Latest Post

Haris Abu Ulya
Berikut penuturan beberapa keluarga korban penembakan brutal Densus 88 di Makassar, terkait beberapa fakta yang tidak terungkap di media massa. Penuturan ini dihimpun oleh tim investigasi CIIA yang disampaika kepada redaksi arrahmah.com.


Oleh: Harits Abu Ulya
Pemerhati Kontra-Terorisme & Direktur CIIA (The Community of Ideological Islamic Analyst)
"Amat disayangkan…", itulah kira-kira ungkapan yang mewakili banyak orang. Ketika membaca tangapan dari pihak Polri  atas evaluasi Komnas HAM terhadap aksi Densus88 dalam penindakan yang dipandang sudah banyak melakukan pelanggaran HAM.Pihak Polri berkelit, bahwasanya evaluasi itu boleh saja tapi perlu diingat para teroris itu juga melanggar HAM. Seperti yang diberitakan oleh laman detik.com ; "Kita menghormati hasil evaluasi tersebut, tapi teroris yang membunuh orang juga melanggar HAM," kata Karopenmas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar saat dihubungi detikcom, Selasa (15/1/2013). Dari sini tampak alergi dan skeptisnya aparat terhadap kritik. Terkesan maunya urusan kontra terorisme minus kritik, khususnya terkait penindakan yang dilakukan oleh Densus 88.
Betapa bopengnya hukum dan penegakkannya di Indonesia, tidak lagi bisa dibedakan mana hukum dan penegak hukumnya. Maling itu melakukan pelanggaran hukum, koruptor itu melakukan pelanggaran hukum, pemerkosa itu melanggar hukum, menipu orang melanggar hukum dan pelakunya harus mendapatkan penindakan dan hukuman yang setimpal. Tapi apakah karena mereka dianggap atau diduga melakukan pelanggaran hukum lantas kemudian aparat penegak hukum bebas melakukan "pengadilan jalanan"? Dan boleh nabrak semua rambu-rambu hukum dan melanggar hak-hak dasar dan prinsip setiap individu yang dianggap kriminil. Inilah ketimpangan pratek law enforcement pada kasus terorisme. Dalam kasus terorisme koridor-koridor (criminal juctice system) seolah di buang ke tong sampah, hanya karena dalih terorisme adalah extra ordinary crime. Padahal Korupsi, pembalakan liar hutan dan pencurian kekayaan laut juga masuk kategori extra ordinary crime, tapi tetap saja berbeda perlakuan bagi pelakunya dari pihak aparat penegak hukum. Tindakan yang extra ordinary hanya untuk kasus terorisme.
Berikut beberapa penuturan dari keluarga korban di Makassar dan Kab.Enrekang terkait kasus terorisme versi Densus88. Kita buka disini agar menjadi preferensi dan perspektif yang berbeda untuk memahami tentang pentingnya menghargai manusia layaknya manusia. Jika haruspun seseorang dihukum karena tindak kejahatannya, maka biarlah berjalan mengikuti mekanisme hukum yang juga manusiawi. Dan untuk melahirkan kepercayaan masyarakat bahwa benar negeri ini adalah negeri yang tegak berdiri diatas hukum yang bisa dipertanggungjawabkan.Maka tuntutannya adalah harus memiliki substansi hukum yang memadai dan penegak hukum yang bermoral dan kredibel selain punya kapasitas yang cukup profesional ketika kerja di lapangan.
Kali ini Komnas HAM juga di uji nyalinya, masyarakat luas berharap kasus ini tidak menjadi seperti lipstick yang demikian mudah luntur. Dari kasus saat ini komnas HAM harus mendorong pada langkah tegas untuk evaluasi kinerja Densus dan BNPT. Karena mereka semua bekerja dan makan dengan uang rakyat (APBN). Lain soal, jika mereka dibayar oleh asing. Tapi akan menambah panjang pertanyaan, jadi aparat penegak hukum di negeri ini bekerja untuk kepentingan siapa? Jika kasus ini menguap begitu saja, maka ini sama saja semacam provokasi terhadap umat Islam untuk melakukan advokasi dengan cara yang mereka suka. Ada yang bermain api dengan umat Islam yang dinamis menggeliat menuju kebangkitannya.Sangat riskan!.
  1. Bunga Rosi (Istri Tamrin bin Panganro)
Rosi menuturkan kepada CIIA; Tamrin di Makassar tinggal di Jalan Pajaiyang belakang pasar Daya. Nama lain  Tamrin yang di ketahui istrinya tidak ada. Dan beberapa latar belakang sebelum kejadian yaitu pada hari Kamis 3 Januari berangkat dari Kajang Bulukumba dan tiba di Makassar sekitar jam 23.00 wita. Kemudian kejadiannya esok harinya Jumat tanggal 4 januari 2013, sekitar jam 14.00 wita (setelah solat jumat).  Selama ini kami menekuni usaha dagang Gula Merah. Ke Makassar dalam rangka ingin membenahi rumah yang pernah dibeli untuk kemudian ditinggali. Dari Kajang beliau mengendarai sepeda motor Shogun- R warna hitam. Rencananya ingin membeli kap motor dan membayar pajaknya yang sudah tiga tahun menunggak. Juga Ingin ganti plat kendaraan dan perbarui STNK. Tamrin bolak balik Makassar-Bulukumba kurang lebih sudah sebulan.
Hari Jumat saat kejadian, beliau keluar setelah solat jumat di mesjid dekat rumah untuk mengganti kap motor. Rencana setelah ganti kap motor ingin mengganti (memperbarui) STNK. Keluar hanya membawa dompet. Dalam perjalanannya beliau bertemu dengan Arbain yang menanyakan hendak kemana tujuan Tamrin.Tamrin kemudian menjelaskan maksud dan tujuannya untuk membeli kap motor namun mengaku belum menguasai seluk beluk jalan yang akan dilaluinya karena baru datang. Arbain pun kemudian menawarkan jasa untuk mengantarkan beliau sambil menunjukkan jalan. Saya (Rosi) sama sekali tidak tahu apa salahnya Arbain hingga ikut di tangkap Densus juga.
Saya (Rosi) tidak menyaksikan proses penangkapan suami saya. Dan mengetahui jika beliau ditangkap hanya dari orang-orang di luar. Sebagian informasi kami dapatkan dari media. Saya kemudian menduga jika suami saya menjadi salah satu korban penangkapan. Sampai detik ini tidak ada satupun aparat yang pernah menghubungi saya menyampaikan perihal keberadaan suami saya sekarang padahal sudah dua pekan lebih sejak penangkapan. Saya tidak pernah melihat suami saya lagi sejak Jumat itu. Saya dan keluarga sudah keliling mencari dan bertanya namun tidak menemukan.
Selama ini Tamrin hanya menggeluti usaha gula merah yang sebelumnya pernah menjadi tukang kayu, dagang sapi, dan menyadap kelapa untuk membuat gula merah. Kami pindah ke Makassar atas usul dari salah satu saudara saya dan kemudian saya menjual tanah saya di Kajang. Sebelumnya saya tidak merasa dibuntuti atau diikuti. Karena selama ini kami hanya menggeluti usaha gula merah.Tamrin juga sangat jarang keluar rumah.
Saya tidak mengenal Arbain bin Yusuf karena dia orang sini (Makassar). Mungkin juga dia punya usaha lain. Saat ini saya tidak tahu bagaimana keadaan Tamrin. Saya ingin sekali mendapat kabar tentang suami saya.
Kini istri Tamrin bersama anak-anak kecilnya tidak tau harus berbuat apa.Karena sampai penuturan ini dipublish juga belum ada informasi dari Densus88 perihal Tamrin. Dan hari-harinya menjadi serba tidak menentu dengan beban pikiran dan perasan yang tidak bisa dilukiskan.semua jadi serba berat menjalani tanpa kehadiran seorang suami.
Samad (adik Tamrin), menambahkan penuturanya Rosi;
Saya tidak ada dilokasi saat penangkapan tapi dikota. Saya tidak tahu kasus penangkapan itu dan belum ada informasi dari pihak kepolisian bahwa kakak saya ditangkap. Belum ada penjelasan kepada keluarga. Hari jumat ditangkap sekitar jam 14.00 wita di belakang pasar Daya lama di Jalan Paccerakkang.Tamrin boncengan sama Arbain bin Yusuf keluar dari Kompleks Graha Pesona.
Belum ada informasi dimana tempat penahanannya kalau ditahan dan kalaulah luka dimana diobati. Sudah ada beberapa tempat saya cari, di markas Brimob di Jl. KS. Tubun, di Brimob di Jl. St. Alauddin, RS Bayangkara tidak ada dan istrinya kemarin ke rumah sakit Daya juga tidak ada. Hanya di Polda belum dicoba. Pernah jumpa pers  depan media Celebes TV dan Metro TV untuk meminta informasi tentang keberadaan kakak saya.
Saya kehilangan jejak kakak saya. Saya pernah ke LBH tapi saya tidak dapat jalan keluar. LBH juga tidak memberi petunjuk tentang keberadaannya kakak saya. Namun belum tahu langkah apa yang mau diambil karena belum ditahu dimana tempatnya Tamrin.
Hari jumat siang anaknya Tamrin dari RS Bhayangkara, 1 minggu dirawat namun sudah keluar pagi tadi. Yang mau saya tau dimana lokasi kakak saya. Tidak pernah ada yang datang untuk menggeledah rumah. Hanya dipasar Daya saja langsung diculik.
Kalau polisi punya indikasi terhadap Arbain kan dicari dulu dirumahnya, dan memberi tahu keluarganya jika ada kejadian/tindakan. Tapi tidak pernah ada pencarian yang berarti tidak ada indikasi. Sekarang kehilangan jejak tentang keberadaan Tamrin. Tamrin tiga anaknya masih kecil-kecil juga.
Kondisi keluarga masih bingung karena belum ditahu keberadaannya.seandainya ditahu keberadaannya bisa diobati atau dibesuk. Dia keluar jam setegah dua ba'da jumat untuk beli alat alat motor. Kamis malam sekitar jam 23.00 wita dari Bulukumba.
Tau Arbain bin Yusuf tapi tidak terlalu kenal. Baru 2 bulan tinggal disini tanggal 3 desember. Ditangkap 2 orang yang ditembak tamrin. Tolong fasilitasi saya untuk mencari tahu keberadaan kakak saya. Tamrin kelahiran 1972. Kalau dia (Densus) melakukan ini luar biasa, langsung menembak saja tidak pernah ada pemberitahuan kepada keluarga padahal bawa tanda pengenal (sebagai penegak hukum). Saya rencana ke Polda sekarang.
Kalau upaya hukum, insyaAllah masih hidup dia sendiri yang akan menyampaikan sama kita.Sekarang tidak bisa karena tidak diketahui statusya sehingga langkah hukum tidak bisa dipastikan. Yang penting dulu menemukannya. Karena banyak ketidak jelasan jadi saya tidak bisa menyampaikan apa-apa. Terhadap pengelola negara sangat mengharapkan informasi tentang keberadaan kepada kakak saya.Dimana dia? Kok seperti lenyap ditelan bumi. Padahal jelas-jelas Densus yang ambil.
  1. Hanadiah (Istri Asmar/korban meninggal)
 Ia istri dari Syamsuddin alias Asmar alias Abu Uswah menuturkan; pas saat jelang kejadian Asmar sempat masuk ke dalam rumah sakit, tiba-tiba dia keluar pergi wudhu trus masuk masjid untuk solat dhuha. Tiba-tiba temannya ditembak. Kemudian selang beberapa menit dia nyusul dari belakang karena tidak tahu mungkin tentang hal itu. Ia pun kemudian ditembak di paha kirinya. Setelah itu dia bangun, mungkin mau lari atau apalah saya tidak tahu, karena almarhum sendiri tidak tahu apa kesalahnnya. Saat itu kakinya dilumpuhkan dua-duanya. Ini menurut penuturan orang  yang menyaksikan disana kepada saya. Almarhum  kemudian saat akan dibawa masih sempat disiksa, dipukuli dan ditendang pake sepatu laras. Kemudian ditembak lagi didadanya, diberondong peluru setelah tewas kemudian dimasukin kedalam kantong plastik baru dimasukin kedalam mobil.
Saya tidak pernah melihat jenasah almarhum. Hanya foto yang saat kejadian yang saya sempat lihat, itupun dari mereka yang menyaksikan dilokasi. Mereka mendokumentasikan dengan HP. Hari itu dia cuma pamit katanya ingin menjenguk teman di rumah sakit. Tidak ada sama sekali dia membawa apa yang seperti dituduhkan. Dia dituduh membawa granat, granat dari mana? Yang saya tahu dia berangkat hanya untuk menjenguk temannya yang lagi sakit. Katanya ke rumah sakit diantar teman, tatapi saya sendiri tidak tahu temannya itu siapa.
Sampai saat ini tidak ada informasi dari Densus. Saya hanya ikuti melalui berita di televisi saja. Tidak ada pemberitahuan atau surat penangkapan.
Saya tinggal disini, KTP suami saya di BTN Mangga tiga karena saya pernah tinggal di sana. Menurut saya kelakuan Densus seperti binatang. Mereka seenaknya memberondong. Orang yang lagi solat kok ditembak, tanpa ada pemberitahuan dan peringatan.
Bagi saya, almarhum seperti halnya orang kebanyakan, ya biasa-biasa. Meski pendiam tapi biasa juga Bermain dengan anak-anak, bergaul dengan masyarakat. Biasalah. Tidak ada yang aneh-aneh dari beliau. Beliau sering dirumah. Kalau keluar paling dia ke masjid untuk solat, atau keluar belanja. Tidak ada kegiatan yang aneh. Sehari-hari almarhum kerjanya serabutan, kerja apa yang bisa. Kadang diajak oleh temannya kerja bangunan. Saya juga kaget dengan adanya peristiwa di rumah sakit itu. Tiba-tiba koq begitu kejadiannya. Saya tidak tahu apa kegiatannya, apa pekerjaannya terkait peristiwa. Demikian juga yang sudah saya sampaikan di Polda beberapa hari setelah kejadiannya. Sekitar tiga atau empat hari setelah kejadian. Saya menyampaikan bahwa saya tidak tahu semua tentang yang mereka tuduhkan. Polisi sempat mengatakan bahwa mungkin mereka (polisi) lebih tahu. Kemudian saya jawab, iya, kalian yang lebih tahu berarti kalian sendiri yang menciptakan ini semua. Saya tidak tahu dan tidak pernah bertanya tentang itu. Kalau pulang kerumah, paling-paling bergurau dengan anak-anak.
Almarhum meninggalkan tiga orang anak. Yang paling tua, Uswatun Mawaddah saat ini kelas 5 SD. Yang kedua laki-laki 5 tahun, Muhammad Fatih, dan yang ketiga, Lulu, 2,4 tahun. Almarhum adalah tulang punggung keluarga selama ini. Entahlah, kedepannya seperti apa setelah almarhum tidak ada. Belum jelas karena masih dalam keadaan berduka.
Harapannya agar jenazah almarhum segera dikembalikan. Karena keluarga menunggu untuk dimakamkan. Densus juga harus benar dalam melakukan tugasnya. Teliti dangan baik, Selidiki dulu dengan benar.  Apalagi jika peristiwa itu terjadi di rumah Allah SWT (masjid), sangat disayangkan. Ini sudah menyepelekan kaum muslimin!.
  1. Athrizah Dwi Hatmawan (Istri Arbain bin Yusuf)
Arbain di tangkap bersama tamrin saat mau belanja barang di pasar daya.Dwi menuturkan; Pagi sekitar jam 09.00 wita Arbain masih dirumah,  tidur dirumah dan mau shalat  Jumat di mesjid setempat.Tapi saya ada jadwal masak untuk santri, makanya saya minta tolong suami saya untuk belanja kepasar. Dia ngajak pak Tamrin karena katanya sekalian mau beli kap motor.  Habis shalat jumat sampe sore suami saya tidak pulang. Lalu saya liat berita kalau ada yang ditangkap dipasar Daya. Lalu Saya liat di internet kalo Arbain dan Tamrin dibuntuti dari sini.
Sempat ada kabar kalau Arbain sudah meninggal. Namun ada teman yang cari info ternyata sudah ada di Jakarta. Dikasih nomor telpon atas nama pak Norman (081280464020) pengacara Densus dari jakarta. Teman saya cuma pesan sebatas itu saja dan pada Hari jumat dapat surat penangkapan 1 minggu setelah kejadian.
Ada rencana mau dipindahkan taunya dari berita saja. Sekarang masih belum tahu bagaimana kepindahannya.Sempat ada kabar dan kasih informasi ke kesaya. Hari kamis bapak saya yang di Jawa berangkat ke Jakarta sempat melihat kondisi suami saya. Kondisinya luka ditangan bekas penangkapan namun tidak tau pasti karena penjagaannya ketat sekali. Dan tidak sempat banyak bertanya jadi tidak tahu persis. Tapi masih baik kondisinya.
Saya tidak melihat kejadian secara langsung tapi hanya melihat dari berita.
Harapan saya, Kalau pun suami saya memang salah, harusnya sesuai dengan prodesur yaitu dikasih surat penangkapan dulu. Kalau pun suami saya disangka terlibat dalam jaringan teroris faktanya Suami saya itu sehari harinya hanya menjual dan tidak pernah kemana mana. Namun pun demikian jika bersalah harusnya sesuai prosedur penangkapan dengan memberikan surat penangkapan bukan langsung main tangkap.  Saya berharap bisa lebih maksimal dukungannya dari umat Islam. 
  1. MuthmaInna (istri Syarifuddin)
Densus juga mengobok-ngobok daerah Enrekang (sekitar 5 jam perjalanan darat dari kota Makassar), dan ada 9 orang lainya yang ditarget untuk di ambil. Dan yang menjadi target utama oleh Densus adalah Syarifudin, dengan alasan menyembunyikan bom rakitan yang siap digunakan. Dan istri Syarifudin menuturkan seputar penangkapan sebagai berikut;
Saya berada di lokasi tapi tidak melihat kejadian, tetapi adik saya yang lihat. Saya saat itu akan sholat maghrib, dan diberitahu setelah sholat. Kejadiannya malam Sabtu pukul 18.30. Katanya, saat itu suami saya (Syarifuddin) baru mau naik ke jalanan masuk masjid untuk sholat maghrib, tiba-tiba motornya ditendang sama Densus dan jatuh dari motor dan diringkus Densus. Dan ketika bilang mau solat magrib, dibentak densus "tidak perlu solat!". Dan bahkan izin mau pakai celana dalam dulu, itupun ditolak karena saat itu dia hanya pakai sarung untuk pakaian bawahnya. Adik saya yang lihat karena suaminya juga sempat ditangkap Densus namun telah dilepaskan.
Tempatnya kejadian di Kampung Kalimbua Kelurahan Kalosi Selatan, Kecamatan Alla Enrekang. Kejadiannya sangat tiba-tiba saja. Saya sama sekali sebelumnya tidak pernah dihubungi atau tahu kejadian apa. Sebelum kejadian saya sekeluarga hanya di Enrekang saja. Saya pernah baca di media bahwa  suami saya pernah keluar selama dua bulan, saya bilang ini omomg kosong dan saya bantah karena kenyataanya suami saya selama ini berada di Enrekang sejak tahun lalu sampai tahun sekarang.
Suami saya kegiatannya hanya sehari-hari jual tahu sama tempe. Kalau pagi berangkat jual tahu tempe sampai jam 9 pagi, lalu berangkat ke kebun sampai dhuhur. Setelah itu membuat tahu tempe sampai sore, begitu terus kegiatannya sampai penangkapan.
Saya setelah maghrib mencari suami saya namun sudah tidak ketemu dan masjid sudah kosong. Saya cuma diberitahu bahwa tadi ada penangkapan Densus yang datang dengan 9 mobil avansa, mereka berpakaian preman yang jumlahnya lebih dari 50 orang.
Setelah penangkapan saya sudah dihubungi dan katanya sekarang dia sudah di Mabes. kalau mau menghubungi (Syarifuddin) harus melalui pengacara  saya yang sudah disiapkan Densus.
Saya tidak menerima kalau suami saya dituduh karena pernah lama ke luar kota, karena suami saya tidak pernah tinggalkan daerah. Hanya pernah ke luar ke Makassar paling lama 5 (lima) hari pergi pengajian, tidak lebih dari itu dan itu pun bersama saya.
Kejadian penangkapan sekitar 100 meter dari rumah saya, kejadian dekat masjid At-Taqwa. Saat kejadian tiga orang yang ditangkap Densus, terakhir lagi kemenakan saya Fadil alias Fahri juga diambil Densus. Yang diambil sama Densus semua keluarga saya.
Di rumah saya Densus mengambil barang-barang tombak, bensin 5  liter yang saya baru beli untuk pabrik tahu, parang, pupuk untuk berkebun, bahkan celengan kaleng yang berisi duit sekitar 400 ribu juga di ambil, Densus juga membawa ember-ember. Barang-barang yang dibawa itu selama ini dipakai untuk buat tahu tempe.Rumah saya sudah dua kali digerebek dan katanya ada senjata. Motor cicilan saya juga diambil sama Densus. Setahu saya yang ada di pabrik tahu saya cuma parang. Yang dikasih garis polisi kebun saya yang katanya ada senjata, jaraknya 5 kilo meter dari rumah saya. Saya merasa suami saya tidak punya salah atau bukti kejahatan karena saya tahu kegiatnnya sehari-hari.
  1. Mutthoharah (Istri  Sukardi)
Istri Sukardi menuturkan; Kejadiannya Jumat sore pukul 18.30 wita, saya tidak liat pas kejadian seperti apa dan bagaimana, sampai bapaknya abu dzar (Syarifuddin) jatuh, cuma pas jatuh saya sempat dengar dia berteriak "apa salah saya". Dia sempat memberotak tapi langsung dibekuk tangannya kemudian kakinya, setelah itu dia diangkat dinaikkan ke mobil Avanza, kalau tidak salah warna hijau, karena saya melihatnya dari atas rumah. Jadi agak jauh.
Waktu itu Saya kira ada kejadian biasa seperti  tabrakan. Saya tidak tahu kalau kejadian ternyata lain. Jadi saya masuk kembali kedalam rumah, turun untuk ambil air wudhu kemudian naik lagi ke atas dan saya liat sudah penuh dengan Densus. Saya melihat Densus dengan bersejata lengkap. Ada satu orang tingi besar, memakai semacam rompi  mendekati  jamaah sambil bertanya;"siapa namanya Fadli?" Suami saya menjawab bukan.
Waktu itu suami saya duduk di teras masjid. Karena tiga kali dipanggil tidak bergerak, akhirnya orang tadi mendekatinya dan membekuk lehernya kemudian dibawa pergi. Karena kaget saya kemudian turun dan lompat dari rumah, masuk gorong-gorong. Begitu mereka  lihat saya keluar lalu mengarahkan senjata sambil membentak menyuruh masuk. Katanya "Masuk!", trus saya bilang saya mau pergi ambil anakku, jadi saya bilang "anakku, anakku".
Saya kemudian mendatangi anak-anak dan bertanya "mana bapaknya syahrul?" Saat saya bertanya itulah saya melihat dia diseret bersama tiga orang lainnya. saya mendengar suami saya bilang "apa salah saya?" mereka lalu bilang "kamu keluar!, kamu keluar!" suami saya bilang "saya ndak keluar-keluar". Terus dia lari sambil bilang "anakku, anakku", terus mereka jawab bawa saja dengan anakknya. Jadi saya mecoba menarik tangan suamiku sambil berkata "tunggu dulu, apa salahnya suamiku?" jadi dua tangan saya masing-masing menarik suami dan anak saya.
Terus mereka bilang "Bapak keluar, bapak keluar toh?", saya jawab "kemana? Tidak, bapak tidak pernah keluar. Tunggu dulu, apa salahnya suamiku ?" mereka bilang "sebentar bu, kita mau minta keterangan saja".
Keterangan apa? Suamiku tidak bersalah saya bilang. Nah, disaat saya sedang menarik tangan suamiku, kemudian datang lagi satu orang yang badannya besar dan berkata "kalo memang tidak mau, tembak saja dia!" jadi saya bilang tunggu dulu. Saya kemudian berhenti menarik, dan setengah berbisik  ke telinga  suami saya "Pergimiki. Isya Allah itu Allah melindungiki kalo kita tidak pernah salah. karena kita memang tidak pernahji keluar."
Karena waktu itu banyak sekali mobil, saya tidak tahu ke arah mana suami saya dibawa. Jadi waktu penangkapan itu  ada banyak orang, ada  jamaah di dalam masjid. Jadi Waktu suami saya ditangkap dia sedang menemani anak saya ke belakang yang ingin buang air besar. Itu yang kemudian Densus katakan bahwa suami saya ingin melarikan diri. Bagaimana dia mau melarikan diri sedang saat itu dia sedang bersama anaknya.
Pak Sukaradi ditangkap pas setelah salat maghrib. Kalau pak syarifuddin pas saat solat, kalau tidak salah saat rakaat pertama. Yang saya dengar, Saat itu dia minta untuk solat dulu. Kata penduduk ditunggui ji memang tapi mereka menendang motor pak Syarifuddin. Karena kaget, dia balik dan bertanya, ada apa ini? Apa salah saya, saya mau solat dulu. Tapi mereka bilang "tidak usahmi solat!".
Lokasi kejadiannya di Masjid Taqwa. Saat itu ada sekitar sepuluh jamaah di dalam.
  1. Nurlaila (Istri Fadli)
Nurlaila menuturkan kepada CIIA; Tidak tahu apa alasan penangkapan karena saat itu pas lagi solat maghrib. Pak Syarifuddin ditangkap saat solat, tapi Fadli setelah solat maghrib.
Barang yang diambil jirigen, juga uang. Rumah digeledah isinya. Ada tiga rumah yang digeledah. Setelah penangkapan tidak ada yang dihubungi. Ada beberapa berita dari internet yang kurang sesuai. Diberitakan suami saya melakukan perlawanan padahal tidak ada sama sekali perlawanan waktu ditangkap.
Densus Waktu itu ada sekitar sembilan mobil. Jadi waktu malam sabtu itu ada tiga orang yang dibawa.[13 Jan 2013, Makassar].(bilal/arrahmah.com)

Mujahidin Irak
SAMARA'  – Rezim Syiah Irak melancarkan serangan gabungan terhadap mujahidin Daulah Islam Irak pada Senin (21/1/2013) pagi di distrik Samara'. Operasi gabungan itu melibatkan Pasukan Divisi IV, Komando Operasi Samara' dan milisi Shahwat loyalis rezim Syiah Irak untuk wilayah Samara', Hadidi dan Jazirah.
Operasi gabungan itu diikuti oleh lebih dari seribu tentara dan milisi loyalis rezim Syiah Irak. Namun pasukan besar dengan persenjataan lengkap itu terperangkap dalam jebakan kesatuan-kesatuan mujahidin di distrik Samara'. Mereka masuk dalam killing zone mujahidin dan menjadi sasaran empuk penyergapan mujahidin yang lebih menguasai medan pertempuran di wilayah tersebut.
Baku tembak sengit terjadi antara mujahidin Irak dan pasukan gabunan rezim Syiah Irak. Pasukan rezim Syiah Irak mengalami kerugian sangat besar. Puluhan tentara tewas dan kendaraan militer mereka hancur.
Kendaraan Land Cruiser yang dikendarai oleh Panglima Komando Operasi Samara', letjen Shakir Halil Muawin hancur total dan terbakar oleh tembakan mujahidin. Letjen Shakir sendiri mengalami luka parah dan dilarikan ke Rumah Sakit Samara' untuk mendapatkan perawatan medis. Perwira tinggi lainnya yang tewas dalam pertempuran itu adalah Letkol Mahdi Ja'far, Perwira Intelijen Komando Operasi Samara', laporan harian Sumeria News.
Pasukan gabungan rezim Syiah Irak didesak oleh serangan mujahidin ke kawasan Khuzaimi, sebuah kawasan gurun yang terbuka. Mereka menjadi sasaran empuk serangan mujahidin. Lebih dari 100 perwira, tentara dan milisi Shahwat tewas dalam baku tembak sengit tersebut. Komandan milisi Shahwat wilayah Samara', Majid Al-Bazi Abu Faruq, tewas dalam pertempuran dan kendaraan Salvador yang dikendarainya hancur terkena roket mujahidin.
Setelah beberapa jam menjadi bulan-bulanan mujahidin, pesawat tempur rezim Syiah Irak dikerahkan untuk menyelamatkan sisa-sisa pasukan yang terjebak di kawasan Al-Khuzaimi. Pesawat tempur membombardir wilayah sekitar jalan raya Syaikh Muhammad di pinggiran Al-Khuzaimi. Bombardir udara itu ditujukan kepada rumah-rumah penduduk sehingga menewaskan banyak warga sipil setempat. (muhib almajdi/arrahmah.com)

09.08 ,
Fron Pembela Islam
JAKARTA  - Sejak hari Kamis lalu, wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya lumpuh terkena bencana banjir. Kawasan strategis pun tak ketinggalan tergenang banjir, seperti istana negara dan bundaran HI. Belum lagi sejumlah titik lainnya yang begitu parah terkena dampak banjir, seperti Kampung Pulo dan Petamburan Jakarta Pusat.
Terkait bencana banjir, Front Pembela Islam sebenarnya telah melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan posko-posko penanggulangan banjir pada 21 titik di wilayah kota Jakarta, sejak seminggu sebelum puncak bencana banjir pada hari Kamis.
Kini banjir mulai surut, walaupun di beberapa tempat masih tergenang seperti di daerah Pluit, Jakarta Utara.
Masalah berikutnya usai banjir adalah menumpuknya sampah dan lumpur yang tersisa, baik di jalan-jalan, perkampungan, rumah warga dan tempat ibadah.
...Instruksi DPP FPI, segera kerahkan semua laskar FPI untuk membantu masyarakat membersihkan lumpur dan sampah akibat banjir
Hal tersebut harus segera diatasi agar para pengungsi bisa cepat kembali ke rumah mereka masing-masing dan tidak menimbulkan penyakit.
Menyikapi hal itu, Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Syihab menginstruksikan seluruh laskar FPI agar membantu masyarakat membersihkan lumpur dan sampah akibat banjir.
“Instruksi DPP FPI, segera kerahkan semua laskar FPI untuk membantu masyarakat membersihkan lumpur dan sampah akibat banjir dari rumah warga dan perkampungan,” seru Habib Rizieq Syihab melalui pesan singkat yang diterima redaksi voa-islam.com, Senin (21/1/2013).
FPI amat berperan dalam membantu korban banjir di sejumlah tempat di Jakarta, hal ini ditunjukkan dengan sikap cepat tanggap FPI sejak awal sebelum bencana banjir memuncak hingga membantu masyarakat pasca banjir surut. [Ahmed Widad]

CILACAP  - Para mujahidin yang menjadi tahanan kembali mendapat perlakuan zalim petugas Lembaga Pemasyarakatan. Setelah beberapa waktu lalu terjadi penganiayaan petugas LP Cipinang terhadap mujahidin yang ditahan, hal yang sama terjadi di LP Permisan, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Achmad Michdan, koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM) menyampaikan kronologis penganiayaan oleh petugas LP Kembang Kuning terhadap ustadz Amir dan ustadz Suparjo alias Sarwo Edi di LP Permisan, Nusakambangan.

Pada hari Rabu (16/1/2013) di LP Permisan ada pertandingan futsal antar napi, diantaranya tim tamu dari LP Kembang Kuning. Pertandingan ini sudah sering, kadang tim futsal LP Permisan pun ke LP Batu.
Ketika pertandingan berlangsung, tim dari LP Kembang kuning mulai main kasar, ketika ada pelanggaran keras, salah satu napi ustadz Sarwo Edi berteriak, ini pelanggaran, kartu kuning! Tetapi wasitnya tidak mengeluarkan kartu kuning. Wasitnya itu adalah petugas LP dari Kembang Kuning. Maka supporter dari LP Permisan pun kecewa karena wasit seolah membela timnya sendiri.

Lalu ustadz Amir protes dan sempat terjadi adu mulut. Tiba-tiba ustadz Amir diserbu dan dipukuli oleh petugas pengawal dari LP Kembang Kuning. Jadi dua orang memegang ustadz Amir dan satu orang memukulinya hingga tersungkur.

Lalu datanglah ustadz Sarwo Edi untuk membantu ustadz Amir yang dianiaya sipir. Namun akhirnya ustadz Sarwo Edi pun dipukuli juga. Akibatnya, kedua orang tersebut menderita luka-luka, bibirnya pecah, memar-memar, kepalanya bengkak dan lehernya kaku.

Pihak napi sudah minta supaya discan di Rumah Sakit tetapi sampai saat ini tidak dikabulkan. Pihak sipir hanya mendatangkan dokter dari LP Batu. Tetapi menurut napi, mereka khawatir ada luka dalam akibat korban penganiayaan. Ustadz Amir misalnya, kepalanya dipukuli dan pagi harinya mual-mual.    
Identitas sipir LP Kembang Kuning yang melakukan pemukulan itu adalah; Shodiq, Andi, Moko dan Sukisno. Kejadian penganiayaan itu di aula tempat pertandingan futsal. Demikian kronologis singkat yang dipaparkan TPM.

Rencananya, pihak TPM akan melakukan investigasi terhadap kasus penganiayaan tersebut dan akan menindaklanjuti dengan proses hukum. Sementara itu, ustadz Amir dan Sarwo Edi selaku korban penganiayaan dikabarkan akan menghadapi persidangan di PN Cilacap, pada Rabu (23/1/2013), sekitar pukul 09.00 WIB.  [El Raid]

Sumber : (voa-islam.com)

08.17 , ,
Banyak terdapat kata KAMI di dalam Al-Qur'an sehingga hal tersebut menjadi senjata andalan bagi Kristen untuk menyerang akidah Muslim:

Mereka berpendapat bahwa kata KAMI dalam Al-Qur'an menunjukkan ada lebih dari satu oknum artinya ada lebih dari satu Tuhan..

Memang benar kata KAMI baik dalam Al-Qur'an maupun KBBI kata KAMI menunjukkan ada lebih dari satu oknum..

Berhubung penjelasan kata KAMI dalam Al-Qur'an sudah di share sebelumnya:

Sekarang mari kita lihat persamaan dan perbedaan kata KAMI dalam kitab Islam dan kristen:

Kebanyakan orang kristen ngotot bahwa kata kami dalam Al-Qur'an menunjukkan adanya Tuhan lebih dari satu tetapi anehnya kristen sendiri tidak mau mengakui bahwa kata KAMI dalam kitab sucinya menunjukkan lebih dari satu Tuhan,dan mereka kebanyakan tidak menyangka bahwa di dalam kitabnya sendiri terdapat kata KAMI:

Dalam Islam malaikat bukanlah Tuhan dan Muhammad bukanlah Tuhan juga tetapi hanya sebatas Utusan saja,dan Tuhan yang sesungguhnya hanyalah Allah SWT.

Dalam kristen Yesus di anggap Tuhan,Roh Kudus Di anggap Tuhan, dan Allah bapanya yesus di anggap Tuhan pula..

Kalo kristen masih ngotot bahwa kata KAMI itu menunjukkan ada Tuhan lebih dari satu maka di bawah ini bukti bahwa kristen punya Tuhan lebih dari satu:

Yohanes 14:23
Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan KAMI akan datang kepadanya dan diam BERSAMA-SAMA DENGAN DIA.

Perhatikan kata "KAMI" dan "BERSAMA-SAMA DENGAN DIA" ayat satu di atas menunjukkan bahwa kristen punya Tuhan lebih dari satu.

Bukti bahwa yesus di anggap tuhan adalah:

I Korintus 8:6
namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Lihat perkataan paulus sang rasul yang di cintai setengah mati oleh kristen,terdapat tambahan perkataan "satu Tuhan saja yaitu Yesus Kristeus".

Bukti tambahan ayat di atas adalah :

Yakobus 2:19
Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Dalam Yakobus 2:19 di atas tidak terdapat kata "SATU TUHAN SAJA YAITU YESUS KRISTUS" tetapi "HANYA ADA SATU ALLAH SAJA" ga di sebutkan nama yesus di situ.

NB:
Jadi intinya jika kristen menganggap kata KAMI dalam Islam menunjukkan bahwa Islam punya Tuhan lebih dari satu adalah salah besar karena yang mempunyai Tuhan lebih dari satu adalah Kristen sendiri..

Inilah bukti lebih lanjut bahwa Yesus dan Allah itu adalah dua tuhan yang di sembah kristen:

Markus 16:19.
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

JAKARTA  - Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Natsir meminta kepada segenap tokoh Nasional untuk segera mengusut kasus penembakan Densus 88 di sejumlah Daerah; Makassar, Dompu dan Bima.
Densus 88 yang menembak mati 2 orang muslim di masjid Nur Al Afiah, Makassar telah melukai hati umat Islam dan berlindung di balik UU Terorisme.
“Ini sudah melukai hati umat, meskipun mereka berlindung di balik Undang-Undang anti terorisme yang mereka buat sendiri dan disetujui oleh DPR,” kata ustadz Bactiar Nasir kepada voa-islam.com, Jum’at (18/1/2012).
...Ini sudah melukai hati umat, meskipun mereka berlindung di balik Undang-Undang anti terorisme yang mereka buat sendiri dan disetujui oleh DPR
Atas nama umat Islam, ustadz Bachtiar menyerukan agar tokoh Islam mengusut tuntas kasus ini dan meminta klarifikasi Densus 88.
“Atas nama umat Islam saya menganjurkan kepada tokoh-tokoh nasional, tokoh politik dari kalangan muslimin untuk mengusut kasus ini, meminta klarifikasi apa yang dilakukan Densus 88,” ucapnya.
Sikap main tembak yang dilakukan Densus 88 menurutnya telah menjadikan era saat ini mundur ke belakang, seperti zaman Petrus di masa orde baru.
“Sesungguhnya ini sudah sangat berlebihan, seakan-akan kita sudah kembali ke zaman Petrus (penembak misterius, red.) dulu, atau zaman dimana penembakan dilakukan sesuka hati,” tuturnya.
...seakan-akan kita sudah kembali ke zaman Petrus (penembak misterius, red.) dulu, atau zaman dimana penembakan dilakukan sesuka hati
Dari kasus penemban yang dilakukan Densus 88 itu, kata ustadz Bachtiar semakin terungkap maksud dan tujuan dibuatnya Undang-Undang Anti Terorisme.
“Ini sebetulnya sudah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) tingkat berat, tetapi dilakukan atas nama Undang-Undang. Sebab kebenaran itu kan nantinya harus dibuktikan di pengadilan, siapa yang salah dan siapa yang benar. Tetapi dengan Undang-Undang yang mereka buat inilah sesungguhnya nampak maksud dan tujuan mereka, mereka sesungguhnya mau apa? Ternyata ini yang mereka mau lakukan di balik semua Undang-Undang itu,” jelasnya.
...Kita menuntut agar pelaku yang bersalah ini dihukum walaupun dia anggota Densus 88 dan siapa pun yang terlibat di dalamnya
Namun ia meminta agar umat Islam tak perlu terprovokasi, umat tidak perlu terpancing emosinya, karena tindakan Densus 88 bisa dituntut secara hukum. “Mudah-mudahan tokoh-tokoh umat ini bisa segera bergerak untuk menangani kasus ini,” tambahnya.
Ustadz Bactiar Nasir pun menuntut agar para pelaku penembakan tersebut diadili dan dihukum meskipun mereka anggota Densus 88 termasuk siapa pun yang terlibat di dalamnya.
“Menurut saya ini bisa dituntut balik, dengan cara mengumpulkan data dari keluarga korban. Kita menuntut agar pelaku yang bersalah ini dihukum walaupun dia anggota Densus 88 dan siapa pun yang terlibat di dalamnya, kita harus tuntut secara hukum!” tegasnya. [Ahmed Widad]

Sumber : (voa-islam.com)

Laporan CIIA: Setelah Ditembak Densus 88 Tamrin tak Jelas Rimbanya
Oleh: Harits Abu Ulya

Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)
VOA-ISLAM.COM - Pada hari Jumat 4 Januari 2013 setelah penembakan Densus 88 terhadap Ahmad Kholil dan Abu Uswah di teras masjid Nur Al Afiah, Makassar, ada dua orang yang di tangkap Densus 88 di pasar Daya Lama Makassar sekitar pukul 14.00 WITA. Keduanya ditangkap ketika naik motor berboncengan dan hendak belanja ke pasar.
Satu orang bernama Arbain Yusuf alias Yusuf alias Bain Abu Fadil alias Fadil dan yang kedua bernama Tamrin bin Pangaro. Namun nasib Tamrin sampai kini belum jelas dan keluarga Tamrin juga merasa bingung kemana harus mencari. Karena sampai hari Senen (14/1/2013) sepekan lebih paska penangkapan Tamrin, pihak aparat belum memberitaukan kepada keluarga perihal penangkapan dan penahanannya.
Tamrin sendiri ditembak Densus dibagian kaki atas (paha) saat penangkapan. Dan saksi mata mengatakan tidak ada perlawanan dan tidak membawa senjata. Sementara Arbain, pihak aparat Densus 88 sudah menyampaikan surat penangkapan dan penahanan kepda keluarga dengan nomor surat: B/17/I/2012 Densus tertanggal 07 Jan 2013 dan Surat:B/19/I/2013/Densus, tertanggal 10 Januari 2013.
Tamrin yang ditembak Densus 88 belum jelas kemana dan dimana tidak jelas juntrungannya. Menurut kami, ini adalah contoh betapa terzaliminya pihak keluarga atas tindakan Densus 88 seperti yang menimpa Tamrin.
Hak-hak keluarga korban sering diremehkan begitu saja, kemudian bagaimana proses advokasinya kalau keluarga tidak tahu rimbanya si Tamrin. Kalau pun sudah jelas posisi orang-orang yang tertuduh atau diduga teroris, Densus secara sepihak memilihkan pengacara untuk mereka dan ini tidak fair.
Karena itu, harusnya para pengusung HAM juga harus mengambil tindakan. Karena dalam proses penegakkan hukum dalam isu terorisme betul-betul mekanisme hukum (criminal juctice system) dibuang ditong sampah.
Densus main tangkap, surat penangkapan dibuat menyusul berikut penahannya. Kalaupun salah tangkap, kemudian setelah 7x24 jam dilepas dan tidak ada rehabilitasi atas nama korban.
Ini adalah bentuk pelanggaran yang mengajarkan rakyat atau siapapun bahwa mekanisme hukum tak diperlukan lagi jika mau mencapai tujuan-tujuannya. Atau yang pasti, cara-cara seperti ini menjadikan kepercayaan masyarakat makin tergerus. [Ahmed Widad]

LONDON  – Mayoritas umat Kristen ternyata tak yakin Yesus Kristus dilahirkan pada 25 Desember. Ini terkuak dalam sebuah jajak pendapat yang menguji kesahihan pertanyaan utama, apakah umat Kristen benar-benar yakin dengan hari Natal (kelahiran Yesus)? Sebanyak 83 persen responden yakin bahwa Yesus bukan lahir pada 25 Desember.
Yang mengejutkan lagi, ternyata 96 responden dalam jajak pendapat ini mengaku dirinya beragama Kristen. Sebanyak 82 persen responden mengakui menganut Kristen lebih dari 10 tahun, dan 79 persen menyatakan khatam membaca injil setidaknya sekali. Wanita yang menjadi responden penelitian ini sebanyak 60 persen.

Survei ini dilakukan oleh King James Bible Online yang menggugah pengunjung situs ini untuk membaca kitab Injil. Menurut situs web ini, 65 pembacanya adalah warga negara Amerika Serikat, tulis RT Online, Jumat (28/12/2012).

Raja Inggris James I pada 1604 menyetujui dimulainya penerjemahan baru kitab Injil ke dalam bahasa Inggris. Proyek penerjemahan Injil ini rampung pada 1611, sekitar 85 tahun setelah terjemahan pertama Perjanjian Baru dalam bahasa Inggris. Versi Resmi atau disebut Versi Raja James, menjadi kitab Injil standar bagi umat Protestan di negeri-negeri berbahasa Inggris.

Situs web Christian Today juga melaporkan bahwa mayoritas responden menjawab tak percaya Yesus lahir pada 25 Desember, 71 persen responden menyatakan umat Kristen masih merayakan Hari Raya Natal. Namun, 25 persen lainnya menyatakan mereka “Tidak” lagi merayakan kelahiran Yesus.
Ketika disodori pertanyaan “ Apakah OK membiarkan anak-anak memercayai Sinter Klas” 64 persen menjawab “Pasti tidak, itu bohong,” sementara 28 persen lainnya menjawab “Ya, kan cuma untuk senang-senang.”

Pada awal tahun ini, Paus Benekditus XVI berargumen pada bukunya yang baru diterbitkan, bahwa kalender Masehi berdasar pada perhitungan yang salah dan karena itu kalender ini tidak benar.
Paus memperkirakan Yesus lahir beberapa tahun lebih awal daripada yang umum menancap di benak orang. Kesalahan itu terjadi pada abad ke-6 Masehi ketika pastur yang bernama Dionysius Exiguus alias Si Kecil Dennis, yang “membuat kesalahan ..dalam beberapa tahun ketika menghitung kalender kita,”ungkap Paus.
“Kelahiran Yesus beberapa tahun sebelum tahun pertama Masehi,” ujar Sri Paus. Konsep seperti ini sebetulnya tidak baru. Banyak sejarawan dan peniliti sepakat dengan pernyataan Paus Benekditus XVI, yang percaya Yesus Kristus dilahirkan antara abad 4 dan 6 Sebelum Masehi.

22.15
SWISS. – Ahad, 13 Januari 2013, setelah kampanye, yang dipimpin oleh Partai Rakyat Swiss, untuk melarang pembangunan menara tempat adzan di masjid – masjid, muncul kabar yang mengejutkan. Salah seorang pemimpin partai tersebut mengumumkan masuk Islam.
Opini publik Swiss bersama dengan jutaan orang di dunia ini dikejutkan dengan seorang pemimpin politik, Daniel Streich, yang memimpin kampanye terakhir terhadap laragan membangun menara masjid di Swiss selama beberapa tahun terakhir, mengumumkan keislamannya di salah satu media Swiss. Ia menegaskan bahwa ia mengalami perubahan yang drastis setelah mengetahui nilai – nilai dan prinsip – prinsip Islam.
......sesungguhnya Swiss membutuhkan pembangunan masjid dan menara lebih untuk merangkul anak – anak bangsa dari kaum Muslimin...
Perubahan Terjadi Setelah Mengenal Islam
Pemimpin politik itu mengatakan bahwa ia terpaksa untuk mengkaji dan mendalami prinsip – prinsip Islam dalam upaya kampanye anti Islam. Ia terkejut mendapati hal – hal yang tidak pernah terlintas dalam benaknya, di mana jawaban atas pertanyaan yang ia terus bertanya dalam dirinya selama beberapa tahun lamanya yang ia tidak dapatkan di agama Kristen.
Stretch mengkritik permusuhan yang tumbuh anti Islam dan muslimin di Swiss. “sesungguhnya Swiss membutuhkan pembangunan masjid dan menara lebih untuk merangkul anak – anak bangsa dari kaum Muslimin" ujar Daniel.
“Aku terdesak untuk menulis banyak makalah menerangkan tentang pentingnya masjid di Swiss dan bahaya dalama upaya pelarangan membangun menara di negri ini” tambah pemimpin partai rakyat Swiss itu.
Karena sikapnya yang baru itu, mantan pelatih militer selama 30 tahun itu mengundurkan diri dari Partai Rakyat Swiss. Sekjen Institut Budaya Islam Swiss, Dr Mohammed Karmov, menganggam keislaman Strech memberikan bagi kemaslahatan Islam di Swiss.
.....Posisi ini mengingatkan kita kepada kisah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Ketika ia pergi untuk membunuh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam, maka Allah memberikan hidayah kepadanya dan melapangkan dadanya untuk iman. Dan ini menunjukkan bahwa hidayah itu berada di tangan Allah ‘Azza wa Jalla. Dan untuk kaum muslimin jangan berputus asa untuk berdakwah kepada non muslim.......
Daniel Islam Seperti Islamnya Umar
Dalam peranna, seorang dai, Nazim Al-Misbah, mengomentari kabar keislaman Strech seraya berkata “itulah keutamaan yang Allah berikan kepada siapa yang Ia kehendaki”.ia menambahkan bahwa keislaman orang yang memerangi Islam itu adalah sebuah kemenangan dari Allah.
Misbah menambahkan “Posisi ini mengingatkan kita kepada kisah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Ketika ia pergi untuk membunuh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Allah memberikan hidayah kepadanya dan melapangkan dadanya untuk iman. Dan ini menunjukkan bahwa hidayah itu berada di tangan Allah ‘Azza wa Jalla. Dan untuk kaum muslimin jangan berputus asa untuk berdakwah kepada non muslim” ujarnya.(usamah/ist)

22.23 , ,
Roh (bahasa Arab: روح, ruuh) adalah unsur non-materi yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan.

Pandangan Islam

Ruh-ruh manusia ketika berada di alam ruh

Menurut agama Islam, manusia merupakan makhluk terakhir yang diciptakan Allah Ta'ala, setelah diciptakan-Nya makhluk lain seperti malaikat, jin (Iblis), alam semesta, hewan (binatang), tumbuhan dan lainnya. Allah menciptakan manusia dengan dipersiapkan untuk menjadi makhluk yang paling sempurna. Karena, manusia diciptakan untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi dan memakmurkannya.
Pada persiapan pertama, Allah mengambil perjanjian dan kesaksian dari calon manusia, yaitu ruh-ruh manusia yang berada di alam arwah. Allah mengambil sumpah kepada mereka sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an di dalam surah Al A'raf, yang berbunyi
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul, (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al A’raf: 172)
Dengan kesaksian dan perjanjian ini maka seluruh manusia lahir ke dunia dianggap sudah memiliki nilai, yaitu nilai fitrah beriman kepada Allah dan ajaran yang lurus.

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. QS. al-isra 85

Ruh Manusia

Alqur’an sendiri telah menegaskan, bahwa Ruh itu adalah urusan-Nya, Kita tidak tahu melainkan sedikit, akan pengetahuan manusia.

Ruh ibarat Energi, ruh dalam lafadz arab, berasal dari kata “riih” رياح yang maknanya angin.

Contoh:
Dalam ilmu pengetahuan eksak, gerakan angin itu terjadi karena reaksi energi elektromagnetic, yang terus bergerak, energi elektromagnetic ini dalam unsur atom di sebut elektron yang kita rasakan sebagai energi aliran listrik. Dan ternyata, tiada satupun profesor di dunia yang dapat menjelaskan apakah listrik itu dengan paten, seperti halnya tiada seorang ulama’ yang dapat menjelaskan apakah ruh itu.

Yang kita tahu, hanyalah sebatas pengertian bahwa, ruh itu adalah energi yang dapat menghidupkan benda organik, sedangkan listrik itu adalah energi yang dapat menghidupkan benda anorganik.

Jadi, ruh itu bukanlah seperti di film atau yang biasa di sebut oleh orang kristen yang mengatakan bahwa allah itu roh yang berbentuk bayangan, atau asap, sungguh berlepas diri tentang hal itu.

Begitu juga listrik, bukan lah petir yang berapi, terang, seperti dalam gambar, itu hanyalah reaksi percikan api, yang panas, sedangkan listrik sendiri tidak berwarna, tidak terlihat, juga bukan kalor atau panas.

Kesimpulanya

RAGA itu di kendalikan oleh AQAL dan NAFSU yang terletak dalam QOLBU yang dapat hidup karena ada RUH dengan KUASA Allah 

Pandangan Kristen

Roh atau roh ( Ibrani רוח baca: ru-ach ) adalah unsur ketiga yang membentuk kehidupan manusia. Paulus menyebutkan bahwa manusia terdiri dari tiga unsur: roh, jiwa dan tubuh (1 Tes 5:23). Unsur tubuh jasmani adalah wadag yang dapat kita raba, jiwa disebut juga nyawa ada di dalam darah, sedangkan unsur ketiga yaitu roh adalah yang memberi manusia kesadaran. Tubuh jasmani dapat binasa, tetapi roh manusia bersifat kekal.

Allah adalah Roh

Kepercayaan Kristen mengakui bahwa Allah adalah Roh (Yohanes 4:24). Yesus Kristus menyebut Allah sebagai bapa Bapa sehingga dalam pemahaman Kristen, maka Bapa juga adalah Roh.

Roh Kudus

Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri, atau Roh TUHAN itu sendiri. Roh Kudus tidak diciptakan, melainkan keluar dari Bapa (Yohanes 15:26). Roh Kudus hanya satu, namun dapat sekaligus memenuhi sejumlah besar manusia dan memberikan rupa-rupa karunia Roh (1 Korintus 12:4)

Arwah

Arwah adalah roh manusia yang sudah meninggal dunia. Kristen mempercayai bahwa setiap arwah orang benar, ketika mereka meninggal, arwahnya ditempatkan oleh Malaikat Tuhan ke Firdaus Allah yaitu ke pangkuan Abraham(Lukas 16:23), sedangkan orang yang tidak benar maka arwahnya akan ditempatkan di Hades.

Roh-roh jahat

  • Iblis disebut juga Satan dipercayai Kristen sebagai seorang pribadi roh (tunggal, bukan jamak) yang berasal dari penghulu malaikat yang memberontak kepada Allah, lalu diusir dari Sorga.
  • Setan-setan yang juga disebut roh-roh jahat bermakna banyak, adalah sepertiga jumlah malaikat yang terpengaruh Iblis, ikut memberontak, dan lalu diusir dari Sorga, dan dijatuhkan ke Bumi. Baik Iblis maupun roh-roh jahat mempunyai kecenderungan menggoda umat manusia supaya berbuat dosa agar kelak mendapat hukuman Tuhan di Neraka setelah Hari Penghakiman
Menurut KBBI online yang merefleksikan gagasan penguasa mengenai definisi kata “roh”, kata “roh” bermakna sebagai berikut:
roh n 1 sesuatu (unsur) yg ada dl jasad yg diciptakan Tuhan sbg penyebab adanya hidup (kehidupan); nyawa: jika — sudah berpisah dr badan, berakhirlah kehidupan seseorang; 2 makhluk hidup yg tidak berjasad, tetapi berpikiran dan berperasaan (malaikat, jin, setan, dsb); 3 ki semangat; spirit: kedamaian bagi seluruh warga sesuai dng — Islam;
Kudus Rohulkudus
Menurut kode bahasa umum yang digunakan dalam bahasa Indonesia formal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, roh adalah ciptaan atau roh adalah makhluk.
Berbeda dengan kode bahasa resmi yang digunakan dalam KBBI online, kode bahasa LAI, sebagaimana yang digunakan oleh Alkitab terjemahan bahasa Indonesia terbitan LAI, kata “ruh” dapat merujuk kepada makhluk (ciptaan), seperti ruh manusia, ruh jahat, ruh di udara, dsb; selain itu, kata “Ruh” juga dapat merujuk kepada bukan makhluk (bukan ciptaan), seperti merujuk ke substansi Allah atau wujud Allah. Penyebab dari hal ini adalah karena kata “ruh” digunakan untuk menerjemahkan kata πνευμαpneuma‘ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata רוחrûaħ‘ (Alkitab bagian Perjanjian Lama). Kedua kata dari Alkitab bahasa asli tersebut dapat merujuk kepada makhluk (ciptaan), seperti ruh manusia, ruh jahat, ruh di udara, dsb; tapi kata “Ruh” juga dapat merujuk kepada bukan makhluk (bukan ciptaan), seperti merujuk ke substansi Allah atau Dzat Allah.
Perbedaan kode bahasa khusus LAI dengan kode bahasa umum KBBI online menyebabkan Alkitab terjemahan LAI relatif sulit dipahami oleh masyarakat non-pengguna kode bahasa LAI. Alangkah lebih baik bila LAI menerjemahkan Alkitab dengan kode bahasa umum Indonesia yang mudah dipahami oleh masyarakat, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, atau kalau pun tidak, perlu mencantumkan kamus istilah dalam Alkitab terjemahannya.
Bila menggunakan kode bahasa umum, maka kata πνευμαpneuma‘ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata רוחrûaħ‘ (Alkitab bagian Perjanjian Lama) sebaiknya diterjemahkan dengan kata “dzat”, yang punya makna yang serupa dengan kata πνευμα ‘pneuma’ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata רוח ‘rûaħ’ (Alkitab bagian Perjanjian Lama) saat merujuk ke substansi atau wujud Allah. Penulisan kata “dzat” (dengan huruf “d”) perlu digunakan untuk membedakannya dari kata “zat” (tanpa huruf “d”). Kata “zat” (tanpa huruf “d”) merujuk ke zat dalam ilmu fisika, seperti zat cair dan zat padat. Sementara kata “dzat” adalah substansi atau wujud Allah yang sama sekali berbeda makna dengan kata “zat”.
Penulisan kata “dzat” (dengan huruf “d”) perlu digunakan untuk membedakannya dari kata “zat” (tanpa huruf “d”) untuk meminimalkan resiko salah paham dari masyarakat umum Indonesia yang asing dengan kode bahasa khusus LAI. Dengan kode bahasa yang umum, sejenis dengan yang digunakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kesimpulan
Penyebab istilah “Roh Kudus” dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia LAI sulit sekali dipahami oleh masyarakat pengguna kode bahasa umum adalah karena kata “roh” dalam kode bahasa umum KBBI online berarti ciptaan atau makhluk, sedangkan kata “roh” dalam kode bahasa khusus LAI dapat berarti ciptaan atau makhluk bila merujuk ke manusia, malaikat, roh jahat; tapi juga dapat berarti bukan ciptaan atau bukan makhluk, bila merujuk kepada substansi Allah atau wujud Allah. Agar Alkitab terjemahan LAI mudah dipahami oleh masyarakat luas pengguna kode bahasa umum, maka LAI perlu menerjemahkan Alkitab menggunakan kode bahasa umum. Praktisnya, kata πνευμα ‘pneuma’ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata רוח ‘rûaħ’ (Alkitab bagian Perjanjian Lama) diterjemahkan “ruh” saat merujuk ke ruh manusia,  dan diterjemahkan “dzat” saat merujuk ke substansi atau wujud Allah.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget