Latest Post

09.36 ,
Demi membuktikan ke validan kitab suci bible 918 orang kristen meminum racun secara ramai-ramai,namun semuanya tewas mengenaskan.

INILAH VIDEO, Kristen berjumlah 918 tewas semuanya..! gara2 minum racun karena anjuran dari kitab bible mereka yang katanya kalo racun ini di minum maka tidak akan mendapat celaka... tau2nya tewas semuanya... 918 mengenaskan akibat meminum racun tersebut,dan pada bagian kedua dari video ini di bongkar trik kebohongan seorang pendeta yang berbohong mengenai penyembuhan penyakit di atas panggung.. hahahah :D
 

Sebuah kontes ciuman sekarang sedang marak untuk memperingati Valentine atau Hari Kasih Sayang. Tapi, kontes ciuman ini bukan kontes seperti biasanya. Kontes ciuman unik ini dilakukan dengan seekor anjing.
Kontes Ciuman bersama anjing ini diselenggarakan di toko Planet Dog di Portland, Maine, Amerika Serikat (AS).
 Seperti dilansir Oddity Central, S), aturan dalam kontes ciuman ini adalah membiarkan anjing peliharaan mereka menjilati wajah pemiliknya. Sebelumnya para peserta diharuskan membayar uang pendaftaran sebesar USD5 atau sekira Rp48 ribu (Rp9.662 per USD).

 
Pemenangnya adalah yang melakukan ciuman paling lama dan berhak mendapatkan sertifikat serta uang tunai sebesar USD75 atau sekira Rp724 ribu.
Kontes ciuman ini diselenggarakan untuk memperlihatkan kasih saying anjing terhadap pemiliknya dan juga untuk amal, semua keuntungan dari kontes ini akna disumbangkan ke Yayasan Dog Planet.
Pemenang kontes pada tahun ini adalah anjing bernama Yorkie yang berusia 12 tahun dan pemiliknya, Linda Walton. Ciuman mereka berlangsung selama 45,8 detik.
Ditempat kedua adalah anjing bernama Sunny, asal Staffordshire beserta pemiliknya, Casey Mountain asal Staffordshire. Ciuman Sunny dan Mountain berlangsung selama 16,8 detik. Sedangkan Django dan pemiliknya, Erik Boucher berada di posisi ketiga dengan 11,7 detik.
 

Kiprah Aceng Fikri, Bupati Garut yang kini dalam proses menuju pelengseran, telah menjadi buah bibir nasional. Bukan karena prestasinya membangun Garut, namun karena kiprahnya terkait wanita.

Nama Aceng menjadi tenar ketika dia menceraikan Fanny Octora dalam waktu empat hari karena gadis 18 tahun ternyata tidak perawan. Kasus ini pun makin membuat pikiran Aceng runyam ketika berhadapan dengan hukum.

Dari jalur politik, bahkan tak kalah runyamnya. Mahkamah Agung (MA) telah memakzulkan Aceng dari posisinya sebagai Bupati Garut karena terbukti melanggar etika.

Kini Aceng tinggal menunggu waktu duduk sebagai orang nomor satu di kabupaten yang terkenal dengan dodolnya itu. Dengan demikian, Aceng adalah kepala daerah pertama yang dilengserkan karena wanita.

Lantas, siapa saja wanita yang pernah dinikahi Aceng?


1. Nurohimah

 

Nurohimah adalah istri pertama Aceng yang dinikahi secara resmi. Namanya muncul setelah kasus Aceng yang menceraikan Fanny Octora dalam waktu empat hari, menjadi pergunjingan publik.

Nurohimah dinikahi Aceng Fikri pada tahun 1995. Dari Nurohimah, Aceng mendapatkan tiga orang anak, yakni Muhamad Arif Rifal Islami,  Riza A Fauziah Anwar, dan Arrazi Pilar Nusantara.

Ketika Aceng dihujani kritik karena pernikahannya dengan Fanny, Nurohimah justru membela suaminya itu.

"Justru saya menganggap sekarang ini suami saya tengah dizalimi dan menjadi korban penganiayaan," ujarnya kepada wartawan saat itu.

"Saya berharap semoga Allah segera menyadarkan pihak-pihak yang telah berbuat zalim dan aniaya tersebut. Itu selalu saya lantunkan dalam setiap doa saya," ujarnya.

2. Fanny Octora

 

Dinikahi pada Juli 2012, Fanny Octora adalah wanita yang membuat nama Aceng Fikri menjadi cemoohan publik. Bagaimana tidak, wanita 18 tahun itu diceraikan Aceng dalam waktu empat hari karena ternyata sudah tidak perawan. Bahkan, perceraian itu dilakukan Aceng hanya via SMS.

Tentu Aceng membantah semua hal itu. Entah siapa yang benar, yang jelas karena kasus itu Aceng telah dilengserkan dari jabatan Bupati Garut. Aceng akan benar-benar berhenti ketika presiden menerbitkan surat pemberhentiannya.

Fanny juga pernah melaporkan Aceng ke Polda Jabar dengan empat pasal sekaligus. Namun, kedua pihak akhirnya berdamai, kendati Polda Jabar tidak serta merta menghentikan penyelidikan kasus pidana itu.

3. Shinta

 

Nama Shinta menyeruak ketika perselisihan Aceng dengan Fanny Octora, wanita 18 tahun yang diceraikannya dalam waktu empat hari, berujung damai. Shinta juga mengaku pernah juga dinikahi Aceng. Tapi baru dua bulan, wanita asal Karawang ini juga dicerai Aceng.

Shinta dinikahi Aceng pada 13 maret 2011. Namun pada 28 Juni 2011, Aceng menjatuhkan talak atau cerai kepada Shinta. Keluarga Shinta tak terima dan berniat melaporkan Aceng ke Mabes Polri.

Aceng menyebut alasan cerainya dengan Shinta mertuanya Bambang Koosbayono sering memerasnya hingga puluhan juta. Namun Bambang membantah hal tersebut.

"Saya akan datang ke Mabes Polri untuk klarifikasi karena saya dikira memeras Fikri puluhan juta rupiah," ujar Bambang saat berbincang dengan merdeka.com saat itu.

Menurut Bambang, tudingan Aceng bahwa dirinya memeras adalah fitnah belaka. Menurutnya, justru saat menikah Aceng berjanji akan memberikan materi berlimpah kepada anaknya, namun hal itu hanya isapan jempol.

"Pada saat nikah anak saya dijanjikan rumah, mobil, dan segala macam tapi itu semua bohong," terang Bambang.

Kubu Aceng sendiri santai menghadapi tuntutan Shinta. Pengacara Aceng Ujang Sujai membantah kliennya pernah menikahi Shinta. Ujang menilai hal ini untuk kampanye hitam menjatuhkan Aceng.

4. Ratu Leni Anggraeni

 

Ratu Leni Anggraeni adalah wanita keempat yang dinikahi Aceng. Dia tak lain adalah salah satu pengacara yang mendampingi Aceng saat berurusan dengan Polda Jabar dalam kasus dugaan jual-beli jabatan.

Penampilan Leni menarik perhatian dengan rok dan rambut panjang tergerai. Dia juga kerap menebar senyum. Tapi Leni pelit bicara soal dirinya maupun kasus Aceng.

"Jangan tanya saya yah, nanti aja tunggu hasilnya. Entar tanya-tanya ketua tim penguasa Mas Edwin aja," kata Leni kepada merdeka.com, saat bergegas ke kamar kecil dari ruang pemeriksaan, Selasa (29/1).

Layaknya perempuan lainnya, sambil mendampingi pemeriksaan Aceng, Ratu juga sesekali berkaca diri. Menyisir, menggunakan pemerah bibir (lipstik).

Ternyata dari situ, semua berawal. Seringnya berinteraksi dengan Leni membuat Aceng jatuh cinta. Keduanya menikah secara siri tiga minggu lalu di Hotel Panghegar Bandung. Kuasa Hukum Aceng yang dikonfirmasi merdeka.com membenarkan hal itu.

06.30
Tony Blair
Para pengusung kapitalisme Barat benar-benar ketakutan terhadap upaya penerapan Islam kaaffah dalam bingkai negara. Hal itu setidaknya terungkap dari pernyataan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair seperti dilansir guardian.co.uk, Ahad (3/2).
 
Dengan mengistilahkan para pejuang Islam  (mujahidin) sebagai teroris, Blair mendukung kebijakan Inggris yang membantu Perancis menyerang para mujahidin di Mali. Ia pun mengingatkan pada publik Barat bahwa para mujahidin di Suriah – yang dengan tegas akan mendirikan khilafah dan menolak sistem demokrasi—merupakan unsur ekstrim yang lebih berbahaya dari sekedar oposisi rezim Assad.
Blair mengatakan Inggris benar ketika mengirim pasukannya dalam mendukung upaya Perancis di Mali untuk mengalahkan teroris untuk menggulingkan pemerintah negara itu.
Perdana Menteri Inggris David Cameron menghadapi keputusan sulit untuk memerangi terorisme, kata Blair, namun memperingatkan biaya yang dihadapi akan jauh lebih besar.
Inggris setidaknya harus mencoba dan “membentuk” peristiwa-peristiwa di Timur Tengah, sambil menambahkan kepada wartawan BBC Andrew Marr bahwa di Suriah sudah ada bahaya unsur-unsur yang lebih ekstrim dari kekuatan oposisi melawan rezim Presiden Bashar al-Assad yang akan mengambil alih kekuasaan.
Bahkan perang melawan Islam, seperti yang diistilahkan Blair sebagai perang melawan teroris, merupakan perang yang sangat panjang seperti panjangnya perang melawan komunisme. Hingga bisa berlangsung dalam satu generasi.
“Kami tentu berbicara tentang sebuah generasi. Saya kira cara yang lebih baik untuk melihat hal ini adalah seperti pertarungan Barat yang telah dilakukan dalam jangka waktu yang panjang dengan komunisme revolusioner.”
Blair pun mengatakan: “Hal ini akan terjadi dalam teater yang berbeda-beda, akan terjadi dalam berbagai cara namun kenyataannya adalah bahwa Anda tidak memiliki pilihan kecuali untuk menghadapinya, untuk mencoba dari waktu ke waktu untuk mengalahkannya.”[] rz/joy

Salah satu film perusak aqidah adalah Film “?” yang disutradarai oleh HANUNG BRAMANTYO dan diproduseri oleh ERICK TOHIR pimpinan MAHAKA PICTURE dan MAHAKA MEDIA yang menerbitkan HARIAN REPUBLIKA. Film “?” diiklankan seperempat halaman berwarna di Republika hari Kamis 7 April 2011 dengan tulisan besar di tengah iklan : “Masih pentingkah kita berbeda ?” Dan dalam deretan sponsor tertera logo tulisan “Republika”. Sehari sebelumnya, dalam Wawancara Eksklusif Republika yang menghabiskan satu halaman penuh, Hanung Bramantyo mempropagandakan film “?” dan menolak stempel pluralis mau pun liberalis untuk filmnya tersebut, dengan dalih “maksud” yang ada dalam hati dan benaknya tidak seperti yang “dipahami” orang lain.
Dalam kesempatan lain, sang sutradara menyebutkan hal- hal positif dalam filmnya untuk “menjustifikasi” hal-hal negatif dalam film tersebut yang disorot dan diprotes keras oleh masyarakat. Sang sutradara lupa atau pura-pura lupa bahwa pokok persoalannya bukan terletak pada hal-hal yang sudah positif, tapi justru terletak pada hal-hal negatif yang diprotes umat Islam. Lagi pula, walau dalam film tersebut ada berjuta kebaikan, namun jika dengan sengaja diselipkan suatu propaganda kesesatan, maka tetap sesat dan tetap akan jadi persoalan. Bahkan berjuta kebaikannya akan dipahami sebagai kamuflase untuk menutupi kesesatannya, sekaligus untuk dijadikan alasan justifikasi atas kesesatan tersebut.
Masyarakat awam adalah tingkatan kelompok orang yang lugu dan polos dengan pola pikir yang sangat sederhana. Mereka hanya “memahami” dari apa yang mereka dengar, lihat, tonton dan saksikan dari film tersebut, bukan “menafsirkan” apa yang dimaksud sang sutradara atau produsernya. Film “?” telah menyajikan sejumlah statement dan agenda yang memberi kesan kepada masyarakat awam sebagai berikut :
  • 1. Dalam film “?” ada adegan pendeta ditusuk, gereja dibom, restoran Cina diserang secara anarkis oleh sekelompok masyarakat muslim di Hari Lebaran, dan sekelompok pemuda muslim bersarung dan berpeci mencerca seorang Cina yang dibalas dengan bahasa Jawa yang artinya “Dasar Teroris Anjing”.
Kesan untuk masyarakat awam bahwasanya orang Islam itu bengis, biadab dan jahat. Walau pun dalam adegan penusukan pendeta dan pengeboman gereja tidak jelas pelaku dan motifnya, namun dengan rentetan adegan lainnya tersebut mengarahkan kesan kepada umat Islam.
  • 2. Dalam film “?” ada cerita tentang Rika yang semula muslimah, kemudian murtad masuk nashrani karena kecewa suami berpolygami. Rika pun berdalih bahwa kemurtadannya bukan berarti membenci atau pun mengkhianati Tuhan. Sepanjang cerita Rika ditampilkan sebagai sosok yang ideal, toleran, arif dan bijak. Ibu dan anak Rika yang semula menentang kemurtadan Rika, akhirnya bisa menerima. Dalam cerita ini ada narasi : “…semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama; mencari satu hal yang sama, dengan satu tujuan yang sama, yaitu Tuhan.”
Kesan untuk masyarakat awam bahwasanya :
a. Syariat polygami itu buruk karena merusak rumah-tangga dan menyebabkan orang murtad.
b. Murtad itu bukan mengkhianati Tuhan, sehingga tidak mengapa orang murtad.
c. Rika murtad tapi ideal, toleran, arif dan bijak, sehingga orang murtad pantas untuk diterima secara baik.
d. Sikap Ibu dan anak Rika yang menentang kemurtadan Rika adalah sikap “tidak toleran”, sehingga akhirnya dikalahkan oleh sikap “toleran” dengan menerima kemurtadan Rika.
e. Semua agama benar dan sama menuju Tuhan yang satu. (-Pluralisme-).
  • 3. Dalam film “?” ada cerita tentang Surya yang bermain drama pada Hari Raya Paskah di gereja dengan peran menjadi Yesus. Sebelum pentas, Surya latihan Yesus disalib di dalam masjid, lalu direstui oleh Ustadz yang mengajar di masjid tersebut. Saat pentas di gereja pun banyak orang berpenampilan muslimin dan muslimat yang ikut berpatisipasi menonton dan membagikan bingkisan Paskah kepada jemaat gereja.
Kesan untuk masyarakat awam bahwasanya :
a. Orang Islam main drama di gereja dan berperan sebagai Yesus tidak mengapa.
b. Latihan drama Yesus disalib dalam masjid juga tidak mengapa.
c. Orang Islam ke gereja untuk ikut merayakan Paskah pun tidak mengapa.
d. Islam ke gereja , Yesus dan Salib ke Masjid sama saja. (-Pluralisme).
  • 4. Dalam film “?” ada cerita tentang Menuk, seorang wanita muslimah berjilbab, yang kerja di restoran Cina yang menjual dan menyajikan Babi. Saat shalat Menuk melaksanakan shalat di tempat kerjanya, dan saat tugas Menuk menghidangkan Babi dengan nyaman tanpa ada sikap galau atau pun riskan.
Kesan untuk masyarakat awam bahwasanya menjadi seorang muslim tidak harus menjadi halangan untuk menjual / memotong / menghidangkan Babi. Bahkan ada kesan untuk mengajak masyarakat untuk menghalalkan Babi. Walau pun pemilik restoran menyatakan dalam film tersebut bahwa alat masak untuk Babi harus dipisah dengan alat masak untuk Udang, Cumi dan Ayam, tapi ia juga menyatakan bahwa Daging Babi itu “lebih gurih”, tidak perlu bumbu apa pun seperti memasak Udang, Cumi dan Ayam.
  • 5. Dalam film “?” ada cerita tentang Tan Kat Sun pemilik restoran Cina penjual Babi, yang toleran terhadap karyawan muslimnya dengan mempersilahkan shalat, namun akhirnya mati pasca penyerangan restoran Cinanya oleh sekelompok orang Islam. Diceritakan juga bahwa restoran Cina penjual Babi tersebut di bulan puasa ramadhan merugi karena sepi pengunjung.
Kesan untuk masyarakat awam bahwa orang non muslim sangat toleran terhadap umat Islam, tapi tidak sebaliknya. Dan juga mengesankan bahwa pelanggan restoran Cina penjual Babi tersebut adalah umat Islam, sehingga ketika umat Islam sedang puasa Ramadhan maka restoran menjadi sepi pengunjung.
Selain itu semua, masih ada lagi adegan Asmaul Husna dibaca dengan nada sinis dan melecehkan oleh pendeta di dalam gereja. Lalu ibu kost berjilbab yang judes dan bakhil.
Berdasarkan itu semua maka Front Pembela Islam mengingatkan segenap umat Islam :
1. Bahwa agama yang benar adalah Islam, selain Islam tidak benar.
2. Bahwa Islam sangat menghargai perbedaan agama (Pluralitas), tapi menolak pencampur-adukan agama (Pluralisme).
3. Bahwa Islam menolak segala bentuk penodaan terhadap agama apa pun.
4. Bahwa “Murtad” bukan bagian kebebasan beragama, tapi merupakan penodaan agama.
5. Bahwa “Murtad” adalah perbuatan terkutuk dan merupakan dosa besar yang haram dilakukan oleh umat Islam. Pelakunya wajib bertaubat atau dihukum mati.
6. Bahwa Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) adalah paham sesat dan menyesatkan bukan dari ajaran Islam.
7. Bahwa umat Islam haram mencampur-adukan aqidah dan ibadah dengan agama apa pun, termasuk merayakan hari besar umat beragama di luar Islam.
8. Bahwa Liberal adalah musuh besar Islam dan pembangkangan Liberal terhadap Allah SWT lebih Iblis daripada Iblis.
9. Bahwa umat Islam wajib tunduk dan patuh kepada Hukum Allah SWT.
10. Bahwa umat Islam wajib membela agamanya dari segala bentuk penodaan.

Selanjutnya Front Pembela Islam menyatakan :
  • 1. Bahwa Film “?” adalah FILM LIBERAL yang sesat dan menyesatkan, sehingga haram ditonton oleh umat Islam dan harus dilarang pemutarannya oleh pemerintah RI.
  • 2. Bahwa Erick Tohir dengan Mahaka Picture dan Mahaka Media serta Republikanya harus menarik film “?” dari peredaran, dan meminta maaf kepada umat Islam, serta berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahannya. Jika tidak, maka umat Islam diserukan untuk memboikot Erick Tohir dan semua medianya.
  • 3. Bahwa Hanung Barmantyo harus menghentikan peredaran film “?”, dan bertaubat kepada Allah SWT, serta menyudahi sikap Liberalnya selama ini yang selalu menyerang Islam. Jika tidak, maka umat Islam diserukan untuk menjadikannya sebagai musuh Islam.
  • 4. Bahwa Lembaga Sensor Film (LSF) tidak boleh meloloskan film apa pun yang merusak aqidah dan akhlaq umat Islam, termasuk film “?”, serta wajib melakukan reformasi kepengurusan agar tidak disusupi atau ditunggangi oleh unsur-unsur Liberal dari kelompok mana pun. Jika tidak, maka bubarkan LSF dan kembalikan wewenang perfilman kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi atau kementerian lain yang berkompeten.
  • 5. Bahwa semua anggota masyarakat diserukan untuk tidak membeli / menyewa / memutar / menonton / mensponsori film apa pun yang merusak aqidah dan akhlaq umat Islam, termasuk film “?”, dan diserukan pula kepada segenap anggota masyarakat untuk memboikot semua pihak yang terlibat dalam pembuatan dan peredaran film yang merusak aqidah dan akhlaq umat Islam, termasuk film “?”.
Akhirnya, Front Pembela Islam menyatakan perang terhadap semua film yang merusak aqidah dan akhlaq umat Islam.
                   Allahu Akbar !                         Allahu Akbar !                         Allahu Akbar !
Jakarta, 28 Ramadhan 1432 H / 28 Agustus 2011 M
[slm/fpi]


Sumber :FPI

Habib Palsu
Jakarta – FPI: Sutradara liberal, Hanung Bramantyo yang selama ini kerap mendiskreditkan Islam, kembali mengundang masalah. Film karyanya berjudul "Cinta Tapi Beda", yang menceritakan kawin beda agama dan menghina masyarakat minang yang selama ini identik dengan islam digambarkan sebagai katholik taat. Film tersebut dinilai memutarbalikkan fakta dan melecehkan agama Islam.

Kali ini, sineas liberal Hanung Bramantyo secara terang telah berdusta. Ia mengungkapkan bahwa Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta, Habib Salim Al-Attas atau yang biasa disapa Habib Selon bersama istrinya telah menonton film kontroversial "Cinta Tapi Beda".
Informasi itu disampaikan Hanung melalui akun Twitter @Hanungbramantyo. “Hari Sabtu Habib Selon menonton ‘CTB’ dengan isteri atas undangan Multivision,” tulis @Hanungbramantyo, seperti dikutip harian online itoday, Selasa 08 Januari 2013.
Hanung juga mengutip pendapat sejumlah sumber bahwa Habib Selon tidak mempermasalahkan film Cinta Tapi Beda. “Menurut sumber, secara cerita tidak ada persoalan. Hanya beliau minta ada tambahan teks di akhir film,” tulis @Hanungbramantyo.
Namun setelah dikonfirmasi ternyata Hanung Bramantyo berbohong, Habib Salim Al-Attas belum pernah menonton seperti yang dituduhkan oleh Hanung. “Itu nama saya dicatut, ane tidak kenal die, ane tidak pernah diundang nonton ame Multivision”, kata Habib Salim Al-Attas, Selasa 25 Shafar 1434/ 8 Januari 2013.
Sementara itu, menurut pihak DPP Front Pembela Islam (FPI) Jakarta, yang dimaksud bukanlah Habib Salim Al-Attas, tapi Habib palsu yang mengaku bernama Abdurrahman Assagaf. Ia sering menjual nama Habib dan FPI, padahal nama aslinya Abdulharis Umarella (Amsari Omarella) asal Ambon dan tinggal di Pamulang / Parung.
“Waspada ! HABIB PALSU Abdurrahman Assegaf, nama aslinya Abdulharis Umarella asal Ambon tinggal di Parung, sering jual nama HABIB dan FPI. Kini, a/n HABIB dan FPI dia bela film CINTA TAPI BEDA karya SINEAS LIBERAL Hanung Bramantyo yang menceritakan KAWIN BEDA AGAMA dan menghina masyarakat MINANG yang selama ini identik dengan Islam digambarkan sebagai Katholik taat. Dengan ini FPI DKI Jakarta menyatakan bahwa Hanung Bramantyo dan Habib Palsu Abdulharis Umarella sebagai MUSUH UMAT ISLAM”, demikian klarifikasi yang disampaikan DPP Front Pembela Islam (FPI) Jakarta, kepada redaksi fpi.or.id, Selasa 25 Shafar 1434/ 8 Januari 2013. [slm/fpi]


Sumber :FPI

06.07 ,
Pontianak – FPI: Keberadaan Media sekuler yang Islamophobia, selalu bersemangat memukul Islam dengan pemberitaan yang menyudutkan, diskriminatif dan tendensius. Peranan media-media sekuler ini sangat membahayakan Islam dan kaum Muslimin. 

Sikap mereka dalam memberitakan memang benar-benar anti Islam dan tidak bersikap adil layaknya media yang jujur-obyektif, menyampaikan berita sesuai kode etik jurnalistik. Belum lagi tindakan stasiun televisi swasta sekuler yang menjadi corong gerombolan SEPILIS (Sekularis, Pluralis dan Liberalis), yang jelas tampak berat sebelah ketika memberitakan tentang Islam.
Oleh karena itu, ustadz Ahmad Shobri Lubis dalam ceramahnya di Pondok Pesantren Habib Soleh Al-Haddad Pontianak, menyinggung media-media yang tidak jujur dalam pemberitaan dan selalu menyudutkan Islam (ormas Islam) khususnya FPI. Beliau mencontohkan, bagaimana da’wah baginda Nabi Muhammad SAW, yang jelas-jelas adalah utusan Allah Ta’ala pun dihina, dicaci dan didustakan oleh orang-orang kafir.
"Sunnah perjuangan Nabi Muhammad SAW itu didustakan dan didiskreditkan oleh kaum kafir. Beliau yang terkenal As-Shodiq Al-Amin dicap sebagai tukang dusta, tukang sihir, dan lain-lain. Demikian juga dakwah Islam dan amar makruf nahi munkar yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) yang dikomandani Habib Rizieq Syihab, selalu difitnah dan dikampanyekan negatif". Demikian disampaikan oleh Sekjen FPI, KH. Ahmad Shobri Lubis di Pontianak, Ahad (16/12/2012).
Ketika Habib Rizieq Syihab beserta 3000 relawan FPI dan berbagai ormas Islam berhasil mengevakuasi 70 ribu mayat dalam bencana Tsunami Aceh, itu tidak pernah  diungkap oleh media sekuler. "Padahal itu pencapaian terbesar dari kelompok sukarelawan yang ada, alhamdulillah ditambah oleh TNI yang mengevakuasi 35 ribu dan PMI mengevakuasi 25 ribu mayat." ujar Ustadz Shobri.
Bahkan media televisi ketika itu memfitnah dengan dengan menyebut, "mana orang-orang yang berteriak lantang mau membantu saudara yang di Palestina, kok nggak nongol menolong saudara-saudaranya di Aceh yang dekat dan perlu pertolongan?" Ocehan dan cacian TV itu dilakukan secara jahil padahal ribuan relawan FPI dan ormas-ormas Islam sudah bekerja keras untuk mengevakuasi puluhan ribu mayat di Aceh.
Demikian juga ketika Kepala Humas Polda Aceh Kombes Sayyid Husaini ditemukan oleh Ustadz Shobri dan kawan-kawan, media-media sekuler membuat laporan tanpa menyebut bahwa yang menemukan adalah relawan FPI. "Tayangan televisi malah menyebut mayat pembesar Polda Aceh itu ditemukan warga, padahal di tempat tersebut tidak ada warga. Hanya ada relawan. Demikian kelakuan media televisi sekuler selalu menutupi dan menyembunyikan kebaikan FPI," papar pimpinan pondok pesantren An-Nur ini.
Selain membantu korban bencana Aceh, ribuan relawan FPI juga turut membantu korban gempa Yogya. Sekalipun dengan terpaksa televisi menayangkan video evakuasi mayat oleh aktivis FPI, tapi tetap  sekali lagi tanpa menyebut-nyebut bahwa mereka adalah aktivis FPI. "Bahkan warga Yogya heran melihat kecekatan aktivis FPI membantu pengungsi memperbaiki rumah mereka. Warga bertanya-tanya kok FPI katanya anarkis sekarang malah memperbaiki rumah-rumah mereka," cerita Sekjen FPI ini.
Sedemikian buruk gambaran media sekuler tentang FPI sehingga masyarakat yang berhak atas informasi jujur tak diberikan haknya oleh media-media sekuler anti Islam ini. Tiap amal baik FPI tak pernah diberitakan. "Bukannya kami menolong untuk minta diliput, kami bekerja ridho untuk Allah. Namun kami minta kejujuran dan profesional media agar menayangkan yang sebenarnya dan tidak selalu memfitnah, menjelekkan FPI dan ormas-ormas Islam" tambahnya.
Setiap sikap tegas FPI dalam nahi munkar selalu diberitakan dengan pelintiran bahwa FPI sebagai organisasi Islam garis keras yang anarkis. Memecahkan botol dan gelas-gelas minuman keras dianggap meresahkan warga. Padahal gelas dan botol minuman syetan itulah yang meresahkan warga.
Gelas dan botol miras mainan syetan itu memang harus dipecahkan untuk mencegah orang-orang dari dosa kemaksiatan meminum khamr, yakni melanggar larangan Allah SWT dalam surat Al-Maidah 90-91, maksud firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr (minuman keras), berjudi berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syetan. Maka jahuilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan. Sesungguhnya syetan itu hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (minuman) khamr dan berjudi,” papar Ustadz Shobri menyampaikan ayat Al-Qur’an.
Jelas sudah, ternyata kaum muslimin memang tidak mendapat tempat dalam pemberitaan media. Upaya diskriminatif sudah jelas dilakukan, hingga kebaikan apa pun yang dilakukan FPI tidak akan pernah terdengar atau terlihat oleh masyarakat. Bahkan bila media sudah kehabisan bahan untuk memojokkan FPI yang notabene adalah ormas islam, mereka akan mengungkit kembali PERISTIWA MONAS dan tetap berusaha menanamkan opini bahwa islam itu anarkis dan membahayakan, tanpa sedikitpun berusaha melihat hal baik yang dilakukan FPI.
THEY WANT TO EXTINGUISH THE LIGHT OF ALLAH WITH THEIR MOUTHS, BUT ALLAH WILL PERFECT HIS LIGHT, ALTHOUGH THE DISBELIEVERS DISLIKE IT. (As-Shaf : 8)
[slm/fpi]


Sumber : FPI/Suara Islam

Jakarta – FPI: Pada tanggal 1 Jumadil Ula 1401 H / 7 Maret 1981 M, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa tentang Natal Bersama yang intinya bahwa mengikuti Natal Bersama bagi umat Islam hukumnya HARAM, dengan hujjah antara lain: Surat Al-Kaafiruun 1 - 6, Surat Al-Baqarah : 42, Hadits Nu'man ibnu Ba'syir tentang Syubhat, dan Kaidah Ushul "Dar'ul Mafaasid Muqaddamun 'alaa Jalbil Mashaalih" (Menolak kerusakan didahulukan daripada mengambil mashlahat).

Ketika itu, Rezim yang berkuasa tidak suka terhadap Fatwa MUI tentang Natal Bersama, karena dianggap anti toleransi dan bertentangan dengan semangat pluralisme. Lalu MUI dipaksa untuk mencabut Fatwanya, tapi almarhum Buya Hamka selaku Pimpinan MUI kala itu lebih suka meletakkan jabatannya daripada menarik kembali Fatwa tersebut, demi untuk menjaga aqidah umat Islam.
Belakangan, tampil sejumlah "Tokoh Islam" yang menggulirkan "Fatwa" bahwa Natal Bersama bagi umat Islam hukumnya BOLEH, dengan menyampaikan sejumlah argumentasi yang tidak lepas dari MANIPULASI HUJJAH dan KORUPSI DALIL. Fatwa Kontroversial mereka tersebut sangat digandrungi oleh KAUM SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme), bahkan dijadikan Rujukan Utama hingga kini. Fatwa Aneh tersebut telah menebar SYUBHAT yang melahirkan FITNAH di tengah umat Islam.
Syubhat Natal adalah pemutar-balikkan ayat mau pun hadits untuk menyamarkan hukum Natal yang sebenarnya sudah jelas keharamannya, sehingga Natal Haram diupayakan menjadi Natal Halal, sekurangnya menjadi Natal Syubhat. Berikut beberapa Syubhat Natal dan jawabannya :
1. SYUBHAT PERTAMA :
Dalam Al-Qur'an cukup banyak ayat yang bercerita tentang Nabi 'Isa as sekaligus menjadi hujjah bahwa umat Islam wajib mencintai, menghormati dan mengimani beliau sebagai salah seorang Rasul. Bahkan dalam Surat Maryam : 33, Allah swt menceritakan ucapan Nabi 'Isa as yang berbunyi : "Wassalaamu 'alayya yauma wulidtu wa yauma amuutu wa yauma ub'atsu hayyan" (Keselamatan atasku di hari aku dilahirkan dan hari aku mati serta hari aku dibangkitkan dalam keadaan hidup). Dengan dasar itu semua, maka merayakan dan saling mengucapkan selamat atas kelahiran Nabi 'Isa as menjadi sejalan dengan semangat Al-Qur'an, sekaligus menjadi bukti cinta, hormat dan iman kita kepada Nabi 'Isa as.
JAWABAN :
Iman kepada Para Rasul merupakan salah satu Rukun Iman. Dan Nabi 'Isa as merupakan salah satu Rasul yang wajib diimani. Mengekspresikan cinta dan hormat serta iman kepada Nabi 'Isa as yang paling utama adalah dalam bentuk memposisikan beliau sebagai Hamba Allah SWT dan Rasul-Nya, serta menolak segala bentuk PENUHANAN terhadap dirinya. Jadi, pengekspresian tersebut tidak mesti dengan memperingati Hari Lahirnya.
Andaikata pun kita ingin merayakan Hari Lahir Nabi 'Isa as dengan dasar ayat 33 Surat Maryam, maka kita akan kesulitan menentukan tanggalnya, karena tidak ada satu pun ayat Al-Qur'an atau Hadits Nabi saw atau Atsar dari Shahabat, Tabi'in mau pun Tabi'it Tabi'in, yang menginformasikan tentang tanggal kelahiran Nabi 'Isa as.
2. SYUBHAT KEDUA :
Dalam Hadits Muttafaqun 'Alaihi yang bersumber dari Sayyiduna 'Abdullah ibnu Sayyidina 'Abbas ra diceritakan bahwa Rasulullah saw pernah menerima informasi dari Yahudi tentang Kemenangan Nabi Musa as di Hari 'Asyura (10 Muharram), lalu Nabi saw dan para Shahabatnya merayakan Kemenangan Musa as di hari itu dengan berpuasa. Jika Nabi saw menerima INFO YAHUDI tentang tanggal bersejarah 10 Muharram sebagai Hari Kemenangan Nabi Musa as lalu merayakannya, maka tidak mengapa kita menerima INFO NASHRANI tentang tanggal bersejarah 25 Desember sebagai Hari Kelahiran Nabi 'Isa as dan merayakannya pula.
JAWABAN :
Dalam Hadits Muttafaqun 'Alaihi yang lain bersumber dari Sayyidatuna 'Aisyah ra menerangkan bahwa Puasa 'Asyura sudah dilakukan masyarakat Quraisy sejak zaman Jahiliyyah, dan di zaman permulaan Islam menjadi Puasa Wajib hingga diwajibkan Puasa Ramadhan di tahun kedua Hijriyyah.
Jadi, Puasa Nabi saw di Hari 'Asyura bukan meniru-niru perbuatan Yahudi. Apalagi dalam sebuah Hadits Shahih disebutkan tentang niat dan anjuran Nabi saw buat umatnya agar juga Puasa Tasu'a (9 Muharram) untuk membedakan Puasa Umat Islam dengan Puasa Yahudi di hari 'Asyura.. Dengan demikian menjadi jelas bahwa tuntunan Nabi saw adalah tidak meniru-niru perbuatan kaum kafirin, apalagi dalam sebuah Hadits lainnya beliau saw menegaskan barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian darinya.
Memang, sikap Nabi saw yang diartikan sebagai bentuk perayaan terhadap Hari Kemenangan Nabi Musa as bisa dijadikan dalil pembenaran syar'i bagi perayaan Hari Bersejarah seorang Nabi atau Rasul, termasuk Hari Lahir Nabi 'Isa as. Namun itu tidak boleh dijadikan dalil pembenaran syar'i bagi tanggal 25 Desember sebagai Hari Kelahiran Nabi 'Isa as. Apalagi dijadikan dalil buat meniru-niru Nashrani dalam merayakan Natal.
Penerimaan Nabi saw terhadap INFO YAHUDI tentang tanggal 10 Muharram sebagai Hari Kemenangan Nabi Musa as menjadi PEMBENARAN SYAR'I bagi info tersebut, karena Sunnah Nabi saw adalah sumber hukum Islam yang autentik setelah Al-Qur'an. Artinya, info itu menjadi benar bukan karena datangnya dari Yahudi, tapi karena DIBENARKAN oleh Nabi saw. Sedang INFO NASHRANI tentang tanggal 25 Desember sebagai Hari Lahir Nabi 'Isa as tidak memiliki PEMBENARAN SYAR'I sama sekali, sehingga tidak bisa dibenarkan.
3. SYUBHAT KETIGA :
Ada Hadits Rasulullah saw yang membolehkan umat Islam menyampaikan berita yang berasal dari Ahlul Kitab. Karenanya, jika Nashrani di seantero dunia sudah sepakat merayakan Hari Lahir Nabi 'Isa pada tanggal 25 Desember, maka itu bisa menjadi bagian berita Ahlul Kitab yang boleh kita terima.
JAWABAN :
Memang, ada Hadits tentang kebolehan menyampaikan berita Ahlul Kitab, tapi ada Hadits juga yang mengarahkan umat Islam agar tidak mempercayai (membenarkan) dan tidak pula mendustakan (menyalahkan) berita Ahlul Kitab. Maksud berita Ahlul Kitab adalah segala info yang datang dari Kitab-kitab suci atau Doktrin Asli ajaran agama Yahudi dan Nashrani. Ahlus Sunnah wal Jama'ah mengklasifikasikan berita Ahlul Kitab menjadi tiga katagori, yaitu :
  • a. Info yang dibenarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah maka wajib diterima,
  • b. Info yang ditentang Al-Qur'an dan As-Sunnah maka wajib ditolak.
  • c. Info yang tidak dibenarkan dan tidak pula ditentang Al-Qur-an dan As-Sunnah maka wajib tawaqquf, yaitu tidak menerima dan tidak juga menolak.
Lalu, berita Hari Lahir Nabi 'Isa as pada tanggal 25 Desember masuk katagori berita Ahlul Kitab yang mana ? Atau bahkan tidak termasuk katagori yang mana pun ?
Dalam menjawab pertanyaan tersebut, harus dilihat terlebih dahulu tentang Hari Lahir Nabi 'Isa as dalam Bibel. Berikut DATA BIBEL tentang Kelahiran Nabi 'Isa as :
A. Lukas 2 : 4 – 7
Ayat-ayat ini menginformasikan bahwa Sayyidatuna Maryam as saat hamil tua bermusafir ke Yerusalem, setibanya disana ia tidak mendapatkan penginapan karena semuanya sudah penuh terisi, sehingga ia melahirkan di palungan (tempat jerami). Lalu dalam Lukas 2 : 41 ada keterangan bahwa setiap tahun Orang tua Nabi 'Isa as datang mengunjungi Yerusalem di Hari Raya Paskah yaitu Hari Raya Bani Israil yang jatuh pada awal musim gugur. Itulah sebabnya, walau hamil tua Sayyidatuna Maryam as tetap musafir karena pentingnya Hari Raya tersebut, dan itu pula sebabnya semua penginapan penuh karena di Hari Raya tersebut semua Bani Israil mendatangi Yerusalem. Artinya, menurut DATA BIBEL bahwa Nabi 'Isa as lahir di awal musim gugur, dan itu tentu bukan bulan Desember melainkan awal Sepetember.
B. Lukas 2 : 8 – 11
Ayat-ayat ini menginformasikan bahwa di malam kelahiran Nabi 'Isa as, di sekitar Yerusalem para gembala sedang menjaga kawanan ternaknya di padang terbuka. Dan dalam Ezra 10 : 9 - 13 serta Kidung Agung (Nyanyian Solomon) 2 : 9 - 11, ada keterangan bahwa di musim hujan / dingin semua ternak disimpan dalam kandang dan semua manusia berada di rumah, tidak keluar tanpa keperluan yang mendesak, karena mereka tidak sanggup menahan dingin di luar rumah. Dengan demikian, DATA BIBEL ini pun menunjukkan bahwa saat Nabi 'Isa as dilahirkan bukan musim hujan / dingin, karena manusia dan ternak masih sanggup di padang terbuka pada malam hari. Artinya, Nabi 'Isa as tidak dilahirkan bulan Desember, karena Desember di Yerusalem musim hujan dan hawa sangat dingin, sehingga tidak mungkin ada rombongan gembala pada malam hari menjaga kawanan ternak di padang terbuka.
C. I Tawarikh (Chronicle) 24 : 10 dan Lukas 1 : 5 – 38
Ayat-ayat ini menginformasikan bahwa Nabi Zakaria as dan rombongannya dalam kelompok Abia mendapat tugas menjaga Rumah Tuhan pada giliran ke delapan, dan itu menurut Kalender Hebrew jatuh pada tanggal 27 Iyar - 5 Sivan, atau bertepatan dengan tanggal 1 - 8 Juni (Awal Juni). Lalu ketika tugas itulah Nabi Zakaria as mendapat wahyu tentang kehamilan istrinya yang kelak akan melahirkan Nabi Yahya as. Artinya, 9 bulan setelah tugas itu menurut masa kehamilan normal maka Nabi Yahya as dilahirkan, yaitu awal Maret. Kemudian diinformasikan bahwa usia Nabi 'Isa as 6 bulan lebih muda daripada Nabi Yahya as. Artinya, jika Nabi Yahya as dilahirkan awal Maret maka Nabi 'Isa as dilahirkan 6 bulan sesudahnya, yaitu Awal September.
Dengan demikian DATA BIBEL di atas juga menginformasikan bahwa Nabi 'Isa as tidak dilahirkan bulan Desember.
Seorang Pastur dari Gereja Wolrdwide Church of God di Amerika Serikat, Herbert W. Armstrong (1892-1986), dalam bukunya yang berjudul The Plain Truth About Christmas menyatakan bahwa Nabi 'Isa as tidak dilahirkan bulan Desember, dan Perayaan Hari Raya Natal bukan ajaran asli gereja, melainkan bersumber dari ajaran paganisme (penyembah berhala) yang sejak lama, jauh sebelum kelahiran Nabi 'Isa as, telah merayakan Hari Kelahiran Dewa Mithra sebagai Dewa Matahari mereka pada tanggal 25 Desember.
Pendapat Pastur Herbert tersebut sejalan dengan keterangan dalam Encyclopedia Britannica dan Encyclopedia Americana. Kedua Literatur tersebut mendefinisikan Natal sama seperti pernyataan Pastur Herbert di atas.
Pada tahun 1993, seorang Astronom Inggris, David Hughes dari Universitas Sheffield, dalam sebuah wawancara dengan Britain's Press Association (BPA), yang dikutip oleh Kantor Berita Reuter, menyatakan bahwa Nabi 'Isa as diduga kuat lahir pada tanggal 15 September 7 tahun sebelum Masehi, karena pada tanggal tersebut terjadi siklus pertemuan 840 tahunan sekali antara planet Yupiter dan Saturnus, yang dari permukaan Bumi terlihat bagai Bintang Terang yang langka. Menurutnya, itulah Bintang Terang yang terlihat di malam kelahiran Nabi 'Isa as sebagaimana diinfokan Bibel dalam Matius 2 : 1 -12.
Selain itu, tercatat dalam beberapa literatur sejarah Nashrani, bahwa tiga abad pertama Masehi tidak ada umat Nashrani yang merayakan Hari Lahir Nabi 'Isa as. Dan awal abad keempat Masehi, perayaan tersebut mulai muncul di tengah umat Nashrani, tapi pada tanggal yang berbeda-beda, seperti 6 Januari, 28 Maret, 18 April dan 28 Juni. Baru pada tahun 354 M, Paus Liberius di Roma memutuskan tanggal 25 Desember sebagai Hari Lahir Nabi 'Isa as. Keputusan itu diikuti oleh Gereja Roma di Konstantinopel pada tahun 375 M dan di Antakia pada tahun 387 M. Selanjutnya menyebar ke seluruh dunia hingga saat ini.
Kesimpulannya, Data Bibel dan Data Astronomi serta Literatur Kristiani lainnya menolak kemungkinan Kelahiran Nabi 'Isa as pada bulan Desember, sehingga INFO NASHRANI tentang kelahiran Nabi 'Isa as pada tanggal 25 Desember adalah info yang tidak termasuk dalam katagori berita Ahlul Kitab, karena Bibel sendiri menolak. Info tersebut adalah INFO FIKTIF yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara Syar'I mau pun secara ilmiah akademis.
4. SYUBHAT KEEMPAT :
Pada prinsipnya, umat Islam boleh KAPAN SAJA merayakan Hari Kelahiran seorang Nabi atau Rasul, termasuk Hari Lahir Nabi 'Isa as, untuk memuliakan mereka para Utusan Allah SWT. Maka, tidak ada masalah memperingati Hari Lahir Nabi 'Isa as pada tanggal 25 Desember atau tanggal lainnya, walau pun tanggal Lahir Nabi 'Isa as masih diperdebatkan kalangan Kristiani sendiri.
Hanya saja, peringatan Hari Lahir Nabi 'Isa as pada tanggal 25 Desember lebih tepat untuk membangun toleransi antar umat beragama dalam rangka menyuburkan keharmonisan hubungan Islam - Nashrani.
JAWABAN :
Justru, merayakan Hari Lahir Nabi 'Isa as bersamaan dengan umat Nashrani pada tanggal 25 Desember menjadi MAZHONNATUL FITAN (sumber fitnah) yang sangat berbahaya, antara lain :
  • a. Justifikasi kebohongan umat Nashrani dalam penetapan tanggal Hari Lahir Nabi 'Isa as.
  • b. Justifikasi kesesatan keyakinan umat Nashrani yang merayakan Natal sebagai Hari Lahir Nabi 'Isa as sebagai ANAK TUHAN.
  • c. Membuat BID'AH DHOLALAH karena merayakan Hari Lahir Nabi 'Isa as dengan dasar INFO FIKTIF NASHRANI.
  • d. Pencampur-adukkan aqidah haq dengan bathil.
  • e. Menjerumuskan kalangan awam dari umat Islam yang kebanyakan lemah iman.
  • f. Pelecehan terhadap kemuliaan Nabi 'Isa as, karena Hari Lahirnya dirayakan dengan Data Dusta, ditambah lagi dibarengi dengan umat Nashrani yang merayakannya sebagai Hari Lahir Anak Tuhan.
Dengan demikian, merayakan Hari Lahir Nabi 'Isa as pada tanggal 25 Desember bukan bentuk toleransi antar umat beragama, tapi bentuk pencampu-adukkan aqidah yang sangat dilarang dalam Islam. Dan itu tidak akan menyuburkan keharmonisan hubungan antar Islam - Nashrani, tapi akan menyuburkan PENDANGKALAN AQIDAH yang bisa mengantarkan kepada pemurtadan.
Sikap umat Islam yang tidak mengganggu umat Nashrani dalam merayakan Natal, dan ikut menjaga kondusivitas suasana dalam masa Natal dan Tahun Baru, serta memberi kesempatan kepada mereka merayakannya secara semarak di berbagai tempat, mulai dari Gereja, Pabrik, Kantor hingga Istora Senayan, sebenarnya sudah LEBIH DARI CUKUP sebagai bentuk toleransi mayoritas Muslim kepada minoritas Nashrani di negeri Indonesia tercinta ini.
5. SYUBHAT KELIMA :
Andai pun umat Islam tidak merayakan Hari Lahir Nabi 'Isa as bersama umat Kristiani pada tanggal 25 Desember, karena khawatir terganggunya aqidah. tapi setidaknya tidak mengapa sekedar mengucapkan SELAMAT NATAL kepada mereka untuk penghormatan dan maslahat pergaulan. Apalagi bagi Tokoh Islam yang jelas sudah mantap aqidahnya dan diperlukan pemantapan hubungan pergaulan Lintas Agamanya, sehingga kekhawatiran semacam itu tidak perlu ada sekaligus tidak lagi menghalangi Tokoh Islam dalam meningkatkan Dakwah Lintas Agama.
JAWABAN :
Natal secara Estimologi adalah Hari Lahir. Dan secara Terminologi adalah Hari Lahir Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan, sebagaimana ditulis oleh berbagai Ensiklopedi. Dan sebutan HARI NATAL hanya digunakan dalam makna Terminologi. Artinya, jika seseorang mengucapkan SELAMAT NATAL maka sesuai makna Terminologinya berarti mengucapkan "Selamat Hari Lahir Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan". Dan itu jelas haram bagi umat Islam.
Jika seorang Muslim terlanjur mendapat ucapan Selamat Natal dari siapa pun, maka mesti dijawab dengan Surat AL-IKHLASH yang berintikan Keesaan Allah SWT yang tidak beranak dan tidak diperanakkan.
Syariat Islam buat semua lapisan umatnya, Ulama dan Awam, Pejabat dan Rakyat, Kaya dan Miskin. Karenanya, apa pun yang menjadi MAZHONNATUL FITAN diharamkan, baik bagi yang imannya kuat, apalagi yang imannya lemah. Lebih-Iebih jika Mazhonnatul Fitannya menyangkut aqidah sebagaimana telah diuraikan tadi.
Bukankah memandang wanita yang tidak halal, apalagi berjabat-tangan dengannya, diharamkan bagi laki-laki, termasuk Rasulullah saw sekali pun, karena hal itu merupakan Mazhonnatul Fitan yang bisa menggerakkan syahwat dan mengundang fitnah. Padahal kita sama tahu dan yakin bahwa IMAN dan TAQWA Rasulullah saw adalah yang terkuat dan terbaik, sehingga syahwat beliau saw tidak akan terpancing hanya dengann memandang atau berjabat-tangan dengan wanita mana pun yang tidak halal baginya, namun sungguh pun demikian beliau saw tidak mau melakukannya karena Mazhonnatul Fitan yang wajib dihindarkan.
Karenanya, tidak ada alasan bagi Tokoh Islam untuk menghalalkan Natal dengan dalih asal aqidah kuat. Bahkan ketokohan mereka semestinya membuat mereka lebih hati-hati dalam bersikap, karena mereka adalah teladan yang akan diikuti umat yang kebanyakan beraqidahkan lemah. Sikap Tokoh Islam yang mengikuti Natal jelas bisa menjerumuskan umat.
Penulis: Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA


Sumber : Suara-Islam.COM

06.01
Habib Muhammad Rizieq Syihab: Sikap beberapa tokoh Islam di Indonesia yang memberi ucapan Natal kepada Umat Kristiani jelas-jelas menjerumuskan umat Islam. Tidak ada alasan bagi tokoh Islam untuk menghalalkan Natal dengan dalih ASAL AQIDAH KUAT. Bahkan ketokohan mereka semestinya membuat mereka lebih hati-hati dalam bersikap, karena mereka adalah teladan yang akan diikuti umat islam.

Belakangan ini tampil sejumlah "TOKOH ISLAM" yang menggulirkan "Fatwa" bahwa Natal Bersama bagi umat Islam hukumnya boleh dengan menyampaikan sejumlah argumentasi yang dinilainya tidak lepas dari manipulasi hujjah dan KORUPSI dalil. Fatwa Kontroversial mereka tersebut sangat digandrungi oleh kaum Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme), bahkan dijadikan Rujukan Utama hingga kini. Fatwa aneh tersebut telah menebar SYUBHAT yang melahirkan FITNAH di tengah umat Islam.
Syariat Islam buat semua lapisan umatnya, Ulama dan Awam, Pejabat dan Rakyat, Kaya dan Miskin. Karenanya, apa pun yang menjadi MAZHONNATUL FITAN diharamkan, baik bagi yang imannya kuat, apalagi yang imannya lemah. Lebih-Iebih jika MAZHONNATUL FITAN-NYA menyangkut AQIDAH. Jika seorang Muslim terlanjur mendapat ucapan Selamat Natal dari siapa pun, maka mesti dijawab dengan Surat AL-IKHLASH yang berintikan Keesaan Allah SWT yang tidak BERANAK dan tidak DIPERANAKKAN.
Ingat! merayakan Hari NATAL bukan bentuk toleransi antar umat beragama, tapi bentuk pencampur-adukkan AQIDAH antara HAQ dengan BATHIL dan menjerumuskan kalangan awam dari umat Islam yang kebanyakan lemah iman dan hal itu tidak akan menyuburkan keharmonisan hubungan antar Islam dengan Nashrani, tapi akan menyuburkan PENDANGKALAN AQIDAH yang bisa mengantarkan kepada pemurtadan.
Berikut ini adalah kebijakan DPP Front Pembela Islam (FPI), tentang Natal dan Tahun Baru:
Bahwa FPI menolak keras pelibatan umat Islam dalam perayaan Natal dan Tahun Baru dalam bentuk apa pun, termasuk PENGAMANAN dan PENGAWALAN, serta mengecam keras anjuran/ pemaksaan pemakaian ATRIBUT Natal kepada masyarakat/ pegawai muslim di instansi mana pun. Namun FPI tetap sepenuhnya mendukung Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban baik dalam suasana Natal dan Tahun Baru mau pun tidak.
  1. Hukum mengucapkan selamat Natal bagi PEJABAT MUSLIM adalah HARAM.
  2. POLRI wajib menjaga keamanan seluruh wilayah dan semua tempat ibadah SETIAP SAAT, baik saat Natal mau pun bukan.
  3. Negara wajib menjaga dan membantu semua tempat ibadah sesuai kebutuhan SETIAP SAAT, khususnya MASJID karena mayoritas penduduk negeri adalah MUSLIM.
Demikian pesan Habib Muhammad Rizieq Syihab, semoga bermanfaat bagi umat Islam pada umumnya. Untuk lebih jelas tentang larangan mengucapkan selamat Natal, silahkan baca artikel sebelumnya di web resmi FPI berjudul “Syubhat Natal”. [slm/fpi]

Makassar – FPI: Curah hujan deras yang mengguyur Kota Makassar sejak Kamis 3 Januari 2013 lalu, mengakibatkan banjir pada sejumlah kawasan di Kota Makassar. Ketinggian banjir yang mencapai hampir 2 meter ini, menggugah keprihatinan dari semua kalangan. Banjir paling parah terletak di Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, terutama di Blok 7, 8, 9 hingga Blok 10.

Pasca banjir akibat luapan Sungai Manggala tersebut, hingga kini masih ada di sebagian lokasi yang belum surut dan merendam sejumlah wilayah di empat kabupaten di Sulawesi Selatan, antara lain Kecamatan Manggala, Kecamatan Biringkanaya, Kecamatan Tanah Kukang, dan Kecamatan Tamanlarea.
Sebanyak ribuan kepala keluarga (KK) di Perumnas Antang, terutama warga Kampung Nipa-nipa menjadi korban banjir dan harus diungsikan ke posko-posko penanggulangan bencana yang sudah disiapkan oleh Pemkot Makassar. Namun, posko induk terletak di Perumnas Antang Blok 8, tepatnya di Masjid Al Mutaqqin. Hingga kini, uluran tangan hanya disalurkan Pemerintah Kota Makassar dan Yayasan Kalla. Yang tidak kalah mendesak, yakni distribusi kebutuhan pokok.
Andi Suhardjo, salah seorang warga Perumnas Antang Blok 10, mengatakan kepada wartawan, bantuan kebutuhan pokok berupa makanan sangat mendesak. Pasalnya, kondisi warga tidak memungkin untuk keluar mencari makanan lantaran kawasannya terkepung banjir. Akses pun terbatas dan tentu tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. "Yang paling dibutuhkan sembako, di samping air bersih," ujarnya.
Sementara itu Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI), Sulawesi Selatan, Habib Muhsin Alhabsy mengkoordinir puluhan relawan FPI bersama LPI dan Hilal Merah untuk menyalurkan bantuan sembako berupa beras, mie instan dan makanan siap saji serta bantuan sandang berupa pakaian. Bantuan disebar di 4 titik lokasi antara lain Pesantren, perkampungan warga dan Kampung Nipa-nipa.
“Front Pembela Islam (FPI), bersama LPI dan Hilal Merah menyalurkan bantuan sembako dan pakaian di 4 titik yang terkena banjir bandang di kecamatan manggala kota makassar”, kata Habib Muhsin kepada redaksi fpi.or.id, Kamis 27 Shafar 1434/ 10 Januari 2013.
Selain itu, Ketua DPW FPI Sulawesi Selatan, Ustadz Agus Salim bertugas memimpin pasukan tandhif (pembersihan) di beberapa lokasi terutama wilayah Pondok Pesantren Rabbani Makassar, termasuk menyalurkan bantuan berupa alat tulis dan kasur. “Ustadz Agus salim bersama 50 laskar dikhususkan untuk membersihkan pondok pesantren Rabbani Makassar yang terletak di dataran rendah sekaligus menyalurkan bantuan alat tulis dan kasur”, lanjut Habib Muhsin. [slm/fpi]


Sumber :FPI

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget