Latest Post

Voice Of Muslim - Satu orang tewas dan sepuluh lainnya luka dalam kerusuhan anti-muslim teranyar di Okkan, sekitar 110 kilometer sebelah utara Kota Yangon, Myanmar, hari ini.

Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Kamis (2/5), sekelompok umat Buddha membakar ratusan rumah dan merusak dua masjid di wilayah itu.

Di Desa Chauk Tal kobaran api masih terlihat di bekas-bekas bangunan hancur. Warga desa tampak menangis dan lainnya menyiramkan air dari ember untuk memadamkan api yang membakar rumah mereka.

Warga desa mengatakan sekitar 400 umat Buddha bersenjata batu dan tongkat menyerang wilayah mereka.

"Mereka datang sekitar pukul 13.00 dan kebanyakan dair mereka adalah warga kota ini, bukan dari luar," kata penjaga toko Khin Maung, 60, di Okkan.

Kekerasan semacam itu belum pernah terjadi di wilayah pusat Myanmar. Hal itu menunjukkan kekerasan sudah semakin menyebar.

Sebanyak 18 orang telah ditangkap dalam insiden itu.

Massa mengincar toko-toko milik umat muslim dan merusak dua masjid. Sekitar 20 polisi anti huru-hara dikerahkan untuk menangani kerusuhan itu.

Voice Of Muslim -
Ustaz Jeffry Al Buchori meninggal dalam usia 40 tahun. Da'i yang dikenal gaul ini meninggal dalam sebuah kecelakaan tunggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Uje, panggilan akrab Ustaz Jeffry, meninggalkan sejuta kenangan bagi keluarga dan penggemarnya. Uje memang dikenal sebagai ustaz gaul. Gaya ceramahnya yang membumi dan moderat membuatnya disukai semua lapisan. Bahkan tak jarang Uje menggunakan sapaan seperti 'Ya nggak jek' untuk mendekatkan diri dengan jamaahnya yang muda-muda.

Sebelum menjadi da'i kondang, Uje awalnya hanya remaja biasa. Bahkan Uje tergolong remaja yang nakal. Uje pernah terjerumus dalam jerat narkoba. Namun setelah mendapat hidayah, Uje akhirnya berubah 180 derajat. Uje bahkan menjadi da'i kondang dan selalu diundang sebagai penceramah di mana-mana.
Banyak juga yang menyebut Uje meninggal dalam kondisi khusnul khotimah. Setelah meninggal, keistimewaan pria berusia 40 tahun ini pun terlihat.

Berikut 4 keistimewaan ustaz Uje saat meninggal dunia.

1. Jenazah Uje diantar ribuan orang

 

Uje memang bukan sembarang dai. Hal ini terlihat dari para pengantarnya yang mencapai ribuan orang.
Ribuan orang rela berjalan kaki dari Masjid Istiqlal untuk menghantarkan Uje ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Karet Tengsin, Jakarta Pusat.
Selama dalam perjalanan, tak henti-hentinya salawat berkumandang mengiringi jenazah Uje. Ribuan orang berduka dengan kepergian Uje.

2. Uje meninggal di Hari Surga

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyebut Ustaz Jeffry Al-Buchori meninggal dalam keadaan syahid. Sebabnya Ustaz Uje, demikian ia disapa, meninggal pada hari Jumat atau hari surga.
Ketua MUI Jawa Barat KH Hafid Utsman menuturkan ciri-ciri masuk surga itu Tuhan memanggilnya pada hari Jumat.
"Kepergian Uje ke Rahmatullah itu bagus menurut agama sebab di hari Jumat. Jumat seperti hari surga atau syahid," katanya di Bandung, Jumat (26/4).
Meski demikian, kata dia, pada dasarnya tidak ada hari yang buruk. Namun Jumat adalah hari yang baik. "Insya Allah Ustaz Uje masuk surga," jelasnya.

3. Mulai dari presiden, menteri hingga rakyat berduka

Meninggalnya Ustaz Jeffry menjadi dukacita bagi seluruh rakyat Indonesia. Presiden SBY, menteri dan seluruh kalangan menyampaikan salam perpisahan untuk Uje.
Dalam status twitternya, Presiden menilai Uje sebagai sosok yang mencerahkan. "Kita kehilangan lagi orang baik yg mencerahkan. Selamat jalan Ustadz Jefri, semoga nilai yg disebarkan bisa menginspirasi kita semua. *SBY*," tulis Presiden SBY dalam akun twitter @SBYudhoyono miliknya.
Karangan bunga pun berderet dari para pejabat. Mulai dari Menteri Pendidikan Muhammad Nuh hingga Kasad Jenderal Pramono Edhie Wibowo mengirimkan rangkaian duka cita.
Sementara itu ribuan masyarakat mengantarkan Uje ke peristirahatan terakhirnya.

4. Meski meninggal, Uje tetap memberi manfaat

 
 

Banyaknya pelawat yang berdatangan ke makam Ustaz Jeffry di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Tengsin, Blok A II, Jakarta Pusat mendatangkan keuntungan bagi para pedagang. Pedagang dadakan tersebut sengaja datang ke area sekitar makam Uje untuk berjualan.

"Pas saya dengar berita meninggalnya Uje, saya langsung ke sini. Saya tahu bakal ramai nih. Makanya saya dagang di sini," kata Hendry (31), pedagang minuman saat ditemui TPU Karet Tengsin, Sabtu (27/4).
Pria asal Lampung ini mengaku mendapat untung berlipat sejak berjualan dari kemarin. Jika dalam sehari, dirinya bisa menjual tiga galon es teh, maka di depan makam Uje, sebanyak tiga galon sudah habis dalam waktu setengah hari.

Keuntungan besar tidak hanya ditangguk oleh pedagang makanan dan minuman, loper koran pun memanfaatkan kedatangan para peziarah ke makam Uje. Salah satunya seperti yang dilakukan Hamsir (60).
"Saya emang sengaja datang ke sini. Biasanya saya mangkal di Slipi. Banyak orang yang beli koran yang gambar depannya Uje," ujar pria yang biasa disapa Bang Kumis ini.

Meski telah meninggal Uje masih memberikan manfaat bagi sesamanya.

Subhanallah..

Voice Of Muslim - Kebakaran di sejumlah wilayah Israel selama tiga hari berturut-turut di awal pekan ini membuat negara penjajah Yahudi itu tampak seperti dikepung api. Selain itu, ratusan titik kebakaran di hutan Israel dipastikan menghanguskan pohon ghorqod yang telah ditanam bertahun-tahun.

Seperti dilaporkan The Jerusalem Post, kebakaran hutan terjadi –diantaranya- di Kfar Uriya, dekat Beit Shemesh sejak Ahad (28/4) lalu.

Kebakaran hutan juga terjadi di Ben Shemen, dekat Modiin, mengakibatkan sedikitnya dua orang terluka. Mereka kemudian dikirim ke Rumah Sakit Asaf Harofeh untuk menjalani perawatan.

Ynetnews menambahkan, api pecah di Aminadav hutan Barat Yerusalem. Enam awak pemadam kebakaran tiba di lokasi. Selain itu, dua jet pemadam kebakaran dipanggil untuk membantu memadamkan kobaran api.

Otoritas pemadam kebakaran Israel mengklaim mereka telah berhasil memadamkan 600 titik kebakaran.

"Kami telah memadamkan lebih dari 600 titik kebakaran yang telah berkorbar sejak Sabtu (27/4)," kata Shachar Ayalon dari Regu Pemadam, seperti dilansir dari Xinhua, Rabu (1/5).

Meski 600 titik kebakaran telah dipadamkan, belum ada laporan kebakaran akan segera bisa diatasi, mengingat suhu tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah itu.

"Penyebab kebakaran terutama adalah gabungan panas yang luar biasa, angin kencang, situasi kelembaban yang menimbulkan masalah dan api unggun yang dinyalakan sebagai bagian dari hari libur nasional," tambah Ayalon.

Belum ada laporan resmi berapa jumlah pohon Ghorqod yang musnah akibat kebakaran dalam pekan ini. Namun, sebagai perbandingan, jewishjournal melansir 5 juta pohon mati dalam kebakaran tahun 2011 lalu.

Seperti diketahui, Yahudi Israel gencar menanam pohon Ghorqod di sejumlah hutan. Tidak tanggung-tanggung, website resmi Israel menyebutkan angka 240 juta pohon telah ditanam atas nama "penghutanan dan penyelamatan ekologi." Disinyalir, gencarnya Yahudi Israel menanam pohon Ghorqod karena mereka mempercayai "ramalan" Nabi Muhammad bahwa kelak di akhir zaman pohon Ghorqod akan melindungi mereka ketika berperang melawan pasukan Islam.

Voice Of Muslim - KITAB NIKAH


Oleh
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi


Nikah termasuk salah satu di antara Sunnah para Rasul yang paling ditekankan, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً

"Dan sesungguhnya kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan." [Ar-Ra’d: 38]

Dimakruhkan meninggalkan Sunnah ini tanpa alasan, sebagaimana disebutkan dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, ia berkata :

جَاءَ ثَلاَثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوْتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُوْنَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَلَمَّا أُخْبِرُوْا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوْهَا، فَقَالُوْا: وَأَيْنَ نَحْنُ مِنْ رَسُوْلِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ قَدْغُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَاتَأَخَّرَ. فَقَالَ أَحَدُهُمْ: أَمَّا أَنَا، فَأَنَا أُصَلِّى اللَّيْلَ أَبَدًا، وَقَالَ الآخَرُ: أَنَا أَصُوْمُ الدَّهْرَ وَلاَأُفْطِرُ وَقَالَ آخَرُ: أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلاَ أَتَزَوَّجُ أَبَدًا. فَجَاءَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: ((أَنْتُمُ الَّذِيْنَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا؟ أَمَّا وَاللهِ إِنِّى َلأَخْشَاكُمْ ِللهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ، وَلَكِنِّى أَصُوْمُ وَأُفْطِرُ، وَأُصَلِّى وَأَرْقُدُ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى)).

“Ada tiga laki-laki datang ke rumah isteri Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan menanyakan tentang ibadah beliau, setelah diceritakan kepada mereka, maka mereka merasa bahwa ibadah mereka itu sedikit, kemudian mereka berkata, “Di manakah posisi kami dibanding Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sedangkan beliau telah diampuni segala dosanya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang. Maka salah seorang di antara mereka berkata, ‘Aku akan shalat malam selamanya.’ Seorang lagi berkata, ‘Aku akan berpuasa sepanjang tahun tanpa berbuka,’ dan yang lain berkata, ‘Aku akan menghindari wanita dan tidak akan menikah selamanya.’ Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam datang dan bersabda, ‘Kaliankah yang telah berkata begini dan begitu? Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut dan bertakwa kepada Allah daripada kalian, tetapi aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa membenci Sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku.’” [1]

Bagi orang yang telah mampu dan takut dirinya terjatuh ke dalam perbuatan keji, maka nikah adalah wajib hukumnya, karena zina dan segala sesuatu yang mendorong seseorang kepada perbuatan tersebut adalah haram. Orang yang takut dirinya akan terjerumus kepada perbuatan zina, maka ia harus mengantisipasinya. Dan apabila hal itu tidak dapat tercapai kecuali dengan menikah, maka wajib baginya untuk menikah.[2]

Adapun bagi yang belum mampu untuk menikah sedangkan ia sudah sangat berhasrat, maka hendaknya ia berpuasa, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu, ia berkata, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada kami:

يَامَعْشَرَ الشَّبَابِ: مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

“Wahai kaum muda, barangsiapa di antara kalian telah mampu maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” [3]

Siapakah Wanita Pilihan ?
Barangsiapa yang ingin menikah, maka hendaknya ia mencari seorang wanita yang memiliki kriteria sebagai berikut :

1. Taat beragama, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ ِلأَرْبَعٍ: لِمَالِـهَا، وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِـهَا، وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

“Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya. Maka dapatkanlah wanita yang taat beragama niscaya kamu beruntung.” [4]

2. Masih gadis, kecuali jika ada mashlahat baginya untuk menikahi wanita janda, karena telah disebutkan dalam satu riwayat bahwasanya Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu berkata:

تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً فِيْ عَهْدِ رَسُوْلِ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَلَقِيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ: يَاجَابِرُ، تَزَوَّجْتَ؟ قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَ : بِكْرٌ أَمْ َثيِّبٌ؟ قُلْتُ: ثَيِّبٌ. فَهَلاَّ بِكْرًا تُـلاَعِبُهَا؟ قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ الله إِنَّ لِيْ أَخَوَاتٌ، فَخَشِيْتُ أَنْ تَدْخُلَ بَيْنِيْ وَبَيْنِهِنَّ. قَالَ: فَذَاكَ إِذَنْ. إِنَّ الْمَرْأَةَ تُنْكَحُ عَلَى دِيْنِهَا وَمَالِهَا وَجَمَالِهَا، فَعَلَيْكَ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

“Aku telah menikahi seorang wanita di masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tatkala bertemu dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bertanya, ‘Wahai Jabir, apakah engkau telah menikah?’ aku menjawab, ‘Ya.’ Kemudian beliau bertanya, ‘Dengan gadis atau janda?’ Aku menjawab, ‘Seorang janda.’ Beliau bersabda, ‘Mengapa engkau tidak memilih seorang gadis sehingga engkau dapat bercanda dengannya?’ Kemudian aku berkata, ‘Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku me-miliki beberapa saudara perempuan sehingga aku takut akan terjadi kesalahpahaman.’ Maka beliau bersabda, ‘Jika demikian adanya, maka tidak masalah. Sesungguhnya wanita itu dinikahi karena agama, harta dan kecantikannya, maka nikahilah wanita yang taat beragama niscaya engkau akan bahagia.” [5]

3. Wanita yang subur, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda :

(تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ، فَإنِّيْ مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمُ).

“Nikahilah wanita yang subur peranakannya dan penyayang, sebab aku akan berbangga di hadapan umat lain dengan jumlah kalian yang banyak.” [6]

Siapakah Lelaki Pilihan?
Apabila seorang lelaki dianjurkan untuk mencari wanita berkriteria seperti yang telah kami sebutkan di atas, maka bagi wali wanita juga berkewajiban untuk mencari lelaki shalih yang akan dinikahkan dengan anaknya. Abu Hatim al-Muzani Radhiyallahu anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا جَاءَكُـمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوْهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوْا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيْرٌ.

‘Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak wanita kalian), jika tidak maka akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.” [7]

Dan tidaklah mengapa apabila seorang wali menawarkan puteri atau saudara wanitanya kepada orang-orang yang shalih, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Bahwasanya tatkala Hafshah binti ‘Umar Radhiyallahu anhuma ditinggal mati oleh suaminya yang bernama Khunais bin Hudzafah as-Sahmi, ia adalah salah seorang Sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang meninggal di Madinah. ‘Umar bin al-Khaththab berkata, ‘Aku mendatangi ‘Utsman bin ‘Affan untuk menawarkan Hafshah, maka ia berkata, ‘Akan aku pertimbangkan dahulu.’ Setelah beberapa hari kemudian ‘Utsman mendatangiku dan berkata, ‘Aku telah memutuskan untuk tidak menikah pada saat sekarang.’ ‘Umar berkata, ‘Kemudian aku menemui Abu Bakar ash-Shiddiq dan berkata, ‘Jika engkau mau, aku nikahkan engkau dengan Hafshah binti ‘Umar.’ Akan tetapi Abu Bakar diam dan tidak berkomentar apa pun dan pada saat itu aku merasa lebih kecewa terhadap Abu Bakar daripada kepada ‘Utsman. Beberapa hari berlalu sampai kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam meminangnya, maka aku nikahkan ia dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian Abu Bakar menemuiku dan berkata, ‘Engkau marah kepadaku tatkala engkau menawarkan Hafshah akan tetapi aku tidak berkomentar apa-apa?’ ‘Umar menjawab ‘Ya’ Abu Bakar berkata, ‘Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang menghalangiku untuk menerima tawaranmu kecuali karena aku tahu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menyebutnya (Hafshah). Aku tidak ingin menyebarluaskan rahasia Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, jika beliau meninggalkannya, maka niscaya aku akan menerimanya.’”[8]

Melihat Wanita Yang Dipinang
Barangsiapa yang hatinya berhasrat ingin meminang seorang wanita, maka disyari’atkan baginya untuk melihatnya sebelum ia meminang. Muhammad bin Maslamah Radhiyallahu anhu berkata, “Aku meminang seorang wanita, maka aku bersembunyi dan mengintip wanita tersebut sehingga aku dapat melihatnya.” Kemudian dikatakan kepadanya, “Bagaimana engkau melakukan hal ini sedangkan engkau adalah Sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam?” Ia menjawab, “Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا أَلْقَى اللهُ فِيْ قَلْبِ امْرِئٍ خِطْبَةَ امْرَأَةٍ، فَلاَبَأْسَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَيْهَا.

"Jika Allah menaruh hasrat kepada hati seorang laki-laki untuk melamar seorang wanita, maka tidak mengapa jika ia melihat wanita tersebut.’” [9]

Dari Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku mendatangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengabarkan kepada beliau bahwasanya aku melamar seorang wanita, maka beliau bersabda :

اِذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا.

"Pergi dan lihatlah wanita tersebut, karena dengan melihatnya dapat lebih mengekalkan kasih sayang di antara kalian berdua.’” [10]

Khitbah (Meminang)
Khitbah artinya melamar seorang wanita untuk dijadikan isterinya dengan cara yang telah diketahui di kalangan masyarakat. Jika telah tercapai kesepakatan, maka hal tersebut hanyalah satu janji kesepakatan untuk menikah, lelaki yang melamar tersebut tidak diperbolehkan untuk melakukan apa pun terhadap wanita yang dilamarnya karena statusnya masih orang lain sampai ia diikat dengan tali pernikahan.

Dan tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk melamar seorang wanita yang telah dilamar saudaranya, sebagaimana perkataan Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma :

نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيْعَ بَعْضُكُـمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَلاَ يَخْطُبُ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ حَتَّى يَتْرُكَ الخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ.

“Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang sebagian dari kalian membeli sesuatu yang sedang dibeli oleh orang lain. Dan janganlah seseorang melamar wanita yang masih dilamar oleh saudaranya sampai orang tersebut meninggalkannya atau mengizinkannya.” [11]

Demikian juga tidak boleh melamar wanita yang sedang dalam ‘Iddah thalaq Raj’i (masa penantian seorang wanita setelah ditalak dan masih dapat rujuk kembali-penj), karena statusnya masih sebagai isteri orang lain, sebagaimana ia juga tidak diperbolehkan untuk tashrih (secara terang-terangan) melamar wanita yang masih dalam ‘iddah thalaq ba’in (masa penantian seorang wanita setelah talak yang tidak dapat rujuk kembali-pent) atau karena meninggalnya suami, akan tetapi tidak mengapa baginya untuk ta’ridh (dengan sindiran). Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُم بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاءِ أَوْ أَكْنَنتُمْ فِي أَنفُسِكُمْ

"Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu." [Al-Baqarah: 235]

[Disalin dari kitab Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil Aziiz, Penulis Syaikh Abdul Azhim bin Badawai al-Khalafi, Edisi Indonesia Panduan Fiqih Lengkap, Penerjemah Team Tashfiyah LIPIA - Jakarta, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir, Cetakan Pertama Ramadhan 1428 - September 2007M]
_______
Footnote
[1]. Muttafaq ‘alaihi: Shahiih al-Bukhari dan ini adalah lafazhnya (IX/104, no. 5063), Shahiih Muslim (II/1020, no. 1401), Sunan an-Nasa-i (VI/60).
[2]. As-Sailul Jarraar (II/243)
[3]. Muttafaq ‘alaih: Shahiih al-Bukhari (IX/112, no. 5066), Shahiih Muslim (II/1018, no. 1400), Sunan Abi Dawud (VI/39, no. 2031), Sunan at-Tirmidzi (II/272, no. 1087), Sunan an-Nasa-i (VI/56), Sunan Ibni Majah (I/592, no. 1845).
[4]. Muttafaq ‘alaih: Shahiih al-Bukhari (IX/132, no. 5090), Shahiih Muslim (II/1086, no. 1466), Sunan Abi Dawud (VI/42, no. 2032), Sunan Ibni Majah (I/597, no. 1858), Sunan an-Nasa-i (VI/68)
[5]. Muttafaq ‘alaih: Shahiih Muslim (II/1087, no. 715) dan ini adalah lafazh-nya, dan dengan lafazh yang semisalnya tanpa kalimat yang terakhir, diriwayatkan dalam Shahiih al-Bukhari (IX/121, no. 5079), Sunan Abi Dawud (VI/43, no. 2033), Sunan at-Tirmidzi (II/280, no. 1106), Sunan Ibni Majah (1/598, no. 1860), Sunan an-Nasa-i (VI/65) dengan lafazh Muslim dan sedikit tambahan.
[6]. Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 2940)], [Irwaa-ul Ghaliil (no. 1784)], Sunan Abi Dawud (VI/47, no. 2035), Sunan an-Nasa-i (VI/65).
[7]. Shahih: [Shahiih Sunan at-Tirmidzi (no. 866)], Sunan at-Tirmidzi (II/ 274, no. 1091)
[8]. Shahih: [Shahiih Sunan an-Nasa-i (no. 3047)], Shahiih al-Bukhari (IX/ 175, no. 5122), Sunan an-Nasa-i (VI/77). Lihat kitab Fat-hul Baari (IX/ 83) terbitan Daar ar-Rayyan.
[9]. Shahih: [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 151)], Sunan Ibni Majah (I/599, no. 1864).
[10]. Shahih: [Shahiih as-Sunan at-Tirmidzi (no. 868)], Sunan an-Nasa-i (VI/ 69) dan ini adalah lafazhnya, Sunan at-Tirmidzi (II/275, no. 1093) dan dalam riwayatnya dengan lafazh “فَإِنَّهُ أَحْرَى”
[11]. Shahih: [Shahiih Sunan an-Nasa-i (no. 3037)], Shahiih al-Bukhari (IX/198, no. 5142), Sunan an-Nasa-i (VI/73)

Voice Of Muslim - Media lokal Myanmar (Burma) M-Mediagroup, yang fokus pada hak-hak kaum minoritas Muslim dan etnis minoritas lainnya di Burma, melaporkan bahwa dalam sebuah pidato keagamaan Buddha yang disampaikan oleh Bhiksu U Wirathu pada 20-22 April 2013 malam di vihara Me-Baung di kota Pha-An, Karen State (Kayin State). Dan di sepanjang ceramahnya, hanya sentimen anti-Islam yang banyak dibicarakan. Karena saat ceramahnya menggunakan speaker, semua penduduk sekitar bisa mendengar apa yang dia katakan.
Bhiksu U Wirathu
Ceramah U Wirathu benar-benar menghina dan memfitnah Islam serta memprovokasi kebencian terhadap Islam. Warga lokal Pha-An yang mendengar ceramah U Wirathu melaporkan kepada M-Media penggalan ceramah U Wirathu yang menyingung Muslim, berikut terjemahannya.

1. Masjid-masjid dibangun oleh musuh, jadi tidak berdosa untuk menghancurkan Masjid karena berarti hanya bangunan musuh itu yang dihancurkan.

2. Menurut ajaran Islamjika seorang Muslim Kalar (Kalar adalah istilah yang digunakan untuk merendahkan yang dalam bahasa Burma mengacu pada Muslim, M-Mediagroup memperkosa seorang gadis Buddhis, dia akan sangat tinggi derajatnya. (U  Wirathu menuduh)

3. Karena Presiden U Thein Sein mengatakan menentang orang-orang Rohingya (Muslim) secara terang-terangan, dia patut dikagumi. Wanita yang disebut Ibunda Su (mengacu pada Daw Aung San Suu Kyi) tidak melakukan atau mengatakan apapun. Oleh karena itu, doa mendukung kata-kata Presiden digelar di Mandalay, untuk mendukung apa yang presiden kita katakan.,

4. Mereka yang menghancurkan Masjid-masjid di Pegu (Bago) membuat saya malu. Ini benar-benar tidak adil.

5. Mereka (Muslim) tinggal di Myanmar, dan mereka tidak memakan daging babi. Di Myanmar hanya babi yang tersedia sebagai daging, jadi mereka harus memakan itu. Sekarang mereka tidak memakan babi, tetapi mereka mengejar gadis-gadis Burma yang memiliki mulut yang telah memakan babi (U Wirathu menuduh pria Muslim mengejar gadis musyrik Buddhis, red). Jadi bagaimana bisa Saya memahami mereka (Muslim)?

6. Para gadis Muslim mengerudungi seluruh tubuh mereka. Sebagian bahkan menutup mata mereka. Hal itu seperti neraka bagi mereka pada saat musim panas. Mereka bahkan mengatakan bahwa gadis-gadis Burma tidak beradab. Tidakkah kita beruntung memiliki agama dengan kebebasan? (klaim U Wirathu)

7. Ada orang-orang dengan janggut dan memakai Taik Pone (Jaket tradisional Myanmar) di NLD. Mereka terlihat seperti kambing dan sangat menjijikan! Mereka tidak tahu cara memakai Taik Pone yang baik, dan itu membuat mereka benar-benar aneh.

8. Salah satu gadis Buddhis sangat jatuh cinta pada seorang pria Muslim, bahkan dia meracuni orang tuanya. Kemudian dia dipaksa untuk menginjak gambar Buddha, dan untuk memeluk Islam.

9. Kita harus bersatu seperti orang-orang Meikhtila. Apakah kalian ingin Karen State akan untuk orang-orang Kalar (Muslim) suatu hari nanti?

10. Orang-orang menyerang saya di Facebook. Saya tidak mempedulikan mereka sama sekali (Sebenarnya, dia menggunakan istilah merendahkan dalam bahasa Burma, serupa dengan “Saya tidak pedulikan itu”). Saya adalah pejuang agama.

11. Kita tidak perlu takut akan orang-orang hitam itu (mengacu pada Muslim), Saya bersumpah; suatu hari nanti, hanya mereka akan merendahkan kepala mereka ketika mereka melihat orang-orang Burma (Buddhis).

12. Orang-orang Kalar (Muslim) datang kepada saya hanya ketika mereka tidak berdaya. Jangan berinteraksi dengan mereka, kalian juga akan secara otomatis kasar seperti mereka.

Menurut laporan warga lokal, sepanjang acara tiga malam itu isi ceramah U Wirathu hanya menghasut konflik keagamaan dan menuduh Islam serta Muslim dengan peenghinaan dan tuduhan yang keji dan palsu.

Voice Of Muslim -BOSTON – Saluran televisi Al Arabiya melaporkan bahwa Dzhokhar Tsarnaev, yang dituduh oleh otoritas kafir AS telah melakukan serangan bom kembar di Boston pada 15 April lalu, berhasil, hanya beberapa jam sebelum penangkapannya, melakukan laporan di halaman facebooknya yang menyatakan bahwa ia tidak ada hubungannya dengan insiden itu dan semuanya telah disetting, demikian dilansir Kavkaz Center.

Sebuah screenshot dari halaman facebook telah diposting online dan kemudian dihapus oleh administrasi Facebook.  Dzhokhar Tsarnaev menulis kepada ayahnya :

“Ini akan menjadi pesan terakhir sebelum polisi mendapatkan saya.  Saya tidak pernah melakukannya.  Mereka menjebakku.  Ayah, maafkan saya.  Saya minta maaf untuk hal ini.”

Dia menulis pesan ini saat ribuan polisi memburunya di seluruh Boston.

Al-Arabiya mengatakan terkait hal ini, bahwa ibu kandung dari dua bersaudara Tsarnaev mengatakan kepada wartawan bahwa anak sulungnya, Tamerlan, telah dimata-matai oleh FBI selama lebih dari 5 tahun.  Mereka tahu tentang semua gerakannya dan memantau website yang ia kunjungi.

Ayah dan ibu Tsarnaev bersaksi bahwa putra-putra mereka telah dijebak, dan seluruh cerita telah dibuat.  Mereka  menuduh badan intelijen menyembunyikan aksi mata-mata mereka terhadap Tamerlan dari publik.

Sementara itu kisah insiden Boston dan pengejaran keduanya yang disajikan media arus utama Amerika dalam gaya klasik Hollywood, terus mengeluarkan pernyataan baru.

Sebagai contoh, sebuah video penangkapan Tamerlan Tsarnaev yang baru-baru ini muncul.  Dia dalam keadaan hidup dan sehat.  Polisi menelanjanginya dan tampaknya mereka takut Tsarnaev mengenakan bom rompi.  Mereka memborgolnya dan menggiringnya ke dalam mobil.
 
 
Kemudian, polisi mengklaim Tamerlan melepaskan tembakan dan bahkan melemparkan beberapa granat ke arah mereka.  Dan FBI Hollywood ini mengklaim bahwa Dzhokhar konon melindas tubuh saudaranya sendiri untuk melarikan diri dari pengepungan polisi.

Ada pertanyaan yang harus dijawab :

FBI mengklaim Dzhokhar bersembunyi di perahu, melepaskan tembakan balasan dan akhirnya mencoba bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri di dalam mulut.  Oleh karena itu, mereka mengatakan ia tidak lagi mampu berbicara dan tidak bisa diinterogasi.

Namun gambar ini jelas menunjukkan bahwa Dzhokhar Tsarnaev meninggalkan perahu sendiri dan menyerah.  Jika seseorang menembak mulut dan lehernya tidak mungkin ia dapat bergerak tanpa bantuan dari luar.

Voice Of Muslim - HIDUP SEGAN MATIPUN TAK RELA Demikianlah pepatah mengatakan dan pepatah itu sangat pantas di sandang bagi para tentara kafir (Kristen) yang suka menindas kaum Muslimin dan Muslimah di seluruh negri..


Di bawah ini adalah kumpulan photo-photo para tentara kafir (Kristen) yang kehidupannya sudah tidak lengkap lagi:

Keluarga tentara ini tentunya merasa sedih karena salah satu keluarganya pulang dalam keadaan cacad karena perang,tetapi keluarga tentara ini tentunya tidak ada rasa sedih ketika para tentara ini menindas kaum Muslimin dan Muslimah.










Voice Of Muslim - Prajurit Amerika yang bertugas di Afghanistan mengalami depresi dan delusi berat, menurut pendeta dari dua batalyon AS yang telah menghabiskan sembilan bulan di garis depan perang melawan Taliban.

Banyak yang merasa bahwa mereka mempertaruhkan hidup mereka -dan teman-temannya meninggal- untuk misi yang sia-sia dan penduduk Afghanistan tidak melakukan apapun untuk membantu mereka, kata para pendeta militer kepada The Times di basis militer mereka yang penuh dengan debu di sebuah lembah barat daya Kabul.

“Mereka merasa sia-sia dan kemarahan berada di sini. Mereka benar-benar dalam keadaan depresi dan putus asa dan hanya ingin kembali ke keluarga mereka,” kata Kapten Jeff Masengale, dari Divisi Pegunungan ke-10 Batalyon 2-87.

“Mereka merasa mereka mempertaruhkan hidup mereka untuk kemajuan yang sangat sulit diwujudkan,” kata Kapten Sam Rico, dari Divisi 4-25 Batalyon . “Mereka lelah, tegang, bingung dan hanya ingin melewati apa yang mereka hadapi di depan mereka.”

Namun, ungkapan para penasihat spiritual ini dinilai para petinggi militer tidak berdasar. Menurut militer, para tentara itu didorong oleh rasa tanggung jawab yang kuat, dan mereka berusaha melakukan pekerjaan mereka sebaik mungkin. Padahal beberapa orang yang didekati oleh The Times, bagaimanapun, mengakui bahwa semangat mereka telah merosot.

“Kami telah kehilangan segalanya – itulah yang saya rasakan. Aku tidak tahu pasti mengapa kami ada di sini,” kata Raquime Mercer (20) yang teman terdekatnya ditembak mati oleh polisi Afghanistan Jumat lalu.

“Saya perlu sebuah tujuan jelas kalau suatu saat saya terluka atau mati di sini.”

Sersan Christopher Hughes (37) dari Detroit, telah kehilangan enam rekannya dan selamat dari dua bom tepi jalan. Saat ditanya apakah misi itu berharga, ia menjawab: “Jika saja saya tahu persis apa misi itu, mungkin begitu, tapi nyatanya saya tidak mengetahui.”

Satu-satunya pasukan yang mengatakan bahwa aksi mereka berjalan lancar “bekerja di kantor, bukan di medan tempur”. Menurut pendapat Hughes “semua pelosok negara ini semakin tidak bersahabat.”

Batalyon yang terdiri dari 1.500 itu telah berada selama sembilan bulan dari waktu penyebaran satu tahun yang telah terbukti sangat sulit bagi mereka. Mereka ditugaskan untuk mengamankan provinsi Wardak dan kemudian meraih simpati penduduk Afghanistan melalui pembangunan dan pemerintahan yang baik. Yang terjadi justru sebaliknya, mereka menemukan diri mereka terjebak dalam pertempuran yang semakin kejam melawan mujahidin Taliban.

Mereka diincar oleh sedikitnya 300 bom tepi jalan, sekitar 180 di antaranya telah meledak. Sembilan belas orang tercatat telah tewas dalam aksi tersebut, dan sejumlah lainnya melakukan bunuh diri. Kira-kira seratus orang telah dipulangkan dengan kaki teramputasi, luka bakar dan cedera lainnya yang kemungkinan besar akan menyebabkan cacat permanen, dan banyak dari mereka yang pulang belum digantikan. Lebih dari dua lusin kendaraan penyergap (MRAPs) milik mereka hancur.

Sersan Erika Cheney, spesialis kesehatan mental Airborne, menyatakan keprihatinan tentang keadaan mental mereka – khususnya mereka yang berada di pos-pos yang tersebar. Ia pun percaya bahwa banyak yang mengalami post traumatic stress disorder (PTSD). “Mereka lelah, frustrasi, takut. Banyak dari mereka takut untuk pergi keluar, tapi harus tetap pergi,” katanya.

Letnan Petrus Hjelmstad, Pimpinan Medis Platoon 2-87 mengatakan bahwa kesulitan tidur dan mudah marah merupakan gejala umum yang sering terjadi pada tentara.

“Ini misi yang sangat menimbulkan frustrasi,” kata Letnan Hjelmstad. “Rata-rata, seorang prajurit mau bertempur karena ingin membalas rekan mereka yang tewas, dan itulah yang menurut mereka merupakan alasan yang lebih nyata dan berharga.”

Kapten Masengale, seorang prajurit yang selama 12 tahun sebelumnya menjadi seorang pendeta, mengatakan: “Kami ingin percaya pada suatu tujuan, tetapi kita tidak tahu apa yang menyebabkan hal tersebut.”

Para prajurit mengeluh bahwa diberlakukannya aturan untuk meminimalkan korban sipil akan membuat mereka seperti melawan dengan satu tangan terikat di belakang punggung mereka. “Mereka (para petinggi militer) bergurau,” kata salah seorang prajurit. “Anda tertembak tetapi dapat berbuat apa-apa tentang hal itu. Anda harus mencari orang yang membawa senjata. Tidak cukup hanya dengan dari rumah yang mana penembakan tersebut datang.”

Para prajurit membuat lelucon mengenai lencana ISAF yang menempel di lengan baju mereka. ISAF tidak diartikan sebagai International Security Assistance Force (Pasukan Bantuan Keamanan Internasional), tapi “I Suck At Fighting” (Saya benci berperang) atau “I Support Afghan Farmers” (Saya mendukung para petani Afghanistan).

Para pendeta ini kesulitan untuk menangani masalah yang mereka temui dalam tubuh militer Amerika Serikat. Salah satu upaya yang mereka lakukan di antaranya adalah mengumandangkan lagu-lagu pujian tiap layanan pagi pada hari Minggu disertai dengan cuplikan-cuplikan video dari danau yang indah, samudra dan sungai, untuk meningkatkan semangat mereka kembali di tengah keputusasaan yang berkecamuk dan tentu saja mengakibatkan kekuatan militer AS melemah. (althaf/timol/arrahmah.com)

23.30
Voice Of Muslim -JAKARTA – “Kami Butuh Senjata” ujar Dr. Yunus seorang pemimpin perlawanan muslim Rohingnya Arakan dalam perbincangan via telepon satelit dengan Habib Rizieq Syihab, Ketua Umum Front Pembela Islam. ‘Kami tidak perlu bantuan makanan, sandang, obat-obatan ataupun uang, yang kami butuhkan sekarang adalah senjata”, demikian lanjut Dr. Yunus menekankan. Time to act, dan itu adalah dengan mengobarkan jihad bumi Rohingnya Arakan.

Sangat logis dan masuk akal permintaan tersebut,hal ini didasari pada kenyataan dan kondisi di lapangan, ummat Islam yang tadinya berjumlah 4 juta jiwa di Rohingnya Arkan sekarang tinggal 750 ribu saja. Dari jumlah itupun yang biasa dijumpai hanya 50 ribu saja di kamp pengungsi bentukan rezim militer Budha Miyanmar atas desakan PBB.

Sampai hari ini umat Islam rohingya terutama muslim Arakan mengalami penderitaan dan kesengsaraan atas kezholiman dan kebiadaban rezim Myanmar dan orang-orang Budha. Ratusan masjid dan mushola sudah menjadi puing hancur berantakan, jutaan orang mengungsi lari ketakutan. Banyak anak-anak menjadi yatim dan piatu, banyak istri kehilangan suami sekarang telah menjadi janda, banyak mereka berpisah dari keluarga, harta benda mereka habis dirampok, dijarah, rumah mereka dibakar, anak-anak perempuan mereka diperkosa, para pengungsi hidup di bawah tekanan.

Dari negeri ini Indonesia, mayoritas penduduknya muslim, dan letak geografis yang satu zona, asia tenggara seruan jihad itu telah bergema. Dan akan semakin massif dengan aksi mengepung kedutaan besar Myanmar pada aksi FUI (Forum Umat Islam) dan KAMRA (Komite Nasional Advokasi untuk Muslim Rohingya-Arakan) yang Insyaallah dilaksanakan hari jum’at, 3 Mei 2013 jam 13.00, dengan berkumpul di bundaran HI.

Sekjen KAMRA, Ustadz Bernard Abdul Jabbar, dalam siaran persnya menyerukan kaum muslimin Indonesia aktif, menekan dan mengutuk pemerintah Myanmar untuk menghentikan kezhalimannya dan menyiapkan pundi-pundi rupiah untuk mengisi kantong-kantong Save Rohingya.

(azmuttaqin/arrahmah.com)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget