Latest Post

08.00
Seorang wanita pengungsi Rohingya menangis sambil menggendong bayinya.
Voice Of Muslim - Seorang warga Rohingya mengubur ibunya. Dia tertusuk pisau di kepala dan leher. Perempuan itu tewas jelang senja."Saya bersama dengannya waktu itu. Kami tak bisa melakukan apapun untuknya,"ujar warga yang dikutip dalam laporan Human Right Watch , 22 April 2013.

Kemudian, pria itu menerima izin dari otoritas setempat untuk menguburnya bersama saudara lain yang turut menjadi korban. Bersama warga lainnya, dia menggali kuburan massal yang terletak di Desa Yan Thei, Mrauk U, Myanmar.
Orang-orang Arakan menyerang Yan Thei pada 23 Oktober 2012. Setidaknya, 52 orang tewas akibat pembunuhan massal tersebut. Hanya, dua saksi mengklaim terdapat 70 warga Rohingya yang terbunuh. Mereka bilang ada belasan orang lain yang meninggal dunia setelah menderita luka parah.
Pada 25 Oktober, warga desa mulai menggali kuburan untuk para korban. Beberapa penggali yang diwawancara HRW mengaku, kerap diawasi polisi dan tentara. Aparat pun menyuruh mereka menggali lobang yang lebih besar karena banyaknya korban.
Seorang warga Rohingya lain mengaku telah mengubur sebelas pria, 20 perempuan dan 30 anak-anak. Ketika itu, puluhan bocah tak bisa kabur bersama orang tua mereka. "Semuanya dibunuh dengan pisau dan mereka melemparkannya ke api,"ujarnya.
Mayat-mayat terbakar itu tak langsung dikubur. Warga harus menunggu izin dari polisi dan tentara untuk menggabungkannya dengan korban lain.
HRW membongkar bukti adanya empat kuburan massal di Provinsi Arakan. Tiga diantaranya digali pada kekerasan Juni. Selebihnya, pada Oktober. Penggalian tersebut diperintahkan oleh otoritas di empat daerah yakni Desa Yan Thei dan tiga lainnya dekat Ba Du Baw IDP di luar Sittwe.

Voice Of Muslim - Puluhan kapal kayu sederhana yang dipenuhi oleh muslim Rohingya yang melarikan diri dari aksi kekerasan telah kembali ke daratan pada hari Sabtu (27/10), setelah dua hari berada di laut.

Masyarakat muslim melarikan diri dengan menggunakan sejumlah perahu untuk mencapai kamp pengungsian serta mencari perlindungan di pulau-pulau dan desa-desa pesisir. Namun sembilan perahu masih belum ditemukan hingga saat ini, menurut beberapa sumber pengungsi Rohingya

Seorang prajurit berjalan di tengah puing perkampungan Pauktaw yang dibakar dalam kekerasan baru-baru di Rakhine,Myanmar, Sabtu (27/10). (Soe Zeya Tun/Reuters) 

Sejumlah orang mengumpulkan potongan logam dari puing perkampungan Pauktaw yang dibakar dalam kekerasan baru-baru ini di Rakhine,Myanmar, Sabtu (27/10). (Soe Zeya Tun/Reuters) 

Sejumlah orang mengumpulkan potongan logam dari puing perkampungan Pauktaw yang dibakar dalam kekerasan baru-baru ini di Rakhine,Myanmar, Sabtu (27/10). (Soe Zeya Tun/Reuters) 

 Seorang anak mengumpulkan potongan logam dari puing perkampungan Pauktaw yang dibakar dalam kekerasan baru-baru ini di Rakhine,Myanmar, Sabtu (27/10). (Soe Zeya Tun/Reuters)

 

Sebuah perahu terlihat dari reruntuhan sebuah masjid yang hancur di salah satu sudut kota Pauktaw yang dibakar dalam kekerasan baru-baru ini di Rakhine,Myanmar, Sabtu (27/10). (Soe Zeya Tun/Reuters)

Voice Of Muslim - Menurut data organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), sekitar  22.587 warga sipil kini telah mengungsi  dan setidaknya 84 orang meninggal dunia akibat kerusuhan antara penduduk muslim Rohingya dan mayoritas penduduk Rakhine yang beragama Buddha.

Seorang warga mengambil air di sebuah kamp pengungsi bagi warga muslim yang terlantar akibat aksi kekerasan awal tahun ini di luar Sittwe, Myanmar, Selasa (30/10). (Soe Zeya Tun/Reuters) 

Seorang anak pengungsi berdiri di belakang pompa air di sebuah kamp pengungsi bagi warga muslim yang terlantar akibat aksi kekerasan awal tahun ini luar Sittwe, Myanmar, Selasa (30/10). (Soe Zeya Tun/Reuters)

Seorang wanita muslim duduk dengan bayinya di sebuah kamp pengungsi bagi mereka yang terlantar akibat aksi kekerasan awal tahun ini luar Sittwe, Myanmar, Selasa (30/10). (Soe Zeya Tun/Reuters)

Seorang warga mengambil air di sebuah kamp pengungsi bagi warga muslim yang terlantar akibat aksi kekerasan awal tahun ini di luar Sittwe, Myanmar, Selasa (30/10). (Soe Zeya Tun/Reuters) 

Sejumlah warga mengambil air di sebuah kamp pengungsi bagi warga muslim yang terlantar akibat aksi kekerasan awal tahun ini di luar Sittwe, Myanmar, Selasa (30/10). (Soe Zeya Tun/Reuters)

Tim SWAT berada lingkungan di pinggiran kota Boston untuk mencari tersangka yang diduga bersembunyi di sebuah apartemen di Watertown, Jumat (19/4).
Voice Of Muslim - Serangan bom saat perlombaan lari marathon di Boston, AS, (15/4), telah menewaskan tiga orang dan mencederai lebih dari 140 orang. Indikasi serangan tersebut sebagai sebuah kegiatan terorisme telah diungkapkan oleh beberapa senator AS, namun pernyataan pertama Obama atas serangan tersebut justru tidak menggunakan kata teroris.

Hal ini mendapat tanggapan, baik dari dalam maupun luar AS, khususnya mengenai bagaimana pendapat Obama terhadap persoalan terorisme. Pada saat itu, seorang pejabat Gedung Putih langsung menyatakan bahwa apa yang dimaksudkan oleh Obama atas serangan ini sebenarnya adalah tindakan teroris, yang kemudian diiyakan oleh Obama pada pernyataan keduanya.

Menarik untuk dibahas ketika muncul pertanyaan mengapa Obama pada pernyataan pertama tidak menyebut kata teroris itu. Terlepas dari perdebatan yang menyatakan bahwa serangan tersebut sebagai aksi teror dengan pernyataan yang menerangkan bahwa Obama berhati-hati dalam pernyataannya, itu memperlihatkan bagaimana garis besar kebijakan AS terorisme saat ini. Untuk melihat gambaran ini, akan lebih mudah bila dibandingkan kebijakan terorisme pada pemerintahan Bush dan Obama.

Administrasi Bush-Chenney merumuskan kebijakan terorisme AS yang mendunia dengan war against terrorism, yang berubah menjadi global war on terrorism. Oleh Byford (McDonnell:2010), pengungkapan istilah ini dianggap tidak tepat dan hanya merupakan kegiatan retorika yang dibesar-besarkan serta berimplikasi untuk disalahgunakan secara berlebihan.

Untuk istilah itu sendiri, ia menyatakan, "Wars have typically been fought against proper nouns (Germany, say) that proper nouns can surrender… not to do it again. Wars against …poverty, crime, drugs… less successful. Such opponents never give up. The war on terrorism, unfortunately, falls into the second category".

Namun demikian, bagi Bush-Chenney, program ini memberi pembenaran untuk membuat kebijakan terorisme yang lebih bebas dan keleluasan penggunaan militer. Selain itu, program ini juga dibuat sebagai justifikasi AS ketika menyerang Irak dengan alasan bahwa Saddam Hussein adalah pendukung Alqaidah meski banyak fakta memperlihatkan Saddam justru dibenci oleh Usamah bin Ladin atau oleh fundamentalis Alqaidah lainnya seperti Al-Zawahiri.

Meski pada awalnya program ini dikumandangkan oleh AS, masyarakat negara tersebut dan komunitas internasional gembira akan harapan penanggulangan terorisme dan tingkat keamanan membaik, implementasi war on terrorism justru sering tidak mengindahkan aturan hukum internasional. Pelaksanaan program tersebut juga sering dianggap berlebihan, sehingga justru dikhawatirkan menjadi bumerang bagi tingkat keamanan masyarakat AS itu sendiri serta tidak menuntaskan kegiatan terorisme internasional. Terlebih ketika masyarakat internasional menduga bahwa AS ternyata mempunyai maksud penguasaan potensi minyak ketika menyerang Irak.

Kebijakan terorisme AS
Buruknya reputasi AS dalam program war on terrorism diupayakan berubah oleh administrasi Obama dengan mencoba memberi kesan positif dalam penyelenggaraan kebijakan terorisme. Upaya Obama untuk menutup Penjara Guantanamo Bay serta menjanjikan kegiatan CIA untuk tidak menggunakan penyiksaan pada tahanan Guantanamo di tahun pertama pemerintahannya ternyata efektif memberi citra yang lebih baik bagi AS dalam kebijakan terorisme serta perlindungan hak asasi manusia.

Selain itu, Obama juga memperbaiki hubungan dengan negara-negara berpenduduk Muslim untuk membantah pandangan yang selama ini mengatakan bahwa Islam sebagai akar terorisme, serta tidak banyak mempertontonkan promosi kebijakan AS dalam menumpas kegiatan terorisme. Kebijakan terorisme yang dijalankan oleh Obama ini justru membingungkan kalangan politik AS sebab tidak memperlihatkan arah yang lebih jelas.

Hal ini terlihat dengan tidak jelasnya bagaimana bentuk penanganan para bekas tahanan terorisme dari Guantanamo Bay. Selain itu, Obama juga tidak merespons dengan baik ketika ada argumen untuk memperbarui keputusan kongres untuk Justifikasi Penggunaan Tindakan Militer (AUMF-2001) dalam menghadapi tindakan terorisme bagi masa depan AS karena cenderung bertentangan dengan rule of law.

Sehubungan dengan serangan bom di Boston, Obama kembali memperlihatkan bagaimana tidak jelasnya kebijakan AS dalam hal terorisme ini dengan berhati-hati menyatakan bahwa serangan tersebut sebagai tindakan terorisme pada awal komentarnya. Dari gambaran ini, dapat dilihat dari alasan bahwa, pertama, Obama kembali memperlihatkan upaya AS dalam memperbaiki reputasi Amerika sebagai negara yang tetap menindak upaya terorisme namun sesuai dengan hukum internasional serta penghormatan pada hak asasi manusia.

Hal ini dilakukan agar euforia war on terrorism-oriented policy seperti yang dilakukan pada pemerintahan Bush-Chenney yang cenderung berdampak negatif tidak terulang. Kedua, mungkin ada kekhawatiran Obama bila menggunakan kata teroris akan memperlemah kebijakan yang telah pernah diambilnya sehubungan dengan tidak gencarnya kebijakannya dalam mengawasi ancaman terorisme, yang sekaligus akan memperlihatkan kerapuhan tingkat keamanan AS.

Ini tentunya akan mengganggu stabilitas politik dan ekonomi AS. Namun demikian, bila hasil penyelidikan serangan bom di Boston dinyatakan sebagai tindakan terorisme, maka dapat diestimasi bahwa eskalasi kebijakan terorisme AS di bawah administrasi Obama akan mengalami perubahan.

Fokus kebijakan Obama terhadap ancaman terorisme yang tadinya hanya bersifat simbolis semata akan berubah pada substansi kebijakan yang lebih jelas. Dapat pula dibayangkan bahwa konteks dan lingkup kebijakan terorisme AS seperti yang tercantum dalam AUMF akan menjadi lebih luas dan jelas.

Dosen Universitas Negeri Makassar

07.34 ,
Voice Of Muslim - BRUNEI --  Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  menyeru kepada Presiden Suriah Bashar Al Assad untuk menyadari bahwa transisi politik memang diperlukan.

Menurut di,  transisi politik tersebut harus dilakukan yang tentunya sesuai dengan keinginan masyarakat Suriah sendiri.

"Tetapi transisi politik yang baik sesuai keinginan bangsa Suriah dan mendapatkan dukungan dari masyarakat internasional," kata SBY.

"Menurut saya keadaan di Suriah sudah tidak bisa dibiarkan begitu saja, korban berjatuhan setiap hari dan belum ada tanda-tanda tragedi kemanusiaan di Suriah akan berakhir. Kalau dunia tidak berbuat untuk mencegah kerusakan lebih besar di Suriah, sejarah akan menyalahkan dunia dan kita semua," ungkapnya.

SBY juga menyeru kepada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terutama lima negara pemegang hak veto, Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris, Prancis ditambah Turki dan Iran serta Presiden Bashar Al Assad dan pihak Oposisi Suriah untuk duduk bersama mencari solusi damai.

"Yang penting hentikan dulu kekerasaan dan tragedi kemanusiaan kemudian berikan bantuan kemanusiaan, yang ketiga lakukanlah transisi politik," katanya.

07.31
Voice Of Muslim - Rantai kaki melingkar di atas mata kaki Abdella Ahmad Tounisi, Rabu (24/4). Remaja 18 tahun ini gontai melangkah ke ruang sidang. Rambutnya botak. Kulit putihnya berbalut pakaian berwarna jeruk segar. Tounisi adalah tertuduh teroris.

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menuduhnya sebagai anggota kelompok berbahaya. Hari itu adalah sidang perdana Tousini setelah sepekan berada dalam interogasi tinggi dan berada dalam tahanan. Tentu saja dalam keamanan maksimum.

Aljazirah melansir lembaga intelijen dalam negeri AS menjebak remaja asal Aurora, Chicago ini, lantaran mengunjungi laman website radikalis Muslim buatan FBI. Kunjungan via internet itu membuat Tounisi diseret ke peradilan.

FBI menuduh Tounisi hendak bergabung dengan sel Alqaidah bernama Jabhat al-Nusra. Sel tersebut adalah kelompok bersenjata yang sedang perang di Suriah melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Aljazirah mengatakan situs bikinan FBI itu adalah perbuatan yang melampaui batas. FBI semestinya tidak memanfaatkan gerakan keagamaan untuk memberantas aksi menyimpang dari ajaran agama tersebut.  Teroris tidak perlu mendaftarkan diri ke website. Apalagi dijebak untuk bergabung menjadi anggota teroris.

Kini, Tousini terancam hukuman 15 tahun penjara. Hakim Persidangan Daniel Martin mengatakan, putusan hari ini adalah menunda persidangan. Martin tidak menyebutkan alasan penundaan. Tapi, mengutip Chicago Tribune persidangan akan dilanjutkan 2 Mei mendatang, di Gedung Persidangan Dirksen, Chicago.

Tounisi ditangkap FBI di Bandara internasional O'Hare, Chicago, saat Jumat (19/4) lalu. Kejaksaan mengatakan, Tounisi hendak memulai leg pertama perjalanan ke medan perang ke Suriah. Penerbangan pertama akan menyambangi Turki sebelum dirinya melaju ke Damaskus, Suriah.

Banyak tuduhan dialamatkan jaksa kepada Tounisi. Media lokal mengutip dakwaan jaksa sebagai berikut: Tounisi diduga terlibat dalam rencana ledakan di sebuah bar di Chicago, September 2012.

FBI menggagalkan rencana itu dan menarik sebuah nama Adel Daoud.Aksi Daoud juga berawal dari komunikasi melalui chatroom website bikinan FBI. Tidak disebutkan nama komunitas teroris gadungan itu. Tapi salah seorang di website tersebut mengajari Daoud merakit bom dan cara meledakkannya. FBI menemukan komunikasi lancar antara Daoud dan Tounisi.

Namun aktivitas Tounisi sempat menghilang dari chatroom. FBI kembali memancing Tounisi melalui tampilan website yang berbeda. Umpan FBI menarik Tounisi. Seseorang di chatroom mengaku mencari relawan pemberani untuk bergabung bersama Jabhat al-Nusra di Suriah.Tounisi mengirimkan aplikasi dirinya.

Termasuk kelemahannya menggunakan senjata dan bahan peledak. Chicago Tribune melansir, kontak langsung antara Tounisi dan perekrutnya itu terjadi saat 1 April lalu. Keduanya bertemu dan menyusun rencana untuk terbang ke medan perang di Suriah.

Dalam kenyataannya, perekrut tersebut adalah seorang intelijen FBI. Mantan Jaksa Federal Phil Turner mengatakan, merayu atau memanipulasi pikiran pemuda dengan iming-iming ikut dalam kekerasan (terorisme) adalah kejahatan.

''Tindakan mereka memicu fantasi,'' ujar Turner. Pengacara Molly Armour menyatakan bersedia membela Tounisi. Armour adalah pengacara negara yang ditunjuk membela remaja tanggung ini. Kata dia, penundaan persidangan adalah jawaban keraguan hakim atas kasus tersebut.

 Akan tetapi kata dia, pihaknya bersama keluarga Tounisi akan punya waktu membalikkan tuduhan FBI dan Kejaksaan. Keluarga menyatakan, Tounisi adalah korban jebakan  agen intelijen. Sementara itu, Juru Bicara FBI di Chicago, Joan Hyde menolak berkomentar tentang tuduhan menjebak tersebut.

Voice Of Muslim - Kepala Anti-Teror Uni Eropa, Gilles de Kerchove menyebutkan, sedikitnya 500 orang yang berasal dari Eropa ditemukan tengah terlibat perperangan melawan Pasukan Pemerintah Suriah.
Kebanyakan mereka berkewarganegaraan Inggris, Irlandia, dan Prancis.

"(Para Teroris) ini ternyata tidak semuanya menjadi radikal ketika meninggalkan negaranya. Namun sebagian besar mereka ini dididik di sana (Suriah). Mereka terus dilatih disana," papar De Kerchove, seperti dikutip BBC, Rabu (24/4).

De Kerchove mengatakan kecemasannya jika mereka yang datang ke Suriah tersebut pulang ke kampung halamannya di Eropa. Dikhawatirkan mereka akan menjadi radikal dan melancarkan sejumlah teror di Eropa.

Menurut de Kerchove, warga Eropa yang datang ke Suriah tersebut bergabung dengan jaringan ekstrimis dan kelompok Al Qaedah. Mereka dilatih untuk melakukan teror dan serangan sebelum diikutkan untuk melawan tentara pro Assad.

"Kami melihat ini bisa memicu ancaman besar ketika mereka kembali ke negaranya," tambah De Kerchove.

De Kerchove memberikan perumpamaan seperti Belanda. Di negeri tulip itu, banyak warganya yang kembali dari Suriah telah menjadi radikal dan membuat ancaman teror di negaranya.

Sumber : ROL

Voice Of Muslim - Jakarta - Simbol kekaisaran Romawi-Konstatinopel yang sudah ditaklukan oleh Sultan Muhamad al-Fatih, berupa gereja yang sangat megah, diubah menjadi sebuah masjid.
Kemudian, di zaman Kemal at-Turk, masjid itu dijadikan museum, akibat tekanan yang hebat dari Eropa.  Sekarang sesudah, Turki dipegang oleh Partai AKP yang condong kepada Islam, dipimpin Perdana Menteri Recep Tayyib Erdogan, rakyatnya menuntuk kembali agar Hagia Shopia (Aya Sophia) dibuka kembali sebagai masjid, dan menjadi tempat sholat bagi rakyat Turki.

Sekarang di Turki, muncul gerakan dari kalangan pemuda Turki, yang sangat mencintai Islam, menginginkan agar Hagia Shopia, difungsikan kembali sebagai masjid, dan dibuka untuk shalat di setiap waktu shalat. Asosiasi Pemuda Anatolia telah melancarkan kampanye, dan mengumpulkan tanda tangan meminta Hagia Sophia dibuka kembali dan dapat digunakan untuk shalat. Setiap waktu, termasuk shalat Jum'at.

Para akitivis pemuda Islam itu, melakukan berbagai kegiatan, seperti melakukan konferensi pers, seminar, dan melakukan promosi melalui konferensi yang bertujuan mengkampanyekan Masjid Hagia Shopia, agar dibuka kembali. Mereka mengumpulkan tanda tangan berjudul "Chains Break dengan Signatures," kata  Presiden Anatolia Youth Association  Salih Turhan.  Salih menegaskan, bahwa Istanbul  simbol keadilan bagi semua agama, ungkapnya.

Turhan, yang menyatakan bahwa pihak berwenang dari negara-negara Muslim telah dihubungi untuk mendukung kampanye dimulai di Turki, mengatakan:

"The Hagia Sophia diubah menjadi masjid setelah penaklukan Istanbul. Pada 24 November, 1934 itu berubah menjadi museum. Keinginan nasional diabaikan dalam transformasi ini. Hagia Sophia bukanlah batu atau bangunan. Hagia Sophia harus diubah menjadi masjid dan harus diselamatkan dari keadaannya yang menyedihkan. pembukaan masjid Hagia Sophia  akan menjadi langkah pertama di Istanbul, guna mendukung hak kaum Muslimin yang bersifat abadi. "

Tanda tangan yang dikumpulkan selama sebulan "Chains Break dengan Signatures" kampanye akan dikirim kepada Perdana Menteri, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan pihak berkepentingan lainnya.

Langkah ini merupakan tanggungjawab para pemuda Muslim, di mana Hagia Shopia, warisan Daulah Otmaniyah yang sangat berharga, sesudah berhasil mengalahkan Imperium Romawi-Konstinopel, dan mengubah gerej agung itu, kemudian menjadi sebuah masjid yang sangat indah.
Tetapi, sesudah jatuhnya Khilafah Turki Otsmani, yang dihancurkan oleh seorang keturunan Yahudi, bernama Jenderal Kemal at-Turk, yang kemudian mendapatkan julukan sebagai, "Young Turk" itu, merupakan tokoh sekulerisme itu mengubah Turki menjadi Republik.
Kemal at-Turk menghancurkan Khilafah Turki Otsmani, dan bukan  hanya mengganti Turki menjadi Republik, tetapi juga menghancurkan seluruh bangunan Islam di   Turki, para ulama, tokoh-tokoh, pemimpin Islam semuanya dihancurkan oleh Kemal, dan bahasa Arab dilarang, semua simbol-simbol Islam dilarang, termasuk masjid Hagia Shopia.
Sekarang kalangan muda Turki, menuntut dihidupankannya kembali Hagia Shopa sebagai tempat ibadah. af/hh

05.10 ,
Voice Of Muslim - MANILA – Survei terbaru yang dilakukan melalui jajak pendapat oleh Social Weather Stations mengungkapkan bahwa gereja di Filipina makin sepi.
Hal itu dikarenakan kehadiran umat di gereja pada Misa mingguan khususnya di kalangan orang dewasa Katolik di Filipina menurun dari 64 persen pada Juli 1991 menjadi 37 persen pada Februari 2013.
Survei itu juga mencatat bahwa satu dari setiap 11 umat Katolik Filipina berpikir untuk meninggalkan Gereja.
Imam aktivis Robert Reyes mengatakan survei itu muncul untuk menunjukkan penurunan umat dalam Misa. Tren itu dikaitkan dengan “homili para imam yang membosankan”.
Menanggapi survey anjlognya minat jemaat ke gereja, Pastor Kunegundo Garganta, Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Filipina menuding jejaring sosial Facebook dan televisi sebagai biangkerok. Menurutnya, saat ini internet telah menjadi sebuah “cyber” di mana orang muda tidak menghadiri Misa atau ke gereja.
“Orang muda cenderung percaya bahwa apa yang ditawarkan di internet adalah benar,” ujarnya di Manila, seperti dikutip kantor berita Katolik, Union of Catholic Asian News (UCAN), Kamis (18/4/2013). “Media baru, khususnya media sosial seperti Facebook dan Twitter telah menjadi tantangan besar bagi Gereja karena media tersebut menjadi lebih relevan dan menginspirasi umat,” tambahnya.
Pastor Kunegundo menilai, media sosial masih belum digunakan secara efektif dalam upaya untuk penginjilan.
Sumber (voa-islam.com)

Senin (15/4/2013), Boston, Amerika Serikat (AS) dibuat “panik” dengan meledakkan bom di garis finish lomba Marathon ke-117. Ledakan besar tersebut dilaporkan telah menewaskan beberapa orang dan melukai sejumlah lainnya, ada yang menyebutkan 3 tewas dan lebih dari 180 luka-luka. Kabar ledakan ini sontak menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia dengan berbagai spekulasi tentang siapa pelaku pemboman itu. Tak sedikit yang curiga atau bahkan menuduh pelaku pemboman itu adalah orang Muslim yang Amerika katakan sebagai “teroris,” meskipun tak ada bukti kuat.

Para pengguna situs atau Web Users telah menjadi detektif pasca tragedi bom di lomba Marathon Boston, mencari ratusan foto untuk menemukan siapa orang dibalik peledakan besar itu.

Pihak berwenang AS memang melakukan penyelidikan terkait bom ini, tetapi para user Reddit dan 4Chan melakukan penelusuran mendalam sendiri, mencoba mencari orang mencurigakan yang menurut mereka FBI harus menyelidikinya.

Pasalnya, media-media pro-pemerintah AS menutup-nutupi orang-orang yang memakai seragam berlogo “The Craft International” -kontraktor militer swasta AS- yang terungkap dalam beberapa foto.

Mari kita lihat gambar-gambar berikut:

 Gambar 1 (setelah ledakan terjadi)
Seorang pria tertangkap kamera sedang mencoba melarikan diri saat ledakan terjadi.  Para user di Reddit mengklaim bahwa pria tersebut gelagatnya mencurigakan, di saat semua orang terjebak dalam ledakan, pria ini lari menjauh ke arah yang berlawanan. Apakah dia pelakunya? tidak ada yang bisa membuktikannya.
 Berikut adalah gambar-gambar yang lebih mencurigakan lagi. Jejak intelijen di area TKP sebelum dan setelah ledakan terjadi. 
 Gambar 2 (sebelum ledakan terjadi)
Gambar 2 menunjukkan sisi lain saat ledakan belum terjadi. Terlihat dua orang pria mencurigakan dengan peralatan komunikasi yang biasa digunakan intelijen kepolisian atau militer, mengenakan jaket hitam, celana panjang ala militer, dan tas ransel yang mirip.

Dengan menggunakan informasi dan sejumlah foto, para user menunjukkan beberapa orang yang mengenakan tas ransel dan pakaian yang sama atau orang-orang yang terlihat mencurigakan sebelum ledakan terjadi.

Gambar 3
User 4Chan menduga bahwa kemungkinan pria di Gambar 3 ini adalah seorang polisi rahasia alias intel yang menyamar.

Untuk lebih jelas, mari kita lihat gambar selanjutnya yang diambil dari laporan NaturalNews.com dan Infowars.com:


Gambar 5
Gambar 4 dan 5 dipublikasikan oleh NaturalNews.com, terlihat topi yang dikenakan pria mencurigakan itu terdapat logo yang mirip dengan logo “The Craft”, logo yang juga digunakan oleh “Blackwater” . Kebetulankah?

Gambar 6 (Image by: Naturalnews)
Dalam foto-foto terlihat, pria mencurigakan itu dengan tas rasel hitam di punggungnya tidak tertarik dengan perlombaan, tidak menonton.

Gambar 7
Dalam investigasi foto yang dipublikasikan oleh NaturalNews.com, terlihat sekelompok pria mencurigakan memakai seragam yang mirip dan menggunakan alat-alat intelijen yang tidak biasa digunakan warga sipil, termasuk logo “The Craft”, kontraktor militer swasta AS.

NaturalNews.com mencatat bahwa foto-foto tersebut -yang menunjukkan logo “The Craft” – dilarang beredar di media-media mainstream AS.

NaturalNews.com and InfoWars.com telah mempublikasikan banyak foto yang membuktikan ada sejumlah anggota Navy SEALs yang terlihat aktif di sekitar garis finish di lomba Marathon itu.


Gambar 8 (Image by: Infowars.com)
Dalam Gambar 8, terlihat ada tas ransel mencurigakan yang diletakkan oleh seseorang di sekitar tempat ledakan. Dan dua orang mencurigakan berjaket hitam, salah satunya mengenakan topi berlogo “The Craft” terlihat tak jauh di belakang.



 

Gambar 9 (Image by: NaturalNews.com)
Siapa pria di Gambar 9? Dia berada di garis finish dan apa yang ada di tangannya? Mari lihat lebih dekat lagi.
ambar 10
Mari cocokkan dengan gambar berikut:

Gambar 11
NaturalNews.com mengkonfirmasi bahwa alat yang dipegang pria mencurigakan itu adalah alat yang bisa mendeteksi radiasi yang dihasilkan dalam sebuah ledakan bom atau serangan nuklir.


Gambar12 (Image by: Infowars.com)
Gambar 12 menunjukkan situasi setelah ledakan terjadi, dua pria berjaket hitam dan membawa tas ransel yang sebelumnya terlihat di samping tempat ledakan, nampak berada di jalan, keduanya menggunakan alat komunikasi mencurigakan. Foto ini telah tersebar beberapa kali di internet.




Gambar 13 (Image by: Infowars.com)
Gambar di atas menunjukkan mobil SUV tanpa pengenal dengan sejumlah peralatan komunikasi di atasnya tiba-tiba datang ke TKP. Dan dua pria yang diduga kuat anggota “The Craft” tampak sibuk berkomunikasi dan ada satu anggota lainnya yang juga berkeliaran di sekitar tempat ledakan.

Gambar 14 (Image by: Infowars.com)
Seorang pria yang diduga kuat adalah orang “The Craft” terlihat turut membongkar tempat duduk penonton bersama staf acara, sementara satu lainnya terlihat sedang mencari sesuatu di atas tempat duduk penonton di saat para korban masih dievakuasi.

Gambar 15 (Image by: Infowars.com)
Di Gambar 15 menunjukkan pria yang diduga kuat anggota “The Craft’ berada di sebuah truk, dan di sampingnya squad bom FBI tiba.

Dilihat dari seragam mereka yang sama. Benarkah mereka anggota militer “The Craft”?

Mari bandingkan gambar berikut:

Gambar 16 (Image by: Infowars.com) 
Gambar 17 (Image by: Infowars.com)
 
Gambar 18


(Mantan Sniper NAVY SEAL dan moto logo “The Craft” – “Violence does solve problems”)
Foto-foto di atas dilarang beredar di beberapa media pro-pemerintah AS. Bahkan, Infowars.com melaporkan bahwa postingannya tentang para pria mencurigakan memakai ransel yang diduga anggota Navy SEALs yang beroperasi di lomba Marathon itu diblokir Facebook, http://www.infowars.com/facebook-blocks-infowars-post-on-suspicious-men-wearing-backpacks/.

Pertanyaannya untuk apa orang-orang ini beroperasi di tengah-tengah perlombaan Marathon? apakah untuk sekedar mengamankan acara perlombaan?

Dari investigasi yang ada sejauh ini, diduga bom yang meledak di sisi garis finish perlombaan Marathon itu adalah bom rakitan yang dikendalikan remote, jadi bukan “bom bunuh diri”.

Yang dituduh sebagai “tersangka”

Hanya berselang empat hari dari hari ledakan, FBI langsung merilis foto dan video terduga tersangka peledakan. FBI menuding dua pemuda, yaitu Dzhokhar (19) dan Tamerlan Tsarnayev (26), sebagai tersangka pelaku peledakkan hanya dengan bukti rekaman CCTV dan foto yang menangkap gerak-gerik kedua pemuda itu di sekitar area ledakan. “Lucunya”, ransel mereka adalah salah satu hal utama yang dicurigai, padahal banyak juga selain mereka yang mengunakan tas punggung.
Gambar 18 (Mantan Sniper NAVY SEAL dan moto logo “The Craft” – “Violence does solve problems”)
Foto-foto di atas dilarang beredar di beberapa media pro-pemerintah AS. Bahkan, Infowars.com melaporkan bahwa postingannya tentang para pria mencurigakan memakai ransel yang diduga anggota Navy SEALs yang beroperasi di lomba Marathon itu diblokir Facebook, http://www.infowars.com/facebook-blocks-infowars-post-on-suspicious-men-wearing-backpacks/.

Pertanyaannya untuk apa orang-orang ini beroperasi di tengah-tengah perlombaan Marathon? apakah untuk sekedar mengamankan acara perlombaan?

Dari investigasi yang ada sejauh ini, diduga bom yang meledak di sisi garis finish perlombaan Marathon itu adalah bom rakitan yang dikendalikan remote, jadi bukan “bom bunuh diri”.

Yang dituduh sebagai “tersangka”

Hanya berselang empat hari dari hari ledakan, FBI langsung merilis foto dan video terduga tersangka peledakan. FBI menuding dua pemuda, yaitu Dzhokhar (19) dan Tamerlan Tsarnayev (26), sebagai tersangka pelaku peledakkan hanya dengan bukti rekaman CCTV dan foto yang menangkap gerak-gerik kedua pemuda itu di sekitar area ledakan. “Lucunya”, ransel mereka adalah salah satu hal utama yang dicurigai, padahal banyak juga selain mereka yang mengunakan tas punggung.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget