Latest Post

10.06
 

Berkut ini daftar ayat Alkitab bahasa Inggris yang terdapat dalam Alkitab Versi Raja James namun tidak terdapat dalam terjemahan Alkitab setelah tahun 1881. Ayat-ayat ini tidak ada dalam versi New International Version (NIV); ayat-ayat tersebut hanya ditemukan dalam catatan kaki karena perbedaan tekstual dalam manuskrip Alkitab.
Bart D. Ehrman menjelaskan bahwa sebagian ayat-ayat yang sangat terkenal dalam Perjanjian Baru bukan merupakan bagian teks asli dari manuskrip Perjanjian Baru. "Tambahan-tambahan itu sering ditemukan pada manuskrip Perjanjian Baru akhir abad pertengahan, namun tidak pada manuskrip dari abad-abad awal ini," katanya. Dan karena Alkitab King James berdasarkan manuskrip baru-baru ini, ayat-ayat tersebut "menjadi bagian tradisi Alkitab di tanah berbahasa Inggris."[1]

Dalam Alkitab bahasa Indonesia

Dalam versi bahasa Indonesia Terjemahan Baru (dan mayoritas versi lainnya dalam bahasa Indonesia), ayat-ayat di bawah ini tetap dicantumkan, namun dengan diberi tanda kurung (kecuali Yohanes 5:4 dan Kisah Para Rasul 24:7).

Matius 17:21

(Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.) [2]
Ayat ini dapat merupakan ayat duplikat dari Markus 9:29. [3]

Matius 18:11

(Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.) [4]
Menurut Bruce Metzger, ayat ini "jelas diambil oleh para penyalin dari Lukas 19:10."[5]

Matius 23:14

(Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.) [6]

Markus 7:16

(Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!) [7]

Markus 9:44,9:46

(di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) [8]
Kedua ayat ini identik dengan Markus 9:48.

Markus 11:26

(Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.) [9]

Markus 15:28

(Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.") [10]

Lukas 17:36

(Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)[11]

Lukas 23:17

(Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.) [12]

Yohanes 5:4

Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. [13]

Kisah Para Rasul 8:37

(Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.") [14]

Kisah Para Rasul 15:34

(Tetapi Silas memutuskan untuk tinggal di situ.) [15]

Kisah Para Rasul 24:7

Tetapi kepala pasukan Lisias datang mencegahnya dan merebut dia dengan kekerasan dari tangan kami, [16]

Kisah Para Rasul 28:29

(Dan setelah Paulus berkata demikian, pergilah orang-orang Yahudi itu dengan banyak perbedaan paham antara mereka.) [17]

Roma 16:24

(Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian! Amin.) [18]

KABUL, AFGHANISTAN (voa-islam.com) - Sebuah serangan berani pejuang Islam Taliban di pangkalan yang dijaga sangat ketat di Afghanistan selatan menyebabkan kerusakan jauh lebih dari yang dilaporkan sebelumnya, menghancurkan atau membuat kerusakan parah delapan jet tempur Amerika dalam serangan tunggal paling merusak pada material Barat dalam perang 11 tahun, kata para pejabat militer Ahad (17/9/2012).
Sementara serangan-serangan lainnya telah menyebabkan kerugian yang lebih besar dari nyawa pasukan asing dan Afghanistan, serangan Jumat malam di Camp Bastion di Provinsi Helmand, salah satu pos terbesar dan dipertahankan secara baik di Afghanistan, telah sangat mengganggu NATO karena penyerang mampu menembus markas tersebut, menewaskan dua Marinir dan menyebabkan kerugian lebih dari 200 juta dolar (-+Rp. 19 Trilyun). "Kami mengatakan itu adalah serangan yang sangat canggih," kata seorang pejabat militer sekutu di Afghanistan. "Kami pernah kehilangan pesawat dalam pertempuran, tapi tidak seperti ini."

Serangan kompleks tersebut, yang kata para pejabat NATO dilakukan oleh tiga tim dari pejuang Islam yang mengenakan seragam Angkatan Darat Amerika, adalah sebuah pengingat bahwa Taliban tetap mampu melakukan serangan serius meskipun "gelombang" ofensif melawan mereka. Apalagi sekarang dimana ofensif telah berakhir, dan hampir 10.000 Marinir Amerika telah meninggalkan Provinsi Helmand, sebuah markas penting bagi Taliban, selama beberapa bulan terakhir.

Bersama dengan sejumlah serangan oleh pasukan keamanan Afghanistan terhadap pasukan NATO - termasuk dua serangan selama akhir pekan yang menewaskan setidaknya enam anggota layanan koalisi- Taliban telah memberikan tekanan baru pada rencana penarikan warga Amerika, yang menyerukan percepatan penarikan pasukan seluruhnya sampai dengan 2014, sementara melatih pasukan Afghanistan untuk mengambil alih tanggung jawab tersebut.

Pada saat yang sama, ketegangan dengan pemerintah Afghanistan juga berkobar pada Ahad ketika Presiden Hamid Karzai mengutuk kematian perempuan Afghanistan dalam serangan udara AS dan mengkritik Amerika atas ratusan tahanan Afghanistan yang masih mereka tahan.

Penyelidikan militer ke serangan di Bastion kini berusaha mengungkap apakah pejuang Islam telah dibantu dari dalam kamp dan apakah mereka dilatih atau dibantu oleh negara-negara tetangga, seperti Pakistan atau Iran, yang telah memungkinkan Taliban untuk berlindung di wilayah mereka . Namun para pejabat militer dan analis Afghanistan mengatakan bahwa pejuang Islam mungkin telah menyiapkan  untuk misi mereka dalam ukuran yang signifikan dengan mempelajari citra satelit yang dengan mudah tersedia di Internet. "Kami tidak meremehkan musuh," kata pejabat militer, berbicara dalam kondisi anonimitas karena penyelidikan masih berelangsung. "Kami tahu musuh memiliki kemampuan terbatas untuk melakukan ini, tetapi mereka bukan sejumlah besar yokels yang berjalan di seluruh negeri."

Ke 15 pejuang Islam yang melakukan serangan itu tidak kehilangan waktu dari saat mereka meledakkan sebuah lubang di perimeter di salah satu titik paling dekat dengan lapangan terbang, kata para pejabat militer. Mereka kemudian berlari menuju target mereka, menembak dan membakar jet Harrier AV-8B Angkatan Laut yang diparkir dan menghancurkan tiga stasiun pengisian bahan bakar, bahkan ketika kekuatan reaksi cepat dihimpun untuk melawan mereka, kata seorang pejabat militer. "Itu adalah baku tembak yang berjalan untuk sementara waktu, dua setengah jam, namun mereka bisa sampai ke pesawat sebelum kita bisa mencegat mereka," kata seorang pejabat militer, mencatat bahwa karena hal itu terjadi pada malam hari, itu menjadi sangat sulit kecuali sampai siang hari untuk memastikan bahwa semua pejuang Islam telah gugur atau ditangkap. Semua pejuang Islam tersebut gugur kecuali satu orang, sedangkan pejuang Islam yang tersisa berada dalam tahanan, kata militer.

Dua Marinir Amerika tewas dalam serangan itu, dan sembilan personil koalisi, termasuk kontraktor sipil, terluka, kata militer dalam sebuah pernyataan. Pangeran Harry, yang merupakan pewaris ketiga dalam tahta Inggris, sedang melakukan perjalanan dinas sebagai pilot helikopter dan ditempatkan di Kamp Bastion pada saat serangan, namun tidak terluka. Kamp Bastion adalah rumah sebagian besar untuk tentara Inggris, sementara kamp tetangga, yang dikenal sebagai Leatherneck, milik Marinir Amerika dan anggota layanan lainnya.

Enam dari jet tersebut, yang masing-masing berharga antara 23 hingga 30 juta dolar (-+ Rp.219-285 Miliar) ketika mereka pertama kali dibeli oleh Angkatan Laut Amerika Serikat, menurut laporan Kantor Akuntansi Umum, benar-benar telah hancur dan dua lagi begitu rusak parah hingga tidak mungkin mereka bisa diperbaiki. Juga yang termasuk rusak parah adalah tiga stasiun pengisian bahan bakar dan tiga hanggar pesawat, militer mengatakan dalam sebuah rilis berita.

Menentukan bagaimana hal itu mungkin bagi para pejuang Islam untuk menembus dan merusak parah sebuah markas militer yang pertahankan secara baik, terutama satu tempat dengan garis yang jelas terlihat di seluruh mil dari dataran sebagian besar rata, akan menjadi penting dalam menentukan apakah ini adalah serangan yang unik atau yang bisa direplikasi baik dalam menargetkan pangkalan Barat atau Afghanistan, para ahli militer mengatakan.

"Taliban menjaga komando dan infrastruktur perencanaan militer untuk mengumpulkan serangan-serangan kompleks dan canggih," kata Stephen Biddle, seorang profesor di George Washington University dengan keahlian dalam studi pertahanan.

"Jika ini adalah sebuah kejutan pintar, serangan ini tidak bisa terjadi dua kali, serangan ini memberitahu  Anda orang-orang itu pintar dan dapat melakukan perencanaan yang rumit, menggunakan akal dan kemungkinan seragam-seragam yang diambil," kata Biddle. "Ini akan menjadi hal yang berbeda jika mereka berhasil meledakkan sebuah lubang dalam perimeter yang sangat dipertahankan. Maka Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan sedang melihat sebuah masalah yang sangat-sangat besar"

Wahid Mujda, seorang analis Afghanistan yang melacak Taliban, mengatakan bahwa meskipun pernyataan Taliban bahwa serangan itu sebagai pembalasan atas sebuah video anti-Muslim, video yang mereka perlihatkan menunjukkan hampir pasti tidak ada hubungannya dengan itu.

"Saya tidak berpikir bahwa serangan Kamp Bastion ada hubungannya dengan film anti-Nabi," kata Mujda. "Mengingat kecanggihan serangan yang dapat dikatakan dengan banyak keyakinan bahwa Taliban telah melatih, berlatih dan mempersiapkan itu selama berpekan-pekan dan bahkan berbulan-bulan. Semuanya tidak direncanakan dan diputuskan semalam. "

Dia memperkirakan bahwa pemerintah Afghanistan dan pasukan militer internasional di negara itu akan melihat serangan serupa di masa mendatang.

"Pejuang Islam Taliban memiliki para ahli, para strategi, para perencana dan para desainer, mereka memiliki pengetahuan yang besar dari teknologi modern," kata Mujda.

"Sumber-sumber saya di Taliban memberitahu saya bahwa setiap kali mereka ingin menyerang target penting mereka menggunakan Google Maps dan sarana lain yang tersedia untuk belajar dan memahami target mereka." (by/nyt)

KAIRO, MESIR  - Pihak berwenang di Kairo telah memerintahkan penangkapan tujuh Kristen Koptik Mesir yang yang tinggal di AS karena dugaan keterlibatan mereka dalam sebuah video anti-Islam.

Film yang diposting di YouTube itu telah memicu protes kekerasan dan kerusuhan di seluruh dunia Muslim karena penggambaran yang sangat menghina Nabi Muhammad dan Islam.

Tidak jelas siapa yang membuat film tersebut, tetapi itu telah dikaitkan dengan kehidupan Kristen Koptik Mesir di Amerika Serikat.

Surat perintah penangkapan juga telah dikeluarkan untuk pendeta Kristen AS Terry Jones.

Seorang wanita dan tujuh laki-laki, termasuk Terry Jones, dituduh "menghina agama Islam, menghina Nabi Muhammad dan menghasut perselisihan sektarian", menurut kantor kejaksaan Mesir.

Dikatakan polisi internasional Interpol akan diberitahu surat perintah penangkapan tersebut. Sebuah permintaan juga akan diajukan kepada otoritas pengadilan di Amerika Serikat.

Kantor itu menambahkan bahwa semua terdakwa bisa menghadapi hukuman mati jika terbukti bersalah.

Nakoula Basseley Nakoula, seorang Kristen Koptik penipu yang tinggal di California telah diinterogasi oleh polisi di sana, adalah di antara mereka menghadapi dakwaan, kantor jaksa mengatakan.

Film tersebut, sebuah gambaran sangat kasar dan menghina dari kehidupan Nabi Muhammad memicu protes keamarahan pekan lalu, sebagian besar di luar Amerika Serikat dan lainnya di kantor-kantor diplomatik Barat.

Kerusuhan di Kairo satu di antara yang paling keras. Para demonstran ada berhasil memanjat kedutaan besar AS, meruntuhkan bendera AS dan menggantinya dengan yang bendera tauhid.

Misteri telah menyelimuti individu di belakang film yang berjudul Innocence of Muslim tersenut.

Pendeta Terry JOnes yang tinggal di Florida dikatakan telah dipromosikan film itu.

Dia juga telah memicu protes dua tahun lalu ketika ia berjanji untuk melakukan pembakaran massal Alqura
n di Florida. (by/bbc)



MESIR. – Beberapa gerakan Islam di Mesir mengajak pada hari Rabu 19 September 2012,  untuk aksi “million” pada hari Jum’at, 21 September 2012, di depan kedutaan Perancis sebagai protes atas publikasi karikatur melecehkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di harian “Charlie Hebdo” .
Khalid Saeed, jubir Front Salafi, mengatakan bahwa Front Salafi akan demo di depan kedutaan Perancis , Jum’at, karena harus ada penolakan keras terhadap pelecehan tersebut. Ia mengatakan bahwa penghinaan ini adalah perpanjangan dari perang salib baru yang telah dikumandangkan oleh mantan presiden AS George  W Bush. Saeed juga mengajak untuk memutuskan hubungan politik dengan Perancis.
Sebagaiman juga yang diumumkan oleh Jamal Shabir, penanggung jawab harokah “Hazimun” tentang partisipasi gerakannya dalam unjuk rasa di depan kedubes Perancis, Kairo untuk mengajak gambar yang melecehkan Nabi itu seraya mengajak ummat untuk memutuskan hubungan politik, ekonomi, sosial dan budaya dengan Perancis.
Di pihak lain, Ashim Abdul Majid, anggota syuro Jama’ah Islamiyah Mesir, mengecam penghinaan terhadap Nabi yang terus menerus dilakukan. Ia menuntut kepada Negara Islam Arab untuk mengambil langkah internasional tegas terhadap Negara-negara yang melanggengkan unsure-unsur pelecehan tersebut.(usamah/islam

PERANCIS. – Belum turun “temperature” ummat Islam yang terbakar kemarahan ghiroh Islam akibat video klip “Innocence of Muslim” oleh kafir Amerika, pendeta Terry Jones, kini Perancis bikin ulah lagi menyirami bensin di tenga-tengah kobaran krisis ini.
Sebuah majalah Perancis mingguan, Charlie Hebdo, membuat ulah yang akan menerbitkan Rabu, 19 September  2012, majalah dengan gambar yang melecehkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Redaktur majalah tersebut mengatakan bahwa gambar yang akan dipublikasikan di halaman dalam dan terakhir itu tidak seprovokatif biasanya.
Situs elektronik majalah tersebut mempublikasikan foto sampul edisi terbaru dengan karikatur seorang muslim yang duduk dikursi roda dan orang yahudi ekstrim mendorong kursi tersebut. Karikatur tersebut berjudul “intouchables 2” .
Di halaman dalam majalah tersebut memuat gambar yang melecehkan Rasulullah SAW. Tokoh agama dan politik Perancis menyerukan agar bertanggung jawab terhadap hal tersebut dan berhati-hati pada waktu tertentu. Mengenai berita ini, perdana Menteri Perancis, Jean Marc Areault berkomentar  bahwa dia menolak segala sesuatu yang bersifat bekstrim kaitanya denga karikatur yang dipublikasikan oleh Charlie Hebdo. Amerika Serikat belum selesai urusannya dengan ummat Islam, Perancis malah bikin gara-gara lagi. Wallahul Musta’an.(usmah/islam)

11.42 ,


KRONOLOGIS BENTROK ANTARA SYI’AH – SUNNI DI SAMPANG
TANGGAL 26 AGUSTUS 2012
Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh MUI Jawa Timur tanggal 27 Agustus 2012 terkait dengan bentrok  antara warga masyarakat dari dua desa, yaitu  dusun Nangkernang – desa Karang Gayam - Kecamatan Omben dan desa Blu’uran – Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang Madura, yang melibatkan dua kelompok masyarakat yaitu Pengikut Tajul Muluk yang berfaham Syi’ah dan warga Karang Gayam dan Blu’uran yang berfaham Ahlus Sunnah.
Berikut kronologis kejadian yang melatar belakangi bentrok fisik antara warga Syi’ah dan Sunni pada tanggal 26 Agustus 2012 pukul 10.00 WIB di desa Karang gayam Kecamatan Omben :
I. Pada tanggal 19 Juli 2012 Masyarakat Karang Gayam menyampaikan beberapa pernyataan  kepada Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura  (BASSRA) agar disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sampang, dengan isi pernyataan tersebut sebagai berikut:
  1. Masyarakat Karang Gayam mengucapkan terima kasih kepada BASSRA yang telah mengawal proses hukum Tajul Muluk hingga divonis selama 2 tahun penjara. 
  2. Bila Tajul Muluk telah divonis sesat maka pengikutnya harus dikembalikan  kepada faham semula yaitu Ahlus Sunnah wal Jama’ah  atau diproses hukum  sebagaimana Tajul Muluk. 
  3. Masyarakat Karang Gayam menginginkan desa mereka seperti desa yang lain, tidak terdapat Syiah. 
  4. Meminta kepada para Ulama untuk  menyampaikan pernyataan sikap ini kepada pihak – pihak yang berwenang.
II. Setelah menerima pernyataan sikap dari Masyarakat, BASSRA mengadakan audiensi dengan Forum Pimpinan Daerah (FORPIMDA) pada tanggal 7 Agustus 2012 dan menyampaikan tuntutan masyarakat , dari hasil diskusi tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain sebagai berikut :
  1. Proses pengembalian para pengikut Tajul Muluk ke faham Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sedang diupayakan bersama oleh gabungan antara Kapolres Sampang, Nahdhatul Ulama (NU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Ulama setempat dibawah koordinasi Pemkab Sampang. 
  2. Kapolres harus mengaktifkan pelarangan senjata tajam (Sajam) di Karang Gayam, Blu’uran, Sampang. 
  3. Anak-anak warga Syiah yang dibeasiswakan ke pondok-pondok Syiah adalah tanggung jawab Pemkab Sampang untuk memulangkan dan memasukkan ke pondok-pondok Ahlus Sunnah wal Jama’ah (ASWAJA) dengan biaya dari Pemkab. 
  4. Ulama BASSRA bersama pemerintah Sampang akan mengawal naik banding Tajul Muluk dengan audiensi kepada  Gubernur Jatim. 
  5. Khusus untuk jangka pendek kasus Sampang disepakati tidak mengangkat sebutan Syi’ah, cukup sebutan aliran sesat agar proses hukum Tajul Muluk berjalan lancar. 
  6. Mengupayakan agar BAKORPAKEM Sampang bisa memutuskan dan menetapkan bahwa Syiah itu sesat dan harus dilarang di Madura, keputusan itu diajukan ke BAKORPAKEM Jatim bahkan ke Pusat. 
III. Pada tanggal 23 Agustus 2012, masyarakat Karang Gayam menuntut  kepada BASSRA terkait dengan enam item janji Pemkab Sampang yang disampaikan kepada Ulama BASSRA pada tanggal 7 Agustus 2012 karena mereka melihat bahwa belum ada realisasi dan penanganan dari pihak manapun
IV. Menurut rencana BASSRA dan ulama setempat akan melakukan pertemuan dengan Pemkab Sampang, namun pada tanggal 26 Agustus 2012 terjadi bentrokan antara masyarakat dengan pengikut Tajul Muluk sekitar jam 10.00 WIB, yang dipicu oleh beberapa hal sebagai berikut :
  1. Anak-anak para pengikut Syi’ah yang dipondokkan ke YAPI Bangil dan Pekalongan akan kembali pasca libur lebaran, sementara masyarakat meyakini bahwa anak-anak tersebut tidak akan kembali lagi ke YAPI Bangil dan Pekalongan karena dijamin beaya pendidikannya oleh Pemkab Sampang untuk disekolahkan / dipondokkan di lembaga pendidikan dan pesantren di sampang agar tidak tercerabut dari akar budaya, Tradisi dan adat istiadatnya setempat,  dan masyarakat menilai kalau mereka tetap kembali akan menjadi kader Syi’ah dan kelak akan menjadi persoalan baru yang lebih besar. 
  2. Karena pemahaman masyarakat seperti tersebut diatas, maka masyarakat Karang Gayam mencegah mereka dan secara baik menyarankan untuk kembali lagi ke rumah, tidak ada sedikitpun kekerasan dilakukan dan masyarakat Sunni tidak membawa senjata tajam. 
  3. Selama perjalanan kembali tidak ada tanda-tanda perlawanan dari mereka sampai mendekati rumah kediaman Tajul muluk, komunitas Syi’ah mulai mengolok-olok masyarakat Sunni dan nampaknya komunitas syi’ah sudah mempersiapkan senjata- sesampai di komplek kediaman tersebut terjadilah insiden penyerangan oleh pihak Syiah kepada masyarakat dengan melakukan pelemparan menggunakan batu, bom Molotov yang sudah mereka persiapkan,  ranjau-ranjau yang siap meledak ketika diinjak, bahkan bahan-bahan  peledak yang mereka bawa dikantong saku mereka yang didalamnya berisi butiran kelereng. 
  4. Penyerangan tersebut tidak hanya berbentuk pelemparan tetapi juga dengan memprovokasi massa agar masuk ke pekarangan rumah tersebut, ketika masyarakat terprovokasi dan masuk ke halaman rumah, kemudian  terdengarlah bunyi ledakan yang berasal dari ranjau yang mereka pasang dan bom Molotov yang mereka lempar sehingga ada beberapa masyarakat yang terluka oleh serpihan dari ledakan yang berupa kelereng, baik yang masih utuh maupun yang pecah semua korban adalah masyarakat yang berfaham Sunni- diantara mereka ada yang jari jemarinya putus, ada yang luka di bagian paha dan didalamnya terdapat kelereng yang masih utuh, ada yang luka di bahu dan kepala. 
  5. Ketika korban berjatuhan dipihak masyarakat Sunni– rupanya komunitas syi’ah membekali diri dengan ilmu kebal, hal ini terbukti bahwa peledak yang dibawa disaku mereka ketika meledak sama sekali tidak mencederai tubuh mereka, tetapi mencederai tubuh-tubuh masyarakat sunni yang memang sama sekali tidak mempersiapkan diri dengan senjata maupun perlengkapan yang memadai sehingga masyarakat Sunni mundur, situasi ini memancing masyarakat untuk meminta bantuan dan mengambil persenjataan yang memadai untuk melawan kekerasan yang dilakukan oleh komunitas Syi’ah, diantaranya dengan disuarakan lewat teriakan dan  pengeras suara yang ada di mushalla, kemudian masyarakat berdatangan  untuk memberi pertolongan dan bantuan kepada mereka sehingga terjadilah bentrok yang tidak terelakkan diantara kedua belah pihak yang sama-sama membawa senjata. 
  6. Seorang yang bernama bapak Hamamah dari komunitas Syi’ah  secara provokatif dan demonstratif dengan memamerkan kekebalan tubuhnya merangsek kedalam kerumunan masyarakat Karang Gayam dengan menyerang secara membabi buta menggunakan senjata tajam berbentuk celurit panjang, dan masyarakat pun melawan dengan senjata pula, yang mengejutkan tidak satupun sabetan yang diarahkan ke tubuh bapak Hamamah mencederai tubuhnya.selanjutnya terjadilah bentrok yang berakhir pada terbunuhnya bapak Hamamah, disebabkan diantara masyarakat mengetahui cara menghadapi ilmu kebal tersebut dengan cara menyerang dari belakang. 
  7. Ada kejadian yang mengejutkan bahwa ternyata rumah Tajul Muluk yang dibakar oleh massa menimbulkan  ledakan yang cukup besar, yang belakangan diketahui bahwa ledakan tersebut dipicu oleh remote control. 
  8. Dari bentrok tersebut yang menjadi korban adalah 1 orang meninggal bernama Hamamah, 1 orang kritis bernama Thohir dan 5 orang luka-luka terkena serpihan bom Molotov, ranjau  dan peledak  yang dibawa oleh komunitas Syi’ah, korban luka-luka ini semuanya dari masyarakat Sunni. 
  9. Dari bentrok yang terjadi, sampai saat ini kepolisian menangkap sekitar 7 orang atau versi lain 8 orang tetapi yang di tangkap adalah  masyarakat yang berfaham Sunni, tidak satupun komunitas Syi’ah yang memicu konflik diamankan oleh kepolisian samentara ini. 
  10. Jumlah rumah yang dibakar menurut laporan yang kami dapat sebanyak 9 rumah, dengan pemahaman bahwa setiap rumah yang ada disampang terdiri dari minimal 3 bangunan, yaitu rumah, dapur dan mushalla, hal inilah yang menyebabkan perbedaan jumlah yang dilaporkan.
V. Pada Tanggal 26 Agustus 2012 sekitar jam 12.00 WIB banyak media massa yang meminta wawancara khusus terkait kasus ini kepada KH Abdusshomad Buchori (Ketua Umum MUI Jatim) namun dijanjikan untuk wawancaranya hari senin pagi dengan pertimbangan bahwa MUI perlu mengumpulkan bahan-bahan yang memadai,kemudian Ketua Umum mengutus salah satu Ketua MUI Jatim  yang bernama  Drs. KH Nuruddin A. Rahman,SH yang berdomisili di Bangkalan dan KH Buchori Maksum (Ketua Umum MUI Sampang)  untuk memantau situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, diantaranya Kapolres Sampang, MUI Sampang, Ulama BASSRA, ulama dan tokoh masyarakat setempat kemudian  melaporkan perkembangan yang terjadi kepada MUI Jawa Timur.
VI. Pada Hari Senin tanggal 27 Agustus 2012 jam 10.00 WIB wawancara dilakukan oleh KH Abdusshomad Buchori dengan beberapa media Cetak, Elektronik dan Online dengan statement sebagai berikut :
  1. MUI Jatim meminta kepada masyarakat agar tetap waspada dan menahan  diri, baik masyarakat Karang Gayam yang berfaham Sunni, maupun Komunitas Syi’ah agar skala konflik tidak meluas. 
  2. Meminta kepada aparatur pemerintah agar melakukan langkah-langkah produktif dalam rangka menyelesaikan konflik yang terjadi demi terwujudnya situasi yang kondusif bagi ketenteraman dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur. 
  3. Kasus seperti ini sudah beberapa kali terjadi, tetapi penyelesaian yang dilakukan tidak tuntas dan komprehensif, sehingga dibutuhkan mekanisme penyelesaikan yang tidak hanya fokus pada kejadiannya saja, tetapi akar persoalan yang menjadi pemicu juga harus diselesaikan dengan baik, sehingga tidak terjadi lagi kasus serupa dikemudian hari.
  4. Ada statement keliru  yang disampaikan sebagian tokoh masyarakat terkait dengan penyebab terjadinya kekerasan  yang diakibatkan oleh fatwa MUI,  oleh karena itu perlu disampaikan  bahwa, fatwa kesesatan Syi’ah tersebut sebagai guidance untuk menjaga Aqidah dan Syari’at bagi ummat Islam di Jawa Timur yang berjumlah 96, 76 % dari 38 juta penduduk Jawa Timur yang pada umumnya berfaham Sunni, kalau semua faham menyimpang dan sesat dibiarkan berkembang dimasyarakat, maka akan terjadi disharmoni bangsa, bahkan didalam fatwa tersebut ada klausul untuk tidak anarkhis.

VII. Pada Hari Senin tanggal 27 Agustus 2012 pukul 16.30 WIB, MUI Jawa Timur melakukan kunjungan ke Kabupaten Sampang yang diikuti oleh KH Abdusshomad Buchori (Ketua Umum), Drs.H.Abdurrachman Azis,M.Si (Ketua Bid. Infokom), Drs.H.Masduki,SH (Bendahara Umum) dan Mochammad Yunus,SIP (Sekretaris) untuk melakukan silaturrahim dengan MUI kabupaten Sampang, Ulama BASSRA, tokoh masyarakat, Paramedis yang menangani korban dan beberapa masyarakat yang menjadi saksi kejadian serta pihak kepolisian.
VIII. Pada hari Selasa tanggal 28 Agustus 2012 pukul 13.30 WIB, MUI Jawa Timur mengikuti rapat bersama dengan PW NU Jatim, PC NU Sampang, MUI Sampang dan beberapa aktivis yang menyaksikan bentrokan yang terjadi, diantaranya adalah Ustad Nuruddin dan  Ustadz Ridho’i (ketua banser setempat), dalam rapat tersebut disepakati bahwa :
  1. Masyarakat yang tinggal di desa Karang Gayam dan sekitarnya merasa aman, tenteram dan kondusif sebelum kedatangan Tajul Muluk dengan membawa aliran Syi’ah, gangguan keamanan,ketenteraman dan ketertiban terjadi  setelah masuknya ajaran Syi’ah didesa mereka yang dibawa oleh Tajul Muluk.
  2. Yang  menjadi pemicu terjadinya konflik dimasyarakat Karang Gayam dan Sekitar adalah keberadaan Tajul Muluk dengan ajaran Syi’ah yang sampaikan  dengan menghalalkan berbagai cara, termasuk dengan iming-iming dana  kepada masyarakat setempat. 
  3. Kesimpulan rapat tersebut adalah bahwa kalau Syi’ah dikembangkan di Indonesia maka membuat Indonesia tidak aman dan berpotensi mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
IX. Pada tanggal 29 Agustus 2012, kemudian dilakukan klarifikasi kepada pihak kepolisian terkait dengan kebenaran hasil investigasi MUI Jatim, pihak kepolisian membenarkan hasil temuan tersebut.
X. Komunitas Syi’ah yang ada memiliki kecenderungan kepercayaan diri berlebihan bahwa Syi’ah akan menjadi besar di Indonesia disebabkan oleh komentar-komentar para tokoh yang mengeluarkan statement akan melindungi Minoritas di Indonesia dengan dalih Hak Azasi manusia, pemikiran seperti ini memiliki pengaruh besar terhadap usaha-usaha mereka untuk mengembangkan eksistensinya ,karena merasa disokong oleh tokoh-tokoh yang berpengaruh di negeri ini, dan pada gilirannya membawa peluang terjadinya konflik yang lebih besar
XI. Untuk menjaga dan mengamankan keutuhan NKRI, pemerintah seharusnya meningkatkan kapasitas dan kualitas serta memelihara dengan baik eksistensi Sunni di Indonesia dengan memberikan payung hukum terhadap keberadaannya, karena secara realitas Indonesia adalah Bumi Sunni.
XII. Berdasarkan diskusi internal beberapa pengurus Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur, dengan memperhatikan pernyataan Syeh Yusuf Qaradhawi terkait dengan hubungan Syia’ah dan Sunni di dunia, bahwa ajaran Syiah dan Sunni memiliki perbedaan pokok yang mendasar sehingga apabila ajaran Syi’ah dikembangkan di suatu Negara yang berfaham Sunni maka tidak akan memiliki titik temu, demikian pula sebaliknya, hendaklah pengambil keputusan di negeri ini menjadikan statement tersebut  sebagai referensi dalam rangka mengambil keputusan terbaik dalam mengahadapi kasus – kasus konflik berlatar belakang Syi’ah – Sunni di Indonesia.
XIII. Mengharap agar Pemerintah dan Masyarakat mencermati pemberitaan media, baik cetak, elektronik dan online yang cenderung distorsif dengan menggunakan istilah – istilah yang provokatif semisal “Musibah Agama nodai Sampang”,”Penyerangan kaum Sunni kepada Komunitas Syi’ah”, “Warga Syi’ah kembali diserang”, “pembunuhan terhadap pak Hamamah” dan lain sebagainya, yang seharusnya istilah yang tepat adalah “terjadi bentrok”, “terbunuh”, karena kedua belah pihak terjadi pertikaian yang diawali dengan adanya provokasi, misalnya lemparan batu, ledakan bom Molotov dan ranjau yang ditanam oleh komunitas Syi’ah.
XIV. Pernyataan  Komnas HAM yang mendiskreditkan aparat keamanan, pemerintah setempat dan elemen-elemen lain di Kabupaten Sampang  adalah merupakan statement provokatif yang kurang bertanggung jawab dan justru membuat suasana semakin tidak kondusif bagi terciptanya ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
XV. Mengharap dengan hormat agar pemerintah, baik Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, Negarawan ,Akademisi, Politisi, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Budayawan, Seniman dan golongan “The have”, hendaklah memiliki pemikiran yang jernih, cerdas dan  visioner untuk menyelamatkan negeri tercinta Indonesia dari kehancuran.
XVI. Demikian informasi ini disampaikan, apabila ada perkembangan baru  akan kami sampaikan berikutnya.

Surabaya, 10 Syawal 1433   H
               28 Agustus 2012 M

 Ketua                                   Sekretaris

KH Abdusshomad Buchori       Mochammad Yunus,SIP   

Team Investigasi Kasus Bentrok Syi’ah – Sunni Sampang
Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur

  1. KH Abdusshomad Buchori        (Ketua Team)
  2. Mochammad Yunus,SIP           (Sekretaris)
  3. Drs.H.Abdurrachman Azis,M.Si  (Anggota)
  4. Drs.H.Masduqi,SH                   (Anggota)

JAKARTA (voa-islam.com) - Dalam sebuah hadits yang diriwayatka dari Ibnu Abbas dikisahkan seorang lelaki tua tuna netra yang membunuh budak yang dicintainya hanya karena ia mencaci Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

فَقَامَ الاعْمَى يَتَخَطَّى النَّاسَ وَهُوَ يَتَزَلْزَلُ حَتَّى قَعَدَ بَيْنَ يَدَيْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَا صَاحِبُهَا كَانَتْ تَشْتُمُكَ وَتَقَعُ فِيكَ فَأَنْهَاهَا فَلا تَنْتَهِي وَأَزْجُرُهَا فَلَا تَنْزَجِرُ وَلِي مِنْهَا ابْنَانِ مِثْلُ اللُّؤْلُؤَتَيْنِ وَكَانَتْ بِي رَفِيقَةً فَلَمَّا كَانَ الْبَارِحَةَ جَعَلَتْ تَشْتُمُكَ وَتَقَعُ فِيكَ فَأَخَذْتُ الْمِغْوَلَ فَوَضَعْتُهُ فِي بَطْنِهَا وَاتَّكَأْتُ عَلَيْهَا حَتَّى قَتَلْتُهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلا اشْهَدُوا أَنَّ دَمَهَا هَدَرٌ

…Seorang lelaki buta datang dan berjalan melewati orang-orang dengan badan gemetar sehingga ia duduk di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Sejenak dia berkata, "Ya Rasulullah, aku-lah pemilik budak itu. Dia selalu mencaci dan mencelamu. Telah kularang dia, tapi tetap saja dia tidak mau berhenti. Dan telah kucegah dia, tapi dia tidak dapat dicegah. Aku memiliki dua orang anak dari hubunganku dengannya seperti dau buah permata, dan dia pun sangat sayang padaku. Namun semalam, dia kembali mencaci dan mencelamu. Lalu kuambil pedang dan kuletakkan di atas perutnya. Kemudian kutindih dia sehingga dia mati terbunuh. Mendengar kesaksiannya, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Saksikanlah oleh kalian semua bahwa darahnya tumpah sia-sia. (H.R. Abu Daud, no. 3665)

Hadits di atas membuktikan bahwa  pembelaan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dilakukan oleh siapa saja, meski ia buta (tuna netra) sekalipun.

Hal inilah yang menginspirasi ustadz Abu Hasan, tuna netra yang hafizh (hafal) Al-Qur’an 30 juz, alumnus ma’had Abu Bakar Ash Shiddiq UMS Solo angkatan 2006 yang aktif di yayasan Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI).

Saat bertamu ke kantor berita voa-islam.com, dengan semangat menggebu ia menyampaikan bahwa apapun kekuatan yang kita miliki hendaknya dicurahkan untuk membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

“Jadi apapun kekuatan yang kita miliki, harta yang kita miliki harus dikerahkan semuanya, bahkan jiwa, sekalipun itu adalah hal berharga yang kita miliki harus kita korbankan,” tegasnya pria asal Solo ini, pada Selasa (18/9/2012).

Ia mendengar di berbagai belahan dunia bahkan di Indonesia umat Islam melakukan aksi protes terhadap penghinaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam film ‘Innocence of Muslim’. Maka ia pun mengungkapkan curahan hatinya bahwa dirinya memiliki semangat yang sama dengan umat Islam lainnya yaitu keinginan untuk turun ke jalan.

“Kami para tunanetra memiliki perasaan yang sama dengan para ikhwan yang lain. Mungkin kami memiliki keterbatasan, tapi dalam hal lain kita memiliki semangat yang sama, keinginan yang sama,” ujar ustadz yang kini menjadi relawan Infaq Dakwah Club (IDC) untuk mengajarkan Al-Qur’an braile ini.
Di akhir wawancara, ia kembali menyerukan kepada saudaranya sesama muslim agar mengerahkan segala upaya  untuk membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Apa pun yang kita mampu untuk membela Rasulullah hendaklah kita lakukan!” tandasnya. [Ahmed Widad]  

AMBON (voa-islam.com) - Salah seorang yang ditangkap oleh Densus 88 di Ambon dengan tuduhan terorisme adalah  Abdullah (30 tahun) mengalami depresi berat setelah dibebaskan.
Abdullah ditangkap pada Ahad 09 September 2012 di rumahnya oleh Densus 88. Setelah dilakukan penyidikan selama 7 hari akhirnya pada Sabtu (15/09/2012). Abdullah bersama tiga orang lainnya dibebaskan oleh Polisi karena tidak terbukti terlibat melakukan  tindak pidana terorisme.

Setelah dibebaskan Abdullah mengalami depresi berat, mungkin karena siksaan dan penganiayaan selama penyidikan seperti yang dialami oleh setiap terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88.

Saat dikunjungi di rumahnya di Gang Banjau desa Batu Merah pada Kamis (20/09/2012) kondisi Abdullah sangat memprihatinkan. Bahkan dua hari sebelumnya Abdullah tidak bisa mengenal teman-teman yang selama ini dia kenal baik.

Abdullah menatap ketakutan dan mengucapkan sesuatu yang menggambarkan ia dalam kondisi sangat takut. Ketika didatangi pun Abdullah dengan ketakutan bertanya,"ada apa lagi Abang? beta seng tahu apa-apa?" Ada kalanya dia seperti menangis dan menggaruk-garuk kepalanya dan berkata,"beta seng bawa apa-apa."

Yang sangat menyedihkan dalam keadaan duduk didepan pintu  dengan ketakutan sambil memegang kedua lututnya ia berkata,"ustadz ! Beta tobat jua,beta seng mau ikut-ikut lae...beta mau jadi orang biasa saja".

Menurut keluarganya abdullah pada malam hari sering bicara sendiri menanyakan keadaan anak dan istrinya, padahal istri dan kedua anaknya tinggal satu rumah dengan Abdullah.

Masih menurut keluarganya, sampai hari ini Abdullah belum bisa beraktifitas seperti biasa sebagai pedagang pakaian di dekat terminal Mardika Ambon. Bahkan ketika ditanya kapan dirinya hendak berdagang kembali, Abdullah justru menatap seperti orang bingung dan tidak menjawab, kemudian ia menggaruk kepalanya terus mendekap kedua lututnya seperti orang kedinginan.

Kru voa-Islam.com juga sempat menanyakan tentang keadaan yang dialami Abdullah  kepada Hasan Selamet salah seorang pengacara TPM Maluku, Hasan mengatakan bahwa ia sempat menjenguk Abdullah di Rutan Polda Maluku dengan maksud hendak mendampinginya sebagai kuasa hukum  namun tidak diizinkan bertemu.

Pengacara yang biasa disapa dengan panggilan pak Acang mengatakan; "Polisi bertindak agresif dalam melakukan penangkapan, seharusnya polisi tidak bisa menahan seseorang kecuali dengan minimal dua alat bukti, namun karena tidak memiliki alat bukti maka ia melakukan penyiksaan untuk mendapatkan alat bukti, ini adalah pelanggaran HAM," ujarnya.

Pak Acang juga menambahkan,"bagaimana mereka akan menegakkan hukum jika mereka sendiri melanggar hukum?" tambahnya. [AF]

11.35
JAKARTA (voa-islam.com) - Sekretaris MUI Jawa Timur, KH. Mochammad Yunus mengungkapkan bentrokan antara umat Islam dengan aliran sesat Syiah pada tanggal 26 Agustus 2012 justru diprovokasi oleh pengikut Syiah dengan melakukan penyerangan lebih dulu.

Saat itu anak-anak para pengikut Syi’ah yang dipondokkan ke YAPI Bangil dan Pekalongan akan kembali pasca libur lebaran, sementara masyarakat meyakini bahwa anak-anak tersebut tidak akan kembali lagi ke YAPI Bangil dan Pekalongan karena dijamin biaya pendidikannya oleh Pemkab Sampang untuk disekolahkan / dipondokkan di lembaga pendidikan dan pesantren di sampang agar tidak tercerabut dari akar budaya, tradisi dan adat istiadatnya setempat  dan masyarakat menilai kalau mereka tetap kembali akan menjadi kader Syi’ah dan kelak akan menjadi persoalan baru yang lebih besar.

Karena pemahaman masyarakat seperti tersebut diatas, maka masyarakat Karang Gayam mencegah mereka dan secara baik menyarankan untuk kembali lagi ke rumah, tidak ada sedikitpun kekerasan dilakukan dan masyarakat Sunni tidak membawa senjata tajam.

“Tidak ada perlawanan sampai akhirnya mendekati rumah Tajul Muluk. Ketika sudah mendekati rumah Tajul Muluk ini, apa yang terjadi bapak ibu sekalian? mereka mulai megolok-olok orang Karang Gayam, Bluuran, mereka mulai melempari dengan batu, mereka mulai memancing emosi masyarakat Karang Gayam,“ ungkap KH. Mochammad Yunus dalam tabligh akbar “Mengokohkan Ahlus Sunnah” di masjid Al-Furqon DDII, Jakarta, pada Ahad (16/9/2012).

“Nah, ketika masyarakat Karang Gayam terpancing emosi mereka mulai membuat garis putih di depan rumah Tajul Muluk, garis putih inilah ternyata batas antara pengikut Syiah dan umat Islam,” sambungnya.
...ranjau-ranjau yang mereka tanam meledak berhamburan kelereng-kelereng. Ada yang kena tangan seseorang sehingga tangannya putus...

Di sinilah menurut KH. Mochammad Yunus, para pengikut Syiah menjebak umat Islam lalu mereka terkena bom ranjau yang dipasang oleh pengikut Syiah.
"Di dalam garis putih itu ketika mereka memprovokasi masa agar masuk, setelah mereka masuk, apa yang terjadi? ranjau-ranjau yang mereka tanam meledak, berhamburan kelereng-kelereng. Ada yang kena tangan seseorang sehingga tangannya putus, ada yang masuk ke bahunya, ada yang masuk ke kepalanya, ada yang masuk di pahanya dalam bentuk kelereng itu masih utuh, akhirnya orang-orang pada ketakutan," bebernya.

Situasi itu memancing masyarakat untuk meminta bantuan dan mengambil persenjataan yang memadai untuk melawan kekerasan yang dilakukan oleh komunitas Syi’ah, diantaranya dengan disuarakan lewat teriakan dan  pengeras suara yang ada di mushalla , kemudian masyarakat berdatangan  untuk memberi pertolongan dan bantuan kepada mereka sehingga terjadilah bentrok yang tidak terelakkan diantara kedua belah pihak yang sama-sama membawa senjata.

Ia juga mengungkapkan sebuah misteri tewasnya seorang pengikut Syiah yang bernama Hamamah. Ia membantah sejumlah media yang memberitakan jika Hamamah adalah seorang perempuan.

“Terkait dengan hamamah, ini saya cukup sedih karena di media diberitakan bahwa orang-orang Sunni membunuh orang-orang perempuan namanya Hamamah, ini kan naif sekali. Hamamah itu laki-laki, jadi tradisi di sana, kenapa di dipanggil Hamamah karena anak pertamanya perempuan namanya Hamamah sehingga dipanggil pak Hamamah, “ ucapnya.
...Ketika bentrok itu terjadi hingga Hamamah meninggal, mereka semua kebal terhadap senjata tajam, termasuk juga Hamamah...

Para pengikut Syiah termasuk Hamamah ternyata kebal senjata tajam, meski begitu Hamamah akhirnya tewas dalam bentrokan tersebut.
"Orang ini ternyata ketika bom-bom itu meledak sama sekali tidak mencederai tubuh orang-orang Syiah, orang-orang Sunni itu kena, jadi korbannya itu orang-orang Sunni, ini kesaksian dari seorang bernama Ar Roih, dia adalah tenaga paramedis dari PMI, dia merawat semua orang Sunni yang menjadi korban. Ketika bentrok itu terjadi hingga Hamamah meninggal, mereka semua kebal terhadap senjata tajam, termasuk juga Hamamah," tuturnya.   

Dalam rilis hasil investigasi MUI Jawa Timur juga diceritakan bahwa bapak Hamamah secara provokatif dan demonstratif dengan memamerkan kekebalan tubuhnya merangsek kedalam kerumunan masyarakat Karang Gayam dengan menyerang secara membabi buta menggunakan senjata tajam berbentuk celurit panjang.
Masyarakat pun melawan dengan senjata pula, yang mengejutkan tidak satupun sabetan yang diarahkan ke tubuh bapak Hamamah mencederai tubuhnya. selanjutnya terjadilah bentrok yang berakhir pada terbunuhnya bapak Hamamah, disebabkan diantara masyarakat mengetahui cara menghadapi ilmu kebal tersebut dengan cara menyerang dari belakang.

Selain itu,  KH, Mochammad Yunus juga menceritakan kejadian mengejutkan yang tak pernah terungkap di media bahwa ternyata rumah Tajul Muluk yang dibakar oleh massa menimbulkan ledakan yang cukup besar, yang belakangan diketahui bahwa ledakan tersebut dipicu oleh remote control. [Ahmed Widad]
____________________________________________________________

23.47

ini saya bagikan Tips berikutnya buat teman-teman yang Nokia 9300/9500 nya memiliki masalah dengan sistemnya, seperti sering Hang, Muncul Error2 yang aneh2, HP nya terasa semakin lamban, gak seperti waktu beli dulu, gak bisa nelpon n sms, dan lain sebagainya dech.
Mungkin udah banyak yang tau trick ini, tapi gakpapa lah, pasti masih banyak teman-teman kita yang belum tau dan mungkin memerlukannya. oke, langsung aja yha..
jadi kuncinya untuk mengatasi semua masalah tersebut adalah dengan memFormat HP yang bermasalah tersebut. bukan semi format, tapi FULL FORMAT. caranya gini:
  1. cabut baterai HP kemudian dipasang kembali.
  2. nah, setelah teman-teman lihat logo nokianya muncul ( dilayar dalam yha ) segera tekan kombinasi tombol berikut: Ctrl+Chr+Shift+F
  3. pilih opsi FORMAT.
  4. tunggu sampai selesai,..tadaaa, HP yang ngadat jadi semangat lagin normal kerjanya
lumayan kan, dari pada bawa ke t4 servis n ngabisin duit buat hal yang sebenarnya bisa kita lakukan sendiri. betul gak?
NB: Trik ini akan menghapus semua data yang ada di HP kamu, jadi kalau ada data yang penting seperti contact dll
haruz di backup dulu ya…. )

===UPDATE BACKUP Contact Ke Simcard===

Nah sebelum di format kan harus dibackup dulu contact contact kita kan sayang masak contak pacar qt dibuang hehehe:P bercanda
Nah bagi yang belum tahu gimana caranya backup contact kita ke sim card perhatikan tips berikut ini
- Pertama gunakan layar dalam aja biar gampang
- Masuk ke menu contact
- Pencet ctrl+A tuk memilih semua contact kita
-pencet shift+ctrl+C atau bisa menu – file – More Options – Copy To… – Pilih simcard untuk mencopy contack kita
- Lalu pilih sim card
- Nah tunggu sampek selesai mengkopinya yach… jangan lupa siapin kopi juga <gak nyambung>
sekian…
Baca Juga yaw….
____________________________________________________________

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget