Latest Post

Voice Of Muslim - KANDAHAR, AFGHANISTAN - Para pejabat lokal dan sekutu mengatakan tiga tentara Amerika Serikat tewas akibat bom jalanan di provinsi Kandahar, Afghanistan, pada Selasa (14/5/2013). Insiden mematikan yang terjadi sehari setelah tiga tentara Georgia tewas di Helmand.
Angka terbaru tersebut menjadikan jumlah korban tewas dari militer AS dalam konflik di Afghanistan di tahun ini menjadi 49.

Juru bicara provinsi
Jawid Ahmad Faisal mengatakan bahwa insiden itu terjadi setelah sebuah konvoi kendaraan patroli pasukan AS menghantam bom pinggir jalan di distrik Zhari, Kandahar.
Ledakan tersebut juga melukai beberapa prajurit lainnya.
Seorang juru bicara Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO mengatakan kepada AFP, "Kami dapat mengkonfirmasi bahwa tiga tentara tewas dalam ledakan bom pinggir jalan di Afghanistan selatan hari ini (Selasa)."

Mayor Bryan Purtell, juru bicara ISAF mengatakan korban tewas sebelumnya dari empat telah direvisi menjadi tiga dan operasi pemulihan sedang berlangsung di tempat kejadian.

Koalisi dan pejabat lokal Afghanistan menegaskan bahwa semua korban adalah orang Amerika.
Bulan Mei telah terbukti menjadi bulan yang sangat berdarah bagi anggota Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin NATO, yang sedang mempersiapkan untuk menarik semua pasukan tempur pada akhir tahun depan, dengan jumlah total korban tewas mencapai 65 tentara dengan perincian 49 berasal dari AS, 6 orang berasal dari Inggris dan 10 sisanya dari negara lain.

Voice Of Muslim - SURIAH  Selasa (14/05/13) Aktivis Oposisi Suriah mengungkapkan, lebih daritiga puluh lima ribu shabiha alawi (tentara loyalis Bashar Assad) tewas selama dua tahun revolusi berlangsung.

Observatorium Suriah untuk HAM menegaskan, oposisi dari sekte alawiyah dari berbagai pinggiran kota Tartus, Lattakia, Jabalah, Homs dan Baniyas yang dipenjara pada masa rezim Hafez Assad menyamaikan bahwa jumlah korban di barisan pasukan Assad  dari sekte Alawi melebihi jumlah yang telah disebutkan.

Observatorium telah menyebutkan dalam laporannya waktu lalu, telah didokumentasikan korban jiwa  berjumlah 70257 orang sejak meletusnya revolusi , ditambah 12 ribu lebih korban tewas dari shabihah dan pasukan Assad.[usamah/imo]

Voice Of Muslim - Setelah berhasil mendirikan masjid pertama di Kutub Utara, Muslim Kanada mengungkapkan kebahagiaan mereka karena berhasil menambahkan menara di masjid yang berwarna kuning yang berlokasi di kota Winnipeg-Inuvik itu.

“Inilah menara masjid yang dibangun di Kutub Utara. Menara itu sangat indah ketika kami nyalakan lampu-lampunya di tengah kegelapan,” kata Amier Suliman, anggota komite masjid dengan bangga, Kamis (28/10).

Menara itu menjulang dengan tinggi sekitar 10 meter, menambah kemegahan masjid yang dibuat dari bahan-bahan fabrikasi itu. Komunitas Muslim di Inuvik–kota yang berjarak 200 kilo meter dari Kutub Utara–sudah lama menginginkan sebuah tempat yang memadai untuk menjalankan peribadahan mereka. Tapi impian itu sempat lama tertunda karena harga bahan bangunan dan ongkos tukang bangunan yang sangat mahal.

Sampai akhirnya sebuah perusahaan pemasok bahan bangunan di Manitoba mengatakan bahwa mereka bisa membuat struktur masjid itu di pabriknya, dan setelah bangunan masjid jadi, ditarik dengan kapal ke Inuvik. Perusahaan itu hanya mengenakan biaya setengah dari harga yang seharusnya dibayar.
Setelah melalui proses dan perjalanan panjang melewati daratan dan sungai di sepanjang wilayah Barat Kanada, masjid kecil berukuran 140 meter per segi yang terbuat dari bahan kayu itu akhirnya sampai di Inuvik pada bulan Agustus kemarin. Di kota itu komunitas Muslim berkembang pesat dan jumlahnya bertambah banyak, yang membuat mereka merasa perlu memiiki sebuah masjid. Komunitas Muslim di Inuvik yang berpenduduk sekitar 4.000 jiwa itu, kebanyakan berasal dari Sudan, Lebanon dan Mesir.
Penambahan menara masjid disambut gembira oleh komunitas Musim di Inuvik. “Sebagian orang akan mengatakan ini adalah sebuah garis depan terbaru bagi Islam. Tapi bagi kami, yang terpenting adalah kaum Muslimin di sini yang biasanya melaksanakan salat Jumat menumpang di sebuah gereja Katolik, sekarang sudah punya tempat yang layak untuk beribadah, lengkap dengan menaranya,” tandas Suliman. (oi/eramuslim/Dz)

Voice Of Muslim - Dia berusia 23 Tahun. Bernama Peter Casey, atau Abdulmalik. Pada usia 15 tahun, lulusan Queens College ini memutuskan bersyahadat masuk Islam.

Namanya dikenal secara luas baik di negerinya, Amerika Serikat, maupun dunia internasional setelah pengakuannya memilih Islam tersebar luas di jagat maya. Alih-alih takut akan keselamatan nyawanya mengingat fobia Islam kembali mengental di AS menjelang peringatan tragedi 11 September, ia malah rajin menunjukkan keyakinan barunya di depan publik.  (Tidak semua muslim mampu lakukan hal itu di negeri non muslim  walau oleh ‘yang sudah Muslim’ sejak lahir)

Ia misalnya, selalu pergi ke masjid setiap hari dengan ‘menumpang’ skateboard-nya — gaya khas anak muda AS. Ia juga jarang berpikir dua kali untuk melakukan ibadah shalat di Starbuck, jika kebetulan ia tengah nongkrong di sana dan waktu shalat telah tiba.
Pria bermata biru ini mengaku pantang menyembunyikan identitas keislamannya. Sebaliknya, ia mengatakan ia berusaha untuk “menantang stereotip dan kesalahpahaman” orang lain di sekitarnya tentang Islam.

Sebagai seorang mualaf yang dibesarkan di pinggiran kota dengan latar belakang Yudeo-Kristen, Casey dibesarkan di pinggiran Long Island oleh ibu yang beragama Yahudi dan ayah Katolik. Ia tumbuh dalam keluarga yang bertolak belakang dalam melihat Yesus.
Di satu sisi, kekristenan berbicara tentang Yesus (Tuhan) sebagai Allah Putra, Allah Bapa, dan roh Kudus (3 Pribadi tapi Satu/trinitas). Di sisi lain, Yudaisme (Agama Yahudi) berbicara tentang Yesus sebagai seorang mesias/seorang yang diurapi/juru selamat palsu.
“Saya merasa ada dua hal ekstrem di sana, dan saya mempelajari keduanya,” kata  Casey.
Pasca-serangan 11 September 2001, pemahaman mulai berubah. Ia berusia 13 tahun saat dua menara kembar WTC itu runtuh. Sejak itu!, ia rajin berselancar di dunia maya mengorek isi ajaran Islam — yang “Pada awalnya” dituduhkan berada di balik serangan itu. Ia menemukan dalam penelusurannya doktrin yang lebih masuk akal dalam Islam tentang Yesus: Dia Seorang Nabi, Seorang Pria yang menyampaikan firman Allah. Tidak lebih dari itu.
“Aku sedang mencari agama Yesus dan murid-muridnya,” kata Casey mengatakan. “Dan ketika saya mulai belajar tentang Islam, saya seperti:” Ini dia. Ini adalah agama itu.” . (The New York Times,12/9/2011)
Dua tahun kemudian, pada usia 15 tahun, ia masuk Islam.
Sejak itu, Ia telah berupaya untuk meluruskan kecurigaan publik AS pada Islam. Tak hanya melalui perbuatan – seperti bershalat di tempat umum dan ramah pada siapa saja — ia juga aktif berdakwah melalui blog-nya yang bertajuk ‘Dawah Addict’. Tema-tema seperti ‘Muhammad dalam Alkitab’ dan ‘Bagaimana Menjadi Seorang Muslim’ diulasnya tanpa canggung.
“Ketika saya pertama kali menjadi Muslim, dan ini masih terdengar hingga hari ini, orang-orang berkata,”Mengapa tidak ada Muslim di luar sana mengatakan tentang Islam yang sebenar-benarnya?” Kata Mr Casey. “Dan saya pikir, yah, Saya akan Melakukannya jika tidak ada orang lain yang akan melakukannya.”
Ia bahkan mempunyai saluran/channel You Tube sendiri yang ia pergunakan untuk Dakwah dan menyampaikan islam dengan jumlah pendengar yang terus tumbuh dengan 5000 pelanggan dan hampir setengah juta pengunjung.
sumber,
The New York Times,(http://cityroom.blogs.nytimes.com/2011/09/12/l-i-bred-muslim-convert-challenges-stereotypes/?partner=rss&emc=rss)
semoga bermanfaat,….
———————————————-
إِلّا مَن تابَ وَءامَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صٰلِحًا فَأُولٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّـٔاتِهِم حَسَنٰتٍ ۗ وَكانَ اللَّهُ غَفورًا رَحيمًا

kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 25. Al Furqaan : 70)

Voice Of Muslim - Vienna, Austria - Data resmi menunjukkan adanya pertumbuhan drastis dan dramatis dalam berpindahnya pemeluk Kristen ke Islam di Austria, bertolak belakang dengan meningkatnya diskriminasi terhadap agama minoritas di negara-negara Eropa yang berbeda.

"Kami melihat bahwa masyarakat memiliki kerinduan spiritual yang mereka merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidup mereka, jika tidak ada dimensi, tidak ada cakrawala untuk akhirat, atau di mana saya? Mengapa saya di sini? kata Carla Amina Baghajati, juru bicara Komunitas Islam Austria, kepada Press TV pada hari Jumat pekan lalu.

Mencari kenyamanan dalam ajaran Islam, banyak warga Austria yang masuk Islam di negara berpenduduk mayoritas Katolik.

Namun, setelah terungkapnya skandal pelecehan di gereja Katolik menjadikan hal ini peranan utama dalam eksodus warga Austria untuk masuk Islam.

"Jika gereja kecil dalam keanggotaan, maka akan menjadi lebih kecil dalam pengaruh sosial," kata Michael Pruller, juru bicara Keuskupan Agung, kepada Press TV.

Muslim Austria diperkirakan mencapai 400.000 atau hampir 4 persen dari 8 juta penduduk di negara Eropa tersebut.
Estimasi menunjukkan bahwa hampir setengah juta warga Kristen Austria telah masuk Islam sejak sekitar dua tahun lalu, dengan jumlah konversi semakin berkembang, Press TV mengatakan.

Pada tahun 2007, Muslim Austria telah memperjuangkan kampanye nasional untuk memperkenalkan Nabi dan ajaran-ajarannya untuk rekan senegara mereka.

Kampanye ini bergema setelah diluncurkan oleh Muslim seluruh Eropa sebagai tanggapan terhadap pelecehan kartun Nabi Denmark pada tahun 2005.

Meskipun gelombang anti-Muslim yang tumbuh di seluruh negara Eropa, umat Islam Austria percaya kampanye mereka ini memberi mereka kesempatan yang lebih baik untuk membangun jembatan dengan masyarakat.

"Ketika saya melangkah masuk Islam saya memiliki kesan pribadi bahwa ada langkah maju di diri saya," kata Baghajati kepada Press TV.

"Ini adalah mengapa saya merasa bahwa ada kemungkinan yang baik untuk membangun lebih banyak jembatan di antara warga karena kami berbagi jauh lebih banyak dengan orang pikirkan.

06.47 , ,
Voice Of Muslim - (15) Bahwa seorang Nabi dari tengah-tengah kamu, dari antara segala saudaramu, dan yang seperti aku ini, yaitu akan dijadikan oleh Tuhan Allahmu bagi kamu, maka Dia patutlah kamu dengar.
(16) Setuju dengan segala yang telah kamu pinta kepada Tuhan Allahmu di Horeb, pada masa orang banyak itu ada berhimpun, katamu: Jangan kiranya kami mendengar pula bunyi suara Tuhan Allah kami dan api yang besar ini jangan kiranya kami lihat lagi, supaya jangan kami mati !
(17) Maka pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepadaku: Benarlah kata mereka itu:

(18) Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau; dan Aku akan memberi segala firmanku dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan kepadanya segala, yang kusuruh akan dia.
(19) Bahwa sesungguhnya barangsiapa yang tiada mau dengar akan segala firmanku, yang akan dikatakan olehnya dengan Namaku, niscaya Aku menuntutnya kelak kepada orang itu.
(20) Tetapi adanya Nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan Namku, yang tiada kurusuh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang nabi itu akan mati dibunuh hukumnya.

(21) Maka jikalau kiranya kamu berkata dalam hatimu demikian: Dengan apakah boleh kami ketahui akan perkataan itu bukannya firman Tuhan adanya ?
(22) Bahwa jikalau nabi itu berkata dengan Nama Tuha, lalu barang yang dikatankannya itu tiada jadi atau tiada datang, yaitulah perkataan yang bukan firman Tuhan adanya, maka nabi itupun telah berkata dengan sombongnya, janganlah kamu takut akan dia.
(Ulangan 18:15 - 22)

Ayat-ayat diatas ini adalah perkataan Nabi Musa yang diucapkannya dihadapan Bani Israil, tersebut dalam kitab Ulangan atau Taurat. Menurut keterangan Nabi Musa itu, Tuhan telah berjanji kepada Bani Israil akan menjadikan seorang Nabi dari antara segala saudaranya yang seperti Musa. Penulis-penulis dari kalangan umat Islam telah menyatakan bahwa Nabi yang dijanjikan Tuhan itu ialah Nabi Muhammad s.a.w. Keterangannya sebagai berikut:
Setelah Nabi Musa menyampaikan janji itu, Bani Israil telah menunggu-nunggu kedatangan Nabi tersebut. Hingga berapa lama mereka menunggu kedatangannya, dapat diketahui dari penjelasan Injil Yahya pasal 1 yang berikut:

(19) Maka inilah kesaksian Yahya itu, tatkala orang Yahudi menyuruhkan beberapa imam dan orang Lewi dari Jerozalem akan bertanya kepadanya demikian: Siapakah engkau ?
(20) Maka mengakulah ia, dan tiada ia bersankal; maka mengakulah ia demikian: "Aku ini bukannya Kristus itu".
(21) Maka bertanyalah mereka itu kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Engkaukah Elias?" Maka katanya: "Bukan".
Soal jawab diatas ini terjadi ketika Nabi Yahya datang sebagai utusan Tuhan. Orang-orang Yahudi menyuruh utusannya datang menemui Nabi Yahya hendak bertanyakan, siapakah dia. Dari tanya-jawab itu ternyata bahwa orang-orang Yahudi pada waktu kedatangan Nabi Yahya itu masih menunggu-nunggu kedatangan tiga orang yang telah dijanjikan Tuhan, yaitu: Kristus, Elias dan Nabi itu.

Dalam Injil Yahya pasal 1 tersebut lagi:
(24) Adapun orang yang disuruh itu orang Parisi.
(25) Maka mereka itu menanya dia, serta berkata kepadanya: "Jikalau engkau ini bukan Kristus, dan bukan Elias, dan bukan nabi itu, apakah sebabnya engkau membaptiskan orang?"
Pertanyaan orang Parisi kepada Nabi Yahya diatas ini menunjukkan juga bahwa orang Yahudi dizaman Nabi Yahya masih menunggu kedatangan tiga orang yang tersebut tadi, yaitu: Kristus, Elias dan Nabi itu. Diantara pertanyaan yang dimajukan utusan itu masih disebut: "Engkaukah Nabi itu?" Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Nabi "itu", yakni Nabi yang ditunggu-tunggu orang Yahudi kedatangannya karena telah dinubuatkan Nabi Musa, masih belum datang hingga pada zaman Nabi Yahya, karena mereka masih menanyakan kepadanya. Nabi Yahya hidup semasa dengan Yesus.

Menurut kepercayaan orang Kristen, Kristus itu telah datang yaitu Nabi Isa atau Yesus. Dan menurut Injil, Elias itu telah datang juga, yaitu Nabi Yahya sendiri. Yesus memberi keterangan menurut Injil sebagai berikut: "Dan jikalau kamu menerima itu: ia inilah Elias, yang akan datang itu". (Matius 11:14)
Dalam Injil Matius tersebut lagi:
(10) Maka murid-muridnyapun bertanya kepadanya sambil berkata: "Apakah sebabnya segala ahli Torat mengatakan, bahwa tak dapat tiada Elias akan datang dahulu?"

(11) Maka jawab Yesus, katanya: memang Elias itu sudah datang, maka tiadalah dikenal orang akan dia, melainkan mereka itu melakukan keatasnya sekehendak hainya. Demikian juga Anak-manusiapun akan dianiayakan orang".
(13) Maka barulah murid-murid itu mengerti, bahwa ia mengatakan keapdanya tentang hal Yahya Pembaptis.
Dari pada keterangan diatas ini diketahui bahwa menurut Injil dua orang diantara tiga orang yang ditunggu-tunggu mereka kedatangannya itu telah datang, yaitu Kristus dan Elias. Yang masih belum datang, seorang lagi yaitu: "Nabi itu". Dengan demikian diketahui bahwa Nabi itu masih belum datang hingga pada zaman Nabi Yahya dan Yesus, Dan kedatangannya itu diketahui dari keterangan diatas sesudah zaman Nabi Yahya dan zaman Yesus. Hal ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. karena ia datang sesudah zaman mereka yang tersebut.

Apakah tanda Nabi itu? Dalam keterangan yang telah dikemukakan diatas, disebutkan: "Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka seorang Nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau". Keterangan ini menyatakan bahwa Nabi yang akan dijadikan itu, ialah: "Dari antara segala saudaranya", yaitu dari antara segala saudara Bani Israil. Dan "yang seperti engkau", yaitu yang seperti Nabi Musa.
Daripada keterangan itu diketahui bahwa Nabi yang akan dibangkitkan itu adalah dari antara segala saudara Bani Israil, tidak dari Bani Israil. Bani Ismail adalah bersaudara dengan Bani Israil. Dalam kitab Kejadian pasal 16 dan pasal 17 diterangkan bahwa Nabi Ibrahim telah mendapat seorang anak dari Hagar, dinamai ismail. Kemudian Nabi Ibrahim mendapat anak lagi dari Sarah, dinamai Ishak. Seterusnya Ishak mendapat anak dari isterinya Ribkah, dinamai Yakub. (Lihat Kejadian 25:26). Kemudian Tuhan mengganti nama Yakub dengan Israil. (Lihat Kejadian 35:10). Turunan Nabi Ibrahim dari anaknya Ismail disebut Bani Ismail. Dan turunnya dari cucunya Israil *Yakub) disebut Bani Israil. Daripada keterangan ini diketahui bahwa Bani Ismail bersaudara dengan Bani Israil. Dengan demikian nyatalah bahwa tanda ini telah sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena ia adalah turunan dari Bani Ismail yang bersaudara dengan Bani Israil. Dan seterusnya hal ini telah sesuai lagi dengan janji Tuhan yang menyatakan bahwa Ia akan menjadikan Ismail "suatu bangsa yang besar". (Lihat Kejadian 17:20 dan 21:18).

Tanda yang kedua ialah Nabi itu seperti Nabi Musa. Tanda ini telah sesuai kepada nabi Muhammad s.a.w. karena ia serupa dengan Nabi Musa. Mereka sama-sama ber-ibu dan berbapa. Sama-sama beristeri dan beranak. Sama-sama menjadi Nabi dan Rasul. Sama-sama mempunyai kitab suci, yaitu Taurat dan Al Qurän. Sama-sama wafat tidak terbunuh. Sama-sama dikuburkan dibumi. Dan banyak lagi keserupaannya.
Firman Tuhan dalam Al Quran:

Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu seorang Rasul (Nabi Muhammad) yang menjadi saksi atas kamu, seperti Kami telah mengutus kepada Fir'aun seorang Rasul (Nabi Musa). (Surah Al Muzammil 15).

Dalam ayat 15 tersebut bahwa Nabi itu akan dijadikan Tuhan "dari tengah-tengah kamu". Yaitu dari tengah-tengah Bani Israil atau bangsa Yahudi. Hal itu sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena negeri Medinah tempat Nabi Muhammad s.a.w. adalah terletak di tengah-tengah kampung-kampung orang Yahudi, yaitu suku Bani Nadlir, suku Bani Quraizhah dan suku Bani Qainuqa'
Dalam ayat 18 tersebut "Aku akan memberi segala firmanku dalam mulutnya". Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Firman itu diberikan kepadanya hanya merupakan bacaan yang dihafalkan pada mulutnya, karena ia tidak tahu membaca. Kemudian barulah orang disuruhnya menulikannya.

Dalam ayat 19 tersebut "segala firmanku, yang akan dikatakan olehnya dengan Namaku". Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Kitab suci Al Qurän sebagai firman Tuhan telah dikatakannya dan dimulainya surah-surahnya sebanyak 113 surah dengan nama Tuhan, yaitu:
Artinya: Dengan nama Allah yang Pengasih yang Penyayang.
Dalam ayat 20 tersebut "Nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan Namaku, yang tiada kusuruh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang Nabi itu akan mati dibubuh hukumnya". Menurut keterangan ini Nabi yang tidak benar akan mati dibunuh hukumnya. Nabi Muhammad s.a.w. tidak mati dibunuh, maka nyatalah bahwa ia seorang Nabi yang benar. Bahkan Al Qurän telah memberikan jaminan bahwa ia tidak akan mati dibunuh manusia. FirmanNya.

Artinya: Dan Allah, memeliharakan engkau dari pada manusia. (Surah Al Maidah 70)
Dalam sejarah telah dinyatakan bahwa musuh-musuh Islam telah berkali-kali mencoba hendak membunuh Nabi s.a.w., baik pada waktu aman maupun pada waktu perang, tetapi semuanya itu tidak berhasil. Tuhan telah memenuhi janjiNya, Nabi Muhammad s.a.w. diselamatkanNya dari pembunuhan manusia, sesuai dengan janji yang telah tersebut didalam Al Qurän dan kitab Ulangan tadi.
Dalam ayat 22 diterangkan tanda Nabi yang yang dusta "bahwa jikalau nabi itu berkata dengan Nama Tuhan, lalu barang yang dikatakannya itu tiada jadi atau tiada datang, yaitulah perkataan yang bukan firman Tuhan adanya".

Tanda Nabi dusta ini amat jauh daripada Nabi Muhammad s.a.w. Segala sesuatu yang dikatakannya atas Nama Tuhan, semuanya telah datang dan telah jadi, kecuali yang waktunya belum tiba, seperti terjadinya hari kiamat. Hal-hal yang akan datang yang disabdakan Nabi Muhammad s.a.w. atau yang tersebut didalam Al Qurän yang telah jadi amat banyak. Sebagai contohh akan dikemukakan sebagian diantaranya pada Lampiran II pasal XIII ini.
Penolakan pendapat pihak Kristen
Pihak Kristen menyebut Nabi yang dijanjikan Tuhan dalam kitab Ulangan itu ialah Yesus Kristus. Dr. D. Bakker menulis: "Hal Tuhan Yesus menjadi nabi itu disebutkan dalam kitab Ulangan 18:15 - 18 dan Kisah Rasul-Rasul 3:22"1) Pendapat pihak Kristen ini tidak benar.

Diatas telah diterangkan, Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu adalah: "dari antara segala saudara Bani Israil" dan "yang seperti Musa".
Menurut Injil, Yesus Kristus adalah turunan Bani Israil. Lihat silsilah turunannya dalam Injil Matius pasal 1 dan Injil Lukas pasal 3. Dalam Injil Matius 1:1 tersebut: "Maka inilah silsilah Yesus Kristus, yaitu anak Daud". Daud adalah Bani Israil, sebab itu yesus Kristus adalah Bani Israil juga. Sedang Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu bukan dari Bani Israil, tetapi dari antara segala saudara Bani Israil. Dengan demikian diketahui bahwa Nabi yang akan dijadikan itu bukan Yesus Kristus.

Seterusnya, Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu adalah: "yang seperti Musa." Menurut Alkitab, diantara Bani Israil tidak akan dibangkitkan lagi seorang Nabi yang seperti Musa. Dalam kitab Ulangan tersebut:
"Maka diantara orang Israil tiada berbangkit pula seorang nabi yang seperti Musa, yang dikenal Tuhan muka dengan muka". (Ulangan 34:10).
Oleh karena Yesus dari Bani Israil, maka nyatalah bahwa Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu bukan Yesus.
Seterusnya lagi, berdasarkan kepercayaan orang Kristen Yesus tidak seperti Nabi Musa. Menurut kepercayan orang Kristen Yesus adalah Tuhan, mati tersalib dan terkutuk. (Lihat Galatia 3:13). Sedang Musa tidak demikian. Nabi Musa hanya seorang hamba Allah, tidak mati tersalib dan tidak terkutuk. Nabi Musa adalah berbapa, sedang Yesus sebagai manusia tidak berbapa. Dan banyak perbedaannya yang lain-lain lagi.

Menurut ayat 20 dinyatakan Nabi yang mengatakan firman dengan Nama Tuhan yang tidak disuruhNya katakan akan mati dibunuh hukumnya. Nabi Muhammad s.a.w. tidak mati dibunuh, sedang Yesus menurut kepercayan orang Kristen mati dibunuh. Jika nubuat tersebut digunakan untuk Yesus, maka jadilah Ia Nabi yang tidak benar karena ia telah mati dibunuh.
Dr. Mr. D.C. Mulder menulis: "Perlu diperhatikan disini peraturan tentang nabi dalam ps 18:15 - 22. Ayat-ayat ini sering ditafsirkan oleh penafsir-penafsir Kristen sebagai nubuat tentang Nabi Muhammad. Akan tetapi bagian ini tidak membicarakan seorang nabi yang khusus, melainkan jabatan nabi pada umumnya; diterangkan disini bagaimana seorang nabi benar dapat dibedakan dari pada seorang nabi palsu".

Apabila uraian yang telah dikemukakan diatas diperhatikan, nyatalah bahwa apa yang dikemukakan oleh Dr. Mulder itu tidak benar. Ayat-ayat kitab Ulangan tersebut adalah menubuatkan kedatangan seorang Nabi yang khusus dengan menerangkan sifat-sifat dan tanda-tandanya. Orang Yahudi sendiri telah menunggu-nunggu kedatangannya hingga berabad-abad lamanya sesudah Nabi Musa seperti yang dinyatakan oleh ayat-ayat Injil yang telah dikemukakan diatas. Nubuatan itu tidak diraggukan lagi adalah mengenai kedatangan Nabi Muhammad s.a.w.

Dengan keterangan diatas ini nyatalah bahwa Nabi yang dinubuatkan Nabi Musa dalam kitab Ulangan itu ialah Nabi Muhammad s.a.w., bukan Yesus.

(1) Bermula, maka inilah berkat yang telah diberi oleh Musa, khalil Allah, kepada segala Bani Israil dahulu dari pada matinya:
(2) Maka katanya: Bahwa Tuhan telah datang dari Torsina dan telah terbit bagi mereka itu dari Sierl; kelihatanlah ia dengan gemerlapan cahayanya dari gunung Paran, lalu datang hampir dari bukit Kedes; maka pada kanannya tiang api bagi mereka itu.(Ulangan 33: 1 - 2)
Syech Rahamatullah menerangkan dalam Izhar-ul Haqq 2:137 bahwa yang dimaksudkan dengan "Tuhan telah datang dari Torsina, ialah Tuhan memberikan Taurat kepada Nabi Musa. Dan yang dimaksudkan dengan "telah terbit bagi mereka itu dari Seir", ialah Tuhan memberi Injil kepada Isa. Dan yang dimaksudkan dengan "kelihatanlah Ia dengan gemerlapan cahayanya dari gunung Paran", ialah Tuhan menurunkan Al Qurän kepada Nabi Muhammad s.a.w. Jadi "Torsina", "Seir" dan "Paran" adalah nama tempat-tempat Nabi-nabi tersebut menerima ajaran dari Tuhan.

Gunung Paran ialah sebuah gunung di negeri Mekah. Dalam kitab Kejadian diceritakan tentang hal Hagar dengan anaknya Ismail sebagai berikut:
(19) Maka dicelikkan Allah akan mata Hagar, sehingga terlihatlah ia akan suatu mata air, lalu pergilah ia mengisikan kirbat itu dengan air, diberinya minum akan budak itu.
(20) Maka diserrtai Allah akan budak itu sehingga besarlah ia, lalu iapun duduklah dalam padang belantara dan menjadi seorang pemanah.
(21) Maka duduklah ia dalam padang belantara Paran dan diambil oleh ibunya akan dia seorang perempuan dari tanah Mesir akan isterinya.

(Kejadian 21: 19 - 21)
dalam ayat-ayat yang tersebut diatas ini diceritakan tentang Hagar dengan anaknya, yaitu Nabi Ismail. Dalam ayat 21 diterangkan bahwa Ismail duduk dipadang belantara Paran. Menurut sejarah, Ismail tinggal duduk di negeri Mekah. Mata air yang dilihat Hagar itu ialah "mata air Zamzam" yang hingga kini terus menerus mengeluarkan airnya sebagai sebuah telaga di dekat Bait Allah didalam mesjid Mekah. George Zaidan, seorang pengarah Kristen Katolik di Mesir, menerangkan didalam bukunya "Al Arab gabl-al Islam" (Arab sebelum Islam), bahwa Paran itu adalah padang belantara Paran itu ialah negeri Mekah. Dan gunung Paran itu nama gunung di Mekah.

Seterusnya dalam kitab Habakuk tersebut lagi sebagai berikut:
(3) Bahwa Allah datang dari Teman dan Yang Maha Suci dari pergunungan Paran. Salah ! Maka kemuliannya menudungilah segala langit dan bumipun adalah penuh dengan pujinya. (Habakuk 3:3).
Dalam ayat ini dinyatakan lagi bahwa Yang Maha Suci datang dari pergunungan Paran. Dan bumipun penuh dengan pujinya. Nabi Muhammad s.a.w. telah datang dari pergunungan Paran di tanah Mekah dan umat Islam telah memenuhi seluruh permukaan bumi dengan pujinya, sesuai dengan apa yang telah diterangkan dalam kitab Perjanjian Lama diatas. 

Voice Of Muslim - Satu orang tewas dan sepuluh lainnya luka dalam kerusuhan anti-muslim teranyar di Okkan, sekitar 110 kilometer sebelah utara Kota Yangon, Myanmar, hari ini.

Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Kamis (2/5), sekelompok umat Buddha membakar ratusan rumah dan merusak dua masjid di wilayah itu.

Di Desa Chauk Tal kobaran api masih terlihat di bekas-bekas bangunan hancur. Warga desa tampak menangis dan lainnya menyiramkan air dari ember untuk memadamkan api yang membakar rumah mereka.

Warga desa mengatakan sekitar 400 umat Buddha bersenjata batu dan tongkat menyerang wilayah mereka.

"Mereka datang sekitar pukul 13.00 dan kebanyakan dair mereka adalah warga kota ini, bukan dari luar," kata penjaga toko Khin Maung, 60, di Okkan.

Kekerasan semacam itu belum pernah terjadi di wilayah pusat Myanmar. Hal itu menunjukkan kekerasan sudah semakin menyebar.

Sebanyak 18 orang telah ditangkap dalam insiden itu.

Massa mengincar toko-toko milik umat muslim dan merusak dua masjid. Sekitar 20 polisi anti huru-hara dikerahkan untuk menangani kerusuhan itu.

Voice Of Muslim -
Ustaz Jeffry Al Buchori meninggal dalam usia 40 tahun. Da'i yang dikenal gaul ini meninggal dalam sebuah kecelakaan tunggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Uje, panggilan akrab Ustaz Jeffry, meninggalkan sejuta kenangan bagi keluarga dan penggemarnya. Uje memang dikenal sebagai ustaz gaul. Gaya ceramahnya yang membumi dan moderat membuatnya disukai semua lapisan. Bahkan tak jarang Uje menggunakan sapaan seperti 'Ya nggak jek' untuk mendekatkan diri dengan jamaahnya yang muda-muda.

Sebelum menjadi da'i kondang, Uje awalnya hanya remaja biasa. Bahkan Uje tergolong remaja yang nakal. Uje pernah terjerumus dalam jerat narkoba. Namun setelah mendapat hidayah, Uje akhirnya berubah 180 derajat. Uje bahkan menjadi da'i kondang dan selalu diundang sebagai penceramah di mana-mana.
Banyak juga yang menyebut Uje meninggal dalam kondisi khusnul khotimah. Setelah meninggal, keistimewaan pria berusia 40 tahun ini pun terlihat.

Berikut 4 keistimewaan ustaz Uje saat meninggal dunia.

1. Jenazah Uje diantar ribuan orang

 

Uje memang bukan sembarang dai. Hal ini terlihat dari para pengantarnya yang mencapai ribuan orang.
Ribuan orang rela berjalan kaki dari Masjid Istiqlal untuk menghantarkan Uje ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Karet Tengsin, Jakarta Pusat.
Selama dalam perjalanan, tak henti-hentinya salawat berkumandang mengiringi jenazah Uje. Ribuan orang berduka dengan kepergian Uje.

2. Uje meninggal di Hari Surga

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyebut Ustaz Jeffry Al-Buchori meninggal dalam keadaan syahid. Sebabnya Ustaz Uje, demikian ia disapa, meninggal pada hari Jumat atau hari surga.
Ketua MUI Jawa Barat KH Hafid Utsman menuturkan ciri-ciri masuk surga itu Tuhan memanggilnya pada hari Jumat.
"Kepergian Uje ke Rahmatullah itu bagus menurut agama sebab di hari Jumat. Jumat seperti hari surga atau syahid," katanya di Bandung, Jumat (26/4).
Meski demikian, kata dia, pada dasarnya tidak ada hari yang buruk. Namun Jumat adalah hari yang baik. "Insya Allah Ustaz Uje masuk surga," jelasnya.

3. Mulai dari presiden, menteri hingga rakyat berduka

Meninggalnya Ustaz Jeffry menjadi dukacita bagi seluruh rakyat Indonesia. Presiden SBY, menteri dan seluruh kalangan menyampaikan salam perpisahan untuk Uje.
Dalam status twitternya, Presiden menilai Uje sebagai sosok yang mencerahkan. "Kita kehilangan lagi orang baik yg mencerahkan. Selamat jalan Ustadz Jefri, semoga nilai yg disebarkan bisa menginspirasi kita semua. *SBY*," tulis Presiden SBY dalam akun twitter @SBYudhoyono miliknya.
Karangan bunga pun berderet dari para pejabat. Mulai dari Menteri Pendidikan Muhammad Nuh hingga Kasad Jenderal Pramono Edhie Wibowo mengirimkan rangkaian duka cita.
Sementara itu ribuan masyarakat mengantarkan Uje ke peristirahatan terakhirnya.

4. Meski meninggal, Uje tetap memberi manfaat

 
 

Banyaknya pelawat yang berdatangan ke makam Ustaz Jeffry di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Tengsin, Blok A II, Jakarta Pusat mendatangkan keuntungan bagi para pedagang. Pedagang dadakan tersebut sengaja datang ke area sekitar makam Uje untuk berjualan.

"Pas saya dengar berita meninggalnya Uje, saya langsung ke sini. Saya tahu bakal ramai nih. Makanya saya dagang di sini," kata Hendry (31), pedagang minuman saat ditemui TPU Karet Tengsin, Sabtu (27/4).
Pria asal Lampung ini mengaku mendapat untung berlipat sejak berjualan dari kemarin. Jika dalam sehari, dirinya bisa menjual tiga galon es teh, maka di depan makam Uje, sebanyak tiga galon sudah habis dalam waktu setengah hari.

Keuntungan besar tidak hanya ditangguk oleh pedagang makanan dan minuman, loper koran pun memanfaatkan kedatangan para peziarah ke makam Uje. Salah satunya seperti yang dilakukan Hamsir (60).
"Saya emang sengaja datang ke sini. Biasanya saya mangkal di Slipi. Banyak orang yang beli koran yang gambar depannya Uje," ujar pria yang biasa disapa Bang Kumis ini.

Meski telah meninggal Uje masih memberikan manfaat bagi sesamanya.

Subhanallah..

Voice Of Muslim - Kebakaran di sejumlah wilayah Israel selama tiga hari berturut-turut di awal pekan ini membuat negara penjajah Yahudi itu tampak seperti dikepung api. Selain itu, ratusan titik kebakaran di hutan Israel dipastikan menghanguskan pohon ghorqod yang telah ditanam bertahun-tahun.

Seperti dilaporkan The Jerusalem Post, kebakaran hutan terjadi –diantaranya- di Kfar Uriya, dekat Beit Shemesh sejak Ahad (28/4) lalu.

Kebakaran hutan juga terjadi di Ben Shemen, dekat Modiin, mengakibatkan sedikitnya dua orang terluka. Mereka kemudian dikirim ke Rumah Sakit Asaf Harofeh untuk menjalani perawatan.

Ynetnews menambahkan, api pecah di Aminadav hutan Barat Yerusalem. Enam awak pemadam kebakaran tiba di lokasi. Selain itu, dua jet pemadam kebakaran dipanggil untuk membantu memadamkan kobaran api.

Otoritas pemadam kebakaran Israel mengklaim mereka telah berhasil memadamkan 600 titik kebakaran.

"Kami telah memadamkan lebih dari 600 titik kebakaran yang telah berkorbar sejak Sabtu (27/4)," kata Shachar Ayalon dari Regu Pemadam, seperti dilansir dari Xinhua, Rabu (1/5).

Meski 600 titik kebakaran telah dipadamkan, belum ada laporan kebakaran akan segera bisa diatasi, mengingat suhu tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah itu.

"Penyebab kebakaran terutama adalah gabungan panas yang luar biasa, angin kencang, situasi kelembaban yang menimbulkan masalah dan api unggun yang dinyalakan sebagai bagian dari hari libur nasional," tambah Ayalon.

Belum ada laporan resmi berapa jumlah pohon Ghorqod yang musnah akibat kebakaran dalam pekan ini. Namun, sebagai perbandingan, jewishjournal melansir 5 juta pohon mati dalam kebakaran tahun 2011 lalu.

Seperti diketahui, Yahudi Israel gencar menanam pohon Ghorqod di sejumlah hutan. Tidak tanggung-tanggung, website resmi Israel menyebutkan angka 240 juta pohon telah ditanam atas nama "penghutanan dan penyelamatan ekologi." Disinyalir, gencarnya Yahudi Israel menanam pohon Ghorqod karena mereka mempercayai "ramalan" Nabi Muhammad bahwa kelak di akhir zaman pohon Ghorqod akan melindungi mereka ketika berperang melawan pasukan Islam.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget