Latest Post

13.15
Artikel di bawah ini merupakan hasil terjemahan dari dokumen di Internet yang diedarkan oleh Al Malahem Media, sebuah sayap media Al Qaidah di Semenanjung Arab.
Artikel ini berisi kata pengantar dari pengelola Al Malahem dan dari seorang Mujahid asal Amerika yang menyeberang ke Yaman. Namanya Samir Khan.
Dokumen ini banyak dimuat di berbagai media Barat, dan menjadi perbincangan hangat di Twitter oleh para pengamat "Terorisme".

KATA PENGANTAR

Impian setiap Muslim adalah untuk bisa bergabung di garis depan medan Jihad. Setiap orang memiliki gambaran sendiri mengenai bagaimana kehidupan di medan Jihad. Gambarannya boleh jadi berbeda bagi satu Muslim dengan yang lainnya, namun gambaran itu tidak akan terlalu jauh berbeda bila dia telah terjun ke dalam kancah Jihad yang sebenarnya. Penulis dokumen ini benar-benar telah bergabung dalam Jihad, ada beberapa hal dalam dokumen ini yang tidak diungkapkan dengan cara tertentu jika penulisnya bukan berasal dari Barat.
Penulis ingin berbagi dengan saudara Muslim lainnya tentang sebuah pengalaman hidup seorang Mujahid di abad ke-21. Saat ini, intensitas perang pemikiran yang menyerang aqidah ummat telah mencapai kondisi kritis, dimana sebagian besar kaum Muslimin tidak mampu dan mau menghargai orang-orang yang berjuang membela prinsip dan kehormatan Islam dan umat Islam.
Dokumen ini menjadi bacaan wajib bagi kaum Muslimin dari Barat, sebab dokumen ini memuat informasi yang sangat berharga untuk memberi pemahaman yang sesuai akan pentingnya peran mereka di medan perang dan memberikan pandangan yang tepat sebagai acuan langkah berikutnya yang akan mereka pilih.
Di Semenanjung Arab, kondisi dan kebiasaan Mujahidin sedikit berbeda dengan apa yang dijelaskan dalam dokumen ini. Hal ini dikarenakan Mujahidin sedang memasuki kota Abyan saat ini, dimana Mujahidin berusaha untuk mengatur kehidupan kaum Muslimin setelah berhasil menerapkan syariat Allah di sebagian wilayah dan propinsi lainnya yang mulai dikuasai – Alhamdulillah Segala puji bagi Allah.
Samir Khan – penulis dokumen ini, telah syahid bersama Syeikh Anwar al-Awlaky yang menjadi sasaran pembunuhan oleh pesawat drone Amerika pada tanggal 30 September 2011. Kami memohon kepada Allah mudah-mudahan Allah menerima semua amal shalih mereka dan buah karyanya bermanfaat bagi ummat.
Al Malahem Media, Musim Semi 2012 M/1433 H

FULL EXPECTATION/SEPENUH HARAPAN
PENDAHULUAN:

Hidup di tengah-tengah para pahlawan Islam di Semenanjung Arab membuatku memahami bagaimana perang gerilya yang dilakukan oleh para Mujahidin. Sebelum benar-benar bergabung dengan perjalanan Jihad ini, aku selalu beranggapan bahwa sebagian besar waktu akan dihabiskan untuk berperang baik perang langsung maupun tidak langsung.
Kenyataan di lapangan tidak selalu demikian. Aku menyadari bahwa hidup bersama Mujahidin merupakan transformasi hidup dan kebiasaan seseorang menuju sesuatu yang selalu mendekat kepada ridho Allah. Dalam catatan yang aku tulis ini, aku hendak berbagi semua pengalaman indah itu.
Samir Z. Khan
KEBERSIHAN
Menjaga kebersihan sepanjang karir jihadi anda bukan dilihat dari banyaknya masalah yang mungkin muncul. Dalam beberapa kondisi mengharuskan anda tinggal di sebuah ruangan atau rumah yang sempit bersama dengan beberapa ikhwan. Untuk menghindari masalah, anda harus berinisiatif untuk membersihkan ruangan dengan teratur secara bergiliran dengan ikhwan lainnya.
Dalam kondisi ideal, terkadang memungkinkan untuk melakukan mandi sehari sekali, namun sering kali hal itu tidak mungkin dilakukan. Cadangan air menjadi satu kendala tersendiri di suatu tempat anda tinggal sementara. Oleh karena itu, anda harus lebih mengutamakan kepentingan sesama daripada diri sendiri. Gunakan air sehemat mungkin.

SELALU BERPINDAH TEMPAT

Sebagian besar waktu akan dihabiskan dalam perjalanan berpindah dari satu markas ke markas lain. Markas tersebar di seluruh wilayah. Beberapa aturan di sebagian besar markas adalah tidak mengijinkan perjalanan ke luar area markas, berbicara dengan suara pelan, menghentikan tembakan, dan tanpa telepon selular. Bahkan dalam beberapa kasus, semua peralatan listrik pun dilarang.
Perjalanan semacam ini dilakukan dalam kelompok kecil Mujahidin, dan ada kalanya dilakukan dengan jumlah yang besar. Saat tinggal di markas, manfaatkanlah waktu anda dengan sebaik-baiknya. Waktu cepat berlalu. Bila anda dapat berbicara dengan bahasa lokal, buat diri anda bermanfaat bagi Mujahidin lainnya. Bila anda sedang tidak bertugas, maka gunakan waktu anda untuk menghafal Quran and melakukan banyak ibadah.

Lamanya tinggal di markas tidak bisa ditentukan, bisa hanya dalam beberapa jam atau bahkan berbulan-bulan. Saya sarankan anda mencoba dan berlatih dahulu di rumah anda, di rumah kawan anda, di hotel atau penginapan, di gunung atau di masjid. Tinggal dengan penduduk lokal selama sepekan atau selama waktu yang anda sanggup bersama teman-teman anda. Jangan pergunakan perangkat elektronik; bahkan telepon selular hanya boleh dipergunakan untuk kondisi darurat. Anda harus tetap bersama penduduk lokal kecuali pada saat darurat saja.
Biasakan untuk membaca buku, menghafal Quran, mengamalkannya, berdzikir lebih lama, memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya bersama kelompok anda, mengerjakan shalat-shalat sunnah, memperpanjang doa, berlatih, belajar manual militer, berlatih gerakan fisik dan teknik militer lainnya, memasak, mencuci pakaian, membersihkan tempat kamu tinggal, dan tetap menjaga kebersihan. Dan juga membiasakan untuk berbicara dengan suara pelan.
Membawa ransum yang cukup, hindari makan berlebihan untuk mencegah sakit perut. Dan yang terpenting, bawa obat-obatan seperlunya seperti untuk sakit kepala, demam, flu, sakit perut dan untuk gigitan serangga.
Melakukan I’tikaf di masjid merupakan cara berlatih terbaik, namun tidak memberikan pengaruh yang besar sebab I’tikaf dilakukan hanya sedikit ikhwan di tempat khusus dimana tidak banyak orang luar datang dan pergi sehari-harinya.

Anda akan menyadari betapa pentingnya waktu luang saat anda menghamburkannya. Jadi manfaatkan waktu luang anda dengan sebaik-baiknya. Setiap hembusan nafas dalam Jihad adalah berkah dari Allah dan bukan dalam aspek yang negatif. Misalnya di Iraq, ada sekelompok Mujahidin yang tetap berada di dalam sebuah rumah selama tiga bulan tanpa melakukan pertempuran sama sekali, meski perang merupakan kejadian harian yang aktif dan berlangsung panas di sana.
Ada pula seorang ikhwan dari Afghanistan yang menceritakan bahwa dia harus tetap tinggal di sana selama satu tahun penuh dengan hanya turut sekali dalam operasi. Semua ini bukan kasus khusus, namun inilah kondisi normal.
Tidak terlibat dalam pertempuran dalam jangka waktu yang lama merupakan hal biasa yang kami lalui. Itulah mengapa saya sarankan kepada ikhwan di Barat untuk melaksanakan Jihad di dalam negerinya sebab dia lebih leluasa untuk memutuskan kapan saat bertempur dan saat diam.
Di tanah Jihad, anda akan menikmati buah kesabaran. Tujuan dari segala bentuk latihan yang anda siapkan, bukan hanya untuk menghadapi situasi di dalam markas Mujahidin, namun lebih kepada kesiapan diri kita berpisah dari kemewahan dunia –dimana kita semua mudah tergoda dengannya.


Next >>>

13.13
Artikel berikut ini merupakan kelanjutan "kisah dan pelajaran" dari mendiang Samir Khan saat dirinya terjun di medan perang di Yaman.



HIDUP DI ALAM TERBUKA

Hidup dan tinggal di alam terbuka biasanya menjadi momen yang terasa paling sulit. Di beberapa wilayah, kondisi seperti ini tidak terlalu buruk, sebab mujahidin akan mempersiapkan tenda dan beberapa kebutuhan dasar. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa semua perlengkapan tidak tersedia dan anda harus tidur di atas pasir, bebatuan ataupun rerumputan. Mereka mungkin saja tidak memiliki persediaan sleeping bag (kantung tidur) atau selimut.

Untuk masalah cuaca, anda sebaiknya melakukan pengamatan terlebih dahulu terhadap kondisi negara yang hendak anda tuju, misalnya seperti apa kondisi siang dan malamnya, terutama jika di gurun, daerah pegunungan dan hutan. Anda harus siap memakai sepatu boot atau sandal gunung di alam terbuka, namun anda juga harus terbiasa untuk melepaskan sepatu setiap hari atau setidaknya tiap 3 hari sekali, dengan tujuan untuk menghindari masalah pada kaki. Seorang ikhwan di Afghanistan, dia melepaskan sepatunya tiap 3 hari sekali, akan tetapi dia tidak membasuh kakinya dengan bersih, sehingga terserang semacam penyakit di kakinya. Hal tersebut mengakibatkan dia tidak sanggup berjalan jauh. Jaga kesehatan dan kebersihan diri dan kaki anda, cucilah kaki anda dengan bersih.

“INI RAHASIA”

Salah satu pilar Jihad di era modern ini adalah Menjaga Kerahasiaan. Bila setiap anggota Jihad tidak berlatih diantara sesamanya, maka dapat merusak sebuah pergerakan. Yang dimaksud “menjaga kerahasiaan” di sini adalah menyembunyikan informasi yang bersifat personal terhadap orang lain kecuali hal-hal detail yang diperbolehkan oleh sang Amir. Sebab jika seorang Mujahid tertangkap oleh musuh, lalu diinterogasi dengan siksaan, dia bisa saja memberitahukan siapa nama anda sebenarnya dan darimana anda berasal. Sebagai contoh, jika saya seorang Inggris dengan wajah/aksen India, saya akan memberitahukan para ikhwan bahwa saya berasal dari negeri ini dan ini (bukan tempat sebenarnya). Atau jika anda memberitahukan “amniyat” yang artinya “kepercayaan yang dirahasiakan”, mereka akan mengerti bahwa hal itu adalah rahasia dan mereka tidak akan pernah menanyakannya lagi. Namun bukan berarti anda bersikap seperti robot dan tidak merespon ikhwan yang berbicara dengan anda. Yang perlu anda lakukan adalah berhati-hati dalam berbicara dan merespon pertanyaan orang lain.

Sebagai tambahan, ada beberapa pertanyaan khusus yang patut anda hindari. Beberapa diantaranya seperti, “Darimana anda berasal”, “Berapa lama anda telah turut di medan Jihad”, “Dimana saja anda telah menginap”, “Kapan saatnya keluar untuk operasi (Jihad)” dan “Kapan kita saatnya keluar dari markas ini”. Semua ini untuk mencegah semaksimal mungkin adanya mata-mata yang berusaha menggali informasi tersebut. Jika anda banyak bertanya dengan pertanyaan semacam itu, maka Mujahidin dan para pemimpin makin mencurigai anda sebagai mata-mata dan menempatkan anda dalam daftar hitam, lalu benar-benar memantau gerak-gerik anda dengan cermat.

MENGAPA TIDAK DI BARAT?

Jika anda berasal dari Barat, terutama Amerika, para pemimpin Jihad atau siapapun yang mengetahui darimana anda berasal, tentu mereka akan menanyakan mengapa anda tidak berjihad di dalam negeri anda sendiri? Jika anda menjawab, “karena hendak menolong Mujahidin,” mereka akan berkata bahwa menyerang musuh di dalam negeri sendiri merupakan salah satu cara terbaik untuk menolong Jihad. Mereka tentu tidak akan memaksa anda untuk kembali pulang, namun mereka akan membiarkan anda untuk memilih seandainya anda berubah pikiran dan memutuskan untuk menyerang musuh di dalam negeri sendiri.

Saya sangat merekomendasikan semua saudara ikhwan/akhwat yang berasal dari Barat mau mempertimbangkan untuk menyerang Amerika dari dalam negerinya sendiri. Pengaruhnya akan lebih besar sebab akan mempermalukan musuh, dan serangan individu dalam negerinya sendiri lebih sulit untuk dibasmi.

AREA BOMBARDIR

Menghadapi situasi bombardir dari musuh bukanlah hal yang baru. Mujahidin Afghanistan menghadapi ancaman tersebut setiap hari, demikian pula di negara-negara lainnya. Saat menghadapi untuk pertama kalinya, akan menjadi satu pengalaman yang bisa mengubah (orientasi) hidup anda. Wajar, jika manusia terguncang menghadapi misil-misil yang dilontarkan dari jet, helikopter, pesawat mata-mata, kapal perang dan whatnot. Mempergunakan pesawat mata-mata (tanpa awak) untuk berputar-putar dan memantau di atas lokasi persembunyian kita selama beberapa waktu tertentu, merupakan salah satu cara musuh untuk melengahkan Mujahidin. Suaranya yang sangat dekat dan berdengung seperti lebah sangatlah menganggu. Jika pihak musuh memperoleh informasi intelijen yang cukup mengenai kondisi geografi dan demografi, kemudian mereka akan menyerang dengan berbagai jenis misil. Setelah penyerangan yang membabi-buta, musuh akan kembali menurunkan pesawat mata-mata untuk memantau jika masih ada objek yang bergerak di wilayah tersebut, lalu akan memutuskan untuk membunuh Mujahidin yang tersisa atau tidak. Itulah strategi musuh untuk menghancurkan kita.

Ledakan yang terjadi bisa dalam berbagai ukuran. Saya pernah melihat foto-foto di Afghanistan dimana ledakan mengakibatkan lubang sedalam 5-10 meter dengan lebar 10-20 meter. Di Yaman, saya menghadapi bomb cluster. Misil-misil semacam itu dapat melubangi tanah hingga kedalaman 0.5 meter dengan lebar antara 4-5 kaki. Setelah serangan misil berhenti dan kita diperintahkan untuk meninggalkan area, maka berhati-hatilah dalam melangkah sebab bom cluster banyak meninggalkan granat yang tersebar di seluruh area. Yang sangat mengejutkan adalah dentuman ledakannya, karena memang ditujukan untuk memberikan kejutan sekaligus ledakan akhir yang mematikan. Anda harus menutup telinga anda untuk menghindari masalah dengan pendengaran anda selanjutnya.

Selama terjadi ledakan, anda harus memperbanyak dzikir dan doa. Selalu ulangi kalimat thayyibah (berdzikir) dalam hati anda. Jika anda merasa ketakutan, fikirkan tentang surga; tutup mata anda dan bayangkan anda di dalam surga, memasuki gerbang yang megah. Bayangkan sekilas bahwa anda sedang berada dalam istana yang indah dimana mengalir sunga-sungai –sungai madu, sungai susu, sungai anggur– di bawahnya. Fikirkan bahwa bidadari sedang menunggu kedatangan anda sekaligus untuk bertemu para Nabi, Shiddiqin, Syuhada’ dan Shalihin. Bayangkan anda tersenyum dan tertawa bersama Nabi kita tercinta Muhammad shalallahu ‘alayhi wassallam. Bayangkan bertemu Allah dan menyaksikan Allah ridho dengan anda. Fikirkan tentang segala kebaikan di Surga. Saat itu juga tumbuh keinginan untuk mencapai syahid dan memohon kepada Allah untuk menerima kita sebagai syuhada. Demi Allah, ketika seseorang berada di tengah-tengah situasi bombardir musuh, itulah saat dia merasa sangat dekat dengan Rabb nya. Itulah mengapa seorang syuhada selalu tersenyum dalam wafatnya, sebab menunggu pembebasan dari kehidupan dunia menuju kenikmatan abadi di akhirat.

Untuk melindungi diri saat dibombardir musuh dan apa saja yang harus dilakukan saat-saat penyerangan, akan diajarkan saat anda bergabung dengan Mujahidin di medan Jihad yang sebenarnya.




Next >>>

Assalamualaikum brothers and sisters,



Dua hari lalu saya terima email yang menyatakan seperti ini :

Aslm bang Zay,

Buku Anda The Khilafa menyatakan Islam tidak pernah ditegakkan dengan pedang. Apakah Anda tidak mendalami sejarah? Anda ini paling pintar membual. Coba lihat di bawah ini dan tolong data-data ini juga dimasukkan dalam buku Anda supaya seimbang. Jangan terlalu ngawur membela ideologi Anda. Terima kasih.
BAGAIMANA ISLAM DISEBARLUASKAN (PERANG) JAUH JAUH SEBELUM PERANG SALIB, MUSLIM MEROMPAK DAERAH DI LUAR MEKAH DAN MADINAH,
Tahun 635, Tentara Islam mengepung dan menaklukkan Damaskus, salah satu kota besar di Syria, dari bangsa pribumi Asyrian. Puluhan ribu bangsa Asyrian tewas.
Tahun 637, Tentara Arab Islam menaklukkan bangsa pribumi Chaldean dan Phoenician Kristen di Irak pada Perang al-Qadisiyyah. Ratusan ribu nyawa bangsa Chaldean melayang, Chaldean kehilangan identitas, menjadi bagian dari propinsi Arab.
Tahun 638, Tentara Arab Islam menaklukkan dan mencaplok Yerusalem, mengambil alih dari bangsa Israel dan Kerajaan Bizantium. Korban jiwa rakyat Yahudi mencapai puluhan jutaan orang, sebagian kecil melarikan diri ke Eropa.
Tahun, 638-650 Tentara Islam menaklukkan Kerajaan Zoroaster Persia (Iran) dan menjadikannya negara Islam, kecuali di sepanjang Laut Kaspia. Jutaan jiwa tewas. Pembakaran Perpustakaan Besar Ilmu Pengetahuan Persia. Kemunduran peradaban di negeri Persia.
641 Tentara Arab Islam menaklukkan bangsa pribumi Asyria Kristen di Suriah dan Lebanon. Jutaan bangsa Asyrian tewas. Bangsa Asyrian kehilangan identitas sebagai bangsa Asyrian. Bahasa Arab menggantikan bahasa resmi Asyrian yaitu bahasa Aram. Sebagian bangsa Asyrian yang selamat membuat perjanjian damai dengan Muslim Arab, mereka secara rutin membayar jiyzah (upeti) kepada Muslim Arab. Sampai sekarang Kristen Koptik Asyrian yang ramah masih tetap ada di Suriah. Tingkat ekonomi mereka di era modern ini jauh lebih baik dari counterpart mereka yang beragama Muslim.
643-707 Tentara Arab Islam menaklukkan Kristen Afrika Utara dan Yordania. Sama seperti Kristen di Suriah, pada era modern ini, ekonomi dan tingkat pendidikan bangsa Yordania yang tetap memeluk Kristen jauh lebih baik dari saudaranya kaum Muslim.
710-713 Tentara Islam menaklukkan Lembah rendah Indus “Hindu Kush” dari bangsa Hindi. Jutaan jiwa bangsa Hindi yang memeluk Hindu tewas. Sebagian di Islam kan, daerah yang menganut Islam, sekarang namanya Pakistan.
Referensi: ”The name Hindu Kush means literally 'Kills the Hindu', a reminder of the days when (Hindu) slaves from the Indian subcontinent died in the harsh weather typical of the Afghan mountains while being transported by Muslim traders to the Muslim courts of Central Asia.” (Terjemahan: Hindu Kush dalam bahasa Urdu artinya “Bunuh orang Hindu”, sebagai pengingat ketika budak Hindu dari subbenua India tewas dalam cuaca yang sangat buruk ketika diangkut oleh pedagang Muslim ke koloni Muslim di Asia tengah). Dan masih banyak lagi kisah pembantaian umat Islam terhadap non-islam lainnya.Terima kasih atas tanggapannya bang Zay.

=========================================================================

Wah kopasan yang begitu panjang dan membuat saya terharu.

Sebenarnya saya ingin kroscek data-data ini di om gugel tapi kalau ada yang seperti ini saya mahfum belaka bahwa sepertinya ini hasil risetnya universitas JIL, FFI dan teman-teman seperjuangannya. Saya agak khawatir informasi spt ini seringkali beredar luas di internet dan mereka yang doyan kopas dengan bangganya memperlihatkan seolah-olah mereka profesor sejarah yang paling tahu soal sejarah Islam. Namun yang lebih menyedihkan lagi bila yang membaca kopasan tersebut tidak melakukan apa-apa. Karena itu dengan kemampuan abal-abal saya dalam sejarah Islam, saya mencoba setidaknya menjelaskan apa yang saya pelajari dan saya pahami tentang penaklukan-penaklukan Islam di zaman Khulafaur Rasyidin.



Mengenai pernyataan di buku saya, The Khilafa bahwa umat Islam tidak pernah melakukan penaklukan dengan pedang juga dipahami sepotong-sepotong. Untuk diketahui bahwa perang di mana pun dan dalam kondisi apa pun strateginya selalu sama, infiltrasi militer. Penaklukan tanpa pedang yang saya maksud adalah tidak pernah ada paksaan dalam Islam kepada pemeluk agama lain untuk memeluk agama tersebut. Coba lihat sejarah, di negeri di mana Islam berkuasa umat non muslim diperlakukan secara adil, dilindungi dan diberi pilihan untuk memilih Islam atau membayar jizyah. Nah, sekarang coba bandingkan dengan reconquista Spanyol ketika umat Islam diusir dari sana dan dipaksa memeluk agama Kristen. Tidak ada pilihan utk membayar upeti atau pajak, melainkan pindah ke agama Kristen atau mati.
Berikut beberapa jawaban dari kopasan2 tersebut,
Tahun 635, Tentara Islam mengepung dan menaklukkan Damaskus, salah satu kota besar di Syria, dari bangsa pribumi Asyrian. Puluhan ribu bangsa Asyrian tewas dibantai muslim.
Penaklukan Damaskus itu merupakan salah satu bagian penting dalam sejarah kekuasaan Khulafaur Rasyidin, dan menjadi tahap penting dalam beberapa perang menaklukkan Syria dan Persia. Mari kita cermati pesan Khalifah Abubakar terhadap pasukannya sebelum penaklukan Damaskus,
"...jangan membunuh perempuan atau anak-anak atau lanjut usia dan jangan menyembelih binatang kecuali untuk makan. Dan janganlah kamu melanggar pakta yang kalian buat. Kalian akan bertemu orang-orang yang hidup seperti pertapa di biara-biara, jangan membunuh mereka dan menghancurkan biara-biara mereka. Dan kalian akan bertemu orang lain penyembah Setan dan penyembah Salib, yang mencukur kepala mereka sehingga Anda dapat melihat kulit kepala mereka. Seranglah mereka dengan pedang kalian sampai mereka tunduk pada Islam atau membayar Jizyah. Saya Percaya Allah akan menjaga kalian. "
Bila terjadi pembunuhan maka itu adalah resiko perang, tetapi yang perlu kita pahami bahwa dalam setiap penaklukan yang dilakukan umat Islam, khususnya di bawah kalifah Abubakar dan Umar, pasukan muslim sangat menjaga orang2 yang lemah, orang sakit dan tertindas, orang lanjut usia, perempuan dan anak-anak. Mereka yang diperangi adalah mereka yang memang bersenjata dan memerangi Islam. Jadi bila binatang saja tidak boleh disembelih kecuali untuk makan maka cerita pasukan Islam membantai itu dari mana?
Tahun 637, Tentara Arab Islam menaklukkan bangsa pribumi Chaldean dan Phoenician Kristen di Irak pada
Perang al-Qadisiyyah. Ratusan ribu nyawa bangsa Chaldean melayang, Chaldean kehilangan identitas, menjadi
bagian dari propinsi Arab.
Perang al-Qadisiyyah sepemahaman saya adalah perang antara umat Islam melawan kerajaan Sassanid Persia di wilayah Qadisiyyah (dulu di sekitar Mesopotamia atau di Irak sekarang) yang dimenangkan pihak muslim yang dipimpin Saad bin Waqqas. Pasukan Islam pada perang ini berjumlah sekitar 30,000 orang sementara pasukan Persia yang bersekutu dengan Roma di bawah Heraclius berjumlah sekitar 200,000 orang. Bisa dibayangkan apakah yang 30,000 orang disebut membantai jika berhadapan dengan pasukan yang tujuh kali lebih besar jumlah pengikutnya? Tiga bulan kemudian terjadilah Perang Yarmuk yang membumihanguskan seluruh pasukan Roma. Jadi Perang Qadisiyyah bukan perang Arab Islam melawan Kristen Chaldean namun melawan Sassanid Persia yang didukung Roma. Materi perangnya sudah salah meskipun Islam memang juga menaklukkan Chaldean, namun Chaldean tidak kehilangan identitas. Orang-orang Kristen Chaldean mengalami pembantaian yang sangat buruk di jaman pemerintahan Zoroastrian Sphur II yang memimpin kerajaan Sassanid Persia. Jadi bukan di saat Islam masuk ke sana.
Tahun 638, Tentara Arab Islam menaklukkan dan mencaplok Yerusalem, mengambil alih dari bangsa Israel dan Kerajaan Bizantium. Korban jiwa rakyat Yahudi mencapai puluhan jutaan orang, sebagian kecil melarikan diri ke Eropa.
Catatan sejarah ini dari mana? Kata 'mencaplok' itu dari mana? Situs umat Islam berada di sana. Kalau bangsa Spanyol dan Inggris datang menyerang tanah indian dan menjadikannya negara Amerika bagi orang2 barat, itu namanya 'mencaplok' karena di sana ada kaum Indian yang tinggal dan mendiami tanah itu sebelumnya. Jika sebuah negara menyerang negara lain dengan alasan memiliki senjata pemusnah massal yang tidak pernah terbukti, itu namanya juga 'mencaplok'. Korban jiwa rakyat yahudi puluhan juta itu datanya dari mana? Ketika Abu Ubaidiyah dan pasukannya menaklukkan Yerussalem, pimpinan Kristen Sophronius menyerah secara damai, dan sejarah merekam peristiwa itu sebagai penaklukan tanpa darah. Lalu mereka katakan puluhan juta yahudi jadi korban. Apakah mereka tahu setelah Islam menaklukkan Yerussalem, Kalifah Umar membuat perjanjian dengan penguasa Kristen untuk mengembalikan hak hidup (tempat tinggal) kepada kaum Yahudi di tanah Yerussalem? Sejarah dunia mencatat justru Islam membebaskan orang2 Yahudi dari intimidasi penguasa Kristen (Roma) selama 500 tahun di tanah itu.  
Tahun, 638-650 Tentara Islam menaklukkan Kerajaan Zoroaster Persia (Iran) dan menjadikannya negara Islam, kecuali di sepanjang Laut Kaspia. Jutaan jiwa tewas. Pembakaran Perpustakaan Besar Ilmu Pengetahuan Persia. Kemunduran peradaban di negri Persia.
Islam di Persia berkembang pesat justru karena agama lain dilindungi di sana. Mereka tidak dibunuh atau diperkosa atau digusur tempat tinggalnya dan hanya diwajibkan membayar jizyah (pajak). Pada masa itu justru kebudayaan Persia berkembang termasuk seni dan syair2 Arab yang kemudian diadaptasi oleh penyair2 Persia. Jadi bgm mungkin terjadi kemunduran peradaban? Hal ini juga dijelaskan oleh Bernard Lewis, sejarawan Amerika-Inggris yang meneliti penaklukan2 umat Islam di era Khulafaur Rasyidin. Kalau saya mengambil data dari orang Islam mungkin nanti akan disebut subyektif, jadi saya kutip referensi sejarawan Kristen saja.
Nah yang lucu justru pernyataan ini :
Sampai sekarang Kristen Koptik Asyrian yang ramah masih tetap ada di Suriah. Tingkat ekonomi mereka di era modern ini jauh lebih baik dari counterpart mereka yang beragama Muslim.

dan yang ini :

Sama seperti Kristen di Suriah, pada era modern ini, ekonomi dan tingkat pendidikan bangsa Yordania yang tetap memeluk Kristen jauh lebih baik dari saudaranya kaum Muslim.
Nah... justru pernyataan itu sendiri sudah jadi jawaban bagi mereka. Bila ras minoritas di sebuah negara hidup dalam kondisi ekonomi, politik dan tingkat kesejahteraan yang tinggi di bawah penguasaan para pemimpin Islam berarti ITULAH SEBAIK-BAIK SISTEM yang melindungi, memperlakukan mereka secara adil dan membesarkan mereka. Islam tidak mengadopsi rasisme, tidak memaksakan kehendak dan tidak menyakiti mereka yang lemah.
 710-713 Tentara Islam menaklukkan Lembah rendah Indus “Hindu Kush” dari bangsa Hindi. Jutaan jiwa bangsa Hindi yang memeluk Hindu tewas. Sebagian di Islam kan, daerah yang menganut Islam, sekarang namanya Pakistan.
Hindu Kush yang berarti 'Pembantaian Hindu' sebenarnya bukan pembantaian. Jutaan jiwa itu datanya terlalu dibesar-besarkan. Cerita Hindu Kush ini berasal dari kematian ribuan orang Hindu yang dijadikan budak oleh pasukan Islam yang menyeberang dari perbatasan Gandhaar dan Vaadic Pradesh kemudian di tengah jalan mati karena tidak mampu melawan kerasnya alam. Jadi orang-orang Hindu ini meninggal disebabkan oleh cuaca dingin, angin kencang serta kurangnya suplai makanan. Kira-kira sama dengan kejatuhan Hitler ketika tentaranya kalah di Rusia karena tidak mengantisipasi cuaca dingin di sana. Jadi penggunaan kata 'Pembantaian' lagi-lagi salah alamat meskipun referensi British Encyclopedia mengatakan kata Hindu Kush pertama kali disebarkan oleh Ibn Battutah pada 1333 AD. Kalau pun Islam diyakini membantai umat Hindu lalu mengapa peristiwa Hindu Kush tidak lagi diajarkan oleh pemerintah India dalam sejarah bangsa India? Pemerintah dan para sejarawan sepakat bahwa cerita Hindu Kush versi Inggris cenderung dilebih-lebihkan seolah-olah pasukan Islam melakukan pembantaian besar-besaraan di sana. Pada tahun 1982, National Council of Educational Research and Training di India mengeluarkan pernyataan agar pemerintah India mengoreksi dan menulis ulang sejarah yang berkenaan dengan peristiwa Hindu Kush. Mereka juga mengeluarkan statemen sbb: "Characterization of the medieval period as a time of conflict between Hindus and Moslems is forbidden"
Otak abal-abal saya berpikir sederhana, bila sejarah ditulis ulang, berarti penulis sebelumnya yang mengeluarkan cerita tentang Hindu Kush telah menyebarkan kebohongan sejarah. Siapa para penulis cerita itu? Mereka yang menjajah India, para zionis Inggris.


Jadi kesimpulan pernyataan saya bahwa Islam memang melakukan penaklukan dan terlibat dalam peperangan, akan tetapi dalam setiap penaklukan pasukan Islam hanya memerangi dan membunuh musuh yang bersenjata dan yang memerangi Islam. Pemimpin Islam, para amir dan sahabat yang kemudian memimpin wilayah-wilayah kekuasaan Islam telah terbukti melindungi orang-orang non-muslim yang hidup di daerahnya dengan damai dan mengembalikan hak-hak hidup mereka, termasuk melindungi kaum Yahudi yang notabene terus menerus memerangi umat Islam.
Inilah jawaban saya terhadap pengirim email gelap itu, semoga menyenangkan hatinya. Informasi ini juga semoga berguna bagi teman-teman manakala para tukang kopas gentayangan menebar teror manipulasi sejarah tentang pembantaian umat Islam pada masa Khulafaur Rasyidin. Kita tidak perlu bicara tentang sejarah hitam di Afrika, pembantaian di Sudan, Rwanda, Ethiopia, perang sipil di Somalia, pengeroyokan Irak pada dua Perang Teluk, pembantaian di Afganistan, dan pembunuhan sipil di Palestina, Checnya, Kashmir, Moro serta Aljazair. Sebagai generasi yang hidup saat ini, kita tidak memerlukan catatan sejarah karena kita telah melihat semua bukti pembantaian terhadap umat Islam itu dilakukan karena ketakutan barat terhadap munculnya kekuatan baru yang akan mengambil kendali pemerintahan dunia. ONE MAN UNITE THEM ALL!
Oh ya, bagi Anda pecinta sejarah, saya merekomendasikan buku bagus Muhammad Al Fatih 1453 karya ust. Felix Siauw. Terima kasih semoga bermanfaat.
oleh Zaynur Ridwan
Penulis Novel Novus Ordo Seclorum

08.19

Kantor Berita Rusia RT melaporkan pada Kamis 23/05, mengenai pesta seks oleh Gereja Vatikan yang melibatkan sejumlah penculikan wanita muda.

Seorang gadis remaja pernah diculik untuk pesta seks di Vatikan yang melibatkan geng dan polisi Vatikan serta para diplomat asing sekitar 30 tahun lalu. Informasi ini disampaikan oleh seorang pastur yang terkenal sebagai 'pengusir setan' dan pernah menyatakan bahwa novel Harry Potter adalah 'karya iblis'.

Bapa Gabriele Amorth yang pernah ditunjuk oleh mendiang Paulus Johanes ke II sebagai Kepala Pengusir Setan dan mengklaim telah melakukan 70.000 pengusiran setan mengatakan, bahwa Vatikan membunuh gadis 15 tahun bernama Emanuela Orlandi dan mayatnya dibuang.

Pastur yang kini 'vokal' (banyak bicara_red) ini mengatakan bahwa gadis yang masih bersekolah itu diculik dari jalanan di pusat Roma pada musim panas tahun 1983 dan dipaksa untuk mengikuti sebuah pesta seks.

"Ini adalah kejahatan dengan motif seksual. Pesta seks ini diselenggarakan dan polisi Vatikan bertindak sebagai 'perekrut' para perempuan," kata Pastor Amorth yang kini berusia 85 tahun mengatakan kepada koran La Stampa.

"Jaringan ini melibatkan para diplomat dari kedutaan asing untuk Tahta Suci. Saya yakin Emanuela berakhir sebagai korban dari jaringan ini." tambahnya.

Pendeta itu juga menambahkan bahwa Monsignor Simeone Duca sebagai pemegang arsip Vatikan "adalah yang meminta untuk merekrut para gadis dengan bantuan polisi Vatikan," ia menegaskan para gadis itu diculik untuk pesta pora yang meriah.

Pernyataan Bapa Amorth ini muncul di saat polisi Italia dan para ahli forensik menemukan makam seorang anggota gangster pekan lalu di Sant'Apollinare, Basilika Roma.

Makam tersebut adalah milik Pedis De Enrico, seorang mafia yang tewas dibunuh pada tahun 1990 oleh anggotanya sendiri. Makam ini diketahui setelah polisi mendapat telepon dari seseorang yang tidak ingin diketahui identitasnya dan mengatakan bahwa gadis itu dikubur bersama anggota gangster tersebut.

Tulang-tulang lain memang ditemukan di dekat sisa-sisa mayat anggota gangster itu, namun belum positif diindentifikasi sebagai tulang Emanuela.

Tetapi pastur tadi tidak ragu menuduh Tahta Suci (Vatikan_red) terlibat dalam kejahatan yang mengerikan ini. "Saya tidak pernah percaya pada teori internasional. Saya memiliki motif untuk percaya bahwa ini hanya kasus ekploitasi seksual."

"Teori Internasional" mengatakan, gadis itu diculik untuk digunakan sebagai tawar menawar untuk pembebasan dari penjara Mehmet Ali Agca, seorang pria bersenjata asal Turki yang mencoba membunuh Paus Yohanes Paulis ke II di St Peter Square pada tahun 1981. Versi teori internasional ini belum pernah dikonfirmasi balik.

Pastur Amorth yang meyakini adanya pesta seks kalangan Vatikan ini adalah pastur yang 'vokal' dan soso yang berwarna-warni. Ia makin terkenal setelah mengklaim bahwa Yoga adalah Setan karena meditasi itu mengarah ke pemujaan Hindu.
Pendeta Amorth juga menyatakan novel Harry Potter sebagai "Karya Iblis" dengan mengatakan bahwa novel itu mendorong anak-anak percaya pada ilmu hitam dan sihir.
Sumber: [muslimdaily.net]

08.13
Berikut ini rangkaian artikel terakhir dari kisah Samir Z Khan di belantara jihad Yaman. Selamat membaca.

SAAT TERLUKA

Terluka merupakan hal yang biasa dan wajar dalam Jihad, baik luka ringan ataupun parah. Bahkan ada beberapa ikhwan yang telah turut berjihad selama bertahun-tahun, tapi belum pernah mengalami terluka sama sekali. Terkadang terluka tidak ada hubungannya dengan musuh; bisa dikarenakan terjatuh hingga terluka, digigit binatang, atau terluka akibat benda tajam. Maka bersabarlah bila terluka dalam jihad. Boleh jadi melalui ujian kepedihan tersebut, Allah akan mengambil jiwa anda dan menggantikannya dengan syahadah. Bila Allah belum mengambil jiwa anda, maka Allah berkehendak mengampuni semua dosa-dosa dan memberikan anda pahala yang besar. Ingatlah bahwa meski anda terluka bukan karena pertempuran, namun luka anda adalah luka akibat jihad. Pada kenyataannya, anda berada dalam Jihad 24 jam sehari dan 7 hari sepekan hingga anda wafat atau keluar dari medan Jihad. Jadi mengalami cedera atau terluka merupakan salah satu jalan kepada ampunan dan pahala dari Allah bila anda tetap bersabar, insya Allah.

Obati luka anda dengan baik dan jangan pernah membiarkan luka dalam keadaan terbuka sebab dapat menyebabkan infeksi dan dapat bertambah parah. Alhamdulillah, Mujahidin memiliki sejumlah ikhwan yang sangat terlatih dan berbakat dalam pengobatan medis dan perawatan luka. Jadi jangan kahwatir dan selalu yakinlah kepada Allah. Saya sarankan anda untuk membawa beberapa perban di saku anda, berikut perlengkapan lainnya yang anda anggap penting dan ringan.


KHIDMAH

Khidmah berarti pelayanan. Saat anda bersama Mujahidin di dalam markas, perhatikanlah bahwa setiap orang berusaha melakukan apapun untuk melayani saudaranya dalam lingkup besar ataupun kecil. Anda tidak akan pernah menemukan kerumunan orang yang bermalas-malasan atau menghabiskan waktunya tanpa manfaat. Justru mereka memanfaatkan waktunya semaksimal mungkin. Seperti misalnya, bila anda melihat botol minum kosong, jangan menunggu hingga seseorang meminta tolong pada anda untuk mengisinya; berdiri dan lakukan untuk mereka, dengan niat mencari ridho Allah. Jangan mencari penghargaan dari mereka, namun capailah ridho Allah. Anda akan temukan bahwa Mujahidin merupakan orang yang penuh pengorbanan; ketika saudaranya merasa haus, dia bukannya lebih dulu minum namun mempersilakan saudaranya yang haus untuk meminumnya. Saat semua orang sudah minum, barulah dia yang terakhir meminumnya. Hal ini adalah kondisi normal di antara Mujahidin. Masya Allah, ada seorang ikhwan yang kami sebut “Chai Man” sebab beliau senantiasa menawarkan kami Chai meskipun beliau sedang berpuasa. Chai buatannya sangat enak. Para ikhwan lainnya bahkan tidak pernah memintanya, namun para ikhwan senantiasa tanpa disengaja mendapati Chai telah siap dan gelas-gelas dalam keadaan bersih. Beliau senantiasa dengan senang hati melayani saudaranya sesama Mujahidin dengan tulus.

Jangan pernah berfikir sekejap pun bahwa anda orang asing atau tamu dari Mujahidin, sehingga membatasi diri untuk membantu sesama ikhwan. Anda sebaiknya bersikap untuk selalu menawarkan diri untuk membantu mereka, baik dalam mempersiapkan makanan, minuman, menggali, membersihkan, memperbaiki sesuatu dan sebagainya.


Kamp Pelatihan

Kamp pelatihan di Al Qaidah tidak ada yang mudah, bahkan bagi yang telah berpengalaman sekalipun, sebab membutuhkan setangki penuh kesabaran dan stamina. Di Al Qaidah, kami tidak peduli akan ukuran otot, kecepatan lari, kekuatan lengan dan lainnya; hal-hal semacam ini bisa dilatih. Namun kami memberikan fokus khusus pada bagaimana mengalahkan musuh dalam kesabaran dan jangka panjang. Jadi bukan tergantung pada siapa yang paling cepat larinya, tetapi siapa yang sanggup berlari pelan selama berkilo-kilometer lengkap dengan segala perlengkapan. Bukan tergantung pada siapa yang paling cepat menghafal pengajaran militer, tetapi siapa yang bisa memahaminya dengan benar dan memberikan kemungkinan-kemungkinan solusi yang lebih baik.

Jihad masa kini sangat membutuhkan kecerdasan, kesabaran, stamina, dan iman serta keyakinan yang kuat kepada Allah. Ini bukan sekedar menyerbu ke markas musuh dan menguasainya, tetapi lebih kepada apa yang bisa dilakukan untuk jangka panjang dan membangunnya. Instruktur kami berusaha melatih teknik dan strategi yang paling benar dan penuh manfaat, serta membentuk pejuang menjadi manusia yang kuat dan tahan uji.

Latihan fisik terdiri atas push-up, sit-up, dan latihan gerakan dasar lainnya setiap hari. Ada pula berbagai latihan aral rintang yang unik dan berbeda-beda yang dirancang Mujahidin untuk mendalami bagaimana keadaan yang paling mendekati seperti kondisi saat operasi berlangsung. Lalu ada pelatihan khusus untuk membangun kekuatan alami dalam tubuh. Contohnya, di Kamp Pelatihan Al-Farooq di Afghanistan, para pelatih menyuruh Mujahidin berjalan dengan kaki telanjang ke pegunungan, melatih kaki untuk melangkah pada tongkat, semak berduri, lumpur, bahkan batu karang yang tajam. Banyak Mujahidin yang kembali dengan kaki berdarah-darah. Semua ini bertujuan untuk membentuk kekuatan alami pada kaki mereka, melatihnya keras dan kuat, sebab ada beberapa situasi dimana Mujahid membebaskan diri dari penjara dan tidak ada sepatu untuk berlari; atau kondisi dimana mereka kehilangan sepatu di suatu tempat dan mengharuskan berjalan kaki di daerah pegunungan.

Para pelatih juga menjelaskan perang gerilya; bagaimana sejarah dan pentingnya perang gerilya, strategi dan lain-lain yang diambil baik dari buku-buku Jihadi maupun karya non-Jihadi. Singkatnya, persiapkan kondisi terburuk, namun berharaplah yang terbaik.


Membawa Keluarga

Bila anda ingin membawa serta keluarga anda dalam Jihad, bisa atau tidaknya tergantung pada kondisi logistik Mujahidin. Misalnya di Yaman, hampir mustahil untuk membawa keluarga tinggal di lingkungan Mujahidin. Di wilayah lain, mungkin hal ini tidak masalah. Bila anda telah mengetahui bahwa kondisinya sulit untuk membawa keluarga, maka anda bisa menempatkan keluarga anda di kota besar terdekat yang aman dan dalam perlindungan kerabat. Anda tidak boleh mengambil resiko bila keluarga anda tertangkap oleh para murtadin dan menyaksikan mereka disiksa atau diperkosa untuk memaksa anda membocorkan informasi mengenai anda ataupun Mujahidin.


POLITIK DALAM NEGERI

Anda musti memperhatikan mengenai keadaan buruk dari kondisi politik dalam negeri yang akan anda tuju. Disamping itu, anda harus waspada dengan tekanan ataupun penindasan dari pemerintah atau tekanan luar di masyarakat, anda harus berhati-hati dengan segala bentuk tujuan, aktifitas dan gerakan mereka. Di Yaman misalnya, kami bertempur dengan Syiah Houti dan pemerintah Saudi di wilayah Utara, dan dengan sekte komunis Hirak di wilayah Selatan. Anda juga harus pandai bersikap bijak untuk menghindari kecurigaan masyarakat awam. Semua kebiasaan masyarakat setempat bisa anda mengerti bila anda rajin mengikuti dan memperhatikan perkembangan berita media di negara tersebut.


Pemerintah Saudi dan Yaman Menggunakan JIN untuk Menyerang Mujahidin

Sebelum saya turut berjihad, saya tahu betul akan pentingnya dzikir pagi dan petang namun tidak yang berkaitan denga pengalaman. Di hari pertama saya bertemu mujahidin, sebelum matahari tenggelam, seorang mujahid mengingatkan aku untuk melakukan dzikir petang, lalu dia menjelaskan pemerintahan Arab Saudi yang kufur memiliki beberapa utusan yang bekerja sama dengan jin jahat untuk memata-matai dan memberitahukan posisi Mujahidin. Saya sangat terkejut dan sulit mempercayainya. Kemudian Mujahidin lainnya mengkonfirmasi hal yang sama, termasuk beberapa shuyukh, fenomena yang sama yang dilakukan oleh pemerintah Yaman yang kufur. Mereka menggunakan sihir untuk bertempur melawan Mujahidin. Namun bagaimanapun, Allah Maha Kuasa, ada banyak jin sholih yang melindungi dan membantu Mujahidin. Ini berkaitan dengan alam ghaib yang tidak terlihat, dan Allah lebih mengetahui hal yang ghaib.

Oleh karena itu, anda harus menghafal dan secara rutin mengerjakan dzikir pagi dan petang setiap hari, tidak boleh ada alasan untuk meninggalkannya barang sehari pun. Anda harus mengerjakannya untuk melindungi diri anda dari syetan dan jin jahat yang bekerja sama dengan para syetan di antara manusia.


Selesai sudah penjelasan ringkas mengenai harapan dan segala yang anda harapkan selama berjihad. Barangkali ada beberapa hal yang tertinggal baik sengaja maupun tidak; untuk hal-hal yang sengaja kami hindari penjelasannya supaya tidak diketahui oleh para musuh. Saya tidak menulis panduan ini untuk menakuti para pembaca atau membuat mereka berpikir dua kali sebelum turun ke medan Jihad; namun tujuan saya supaya mereka lebih matang dalam mempersiapkan diri menghadapi realita di medan Jihad sehingga mereka tidak melakukan dosa besar dengan meninggalkan Jihad bila datang panggilan Jihad dari Allah. Dan sekarang anda tahu apa yang anda harapkan di lapangan, anda bisa membandingkan dengan melakukan Jihad di Barat, menimbang pro dan kontranya, lalu membuat keputusan terbaik untuk diri anda dalam Jihad fii sabilillah.

Sumber: MuslimDaily

Ini bukan keputusan yang mudah bagi setiap orang untuk menempatkan dirinya pada posisi seseorang yang berlainan agama dan keyakinan yang sama sekali berbeda.
Banyak orang lebih suka berada pada posisi 'zona kenyamanan' (comfort zone) nya masing-masing, yang pada gilirannya akan menumbuhkan perasaan pasif mereka terhadap "orang lain" di sekitarnya.
Tetapi, selalu ada pengecualian!

Salah seorang diantara mereka yang mencoba keluar dari 'comfort zone' adalah Rachael Finch. Rachael merupakan seorang Top Supermodel Australia, bintang televisi, sekaligus mantan Miss Universe Australia.
Ia meluangkan waktu dengan menghabiskan satu hari penuh dengan mencoba mengenakan pakaian jilbab muslimah menutup aurat. Tak hanya itu, ia juga mencoba menyelami kehidupan umat Islam di Australia selama satu hari penuh untuk lebih mengenal secara dekat orang-orang muslim secara langsung.
Untuk mematahkan belenggu stereotip, Rachael memakai jilbab dan memulai langkah eksperimen sosial ekstrem dari 'biasanya' dimana ia berinteraksi dengan komunitas Muslim.

Rachael mencoba masuk mengikuti jejak langkah Rebecca Kay, seorang Muslimah Australia yang taat dan seorang ibu beranak empat. Rebecca lahir di Australia dan menjadi Muslim sekitar delapan tahun yang lalu. Sebelumnya, Rebecca adalah seorang peselancar wanita Wollongong.
"Sebelum saya menjadi seorang Muslim, saya merupakan seorang pembenci Islam. Saya dulu biasa mendengarkan radio dan saling berkomentar, dan memiliki sikap yang sama seperti kebanyakan pembenci Islam lainnya. Saya dulu suka berkata kepada orang-orang 'jika kalian (orang muslim_red) tidak senang di sini, maka silakan kalian kembali ke tempat asal kalian', "kata Kay seperti dilaporkan Muslimvillage.com.

Mengomentari eksperimen ekstremnya, Rachael mengatakan, "Senang rasanya saya bisa masuk dan mengikuti jejak posisi Rebecca, dan menyaksikan dengan sendiri bahwa stereotip terhadap perempuan muslim Australia (yang kerap digemborkan media_red) tidak terlalu benar," katanya.
"Ini merupakan keberhasilan -untuk melihat multikulturalisme adalah tentang melihat akhir dari hari, kita semua warga Australia tidak peduli apa warna kulit kita, atau apa yang kita yakini, atau apa latar belakang kita- kita semua sama." urainya.

"Mereka cerdas, mereka pintar, mereka mandiri, mereka ingin karir dan mereka menginginkan sebuah keluarga, dan bagi saya itu semua memberdayakan," pungkasnya.

Rebecca berharap bahwa sesuatu yang baik bisa datang dari pengalaman Rachael, dan hal itu diharapkan dapat mendorong orang untuk lebih berpikiran terbuka.
Saksikan laporan berita kisah Rachael Finch:
*Keterangan gambar: Rachael Finch mengenakan jilbab

07.43

Ini adalah ungkapan hati seorang Muslimah yang suaminya ditangkap oleh anshorut thoghut. Suaminya bernama Thami Najim, salah satu anggota top Hizbut Tahrir ditangkap di Maroko pada (3/2/2012) lalu. Najim dulu tinggal di Denmark, ia aktif berdakwah, dan menyeru orang-orang kepada Islam, sering berceramah di Denmark, menyebarkan Islam.
Berikut ini adalah ungkapan Ummu Jihad, istri Thami Najim dalam sebuah video yang dipublikasikan di YouTube, meminta bantuan untuk pembebasan suaminya. Najim ditangkap atas tuduhan terlibat "kegiatan terorisme" karena geraknya dalam menyebarkan Islam dan keterkaitannya dengan Hizbut Tahrir, organisasi Islam yang dianggap pemerintah Maroko sebagai “organisasi keras” dan ia telah ditahan tanpa tuduhan yang sah, karena faktanya tidak melakukan kejahatan apapun, namun hanya karena ia seorang Muslim dan sangat peduli dengan agamanya. Kini Najim masih ditahan di penjara Thaghut.
***
As salamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuhu
Namaku adalah Ummu Jihad, aku adalah seorang ibu dari 4 anak, yang paling tua berusia 9 tahun dan yang paling muda berusia 2, 5 tahun.
Aku menikah dengan seorang Insinyur, Thami Najim.
Hari Jumat, 3 Februari 2012 sekitar pukul 7:30 malam, suamiku ditangkap dan dibawa dari rumah kami.
Ini terjadi tanpa pemberitahuan apapun sebeumnya.
Dan tanpa bukti apapun tentang mengapa suamiku ditangkap.
Kemudian, ternyata alasan atas penangkapannya adalah karena aktivitasnya dengan Hizbut Tahrir, yang diberi label oleh negara ini (Maroko) sebagai "kelompok kekerasan".
Tahu benar, suamiku tidak pernah mengambil bagian dari akitivitas kekerasan.
Ia membawa pemikiran politik Islam yang ia seru kepada orang lain dengan memperindah kata dan lisan yang dapat dipercaya.
Ia tidak beriman kepada kediktatoran, sekulerisme maupun aturan-aturan yang lainnnya selain apa yang Allah telah Allah wahyukan.
Jadi, berdasarkan Pemerintah ini, "dosanya" adalah bahwa ia adalah seorang Muslim yang memiliki kecemburuan untuk agamanya (Islam) dan atas keimanannya terhadap hukum-hukum Allah dan usahanya untuk membangun kembali jalan hidup Islami dengan bekerja bersama Hizbut Tahrir, yang mana setiap orang dapat menyaksikan sifat politiknya.
Apakah demokrasi memberikan hak untuk menolak orang lain, semata-mata berdasarkan fakta mereka membawa pemikiran yang berbeda-beda?
Dan apakah demokrasi dan kebebasan di Pemerintahan ini (di Maroko) mengizinkan menahan mereka yang menyeru kepada Islam dan menyeru untuk menerapkan hukum-hukum Allah?
Saya menyeru kepada semua menteri, kepada siapa yang memiliki sesuatu untuk dikatakan, dan kepada siapa yang memiliki hari nurani yang sehat. Apakah itu para pemerhati hak asasi manusia, media, individu atau kelompok-kelompok.
Mereka semua memiliki tanggungjawab untuk membawa kembali suamiku yang tertindas dan untuk mencarikan solusi permanen untuk mencegah tindakan semacam ini terjadi lagi.
Dan aku menyeru kepada rakyat negeri ini, untuk berdiri bersama-sama dengan anak bangsa ini (suami Ummu Jihad), salah seorang yang memperhatikan negaranya dan rakyat negara ini.
Dan mereka melakukan apa saja yang mereka mampu dalam pikiran mereka untuk membebaskan suamiku yang tertindas dari penjara.
Sehingga, anak-anak kecilnya dapat memeluknya lagi, karena mereka merindukannya setiap hari.
wa salamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu


07.39

Ini adalah kisah seorang pemuda tampan yang shalih dalam memilih calon istri, kisah ini tak bisa dipastikan fakta atau tidak, namun semoga pelajaran yang ada didalamnya dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama Muslimah yang belum menikah semoga menjadi renungan.
Ia sangat tampan, taat (shalih), berpendidikan baik, orangtuanya menekannya untuk segera menikah.
Mereka, orangtuanya, telah memiliki banyak proposal yang datang, dan dia telah menolaknya semua. Orangtuanya berpikir, mungkin saja ada seseorang yang lain yang berada di pikirannya.
Namun setiap kali orangtuanya membawa seorang wanita ke rumah, pemuda itu selalu mengatakan “dia bukanlah orangnya!”
Pemuda itu menginginkan seorang gadis yang relijius dan mempraktekkan agamanya dengan baik (shalihah). Suatu malam, orangtuanya mengatur sebuah pertemuan untuknya, untuk bertemu dengan seorang gadis, yang relijius, dan mengamalkan agamanya. Pada malam itu, pemuda itu dan seorang gadis yang dibawa orangtuanya, dibiarkan untuk berbicara, dan saling menanyakan pertanyaan satu sama lainnya, seperti biasa.
Pemuda tampan itu, mengizinkan gadis itu untuk bertanya terlebih dahulu.
Gadis itu menanyakan banyak pertanyaan terhadap pemuda itu, dia menanyakan tentang kehidupan pemuda itu, pendidikannya, teman-temannya, keluarganya, kebiasaannya, hobinya, gaya hidupnya, apa yang ia sukai, masa lalunya, pengalamannya, bahkan ukuran sepatunya…
Si pemuda tampan menjawab semua pertanyaan gadis itu, tanpa melelahkan dan dengan sopan. Dengan tersenyum, gadis itu telah lebih dari satu jam, merasa bosan, karena ia sedari tadi yang bertanya-tanya, dan kemudian meminta pemuda itu, apakah ia ingin bertanya sesuatu padanya?
Pemuda itu mengatakan, baiklah, Saya hanya memiliki 3 pertanyaan. Gadis itu berpikir girang, baiklah hanya 3 pertanyaan, lemparkanlah.
Pemuda itu menanyakan pertanyaan pertama:
Pemuda: Siapakah yang paling kamu cintai di dunia ini, seseorang yang dicintai yang tidak ada yang akan pernah mengalahkannya?
Gadis: Ini adalah pertanyaan mudah, ibuku. (katanya sambil tersenyum)
Pertanyaan ke-2
Pemuda: Kamu bilang, kamu banyak membaca Al-Qur’an, bisakah kamu memberitahuku surat mana yang kamu ketahui artinya?
Gadis: (Mendegar itu wajah si Gadis memerah dan malu), aku belum tahu artinya sama sekali, tetapi aku berharap segera mengetahuinya insya Allah, aku hanya sedikit sibuk.
Pertanyaan ke-3
Pemuda: Saya telah dilamar untuk menikah, dengan gadis-gadis yang jauh lebih cantik daripada dirimu, Mengapa saya harus menikahimu?
Gadis: (Mendengar itu si Gadis marah, dia mengadu ke orangtuanya dengan marah), Aku tidak ingin menikahi pria ini, dia menghina kecantikan dan kepintaranku.
Dan akhirnya orangtua si pemuda sekali lagi tidak mencapai kesepakatan menikah. Kali ini orangtua si pemuda sangat marah, dan mengatakan “mengapa kamu membuat marah gadis itu, keluarganya sangat baik dan menyenangkan, dan mereka relijius seperti yang kamu inginkan. Mengapa kamu bertanya (seperti itu) kepada gadis itu? beritahu kami!”.
  1. Pemuda itu mengatakan, Pertama aku bertanya kepadanya, siapa yang paling kamu cintai? dia menjawab, ibunya. (Orangtuanya mengatakan, “apa yang salah dengan itu?”) pemuda itu menjawab, “Tidaklah dikatakan Muslim, hingga dia mencintai Allah dan RasulNya (shalallahu’alaihi wa sallam) melebihi siapapun di dunia ini”. Jika seorang wanita mencintai Allah dan Nabi (shalallahu’alaihi wa sallam) lebih dari siapapun, dia akan mencintaiku dan menghormatiku, dan tetap setia padaku, karena cinta itu, dan ketakutannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kami akan berbagi cinta ini, karena cinta ini adalah yang lebih besar daripada nafsu untuk kecantikan.
  2. Pemuda itu berkata, kemudian aku bertanya, kamu banyak membaca Al-Qur’an, dapatkan kamu memberitahuku arti dari salah satu surat? dan dia mengatakan tidak, karena belum memiliki waktu. Maka aku pikir semua manusia itu mati, kecuali mereka yang memiliki ilmu. Dia telah hidup selama 20 tahun dan tidak menemukan waktu untuk mencari ilmu, mengapa Aku harus menikahi seorang wanita yang tidak mengetahui hak-hak dan kewajibannya, dan apa yang akan dia ajarkan kepada anak-anakku, kecuali bagaimana untuk menjadi lalai, karena wanita adalah madrasah (sekolah) dan guru terbaik. Dan seorang wanita yang tidak memiliki waktu untuk Allah, tidak akan memiliki waktu untuk suaminya.
  3. Pertanyaan ketiga yang aku tanyakan kepadanya, bahwa banyak gadis yang lebih cantik darinya, yang telah melamarku untuk menikah, mengapa Aku harus memilihmu? itulah mengapa dia mengadu, marah. (Orangtua si pemuda mengatakan bahwa itu adalah hal yang menyebalkan untuk dikatakan, mengapa kamu melakukan hal semacam itu, kita harus kembali meminta maaf). Si pemuda mengatakan bahwa Nabi (shalallahu’alaihi wa sallam) mengatakan “jangan marah, jangan marah, jangan marah”, ketika ditanya bagaimana untuk menjadi shalih, karena kemarahan adalah datangnya dari setan. Jika seorang wanita tidak dapat mengontrol kemarahannya dengan orang asing yang baru saja ia temui, apakah kalian pikir dia akan dapat mengontrol amarah terhadap suaminya??
Pelajaran akhlak dari kisah tersebut adalah, pernikahan berdasarkan:
  • Ilmu, bukan hanya penampilan (kecantikan)
  • Amal, bukan hanya berceramah atau bukan hanya membaca
  • Mudah memaafkan, tidak mudah marah
  • Ketaatan/ketundukan/keshalihan, bukan sekedar nafsu
Dan memilih pasangan yang seharusnya:
  • Mencitai Allah lebih dari segalanya
  • Mencintai Rasulullah (shalallahu ‘alai wa sallam) melebihi manusia manapun
  • Memiliki ilmu Islam, dan beramal/berbuat sesuai itu.
  • Dapat mengontrol kemarahan
  • Dan mudah diajak bermusyawarah, dan semua hal yang sesuai dengan ketentuan Syari’at Islam.
Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Wanita dinikahi karena empat hal, [pertama] karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Carilah yang agamanya baik, jika tidak maka kamu akan tersungkur fakir”. (HR. Bukhori no. 5090, Muslim no. 1466)
oleh: Zafaran

07.38
Islam memposisikan wanita dengan begitu mulia, karena generasi gemilang akan lahir dari rahimnya. Dalam masa kebudayaan jahiliyah sebelum datangnya Islam, wanita dianggap sangat rendah dan hina bahkan tidak sedikit ketika lahir anak perempuan dikubur hidup-hidup. Mereka memandang wanita dengan sebelah mata, bahkan dianggap hina dan tidak berharga. Setelah datangnya Islam, terbukti wanita dapat menghirup udara bebas dan diberikan tugas kepadanya dalam membangun sebuah masyarakat yang berbudaya dan beradab.
Maka kita tidak heran bahwa dalam Islam tidak ada yang namanya diskriminasi terhadap wanita, tidak ada tuntutan emansipasi wanita dan feminisme. Karena sejak pertama kali di wahyukannya agama Islam kemuka bumi, Islam selalu menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum wanita. Dan syariat Islam yang seperti ini tidak akan luntur di makan zaman, tak akan pernah berevolusi maupun revolusi.
Hal ini berbeda dengan budaya barat dewasa ini yang merupakan produk dari zaman yang akan selalu berubah dan bergeser karena kikisan sang waktu. Sedangkan Islam meletakkan antara pria dan wanita sesuai dengan kodrat masing-masing. Maka dari itu tidak ada alasan bagi kaum muslimin baik pria, wanita, tua, muda untuk menuntut lebih dari yang di gariskan oleh sang maha menetapkan, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena Allah-lah yang maha mengetahui rahasia-rahasia di balik penciptaan mahluknya.
Bangsa barat dalam reformasi dan modernisasi, menuntut persamaan hak (emansipasi). Namun, konsep emansipasi itu sendiri yang semakin lama semakin tidak jelas, yang seharusnya emansipasi membebaskan wanita dari belenggu perbudakan, tetapi malah menjerumuskan wanita ke jurang perbudakan yang baru. Pada masyarakat kapitalis, wanita dieksploitasi dan menjadi komoditas yang dapat di perjual belikan kepada umum,lihat saja tayangan iklan-iklan di media informasi di sekeliling kita. Di dalam masyarakat yang bebas, wanita di didik budaya permisif yang lepas dari nilai-nilai normatif hanya untuk kepentingan industri. Di luar konsep Islam mereka menuntut kesamaan, kebebasan dan hak asasi manusia, padahal mereka malah mengabaikkan kodrat dan martabat wanita yang seharusnya dijunjung tinggi. Secara tidak langsung mereka menganggap bahwa Islam bersikap diskriminasi terhadap wanita. Padahal Islam menempatkan wanita tidak melebihi atas apa yang telah di gariskan dan dikodratkan sebagai wanita.
Umar bin Khathab pernah berkata, “Pada masa jahiliyah, wanita itu tak ada harganya bagi kami. Sampai akhirnya Islam datang dan menyatakan bahwa wanita itu sederajat dengan laki-laki.” Persamaan yang dimaksudkan oleh Islam ini meliputi segala aspek, termasuk masalah hak dan kewajiban. Hal ini sangat dipahami oleh para wanita Islam dan oleh karenanya mereka pegang ajaran Islam dengan sangat kuat.
Tidak jarang ada pernyatraan dari ummat Islam berkata, “Jalan menuju kebangkitan sudah sangat jelas, yaitu dengan cara kita menempuh jalan yang telah ditempuh bangsa Eropa. Lalu, agar kita dapat berubah seperti mereka, maka segala apa yang ada pada mereka harus kita ambil. Pahit, manis, kebaikan, keburukan dan termasuk hal-hal yang disukai juga yang dibenci (Toha Husein, masa depan pengetahuan di Mesir)
Hancurnya Keluarga
Masalah selanjutnya bukan lagi hanya seputar masalah wanita dan hak-hak mereka saja. Akan tetapi, menjadi meluas dan melebar meliputi bagaimana membangun rumah tangga seperti cara dan gaya yang sesuai dengan peradaban Barat. Berkembanglah pemikiran bahwa membina rumah tangga tak perlu lagi memperhatikan aturan dan nilai-nilai. Peran “ibu” tak lagi menjadi tugas wanita saja. Peranan itu sebenarnya adalah tanggung jawab masyarakat. Bahkan, peran itu dapat dilakukan oleh wanita dan laki-laki.
Sebenarnya, di Eropa pemikiran dan ideologi ini melahirkan banyak permasalahan. Sebagai contoh di Perancis tercatat 53% anak-anak yang lahir tak memiliki bapak yang jelas. Di banyak negara Eropa semakin berkembang trend enggan mempunyai anak bahkan enggan untuk menikah. Hubungan laki-laki dan wanita sekadar hubungan seks bebas tanpa ada ikatan, tak ada aturan yang mengikat. Dan selanjutnya mereka menuntut agar dilegalkannya aborsi sebagai dampak langsung dari merebaknya budaya seks bebas.
Hal ini juga berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas dengan sangat tajam. Pada tahun 1998 tingkat kriminalitas di Amerika mencapai angka yang sangat fantastis. Tindakan perkosaan terjadi setiap 6 menit, penembakan terjadi setiap 41 detik, pembunuhan setiap 31 menit. Dana yang dikeluarkan untuk menanggulangi tindakan kejahatan saat itu mencapai 700 juta dolar per tahun (angka ini belum termasuk kejahatan Narkoba). Angka ini sama dengan pemasukan tahunan (income) 120 negara dunia ketiga.
Kejahatan atas wanita
Merebaknya kejahatan memberikan bahaya tersendiri buat para wanita di Eropa. Hingga PBB pada 17 Desember 1999 mengeluarkan keputusan bahwa tanggal 25 November merupakan hari anti kekerasan pada wanita. Ada banyak fakta dan data yang seharusnya diperhatikan oleh mereka yang terbuai dengan Barat. Di Eropa dan Amerika pada setiap 15 detik terjadi kekerasan atas wanita. Belum lagi jika ditambah dengan aksi pemerkosaan setiap harinya. Sehingga Amerika tercatat sebagai negara tertinggi dalam hal kekerasan terhadap wanita. Menurut catatan UNICEF, 30% kekerasan pada wanita terjadi di Amerika dan 20% di Inggris.
Belum lagi kejahatan perbudakan yang terjadi di Amerika, CNN pernah menyiarkan laporan bahwa pada tahun 2002 jutaan anak-anak dan wanita dijual belikan di Amerika setiap tahunnya. Lebih dari 120 ribu wanita berasal dari Eropa Timur dan beberapa negara miskin lainnya dikirim ke Eropa untuk dipekerjakan sebagai budak seks. Lalu lebih dari 15 ribu wanita yang mayoritas berasal dari Meksiko dijual ke Amerika untuk dipekerjakan di komplek-komplek pelacuran.
Bisnis haram ini bahkan merenggut kemerdekaan anak-anak di dunia, hingga Sidang Umum PBB pada pertemuan yang ke 54 mengeluarkan keputusan pada 25 Mei 2000 tentang hak anak. Sebuah keputusan yang mendesak agar dilakukan pencegahan agar tak lagi terjadi jual beli anak apalagi kemudian dipekerjakan sebagai budak seks seperti yang terdapat pada jaringan internet.
Memperhatikan apa yang terjadi di Barat, seharusnya membuat kita berfikir panjang jika ingin menempuh jalan yang telah ditempuh oleh Barat. Dalam penjara Israel terdapat sekitar 100 tawanan wanita. Mengapa Barat diam saja atas semua ini. Di Palestina terdapat lebih dari 250 wanita yang telah menemui syahidnya, belum lagi para wanita yang menderita luka-luka pasca intifadhah. Adapun tentang wanita di Irak, cukuplah bagi kita apa yang disampaikan oleh organisasi dunia pada 22 Februari 2005 yang mengatakan bahwa kondisi wanita Irak tak jauh berbeda dengan kondisi manakala mereka berada di bawah pemerintahan Sadam Husein.
Hal ini menjelaskan bahwa kemerdekaan dan kebebasan wanita seperti yang digemborkan Amerika sama sekali tak menyentuh mereka. Bahkan kondisi mereka di bawah penjajahan Amerika jauh lebih buruk lagi. Mereka menerima perlakuan kasar, dianiaya, dilecehkan bahkan diperkosa.
Penutup
Maka, sebagai umat Islam marilah kita lebih jernih berpikir, dan tidak terpengaruh argumentasi bahwa feminisme dan kesetaraan gender dapat menjadi solusi dari permasalahan kaum perempuan di dunia Islam, semisal kekerasan rumah tangga (domestic violence) , women trafficking, dan permasalahan sosial lainnya. Sampai saat ini, negara-negara Barat tidak pernah bisa membuktikan bahwa mereka berhasil mengatasi problematika sosial tersebut. Justru sebaliknya, kehancuran moral telah merusak tatanan sosial masyarakat Barat, gerakan feminis kemudian disalahkan karena dianggap telah mengubah perempuan menjadi makhluk-makhluk gila karir dan menjauhkan mereka dari kehangatan keluarga. Wallahu a’lam bishshawab.

07.36
 
Ormas Islam tolak Lady Gaga
Tribunnews.com – Kamis, 24 Mei 2012 18:01 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah ormas dan lembaga dakwah Islam se DKI Jakarta menolak konser Lady Gaga. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi Pers di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (24/5/2012).
Dalam pernyatannya, mereka menekankan dua hal. Pertama, mendukung kepolisian Republik Indonesia dalam hal ini Kapolda DKI Jakarta untuk tidak memberi izin segala macam bentuk keramaian yang menampilkan pornografi, karena jelas bertentangan dengan undang-undang dan ketentuan hukum yang berlaku termasuk penyelenggaraan konser Lady Gaga.
Kedua, menghimbau ormas dan lembaga Islam serta seluruh komponen masyarakat Islam untuk bersatu padu menolak pornografi yang sengaja dilakukan oleh musuh-musuh Islam dan negara untuk merusak moral dan akhlak warga bangsa khususnya generasi muda.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan oleh Agus Suradika, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta.
Ormas yang hadir antara lain Muslimat NU DKI, PW (Pengurus Wilayah) Wanita Islam, PW Aisyiah, Imami DKI Jakarta, Persis (Persatuan Islam) DKI Jakarta, Kaum Syarikat Islam, Wahdah Islamiyah, PW Matlaul Anwar, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia.
Penulis: Eri Komar Sinaga  |  Editor: Johnson Simanjuntak  |  Sumber: Tribun Jakarta

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget