Latest Post

18.59
Anda pasti sudah taj asing lagi dengan simbol jari diatas. Ya, bagi kita ini mungkin disebut jari metal, rock n roll…yang dipopulerkan para musisi rock.Tapi apakah para elite seperti pemimpin dunia, pebisnis milyuner, pemuka agama, pejabat militer, keluarga kerajaan, selebritis semuanya adalah pecinta musik metal? tapi percaya atau tidak mereka benar-benar menggunakan simbol jari metal ini.
Ada tiga versi pengertian tentang simbol jari ini.
  1. Ini berarti “I love you“. jari kelingking adalah huruf “i” sedangkan telunjuk dan jempol membentuk huruf “L”. kode ini diciptakan pertama kali oleh Hellen keller sebagai kode isyarat untuk tuna rungu, hellen keller sendiri adalah seorang Theosofis dan penganut okultisme. (sumber:codex magica)
  2. Ini berarti el diablo. bentuk pemujaan terhadap satan/setan yg berasal dari ritual sihir kabala kuno.
  3. Kode jari ini adalah isyarat khusus para elite Freemason untuk berkomunikasi dengan sesamanya “the brotherhood“,menunjukkan simbol persaudaraan yang kuat terhadap sesama Mason di seluruh dunia. mereka mempertontonkannya secara sekilas ke media agar “anggota lain” dapat melihat dan membaca pesan tersebut tanpa diketahui maknanya oleh jutaan hewan-hewan ternak yang dungu yaitu saya sendiri dan Anda semua. jangan tersinggung tapi begitulah para elite memandang kita, kita hanyalah sederetan angka di layar komputer mereka..angka kelahiran, angka kematian, angka pengangguran, angka kemiskinan..dsb..
Sekarang kita lihat siapa saja yang menggunakan simbol jari ini dan benarkah mereka adalah bagian dari “Anak Metal”, Penderita Tuna Rungu, Pemuja Setan atau Freemason?
Keluarga Bush, termasuk ibu,istri dan anaknya:


Obama,

Keluarga Kerajaan Inggris,

The Clinton, Bill & Hillary

Silvio Berlusconni- Perdana Menteri Italia,

Sarkozy Presiden perancis

Thaksin Sinawatra,

Sarah Palin,

Dick Cheney

Henry Kissinger, Biangnya NWO

Pat Robertson

Pangeran Abdullah,
abdullah_satan_sign.jpg
Bos McDonald

Jubir Gedung Putih

Mantan Presiden US, Ronald Reagan

Mendiang Yasser Arafat?

Paus Bennedictus?

Saint Longinus

Ahmadinejad juga?

Ini yang membingungkan, Alex Jones juga termasuk?

Rabbi Yahudi juga berpose

Christiano Ronaldo juga?

Tom ridge

Cher


11.31
Dawam Rahardjo Dibiayai Ahmadiyah?.
Kematian Mirza Ghulam Ahmad yang Menjijikkan.
Ahmadiyah Jago Berbohong.
Pengakuan Palsu Bertahap.
Ahmadiyah Mengkafirkan Muslimin.
Lebih Berbahaya dari Bandar Narkoba .


http://www.swaramuslim.net/more.php?id=1966_0_1_0_M
Sehari pasca penyerbuan terhadap Pusat Jemaat Ahmadiyah di Parung,
Bogor, 15 Juli lalu, Johan Effendi mantan petinggi Depag yang juga anggota
resmi Ahmadiyah, mengadakan jumpa pers di PBNU. Jumpa pers yang diliput
oleh sebagian besar media teve itu, antara lain dihadiri oleh Dawam
Rahardjo, Ulil, Musdah Mulia, dan sebagainya.
Dawam Rahardjo petinggi ormas Muhamamdiyah era Amien Rais dan Syafii
Maarif, tampil bak pahlawan kesiangan membela Ahmadiyah.
Kalimat-kalimat yang meluncur dari mulutnya, tidak saja menggelontorkan
pembelaan terhadap Ahmadiyah dengan alasan hak asasi manusia, tetapi
juga ia mengeluarkan pernyataan yang sangat kampungan, yaitu ?? kalau
ada gerakan anti Islam, maka saya akan ikut?,? sebagaimana bisa dilihat
dari berbagai tayangan media televisi yang menayangkan jumpa pers
tersebut.
Selama ini Dawam dijuluki sebagai tokoh Islam, petinggi Muhammadiyah, dan
petinggi ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia).
Bagaimana mungkin seseorang yang berlabel sangat Islam itu bisa
menyatakan akan ikut gerakan anti Islam? Ini menunjukkan bahwa selama ini
ia cuma cari makan melalui Islam.
Mengapa Dawam begitu gigih tampil sebagai pembela Ahmadiyah.
Pengalaman Hartono Ahmad Jaiz penulis buku Aliran dan Paham Sesat di
Indonesia dapat menjelaskan hal ini.
Ketika saya bersama Haryadi (mantan anggota Jemaat Ahmadiyah), Farid
Okbah (Dai dari Al-Irsyad), dan Abu Yazid (dari Persis) masuk ke kampus
Mubarok Parung Bogor saat Thahir Ahmad ada di sana, dengan maksud ingin
bertamu mengunjungi salah seorang teman Ahmad Haryadi, kami justru
ditangkap. Ketika pihak keamanan Ahmadiyah sedang mengusut teman-
teman saya yang bertamu tapi ditangkap ini, saya
berbincang-bincang dengan sebagian dari mereka. Ketika itu, saya tanyakan,
kenapa Dawam Rahardjo datang ke London mengundang Thahir Ahmad ke
Indonesia?
Dijawab, karena Ahmadiyah membiayai Dawam Rahardjo.?
Pantaslah, di saat ada desakan dari umat Islam sekitar kampus Mubarok
Pusat Ahmadiyah agar Ahmadiyah dan kampusnya dibubarkan, maka Dawam
Rahardjo menjadi pahlawan? kesiangan. Dawam mengecam MUI, FPI, dan
LPPI. Masih kurang puas, Dawam pun menulis di Koran Indo Pos, berjudul
Teror Terhadap Ahmadiyah.Dawam tampak gusar, dengan dalih HAM (Hak
asasi manusia) maka dia tudingkan telunjuknya yang sudah menua renta itu
dengan berteriak bahwa FPI (Front Pembela Islam) dan LPPI (Lembaga
Penelitian dan Pengkajian Islam) berada di balik teror itu.
Sebagaimana diketahui, setelah terjadi pengepungan massa umat Islam
terhadap Pusat Ahmadiyah di Kampus Mubarok di Parung Bogor Jawa Barat
ba?da Jum?at 15 Juli 2005 (8 Jumadil Akhir 1426 H), berakhir dengan
keputusan Pemda Bogor untuk menutup pusat aliran sesat Ahmadiyah itu,
dan orang-orang Ahmadiyah di dalamnya dievakuasi dengan 4 bus dan 4
truk polisi.
Munas ke-2 MUI tahun 1980 memfatwakan bahwa Ahmadiyah adalah di luar
Islam, sesat menyesatkan. Diperkuat pula oleh adanya surat edaran Dirjen
Bimas Islam dan Urusan haji Departemen Agama, agar ulama menjelaskan
sesatnya Ahmadiyah.
Ahmadiyah Qadian menyusup dan datang ke Indonesia sejak 1925 ?
sedangkan Ahmadiyah Lahore hadir empat tahun kemudian (1929) ?
semula digandeng oleh Muhammadiyah karena dianggap sebagai pembaharu.
Namun di tahun 1930-an Muhammadiyah baru menyadari bahwa Ahmadiyah itu
bukan pembaharu, maka Muhammadiyah pun tidak lagi menjadikan
Ahmadiyah sebagai kawan.
Meskipun sudah sejak tahun 1930 pimpinan Muhammadiyah melalui pidato
resminya menyatakan bahwa Ahmadiyah yang selama ini dijadikan teman
ternyata bukan teman, namun sampai tahun 2000 masih ada petinggi
Muhammadiyah, yaitu Dawam Rahardjo, yang mengatas-namakan
Muhammadiyah mengundang Thahir Ahmad (Khalifah IV Ahmadiyah di
London) untuk hadir ke Indonesia di masa Presiden Abdurrahman Wahid.
Kedatangan penerus nabi palsu yang diundang oleh orang yang juga
memalsu atas nama Muhammadiyah itu disambut pula oleh bekas Ketua
Muhammadiyah yang saat itu sedang menjabat sebagai Ketua MPR, Amien
Rais. Bahkan, Thahir Ahmad dan Amien Rais sempat berangkulan di Gedung
DPR/MPR. Sementara itu yang memalsu atas nama Muhammadiyah, Dawam
Rahardjo, mengalungkan bunga kepada penerus nabi palsu Thahir Ahmad di
Bandara Cengkareng. Semua itu kemudian disiarkan oleh media Ahmadiyah.
Peristiwa itu mengundang komentar seorang pakar dari Pakistan, Manzhur
Ahmad Chinioti Pakistani, penulis buku Keyakinan Al-Qadiani, yang dengan
sengaja hadir ke Indonesia dan berpidato di Masjid Al-Azhar Jakarta. Pakar
dari Pakistan ini memprotes keras, dan menuntut agar Dawam Rahardjo
diadukan ke pengadilan, karena telah mengatas-namakan Muhammadiyah,
mengundang penerus nabi palsu ke Indonesia.
Dalam hal membela aliran sesat Ahmadiyah ini, kalangan muda
Muhammadiyah pun tak mau ketinggalan kereta. Mereka tergopoh-gopoh
mengadakan konperensi pers di kantor Pusat Muhammadiyah untuk membela
Ahmadiyah. Sukidi, yang memang kadernya Dawam Rahardjo dan aktivis
JIMM (Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah), mengambil kesempatan
untuk membela Ahmadiyah.
Kematian yang Menjijikkan
Hartono Ahmad jaiz pernah bertanya kepada Dr. Hasan bin Mahmud Audah,
mantan orang kepercayaan Khalifah Ahmadiyah ke-4 Thahir Ahmad, yang
sudah kembali ke Islam. ?Apakah benar, nabinya orang Ahmadiyah, Mirza
Ghulam Ahmad yang lahir di India 15 Februari 1835 dan mati pada 26 Mei
1906, itu matinya di kakus (WC)??
Kemudian Dr. Hasan bin Mahmud Audah pun menjawab,?Ha?, ha?, haa?
itu tidak benar. Mirza Ghulam Ahmad tidak bisa ke WC. Dia meninggal di
tempat tidur. Tetapi berminggu-minggu sebelum matinya dia berak dan
kencing di situ. Jadi tempat tidurnya sangat kotor seperti WC. Karena
sakitnya itu, sampai-sampai dalam sehari dia kencing seratus kali. Makanya,
tanyakanlah kepada orang Ahmadiyah, maukah kamu mati seperti nabimu??
Dr Hasan bin Mahmud Audah adalah mantan Muballigh Ahmadiyah dulunya
dekat dengan Thahir Ahmad (Khalifah Ahmadiyah) yang mukim di London.
Pertanyaan di atas diajukan Hartono Ahmad Jaiz seusai berlangsungnya
Seminar Nasional tentang Kesesatan Ahmadiyah dan Bahayanya yang
diselenggarakan LPPI di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad 11 Agustus 2002.
Selain masalah kematiannya yang menjijikkan, Mirza Ghulam Ahmad menurut
Audah punya dua penyakit: jasmani dan akal. Sakit jasmaninya sudah jelas,
berminggu-minggu menjelang matinya tak bisa beranjak dari tempat tidur,
hingga kencing dan berak di tempat tidurnya.
Adapun sakit akalnya, Mirza Ghulam Ahmad mengaku menjadi Maryam, lalu
karena Allah meniupkan ruh kepadanya, maka lahirlah Nabi Isa. Dan yang
dimaksud dengan Nabi Isa itu tak lain adalah diri Mirza Ghulam Ahmad itu
sendiri. ?Apakah tidak sakit akal itu namanya,? ujar Dr Hasan Audah yang
dulunya mempercayai Mirza Ghulam Ahmad, sehingga sempat membeli
sertifikatkuburan surga di Rabwa.
Ahmadiyah Jago Berbohong
Tentang propaganda bohong, Ahmadiyah adalah jagonya. Hartono Ahmad
Jaiz menyampaikan pengalamannya: ?Propagandis Ahmadiyah di depan saya
dan 1200 hadirin di Masjid Al-Irsyad Purwokerto, April 2002, masih bisa
ngibul (berbohong) dengan mengatakan bahwa banyak raja-raja di Afrika
yang masuk ?Islam?, yaitu masuk Jemaat Ahmadiyah. Hingga seakan-akan
orang Ahmadiyah bangga dan berjasa kepada Islam karena bisa
?mengislamkan? raja-raja di Afrika.?
Ketika hal itu dikemukakan Hartono kepada Dr Hasan Audah, kontan mantan
petinggi Ahmadiyah ini kembali tertawa dan berkata: ?Itu bohong besar. Di
Afrika, kepala-kepala dusun (desa) memang disebut raja. Jadi hanya tingkat
kepala dusun, bukan berarti raja yang sebenarnya. Nah itulah yang dijadikan
propaganda. Ahmadiyah memang penuh kebohongan dan propaganda,?
tegasnya.
Kalau disimak, keterangan Dr Hasan Audah itu bisa dicocokkan dengan
aneka ajaran Ahmadiyah, bahkan slogan-slogannya. Kebohongan memang
ada di mana-mana. Di kitab sucinya, Tadzkirah, di sertifikat kuburan surga,
bahkan di spanduk-spanduknya pun penuh kebohongan.
Satu contoh kecil, spanduk yang dipasang di berbagai tempat dalam
lingkungan Al-Mubarok, sarang Ahmadiyah di Parung Bogor Jawa Barat,
waktu kedatangan Khalifah Ahmadiyah Thahir Ahmad, Juni-Juli 2000, masa
pemerintahan Gus Dur, adalah slogan Semua Dicintai, Tiada yang Dibenci.
Tetapi itu slogan bohong. Buktinya, ketika Ahmad Haryadi mantan
propagandis Ahmadiyah bersama Hartono Ahmad Jaiz, Farid Okbah da?i Al-
Irsyad, dan Abu Yazid pemuda Persis(Persatuan Islam) dari Bekasi Jawa
Barat masuk ke sarang Ahmadiyah di Parung saat ada upacara besar-
besaran mendatangkan Khalifah Ahmadiyah IV Thahir Ahmad dari London
itu, tiba-tiba seorang tua bekas teman Haryadi membentaknya, ?Bagaimana
kamu bisa masuk ke sini?!?
Ahmad Haryadi menjawab, ?Itu kan ada spanduk, Semua Dicintai, Tiada yang
Dibenci.?
?Tidak bisa! Dicintai itu kalau kamu cinta kami. Kamu kan tidak cinta kami!?
Ujar lelaki Ahmadiyah keras-keras.
Belum berlanjut perdebatan antara mantan dan aktivis Ahmadiyah itu tahu-
tahu Ahmad Haryadi dan kawan-kawan ditangkap oleh kepala keamanan
Ahmadiyahyang membawa 25 pemuda keamanan Ahmadiyah malam itu.
Slogan Semua Dicintai, Tiada yang Dibenci itu menurut Dr Hasan Audah,
pertama kali diucapkan oleh khalifah sebelum Thahir Ahmad.
Kata-kata itu adalah perkataan yang bertentangan dengan Islam. Karena
Islam bersikap Asyidaau ?alal kuffar ruhamaau bainahum (bersikap keras
terhadap orang-orang kafir dan saling berkasih sayang sesama Muslim).
Bohong dan bertentangan dengan Islam itulah inti ajaran Ahmadiyah.
Karenanabinya, Mirza Ghulam Ahmad, adalah seorang pembohong dan
pembuat ajaran yang bertentangan dengan Islam.
Pengakuan Palsu Bertahap
Mirza Ghulam Ahmad menyampaikan beberapa pengakuan palsu secara
bertahap.
Pertama, ia mengaku sebagai mujaddid (pembaru).
Kemudian ia mengaku sebagai nabi yang tidak membawa syari?at.
Kemudian ia mengaku sebagai nabi dan rasul membawa syari?at, menerima
wahyu seperti Al-Qur?an dan menerapkannya kepada dirinya.
Setelah itu ia mengikuti cara-cara kebatinan dan zindiq (kufur) dalam
ungkapan-ungkapannya. Ia mengikuti cara-cara Baha?i dalam mengaburkan
ucapannya.
Kemudian ia mulai meniru mu?jizat penutup para nabi, Nabi Muhammad saw.
Lalu menjadikan masjidnya sebagai Masjid Al-Aqsha, dan desanya sebagai
Makkah Al-Masih.
Ia jadikan Lahore sebagai Madinah, dan menara masjidnya diberi nama
menara Al-Masih.
Ia membangun pemakaman yang diberi nama pemakaman al-jannah, semua
yang dimakamkan di sana adalah ahli syurga. (Syaikh Muhammad Yusuf Al-
Banuri, ahli Hadits di Karachi Pakistan, dalam kata pengantar buku Manzhur
Ahmad Chinioti Pakistani, Keyakinan Al-Qadiani, LPPI, 2002, hal xxii).
Cukuplah jelas apa yang ditegaskan Nabi Muhammadsaw: ?Kiamat tidak akan
tiba sebelum dibangkikannyat para Dajjal pendusta yang jumlahnya hampir
tiga puluh orang. Setiap mereka mendakwakan bahwa dirinya adalah Rasul
Allah.? (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Ahmadiyah Mengkafirkan Muslimin
Seorang Muslim yang tidak percaya akan da?wah pengakuan Ghulam Ahmad
sebagai ?nabi? dan ?rasul?, maka orang Muslim itu dikafirkan oleh Mirza
Ghulam Ahmad dengan aneka ucapannya dan ucapan pengikutnya. Bahkan
ucapan yang dinisbatkan kepada Allah swt dalam Kitab Tadzkirah Wahyu
Muqoddas, wahyu suci yang dianggap dari Allah kepada Mirza Ghulam
Ahmad:
1.Sayaquulul ?aduwwulasta mursalan. Musuh akan berkata, kamu bukanlah
(orang yang) diutus (oleh Allah). (Tadzkirah, halaman 402). Lalu perkataan
Mirza Ghulam Ahmad:
Seseorang yang tidak beriman kepadaku, ia tidak beriman kepada Allah dan
Rasul-Nya. (Haqiqat ul-Wahyi, hal. 163).
?Sikap orang yang sampai da?wahku kepadanya tapi ia tak mau beriman
kepadaku, maka ia kafir. (S.k. al-Fazal, 15 Januari 1935).
Basyiruddin, adik Mirza Ghulam Ahmad, berkisah: ?Di Lucknow, seseorang
menemuiku dan bertanya: ?Seperti tersiar di kalangan orang ramai, betulkah
anda mengafirkan kaum Muslimin yang tidak menganut agama Ahmadiyah??
Kujawab: ?Tak syak lagi, kami memang telah mengafirkan kalian!?
Mendengar jawabanku, orang tadi terkejut dan tercengang keheranan.?
(Anwar Khilafat, h. 92).
Ucapannya lagi: ?Barangsiapa mengingkari Ghulam Ahmad sebagai ?nabi?
dan ?rasul? Allah, sesungguhnya ia telah kufur kepada nash Quran. Kami
mengafirkan kaum Muslimin karena mereka membeda-bedakan para rasul,
mempercayai sebagian dan mengingkari sebagian lainnya. Jadi, mereka itu
kuffar!? (S.k. al-Fazal, 26 Juni 1922).
Katanya lagi: ?Setiap orang yang tidak beriman kepada Ghulam Ahmad,
maka dia kafir, keluar dari agama walaupun dia Muslim, walaupun ia sama
sekali belum mendengar nama Ghulam Ahmad?. (Ainah Shadaqat, h. 35).
Dan Basyir Ahmad meningkahi ucapan abang kandungnya: ??.. Setiap orang
yang beriman kepada Muhammad tapi tidak beriman kepada Ghulam Ahmad,
dia kafir, kafir, tak diragukan lagi kekafirannya?. (Review of Religions,No.
35; Vol. XIV, h. 110).
Lebih Berbahaya dari Bandar Narkoba

Mirza Ghulan Ahmad, selain mengaku nabi, di samping bohong, ia menulis
buku dan selebaran untuk mendukung Penjajah Inggris, dan menghapus jihad
sampai sebanyak 50 lemari.
Pantaslah kalau Rabithah Alam Islami (Liga Dunia Islam) yang berpusat di
Makkah tahun 1394 H menghukumi aliran Ahmadiyah itu kafir, bukan Islam,
dan tak boleh berhaji ke Makkah. Karena memang syarat-syarat sebagai
dajjal pendusta dalam diri Mirza pendiri Ahmadiyah ini telah nyata. Tinggal
penguasa di negeri-negeri Islam menghadapinya, dengan mencontoh Abu
Bakar ra yang telah mengerahkan 10.000 tentara untuk memerangi nabi
palsu, Musailamah Al-Kadzdzab, hingga tewas.
Karena nabi palsunya, Mirza Ghulam Ahmad, telah mati dengan dihinakan
oleh Allah Swt, maka penguasa kini tinggal melarang ajarannya,
membekukan asset-asset pendukungnya, dan membubarkan aktivitasnya.
Penguasa adalah pelindung, sebagaimana berkewajiban melindungi
masyarakat dari perusakan jasmani misalnya narkoba, perusakan mental
misalnya judi, maka perusakan aqidah, penodaan, dan pemalsuan yang
dilakukan Ahmadiyah mesti dihentikan, dilarang dan diberantas tuntas.
Membiarkannya, berarti membiarkan kriminalitas meruyak di masyarakat,
bahkan bisa diartikan mendukung rusaknya masyarakat. Padahal sudah ada
contohnya, negeri jiran, Malaysia telah melarang Ahmadiyah sejak 1975.
Sedang MUI (Majelis Ulama Indonesai) pun telah memfatwakan sesatnya
Ahmadiyah sejak 1980. Forum Ukhuwah Islamiyah terdiri dari sejumlah
Ormas Islam telah mengajukan suratke kejaksaan Agung untuk dilarangnya
aliran sesat Ahmadiyah, September 1994.Permohonan yang sama juga
dilakukan oleh LPPI pada tahun 1994. Larangan Ahmadiyah oleh beberapa
Kejaksaan Negeri (Subang 1976, Selong Lombok Timur 1983, Sungai Penuh
1989, dan Tarakan 1989) serta larangan Ahmadiyah oleh Kejaksaan Tinggi
Sumatera Utara 1984. Jaksa Agung masih menunggu apa lagi? (Abu Qori)

Sumber : http://www.opensubscriber.com/message/urangsunda@yahoogroups.com/1798786.html

11.51

Menu List Widget Generator




Menu List Widget Generator












Widget Title:
Blog url:http:// /
Word Length:
Character
Background Color:
Height:
px
Width:
px











Copyright © by Aditya Subawa - Blogger Belog




10.46


Suatu artikel yang sangat baik berkenaan Holy Water di dalam masyarakat Melayu yang ditulis oleh Sdr Firdaus di dalam blog beliau pada 10 Februari 2009 [Link ke blog asal].

Pada hari ini sekiranya ditanya orang-orang melayu di malaysia "apakah itu holy water," nescaya majoriti mereka akan menjawab ianya satu jenis air yang digunakan oleh mubaligh2 kristian untuk memurtadkan orang2 Islam.



Mereka yang meminum atau terminum holy water akan kelu lidah dan tidak boleh mengucapkan 2 kalimah syahadah.

Kisah ini kelihatan seolah2 "mutawatir" kerana ia disebarkan di merata-rata termasuk di internet, sms, dan di masjid2 dan surau2. Ini menyebabkan majoriti masyarakat melayu menganggap ianya benar, sedangkan kisah ini tidak diketahui dari mana sumber asalnya.

Malah terdapat juga email2 yg disebarkan yg mengatakan mineral water berjenama *****mengandungi holy water... ia seolah2 menjadi satu strategi untuk mensabotaj perniagaan orang2 tertentu.

Suatu masa dahulu, saya dan rakan2 selalu ke gereja untuk menghadiri "usrah" agama kristian. Hampir setiap minggu kami ke sana. Kami telah makan dan minum segala yang dihidangkan selagimana pada zahirnya makanan2 tersebut adalah halal.

Namun, kami masih lagi kekal dalam akidah Islam. Kami merasa lebih menghargai keindahan dan'kelogikan' agama Islam jika dibandingkan dengan agama lain. Malah, kehadiran kami di sana cukup memeningkan kepala pihak mereka yang sedang berusaha dengan cukup gigih untuk mengkristiankan kami.

Mungkin mereka 'terlupa' memasukkan holy water dalam makanan dan minuman kami.

Upacara pembaptisan menggunakan holy water


Pada hari ini kita dapat melihat seolah-olah masyarakat kita dididik untuk percaya kepada khabar angin. Kemudian khabar angin itu disebarkan sehingga setiap orang memperkatakan tentang khabar angin tersebut. Lalu, masyarakat menganggapnya seolah-olah "mutawatir" sedangkan khabar itu datang dari hanya satu sumber, atau tidak diketahui dari mana sumbernya.

Ini berlaku dalam pelbagai isu termasuk isu agama, politik, isu semasa, hiburan dan sebagainya.

Sebagai seorang muslim, kita seharusnya mendidik diri kita untuk kritikal terhadap setiap maklumat yang kita terima.

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."
[al-Hujurat 49:6]

Dalam isu holy water ini, cuba kita berfikir secara kritikal...


1) Adakah Allah tidak adil?

Seseorang hanya boleh murtad hanya kerana terminum holy water, lalu diazab oleh Allah di neraka. Ini bercanggah dengan ajaran Islam. Firman Allah:

Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (Al Qur'an) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu".
(Yunus 10:108)


2) Holy water hanya ada di Malaysia?

Kisah gerakan kristian bagi memurtadkan orang2 Islam dengan menggunakan holy water ini hanya boleh didengari di Malaysia sahaja.

Malaysia bukanlah negara besar. Sekiranya cara ini efektif, mengapa ia tidak digunakan di negara2 lain? Mengapa kisah ini hanya tersebar di sini?


3) Amerika tidak perlu bom Iraq.

Amerika telah membelanjakan bertrillion USD bagi menakluk Iraq dan Afghanistan.

Sepatutnya, mereka tidak perlu melakukan semua itu. Apa yang mereka perlu lakukan hanyalah memasukkan holy water dalam empangan2 di Iraq, lalu semua tentera, rakyat dan pemimpin Iraq memeluk agama kristian. Oleh itu, tentera2 amerika boleh masuk ke dalam Iraq dengan aman.


4) Orang Kristian tidak cerdik

Kisah2 orang yang murtad disebabkan oleh holy water yang tersebar hanyalah berkisar tentang orang2 Islam biasa.

Seharusnya orang2 kristian mensasarkan kepada orang2 Islam yang besar, terutama dari kalangan para ulama. Mungkin mereka hanya perlu memasukkan holy water ke dalam minuman atau makanan Yusuf al-Qaradhawi, Said Ramadhan al-Buti, Wahbah a-Zuhaily, Harussani dsb, kemudian berkata "Tengok... you punye scholars pun dah masuk kristian.. you bila lagi??"


5) Bagaimana pula paderi2 yang memeluk Islam?

Sebagaimana yang kita ketahui, terdapat ramai bekas2 paderi kristian telah memeluk Islam. Mereka telah pun minum bergelen-gelen holy water.

Namun, lidah mereka masih lagi tidak kelu mengucapkan 2 kalimah syahadah. Malah, tidak kurang juga dari kalangan mereka yang telah menjadi pendakwah2 Islam yang hebat!


Banyak lagi kecelaruan dalam kisah holy water ini.

Saya berasa sangat kecewa kerana sehingga hari ini saya masih lagi menerima email2 tentang dakyah holy water ini.

Berhati-hatilah sebelum memforwardkan email yang anda terima. Mungkin niat anda baik. Tapi ingatlah hadis Nabi SAW berikut:

“Cukuplah menjadi satu dosa bagi seseorang
yang menceritakan segala yang dia dengari
(tanpa mengkaji benar atau tidak)”
[Sahih Muslim, 5]


Link ke laman blog asal [LINK].

Saya ucapkan terima kasih kepada Sdr Firdaus di atas penulisan beliau yang sungguh bernas itu. Semoga Allah memberkati Sdr Firdaus.

08.15
Kasus individu mungkin .. Tetapi refleksi dari kenyataan yang mengkhawatirkan
Talatna surat kabar dan kantor berita dan berita dari seorang imam Australia dijatuhi hukuman penjara selama delapan setengah tahun setelah mengaku bersalah atas pelaksanaan incest dengan putrinya. Imam itu mengakui bahwa ia mulai melakukan seks dengan mereka karena mereka pada usia 13 dan 15, pada 1991, dan selama hampir 10 tahun. Dia membenarkan kejahatan imamnya seks keji yang tidak Anda kesenangan sendiri, tetapi karena ia ingin mengajarkan anak-anaknya bagaimana mereka harus berurusan dengan suami mereka di masa depan.
Jika Anda berakhir berita di sini, dapat dianggap sebagai kasus individual dan bukan merupakan bukti terhadap Kekristenan dan kami tidak mengingatkan dia, seperti halnya situs Kristen dengan berita atau kejahatan yang dilakukan oleh seorang Muslim dan sebagai secarik Islam (dan terus terang jika kita mengadakan argumen dengan skandal penerbitan Kristen, untuk Internet diperluas semua itu dan karena setiap orang menyentuh kenyataan adalah bahwa tidak ada tindakan Kristen hanya berkomitmen menyimpang atau abnormal atau pidana dan mendorong itu) Tapi apa Diupload oleh Pendeta sebagai pembenaran karena telah mengaku bersalah ini tidak menjadikannya sebuah kasus individual, tetapi contoh yang khas untuk membenarkan penyimpangan dan penyimpangan dari Kristen!.!
Apakah pembenaran untuk imam?
Apa yang dikatakan oleh imam sebagai alasan adalah bahwa apa yang dia lakukan adalah sesuai dengan ajaran Alkitab!
Ini mungkin tampak pada pandangan pertama dengan kurang informasi tentang Alkitab bahwa imam mengoceh, tapi apa yang dikatakan adalah benar dan merupakan sebuah fenomena di kalangan orang Kristen. Fenomena ini adalah penggunaan teks-teks Kristen dari Alkitab untuk membenarkan penyimpangan dan homoseksualitas. Dan penggunaan teks-teks ini tidak Peleta, tetapi teks-teks yang jelas dan perlu upaya besar untuk menafsirkan seperti yang akan kita lihat segera. . Hasil dari teks-teks yang kami telah menemukan kelompok Kristen untuk membenarkan banyak kata kerja tak beraturan Contohnya termasuk kelompok nudist dan Kristen gereja homoseksual Dan yang unik ke Kristen sehingga untuk sisa agama-agama dunia -. Baik tertulis atau tidak tertulis, Buddha atau Hindu atau Zoroastrianisme atau eksistensi lain dari kelompok agama untuk membenarkan perilaku abnormal mengutip Bektabhm Alkitab!
Misalnya, kita menemukan bahwa Alkitab menuduh Lot Nabi - secara salah - bahwa ia berzinah dengan putrinya setelah pembebasan mereka dari kehancuran yang disebabkan ke Sodom dan Gomora sebagai hukuman untuk kelainan rakyat mereka (dan jika mereka telah diselamatkan untuk melakukan memang yang terburuk dari perbuatan itu dihukum oleh orang-orang mereka sendiri dan damai Lot besertanya Aoboukhm itu tetapi mereka. tidak akan dihukum atau bahkan menghardik!). Ada kisah dalam Kejadian bab dari 19 sebagai berikut:
(30 dan naik Banyak Zoar dan diam di gunung dan kedua putrinya dengan dia Karena ia takut tinggal di Zoar.. Dihuni di gua ia dan kedua putrinya 0,31 tertua dari Bapa sedikit tua dan tidak di tanah orang untuk memasuki kita norma seluruh bumi 0,32 sehingga kami air anggur ayah minuman kami dan Ndtdja dengan dia. Venhieddi dari keturunan ayah kami 0,33 anggur Vsagta curahannya ayah malam itu. dan masuk perawan dan berbaring dengan ayahnya tidak tahu Badtjalla tidak melakukan 0,34 dan acara besok bahwa al-Bakr berkata kepada sedikit saya dapat berbaring kemarin dengan ayah saya.. anggur sistemik malam ini juga Vadkhala kebohongan dengan dia. Venhieddi dari Bapa keturunan 0,35 Vsagta ayah mereka minum anggur juga pada malam itu. dan kecil dan berbaring dengan dia. tidak tahu Badtjalla tidak melakukan 0,36 putri dikandung Lot dari ayah mereka 0,37 putra sulung lahir, dan memanggil nama Moab, Abu Moab sampai hari ini.. dari 38 kecil juga lahir seorang putra, dan menyerukan Paman saya bernama Ben, Abu bani Amon sampai hari ini.) ... cerita ini berakhir!!
Pertanyaan: Bukankah ini yang mendorong jujur ​​inses?
Orang Kristen untuk menjawab pertanyaan ini, atau lebih tepatnya untuk membenarkan adalah bahwa rakyat perdamaian Lot besertanya dan bahwa - seperti sisa para nabi dalam Alkitab - adalah tidak sempurna dan bahwa Alkitab berisi cerita tidak mendorong mereka.
Ini pembenaran tipis mencerminkan korupsi dari doktrin Kristen dan bahkan membuktikan bahwa Alkitab mempromosikan inses. Jika orang Kristen bahwa para nabi - yang Astafahm Tuhan untuk mengkomunikasikan pesan dan hukum-Nya dan membuat mereka panutan bagi orang - pezina (tidak hanya itu, karena orang berkendak DetikForum), itu Sisthal Apa para nabi dan menemukan alasan untuk melakukannya setelah ia bertanya pada dirinya sendiri: Jika ini adalah nabi yang dipilih oleh Tuhan untuk mengkomunikasikan pesan-Nya, takut saya melakukannya?
Pertanyaannya sekarang adalah: Tidak menemukan makhluk Tuhan manusia yang lebih baik daripada mereka untuk mengirim mereka? Dan bagaimana orang-orang mereka dan mereka akan ikuti etika? Wajah dalam apa yang mereka katakan kepada orang-orang mereka "tidak Tznoa" Mereka pezina?
Jangan akhiri untuk menciptakan dan menghasilkan Tat malu lagi pada Anda jika Anda melakukan yang besar
Untuk mengatakan bahwa Alkitab memberitahu cerita saja dan bahwa ini adalah bukti bahwa Alkitab terdistorsi karena kisah-kisah ini tidak menghapusnya pembenaran memalukan tergantung pada premis palsu bahwa tujuan dari distorsi adalah untuk meningkatkan citra para nabi! Tapi sebaliknya yang benar adalah bahwa orang-orang Yahudi terpaksa mencoreng citra para nabi dalam buku mereka untuk menemukan pembenaran atas tindakan mereka.
Klaim bahwa Alkitab tidak mendorong tindakan seperti itu adalah klaim palsu, karena buku - yang seharusnya diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, menegur mengoreksi dan pelatihan - harus di Azger setidaknya yang melakukan tindakan seperti itu, atau setidaknya menunjukkan kengerian. Sebagaimana telah kita lihat, cerita berakhir tanpa hukuman terhadap mereka yang melakukan kejahatan atau klarifikasi dari keburukan tindakan bagi mereka yang membacanya (jika kita membandingkan Al Qur'an, kita menemukan bahwa Quran tidak memotong setiap cerita, tapi menjelaskan apa yang mengandung pelajaran dan halal dan haram, Azger pelaku bermoral dan mengakhirinya).
Tidak hanya keheningan Alkitab untuk tindakan-tindakan, tapi kami menemukan teks memesan melakukan bermoral! Sebagai contoh yang tercantum dalam kitab Hosea 1:02 (Hal pertama yang TUHAN berfirman kepada Hosea, berfirmanlah TUHAN kepada Hosea, Pergilah, kepada diri sendiri seorang wanita berzinah dan percabulan, karena anak-anak telah menimbang perzinahan bumi berkomitmen, meninggalkan Tuhan). Ini adalah perintah Tuhan pertama Hosea untuk melakukan perzinahan itu - Hallelujah apa yang mereka gambarkan. (Bandingkan dengan perintah pertama dari Allah untuk ketenangan Nabi akan atasnya, seperti yang dinyatakan di awal lintah Sura {Read nama Tuhanmu yang menciptakan (1) penciptaan manusia dari segumpal darah (2) Baca dan Noble Tuhan (3) yang diajarkan oleh pena (4) antropologi tidak tahu apa (5)}).
Setelah semua ini, saya pikir kami tahu bagaimana pendeta dibenarkan kejahatannya dengan dua anak perempuan!
Kita juga menemukan dalam cerita Alkitab yang berisi daftar rincian tentang bagaimana irama saudara saudara perempuannya di inses disebutkan dalam Kitab Samuel, bab kedua dari 13 (1 Saat itulah dia ke anak Absalom Daud, saudara perempuan nama Tamar indah Vahbha Amnon Ben-David 2 dan. Amnon membatasi penyakit untuk Tamar, adiknya karena dia adalah seorang perawan dan kekerasan di mata Amnon dengan sesuatu hal. 3 dan memiliki Amnon pemilik bernama Yonadab anak Simea abang Daud. adalah Yonadab orang yang sangat bijaksana 0,4 berkata kepadanya, Mengapa, O putra Raja Anda bersandar dari pagi sampai pagi Tapi katakan.. berkata kepadanya, Amnon Aku mencintai Tamar, saudara perempuan Absalom, saudaraku. 5 Jawabnya Yonadab berbaring di tempat tidur Anda, dan pura-pura sakit. Kalau ayahmu untuk melihat Anda mengatakan kepadanya Izinkanlah adikku Tamar datang dan roti umpan dan bekerja di depan saya makan untuk melihat dan ia makan dari tangannya 0,6 Fadtdja Amnon dan pura-pura sakit datang raja untuk melihat kata Amnon kepada raja. Izinkanlah adikku Tamar datang dibuat di depan saya Kaaktin memakannya dari tangannya 0,7 mengirim David ke Tamar ke rumah, mengatakan, pergi ke rumah saudaramu Amnon, dan berpakaian dia makanan 0,8 Maka Tamar pergi ke rumah Amnon kakaknya berbohong. dan mengambil adonan dan diremas dan bekerja kue di depannya dan kue panggang 9 dan mengambil panci dan dituangkan di depannya ia menolak untuk makan kata Amnon. Keluar setiap orang dari saya. Lalu keluarlah setiap orang tentang hal itu. 10 Lalu Amnon berkata kepada Tamar, makanan saya ke dalam kamar makan dari tangan Anda. saya mengambil kue Tamar yang dia telah membuat dan membawanya Amnon kakaknya ke kamar, 0,11 dan memberinya makan Vamskha dan berkata padanya, Ayo tidur dengan aku adikku 0,12 Dia berkata tidak, adikku tidak Tzlna karena ia tidak melakukannya di Israel tidak berhasil. kebodohan ini. 13 Tetapi saya HALUS pergi Avara Tapi Vtkon engkau sebagai orang yang bebal di Israel Sekarang kilometer Raja karena ia tidak menghentikan saya dari Anda. 0,14 tidak ingin mendengarkan suaranya Hal ini memungkinkan mereka dan memaksanya untuk tidur dengan dia.)
Ini rincian merencanakan irama saudara perempuannya di inses saudara. Tidak ada pembenaran bagi seseorang untuk memberitahu semua detail-detail yang tidak melayani alasan moral atau agama. Di sisi lain, kita menemukan bahwa Alkitab tidak menyebutkan bahkan sekali bahwa Kristus adalah Allah terwujud dalam daging, atau bahwa Allah adalah Orang segitiga atau dosa warisan yang membutuhkan pengorbanan dan keras! Seperti jika Amnon rincian irama Tamar, saudaranya itu, yang paling penting dari prinsip tersebut dan dasar-dasar ajaran Kristen! !
Kami menyimpulkan teks dengan teks yang dinyatakan dalam Matius 21:31 (Yesus berkata kepada mereka: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu bahwa pemungut cukai dan pelacur untuk Asbakonkm Kerajaan Allah).
Apakah ini balasan bagi pelacur bahwa mereka pergi terlalu jauh untuk kerajaan?
Ini hanya sedikit dari banyak teks tidak dapat dihitung - baik terlalu lama atau tidak menggunakan istilah yang tanpa malu - dan berat mereka kita menemukan nabi, pria dan wanita masuk perzinahan dan hubungan normal dengan anak-anak dan teks-teks yang digunakan oleh kelompok nudist dan digunakan oleh kaum homoseksual lainnya. Dan jangan lupa Kidung Agung, dan Yehezkiel 16, termasuk dua dibebaskan dari kata-kata dari lidah disebutkan. Jika kita menambah ini bahwa agama Kristen tidak memiliki hukum pidana suksesi atau transitif, kami menemukan bahwa kita sedang menghadapi sebuah doktrin yang mengarah ke penyebaran kejahatan dalam masyarakat mana pun dengan mayoritas Kristen. Adalah hasil dari itu - misalnya - bahwa 37% kelahiran di Amerika Serikat terjadi di luar pernikahan. Kami juga menemukan bahwa kategori imam melakukan sebagian besar kelainan dengan anak-anak (dan video berikut disiarkan oleh BBC untuk mengatasi fenomena ini dan menunjukkan keterlibatan gereja dalam upaya untuk menutupi kasus ini, ribuan diperkirakan dan penerjemah film bahasa Arab)
Seperti telah disebutkan sebelumnya, Kristen adalah unik di antara semua keyakinan dan adanya fenomena pembenaran untuk penyimpangan dari dalam Alkitabnya. Sampai sekarang, tidak ada satu agama di bumi menerima pembentukan kuil didedikasikan untuk gay, seperti di gereja-gereja Kristen dan gay.
Tidak dilakukan oleh para budak atau sapi atau, pohon berhala atau jimat ... tetapi apakah orang Kristen!
Kembali ke atas kejahatan imam: ia tidak berbohong ketika dia mengatakan dia melakukan kejahatannya berdasarkan teks-teks Alkitab. Alih-alih sebuah percobaan tunggal, Anda juga harus mencoba Alkitab yang mengilhami dia untuk melakukannya. Kejahatannya dan tidak mewakili sebuah kasus individual, melainkan merupakan dampak negatif dari buku itu sebelum Mahrvoh berbohong kepada Allah dan para nabi dan rasul.
gay-pernikahan-di-churches.jpg
Gay perkawinan dalam gereja dan berkat dari para imam dan pendeta

08.00 ,
Uskup "Gene Robinson:" Akulah bersejarah Tuhan meminta saya untuk melakukan dan menikah dengan "pasangan saya" tercinta
Berkata, "Gene Robinson Gene Robinson" Uskup Gereja Episkopal bahwa Alkitab tidak melarang homoseksualitas dan bahwa pemahaman tradisional tentang apa yang Alkitab katakan tentang homoseksualitas adalah salah dan perlu untuk kembali menafsirkan. Dan bahwa ini adalah sama dengan pandangan sarjana Alkitab saat ini banyak.
Uskup menggambarkan normal apa yang dia lakukan, dengan mengatakan, "Saya menyadari bahwa peran sejarah tertentu Tuhan meminta saya untuk melakukan saat ini." Dia menambahkan, mengomentari ancaman untuk membunuh Dia, katanya: "Jika sesuatu terjadi pada saya, saya tahu saya melakukan apa yang saya melihat bahwa Tuhan meminta saya untuk!"
Dia mengatakan bahwa dia menyesal menikah normal pasangannya, pernikahan sipil gay "Mark Andrew", yang melanjutkan hubungan dengan dia selama 20 tahun ganjil.
Ini datang dalam dialog dengan Uskup yang abnormal saluran NBC dari Amerika Ditempatkan pada kesempatan buku tentang pengalamannya. Kami sangat senang untuk menyediakan video dari penerjemah bahasa Arab untuk suatu dialog dengan video lain dari beberapa imam terlibat dalam skandal seks dan perkosaan dalam gereja. Selain film dokumenter tentang pemerkosaan terhadap anak di dalam gereja.

 







DI suatu tempat di Prancis sekitar lima puluh tahun yang lalu, ada seorang berkebangsaan Turki berumur 50 tahun bernama Ibrahim. Ia adalah orangtua yang menjual makanan di sebuah toko makanan. Toko tersebut terletak di sebuah apartemen di mana salah satu penghuninya adalah keluarga Yahudi yang memiliki seorang anak bernama “Jad” berumur 7 tahun.
Jad, si anak Yahudi Hampir setiap hari mendatangi toko tempat di mana Ibrahim bekerja untuk membeli kebutuhan rumah. Setiap kali hendak keluar dari toko –dan Ibrahim dianggapnya lengah– Jad selalu mengambil sepotong cokelat milik Ibrahim tanpa seizinnya.
Pada suatu hari usai belanja, Jad lupa tidak mengambil cokelat ketika mau keluar, kemudian tiba-tiba Ibrahim memanggilnya dan memberitahu kalau ia lupa mengambil sepotong cokelat sebagaimana kebiasaannya. Jad kaget, karena ia mengira bahwa Ibrahim tidak mengetahui apa yang ia lakukan selama ini. Ia pun segera meminta maaf dan takut jika saja Ibrahim melaporkan perbuatannya tersebut kepada orangtuanya.
“Tidak apa, yang penting kamu berjanji untuk tidak mengambil sesuatu tanpa izin, dan setiap saat kamu mau keluar dari sini, ambillah sepotong cokelat, itu adalah milikmu”, ujar Jad sebagai tanda persetujun.
Waktu berlalu, tahun pun berganti dan Ibrahim yang seorang Muslim kini menjadi layaknya seorang ayah dan teman akrab bagi Jad si anak Yahudi
Sudah menjadi kebiasaan Jad saat menghadapi masalah, ia selalu datang dan berkonsultasi kepada Ibrahim. Dan setiap kali Jad selesai bercerita, Ibrahim selalu mengambil sebuah buku dari laci, memberikannya kepada Jad dan kemudian menyuruhnya untuk membukanya secara acak. Setelah Jad membukanya, kemudian Ibrahim membaca dua lembar darinya, menutupnya dan mulai memberikan nasehat dan solusi dari permasalahan Jad.
Beberapa tahun pun berlalu dan begitulah hari-hari yang dilalui Jad bersama Ibrahim, seorang Muslim Turki yang tua dan tidak berpendidikan tinggi.
14 Tahun Berlalu
Muslim Afsel
Jad kini telah menjadi seorang pemuda gagah dan berumur 24 tahun, sedangkan Ibrahim saat itu berumur 67 tahun.
Alkisah, Ibrahim akhirnya meninggal, namun sebelum wafat ia telah menyimpan sebuah kotak yang dititipkan kepada anak-anaknya di mana di dalam kotak tersebut ia letakkan sebuah buku yang selalu ia baca setiap kali Jad berkonsultasi kepadanya. Ibrahim berwasiat agar anak-anaknya nanti memberikan buku tersebut sebagai hadiah untuk Jad, seorang pemuda Yahudi.
Jad baru mengetahui wafatnya Ibrahim ketika putranya menyampaikan wasiat untuk memberikan sebuah kotak. Jad pun merasa tergoncang dan sangat bersedih dengan berita tersebut, karena Ibrahim-lah yang selama ini memberikan solusi dari semua permasalahannya, dan Ibrahim lah satu-satunya teman sejati baginya.
Hari-haripun berlalu, Setiap kali dirundung masalah, Jad selalu teringat Ibrahim. Kini ia hanya meninggalkan sebuah kotak. Kotak yang selalu ia buka, di dalamnya tersimpan sebuah buku yang dulu selalu dibaca Ibrahim setiap kali ia mendatanginya.
Jad lalu mencoba membuka lembaran-lembaran buku itu, akan tetapi kitab itu berisikan tulisan berbahasa Arab sedangkan ia tidak bisa membacanya. Kemudian ia pergi ke salah seorang temannya yang berkebangsaan Tunisia dan memintanya untuk membacakan dua lembar dari kitab tersebut. Persis sebagaimana kebiasaan Ibrahim dahulu yang selalu memintanya membuka lembaran kitab itu dengan acak saat ia datang berkonsultasi.
Teman Tunisia tersebut kemudian membacakan dan menerangkan makna dari dua lembar yang telah ia tunjukkan. Dan ternyata, apa yang dibaca oleh temannya itu, mengena persis ke dalam permasalahan yang dialami Jad kala itu. Lalu Jad bercerita mengenai permasalahan yang tengah menimpanya, Kemudian teman Tunisianya itu memberikan solusi kepadanya sesuai apa yang ia baca dari kitab tersebut.
Jad pun terhenyak kaget, kemudian dengan penuh rasa penasaran ini bertanya, “Buku apa ini?”
Ia menjawab, “Ini adalah Al-Qur’an, kitab sucinya orang Islam!”
Jad sedikit tak percaya, sekaligus merasa takjub,
Jad lalu kembali bertanya, “Bagaimana caranya menjadi seorang muslim?”
Temannya menjawab, “Mengucapkan syahadat dan mengikuti syariat!”
Setelah itu, dan tanpa ada rasa ragu, Jad lalu mengucapkan Syahadat, ia pun kini memeluk agama Islam!
Peta Afrika Selatan
Islamkan 6 juta orang
Kini Jad sudah menjadi seorang Muslim, kemudian ia mengganti namanya menjadi Jadullah Al-Qur’ani sebagai rasa takdzim atas kitab Al-Qur’an yang begitu istimewa dan mampu menjawab seluruh problema hidupnya selama ini. Dan sejak saat itulah ia memutuskan akan menghabiskan sisa hidupnya untuk mengabdi menyebarkan ajaran Al-Qur’an.
Mulailah Jadullah mempelajari Al-Qur’an serta memahami isinya, dilanjutkan dengan berdakwah di Eropa hingga berhasil mengislamkan enam ribu Yahudi dan Nasrani.
Suatu hari, Jadullah membuka lembaran-lembaran Al-Qur’an hadiah dari Ibrahim itu. Tiba-tiba ia mendapati sebuah lembaran bergambarkan peta dunia. Pada saat matanya tertuju pada gambar benua Afrika, nampak di atasnya tertera tanda tangan Ibrahim dan dibawah tanda tangan itu tertuliskan ayat :
((اُدْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ…!!))
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik!!…” [QS. An-Nahl; 125]
Iapun yakin bahwa ini adalah wasiat dari Ibrahim dan ia memutuskan untuk melaksanakannya.
Beberapa waktu kemudian Jadullah meninggalkan Eropa dan pergi berdakwah ke negara-negara Afrika yang di antaranya adalah Kenya, Sudan bagian selatan (yang mayoritas penduduknya adalah Nasrani), Uganda serta negara-negara sekitarnya. Jadullah berhasil mengislamkan lebih dari 6.000.000 (enam juta) orang dari suku Zulu, ini baru satu suku, belum dengan suku-suku lainnya.
Akhir Hayat Jadullah Al-Qur’ani
Jadullah Al-Qur’ani, seorang Muslim sejati, da’i hakiki, menghabiskan umur 30 tahun sejak keislamannya untuk berdakwah di negara-negara Afrika yang gersang dan berhasil mengislamkan jutaan orang.
Jadullah wafat pada tahun 2003 yang sebelumnya sempat sakit. Kala itu beliau berumur 45 tahun, beliau wafat dalam masa-masa berdakwah.
Kisah pun belum selesai
Ibu Jadullah Al-Qur’ani adalah seorang wanita Yahudi yang fanatik, ia adalah wanita berpendidikan dan dosen di salah satu perguruan tinggi. Ibunya baru memeluk Islam pada tahun 2005, dua tahun sepeninggal Jadullah yaitu saat berumur 70 tahun.
Sang ibu bercerita bahwa –saat putranya masih hidup– ia menghabiskan waktu selama 30 tahun berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan putranya agar kembali menjadi Yahudi dengan berbagai macam cara, dengan segenap pengalaman, kemapanan ilmu dan kemampuannya, akan tetapi ia tidak dapat mempengaruhi putranya untuk kembali menjadi Yahudi. Sedangkan Ibrahim, seorang Muslim tua yang tidak berpendidikan tinggi, mampu melunakkan hatinya untuk memeluk Islam, hal ini tidak lain karena Islamlah satu-satunya agama yang benar.
Yang menjadi pertanyaannya, “Mengapa Jad si anak Yahudi memeluk Islam?”
Jadullah Al-Qur’ani bercerita bahwa Ibrahim yang ia kenal selama 17 tahun tidak pernah memanggilnya dengan kata-kata: “Hai orang kafir!” atau “Hai Yahudi!” bahkan Ibrahim tidak pernah untuk sekedar berucap: “Masuklah agama Islam!”
Bayangkan, selama 17 tahun Ibrahim tidak pernah sekalipun mengajarinya tentang agama, tentang Islam ataupun tentang Yahudi. Seorang tua Muslim sederhana itu tak pernah mengajaknya diskusi masalah agama. Akan tetapi ia tahu bagaimana menuntun hati seorang anak kecil agar terikat dengan akhlak Al-Qur’an.
Kemudian dari kesaksian Dr. Shafwat Hijazi (salah seorang dai kondang Mesir) yang suatu saat pernah mengikuti sebuah seminar di London dalam membahas problematika Darfur serta solusi penanganan dari kristenisasi, beliau berjumpa dengan salah satu pimpinan suku Zulu. Saat ditanya apakah ia memeluk Islam melalui Jadullah Al-Qur’ani?, ia menjawab; tidak! namun ia memeluk Islam melalui orang yang diislamkan oleh Jadullah Al-Qur’ani.
Subhanallah, akan ada berapa banyak lagi orang yang akan masuk Islam melalui orang-orang yang diislamkan oleh Jadullah Al-Qur’ani. Dan Jadullah Al-Qur’ani sendiri memeluk Islam melalui tangan seorang muslim tua berkebangsaan Turki yang tidak berpendidikan tinggi, namun memiliki akhlak yang jauh dan jauh lebih luhur dan suci.
Begitulah hikayat tentang Jadullah Al-Qur’ani, kisah ini merupakan kisah nyata yang penulis dapatkan kemudian penulis terjemahkan dari catatan Almarhum Syeikh Imad Iffat yang dijuluki sebagai “Syaikh Kaum Revolusioner Mesir”. Beliau adalah seorang ulama Al-Azhar dan anggota Lembaga Fatwa Mesir yang ditembak syahid dalam sebuah insiden di Kairo pada hari Jumat, 16 Desember 2011 silam.
Kisah nyata ini layak untuk kita renungi bersama di masa-masa penuh fitnah seperti ini. Di saat banyak orang yang sudah tidak mengindahkan lagi cara dakwah Qur’ani. Mudah mengkafirkan, fasih mencaci, mengklaim sesat, menyatakan bid’ah, melaknat, memfitnah, padahal mereka adalah sesama muslim.
Dulu da’i-da’i kita telah berjuang mati-matian menyebarkan Tauhid dan mengislamkan orang-orang kafir, namun kenapa sekarang orang yang sudah Islam malah justru dikafir-kafirkan dan dituduh syirik? Bukankah kita hanya diwajibkan menghukumi sesuatu dari yang tampak saja? Sedangkan masalah batin biarkan Allah yang menghukumi nanti. Kita sama sekali tidak diperintahkan untuk membelah dada setiap manusia agar mengetahui kadar iman yang dimiliki setiap orang.
Mari kita renungi kembali surat Thaha ayat 44 yaitu Perintah Allah swt. kepada Nabi Musa dan Harun –’alaihimassalam– saat mereka akan pergi mendakwahi fir’aun. Allah berfirman,
((فَقُولاَ لَهُ قَوْلاً لَّيِّناً لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى))
“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut.”
Bayangkan, Fir’aun yang jelas-jelas kafir laknatullah, namun saat dakwah dengan orang seperti ia pun harus tetap dengan kata-kata yang lemah lembut, tanpa menyebut dia Kafir Laknatullah! Lalu apakah kita yang hidup di dunia sekarang ini ada yang lebih Islam dari Nabi Musa dan Nabi Harun? Atau adakah orang yang saat ini lebih kafir dari Fir’aun, di mana Al-Qur’an pun merekam kekafirannya hingga kini?
Lantas alasan apa bagi kita untuk tidak menggunakan dahwah dengan metode Al-Qur’an? Yaitu dengan Hikmah, Nasehat yang baik, dan Diskusi menggunakan argumen yang kuat namun tetap sopan dan santun?
Maka dalam dakwah yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana cara kita agar mudah menyampaikan kebenaran Islam ini.
Oleh karenanya, jika sekarang kita dapati ada orang yang kafir, bisa jadi di akhir hayatnya Allah akan memberi hidayah kepadanya sehingga ia masuk Islam.
Bukankah Umar bin Khattab dulu juga pernah memusuhi Rasulullah? Namun Allah berkehendak lain, sehingga Umar pun mendapat hidayah dan akhirnya memeluk Islam. Lalu jika sekarang ada orang muslim, bisa jadi di akhir hayatnya Allah mencabut hidayah darinya sehingga ia mati dalam keadaan kafir. Na’udzubillah tsumma Na’udzubillahi min Dzalik.
Karena sesungguhnya dosa pertama yang dilakukan iblis adalah sombong dan angkuh serta merasa diri sendiri paling suci sehingga tak mau menerima kebenaran Allah dengan sujud hormat kepada nabi Adam –’alaihissalam–. Oleh karena itu, bisa jadi Allah mencabut hidayah dari seorang muslim yang tinggi hati lalu memberikannya kepada seorang kafir yang rendah hati. Segalanya tiada yang mustahil bagi Allah!
Marilah kita pertahankan akidah Islam yang telah kita peluk ini, dan jangan pernah mencibir ataupun “menggerogoti” akidah orang lain yang juga telah memeluk Islam serta bertauhid. Kita adalah saudara seislam seagama. Saling mengingatkan adalah baik, saling melindungi akidah sesama muslim adalah baik. Marilah kita senantiasa berjuang bahu-membahu demi perkara yang baik-baik saja. Wallahu Ta’ala A’la Wa A’lam Bis-Shawab.*
Penulis adalah mahasiswa Program Licence Universitas Al-Azhar Kairo Konsentrasi Hukum Islam.
Facebook; Mustamid
Keterangan: Foto Penulis dan Muslim Afsel

Syekh Yusuf adalah ulama, sufi dan penyebar Islam hingga tanah Afrika.

Makam Syah Yusuf, penyebar Islam di Afrika (Foto: Rahmat Zeena, Makassar)
Makam Syah Yusuf, penyebar Islam di Afrika (Foto: Rahmat Zeena, Makassar)  
Muhammad Yusuf, atau sekarang lebih dikenal dengan Syekh Yusuf, adalah salah seorang tokoh spiritual dan fenomenal asal Sulawesi Selatan pada masanya hingga saat ini. Pria yang dilahirkan di Gowa, tahun 1626, atau empat abad silam, adalah ulama, sufi, dan penyebar Islam hingga tanah Afrika.

Ayah Syekh Yusuf bernama Abdullah Abul Mahasin, konon adalah seorang rakyat jelata tapi memiliki latar belakang keislaman yang kuat. Sebaliknya ibu Syekh Yusuf yang bernama Aminah, adalah seseorang yang masih memiliki keturunan langsung dari Sultan Al Aladin.

Berdasarkan penuturan asisten juru kunci Makam Syekh Yusuf, Rahmat, Syekh Yusuf remaja sejak awal memang dididik oleh keluarga secara islami. Ia ditempa dengan berbagai ilmu seperti ilmu tauhid, fikih dan bahasa Arab. Pada usia 15 tahun, ia memperdalam ilmu agamanya ke Syekh Jalaluddin Al-Aidid di Cikoang, wilayah pesisir Kabupaten Takalar.

Syekh Yusuf dikenal sebagai seorang yang haus dengan ilmu agama. Hanya tiga tahun menempa ilmu di Cikoang, atau berusia sekitar 18 tahun, ia kembali ke Makassar dan menikah dengan Putri Raja Gowa. Masih dalam suasana pengantin baru, ia kemudian nekad meninggalkan tanah kelahirannya, dan pergi ke  Timur Tengah. Tujuannya untuk lebih memperdalam ilmu agama yang telah dimilikinya.

Dalam perjalannya itu, tutur Rahmat, Ia mula-mula naik kapal Melayu dari Pelabahuan Makasar menuju Pelabuhan Banten. Di daerah tersebut, ia menetap beberapa lama untuk belajar ilmu agama serta menjalin hubungan pribadi yang erat dengan kalangan elite Kesultanan Banten, yang saat itu diperintah oleh Abul Mafakhir Abdul Qadir’ (1037-63/1626-51).

Dari Banten, Yusuf kemudian berangkat menuju Aceh dan berguru pada Ar-Raniri, kemudian ke India, dan berakhir di Yaman, Timur Tengah. Di Yaman ia berguru kepada Muhammad  Abdul Baqi An-Naqsyabandi dan  Sayyid Ali  Az-Zabidi.

"Dari Yaman, ia kemudian   melanjutkan perjalanannya ke Mekkah dan Madinah," papar Rahmat lagi.

Beberapa catatan sejarah menyebutkan, ulama-ulama yang menjadi gurunya selama di Makkah dan di Madinah adalah Ahmad Al-Qusyasyi, Ibrahim Al-Kurani, dan Hasan Al-‘Ajami.
Tak cukup di Saudi Arabia, Yusuf masih melanjutkan perjalanan ke pusat pengetahuan Islam di Timur Tengah, Damaskus. Yusuf  belajar dengan salah seorang ulamanya yang terkemuka Ayyub bin  Ahmad bin  Ayyub Ad-Dimasyqi Al-Khalwati. 
"Di Damaskulah ia mendapat gelar At-Tajul Khalwati, atau Mahkota Khalwati," ujar Rahmat lagi.

Dari Damaskus, ia kemudian kembali ke Mekah sebelum  pulang ke kampung halamannya, yang saat itu masih bernama Nusantara. Dalam perjalanan mencari ilmu itu, memakan waktu sekitar 20 tahun, dan pada usia 38 tahun, ia sempat menjadi pengajar di Arab Saudi.

Sekembalinya dari Timur Tengah, Syekh Yusuf tidak langsung pulang ke Makassar. Ia justru singgah di Banten dan mengembangkan seluruh ilmunya di tanah Banten. Tidak disebutkan alasan utama sehingga memilih Banten, namun beberapa informasi menyebutkan, Yusuf tidak kembali ke Goa, sekarang Gowa, karena Islam tidak diperlakukan semestinya. Banyak perbuatan yang dianggap melecehkan Islam, seperti berjudi, mengadu ayam, meminun arak serta menghidupkan lagi animisme tanpa ditindak oleh Sultan.

Ia kemudian memilih Banten dan menjadi penasihat agama bagi Sultan Ageng Tirtayasa. Di Banten itu pula, Syekh Yusuf tidak hanya menjadi guru dan ulama. Tapi Syekh Yusuf ikut serta melakukan gerilya melawan Belanda dengan memimpin 4.000 tentara asal Bugis Makassar.

Perlawanan yang gigih terhadap penjajah itu akhirnya berakhir pada pada tahun 1682. Tepatnya di bulan September, Syekh Yusuf bersama dua istrinya, beberapa anak, 12 murid dan sejumlah pembantunya ditangkap dan dibuang di Seilon (kini Srilanka).

Di negara itu, Syekh Yusuf lagi-lagi berbagi ilmu dan banyak menulis buku-buku keagamaan dalam bahasa Arab, Melayu, dan Bugis. Dia juga mengorganisir orang-orang Nusantara yang melakukan haji dan singgah di Srilanka.

Pemerintah Kumpeni rupanya terusik dengan aktivitas Syekh Yusuf yang masih gencar melakukan dakwah. "Karena masih merasa terancam, penjajah kemudian memindahkan Syekh Yusuf ke Kaapstad di Afrika Selatan," ungkap Rahmat.

Saat itu, Syekh Yusuf dan 49 pengikutnya ditempatkan di Zandveliet dekat muara Sungai Eerste, 35 kilometer dari ibu kota Afrika Selatan, Cape Town. Tempat ini belakangan diubah oleh masyarakat Afrika menjadi Macassar Downs dan pantai bernama Macassar Beach.

Meski diasingkan, aktivitas dakwah tidak berhenti begitu saja. Ia bahkan semakin memantapkan pengajaran Islam kepada pengikut-pengikutnya. Ia juga mempengaruhi orang-orang buangan lainnya, yang kebanyakan berasal dari budak, untuk melakukan perlawanan.

Berselang lima tahun, atau pada 23 Mei 1699, Syekh Yusuf meninggal dalam usia 73 tahun. Ia dimakamkan di tempat itu juga. Kabar meninggalnya ulama yang bergelar Syekh Yusuf Tuanta Salamaka ini langsung beredar luas, termasuk pemerintah kompeni di Batavia dan Raja Gowa, Sultan Abdul Jalil.

Atas permintaan Raja Gowa, tahun 1705, jenazah Syekh Yusuf dipulangkan ke Makassar, dan dimakamkan di Lakiung, atau saat ini lebih dikenal dengan Ko'bang, yang berada di Jalan Syekh Yusuf, perbatasan Gowa dan Makassar.

"Beliau yang mulia dimakamkan pada 6 April 1705 atau 12 Zulhijjah 1116 H," pungkas Rahmat. (Laporan: Rahmat Zeena, Makassar)

Kedatangan Islam di Afrika Utara terjadi pada masa kekhalifahan Umar Ibn al-Khathab. Pada masa itu kekuasaan Islam di tahun 640 M, sudah berhasil memasuki Mesir di bawah komando ‘Amr ibn al-‘Ash.


Pada masa kekhalifahan Usman ibn Affan penaklukan Islam sudah meluas sampai ke Barqah dan Tripoli. Penaklukan atas dua wilayah itu dimaksudkan untuk menjaga keamanan daerah Mesir. Penaklukan itu tidak berlangsung lama, karena gubernur-gubernur Romawi menduduki kembali wilayah-wilayah yang telah ditinggalkan itu. Namun kekejaman dan pemerasan yang mereka lakukan telah mengusik ketenteraman pendududk asli, sehingga tidak lama kemudian penduduk asli sendiri memohon kepada orang-orang muslim untuk membebaskan mereka dari kekuasaan Romawi. Pada waktu kekuasaan Islam sudah berpindah kepada Muawwiyah Ibn Sufyan khalifah pertama bani Ummayah. Ia bertekad untuk memberikan pukulan terakhir kepada kekuasaan Romawi di Afrika Utara, dan mempercayakan tugas ini kepada seorang panglima masyhur Uqbah Ibn Nafi al-Fikri (W. 683 M), yang telah menetap di Barqah sejak daerah itu ditaklukan.


Pada tahun 50 H/670 M ‘Uqbah mendirikan kota militer yang termasyhur, Kairawan, disebelah selatan Tunisia. Tujuannnya adalah untuk mengendalikan orang-orang Barbar yang ganas dan sukar diatur,dan juga untuk menjaga terhadap perusakan-perusakan yang dilakukan oleh orang-orang Romawi dari laut. Perjalanan ‘Uqbah yang cemerlang itu dan pukulan-pukulannya yang menghancurkan orang-orang Romawi dan Barbar, telah membuat negeri itu aman selama beberapa tahun.

Akan tetapi, pada tahun 683 M orang-orang Islam di Afrika utara mengalami kemunduran yang hebat, karena orang-orang Barbar dibawah kepemimpinan Kusailah bangkit memberontak dan mengalahkan ‘Uqbah. Dia dan seluruh pasukannya tewas dalam pertempuran. Sejak saat itu orang-orang Islam tidak berdaya mengembalikan kekuasaannya di Afrika Utara, karena selain berhadapan dengan bangsa Barbar juga ada bangsa Romawi yang memanfaatkan kesempatan dalam pemberontakan tersebut.

Dalam kondisi seperti ini penyebaran Islam tidak bisa menyebar dengan baik keadaan ini berlanjut hingga terjadi pergantian Gubernur dari Hasan Ibn Nu’man kepada Musa Ibn Nusair tahun 708 M, pada awal pemerintahan al-Walid Ibn Abdul Malik (86-96 H)/705-715 M. bahkan pergantian pimpinan ini pun juga mendorong orang-orang Barbar mengadakan pemberontakan untuk melepaskan diri dari kekuasaan Islam. Musa dapat mematahkan pemberontakan mereka, dan untuk mengantisipasi timbulnya pemberontakan lagi dia menetapkan kebijakan “Perujukan”, yaitu menempatkan orang-orang Barbar kedalam pemerintahan orang-orang Islam.

Ketika pemerintahahan dipegang oleh Musa, di Afrika Utara terjadi perubahan sosial dan politik yang cukup drastis. Perlawanan orang-orang Barbar yang ganas dapat dihancurkan domanasi politik berada di tangan orang orang muslim dan da’wah Islam yang menyebar dengan kecepatan yang luar biasa. Hal-hal inilah yang menyebabkan sebagian sejarawan menganggap Musa Ibn Nusair sebagai penakluk yang sesungguhnya atas Afrika Utara.

Satu hal perlu dikemukakan bahwa seluruh pemberontakan yang terjadi di Afrika Utara dilakukan oleh orang-orang Barbar dan kaum Khawarij. Tidak diketahui bagaimana faham Khorijiah masuk ke daerah itu dan kemudian menyebar disana. Yang pasti semangat egalitarian dan karakter oposisinya terhadap pemerintahan Bani Umayyah telah mereflesikan aspirasi orang-orang Barbar.

Oleh karena itu, dapat diduga bahwa kesamaan aspirasi itulah yang menyebabkan faham keagamaan tersebut mudah diterima oleh orang-orang Barbar, bahkan kira-kira pada tahun 132 H/750 M, hampir seluruh orang Afrika Utara menganut faham ini.

Adapun proses masuknya Islam ke Andalusia terjadi pada masa Khalifah al-Walid (705-715 M) salah seorang khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Sebelum dikalahkan dan kemudian di kuasai Islam dikawasan ini terdapat kantung-kantung yang menjadi basis kerajaan Romawi, yaitu kerajaan Gothik. Kerajaan ini sering menghasut penduduk agar membuat kerusuhan dan menentang kekuasaan islam sesudah kawasan ini betul-betul sudah dapat dikuasai, umat Islam mulai memusatkan perhatiannya untuk menaklukan Andalusia. Dengan demikian, Afrika utara menjadi batu loncatan bagi kaum Muslimin dalam penaklukan wilayah Andalusia.6.

Dalam proses penaklukan spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan kesana. Mereka adalah Tarif Ibn Malik, Tariq Bin Ibn Ziyad dan Musa Ibn Nushair. Tarif dapat dikatakan sebagai perintis dan penyelidik. Yang menyeberangi selat yang ada diantara selat Marokko dan benua Eropa dengan satu pasukan perang, 500 orang diantaranya adalah tentara berkuda, mereka menaiki empat buah kapal yang telah disediakan oleh Julian.7 Dalam penyerbuan itu tarif tidak mendapatkan perlawanan yang berarti ia kembali ke Afrika Utara membawa harta rampasan yang tidak sedikit jumlahnya. Didorong oleh keberhasilah Tarif dan kemelut yang terjadi dalam kerajaaan Gothik serta didorong untuk memperoleh harta rampasan perang Musa Ibn Nushair pada tahun 711 M mengirim pasukan ke Andalusia sebanyak 7000 orang dibawah pimpinan Thariq Ibn Ziyad8.

Thariq Ibn Ziyad lebih banyak dikenal sebagai penakluk spanyol, karena pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata pasukannya terdiri dari sebagian besar suku Barbar yang didukung oleh Musa Ibn Nushair dan sebagian lagi orang Arab yang dikirim Khalifah al-Walid.

Pasukan Tariq dapat menaklukan kota-kota penting seperti cordova, Granada, dan Toledo (Ibu kota kerajaan Gothia).

Kemenangan pertama yang dicapai oleh Thariq Ibn Ziyad membuka jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Untuk itu, Musa Ibn Nushair merasa perlu melibatkan diri dalam gelanggang pertempuran dengan maksud membantu perjuangan Thariq. Dengan suatu masukan yang besar ia berangkat saat itu menyebrangi selat Gibraltar dan satu persatu kota yang dilewatinya dapat ditaklukan musa dapat menaklukan Sidonia, Carmona, Sevile, dan Merida serta mengalahkan penguasa kerajaan Gothia, Theodomir di Orihuela. Kemudian ia bergabung dengan Thariq di Toledo. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya, mulai dari Saragosa sampai Navarre.

Kemenangan-kemenangan yang dicapai oleh umat islam nampak begitu mudah hal itu tidak dipisahkan dari adanya faktor Eksternal dan Internal yang menguntungkan. Yang dimaksud dengan faktor Eksternal adalah suatu kondisi yang terdapat dalam negeri spanyol sendiri pada masa penaklukan Andalusia oleh orang-orang islam kondisi social, politik, dan ekonomi negeri ini berada dalam keadaan yang menyedihkan. Secara politik wilayah Andalusia terkoyak-koyak dan terbagi-bagi dalam beberapa Negara kecil.

Didalam suatu kondisi seperti itu kaum tertindas menanti kedatangan juru pembebas dan juru pembebasnya mereka temukan dari orang Islam.

Buruknya kondisi social, ekonomi dan keagamaan tersebut terutama disebabkan oleh keadaan politik yang kacau. Kondisi terburuk terjadi pada masa pemerintahan raja Roderick, raja Gothia terakhir yang dikalahkan islam.

Adapun yang dimaksud faktor Internal adalah suatu kondisi yang terdapat dalam tubuh penguasa, tokoh-tokoh pejuang dan para prajurit islam yang terlibat dalam penaklukan wilayah Andalusia. Para pemimpin adalah tokoh-tokoh yang kuat, tentaranya kompak, dan penuh percaya diri.

Yang tak kalah pentingnya adalah ajaran Islam yang ditunjukan oleh tentara Islam yaitu toleransi persaudaraan, dan gotong royong. Sikap toleransi agama dan persaudaraan yang terdapat dalam pribadi kaum muslimin itu menyebabkan penduduk Andalusia menyambut kehadiran islam disana9.

Pada periode awal pemerintahan Islam di Andalusia pemerintahan dijabat oleh para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayyah di Damaskus pada periode ini stabilitas politik belum tercapai secara sempurna sering terjadi gangguan dari dalam maupun dari luar.gangguan dari dalam antara lain berupa perselisihan diantara elit penguasa, terutama akibat perbedaan etnis dan golongan disamping itu, terdapat perbedaan pandangan antara khalifan di Damaskus dan Gubernur di Afrika Utara yang berpusat di Kairawan, oleh karena itu terjadi dua puluh kali pergantian wali dalam kurun waktu yang amat singkat.

Gangguan dari luar datang dari sisa-sisa musuh Islam di Andalusia yang bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang memang tidak pernah tunduk kepada pemerintah islam.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget