Latest Post

10.04 ,
Voice Of Muslim - PADA suatu waktu, seorang putri terkemuka anggota kerajaan Inggris dari wangsa Saxe-Coburg, berdialog dengan seorang pria Jawa gelap berwajah kearab-araban. Mereka berdua berkenalan baik, meski berasal dari dua budaya yang jauh berseberangan penuh perbedaan. Sang putri ingin sekali sahabatnya itu mau mengikuti keyakinannya.

“Bagaimana saya bisa seperti itu, kalau penganutnya melakukan kekejian terhadap bangsa saya”, jawab si pria dengan jujur, yang lama menetap di benua Eropa. Sang putri tidak bisa meyakinkan keinginannya kepada sahabatnya itu. Padahal secara genealogis, kedua sahabat itu bersaudara atau masih pertalian darah. Lho koq bisa?

Sang putri itu bernama Victoria dari keluarga bangsawan terhormat Saxe-Coburg. Dia menantu dari Raja George III dari Inggris. Suaminya adalah Edward, yang bergelar Duke of Kent. Dengan demikian Victoria bergelar Duchess of Kent sekaligus ibu kandung Ratu Victoria, ratu Inggris terbesar dan terlama dalam monarki Inggris. Menurut ahli genealogis keduanya bersaudara sedarah berjauhan sekali. Victoria adalah keturunan Nabi Muhammad, melalui para khalifah yang berkuasa di Spanyol (lihat silsilah seri 22). Sedangkan Raden Saleh bernama asli Sayyid Shaleh bin Husain bin Yahya atau sering dipanggil Raden Saleh Syarif Bustaman. Ayahnya bernama Sayyid Hussein bin Alwi bin Awal bin Yahya dan ibunya adalah cucu Sayyid Abdullah Bustaman dari keluarga Bustaman yang terkenal. Raden Saleh berasal dari keluarga bin Yahya yang merupakan satu dari banyak keluarga atau marga Alawiyah di Indonesia, yaitu keluarga keturunan Nabi Muhammad. Raden Saleh sering diasuh pamannya yang juga menjadi menantu raja Jawa, KGPAA Mangkunegara I. Pengakuan atas pembuktian para ahli silsilah di barat, bahwa Nabi Muhammad menurunkan anak-anak cucu pada kalangan bangsawan di Eropa, banyak mendapat tanggapan yang cenderung menihilkan pendapat itu. Meskipun banyak yang yakin hal itu mungkin terjadi. Bahkan kalangan yang meyakinkan darah Nabi mengalir di setiap anggota kerajaan Eropa, tetap berkukuh akan ada selalu cara membuktikannya. Kalau misalnya bangsawan Eropa bukan merupakan keturunan Nabvi Muhammad melalui si A, mereka dapat membuktikannya melalui si B. Jika tidak bisa atau tidak diterima sejarah, mereka akan membuktikannya melalui si C tetapi melalui dinasti A atau B atau C. Ada banyak kemungkinan untuk hal itu. Dan mereka selalu berlomba untuk melakukan hal itu berikut pembuktian ilmiah dengan mempertaruhkan kredibilitasnya.
Misalnya, banyak ahli yang meributkan status Putri Zaida (lihat silsilah seri 22). Ada yang berpendapat dia bukan anak Muhammad II al Mutamid, si Emir di Sevilla. Dia adalah keponakan sang Emir atau anak dari saudara kandungnya. Hal ini secara genealogis tidak masalah, karena anak atau bukan tetap memiliki hubungan darah, selama sang putri dianggap sebagai keponakannya.
Yang menjadi masalah lagi adalah status Putri Zaida sendiri. Zaida memang bukan pasangan tunggal dari Raja Alfonso VI dari Leon dan Castile. Si Alfonso memiliki beberapa istri, yang menurut catatan sejarah ada lima orang istri. Bonusnya, dia juga punya selir diantaranya adalah Zaida. Jadi Zaida itu menurut pendapat beberapa sejarahwan adalah selir Alfonso VI. Zaida dibaptis dengan nama Isabelle dan hanya memberikan seorang anak untuk Alfonso VI, yang mati muda dan diberi nama Infante Don Sancho yang tewas dalam Pertempuran Ucles bulan Mei 1108.
Pertengkaran tentang status Putri Zaida, bukan berarti menghilangkan banyak upaya orang untuk mencari hubungan darah antara Nabi Muhammad dengan bangsawan Eropa. Ada beberapa ahli genealogi bersikukuh adanya pertalian darah antara Nabi dengan bangsawan Eropa itu. Misalnya ada yang menyebut bahwa ada dua anak perempuan Nabi yang menikah dengan Khalifah Usman bin Affan secara berturut-turut (turun ranjang). Dari perkawinan itu membuah anak yang menjadi istri Marwan. Marwan adalah sekretaris pribadinya Khalifah Usman bin Affan dan akhirnya menjadi Khalifah ke 3 dalam dinasti Ummayah. Dari perkawinan dengan anak Nabi itu, Marwan menurunkan para khalifah dinasti Ummayah, hingga berkuasa di Spanyol.
Selama di Spanyol itu, ada keturunan mereka yang bernama Abu Nazar Lovesendes, yang menetap di dekat kota Oporto di bagian utara Portugal. Di sana Abu Nazar mendirikan biara Santo Tirso de Ribadave. Yang menarik disini, dia dan banyak anggota keluarganya menggunakan ‘cid’, yang berasal dari kata as-Sayyid, sebuah gelar yang sering digunakan para keluarga Ummayah. Sebuah buku yang diterbitkan pada abad 13 di Portugal, menggambarkan Abu Nazar itu sebagai cucu dari cucunya Aboail Rey de Cordova. Sekarang ini keturunan mereka memakai nama keluarga de Maya, yang mungkin berasal dari nama nenek moyang mereka yaitu dinasti Ummayah. Keluarga de Maya menguasai daerah utara Portugal yang keturunannya kini menjadi anggota keluarga kerajaan Portugal dan Brazil, yaitu Braganca. Brasil adalah jajahan Portugal yang dulunya berbentuk monarki sebelum menjadi republik.
Dan anehnya, para pangeran lokal di Brasil yang kakek moyangnya pernah menjadi raja Brasil, begitu bangga dapat ditelusuri bahwa moyang mereka adalah Nabi Muhammad, melalui Abu Nazar.
Banyak memang celah untuk mencari jejak para nenek moyang bangsawan Eropa hingga ke Nabi Muhammad. Ini disebabkan karena para penguasa Arab terlalu lama berkuasa di Sppanyol untuk rentang selama 800 tahun. Selama masa itu, sangat mustahil tidak terjadi perkawinan antara pendatang dengan penguasa local yang berlainan agama. Apalagi saat Islam berkuasa lama di Spanyol dan Portugal, sering terjadi perkawinan silang antara Islam dan Kristen. Ini dilakukan untuk sekedar konsolidasi kekuatan agar kekuasaan mereka tetap utuh dan tidak goyah.
Apapun jalur silsilah yang ingin dicari dari Nabi Muhammad sampai kepada bangsawan Eropa, banyak akan melalui Ratu Victoria. Dari sang ratu ini, menurunkan para anggota kerajaan di banyak negara monarki Eropa. Jadi tak mengherankan Ratu Victoria sering disebut “Mother of Europe” dalam arti yang sebenarnya. Dalam monarki Inggris, dia adalah nenek dari kakeknya Ratu Elizabeth II.

Anak tertua Ratu Victoria, yaitu Putri Victoria menikah dengan Kaisar Jerman Frederick III. Putranya, Arthur yang bergelar Duke of Connaught menikah dengan Putri Louise Margaret dari Prussia. Pasangan ini dikarunia putri bernama Margaret yang dipersunting oleh Raja Swedia Gustav VI Adolf, yang kemudian memiliki seorang putri yang menikah dengan Frederik IX, raja Denmark, sekaligus ibunda dari Ratu Margrethe II dari Denmark yang berkuasa sekarang. Denmark adalah negeri yang pernah bermasalah dengan masalah penghinaan terhadap Nabi Muhammad beberapa waktu lalu. Ratu Victoria juga menurunkan raja-raja Norwegia, melalui anaknya yang juga menjadi raja Inggris, Edward VII. Sang raja punya putri bernama Maud yang menikah dengan Raja Norwegia Haakon VII, yang menjadi ayah Raja Olav V dan kakek dari raja Norwegia sekarang, Harald V. Cucu Ratu Victoria yang bernama Margaret pernah menjadi istri pertama dari Raja Swedia Gustav VI Adolf, yang kemudian menjadi kakek dari Raja Carl XVI Gustal, raja Swedia sekarang. Ratu Victoria juga mempunyai seorang cucu, seorang putri bernama Victoria Eugenia yang dinikahi oleh Raja Spanyol Alfonso XIII. Pasangan ini menjadi nenek kakek dari Raja Juan Carlos I, raja Spanyol sekarang.
Ratu Beatrix dari Belanda juga sedarah dengan Ratu Victoria melalui Raja George II dari Inggris. Kakek Ratu Victoria, yaitu Raja George III adalah cucu dari Raja George II. Nah, George II ini punya seorang putri bernama Anne yang menikah dengan Willem V, Pangeran Oranje. Cicit mereka adalah Raja Belanda yang bernama Willem II, yang akhirnya dikarunia juga cicit yang bernama Juliana, ibunda Ratu Beatrix, ratu Belanda sekarang. Begitupun dengan wangsa Romanov yang berkuasa di Rusia sebelum tsar mereka yang terakhir dieksekusi mati oleh kaum Bolshevik tahun 1917.
Tsar Nikolas II dari Rusia menikah dengan cucu Ratu Victoria yang bernama Alexandra. Mereka dikarunia beberapa anak, namun yang paling controversial adalah Anastasia. Banyak yang menduga Anastasia lolos dari eksekusi dan menjadi legenda hidup sampai sekarang. Masih banyak lagi anggota bangsawan Eropa, seperti Liechtenstein, Monako, Yunani, Yugoslavia, bahkan keluarga Grimaldi dari Monako, yang beberapa menjadi keturunan Ratu Victoria dan bisa ditelusuri sampai ke nenek moyang mereka dari Arab, Nabi Muhammad.
Dengan demikian, silsilah Nabi Muhammad sampai kepada anggota keluarga kerajaan negara-negara monarki Eropa dapat ditelusuri dengan baik, meskipun selalu ada perdebatan terhadap beberapa tokoh yang selalu dipertanyakan oleh ahli silsilah. Seperti dalam silsilah pada serial 22, dari Nabi Muhammad sampai pada generasi ke 18, masih bisa diterima oleh sejarah. Artinya tidak banyak yang mempertanyakan status perkawinan atau status anak dari mereka. Begitupun juga dari generasi ke 22 hingga generasi ke 31, yaitu keluarga Plantagenet, yang menjadi moyang banyak monarkis Eropa. Sedangkan dari generasi 31 sampai sekarang, tidak ada penolakan sama sekali dari para ahli sejarah maupun genenlogi. Artinya keabsahan keturunan itu diterima dengan baik oleh semua pihak dan tentunya oleh sejarah sebagai sebuah kebenaran.
Hanya saja masalah Putri Zaida selalu menjadi perdebatan hangat hingga kini. Namun, seperti saya tulis, tetap saja ada upaya untuk menghubung-hubungkan antara Nabi Muhammad dengan kaum bangsawan Eropa dengan kajian sejarah yang amat luas dengan kredibilitas serta keabsahan yang tinggi.
Kalau kenyataannya mereka saling bersaudara, mengapa mereka saling berseteru. Jerman yang jelas-jelas kaisarnya menjadi menantu Ratu Victoria, berani-beraninya berperang dan menyerang Inggris pada perang jagat awal tahun 1940an. Padahal Adolf Hitler pernah memuji kecantikan Ratu Elizabeth II ketika dia masih anak-anak, tetapi memberi julukan yang sebaliknya kepada ibu suri (ibunda Ratu Elizabeth II), sebagai “the most dangerous woman in Europe”.

08.09
Bek Persib Abanda Herman (berbaju koko putih dan berkopyah) usai resmi menjadi Muslim.
Voice Of Muslim - Bek asing Persib Bandung, Abanda Herman, akhirnya resmi memeluk agama Islam. Hari ini, Kamis (18/4) sore, pemain asal Kamerun itu mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid yang terletak dekat kediaman manajer Umuh Muhtar di kawasan Kiacaracondong, Bandung.

Seperti dilansir Simamaung, usai resmi menjadi muslim, Abanda menambahkan nama 'Ahmad' sebelum namanya yang sekarang, 'Abanda Herman'. Dengan demikian kini namanya menjadi 'Ahmad Abanda Herman'.
Ratusan orang mengikuti prosesi pembacaan syahadat tersebut. Terlihat salah seorang di antaranya adalah Umuh Muhtar. Usai resmi menjadi mualaf, Abanda menerima kenang-kenangan berupa buku 'Al-Quran Miracle the Reference'.
Keinginan Abanda menjadi seorang muslim dilandasi ketertarikannya dengan agama Islam yang dinilai memiliki arti tersendiri dalam tata cara beribadah. Kepada Umuh, Abanda sering mengaku iri dengan para pemain dan manajemen Maung Bandung yang suka shalat berjamaah di mess sebelum laga.
Abanda saat ini berusia 29 tahun. Sebelum memperkuat Persib, ia sebelumnya pernah memperkuat tim-tim seperti PSM Makassar, Persija Jakarta, dan Persema Malang.

08.00
Seorang wanita pengungsi Rohingya menangis sambil menggendong bayinya.
Voice Of Muslim - Seorang warga Rohingya mengubur ibunya. Dia tertusuk pisau di kepala dan leher. Perempuan itu tewas jelang senja."Saya bersama dengannya waktu itu. Kami tak bisa melakukan apapun untuknya,"ujar warga yang dikutip dalam laporan Human Right Watch , 22 April 2013.

Kemudian, pria itu menerima izin dari otoritas setempat untuk menguburnya bersama saudara lain yang turut menjadi korban. Bersama warga lainnya, dia menggali kuburan massal yang terletak di Desa Yan Thei, Mrauk U, Myanmar.
Orang-orang Arakan menyerang Yan Thei pada 23 Oktober 2012. Setidaknya, 52 orang tewas akibat pembunuhan massal tersebut. Hanya, dua saksi mengklaim terdapat 70 warga Rohingya yang terbunuh. Mereka bilang ada belasan orang lain yang meninggal dunia setelah menderita luka parah.
Pada 25 Oktober, warga desa mulai menggali kuburan untuk para korban. Beberapa penggali yang diwawancara HRW mengaku, kerap diawasi polisi dan tentara. Aparat pun menyuruh mereka menggali lobang yang lebih besar karena banyaknya korban.
Seorang warga Rohingya lain mengaku telah mengubur sebelas pria, 20 perempuan dan 30 anak-anak. Ketika itu, puluhan bocah tak bisa kabur bersama orang tua mereka. "Semuanya dibunuh dengan pisau dan mereka melemparkannya ke api,"ujarnya.
Mayat-mayat terbakar itu tak langsung dikubur. Warga harus menunggu izin dari polisi dan tentara untuk menggabungkannya dengan korban lain.
HRW membongkar bukti adanya empat kuburan massal di Provinsi Arakan. Tiga diantaranya digali pada kekerasan Juni. Selebihnya, pada Oktober. Penggalian tersebut diperintahkan oleh otoritas di empat daerah yakni Desa Yan Thei dan tiga lainnya dekat Ba Du Baw IDP di luar Sittwe.

Voice Of Muslim - Puluhan kapal kayu sederhana yang dipenuhi oleh muslim Rohingya yang melarikan diri dari aksi kekerasan telah kembali ke daratan pada hari Sabtu (27/10), setelah dua hari berada di laut.

Masyarakat muslim melarikan diri dengan menggunakan sejumlah perahu untuk mencapai kamp pengungsian serta mencari perlindungan di pulau-pulau dan desa-desa pesisir. Namun sembilan perahu masih belum ditemukan hingga saat ini, menurut beberapa sumber pengungsi Rohingya

Seorang prajurit berjalan di tengah puing perkampungan Pauktaw yang dibakar dalam kekerasan baru-baru di Rakhine,Myanmar, Sabtu (27/10). (Soe Zeya Tun/Reuters) 

Sejumlah orang mengumpulkan potongan logam dari puing perkampungan Pauktaw yang dibakar dalam kekerasan baru-baru ini di Rakhine,Myanmar, Sabtu (27/10). (Soe Zeya Tun/Reuters) 

Sejumlah orang mengumpulkan potongan logam dari puing perkampungan Pauktaw yang dibakar dalam kekerasan baru-baru ini di Rakhine,Myanmar, Sabtu (27/10). (Soe Zeya Tun/Reuters) 

 Seorang anak mengumpulkan potongan logam dari puing perkampungan Pauktaw yang dibakar dalam kekerasan baru-baru ini di Rakhine,Myanmar, Sabtu (27/10). (Soe Zeya Tun/Reuters)

 

Sebuah perahu terlihat dari reruntuhan sebuah masjid yang hancur di salah satu sudut kota Pauktaw yang dibakar dalam kekerasan baru-baru ini di Rakhine,Myanmar, Sabtu (27/10). (Soe Zeya Tun/Reuters)

Voice Of Muslim - Menurut data organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), sekitar  22.587 warga sipil kini telah mengungsi  dan setidaknya 84 orang meninggal dunia akibat kerusuhan antara penduduk muslim Rohingya dan mayoritas penduduk Rakhine yang beragama Buddha.

Seorang warga mengambil air di sebuah kamp pengungsi bagi warga muslim yang terlantar akibat aksi kekerasan awal tahun ini di luar Sittwe, Myanmar, Selasa (30/10). (Soe Zeya Tun/Reuters) 

Seorang anak pengungsi berdiri di belakang pompa air di sebuah kamp pengungsi bagi warga muslim yang terlantar akibat aksi kekerasan awal tahun ini luar Sittwe, Myanmar, Selasa (30/10). (Soe Zeya Tun/Reuters)

Seorang wanita muslim duduk dengan bayinya di sebuah kamp pengungsi bagi mereka yang terlantar akibat aksi kekerasan awal tahun ini luar Sittwe, Myanmar, Selasa (30/10). (Soe Zeya Tun/Reuters)

Seorang warga mengambil air di sebuah kamp pengungsi bagi warga muslim yang terlantar akibat aksi kekerasan awal tahun ini di luar Sittwe, Myanmar, Selasa (30/10). (Soe Zeya Tun/Reuters) 

Sejumlah warga mengambil air di sebuah kamp pengungsi bagi warga muslim yang terlantar akibat aksi kekerasan awal tahun ini di luar Sittwe, Myanmar, Selasa (30/10). (Soe Zeya Tun/Reuters)

Tim SWAT berada lingkungan di pinggiran kota Boston untuk mencari tersangka yang diduga bersembunyi di sebuah apartemen di Watertown, Jumat (19/4).
Voice Of Muslim - Serangan bom saat perlombaan lari marathon di Boston, AS, (15/4), telah menewaskan tiga orang dan mencederai lebih dari 140 orang. Indikasi serangan tersebut sebagai sebuah kegiatan terorisme telah diungkapkan oleh beberapa senator AS, namun pernyataan pertama Obama atas serangan tersebut justru tidak menggunakan kata teroris.

Hal ini mendapat tanggapan, baik dari dalam maupun luar AS, khususnya mengenai bagaimana pendapat Obama terhadap persoalan terorisme. Pada saat itu, seorang pejabat Gedung Putih langsung menyatakan bahwa apa yang dimaksudkan oleh Obama atas serangan ini sebenarnya adalah tindakan teroris, yang kemudian diiyakan oleh Obama pada pernyataan keduanya.

Menarik untuk dibahas ketika muncul pertanyaan mengapa Obama pada pernyataan pertama tidak menyebut kata teroris itu. Terlepas dari perdebatan yang menyatakan bahwa serangan tersebut sebagai aksi teror dengan pernyataan yang menerangkan bahwa Obama berhati-hati dalam pernyataannya, itu memperlihatkan bagaimana garis besar kebijakan AS terorisme saat ini. Untuk melihat gambaran ini, akan lebih mudah bila dibandingkan kebijakan terorisme pada pemerintahan Bush dan Obama.

Administrasi Bush-Chenney merumuskan kebijakan terorisme AS yang mendunia dengan war against terrorism, yang berubah menjadi global war on terrorism. Oleh Byford (McDonnell:2010), pengungkapan istilah ini dianggap tidak tepat dan hanya merupakan kegiatan retorika yang dibesar-besarkan serta berimplikasi untuk disalahgunakan secara berlebihan.

Untuk istilah itu sendiri, ia menyatakan, "Wars have typically been fought against proper nouns (Germany, say) that proper nouns can surrender… not to do it again. Wars against …poverty, crime, drugs… less successful. Such opponents never give up. The war on terrorism, unfortunately, falls into the second category".

Namun demikian, bagi Bush-Chenney, program ini memberi pembenaran untuk membuat kebijakan terorisme yang lebih bebas dan keleluasan penggunaan militer. Selain itu, program ini juga dibuat sebagai justifikasi AS ketika menyerang Irak dengan alasan bahwa Saddam Hussein adalah pendukung Alqaidah meski banyak fakta memperlihatkan Saddam justru dibenci oleh Usamah bin Ladin atau oleh fundamentalis Alqaidah lainnya seperti Al-Zawahiri.

Meski pada awalnya program ini dikumandangkan oleh AS, masyarakat negara tersebut dan komunitas internasional gembira akan harapan penanggulangan terorisme dan tingkat keamanan membaik, implementasi war on terrorism justru sering tidak mengindahkan aturan hukum internasional. Pelaksanaan program tersebut juga sering dianggap berlebihan, sehingga justru dikhawatirkan menjadi bumerang bagi tingkat keamanan masyarakat AS itu sendiri serta tidak menuntaskan kegiatan terorisme internasional. Terlebih ketika masyarakat internasional menduga bahwa AS ternyata mempunyai maksud penguasaan potensi minyak ketika menyerang Irak.

Kebijakan terorisme AS
Buruknya reputasi AS dalam program war on terrorism diupayakan berubah oleh administrasi Obama dengan mencoba memberi kesan positif dalam penyelenggaraan kebijakan terorisme. Upaya Obama untuk menutup Penjara Guantanamo Bay serta menjanjikan kegiatan CIA untuk tidak menggunakan penyiksaan pada tahanan Guantanamo di tahun pertama pemerintahannya ternyata efektif memberi citra yang lebih baik bagi AS dalam kebijakan terorisme serta perlindungan hak asasi manusia.

Selain itu, Obama juga memperbaiki hubungan dengan negara-negara berpenduduk Muslim untuk membantah pandangan yang selama ini mengatakan bahwa Islam sebagai akar terorisme, serta tidak banyak mempertontonkan promosi kebijakan AS dalam menumpas kegiatan terorisme. Kebijakan terorisme yang dijalankan oleh Obama ini justru membingungkan kalangan politik AS sebab tidak memperlihatkan arah yang lebih jelas.

Hal ini terlihat dengan tidak jelasnya bagaimana bentuk penanganan para bekas tahanan terorisme dari Guantanamo Bay. Selain itu, Obama juga tidak merespons dengan baik ketika ada argumen untuk memperbarui keputusan kongres untuk Justifikasi Penggunaan Tindakan Militer (AUMF-2001) dalam menghadapi tindakan terorisme bagi masa depan AS karena cenderung bertentangan dengan rule of law.

Sehubungan dengan serangan bom di Boston, Obama kembali memperlihatkan bagaimana tidak jelasnya kebijakan AS dalam hal terorisme ini dengan berhati-hati menyatakan bahwa serangan tersebut sebagai tindakan terorisme pada awal komentarnya. Dari gambaran ini, dapat dilihat dari alasan bahwa, pertama, Obama kembali memperlihatkan upaya AS dalam memperbaiki reputasi Amerika sebagai negara yang tetap menindak upaya terorisme namun sesuai dengan hukum internasional serta penghormatan pada hak asasi manusia.

Hal ini dilakukan agar euforia war on terrorism-oriented policy seperti yang dilakukan pada pemerintahan Bush-Chenney yang cenderung berdampak negatif tidak terulang. Kedua, mungkin ada kekhawatiran Obama bila menggunakan kata teroris akan memperlemah kebijakan yang telah pernah diambilnya sehubungan dengan tidak gencarnya kebijakannya dalam mengawasi ancaman terorisme, yang sekaligus akan memperlihatkan kerapuhan tingkat keamanan AS.

Ini tentunya akan mengganggu stabilitas politik dan ekonomi AS. Namun demikian, bila hasil penyelidikan serangan bom di Boston dinyatakan sebagai tindakan terorisme, maka dapat diestimasi bahwa eskalasi kebijakan terorisme AS di bawah administrasi Obama akan mengalami perubahan.

Fokus kebijakan Obama terhadap ancaman terorisme yang tadinya hanya bersifat simbolis semata akan berubah pada substansi kebijakan yang lebih jelas. Dapat pula dibayangkan bahwa konteks dan lingkup kebijakan terorisme AS seperti yang tercantum dalam AUMF akan menjadi lebih luas dan jelas.

Dosen Universitas Negeri Makassar

07.34 ,
Voice Of Muslim - BRUNEI --  Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  menyeru kepada Presiden Suriah Bashar Al Assad untuk menyadari bahwa transisi politik memang diperlukan.

Menurut di,  transisi politik tersebut harus dilakukan yang tentunya sesuai dengan keinginan masyarakat Suriah sendiri.

"Tetapi transisi politik yang baik sesuai keinginan bangsa Suriah dan mendapatkan dukungan dari masyarakat internasional," kata SBY.

"Menurut saya keadaan di Suriah sudah tidak bisa dibiarkan begitu saja, korban berjatuhan setiap hari dan belum ada tanda-tanda tragedi kemanusiaan di Suriah akan berakhir. Kalau dunia tidak berbuat untuk mencegah kerusakan lebih besar di Suriah, sejarah akan menyalahkan dunia dan kita semua," ungkapnya.

SBY juga menyeru kepada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terutama lima negara pemegang hak veto, Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris, Prancis ditambah Turki dan Iran serta Presiden Bashar Al Assad dan pihak Oposisi Suriah untuk duduk bersama mencari solusi damai.

"Yang penting hentikan dulu kekerasaan dan tragedi kemanusiaan kemudian berikan bantuan kemanusiaan, yang ketiga lakukanlah transisi politik," katanya.

07.31
Voice Of Muslim - Rantai kaki melingkar di atas mata kaki Abdella Ahmad Tounisi, Rabu (24/4). Remaja 18 tahun ini gontai melangkah ke ruang sidang. Rambutnya botak. Kulit putihnya berbalut pakaian berwarna jeruk segar. Tounisi adalah tertuduh teroris.

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menuduhnya sebagai anggota kelompok berbahaya. Hari itu adalah sidang perdana Tousini setelah sepekan berada dalam interogasi tinggi dan berada dalam tahanan. Tentu saja dalam keamanan maksimum.

Aljazirah melansir lembaga intelijen dalam negeri AS menjebak remaja asal Aurora, Chicago ini, lantaran mengunjungi laman website radikalis Muslim buatan FBI. Kunjungan via internet itu membuat Tounisi diseret ke peradilan.

FBI menuduh Tounisi hendak bergabung dengan sel Alqaidah bernama Jabhat al-Nusra. Sel tersebut adalah kelompok bersenjata yang sedang perang di Suriah melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Aljazirah mengatakan situs bikinan FBI itu adalah perbuatan yang melampaui batas. FBI semestinya tidak memanfaatkan gerakan keagamaan untuk memberantas aksi menyimpang dari ajaran agama tersebut.  Teroris tidak perlu mendaftarkan diri ke website. Apalagi dijebak untuk bergabung menjadi anggota teroris.

Kini, Tousini terancam hukuman 15 tahun penjara. Hakim Persidangan Daniel Martin mengatakan, putusan hari ini adalah menunda persidangan. Martin tidak menyebutkan alasan penundaan. Tapi, mengutip Chicago Tribune persidangan akan dilanjutkan 2 Mei mendatang, di Gedung Persidangan Dirksen, Chicago.

Tounisi ditangkap FBI di Bandara internasional O'Hare, Chicago, saat Jumat (19/4) lalu. Kejaksaan mengatakan, Tounisi hendak memulai leg pertama perjalanan ke medan perang ke Suriah. Penerbangan pertama akan menyambangi Turki sebelum dirinya melaju ke Damaskus, Suriah.

Banyak tuduhan dialamatkan jaksa kepada Tounisi. Media lokal mengutip dakwaan jaksa sebagai berikut: Tounisi diduga terlibat dalam rencana ledakan di sebuah bar di Chicago, September 2012.

FBI menggagalkan rencana itu dan menarik sebuah nama Adel Daoud.Aksi Daoud juga berawal dari komunikasi melalui chatroom website bikinan FBI. Tidak disebutkan nama komunitas teroris gadungan itu. Tapi salah seorang di website tersebut mengajari Daoud merakit bom dan cara meledakkannya. FBI menemukan komunikasi lancar antara Daoud dan Tounisi.

Namun aktivitas Tounisi sempat menghilang dari chatroom. FBI kembali memancing Tounisi melalui tampilan website yang berbeda. Umpan FBI menarik Tounisi. Seseorang di chatroom mengaku mencari relawan pemberani untuk bergabung bersama Jabhat al-Nusra di Suriah.Tounisi mengirimkan aplikasi dirinya.

Termasuk kelemahannya menggunakan senjata dan bahan peledak. Chicago Tribune melansir, kontak langsung antara Tounisi dan perekrutnya itu terjadi saat 1 April lalu. Keduanya bertemu dan menyusun rencana untuk terbang ke medan perang di Suriah.

Dalam kenyataannya, perekrut tersebut adalah seorang intelijen FBI. Mantan Jaksa Federal Phil Turner mengatakan, merayu atau memanipulasi pikiran pemuda dengan iming-iming ikut dalam kekerasan (terorisme) adalah kejahatan.

''Tindakan mereka memicu fantasi,'' ujar Turner. Pengacara Molly Armour menyatakan bersedia membela Tounisi. Armour adalah pengacara negara yang ditunjuk membela remaja tanggung ini. Kata dia, penundaan persidangan adalah jawaban keraguan hakim atas kasus tersebut.

 Akan tetapi kata dia, pihaknya bersama keluarga Tounisi akan punya waktu membalikkan tuduhan FBI dan Kejaksaan. Keluarga menyatakan, Tounisi adalah korban jebakan  agen intelijen. Sementara itu, Juru Bicara FBI di Chicago, Joan Hyde menolak berkomentar tentang tuduhan menjebak tersebut.

Voice Of Muslim - Kepala Anti-Teror Uni Eropa, Gilles de Kerchove menyebutkan, sedikitnya 500 orang yang berasal dari Eropa ditemukan tengah terlibat perperangan melawan Pasukan Pemerintah Suriah.
Kebanyakan mereka berkewarganegaraan Inggris, Irlandia, dan Prancis.

"(Para Teroris) ini ternyata tidak semuanya menjadi radikal ketika meninggalkan negaranya. Namun sebagian besar mereka ini dididik di sana (Suriah). Mereka terus dilatih disana," papar De Kerchove, seperti dikutip BBC, Rabu (24/4).

De Kerchove mengatakan kecemasannya jika mereka yang datang ke Suriah tersebut pulang ke kampung halamannya di Eropa. Dikhawatirkan mereka akan menjadi radikal dan melancarkan sejumlah teror di Eropa.

Menurut de Kerchove, warga Eropa yang datang ke Suriah tersebut bergabung dengan jaringan ekstrimis dan kelompok Al Qaedah. Mereka dilatih untuk melakukan teror dan serangan sebelum diikutkan untuk melawan tentara pro Assad.

"Kami melihat ini bisa memicu ancaman besar ketika mereka kembali ke negaranya," tambah De Kerchove.

De Kerchove memberikan perumpamaan seperti Belanda. Di negeri tulip itu, banyak warganya yang kembali dari Suriah telah menjadi radikal dan membuat ancaman teror di negaranya.

Sumber : ROL

Voice Of Muslim - Jakarta - Simbol kekaisaran Romawi-Konstatinopel yang sudah ditaklukan oleh Sultan Muhamad al-Fatih, berupa gereja yang sangat megah, diubah menjadi sebuah masjid.
Kemudian, di zaman Kemal at-Turk, masjid itu dijadikan museum, akibat tekanan yang hebat dari Eropa.  Sekarang sesudah, Turki dipegang oleh Partai AKP yang condong kepada Islam, dipimpin Perdana Menteri Recep Tayyib Erdogan, rakyatnya menuntuk kembali agar Hagia Shopia (Aya Sophia) dibuka kembali sebagai masjid, dan menjadi tempat sholat bagi rakyat Turki.

Sekarang di Turki, muncul gerakan dari kalangan pemuda Turki, yang sangat mencintai Islam, menginginkan agar Hagia Shopia, difungsikan kembali sebagai masjid, dan dibuka untuk shalat di setiap waktu shalat. Asosiasi Pemuda Anatolia telah melancarkan kampanye, dan mengumpulkan tanda tangan meminta Hagia Sophia dibuka kembali dan dapat digunakan untuk shalat. Setiap waktu, termasuk shalat Jum'at.

Para akitivis pemuda Islam itu, melakukan berbagai kegiatan, seperti melakukan konferensi pers, seminar, dan melakukan promosi melalui konferensi yang bertujuan mengkampanyekan Masjid Hagia Shopia, agar dibuka kembali. Mereka mengumpulkan tanda tangan berjudul "Chains Break dengan Signatures," kata  Presiden Anatolia Youth Association  Salih Turhan.  Salih menegaskan, bahwa Istanbul  simbol keadilan bagi semua agama, ungkapnya.

Turhan, yang menyatakan bahwa pihak berwenang dari negara-negara Muslim telah dihubungi untuk mendukung kampanye dimulai di Turki, mengatakan:

"The Hagia Sophia diubah menjadi masjid setelah penaklukan Istanbul. Pada 24 November, 1934 itu berubah menjadi museum. Keinginan nasional diabaikan dalam transformasi ini. Hagia Sophia bukanlah batu atau bangunan. Hagia Sophia harus diubah menjadi masjid dan harus diselamatkan dari keadaannya yang menyedihkan. pembukaan masjid Hagia Sophia  akan menjadi langkah pertama di Istanbul, guna mendukung hak kaum Muslimin yang bersifat abadi. "

Tanda tangan yang dikumpulkan selama sebulan "Chains Break dengan Signatures" kampanye akan dikirim kepada Perdana Menteri, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan pihak berkepentingan lainnya.

Langkah ini merupakan tanggungjawab para pemuda Muslim, di mana Hagia Shopia, warisan Daulah Otmaniyah yang sangat berharga, sesudah berhasil mengalahkan Imperium Romawi-Konstinopel, dan mengubah gerej agung itu, kemudian menjadi sebuah masjid yang sangat indah.
Tetapi, sesudah jatuhnya Khilafah Turki Otsmani, yang dihancurkan oleh seorang keturunan Yahudi, bernama Jenderal Kemal at-Turk, yang kemudian mendapatkan julukan sebagai, "Young Turk" itu, merupakan tokoh sekulerisme itu mengubah Turki menjadi Republik.
Kemal at-Turk menghancurkan Khilafah Turki Otsmani, dan bukan  hanya mengganti Turki menjadi Republik, tetapi juga menghancurkan seluruh bangunan Islam di   Turki, para ulama, tokoh-tokoh, pemimpin Islam semuanya dihancurkan oleh Kemal, dan bahasa Arab dilarang, semua simbol-simbol Islam dilarang, termasuk masjid Hagia Shopia.
Sekarang kalangan muda Turki, menuntut dihidupankannya kembali Hagia Shopa sebagai tempat ibadah. af/hh

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget