Roh (bahasa Arab:
روØ,
ruuh) adalah unsur non-materi yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan.
Pandangan Islam
Ruh-ruh manusia ketika berada di alam ruh
Menurut agama Islam, manusia merupakan makhluk terakhir yang diciptakan Allah Ta'ala, setelah diciptakan-Nya makhluk lain seperti malaikat, jin (Iblis), alam semesta, hewan (binatang), tumbuhan dan lainnya. Allah menciptakan manusia dengan dipersiapkan untuk menjadi makhluk yang paling sempurna. Karena, manusia diciptakan untuk menjadi
khalifah (pemimpin) di muka bumi dan memakmurkannya.
Pada persiapan pertama, Allah mengambil perjanjian dan kesaksian dari calon manusia, yaitu ruh-ruh manusia yang berada di alam arwah. Allah mengambil sumpah kepada mereka sebagaimana disebutkan dalam
Al-Qur’an di dalam
surah Al A'raf, yang berbunyi
| “ | Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul, (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al A’raf: 172) | ” |
Dengan kesaksian dan perjanjian ini maka seluruh manusia lahir ke dunia dianggap sudah memiliki nilai, yaitu nilai fitrah beriman kepada Allah dan ajaran yang lurus.
Pandangan Kristen
Roh atau roh (
Ibrani רוח baca: ru-ach ) adalah unsur ketiga yang membentuk kehidupan manusia.
Paulus menyebutkan bahwa manusia terdiri dari tiga unsur: roh,
jiwa dan
tubuh (
1 Tes 5:23). Unsur tubuh jasmani adalah wadag yang dapat kita raba, jiwa disebut juga nyawa ada di dalam darah, sedangkan unsur ketiga yaitu
roh adalah yang memberi manusia kesadaran. Tubuh jasmani dapat binasa, tetapi roh manusia bersifat kekal.
Allah adalah Roh
Kepercayaan
Kristen mengakui bahwa
Allah adalah Roh (
Yohanes 4:24). Yesus Kristus menyebut Allah sebagai
bapa Bapa sehingga dalam pemahaman Kristen, maka Bapa juga adalah Roh.
Roh Kudus
Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri, atau Roh TUHAN itu sendiri. Roh Kudus tidak diciptakan, melainkan keluar dari Bapa (
Yohanes 15:26). Roh Kudus hanya satu, namun dapat sekaligus memenuhi sejumlah besar manusia dan memberikan rupa-rupa karunia Roh (
1 Korintus 12:4)
Arwah
Arwah adalah roh manusia yang sudah meninggal dunia.
Kristen mempercayai bahwa setiap arwah orang benar, ketika mereka meninggal, arwahnya ditempatkan oleh
Malaikat Tuhan ke Firdaus Allah yaitu ke pangkuan
Abraham(
Lukas 16:23), sedangkan orang yang
tidak benar maka arwahnya akan ditempatkan di
Hades.
Roh-roh jahat
- Iblis disebut juga Satan dipercayai Kristen sebagai seorang pribadi roh (tunggal, bukan jamak) yang berasal dari penghulu malaikat yang memberontak kepada Allah, lalu diusir dari Sorga.
- Setan-setan yang juga disebut roh-roh jahat bermakna banyak, adalah sepertiga jumlah malaikat yang terpengaruh Iblis, ikut memberontak, dan lalu diusir dari Sorga, dan dijatuhkan ke Bumi. Baik Iblis maupun roh-roh jahat mempunyai kecenderungan menggoda umat manusia supaya berbuat dosa agar kelak mendapat hukuman Tuhan di Neraka setelah Hari Penghakiman.
Menurut
KBBI online yang merefleksikan gagasan penguasa mengenai definisi kata “roh”, kata “roh” bermakna sebagai berikut:
roh n 1 sesuatu (unsur) yg ada dl jasad yg diciptakan Tuhan sbg penyebab adanya hidup (kehidupan); nyawa: jika — sudah berpisah dr badan, berakhirlah kehidupan seseorang; 2 makhluk hidup yg tidak berjasad, tetapi berpikiran dan berperasaan (malaikat, jin, setan, dsb); 3 ki semangat; spirit: kedamaian bagi seluruh warga sesuai dng — Islam;
– Kudus Rohulkudus
Menurut kode bahasa umum yang digunakan dalam bahasa Indonesia formal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, roh adalah ciptaan atau roh adalah makhluk.
Berbeda dengan kode bahasa resmi yang digunakan dalam KBBI online, kode bahasa LAI, sebagaimana yang digunakan oleh Alkitab terjemahan bahasa Indonesia terbitan LAI, kata “ruh” dapat merujuk kepada
makhluk (ciptaan), seperti ruh manusia, ruh jahat, ruh di udara, dsb; selain itu, kata “Ruh” juga dapat merujuk kepada bukan
makhluk (bukan ciptaan), seperti merujuk ke substansi Allah atau wujud Allah. Penyebab dari hal ini adalah karena kata “ruh” digunakan untuk menerjemahkan kata
πνευμα ‘
pneuma‘ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata
רוח ‘
rûaħ‘ (Alkitab bagian Perjanjian Lama). Kedua kata dari Alkitab bahasa asli tersebut dapat merujuk kepada makhluk (ciptaan), seperti ruh manusia, ruh jahat, ruh di udara, dsb; tapi kata “Ruh” juga dapat merujuk kepada bukan makhluk (bukan ciptaan), seperti merujuk ke substansi Allah atau Dzat Allah.
Perbedaan kode bahasa khusus LAI dengan kode bahasa umum KBBI online menyebabkan Alkitab terjemahan LAI relatif sulit dipahami oleh masyarakat non-pengguna kode bahasa LAI. Alangkah lebih baik bila LAI menerjemahkan Alkitab dengan kode bahasa umum Indonesia yang mudah dipahami oleh masyarakat, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, atau kalau pun tidak, perlu mencantumkan kamus istilah dalam Alkitab terjemahannya.
Bila menggunakan kode bahasa umum, maka kata
πνευμα ‘
pneuma‘ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata
רוח ‘
rûaħ‘ (Alkitab bagian Perjanjian Lama) sebaiknya diterjemahkan dengan kata “dzat”, yang punya makna yang serupa dengan kata πνευμα ‘pneuma’ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata רוח ‘rû
aħ’ (Alkitab bagian Perjanjian Lama) saat merujuk ke substansi atau wujud Allah. Penulisan kata “
dzat” (dengan huruf “d”) perlu digunakan untuk membedakannya dari kata “zat” (tanpa huruf “d”). Kata “zat” (tanpa huruf “d”) merujuk ke zat dalam ilmu fisika, seperti zat cair dan zat padat. Sementara kata “
dzat” adalah substansi atau wujud Allah yang sama sekali berbeda makna dengan kata “zat”.
Penulisan kata “
dzat” (dengan huruf “d”) perlu digunakan untuk membedakannya dari kata “zat” (tanpa huruf “d”) untuk meminimalkan resiko salah paham dari masyarakat umum Indonesia yang asing dengan kode bahasa khusus LAI. Dengan kode bahasa yang umum, sejenis dengan yang digunakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.
KesimpulanPenyebab istilah “Roh Kudus” dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia LAI sulit sekali dipahami oleh masyarakat pengguna kode bahasa umum adalah karena kata “roh” dalam kode bahasa umum KBBI online berarti ciptaan atau makhluk, sedangkan kata “roh” dalam kode bahasa khusus LAI dapat berarti ciptaan atau makhluk bila merujuk ke manusia, malaikat, roh jahat; tapi juga dapat berarti bukan ciptaan atau bukan makhluk, bila merujuk kepada substansi Allah atau wujud Allah. Agar Alkitab terjemahan LAI mudah dipahami oleh masyarakat luas pengguna kode bahasa umum, maka LAI perlu menerjemahkan Alkitab menggunakan kode bahasa umum. Praktisnya, kata πνευμα ‘pneuma’ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata רוח ‘rû
aħ’ (Alkitab bagian Perjanjian Lama) diterjemahkan “ruh” saat merujuk ke ruh manusia, dan diterjemahkan “
dzat” saat merujuk ke substansi atau wujud Allah.