Latest Post

Voice Of Muslim -BOSTON – Saluran televisi Al Arabiya melaporkan bahwa Dzhokhar Tsarnaev, yang dituduh oleh otoritas kafir AS telah melakukan serangan bom kembar di Boston pada 15 April lalu, berhasil, hanya beberapa jam sebelum penangkapannya, melakukan laporan di halaman facebooknya yang menyatakan bahwa ia tidak ada hubungannya dengan insiden itu dan semuanya telah disetting, demikian dilansir Kavkaz Center.

Sebuah screenshot dari halaman facebook telah diposting online dan kemudian dihapus oleh administrasi Facebook.  Dzhokhar Tsarnaev menulis kepada ayahnya :

“Ini akan menjadi pesan terakhir sebelum polisi mendapatkan saya.  Saya tidak pernah melakukannya.  Mereka menjebakku.  Ayah, maafkan saya.  Saya minta maaf untuk hal ini.”

Dia menulis pesan ini saat ribuan polisi memburunya di seluruh Boston.

Al-Arabiya mengatakan terkait hal ini, bahwa ibu kandung dari dua bersaudara Tsarnaev mengatakan kepada wartawan bahwa anak sulungnya, Tamerlan, telah dimata-matai oleh FBI selama lebih dari 5 tahun.  Mereka tahu tentang semua gerakannya dan memantau website yang ia kunjungi.

Ayah dan ibu Tsarnaev bersaksi bahwa putra-putra mereka telah dijebak, dan seluruh cerita telah dibuat.  Mereka  menuduh badan intelijen menyembunyikan aksi mata-mata mereka terhadap Tamerlan dari publik.

Sementara itu kisah insiden Boston dan pengejaran keduanya yang disajikan media arus utama Amerika dalam gaya klasik Hollywood, terus mengeluarkan pernyataan baru.

Sebagai contoh, sebuah video penangkapan Tamerlan Tsarnaev yang baru-baru ini muncul.  Dia dalam keadaan hidup dan sehat.  Polisi menelanjanginya dan tampaknya mereka takut Tsarnaev mengenakan bom rompi.  Mereka memborgolnya dan menggiringnya ke dalam mobil.
 
 
Kemudian, polisi mengklaim Tamerlan melepaskan tembakan dan bahkan melemparkan beberapa granat ke arah mereka.  Dan FBI Hollywood ini mengklaim bahwa Dzhokhar konon melindas tubuh saudaranya sendiri untuk melarikan diri dari pengepungan polisi.

Ada pertanyaan yang harus dijawab :

FBI mengklaim Dzhokhar bersembunyi di perahu, melepaskan tembakan balasan dan akhirnya mencoba bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri di dalam mulut.  Oleh karena itu, mereka mengatakan ia tidak lagi mampu berbicara dan tidak bisa diinterogasi.

Namun gambar ini jelas menunjukkan bahwa Dzhokhar Tsarnaev meninggalkan perahu sendiri dan menyerah.  Jika seseorang menembak mulut dan lehernya tidak mungkin ia dapat bergerak tanpa bantuan dari luar.

Voice Of Muslim - HIDUP SEGAN MATIPUN TAK RELA Demikianlah pepatah mengatakan dan pepatah itu sangat pantas di sandang bagi para tentara kafir (Kristen) yang suka menindas kaum Muslimin dan Muslimah di seluruh negri..


Di bawah ini adalah kumpulan photo-photo para tentara kafir (Kristen) yang kehidupannya sudah tidak lengkap lagi:

Keluarga tentara ini tentunya merasa sedih karena salah satu keluarganya pulang dalam keadaan cacad karena perang,tetapi keluarga tentara ini tentunya tidak ada rasa sedih ketika para tentara ini menindas kaum Muslimin dan Muslimah.










Voice Of Muslim - Prajurit Amerika yang bertugas di Afghanistan mengalami depresi dan delusi berat, menurut pendeta dari dua batalyon AS yang telah menghabiskan sembilan bulan di garis depan perang melawan Taliban.

Banyak yang merasa bahwa mereka mempertaruhkan hidup mereka -dan teman-temannya meninggal- untuk misi yang sia-sia dan penduduk Afghanistan tidak melakukan apapun untuk membantu mereka, kata para pendeta militer kepada The Times di basis militer mereka yang penuh dengan debu di sebuah lembah barat daya Kabul.

“Mereka merasa sia-sia dan kemarahan berada di sini. Mereka benar-benar dalam keadaan depresi dan putus asa dan hanya ingin kembali ke keluarga mereka,” kata Kapten Jeff Masengale, dari Divisi Pegunungan ke-10 Batalyon 2-87.

“Mereka merasa mereka mempertaruhkan hidup mereka untuk kemajuan yang sangat sulit diwujudkan,” kata Kapten Sam Rico, dari Divisi 4-25 Batalyon . “Mereka lelah, tegang, bingung dan hanya ingin melewati apa yang mereka hadapi di depan mereka.”

Namun, ungkapan para penasihat spiritual ini dinilai para petinggi militer tidak berdasar. Menurut militer, para tentara itu didorong oleh rasa tanggung jawab yang kuat, dan mereka berusaha melakukan pekerjaan mereka sebaik mungkin. Padahal beberapa orang yang didekati oleh The Times, bagaimanapun, mengakui bahwa semangat mereka telah merosot.

“Kami telah kehilangan segalanya – itulah yang saya rasakan. Aku tidak tahu pasti mengapa kami ada di sini,” kata Raquime Mercer (20) yang teman terdekatnya ditembak mati oleh polisi Afghanistan Jumat lalu.

“Saya perlu sebuah tujuan jelas kalau suatu saat saya terluka atau mati di sini.”

Sersan Christopher Hughes (37) dari Detroit, telah kehilangan enam rekannya dan selamat dari dua bom tepi jalan. Saat ditanya apakah misi itu berharga, ia menjawab: “Jika saja saya tahu persis apa misi itu, mungkin begitu, tapi nyatanya saya tidak mengetahui.”

Satu-satunya pasukan yang mengatakan bahwa aksi mereka berjalan lancar “bekerja di kantor, bukan di medan tempur”. Menurut pendapat Hughes “semua pelosok negara ini semakin tidak bersahabat.”

Batalyon yang terdiri dari 1.500 itu telah berada selama sembilan bulan dari waktu penyebaran satu tahun yang telah terbukti sangat sulit bagi mereka. Mereka ditugaskan untuk mengamankan provinsi Wardak dan kemudian meraih simpati penduduk Afghanistan melalui pembangunan dan pemerintahan yang baik. Yang terjadi justru sebaliknya, mereka menemukan diri mereka terjebak dalam pertempuran yang semakin kejam melawan mujahidin Taliban.

Mereka diincar oleh sedikitnya 300 bom tepi jalan, sekitar 180 di antaranya telah meledak. Sembilan belas orang tercatat telah tewas dalam aksi tersebut, dan sejumlah lainnya melakukan bunuh diri. Kira-kira seratus orang telah dipulangkan dengan kaki teramputasi, luka bakar dan cedera lainnya yang kemungkinan besar akan menyebabkan cacat permanen, dan banyak dari mereka yang pulang belum digantikan. Lebih dari dua lusin kendaraan penyergap (MRAPs) milik mereka hancur.

Sersan Erika Cheney, spesialis kesehatan mental Airborne, menyatakan keprihatinan tentang keadaan mental mereka – khususnya mereka yang berada di pos-pos yang tersebar. Ia pun percaya bahwa banyak yang mengalami post traumatic stress disorder (PTSD). “Mereka lelah, frustrasi, takut. Banyak dari mereka takut untuk pergi keluar, tapi harus tetap pergi,” katanya.

Letnan Petrus Hjelmstad, Pimpinan Medis Platoon 2-87 mengatakan bahwa kesulitan tidur dan mudah marah merupakan gejala umum yang sering terjadi pada tentara.

“Ini misi yang sangat menimbulkan frustrasi,” kata Letnan Hjelmstad. “Rata-rata, seorang prajurit mau bertempur karena ingin membalas rekan mereka yang tewas, dan itulah yang menurut mereka merupakan alasan yang lebih nyata dan berharga.”

Kapten Masengale, seorang prajurit yang selama 12 tahun sebelumnya menjadi seorang pendeta, mengatakan: “Kami ingin percaya pada suatu tujuan, tetapi kita tidak tahu apa yang menyebabkan hal tersebut.”

Para prajurit mengeluh bahwa diberlakukannya aturan untuk meminimalkan korban sipil akan membuat mereka seperti melawan dengan satu tangan terikat di belakang punggung mereka. “Mereka (para petinggi militer) bergurau,” kata salah seorang prajurit. “Anda tertembak tetapi dapat berbuat apa-apa tentang hal itu. Anda harus mencari orang yang membawa senjata. Tidak cukup hanya dengan dari rumah yang mana penembakan tersebut datang.”

Para prajurit membuat lelucon mengenai lencana ISAF yang menempel di lengan baju mereka. ISAF tidak diartikan sebagai International Security Assistance Force (Pasukan Bantuan Keamanan Internasional), tapi “I Suck At Fighting” (Saya benci berperang) atau “I Support Afghan Farmers” (Saya mendukung para petani Afghanistan).

Para pendeta ini kesulitan untuk menangani masalah yang mereka temui dalam tubuh militer Amerika Serikat. Salah satu upaya yang mereka lakukan di antaranya adalah mengumandangkan lagu-lagu pujian tiap layanan pagi pada hari Minggu disertai dengan cuplikan-cuplikan video dari danau yang indah, samudra dan sungai, untuk meningkatkan semangat mereka kembali di tengah keputusasaan yang berkecamuk dan tentu saja mengakibatkan kekuatan militer AS melemah. (althaf/timol/arrahmah.com)

23.30
Voice Of Muslim -JAKARTA – “Kami Butuh Senjata” ujar Dr. Yunus seorang pemimpin perlawanan muslim Rohingnya Arakan dalam perbincangan via telepon satelit dengan Habib Rizieq Syihab, Ketua Umum Front Pembela Islam. ‘Kami tidak perlu bantuan makanan, sandang, obat-obatan ataupun uang, yang kami butuhkan sekarang adalah senjata”, demikian lanjut Dr. Yunus menekankan. Time to act, dan itu adalah dengan mengobarkan jihad bumi Rohingnya Arakan.

Sangat logis dan masuk akal permintaan tersebut,hal ini didasari pada kenyataan dan kondisi di lapangan, ummat Islam yang tadinya berjumlah 4 juta jiwa di Rohingnya Arkan sekarang tinggal 750 ribu saja. Dari jumlah itupun yang biasa dijumpai hanya 50 ribu saja di kamp pengungsi bentukan rezim militer Budha Miyanmar atas desakan PBB.

Sampai hari ini umat Islam rohingya terutama muslim Arakan mengalami penderitaan dan kesengsaraan atas kezholiman dan kebiadaban rezim Myanmar dan orang-orang Budha. Ratusan masjid dan mushola sudah menjadi puing hancur berantakan, jutaan orang mengungsi lari ketakutan. Banyak anak-anak menjadi yatim dan piatu, banyak istri kehilangan suami sekarang telah menjadi janda, banyak mereka berpisah dari keluarga, harta benda mereka habis dirampok, dijarah, rumah mereka dibakar, anak-anak perempuan mereka diperkosa, para pengungsi hidup di bawah tekanan.

Dari negeri ini Indonesia, mayoritas penduduknya muslim, dan letak geografis yang satu zona, asia tenggara seruan jihad itu telah bergema. Dan akan semakin massif dengan aksi mengepung kedutaan besar Myanmar pada aksi FUI (Forum Umat Islam) dan KAMRA (Komite Nasional Advokasi untuk Muslim Rohingya-Arakan) yang Insyaallah dilaksanakan hari jum’at, 3 Mei 2013 jam 13.00, dengan berkumpul di bundaran HI.

Sekjen KAMRA, Ustadz Bernard Abdul Jabbar, dalam siaran persnya menyerukan kaum muslimin Indonesia aktif, menekan dan mengutuk pemerintah Myanmar untuk menghentikan kezhalimannya dan menyiapkan pundi-pundi rupiah untuk mengisi kantong-kantong Save Rohingya.

(azmuttaqin/arrahmah.com)

22.37 ,
Tentara Salib Ilustrasi
Voice Of Muslim -Dalam kristen kita kenal slogannya dengan "AJARAN KASIH" namun apakah itu terbukti bahwa kristen adalah ajaran kasih..??

Jika kita melihat dari sejarahnya kita akan mengetahui apakah kristen itu ajaran kasih atau sebaliknya..
Di bawah ini adalah sejarah kristen ketika menyebarkan ajarannya:

Pribumi Autralia Yang Siap Di Bantai Oleh Kristen
INILAH SEJARAH KRISTEN.. yang di ambil dari beberapa sumber web kristen dan muslim...

1. 24 Juni 1096 di Semlin, Hongaria.

Ribuan orang dibunuh oleh pasukan Salib dalam perjalanan mereka untuk merebut Yerusalem. Tidak seperti di kota-kota Kristen lainnya, sesampainya di Hongaria dan Bulgaria ini, sambutan terhadap pasukan Salib sangat dingin, menyebabkan pasukan Salib yang sudah kekurangan makanan ini marah dan merampas harta benda penduduk. Penduduk di dua negeri ini tidak tinggal diam. Walau pun sama-sama beragama Kristen, mereka tidak senang dan melakukan pembalasan. Terjadilah pertempuran sengit dan pembunuhan yang mengerikan. Dari 300.000 orang pasukan Salib itu hanya 7000 orang saja yang selamat sampai di Semenanjung Thracia di bawah pimpinan sang Rahib.

2. Pada 9 September 1096 di Nikaia

Xerigordon (dahulu wilayah Turki) ribuan orang juga dibunuh. Dan ketika menaklukan Antiochia di tahun yang sama antara 10.000-60.000 pria-wanita dan anak-anak juga dibunuh oleh pasukan Salib Kristen.

3. Tahun 1205

Paus Innocent kedua yang lain menyingkirkan King John of England karena menyerang beberapa orang uskup. Akhirnya John terpaksa mengirimkan pesan kepada Paus dengan kata-kata sbb: “Seorang utusan angelik, atas nama Inggris dan Irlandia, mendoakan Yesus dan pengikutnya, penaung kami Paus Innocent, dan seluruh penerus katoliknya.

Sejak hari ini, kami menjadikan kerajaan ini sebagai penganut setia Paus dan hierarkinya. Kami telah menganggarkan 1.000 pound Inggris untuk disumbangkan kepada kotak gereja setiap tahunnya. 500 pound diberikan setengah tahun sekali, dalam bentuk uang perak. Jika saya atau pengganti saya yang berada di tahta Inggris melanggar perjanjian ini, dengan sendirinya kami akan kehilangan kekuasaan Inggris.”

Surat John ini bisa dibaca pada buku karya Marcel Cache berjudul Social History, jilid dua. Di halaman 123 buku tersebut, tertulis juga bahwa pada periode ini, 5 juta orang dihukum karena melanggar fikiran ortodoks atau menentang titah Paus. Mereka dihukum gantung atau mereka dicampakkan ke dalam penjara yang mirip sumur gelap. Dalam tempo 18 tahun, antara tahun 1481-1499, mahkamah gereja telah membakar hidup-hidup 1.020 orang. 6.860 orang digergaji hingga hancur lebur dan 97.023 orang disiksa hingga mati.

Itulah Kristen: AGAMA HORROR, AGAMA PENYIKSAAN, AGAMA BANJIR DARAH, AGAMA KILLER, AGAMA SAMBER NYOWO, AGAMA IBLIS, AGAMA BANTAI FOREVER dan berbagai julukan lainnya yang seram-seram untuk menggambarkan track-record mereka selama ribuan tahun yang hanya menunjukkan bahwa mereka itu hanyalah IBLIS LAPAR PEMBANTAIAN.

Bahkan agama kalian juga pantas diberi label sebagai AGAMA KANIBAL karena pada 11 Desember 1098 di Marra (Maraat an-numan), setelah membunuh ribuan orang, karena kelaparan berkepanjangan maka mayat musuh yang sudah membusuk dimakan oleh Pasukan Salib Kristen, fakta ini dibeberkan oleh Albert Aquensis. Hal ini telah diakui sendiri oleh pasukan salib tersebut dalam surat mereka kepada Paus. Tidak hanya sangat sadis dan keji, ternyata pasukan Kristen pun kanibal, doyan memakan daging manusia. Benar-benar tak ada tandingannya memang kebiadaban pasukan salib Kristen itu.

Manusia biasa tentu tidak sanggup melakukan berbagai macam kekejaman dan kebiadaban tak henti-henti dengan berbagai macam cara seperti itu, hanya Kristen yang sanggup.

4. Tahun 1209

Perang Salib Albigensia diumumkan oleh Paus Innocent III terhadap para pembangkang agama di Prancis Selatan. Pada tahun 1209 ini terjadi pembantaian terhadap Kelompok Cathary oleh Paus Innocent III, karena menolak konsep ketuhanan Yesus.

Sejak awal mula perkembangan Kristen, banyak sekali aliran yang tidak mengakui Ketuhanan Jesus. Contohnya, adalah satu kelompok yang bernama Cathary yang hidup di Selatan Perancis. Kelompok Cathary adalah penganut Catharism, satu kelompok heresy radikal di Zaman Pertengahan. Cathary percaya bahwa karena daging adalah jahat, maka Kristus tidak mungkin menjelma dalam tubuh manusia. Karena itu, Kristus tidaklah disalib dan dibangkitkan.

Dalam ajaran Cathary, Yesus bukanlah Tuhan, tapi Malaikat. Untuk memperhambakan manusia, tuhan yang jahat menciptakan gereja, yang mempertontonkan “sihirnya” dengan mengejar kekuasaan dan kekayaan. Ketika kaum ini tidak dapat disadarkan dengan persuasif, Paus Innocent III menyerukan kepada raja-raja untuk memusnahkan mereka dengan senjata, sehingga ribuan orang penganut aliran Cathary ini dibantai.

5. 27 Mei 1234

Sekitar 5000 sampai 11.000 Petani karena menolak membayar pajak Gereja yang mencekik leher.

Jangan heran melihat betapa semangatnya orang-orang Kristen untuk menghabisi nyawa orang lain tak henti-henti. Karena ajaran dan perintah-perintah untuk melakukan hal itu memang ada dalam Alkitab mereka, kitab iblis itu. Dua Tuhan mereka, baik yang bapak maupun anak juga telah menunjukkan sendiri kebiadaban dan kebrutalan mereka. Sedangkan oknum Tuhan yang ketiga -Tuhan Roh Kudus- selalu membimbing dalam setiap perusakan, penyiksaan, pembantaian, pemerkosaan dan segala kebiadaban lainnya yang dilakukan oleh orang Kristen.

6. Tahun 1524-1526. Kekejaman Gereja di Jerman.

Kala itu gereja di Jerman begitu manunggal dengan negara dan sekelompok petani yang telah lama merasa tertindas melakukan pemberontakan. Tokohnya, Thomas Munzer, seorang pengkhotbah radikal, menyatakan bahwa para petani dan buruh tambang lebih bisa memahami Injil ketimbang para pastor. Kata-kata Munzer membuat dada para petani gemeretak dan mereka menjadi semakin bulat menantang.

Tapi sementara pasukan petani hanya mengandalkan artileri bikinan sendiri ditambah doa dan pidato, pasukan para pangeran menggebuk Kota Frankenhausen dengan kanon. Syahdan, 5.000 orang yang dikalahkan dibunuh, 300 tawanan dijatuhi hukuman mati. Ketika istri-istri mereka meminta ampun, permohonan itu disetujui dengan syarat. Wanita-wanita itu harus menghantam kepala dua pendeta yang menganjurkan pemberontakan, sampai otaknya muncrat. Mereka setuju. Akhirnya pemberontakan pun padam, setelah 130.000 petani tewas.(Goenawan Muhamad, 1991:164,165, 170-171, 210-211).

7. Tahun 1572

Pembantaian pada hari St.Bartolomeus, orang Protestan Prancis dibantai secara massal oleh Catherina de Medici.

Pembantaian ini merupakan salah satu peristiwa yang secara fatal menghancurkan gerakan kaum Protestan di Prancis. Raja Prancis dengan cerdik mengatur pernikahan antara adik perempuannya dengan Laksamana Coligny, seorang pemimpin kaum Protestan. Pesta pernikahan dirayakan dengan besar-besaran.

Setelah empat hari berpesta, para serdadu diberi tanda. Pukul 12 malam, semua rumah kaum Protestan di seluruh kota Paris didobrak satu per satu. Coligny dibunuh, tubuhnya dibuang ke jalan melalui jendela, kemudian kepalanya dipenggal dan dikirimkan kepada Paus. Mereka juga memotong tangan dan alat kelaminnya dan menyeretnya sepanjang jalan kota Paris selama tiga hari dan akhirnya tubuhnya digantung di dekat bukit yang terletak di luar kota tersebut.

Mereka juga membantai semua orang yang diketahui beragama Protestan. Selama tiga hari pertama, lebih dari 10.000 orang dibunuh. Tubuh orang-orang yang sudah mati itu dibuang ke sungai dan darah mengalir di seluruh jalan-jalan di kota menuju ke sungai sehingga seperti membentuk aliran sungai darah. Karena kemarahan yang meluap-luap, mereka juga membunuh pengikut mereka sendiri kalau mereka dicurigai tidak mempunyai kepercayaan yang kuat terhadap paus. Dari Paris, pembunuhan menyebar ke seluruh bagian Perancis. Lebih dari 8.000 orang dibunuh. Hanya sedikit orang Protestan yang selamat dari kemarahan para penganiaya itu.

8. Tanggal 5 April 1585 sebuah tragedi pembunuhan massal terjadi di Harlem, Belanda

Tragedi yang juga dikenal dengan nama Tragedi Harlem ini terjadi saat Raja Spanyol Philip II menginstruksikan represi secara meluas atas rakyat Belanda yang kemudian berpuncak dengan pembunuhan di Harlem itu. Dalam kasus tersebut, sekitar 6.000 aktivis kemerdekaan Belanda dibunuh oleh tentara Spanyol. Perjuangan rakyat Belanda untuk meraih kemerdekaannya akhirnya mencapai hasil pada tahun 1609.

9. Tahun 1618-1648. Perang 30 tahun antara Katolik lawan Protestan di Eropa. Ribuan orang telah dibantai.

Ada banyak wilayah, dinasti, dan isu agama yang melatarbelakangi perang ini, namun secara keseluruhan “Perang 30 Tahun” ini adalah perang antara pangeran-pangeran Jerman Protestan yang beraliansi dengan kekuatan-kekuatan asing, yaitu Perancis, Swedia, Denmark, dan Inggris, melawan kekuatan Imperium Katolik Romawi. Selain kafir orang-orang Kristen memang biadab dan haus darah.

10. 23 Oktober 1641

Pembantaian Katolik terhadap Protestan di Irlandia. Para konspirator memilih tanggal 23 Oktober, pada perayaan Ignatius Loyola, pendiri ordo Jesuit.

Mereka merencanakan pemberontakan besar di seluruh negeri. Semua orang Kristen (Protestan) akan dibunuh semuanya. Untuk mengendorkan kewaspadaan mereka, keramahtamahan ekstra diperlihatkan kepada kaum Protestan. Pagi harinya, para konspirator dipersenjatai dan setiap orang Protestan yang mereka temui langsung dibunuh. Bahkan orang cacatpun tidak diberi ampun.

Kaum Protestan Irlandia terkejut. Selama ini mereka hidup damai dan aman selama bertahun-tahun tetapi sekarang tidak ada tempat untuk menyelamatkan diri. Mereka dibunuh oleh tetangga sendiri, teman dan bahkan oleh saudaranya sendiri.

Tetapi kematian bukanlah hal yang mereka takuti. Para wanita diikat ditiang-tiang, ditelanjangi sampai pinggang, dadanya dipotong dengan pedang dan dibiarkan mati kehabisan darah. Wanita yang sedang hamil diikat pada cabang pohon, bayi mereka yang belum lahir dibelah dan diberikan kepada anjing sedangkan para suaminya dipaksa menyaksikan kekejaman itu. Pada pembantaian massal di hari perayaan St.Bartholomeus ini, 40.000 orang Protestan tewas dibantai oleh orang-orang Katolik.

11. Sekitar tahun 1890 sampai 1901

kira-kira 1300 orang kulit hitam telah dibunuh tanpa bicara oleh Ku Klux Klan di Amerika. Hasil daripada pelaksanaan ini orang-orang kulit hitam telah mulai memberontak di beberapa negeri di Amerika.

Berkaitan dengan budak, silahkan baca sekelumit artikel tentang perbudakan berikut ini. Dibalik konsep rasialisme keji ala Kristen itu, ternyata musik gereja Gospel itu berasal dari kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang Kristen kulit putih terhadap budak-budaknya!.

Konsep rasialisme yang ada sekarang, mulai muncul pada abad ke-XVI ketika perdagangan budak mulai berkembang. Budak-budak didatangkan dari Afrika menuju Eropa atau Amerika. Para pedagang budak yang hampir semuanya Kristen itu menyebarkan paham bahwa masyarakat kulit hitam (ras Afrika) adalah ras yang terkuat namun inferior, sehingga cocok untuk mengerjakan pekerjaan kasar dan harus tunduk pada perintah. Pandangan inferioritas ini sama dengan yang terjadi pada masa Romawi dan Yunani.

Diperkirakan 11,8 juta rakyat Afrika diperdagangkan selama masa Perdagangan Budak Atlantik, di mana sekitar 10 sampai 20% nya tewas dalam perjalanan menyeberangi samudera Atlantik. Pada abad 19, tercatat bahwa 90% budak belian adalah anak-anak. Beberapa negeri Kristen telah menjadi kaya raya karena perdagangan budak ini. Perbudakan Afrika adalah saudara kembar kolonialisme di benua itu.

Bahkan ada satu fakta menarik, bahwa musik Rap yang kita kenal sekarang ini adalah berasal dari budak-budak kulit hitam yang dipelihara oleh orang-orang Kristen kulit putih.

Kebanyakan buku, Acara Tv dan sejarawan mengatakan bahwa rap di buat atau diciptakan di Bronx, tapi ini tidak sepenuhnya betul. Rap Amerika yang kita tau sekarang dimulai sekitar 1970 di Boogie Down Bronx. Untuk mengerti secara keseluruhan, kita harus kembali ke masa lampau: dimulai di Afrika. Di Afrika -untuk lebih spesifik- Suku-suku disana mengabadikan sejarah mereka dalam bait-bait ritmik dan nyanyian.

Karena ada banyak suku-suku, banyak terdapat bahasa daerah dan suku-suku yang bahasa mereka seringnya tidak dibuang/dilupakan. Jadi, untuk menjaga sejarah dan legenda mereka menggunakan lagu dan ritmik untuk menceritakannya. Karena pedagang budak kulit putih datang dan memisahkan mereka dari keluarga dan suku mereka.

Orang Afrika asli membawa cerita dan rima mereka bersama pedagang budak eropa. Mereka (pedagang budak)tidak mengijinkan para budak bicara menggunakan ”Bahasa Ibu” (bahasa afrika asli). Para pedagang budak itu berpikir bahwa mereka berencana untuk membuat rusuh. Walaupun mereka dirantai, tapi mereka diperbolehkan untuk menyanyi. Ini membuat para budak bertahan hidup dan merasa lebih baik. Para budak wanita di perkosa dan sering kali hamil oleh crew (para pembantu pedagang budak). Budak wanita dijadikan bonus buat para crew. Perjalanan seperti ini bisa memakan waktu hingga sebulan.

Dan bila dari sekitar 1000 budak, ada 600-700 budak yang selamat, itu adalah perjalanan yang bagus. Dan bila budak wanita hamil maka mereka akan mendapatkan harga yang lebih baik (karena ada tambahan bayi dalam kandungan budak wanita). Lalu orang-orang Kristen/para majikan alias pemilik budak itu berlaku sama untuk mendapatkan lebih banyak budak, yaitu memperkosa budak wanita hingga hamil dan anak hasil perbuatan itu dijadikan budak lagi. Mereka, para majikan bahkan memberikan tamu mereka satu atau dua wanita untuk teman tidur…

Ketika mereka menyanyi mereka bekerja lebih giat karena isi nyanyiannya adalah tentang dari mana mereka berasal dan sejarah suku-suku mereka. Waktu selanjutnya, karena majikan bersifat lebih lunak, para budak diperbolehkan libur setiap hari minggu. Pada hari minggu tersebut, para budak pergi ke gereja dan menyanyikan lagu kebebasan. Hal ini kemudian berubah menjadi paduan suara Gospel.

Jadi musik Gospel Gereja berasal dari pembunuhan, penyiksaan dan pemerkosaan orang-orang Kristen terhadap budak-budak kulit hitam! Yesus pasti tersenyum bangga melihat buah hasil akibat pembunuhan, penyiksaan dan pemerkosaan oleh para pengikutnya ini!

12. Perang Dunia I (1914-1919). Jutaan orang terbunuh akibat keganasan orang-orang Kristen.

Perang dunia pertama berlangsung selama 1.565 hari. 9 juta manusia tewas. Tepatnya dalam buku Guinness Book of Records disebutkan bahwa Perang Dunia I menelan korban 9.700.000 jiwa, 22 juta cacat dan tidak dapat bekerja seumur hidup. Demikianlah statistik kerusakan dalam medan perang. Angka kematian dan kecederaan yang terjadi di kota-kota padat penduduk sebagai akibat sampingan perang tidak dapat dihitung. Angka biaya perang mencapai lebih dari $400 milyard. Peserta perang sebagian besar adalah negara-negara berpenduduk mayoritas beragama Kristen.

13. Tahun 1940

Orang-orang Kristen non Katolik di Krosia (bagian dari Yugoslavia yang mayoritas beragama Katolik) hanya diberi dua pilihan: pindah menjadi penganut agama Katolik atau mati. Gedung-gedung gereja mereka ditutup, dokumen-dokumen jemaat dimusnahkan, gedung-gedung yang masih berhubungan dengan kegiatan gereja dibakar habis.

Sering kali para umat Ortodoks ditangkap sewaktu mereka beribadat, dan disekap dalam gerejanya atau dalam aula-aula gereja sambil menunggu nasib mereka ditentukan: dipaksa pindah agama, dikirim ke kamp konsentrasi atau dieksekusi. Orang-orang yang selamat, biasanya hanya sedikit, akhirnya menggantung nasibnya kepada para Komandan Ustachi dan para padri Katolik yang bersama mereka.”

“Pembunuhan massal dilakukan dengan membunuh secara orang per orang, kebanyakan terjadi di daerah pinggiran kota. Para Ustachi sering menggunakan senjata-senjata primitif, seperti garpu, sekop, palu dan gergaji, untuk menyiksa korban-korban mereka tergantung dari hukuman yang diberikan. Mereka mematahkan kaki, menguliti tubuh dan janggut korbannya, membuat buta korbannya dengan mengiris mata mereka dan bahkan mengeluarkan bola matanya.”

Informasi ini direkam dalam bentuk gambar dan kesaksian tersumpah para korban yang selamat. Mereka tidak membedakan antara anak-anak atau wanita. Sebagai contoh:’Di desa-desa antara Vlasenica dan Kladani tentara Nazi menemukan anak-anak yang disalib oleh Ustachi. Para pastor Katolik mendalangi pembunuhan anak-anak tersebut.’

Seorang pastor Katolik bernama Juric berkata, “Saat ini bukan merupakan suatu dosa jika membunuh anak berusia tujuh tahun kalau anak tersebut ternyata menghalangi gerakan Ustachi.” [Dari buku Teror Katolik Saat Ini (Catholic Terror Today) oleh Avro Manhattan]

Kemudian pada tahun 1941, Oustachis (Militan Katolik Kroasia) disewa oleh Mussolini untuk membantu Italia di pantai Adriatik. Tahun 1941, Hitler dan Mussolini menginvasi dan memecah Yugoslavia. Pavelitch dijadikan pemimpin “Negara Merdeka Kroasia”.

Tanggal 18 Mei 1941, Paus Pius XII menerima Pavelitch beserta rekan-rekannya. Pada hari itu juga, pembunuhan besar-besaran terhadap kaum Ortodoks Kroasia mencapai puncaknya, mereka dipaksa menganut paham Katolik. Para Oustachis juga memburu kaum minoritas Serbia. Andrija Artukovic adalah perancang utama dari pembunuhan besar-besaran tersebut.

14. 29 Agustus 1942

Kejahatan perang paling buruk, mungkin juga aneh, dilaksanakan oleh para anggota badan intelejen Ustachi. Dalam kasus Peter Brzica tidak diragukan lagi merupakan salah satu kejahatan yang paling dahsyat. Peter Brzica yang pernah mengenyam pendidikan di Fransiscan College di Siroki, Brijeg, Herzegovina, adalah seorang mahasiswa fakultas hukum, dan seorang anggota organisasi Katolik “The Crusaders”.

Pada 29 Agustus 1942 malam, di kamp konsentrasi Jasenovac, perintah eksekusi dikeluarkan. Taruhan dilakukan siapa kira-kira yang akan melakukan eksekusi terhadap tahanan yang jumlahnya besar itu. Peter Brzica memotong leher 1.360 orang tahanan dengan pisau jagal yang dibuat khusus. Dia dinobatkan sebagai pemenang dan diangkat sebagai raja pemotong leher manusia. Sebuah jam emas, pelayanan kelas satu dan babi panggang serta anggur dihadiahkan kepadanya.

Kejahatan perang yang dilakukan pasukan Ustachi jauh melampaui penyiksaan fisik yang kejam. Korban-korban mereka juga disiksa secara mental. Sebagai contoh adalah kebrutalan, yang tidak pernah terjadi sebelumnya, yang disaksikan oleh beberapa saksi mata sehubungan dengan kejadian berikut ini.

Di Nevesinje, Ustachi menangkap sebuah keluarga Serbia yang terdiri dari ayah, ibu dan empat orang anak. Sang ibu dan keempat anaknya dipisahkan dari ayahnya. Selama tujuh hari mereka dibiarkan kelaparan dan kehausan. Kemudian Ustachi membawa sebuah daging panggang dan air minum yang banyak untuk ibu dan keempat anak tersebut. Karena sangat lapar, merekapun memakan habis daging panggang tersebut. Setelah mereka selesai, para Ustachi memberitahukan bahwa daging yang dimakan itu adalah tubuh ayah mereka. Ini adalah contoh dari kemarahan Vatikan yang lepas kendali. Ini adalah contoh dari kebiadaban Katolik yang tak bisa disangkal lagi.

15. Tahun 1942

Seorang biarawan ordo Fransiskan, Miroslav Filipovic, sebagai seorang pastor adalah komandan kamp konsentrasi di Jasenovac. Kamp konsentrasi ini merupakan kamp yang unik karena jumlah tahanan muda yang dikirim kesana. Tahun 1942 kamp ini menampung 24.000 tahanan orang muda Orthodoks. 12.000 diantaranya dibunuh dengan darah dingin. Banyak mayat-mayat anak-anak kecil yang mati kelaparan di kamp konsentrasi di Jasenovac.

Di Dubrovinick, Dalmatia, para prajurit fasis banyak yang mempunyai foto seorang Ustachi yang mengenakan dua buah kalung. Satu kalung merupakan untaian mata manusia, yang lainnya untaian lidah orang-orang Serbia Ortodoks yang dibunuh.

Pada tahun 1942 ini juga, Gereja Katolik akhirnya memang kemudian terbukti terlibat kejahatan dalam Perang Dunia Kedua, karena membiarkan pembantaian atas 2300 warga Serbia di Kroasia, yang waktu itu bergabung dengan Yugoslavia.

Pembantaian yang terjadi pada tahun 1942 tersebut, menurut warga etnis Serbia, tak lepas dari peran rohaniawan gereja Katolik setempat. Seorang imam dari biara Petricevac saat itu diketahui memimpin sekumpulan fasis etnis Kroasia bersenjata untuk menyerbu suatu desa dan membunuh 1800 laki-laki dan 500 perempuan.

Total selama Perang Dunia II, Statistik menyebutkan bahwa 35 juta orang terbunuh (menurut Guinness Book of Records 54.800.000 jiwa), 20 juta kehilangan kaki-tangan, 17 juta liter darah tertumpahkan, 12 juta anak terlahir cacat, 13.000 sekolah dasar dan menengah, 6.000 universitas dan 8.000 laboratium sains telah musnah, serta 319 milyar peluru telah ditembakkan.

Perang Dunia I dan II yang telah mengakibatkan puluhan juta manusia matipun disebabkan oleh negara-negara Kristen seperti Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Amerika, dan lain-lain. Episode horror berbagai penyiksaan-penyiksaan dan penyembelihan umat manusia yang dilakukan oleh orang-orang Kristen sangat mewarnai sepanjang perang berlangsung. Setelah membantai puluhan juta manusia, anehnya mereka masih suka menuduh negara-negara Islam sebagai teroris. Padahal tidak ada satu negara Islam pun yang mengakibatkan puluhan juta manusia mati seperti mereka.

16. Pada 4 Mei 1978

tentara Afrika Selatan membunuh lebih dari 600 penduduk di Kamp pengungsi Kassinga di Namibia. Sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Tentu mereka tidak dianggap teroris oleh orang-orang Kristen, karena para pembantai biadab ini adalah pemeluk Kristen. Di Uganda, Tentara Pertahanan Tuhan (LRA) juga sering melakukan aksi terorisme. Namun karena mereka para pelaku pembantaian itu beragama Kristen, tentu hampir mustahil orang-orang Kristen memberi label “teroris” kepada mereka.

Bandingkan dengan stigma teroris yang mereka berikan kepada Amrozy atau Imam Samudera, walaupun jumlah korban yang (mungkin) mereka bunuh pada bom Bali 2002 lalu HANYA 200 orang. Padahal kejahatan yang dilakukan oleh Amrozy atau Imam Samudera itu LUAR BIASA KECILNYA kalau mau dibandingkan dengan kejahatan-kejahatan ULTRA-BIADAB baik secara kualitas maupun kuantitas yang dilakukan oleh Kristen.

17. Pada tahun 1980-an

banyak terjadi pembunuhan terhadap tokoh-tokoh Katolik di Irlandia Utara. Sir John Stevens, kepala Polisi Metropolitan Inggris, menyimpulkan bahwa pihak keamanan Inggris terlibat langsung dalam rangkaian pembunuhan tokoh-tokoh Katolik itu.

Dinas intelijen angkatan bersenjata Inggris dan polisi Irlandia Utara, yang sebagian besar anggotanya beragama Protestan, diberitakan menjalin kerja sama dengan organisasi teroris Protestan UDA. Sedikitnya dua aksi pembunuhan yang dilakukan UDA dihubungkan langsung dengan tentara Inggris dan polisi Irlandia Utara.

Sebenarnya isi laporan tidak terlalu mengejutkan. Ini hanya menguatkan isu-isu yang sudah lama beredar, bahwa tentara Inggris dan polisi Irlandia Utara tidak selalu berperan netral sewaktu perang saudara di tahun 1980-an.

18. April-Mei 1994

Terjadi aksi pembantaian besar-besaran di Rwanda oleh orang-orang Kristen Hutu terhadap Kristen Tutsi. Lebih dari 800.000 orang Tutsi tewas dibantai Hutu.

Rwanda adalah sebuah negara di Afrika yang berpenduduk mayoritas 70% beragama Kristen, yang terdiri dari pemeluk Katolik 58% dan Protestan 12%. Terbesar kedua adalah animisme dengan 23% dan Islam minoritas dengan 9% penganut. Berdasarkan etnis di Rwanda yang paling dominan adalah suku Hutu dengan 89%, disusul oleh suku Tutsi 10% dan Twa (Pigmy) 1%.

Di Rwanda kurang lebih 800.000 (sumber lain menyebutkan 1 juta) suku Tutsi menjadi korban pembantaian terencana oleh tokoh-tokoh militan suku Hutu, bahkan sebagian suku Hutu sendiri yang beraliran moderat, dalam arti tidak memusuhi suku Tutsi, juga menjadi korban pembantaian tersebut.

Kilas balik peristiwa, pada 6 April 1994 Presiden Rwanda, Juvenal Habyarimana kembali dari Tanzania untuk proses perdamaian. Pesawatnya ditembak jatuh oleh kelompok ekstrim anggota partainya sendiri saat mencoba mendarat di Kigali, ibukota Rwanda.

Kematian Habyarimana dijadikan alasan untuk menjalankan genosida. Radio nasional Rwanda dan beberapa radio swasta mengudarakan instruksi pada kelompok pembantai yang disebut interahamwe; yang artinya ‘mereka yang bertarung bersama’, dan secara terus-menerus meminta mereka melancarkan pembantaian itu.

Kelompok angkatan bersenjata Rwanda membantu aksi interahamwe itu setiap kali para pembunuh itu menghadapi perlawanan kelompok Tutsi. Penyediaan alat transportasi dan bahan bakar membuat pasukan maut itu mampu mencapai daerah-daerah suku Tutsi yang cukup terisolasi.

“Anda harus bekerja lebih keras, kuburannya belum penuh,” dorong sebuah suara di radio. Bulan April 1994, ketika genosida (pembantaian etnis) mulai terjadi di Rwanda, masyarakat biasa seakan tak bisa lepas dari radio mereka. Di sebuah bagian dunia tempat kebanyakan masyarakatnya tidak punya saluran listrik, begitulah cara informasi tersebarkan. Namun di Rwanda di musim semi tersebut, stasiun-stasiun radio terkenal nampaknya hanya punya satu tujuan: untuk menghasut massa Hutu untuk membasmi kaum Tutsi para tetangga mereka.

Stasiun radio yang paling terkenal di antara semuanya adalah RTLM (Radio Televison des Milles Collines), Radio Televisi Ribuan Bukit. Stasiun ini dikenal karena para disc jockey-nya yang terbaik di Rwanda dan karena pencampuran musik Afrika yang menarik, program beritanya, dan analisa politiknya.

Didirikan tahun 1993 dan dimiliki oleh anggota keluarga dan teman-teman Presiden Habyarimana, stasiun ini memberikan khotbah berisikan pesan ekstrim tentang keunggulan kaum Hutu, namun kebanyakan masyarakat non-politik Rwanda mendengarkan stasiun ini karena musik yang mereka putarkan.

Dalam kenyataannya, hati dan pikiran mereka sedang dipersiapkan untuk melakukan genosida. Ketika pembunuhan dimulai tangal 6 April, apa yang telah diciptakan oleh para pemilik dan manager stasiun tersebut menjadi jelas-sebuah mimbar mengerikan darimana pesan untuk membunuh disebarkan ke seluruh Rwanda. RTLM-lah yang memberikan sinyal untuk memulai pembantaian atas bangsa Tutsi dan kaum Hutu yang moderat.

Tanggal 7 dan 8 April RTLM menyiarkan: “Anda harus membunuh [kaum Tutsi], mereka adalah kecoa …” Tanggal 13 Mei: “Anda yang sedang mendengarkan kami, bangkitlah agar kita dapat berjuang demi Rwanda kita… Bertempurlah dengam senjata yang Anda miliki; Anda yang memiliki panah, menggunakan panah, Anda yang memiliki tombak bertempurlah dengan tombak; Bawa alat-alat tradisional Anda … Kita semua harus melawan [bangsa Tutsi]; kita harus menghabisi mereka, membasmi mereka, buang mereka dari seluruh negara… Tidak boleh ada pengampunan bagi mereka, sama sekali.” Dan pada tanggal 2 Juli: “Saya tidak tahu apakah Tuhan akan membantu kita dalam membasmi [bangsa Tutsi]… namun kita harus bangkit untuk membasmi ras orang-orang jahat ini… Mereka harus dibasmi karena tidak ada cara lain.”

Pesan tersebut berhasil. Bulan Juli 1994, ketika kemenangan Tutsi yang dipimpin Front Patriotis Rwanda (RPF) mengakhiri pembantaian tersebut, sejumlah 1 juta rakyat Rwanda -kebanyakan kaum Tutsi, namun juga kaum Hutu yang termasuk dalam partai-partai demokratis di Rwanda- telah terbunuh. Radio-radio telah dengan sangat suksesnya menghasut genosida tersebut. Jatuhnya hampir 1 juta korban jiwa dari peristiwa tersebut merupakan pelajaran dunia tentang kebiadaban Kristen yang kesekian kalinya.

19. 28 April 2002

Penyerangan dan pembantaian di desa Soya, Ambon. Pada tanggal tersebut dua tahun lalu, terjadi pembantaian di pemukiman Kristen, desa Soya di Ambon. Dan yang menjadi korbannya adalah umat Kristen semua, belasan yang tewas dan luka-luka, termasuk seorang bayi yang tidak tahu apa-apa tewas dibantai dengan keji. Banyak rumah-rumah yang dibakar dan gerejapun dirusak oleh rombongan perusuh tersebut.

Ketika itu dengan lantangnya dan serempak seluruh umat Kristen di Maluku menuding Laskar Jihadlah pelaku yang berada di balik pembantaian itu. Bahkan tragedi pembantaian terhadap umat Kristen di Desa Soya dan ekses-ekses lainnya ini, termasuk yang paling diexpose oleh media-media atau situs corong Kristen terutama yang gencar dilakukan oleh oknum Pendeta Cabul JL di situs Ambon Berdarah online, atau lebih tepatnya “ON-LIE”.

Walaupun tentu menjadi pertanyaan bagi kita semua, bagaimana mungkin Laskar Jihad atau apapun kelompok dari luar mampu untuk menerobos masuk kedalam desa Soya yang jalannya sulit dan berliku-liku itu tanpa diketahui oleh orang dalam desa tersebut? Ternyata jawabannya simpel: ORANG KRISTEN SENDIRILAH YANG MELAKUKAN PEMBANTAIAN TERHADAP SAUDARA SEIMANNYA SENDIRI ITU!

Tujuan mereka TEGA melakukan pembantaian terhadap umat dan gerejanya sendiri itu adalah supaya konflik di Maluku yang mereka ciptakan itu dapat terus berlangsung, syukur-syukur eskalasinya makin besar sehingga dapat mengundang kekuatan PBB pimpinan Si Setan Besar AS atau Si Pencium Pantat Setan Besar UK untuk masuk kesana.

Tujuan mereka sudah jelas, referendum bagi masyarakat Maluku! Dan melihat perimbangan populasi penduduk di Maluku yang sekarang sudah lebih banyak orang Kristennya, karena umat Islamnya banyak yang sudah mereka bantai dan para pendatang dari luar Maluku seperti Bugis, Makassar, Padang, Jawa dan lain-lain sudah banyak pulang ke daerah asalnya akibat konflik berdarah yang dilancarkan pasukan salibis ini, maka mereka yakin pihak Kristen akan unggul dalam referendum itu nanti. DASAR BIADAB KAU KRISTEN!

20. Tidak di Rwanda saja

Bulan Agustus 2004 lalu juga terjadi pembantaian terhadap ratusan suku Tutsi oleh suku Hutu di Burundi. Di Burundi, 67% rakyatnya adalah pemeluk agama Kristen dan 32% animisme. Suku Hutu merupakan mayoritas (seperti juga di Rwanda) dengan 85%, kedua terbanyak adalah Tutsi 14%, dan minoritas suku Twa (Pigmy) 1%.

Ratusan pengungsi Tutsi yang sedang tertidur lelap DIBANTAI oleh milisi-milisi suku Hutu di daerah perbatasan antara Rwanda-Burundi. Pemerintah Burundi menuduh milisi-milisi Hutu tersebut disupport atau setidaknya memiliki hubungan dengan teroris-teroris (Kristen) Hutu di Rwanda yang membantai 1 juta suku Tutsi disana tahun 1994.

Voice Of Muslim - Analisis Silsilah Yesus , Siapa orang tua MARIA..??? ELI atau IMRAN..??
Misionaris Kristen terkenal paling jago berkata bohong dan memutarbalikkan perkataan. Di bawah ini adalah beberapa klaim bohong Kristen mengenai silsilah Yesus:
1. Tidak ada kontradiksi antara Injil Matius dan Injil Lukas dalam menceritakan silsilah Yesus.
2. Silsilah versi Injil Matius adalah milik Yusuf, sedangkan silsilah versi Injil Lukas adalah milik Maria.
3. Talmud kitab Hagigah 2:4 dan Hagigah 77:4 mencatat bahwa Maria anak perempuan Eli.
Melalui artikel inilah saya akan membantah klaim bohong Kristen tsb berdasarkan bukti dan fakta tak terbantahkan. Anda adalah penilai atau hakim dalam artikel ini. Siapa yang berbohong dan siapa yang benar!

Penipuan Kristen:  Apakah benar Maria adalah Anak Eli berdasarkan Kitab Hagigah 2:4,,???
Untuk memperkuat bukti bahwa Maria anak perempuan Eli, misionaris Kristen menyampaikan bukti “kuat” dibawah ini:
Silsilah yang disajikan oleh Lukas menurut garis keturunan Yesus melalui kaum pria dalam garis keturunan Maria (yang juga dari keturunan Daud). Lukas menekankan bahwa Yesus adalah anak kandung Maria sehingga menjadi sama seperti kita. Dengan demikian para penulis kitab Injil menegaskan bahwa Yesus berhak menjadi Mesias baik secara hukum maupun secara biologis
Menurut Talmud Yerusalem yaitu Kitab Hagigah 2:4, Maria adalah anak perempuan Eli, sesuai dengan ayat di bawah ini:
 * Lukas 3:23-24,
“Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli, anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf.”

Sumber:
-BP, http://sarapanpagi.org/kontradiksi-perjanjian-baru-vt543.html

Mari kita kaji bersama :
Inilah kebohongan misionaris Trinitarian. Nampaknya kedustaan Kristen tersebut  sudah tersosialisasi dengan baik, dimana kita dapat dengan mudah menemukan pernyataan seperti itu di banyak website Kristen.
Perhatikan Kebohongan Kristen dibawah ini:
“The Jerusalem Talmud recognised this genealogy to be that of Miriam and not of Joseph. It refers to Miriam as the daughter of Heli in Hagigah 2:4.” http://english.logon.org/english/s/p119.html
“The absence of Mary’s name is quite in keeping with the Jewish practices on genealogies. The Jerusalem Talmud recognized this genealogy to be that of Mary and not Joseph and refers to Mary as the daughter of Heli (Hagigah 2:4).” http://www.matsati.com/genealogy.html
“Furthermore, although many translations of Luke 3:23 read: “…being supposedly the son of Joseph, the son of Eli…,” because of the missing Greek definite article before the name of Joseph, that same verse could be translated as follows: “Being the son (as was supposed) of Joseph the son of Heli…”.1 In other words, the final parenthesis could be expanded so that the verse reads that although Y’shua was “supposed” or assumed to be the descendant of Joseph, he was really the descendant of Heli. Heli was the father of Miriam. The absence of Miriam’s name is quite in keeping with the Jewish practices on genealogies. The Jerusalem Talmud recognized this genealogy to be that of Miriam and not Joseph and refers to Miriam as the daughter of Heli (Hagigah 2:4).” http://jewsforjesus.org/publications/issues/5_6/genealogy
“Was Jacob (Matthew 1:16) or Heli (Luke 3:23) the father of Joseph and husband of Mary? (Category: misunderstood the Hebrew usage) The answer to this is simple but requires some explanation. Most scholars today agree that Matthew gives the genealogy of Joseph and Luke gives that of Mary, making Jacob the father of Joseph and Heli the father of Mary. This is shown by the two narrations of the virgin birth. Matthew 1:18-25 tells the story only from Joseph’s perspective, while Luke 1:26-56 is told wholly from Mary’s point of view. A logical question to ask is why Joseph is mentioned in both genealogies? The answer is again simple. Luke follows strict Hebrew tradition in mentioning only males. Therefore, in this case, Mary is designated by her husband’s name. This reasoning is clearly supported by two lines of evidence. In the first, every name in the Greek text of Luke’s genealogy, with the one exception of Joseph, is preceded by the definite article (e.g. ‘the’ Heli, ‘the’ Matthat). Although not obvious in English translations, this would strike anyone reading the Greek, who would realize that it was tracing the line of Joseph’s wife, even though his name was used. The second line of evidence is the Jerusalem Talmud, a Jewish source. This recognizes the genealogy to be that of Mary, referring to her as the daughter of Heli (Hagigah 2:4)”. (Fruchtenbaum 1993:10-13) http://debate.org.uk/topics/apolog/contrads.htm
v  Catatan :

·         Hagigah dapat ditulis Chagigah, Khagigah, Hagiga, Khagiga, atau Chagiga.

Daripada kita menggantungkan diri kepada gerombolan penipu para Pendeta, mengapa kita tidak melihat secara langsung Talmud kitab Hagigah 2:4. Sekarang silahkan Anda membuka website kitab Talmud Hagigah Bab 2 dibawah ini: 
- http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Talmud/hagiga2.html
- http://www.sacred-texts.com/jud/t03/hgg03.htm
 Dibawah ini saya salin kembali Kitab Hagigah 2:4.
“In the case of Pentecost, which falls upon the eve of a Sabbath, the House of Shammai say: The day for sacrificing is after the Sabbath. But the House of Hillel say: There is no day for sacrificing after the Sabbath. Both, however, admit that if it fall upon a Sabbath the day for sacrificing is the day after the Sabbath. And on that day (which is called the day of sacrificing) a high-priest is not to clothe himself in his costly garments, unless in case of a mourning or of a fast. The prohibition was in order not to confirm the words of those who say, Pentecost is after the Sabbath (only).” (Mishna Hagigah 2:4) (http://www.sacred-texts.com/jud/t03/hgg03.htm )
Sekarang, apakah Anda dapat menemukan kata “MARY” atau “MIRIAM” di Talmud kitab Mishna Hagigah 2:4 diatas?
Dapatkah Anda menemukan kalimat “Mary is daughter of Heli” pada Talmud Hagigah 2:4 diatas?
v  Catatan :
Bila Anda ingin mengetahui siapa House of Shammai dan House of Hillel, silahkan baca Ensiklopedia Yahudi online di sini (http://www.jewishencyclopedia.com/view.jsp?artid=956&letter=B )
Ø  Masihkan Anda meyakini omong kosongnya pemuka agama Kristen ?
Ø  Penipuan Kristen: Apakah benar Maria adalah Anak Eli berdasarkan Kitab Hagigah 77:4,,???
Selain penipuan atas nama kitab Hagigah 2:4, Kristen juga memamerkan penipuan lainnya yang saya kutip dibawah ini.
Secara hukum Yahudi — bukan secara darah-daging — Yusuf adalah ayah dari Yesus Kristus. Ayat di atas pun tidak menulis bahwa Yusuf “memperanakkan” Yesus, tetapi menekankan bahwa Maria yang melahirkan Yesus Kristus. 
* Lukas 3:23
“Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,”
Nama Eli tidak muncul dalam silsilah Matius karena Eli bukanlah ayah Yusuf melainkan mertua. Eli adalah ayah Maria dan hal ini dicatat dalam kitab Agama Yahudi Misyna Khagigah 77:4. Kalangan Yahudi menanti kedatangan Sang Mesias dari keturunan Daud sehingga silsilah baik Yusuf (dari keturunan Salomo) dan Maria (dari keturunan Natan) tidak luput dari pengamatan mereka.
.(BP, op.cit.) 

Komentar
Klaim bohong Kristen tsb karena mereka merujuk sebuah buku ngawur berjudul “Horae Hebraicae” karangan John Lightfoot 400 tahun silam. Apakah “ELI” adalah berasal dari terjemahan “LYBSLYM” dalam bahasa Ibrani
Kita lihat dahulu The Talmud of the Land of Israel Vol. 20: “Hagigah and Moed Qatan.” Tr. Jacob Neusner. University of Chicago Press, 1986 Passage: “L.”:
“R. Eliezer bar Yos’e said that he saw Miriam, the daughter of ‘LYBSLYM[Jastrow—the leeklike sprouts of onions], hanging the nipples of her breasts. R. Yost b. Hanina said, “The pin of the gate of Gehenna was fastened to her ear.”

Tanggapan :
 Bahasa Ibrani aslinya tidak mengenal huruf vokal. ‘LYBSLYM adalah delapan huruf konsonan bahasa Ibrani.
Eli atau Heli jika diconvert kedalam bahasa Ibrani adalah ‘eLiY. ‘eLiY hanya terbentuk dari tiga huruf bahasa Ibrani yaitu ‘-L-Y. Jadi klaim Kristen bahwa Hagigah 77:4 atau Hagigah 77:d yang menyatakan LYBSLYM sebagai ‘LY (Eli) adalah sangat tidak tepat!
Dr. David Kraemer menafsirkan “LYBSLYM” sebagai “alei betzalim” atau “alei betsalim”, yang artinya adalah “leaves of onions” dalam bahasa Inggris. Selain itu, banyak sarjana yang meyakini bahwa Mary atau Miriam yang diceritakan dalam Hagigah 77:4 bukan Maria ibunda Yesus.
Jika Anda penasaran bagaimana asal mula atau duduk perkara dari penipuan umat Kristen yang kini telah tersosialisasi dengan baik oleh para antek Trinitarian tak tahu malu, silahkan baca website dibawah ini:
http://frontline-apologetics.com/QA8_talmud_mary.htmrecommended
atau di Benarkah Maria Anak Eli dalam Talmud kitab Hagigah 77:4
 Ternyata Bukan Pandangan Kristen Abad Pertama, Tetapi Abad 15
“Nevertheless, the genealogy does not actually mention Mary: making it her genealogy is therefore a “daring” interpretation. More problematically, the Early Christians preserve no tradition identifying Luke’s genealogy as Mary’s. It was not until the 15th century AD, when Annius of Viterbo first suggested this reassignment of the genealogy to Mary.” (Wikipedia, Genealogy of Jesus, online source) (http://en.wikipedia.org/wiki/Genealogy_of_Jesus )
(Tetapi, silsilah sebenarnya tidak menyebutkan Maria: pembuatan ini adalah silsilah Maria adalah sebuah interpretasi “nekad”. Lebih problematis lagi, orang Kristen generasi awal tidak mengenal tradisi bahwa silsilah versi Lukas sebagai milik Maria. Klaim ini tidak ada sampai dengan abad 15 M, ketika Annius of Viterbo pertama kali menyarankan pengalihan silsilah kepada Maria.)
“According to Patrizi, the view that St. Luke gives the genealogy of Mary began to be advocated only towards the end of the fifteenth century by Annius of Viterbo, and acquired adherents in the sixteenth. St. Hilary mentions the opinion as adopted by many, but he himself rejects it” (Catholic Encyclopedia, Genealogy of Christ, online source) (http://www.newadvent.org/cathen/06410a.htm )
(Menurut Patrizi, pandangan bahwa St. Lukas memberikan silsilah Maria mulai diadvokasi hanya pada akhir abad ke 15 oleh Annius dari Viterbo, dan memperoleh pengikut di abad ke 16. St. Hillary menyebut opini ini karena diadopsi oleh banyak orang, tetapi ia sendiri menolak opini ini.)
Alhamdulillah misteri kebohongan dan penipuan Kristen akhirnya terbongkar. Kini, kita dapat menyimpulkan bahwa apology Kristen yang mengalamatkan Injil Lukas sebagai silsilah untuk Maria adalah baru terjadi di abad ke 15. Lalu bagaimana silsilah Yesus menurut tradisi atau pandangan umat Kristen generasi awal, simak dibawah ini.
=========Catatan Tradisi Kristen Generasi Awal benar-benar kompleks karena mencakup tradisi Yahudi Levirate marriage.  (http://en.wikipedia.org/wiki/Levirate_marriage )
Augustine mempelajari tradisi ini dari Julius Africanus dan menerima tradisi ini sebagai authoritative. (Eusebius dari Caesaria, Church History 1:7, 6:31; Augustine dari Hippo, De Consensu Evangelistarum 2.)
Tradisi orang Kristen mengidentifikasi seorang wanita bernama Estha sebagai nenek dari Yusuf. Estha menikah dengan Matan, keturunan Salomo (Sulaiman) bin Daud, dan menjadi ibu dari Yakub.
Tetapi setelah Matan mati, Estha menikah lagi dengan Matat, keturunan Natan bin Daud, dan menjadi ibu dari Eli. Jadi, Yakub dan Eli adalah saudara tiri yang memiliki ibu kandung yang sama.
Eli menikah, tetapi mati tanpa mempunyai anak, jadi jandanya memikul tanggung jawab terhadap tradisi kuno levirate marriage, dan menikah dengan Yakub sehingga memperoleh anak bernama Yusuf.
Jadi, Yusuf adalah anak biologis dari Yakub keturunan Salomo bin Daud maupun anak legal dari Eli keturunan Natan bin Daud. Jadi ada dua silsilah yang diabadikan. Meskipun secara legal adalah anak Eli, Yusuf dan ibunya tetap berada dalam keluarga Yakub, menurut tradisi, dan Yusuf secara legal mendapat waris dari Yakub.
=====Jadi tradisi umat Kristen generasi awal memandang bahwa silsilah Yesus versi Injil Lukas adalah berdasarkan silsilah Yusuf, bukan Maria. Bahwa orang-orang Kristen memberitahu kita silsilah Lukas secara tradisi adalah milik Maria adalah kebohongan yang nyata dipihak agama Kristen. Yang sangat disayangkan adalah bahwa kebohongan Kristen ini sudah tersosialiasi dengan baik, sehingga kita sebagai muslim harus mensosialisasikan kebenaran yang sesungguhnya mengenai pandangan umat Kristen generasi awal dalam hal silsilah Yesus versi Injil Lukas.
 Pandangan Injil-injil Apokrip
 Injil-injil apokrip (yang ditolak oleh Gereja Katholik) seperti Injil Kelahiran Maria (the Gospel of Nativity of Mary) dan Injil James (The Gospel of James atau the Infancy Gospel of James) mengatakan bahwa ayah kandung Maria adalah Joachim (Ioacim) dan ibu kandung Maria adalah Anna (Anne).
Dibawah ini adalah website Injil Kelahiran Maria dan Injil James:
- http://www.earlychristianwritings.com/text/infancyjames-mrjames.html
- http://www.theworkofgod.org/Library/catholic/nativity_of_mary.htm
 Orang Tua Maria menurut Al-Qur’an
 QS Ali ‘Imran
35. ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
36. Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.”
37. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.
 Kesimpulan 
Sekarang kita semua sudah tahu bahwa penjelasan Kristen mengenai silsilah Yesus ternyata Omong kosong alias Bohong kuadrat. Ternyata, setelah kita teliti, umat Kristen generasi pertama hanya mengetahui Silsilah Yesus versi Injil Lukas adalah milik Yusuf, bukan Maria.

Orang tua Maryam yang benar adalah IMRAN  bukan ELI

10.04 ,
Voice Of Muslim - PADA suatu waktu, seorang putri terkemuka anggota kerajaan Inggris dari wangsa Saxe-Coburg, berdialog dengan seorang pria Jawa gelap berwajah kearab-araban. Mereka berdua berkenalan baik, meski berasal dari dua budaya yang jauh berseberangan penuh perbedaan. Sang putri ingin sekali sahabatnya itu mau mengikuti keyakinannya.

“Bagaimana saya bisa seperti itu, kalau penganutnya melakukan kekejian terhadap bangsa saya”, jawab si pria dengan jujur, yang lama menetap di benua Eropa. Sang putri tidak bisa meyakinkan keinginannya kepada sahabatnya itu. Padahal secara genealogis, kedua sahabat itu bersaudara atau masih pertalian darah. Lho koq bisa?

Sang putri itu bernama Victoria dari keluarga bangsawan terhormat Saxe-Coburg. Dia menantu dari Raja George III dari Inggris. Suaminya adalah Edward, yang bergelar Duke of Kent. Dengan demikian Victoria bergelar Duchess of Kent sekaligus ibu kandung Ratu Victoria, ratu Inggris terbesar dan terlama dalam monarki Inggris. Menurut ahli genealogis keduanya bersaudara sedarah berjauhan sekali. Victoria adalah keturunan Nabi Muhammad, melalui para khalifah yang berkuasa di Spanyol (lihat silsilah seri 22). Sedangkan Raden Saleh bernama asli Sayyid Shaleh bin Husain bin Yahya atau sering dipanggil Raden Saleh Syarif Bustaman. Ayahnya bernama Sayyid Hussein bin Alwi bin Awal bin Yahya dan ibunya adalah cucu Sayyid Abdullah Bustaman dari keluarga Bustaman yang terkenal. Raden Saleh berasal dari keluarga bin Yahya yang merupakan satu dari banyak keluarga atau marga Alawiyah di Indonesia, yaitu keluarga keturunan Nabi Muhammad. Raden Saleh sering diasuh pamannya yang juga menjadi menantu raja Jawa, KGPAA Mangkunegara I. Pengakuan atas pembuktian para ahli silsilah di barat, bahwa Nabi Muhammad menurunkan anak-anak cucu pada kalangan bangsawan di Eropa, banyak mendapat tanggapan yang cenderung menihilkan pendapat itu. Meskipun banyak yang yakin hal itu mungkin terjadi. Bahkan kalangan yang meyakinkan darah Nabi mengalir di setiap anggota kerajaan Eropa, tetap berkukuh akan ada selalu cara membuktikannya. Kalau misalnya bangsawan Eropa bukan merupakan keturunan Nabvi Muhammad melalui si A, mereka dapat membuktikannya melalui si B. Jika tidak bisa atau tidak diterima sejarah, mereka akan membuktikannya melalui si C tetapi melalui dinasti A atau B atau C. Ada banyak kemungkinan untuk hal itu. Dan mereka selalu berlomba untuk melakukan hal itu berikut pembuktian ilmiah dengan mempertaruhkan kredibilitasnya.
Misalnya, banyak ahli yang meributkan status Putri Zaida (lihat silsilah seri 22). Ada yang berpendapat dia bukan anak Muhammad II al Mutamid, si Emir di Sevilla. Dia adalah keponakan sang Emir atau anak dari saudara kandungnya. Hal ini secara genealogis tidak masalah, karena anak atau bukan tetap memiliki hubungan darah, selama sang putri dianggap sebagai keponakannya.
Yang menjadi masalah lagi adalah status Putri Zaida sendiri. Zaida memang bukan pasangan tunggal dari Raja Alfonso VI dari Leon dan Castile. Si Alfonso memiliki beberapa istri, yang menurut catatan sejarah ada lima orang istri. Bonusnya, dia juga punya selir diantaranya adalah Zaida. Jadi Zaida itu menurut pendapat beberapa sejarahwan adalah selir Alfonso VI. Zaida dibaptis dengan nama Isabelle dan hanya memberikan seorang anak untuk Alfonso VI, yang mati muda dan diberi nama Infante Don Sancho yang tewas dalam Pertempuran Ucles bulan Mei 1108.
Pertengkaran tentang status Putri Zaida, bukan berarti menghilangkan banyak upaya orang untuk mencari hubungan darah antara Nabi Muhammad dengan bangsawan Eropa. Ada beberapa ahli genealogi bersikukuh adanya pertalian darah antara Nabi dengan bangsawan Eropa itu. Misalnya ada yang menyebut bahwa ada dua anak perempuan Nabi yang menikah dengan Khalifah Usman bin Affan secara berturut-turut (turun ranjang). Dari perkawinan itu membuah anak yang menjadi istri Marwan. Marwan adalah sekretaris pribadinya Khalifah Usman bin Affan dan akhirnya menjadi Khalifah ke 3 dalam dinasti Ummayah. Dari perkawinan dengan anak Nabi itu, Marwan menurunkan para khalifah dinasti Ummayah, hingga berkuasa di Spanyol.
Selama di Spanyol itu, ada keturunan mereka yang bernama Abu Nazar Lovesendes, yang menetap di dekat kota Oporto di bagian utara Portugal. Di sana Abu Nazar mendirikan biara Santo Tirso de Ribadave. Yang menarik disini, dia dan banyak anggota keluarganya menggunakan ‘cid’, yang berasal dari kata as-Sayyid, sebuah gelar yang sering digunakan para keluarga Ummayah. Sebuah buku yang diterbitkan pada abad 13 di Portugal, menggambarkan Abu Nazar itu sebagai cucu dari cucunya Aboail Rey de Cordova. Sekarang ini keturunan mereka memakai nama keluarga de Maya, yang mungkin berasal dari nama nenek moyang mereka yaitu dinasti Ummayah. Keluarga de Maya menguasai daerah utara Portugal yang keturunannya kini menjadi anggota keluarga kerajaan Portugal dan Brazil, yaitu Braganca. Brasil adalah jajahan Portugal yang dulunya berbentuk monarki sebelum menjadi republik.
Dan anehnya, para pangeran lokal di Brasil yang kakek moyangnya pernah menjadi raja Brasil, begitu bangga dapat ditelusuri bahwa moyang mereka adalah Nabi Muhammad, melalui Abu Nazar.
Banyak memang celah untuk mencari jejak para nenek moyang bangsawan Eropa hingga ke Nabi Muhammad. Ini disebabkan karena para penguasa Arab terlalu lama berkuasa di Sppanyol untuk rentang selama 800 tahun. Selama masa itu, sangat mustahil tidak terjadi perkawinan antara pendatang dengan penguasa local yang berlainan agama. Apalagi saat Islam berkuasa lama di Spanyol dan Portugal, sering terjadi perkawinan silang antara Islam dan Kristen. Ini dilakukan untuk sekedar konsolidasi kekuatan agar kekuasaan mereka tetap utuh dan tidak goyah.
Apapun jalur silsilah yang ingin dicari dari Nabi Muhammad sampai kepada bangsawan Eropa, banyak akan melalui Ratu Victoria. Dari sang ratu ini, menurunkan para anggota kerajaan di banyak negara monarki Eropa. Jadi tak mengherankan Ratu Victoria sering disebut “Mother of Europe” dalam arti yang sebenarnya. Dalam monarki Inggris, dia adalah nenek dari kakeknya Ratu Elizabeth II.

Anak tertua Ratu Victoria, yaitu Putri Victoria menikah dengan Kaisar Jerman Frederick III. Putranya, Arthur yang bergelar Duke of Connaught menikah dengan Putri Louise Margaret dari Prussia. Pasangan ini dikarunia putri bernama Margaret yang dipersunting oleh Raja Swedia Gustav VI Adolf, yang kemudian memiliki seorang putri yang menikah dengan Frederik IX, raja Denmark, sekaligus ibunda dari Ratu Margrethe II dari Denmark yang berkuasa sekarang. Denmark adalah negeri yang pernah bermasalah dengan masalah penghinaan terhadap Nabi Muhammad beberapa waktu lalu. Ratu Victoria juga menurunkan raja-raja Norwegia, melalui anaknya yang juga menjadi raja Inggris, Edward VII. Sang raja punya putri bernama Maud yang menikah dengan Raja Norwegia Haakon VII, yang menjadi ayah Raja Olav V dan kakek dari raja Norwegia sekarang, Harald V. Cucu Ratu Victoria yang bernama Margaret pernah menjadi istri pertama dari Raja Swedia Gustav VI Adolf, yang kemudian menjadi kakek dari Raja Carl XVI Gustal, raja Swedia sekarang. Ratu Victoria juga mempunyai seorang cucu, seorang putri bernama Victoria Eugenia yang dinikahi oleh Raja Spanyol Alfonso XIII. Pasangan ini menjadi nenek kakek dari Raja Juan Carlos I, raja Spanyol sekarang.
Ratu Beatrix dari Belanda juga sedarah dengan Ratu Victoria melalui Raja George II dari Inggris. Kakek Ratu Victoria, yaitu Raja George III adalah cucu dari Raja George II. Nah, George II ini punya seorang putri bernama Anne yang menikah dengan Willem V, Pangeran Oranje. Cicit mereka adalah Raja Belanda yang bernama Willem II, yang akhirnya dikarunia juga cicit yang bernama Juliana, ibunda Ratu Beatrix, ratu Belanda sekarang. Begitupun dengan wangsa Romanov yang berkuasa di Rusia sebelum tsar mereka yang terakhir dieksekusi mati oleh kaum Bolshevik tahun 1917.
Tsar Nikolas II dari Rusia menikah dengan cucu Ratu Victoria yang bernama Alexandra. Mereka dikarunia beberapa anak, namun yang paling controversial adalah Anastasia. Banyak yang menduga Anastasia lolos dari eksekusi dan menjadi legenda hidup sampai sekarang. Masih banyak lagi anggota bangsawan Eropa, seperti Liechtenstein, Monako, Yunani, Yugoslavia, bahkan keluarga Grimaldi dari Monako, yang beberapa menjadi keturunan Ratu Victoria dan bisa ditelusuri sampai ke nenek moyang mereka dari Arab, Nabi Muhammad.
Dengan demikian, silsilah Nabi Muhammad sampai kepada anggota keluarga kerajaan negara-negara monarki Eropa dapat ditelusuri dengan baik, meskipun selalu ada perdebatan terhadap beberapa tokoh yang selalu dipertanyakan oleh ahli silsilah. Seperti dalam silsilah pada serial 22, dari Nabi Muhammad sampai pada generasi ke 18, masih bisa diterima oleh sejarah. Artinya tidak banyak yang mempertanyakan status perkawinan atau status anak dari mereka. Begitupun juga dari generasi ke 22 hingga generasi ke 31, yaitu keluarga Plantagenet, yang menjadi moyang banyak monarkis Eropa. Sedangkan dari generasi 31 sampai sekarang, tidak ada penolakan sama sekali dari para ahli sejarah maupun genenlogi. Artinya keabsahan keturunan itu diterima dengan baik oleh semua pihak dan tentunya oleh sejarah sebagai sebuah kebenaran.
Hanya saja masalah Putri Zaida selalu menjadi perdebatan hangat hingga kini. Namun, seperti saya tulis, tetap saja ada upaya untuk menghubung-hubungkan antara Nabi Muhammad dengan kaum bangsawan Eropa dengan kajian sejarah yang amat luas dengan kredibilitas serta keabsahan yang tinggi.
Kalau kenyataannya mereka saling bersaudara, mengapa mereka saling berseteru. Jerman yang jelas-jelas kaisarnya menjadi menantu Ratu Victoria, berani-beraninya berperang dan menyerang Inggris pada perang jagat awal tahun 1940an. Padahal Adolf Hitler pernah memuji kecantikan Ratu Elizabeth II ketika dia masih anak-anak, tetapi memberi julukan yang sebaliknya kepada ibu suri (ibunda Ratu Elizabeth II), sebagai “the most dangerous woman in Europe”.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget