Latest Post

Tim SWAT berada lingkungan di pinggiran kota Boston untuk mencari tersangka yang diduga bersembunyi di sebuah apartemen di Watertown, Jumat (19/4).
Voice Of Muslim - Serangan bom saat perlombaan lari marathon di Boston, AS, (15/4), telah menewaskan tiga orang dan mencederai lebih dari 140 orang. Indikasi serangan tersebut sebagai sebuah kegiatan terorisme telah diungkapkan oleh beberapa senator AS, namun pernyataan pertama Obama atas serangan tersebut justru tidak menggunakan kata teroris.

Hal ini mendapat tanggapan, baik dari dalam maupun luar AS, khususnya mengenai bagaimana pendapat Obama terhadap persoalan terorisme. Pada saat itu, seorang pejabat Gedung Putih langsung menyatakan bahwa apa yang dimaksudkan oleh Obama atas serangan ini sebenarnya adalah tindakan teroris, yang kemudian diiyakan oleh Obama pada pernyataan keduanya.

Menarik untuk dibahas ketika muncul pertanyaan mengapa Obama pada pernyataan pertama tidak menyebut kata teroris itu. Terlepas dari perdebatan yang menyatakan bahwa serangan tersebut sebagai aksi teror dengan pernyataan yang menerangkan bahwa Obama berhati-hati dalam pernyataannya, itu memperlihatkan bagaimana garis besar kebijakan AS terorisme saat ini. Untuk melihat gambaran ini, akan lebih mudah bila dibandingkan kebijakan terorisme pada pemerintahan Bush dan Obama.

Administrasi Bush-Chenney merumuskan kebijakan terorisme AS yang mendunia dengan war against terrorism, yang berubah menjadi global war on terrorism. Oleh Byford (McDonnell:2010), pengungkapan istilah ini dianggap tidak tepat dan hanya merupakan kegiatan retorika yang dibesar-besarkan serta berimplikasi untuk disalahgunakan secara berlebihan.

Untuk istilah itu sendiri, ia menyatakan, "Wars have typically been fought against proper nouns (Germany, say) that proper nouns can surrender… not to do it again. Wars against …poverty, crime, drugs… less successful. Such opponents never give up. The war on terrorism, unfortunately, falls into the second category".

Namun demikian, bagi Bush-Chenney, program ini memberi pembenaran untuk membuat kebijakan terorisme yang lebih bebas dan keleluasan penggunaan militer. Selain itu, program ini juga dibuat sebagai justifikasi AS ketika menyerang Irak dengan alasan bahwa Saddam Hussein adalah pendukung Alqaidah meski banyak fakta memperlihatkan Saddam justru dibenci oleh Usamah bin Ladin atau oleh fundamentalis Alqaidah lainnya seperti Al-Zawahiri.

Meski pada awalnya program ini dikumandangkan oleh AS, masyarakat negara tersebut dan komunitas internasional gembira akan harapan penanggulangan terorisme dan tingkat keamanan membaik, implementasi war on terrorism justru sering tidak mengindahkan aturan hukum internasional. Pelaksanaan program tersebut juga sering dianggap berlebihan, sehingga justru dikhawatirkan menjadi bumerang bagi tingkat keamanan masyarakat AS itu sendiri serta tidak menuntaskan kegiatan terorisme internasional. Terlebih ketika masyarakat internasional menduga bahwa AS ternyata mempunyai maksud penguasaan potensi minyak ketika menyerang Irak.

Kebijakan terorisme AS
Buruknya reputasi AS dalam program war on terrorism diupayakan berubah oleh administrasi Obama dengan mencoba memberi kesan positif dalam penyelenggaraan kebijakan terorisme. Upaya Obama untuk menutup Penjara Guantanamo Bay serta menjanjikan kegiatan CIA untuk tidak menggunakan penyiksaan pada tahanan Guantanamo di tahun pertama pemerintahannya ternyata efektif memberi citra yang lebih baik bagi AS dalam kebijakan terorisme serta perlindungan hak asasi manusia.

Selain itu, Obama juga memperbaiki hubungan dengan negara-negara berpenduduk Muslim untuk membantah pandangan yang selama ini mengatakan bahwa Islam sebagai akar terorisme, serta tidak banyak mempertontonkan promosi kebijakan AS dalam menumpas kegiatan terorisme. Kebijakan terorisme yang dijalankan oleh Obama ini justru membingungkan kalangan politik AS sebab tidak memperlihatkan arah yang lebih jelas.

Hal ini terlihat dengan tidak jelasnya bagaimana bentuk penanganan para bekas tahanan terorisme dari Guantanamo Bay. Selain itu, Obama juga tidak merespons dengan baik ketika ada argumen untuk memperbarui keputusan kongres untuk Justifikasi Penggunaan Tindakan Militer (AUMF-2001) dalam menghadapi tindakan terorisme bagi masa depan AS karena cenderung bertentangan dengan rule of law.

Sehubungan dengan serangan bom di Boston, Obama kembali memperlihatkan bagaimana tidak jelasnya kebijakan AS dalam hal terorisme ini dengan berhati-hati menyatakan bahwa serangan tersebut sebagai tindakan terorisme pada awal komentarnya. Dari gambaran ini, dapat dilihat dari alasan bahwa, pertama, Obama kembali memperlihatkan upaya AS dalam memperbaiki reputasi Amerika sebagai negara yang tetap menindak upaya terorisme namun sesuai dengan hukum internasional serta penghormatan pada hak asasi manusia.

Hal ini dilakukan agar euforia war on terrorism-oriented policy seperti yang dilakukan pada pemerintahan Bush-Chenney yang cenderung berdampak negatif tidak terulang. Kedua, mungkin ada kekhawatiran Obama bila menggunakan kata teroris akan memperlemah kebijakan yang telah pernah diambilnya sehubungan dengan tidak gencarnya kebijakannya dalam mengawasi ancaman terorisme, yang sekaligus akan memperlihatkan kerapuhan tingkat keamanan AS.

Ini tentunya akan mengganggu stabilitas politik dan ekonomi AS. Namun demikian, bila hasil penyelidikan serangan bom di Boston dinyatakan sebagai tindakan terorisme, maka dapat diestimasi bahwa eskalasi kebijakan terorisme AS di bawah administrasi Obama akan mengalami perubahan.

Fokus kebijakan Obama terhadap ancaman terorisme yang tadinya hanya bersifat simbolis semata akan berubah pada substansi kebijakan yang lebih jelas. Dapat pula dibayangkan bahwa konteks dan lingkup kebijakan terorisme AS seperti yang tercantum dalam AUMF akan menjadi lebih luas dan jelas.

Dosen Universitas Negeri Makassar

07.34 ,
Voice Of Muslim - BRUNEI --  Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  menyeru kepada Presiden Suriah Bashar Al Assad untuk menyadari bahwa transisi politik memang diperlukan.

Menurut di,  transisi politik tersebut harus dilakukan yang tentunya sesuai dengan keinginan masyarakat Suriah sendiri.

"Tetapi transisi politik yang baik sesuai keinginan bangsa Suriah dan mendapatkan dukungan dari masyarakat internasional," kata SBY.

"Menurut saya keadaan di Suriah sudah tidak bisa dibiarkan begitu saja, korban berjatuhan setiap hari dan belum ada tanda-tanda tragedi kemanusiaan di Suriah akan berakhir. Kalau dunia tidak berbuat untuk mencegah kerusakan lebih besar di Suriah, sejarah akan menyalahkan dunia dan kita semua," ungkapnya.

SBY juga menyeru kepada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terutama lima negara pemegang hak veto, Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris, Prancis ditambah Turki dan Iran serta Presiden Bashar Al Assad dan pihak Oposisi Suriah untuk duduk bersama mencari solusi damai.

"Yang penting hentikan dulu kekerasaan dan tragedi kemanusiaan kemudian berikan bantuan kemanusiaan, yang ketiga lakukanlah transisi politik," katanya.

07.31
Voice Of Muslim - Rantai kaki melingkar di atas mata kaki Abdella Ahmad Tounisi, Rabu (24/4). Remaja 18 tahun ini gontai melangkah ke ruang sidang. Rambutnya botak. Kulit putihnya berbalut pakaian berwarna jeruk segar. Tounisi adalah tertuduh teroris.

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menuduhnya sebagai anggota kelompok berbahaya. Hari itu adalah sidang perdana Tousini setelah sepekan berada dalam interogasi tinggi dan berada dalam tahanan. Tentu saja dalam keamanan maksimum.

Aljazirah melansir lembaga intelijen dalam negeri AS menjebak remaja asal Aurora, Chicago ini, lantaran mengunjungi laman website radikalis Muslim buatan FBI. Kunjungan via internet itu membuat Tounisi diseret ke peradilan.

FBI menuduh Tounisi hendak bergabung dengan sel Alqaidah bernama Jabhat al-Nusra. Sel tersebut adalah kelompok bersenjata yang sedang perang di Suriah melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Aljazirah mengatakan situs bikinan FBI itu adalah perbuatan yang melampaui batas. FBI semestinya tidak memanfaatkan gerakan keagamaan untuk memberantas aksi menyimpang dari ajaran agama tersebut.  Teroris tidak perlu mendaftarkan diri ke website. Apalagi dijebak untuk bergabung menjadi anggota teroris.

Kini, Tousini terancam hukuman 15 tahun penjara. Hakim Persidangan Daniel Martin mengatakan, putusan hari ini adalah menunda persidangan. Martin tidak menyebutkan alasan penundaan. Tapi, mengutip Chicago Tribune persidangan akan dilanjutkan 2 Mei mendatang, di Gedung Persidangan Dirksen, Chicago.

Tounisi ditangkap FBI di Bandara internasional O'Hare, Chicago, saat Jumat (19/4) lalu. Kejaksaan mengatakan, Tounisi hendak memulai leg pertama perjalanan ke medan perang ke Suriah. Penerbangan pertama akan menyambangi Turki sebelum dirinya melaju ke Damaskus, Suriah.

Banyak tuduhan dialamatkan jaksa kepada Tounisi. Media lokal mengutip dakwaan jaksa sebagai berikut: Tounisi diduga terlibat dalam rencana ledakan di sebuah bar di Chicago, September 2012.

FBI menggagalkan rencana itu dan menarik sebuah nama Adel Daoud.Aksi Daoud juga berawal dari komunikasi melalui chatroom website bikinan FBI. Tidak disebutkan nama komunitas teroris gadungan itu. Tapi salah seorang di website tersebut mengajari Daoud merakit bom dan cara meledakkannya. FBI menemukan komunikasi lancar antara Daoud dan Tounisi.

Namun aktivitas Tounisi sempat menghilang dari chatroom. FBI kembali memancing Tounisi melalui tampilan website yang berbeda. Umpan FBI menarik Tounisi. Seseorang di chatroom mengaku mencari relawan pemberani untuk bergabung bersama Jabhat al-Nusra di Suriah.Tounisi mengirimkan aplikasi dirinya.

Termasuk kelemahannya menggunakan senjata dan bahan peledak. Chicago Tribune melansir, kontak langsung antara Tounisi dan perekrutnya itu terjadi saat 1 April lalu. Keduanya bertemu dan menyusun rencana untuk terbang ke medan perang di Suriah.

Dalam kenyataannya, perekrut tersebut adalah seorang intelijen FBI. Mantan Jaksa Federal Phil Turner mengatakan, merayu atau memanipulasi pikiran pemuda dengan iming-iming ikut dalam kekerasan (terorisme) adalah kejahatan.

''Tindakan mereka memicu fantasi,'' ujar Turner. Pengacara Molly Armour menyatakan bersedia membela Tounisi. Armour adalah pengacara negara yang ditunjuk membela remaja tanggung ini. Kata dia, penundaan persidangan adalah jawaban keraguan hakim atas kasus tersebut.

 Akan tetapi kata dia, pihaknya bersama keluarga Tounisi akan punya waktu membalikkan tuduhan FBI dan Kejaksaan. Keluarga menyatakan, Tounisi adalah korban jebakan  agen intelijen. Sementara itu, Juru Bicara FBI di Chicago, Joan Hyde menolak berkomentar tentang tuduhan menjebak tersebut.

Voice Of Muslim - Kepala Anti-Teror Uni Eropa, Gilles de Kerchove menyebutkan, sedikitnya 500 orang yang berasal dari Eropa ditemukan tengah terlibat perperangan melawan Pasukan Pemerintah Suriah.
Kebanyakan mereka berkewarganegaraan Inggris, Irlandia, dan Prancis.

"(Para Teroris) ini ternyata tidak semuanya menjadi radikal ketika meninggalkan negaranya. Namun sebagian besar mereka ini dididik di sana (Suriah). Mereka terus dilatih disana," papar De Kerchove, seperti dikutip BBC, Rabu (24/4).

De Kerchove mengatakan kecemasannya jika mereka yang datang ke Suriah tersebut pulang ke kampung halamannya di Eropa. Dikhawatirkan mereka akan menjadi radikal dan melancarkan sejumlah teror di Eropa.

Menurut de Kerchove, warga Eropa yang datang ke Suriah tersebut bergabung dengan jaringan ekstrimis dan kelompok Al Qaedah. Mereka dilatih untuk melakukan teror dan serangan sebelum diikutkan untuk melawan tentara pro Assad.

"Kami melihat ini bisa memicu ancaman besar ketika mereka kembali ke negaranya," tambah De Kerchove.

De Kerchove memberikan perumpamaan seperti Belanda. Di negeri tulip itu, banyak warganya yang kembali dari Suriah telah menjadi radikal dan membuat ancaman teror di negaranya.

Sumber : ROL

Voice Of Muslim - Jakarta - Simbol kekaisaran Romawi-Konstatinopel yang sudah ditaklukan oleh Sultan Muhamad al-Fatih, berupa gereja yang sangat megah, diubah menjadi sebuah masjid.
Kemudian, di zaman Kemal at-Turk, masjid itu dijadikan museum, akibat tekanan yang hebat dari Eropa.  Sekarang sesudah, Turki dipegang oleh Partai AKP yang condong kepada Islam, dipimpin Perdana Menteri Recep Tayyib Erdogan, rakyatnya menuntuk kembali agar Hagia Shopia (Aya Sophia) dibuka kembali sebagai masjid, dan menjadi tempat sholat bagi rakyat Turki.

Sekarang di Turki, muncul gerakan dari kalangan pemuda Turki, yang sangat mencintai Islam, menginginkan agar Hagia Shopia, difungsikan kembali sebagai masjid, dan dibuka untuk shalat di setiap waktu shalat. Asosiasi Pemuda Anatolia telah melancarkan kampanye, dan mengumpulkan tanda tangan meminta Hagia Sophia dibuka kembali dan dapat digunakan untuk shalat. Setiap waktu, termasuk shalat Jum'at.

Para akitivis pemuda Islam itu, melakukan berbagai kegiatan, seperti melakukan konferensi pers, seminar, dan melakukan promosi melalui konferensi yang bertujuan mengkampanyekan Masjid Hagia Shopia, agar dibuka kembali. Mereka mengumpulkan tanda tangan berjudul "Chains Break dengan Signatures," kata  Presiden Anatolia Youth Association  Salih Turhan.  Salih menegaskan, bahwa Istanbul  simbol keadilan bagi semua agama, ungkapnya.

Turhan, yang menyatakan bahwa pihak berwenang dari negara-negara Muslim telah dihubungi untuk mendukung kampanye dimulai di Turki, mengatakan:

"The Hagia Sophia diubah menjadi masjid setelah penaklukan Istanbul. Pada 24 November, 1934 itu berubah menjadi museum. Keinginan nasional diabaikan dalam transformasi ini. Hagia Sophia bukanlah batu atau bangunan. Hagia Sophia harus diubah menjadi masjid dan harus diselamatkan dari keadaannya yang menyedihkan. pembukaan masjid Hagia Sophia  akan menjadi langkah pertama di Istanbul, guna mendukung hak kaum Muslimin yang bersifat abadi. "

Tanda tangan yang dikumpulkan selama sebulan "Chains Break dengan Signatures" kampanye akan dikirim kepada Perdana Menteri, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan pihak berkepentingan lainnya.

Langkah ini merupakan tanggungjawab para pemuda Muslim, di mana Hagia Shopia, warisan Daulah Otmaniyah yang sangat berharga, sesudah berhasil mengalahkan Imperium Romawi-Konstinopel, dan mengubah gerej agung itu, kemudian menjadi sebuah masjid yang sangat indah.
Tetapi, sesudah jatuhnya Khilafah Turki Otsmani, yang dihancurkan oleh seorang keturunan Yahudi, bernama Jenderal Kemal at-Turk, yang kemudian mendapatkan julukan sebagai, "Young Turk" itu, merupakan tokoh sekulerisme itu mengubah Turki menjadi Republik.
Kemal at-Turk menghancurkan Khilafah Turki Otsmani, dan bukan  hanya mengganti Turki menjadi Republik, tetapi juga menghancurkan seluruh bangunan Islam di   Turki, para ulama, tokoh-tokoh, pemimpin Islam semuanya dihancurkan oleh Kemal, dan bahasa Arab dilarang, semua simbol-simbol Islam dilarang, termasuk masjid Hagia Shopia.
Sekarang kalangan muda Turki, menuntut dihidupankannya kembali Hagia Shopa sebagai tempat ibadah. af/hh

05.10 ,
Voice Of Muslim - MANILA – Survei terbaru yang dilakukan melalui jajak pendapat oleh Social Weather Stations mengungkapkan bahwa gereja di Filipina makin sepi.
Hal itu dikarenakan kehadiran umat di gereja pada Misa mingguan khususnya di kalangan orang dewasa Katolik di Filipina menurun dari 64 persen pada Juli 1991 menjadi 37 persen pada Februari 2013.
Survei itu juga mencatat bahwa satu dari setiap 11 umat Katolik Filipina berpikir untuk meninggalkan Gereja.
Imam aktivis Robert Reyes mengatakan survei itu muncul untuk menunjukkan penurunan umat dalam Misa. Tren itu dikaitkan dengan “homili para imam yang membosankan”.
Menanggapi survey anjlognya minat jemaat ke gereja, Pastor Kunegundo Garganta, Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Filipina menuding jejaring sosial Facebook dan televisi sebagai biangkerok. Menurutnya, saat ini internet telah menjadi sebuah “cyber” di mana orang muda tidak menghadiri Misa atau ke gereja.
“Orang muda cenderung percaya bahwa apa yang ditawarkan di internet adalah benar,” ujarnya di Manila, seperti dikutip kantor berita Katolik, Union of Catholic Asian News (UCAN), Kamis (18/4/2013). “Media baru, khususnya media sosial seperti Facebook dan Twitter telah menjadi tantangan besar bagi Gereja karena media tersebut menjadi lebih relevan dan menginspirasi umat,” tambahnya.
Pastor Kunegundo menilai, media sosial masih belum digunakan secara efektif dalam upaya untuk penginjilan.
Sumber (voa-islam.com)

Senin (15/4/2013), Boston, Amerika Serikat (AS) dibuat “panik” dengan meledakkan bom di garis finish lomba Marathon ke-117. Ledakan besar tersebut dilaporkan telah menewaskan beberapa orang dan melukai sejumlah lainnya, ada yang menyebutkan 3 tewas dan lebih dari 180 luka-luka. Kabar ledakan ini sontak menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia dengan berbagai spekulasi tentang siapa pelaku pemboman itu. Tak sedikit yang curiga atau bahkan menuduh pelaku pemboman itu adalah orang Muslim yang Amerika katakan sebagai “teroris,” meskipun tak ada bukti kuat.

Para pengguna situs atau Web Users telah menjadi detektif pasca tragedi bom di lomba Marathon Boston, mencari ratusan foto untuk menemukan siapa orang dibalik peledakan besar itu.

Pihak berwenang AS memang melakukan penyelidikan terkait bom ini, tetapi para user Reddit dan 4Chan melakukan penelusuran mendalam sendiri, mencoba mencari orang mencurigakan yang menurut mereka FBI harus menyelidikinya.

Pasalnya, media-media pro-pemerintah AS menutup-nutupi orang-orang yang memakai seragam berlogo “The Craft International” -kontraktor militer swasta AS- yang terungkap dalam beberapa foto.

Mari kita lihat gambar-gambar berikut:

 Gambar 1 (setelah ledakan terjadi)
Seorang pria tertangkap kamera sedang mencoba melarikan diri saat ledakan terjadi.  Para user di Reddit mengklaim bahwa pria tersebut gelagatnya mencurigakan, di saat semua orang terjebak dalam ledakan, pria ini lari menjauh ke arah yang berlawanan. Apakah dia pelakunya? tidak ada yang bisa membuktikannya.
 Berikut adalah gambar-gambar yang lebih mencurigakan lagi. Jejak intelijen di area TKP sebelum dan setelah ledakan terjadi. 
 Gambar 2 (sebelum ledakan terjadi)
Gambar 2 menunjukkan sisi lain saat ledakan belum terjadi. Terlihat dua orang pria mencurigakan dengan peralatan komunikasi yang biasa digunakan intelijen kepolisian atau militer, mengenakan jaket hitam, celana panjang ala militer, dan tas ransel yang mirip.

Dengan menggunakan informasi dan sejumlah foto, para user menunjukkan beberapa orang yang mengenakan tas ransel dan pakaian yang sama atau orang-orang yang terlihat mencurigakan sebelum ledakan terjadi.

Gambar 3
User 4Chan menduga bahwa kemungkinan pria di Gambar 3 ini adalah seorang polisi rahasia alias intel yang menyamar.

Untuk lebih jelas, mari kita lihat gambar selanjutnya yang diambil dari laporan NaturalNews.com dan Infowars.com:


Gambar 5
Gambar 4 dan 5 dipublikasikan oleh NaturalNews.com, terlihat topi yang dikenakan pria mencurigakan itu terdapat logo yang mirip dengan logo “The Craft”, logo yang juga digunakan oleh “Blackwater” . Kebetulankah?

Gambar 6 (Image by: Naturalnews)
Dalam foto-foto terlihat, pria mencurigakan itu dengan tas rasel hitam di punggungnya tidak tertarik dengan perlombaan, tidak menonton.

Gambar 7
Dalam investigasi foto yang dipublikasikan oleh NaturalNews.com, terlihat sekelompok pria mencurigakan memakai seragam yang mirip dan menggunakan alat-alat intelijen yang tidak biasa digunakan warga sipil, termasuk logo “The Craft”, kontraktor militer swasta AS.

NaturalNews.com mencatat bahwa foto-foto tersebut -yang menunjukkan logo “The Craft” – dilarang beredar di media-media mainstream AS.

NaturalNews.com and InfoWars.com telah mempublikasikan banyak foto yang membuktikan ada sejumlah anggota Navy SEALs yang terlihat aktif di sekitar garis finish di lomba Marathon itu.


Gambar 8 (Image by: Infowars.com)
Dalam Gambar 8, terlihat ada tas ransel mencurigakan yang diletakkan oleh seseorang di sekitar tempat ledakan. Dan dua orang mencurigakan berjaket hitam, salah satunya mengenakan topi berlogo “The Craft” terlihat tak jauh di belakang.



 

Gambar 9 (Image by: NaturalNews.com)
Siapa pria di Gambar 9? Dia berada di garis finish dan apa yang ada di tangannya? Mari lihat lebih dekat lagi.
ambar 10
Mari cocokkan dengan gambar berikut:

Gambar 11
NaturalNews.com mengkonfirmasi bahwa alat yang dipegang pria mencurigakan itu adalah alat yang bisa mendeteksi radiasi yang dihasilkan dalam sebuah ledakan bom atau serangan nuklir.


Gambar12 (Image by: Infowars.com)
Gambar 12 menunjukkan situasi setelah ledakan terjadi, dua pria berjaket hitam dan membawa tas ransel yang sebelumnya terlihat di samping tempat ledakan, nampak berada di jalan, keduanya menggunakan alat komunikasi mencurigakan. Foto ini telah tersebar beberapa kali di internet.




Gambar 13 (Image by: Infowars.com)
Gambar di atas menunjukkan mobil SUV tanpa pengenal dengan sejumlah peralatan komunikasi di atasnya tiba-tiba datang ke TKP. Dan dua pria yang diduga kuat anggota “The Craft” tampak sibuk berkomunikasi dan ada satu anggota lainnya yang juga berkeliaran di sekitar tempat ledakan.

Gambar 14 (Image by: Infowars.com)
Seorang pria yang diduga kuat adalah orang “The Craft” terlihat turut membongkar tempat duduk penonton bersama staf acara, sementara satu lainnya terlihat sedang mencari sesuatu di atas tempat duduk penonton di saat para korban masih dievakuasi.

Gambar 15 (Image by: Infowars.com)
Di Gambar 15 menunjukkan pria yang diduga kuat anggota “The Craft’ berada di sebuah truk, dan di sampingnya squad bom FBI tiba.

Dilihat dari seragam mereka yang sama. Benarkah mereka anggota militer “The Craft”?

Mari bandingkan gambar berikut:

Gambar 16 (Image by: Infowars.com) 
Gambar 17 (Image by: Infowars.com)
 
Gambar 18


(Mantan Sniper NAVY SEAL dan moto logo “The Craft” – “Violence does solve problems”)
Foto-foto di atas dilarang beredar di beberapa media pro-pemerintah AS. Bahkan, Infowars.com melaporkan bahwa postingannya tentang para pria mencurigakan memakai ransel yang diduga anggota Navy SEALs yang beroperasi di lomba Marathon itu diblokir Facebook, http://www.infowars.com/facebook-blocks-infowars-post-on-suspicious-men-wearing-backpacks/.

Pertanyaannya untuk apa orang-orang ini beroperasi di tengah-tengah perlombaan Marathon? apakah untuk sekedar mengamankan acara perlombaan?

Dari investigasi yang ada sejauh ini, diduga bom yang meledak di sisi garis finish perlombaan Marathon itu adalah bom rakitan yang dikendalikan remote, jadi bukan “bom bunuh diri”.

Yang dituduh sebagai “tersangka”

Hanya berselang empat hari dari hari ledakan, FBI langsung merilis foto dan video terduga tersangka peledakan. FBI menuding dua pemuda, yaitu Dzhokhar (19) dan Tamerlan Tsarnayev (26), sebagai tersangka pelaku peledakkan hanya dengan bukti rekaman CCTV dan foto yang menangkap gerak-gerik kedua pemuda itu di sekitar area ledakan. “Lucunya”, ransel mereka adalah salah satu hal utama yang dicurigai, padahal banyak juga selain mereka yang mengunakan tas punggung.
Gambar 18 (Mantan Sniper NAVY SEAL dan moto logo “The Craft” – “Violence does solve problems”)
Foto-foto di atas dilarang beredar di beberapa media pro-pemerintah AS. Bahkan, Infowars.com melaporkan bahwa postingannya tentang para pria mencurigakan memakai ransel yang diduga anggota Navy SEALs yang beroperasi di lomba Marathon itu diblokir Facebook, http://www.infowars.com/facebook-blocks-infowars-post-on-suspicious-men-wearing-backpacks/.

Pertanyaannya untuk apa orang-orang ini beroperasi di tengah-tengah perlombaan Marathon? apakah untuk sekedar mengamankan acara perlombaan?

Dari investigasi yang ada sejauh ini, diduga bom yang meledak di sisi garis finish perlombaan Marathon itu adalah bom rakitan yang dikendalikan remote, jadi bukan “bom bunuh diri”.

Yang dituduh sebagai “tersangka”

Hanya berselang empat hari dari hari ledakan, FBI langsung merilis foto dan video terduga tersangka peledakan. FBI menuding dua pemuda, yaitu Dzhokhar (19) dan Tamerlan Tsarnayev (26), sebagai tersangka pelaku peledakkan hanya dengan bukti rekaman CCTV dan foto yang menangkap gerak-gerik kedua pemuda itu di sekitar area ledakan. “Lucunya”, ransel mereka adalah salah satu hal utama yang dicurigai, padahal banyak juga selain mereka yang mengunakan tas punggung.

Oleh : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas خفظه الله

MUQADDIMAH
Akhir-akhir ini kita sering dengar ada beberapa khatib dan penulis yang membawakan hadits tentang tujuh puluh dua golongan ummat Islam masuk Neraka dan hanya satu golongan ummat Islam yang masuk Surga adalah hadits yang lemah, dan mereka berkata bahwa yang benar adalah hadits yang berbunyi bahwa tujuh puluh golongan masuk Surga dan satu golongan yang masuk Neraka, yaitu kaum zindiq. Mereka melemahkan atau mendha’ifkan ‘hadits perpecahan ummat Islam menjadi tujuh puluh golongan, semua masuk Neraka dan hanya satu yang masuk Surga’ disebabkan tiga hal:

  1. Karena pada sanad-sanad hadits tersebut terdapat kelemahan.
  2. Karena jumlah bilangan golongan yang celaka itu berbeda-beda, misalnya; satu hadits menyebutkan tujuh puluh dua golongan yang masuk Neraka, dalam hadits yang lainnya disebutkan tujuh puluh satu golongan dan dalam hadits yang lainnya lagi disebutkan tujuh puluh golongan saja, tanpa menentukan batas.
  3. Karena makna/isi hadits tersebut tidak cocok dengan akal, mereka mengatakan bahwa semestinya mayoritas ummat Islam ini menempati Surga atau minimal menjadi separuh penghuni Surga.  Dalam tulisan ini, insya Allah, saya akan menjelaskan kedudukan sebenarnya dari hadits tersebut, serta penjelasannya dari para ulama Ahli Hadits, sehingga dengan demikian akan hilang ke-musykil-an yang ada, baik dari segi sanadnya maupun maknanya.
JUMLAH HADITS TENTANG TERPECAHNYA UMMAT ISLAM
Apabila kita kumpulkan hadits-hadits tentang terpecahnya ummat menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan dan satu golongan yang masuk Surga, lebih kurang ada lima belas hadits yang diriwayatkan oleh lebih dari sepuluh Imam Ahli Hadits dari 14 (empat belas) orang Shahabat Rasulullah صلی الله عليه وسلم. Yaitu:
  1. Abu Hurairah رضي الله عنه
  2. Mu’awiyah bin Abi Sufyan رضي الله عنه
  3. ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash رضى الله عنهما
  4. ‘Auf bin Malik رضي الله عنه
  5. Abu Umamah al-Bahili رضي الله عنه
  6. ‘Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه
  7. Jabir bin ‘Abdillah رضى الله عنهما
  8. Sa’ad bin Abi Waqqash رضي الله عنه
  9. Abu Darda’ رضي الله عنه
  10. Watsilah bin Asqa’ رضي الله عنه
  11. ‘Amr bin ‘Auf al-Muzani رضي الله عنه
  12. Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه
  13. Abu Musa al-Asy’ari رضي الله عنه
  14. Anas bin Malik رضي الله عنه.
Sebagian dari hadits-hadits tersebut adalah sebagai berikut:
HADITS PERTAMA Hadits Abu Hurairah رضي الله عنه
Dari Abu Hurairah  رضي الله عنه, ia berkata: “Rasulullah صلی الله عليه وسلم telah bersabda:
“Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan”
KETERANGAN:
Hadits ini diriwayatkan oleh:
  1. Abu Dawud, Kitab as-Sunnah, I-Bab Syarhus Sunnah no. 4596, dan lafazh hadits di atas adalah lafazh Abu Dawud.
  2. At-Tirmidzi, Kitabul Iman, 18-Bab Maa Jaa-a fiftiraaqi Haadzihil Ummah, no. 2778 dan ia berkata: “Hadits ini hasan shahih.” (Lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi VII/397-398.)
  3. Ibnu Majah, 36-Kitabul Fitan, 17-Bab Iftiraaqil Umam, no. 3991.
  4. Imam Ahmad, dalam kitab Musnad II/332, tanpa me-nyebutkan kata “Nashara.”
  5. Al-Hakim, dalam kitabnya al-Mustadrak, Kitabul Iman I/6, dan ia berkata: “Hadits ini banyak sanadnya, dan berbicara tentang masalah pokok agama.”
  6. Ibnu Hibban, sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Mawaariduzh Zhamaan, 31-Kitabul Fitan, 4-Bab Iftiraqil Ummah, hal. 454, no. 1834.
  7. Abu Ya’la al-Maushiliy, dalam kitabnya al-Musnad: Musnad Abu Hurairah, no. 5884 (cet. Daarul Kutub Ilmiyyah, Beirut).
  8. Ibnu Abi ‘Ashim, dalam kitabnya as-Sunnah, 19-Bab Fii ma Akhbara bihin Nabiyyu -صلی الله عليه وسلم- anna Ummatahu Sataftariqu, I/33, no. 66.
  9. Ibnu Baththah, dalam kitab Ibanatul Kubra: Bab Dzikri Iftiraaqil Umam fii Diiniha, wa ‘ala kam Taftariqul Ummah? I/374-375 no. 273 tahqiq Ridha Na’san Mu’thi.
  10. Al-Ajurri, dalam kitab asy-Syari’ah: Bab Dzikri Iftiraqil Umam fii Diinihi, I/306 no. 22, tahqiq Dr. ‘Abdullah bin ‘Umar bin Sulaiman ad-Damiiji.
PERAWI HADITS:
  1. Muhammad bin ‘Amr bin ‘Alqamah bin Waqqash al-Allaitsiy.
  • Imam Abu Hatim berkata: “Ia baik haditsnya, ditulis haditsnya dan dia adalah seorang Syaikh (guru).”
  • Imam an-Nasa-i berkata: “Ia tidak apa-apa (yakni boleh dipakai), dan ia pernah berkata bahwa Muhammad bin ‘Amir adalah seorang perawi yang tsiqah.”
  • Imam adz-Dzahabi berkata: “Ia adalah seorang Syaikh yang terkenal dan hasan haditsnya.”
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata: “Ia seorang perawi yang benar, hanya padanya ada beberapa kesalahan.”
(Lihat al-Jarhu wat Ta’dilu VIII/30-31, Mizaanul I’tidal III/ 673 no. 8015, Tahdzibut Tahdzib IX/333-334, Taqribut Tahdzib II/119 no. 6208.)
  1. Abu Salamah, yakni ‘Abdurrahman bin ‘Auf: Beliau adalah seorang perawi yang tsiqah, Abu Zur’ah berkata: “Ia seorang perawi yang tsiqah.”
(Lihat Tahdzibut Tahdzib XII/115, Taqribut Tahdzib II/409 no. 8177.)
DERAJAT HADITS
Hadits di atas derajatnya HASAN, karena terdapat Muhammad bin ‘Amr, akan tetapi hadits ini menjadi SHAHIH karena banyak syawahidnya.
Imam at-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih.”
Imam al-Hakim berkata: “Hadits ini shahih menurut syarat Muslim dan keduanya (yakni al-Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya.” Dan al-Hafizh adz-Dzahabi pun menyetujuinya. (Lihat al-Mustadrak Imam al-Hakim: Kitaabul ‘Ilmi I/128.)
Ibnu Hibban dan Imam asy-Syathibi telah menshahihkan hadits di atas dalam kitab al-I’tisham (II/189).
Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany juga telah menshahihkan hadits di atas dalam kitab Silsilah Ahaadits ash-Shahiihah no. 203 dan kitab Shahih at-Tirmidzi no. 2128.
HADITS KEDUA Hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan رضي الله عنه
عَنْ أَبِيْ عَامِرٍ الْهَوْزَنِيِّ عَبْدِ اللهِ بْنِ لُحَيِّ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِيْ سُفْيَانَ أَنَّهُ قَامَ فِيْنَا فَقَالَ: أَلاَ إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِيْنَا فَقَالَ: أَلاَ إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ اِفْتَرَقُوْا عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ. ثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ
Dari Abu ‘Amir al-Hauzaniy ‘Abdillah bin Luhai, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu’awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah صلی الله عليه وسلم pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda:
“Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan dan sesungguhnya ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, (adapun) yang tujuh puluh dua akan masuk Neraka dan yang satu golongan akan masuk Surga, yaitu “al-Jama’ah.”
KETERANGAN:
Hadits ini diriwayatkan oleh:
  1. Abu Dawud, Kitabus Sunnah Bab Syarhus Sunnah no. 4597, dan lafazh hadits di atas adalah dari lafazh-nya.
  2. Ad-Darimi, dalam kitab Sunan-nya (II/241) Bab fii Iftiraqi Hadzihil Ummah.
  3. Imam Ahmad, dalam Musnad-nya (IV/102).
  4. Al-Hakim, dalam kitab al-Mustadrak (I/128).
  5. Al-Ajurri, dalam kitab asy-Syari’ah (I/314-315 no. 29).
  6. Ibnu Abi ‘Ashim, dalam Kitabus Sunnah, (I/7) no. 1-2.
  7. Ibnu Baththah, dalam kitab al-Ibaanah ‘an Syari’atil Firqah an-Najiyah (I/371) no. 268, tahqiq Ridha Na’san Mu’thi, cet.II Darur Rayah 1415 H.
  8. Al-Lalikaa-iy, dalam kitab Syarah Ushul I’tiqad Ahlus Sunah wal Jama’ah (I/113-114) no. 150, tahqiq Dr. Ahmad bin Sa’id bin Hamdan al-Ghaamidi, cet. Daar Thay-yibah th. 1418 H.
  9. Al-Ashbahani, dalam kitab al-Hujjah fii Bayanil Mahajjah pasal Fii Dzikril Ahwa’ al-Madzmumah al-Qismul Awwal I/107 no. 16.
Semua Ahli Hadits di atas telah meriwayatkan dari jalan: Shafwan bin ‘Amr, ia berkata: “Telah menceritakan kepadaku Azhar bin ‘Abdillah al-Hauzani dari Abu ‘Amr ‘Abdullah bin Luhai dari Mu’awiyah.”
PERAWI HADITS
    1. Shafwan bin ‘Amr bin Haram as-Saksaki, ia telah di-katakan tsiqah oleh Imam al-‘Ijliy, Abu Hatim, an-Nasa-i, Ibnu Sa’ad, Ibnul Mubarak dan lain-lain.
    2. Azhar bin ‘Abdillah al-Harazi, ia telah dikatakan tsiqah oleh al-‘Ijliy dan Ibnu Hibban. Al-Hafizh adz-Dzahabi berkata: “Ia adalah seorang Tabi’in dan haditsnya hasan.” Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Ia shaduq (orang yang benar) dan ia dibicarakan tentang Nashb.”  (Lihat Mizaanul I’tidal I/173, Taqribut Tahdzib I/75 no. 308, ats-Tsiqat hal. 59 karya Imam al-‘Ijly dan kitab ats-Tsiqat IV/38 karya Ibnu Hibban.)
    3. Abu Amir al-Hauzani ialah Abu ‘Amir ‘Abdullah bin Luhai.
  • Imam Abu Zur’ah dan ad-Daruquthni berkata: “Ia tidak apa-apa (yakni boleh dipakai).”
  • Imam al-‘Ijliy dan Ibnu Hibban berkata: “Dia orang yang tsiqah.”
  • Al-Hafizh adz-Dzahabi dan Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata: “Ia adalah seorang perawi yang tsiqah.”
(Lihat al-Jarhu wat Ta’dilu V/145, Tahdzibut Tahdzib V/327, Taqribut Tahdzib I/444 dan kitab al-Kasyif II/109.)
DERAJAT HADITS
Derajat hadits di atas adalah HASAN, karena ada seorang perawi yang bernama Azhar bin ‘Abdillah, akan tetapi hadits ini naik menjadi SHAHIH dengan syawahidnya.
Al-Hakim berkata: “Sanad-sanad hadits (yang banyak) ini, harus dijadikan hujjah untuk menshahihkan hadits ini. dan al-Hafizh adz-Dzahabi pun menyetujuinya.” (Lihat al-Mustadrak I/128.)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Hadits ini shahih masyhur.” (Lihat kitab Silsilatul Ahaadits ash-Shahiihah I/405 karya Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany, cet. Maktabah al-Ma’arif.)
HADITS KETIGA Hadits ‘Auf bin Malik رضي الله عنه
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِفْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً فَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً فَإِحْدَى وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَاحِدَةٌ فِيْ الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِيْ النَّارِ، قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ هُمْ؟ قَالَ: الْجَمَاعَةُ
Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: “Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:
“Yahudi terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 (tujuh puluh) di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang 71 (tujuh puluh satu) golongan di Neraka dan yang satu di Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, yang satu di Surga, dan yang 72 (tujuh puluh dua) golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Al-Jama’ah.’
KETERANGAN
Hadits ini telah diriwayatkan oleh:
      1. Ibnu Majah, dalam kitab Sunan-nya Kitabul Fitan bab Iftiraaqil Umam no. 3992.
      2. Ibnu Abi ‘Ashim, dalam kitab as-Sunnah I/32 no. 63.
      3. Al-Lalikaa-i, dalam kitab Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunah wal Jama’ah I/113 no. 149.
Semuanya telah meriwayatkan dari jalan ‘Amr, telah menceritakan kepada kami ‘Abbad bin Yusuf, telah menceritakan kepadaku Shafwan bin ‘Amr dari Rasyid bin Sa’ad dari ‘Auf bin Malik.
PERAWI HADITS:
    1. ‘Amr bin ‘Utsman bin Sa’ad bin Katsir bin Dinar al-Himshi. An-Nasa-i dan Ibnu Hibban berkata: “Ia merupakan seorang perawi yang tsiqah.”
    2. ‘Abbad bin Yusuf al-Kindi al-Himsi. Ia dinyatakan tsiqah oleh Ibnu Hibban. Ibnu ‘Adiy berkata: “Ia meriwayatkan dari Shafwan dan lainnya hadits-hadits yang ia menyendiri dalam meriwayatkannya.” Ibnu Hajar berkata: “Ia maqbul (yakni bisa diterima haditsnya bila ada mutabi’nya).” (Lihat Mizaanul I’tidal II/380, Tahdzibut Tahdzib V/96-97, Taqribut Tahdzib I/470 no. 3165.)
    3. Shafwan bin ‘Amr: “Tsiqah.”  (Taqribut Tahdzib I/439 no. 2949.) d. Raasyid bin Sa’ad: “Tsiqah.”  (Tahdzibut Tahdzib III/195, Taqribut Tahdzib I/289 no. 1859.)
DERAJAT HADITS
Derajat hadits ini HASAN, karena ada ‘Abbad bin Yusuf, tetapi hadits ini menjadi SHAHIH dengan beberapa syawahidnya.
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani mengatakan hadits ini shahih dalam Shahih Ibnu Majah II/364 no. 3226 cetakan Maktabut Tarbiyatul ‘Arabiy li Duwalil Khalij cet. III thn. 1408 H, dan Silisilah al-Ahaadits ash-Shahihah no. 1492.

HADITS KEEMPAT Hadits Anas bin Malik رضي الله عنه

Hadits tentang terpecahnya ummat menjadi 73 golongan diriwayatkan juga oleh Anas bin Malik رضي الله عنه dengan mempunyai 8 (delapan) jalan (sanad) di antaranya dari jalan Qatadah diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 3993:  Lafazh-nya adalah sebagai berikut:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ اِفْتَرَقَتْ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَإِنَّ أُمَّتِيْ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلاَّ وَاحِدَةً؛ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ
Dari Anas bin Malik, ia berkata: “Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:
“Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, dan sesungguhnya ummatku akan terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang semuanya berada di Neraka, kecuali satu golongan, yakni “al-Jama’ah.”
Imam al-Bushiriy berkata, “Sanadnya SHAHIH dan para perawinya tsiqah.1
Hadits ini di-SHAHIH-kan oleh Imam al-Albany dalam shahih Ibnu Majah no. 3227. (Lihat tujuh sanad lainnya yang terdapat dalam Silsilatul Ahaadits ash-Shahiihah I/360-361)

  1. Lihat kitab Mishbahuz Zujajah (IV/180). Secara lengkap perkataannya adalah sebagai berikut: Ini merupakan sanad (hadits) yang shahih, para perawinya tsiqah, dan telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad juga dalam Musnad-nya dari hadits Anas pula, begitu juga diriwayatkan oleh Abu Ya’la al-Maushiliy.
HADITS KELIMA
Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dalam Kitabul Iman, bab Maa Jaa-a Fiftiraaqi Haadzihil Ummah no. 2641 dari Shahabat ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash dan Imam al-Laalika-i juga meriwayatkan dalam kitabnya Syarah Ushuli I’tiqad Ahlis Sunnah wal Jama’ah (I/111-112 no. 147) dari Shahabat dan dari jalan yang sama, dengan ada tambahan pertanyaan, yaitu: “Siapakah golongan yang selamat itu?” Beliau صلی الله عليه وسلم menjawab:
مَاأَنَا عَلَيْهِ وَ أَصْحَابِيْ
“Ialah golongan yang mengikuti jejakku dan jejak para Shahabatku.”
Lafazh-nya secara lengkap adalah sebagai berikut:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِيْ مَا أَتَى عَلَى بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ حَتَّى إِنْ كَانَ مِنْهُمْ مَنْ أَتَى أُمَّهُ عَلاَنِيَةً لَكَانَ فِيْ أُمَّتِيْ مَنْ يَصْنَعُ ذَلِكَ وَإِنَّ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِيْ النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً، قَالُوْا: وَمَنْ هِيَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata: “Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:
“Sungguh akan terjadi pada ummatku, apa yang telah terjadi pada ummat bani Israil sedikit demi sedikit, sehingga jika ada di antara mereka (Bani Israil) yang menyetubuhi ibunya secara terang-terangan, maka niscaya akan ada pada ummatku yang mengerjakan itu. Dan sesungguhnya bani Israil berpecah menjadi tujuh puluh dua millah, semuanya di Neraka kecuali satu millah saja dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga millah, yang semuanya di Neraka kecuali satu millah.’ (para Shahabat) bertanya, ‘Siapa mereka wahai Rasulullah?’ Beliau صلی الله عليه وسلم menjawab, ‘Apa yang aku dan para Shahabatku berada di atasnya.’”
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2641, dan ia berkata: “Ini merupakan hadits penjelas yang gharib, kami tidak mengetahuinya seperti ini, kecuali dari jalan ini.”)

PERAWI HADITS
Dalam sanad hadits ini ada seorang perawi yang lemah, yaitu ‘Abdur Rahman bin Ziyad bin An’um al-Ifriqiy. Ia dilemahkan oleh Yahya bin Ma’in, Imam Ahmad, an-Nasa-i dan selain mereka. Ibnu Hajar al-Asqalani berkata: “Ia lemah hafalannya.” (Tahdzibut Tahdzib VI/157-160, Taqribut Tahdzib I/569 no. 3876.)

DERAJAT HADITS
Imam at-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini HASAN, karena banyak syawahid-nya. Bukan beliau menguatkan perawi di atas, karena dalam bab Adzan beliau melemahkan perawi ini. (Lihat Silsilatul Ahaadits ash-Shahiihah no. 1348 dan kitab Shahih Tirmidzi no. 2129.)

KESIMPULAN
Kedudukan hadits-hadits di atas setelah diadakan penelitian oleh para Ahli Hadits, maka mereka berkesimpulan bahwa hadits-hadits tentang terpecahnya ummat ini menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, 72 (tujuh puluh dua) golongan masuk Neraka dan satu golongan masuk Surga adalah hadits yang shahih, yang memang sah datangnya dari Rasulullah صلی الله عليه وسلم. Dan tidak boleh seorang pun meragukan tentang keshahihan hadits-hadits tersebut, kecuali kalau ia dapat membuktikan berdasarkan ilmu hadits tentang kelemahannya.

Hadits-hadits tentang terpecahnya ummat Islam menjadi tujuh puluh tiga golongan adalah hadits yang shahih sanad dan matannya. Dan yang menyatakan hadits ini shahih adalah pakar-pakar hadits yang memang sudah ahli di bidangnya. Kemudian menurut kenyataan yang ada bahwa ummat Islam ini berpecah belah, berfirqah-firqah (bergolongan-golongan), dan setiap golongan bangga dengan golongannya.
Allah سبحانه و تعالى melarang ummat Islam berpecah belah seperti kaum musyrikin:
لَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعاً كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
“Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [QS. Ar-Rum: 31-32]
Nabi صلی الله عليه وسلم memberikan jalan keluar, jalan selamat dunia dan akhirat. Yaitu berpegang kepada Sunnah Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan para Shahabatnya.

10.21 ,
JAKARTA  - Tokoh masyarakat Poso, ustadz Adnan Arsal mengungkap akar masalah, mengapa Poso kerap bergojak dan banyak darah kaum Muslimin tertumpah.

Menurutnya, hal itu tak lepas dari latar belakang konflik Islam-Kristen di Poso antara tahun 1998 hingga 2000-an silam.

Waktu itu, umat Islam di Poso berkali-kali dikhianati pihak Kristen dalam perjanjian damai. Setiap kali usai menandatangani perjanjian damai, umat Islam lalu diserang pihak Kristen.
...sempat kami berdamai yang ditandatangani ratusan tokoh Islam-Kristen. Setiap kali habis menandatangani perdamaian, malam hari umat Islam diserang

Menyikapi hal itu, ustadz Adnan Arsal pun mengambil inisiatif dengan menyerukan perlawanan jihad. Uniknya, seruan jihad itu ia kumandangkan setelah disetujui oleh Gubernur karena situasi dan kondisi tak memungkinkan kecuali melakukan perlawanan.

“Pada waktu itu sempat kami berdamai yang ditandatangani ratusan tokoh Islam-Kristen. Setiap kali habis menandatangani perdamaian, malam hari umat Islam diserang beramai-ramai dari atas empat kali. Akhirnya saya berfikir, apa yang harus saya lakukan? Maka pada waktu itu saya telepon Gubernur, karena pada waktu itu kami sudah diserang; “pak Gubernur kami sudah berdamai empat kali dan semua tokoh sudah bertanda tangan, tapi kami diserang lagi dan anak-anak sudah berdarah-darah. Saya mau komandokan jihad pak Gubernur, tidak ada jalan lain. Beliau menjawab; ya okelah kalau begitu,” kata ustadz Adnan Arsal saat menjadi pembicara Diskusi Publik di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2013).

Ustadz Adnan melanjutkan, sejak awal konflik, aparat telah menunjukkan sikap diskrimantif dan tidak adil terhadap umat Islam.

“Pada waktu itu umat Islam diserang, lewat di muka Kompi 711 tapi mereka tidak dilarang, dibiarkan. Kemudian apabila umat Islam melakukan perlawanan ditahan di muka Kompi dan tidak bisa lewat di situ, ini ketidakadilan,” imbuhnya.
...apabila umat Islam melakukan perlawanan ditahan di muka Kompi dan tidak bisa lewat di situ, ini ketidakadilan

Selain itu, ustadz Adnan Arsal juga menceritakan kebiadaban yang tak akan pernah bisa dilupakan umat Islam Poso. Pada bulan Mei 2000, ratusan santri dan para ustadz Pondok Pesantren Muhammadiyah, Walisongo di Poso menjadi korban pembantaian kaum Salibis.

“Inilah latar belakang terjadinya pembantaian Pondok Pesantren Walisongo dimana pimpinan Muhammadiyah pak Marlan sudah meninggal dunia, santri-santri pada waktu itu dikumpul di masjid, anak-anak kecil sampai yang dewasa awalnya mereka dijamin aman oleh Camat, Kapolsek kemudian Danramil. Setelah dijamin aman datang penyerang ribuan, ada yang mengatakan lima ribu, dibantai anak-anak di masjid itu seperti batang pisang, inilah latar belakang kekerasan melebihi para teroris. Sesudah itu dihanyutkanlah bangkai-bangkai umat Islam di sungai Poso. Menurut perhitungan orang yang lewat di laut dari Poso ke Parigi ditemukan ada lebih dari empat puluh mayat tanpa kepala, ini latar belakang kekerasan yang terjadi terhadap umat Islam, di sinilah umat Islam mulai melakukan perlawanan,” kisahnya.
...penyerang ribuan, ada yang mengatakan lima ribu, dibantai anak-anak di masjid itu seperti batang pisang, inilah latar belakang kekerasan melebihi para teroris

Setelah itu, konflik pun kian meluas. Umat Islam mulai bangkit berjihad dan merebut kembali wilayah-wilayah Muslim yang dikuasai Kristen.

“Terjadilah perlawanan pada waktu itu, dan wilayah-wilayah Islam yang dikuasai mereka (Kristen, red.) direbut kembali dan terjadilah perang antara Islam dengan Kristen,” ujarnya.

Pasca deklarasi Malino, ada diantara kaum Muslimin yang merasa tak puas dengan kesepakatan tersebut. Mereka pun melakukan aksi pembalasan atas pembantaian yang pernah menimpa kaum Muslimin.

Hingga ketika Undang Undang Terorisme disahkan, mereka pun dijadikan DPO dengan tuduhan terlibat aksi terorisme.

08.34
VATIKAN -- Gereja Vatikan dituduh menutupi kasus pelecehan seksual yang dilakukan pendeta senior di Katolik Roma Inggris, Kardinal Keith O'Brien selama lima bulan.

Skandal tersebut mendapat perhatian publik setelah surat kabar Inggris, Observer mengungkap tiga pendeta dan seorang mantan pendeta di Skotlandia mengeluh kepada duta Vatikan di Inggris, Antonio Mennini. Mereka menuduh O'Brien berperilaku tidak pantas terhadap mereka sekitar 30 tahun lalu.

Laporan tersebut menyatakan kasus terjadi pada 1980 ketika O'Brien melakukan pelecehan seksual setelah kegiatan doa malam. Seorang seminari mengatakan dia mengundurkan diri setelah O'Brien dipromosikan sebagai uskup.

"Saya diasumsikan meninggalkan gereja karena ingin menikah. Saya tidak melakukan itu. Saya meninggalkan karena intergritas, " ujarnya dilansir PressTV.

Dalam laporan kedua, seorang pendeta mengatakan dilecehkan secara seksual oleh O'Brien dalam kunjungan di paroki. Imam lain mengatakan perilaku tidak pantas diterimanya ketika dia diundang untuk tinggal selama satu pekan di kediaman O'Brien pada 1980.

Pendeta ketiga mengklaim O'Brien tetap mengontaknya selama beberapa waktu. Dia mengatakan kegiatan doa malan dimanfaatkan untuk bertindak tidak pantas.

Laporan tersebut menyatakan Vatikan menyimpan rahasia tersebut selama lima bulan. Hal itu merupakan kesepakatan dengan kepala Kongres Uskup Batikan agar kardinal Inggris dapat pensiun tanpa mempermalukan gereja.

Ahad lalu, O'Brien mengaku telah melakukan pelecehan seksual selama kariernya sebagai pendeta, uskup agung, dan kardinal. Dia mengundurkan diri sebagai Uskup Agung St Andrews dan Edinburgh pekan lalu.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget