pasukan Pertahanan Australia.
 
"Kami akan sangat kuatir kalau personel Pasukan Pertahanan Australia baik yang mantan maupun yang masih bertugas punya pandangan seperti itu, khususnya kalau mereka pernah bertugas di negara-negara Islam atau sedang bertugas di negara-negara Islam seperti Irak atau Afghanistan" katanya.
 
Akan tetapi Mayjen purnawirawan John Cantwell yang pernaj bertugas di Afghanistan berpendapat tidak ada perasaan anti-Muslim, dan mengatakan tentara Australia tampak  mewakili yang terbaik dari nilai-nilai masyarakat Australia dalam hubungan dengan budaya dan agama lain.
 
Sementara itu Asosiasi Pertahanan Australia mengatakan dalam statement kepada ABC, kalau orang-orang bersangkutan masih bertugas dalam Pasukan Pertahanan Australia, mereka telah melanggar peraturan mengenai pemakaian social media yang bertanggung jawab.
Mereka juga boleh jadi telah melanggar peraturan lain: yakni tidak mempersulit para tentara di garis depan dengan mengeluarkan komentar seperti itu.

04.58
Brisbane (ANTARA News) - Gelombang demonstrasi warga Australia menentang aksi pembantaian rakyat Palestina di Jalur Gaza terus berlanjut. Setelah aksi demonstrasi damai ratusan warga Australia pro-Palestina di Brisbane, Sabtu (3/1), ribuan orang menggelar aksi yang sama di Sydney dan Melbourne, Minggu.

Media Australia melaporkan, aksi demonstrasi di Sydney diwarnai dengan pembakaran bendera Israel dan protes keras para aktivis pada "sikap diam" pemerintah Australia terhadap isu Palestina. Mereka juga mengeritik pemerintah Mesir karena tidak membuka wilayah perbatasannya bagi masuknya pengungsi dan bantuan.

Aksi pemboman militer Israel yang telah menewaskan lebih dari 400 warga Palestina dan melukai ribuan orang lainnya di wilayah Gaza yang dikuasai pemerintah Palestina dari kubu Hamas itu disebut Tokoh Masyarakat Palestina di Australia, Fouad Shriedy, sebagai "pembantaian".

Demonstrasi menentang pembantaian rakyat Palestina juga digelar ribuan warga Australia di Melbourne. Dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di Federation Square itu, mereka juga membakar bendera Israel.

Sementara itu, di luar gedung parlemen negara bagian Victoria, Melbourne, kelompok pro-Israel juga menggelar aksi demonstrasi. Mereka meminta Hamas menghentikan serangan roket ke wilayah selatan Israel.

Sehari sebelumnya, di tengah guyuran hujan deras, ratusan orang di Brisbane berunjuk rasa menentang aksi brutal militer Israel di Jalur Gaza. Mereka juga menyuarakan dukungan pada kemerdekaan bangsa Palestina dan mengutuk kejahatan kemanusiaan Israel di Jalur Gaza.

Gelombang aksi demonstrasi anti-Israel pecah di Australia sejak 29 Desember lalu. Pada aksi demonstrasi 29 Desember yang berlangsung di depan kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Sydney itu, para demonstran mengecam pernyataan Wakil Perdana Menteri Australia Julia Gillard yang mendukung aksi militer Israel di Gaza.

Ribuan warga Arab Australia yang berdemo menegaskan ketidaksetujuan mereka pada tudingan Julia Gillard bahwa Partai Hamas adalah pihak yang memulai permusuhan dengan Israel.

Julia Gillard menegaskan pemerintahnya mengakui "hak Israel untuk mempertahankan diri" dan mengutuk keras aksi Hamas dan kelompok militan Palestina lainnya yang menembakkan roket dan mortar ke wilayah selatan Israel.  (*)

Gelombang protes anti-Amerika yang mengguncang Timur Tengah telah merembet ke London, dan seorang pemula Muslim kuatir akan tercetus kekerasan.
Ratusan warga Muslim berkumpul di luar kedutaan Amerika di London sementara demonstrasi yang diwarnai kekerasan terus terjadi di Timur Tengah memprotes film itu.
 
Seusai sholat Jumat di mesjid Regent's Park, sekitar 200 orang jemaah ikut dalam pawai protes menuju kedutaan Amerika.
 
Mereka membawa poster bertuliskan "Amerika musuh Islam dan Muslim", dan "Islam akan mendominasi dunia".
 
"Jangan diam saja kalau mereka menghina nabimu," kata pemimpin protes itu kepada massa.
 
Protes di London itu tetap tertib, tapi para demonstran membakar bendera Amerika dan Israel di luar kedutaan Amerika.
 
Saiful Islam, jurubicara kelompok yang menamakan diri Pembela Nabi, memperkirakan akan digelar lagi demonstrasi lebih lanjut di Inggris dan Eropa.
 
"Kita semua harus bersatu dalam menyatakan kecaman terhadap tindakan orang-orang ini," katanya kepada ABC.
 
Ia mengatakan, tindak kekerasan yang terjadi --termasuk pembunuhan dutabesar Amerika untuk Libya-- mestinya sudah bisa diperkirakan.
 
Katanya, hal seperti itu jelas akan mencetuskan dan menimbulkan kekerasan.
 
"Saya sama sekali tidak heran. Saya perkirakan akan terjadi lebih banyak pertumpahan darah dan kekerasan, dan itu akan meningkat."
 
Film  Innocence of Muslims yang dibuat dengan biaya kecil itu mencemoohkan Nabi Muhammad dan agama Islam.
 
Seorang pemrotes di London mengatakan, film itu menunjukkan ketidak-tahuan tentang Islam.
 
"Orang-orang yang ikut berpartisipasi dalam film ini agaknya tidak punya bayangan mengenai Nabi Muhammad dan betapa kami mencintainya," katanya.
 
Ia mengatakan yakin akan dilancarkan protes di seluruh dunia, bukan saja di seluruh Eropa.
 
Akan tetapi sebagian Muslim lainnya di London berpendapat protes yang diwarnai kekerasan itu sudah terlalu jauh, dan mengatakan kata-kata hendaknya dilawan dengan kata-kata pula.
 
Seorang warga Muslim yang tidak ikut berdemonstrasi mengecam serangan terhadap kedutaan.
 
Katanya, hal itu bisa menyebabkan kaum Muslim kehilangan dukungan, dan juga tidak memberikan gambaran yang benar mengenai seorang Muslim sejati, yang harusnya beradab.

GAZA - Pantas saja roket Fajr-5 pejuang Palestina menembus wilayah Jerussalem dan Tel Aviv. Terungkap fakta bahwa Israel sudah mengalami kekurangan sistem pertahanan udara anti roket yang biasa disebut Iron Dome.

Qodsna (21/11) mengutip Reuters melaporkan, pabrik tersebut menyatakan meski proses produksi roket untuk Iron Dome itu terus beroperasi selama 24 jam, akan tetapi permintaan dari militer Israel sangat banyak dan mendesak. Sehingga cadangan roket penghadang serangan udara itu menipis dengan cepat.

Seperti dilansir Radio Iran, IRIB, meski seluruh sektor di pabrik itu dioperasikan secara maksimal, tingkat produksi roket tetap tidak sanggup memenuhi permintaan militer Israel. Oleh karena itu, para pengelola pabrik berusaha menyiasatinya dengan membangun pabrik dadakan.

"Pabrik alutsista Rafael yang dioperasikan maksimal ternyata hanya memperoduksi roket Iron Dome sebanyak 12 roket. Padahal, untuk menjatuhkan roket pejuang Palestina, Iron Dome minimal menembakkan dua roket," tulis Irib.

Selain Rafael, perusahaan Alta membantu memproduksi roket-roket untuk memenuhi kebutuhan Iron Dome. Sebelum memulai agresinya ke Jalur Gaza, militer  Israel menimbun roket tersebut. Namun, karena salah perhitungan dalam jumlah kemampuan roket Hamas, timbunan roket itu tidak mencukupi.

Pembuatan roket Iron Dome ini juga sangat memberatkan anggaran militer Israel. Sebab untuk satu roket saja, Israel harus menghabiskan USD40 ribu atau setara Rp384 juta dengan kurs USD1 = Rp9.600). Selama peperangan beberapa hari ini, Israel sudah meluncurkan 360 roket Iron Dome. Artinya, Israel sudah mengeluarkan dana USD14,4 juta atau setara Rp138,1 miliar hanya untuk memproduksi roket.

Militer Israel mengklaim bahwa Iron Dome digunakan untuk menembak jatuh roket-roket yang diperkirakan meledak di kawasan permukiman. Akan tetapi mengingat banyaknya roket yang menghantam kawasan permukiman, klaim tersebut dilontarkan militer Israel untuk menutupi kelemahan sistem pertahanan Iron Dome.

Surabaya (VoA-Islam) – JAT telah menurunkan tim pencari fakta ke Ngajuk guna menelusuri lebih jauh bagaimana perlakuan aparat kepolisian selama ini kepada para siswa.
Diduga, para siswa ini telah mengalami trauma akibat perlakuan aparat kepolisian. Atas perlakuan polisi, JAT Jawa Timur akan segera membawa persoalan nasib 49 siswa Pondok Pesantren (PP) Darul Akhfiya ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak).
''Kami sedang mengumpulkan berbagai bukti soal itu. Tim akan segera berada di lapangan untuk mewawancarai sejumlah sumber di sana. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bukti-bukti itu sudah cukup untuk diserahkan ke Komnas Anak,'' ungkap Sekretaris Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Jawa Timur Ahmad Arif kepada hidcom.
Menurutnya, ada persoalan serius yang dihadapi oleh para remaja yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren itu. ''Mereka menuntut ilmu, dan bukan ilmu yang aneh-aneh seperti yang dituduhkan oleh pihak-pihak lain. Itu ilmu agama saja, dan juga pembekalan ilmu umum, hanya itu,'' ujar pria ini dalam sebuah pertemuan di Surabaya, Selasa (30/11/2012).
Soal perlakuan apa saja yang telah diterima oleh para siswa remaja Darul Akhfiya, pria yang akrab disapa Arif itu secara diplomatis menyatakan pihaknya masih akan mencari tahu secara rinci.
''Kami memang menerima laporan, kalau ada siswa yang sampai difoto-foto oleh aparat. Perlakuan ini kan mirip kriminalisasi pada santri yang sedang mencari ilmu.  Kasihan, mereka tidak ada yang membela dan pasrah sembari was-was,'' urainya.
Sementara itu, berkas-berkas kasus Ngajuk yang sebelumnya ditangani TPM Nganjuk, kini sudah dialihkan ke TPM Jatim. Ketua TPM Jatim Ahmad Yulianto SH mengaku dirinya sedang mempelajari berkas-bekas itu.
''Ya, kami sudah menerima berkas-berkas tersebut dan kami sedang mempelajarinya. Soal nasib yang menimpa para siswa Darul Akhfiya itu, juga menjadi keprihatinan kami,'' ungkapnya.
Fitnah Keji Polisi
Seperti diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian telah mengamankan 49 santri sebuah pondok Pesantren Darul Akfiah di Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, Selasa (13/11/2012). Polisi menuduh, Pondok pesantren tersebut mendapatkan reaksi dari  masyarakat sekitar karena di Ponpes itu diinformasikan ada kegiatan-kegiatan tidak wajar.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar sesumbar, dalam aktivitasnya pondok pesantren tersebut mengajarkan santri-santrinya menggunakan senjata api dan berbagai senjata tajam. Santri pun difitnah polisi, terlibat jaringan teroris.
"Mereka sering latihan bela diri, bahkan mereka mempunyai lapangan mirip untuk latihan militer di belakang pondok. Kami curiga, mereka adalah jaringan teroris," kata Boy.
Rata-rata usia santri yang ada di pondok masih belasan tahun, pelajar setingkat SMP atau SMA yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Banyuwangi, Pasuruan, Ambon, dan daerah lainnya.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Nasirudin membantah tudingan jika ia terlibat jaringan terorisme. Selama ini, ia mengajarkan kegiatan pengajian saja. "Kami tidak mengajarkan gerakan terorisme, namun hanya ilmu agama seperti pesantren umumnya. Selain itu, kami juga mengajarkan ilmu beladiri," ujar Nasirudin.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ada unsur pidana yang terkait. Mereka yang ditahan sejak Selasa (13/11/2012) itu dianggap tak bersalah oleh pihak berwenang.
Polisi kemudian memulangkan ke 49 santri tersebut pada Rabu (14/11/2012) sore dan dikembalikan kepada pihak keluarga. Namun santri tetap meninggalkan trauma yang mendalam. Desastian/dbs

Uni Afrika telah menyetujui rencana untuk melakukan intervensi militer di Mali, di mana kelompok Islam telah menguasai wilayah gurun utara itu, Komisaris Uni Afrika untuk Perdamaian dan Keamanan mengatakan Selasa kemarin (13/11).
Dewan Uni Afrika untuk Perdamaian dan Keamanan telah memutuskan untuk mendukung konsep harmonisasi operasi untuk penyebaran pasukan militer seperti yang direncanakan, yang merupakan misi Uni Afrika untuk mendukung Mali,” kata Ramtane Lamamra kepada wartawan, berbicara setelah Dewan Uni Afrika untuk Perdamaian dan Keamanan mengadakan pertemuan di ibukota Ethiopia, Addis Ababa.
Lamamra tidak memberikan rincian misi lebih lanjut, tetapi mengatakan misi bertujuan untuk “merebut kembali wilayah yang diduduki di utara negara itu, membongkar jaringan teroris dan kriminal serta mengembalikan efektif otoritas negara atas seluruh wilayah nasional.”
Ia mengatakan Uni Afrika telah mendesak PBB untuk mengotorisasi untuk periode awal dari satu tahun penyebaran pasukan yang direncanakan.
Para pemimpin Afrika Barat pada pertemuan puncak darurat di Abuja pada hari Minggu lalu menyetujui penyebaran 3.300 tentara ke Mali untuk merebut kendali wilayah utara dari kelompok Islam.
Lamamra mengatakan dia yakin PBB akan mengeluarkan resolusi menyetujui misi tersebut sebelum akhir tahun, namun tidak mengkonfirmasi kapan pasukan pertama bisa dikerahkan.
Pasukan diharapkan datang dari anggota 15-negara dari komunitas Ekonomi Negara Afrika Barat (ECOWAS), tetapi juga mungkin dari negara-negara di luar blok regional, menurut Lamamra.(fq/afp)

19.54
JAKARTA  - Saat ini sebanyak 28 orang anggota tim MER-C masih bertahan di Gaza. Selain memberi perawatan medis kepada korban, mereka melanjutkan pembangunan rumah sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Para relawan berlindung di basement rumah sakit tempat menyimpan obat-obatan. Pemerintah Indonesia sempat meminta para relawan itu untuk keluar dari Gaza. Tapi mereka bergeming.
"Justru saat orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, kami lebih terpanggil," kata Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murod. Ia juga meminta pemerintah segera bersikap atas agresi Israel kali ini. Selain memberi pernyataan protes dan bantuan logistik, pemerintah juga perlu memberikan dukungan moral. "Menteri atau wakil datang saja ke perbatasan," katanya.
Hal senada juga dikatakan dr Jose Rizal Jurnalis. Ia berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa mengunjungi Gaza Utara, Palestina. "Dulu ketika ada koflik, Presiden Soeharto juga pernah mengunjungi Bosnia. Sekarang kami berharap, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa mengunjungi Gaza," kata Jose Rizal Jurnalis.

Menurut Jose, kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Gaza akan meningkatkan hubungan dengan Palestina. Apalagi, Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar cukup dipandang oleh Israel.

Rumah Sakit Indonesia
Sementara itu, pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, terhenti sementara akibat hujan roket yang dilakukan Israel. Sejak 5 hari kemarin para relawan sudah stop bekerja karena serangan Israel. Demikian dikatakan anggota Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Joserial Jurnalis, di kantor MER-C, Jakarta.
Joserizal mengatakan lokasi seputar rumah sakit merupakan salah satu titik paling berbahaya. Rumah sakit hanya berjarak 2 kilometer dari perbatasan Palestina-Israel. Dari laporan para relawan MER-C di Gaza, sedikitnya 30 bom berjatuhan di seputar rumah sakit, sejak Israel menggelar Operasi Pilar Pertahanan, Rabu lalu."Relawan masih menghubungi kami untuk mengabarkan keadaannya hingga tadi malam. Mereka mengatakan bom yang dijatuhkan Israel berjarak 50 sampai 100 meter dari RSI," katanya.
MER-C merintis pembangunan rumah sakit traumatic centre and rehabilitation itu setelah melihat rumah sakit di Gaza kewalahan sejak serangan Israel pada 2008 lalu. Rumah sakit dibangun dari donasi masyarakat Indonesia sebesar Rp 21,9 miliar dari total kebutuhan sekitar Rp 60 miliar.

Ketua Divisi Konstruksi MER-C Faried Thalib konstruksi mengatakan tahap konstruksi yang dimulai Mei 2011 sudah selesai sejak empat bulan lalu. Namun baru rampung 1 tahun mendatang. “Akhir 2013 sampai awal 2014 sudah bisa diselesaikan,” kata dia.

19.52 ,
JAKARTA (VoA-Islam) – Beredar kabar, tiga hari menjelang Natal, bumi akan mengalami kegelapan total atau istilah astronominya "blackout". Pakar astronomi Prof Dr Thomas Djamaluddin menegaskan bahwa berita-berita yang menyebut kiamat terjadi pada 21 Desember 2012, tak lebih berita bohong.
"Ramalan kiamat itu didasari kalender hitungan panjang suku Maya yang oleh antropolog pun sudah ditepis. Dari sisi astronomi juga tidak ilmiah," kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional itu, di Jakarta, Ahad, 11 November 2012
Ia juga membantah jika ramalan kiamat tersebut terkait dengan hasil riset NASA bahwa semua planet termasuk matahari dan bumi saat itu berada sejajar membentuk sebuah garis lurus untuk pertama kalinya, dan menyebabkan bumi tertutup planet hingga terjadi kegelapan total pada 23-25 Desember 2012.

"Berita `blackout` itu bohong. Tidak ada konfigurasi segarisnya planet dan tidak mungkin matahari terhalangi penuh, sehingga bumi gelap. Info yang menyebut NASA juga bohong," tukasnya.

Satu-satunya keterkaitan astronomi dengan kiamat 2012 itu yang benar adalah soal puncak aktivitas matahari pada 2012, di mana medan magnet matahari mencapai suatu tingkat kompleksitas magnetik terlalu tinggi, sehingga melepaskan energi."Tapi itupun telah bergeser ke pertengahan 2013," ujarnya.

Sekarang ini, lanjut dia, intensitas badai matahari masih rendah, dengan rata-rata sekali dalam sebulan, tapi semakin lama akan semakin sering di mana pada Mei 2013, dalam sehari bisa terjadi beberapa kali badai matahari.

Namun, ujarnya, badai matahari tidak berpengaruh pada manusia di bumi, karena bumi memiliki lapisan magnetik (magnetosir) yang melindungi bumi dari partikel berenergi tinggi dengan membelokkannya ke kutub, yang muncul sebagai fenomena aurora.

Radiasi Sinar X dan Ultra Violet dari matahari juga difilter oleh atmosfer bumi yang mengandung lapisan ozon, sehingga tak berpengaruh apapun pada bumi, papatnya. "Dua hari lalu terjadi badai matahari, tapi kita sudah lihat tidak berpengaruh apapun kepada bumi," ucapnya.

Badai matahari, lanjutnya, hanya memberi gangguan pada teknologi satelit dan komunikasi, khususnya di negara-negara di lintang tinggi seperti di Eropa, Rusia, Kanada dan AS, tidak di negara di ekuator seperti Indonesia.

GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) - Orang-orang bersenjata Palestina menembak mati enam kolaborator Israel di Jalur Gaza yang "tertangkap basah", menurut sebuah sumber keamanan yang dikutip oleh radio Hamas Aqsa pada hari Selasa (20/11/2012).

"Mereka memiliki peralatan canggih dan peralatan syuting untuk mengambil rekaman dari berbagai posisi," kata radio Aqsa dalam siarannya.

Radio Hamas mengatakan, para pria tersebut, yang dicurigai bekerja untuk Israel, ditembak mati. Radio ini tidak merinci lebih lanjut.

Dari gambar yang diperoleh wartawan Reuters menunjukkan, selain menembak mati, para pria bersenjata tersebut juga merantai tubuh salah satu kolaborator dengan sepeda motor dan menyeretnya sepanjang jalan-jalan utama Kota Gaza.

Sebelumnya pada Jum'at (18/11/2012) Sayap militer kelompok perlawanan Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam juga telah mengeksekusi mati seorang pria warga Gaza atas tuduhan  berkolaborasi dengan Israel.

Izzuddin Al-Qassam mengatakan bahwa pria yang dieksekusi itu telah berpartisipasi dengan Israel dalam pembunuhan lebih dari 15 para pemimpin rakyat Palestina ketika pesawat-pesawat tempur negara Zionis Yahudi membombardir Gaza. (by/Reuters)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget